Anda di halaman 1dari 143

PENERAPAN BAHASA PEMOGRAMAN VISUAL

BASIC VERSI 6.0 PADA DATA REKAM MEDIS


RSUD KARIMUN

TUGAS AKHIR

Oleh

DEDI FIRMANSYAH
0740010

PROGRAM DIPLOMA 3 MANAJEMEN INFORMATIKA


STMIK PUTERA BATAM
BATAM
2010

PENERAPAN BAHASA PEMOGRAMAN VISUAL


BASIC VERSI 6.0 PADA DATA REKAM MEDIS
RSUD KARIMUN

Tugas Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


Dalam Menyelesaikan Program Studi Diploma-3

Oleh

DEDI FIRMANSYAH
0740010

PROGRAM DIPLOMA 3 MANAGEMENT INFORMATIKA


STMIK PUTERA BATAM
BATAM
2010

PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir dengan judul:

PENERAPAN BAHASA PEMOGRAMAN VISUAL BASIC VERSI 6.0


PADA DATA REKAM MEDIS RSUD KARIMUN

Yang dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan Untuk Program Studi


Manajemen Informatika Jenjang Pendidikan Diploma-3 STMIK Putera Batam, sejauh
yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah
dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di
lingkungan STMIK Putera Batam maupun di Perguruan Tinggi atau Instansi
manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana
mestinya.

Batam, 12 Maret 2010

Dedi Firmansyah
NIM 0740010

Tugas Akhir ini telah diperiksa dan disetujui oleh:

Martina Saragih, S.Kom.


Pembimbing
Karya Tulis Ini Saya Persembahkan Untuk :

 Kedua Orangtuaku (Bapak dan Ibu) atas semua perhatian, kasih sayang yang

telah kalian berikan & doa kalian yang tak akan pernah ternilai harganya.

 My Sister Kak Dewi, Desi yang telah mememberikan dukungan dan doa.

 Keponakan Tersayang Diva yang telah menjadikan Penyemangat.

 Bang Amir, K.upik, Kak Vonny.

 Jaya (Ariel), Alni (Chan), Makasih ya Udah ngebantuin nyelesain

programnya.

 Anak-Anak Jenky, Wira, Hery, Gisli, Onky, Juned, Adit Thanks 4 Prayer.

 Kak Dwi, Bu Lenna Makasih Buat Masukannya Selama Ini.

 Stiven, Lenny, Friska, Endah, Febri, Erwin, Hepta, Bang Napai, Bayu Yuni L,

Kartika, , Thanks 4 Be A My Friend, dan lainnya yang tidak dapat disebutkan

satu persatu, Terimakasih.

Salam Hangat

Dedi Firmansyah
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas Anugerah dan

Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang berjudul

“Penerapan Bahasa Pemograman Visual Basic Versi 6.0 Pada Data Rekam

Medis RSUD Karimun”.

Terwujudnya penulisan tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan berbagai

pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam

penulisan tugas akhir ini, antara lain :

1. Bapak Sahat Sianturi, SH, M.Hum selaku Ketua Yayasan Komputer Batam

2. Bapak Tonny Wangdra, S.kom, MM Selaku ketua STMIK PUTERA

BATAM.

3. Ibu Theresia Pradiani SE, MM selaku Ketua Jurusan STMIK PUTERA

BATAM.

4. Ibu Martina Saragih S.kom , selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak

memberikan pengarahan dan bimbingan sehingga laporan tugas ini dapat

terselesaikan.

5. Bapak Drg. Agung Martyarto,M.Kes, selaku direktur “RSUD KARIMUN” yang

telah membantu penulis dalam pengambilan data.

6. Seluruh Dosen dan staf karyawan Sekolah STMIK PUTERA BATAM.


Tugas Akhir ini merupakan persyaratan akhir dari mahasiswa di Jurusan

Manajemen Informatika, STMIK PUTERA BATAM untuk memperoleh gelar Amd.

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini jauh dari kesempurnaan, maka semua

kritik dan saran yang bersifat membangun akan selalu diterima. Semoga yang sedikit

ini memberikan manfaat terutama bagi kelanjutan studi penulis.

Batam,

Penulis
Abstrak
Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini, membuat kita untuk extra
cepat dalam mengolah suatu data. Hal inilah yang mendasari dibuatnya karya tulis ini
yaitu tentang pencatatan data rekam medis pasien. Agar segala proses yang mencakup
diagnose atau rekam medis dapat berjalan cepat dengan cepat, maka dibuatlah suatu
Sistem Informasi pencatatan Rekam Medis Di RSUD Karimun. Tujuan dibuatnya
sistem ini adalah untuk membantu meningkatkan efektifitas kerja khususnya Rumah
sakit ini. Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu, Visual Basic Versi 6.0 dengan
Database Microsoft Acces.
Sistem ini dibuat Tiga buah jenis hak akses yaitu Administrator berhak
mengakses semua data yang ada pada sistem ini, Dokter diberi hak untuk mengakses
kegiatan Diagnosa pasien masuk sedangkan Direktur berhak untuk mengakses
Seluruh Kegiatan maupun data yang ada pada Rumah Sakit tersebut Serta melihat
daftar laporan Kegiatan. Dengan adanya sistem ini maka proses pengolahan data
dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sehingga informasi yang di sampaikan lebih
akurat kepada Pasien dan Direktur.

Kata kunci : Rekam Medis Dan Pasien.


DAFTAR ISI

Halaman :

HALAMAN DEPAN

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PERSETUJUAN

KATA PENGANTAR................................................................................... i

ABSTRAK .................................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................. iv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................... viii

DAFTAR TABEL........................................................................................ xi

BAB I

PENDAHULUAN....................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah...................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah............................................................... 3

1.3 Batasan Masalah.................................................................. 3

1.4 Tujuan Penelitian................................................................ 4

1.5 Manfaat Penelitian.............................................................. 4

1.6 Metodologi Penelitian......................................................... 5

1.6.1. Studi pustaka (library reaseach)........................ 5

1.6.2. Observasi.......................................................... 5

1.6.3. Tutorial.............................................................. 6
1.6.4. Labolatorium..................................................... 6

1.6.5. Sistematika Penulisan....................................... 6

1.6.6. Tujuan Penelitian.............................................. 5

1.6.7. Tujuan Penelitian.............................................. 5

BAB II

LANDASAN TEORI................................................................................... 9

2.1 Teori Secara Umum .............................................................. 9

2.1.1 Latar Belakang Tekhnik ........................................... 9

2.1.2 SDLC (Sistem Devolopmen Life Cicle) ................. 11

2.1.3 Aliran Sistem Informasi (ASI) ................................. 20

2.1.4 Diagram Konteks ..................................................... 26

2.1.5 Data Flow Diagram (DFD) ...................................... 27

2.1.6 Entity Relasontsip Diagram ..................................... 30

2.1.7 Disain Rinci .............................................................. 32

2.1.8 Disain Output ........................................................... 32

2.1.9 Disain Output Terperinci ........................................ 33

2.1.10 Disain Input ............................................................ 34

2.1.11 Disain File............................................................... 36

2.1.12 Data ........................................................................ 37

2.1.13 Pasien ..................................................................... 38

2.1.14 Rumah Sakit ........................................................... 38

2.1.15 Tugas Dan Fungsi Rumah Sakit ............................. 39


2.1.16 Jenis-Jenis Rumah Sakit ......................................... 40

2.1.17 Ulasan Literature .................................................... 45

2.2 Teori Secara Khusus.............................................................. 48

2.2.1 Rekam Medis ........................................................... 48

2.2.2 Microsoft Visual Basic ............................................. 52

2.2.3 DataBase .................................................................. 60

2.2.4 Microsoft Access ...................................................... 60

BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN..................................................... 63

3.1 Sejarah Singkat....................................................................... 63

3.2 Visi Misi Dan Tujuan ............................................................ 66

3.3 Struktur Organisasi ................................................................ 67

3.4 Tugas Dan Tanggung Jawab ................................................. 68

3.5 Analisis SWOT ...................................................................... 73

3.6 Aliran Sistem Yang Berjalan ................................................. 74

BAB IV

HASIL PENELITIAN.................................................................................. 78

4.1 Aliran Sistem Informasi Yang Baru ....................................... 78

4.1.1 Aliran Sistem Baru ................................................. 80

4.1.2 Diagram Konteks ................................................... 81

4.1.3 Diagram Rinci ........................................................ 83


4.1.4 Rancangan .............................................................. 84

4.1.5 Spesifikasi Proses ................................................... 88

4.1.6 Kamus Data ............................................................ 89

4.2Desain Rinci ........................................................................... 91

