P. 1
Kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara

Kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara

|Views: 822|Likes:
Dipublikasikan oleh Bung Raflie

More info:

Published by: Bung Raflie on Jan 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

Sections

  • [sunting] Sumber/bukti masuknya Islam ke Nusantara
  • [sunting] Penyebar Islam di Nusantara
  • [sunting] Islamisasi di Nunsantara
  • [sunting] Kerajaan Islam di Sumatera
  • [sunting] Kerajaan Islam di Jawa
  • [sunting] Kerajaan Islam di Maluku
  • [sunting] Kerajaan Islam di Kalimantan
  • [sunting] Rujukan
  • [sunting] Perang Demak dan Majapahit
  • [sunting] Pemerintahan Raden Patah
  • [sunting] Keturunan Raden Patah
  • Daftar isi
  • [sunting] Silsilah
  • [sunting] Kiprah
  • [sunting] Expedisi Jihad II
  • [sunting] Keturunan
  • [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di Banten
  • [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur)
  • [sunting] Sumber
  • [sunting] Silsilah Sultan Trenggana
  • [sunting] Sultan Trenggana Naik Takhta
  • [sunting] Menaklukkan Majapahit dan Sekitarnya
  • [sunting] Mengirim Ekspedisi ke Banjarmasin
  • [sunting] Sultan Trenggana Mengundang Sunan Kalijaga
  • [sunting] Kematian Sultan Trenggana
  • [sunting] Kepustakaan
  • [sunting] Masa muda
  • [sunting] Pemerintahan
  • [sunting] Kematian
  • [sunting] Kronik Cina
  • [sunting] Cikal-bakal
  • [sunting] Di bawah Pati Unus
  • [sunting] Di bawah Sultan Trenggana
  • [sunting] Kemunduran
  • [sunting] Lihat pula
  • [sunting] Asal-usul
  • [sunting] Kesultanan Pajang
  • [sunting] Perkembangan
  • [sunting] Peran Wali Songo
  • [sunting] Pemberontakan Mataram
  • [sunting] Keruntuhan
  • [sunting] Daftar Raja Pajang
  • [sunting] Mengabdi ke Demak
  • [sunting] Menjadi Sultan Pajang
  • [sunting] Sumpah setia Ki Ageng Mataram
  • [sunting] Menundukkan Jawa Timur
  • [sunting] Pemberontakan Sutawijaya
  • [sunting] Pengganti
  • [sunting] Catatan kaki
  • [sunting] Referensi
  • [sunting] Asal-Usul
  • [sunting] Arya Pangiri Sebagai Bupati Demak
  • [sunting] Arya Pangiri Merebut Pajang
  • [sunting] Pemerintahan Arya Pangiri
  • [sunting] Kekalahan Arya Pangiri
  • [sunting] Silsilah Pangeran Benawa
  • [sunting] Kisah Hidup Pangeran Benawa
  • [sunting] Akhir Kesultanan Pajang
  • [sunting] Sejarah
  • [sunting] Daftar pemimpin Kesultanan Banten
  • [sunting] Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten/Jakarta
  • [sunting] Perkembangan awal
  • [sunting] Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati)
  • [sunting] Terpecahnya Kesultanan Cirebon
  • [sunting] Perkembangan terakhir
  • [sunting] Masa awal
  • [sunting] Sultan Agung
  • [sunting] Terpecahnya Mataram
  • [sunting] Peristiwa Penting
  • [sunting] Pranala luar
  • [sunting] Peran Awal
  • [sunting] Memberontak Terhadap Pajang
  • [sunting] Memerdekakan Mataram
  • [sunting] Menjadi Raja
  • [sunting] Memperluas Kekuasaan Mataram

Kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara

Sejarah tentang kedatangan dan penyebaran agama Islam di Nusantara bersumber dari catatan para pengelana yang telah mengunjungi wilayah nusantara berabad-abad yang lalu.

[sunting] Sumber/bukti masuknya Islam ke Nusantara
Bukti awal mengenai agama Islam berasal dari seorang pengelana Venesia bernama Marcopolo. Ketika singgah di sebelah utara pulau Sumatera, dia menemukan sebuah kota Islam bernama Perlakyang dikelilingi oleh daerah-daerah non-Islam. Hal ini diperkuat oleh catatan-catatan yang terdapat dalam buku-buku sejarah seperti Hikayat Raja-Raja Pasai dan Sejarah Melayu. Bukti kedua berasal dari Ibnu Batutah ketika mengunjungi Samudera Pasai pada tahun 1345 megatakan bahwa raja yang memerintah negara itu memakai gelar Islam yakni Malikut Thahbir bin Malik Al Saleh. Bukti ketiga berasal dari seorang pengelana Portugis bernama Tome Pires, yang mengunjungi Nusantara pada awal abad ke-16. Dalam karyanya berjudul Summa Oriental, dia menjelaskan bahwa menjelang abad ke-13 sudah ada masyarakat Muslim di Samudra Pasai, Perlak, dan Palembang. Selain itu di Pulau Jawa juga ditemukan makam Fatimah binti Maimun di Leran (Gresik) yang berangka tahun 1082 M dan sejumlah makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13. Golongan lain berpendapat bahwa Islam sebenarnya sudah masuk ke Nusantara sejak abad ke-7 Masehi. Pendapat ini didasarkan atas pernyataan pengelana Cina I-tsing yang berkunjung ke Kerajaan Sriwijaya pada tahun 671. Dia menyatakan bahwa pada waktu itu lalu-lintas laut antara Arab, Persia, India, dan Sriwijaya sangat ramai. Bukti kelima menurut catatan Dinasti Tang, para pedagang Ta-Shih(sebutan bagi kaum Muslim Arab dan Persia) pada abad ke-9 dan ke-10 sudah ada di Kanton dan Sumatera.

[sunting] Penyebar Islam di Nusantara
Penyebar Agama Islam menurut teori Gujarat, yaitu bahwa penyebarnya adalah Muhammad Fakir. Buktinya, teori ini mendasarkan argumentasinya pada pengamatan terhadap bentuk relief nisan Sultan Malik Al Saleh yang memiliki kesamaan dengan nisan-nisan yang terdapat di Gujarat.

Penyebar Agama Islam menurut teori Makkah, yaitu bahwa penyebarnya adalah Sjech Ismail dari Makiyah. Buktinya adalah, bahwa kelompok penduduk Nusantara pertama yang Islam menganut mazhab Syafi'i. Mazhab Syafi'i merupakan mazhab istimewa di Makiyah. Penyebar Agama Islam menurut teori Persia, yaitu bahwa penyebarnya adalah P.A. Hoessein Djajaningrat. Buktinya adalah pada adanya beberapa kesamaan budaya yang hidup dikalangan masyarakat Nusantara dengan bangsa Persia denagn memperingati Asyura, suatu peringatan bagi kaum Syi'ah. Penyebar Agama Islam menurut teori Sejarawan, yaitu penyebarnya adalah Wali Songo.

[sunting] Islamisasi di Nunsantara
Alasan yang menyebabkan penduduk nusantara banyak yang beragama Islam antara lain:
• • • • •

Pernikahan antara para pedagang dengan bangsawan. Contoh: Raja Brawijaya menikah dengan Putri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah. Pendidikan pesantren Pedagang Islam Seni dan kebudayaan. Contoh: Wayang, disebar oleh Sunan Kalijaga. Dakwah

Faktor-faktor penyebab Agama Islam dapat cepat berkembang di Nusantara antara lain:
• • • • • •

Syarat masuk agama Islam tidak berat, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat. Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana. Islam tidak mengenal sistem kasta. Islam tidak menentang adat dan tradisi setempat. Dalam penyebarannya dilakukan dengan jalan damai. Runtuhnya kerajaan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.

Sejarah Nusantara pada era kerajaan Islam
Kerajaan Islam di Indonesia diperkirakan kejayaannya berlangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16. Timbulnya kerajaan-kerajaan tersebut didorong oleh maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam dari Arab, India, Persia, Tiongkok, dll. Kerajaan tersebut dapat dibagi menjadi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, yaitu di Sumatera, Jawa, Maluku, dan Sulawesi.

Daftar isi

[sembunyikan]
• • • • • •

1 Kerajaan Islam di Sumatera 2 Kerajaan Islam di Jawa 3 Kerajaan Islam di Maluku 4 Kerajaan Islam di Sulawesi 5 Kerajaan Islam di Kalimantan 6 Rujukan

[sunting] Kerajaan Islam di Sumatera
Periode tahun tepatnya kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera masih simpang siur dan memerlukan rujukan lebih lanjut.
• • • • • • • •

Kesultanan Perlak (abad ke-9 - abad ke-13) Kesultanan Samudera Pasai (abad ke-13 - abad ke-16) Kesultanan Malaka (abad ke-14 - abad ke-17) Kesultanan Aceh (abad ke-16 - 1903) Kesultanan Inderapura (abad ke-16 - abad 18) Kerajaan Pasaman Kehasilan Kalam (abad ke-16 - akhir abad ke-18) Kerajaan Melayu Jambi Kesultanan Johor-Riau

[sunting] Kerajaan Islam di Jawa
• • • • •

Kesultanan Demak (1500 - 1550) Kesultanan Banten (1524 - 1813) Kesultanan Pajang (1568 - 1618) Kesultanan Mataram (1586 - 1755) Kesultanan Cirebon (sekitar abad ke-16)

[sunting] Kerajaan Islam di Maluku
• • • • •

Kesultanan Ternate (1257 - ..... ) Kesultanan Tidore (1110 - 1947?) Kesultanan Jailolo Kesultanan Bacan Kerajaan Tanah Hitu (1470-1682)

[sunting] Kerajaan Islam di Sulawesi

2006. Garis waktu sejarah Indonesia Sejarah Nusantara Prasejarah Kerajaan Hindu-Buddha Tarumanagara (358–669) Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-13) Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Sunda (669–1579) Kerajaan Medang (752–1045) Kediri (1045–1221) Singhasari (1222–1292) Majapahit (1293– 1500) Kerajaan Islam Kesultanan Ternate (1257–sekarang) Kesultanan Malaka (1400– 1511) Kesultanan Demak (1475–1548) Kesultanan Aceh (1496–1903) Kesultanan Banten (1526–1813) Kesultanan Mataram (1500-an—1700-an) Kolonialisme bangsa Eropa Portugis (1512–1850) VOC (1602-1800) Belanda (1800-1942) Kemunculan Indonesia Kebangkitan Nasional (1899-1942) Pendudukan Jepang (1942–1945) Revolusi nasional (1945–1950) Indonesia Merdeka Orde Lama (1950-1959) Demokrasi Terpimpin (19591965) Orde Baru (1966-1998) . Yogyakarta: Penerbit PUSTAKA.1911) Kesultanan Bone (abad 17) [sunting] Kerajaan Islam di Kalimantan • • • • • • • • Kesultanan Pasir (1516) Kesultanan Banjar (1526-1905) o Kesultanan Kotawaringin o Kerajaan Pagatan (1750) Kesultanan Sambas (1675) Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura Kesultanan Berau (1400) o Kesultanan Sambaliung (1810) o Kesultanan Gunung Tabur (1820) Kesultanan Pontianak (1771) Kerajaan Tidung Kesultanan Bulungan(1731) [sunting] Rujukan • Yusuf.1667?) Kesultanan Buton (1332 . Sejarah Peradaban Islam di Indonesia. Mundzirin (editor).• • • Kesultanan Gowa (awal abad ke-16 .

Maka. sedangkan Glagahwangi diganti nama menjadi Demak. Hal itu membuat Kung-tabu-mi di Majapahit resah. Namun sepeninggal Sunan Ampel. Raden Kusen yang kala itu sudah diangkat menjadi Adipati Terung diperintah untuk memanggil Raden Patah. Dikisahkan. Untuk menetralisasi pengaruh agama lama. dengan ibu kota bernama Bintara. Sesampainya di Jawa.Kerajaan Islam Jawa Pertama Raden Patah Mendirikan Demak Babad Tanah Jawi menyebutkan. Makin lama Pesantren Glagahwangi semakin maju. Perang terjadi setelah kematian Bong Swi Hoo (alias Sunan Ampel). Sejak itu. Brawijaya di Majapahit khawatir kalau Raden Patah berniat memberontak. keduanya berguru pada Sunan Ampel di Surabaya. Brawijaya merasa terkesan dan akhirnya mau mengakui Raden Patah sebagai putranya. Raden Patah menolak menggantikan Arya Damar menjadi bupati Palembang. [sunting] Perang Demak dan Majapahit Perang antara Demak dan Majapahit diberitakan dalam naskah babad dan serat. Ia kabur ke pulau Jawa ditemani Raden Kusen. . Jin Bun pindah dari Surabaya ke Demak tahun 1475. Namun. Majapahit menjadi bawahan Demak dengan dipimpin seorang Cina muslim bernama Nyoo Lay Wa sebagai bupati. Brawijaya tetaplah ayah Raden Patah. Brawijaya moksa dalam serangan itu. dan meresmikan kedudukannya sebagai bupati di Bing-to-lo. berkat bujukan Bong Swi Hoo (alias Sunan Ampel). Kronik Cina dari kuil Sam Po Kong juga memberitakan adanya perang antara Jin Bun melawan Kung-ta-bu-mi tahun 1478. Sunan Ampel melarang Raden Patah memberontak pada Majapahit karena meskipun berbeda agama. terutama Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda. Jin Bun menggempur ibu kota Majapahit. Raden Kusen menghadapkan Raden Patah ke Majapahit. Raden Kusen kemudian mengabdi ke Majapahit. Kemudian ia menaklukkan Semarang tahun 1477 sebagai bawahan Demak. Menurut kronik Cina. Kung-ta-bu-mi alias Bhre Kertabhumi ditangkap dan dipindahkan ke Demak secara hormat. Raden Patah tetap menyerang Majapahit. Kung-ta-bu-mi bersedia mengakui Jin Bun sebagai anak. Sunan Giri menduduki takhta Majapahit selama 40 hari. sedangkan Raden Patah pindah ke Jawa Tengah membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren. Pada tahun 1485 Nyoo Lay Wa mati karena pemberontakan kaum pribumi. Raden Patah pun diangkat sebagai bupati. yang juga menantu Kung-ta-bu-mi. Jin Bun mengangkat seorang pribumi sebagai bupati baru bernama Pa-bu-ta-la.

hal itu dilatarbelakangi persaingan politik memperebutkan kekuasaan pulau Jawa. Raden Patah juga tidak mau memerangi umat Hindu dan Buddha sebagaimana wasiat Sunan Ampel. Tokoh Pate Unus ini identik dengan Yat Sun dalam kronik Cina yang diberitakan menyerang bangsa asing di Moa-lok-sa tahun 1512. Pate Unus adalah menantu Pate Rodin. Nama Patah sendiri berasal dari kata al-Fatah.Tokoh Pa-bu-ta-la ini identik dengan Prabu Natha Girindrawardhana alias Dyah Ranawijaya yang menerbitkan prasasti Jiyu tahun 1486 dan mengaku sebagai penguasa Majapahit. [sunting] Pemerintahan Raden Patah Apakah Raden Patah pernah menyerang Majapahit atau tidak. ia bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama. Lalu pada tahun 1512 menantunya yang bernama Pate Unus bupati Jepara menyerang Portugis di Malaka. gurunya. Janggala. Menurut kronik Cina. sekutu Demak di Gresik. Selain itu. Meskipun naskah babad dan serat memberitakan ia menyerang Majapahit. sebagaimana dulu saat didirikan oleh Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. yang jelas ia adalah raja pertama Kesultanan Demak. dan dalam Hikayat Banjar disebut Sultan Surya Alam. yang artinya "Sang Pembuka". Lagi pula. Dyah Ranawijaya juga mengeluarkan prasasti Petak yang berkisah tentang perang melawan Majapahit. naskah babad dan serat juga memberitakan kalau pihak Majapahit lebih dulu menyerang Giri Kedaton. Kepada umat beragama lain. karena ia memang pembuka kerajaan Islam pertama di pulau Jawa. Tome Pires dalam Suma Oriental memberitakan pada tahun 1507 Pate Rodin alias Raden Patah meresmikan Masjid Agung Demak yang baru diperbaiki. Perbedaannya ialah. dan Kadiri. sama-sama menyebutkan armada Demak hancur dalam pertempuran ini. sikap Raden Patah sangat toleran. bergelar Sultan Syah Alam Akbar. Ia digantikan Yat Sun sebagai raja selanjutnya. baik dari sumber Portugis ataupun sumber Cina. Berita ini melahirkan pendapat kalau Majapahit runtuh tahun 1478 bukan karena serangan Demak. Pada tahun 1479 ia meresmikan Masjid Agung Demak sebagi pusat pemerintahan. sedangkan menurut Serat Pranitiradya. yang dalam Babad Tanah Jawi bergelar Pangeran Sabrang Lor. Kedua berita. Menurut Babad Tanah Jawi. melainkan karena serangan keluarga Girindrawardhana. Kuil Sam Po Kong di Semarang tidak dipaksa kembali menjadi masjid. Jin Bun alias Raden Patah meninggal dunia tahun 1518 dalam usia 63 tahun. bukan karena sentimen agama. sedangkan Yat Sun adalah putra Jin Bun. Ia juga memperkenalkan pemakaian Salokantara sebagai kitab undang-undang kerajaan. .

melahirkan Raden Surya dan Raden Trenggana. Raden Patah memiliki tiga orang istri. yaitu Yat Sun dan Tungka-lo. yang masing-masing identik dengan Pangeran Sabrang Lor dan Sultan Trenggana. Pati Unus dikenal juga dengan julukan Pangeran Sabrang Lor (sabrang=menyeberang. dan digantikan oleh adik iparnya. yang masing-masing secara berurutan kemudian naik takhta. Pada tahun 1521. di tepi sungai. cari Pati Unus atau Adipati Unus (1480?–1521) adalah Sultan Demak kedua. melahirkan Raden Kanduruwan. Raja k-2 Demak (Pati Unus) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Raden Kikin dan Raden Trenggana bersaing memperebutkan takhta. menjadi permaisuri utama. bergelar Pangeran Sabrang Lor dan Sultan Trenggana. Suma Oriental menyebut Pate Rodin memiliki putra yang juga bernama Pate Rodin. Dengan kata lain Sultan Trenggana disebut sebagai kakak ipar Pangeran Sabrang Lor. Raden Kikin akhirnya mati dibunuh putra sulung Raden Trenggana yang bernama Raden Mukmin alias Sunan Prawata.[sunting] Keturunan Raden Patah Menurut naskah babad dan serat. Pati Unus memimpin penyerbuan ke Malaka melawan pendudukan Portugis. Yang pertama adalah putri Sunan Ampel. Ketika Pangeran Sabrang Lor meninggal tahun 1521. Pati Unus gugur dalam pertempuran ini. . yang memerintah dari tahun 1518 hingga 1521. Ia adalah menantu Raden Patah. Kronik Cina hanya menyebutkan dua orang putra Jin Bun saja. dan menantu bernama Pate Unus. karena pernah menyeberangi Laut Jawa menuju Malaka untuk melawan Portugis. Sultan Trenggana. artinya bunga yang gugur di sungai. Berita versi Portugis ini menyebut Pate Rodin Yunior lebih tua usianya dari pada Pate Unus. Raden Kikin pun dijuluki Pangeran Sekar Seda ing Lepen. pendiri Kesultanan Demak. Istri yang ketiga adalah putri bupati Jipang. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Oleh karena itu. Raden Kanduruwan ini pada pemerintahan Sultan Trenggana berjasa menaklukkan Sumenep. Istri yang kedua seorang putri dari Randu Sanga. lor=utara). melahirkan Raden Kikin dan Ratu Mas Nyawa.

