Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembuatan makalah ini didasarkan pada berbagai macam pendapat
para ahli diantaranya Alexander L. Oparin, Herold Urai, Stanley Miller dan
ada juga dari Al-Qur’an. Makalah ini berisi tentang asal-usul makhluk hidup
yang ada di dunia ini, baik manusia, tumbuhan maupun binatang.
Makalah ini dibuat supaya penulis lebih paham tentang bagaimana
terciptanya makhluk hidup di dunia. Maka dari itu penulis berharap, penulis
dan pembaca dapat membedakan berbagai macam teori yang akan kami bahas,
diantaranya teori asal usul kehidupan dari segi kimia, biologi maupun agama.
Selain itu penulis juga berharap makalah ini dapat berguna bagi
penulis dan pembaca dalam mempelajari bab evolusi ini.

B. Permasalahan
Makalah ini menjelaskan seluk beluk asal kehidupan. Adapun asal usul
kehidupan yakni merupakan suatu hal yang harus kita ketahui dan kita yakini
oleh setiap makhluk Allah SWT tentang asal penciptaannya baik ditinjau dari
segi kimia, biologi dan agama.

C. Tujuan
Makalah ini dibuat untuk membahas asal-usul kehidupan yang
diungkapkan melalui teori-teori asal-usul kehidupan oleh para ilmuan,
menjelaskan semua teori-teori asal-usul kehidupan yakni dilihat dari kimia,
biologi serta agama.

D. Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini menggunakan metode kepustakaan,
yaitu mencari sumber dari buku-buku yang relevan, juga sumber dari internet.

1
BAB II
PEMBAHASAN

Selama ratusan tahun, para ilmuwan telah mengetahui bahwa makhluk


hidup yang ada di bumi beraneka ragam. Dalam keaneka-ragaman tersebut, para
ilmuwan menemukan bahwa pada beberapa makhluk hidup ditemukan juga
beberapa kesamaan.
Sejak lama, para ilmuwan berusaha menjawab sebuah pertanyaan,
bagaimana kehidupan berawal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, banyak
ilmuwan yang mengemukakan berbagai teorinya disertai bukti-bukti yang
mendukung teori tersebut. Meskipun demikian, pertanyaan tersebut belum dapat
sepenuhnya terjelaskan oleh teori-teori tersebut karena teori-teori tersebut sulit
dibuktikan.
Dari banyak teori mengenai asal-usul kehidupan, terdapat dua teori utama
yang dapat diterima secara luas, yakni teori evolusi kimia dan teori evolusi
biologi. Selain kedua teori tersebut, dijelaskan pula sejarah munculnya teori
abiogenesis dan teori biogenesis yang merupakan awal pemikiran manusia
mengenai asal-usul kehidupan.

A. Evolusi Kimia
Teori ini mencoba menggali informasi asal usul makhluk hidup dari
sisi biokimia. Menurut Oparin dalam bukunya yang berjudul The Origin of
Life (1936) menyatakan bahwa asal mula kehidupan terjadi bersamaan dengan
evolusi terbentuknya bumi beserta atmosfernya. Alexander Oparin adalah
ahli evolusi molekular berkebangsaan Rusia. Lebih lanjut, Oparin menjelaskan
bahwa pada mulanya atmosfer bumi purba terdiri atas metana (CH4), amonia
(NH3), uap air (H2O), dan gas hidrogen (H2). Oleh karena adanya pemanasan
dan energi alam, berupa sinar kosmis dan halilintar, gas-gas tersebut
mengalami perubahan menjadi molekul organik sederhana, sejenis substansi
asam amino. Selama berjuta-juta tahun, senyawa organik itu terakumulasi di
cekungan perairan membentuk primordial soup, seperti semacam campuran
materi-materi di lautan panas. Tahap selanjutnya, primordial soup ini

