Anda di halaman 1dari 30

PASTIKAN KELUARGA MELAKSANAKAN PERILAKU

HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA SADAR (iIZI ..


'.:.'
Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan Utama dan Kegiatan Pengembangan / Pilihan.
1. Kegiatan Utama, sekurang-kurangnya mencakup 5 (lima) kegiatan, yakni :
• Kesehatan Ibu dan Anak 11. MERAWAT GIGI ANAK
• Keluarga Berencana
• Jika belum tumbuh gigi, bersihkan gusi bayi sesudah diberi ASI dengan
• Imunisasi
• Gizi kain yang dibasahi air matang hangat.
• Pencegahan dan Penanggulangan Diare
• Jika sudah tumbuh gigi, gosok gigi pakai odol 2 kali, sesudah
2. Kegiatan Pengembangan/Pilihan, dapat menambah kegiatan baru disamping lima
makan pagi dan sebelum tidur malam
Kegiatan Utama yang telah ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan baru tersebut misalnya : • Pad a umur 2 tahun ajari anak gosok gigi sendiri
• Bina Keluarga Balita (BKB)
• Penemuan Dini dan Pengamatan Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), • Anak jangan dibiasakan makan makanan yang manis dan lengket
misalnya : Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Demam Berdarah, Gizi Buruk, Polio,
• Periksakan kesehatan gigi anak setiap 6 bulan setelah anak berumur 2
Campak dan Tetanus Neonatarum.
• Program Diversifikasi Pertanian Tanaman Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan tahun
melalui Tanaman Obat Keluarga.
• Kegiatan Ekonomi Produktif seperti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga,
Usaha Simpan Pinjam.
• Berbagai Program Pembangunan Masyarakat Desa lainnya.
9. MENCEGAH AGAR ANAK TIDAK TERKENA PENYAKIT KULIT
• Cegah agar anak tidak sakit kulit dengan cara : mandri teratur, ganti
pakaian jika basah atau kotor dan cuci tangan dan kaki setiap habis
bermain.
• Bawa anak ke Puskesmas jika kulit kemerahan, gatal, luka basah, berbau
atau bernanah.

10. MENJAGA KEBERSIHAN ANAK


• Mandikan anak setiap hari pagi dan sore pakai sabun mand'
• Cuci rambut anak dengan sampo 2-3 kali ,f;, ,
dalam 1 minggu
• Cuci tangan anak dengan sabun sebelum makan •
dan sesudah buang air besar

• Gunting kuku tangan dan kaki anak jika panjang
• Bersihkan rumah setiap hari dari sampah dan •
genangan air •
• Ajarkan anak untuk buang air besar di kakus / jamban
• Beri anak cairan lebih banyak dari biasa seperti air matang, air teh, kuah
2. BAGI KADER
sayur bening
• Mendapatkan berbagai informasi kesehatan lebih dahulu dan lebih lengkap
• Ikut berperan secara nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan • Jangan diberi pakaian tebal atau selimut tebal
kesehatan ibu
• Kompres dengan air biasa atau air hangat. Jangan dikompres dengan air
• Citra diri meningkat di mata masyarakat sebagai orang yang terpercaya
dalam bidang kesehatan dingin karena bisa menggigil
• Menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu
• Pad a demam tinggi beri obat turun panas sesual anjuran petugas

kesehatan

1. PENGELOLA POSYANDU • Usahakan tidur pakai kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk

• Bawa ke Puskesmas jika demam tidak sembuh dalam 2 hari


Pengelola Posyandu dipilih dari dan oleh masyarakat pada saat musyawarah pembentukan
Posyandu. Pengurus Posyadu sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua, seorang
sekretaris dan seorang bendahara. 8. YANG PERLU DILAKUKAN BILA ANAK SAKIT KULIT
Kriteria pengelola Posyandu antara lain sebagai berikut :
• Sakit kulit biasanya berupa biang keringat, bisul, koreng dan sebagainya
• Diutamakan adalah para dermawan dan tokoh masyarakat setempat. • Bersihkan luka dengan air matang, keringkan dengan kain bersih
• Memiliki semangat pengabdian, berinisiatif tinggi dan mampu memotifasi masyarakat.
• Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat. • Jika berupa koreng, tutup dengan kain bersih. Jangan dibubuhi ramu-
• Cegah Diare dengan cara : minum air matang, cud tangan pakai sabun 2. LETA~LOKASIPOSYANDU
• Posyandu berlokasi disetiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki
sebelum makan dan sesudah buang air besar. Buang air besar di kakus.
kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun atau sebutan lainnya
• Rujuk ke Puskesmas, bila ada tanda-tanda
yang sesuai.
• Tempat penyelenggaraan kegiatan Posyandu sebaiknya berada pad a lokasi yang
- Anak tidak membaik dalam 2 hari mudah dijangkau oleh masyarakat.
- Buang air besar encer berkali-kali
- Muntah berulang-ulang 3. LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN POSYANDU
• Mempersiapkan para petugas/aparat, sehingga bersedia dan memiliki kemampuan
Rasa haus yang nyata
mengelola serta membina Posyandu.
- Demam
• Mempersiapkan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, sehingga bersedia
- Makan atau minum sedikit
mendukung penyelenggaraan Posyandu.
- Ada darah dalam tinja
• Melakukan Survei Mawas Diri (SMD) untuk menimbulkan rasa memiliki bagi masyarakat
melalui penemuan sendiri masalah yang dihadapi serta potensi yang dimiliki.
7. YANG PERLU DILAKUKAN BILAANAK DEMAM • Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk mendapatkan dukungan dari
tokoh masyarakat sehingga pembentukan Posyandu dapat diwujudkan.
• Demam merupakan gejala yang menyertai batuk pilek, malaria, campak, • Membentuk dan memantau kegiatan Posyandu melalui kegiatan :
Demam Berdarah, sakit telinga atau penyakit infeksi lain. Pemilihan Pengurus dan Kader Posyandu
• Teruskan pemberian ASI, bila anak masih menyusui Orientasi Pengurus dan Pelatihan Kader Posyandu
- Pembentukan dan Peresmian Posyandu
Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu
• Pada anak umur 1 tahun ke atas, beri kecap manis
I MEJAI I
ditambah madu atau air jeruk
D
I MEJAII I • Bersihkan hidung agar tidak terganggu pernafasannya