Seorang putra beliau dikirim ke tanah Jawa untuk berdakwah yang dipanggil dengan Raden Rahmat atau terkenal sebagai Sunan Ampel. Silsilah Syekh ini yang bernama lengkap Abdul Khaliq Al Idrus bin Syekh Muhammad Al Alsiy (wafat di Parsi) bin Syekh Abdul Muhyi Al Khayri (wafat di Palestina) bin Syekh Muhammad Akbar Al-Ansari (wafat di Madina) bin Syekh Abdul Wahhab (wafat di Mekkah) bin Syekh Yusuf Al Mukhrowi (wafat di Parsi) merupakan keturunan cucu Nabi Muhammad generasi ke 19. Muballigh dan Musafir besar asal Gujarat. Muballigh dan Musafir besar ini datang dari Parsi ke tanah Jawa mendarat dan menetap di Jepara di awal 1400-an masehi. Kamboja) yang sekarang masih ada perkampungan Muslim. Disini terbukalah rahasia . beliau memiliki ibu Syarifah Ummu Banin Al-Hasani (keturunan Imam Hasan bin Fathimah binti Nabi Muhammad) dari Parsi (dari Catatan Sayyid Bahruddin Ba'alawi tentang ASYRAF DI TANAH PERSIA.Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • 1 Silsilah 2 Kiprah 3 Expedisi Jihad II 4 Keturunan 5 Kiprah Putra Pati Unus di Banten 6 Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur) 7 Sumber [sunting] Silsilah Nama asli beliau Raden Abdul Qadir putra Raden Muhammad Yunus dari Jepara. di tulis pada tanggal 9 September 1979) . Setelah menetap di Jepara. Raden Muhammad Yunus adalah putra seorang Muballigh pendatang dari Parsi yang dikenal dengan sebutan Syekh Khaliqul Idrus. Syekh Khaliqul Idrus menikah dengan putri seorang Muballigh asal Gujarat yang lebih dulu datang ke tanah Jawa yaitu dari keturunan Syekh Mawlana Akbar. seorang Ulama. Raja Brawijaya berkenan menikah tapi enggan terang-terangan masuk Islam. Setelah menjadi Raja Islam yang pertama di beri gelar Sultan Alam Akbar Al-Fattah. Putra yang lahir dari pernikahan ini dipanggil dengan nama Raden Patah. Seorang adik perempuan beliau dari lain Ibu (asal Campa) ikut dibawa ke Pulau Jawa untuk ditawarkan kepada Raja Brawijaya sebagai istri untuk langkah awal meng-Islam-kan tanah Jawa. Sayyidus Syuhada Imam Husayn (Qaddasallohu Sirruhu) putra Imam Besar Sayyidina Ali bin Abi Talib Karromallohu Wajhahu dengan Sayyidah Fatimah Al Zahra. India yang mempelopori dakwah diAsia Tenggara. Seorang putra beliau adalah Syekh Ibrahim Akbar yang menjadi Pelopor dakwah di tanah Campa (di delta Sungai Mekong.

. Sedangkan Pati Unus neneknya dari pihak ayah adalah juga keturunan Syekh Mawlana Akbar. Gelar beliau yang baru adalah Senapati Sarjawala dengan tugas utama merebut kembali tanah Malaka yang telah jatuh ke tangan Portugis. Kemudian hari banyak orang memanggil beliau dengan yang lebih mudah Pati Unus. Syekh Syarif Hidayatullah bergelar Sunan Gunung Jati. Ke 2 putra beliau yang merupakan cucu-cucu Raden Patah ini kelak dibawa serta dalam expedisi besar yang fatal yang segera merubah nasib Kesultanan Demak. Pati Unus kemudian diangkat sebagai Panglima Gabungan Armada Islam membawahi armada Kesultanan Banten. [sunting] Kiprah Setelah Raden Abdul Qadir beranjak dewasa di awal 1500-an beliau diambil mantu oleh Raden Patah yang telah menjadi Sultan Demak I. Abdul Qadir resmi diangkat menjadi Adipati wilayah Jepara (tempat kelahiran beliau sendiri). maka Kesultanan Demak mempererat hubungan dengan kesultanan Banten-Cirebon yang juga masih keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat. Dari Pernikahan dengan putri Raden Patah. yaitu dengan Ratu Ayu putri Sunan Gunung Jati tahun 1511. Tak hanya itu. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putra yang kemudian terkenal sangat cerdas dan pemberani bernama Abdul Qadir yang setelah menjadi menanntu Sultan Demak I Raden Patah diberi gelar Adipati bin Yunus atau terkenal lagi sebagai Pati Unus yang kelak setelah gugur di Malaka di kenal masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor. diberkati oleh mertuanya sendiri yang merupakan Pembina umat Islam di tanah Jawa. Zainal Akbar dan banyak lagi lainnya. Nurul Alam Akbar. Karena ayahanda beliau (Raden Yunus) lebih dulu dikenal masyarakat. Sehubungan dengan intensitas persaingan dakwah dan niaga di Asia Tenggara meningkat sangat cepat dengan jatuhnya Malaka ke tangan Portugis di tahun 1511. Kembali ke kisah Syekh Khaliqul Idrus. sedangkan Raden Patah seperti yang disebut dimuka adalah ibundanya cucu Syekh Mawlana Akbar yang lahir di Campa. Dari pernikahan ini beliau diketahui memiliki 2 putra. Karena Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah adalah putra Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Mawlana Akbar.kenapa beliau Raden Patah diberi gelar Alam Akbar karena ibunda beliau adalah cucu Ulama Besar Gujarat Syekh Mawlana Akbar yang hampir semua keturunannya menggunakan nama Akbar seperti Ibrahim Akbar. Hubungan yang semakin erat adalah ditandai dengan pernikahan ke 2 Pati Unus. maka Raden Abdul Qadir lebih lebih sering dipanggil sebagai Adipati bin Yunus (atau putra Yunus). setelah menikah dengan putri Ulama Gujarat keturunan Syekh Mawlana Akbar lahirlah seorang putra beliau yang bernama Raden Muhammad Yunus yang setelah menikah dengan seorang putri pembesar Majapahit di Jepara dipanggil dengan gelar Wong Agung Jepara. Gentingnya situasi ini dikisahkan lebih rinci oleh Sejarawan Sunda Saleh Danasasmita di dalam Pajajaran bab Sri Baduga Maharaja sub bab Pustaka Negara Kretabhumi. Demak dan Cirebon.

karena itu sampai sekarang Portugis tak suka mengisahkan kembali pertempuran dahsyat di tahun 1521 ini . ekspedisi Jihad I yang mencoba mendesak masuk benteng Portugis di Malaka tapi gagal dan balik kembali ke tanah Jawa. Di tahun 1518 Raden Patah. Melalui situs keturunan Portugis di Malaka (kaum Papia Kristang) . Dari sini sejarah keluarga beliau akan berubah. [sunting] Expedisi Jihad II Memasuki tahun 1521.Tahun 1512 giliran Samudra Pasai yang jatuh ke tangan Portugis. dengan risiko kehilangan segalanya termasuk putus nasab keturunan. Hal ini membuat tugas Pati Unus sebagai Panglima Armada Islam tanah jawa semakin mendesak untuk segera dilaksanakan. ke 375 kapal telah selesai dibangun. Maka tahun 1513 dikirim armada kecil. Sebagian pasukan Islam yang berhasil mendarat kemudian bertempur dahsyat hampir 3 hari 3 malam lamanya dengan menimbulkan korban yang sangat besar di pihak Portugis.anak kepada Syeikh Al Sultan Saiyid ISMAIL. Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah mangkat. Adipati wilayah Jepara yang garis nasab (Patrilineal)-nya adalah keturunan Arab dan Parsi menjadi Sultan Demak II bergelar Alam Akbar At-Tsaniy. Kapal yang ditumpangi Pati Unus terkena peluru meriam ketika akan menurunkan perahu untuk merapat ke pantai. Maka direncanakanlah pembangunan armada besar sebanyak 375 kapal perang di tanah Gowa. Armada perang Islam siap berangkat dari pelabuhan Demak dengan mendapat pemberkatan dari Para Wali yang dipimpin oleh Sunan Gunung Jati. maka walaupun baru menjabat Sultan selama 3 tahun Pati Unus tidak sungkan meninggalkan segala kemudahan dan kehormatan dari kehidupan keraton bahkan ikut pula 2 putra beliau (yang masih sangat remaja) dari pernikahan dengan putri Raden Patah dan seorang putra lagi (yang juga masih sangat remaja) dari seorang seorang isteri. Armada perang Islam yang sangat besar berangkat ke Malaka dan Portugis pun sudah mempersiapkan pertahanan menyambut Armada besar ini dengan puluhan meriam besar pula yang mencuat dari benteng Malaka. PULAU BESAR. beliau berwasiat supaya mantu beliau Pati Unus diangkat menjadi Sultan Demak berikutnya. Kegagalan ini karena kurang persiapan menjadi pelajaran berharga untuk membuat persiapan yang lebih baik. Armada perang yang sangat besar untuk ukuran dulu bahkan sekarang. Maka diangkatlah Pati Unus atau Raden Abdul Qadir bin Yunus. tapi sungguh Allah membalas kebaikan orang-orang yang berjuang di jalannya. Sulawesi yang masyarakatnya sudah terkenal dalam pembuatan kapal. sejarah kesultanan Demak akan berubah dan sejarah tanah Jawa akan berubah. Ia gugur sebagai Syahid karena kewajiban membela sesama Muslim yang tertindas penjajah (Portugis) yang bernafsu memonopoli perdagangan rempah-rempah. Dipimpin langsung oleh Pati Unus bergelar Senapati Sarjawala yang telah menjadi Sultan Demak II.

terutama masalah harmoni hubungan kesultanan . Satu riwayat yang belum jelas siapa Raden Hidayat ini. Raden Abdullah diajak pula untuk turun di Banten untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang ke Demak. [sunting] Keturunan Dengan selamatnya putra Pati Unus yang kedua yaitu Raden Abdullah. sebagian tentara Kesultanan Malaka yang memutuskan hijrah ke tanah Jawa karena negerinya gagal direbut kembali dari tangan penjajah Portugis. Di ambil alih oleh Fadhlullah Khan adalah atas inisiatif Sunan Gunung Jati yang sekaligus menjadi mertua karena putri beliau yang menjadi janda Sabrang Lor dinikahkan dengan Fadhlullah Khan. Raden Abdullah dengan takdir Allah untuk meneruskan keturunan Pati Unus. Demak dan Cirebon segera diambil alih oleh Fadhlullah Khan yang oleh Portugis disebut Falthehan. karena hanya Pahlawan besar yang melahirkan Pahlawan besar. seperti yang terjadi pada pembantaian cucu nabi Muhammad. Kegagalan expedisi jihad yang ke II ke Malaka ini sebagian disebabkan oleh faktor faktor internal. Sedangkan Pati Unus. maka sungguh Allah hendak melestarikan keturunan para Syahid. sedangkan putra kedua. Fadhlullah Khan alias Falathehan alias Fatahillah alias Tubagus Pasai-lah yang diangkat Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai Panglima Armada Gabungan yang baru menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka. Pimpinan Armada Gabungan Kesultanan Banten. Armada Islam gabungan tanah Jawa yang juga menderita banyak korban kemudian memutuskan mundur dibawah pimpinan Raden Hidayat.hanya terdapat kegagahan Portugis dalam mengusir armada tanah jawa (expedisi I) 1513 dan armada Johor dalam banyak pertempuran kecil. orang kedua dalam komando setelah Pati Unus gugur. Bukan kebetulan pula bila Pati Unus pun seperti yang disebut diatas adalah keturunan Imam Husayn cucu Nabi Muhammad SAW. Ketika armada Islam mendaratkan pasukan Banten di teluk Banten. Sultan Demak II yang gugur kemudian disebut masyarakat dengan gelar Pangeran Sabrang Lor atau Pangeran (yang gugur) di seberang utara. selamat dan bergabung dengan armada yang tersisa untuk kembali ke tanah Jawa. kemungkinan ke-2 yang lebih kuat komando setelah Pati Unus gugur diambil alih oleh Fadhlulah Khan (Tubagus Pasai) karena sekembalinya sisa dari Armada Gabungan ini ke Pulau Jawa . Turut pula dalam armada yang balik ke Jawa. Para komandan dan penasehat armada yang masih saling berkerabat satu sama lain sangat . dan belakangan disebut Fatahillah setelah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa 1527. Imam Husain dan keluarganya ternyata keturunan beliau justru menjadi berkembang besar dengan selamatnya putra beliau Imam Zaynal Abidin. Mereka orang Melayu Malaka ini keturunannya kemudian membantu keturunan Raden Abdullah putra Pati Unus dalam meng-Islam-kan tanah Pasundan hingga dinamai satu tempat singgah mereka dalam penaklukan itu di Jawa Barat dengan Tasikmalaya yang berarti Danau nya orang Malaya (Melayu).kesultanan Indonesia Putra pertama dan ketiga Pati Unus ikut gugur.

Dari titik ini keturunan beliau selalu mendapat pos Penasehat Kesultanan Banten . sebagian orang di Demak merasa lebih berhak untuk mewarisi Kesultanan Demak karena Pati Unus hanya menantu Raden Patah dan keturunan Pati Unus (secara patrilineal) adalah keturunan Arab seperti keluarga Kesultanan Banten dan Cirebon. Ketika penaklukan Kota Pakuan terakhir 1579. Fatimah. Sedangkan di tanah Jawa. Tidak mengherankan. Umar bin Khattab yang segera membuka kembali konflik lama antara banyak kelompok yang sudah lama saling bertikai di Mekah dan Madinah. tapi tetap tunduk dibawah hukum Kesultanan Banten.khawatir kalau Raden Abdullah akan dibunuh dalam perebutan tahta mengingat sepeninggal Pati Unus. seperti seorang putra beliau Raden Aryawangsa yang menjadi Penasehat bagi Sultan Banten ke III Mawlana Muhammad dan Sultan Banten ke IV Mawlana Abdul Qadir. Raden Aryawangsa yang masih menjadi Panglima dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (yang juga paman beliau sendiri karena Ibunda beliau adalah kakak dari Mawlana Yusuf yang dinikahi Raden Abdullah putra Pati Unus) mempunyai jasa besar. Kebanggaan Orang Jawa sebagai orang Jawa walaupun sudah menerima Islam berbeda dengan sikap orang Pasundan setelah menerima Islam berkenan menerima Raja mereka dari keturunan Arab seperti Sultan Cirebon Sunan Gunung jati dan putranya Sultan Banten Mawlana Hasanuddin. sehingga diberikan wilayah kekuasaan Pakuan dan bermukim hingga wafat di desa Lengkong (sekarang dekat Serpong). membuka kembali konflik lama yang terpendam dibawah kewibawaan dan keadilan yang bersinar dari Pati Unus. . [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di Banten Sebagian riwayat turun temurun menyebutkan Pangeran Yunus (Raden Abdullah putra Pati Unus) ini kemudian dinikahkan oleh Mawlana Hasanuddin dengan putri yang ke III. banyak berperan dalam pemerintahan Sultan Banten ke II Mawlana Yusuf (adik ipar beliau) sebagai penasehat resmi Kesultanan . Kebanggaan orang Jawa sebagai bangsa yang punya identitas sendiri. Brawijaya) adalah murni keturunan Jawa (Majapahit). karena Kesultanan Demak telah lama mengikat kekerabatan dengan Kesultanan Banten dan Cirebon. Selanjutnya pangeran Yunus yang juga banyak disebut sebagai Pangeran Arya Jepara dalam sejarah Banten. Kisah ini nyaris mirip dengan gugurnya Khalifah umat Islam ketiga di Madinah. sejak Islam merata masuk hingga pelosok dibawah kepeloporan kesultanan Demak pada akhirnya timbul persaingan antara kaum Muslim Santri di pesisir dengan Muslim Abangan di pedalaman yang berakibat fatal dengan perang saudara berkelanjutan antara Demak. Pajang dan Mataram. sementara Raden Patah adalah keturunan Arab hanya dari pihak Ibu sedangkan secara patrilineal (garis laki-laki terus menerus dari pihak ayah. Raden Aryawangsa menikahi seorang putri Istana Pakuan dan keturunannya menjadi Adipati Pakuan dengan gelar Sultan Muhammad Wangsa yang secara budaya menjadi panutan wilayah Pakuan yang telah masuk Islam (Bogor dan sekitarnya). dengan gugurnya Pati Unus.