2
membentuk monomer. Monomer bergabung membentuk polimer. Polimer
membentuk agregasi berupa protobion. Protobion adalah bentuk awal sel
hidup yang belum mampu bereproduksi, tetapi mampu memelihara
lingkungan kimia dalam tubuhnya.
Di samping itu, protobion juga telah memperlihatkan sifat yang
berhubungan dengan makhluk hidup, seperti dapat melakukan metabolisme,
kemampuan menerima rangsang, dan bereplikasi sendiri.
Terbentuknya polimer dari monomer-monomer telah dibuktikan oleh
Sydney W. Fox. Dalam percobaannya, Fox memanaskan 18–20 macam
asam amino pada titik leburnya dan didapatkan protein.
Pendapat Alexander Oparin mendapat dukungan dari ahli kimia
Amerika Serikat, bernama Harold Urey. Urey menyatakan bahwa atmosfer
bumi purba terdiri atas gas-gas metana (CH4), amonia (NH3), uap air (H2O),
dan gas hidrogen (H2). Dengan adanya energi alam (berupa halilintar dan sinar
kosmis), campuran gas-gas tersebut membentuk asam amino.
Pada tahun 1953, seorang mahasiswa Harold Urey, yaitu Stanley
Miller (USA) mencoba melakukan eksperimen untuk membuktikan
kebenaran teori yang dikemukakan Urey. Percobaannya itu juga dikenal
dengan eksperimen Miller-Urey.
Harold Urey adalah ahli Kimia berkebangsaan Amerika Serikat. Dia
menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul zat
seperti Metana (CH4), Uap air (H2O), Amonia(NH2), dan karbon dioksida
(CO2) yang semuanya berbentuk uap. Karena adanya pengaruh energi radiasi
sinar kiosmis serta aliran listrik halilintar terjadilah reaksi diantara zat-zat
tersebut menghasilkan zat-zat hidup. Teori evolusi Kimia dari Urey tersebut
biasa dikenal dengan teori Urey.
Menurut Urey, zat hidup yang pertama kali terbentuk mempunyai
susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut selama berjuta-juta
tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup.
Menurut Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di
atmosfer tersebut didukung kondisi sebagai berikut :

3
a) kondisi 1 : tersedianya molekul-molekul Metana, Amonia, Uap air, dan
hydrogen yang sangat banyak di atmosfer bumi
b) kondisi 2 : adanya bantuan energi yang timbul dari aliran listrik halilintar
dan radiasi sinar kosmis yang menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi
membentuk molekul zat yang lebih besar,
c) kondisi 3 : terbentuknya zat hidup yang paling secerhana yang susunan
kimianay dapat disamakan dengan susunan kimia virus, dan
d) kondisi 4 : dalam jangka waktu yang lama (berjuta-juta tahun), zat idup
yang terbentuk tadi berkembang menjadi sejenis organisme (makhluk
hidup yang lebih kompleks).

Percobaan terdiri atas bagian yang berupa sebuah tabung tertutup yang
dihubungkan dengan 2 ruangan. Ruangan atas berisi beberapa gas yang
menggambarkan keadaan atmosfer bumi purba. Selanjutnya pada tempat ini
diberi percikan listrik yang menggambarkan halilintar. Kondensor berfungsi

4
untuk mendinginkan gas, menyebabkan terbentuknya tetesan-tetesan air dan
berakhir pada ruangan pemanas kedua yang menggambarkan lautan. Beberapa
molekul kompleks yang terbentuk di ruangan atmosfer, dilarutkan dalam
tetesan-tetesan air ini dan dibawa ke ruangan lautan tempat sampel yang
terbentuk diambil untuk dianalisis.
Miller menggunakan campuran gas yang diasumsikan terdapat di
atmosfir bumi purba, yaitu amonia, metana, hidrogen, dan uap air dalam
percobaannya. Oleh karena dalam kondisi alamiah gas-gas itu tidak mungkin
bereaksi, Miller memberi stimulus energi listrik tegangan tinggi, sebagai
pengganti energi alam (halilintar dan sinar kosmis).
Miller mendidihkan campuran gas tersebut pada suhu 100oC selama
seminggu. Pada akhir percobaan, Miller menganalisis senyawa-senyawa kimia
yang terbentuk di dasar gelas percobaan dan menemukan 3 jenis dari 20 jenis
asam amino. Keberhasilan percobaan Miller ini memunculkan hipotesis
lanjutan tentang asal usul kehidupan.
Miller berhasil membuktikan teori Urey dalam laboratorium. dengan
alat, seperti pada Gambar 8.2. Alat ini disimpan pada suatu kondisi yang
diperkirakan sama dengan kondisi pada waktu sebelum ada kehidupan. Ke
dalam alat tersebut dimasukkan bermacam-macam gas seperti uap air yang
dihasilkan dari air yang dipanaskan, hidrogen, metan, dan amonia.
Selanjutnya pada alat tersebut diberikan aliran listrik 75.000 volt (sebagai
pengganti kilatan halilintar yang selalu terjadi di alam pada waktu tersebut).
Setelal seminggu ternyata Miller mendapatkan zat organik yang berupa asam
amino. Asam amino merupakan komponen kehidupan. Selain asam amino
diperoleh tiga asam hidroksi. HCN, dan urea.
Pemikiran selanjutnya adalah bagaimana terbentuknva protein dari asam
amino ini.
Melvin Calvin dari Universitas California menunjukkan bahwa radiasi
sinar dapat mengubah metana, amonia, hidrogen dan air menjadi molekul-
rnolekul gula, dan asam amino. Dan juga pernbentukan purin dan pirimidin,
yang merupakan zat dasar pembentukan DNA, RNA, ATP dan ADP.
Kehidupan yang bersarna-sama dengan partikel debu alam disebarkan dari