4.2.1 Rancangan Formulir ............................................... 91

4.2.2 Rancangan Layar Masukan .................................... 94

4.2.3 Rancangan Laporan ................................................ 98

4.2.4 Rancangan File........................................................ 104

4.3 Perbandingan Sistem ......................................................... 106

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................... 108

5.1 Kesimpulan............................................................................. 108

5.2 Saran....................................................................................... 109

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN A

LAMPIRAN B
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 tahapan-tahapan SDLC............................................................. 12

Gambar 2.2 siklus hidup system informasi.................................................. 18

Gambar 2.3 Simbol dokumen....................................................................... 21

Gambar 2.4 Simbol Kegiatan Manual ......................................................... 21

Gambar 2.5 Simbol Kartu Plog.................................................................... 21

Gambar 2.6 Simbol Proses........................................................................... 21

Gambar 2.7 Simbol Operasi Luar................................................................. 22

Gambar 2.8 Simbol Pengaturan OffLine...................................................... 22

Gambar 2.9 Simbol Pita Magnetik............................................................... 22

Gambar 2.10 Simbol Disket......................................................................... 23

Gambar 2.11 Simbol Pita Kertas Berlubang................................................ 23

Gambar 2.12 Simbol Keyboard.................................................................... 23

Gambar 2.13 Simbol Display....................................................................... 23

Gambar 2.14 Simbol Pita Kontrol................................................................ 24

Gambar 2.15 Simbol Penghubung............................................................... 24

Gambar 2.16 Simbol simpanan ofline – N................................................... 24

Gambar 2.17 Simbol simpanan ofline – A................................................... 25

Gambar 2.18 Simbol simpanan ofline – C................................................... 25

Gambar 2.19 Simbol simpanan ofline – F.................................................... 25

Gambar 2.20 Simbol Hardisk....................................................................... 26

Gambar 2.21 Simbol Garis Alur................................................................... 26


Gambar 2.22 Kesatuan Luar......................................................................... 28

Gambar 2.23 Arus Data................................................................................ 29

Gambar 2.24 Proses...................................................................................... 29

Gambar 2.25 Simpanan Data........................................................................ 30

Gambar 2.26 Entitas..................................................................................... 31

Gambar 2.27 Atribut..................................................................................... 31

Gambar 2.28 Relasi...................................................................................... 31

Gambar 2.29 Menu Visual Basic................................................................. 55

Gambar 2.30 ToolBox.................................................................................. 56

Gambar 2.31 Layar pemilihan jenis project................................................. 57

Gambar 2.32. Jendela Form......................................................................... 59

Gambar 2.33 Jendela Kode.......................................................................... 59

Gambar 3.1 Struktur Organisasi RSUD Karimun........................................ 67

Gambar 3.2 Aliran system Yang Sedang Berjalan....................................... 77

Gambar 4.1 Aliran Sistem Yang Baru.......................................................... 80

Gambar 4.2 Diagram konteks....................................................................... 82

Gambar 4.3 Diagram Noll............................................................................ 82

Gambar 4.4 Diagram Rinci 3.0.................................................................... 83

Gambar 4.5 Diagram Rinci 5.0.................................................................... 84

Gambar 4.6 Gambar Rancangan Form Log in............................................. 84

Gambar 4.7 Gambar Rancangan Menu Utama............................................ 85

Gambar 4.8 Gambar Rancangan Tabel Pasien............................................. 85


Gambar 4.9 Gambar Rancangan Tabel Dokter............................................ 86

Gambar 4.10 Gambar Rancangan Tabel Rekam Medis............................... 87

Gambar 4.11 Gambar Rancangan Tabel Obat.............................................. 87

Gambar 4.12 Disain Form Password............................................................ 95

Gambar 4.13 Diasin Menu Utama................................................................ 95

Gambar 4.14 Disain Input Data Pasien........................................................ 96

Gambar 4.15 Disain Input Data Dokter........................................................ 96

Gambar 4.16 Disain Input Data Rekam Medis............................................ 97

Gambar 4.17 Disain Input Data Obat........................................................... 97

Gambar 4.18 Rancangan Laporan Data Dokter........................................... 99

Gambar 4.19 Rancangan Laporan Data Pasien …………………………… 100

Gambar 4.20 Rancangan Laporan Data Rekam Medis................................ 102

Gambar 4.21 Rancangan Laporan Data Obat............................................... 103


DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Produk dari proses SDLC...................................................... 16

Tabel 3.1 Tabel Tenaga Medis Karimun............................................... 65

Tabel 4.1 Rancangan Tabel Pasien........................................................ 104

Tabel 4.2 Rancangan Tabel Dokter....................................................... 105

Tabel 4.3 Rancangan Tabel Rekam Medis............................................ 105

Tabel 4.4 Rancangan Tabel Obat........................................................... 105


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di zaman modern seperti sekarang ini, mempunyai tingkat persaingan yang

tinggi. Sehingga kita di tuntut untuk bekerja secara professional untuk melakukan

suatu perubahan kearah yang lebih baik di segala bidang menggunakan sistem

komputer.

Komputer merupakan salah satu alat bantu yang mempercepat transformasi

data pada suatu manajemen yang akhirnya menghasilkan keuntungan kompetitif bagi

yang menggunakannya. Pada dasarnya komputer dapat di gunakan oleh manusia

dalam pengolahan data dan untuk mempermudah pekerjaan manusia yang selama ini

dilakukan secara manual, seperti pengetikan data, dan pembuatan laporan.

Fungsi komputer semakin luas dan sangat efektif dan efisien. Sekarang ini

komputer bukan hanya sekedar alat bantu tetapi menjadi kebutuhan primer manusia.

Terbukti dengan adanya penggunaan komputer sebagai media pemesanan tiket,

pengiriman berita dengan e-mail, pengolahan data pembelian dan penjualan ,serta

internet yang menghubungkan banyak orang bahkan sampai pemilihan umum telah

mempercayakan komputer sebagai alat pengolahan data yang utama.

Sistem komputer dapat menghasilkan data yang akurat, tepat, cepat, serta

melakukan volume transaksi yang dapat di olah dan hasilnya jauh lebih banyak di
bandingkan dengan cara manual. Ketelitian suatu komputer juga jauh lebih tinggi dari

ketelitian manusia sehingga banyak menguragi kesalahan yang sering di lakukan oleh

manusia. Komputer dapat mengolah data dengan cepat, menyimpan data, edit data

dan dapat memberikan informasi yang di butuhkan dimana data tersebut di simpan

dalam bentuk file.

Hal ini juga dirasakan oleh RSUD Karimun dalam menangani data pasien,

diimana Rumah Sakit tersebut masih menggunakan sistem manual dalam

mendokumentasikan data pasiennya terutama rekam medis pasien khususnya bagian

UGD. Rekam medis sangat penting untuk mencatat informasi kesehatan, karna

sebelumnya dengan menggunakan cara manual sering terjadi kehilangan data pasien

yang masuk, yang sewaktu-waktu data tersebut diperlukan oleh pasien ataupun dokter

yang bersangkutan. Sistem komputerisasi sangatlah diperlukan dalam mencari

laporan data pasien yang masuk ataupun keluar.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis menganggap begitu

pentingnya suatu sistem yang benar-benar dapat membantu penyelesaian masalah

yang ada pada rsud karimun. Dengan dasar dan alasan tersebut maka penulis

terdorong untuk mengangkat judul : “PENERAPAN BAHASA PEMROGRAMAN

VISUAL BASSIC VERSI 6.0 PADA DATA REKAM MEDIS RSUD

KARIMUN”.

Judul tersebut sangat menarik untuk dijadikan bahan sekaligus dapat di

ciptakan bentuk program baru untuk perancangan data rekam medis pasien, data

dokter, serta data obat-obatan. Ini juga akan mempermudah dan mempercepat proses
pengolahan data pasien dengan akurat, tepat, dan relevan. Bagian administrasi akan

mudah dan cepat dalam membuat dan mencari data pasien dengan akurat serta

membuat laporan kepada atasan mengenai data-data pasien yang ada pada rumah

sakit tersebut.