Raden Surya dikirim ayahnya. Raden Abdullah putra Pati Unus juga memiliki anak lelaki lainnya yaitu yang dikenal sebagai Raden Suryadiwangsa yang belakangan lebih dikenal dengan gelar Raden Suryadiningrat yang diberikan Panembahan Senopati ketika Mataram resmi menguasai Priangan Timur pada tahun 1595. Pada saat 1585-1595 wilayah Sumedang maju pesat dengan Prabu Geusan Ulun memaklumkan diri jadi Raja memisahkan diri dari Kesultanan Cirebon. dan membuat keraton Pakuan Islam . Beristirahatlah mereka di suatu tempat dan dinamakan Tasikmalaya yang berarti danaunya orang Malaya (Melayu) karena didalam pasukan beliau banyak terdapat keturunan Melayu Malaka. Inilah zaman keemasan Sumedang yang masih sering di dengungkan oleh keturunan Prabu Geusan Ulun dari dinasti Kusumahdinata. Sehingga seluruh wilyah Priangan taklukan Cirebon termasuk Galuh Islam bergabung ke dalam Kesultanan Sumedang Larang. setelah beliau wafat kiprah keluarga Pati Unus kemudian diteruskan oleh putra dan cucu beliau para Sultan Pakuan Islam hingga Belanda menghancurkan keraton Surosoan di zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1683). Raden Surya di tahun 1580 ini di angkat oleh Sultan Cirebon II Pangeran Arya Kemuning atau dipanggil juga Pangeran Kuningan (putra angkat Sunan Gunung Jati. Sekitar tahun 1595 Panembahan Senopati dari Mataram mengirim expedisi hingga Priangan. Kehadiran putra Pati Unus di wilayah Priangan Timur ini tidak terlepas dari kerjasama dakwah antara Kesultanan Banten dan Cirebon dalam usaha meng islam kan sisa-sisa kerajaan Galuh di wilayah Ciamis hingga Sukapura (sekarang Tasikmalaya). Raden Aryawangsa kemudian lebih banyak berperan di Kesultanan Banten sebagai Penasehat Sultan.sebagai cabang dari Keraton Banten. ikut lenyap dari percaturan politik dengan Sultan yang terakhir Sultan Muhammad Wangsa II bin Sultan Muhammad Wangsa I bin Raden Aryawangsa bin Raden Abdullah bin Pangeran Sabrang Lor bin Raden Muhammad Yunus Jepara ikut menyingkir ke pedalaman Bogor sekitar Ciampea. Akan tetapi seiring dengan makin melemahnya kesultanan Cirebon sejak wafatnya Sunan Gunung Jati pada tahun 1579. maka wilayah Galuh Islam berganti-ganti kiblat Kesultanan. Raden Abdullah putra Pati Unus yang telah menjadi Penasehat Kesultanan Banten untuk membantu laskar Islam Cirebon dalam usaha peng Islaman Priangan Timur. [sunting] Kiprah Putra Pati Unus di wilayah Galuh (Priangan Timur) Selain Raden Aryawangsa.Seperti yang disebut diatas. karena putra kandung Pangeran Muhammad Arifin telah wafat) sebagai Adipati Galuh Islam. Raden Surya memimpin dakwah (karena hampir tanpa pertempuran) hingga mencapai daerah Sukapura dibantu keturunan tentara Malaka yang hijrah ketika Pati Unus gagal merebut kembali Malaka dari penjajah Portugis. Sumedang yang telah lemah sepeninggal Prabu Geusan Ulun kehilangan banyak wilayah termasuk Galuh Islam. Maka Kadipaten Galuh Islam yang meliputi .

Berita-berita sumber Portugis abad 15-16 (Barros. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Tome Pirres. wilayah kekuasaan Demak meluas sampai ke Jawa Timur. Di sekitar tahun 1620 salah seorang putra Raden Suryadiningrat menjadi kepala daerah Sukapura beribukota di Sukakerta bernama Raden Wirawangsa setelah menikah dengan putri bangsawan setempat. [sunting] Sumber • Nasab silsilah Kesultanan Banten. Setelah beliau pensiun maka ibukota Sukapura resmi pindah ke kota Tasikmalaya. Didahului oleh: Raden Patah Sultan Demak 1518—1521 Digantikan oleh: Sultan Trenggono Raja ke-3 Demak ( Sultan Trenggana ) Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Daftar isi . Nasab silsilah Kesultanan Cirebon.wilayah Ciamis hingga Sukapura jatuh ke tangan Panembahan Senopati. Di bawah pemerintahannya. Gelar Wiradadaha mencapai yang ke VIII dan dimasa ini dipindahkanlah ibukota Sukapura ke Manonjaya. Raden Suryadiwangsa cucu Pati Unus segera diangkat Panembahan Senopati sebagai Penasehat beliau untuk perluasan wilayah Priangan dan diberi gelar baru Raden Suryadiningrat. Raden Wirawangsa kelak di tahun 1635 resmi menjadi Bupati Sukapura diangkat oleh Sultan Agung Mataram karena berjasa memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Raden Wirawangsa diberi gelar Tumenggung Wiradadaha I yang menjadi cikal bakal dinasti Wiradadaha di Sukapura (Tasikmalaya). cari Sultan Trenggana adalah raja ketiga Kesultanan Demak yang memerintah tahun 15211546. Bupati Sukapura terakhir berkedudukan di Manonjaya adalah kakek dari kakek kami bergelar Raden Tumenggung Wirahadiningrat memerintah 1875-1901. Nasab silsilah Kesultanan Demak. Negarakerthabumi Parwa I Sargha II. Sejarah kota-kota lama Jawa Barat. Hendrik De Lame).

Sultan Trenggana memiliki beberapa orang putra dan putri. Sebaliknya. Sultan Trenggana kemudian juga bergelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Sejak itu Raden Kikin terkenal sebagai Pangeran Sekar Seda ing Lepen (artinya. yaitu Raden Kikin dan Raden Trenggana. Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara. Maka. ia dilahirkan sekitar tahun 1483. raja Demak sebelumnya (versi Serat Kanda). Menurut Suma Oriental. Fatahillah juga memperkenalkan pemakaian gelar bernuansa Arab sebagaimana yang lazim dipakai oleh raja-raja Islam di Sumatra. [sunting] Sultan Trenggana Naik Takhta Sepeninggal Pangeran Sabrang Lor tahun 1521 terjadi perebutan takhta antara kedua adiknya. Ratu Mas Cempaka yang menjadi istri Sultan Hadiwijaya. yaitu Ratu Pembayun (janda Pangeran Jayakelana putra Sunan Gunung Jati). . bergelar Sultan Trenggana. dan Pangeran Timur yang berkuasa sebagai adipati di wilayah Madiun dengan gelar Rangga Jumena. "bunga yang gugur di sungai"). Raden Trenggana pun naik takhta. Diantaranya yang paling terkenal ialah Sunan Prawoto yang menjadi raja penggantinya. Pada tahun 1524 datang seorang pemuda dari Pasai bernama Fatahillah.[sembunyikan] • • • • • • • • 1 Silsilah Sultan Trenggana 2 Sultan Trenggana Naik Takhta 3 Menaklukkan Majapahit dan Sekitarnya 4 Mengirim Ekspedisi ke Banjarmasin 5 Sultan Trenggana Mengundang Sunan Kalijaga 6 Kematian Sultan Trenggana 7 Kepustakaan 8 Referensi [sunting] Silsilah Sultan Trenggana Sultan Trenggana adalah putra Raden Patah pendiri Demak yang lahir dari permaisuri Ratu Asyikah putri Sunan Ampel. Sultan Trenggana menyukainya dan menikahkan pemuda itu dengan adiknya. Ia merupakan adik kandung Pangeran Sabrang Lor. Putra sulung Trenggana yaitu Raden Mukmin (nama kecil Sunan Prawoto) mengirim utusan membunuh Raden Kikin di tepi sungai.

dikalahkan tahun 1545. Medangkungan (Blora) tahun 1530. hal ini merupakan pembalasan keturunan Brawijaya yang menjadi penguasa Demak atas tindakan Girindrawardhana pada saat ia merebut tahta Majapahit. Raja Majapahit ini hanyalah bersifat simbol. dan Wirasaba (Mojoagung. Gunung Penanggungan yang menjadi pusat sisa-sisa pelarian Majapahit direbut tahun 1543. Penguasa Tuban menurut catatan Portugis bernama Pate Vira.Tokoh Fatahillah inilah yang pada tahun 1527 dikirim membantu Sunan Gunung Jati raja Cirebon menghadapi Pajajaran dan Portugis. yang pernah menyerang Giri Kedaton. seorang muslim tapi setia kepada Majapahit. Selain itu Tuban juga ditaklukkan pada tahun yang sama. Tampaknya ibukota Daha juga mengalami nasib yang sama dengan Trowulan. Sultan Demak yang diduga kuat adalah Sultan Trenggana telah megirimkan seribu pasukan untuk membantu Pangeran Samudera untuk berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung penguasa Kerajaan Negara Daha terakhir. Akhirnya pada tahun 1527 pasukan Demak dipimpin Sunan Kudus (putra Sunan Ngudung) berhasil mengalahkan Majapahit. hal ini disebabkan mereka takut akan dihukum karena dukungan mereka pada Girindrawardhana saat ia mengkudeta Brawijaya pada tahun 1478. Berita ini menunjukkan kalau perang antara Demak dan Majapahit dilandasi persaingan kekuasaan. Pada tahun 1528 Sultan Trenggana menaklukkan Wirasari. Kemudian Kerajaan Sengguruh di Malang. Terjadi arus pelarian besar-besaran dari kerabat kerajaan Majapahit. Adapun ibu kota Majapahit saat itu sudah pindah ke Daha di bawah pemerintahan Girindrawardhana. Kerajaan yang pernah berjaya di masa lalu itu akhirnya musnah sama sekali. bukan karena sentimen antara agama Islam dan Hindu. sedangkan Pangeran Tumenggung diijinkan menetap di pedalaman (daerah Alay) dengan seribu penduduk. [sunting] Mengirim Ekspedisi ke Banjarmasin Menurut Hikayat Banjar. kemudian Gagelang atau Gelanggelang (nama sekarang: Madiun) tahun 1529. Antara tahun 1541-1542 Demak menaklukkan Lamongan. Pasuruan tahun 1535. Surabaya tahun 1531. sudah tetap kerajaannya di Banjarmasih . Hampir sebagian besar penyerangan terhadap daerah-daerah tersebut dipimpin oleh Trenggana sendiri. Hikayat Banjar : Maka Pangeran Samudera itu. Sang Patih juga menjalin persahabatan dengan Portugis untuk memerangi Demak. Ia berhasil membebaskan pelabuhan Sunda Kelapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta atau Jakarta. [sunting] Menaklukkan Majapahit dan Sekitarnya Upacara pernikahan Fatahillah tahun 1524 dikejutkan dengan berita kematian Sunan Ngudung dalam perang melawan Majapahit. Kemenangan diraih oleh Pangeran Samudera sebagai Sultan Banjarmasin I. karena pemerintahan dikendalikan penuh oleh Patih Hudara. Jombang). Blitar.

itu, maka masuk Islam. Diislamkan oleh Penghulu Demak itu. Maka waktu itu ada orang negeri Arab datang, maka dinamainya Pangeran Samudera itu Sultan Suryanullah. Banyak tiada tersebut. Maka Penghulu Demak dengan Menteri Demak itu disuruh Sultan Suryanullah kembali. Maka orang Demak yang mati berperang ada dua puluh itu, disilih laki-laki dan perempuan yang [di]-dapat menangkap, tertangkap tatkala berperang itu, orang empat puluh. Maka Penghulu Demak dan Menteri Demak serta segala kaumnya sama dipersalin. Yang terlebih dipersalinnya itu penghulunya, karena itu yang mengislamkan. Serta persembah Sultan Suryanullah emas seribu tahil, intan dua puluh biji, lilin dua puluh pikul, pekat seribu galung, damar seribu kindai, tetudung seribu buah, tikar seribu kodi, kajang seribu bidang. Sudah itu maka orang Demak itu kembali. Itulah maka sampai sekarang ini di Demak dan Tadunan itu ada asalnya anak-beranak cucu-bercucu itu asal orang Nagara itu; tiada lagi tersebut.[1]

[sunting] Sultan Trenggana Mengundang Sunan Kalijaga
Pada tahun 1543 Sultan Trenggana mengundang Sunan Kalijaga pindah ke Demak. Sunan Kalijaga sendiri sebelumnya membantu Sunan Gunung Jati berdakwah di Cirebon. Beberapa waktu kemudian terjadi perbedaan pendapat antara Sunan Kalijaga dengan Sunan Kudus dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Dalam hal ini Sultan Trenggana lebih memilih pendapat Sunan Kalijaga. Akibatnya, Sunan Kudus kecewa dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai imam Masjid Agung Demak. Sunan Kalijaga diangkat sebagai imam baru dan diberi tanah perdikan di Kadilangu.

[sunting] Kematian Sultan Trenggana
Berita kematian Sultan Trenggana ditemukan dalam catatan seorang Portugis bernama Fernandez Mendez Pinto. Pada tahun 1546 Sultan Trenggana menyerang Panarukan, Situbondo yang saat itu dikuasai Blambangan. Sunan Gunung Jati membantu dengan mengirimkan gabungan prajurit Cirebon, Banten, dan Jayakarta sebanyak 7.000 orang yang dipimpin Fatahillah. Mendez Pinto bersama 40 orang temannya saat itu ikut serta dalam pasukan Banten. Pasukan Demak sudah mengepung Panarukan selama tiga bulan, tapi belum juga dapat merebut kota itu. Suatu ketika Sultan Trenggana bermusyawarah bersama para adipati untuk melancarkan serangan selanjutnya. Putra bupati Surabaya yang berusia 10 tahun menjadi pelayannya. Anak kecil itu tertarik pada jalannya rapat sehingga tidak mendengar perintah Trenggana. Trenggana marah dan memukulnya. Anak itu secara spontan membalas menusuk dada Trenggana memakai pisau. Sultan Demak itu pun tewas seketika dan segera dibawa pulang meninggalkan Panarukan.

[sunting] Kepustakaan
• • •

• • • • •

Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. 2000. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu Slamet Muljana. 2005. Runtuhnya Kerajaan Jindu-Jawa dan Timbulnya NegaraNegara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). Yogyakarta: LKIS Winarsih Partaningrat Arifin. 1995. Babad Blambangan. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya Yuliadi Soekardi. 2002. Nalusur Sejarahe Sunan Gunungjati. Dalam Majalah Panjebar semangat edisi 23-27 Surabaya
Sultan Demak 1521—1546 Digantikan oleh: Sunan Prawoto

Didahului oleh: Pati Unus

Raja ke-4 Demak (Sunan Prawoto)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi, cari Sunan Prawoto (nama lahirnya Raden Mukmin) adalah raja keempat Kesultanan Demak, yang memerintah tahun 1546-1549. Ia lebih cenderung sebagai seorang ahli agama daripada ahli politik. Pada masa kekuasaannya, daerah bawahan Demak seperti Banten, Cirebon, Surabaya, dan Gresik, berkembang bebas tanpa mampu dihalanginya. Menurut Babad Tanah Jawi, ia tewas dibunuh oleh orang suruhan bupati Jipang Arya Penangsang, yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Setelah kematiannya, Hadiwijaya memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang, dan Kesultanan Demak pun berakhir.