5
satu tempat ke tempat lain, di bawah pengaruh sinar matahari. Tetapi teori ini
tidak memperhitungkan adanya temperatur yang begitu dingin dan juga sangat
panas dan sinar - sinar yang mematikan yang terdapat di angkasa luar, seperti
sinar kosmis, sinar ultra violet dan sinar infra merah.
Para evolusionis menyatakan bahwa asam-asam amino kemudian
bergabung dalam urutan yang tepat secara kebetulan untuk membentuk
protein. Sebagian protein-protein yang terbentuk secara kebetulan ini
menempatkan diri mereka pada struktur seperti membran sel yang diikuti
pembentukan sel primitif. Sel-sel ini kemudian bergabung membentuk
organisme hidup. Mereka menyebutnya sebagai evolusi biologi.

B. Teori Evolusi Biologi


Oparin dan Haldane serta teori Urey menyebutkan bahwa zat organik
(asam amino) yang merupakan bahan dasar penyusun makhluk hidup, pada
mulanya terakumulasi di lautan.
Kenyataan saat ini menunjukkan bahwa dalam sel-sel tubuh makhluk
hidup mengandung garam (NaCl). Hal ini mendasari kesimpulan bahwa
makhluk hidup berasal dari laut.

Evolusi biologi dimulai pada saat pembentukan sel. Asam amino yang
terbentuk dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Hal
ini dibuktikan pada penelitian Sidney W. Fox. Larutan yang mengandung

6
monomer-monomer organik diteteskan ke pasir, batu, atau tanah yang panas
sehingga mengalami polimerisasi. Hasil polimerisasi ini dinamakan
proteinoid. Apabila proteinoid dicampur dengan air dingin terbentuklah
kumpulan proteinoid yang menyusun tetesan kecil yang disebut mikrosfer.
Mikrosfer memiliki beberapa sifat hidup yang mempunyai membran selektif
permeabel namun belum dapat dikatakan hidup.
Oparin menggunakan istilah koaservat untuk mikrosfer. Koaservat
merupakan tetesan koloid yang terbentuk saat larutan protein, asam nukleat,
dan polisakarida dikocok. Substansi dalam koaservat dapat membentuk enzim
yang berperan dalam pengambilan bahan dari lingkungan sebagai bahan
pembentuk tubuh. Adanya deretan molekul-molekul lipid dan protein yang
membatasi koaservat dengan lingkungan luar sekitarnya, telah dianggap
sebagai selaput sel primitif. Selaput sel primitif ini menyebabkan stabilitas
koaservat akan tetap terjaga. Selaput sel primitif ini diperkirakan berperan
dalam pengaturan pertukaran substansi antara koaservat dan lingkungan
sekitarnya. Koaservat dengan selaput lipid protein mungkin merupakan tipe
sel primitif yang disebut protosel.
Protosel kemudian akan membentuk sel awal yang merupakan
permulaan dari organisme uniselular. Oleh karena keadaan atmosfer saat itu
tidak mengandung O2, organisme awal tersebut diperkirakan bersifat
prokariotik, anaerob, dan heterotrof. Bagaimana protosel dapat berkembang
menjadi organisme uniselular, bahkan menjadi makhluk hidup multiselular
seperti saat ini? Perkembangan protosel menjadi organisme uniselular maupun
multiselular tidak terlepas dari sistem genetik pada protosel itu sendiri.
Sehubungan dengan hal itu, seorang ahli biokimia dari Havard yaitu Walter
Gilbert pada tahun 1986 mengajukan hipotesis dunia RNA. Menurut
hipotesis itu, miliaran tahun yang lalu sebuah molekul RNA yang dapat
mereplikasi terbentuk secara kebetulan. Melalui pengaktifan oleh lingkungan,
RNA ini dapat memproduksi protein. Selanjutnya, diperlukan molekul kedua
untuk menyimpan informasi tersebut, maka dengan suatu cara tertentu
terbentuklah DNA. Segera setelah protosel memperoleh gen yang mampu
mereplikasi menyebabkan protosel mampu bereproduksi, dan dimulailah

