Anda di halaman 1dari 1

Metode Ilmiah dalam Analisis Kimia

Proses analisis kimia merupakan kerja seorang ilmuwan. Bila ilmuwan mela-kukan
kerja untuk menghasilkan sesuatu kebenaran ilmiah, maka mereka akan melakukan
langkah-langkah sistematis yang dikenal sebagai metode ilmiah. Kebenaran ilmiah
yang digali dengan metode ilmiah dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,
karena memiliki reprodusibilitas yang tinggi, sehingga dapat dibuktikan oleh setiap
pemerhati keilmuan. Langkah-langkah pokok dalam metode ilmiah dapat dijelaskan
secara ringkas sebagai berikut: (1) menetapkan masalah; (2) melakukan kajian
teoritik dan menarik hipotesa; (3) melakukan eksperimen atau observasi; (4)
mengolah data hasil observasi; (5) menarik kesimpulan.

Masalah merupakan problema spesifik yang dicari jawabannya. Setiap problema


yang akan dipecahkan memiliki variabel-variabel terukur yang dikenal sebagai
variabel penelitian. Sumber masalah dalam kimia analisis adalah sampel atau
cuplikan. Sampel pada umumnya bagian kecil dari analit atau fasa ruah yang
mewakili analit, sehingga hasil analisis sampel mewakili populasi.
Kajian teoritik sebelum melakukan analisis sangat diperlukan untuk memberikan
landasan berfikir yang benar. Melalui kajian teoritik yang mendalam akan
terhindarkan
analisis secara trial and error yang sangat merugikan dari segi waktu maupun
pemakaian bahan kimia. Melalui kajian teoritik kita mampu menarik hipotesis,
sebagai jawaban sementara atas masalah. Hipotesis yang didasarkan pada kajian
teoritik yang mendalam merupakan panduan yang baik untuk melakukan
eksperimen.
Observasi, hukum dan teori merupakan tiga pilar utama untuk kemajuan setiap
bidang keilmuan, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Observasi
menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif yang digunakan sebagai landasan untuk
merumuskan hukum. Penjelasan atas hukum dinyatakan dalam teori yang dapat
digunakan sebagai landasan berfikir pada observasi selanjutnya. Dengan demikian
antara observasi, hukum dan teori membentuk siklus yang mampu memacu
cepatnya perkembangan ilmu kimia. Secara ringkas, siklus metode ilmiah
digambarkan pada Gambar 1.1 berikut. Perkembangan kimia analisis tidak terlepas
dari aplikasi metode ilmiah dan kemajuan teknologi yang mendukungnya.
Observasi merupakan inti dari kimia analisis untuk mengungkap kebenaran ilmiah
tentang komposisi bahan kimia. Langkah-langkah dalam melakukan analisis sampel
sampai mencapai hasil analisis dikenal sebagai prosedur analisis. Hasil observasi
adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif umumnya mengandung
informasi lebih banyak dibandingkan data kualitatif. Berdasarkan pengolahan data
kualitatif dan atau data kuantitatif ditarik kesimpulan, yang merupakan jawaban
ilmiah atas masalah. Kesimpulan yang teruji kebenarannya secara terus menerus
disebut sebagai hukum. Hukum Lambert-Beer tentang penyerapan dalam
spekroskopi dikembangkan dari analisa data absorbansi dalam berbagai konsentrasi
analit. Hukum dalam kimia dinyatakan dalam bentuk hubungan matematika atau
dengan menggunakan pemyataan sederhana. Hukum Lambert-Beer biasa dinyatakan
dengan persamaan A = £,b c, dimana A = nilai absorbansi, £,= tetapan ekstingsi
molar, b = tebal larutan penyerap atau tebal kuvet, c = konsentrasi molar larutan
penyerap. Hukum Lavoiser dinyatakan dengan pemyataan sederhana " massa zat
sebelum dan sesudah reaksi adalah sama". Hukum tidak memberikan penjelasan
rinci. Penjelasan rinci tentang fenomena yang dilandasi oleh hukum dikenal sebagai
teori. Teori kuantum tentang cahaya merupakan penjelasan rinci dari hukum Planck
E == h c λ-1.

Sumber : JICA.KIMIA ANALITIK.BANDUNG:UPI