Daftar isi
[sembunyikan]
• •

1 Masa muda 2 Pemerintahan

• • •

3 Kematian 4 Kronik Cina 5 Kepustakaan

[sunting] Masa muda
Naskah babad dan serat[rujukan?] menyebut Raden Mukmin sebagai putra sulung Sultan Trenggana. Ia lahir saat ayahnya masih sangat muda dan belum menjadi raja. Pada tahun 1521, Pangeran Sabrang Lor meninggal dunia tanpa keturunan. Kedua adiknya, yaitu Raden Trenggana dan Raden Kikin, bersaing memperebutkan tahta. Raden Trenggana adalah adik kandung Pangeran Sabrang Lor, sama-sama lahir dari permaisuri Raden Patah; sedangkan Raden Kikin yang lebih tua usianya lahir dari selir, yaitu putri bupati Jipang. Raden Mukmin memihak ayahnya dalam persaingan ini. Ia mengirim pembantunya bernama Ki Surayata untuk membunuh Raden Kikin sepulang salat Jumat. Raden Kikin tewas di tepi sungai, sedangkan para pengawalnya sempat membunuh Ki Surayata. Sejak saat itu Raden Kikin terkenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen, dalam bahasa Jawa artinya "bunga yang gugur di sungai". Pangeran Sekar Seda Lepen meninggalkan dua orang putra dari dua orang istri, yang bernama Arya Penangsang dan Arya Mataram.

[sunting] Pemerintahan
Sepeninggal Sultan Trenggana yang memerintah Kesultanan Demak tahun 1521-1546, Raden Mukmin selaku putra tertua naik tahta. Ia berambisi untuk melanjutkan usaha ayahnya menaklukkan Pulau Jawa. Namun, keterampilan berpolitiknya tidak begitu baik, dan ia lebih suka hidup sebagai ulama daripada sebagai raja. Raden Mukmin memindahkan pusat pemerintahan dari kota Bintoro menuju bukit Prawoto. Lokasinya saat ini kira-kira adalah desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Oleh karena itu, Raden Mukmin pun terkenal dengan sebutan Sunan Prawoto. Pemerintahan Sunan Prawoto juga terdapat dalam catatan seorang Portugis bernama Manuel Pinto.[rujukan?] Pada tahun 1548, Manuel Pinto singgah ke Jawa sepulang mengantar surat untuk uskup agung Pastor Vicente Viegas di Makassar. Ia sempat bertemu Sunan Prawoto dan mendengar rencananya untuk mengislamkan seluruh Jawa, serta ingin berkuasa seperti sultan Turki. Sunan Prawoto juga berniat menutup jalur beras ke Malaka dan menaklukkan Makassar. Akan tetapi, rencana itu berhasil dibatalkan oleh bujukan Manuel Pinto. Cita-cita Sunan Prawoto pada kenyataannya tidak pernah terlaksana. Ia lebih sibuk sebagai ahli agama dari pada mempertahankan kekuasaannya. Satu per satu daerah

sedangkan Demak tidak mampu menghalanginya.000 kapal besar yang masing-masing dapat memuat 400 orang prajurit. ia lebih dulu tewas saat menyerang Panarukan tahun 1546. sehingga ia akhirnya tewas di kota itu. Arya Penangsang adalah putra Pangeran Sekar Seda ing Lepen yang mendapat dukungan dari gurunya. Arya Pangiri menjadi menantu Sultan Hadiwijaya raja Pajang.[rujukan?] pada suatu malam Rangkud berhasil menyusup ke dalam kamar tidur Sunan Prawoto. Ia rela dihukum mati asalkan keluarganya diampuni. lalu menikam dada Sunan Prawoto yang pasrah tanpa perlawanan sampai tembus. Muk Ming pindah ke Semarang tapi terus dikejar musuh. dan kota Demak dihancurkan bupati Ji-pang. yaitu Arya Penangsang bupati Jipang dan Hadiwijaya bupati Pajang. Muk Ming pun naik takhta namun dimusuhi sepupunya yang menjadi bupati Ji-pang (Arya Penangsang). Disebutkan bahwa pada tahun 1529. [sunting] Kronik Cina Raden Mukmin disebut dengan nama Muk Ming. Belum sempat Tungka-lo merebut Maluku. yaitu Ratu Kalinyamat dari Jepara. Kin San adalah adik Jin Bun adik (Raden Patah). Cirebon. Setelah dewasa. selain Sunan Prawoto terdapat dua orang lagi tokoh kuat. ia menggantikan Kin San (Raden Kusen) sebagai kepala galangan kapal di Semarang. Galangan kapal hancur terbakar pula. dan diangkat sebagai bupati Demak. Surabaya. Aryo Penangsang berhasil dibunuh oleh Danang Sutawijaya atas siasat dari Ki Juru Martani. dan yang tersisa hanya masjid dan kelenteng saja. Sunan Prawoto meninggalkan seorang putra yang masih kecil bernama Arya Pangiri. Menurut Babad Tanah Jawi. menurut kronik Cina dari kuil Sam Po Kong. Pada tahun 1549 itu pula. yaitu Tung-ka-lo (Sultan Trenggana) yang berniat merebut Maluku. seperti Banten. di daerah Simongan.[rujukan?] [sunting] Kematian Sepeninggal Sultan Trenggana. Sunan Prawoto marah dan sempat membunuh Rangkud dengan sisa-sisa tenaganya. Pembangunan kapal-kapal perang tersebut untuk kepentingan angkatan laut ayahnya. berkembang bebas.bawahan. Melihat istrinya meninggal. Masing-masing adalah keponakan dan menantu Sultan Trenggana. . Muk Ming dibantu masyarakat Cina yang muslim dan non muslim bekerja menyelesaikan 1. sebelah barat daya Kota Semarang. yaitu Sunan Kudus untuk merebut takhta Demak. yang kemudian diasuh bibinya. Rangkud setuju. Sunan mengakui kesalahannya telah membunuh Pangeran Seda Lepen. Pada tahun 1549 ia mengirim anak buahnya yang bernama Rangkud untuk membalas kematian ayahnya. Ternyata istri Sunan yang sedang berlindung di balik punggungnya ikut tewas pula. dan Gresik. Perang saudara terjadi.

[sunting] Kepustakaan • • • • Babad Tanah Jawi.H. 2007. Pigeaud. 2005. bacaan terkait atau pranala luar. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Pada tahun 1568. 1987. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Moedjianto. dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Lokasi ibukota Kesultanan Demak. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. Yogyakarta: LKIS Sultan Demak 1546—1549 Didahului oleh: Sultan Trenggono Digantikan oleh: Kesultanan Demak Dari Wikipedia bahasa Indonesia.J. (terj. ensiklopedia bebas Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. 2001. Yogyakarta: Narasi H.de Graaf dan T.). Yogyakarta: Kanisius Slamet Muljana. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa). Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto"). Runtuhnya Kerajaan Jindu-Jawa dan Timbulnya NegaraNegara Islam di Nusantara (terbitan ulang 1968). Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak. kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Terj. Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai "Demak Bintara". saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Daftar isi . Kesultanan Demak adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki. yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo.

yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Malang (1545). dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto . kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527.[rujukan?] yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Tuban (1527). kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu. Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan. Pada masa kepemimpinannya. secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo. Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar. Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati. saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Dengan adanya Portugis di Malaka. Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527). Di bawah Sultan Trenggana. pemuda asal Pasai (Sumatera). Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipatenkadipaten tersebut saling serang. Surabaya dan Pasuruan (1527). Madiun (1529).[sembunyikan] • • • • • • 1 Cikal-bakal 2 Di bawah Pati Unus 3 Di bawah Sultan Trenggana 4 Kemunduran 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Cikal-bakal Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut. [sunting] Di bawah Sultan Trenggana Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. [sunting] Di bawah Pati Unus Artikel utama untuk bagian ini adalah: Invasi Kesultanan Demak ke Malaka Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. 1546). dan Blambangan.

putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki. lihat Pandanaran (disambiguasi). [sunting] Lihat pula Ki Ageng Pandan Arang Dari Wikipedia bahasa Indonesia. namun kemudian lebih terkenal sebagai Sunan Bayat. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh.[sunting] Kemunduran Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Pandanaran I) adalah bupati pertama Semarang. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Dahulu Pragota berada sangat dekat dengan pantai. . Ki Ageng Pandan Arang (disebut juga Pandanaran. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya. yang diangkat oleh sultan Demak Bintara. yang sekarang adalah tempat bernama Bergota di kelurahan Randusari. Meskipun sezaman dengan para Wali Sanga. karena di tempat ia tinggal ditumbuhi oleh pohon asam yang jarangjarang (bahasa Jawa: asem arang). Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono. Konon nama Semarang diberikan olehnya. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. ia tidak termasuk ke dalamnya. cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Pandanaran beralih ke sini. Tokoh ini berkedudukan di Pragota. Untuk kegunaan lain dari Pandanaran. dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang. Tokoh ini juga dikenal sebagai penyebar Islam di daerah tersebut. Putranya dikenal dengan nama yang sama. Tanah Semarang diberikan kepada Pandan Arang oleh Sultan Demak. dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang. anak angkat Joko Tingkir. karena wilayah Kota Lama Semarang merupakan daratan baru yang terbentuk karena endapan dan proses pengangkatan kerak bumi. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Semarang Selatan.

atau Turki. [sunting] Rujukan • Budiman. Semarang Riwayatmu Dulu. Kartasura. Posisi sultan ketiga Demak kemudian diberikan kepada pamannya. Sukoharjo. Amen. Cerita lain bahkan menyebutkan ia adalah putra dari Brawijaya V. Kompleks keraton. yang meminta izin sultan Demak untuk berdagang dan menyebarkan Islam di daerah Pragota. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. mungkin dari Arab. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki. Semarang. Penerbit Satya Wacana.Asal-usul Pandan Arang tidak pasti. Persia. berada di perbatasan Kelurahan Pajang. Makamnya terletak di wilayah Kelurahan Mugassari. Daftar isi [sembunyikan] . yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja. meskipun sebagian besar babad menyatakan bahwa ia adalah putra dari Panembahan Sabrang Lor (sultan kedua Kesultanan Demak) yang menolak tahta karena lebih suka memilih mendalami spiritualitas. meskipun tidak ada bukti tertulis apa pun mengenainya. Semarang Selatan. bacaan terkait atau pranala luar. raja Majapahit terakhir. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Kesultanan pajang) Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. Kota Surakarta dan Desa Makamhaji. Izin diberikan baginya di daerah sebelah barat Demak. Kesultanan Pajang Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Kesultanan Pajang adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kesultanan Demak. Pendapat lain menyatakan bahwa ia adalah saudagar asing.

nama Pengging muncul kembali. Sejak saat itu Pengging menjadi daerah bawahan Kesultanan Demak. atau disingkat Bhre Pajang. Kisah ini dilanjutkan dengan dongeng berdirinya Candi Prambanan. bergelar Ki Ageng Pengging. Beberapa tahun kemudian Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh hendak memberontak terhadap Demak. yang bernama Raden Kebo Kenanga. [sunting] Kesultanan Pajang Menurut naskah babad. Putranya yang bergelar Jaka Tingkir setelah dewasa justru mengabdi ke Demak. Menurut Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. negeri Pengging disebut sebagai cikal bakal Pajang. Ketika Majapahit dipimpin oleh Brawijaya (raja terakhir versi naskah babad). ada seorang adik perempuan Hayam Wuruk (raja Majapahit saat itu) menjabat sebagai penguasa Pajang. musuh bebuyutan Prabu Baka raja Prambanan. Atas jasanya itu. Andayaningrat gugur di tangan Sunan Ngudung saat terjadinya perang antara Majapahit dan Demak. Ia kemudian digantikan oleh putranya. bergelar Bhatara i Pajang. Dikisahkan putri Brawijaya yang bernama Retno Ayu Pembayun diculik Menak Daliputih raja Blambangan putra Menak Jingga.• • • • • • • • 1 Asal-usul 2 Kesultanan Pajang 3 Perkembangan 4 Peran Wali Songo 5 Pemberontakan Mataram 6 Keruntuhan 7 Daftar Raja Pajang 8 Kepustakaan [sunting] Asal-usul Sesungguhnya nama negeri Pajang sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Cerita Rakyat yang sudah melegenda menyebut Pengging sebagai kerajaan kuno yang pernah dipimpin Prabu Anglingdriya. Nama aslinya adalah Dyah Nertaja. yang merupakan ibu dari Wikramawardhana. Jaka Sengara diangkat Brawijaya sebagai bupati Pengging dan dinikahkan dengan Retno Ayu Pembayun. Muncul seorang pahlawan bernama Jaka Sengara yang berhasil merebut sang putri dan membunuh penculiknya. raja Majapahit selanjutnya. Jaka Sengara kemudian bergelar Andayaningrat. . Dalam naskah-naskah babad.

Pada tahun 1568 Sultan Hadiwijaya dan para adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen. Majelis ini bersidang secara rutin selama periode tertentu dan ikut menentukan kebijakan politik Demak. Wilayah Pajang saat itu meliputi daerah Pengging (sekarang kira-kira mencakup Boyolali dan Klaten). Sepeninggal Sultan Trenggana. para adipati sepakat mengakui kedaulatan Pajang di atas negeri-negeri Jawa Timur. Dengan dukungan Ratu Kalinyamat (bupati Jepara putri Sultan Trenggana). Butuh. Pemimpinnya yang bernama Raden Pratanu alias Panembahan Lemah Dhuwur juga diambil sebagai menantu Sultan Hadiwijaya. [sunting] Perkembangan Pada awal berdirinya tahun 1549. raja baru pengganti Sultan Trenggana. wilayah Kesultanan Pajang hanya meliputi sebagian Jawa Tengah saja. karena negeri-negeri Jawa Timur banyak yang melepaskan diri sejak kematian Sultan Trenggana. sedikit banyak para wali masih berperan dalam pengambilan kebijakan politik Pajang. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546. Misalnya. yaitu Madura juga berhasil ditundukkan Pajang. dan menjadi bupati Pajang bergelar Hadiwijaya. peran Wali Songo ikut memudar. Panji Wiryakrama dari Surabaya (pemimpin persekutuan adipati Jawa Timur) dinikahkan dengan putri Sultan Hadiwijaya. majelis ulama Wali Songo memiliki peran penting. Ia pun menjadi pewaris takhta Kesultanan Demak. Ia juga menjadi mediator pertemuan Sultan Hadiwijaya dengan para adipati Jawa Timur tahun 1568. Dalam kesempatan itu. . [sunting] Peran Wali Songo Pada zaman Kesultanan Demak. Sunan Kalijaga juga pernah membantu Ki Ageng Pemanahan meminta haknya pada Sultan Hadiwijaya atas tanah Mataram sebagai hadiah sayembara menumpas Arya Penangsang. Sementara itu. Hadiwijaya dan para pengikutnya berhasil mengalahkan Arya Penangsang. namun kemudian tewas dibunuh sepupunya. Sunan Kudus bahkan terlibat pembunuhan terhadap Sunan Prawoto. Setelah itu. Sunan Prawoto naik takhta. Meskipun tidak lagi bersidang secara aktif.Prestasi Jaka Tingkir yang cemerlang dalam ketentaraan membuat ia diangkat sebagai menantu Sultan Trenggana. bahkan ikut mendirikan kerajaan tersebut. Negeri kuat lainnya. yang ibu kotanya dipindah ke Pajang. Sunan Prapen bertindak sebagai pelantik Hadiwijaya sebagai sultan. dan sekitarnya. Sebagai tanda ikatan politik. yaitu Arya Penangsang bupati Jipang tahun 1549. Tingkir (daerah Salatiga). Arya Penangsang juga berusaha membunuh Hadiwijaya namun gagal.

Pada tahun 1582 meletus perang Pajang dan Mataram karena Sutawijaya membela adik iparnya. dan menggantinya dengan Arya Pangiri. yaitu Tumenggung Mayang. namun Pangeran Benawa tetap menganggapnya sebagai saudara tua. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus berhasil naik takhta tahun 1583. Terjadi persaingan antara putra dan menantunya. Arya Penangsang tewas dikeroyok Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. [sunting] Pemberontakan Mataram Tanah Mataram dan Pati adalah dua hadiah Sultan Hadiwijaya untuk siapa saja yang mampu menumpas Arya Penangsang tahun 1549. Perang itu dimenangkan pihak Mataram meskipun pasukan Pajang jumlahnya lebih besar. Menurut laporan resmi peperangan. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. Hal itu membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang. daerah Mataram semakin hari semakin maju dan berkembang. Mungkin yang dimaksud dengan Sunan Kudus dalam naskah babad adalah Panembahan Kudus. Hal ini disebabkan karena Sultan Hadiwijaya mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir kerajaan yang lebih besar dari pada Pajang. Ramalan tersebut menjadi kenyataan ketika Mataram dipimpin Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan sejak tahun 1575. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan baru mendapatkan hadiahnya tahun 1556 berkat bantuan Sunan Kalijaga. . Ki Penjawi diangkat sebagai penguasa Pati sejak tahun 1549. Di bawah pimpinannya.Wali lain yang masih berperan menurut naskah babad adalah Sunan Kudus. yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri sebagai raja selanjutnya. [sunting] Keruntuhan Sepulang dari perang. Tokoh Sutawijaya inilah yang sebenarnya membunuh Arya Penangsang. merasa prihatin. Pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. ia berhasil menyingkirkan Pangeran Benawa dari jabatan putra mahkota. yang dihukum buang ke Semarang oleh Sultan Hadiwijaya. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Sepeninggal Sultan Hadiwijaya tahun 1582. Meskipun pada tahun 1582 Sutawijaya memerangi Sultan Hadiwijaya.

Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Sejarah Indonesia Modern (terj. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah Babad Tanah Jawi. 2001.H. 2000. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Yang menjadi bupati di sana ialah Pangeran Gagak Baning. Pangeran Benawa kemudian menjadi raja Pajang yang ketiga. 2007. Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Pangeran Benawa bergelar Sultan Prabuwijaya [sunting] Kepustakaan • • • • • • • • • • Andjar Any. Ia dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak. Yogyakarta: Media Ilmu Slamet Muljana. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya sehingga Pajang pun dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. [sunting] Daftar Raja Pajang 1. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Andjar Any.J.C. Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura 3.). adik Sutawijaya. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Rahasia Ramalan Jayabaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. Sejarah Raja-Raja Jawa. Ricklefs. 1979. Ranggawarsita & Sabdopalon. Sutawijaya sendiri mendirikan Kesultanan Mataram di mana ia sebagai raja pertama bergelar Panembahan Senopati. 1980. 1989.de Graaf dan T. Yogyakarta: Narasi H.). 1987. Pigeaud. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. 2007. Semarang: Aneka Ilmu Babad Majapahit dan Para Wali Jilid 3. (terj. 1991. Jakarta: Bhratara [sembunyikan] l•b•s . Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. Jaka Tingkir bergelar Sultan Hadiwijaya 2. Terj. 1979. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Raden Ngabehi Ronggowarsito.

Kerajaan di Jawa 0-600 (HinduBuddha Salakanagara · Tarumanagara · Sunda-Galuh · Kalingga · Kanjuruhan praMataram) 600-1500 (HinduBuddha) 1500sekarang (Islam) Mataram Hindu · Kahuripan · Janggala · Kadiri · Singasari · Majapahit · Pajajaran · Blambangan Demak · Pajang · Banten · Cirebon · Sumedang Larang · Mataram Islam · Kartasura · Surakarta · Yogyakarta · Mangkunagara · Paku Alam Joko Tingkir Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetil bila perlu. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Jaka Tingkir) Langsung ke: navigasi. Jaka Tingkir. kadang-kadang juga ditulis Joko Tingkir. tapi sumbernya masih belum jelas karena tak memiliki kutipan pada kalimat. cari Artikel ini sudah memiliki daftar catatan kaki. bergelar Sultan Adiwijaya. adalah pendiri sekaligus raja pertama Kesultanan Pajang yang memerintah tahun 1549-1582. bacaan terkait atau pranala luar. Daftar isi [sembunyikan] • • 1 Asal-usul 2 Mengabdi ke Demak .

• • • • • • • • 3 Menjadi Sultan Pajang 4 Sumpah setia Ki Ageng Mataram 5 Menundukkan Jawa Timur 6 Pemberontakan Sutawijaya 7 Kematian 8 Pengganti 9 Catatan kaki 10 Referensi [sunting] Asal-usul Nama aslinya adalah Mas Karèbèt. Sepuluh tahun kemudian. Nyai Ageng Pengging jatuh sakit dan meninggal pula. ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir. Beberapa waktu kemudian. Sebagai pelaksana hukuman ialah Sunan Kudus. Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak terhadap Kesultanan Demak. Sejak itu. Ada seorang pelamar bernama Dadungawuk yang sombong dan suka pamer. Jaka Tingkir pandai menarik simpati Sultan Trenggana sehingga ia diangkat menjadi kepala prajurit Demak berpangkat lurah wiratamtama. Ki Ageng Tingkir jatuh sakit dan meninggal dunia. Di sana ia tinggal di rumah Kyai Gandamustaka (saudara Nyi Ageng Tingkir) yang menjadi perawat Masjid Demak berpangkat lurah ganjur. Ki Ageng Pemanahan. Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang gemar bertapa. Ketika ia dilahirkan. dan dijuluki Jaka Tingkir. Jaka Tingkir . putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Jaka Tingkir bertugas menyeleksi penerimaan prajurit baru. Ki Juru Martani. dan dipersaudarakan dengan ketiga cucu Ki Ageng yaitu. Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir).[1] Kedua ki ageng ini adalah murid Syekh Siti Jenar. Ia juga berguru pada Ki Ageng Sela. Silsilah Jaka Tingkir : Andayaningrat (tidak diketahui nasabnya) + Ratu Pembayun (Putri Raja Brawijaya)→ Kebo kenanga (Putra Andayaningrat)+ Nyai Ageng Pengging→ Mas Karebet/Jaka Tingkir [sunting] Mengabdi ke Demak Babad Tanah Jawi selanjutnya mengisahkan. dan Ki Panjawi. Guru pertamanya adalah Sunan Kalijaga. Sepulang dari mendalang. Setelah kematian suaminya. Jaka Tingkir ingin mengabdi ke ibu kota Demak.

[sunting] Menjadi Sultan Pajang Prestasi Jaka Tingkir sangat cemerlang meskipun tidak diceritakan secara jelas dalam Babad Tanah Jawi. Kemudian Aryo Penangsang mengirim utusan untuk membunuh Adiwijaya di Pajang. Jaka Tingkir melepas seekor kerbau gila yang dinamakan sebagai Kebo Danu yang sudah diberi mantra (diberi tanah kuburan pada telinganya). Setelah tamat. Akibatnya. Jaka Tingkir menciptakan kerusuhan di Demak.menguji kesaktiannya dan Dadungawuk tewas hanya dengan menggunakan SADAK KINANG. kawanan tersebut kemudian membantu mendorong rakit sampai ke tujuan. Jaka Tingkir tampil menghadapi kerbau gila. Kerbau itu mengamuk menyerang pesanggrahan Sultan di mana tidak ada prajurit yang mampu melukainya. . Muncul kawanan siluman buaya menyerang mereka namun dapat ditaklukkan. tapi gagal. Pembunuhan-pembunuhan ini dilakukan dengan menggunakan Keris Kiai Setan Kober. Sepeninggal Sultan Trenggana tahun 1546. dan ia tampil sebagai pahlawan yang meredakannya. bahwa setelah dipecat. Jaka Tingkir kemudian berguru pada Ki Ageng Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro(saudara seperguruan ayahnya). Kerbau itu dengan mudah dibunuhnya. Pangeran Sekar merupakan adik Kandung Sultan Trenggono sekaligus juga merupakan murid pertama Sunan Kudus. Bahkan. tapi kemudian ia tewas dibunuh Arya Penangsang (sepupunya di Jipang) tahun 1549. Saat itu Sultan Trenggana sekeluarga sedang berwisata di Gunung Prawoto. yaitu Mas Manca. putri Sultan Trenggana. serta memberi mereka hadiah untuk mempermalukan Arya Penangsang. Selain itu Aryo Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri suami dari Ratu Kalinyamat yang menjadi bupati Jepara. Sultan Trenggana mengangkat kembali Jaka Tingkir menjadi lurah wiratamtama. dan Ki Wuragil. Arya Penangsang membunuh karena Sunan Prawoto sebelumnya membunuh karena Sunan Prawoto sebelumnya juga membunuh ayah Aryo Penangsang yang bernama Pangeran Sekar Seda Lepen sewaktu ia menyelesaikan salat ashar di tepi Bengawan Sore. Justru Adiwijaya menjamu para pembunuh itu dengan baik. Atas jasanya itu. Jaka Tingkir pun dipecat dari ketentaraan dan diusir dari Demak. Oleh karena itu. ia pun mendapatkan simpati Sultan kembali. ia kembali ke Demak bersama ketiga murid yang lain. Rombongan Jaka Tingkir menyusuri Sungai Kedung Srengenge menggunakan rakit. Ia juga menikahi Ratu Mas Cempa. Hal itu dapat dilihat dengan diangkatnya Jaka Tingkir sebagai Adipati Pajang bergelar Adipati Adiwijaya. Mas Wila. putranya yang bergelar Sunan Prawoto seharusnya naik takhta. Kisah dalam naskah-naskah babad tersebut seolah hanya kiasan.

Ratu Kalinyamat (adik Sunan Prawoto) mendesak Adiwijaya agar menumpas Aryo Penangsang karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan adipati Jipang tersebut. Sunan Kalijaga meminta Adiwijaya agar menepati janji karena sebagai raja ia adalah panutan rakyat. termasuk Ki Juru Martani. Pusat kerajaan tersebut kemudian dipindah ke Pajang dengan Adiwijaya sebagai sultan pertama. Adiwijaya segan memerangi Aryo Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak dan merupakan saudara seperguruan sama-sama murid Sunan Kudus. Mas Manca dijadikan patih bergelar Patih Mancanegara.Sepeninggal suaminya. Maka. Sebaliknya. Ki Ageng Pemanahan juga diwajibkan bersumpah setia kepada Pajang. tanah Mataram masih ditahan Adiwijaya. Tanah Mataram adalah bekas kerajaan kuno. Ki Ageng Pemanahan masih menunggu karena seolah-olah Sultan Adiwijaya menunda penyerahan tanah Mataram. Adiwijaya pun rela menyerahkan tanah Mataram pada kakak angkatnya itu. [sunting] Sumpah setia Ki Ageng Mataram Sesuai perjanjian sayembara. Barangsiapa dapat membunuh Aryo Penangsang akan mendapatkan tanah Pati dan mentaok/Mataram sebagai hadiah. Ki Ageng Pemanahan segan untuk meminta. bernama Kerajaan Mataram yang saat itu sudah tertutup hutan bernama Alas Mentaok. Adiwijaya pun mengadakan sayembara. Ki Ageng Pemanahan yang . Dalam perang itu. Sunan Kalijaga selaku guru tampil sebagai penengah kedua muridnya itu. membuka hutan tersebut menjadi desa Mataram. Ki Ageng bersedia. Ramalan itu didengarnya saat ia dilantik menjadi sultan usai kematian Arya Penangsang. alasan penundaan hadiah adalah dikarenakan rasa cemas Adiwijaya ketika mendengar ramalan Sunan Prapen bahwa di Mataram akan lahir sebuah kerajaan yang mampu mengalahkan kebesaran Pajang. Sayembara diikuti kedua cucu Ki Ageng Sela. Ki Juru Martani (kakak ipar Ki Ageng Pemanahan) berhasil menyusun siasat cerdik sehingga sehingga Sutawijaya (Anak Ki Ageng Pemanahan) dapat menewaskan Arya Penangsang setelah menusukkan Tombak Kyai Plered ketika Aryo Penangsang menyeberang Bengawan Sore dengan mengendarai Kuda Jantan Gagak Rimang. Sementara itu. Setelah peristiwa tahun 1549 tersebut. Meskipun hanya sebuah desa namun bersifat perdikan atau sima swatantra. yaitu Ki Ageng Pemanahan dan Ki Panjawi. Ternyata. Sampai tahun 1556. Ki Panjawi mendapatkan tanah Pati dan bergelar Ki Ageng Pati. Maka. sedangkan Mas Wila dan Ki Wuragil dijadikan menteri berpangkat ngabehi. Ki Ageng Pemanahan sekeluarga. Demak kemudian dijadikan Kadipaten dengan anak Suan Prawoto yang menjadi Adipatinya Sultan Adiwijaya juga mengangkat rekan-rekan seperjuangannya dalam pemerintahan.

Negeri-negeri di Jawa Timur yang tergabung dalam Persekutuan Adipati Bang Wetan saat itu dipimpin oleh Panji Wiryakrama bupati Surabaya. hanya diwajibkan menghadap ke Pajang secara rutin sebagai bukti kesetiaan tanpa harus membayar pajak dan upeti. Madura. Sepeninggal ayahnya tahun 1575. Waktu setahun berlalu dan Sutawijaya tidak datang menghadap. Mereka menemukan Sutawijaya bersikap kurang sopan dan terkesan ingin memberontak. [sunting] Pemberontakan Sutawijaya Sutawijaya adalah putra Ki Ageng Pemanahan yang juga menjadi anak angkat Sultan Adiwijaya. Mendengar ramalan tersebut. Persekutuan adipati tersebut sedang menghadapi ancaman invansi dari berbagai penjuru. Ia pun kembali mengirim utusan untuk menyelidiki kesetiaan Sutawijaya. Kali ini yang . Adiwijaya tidak lagi merasa cemas karena ia menyerahkan semuanya pada kehendak takdir. banyak daerah bawahan Demak yang melepaskan diri. Sunan Prapen untuk pertama kalinya berjumpa dengan Ki Ageng Pemanahan dan untuk kedua kalinya meramalkan bahwa Pajang akan ditaklukkan Mataram melalui keturunan Ki Ageng tersebut. Panji Wiryakrama diambil sebagai menantu Adiwijaya. Namun kedua pejabat senior itu pandai menenangkan hati Adiwijaya melalui laporan mereka yang disampaikan secara halus. Pada tahun 1568 Sunan Prapen penguasa Giri Kedaton menjadi mediator pertemuan antara Sultan Adiwijaya dengan para adipati Bang Wetan. Adiwijaya mendengar kemajuan Mataram semakin pesat.kemudian bergelar Ki Ageng Mataram. Dalam pertemuan tahun 1568 itu. karena sepeninggal Sultan Trenggana. Adiwijaya mengirim Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil untuk menanyakan kesetiaan Mataram. Tahun demi tahun berlalu. dan diberi hak untuk tidak menghadap selama setahun penuh. [sunting] Menundukkan Jawa Timur Saat naik takhta. Sunan Prapen berhasil meyakinkan para adipati sehingga mereka bersedia mengakui kedaulatan Kesultanan Pajang di atas negeri yang mereka pimpin. Selain itu. yaitu Pajang. kekuasaan Adiwijaya hanya mencakup wilayah Jawa Tengah saja. dan Blambangan. Sutawijaya menjadi penguasa baru di Mataram. Sebagai tanda ikatan politik. Adiwijaya juga berhasil menundukkan Madura setelah penguasa pulau itu yang bernama Raden Pratanu bergelar Panembahan Lemah Duwur Arosbaya menjadi menantunya.

Ketiganya dijamu dengan pesta oleh Sutawijaya. Adiwijaya semakin tergoncang mendengar Gunung Merapi tiba-tiba meletus dan laharnya ikut menerjang pasukan Pajang yang berperang dekat gunung tersebut. Sesampai di Pajang. Ibu Raden Pabelan yang merupakan adik perempuan Sutawijaya meminta bantuan ke Mataram. Sutawijaya sendiri adalah anak angkat Adiwijaya yang dianggapnya sebagai putra tertua.berangkat adalah Pangeran Benawa (putra mahkota). Adiwijaya berwasiat supaya anak-anak dan menantunya jangan ada yang membenci Sutawijaya. sehingga harus diusung dengan tandu. Adiwijaya alias Jaka Tingkir akhirnya meninggal dunia tahun 1582 tersebut. Ayah Pabelan yang bernama Tumenggung Mayang dijatuhi hukuman buang karena diduga ikut membantu anaknya. putra sulung Sutawijaya yang bernama Raden Rangga membunuh seorang prajurit Tuban yang didesak Arya Pamalad. yaitu kampung halaman ibu kandungnya. Adiwijaya menarik pasukannya mundur. Arya Pamalad melaporkan keburukan Sutawijaya. Di tengah jalan ia jatuh dari punggung gajah tunggangannya. Ia dimakamkan di desa Butuh. datang makhluk halus anak buah Sutawijaya bernama Ki Juru Taman memukul dada Adiwijaya. Pada tahun 1582 seorang keponakan Sutawijaya yang tinggal di Pajang. karena perang antara Pajang dan Mataram diyakininya sebagai takdir. sedangkan Pangeran Benawa menjelaskan kalau peristiwa pembunuhan tersebut hanya kecelakaan saja. ia singgah ke makam Sunan Tembayat namun tidak mampu membuka pintu gerbangnya. Selain itu. Sultan Adiwijaya menerima kedua laporan itu dan berusaha menahan diri. Pada cerita rakyat dinyatakan bahwa sebenarnya Sutawijaya adalah anak kandung Adiwijaya dengan anak Ki Ageng Sela. Hal itu dianggapnya sebagai firasat kalau ajalnya segera tiba. Arya Pamalad (menantu yang menjadi adipati Tuban). Adiwijaya melanjutkan perjalanan pulang. Pasukan Pajang bermarkas di Prambanan dengan jumlah lebih banyak. serta Patih Mancanegara. Arya Pamalad sendiri sejak awal kurang suka dengan Sutawijaya sekeluarga. bernama Raden Pabelan dihukum mati karena berani menyusup ke dalam keputrian menemui Ratu Sekar Kedaton (putri bungsu Adiwijaya). Dalam perjalanan pulang. namun menderita kekalahan. Sutawijaya pun mengirim utusan untuk merebut Tumenggung Mayang dalam perjalanan pembuangannya ke Semarang. Di tengah keramaian pesta. membuat sakitnya bertambah parah. Perang antara kedua pihak pun meletus. . Maka sesampainya di Pajang. [sunting] Kematian Perbuatan Sutawijaya itu menjadi alasan Sultan Adiwijaya untuk menyerang Mataram.