1.2 Perumusan Masalah.

Berdasarkan pengamatan penulis maka dapat di rumuskan permasalahan atau

hambatan yang dihadapi dalam pengolahan data tersebut adalah sebagai berikut:

1. Banyaknya kesalahan penulisan Rekam Medis data pasien seperti kesalahan

data pasien, hasil diagnosa pasien.

2. Dalam memberikan informasi tentang Rekam Medis pasien, pegawai admin

perlu mencari dan memerlukan waktu yang lama dalam menyiapkannya.

3. Untuk menyiapkan Rekam Medis pasien membutuhkan banyak penyimpanan

dan memerlukan waktu yang lama, serta tidak terjamin keamanannya.

1.3 Batasan Masalah

Mengingat waktu dan ruang lingkup yang terlalu kompleks serta

kemampuan dan biaya penulis yang sangat terbatas maka pada penelitian ini

penulis membatasi beberapa masalah antara lain :

1. Informasi tentang rekam medis pasien.

2. Penyimpanan data diagnose pasien dengan menggunakan aplikasi bahasa

pemograman visual basic versi 6.0.


1.4 Tujuan penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Menemukan permasalahan yang timbul dalam memberikan informasi data

Rekam Medis pasien pada RSUD Karimun dengan sistem manual.

2. Mengusulkan dan menerapkan kepada RSUD Karimun dalam informasi

rekam pasien dengan aplikasi bahasa program Visual Basic 6.0.

3. Membantu bagian administrasi dalam memberikan informasi rekam medis

pasien secara tepat , cepat, dan akurat.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

A. Bagi RSUD karimun

1. Menemukan penyelesaian masalah dalam memberikan informasi Rekam

Medis pasien UGD pada RSUD Karimun dengan aplikasi bahasa program

Visual Basic 6.0.

2. Dengan pemograman ini maka dalam pengimputan data atau memberikan

informasi kepada pasien atau dokter yang menangani kesalahan–kesalahan

dapat dihindari.

3. Pada saat memberikan informasi rekam medis pasien UGD kepada yang

membutuhkan dengan pemograman Visual Basic 6.0 datra dapat dengan cepat

ditampilkan, data juga terjamin keamanannya karena tidak semua pihak dapat

mengakses data tersebut.


B. Bagi penulis

1. Menerapkan ilmu yang telah dipelajari pada perkuliahan guna melakukan

analisa permasalahan yang terjadi di RSUD karimun

2. Sebagai persyaratan untuk menyelesaikan Tugas Akhir penulis, dengan

mengadakan penelitian langsung dilapangan.

1.6 Metodologi penelitian

Metodologi penelitian adalah suatu proses yang terdiri dari beberapa kegiatan-

kegiatan yang bertujuan untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran

dari suatu teori atau pengetahuan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif

analisa yaitu dengan pengumpulan data sebagai berikut:

1.6.1 Studi pustaka (library reaseach)

Penulis mendapatkan bahan penelitian dengan dengan cara mempelajari teori

yang ada dan buku-buku yang berhubungan dengan objek kerja praktek sebagai dasar

dalam penelitian.

1.6.2 Observasi

Mengadakan pengamatan langsung pada objek yang di teliti dengan cara

melihat system kerja yang lama dan mengumpulkan data-data dalam bentuk

dokumen di dalam ruang lingkup yang akan dikoreksi sebagai acuan untuk
merancang dokumen baru yang lebih sempurna dari sebelumnya. Sebagai acuan

untuk merancang system yang baru nantinya.

1.6.3 Tutorial

Mempelajari panduan-panduan tahap demi tahap, penelitian ini dilakukan

dengan jalan mengadakan diskusi atau tanya jawab langsung dengan dosen

pembimbing dan dosen pengajar lainnya di kampus serta mencari petunjuk dari

teman yang paham dengan objek yang diteliti penulis.

1.6.4 Labolatorium

Penulis dalam mengumpulkan data melakukan data melakukan pengujian

terhadap data yang di ambil termasuk pembuatan program dengan solusi untuk

permasalahan, adapun peralatan tulis dalam penelitian ini:

1. Komputer pentium iv.

2. Software visual basic.

3. Software microsoft word.

4. Software microsoft visio.

5. Printer epson.

1.7 Sistematika penulisan

Dalam penyusunan skripsi ini penulis membagi sistematika penulisan menjadi

5 (lima) bab yang akan diuraikan sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah,

batasan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian

dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas tentang dasar teori yang melandasi seluruh pembahasan

yang meliputi latar belakang teknik yang meliputi daur hidup pengembangan sistem

(SDLC), sistem, informasi dan bahasa pemograman yang digunakan.

BAB III OBYEK PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang gambaran umum mengenai sejarah singkat

rumah sakit umum daerah karimun, visi dan misi RSUD Karimun , struktur

organisasi, serta masalah yang dihadapi.

BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN

Bab ini membahas tentang analisa sistem yang baru, aliran sistem informasi

yang baru, desain global yang memuat tentang diagram konteks,data flow diagram

(DFD),entity realation diagram (ERD), desain rinci yang memuat tentang, rancangan

masukan, rancangan keluaran, serta rancangan file.


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan kesimpulan yang ditarik dari hasil penulisan tugas akhir.

Atas dasar kesimpulan yang diperoleh, maka penulis mencoba memberikan saran

yang diharapkan dapat bermanfaat bagi rsud karimun dan berguna untuk membangun

peneliti dimasa yang akan datang.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Teori secara umum

2.1.1 Latar belakang tekhnik

Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur

yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan

orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat

bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal

mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah

aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak

berhubungan dengan matematika.

Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator

mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang

kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah

"yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."

Perkembangan tekhnologi computer pada saat ini sangat banyak mengalami

perubahan. Dengan pemanfatan teknologi computer sangat mendukung seluruh

kegiatan dunia usaha untuk menyediakan informasi dengan cepat dalam meraih

kesempatan-kesempatan dan memenangkan persaingan. Penyajian informasi dengan


cepat temtunya membutuhkan sebuah software yang dapat merancang dan mengolah

data dengan cepat, seperti aplikasi visual basic versi 6.0, yang mampu mengolah data

yang banyak tanpa memakan waktu yang lama seperti pengolahan data yang di

lakukan secara manual.

Microsoft visual basic versi 6.0 merupakan sebuah program aplikasi yang

bekerja pada sitem operasi windows. Mampu mengolah data dalam junlah yang

banyak, membantu dalam pembuatan laporan dengan cepat.

Secara mendasar visual basic mirip dengan bahasa pemograman lain,

misalnya seperti basic, C, dan Pascal, (tetapi tentu saja sintac dari tiap-tiap bahasa

tidak sama persis). Lompatan besar Visual Basic adalah kemampuannya untuk

memanfaatkan windows.

Visual basic tidak memerlikan program khusus untuk menampilkan jendela

(windows), dan cara penggunaannya juga berbasis Visual seperti aplikasi windows

lainnya, misalnya untuk mengatur besarnya jendela cukup men-drag form yang

tersedia dengan mouse sehingga diperoleh ukuran yang di kehendaki.

Visual basic adalahbahasa pemograman yang evolusioner, baik dalam hal

tekhnik (mengacu pada even berorientasi objek) maupun cara beroprasinya. Sangat

mudah untuk menciptakan aplikasi dengan Visual Basic, karena hanya memerlukan

sedikit penulisan kode-kode program sehingga sebagian besar kegiatan pemograman


dapat di fokuskan pada penyelesaian problem utama dan bukan pada pembuatan antar

muka.

Adapun tujuannya , menciptakan alat bantu sederhana untuk menyelesaikan

tugas-tugas pribadi maupun kelompok, maupun lingkungan kerja yang lebih luas

misalnya untuk menciptakan suatu aplikasi, maka Visual Basic mampu mengatasi dan

menangani masalah tersebut.

2.1.2 SDLC (SISTEM DEVELOPMEN LIFE CICLE)

SDLC (Systems Development Life Cycle, siklus hidup pengembangan sistem),

dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak, adalah proses pembuatan dan

pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk

mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem

komputer atau informasi.

Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis

metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk

suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem

informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak.

SDLC di gambarkan dalam bentuk “cost ice berg” yaitu tahapan yang berbentuk

gunung es.
Tahapan awal

2
Tahapan pengembangan sistem
3

7 Tahapan manajement sistem

Gambar 2.1 tahapan-tahapan SDLC

Dari gambar di atas dapat dilihat pengembangan system awal (nomor 1) atau

planning system sampai tahap akhir (nomor 7) atau management system.