7
proses evolusi biologi. Sejarah kehidupan pun telah dimulai. Selanjutnya
organisme-organisme mengalami proses evolusi menurut jalur kehidupan
yang berbeda-beda.
Secara berangsur-angsur protobion digantikan organisme yang dapat
membuat molekul yang dibutuhkannya sendiri (autotrof) dengan bantuan
cahaya matahari (fotoautotrof) atau molekul berenergi tinggi dari lingkungannya
(kemoautotrof). Adanya autotrof memicu munculnya makhluk hidup yang dapat
memanfaatkan produk autotrof, misalnya heterotrof, atau merupakan autotrof juga.
Autotrof dan heterotrof yang bergantung pada makhluk hidup ini merupakan
prokariot pertama.
Prokariot menguasai bumi dari 3,5–2 milyar tahun yang lalu. Selama
periode tersebut, prokariot mengubah atmosfer bumi sehingga menyebabkan
oksigen muncul 2,7 milyar tahun yang lalu sebagai hasil fotosintesis prokariot.
Terdapat dua teori mengenai pembentukan eukariot dari prokariot,
yaitu teori pelekukan membran (membrane infolding) dan teori
endosimbiosis. Teori pelekukan membran menjelaskan bahwa semua organel
bermembran pada sel eukariot, kecuali mitokondria dan kloroplas, terbentuk
dari pelekukan membran ke arah dalam. Pelekukan ini membentuk membran
inti dan retikulum endoplasma.
Adapun teori endosimbiosis menjelaskan pembentukan mitokondria
dan kloroplas yang berasal dari pengabungan atau simbiosis sel prokariot ke
dalam sel prokariot lain yang lebih besar. Endo berarti di dalam, simbiosis
berarti hidup bersama. Teori ini dikemukakan oleh Lynn Margulis.
Mitokondria diduga berasal dari kelompok Alpha Proteobacteria, sedangkan
kloroplas berasal dari Cyanobacteria
Fosil tertua yang diyakini para ilmuwan sebagai eukariot berasal dari
sekitar 2,1 milyar tahun yang lalu. Eukariot ini merupakan nenek moyang.
Protista uniselular (alga) yang kita kenal sekarang. Bagaimana eukariot
uniselular berevolusi hingga terbentuk makhluk hidup multiselular, seperti
hewan dan tumbuhan sekarang ini?
Pembentukan makhluk hidup eukariot multiselular terjadi dalam
beberapa tahap. Nenek moyang makhluk hidup multiselular diduga berasal
dari koloni Protista uniselular. Pada koloni, sel hasil pembelahan dan

8
individunya tetap menempel pada koloni. Selanjutnya, sel-sel dalam koloni
terspesialisasi dan saling bergantung satu sama lain. Setiap satu jenis sel
semakin terspesialisasi, baik bentuk maupun maupun fungsinya.

Akhirnya, spesialisasi sel-sel mencapai perbedaan antara sel seks (sel


gamet) dan sel tubuh (sel somatis). Melalui evolusi milyaran tahun, nenek
moyang eukariot membentuk ganggang, jamur, hewan, dan tumbuhan. Sekitar
500 juta tahun lalu, semua kehidupan berada di lautan dan mulai memasuki
daratan. Beberapa alga hijau yang hidup di sekitar danau diduga memiliki
hubungan dengan tumbuhan darat primitif.

C. Asal Usul Kehidupan Menurut Islam


Dalam bagian ini, saya akan mengajukan ayat-ayat Al-Quran yang di
dalamnya dinyatakan bahwa Asal Manusia adalah (bersifat) air. Ayat pertama
di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan alam semesta.
   