Raden Ngabehi Ronggowarsito. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.H. bergelar Sultan Ngawantipura. Putri-putrinya antara lain dinikahkan dengan Panji Wiryakrama Surabaya. 2000. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. 1980. Arya Pangiri sebenarnya adalah anak Sunan Prawoto. Yogyakarta: Media Ilmu Arya Pangiri Dari Wikipedia bahasa Indonesia.). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk. cari .de Graaf dan T.). 1991. dan Arya Pamalad Tuban. Pengging adalah daerah di wilayah Boyolali sekarang dan Tingkir merupakan tempat di dekat Salatiga. 1987. Adapun putri yang paling tua dinikahkan dengan Arya Pangiri bupati Demak.[sunting] Pengganti Sultan Adiwijaya memiliki beberapa orang anak. ^ Kedua nama "Ki Ageng" ini bukanlah nama asli tetapi nama sebutan yang terkait dengan asal daerah keduanya. Pigeaud. Ricklefs. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. Terj. 2007. 2001. Yogyakarta: Narasi H. Sejarah Raja-Raja Jawa. Sejarah Indonesia Modern (terj. Pangeran Benawa sang putra mahkota disingkirkan menjadi bupati Jipang. Arya Pangiri didukung Panembahan Kudus (pengganti Sunan Kudus) untuk menjadi raja. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. (terj. yang seharusnya memang menggantikan Sultan Trenggono menjadi Raja Demak. [sunting] Catatan kaki 1. Arya Pangiri pun menjadi raja baru di Pajang. [sunting] Referensi • • • • • • • Andjar Any.C. Raden Pratanu Madura. 2007. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Babad Tanah Jawi.J.

Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • 1 Asal-Usul 2 Arya Pangiri Sebagai Bupati Demak 3 Arya Pangiri Merebut Pajang 4 Pemerintahan Arya Pangiri 5 Kekalahan Arya Pangiri 6 Kepustakaan [sunting] Asal-Usul Arya Pangiri adalah putra Sunan Prawoto raja keempat Demak. putri tertua Sultan Hadiwijaya dan dijadikan sebagai bupati Demak. sehingga tidak pantas menjadi raja. [sunting] Arya Pangiri Merebut Pajang Sepeninggal Sultan Hadiwijaya akhir tahun 1582 terjadi permasalahan takhta di Pajang. yang tewas dibunuh Arya Penangsang tahun 1549. Pada tahun 1564 Sultan Ali Riayat Syah raja Aceh mengirim utusan meminta bantuan Demak untuk bersama mengusir Portugis dari Malaka. yang memerintah tahun 1583-1586 bergelar Sultan Ngawantipura. yaitu Ratu Kalinyamat di Jepara. Setelah dewasa. Putra mahkota yang bernama Pangeran Benawa disingkirkan Arya Pangiri dengan dukungan Sunan Kudus. Alasan Sunan Kudus adalah usia Pangeran Benawa lebih muda daripada istri Pangiri. Arya Pangiri dinikahkan dengan Ratu Pembayun.Arya Pangiri adalah adipati Demak yang berhasil menjadi raja kedua Kesultanan Pajang. [sunting] Arya Pangiri Sebagai Bupati Demak Kerajaan Aceh mencatat Arya Pangiri sebagai seorang bupati yang mudah curiga. Serangan itu gagal walaupun memakai meriam hadiah dari sultan Turki. Arya Penangsang kemudian tewas oleh sayembara yang diadakan Hadiwijaya bupati Pajang. . Tapi Arya Pangiri justru membunuh utusan tersebut. Pajang menjadi kerajaan berdaulat di mana Demak sebagai bawahannya. Sejak itu. Ia kemudian diasuh bibinya. Akhirnya pada tahun 1567 Aceh tetap menyerang Malaka tanpa bantuan Jawa.

yaitu Panembahan Kudus. Sebagian lagi pindah ke Jipang mengabdi pada Pangeran Benawa. Akhirnya diambilah keputusan untuk menyerbu Pajang. Kedua saudara angkat itu berunding di desa Weru. dan 400 orang seberang dapat ditaklukkan. Ia bahkan membentuk pasukan yang terdiri atas orang-orang bayaran dari Bali. istrinya. Bahkan. Ranggawarsita & Sabdopalon. 1979. [sunting] Pemerintahan Arya Pangiri Arya Pangiri menjadi raja Pajang sejak awal tahun 1583 bergelar Sultan Ngawantipura. Gabungan pasukan Mataram dan Jipang berangkat untuk menurunkan Arya Pangiri dari takhtanya. 2000 orang Demak. Sutawijaya mengembalikan Arya Pangiri ke Demak. Arya Pangiri melanggar wasiat mertuanya (Hadiwijaya) supaya tidak membenci Sutawijaya. karena Sunan Kudus sendiri sudah meninggal tahun 1550. dan Makassar untuk menyerbu Mataram. Tokoh Sunan Kudus yang diberitakan Babad Tanah Jawi perlu dikoreksi. Akibatnya. [sunting] Kekalahan Arya Pangiri Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya di Mataram. [sunting] Kepustakaan • Andjar Any. Mungkin tokoh yang mendukung Arya Pangiri tersebut adalah penggantinya. Rahasia Ramalan Jayabaya. Arya Pangiri sendiri tertangkap dan diampuni nyawanya atas permohonan Ratu Pembayun. Bugis. Semarang: Aneka Ilmu . banyak warga Pajang yang berubah menjadi perampok karena kehilangan mata pencaharian. Pasukan Arya Pangiri yang terdiri atas 300 orang Pajang. atau mungkin Pangeran Kudus. Ia mendatangkan orang-orang Demak untuk menggeser kedudukan para pejabat Pajang. Perang terjadi di kota Pajang. Arya Pangiri juga berlaku tidak adil terhadap penduduk asli Pajang. rakyat Pajang juga tersisih oleh kedatangan penduduk Demak.Pangeran Benawa yang berhati lembut merelakan takhta Pajang dikuasai Arya Pangiri sedangkan ia sendiri kemudian menjadi bupati Jipang Panolan (bekas negeri Arya Penangsang). serta mengangkat Pangeran Benawa sebagai raja baru di Pajang. Ia dikisahkan hanya peduli pada usaha untuk menaklukkan Mataram daripada menciptakan kesejahteraan rakyatnya.

Yogyakarta: Kanisius Purwadi. yang mendirikan Kesultanan Mataram. yang kemudian melahirkan Sultan Agung. Jakarta: Proyek Peningkatan Kesadaran Sejarah Nasional Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional M. Terj. Sejak kecil ia dipersaudarakan dengan Sutawijaya.• • • • • • Babad Tanah Jawi. Pangeran Benawa memiliki putri bernama Dyah Banowati yang menikah dengan Mas Jolang putra Sutawijaya. Sejarah Raja-Raja Jawa.). 2001.de Graaf dan T. Peranan Ratu Kalinyamat di jepara pada Abad XVI. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. anak angkat ayahnya. raja pertama Pajang. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. 2000.). Sejarah Indonesia Modern (terj. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647.J. Yogyakarta: Media Ilmu Pangeran Benawa Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Hayati dkk.H. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. 2007. (terj. Daftar isi [sembunyikan] • • • • 1 Silsilah Pangeran Benawa 2 Kisah Hidup Pangeran Benawa 3 Akhir Kesultanan Pajang 4 Kepustakaan [sunting] Silsilah Pangeran Benawa Pangeran Benawa adalah putra Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir. 1987. Ricklefs. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. 2007. raja terbesar Mataram. 1991. . cari Pangeran Benawa adalah raja ketiga Kesultanan Pajang yang memerintah tahun 15861587. Dyah Banowati bergelar Ratu Mas Adi.C. Yogyakarta: Narasi H. bergelar Sultan Prabuwijaya. Pigeaud.

[sunting] Akhir Kesultanan Pajang Naskah-naskah babad memberitakan versi yang berlainan tentang akhir pemerintahan Pangeran Benawa. Pangeran Benawa juga memiliki putra bernama Pangeran Radin. yaitu Arya Pangiri adipati Demak. sehingga warga asli Pajang banyak yang tersisih. Orang-orang Demak juga berdatangan. Gabungan pasukan Mataram dan Jipang berhasil mengalahkan Pajang. Sementara itu Benawa melaporkan kebaikan Sutawijaya. Persekutuan Benawa dan Sutawijaya terjalin. ada pula yang menyebut Benawa turun takhta menjadi ulama di Gunung Kulakan bergelar Sunan . Arya Pangiri dipulangkan ke Demak.Selain itu. Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Sutawijaya. penduduk Pajang sebagian menjadi penjahat karena kehilangan mata pencaharian. dan sebagian lagi mengungsi ke Jipang. Ia pernah ditugasi ayahnya untuk menyelidiki kesetiaan Sutawijaya terhadap Pajang. Sejak itu. Pangeran Benawa naik takhta menjadi raja baru di Pajang bergelar Sultan Prabuwijaya. [sunting] Kisah Hidup Pangeran Benawa Pangeran Benawa dikisahkan sebagai seorang yang lembut hati. Sesampai di Pajang. Arya Pangiri hanya sibuk menyusun usaha balas dendam terhadap Mataram. Namun Sutawijaya menolaknya. pujangga-pujangga besar Kasunanan Surakarta. Akibatnya. Pada tahun 1586 ia bersekutu dengan Sutawijaya untuk menurunkan Arya Pangiri dari takhta. dan berakhir dengan kematian Sultan Hadiwijaya. karena kakak iparnya itu dianggap kurang adil dalam memerintah. Arya Pamalad melaporkan keburukan Sutawijaya. Ada yang menyebut Benawa meninggal dunia tahun 1587. Dikisahkan. Ia hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram. Waktu itu Benawa berangkat bersama Arya Pamalad (kakak iparnya yang menjadi adipati Tuban) dan Patih Mancanegara. Benawa kemudian menjadi adipati Jipang Panolan. Putra sulung Sutawijaya yang bernama Raden Rangga tidak sengaja membunuh seorang prajurit Tuban. bahwa Mataram berniat memberontak terhadap Pajang. membuat Arya Pamalad mengajak rombongan pulang. Sutawijaya akhirnya terbukti memerangi Pajang tahun 1582. Sutawijaya menjamu ketiga tamunya dengan pesta. yang kelak menurunkan Yosodipuro dan Ronggowarsito. bahwa terbunuhnya prajurit Tuban karena ulahnya sendiri. Pangeran Benawa yang seharusnya naik takhta disingkirkan oleh kakak iparnya.

Ranggawarsita & Sabdopalon. dan kemudian menjadi bawahan Mataram. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti Moedjianto.Parakan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa Pangeran Benawa menuju ke arah barat dan membangun sebuah pemerintahan yang sekarang bernama Pemalang.J. Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Pada tahun 1524/1525. Yogyakarta: Media Ilmu Kesultanan Banten Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. Yang diangkat menjadi bupati di Pajang ialah Pangeran Gagak Baning adik Sutawijaya. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. 1987. de Graaf dan T. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Yogyakarta: Narasi H. ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Kesultanan banten) Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Sepeninggal Benawa. Semarang: Aneka Ilmu Babad Tanah Jawi. Pigeaud. Konon beliau juga meninggal di Pemalang. (terj. 2007. 2001. Setelah meninggal.). di desa Penggarit. Rahasia Ramalan Jayabaya.H. Sejarah Raja-Raja Jawa. Gagak Baning digantikan putranya yang bernama Pangeran Sidawini. Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu Andjar Any. 1980. [sunting] Kepustakaan • • • • • • Andjar Any. Kesultanan Pajang berakhir pula. Terj. 1979. 2007. Raden Ngabehi Ronggowarsito. Sunan Gunung Jati dari Cirebon dibantu pasukan . cari Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat.

Menurut sumber Portugis. sebelumnya Banten merupakan salah satu pelabuhan utama Kerajaan Sunda selain pelabuhan Pontang. Saat itu Pelabuhan . salah satu dari pelabuhan kerajaan Sunda. Sunda Kalapa dan Cimanuk. Daftar isi [sembunyikan] • • • 1 Sejarah o 1.1 Puncak kejayaan o 1.Demak menduduki pelabuhan Banten. Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kesultanan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda.2 Masa kekuasaan Sultan Haji o 1. Perang ini dimenangkan oleh Kesultanan Banten karena dibantu oleh para ulama. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf. Cigede.3 Penghapusan kesultanan 2 Daftar pemimpin Kesultanan Banten 3 Referensi o 3. [sunting] Puncak kejayaan Wilayah Kekuasaan Banten Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fath Abdul Fatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa.2 Pranala luar 4 Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten/Jakarta • [sunting] Sejarah Anak dari Sunan Gunung Jati atau Fatahillah (Faletehan) yaitu Maulana Hasanudin menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570).1 Sumber o 3. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara. dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Cirebon dan Demak. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kesultanan Banten. Tamgara (Tangerang).

1580 Maulana Muhammad 1585 . Herman William Daendels tahun 1808. Surat itu kemudian dikuatkan dengan surat perjanjian tanggal 22 Agustus 1682 yang membuat VOC memperoleh hak monopoli perdagangan lada di Lampung. tepatnya pada 12 Maret 1682.[1] [sunting] Daftar pemimpin Kesultanan Banten • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Sunan Gunung Jati Sultan Maulana Hasanudin 1552 . Wilayah kekuasaannya meliputi sisa kerajaan Sunda yang tidak direbut kesultanan Mataram dan serta wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. [sunting] Masa kekuasaan Sultan Haji Pada zaman pemerintahan Sultan Haji. Admiral kapal VOC di Batavia yang sedang berlabuh di Banten.1640 (dianugerahi gelar tersebut pada tahun 1048 H (1638) oleh Syarif Zaid.1687 Abdul Fadhl / Sultan Yahya (1687-1690) Abul Mahasin Zainul Abidin (1690-1733) Muhammad Syifa Zainul Ar / Sultan Arifin (1750-1752) Muhammad Wasi Zainifin (1733-1750) Syarifuddin Artu Wakilul Alimin (1752-1753) Muhammad Arif Zainul Asyikin (1753-1773) Abul Mafakir Muhammad Aliyuddin (1773-1799) Muhyiddin Zainush Sholihin (1799-1801) Muhammad Ishaq Zainul Muttaqin (1801-1802) Wakil Pangeran Natawijaya (1802-1803) Aliyuddin II (1803-1808) Wakil Pangeran Suramanggala (1808-1809) Muhammad Syafiuddin (1809-1813) . Tragedi ini menjadi klimaks dari penghancuran Surasowan oleh GubernurJenderal Belanda. Piagam Bojong menunjukkan bahwa tahun 1500 hingga 1800 Masehi Lampung dikuasai oleh kesultanan Banten. Sultan Muhamad Syafiuddin dilucuti dan dipaksa turun takhta oleh Thomas Stamford Raffles. [sunting] Penghapusan kesultanan Kesultanan Banten dihapuskan tahun 1813 oleh pemerintah kolonial Inggris. wilayah Lampung diserahkan kepada VOC.1570 Maulana Yusuf 1570 . Syarif Makkah saat itu.Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Pada tahun itu.1590 Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 .[2]) Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 .1650 Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680 Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 . seperti tertera dalam surat Sultan Haji kepada Mayor Issac de Saint Martin.

Harian Kompas. 22 Desember 2003. 2. 26 Oktober 2006 (id)Kesultanan Banten? Wallahualam…. ^ Memimpikan Takhta Kesultanan Banten. Republika.• Muhammad Rafiuddin (1813-1820) [sunting] Referensi [sunting] Sumber 1. 7 September 2003 (id)Ribuan Peziarah Serbu Masjid Agung Banten. ^ Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia [sunting] Pranala luar • • • • (id)Sia-sia. Harian Kompas. Kesultanan Cirebon Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Senin. TempoInteraktif. Harian Kompas. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. ensiklopedia bebas . 28 Maret 2003 (id)Menunggu Kembalinya Sultan Banten. Kalau Bangkitkan Sosok Sultan Banten. 26 April 2003 [sunting] Garis waktu kerajaan-kerajaan di Jawa Barat/Banten/Jakarta Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan.

(Dialihkan dari Kesultanan cirebon) Akurasi Terperiksa Langsung ke: navigasi. –1479) o 3.4 Panembahan Ratu I (1570-1649) o 3.2 Sunan Gunung Jati (1479-1568) o 3.1 Ki Gedeng Tapa o 2.1 Pangeran Cakrabuana (….5 Panembahan Ratu II (1649-1677) 4 Terpecahnya Kesultanan Cirebon o 4. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • 1 Sejarah 2 Perkembangan awal o 2.2 Perpecahan II (1807) 5 Masa kolonial dan kemerdekaan 6 Perkembangan terakhir 7 Lihat pula 8 Referensi [sunting] Sejarah Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. karena di sana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa.2 Ki Gedeng Alang-Alang 3 Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) o 3. Cirebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. . yaitu kebudayaan Cirebon yang tidak didominasi kebudayaan Jawa maupun kebudayaan Sunda.1 Perpecahan I (1677) o 4.3 Fatahillah (1568-1570) o 3. membuatnya menjadi pelabuhan dan "jembatan" antara kebudayaan Jawa dan Sunda sehingga tercipta suatu kebudayaan yang khas. dan merupakan pangkalan penting dalam jalur perdagangan dan pelayaran antar pulau. agama. cari Kesultanan Cirebon adalah sebuah kesultanan Islam ternama di Jawa Barat pada abad ke-15 dan 16 Masehi. Lokasinya di pantai utara pulau Jawa yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. yang lama-kelamaan berkembang menjadi sebuah desa yang ramai dan diberi nama Caruban (Bahasa Sunda: campuran).

Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inilah berkembanglah sebutan cai-rebon (Bahasa Sunda:. Selain itu. Ia mulai membuka hutan ilalang dan membangun sebuah gubug dan sebuah tajug (Jalagrahan) pada tanggal 1 Syura 1358 (tahun Jawa) bertepatan dengan tahun 1445 Masehi. yang tak lain adalah puteri dari Ki Gedeng Tapa. [sunting] Masa Kesultanan Cirebon (Pakungwati) [sunting] Pangeran Cakrabuana (…. Setelah Ki Gedeng Alang-alang wafat. air rebon) yang kemudian menjadi Cirebon. Sebagai Pangraksabumi atau wakilnya. Cirebon. mulailah para pendatang mulai menetap dan membentuk masyarakat baru di desa Caruban. . Ia mempunyai dua orang saudara seibu. Nama kecilnya adalah Raden Walangsungsang. Sejak saat itu. Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya.bahasa. petis. yaitu putra Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subanglarang atau Subangkranjang. diangkatlah Raden Walangsungsang. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber daya alam dari pedalaman. setelah remaja dikenal dengan nama Kian Santang. [sunting] Ki Gedeng Alang-Alang Kuwu atau kepala desa Caruban yang pertama yang diangkat oleh masyarakat baru itu adalah Ki Gedeng Alang-alang. maka berkembanglah pekerjaan menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi. yaitu Nyai Lara Santang/ Syarifah Mudaim dan Raden Sangara. Putera pertama Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari istrinya yang kedua bernama SubangLarang (puteri Ki Gedeng Tapa). Walangsungsang yang juga bergelar Ki Cakrabumi diangkat menjadi penggantinya sebagai kuwu yang kedua. dan garam. dan mata pencaharian yang berbeda-beda untuk bertempat tinggal atau berdagang. adat istiadat. [sunting] Perkembangan awal [sunting] Ki Gedeng Tapa Ki Gedeng Tapa (atau juga dikenal dengan nama Ki Gedeng Jumajan Jati) adalah seorang saudagar kaya di pelabuhan Muarajati. –1479) Pangeran Cakrabuana adalah keturunan Pajajaran. Mengingat pada awalnya sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan. Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat. dengan gelar Pangeran Cakrabuana.

[sunting] Fatahillah (1568-1570) Kekosongan pemegang kekuasaan itu kemudian diisi dengan mengukuhkan pejabat keraton yang selama Sunan Gunung Jati melaksanakan tugas dakwah. Setelah Sunan Gunung Jati wafat. melainkan lalu mendirikan istana Pakungwati dan membentuk pemerintahan di Cirebon.Sebagai anak sulung dan laki-laki ia tidak mendapatkan haknya sebagai putera mahkota Pakuan Pajajaran. Sunan Gunung Jati kemudian diyakini sebagai pendiri dinasti raja-raja Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Banten serta penyebar agama Islam di Jawa Barat seperti Majalengka. Prabu Surawisesa. dan memerintah Cirebon secara resmi menjadi raja sejak tahun 1568. Namun. . yang usai menunaikan ibadah haji kemudian disebut Haji Abdullah Iman. sementara saat itu (abad 16) ajaran agama mayoritas di Pajajaran adalah Sunda Wiwitan (agama leluhur orang Sunda) Hindu dan Budha. Kuningan. Ketika kakeknya Ki Gedeng Tapa yang penguasa pesisir utara Jawa meninggal. Fatahillah menduduki takhta kerajaan Cirebon hanya berlangsung dua tahun karena ia meninggal dunia pada tahun 1570. Sunda Kelapa. tampil sebagai "raja" Cirebon pertama yang memerintah dari keraton Pakungwati dan aktif menyebarkan agama Islam kepada penduduk Cirebon. Pada mulanya calon kuat pengganti Sunan Gunung Jati ialah Pangeran Dipati Carbon. kedudukannya kemudian digantikan putra adiknya.ibunya). dan Banten. Walangsungsang tidak meneruskan kedudukan kakeknya. Putra Pangeran Pasarean. yang dianggap sebagai pendiri pertama Kesultanan Cirebon adalah Walangsungsang atau Pangeran Cakrabuana. cucu Sunan Gunung Jati. [sunting] Sunan Gunung Jati (1479-1568) Pada tahun 1479 M. anak laki-laki Prabu Siliwangi dari istrinya yang ketiga Nyai Cantring Manikmayang. Fatahillah kemudian naik takhta. dua tahun setelah Sunan Gunung Jati wafat dan dimakamkan berdampingan dengan makam Sunan Gunung Jati di Gedung Jinem Astana Gunung Sembung. Nyai Rarasantang dari hasil perkawinannya dengan Syarif Abdullah dari Mesir. Pangeran Cakrabuana. Pangeran Dipati Carbon meninggal lebih dahulu pada tahun 1565. Hal ini disebabkan oleh karena ia memeluk agama Islam (diturunkan oleh Subanglarang . yakni Syarif Hidayatullah (1448-1568) yang setelah wafat dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati dengan gelar Tumenggung Syarif Hidayatullah bin Maulana Sultan Muhammad Syarif Abdullah dan bergelar pula sebagai Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panatagama Awlya Allah Kutubid Jaman Khalifatur Rasulullah. pemerintahan dijabat oleh Fatahillah atau Fadillah Khan. Dengan demikian. Pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada Kesultanan Cirebon dimulailah oleh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Kawali (Galuh). Posisinya digantikan oleh adiknya. terjadilah kekosongan jabatan pimpinan tertinggi kerajaan Islam Cirebon.

yang saat itu sedang memerangi Amangkurat I dari Mataram. tinggi makam Panembahan Girilaya adalah sejajar dengan makam Sultan Agung di Imogiri. Sultan Ageng Tirtayasa kemudian mengirimkan pasukan dan kapal perang untuk membantu Trunojoyo. maka kedua putra Panembahan Girilaya yang ditahan akhirnya dapat dibebaskan dan dibawa kembali ke Cirebon untuk kemudian juga dinobatkan sebagai penguasa Kesultanan Cirebon. maka terjadi kekosongan penguasa. Panembahan Girilaya pada masa pemerintahannya terjepit di antara dua kekuatan kekuasaan. yaitu Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram. Dengan bantuan Trunojoyo. Pangeran Emas kemudian bergelar Panembahan Ratu I dan memerintah Cirebon selama kurang lebih 79 tahun. Kondisi ini memuncak dengan meninggalnya Panembahan Girilaya di Kartasura dan ditahannya Pangeran Martawijaya dan Pangeran Kartawijaya di Mataram. Kabupaten Bantul. karena Panembahan Girilaya dan Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten adalah sama-sama keturunan Pajajaran. oleh karena tidak ada calon lain yang layak menjadi raja. Menurut beberapa sumber di Imogiri maupun Girilaya. Pangeran Rasmi kemudian menggunakan nama gelar ayahnya almarhum yakni Panembahan Adiningkusuma yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Panembahan Girilaya atau Panembahan Ratu II. dekat dengan makam raja raja Mataram di Imogiri. karena ayah Pangeran Rasmi yaitu Pangeran Seda ing Gayam atau Panembahan Adiningkusumah meninggal lebih dahulu.[sunting] Panembahan Ratu I (1570-1649) Sepeninggal Fatahillah. . di bukit Girilaya. pemerintahan Kesultanan Cirebon dilanjutkan oleh cucunya yang bernama Pangeran Rasmi atau Pangeran Karim. Banten merasa curiga sebab Cirebon dianggap lebih mendekat ke Mataram (Amangkurat I adalah mertua Panembahan Girilaya). Sultan Ageng Tirtayasa segera menobatkan Pangeran Wangsakerta sebagai pengganti Panembahan Girilaya. [sunting] Panembahan Ratu II (1649-1677) Setelah Panembahan Ratu I meninggal dunia pada tahun 1649. takhta kerajaan jatuh kepada cucu Sunan Gunung Jati yaitu Pangeran Emas putra tertua Pangeran Dipati Carbon atau cicit Sunan Gunung Jati. [sunting] Terpecahnya Kesultanan Cirebon Dengan kematian Panembahan Girilaya. atas tanggung jawab pihak Banten. Makamnya di Jogjakarta. Panembahan Girilaya adalah menantu Sultan Agung Hanyakrakusuma dari Kesultanan Mataram. Mataram dilain pihak merasa curiga bahwa Cirebon tidak sungguh-sungguh mendekatkan diri.

di mana seorang sultan akan menurunkan takhtanya kepada anak laki-laki tertua dari permaisurinya. dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723) Pangeran Wangsakerta. suksesi kekuasaan sejak tahun 1677 berlangsung sesuai dengan tradisi keraton. Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. yaitu Sultan Sepuh. yaitu Kesultanan Kacirebonan. dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya. dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703) Sultan Kanoman. mereka mempunyai wilayah kekuasaan penuh. dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. rakyat. Sementara tahta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811). akan dicari cucu atau cicitnya. sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713). Sebagai sultan. Dalam tradisi kesultanan di Cirebon. Jika tidak ada. Pangeran Martawijaya. maka orang lain yang dapat memangku jabatan itu sebagai pejabat sementara. ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan. dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya. [sunting] Masa kolonial dan kemerdekaan . Perubahan gelar dari Panembahan menjadi Sultan bagi dua putra tertua Pangeran Girilaya ini dilakukan oleh Sultan Ageng Tirtayasa. para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah: • • • Sultan Keraton Kasepuhan. Sultan Anom. Dengan demikian. [sunting] Perpecahan II (1807) Suksesi para sultan selanjutnya pada umumnya berjalan lancar. karena keduanya dilantik menjadi Sultan Cirebon di ibukota Banten. Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan. pecahan dari Kesultanan Kanoman. cukup dengan gelar pangeran. akan tetapi berdiri sebagai kaprabonan (paguron). Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon. dan keraton masing-masing. dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Pangeran Kartawijaya.[sunting] Perpecahan I (1677) Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon. yaitu Pangeran Raja Kanoman. sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803). Jika terpaksa. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi. yaitu tempat belajar para intelektual keraton.

Kesultanan Cirebon turut serta dalam berbagai upacara dan perayaan adat masyarakat dan telah beberapa kali ambil bagian dalam Festival Keraton Nusantara (FKN).100 Hektar. Aan Merdeka. wilayah Kesultanan Cirebon menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. 1906 No. Puncaknya terjadi pada tahuntahun 1906 dan 1926. wilayah Kesultanan Cirebon tercakup dalam Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. antara Pangeran Raja Muhammad Emirudin dan Pangeran Elang Muhammad Saladin. pemerintah Kolonial Belanda pun semakin dalam ikut campur dalam mengatur Cirebon. sehingga semakin surutlah peranan dari keraton-keraton Kesultanan Cirebon di wilayah-wilayah kekuasaannya. dengan penduduk sekitar 20. Meskipun demikian keraton-keraton yang ada tetap menjalankan perannya sebagai pusat kebudayaan masyarakat khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Dr. Masa Lalu dan Kini. untuk pengangkatan tahta Sultan Kanoman XII. 122 dan Stlb. [sunting] Lihat pula • • Kota Cirebon Kabupaten Cirebon [sunting] Referensi • • Wildan. Surutnya Kekuasaan Kesultanan Cirebon. Edisi Kamis 17 Juni 2004 [2] .450 hektar. Edisi Selasa. dimana kekuasaan pemerintahan Kesultanan Cirebon secara resmi dihapuskan dengan disahkannya Gemeente Cheirebon (Kota Cirebon). sedangkan Keraton Kanoman sebagai istana Sultan Anom berdiri tahun 1622. H.Sesudah kejadian tersebut. Secara umum. Cirebon. Pikiran Rakyat. [sunting] Perkembangan terakhir Setelah masa kemerdekaan Indonesia. 1926 No. Kesultanan Cirebon tidak lagi merupakan pusat dari pemerintahan dan pengembangan agama Islam. telah terjadi konflik internal di keraton Kanoman. Keraton Kasepuhan sebagai istana Sultan Sepuh dianggap yang paling penting karena merupakan keraton tertua yang berdiri tahun 1529. dan yang terkemudian adalah Keraton Kacirebonan dan Keraton Kaprabonan. Pelantikan kedua sultan ini diperkirakan menimbulkan perpecahan di kalangan kerabat keraton tersebut. Pada awal bulan Maret 2003. 370). Pikiran Rakyat. yang mencakup luas 1. yang secara administratif masing-masing dipimpin oleh pejabat pemerintah Indonesia yaitu walikota dan bupati. Tahun 1942. Kota Cirebon kembali diperluas menjadi 2. M.000 jiwa (Stlb. Umumnya. 8 Juni 2004 [1] Permana.Hum.Dadan. Pada masa kemerdekaan.

Susuhunan (Sunan). II Pajang . Sultan Panembahan . ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi.Pemberontakan Trunajaya/Penaklukan Susuhunan Ngalogo Ing 28 November 1681 . t. 1584 Senopati Susuhunan Ing Ngalogo .1677-1681 Buwono Hamangku Sejarah . cari Nagari Mataram [[Kesultanan Pajang| ← ]] 1588–1681 Kota 1613) [[Kasunanan Kartasura| → ]] Gede (1588- Ibu kota Kerta (1613-1647) Pleret (1647-1681) Bahasa Jawa Agama Islam Pemerintahan Monarki absolut Panembahan.wafat Rat (pengasingan) Sultan III 1588 (Paku I).Kesultanan Mataram Dari Wikipedia bahasa Indonesia.1588-1601.

Mangkunagaran juga memiliki sebuah enklave di Yogyakarta. Kelak enklave-enklave ini dihapus. putra dari Ki Ageng Pemanahan. sistem persawahan di Pantura Jawa Barat. politik feodal di Pasundan. Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim. Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya. penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan. berpusat di "Bumi Mentaok" yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. termasuk Madura. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang. yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati). Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini. Daftar isi [sembunyikan] . serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang. namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta. Pada peta ini terlihat bahwa Kasunanan Surakarta memiliki banyak enklave di wilayah Kasultanan Yogyakarta dan wilayah Belanda. setelah Perang Diponegoro.Peta Mataram Baru yang telah dipecah menjadi empat kerajaan pada tahun 1830.

ia tidak lagi menggunakan gelar sultan. mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. "kertå".• • • • • • 1 Masa awal 2 Sultan Agung 3 Terpecahnya Mataram 4 Peristiwa Penting 5 Lihat pula 6 Pranala luar [sunting] Masa awal Sutawijaya naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Pemerintahan Prabu Hanyokrowati tidak berlangsung lama karena beliau wafat karena kecelakaan saat sedang berburu di hutan Krapyak. Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak . Karena itu ia juga disebut Susuhunan Seda Krapyak atau Panembahan Seda Krapyak yang artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak. [sunting] Sultan Agung Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. dan Jawa Timur sekarang). melainkan "sunan" (dari "Susuhunan" atau "Yang Dipertuan"). [sunting] Terpecahnya Mataram Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Pleret (1647). Selain itu. Sesudah ia meninggal (dimakamkan di Kotagede) kekuasaan diteruskan putranya Mas Jolang yang setelah naik tahta bergelar Prabu Hanyokrowati. Pusat pemerintahan berada di Mentaok. Ternyata Adipati Martoputro menderita penyakit syaraf sehingga tahta beralih ke putra sulung Mas Jolang yang bernama Mas Rangsang. Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia. Setelah itu tahta beralih sebentar ke tangan putra keempat Mas Jolang yang bergelar Adipati Martoputro. kemudian dipindah ke Kotagede. Ia memindahkan lokasi kraton ke Kerta (Jw. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan. DIY. Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I). maka muncul sebutan pula "Mataram Kerta"). Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri). Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini. tidak jauh dari Kerta. wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kirakira gabungan Jawa Tengah.

Gelar pertama yang digunakan adalah Panembahan Hanyakrakusuma atau "Prabu Pandita Hanyakrakusuma". Akibatnya Mataram memiliki dua raja dan ini menyebabkan perpecahan internal. 1601 . Kekacauan politik baru dapat diselesaikan pada masa Pakubuwana III setelah pembagian wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta tanggal 13 Februari 1755. Amangkurat IV (1719-1726). sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. 1587 . Mas Jolang yang bergelar Panembahan Hanyakrawati dan kemudian dikenal sebagai "Panembahan Seda ing Krapyak" karena wafat saat berburu (jawa: krapyak). Karena sering sakit. Berakhirlah era Mataram sebagai satu kesatuan politik dan wilayah.Ki Ageng Pemanahan dihadiahi wilayah Mataram oleh Sultan Pajang Adiwijaya atas jasanya mengalahkan Arya Penangsang. putra Ki Ageng Pemanahan sebagai penguasa baru di Mataram.ketidakpuasan dan pemberontakan. VOC tidak menyukai Amangkurat III karena menentang VOC sehingga VOC mengangkat Pakubuwana I (Puger) sebagai raja. 1588 . di sebelah timur kota Karanganyar. Sutawijaya dan pasukannya selamat.Panembahan Senopati wafat dan digantikan putranya. [sunting] Peristiwa Penting • • • • • • • 1558 . sekitar 5km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar. Pengganti Amangkurat II berturut-turut adalah Amangkurat III (1703-1708). Pembagian wilayah ini tertuang dalam Perjanjian Giyanti (nama diambil dari lokasi penandatanganan. kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680).Ki Ageng Pemanahan meninggal. kemudian digantikan oleh kakaknya Raden Mas Rangsang. Amangkurat II (Amangkurat Amral). Pada masanya. Setelah Menaklukkan Madura beliau menggunakan gelar "Susuhunan Hanyakrakusuma". Pada masanya. Pakubuwana I (1704-1719). Penggantinya. Jawa Tengah).Pasukan Kesultanan Pajang yang akan menyerbu Mataram porak-poranda diterjang badai letusan Gunung Merapi. Walaupun demikian sebagian masyarakat Jawa beranggapan bahwa Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta adalah "ahli waris" dari Kesultanan Mataram.Mataram menjadi kerajaan dengan Sutawijaya sebagai Sultan. bergelar "Ngabehi Loring Pasar" (karena rumahnya di utara pasar). Terakhir setelah 1640-an beliau menggunakan gelar bergelar "Sultan Agung Senapati Ingalaga Abdurrahman" . 1584 . Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. 1577 . Pakubuwana II (1726-1749). 1613 .Mas Jolang wafat. Amangkurat III memberontak dan menjadi "king in exile" hingga tertangkap di Batavia lalu dibuang ke Ceylon. Sultan Pajang mengangkat Sutawijaya. kemudian digantikan oleh putranya Pangeran Aryo Martoputro. terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC.Ki Ageng Pemanahan membangun istananya di Pasargede atau Kotagede. bergelar "Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama" artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragama.

