Anda di halaman 1dari 1

AYAT-AYAT TENTANG MANUSIA Abu Jahal pernah berkata “Apakah Muhammad meletakkan kepalanya(sujud) di depanmu?

Orang-orang kafir
A. Pengertian Manusia menjawab, ya.” Maka selanjutnya Abu Jahal berkata:”Demi Tuhan Latta dan Uzza, sekiranya aku melihat Muhammad
Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dimuka bumi oleh karenanya manusia dijadikan maka akan aku injak batang lehernya . dan aku benamkan mukanya kedalam tanah!”. Sehubungan dengan pertanyaan
kholifah di bumi karena manusia mempunyai kecenderungan dengan Tuhan Abu Jahal ini maka Allah menurunkan ayat 6-19 dari surat Al-alaq pada Rosulullah yakni menginformasikan ancaman
Berbicara tentang eksistensi manusia beserta nafsil insaninya berarti kita mengangkat suatu obyek studi yang Allah terhadap orang-orang yang melampui batas dan berbuat dosa. (HR.Mundzir dan Abu Huroiroh)
tidak pernah bisa tuntas dipersoalkan. Manusia sebagai obyek ilmu pengetahuan akan dibicarakan dalam berbagai 3. QS. At-taghaabun(3&16)
aspek dan seginya. Seorang biolog akan melihat aspek manusia dari aspek biologi, sosiolog melihat manusia dari segi                  
sosiologi dan begitu seterusnya ahli-ahli yang lain melihat manusia menurut disiplin ilmunya masing-masing.          
Dorongan-dorongan kejiwaan merupakan unsur yang memberi warna manusianya. Dia akan menjadi manusia dengan Artinya:.Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan
kategori baik atau sebaliknya sesuai dengan arah yang disukainya dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu) (3).
Menurut Posmodernisme, dalam upaya memahami manusia ilmu-ilmu sosial kemanusiaan memandang     
manusia sedemikian rupa sehingga manusia layaknya alat yang bisa diotak-atik seenaknya. Dimata ilmu-ilmu sosial      
kemanusian, manusia adalah mahluk yang berbeda dalam keadaan sekarat dan tinggal menuju ajal tiba      
B. Potensi Manusia 
Yang banyak dibicarakan oleh al-qur’an tentang manusia adalah sifat-sifat dan potensinya. Dalam hal ini Artinya: Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarilah serta ta’atilah dan
ditemukan sekian ayat yang memuji dan memuliakan manusia, seperti permulaan tentang terciptanya manusia dalam nafkahkanlah yang baik untuk dirimu dan barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-
bentuk dan keadaan yang sebaik-baiknya separti dijelaskan dalam( QS.at-tin:4 ), danpenegasan dimuliakannya mahluk orang yang beruntung (16).
ini diban ding dengan kebanyakan mahluk-mahluk Allah yang lain. Tetapi, disamping itu seringpula manusia mendapat Kandungan surat
celaan Tuhan karena ia amat aniaya dan mengingkari nikmat yang diberikan Allah. Disamping itu juga sangat bannyak Sebelum ayat 16 ini turun kaum muslimin pada waktu itu ketika beramal atau melakukan ibadah kepada
membantah dan bersifat keluh kesah lagi kikir. Allah(sholat) mereka melakukannya dengan sangat tanpa memperdulikan masalahnya sampai keningnya luka, melihat
Dari keterangan diatas bukan berarti ayat-ayat al-qur’an saling bertentangan satu sama lain, akan tetapi ayat- cara beramalnya kaum muslimin pada waktu itu lantas Allah menurunkan ayat 16 untuk menunjukkan bahwa kita
ayat tersebut menunjukkan beberapa kelemahan manusia yang harus dihindarinya. Disamping menunjukkan bahwa disuruh mengikutu perintah Allah sekedar kemam puan kita.
mahluk ini mempunyai potensi(kesediaan) untuk menempati tempat tertinggi sehingga ia terpuji atau berada ditempat Asbabun nuzul
yang rendah sehingga ia tercela. Abu Hatim meriwayatkan hadist ini dari said bin jabir, beliau berkata: ketika diturunkan ayat “Kholakos
C. Ayat-ayat Tentang Manusia samawati……..” kaum muslim pada saat itu beramal dengan sangat sehingga mereka tidak memperdulikan masalah
1. QS. At-tin (1-6) nya sampai-sampai keningnya luka, kemudian Allah menurunkan ayat ‫ فا تقوا ال ما ا ستطعتم‬untuk meringankan umat