D Penirnbangan
Kembang
dan Pemantauan
oleh Kader
Tumbuh
Posyandu • Jauhkan anak dari asap rokok dan asap dapur
I MEJAIlII
• Tidak membakar sampah di dekat rumah
D Pengislan KMS atau buku KIA
oIehKader
• Rujuk ke Puskesmas, bila :
<===:> Ada tanda-tanda nafas cepat
• Pelayanan dan • Penyuluhan KIA Ada tanda sukar bernafas
konseling kesehatan termasuk Tumbuh
dan gizi oleh petugas Kembang anak
kesehatan menggunakan Buku
Batuk pilek dengan panas tinggi
.Imunisasi KIA
• KIA-KB termasuk • Penyuluhan gizi
slimulasi. deteksi dan lermasuk Pemberian
intervensi dini lumbuh Kapsul Vitamin A. 6. YANG PERLU DILAKUKAN BILA BALITA DIARE
kembang balita Tablet Tambah Darah
• Gizi termasuk dan PMT (Pemberian • Teruskan pemberian ASI bila bayi masih menyusui
penanggulangan gizi Makanan Tambahan
kurang dan buruk serta • Merujuk Balila ke Meja
penyakit pada balila V; • Beri air matang, cairan makanan (air sayur, air tajin atau oralit)

I PETUGAS KESEHATAN I KADER !<ELUARGA, • Teruskan pemberian makanan


MASYARAKAT
4. IMUNISASI LENGKAP UNTUK BAYI KAPAN KEGIATAN POSYANDU DILAKSANAKAN ?
Oilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) hari dalam sebulan. Apabila diperlukan
• Imunisasi bayi sesuai jadwal
hari buka Posyandu dapat lebih dari 1 (satu) kali dalam sebulan. Hari dan waktu
Umur 0 - 7 hari Hepatitis B 1 yang dipilih, sesuai dengan hasil kesepakatan.
Umur 1 bulan BCG Bagaimana kader dapat meningkatkan peran aktif masyarakat ?,
Umur 2 bulan Hepatitis B2, OPT1, Polio 1
Umur 3 bulan Hepatitis B3, OPT1, Polio 2 • Manfaatkan setiap kesempatan di desa untuk memberikan
penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan dapat dilakukan dalam
Umur 4 bulan OPT 3, Polio 3
kelompok, misalnya : pad a saat arisan, pengajian, selamatan,
Umur 9 bulan Campak, Polio 4
pertunjukan-pertunjukan dan lain-lain.
• Mengajak masyaraka,t untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan
• Imunisasi harus lengkap pada bayi pada saat ulang tahun di Posyandu yang dapat dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah
pertamanya (1 tahun) keluarga yang memiliki anak, balita dan ibu[hamil. Dapat juga dilakukan
dengan penyuluh~n massa misalnyanya melaiui pengeras suara di mesjid,
I If. I /" /
5. YANG PERLU DILAKUKAN BILA BALITA BATUK pengumumman di kantor lurah/desa tentang hari buka Posyandu.
• Teruskan pemberian ASI bila bayi masih menyusu • Menggali/menghimpun J \
kemampua~ "
(\TIasyarakat I \ untuk dapat
• Bila umur anak lebih dari 6 bulan, beri makan dan melengkapi kebutuhan-kebutuhan '~osyanduJ a~tara lain dukungan,
minuman hangat lebih banyak. sarana, pemiki1ran dan lain-lain. Dapat di'laku~an dalam pertemuan
koordinasi di desa dengan 'o'iskusi Kelompok Terarah. J
I I III
• Timbanglah berat badan untuk memantau pertumbuhan anak
sehingga dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk.
• Bila ditimbang berat badan tidak naik 2 bulan berturut-turut atau
• Setelah pelayanan..lPosyandu selesai, kader bersama petugas turun rujuk ke Puskesmas.
mel~ngkap'i pe1fCcit~tan dan membahas hasil kegiatan serta tindak • Beri makanan bergizi sesuai kelompok umur anak, agar tumbuh dan
berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas.
lanjJt. 'f>J /. t ~
• Mengaaakan;;pemutaKniran data sasaran 80syandu : bayi, anak • Gunakan garam beryodium setiap kali masak,
I't" ~b - hL.-1 '11d J'b >
(Ib a I aT',-1u ami an I u menyusul. .'
r / . f
( • Mej11buat glrafik tentang jumlati s~mua ba'lit?)yang ber~emP.at
~ • Bila ada gangguan perkembangan anak, rujuk ke Puskesmas.
• Bila anak sakit, bawa ke Puskesmas.