 
  
 
  
  

9
"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa langit dan bumi disatukan,
kemudian mereka Kami pisahkan dan Kami menjadikan setiap yang hidup
dari air. Lantas akankah mereka tak beriman?" (QS 21:30)
Pengertian 'menghasilkan sesuatu dari sesuatu yang lain'
sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Ungkapan tersebut bisa juga berarti
bahwa setiap sesuatu yang hidup dibuat dari air (sebagai komponen
pentingnya) atau bahwa semua benda hidup berasal dari air. Kedua makna itu
sepenuhnya sesuai dengan data saintifik. Pada kenyataannya, kehidupan
berasal dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang paling penting
dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa air hidup menjadi tidak mungkin. Jika
kemungkinan kehidupan pada planet lain diperbincangkan, maka pertanyaan
yang pertama selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat
tersebut?
Data modern membawa kita untuk berpikir bahwa wujud hidup
yang paling tua barangkali termasuk dalam dunia tumbuh-tumbuhan:
ganggang telah ditemukan sejak periode pra-Cambria yaitu saat dikenalinya
daratan yang paling tua. Organisme yang termasuk dalam dunia hewan
barangkali muncul sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.
Kata yang di sini diterjemahkan sebagai 'air' pada kenyataannya adalah
mani yang berarti baik air di langit maupun air di lautan atau segala jenis
cairan. Dalam arti yang pertama air merupakan unsur yang penting bagi
seluruh kehidupan tumbuh-tumbuhan:
  
  
   
  
  
   
“Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah
menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air
hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-
tumbuhan yang bermacam-macam. (Q.S. 20 : 53)

10
Inilah perujukan pertama kepada suatu 'pasangan' tumbuh-tumbuhan.
Nanti kita akan kembali kepada pengertian ini.
Dalam arti keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk tak-tentunya untuk menunjukkan zat
yang berada pada dasar pembentukan seluruh kehidupan hewan:
   
  
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air." (QS 24:45)
Sebagaimana akan kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa
diterapkan pada cairan mani.
Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan, apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum, unsur yang
melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun benih hewan-hewan,
seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data saintifik modern. Tak satu pun
mitos tentang asal-usul kehidupan yang lazim dianggap benar oleh orang pada
saat
Al-Quran diwahyukan kepada manusia disebutkan dalam teks
tersebut.
Penciptaan Manusia
Ada orang yang mengatakan bahwasanya manusia dahulunya berasal
dari seekor kera kemudian mengalami evolusi. Apakah ini benar dan apakah
dalilnya? Perkataan ini tidaklah benar. Adapun dalilnya, Allah telah
menjelaskan tentang tahap-tahap penciptaan Adam. Allah berfirman:
ٍ ‫ن ُتَرا‬
‫ب‬ ْ ‫خَلَقُه ِم‬
َ ‫ل َكَمَثِل َآَدَم‬
ِّ ‫عْندَ ا‬
ِ ‫سى‬
َ ‫عي‬
ِ ‫ن َمَثَل‬
ّ ‫ِإ‬
Artinya:
ِ “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa adalah seperti (penciptaan)
Adam. Allah ciptakan dia dari tanah” (Ali Imran 59)
Kemudian tanah tersebut dicampur dengan air, sehingga menjadi tanah
liat yang bisa menempel pada tangan. Allah berfirman:

11
ٍ ‫طي‬
‫ن‬ ِ ‫ن‬
ْ ‫لَلٍة ِم‬
َ‫س‬
ُ ‫ن‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫سا‬
َ ‫خَلْقَنا اِْلْن‬
َ ‫َوَلَقْد‬
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati
(berasal) dari tanah.” (Al Mu’minun 12)

Dan Allah berfirman:


ٍ ‫ن َلِز‬
‫ب‬ ٍ ‫طي‬
ِ ‫ن‬
ْ ‫خَلْقَناُهْم ِم‬
َ ‫ِإّنا‬
Artinya: “Sesungguhnya kami telah menciptakan mereka dari tanah
liat.”(Ash Shofaat 11)
Setelah itu menjadi lumpur hitam yang dibentuk.
Allah Ta’ala berfirman:
ٍ ‫سُنو‬
‫ن‬ ْ ‫حَمٍإ َم‬
َ ‫ن‬
ْ ‫صاٍل ِم‬
َ ‫صْل‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫سا‬
َ ‫خَلْقَنا اِْلْن‬
َ ‫َوَلَقْد‬
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (Al
Hijr 26)
Kemudian setelah kering menjadi sholshol (tanah liat yang kering) seperti
tembikar
Allah Ta’ala berfirman:
‫خاِر‬
ّ ‫صاٍل َكاْلَف‬
َ ‫صْل‬
َ ‫ن‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫سا‬
َ ‫ق اِْلْن‬
َ ‫خَل‬
َ
Artinya: “Dia menciptakan manusia dari tanah yang kering”(Ar Rahman 14)