Susuhunan Amangkurat II memindahkan ibukota ke Kartasura.Dengan bantuan VOC Pangeran Puger ditahtakan sebagai Susuhunan Paku Buwono I.Pangeran Puger diturunkan dari tahta Pleret. Pangeran Puger yang diserahi tanggung jawab atas ibukota Pleret mulai memerintah dengan gelar Susuhunan Ing Ngalaga. 1746 . Susuhunan Paku Buwana II berada dalam pengasingan. 1726 . 1680 . 1703 . 1742 .Sultan Agung wafat dan digantikan putranya Susuhunan Amangkurat I. Namun secara de facto Mataram baru dapat ditundukkan sepenuhnya pada 1830.Susuhunan Paku Buwono I meninggal dan digantikan putra mahkota dengan gelar Susuhunan Amangkurat IV atau Prabu Mangkurat Jawa. Awal Perang Tahta II (1719-1723). Mangkubumi. Putra Mahkota dilantik menjadi Susuhunan Amangkurat II di pengasingan. 12 Desember Di Yogyakarta. Sebuah perjanjian sangat berat (menggadaikan kedaulatan Mataram kepada VOC selama belum dapat melunasi hutang biaya perang) bagi Mataram dibuat oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai imbalan atas bantuan VOC. 1645 . P. 1719 . Perpecahan Mangkubumi-RM Said.Pertentangan dan perpecahan dalam keluarga kerajaan Mataram. 1749 .1677 . • 1752 . P.Susuhunan Amangkurat III wafat. 1704 . meninggalkan istana. . 1745 . Konflik Istana menyebabkan saudara Susuhunan.11 Desember Susuhunan Paku Buwono II menandatangani penyerahan kedaulatan Mataram kepada VOC.Susuhunan Paku Buwana II membangun ibukota baru di desa Sala di tepian Bengawan Beton. Awal Perang Tahta I (1704-1708). 1681 .Ibukota Kartasura dikuasai pemberontak. yang dimanfaatkan oleh VOC. 1708 . Susuhunan Amangkurat I mangkat.Susuhunan Paku Buwana II secara resmi menempati ibukota baru yang dinamai Surakarta. 15 Desember van Hohendorff mengumumkan Putra Mahkota sebagai Susuhunan Paku Buwono III.• • • • • • • • • • • • • • • 1645 .Trunajaya merangsek menuju Ibukota Pleret. 1743 . Mangkubumi diproklamirkan sebagai Susuhunan Paku Buwono oleh para pengikutnya. Meletus Perang Tahta III yang berlangsung lebih dari 10 tahun (1746-1757) dan mencabik Kerajaan Mataram menjadi dua Kerajaan besar dan satu kerajaan kecil. 1677 .Mangkubumi berhasil menggerakkan pemberontakan di provinsi-provinsi Pasisiran (daerah pantura Jawa) mulai dari Banten sampai Madura.Susuhunan Amangkurat IV meninggal dan digantikan Putra Mahkota yang bergelar Susuhunan Paku Buwono II.Dengan bantuan VOC Ibukota Kartasura berhasil direbut dari tangan pemberontak dengan keadaan luluh lantak. Putra mahkota diangkat menjadi Susuhunan Amangkurat III. Susuhunan Amangkurat III membentuk pemerintahan pengasingan.Susuhunan Amangkurat III ditangkap dan dibuang ke Srilanka sampai wafatnya pada 1734.

• • • • • • • • • 1754 .Perpecahan kembali melanda Mataram.Perpecahan kembali melanda Mataram. 1795 . 27 September.Akhir perang Diponegoro. Pepatih Dalem Yogyakarta. R.Nicolas Hartingh menyerukan gencatan senjata dan perdamaian.Susuhunan Paku Buwono III mangkat. 1788 . 23 September. 1757 .M. 4 November. Mataram secara de facto dan de yure dikuasai oleh Hindia Belanda. Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan atas Kesultanan Yogyakarta dengan gelar "Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono Senopati Ing-Ngalaga Ngabdurakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah" atau lebih populer dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. dan Danurejo.Voc dibubarkan 1813 . Praja Mangkunegaran yang terlepas dari Kesunanan Surakarta dengan gelar "Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Nagara Senopati Ing Ayudha".gimonca. Pepatih Dalem Surakarta. Kadipaten Paku Alaman yang terlepas dari Kesultanan Yogyakarta dengan gelar "Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Paku Alam".Sultan Hamengku Buwono I wafat. 1792 . Nata Kusuma diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan.com .13 Februari Puncak perpecahan terjadi. Seluruh daerah Manca nagara Yogyakarta dan Surakarta dirampas Belanda. PB III meratifikasi nota kesepahaman. ditandai dengan Perjanjian Giyanti yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua.KGPAA Mangku Nagara I meninggal. [sunting] Lihat pula • • • • • Sejarah Nusantara Kasunanan Surakarta Kasultanan Yogyakarta Kadipaten Paku Alaman Praja Mangkunagaran [sunting] Pranala luar • • Menelusuri jejak-jejak situs kerajaan Mataram Islam Kronologi sejarah Indonesia 1670-1800 di www. 1755 . Batavia walau keberatan tidak punya pilihan lain selain meratifikasi nota yang sama. 1830 . 1799 . yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Nota Kesepahaman Mangkubumi-Hartingh. Perjanjian Klaten menentukan tapal yang tetap antara Surakarta dan Yogyakarta dan membagi secara permanen Kerajaan Mataram ditandatangani oleh Sasradiningrat. Said diangkat sebagai penguasa atas sebuah kepangeranan. P.

Menurut naskah-naskah babad.wafat: Jenar. Riwayat hidupnya banyak digali dari kisah-kisah tradisional. ayahnya adalah keturunan Brawijaya raja . 1601) adalah pendiri Kesultanan Mataram yang memerintah sebagai raja pertama pada tahun 1587-1601. cari Panembahan Senopati Danang Sutawijaya (lahir: ? . ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. Tokoh ini dianggap sebagai peletak dasar-dasar Kesultanan Mataram. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • • • • 1 Asal-Usul 2 Peran Awal 3 Memberontak Terhadap Pajang 4 Memerdekakan Mataram 5 Menjadi Raja 6 Memperluas Kekuasaan Mataram 7 Akhir Pemerintahan 8 Kepustakaan [sunting] Asal-Usul Danang Sutawijaya adalah putra sulung pasangan Ki Ageng Pamanahan dan Nyai Sabinah. misalnya naskah-naskah babad karangan para pujangga zaman berikutnya.Sutawijaya Dari Wikipedia bahasa Indonesia. bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa.

[sunting] Memberontak Terhadap Pajang Usai sayembara. Sutawijaya kemudian diberi tempat tinggal di sebelah utara pasar sehingga ia pun terkenal dengan sebutan Raden Ngabehi Loring Pasar. Senapati memang ingin menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka. Ia diajak ayahnya ikut serta dalam rombongan pasukan supaya Hadiwijaya merasa tidak tega dan menyertakan pasukan Pajang sebagai bala bantuan. Pada tahun 1576 Ngabehi Wilamarta dan Ngabehi Wuragil dari Pajang tiba untuk menanyakan kesetiaan Mataram. yang kemudian diangkat sebagai patih pertama Kesultanan Mataram. Sutawijaya juga diambil sebagai anak angkat oleh Hadiwijaya bupati Pajang sebagai pancingan. misalnya membangun benteng. Namun kedua pejabat senior itu pandai menjaga perasaan Sultan Hadiwijaya melalui laporan yang mereka susun. Ki Panjawi mendapatkan tanah Pati dan menjadi bupati di sana sejak tahun 1549.terakhir Majapahit. Akan tetapi sengaja disusun laporan palsu bahwa kematian Arya Penangsang akibat dikeroyok Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi. karena pernikahan Hadiwijaya dan istrinya sampai saat itu belum dikaruniai anak. dikhawatirkan ia akan lupa memberikan hadiah. melatih tentara. karena jika Sultan Hadiwijaya sampai mengetahui kisah yang sebenarnya (bahwa pembunuh Bupati Jipang Panolan adalah anak angkatnya sendiri). Senapati juga berani membelokkan para mantri pamajegan dari Kedu . Sepeninggal Ki Ageng Pamanahan tahun 1575. Hal ini seolah-olah menunjukkan adanya upaya para pujangga untuk mengkultuskan rajaraja Kesultanan Mataram sebagai keturunan orang-orang istimewa. Ia ikut berjasa besar dalam mengatur strategi menumpas Arya Penangsang pada tahun 1549. sampai menghubungi penguasa Laut Kidul dan Gunung Merapi. Saat itu Sutawijaya masih berusia belasan tahun. sedangkan Ki Ageng Pamanahan baru mendapatkan tanah Mataram sejak tahun 1556. seolah tidak peduli dengan kedatangan kedua utusan tersebut. mengingat Senapati sudah lebih dari setahun tidak menghadap Sultan Hadiwijaya. Arya Penangsang adalah Bupati Jipang Panolan yang telah membunuh Sunan Prawoto raja terakhir Kesultanan Demak. bergelar Senapati Ingalaga (yang artinya “panglima di medan perang”). Nyai Sabinah memiliki kakak laki-laki bernama Ki Juru Martani. Senapati saat itu sibuk berkuda di desa Lipura. baik yang bersifat material ataupun spiritual. [sunting] Peran Awal Sayembara menumpas Arya Penangsang tahun 1549 merupakan pengalaman perang pertama bagi Sutawijaya. Ia sibuk mengadakan persiapan. sedangkan ibunya adalah keturunan Sunan Giri anggota Walisanga. Sutawijaya menggantikan kedudukannya sebagai pemimpin Mataram. Ia sendiri akhirnya tewas di tangan Sutawijaya.

Ia didukung Panembahan Kudus berhasil merebut takhta Pajang pada tahun 1583 dan menyingkirkan Pangeran Benawa menjadi adipati Jipang. Senapati dimintanya menjadi raja. Pajang sendiri kemudian menjadi bawahan Mataram. Semuanya dijamu dengan pesta oleh Senapati. [sunting] Memerdekakan Mataram Pada tahun 1582 Sultan Hadiwijaya menghukum buang Tumenggung Mayang ke Semarang karena membantu anaknya yang bernama Raden Pabelan. Sultan pun berangkat sendiri memimpin pasukan Pajang menyerbu Mataram. Raden Pabelan sendiri dihukum mati dan mayatnya dibuang ke Sungai Laweyan. putri bungsu Sultan. Pangeran Benawa. Arya Pangiri tertangkap dan dikembalikan ke Demak. Maka Senapati pun mengirim para mantri pamajegan untuk merebut Tumenggung Mayang dalam perjalanan pembuangannya.dan Bagelen yang hendak menyetor pajak ke Pajang. Sepeninggalnya. Ia akhirnya meninggal dunia namun sebelumnya sempat berwasiat agar anak-anaknya jangan ada yang membenci Senapati serta harus tetap memperlakukannya sebagai kakak sulung. Yang diutus adalah Arya Pamalad Tuban. Pasukan Pajang dapat dipukul mundur meskipun jumlah mereka jauh lebih banyak. Perang terjadi. . menyusup ke dalam keputrian menggoda Ratu Sekar Kedaton. Ia pun mengirim utusan menyelidiki perkembangan Mataram. Pangeran Benawa kemudian bersekutu dengan Senapati pada tahun 1586 karena pemerintahan Arya Pangiri dinilai sangat merugikan rakyat Pajang. Sultan Hadiwijaya resah mendengar kemajuan anak angkatnya. Pangeran Benawa pun diangkat menjadi raja Pajang sampai tahun 1587. Ibu Pabelan adalah adik Senapati. Senapati sendiri ikut hadir dalam pemakaman ayah angkatnya itu. Perang pun terjadi. ia berwasiat agar Pajang digabungkan dengan Mataram. Pangeran Benawa menawarkan takhta Pajang kepada Senapati namun ditolak. Para mantri itu bahkan berhasil dibujuknya sehingga menyatakan sumpah setia kepada Senapati. Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dalam perjalanan pulang ke Pajang. Perbuatan Senapati ini membuat Sultan Hadiwijaya murka. dan Patih Mancanegara. Hanya saja sempat terjadi perselisihan antara Raden Rangga (putra sulung Senapati) dengan Arya Pamalad. adik Senapati. Senapati hanya meminta beberapa pusaka Pajang untuk dirawat di Mataram. dengan dipimpin oleh Pangeran Gagak Baning. [sunting] Menjadi Raja Arya Pangiri adalah menantu Sultan Hadiwijaya yang menjadi adipati Demak.

yang bernama Rangga Kaniten. Pada tahun 1595 adipati Pasuruhan berniat tunduk secara damai pada Mataram namun dihalang-halangi panglimanya. Putra adipati sebelumnya yang bernama Raden Senapati Kediri diusir oleh adipati baru bernama Ratujalu hasil pilihan Surabaya. Hal itu membuat Pragola menaruh harapan bahwa Mataram kelak akan dipimpin keturunan kakaknya itu. Pada tahun 1591 terjadi perebutan takhta di Kediri sepeninggal bupatinya. Selain Pajang dan Demak yang sudah dikuasai Mataram. Demak. Pada tahun 1600 terjadi pemberontakan Adipati Pragola dari Pati. Persekutuan adipati Jawa Timur tetap dipimpin Surabaya sebagai negeri terkuat. Melalui tipu muslihat cerdik. Pati. Rangga Jemuna melarikan diri ke Surabaya. [sunting] Akhir Pemerintahan . [sunting] Memperluas Kekuasaan Mataram Sepeninggal Sultan Hadiwijaya. Adipati Madiun adalah Rangga Jumena (putra bungsu Sultan Trenggana) yang telah mempersiapkan pasukan besar menghadang penyerangnya. Pasukan Pati berhasil merebut beberapa wilayah sebelah utara Mataram. Perang berakhir dengan kematian bersama Senapati Kediri melawan Adipati Pesagi (pamannya). Rangga Kaniten dapat dikalahkan Panembahan Senapati dalam sebuah perang tanding. Ia tidak mau memakai gelar Sultan untuk menghormati Sultan Hadiwijaya dan Pangeran Benawa. Pasukan mereka berperang melawan pasukan Mataram di Mojokerto namun dapat dipisah utusan Giri Kedaton.Maka sejak itu. daerah Pati juga sudah tunduk secara damai. Kakak perempuannya (Ratu Waskitajawi) menjadi permaisuri utama di Mataram. Perang kemudian terjadi dekat Sungai Dengkeng di mana pasukan Mataram yang dipimpin langsung oleh Senapati sendiri berhasil menghancurkan pasukan Pati. Madiun berhasil direbut. Ia kemudian dibunuh sendiri oleh adipati Pasuruhan. Pemberontakan ini dipicu oleh pengangkatan Retno Dumilah putri Madiun sebagai permaisuri kedua Senapati. Senapati menjadi raja pertama Mataram bergelar Panembahan. daerah-daerah bawahan di Jawa Timur banyak yang melepaskan diri. Senapati Kediri kemudian diambil sebagai anak angkat Panembahan Senapati Mataram dan dibantu merebut kembali takhta Kediri. Pati saat itu dipimpin Adipati Pragola putra Ki Panjawi. dan Pajang bergerak menyerang Madiun. Istana pemerintahannya terletak di Kotagede. yang kemudian menyatakan tunduk kepada Mataram. sedangkan putrinya yang bernama Retno Dumilah diambil sebagai istri Senapati. Pada tahun 1590 gabungan pasukan Mataram.

de Graaf dan T. (terj. Yogyakarta: Narasi H. Pigeaud. bernama Mas Jolang. Konsep Kekuasaan Jawa: Penerapannya oleh Raja-raja Mataram. 2001. Sejarah Indonesia Modern (terj. Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. 2007.J.). Terj.H. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti M. Yogyakarta: Kanisius Purwadi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Moedjianto. 1987. 2007.C. Yogyakarta: Media Ilmu Sultan Mataram 1587-1601 Digantikan oleh: Hanyakrawati Didahului oleh: - . Ricklefs. Sejarah Raja-Raja Jawa.Panembahan Senapati alias Danang Sutawijaya meninggal dunia pada tahun 1601 saat berada di desa Kajenar.). 1991. Putra yang ditunjuk sebagai raja selanjutnya adalah yang lahir dari putri Pati. [sunting] Kepustakaan • • • • • Babad Tanah Jawi. Ia kemudian dimakamkan di Kotagede. Kerajaan Islam Pertama di Jawa.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->