n // 9r.~)J )
• Rawat anak dengan kasih sayang dan doa.
tipgga
di wilayah/kerja
dI" 1. rI\ ~--/
Posyandu, jumlah balitayyang mempunya~Kartu
I;r r/, I ' f II: J r /1
3. PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A
Menuju Sehat (KMS) atau Buku Kit, jumlaH balita ~ang datang


ba~an~~' naik (SKDNf\ ~
M~a'kJKan tindak lanjut terhadapjsasaran
(>~ ) ~
p~da h~ri buka Posyana~ (jan jJmlah b~lita yan~ ti bangarLberat
t ['
ya 9 tidak datang Clan
• Vitamin A membuat mata sehat, tubuh kuat dan mencegah
kebutaan .
• Beri Kapsul Vitamin A dosis tinggi pada balita, kapsul biru dengan
dosis tinggi 100.000 81 untuk bayi dan kapsul merah dengan dosis
sasara~ yang mem,er u an penyu u an anJu t an, yaltu
I I
I I k\ \ I hi' ' me I'i.
alUl

ku\n\p;gan ~/h\}/ ~1 ) tinggi 200.000 81 untuk balita.


• Dapatkan Kapsul Vitamin A secara gratis setiap bulan Februari
dan Agustus di Posyandu atau Puskesmas,
\ 1~ / ;vnr11T
1. PEMBERIAN ASI

• ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI mudah dicerna oleh bayi
dan mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan
kekebalan dan mencegah berbagai penyakit, serta untuk kecerdasan. • Memberitahukan kepada kelompok sasaran agar
• Beri ASI saja sampai anak berumur 6 bulan. berkunjung ke Posyandu saat hari pelaksanaan.
• Setelah 6 bulan, teruskan menyusui sampai anak berumur 2 tahun dan
pelayanan
berikanan makanan pendamping AS!.
• Makanan pendamping ASI, berupa makanan lumat diberikan secara • Melakukan kunjungan tatap muka ke tokoh
bertahap, mula-mula 2 kali berangsung sampai 3 kali seharj, dalam jumlah masyarakat dan menghadiri pertemuan rutin
yang kecil sebagai makanan perkenalan. Kenalkan buah/sari buah 2 kali kelompok masyarakat atau organisasi keagamaan
sehari sedikit-demi sedikit. agar kegiatan Posyandu semakin melekat di dcilam
kehidupan masyarakat.
2. TUMBUHKEMBANGANAK

• Perhatikan tumbuh kembang anak secara teratur.


• Bawa ke Posyandu untuk ditimbang, dapatkan : Kapsul Vitamin A,
imunisasi, stimulasi tumbuh kembang dan periksa kesehatan.
5. JENIS-JENIS ALAT KB DAN CARA MENGGUNAKANNYA

• Alat ber KB untuk suami :


• Meningkatkan kualitas diri sebagai orang yang dianggap
masyarakat dapat memberi informasi terkini tentang - Kondom, dipasang pada alat kemaluan suami yang sudah tegang setiap
kesehatan. kali melakukan hubungan seksual
• Melengkapi diri dengan keterampilan yang memadai dalam - Vasektomi, dokter akan melakukan operasi keeil untuk
pelayanan di Posyandu . mengikaUmemotong saluran sperma/air mani
• Membuat kesan pertama yang baik dan memperlihatkan citra
• Alat ber KB untuk istri :
yang positif.
• Menetapkan dan memusatkan perhatian lebih cermat pada
- Pil, diminum seeara teratur setiap seeara terus-menerus, untuk ibu yang
kebutuhan masyarakat.
sedang menyusui minum pil KB khusus.
• Menampilkan diri sebagai bag ian dari anggota masyarakat itu
- Suntik, disuntikan pada pantat sebelah kanan/kiri setiap 1 atau 3 bulan
sendiri. sekali tergantung dari jenis suntikan.
• Mendorong keinginan masyarakat untuk datang ke Posyandu~ - Implan, dipasang di lengan atas ibu.
- Spiral, dipasang di rahim 2 hari atau 6 - 8 minggu setelah persalinan
- Tubektomi, dokter akan melakukan operasi kecil untuk
menjepit/memotong saluran terlur.
3. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU NIFAS