Dan Allah bentuk dia dengan bentuk yang diinginkannya dan meniup ruhnya.
Allah Ta’ala berfirman:
ُ ‫خخ‬
‫ت‬ ْ ‫س خّوْيُتُه َوَنَف‬
َ ‫ن َفِإَذا‬
ٍ ‫سُنو‬
ْ ‫حَمٍإ َم‬
َ ‫ن‬
ْ ‫صاٍل ِم‬
َ ‫صْل‬
َ ‫ن‬
ْ ‫شًرا ِم‬
َ ‫ق َب‬
ٌ ‫خاِل‬
َ ‫لِئَكِة ِإّني‬
َ ‫ك ِلْلَم‬
َ ‫َوِإْذ َقاَل َرّب‬
َ ‫جِدي‬
‫ن‬ ِ ‫سا‬
َ ‫حي َفَقُعوا َلُه‬
ِ ‫ن ُرو‬
ْ ‫ِفيِه ِم‬
Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat
(artinya): “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah
liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka
apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke
dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud” (Al
Hijr 28-29)

12
Inilah tahapan-tahapan yang terjadi pada penciptaan Adam yang
terdapat di Al Qur’an. Adapun tahapan-tahapan yang terjadi pada proses
penciptaan keturunan Adam maka Allah berfirman:
‫طَف خَة‬
ْ ‫خَلْقَنخخا الّن‬
َ ‫ن ُث خّم‬
ٍ ‫طَفًة ِفي َقَراٍر َمِكي‬
ْ ‫جَعْلَناُه ُن‬
َ ‫ن ُثّم‬
ٍ ‫طي‬
ِ ‫ن‬
ْ ‫لَلٍة ِم‬
َ‫س‬
ُ ‫ن‬
ْ ‫ن ِم‬
َ ‫سا‬
َ ‫خَلْقَنا اِْلْن‬
َ ‫َوَلَقْد‬
‫خْلًقخخا‬
َ ‫ش خْأَناُه‬
َ ‫حًمخخا ُث خّم َأْن‬
ْ ‫ظاَم َل‬
َ ‫سْوَنا اْلِع‬
َ ‫ظاًما َفَك‬
َ‫ع‬
ِ ‫ضَغَة‬
ْ ‫خَلْقَنا اْلُم‬
َ ‫ضَغًة َف‬
ْ ‫خَلْقَنا اْلَعَلَقَة ُم‬
َ ‫عَلَقًة َف‬
َ
َ ‫خاِلِقي‬
‫ن‬ َ ‫ن اْل‬
ُ‫س‬َ ‫ح‬
ْ ‫ل َأ‬
ُّ ‫ك ا‬
َ ‫خَر َفَتَباَر‬
َ ‫َآ‬
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu
saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani
(yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan
segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang,
lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah,
Pencipta Yang Paling Baik.”(Al Mu’minun 12-14)
Adapun isteri Adam Hawa’ maka Allah telah jelaskan bahwasanya Dia
menciptakannya dari Adam.
Allah Ta’ala berfirman:
‫ث ِمْنُهَمخخا‬
ّ ‫جَهخخا َوَبخ‬
َ ‫ق ِمْنَهخخا َزْو‬
َ ‫خَلخ‬
َ ‫حَدٍة َو‬
ِ ‫س َوا‬
ٍ ‫ن َنْف‬
ْ ‫خَلَقُكْم ِم‬
َ ‫س اّتُقوا َرّبُكُم اّلِذي‬
ُ ‫َيا َأّيَها الّنا‬
‫ساًء‬
َ ‫جاًل َكِثيًرا َوِن‬
َ ‫ِر‬
Artinya: “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang
telah menciptakan kalian dari diri yang satu, dan dari padanya Allah
menciptakan isterinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An Nisa’ 1)