 

    
 
  
 

  

 muslim
 
   
  
 

 
    4. QS. Shaad(71-72)
   
      
   
      
   
   
  

      
Artinya: Demi (buah) tin dan (buah) zaitun(1) dan demi bukit sinai(2) dan demi kota Makkah ini yang      
aman(3) sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya(4) kemudian kami  
kembalikan ketempat serendah-rendahnya(neraka) (5) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, Artinya: (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: "Sesungguhnya aku akan
maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya(6) menciptakan manusia dari tanah".(71) Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan
Kandungan surat Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud
Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk terbaik dibandingkan dengan mahluk Allah kepadaNya".(72)
yang lain, akan tetapi kemanakah manusia kembali itu tergantung kepada amal mereka, jika melakukan kebaikan yang Kandungan surat
diridhoi Allah maka kelak akan dimasukkan ke surga, akan tetapi jika tidak mau melakukan kebaikan maka akan Uraian tentang kisah Adam as dapat ditemukan dalam beberapa surat, antara lain
mendapatkan siksa neraka yang pedih.
pada surat al-Baqoroh, al-A’raf, al-Hijr, dan al-Isro’, sementara ulama’ berpendapat bahwa
Asbabun nuzul
ayat-ayat surat ini merupakan ayat-ayat pertama yang turun menyangkut kisah Adam as itu.
Firman Allah dalam surat At-tin ayat ke-5 memberikan manusia bahwa pada saat manusia akan dikembalikan
ketingkat pikun (seperti bayi lagi) sejalan dengan itu, pernah Rosulullah ditanya tentang kedudukan orang pikun. Maka Setelah memperhatikan perurutan turunnya surat-surat al-Qur’an, dimana tidak ditemukan
Allah menurunkan ayat ke-6 darisurat At-tin ini sebagai penegasan bahwa orang yang beriman dan selalu beramal uraian kisah tersebut sebelum turunnya surat ini (11)
sholeh sebelum kedatangan pikun telah mendapatkan pahala yang banyak sekali tiada terbatas sama sekali (amal (maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya) telah sempurna kejadiannya
jariyah) dari sisi Allah (HR. Ibnu Jarir dari Auf dari Ibnu Abbas)  (dan kutiupkan) kualirkan   (kepadanya ruh ciptaan-Ku)
2. QS. Al-alaq (6-8) sehingga ia menjadi hidup. Dimudhofkannya lafadz ruh kepada Allah dimaksudkan untuk memulyakan nabi Adam.
                            Ruh  (maka hendaklah kalian tersungkur dengan sujud kepada
      Allah) sujud penghormatan dengan cara membungkukkan badan (12).
Artinya: Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampui batas(6) karena dia melihat dirinya serba cukup(7) DAFTAR PUSTAKA
Pundi Abdur Rahman, Muhammad. Tafsir Jalalain. Libanon : Bairut
sesungguhnya kepada Tuhanmulah kamu kembali(8).
Shihab, M.Quraisy. 2006. Tafsir Al-Misbah. Jakarta : Lentera hati
M. Slamet, Ahmad
Kandungan surat
Kebanyakan manusia apabila mendapatkan nikmat mereka lalai tidak mau bersyukur dan mereka selalu mengeluh jika Departemen Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemah. Jakarta : Pena Aksara Fatih Alawi, Asegaf
mereka ditimpa suatu ujian. Ayat       ini Shihab, M. Quraisy. 2000. Wawasan Al-Qur’an. Bandung :Mizan Radi
digunakan untuk tahdid dan tahdir bagi orang alim
Asbabun nuzul