• Pendarahan lewat jalan lahir


• Keluar cairan berbau dari jalan lahir 1. PENGATURAN KELAHIRAN
• Demam lebih dari 2 hari
• Bengkak di muka, tangan dan kaki, kadang disertai dengan sakit
• Seorang ibu sebaiknya hamil pada usia 20 - 30 tahun. Karen
kepala dan kejang-kejang.
pada usia tersebut tubuh wanita telah siap secara fisik
• Payudara bengkak kemerahan disertai rasa sakit
maupun mental untuk hamil atau melahirkan.
• Dapat mengalami gangguan jiwa
• Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak sebaiknya jarak
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut, maka
segeralah membawa ibu nifas tersebut ke Puskesmas terdekat atau antara dua tahun paling sedikit dua tahun. kesehatan
meminta pertolongan dokter/bidan. ibu akan terancam jika melahirkan dengan jarak waktu terlalu
dekat, demikian pula bayi yang akan lahir sebelum waktunya.
4. PENTINGNYA IBU NIFAS IKUT PROGRAM KB dengan berat badan lahir rendah.
• Hamil lebih dari empat kali, dapat membahayakan kesehatan
• Ibu nifas mempunyai waktu yang cukup untuk menyusui, merawat bayi ibu dan anak. Ibu yang telah 4 (empat) kali menjalani
serta menjaga kesehatan ibu dan keluarga kehamilan dan persalinan akan mudah menderita kurang
• Untuk mengatur agar jarak kehamilan 2 tahun atau lebih. darah, pendarahan pada masa nifas dan kemungkinan bayi
meninggal.
2. PEMERIKSAAN KEHAMILAN :
• Periksa kehamilan secepatnya dan sesering mung kin kepada bidan/
dokter sangat bermanfaat bagi ibu karena dapat segera mengetahui
kelainan yang ada pada kehamilan. 1. YANG HARUS DILAKUKAN OLEH IBU NIFAS TENTANG ASI
• Ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya paling tidak 4 kali selama
kehamilan pada bidan / dokter. • Serikan ASI segera pada bayi yang baru lahir, karena ASI yang pertama
• Serat badan ibu harus selalu ditimbang setiap periksa hami\. Kehamilan kali (Kolostrum) mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi
yang sehat jika berat badan bertambah sesuai dengan pertumbuhan bayi
terhadap penyakit.
dalam kandungan.
• Istirahat cukup supaya ibu sehat dan ASI keluar banyak.
3. MENJAGA KESEHATAN PADA IBU HAMIL
• Minum Tablet Tambah Darah selama kehamilan untuk mencegah ibu
kurang darah. Tablet Tambah Darah tidak berbahaya pada bayi. 2. MENJAGA KESEHATAN PADA IBU NIFAS
• Ibu hamil perlu mendapatkan Imunisasi Tetanus Toxoid dari bidan /
perawat atau dokter. Imunisasi ini berguna untuk mencegah penyakit. • Ibu nifas harus makan makanan bergizi satu piring lebih banyak
Tetanus pada bayi. dari sebelum hami\.
• Ibu hamil perlu istirahat yang cukup dengan cara berbaring sedikitnya • Pada saat nifas, ibu perlu mengkonsumsi makanan yang banyak
1 jam pada siang hari dikurangi bekerja berat. mengandung cairan seperti sayur, minum air putih agar dapat
• Ibu hamil tidak boleh merokok, memakai narkoba, minum obat-obatan membantu produksi AS\.
tanpa petunjuk dokter/bidan, minum jamu atau minum-minuman keras • Minum 1 Tablet Tambah Darah setiap hari selama masa nifas.
karena dapat mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan. • Jaga kebersihan kelamin, ganti pembalut setiap kali basah.
4. MAKANAN Y. NG SEHAT BAGI IBU HAMIL

• Ibu hamil sebaiknya makan makanan bergizi lebih banyak 1 piring


3. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU BERSALIN dari sebelum waktu hamil dan harus menggunakan garam
beryodium dalam menu makanan sehari-hari.
• Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas • Untuk menambah tenaga sebaiknya ibu hamil selalu makan
• Pendarahan lewat jalan lahir makanan selingan pada pagi dan sore hari seperti bubur kacang
• Tali pusat atau tangan bayi keluar dari jalan lahir hijau, pisang goreng dan lain-lain.
• Ibu tidak kuat mengejan atau mengalami kejang • Tidak ada pantangan makanan pada ibu hamil.
• Air ketuban keruh dan berbau
• Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar 5. MENJAGA KEBERSIHAN DIRI
• Ibu gelisah akan mengalami kesakitan yang hebat /
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda4 . • Ibu hamil harus mandi sebanyak 2 kali sehari dengan
tersebut, maka segeralah membawa ibu yang akan menggunakan sabun, menggosok gigi paling sedikit 2 kali sehari
melahirkan tersebut ke Puskesmas terdekat atau yaitu pada pagi hari dan sebelum tidur. Mandi yang teratur dan
meminta pertolongan dokter/bidan. bersih menghindarkan ibu dari penyakit kulit seperti gatal-gatal
dan lain-lain dan dengan menggosok gigi secara teratur mencegah
sakit gigi dan gusi.
• Setiap kali mandi sebaiknya ibu hamil mengganti baju dan pakaian
dalam dari bahan yang dapat menyerap keringat.
6. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU HAMIL

1. PERTOLONGAN PERSAll NAN


• Pendaarahan pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, pada ibu
yang hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam Persalinan pada ibu hamil harus ditolong oleh bidan/dokter.
kandungan. Karena ditangan ahlinya persalinan akan bersih, aman dan
• Bengkak di kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadang disertai akan menghindari ibu serta bayinya dari penyakit dan
kejang-kejang dan demam tinggi yang dapat membahayakan kematian.
keselamatan ibu, mengalami keguguran atau bayi lahir sebelum
waktunya. 2. MENGENALI TANDA-TANDA PERSALINAN
• Keluar air ketuban sebelum waktu melahirkan, hal ini merupakan tanda- • Mulas-mulas secara teratur yang semakin lama
tanda adanya gangguan pada kehamilan dan dapat membahayakan makin sering
keselamatan bayi dalam kandungan. • Perut terasa keras bila diraba
• Bayi dalam kandungan kurang bergerak atau tidak bergerak • Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
• Ibu hamil muntah terus menerus dan tidak mau makan • Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut pada ibu selaput ketuban
hamil, maka segeralah membawa ibu hamil ke Puskesmas terdekat atau • Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut
meminta pertolongan dokter/bidan. pada ibu hamil, maka segeralah membawa ibu hamil ke
Puskesmas terdekat atau meminta pertolongan dokter/bidan .

6. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU HAMIL

1. PERTOLONGAN PERSAll NAN


• Pendaarahan pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, pada ibu
yang hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam Persalinan pada ibu hamil harus ditolong oleh bidan/dokter.
kandungan. Karena ditangan ahlinya persalinan akan bersih, aman dan
• Bengkak di kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadang disertai akan menghindari ibu serta bayinya dari penyakit dan
kejang-kejang dan demam tinggi yang dapat membahayakan kematian.
keselamatan ibu, mengalami keguguran atau bayi lahir sebelum
waktunya. 2. MENGENALI TANDA-TANDA PERSALINAN
• Keluar air ketuban sebelum waktu melahirkan, hal ini merupakan tanda- • Mulas-mulas secara teratur yang semakin lama
tanda adanya gangguan pada kehamilan dan dapat membahayakan makin sering
keselamatan bayi dalam kandungan. • Perut terasa keras bila diraba
• Bayi dalam kandungan kurang bergerak atau tidak bergerak • Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
• Ibu hamil muntah terus menerus dan tidak mau makan • Keluarnya cairan ketuban dari jalan lahir akibat pecahnya
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut pada ibu selaput ketuban
hamil, maka segeralah membawa ibu hamil ke Puskesmas terdekat atau • Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut
meminta pertolongan dokter/bidan. pada ibu hamil, maka segeralah membawa ibu hamil ke
Puskesmas terdekat atau meminta pertolongan dokter/bidan .

4. MAKANAN Y. NG SEHAT BAGI IBU HAMIL

• Ibu hamil sebaiknya makan makanan bergizi lebih banyak 1 piring


3. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU BERSALIN dari sebelum waktu hamil dan harus menggunakan garam
beryodium dalam menu makanan sehari-hari.
• Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas • Untuk menambah tenaga sebaiknya ibu hamil selalu makan
• Pendarahan lewat jalan lahir makanan selingan pada pagi dan sore hari seperti bubur kacang
• Tali pusat atau tangan bayi keluar dari jalan lahir hijau, pisang goreng dan lain-lain.
• Ibu tidak kuat mengejan atau mengalami kejang • Tidak ada pantangan makanan pada ibu hamil.
• Air ketuban keruh dan berbau
• Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar 5. MENJAGA KEBERSIHAN DIRI
• Ibu gelisah akan mengalami kesakitan yang hebat /
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda4 . • Ibu hamil harus mandi sebanyak 2 kali sehari dengan
tersebut, maka segeralah membawa ibu yang akan menggunakan sabun, menggosok gigi paling sedikit 2 kali sehari
melahirkan tersebut ke Puskesmas terdekat atau yaitu pada pagi hari dan sebelum tidur. Mandi yang teratur dan
meminta pertolongan dokter/bidan. bersih menghindarkan ibu dari penyakit kulit seperti gatal-gatal
dan lain-lain dan dengan menggosok gigi secara teratur mencegah
sakit gigi dan gusi.
• Setiap kali mandi sebaiknya ibu hamil mengganti baju dan pakaian
dalam dari bahan yang dapat menyerap keringat.
2. PEMERIKSAAN KEHAMILAN :
• Periksa kehamilan secepatnya dan sesering mung kin kepada bidan/
dokter sangat bermanfaat bagi ibu karena dapat segera mengetahui
kelainan yang ada pada kehamilan. 1. YANG HARUS DILAKUKAN OLEH IBU NIFAS TENTANG ASI
• Ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya paling tidak 4 kali selama
kehamilan pada bidan / dokter. • Serikan ASI segera pada bayi yang baru lahir, karena ASI yang pertama
• Serat badan ibu harus selalu ditimbang setiap periksa hami\. Kehamilan kali (Kolostrum) mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi
yang sehat jika berat badan bertambah sesuai dengan pertumbuhan bayi
terhadap penyakit.
dalam kandungan.
• Istirahat cukup supaya ibu sehat dan ASI keluar banyak.
3. MENJAGA KESEHATAN PADA IBU HAMIL
• Minum Tablet Tambah Darah selama kehamilan untuk mencegah ibu
kurang darah. Tablet Tambah Darah tidak berbahaya pada bayi. 2. MENJAGA KESEHATAN PADA IBU NIFAS
• Ibu hamil perlu mendapatkan Imunisasi Tetanus Toxoid dari bidan /
perawat atau dokter. Imunisasi ini berguna untuk mencegah penyakit. • Ibu nifas harus makan makanan bergizi satu piring lebih banyak
Tetanus pada bayi. dari sebelum hami\.
• Ibu hamil perlu istirahat yang cukup dengan cara berbaring sedikitnya • Pada saat nifas, ibu perlu mengkonsumsi makanan yang banyak
1 jam pada siang hari dikurangi bekerja berat. mengandung cairan seperti sayur, minum air putih agar dapat
• Ibu hamil tidak boleh merokok, memakai narkoba, minum obat-obatan membantu produksi AS\.
tanpa petunjuk dokter/bidan, minum jamu atau minum-minuman keras • Minum 1 Tablet Tambah Darah setiap hari selama masa nifas.
karena dapat mengganggu pertumbuhan bayi dalam kandungan. • Jaga kebersihan kelamin, ganti pembalut setiap kali basah.
3. MENGENALI TANDA-TANDA BAHAYA PADA IBU NIFAS