Perkembangan system dilihat dari atas ke bawah yaitu dari system mulai dibuat

kemudian dikebangkan dan di perluas sampai tahap perawatan. Dari gambar juga

akan di jelaskan setiap proses dalam pengembangan system, yaitu :

1. Playning System

pada tahp ini, pihak user akan mengajukan suatu permintaan ng bersifat formal

terhadap department TI, yang dinamakan system request. System analis akan

menentukan masalah, kesempatan atau situasi yang dapat diperbaiki melalui


penggunaan system informasi komputerisasi serta tujuannya. Planning system

memiliki tugas-tugas sebagai berikut :

a. identifikasi bisnis

b. analisis kelayakan

c. membuat rencana kerja

d. mengontrol dan mengarahkan project

2 Analisis Sistem

Tahapan analisis digunakan oleh analisa system untuk membuat keputusan.

Apabila system sangat ini mempunyai masalah atau sudah tidak berfungsi secara

baik, dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki system.

Seorang analisis perlu mengetahui ruang lingkuppekerjaan yang akan di tanganinya,

perlu memahami system yang sedang berjalan saat ini, dan dapat melakukan

identifikasi terhadap masalah yang muncul dan mencari solusinya dengan

professional.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah sebagai berikut:

a. deteksi masalah (problem detection)

b. penelitian atau invesigasi awal (initial investigation)

c. analisa kebutuhan system (requirement analisis)


d. mensortir kebutuhan system (generation of system alternatives)

e. memilih system yang baik (selection of proper system)

3 General System Design

Tahapan perancangan (design) memiliki tujuan untuk design system baru yang

dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari

pemilihan alternative system yang baik. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini

meliputi:

a. perancangan keluaran yaitu:

masukan bertujuan menentukan keluara-keluaran yang akan digunakan oleh system.

Keluaran tersebut berupa tampilan-tampilan layar, dan juga format dan frekuensi

laporan yang diperlukan.

b. Perancangan masukan yaitu:

perancangan masukan bertujuan menentukan data-data masukan tersebut dapat

berupa formulir-formulir, faktur , dan lain-lain yang berfungsi memberikan data

masukan bagi pemrosesan system. Pada tahapan ini perlu juga ditentukan format data

masukan agar dengan kebutuhan system.

c. perancangan file yaitu :


perancangan file masukan dalam bahagian perancangan basis data, yang diawali

dengan merancang diagram hubungan antara entitas (bias dengan menggunakan ERD

versi chen atau versi james martin). Setelah itu melakukan uji normalisasi dari 1-NF

sampai 5-NF, minimal sampai ke bentuk normallisasi ke-3 (3-NF). Seluruh file yang

telah lulus uji normalisasi yang harus di buatkan spesifikasi datanya.

4. Evaluation And Selection System

Mengevaluasi dan menyeleksi system yang dibangun.

a. memberi penilaian pada sistem

b. menganalisis biaya dan keuntungan

c. melakukan rekomendasi dan memantau system

5. Detail System Design

Hampir sama dengan general system design, tetapi tahapan ini lebih spesifik dan

disaring ulang system baru.

6. Software Development And Implementation System

Analisa system akan bekerja sama dengan programmer untuk membuat original

software yang di perlukan apakah dengan menggunakan tekhnik terstruktur atau

dengan obyek oriented. Pada tahap ini akan melakukan test terhadap system baru
sebelum digunakan. Hal ini memrlukan biaya lebih sediit dibandingkan biaya untuk

menyelesaikan masalah yang muncul jika system informasi diterapkan secara

langsung tanpa diuji terlebih dahulu. Testing dapat dilakukan oleh analisis system

dengan programmer. Dokumentasi diperlukan pada tahap ini dan pemeliharaan

system dilakukan secara rutin selama system berjalan. Tugas –tugasnya adalah :

a. konstruksi

b. instalasi

7. Management System

Tahap pemeliharaan system, menyesuaikan pada perubahan yang terjadi di

lingkungan kerja. Pembuatan atau pengembangan fitur-fitur dan manfaat baru.

Dari tugas yang dimiliki masing-masing, maka dapat di gambarkan produk yang

dihasilkan seperti dalam table di bawah ini:

No Proses Product
1 Planning Project planning

2 Analysis System proposal

3 Design System specification

4 Implementation New system and menteinance

Table 2.1 produk dari proses SDLC


Dari table di atas maka dapat dilihat dan di pahami bahwa setiap proses dalam SDLC

memiliki hasil atau produk masing-masing. Setiap produk tersebut harus dapat

dipertanggung jawabkan kebenarannya.

SDLC menunjukan siklus hidup system informasi di mulai dari perencanaan,

pengembangan, dan evaluasi yang dilakukan secara terus menerus untuk menetapkan

apakah system informasi tersebut akan diganti dengan yang baru dan dimulai dari

perencanaan kembali. Sedangkan pada tahap pengembangan system terdiri dari tahap

survei, analisa design, pembuatan, implementasi dan pemeliharaan.

Siklus hidup system informasi dapat di gambarkan seperti berikut ini:


ke b ija k a n d a n p e ra n ca n a g a n s iste m Ta h a p a w a l p ro y e k

a n a lis is s iste m

d e sig n (p e re n c a n a a n s iste m se c a ra u m u m )

Ta h a p p e n g e m b a n a g a n sis te m
e v a lu a si d a n se le ksi siste m

d e sig n (p e ra n ca n g a n sis te m s e ca ra rin c i)

im p le m e n ta si (p e n e ra p a n sis te m )

Ta h a p m a n a je m e n t s iste m
p e ra w a ta n s iste m

Gambar 2.2 siklus hidup system informasi

Dari gambar dapat dilihat bahwa daur hidup system informasi dimulai dari

system perencanaan yang merupakan project awal, pengembangan dan evaluasi yang

dilakukan secara terus menerus untuk menerapkan apakah system informasi tersebut

akan diganti dengan system yang baru dan dimulai perencanaan kembali tahap

perencanaan dan tahap evaluasi merupakan kegiatan atau tugas dari user dan
manajement sedangkan tahap pengembangan merupakan tugas bagian EDP atau

konsultan.

Tahap perancangan pengembangan system informasi apa yang di kembangan,

sasaran-sasaran yang ingin di capai, jangka waktu pelaksanaan serta

mempertimbangkan dana yang tersedia dan siapar yang melaksanakan. Karena pada

tahap pengembangan ini terbagi beberapa langkah yaitu :

1. Survei yang bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan.

2. Analisis bertujuan untuk memahami sistem yang ada kemudian

mengidentifikasikan masalah dan mencarikan solusinya.

3. Design bertujuan untuk mendesign sistem yang baru yang dapat

menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan atau instansi.

4. Pembuatan yaitu membuat sistem yang baru.

5. Implementasi bertujuan untuk mengimplementasikan sistem yang baru.

6. Pemeliharaan bertujuan agar sistem daat berjalan secara optimal.

7. Evaluasi perlu dilakukan intuk memastikan bahwa pelaksanaan

pengembangan. sistem sesuai dengan rencana yang di tetapkan baik segi

waktu, biaya, maupun tekhnis.

Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru menggantikan

sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada

sedangkan tujuan dari pengembangan sistem ini adalah :


1. Memenuhi kebutuhansistem yang baru .

Analis sistem perlu memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang timbul dengan di

terapkan sistem yang baru, berkaitan dengan tujuan dan sasaran organisasi jangka

pendek maupun janka panjang .

2. Memperbaiki sistem yang ada.

Pertimbangan analis sistem adalah memperbaiki sistem yang ada, tidak memerlukan

biaya dan penelitian yang besar dibandingkan dengan menghubungkan sistem yang

baru.

3. Memaksimalkan sumber-suber yang telah ada.

Dalam memperbaiki atau membuat rancangan sistem yang baru, seorang analis sistem

harus memaksimalkan sumber-sumber yang telah ada dalam organisasi untuk

dipergunakankembali.

2.1.3 Aliran System Informasi

Bagan aliran sistem informasi (ASI) merupakan bagan yang menunjukan arus

pekerjaan secara keseluruhan dari sebuah sistem.

aliran sistem informasi menjelaskan urutan-urutan dari prosedur- prosedur yang

berada di sistem informasi tersebut.