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Harold urey (1893) berpendapat bahwa kehidupan berasal dari zat-zat
kimia seperti CH4 (Metana), NH3 (Amoniak), H2 (Hidrogen) yang bersama-
sama uap air akan bereaksi dengan sinar kosmis dan loncatan-loncatan/
kilatan-kilatan listrik alam (petir) dapat membentuk senyawa protein yang
merupakan komponen dasar dari makhluk hidup. Zat-zat ini berjuta-juta tahun
berkembang menjadi berbagai organisme.
Stanley L. Miller (1953) mengadakan percobaan dengan bunga-bunga
api listrik dan sumber listrik bertegangan tinggi ke suatu saluran yang di
dalamnya terdapat larutan uap yang mengandung metana, amoniak, dan
nitrogen. Dari percobaan itu terbentuk senyawa-senyawa organik seperti asam
amino dan deoksiribosa serta asam nukleat. Ini semua merupakan senyawa-
senyawa dasar yang biasanya ditemukan pada setiap jasad hidup. Kesimpulan
percobaan ini adalah : kehidupan ada karena kehidupan sebelumnya, unsur
yang paling banyak dalam makhluk hidup adalah oksigen, persenyawaan yang
terbanyak dalam makhluk hidup adalah air.
Evolusi biologi dimulai pada saat pembentukan sel. Asam amino yang
terbentuk dari evolusi kimia akan bergabung membentuk makromolekul. Hal
ini dibuktikan pada penelitian Sidney W. Fox.
Di dalam Al Qur’an, Allah berfirman pada sejumlah ayat bahwa
Dialah yang menciptakan alam semesta dan semua makhluk di dalamnya dari
ketiadaan, dan menata semuanya tanpa cela. Ayat-ayat di atas menyampaikan
bahwa semua tumbuhan diciptakan oleh Allah. Semua tumbuhan, baik yang
diketahui maupun yang tidak, semua pohon, rumput, buah, bunga, rumput
laut, dan sayuran diciptakan oleh Allah.

14
Dan hal yang sama pun berlaku untuk hewan. Semua jutaan spesies
hewan yang hidup, atau pernah hidup, di bumi, diciptakan oleh Allah. Ikan,
reptil, burung, mamalia, kuda, jerapah, bajing, rusa, burung gereja, elang,
dinosaurus, paus, dan merak, semuanya diciptakan dari ketiadaan oleh Allah,
Tuhan yang memiliki kemahiran dan pengetahuan tak terhingga.

B. Saran
Ilmu pengetahuan telah menegaskan kebenaran penciptaan,
sebagaimana diturunkan di dalam Al Qur’an, sebab penemuan-penemuan
ilmiah menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup memiliki rancangan
yang luar biasa, dan diadakan oleh suatu kecerdasan dan pengetahuan yang
hebat. Pengamatan-pengamatan biologi menunjukkan bahwa satu spesies
hidup tidak bisa beralih menjadi yang lain, dan karena alasan ini, jika
seseorang bisa memutar balik waktu, akhirnya akan ia temukan, bagi setiap
spesies, individu pertama yang pernah ada dan diciptakan dari ketiadaan.
Oleh karena itu kita harus percaya bahwa semua makhluk hidup di dunia ini
adakah ciptaan Allah.

15
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
anugerah dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik. Makalah ini memberikan informasi kepada pembaca tentang “ Asal-Usul
Kehidupan”.
Pada kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan cukup baik.
Ucapan terima kasih itu terutama kami ucapkan kepada : Ibu Dra. Rini Pujiastuti
selaku guru pembina bidang studi biologi.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun memiliki banyak sekali
kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk menutupi segala kekurangan makalah yang kami susun.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

16
i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………. i


DAFTAR ISI ……………………………………………………………….. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
…………………………………………….. 1
B. Permasalahan
……………………………………………… 1
C. Tujuan
……………………………………………………… 1
D. Metode Penulisan
………………………………………… 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Teori Evolusi Kimia
……………………………………….
B. Teori Evolusi Biologi
……………………………………..
C. Asal Usul Kehidupan Menurut Islam
……………………….

BAB III PENUTUP

17
A. Kesimpulan …………………………………………………
B. Saran ………………………………………………………..

MAKALAH
ii

ASAL USUL KEHIDUPAN


(DITINJAU DARI SEGI KIMIA, BIOLOGI DAN AGAMA)

Diajukan untuk memenuhi tugas kelompok


Mata Pelajaran : Biologi

Disusun Oleh :

18
1. NAINTI F.
2. NOVIANA SARI
3. PERAWATI
4. SARWONO

KELAS XII IPA 2

SMA NEGERI 1 TANJUNG


Jl. Cemara No. 01 Tanjung – Brebes
Tahun Pelajaran 2010/2011

19