• Pendarahan lewat jalan lahir


• Keluar cairan berbau dari jalan lahir 1. PENGATURAN KELAHIRAN
• Demam lebih dari 2 hari
• Bengkak di muka, tangan dan kaki, kadang disertai dengan sakit
• Seorang ibu sebaiknya hamil pada usia 20 - 30 tahun. Karen
kepala dan kejang-kejang.
pada usia tersebut tubuh wanita telah siap secara fisik
• Payudara bengkak kemerahan disertai rasa sakit
maupun mental untuk hamil atau melahirkan.
• Dapat mengalami gangguan jiwa
• Untuk menjaga kesehatan ibu dan anak sebaiknya jarak
• Jika kader mengetahui ada salah satu tanda-tanda tersebut, maka
segeralah membawa ibu nifas tersebut ke Puskesmas terdekat atau antara dua tahun paling sedikit dua tahun. kesehatan
meminta pertolongan dokter/bidan. ibu akan terancam jika melahirkan dengan jarak waktu terlalu
dekat, demikian pula bayi yang akan lahir sebelum waktunya.
4. PENTINGNYA IBU NIFAS IKUT PROGRAM KB dengan berat badan lahir rendah.
• Hamil lebih dari empat kali, dapat membahayakan kesehatan
• Ibu nifas mempunyai waktu yang cukup untuk menyusui, merawat bayi ibu dan anak. Ibu yang telah 4 (empat) kali menjalani
serta menjaga kesehatan ibu dan keluarga kehamilan dan persalinan akan mudah menderita kurang
• Untuk mengatur agar jarak kehamilan 2 tahun atau lebih. darah, pendarahan pada masa nifas dan kemungkinan bayi
meninggal.
5. JENIS-JENIS ALAT KB DAN CARA MENGGUNAKANNYA

• Alat ber KB untuk suami :


• Meningkatkan kualitas diri sebagai orang yang dianggap
masyarakat dapat memberi informasi terkini tentang - Kondom, dipasang pada alat kemaluan suami yang sudah tegang setiap
kesehatan. kali melakukan hubungan seksual
• Melengkapi diri dengan keterampilan yang memadai dalam - Vasektomi, dokter akan melakukan operasi keeil untuk
pelayanan di Posyandu . mengikaUmemotong saluran sperma/air mani
• Membuat kesan pertama yang baik dan memperlihatkan citra
• Alat ber KB untuk istri :
yang positif.
• Menetapkan dan memusatkan perhatian lebih cermat pada
- Pil, diminum seeara teratur setiap seeara terus-menerus, untuk ibu yang
kebutuhan masyarakat.
sedang menyusui minum pil KB khusus.
• Menampilkan diri sebagai bag ian dari anggota masyarakat itu
- Suntik, disuntikan pada pantat sebelah kanan/kiri setiap 1 atau 3 bulan
sendiri. sekali tergantung dari jenis suntikan.
• Mendorong keinginan masyarakat untuk datang ke Posyandu~ - Implan, dipasang di lengan atas ibu.
- Spiral, dipasang di rahim 2 hari atau 6 - 8 minggu setelah persalinan
- Tubektomi, dokter akan melakukan operasi kecil untuk
menjepit/memotong saluran terlur.
1. PEMBERIAN ASI

• ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. ASI mudah dicerna oleh bayi
dan mengandung zat gizi sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan
kekebalan dan mencegah berbagai penyakit, serta untuk kecerdasan. • Memberitahukan kepada kelompok sasaran agar
• Beri ASI saja sampai anak berumur 6 bulan. berkunjung ke Posyandu saat hari pelaksanaan.
• Setelah 6 bulan, teruskan menyusui sampai anak berumur 2 tahun dan
pelayanan
berikanan makanan pendamping AS!.
• Makanan pendamping ASI, berupa makanan lumat diberikan secara • Melakukan kunjungan tatap muka ke tokoh
bertahap, mula-mula 2 kali berangsung sampai 3 kali seharj, dalam jumlah masyarakat dan menghadiri pertemuan rutin
yang kecil sebagai makanan perkenalan. Kenalkan buah/sari buah 2 kali kelompok masyarakat atau organisasi keagamaan
sehari sedikit-demi sedikit. agar kegiatan Posyandu semakin melekat di dcilam
kehidupan masyarakat.
2. TUMBUHKEMBANGANAK

• Perhatikan tumbuh kembang anak secara teratur.


• Bawa ke Posyandu untuk ditimbang, dapatkan : Kapsul Vitamin A,
imunisasi, stimulasi tumbuh kembang dan periksa kesehatan.
• Timbanglah berat badan untuk memantau pertumbuhan anak
sehingga dapat mencegah gizi kurang atau gizi buruk.
• Bila ditimbang berat badan tidak naik 2 bulan berturut-turut atau
• Setelah pelayanan..lPosyandu selesai, kader bersama petugas turun rujuk ke Puskesmas.
mel~ngkap'i pe1fCcit~tan dan membahas hasil kegiatan serta tindak • Beri makanan bergizi sesuai kelompok umur anak, agar tumbuh dan
berkembang menjadi anak yang sehat dan cerdas.
lanjJt. 'f>J /. t ~
• Mengaaakan;;pemutaKniran data sasaran 80syandu : bayi, anak • Gunakan garam beryodium setiap kali masak,
I't" ~b - hL.-1 '11d J'b >
(Ib a I aT',-1u ami an I u menyusul. .'
r / . f
( • Mej11buat glrafik tentang jumlati s~mua ba'lit?)yang ber~emP.at
~ • Bila ada gangguan perkembangan anak, rujuk ke Puskesmas.
• Bila anak sakit, bawa ke Puskesmas.

n // 9r.~)J )
• Rawat anak dengan kasih sayang dan doa.
tipgga
di wilayah/kerja
dI" 1. rI\ ~--/
Posyandu, jumlah balitayyang mempunya~Kartu
I;r r/, I ' f II: J r /1
3. PEMBERIAN KAPSUL VITAMIN A
Menuju Sehat (KMS) atau Buku Kit, jumlaH balita ~ang datang


ba~an~~' naik (SKDNf\ ~
M~a'kJKan tindak lanjut terhadapjsasaran
(>~ ) ~
p~da h~ri buka Posyana~ (jan jJmlah b~lita yan~ ti bangarLberat
t ['
ya 9 tidak datang Clan
• Vitamin A membuat mata sehat, tubuh kuat dan mencegah
kebutaan .
• Beri Kapsul Vitamin A dosis tinggi pada balita, kapsul biru dengan
dosis tinggi 100.000 81 untuk bayi dan kapsul merah dengan dosis
sasara~ yang mem,er u an penyu u an anJu t an, yaltu
I I
I I k\ \ I hi' ' me I'i.
alUl

ku\n\p;gan ~/h\}/ ~1 ) tinggi 200.000 81 untuk balita.