1. Simbol dokumen menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses
manual, mekanik atau computer

Gambar 2.3 Simbol dokumen

2. Simbol kegiatan manual, menunjukan kegiatan manual

Gambar 2.4 Simbol Kegiatan Manual

3. Symbol kartu plog menunjukan input atau output yang menggunakan kartu
plog (punched card)

Gambar 2.5 Simbol Kartu Plog

4. Symbol proses menunjukan kegiatan proses dari operasi program komputer

Gambar 2.6 Simbol Proses


5. Symbol operasi luar menunjukan operasi yang dilakukan diluar proses
komputer

Gambar 2.7 Simbol Operasi Luar

6. Symbol pengaturan ofline menunjukan proses pengurusan data diluar proses


komputer

Gambar 2.8 Simbol Pengaturan OffLine

7. Symbol pita magnetic menunjukan input atau output menggunakan pita


magnetik

Gambar 2.9 Simbol Pita Magnetik


8. Symbol diskette menunjukan input atau output menggunakan diskette

Gambar 2.10 Simbol Disket

9. Symbol pita kertas berlubang menunjukan input atau output menggunakan


pita kertas berlubang

Gambar 2.11 Simbol Pita Kertas Berlubang

10. Pita keyboard menunjukan input online keyboard

Gambar 2.12 Simbol Keyboard

11. Menunjukan output yang di tampilkan dimonitor.

Gambar 2.13 Simbol Display


12. Menunjukan penggunaan pita control (control tipe) dalam batch control total
untuk pencocokan diproses batch prosessing

Gambar 2.14 Simbol Pita Kontrol

13. Symbol penghubung menunjukan penghubung ke halaman yang masih sama


atau kehalaman lain

Gambar 2.15 Simbol Penghubung

14. Symbol simpanan ofline – N menunjukan file non- computer yang di arsipkan
urut Numerical

Gambar 2.16 Simbol simpanan ofline – N


15. Symbol simpanan ofline – A menunjukan file non- computer yang di arsipkan
urut Alpabhet

Gambar 2.17 Simbol simpanan ofline – A

16. Symbol simpanan ofline – C menunjukan file non- computer yang di arsipkan
urut angka cronological

Gambar 2.18 Simbol simpanan ofline – C

17. Symbol simpanan ofline – F menunjukan file computer yang di arsipkan urut
alphabet, angka, numerical cronological

Gambar 2.19 Simbol simpanan ofline – F


18. Symbol hardisk menunjukan input / output menggunakan hardisk.

Gambar 2.20 Simbol Hardisk

19. Menunjukan Arus dari Proses

Gambar 2.21 Simbol Garis Alur

2.1.4 Diagram kontek

Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan

seluruh input ke system atau output dari system. DFD diagram konteks akan

memberikan gambaran tentang keseluruhan system. Diagram konteks dapat

membantu dalam perancangan system secara global yang memperlihatkan system

secara umum dan bagian-bagian subsistem berkaitan dan berinteraksi antar

subsistem-subsistem.
Dalam diagram konteks diagram system informasi pengolahan data pasien,

data dokter, data obat terdiri dari empat entity yang saling berinteraksi antara satu

dengan yang lainnya.

2.1.5 Data Flow Diagram

Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-

notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat

membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD

merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan sistem yang sedang

berjalan logis.

Data yang telah dikumpulkan di analisa berdasarkan deskripsi system yang

akan dibentuk. Tahap perancangan system di awali dengan beberapa kegiatan yaitu:

1. Pembuatan DFD (data Flow Diagram)

Pembuatan data flow diagram ini bertujuan untuk menentukan spesifikasi

fungsional system yang akan dibangun, guna mempermudah dalam

mempersentasikan table apa saja yang akan dibentuk dalam database, sehingga

pemakai system dapat dengan mudah memahami.

Symbol-simbol yang di gunakan pada data flow diagram adalah:

a. Kesatuan luar (source)


Kesatuan di luar sistem yang akan memberikan input, atau menerima output

dari sistem , dapat berupa orang, organisasi, sumber informasi lain atau penerima

akhir dari suatu laporan.

Contoh dari kesatuan luar :

YAYASAN MAHASISWA

Gambar 2.22 Kesatuan Luar

b. Arus data (data flow)

Disimbolkan dengan anak panah, dimana ars data mengalir di antara proses,

simpanan data dan kesatan luar.

Arus data dapat berbentuk:

- Formulir atau dokument yang digunakan persahaan.

- Laporan tercetak yang dihasilkan sistem.

- Output dilayar komputer.

- Masukan untuk kompter.

- Komunikasi atau ucapan.


- Surat atau memo.

- Data yang dibaca atau di rekam di file.

- Suatu isian yang di catat pada buku agenda.

- Transaksi data dari suatu komponen ke komponen lain.

Contoh dari arus data:

Gambar 2.23 Arus Data

c. Proses

Merupakan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oelh orang atau mesin (komputer)

di mana aliran data masuk, di ransformasikan ke aliran data yang keluar.

Contoh dari Proses:

2.0
Hitung
Pembuatan
gaji
slip karyawan

Gambar 2.24 Proses


d. Simpanan data (data store)

Dapat berupa suatu file atau suatu sistem database dari suatu komputer, suatu arsip

atau dokumen, suatu agenda atau buku.

Contoh Simpanan data:

Gambar 2.25 Simpanan Data

2. Diagram Rinci

Diagram rinci merupakan suatu model jaringan yang menggunakan susunan

data yang disimpan dalam system secara abstrak.

2.1.6 ENTITY RELASIONTSIP DIAGRAM (ERD)

ERD adalah hubungan suatu entitas dengan entitas lain. ERD berbeda dengan

DFD, ERD merupakan jaringan data yang menekan struktur-struktur dan relationship

data sedangkan DFD merupakan suatu jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh

system. Relationship digambarkan dengan suatu garis yang menghubungkan entitas-

entitas yang akan mempunyai hubungan antara satu dengan yang lainnya.
- Entitas

Gambar 2.26 Entitas

Adalah suatu object dan memiliki nama. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa,

jika object ini tidak ada di suatu enterprise (lingkungan tertentu) maka enterprise

tersebut tidak dapat berjalan normal.

- Atribut

Gambar 2.27 Atribut

Yaitu element-element pembentuk entitas, atau biasa juga di sebut dengan field pada

tabel

- Relasi

Gambar 2.28 Relasi


Merupakan penghubung antara entitas satu dengan entitas yang lainnya.

Relationship dapat berupa hubungan antara lain:

1. Hubungan satu ke satu (one-to-one)

Yaitu hubungan antara file pertama dan file kedua satu banding satu.

2. Hubungan satu ke banyak (one-to-many)

Yaitu hubungan antara file pertama dengan file kedua adalah satu berbanding

banyak atau banyak banding satu.

3. Hubungan banyak ke banyak (many-to-many)

Yaitu hubungan antara satu file pertama dengan kedua adalah banyak

berbanding banyak.

2.1.7 DISAIN RINCI

Dalam disain rinci system ini terperinci dari disain output, disain input, disain

file, serta proses apa saja untuk memperoleh hasil yang semaksimal mungkin sesuai

dengan yang diinginkan.

2.1.8 DISAIN OUTPUT

Disain output digunakan untuk membuatlaporan yang merupakan keluaran

atau hasil yang diinginkan sudah merupakan hasil yang diinginkan merupakan alat
komunikasi atau penghubung yang utama antara pemakai dan system computer

bentuk output.

2.1.9 DISAIN OUTPUT TERPERINCI

Pada tahap desain output secara terperinci, desain output ini hanya

dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output system baru. Desain ouput

terinci yang akan dibahas adalah unutk output berbentuk laporan dimedia kertas.

Alat – alat Desain Output terinci

Dua buah alat desain sistem dapat dipergunakan untuk desain output terinci, yaitu

sebagai berikut :

1. Printer layout form atau printer spacing chart atau printer layout chart

merupakan suatu bagan yang dipergunakan untuk menggambarkan sketsa bentuk

dari output printer.

2. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus arus data.

Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci tentang data yang

akan disajikan dilaporan.


Mengatur Tata Letak isi output

Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan

dari outpur untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output

merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai

sistem maupun bagi programmer . Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai

isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.

Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk

menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain outputini

untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan suatu

output. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak diprinter dapat digunakan

alat bagan tata letak printer dan kamus data output.

Desain output ini selain dimaksudkan untuk user, juga terutama akan

digunakan programmer didalam membuat program. programmer perlu diberi

penjelasan yang lebih terinci lagi tentang isi dari output tersebut. Penjelasan data

terinci ini dapat diperoleh dikamus data output. Kamus data output dibuat berdasar

kan kamus data, arus data dan desain tata letak dibagian tata letak printer.