• Dapatkan Kapsul Vitamin A secara gratis setiap bulan Februari
dan Agustus di Posyandu atau Puskesmas,
\ 1~ / ;vnr11T
4. IMUNISASI LENGKAP UNTUK BAYI KAPAN KEGIATAN POSYANDU DILAKSANAKAN ?
Oilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) hari dalam sebulan. Apabila diperlukan
• Imunisasi bayi sesuai jadwal
hari buka Posyandu dapat lebih dari 1 (satu) kali dalam sebulan. Hari dan waktu
Umur 0 - 7 hari Hepatitis B 1 yang dipilih, sesuai dengan hasil kesepakatan.
Umur 1 bulan BCG Bagaimana kader dapat meningkatkan peran aktif masyarakat ?,
Umur 2 bulan Hepatitis B2, OPT1, Polio 1
Umur 3 bulan Hepatitis B3, OPT1, Polio 2 • Manfaatkan setiap kesempatan di desa untuk memberikan
penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan dapat dilakukan dalam
Umur 4 bulan OPT 3, Polio 3
kelompok, misalnya : pad a saat arisan, pengajian, selamatan,
Umur 9 bulan Campak, Polio 4
pertunjukan-pertunjukan dan lain-lain.
• Mengajak masyaraka,t untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan
• Imunisasi harus lengkap pada bayi pada saat ulang tahun di Posyandu yang dapat dilakukan dengan mengunjungi setiap rumah
pertamanya (1 tahun) keluarga yang memiliki anak, balita dan ibu[hamil. Dapat juga dilakukan
dengan penyuluh~n massa misalnyanya melaiui pengeras suara di mesjid,
I If. I /" /
5. YANG PERLU DILAKUKAN BILA BALITA BATUK pengumumman di kantor lurah/desa tentang hari buka Posyandu.
• Teruskan pemberian ASI bila bayi masih menyusu • Menggali/menghimpun J \
kemampua~ "
(\TIasyarakat I \ untuk dapat
• Bila umur anak lebih dari 6 bulan, beri makan dan melengkapi kebutuhan-kebutuhan '~osyanduJ a~tara lain dukungan,
minuman hangat lebih banyak. sarana, pemiki1ran dan lain-lain. Dapat di'laku~an dalam pertemuan
koordinasi di desa dengan 'o'iskusi Kelompok Terarah. J
I I III
• Pada anak umur 1 tahun ke atas, beri kecap manis
I MEJAI I
ditambah madu atau air jeruk
D
I MEJAII I • Bersihkan hidung agar tidak terganggu pernafasannya

D Penirnbangan
Kembang
dan Pemantauan
oleh Kader
Tumbuh
Posyandu • Jauhkan anak dari asap rokok dan asap dapur
I MEJAIlII
• Tidak membakar sampah di dekat rumah
D Pengislan KMS atau buku KIA
oIehKader
• Rujuk ke Puskesmas, bila :
<===:> Ada tanda-tanda nafas cepat
• Pelayanan dan • Penyuluhan KIA Ada tanda sukar bernafas
konseling kesehatan termasuk Tumbuh
dan gizi oleh petugas Kembang anak
kesehatan menggunakan Buku
Batuk pilek dengan panas tinggi
.Imunisasi KIA
• KIA-KB termasuk • Penyuluhan gizi
slimulasi. deteksi dan lermasuk Pemberian
intervensi dini lumbuh Kapsul Vitamin A. 6. YANG PERLU DILAKUKAN BILA BALITA DIARE
kembang balita Tablet Tambah Darah
• Gizi termasuk dan PMT (Pemberian • Teruskan pemberian ASI bila bayi masih menyusui
penanggulangan gizi Makanan Tambahan
kurang dan buruk serta • Merujuk Balila ke Meja
penyakit pada balila V; • Beri air matang, cairan makanan (air sayur, air tajin atau oralit)