2.1.10 DISAIN INPUT

Disain input adalah untuk menjamin pemasukan data yang diterima dan di

mengerti agar tercapai keakuratan yang tinggi sehingga pemasukan data dapat

dilakukan dengan seobjektif mungkin. Dalam pembahasan selanjutnya, disain input

ini di rancang agar memudahkan bagi pemakai dalam masukan data.


Alat Masukan Input

Dokumen dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk

menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat didokumen dasar

kemudian dimasukkan sebagai input ke system informasi untuk diolah. Dokumen

dasar sangat penting didalam arus data di system informasi. Dokumen dasar ini

dapat membantu didalam penanganan arus data sebagai berikut :

1. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.

2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.

3. Dapat mendorong, lengkapnya data, disebabkan data yang dibutuhkan

disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.

4. Bertindak sebagai pendistribusian data, karena sejumlah tembusan dari

formulir-formulir tersebut dapat diberikan kepada individu-individu atau

departemen-departemen yang membutuhkannya.

5. Dokumen dasar dapat membantu didalam pembuktian terjadinya suatu

transaksi yang sah, sehingga dapat berguna untuk audit trial (pelacakan

pemeriksaan).

6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung (back up)

dari file-file data dikomputer.


Untuk mencapai maksud tersebut, dokumen dasar harus dirancang dengan

baik, berikut ini merupakan petunjuk-petunjuk didalam perancangan dokumen

dasar yang baik, sebagai berikut ini :

1. Kertas yang digunakan

2. Ukuran dari dokumen dasar

3. Warna yang akan digunakan

4. Judul dokumen dasar

5. Nomor dokumen dasar

6. Nomor urut dokumen dasar

7. Nomor dari jumlah halaman

8. Spasi

9. Pembagian area

10. Caption

11. Instruksi didalam dokumen dasar

12. Jendela di amlpop

13. Jumlah tembusan

Macam-macam caption yang dapat dipergunakan, sehingga pengisisan dapat lebih

tepat.

2.1.11 DISAIN FILE

Dalam disain file perancangan suatu system yang baik, dibutuhkan beberapa

file yang bertujuan untuk memudahkan dalam pengambilan informasi data. File-file
tersebut akan saling berhubungan satu sama lainnya dan dapat digunakan sesuai

kebutuhan user atau pemakai beberapa pertimbangan dalam mendisain file antara

lain:

1. Pemilihan media yang di gunakan untuk menyimpan dat, misalnya disket,

hardisk dll.

2. Tujuan dari file itu sendiri

3. Apakah file yang dirancang digunakan untuk file input dan file output.

4. Kemampuan perangkat keras yang di gunakan.

5. Ukuran file dan kecepatan pemrosesan.

2.1.12 Data

Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari

datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam

penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa

adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel

yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data

kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat

dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini

dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau

perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.


2.1.13 Pasien

Pasien adalah seseorang yang menerima perawatan medis. Sering kali, pasien

menderita penyakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter untuk

memulihkannya.

Kata pasien dari bahasa Indonesia analog dengan kata patient dari bahasa Inggris.

Patient diturunkan dari bahasa Latin yaitu patiens yang memiliki kesamaan arti

dengan kata kerja pati yang artinya "menderita".

2.1.14 Rumah Sakit

Rumah sakit (hospital) adalah sebuah institusi perawatan kesehatan

profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli

kesehatan lainnya. Perbandingan antara jumlah ranjang rumah sakit dengan jumlah

penduduk Indonesia masih sangat rendah. Untuk 10 ribu penduduk cuma tersedia 6

ranjang rumah sakit.

Selama Abad pertengahan, rumah sakit juga melayani banyak fungsi di luar

rumah sakit yang kita kenal di zaman sekarang, misalnya sebagai penampungan
orang miskin atau persinggahan musafir. Istilah hospital (rumah sakit) berasal dari

kata Latin, hospes (tuan rumah), yang juga menjadi akar kata hotel dan hospitality

(keramahan).

Beberapa pasien bisa hanya datang untuk diagnosis atau terapi ringan untuk

kemudian meminta perawatan jalan, atau bisa pula meminta rawat inap dalam

hitungan hari, minggu, atau bulan. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan

lain dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara

menyeluruh kepada pasien.

2.1.15 Tugas dan Fungsi Rumah Sakit

Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit, yaitu :

• Melaksanakan pelayanan medis, pelayanan penunjang medis,

• Melaksanakan pelayanan medis tambahan, pelayanan penunjang medis

tambahan,

• Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman,

• Melaksanakan pelayanan medis khusus,

• Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan,

• Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi,

• Melaksanakan pelayanan kedokteran sosial,

• Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan,


• Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal

(observasi),

• Melaksanakan pelayanan rawat inap,

• Melaksanakan pelayanan administratif,

• Melaksanakan pendidikan para medis,

• Membantu pendidikan tenaga medis umum,

• Membantu pendidikan tenaga medis spesialis,

• Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan,

• Membantu kegiatan penyelidikan epidemiologi,

Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan type rumah sakit yang di

Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, kelas a, b, c, d.

berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. perubahan kelas rumah

sakit dapat saja terjadii sehubungan dengan turunnya kinerja rumah sakit yang

ditetapkan oleh menteri kesehatan indonesia melalui keputusan dirjen yan medik.

2.1.16 Jenis-Jenis Rumah Sakit

A. Rumah sakit umum

Rumah sakit yang dijalankan organisasi National Health Service di Inggris.

Melayani hampir seluruh penyakit umum, dan biasanya memiliki institusi

perawatan darurat yang siaga 24 jam (ruang gawat darurat) untuk mengatasi bahaya

dalam waktu secepatnya dan memberikan pertolongan pertama.


Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah ditemui di

suatu negara, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan intensif

ataupun jangka panjang. Rumah sakit jenis ini juga dilengkapi dengan fasilitas bedah,

bedah plastik, ruang bersalin, laboratorium, dan sebagainya. Tetapi kelengkapan

fasilitas ini bisa saja bervariasi sesuai kemampuan penyelenggaranya.

Rumah sakit yang sangat besar sering disebut Medical Center (pusat

kesehatan), biasanya melayani seluruh pengobatan modern.

Sebagian besar rumah sakit di Indonesia juga membuka pelayanan kesehatan

tanpa menginap (rawat jalan) bagi masyarakat umum (klinik). Biasanya terdapat

beberapa klinik/poliklinik di dalam suatu rumah sakit.

B. Rumah sakit terspesialisasi

Jenis ini mencakup trauma center, rumah sakit anak, rumah sakit manula, atau

rumah sakit yang melayani kepentingan khusus seperti psychiatric (psychiatric

hospital), penyakit pernapasan, dan lain-lain.

Rumah sakit bisa terdiri atas gabungan atau pun hanya satu bangunan.

Kebanyakan mempunyai afiliasi dengan universitas atau pusat riset medis tertentu.

Kebanyakan rumah sakit di dunia didirikan dengan tujuan nirlaba.


C. Rumah sakit penelitian/pendidikan

Rumah sakit penelitian/pendidikan adalah rumah sakit umum yang terkait

dengan kegiatan penelitian dan pendidikan di fakultas kedokteran pada suatu

universitas/lembaga pendidikan tinggi. Biasanya rumah sakit ini dipakai untuk

pelatihan dokter-dokter muda, uji coba berbagai macam obat baru atau teknik

pengobatan baru. Rumah sakit ini diselenggarakan oleh pihak universitas/perguruan

tinggi sebagai salah satu wujud pengabdian masyararakat / Tri Dharma perguruan

tinggi.

D. Rumah sakit lembaga/perusahaan

Rumah sakit yang didirikan oleh suatu lembaga/perusahaan untuk melayani

pasien-pasien yang merupakan anggota lembaga tersebut/karyawan perusahaan

tersebut. Alasan pendirian bisa karena penyakit yang berkaitan dengan kegiatan

lembaga tersebut (misalnya rumah sakit militer, lapangan udara), bentuk jaminan

sosial/pengobatan gratis bagi karyawan, atau karena letak/lokasi perusahaan yang

terpencil/jauh dari rumah sakit umum. Biasanya rumah sakit lembaga/perusahaan di

Indonesia juga menerima pasien umum dan menyediakan ruang gawat darurat untuk

masyarakat umum.