I PETUGAS KESEHATAN I KADER !<ELUARGA, • Teruskan pemberian makanan


MASYARAKAT
• Cegah Diare dengan cara : minum air matang, cud tangan pakai sabun 2. LETA~LOKASIPOSYANDU
• Posyandu berlokasi disetiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki
sebelum makan dan sesudah buang air besar. Buang air besar di kakus.
kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun atau sebutan lainnya
• Rujuk ke Puskesmas, bila ada tanda-tanda
yang sesuai.
• Tempat penyelenggaraan kegiatan Posyandu sebaiknya berada pad a lokasi yang
- Anak tidak membaik dalam 2 hari mudah dijangkau oleh masyarakat.
- Buang air besar encer berkali-kali
- Muntah berulang-ulang 3. LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN POSYANDU
• Mempersiapkan para petugas/aparat, sehingga bersedia dan memiliki kemampuan
Rasa haus yang nyata
mengelola serta membina Posyandu.
- Demam
• Mempersiapkan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat, sehingga bersedia
- Makan atau minum sedikit
mendukung penyelenggaraan Posyandu.
- Ada darah dalam tinja
• Melakukan Survei Mawas Diri (SMD) untuk menimbulkan rasa memiliki bagi masyarakat
melalui penemuan sendiri masalah yang dihadapi serta potensi yang dimiliki.
7. YANG PERLU DILAKUKAN BILAANAK DEMAM • Melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) untuk mendapatkan dukungan dari
tokoh masyarakat sehingga pembentukan Posyandu dapat diwujudkan.
• Demam merupakan gejala yang menyertai batuk pilek, malaria, campak, • Membentuk dan memantau kegiatan Posyandu melalui kegiatan :
Demam Berdarah, sakit telinga atau penyakit infeksi lain. Pemilihan Pengurus dan Kader Posyandu
• Teruskan pemberian ASI, bila anak masih menyusui Orientasi Pengurus dan Pelatihan Kader Posyandu
- Pembentukan dan Peresmian Posyandu
Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu
• Beri anak cairan lebih banyak dari biasa seperti air matang, air teh, kuah
2. BAGI KADER
sayur bening
• Mendapatkan berbagai informasi kesehatan lebih dahulu dan lebih lengkap
• Ikut berperan secara nyata dalam perkembangan tumbuh kembang anak balita dan • Jangan diberi pakaian tebal atau selimut tebal
kesehatan ibu
• Kompres dengan air biasa atau air hangat. Jangan dikompres dengan air
• Citra diri meningkat di mata masyarakat sebagai orang yang terpercaya
dalam bidang kesehatan dingin karena bisa menggigil
• Menjadi panutan karena telah mengabdi demi pertumbuhan anak dan kesehatan ibu
• Pad a demam tinggi beri obat turun panas sesual anjuran petugas

kesehatan

1. PENGELOLA POSYANDU • Usahakan tidur pakai kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk

• Bawa ke Puskesmas jika demam tidak sembuh dalam 2 hari


Pengelola Posyandu dipilih dari dan oleh masyarakat pada saat musyawarah pembentukan
Posyandu. Pengurus Posyadu sekurang-kurangnya terdiri dari seorang ketua, seorang
sekretaris dan seorang bendahara. 8. YANG PERLU DILAKUKAN BILA ANAK SAKIT KULIT
Kriteria pengelola Posyandu antara lain sebagai berikut :
• Sakit kulit biasanya berupa biang keringat, bisul, koreng dan sebagainya
• Diutamakan adalah para dermawan dan tokoh masyarakat setempat. • Bersihkan luka dengan air matang, keringkan dengan kain bersih
• Memiliki semangat pengabdian, berinisiatif tinggi dan mampu memotifasi masyarakat.
• Bersedia bekerja secara sukarela bersama masyarakat. • Jika berupa koreng, tutup dengan kain bersih. Jangan dibubuhi ramu-
9. MENCEGAH AGAR ANAK TIDAK TERKENA PENYAKIT KULIT
• Cegah agar anak tidak sakit kulit dengan cara : mandri teratur, ganti
pakaian jika basah atau kotor dan cuci tangan dan kaki setiap habis
bermain.
• Bawa anak ke Puskesmas jika kulit kemerahan, gatal, luka basah, berbau
atau bernanah.

10. MENJAGA KEBERSIHAN ANAK


• Mandikan anak setiap hari pagi dan sore pakai sabun mand'
• Cuci rambut anak dengan sampo 2-3 kali ,f;, ,
dalam 1 minggu
• Cuci tangan anak dengan sabun sebelum makan •
dan sesudah buang air besar

• Gunting kuku tangan dan kaki anak jika panjang
• Bersihkan rumah setiap hari dari sampah dan •
genangan air •
• Ajarkan anak untuk buang air besar di kakus / jamban
Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan Utama dan Kegiatan Pengembangan / Pilihan.
1. Kegiatan Utama, sekurang-kurangnya mencakup 5 (lima) kegiatan, yakni :
• Kesehatan Ibu dan Anak 11. MERAWAT GIGI ANAK
• Keluarga Berencana
• Jika belum tumbuh gigi, bersihkan gusi bayi sesudah diberi ASI dengan
• Imunisasi
• Gizi kain yang dibasahi air matang hangat.
• Pencegahan dan Penanggulangan Diare
• Jika sudah tumbuh gigi, gosok gigi pakai odol 2 kali, sesudah
2. Kegiatan Pengembangan/Pilihan, dapat menambah kegiatan baru disamping lima
makan pagi dan sebelum tidur malam
Kegiatan Utama yang telah ditetapkan dan dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan baru tersebut misalnya : • Pad a umur 2 tahun ajari anak gosok gigi sendiri
• Bina Keluarga Balita (BKB)
• Penemuan Dini dan Pengamatan Penyakit Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB), • Anak jangan dibiasakan makan makanan yang manis dan lengket
misalnya : Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Demam Berdarah, Gizi Buruk, Polio,
• Periksakan kesehatan gigi anak setiap 6 bulan setelah anak berumur 2
Campak dan Tetanus Neonatarum.
• Program Diversifikasi Pertanian Tanaman Pangan dan Pemanfaatan Pekarangan tahun
melalui Tanaman Obat Keluarga.
• Kegiatan Ekonomi Produktif seperti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga,
Usaha Simpan Pinjam.
• Berbagai Program Pembangunan Masyarakat Desa lainnya.
PASTIKAN KELUARGA MELAKSANAKAN PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT SERTA SADAR (iIZI ..
'.:.'