E. Klinik
Fasilitas medis yang lebih kecil yang hanya melayani keluhan tertentu.

Biasanya dijalankan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat atau dokter-dokter yang

ingin menjalankan praktek pribadi. Klinik biasanya hanya menerima rawat jalan.

Bentuknya bisa pula berupa kumpulan klinik yang disebut poliklinik.

F. Komite Etik Rumah Sakit

Komite Etik Rumah Sakit (KERS), dapat dikatakan sebagai suatu badan yang

secara resmi dibentuk dengan anggota dari berbagai disiplin perawatan kesehatan

dalam rumah sakit yang bertugas untuk menangani berbagai masalah etik yang timbul

dalam rumah sakit. KERS dapat menjadi sarana efektif dalam mengusahakan saling

pengertian antara berbagai pihak yang terlibat seperti dokter, pasien, keluarga pasien

dan masyarakat tentang berbagai masalah etika hukum kedokteran yang muncul

dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. Ada tiga fungsi KERS ini yaitu

pendidikan, penyusun kebijakan dan pembahasan kasus. Jadi salah satu tugas KERS

adalah menjalankan fungsi pendidikan etika.

Dalam rumah sakit ada kebutuhan akan kemampuan memahami masalah

etika, melakukan diskusi multidisiplin tentang kasus mediko legal dan dilema etika

biomedis dan proses pengambilan keputusan yang terkait dengan permasalahan ini.

Dengan dibentuknya KERS, pengetahuan dasar bidang etika kedokteran dapat

diupayakan dalam institusi dan pengetahuan tentang etika diharapkan akan

menelurkan tindakan yang profesional etis. Komite tidak akan mampu mengajari
orang lain, jika ia tidak cukup kemampuannya. Oleh sebab itu tugas pertama komite

adalah meningkatkan pengetahuan anggota komite.

Etika kedokteran dewasa ini berkembang sangat pesat. Di Indonesia etika

kedokteran relatif baru dan yang berminat tidak banyak sehingga lebih sulit mencari

bahan bacaan yang berkaitan dengan hal ini. Pendidikan bagi anggota komite dapat

dilakukan dengan belajar sendiri, belajar berkelompok, dan mengundang pakar dalam

bidang agama, hukum, sosial, psikologi, atau etika yang mendalami bidang etika

kedokteran. Para anggota komite setidaknya harus menguasai berbagai istilah/konsep

etika, proses analisa dan pengambilan keputusan dalam etika. Pengetahuan tentang

etik akan lebih mudah dipahami jika ia diterapkan dalam berbagai kasus nyata.

Semakin banyak kasus yang dibahas, akan semakin jelaslah bagi anggota komite

bagaimana bentuk tatalaksana pengambilan keputusan yang baik. Pendidikan etika

tidak tebatas pada pimpinan dan staf rumah sakit saja. Pemilik dan anggota yayasan,

pasien, keluarga pasien, dan masyarakat dapat diikutsertakan dalam pendidikan etika.

Pemahaman akan permasalahan etika akan menambah kepercayaan masyarakat dan

membuka wawasan mereka bahwa rumah sakit bekerja untuk kepentingan pasien dan

masyarakat pada umumnya. Selama ini dalam struktur rumah sakit di Indonesia

dikenal subkomite/panitia etik profesi medik yang merupakan struktur dibawah

komite medik yang bertugas menangani masalah etika rumah sakit.


Pada umumnya anggota panitia ini adalah dokter dan masalah yang ditangani

lebih banyak yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. Mengingat etika

kedokteran sekarang ini sudah berkembang begitu luas dan kompleks maka

keberadaan dan posisi panitia ini tidak lagi memadai. Rumah sakit memerlukan tim

atau komite yang dapat menangani masalah etika rumah sakit dan tanggung jawab

langsung kepada direksi. Komite memberikan saran di bidang etika kepada pimpinan

dan staf rumah sakit yang membutuhkan. Keberadaan komite dinyatakan dalam

struktur organisasi rumah sakit dan keanggotaan komite diangkat oleh pimpinan

rumah sakit atau yayasan rumah sakit. Proses pembentukan KERS ini, rumah sakit

memulainya dengan membentuk tim kecil yang terdiri dari beberapa orang yang

memiliki kepedulian mendalam dibidang etika kedokteran, bersikap terbuka dan

memiliki semangat tinggi. Jumlah anggota disesuaikan dengan kebutuhan.

Keanggotaan komite bersifat multi disiplin meliputi dokter (merupakan mayoritas

anggota) dari berbagai spesialisasi, perawat, pekerja sosial, rohaniawan, wakil

administrasi rumah sakit, wakil masyarakat, etikawan, dan ahli hukum.

2.1.17 Ulasan Literature

Definisi perancangan

Kata perancangan menurut pius abdillah dan danu prasetya adalah “ sesuatu

yang akan dirancang atau dihasilkan dari perancangan yang akan di rancang atau

hasil dari perancangan yang akan dibangun” (pius abdillah dan danu

prasetya:2002)
Selain itu arti kata perancangan adalah “menganut sesuatu untuk kerangka

kerja atau merencanakan sesuatu yang akan dikerjakan” (pius abdillah dan danu

prasetya:2002)

Definisi Visual Basic

Menurut mico pardosi (2005) visual basic adalah bahasa pemograman

(Programming language) untuk windows dan internet.

Menurut Darianto (2003) visual basic adalah suatu development tools untuk

membangun aplikasi dalam lingkungan windows.

Menurut Dadang Waluyo (2004) visual basic adalah suatu visualisasi dan

pengendalian keadaan atau kejadian yang diatur dalam bahasa pemograman.

Definisi Data

Menurut ITS (1996) data adalah representasi dari kenyataan apa yang ada

di lapangan, konsep-konsep atau instruksi-instruksi yang diformalkan dan sesuai

untuk komunikasi

Menurut pustaka Kadir (1999) analisis dan sintesi terhadap data atau

informasi adalah data yang telah di organisasikan dalam bentuk yang sesuai

dengan kebutuhan seseorang, manajer, staf, atau orang lain didalam suatu organisai

atau perusahaan

Definisi Rekam Medis


Definisi Rekam Medis Menurut Edna K Huffman: “Rekam Medis adalah

berkas yang menyatakan siapa, apa, mengapa, dimana, kapan dan bagaimana

pelayanan yang diperoleb seorang pasien selama dirawat atau menjalani

pengobatan”.

Permenkes No. 749a/Menkes!Per/XII/1989 Menurut Waters dan Murphy :

Rekam Medis adalah “Kompendium (ikhtisar) yang berisi informasi tentang

keadaan pasien selama perawatan atau selama pemeliharaan kesehatan”.

Definisi Pasien

Menurut Drg. Lika.S.trimulya (2000) bahwa pasien adalah seseorang yang

hanya datang untuk memeriksa kesehatannya pada Rumah sakit ataupun dokter.

Menurut Novatis Indonesia (1999) pasien merupakan terganggu

kesehatannya dan harus mengalami perawatan di Rumah Sakit dan harus

mengalami perawatan di Rumah Sakit dalam waktu tertentu.

Menurut Rumah Sakit Baptis Kediri menyatakan, pasien itu adalah

seseorang yang menderita gangguan kesehatan dan harus dirawat baik itu hanya

sekedar rawat jalan maupun rawat inap.

Definisi Rumah Sakit


Menurut dokter Ibrahim (2003), bahwa rumah sakit ialah suatu instansi

yang memberikan layanan dalam bidang kesehatan untuk semua orang.

Menurut Samsoel Hadi, Spo (2002) bahwa “Rumah sakit merupakan

pelayanan terhadap masyarakat yang senantiasa harus memberikan layanan

maupun perawatan dengan baik”.

Menurut RS. Cipto Hadi Kusumo bahwa “Rumah sakit berada dalam pihak

terkait dimana system pelayanan mereka akan senantiasa diawasi”.

Definisi DataBase

Menurut Fred.R.Mc fadden, Jeffry A.Hoffer (1991), database adalah

kumpulan data yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai sebuah

organisasi.

Menurut Ir. Igne Martina (2003) database adalah merupakan sekumpulan

data yang saling berhubungan.

Menurut Mario Hardiwinata (2003) database adalah sekumpulan besar

koleksi dari data yang di organisasikan sedemikian rupa untuk kecepatan pencarian

dan penganbilan data


2.1 Teori Secara Khusus

2.2.1 Rekam Medis

Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang

identitas , anamnesa,penentuan fisik , laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan

tindakan medic yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat

inap , rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.

Rekam medis mempunyai pengertian yang sangat luas , tidak hanya sekedar

kegiatan pencatatan, akan tetapi mempunyai pengertian sebagai suatu sistem

penyelenggaraan rekam medis yaitu mulai pencatatan selama pasien mendapatkan

pelayanan medik , dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi

penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan

untuk melayani permintaan/peminjaman apabila dari pasien atau untuk keperluan

lainnya

Rekam medis mempunyai 2 bagian yang perlu diperhatikan yaitu bagian

pertama adalah tentang INDIVIDU : suatu informasi tentang kondisi kesehatan dan

penyakit pasien yang bersangkutan dan sering disebut PATIENT RECORD, bagian

kedua adalah tentang MANAJEMEN: suatu informasi tentang pertanggungjawaban

apakah dari segi manajemen maupun keuangan dari kondisi kesehatan dan penyakit

pasien yang bersangkutan.


Rekam medis juga merupakan kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan

penyakit seorang pasien yang meliputi :

- data terdokumentasi tentang keadaan sakit sekarang dan waktu lampau

- pengobatan yang telah dan akan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional secara

tertulis.

Secara umum, informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus

meliputi :

- Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang memberikan pelayanan

kesehatan/medis

- Apa (What), Kapan (When) , Kenapa (Why) dan

Bagaimana (How) pelayanan kesehatan/medis yang di berikan

- Hasil akhir atau dampak (Outcome) dari pelayanan kesehatan dan pengobatan

Tujuan dan Kegunaan Rekam Medis

Tujuan Rekam Medis adalah untuk menunjang tercapainya tertib administrasi

dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan . Tanpa didukung suatu sistem

pengelolaan rekam medis yang baik dan benar , maka tertib administrasi tidak akan

berhasil Kegunaan Rekam Medis antara lain:

1. Aspek Administrasi
Suatu berkas rekam medis mempunyai nilai administrasi , karena isinya

menyangkut tindakan berdasarkan wewenang dan tanggung jawab sebagai tenaga mdis

dan perawat dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan

2. Aspek Medis

Catatan tersebut dipergunakan sebagai dasar untuk merencanakan

pengobatan/perawatan yang harus diberikan kepada pasien

3. Aspek Hukum

Menyangkut masalah adanya jaminan kepastian hukum atas dasar keadilan ,

dalam rangka usaha menegakkan hukum serta penyediaan bahan tanda bukti untuk

menegakkan keadilan

4. Aspek Keuangan

Isi Rekam Medis dapat dijadikan sebagai bahan untuk menetapkan biaya

pembayaran pelayanan . Tanpa adanya bukti catatan tindakan /pelayanan , maka

pembayaran tidak dapat dipertanggungjawabkan

5. Aspek Penelitian

Berkas Rekam medis mempunyai nilai penelitian , karena isinya menyangkut

data/informasi yang dapat digunakan sebagai aspek penelitian .

6. Aspek Pendidikan

Berkas Rekam Medis mempunyai nilai pendidikan , karena isinya menyangkut

data/informasi tentang kronologis dari pelayanan medik yang diberikan pada pasien
7. Aspek Dokumentasi

Isi Rekam medis menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan dan

dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan sarana kesehatan

Berdasarkan aspek-aspek tersebut , maka rekam medis mempunyai kegunaan

yang sangat luas yaitu :

1. Sebagai alat komunikasi antara dokter dengan tenaga kesehatan lainnya yang

ikut ambil bagian dalam memberikan pelayanan kesehatan

2. Sebagai dasar untuk merencanakan pengobatan/perawatan yang harus

diberikan kepada seorang pasien

3. Sebagai bukti tertulis atas segala tindakan pelayanan , perkembangan penyakit

dan pengobatan selama pasien berkunjung/dirawat di Rumah sakit

4. Sebagai bahan yang berguna untuk analisa , penelitian dan evaluasi terhadap

program pelayanan serta kualitas pelayanan

Contoh : Bagi seorang manajer :

- Berapa banyak pasien yang dating ke sarana kesehatan kita ? baru dan lama ?

- Distribusi penyakit pasien yang dating ke sarana kesehatan kita

- Cakupan program yang nantinya di bandingkan dengan target program

5. Melindungi kepentingan hukum bagi pasien, sarana kesehatan maupun tenaga

kesehatan yang terlibat

6. Menyediakan data dan informasi yang diperlukan untuk keperluan

pengembangan program , pendidikan dan penelitian


7. Sebagai dasar di dalam perhitungan biaya pembayaran pelayanan kesehatan

8. Menjadi sumber ingatan yang harus didokumentasikan serta bahan

pertanggungjawaban dan laporan.

2.2.2 Microsoft Visual Basic

Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah

bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated

Development Environment (IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis

sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman

Common Object Model (COM). Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan

menawarkan pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat, akses ke

basis data menggunakan Data Access Objects (DAO), Remote Data Objects (RDO),

atau ActiveX Data Object (ADO), serta menawarkan pembuatan kontrol ActiveX dan

objek ActiveX. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA)

dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic,

tetapi cara kerjanya yang berbeda.

Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan

komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program

yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi

membutuhkan deklarasi fungsi eksternal tambahan.


Dalam pemrograman untuk bisnis, Visual Basic memiliki pangsa pasar yang

sangat luas. Dalam sebuah survey yang dilakukan pada tahun 2005, 62% pengembang

perangkat lunak dilaporkan menggunakan berbagai bentuk Visual Basic, yang diikuti

oleh C++, JavaScript, C#, dan Java.

1. Sejarah Visual basic

Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan

mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah

agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan

berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah

BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic

(dikenal juga sebagai Basic Compiler).

Sejarah BASIC di tangan Microsoft sebagai bahasa yang diinterpretasi

(BASICA) dan juga bahasa yang dikompilasi (BASCOM) membuat Visual Basic

diimplementasikan sebagai gabungan keduanya.

Programmer yang menggunakan Visual Basic bisa memilih kode terkompilasi

atau kode yang harus diinterpretasi sebagai hasil executable dari kode VB.

Sayangnya, meskipun sudah terkompilasi jadi bahasa mesin, DLL bernama

MSVBVMxx.DLL tetap dibutuhkan. Namun karakteristik bahasa terkompilasi tetap

muncul (ia lebih cepat dari kalau kita pakai mode terinterpretasi).
Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung OOP, namun tidak

sepenuhnya. Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic,

seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module. Polymorphism secara

terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki

Interface tertentu. Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif.

2. Disain dan komponen

Visual Basic menjadi populer karena kemudahan desain form secara visual

dan adanya kemampuan untuk menggunakan komponen-komponen ActiveX yang

dibuat oleh pihak lain. Namun komponen ActiveX memiliki masalahnya tersendiri

yang dikenal sebagai DLL hell. Pada Visual Basic .NET, Microsoft mencoba

mengatasi masalah DLL hell dengan mengubah cara penggunaan komponen (menjadi

independen terhadap registry).

3. Interface Antar Muka Visual Basic 6.0

Interface antar muka Visual Basic 6.0, berisi menu, toolbar, toolbox, form,

project explorer dan property seperti terlihat pada gambar berikut:


Gambar 2.28 Menu Visual Basic

Pembuatan program aplikasi menggunakan Visual Basic dilakukan dengan

membuat tampilan aplikasi pada form, kemudian diberi script program di dalam

komponen-komponen yang diperlukan. Form disusun oleh komponen-komponen

yang berada di [Toolbox], dan setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya

lewat jendela [Property].

Menu pada dasarnya adalah operasional standar di dalam sistem operasi

windows, seperti membuat form baru, membuat project baru, membuka project dan

menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic

pada menu. Untuk lebih jelasnya Visual Basic menyediakan bantuan yang sangat

lengkap dan detail dalam MSDN.

Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa digunakan oleh suatu project

aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung pada jenis project yang

dibangun. Komponen standar dalam toolbox dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar 2.29 ToolBox

4. Membuat Project Baru

Untuk memulai pembuatan program aplikasi di dalam Visual Basic, yang

dilakukan adalah membuat project baru. Project adalah sekumpulan form, modul,

fungsi, data dan laporan yang digunakan dalam suatu aplikasi. Membuat projrct baru

dapat dilakukan dengan memilih menu [File] >> [New Project] atau dengan menekan

ikon [new project] pada Toolbar yang terletak di pojok kiri atas. Setelah itu akan

muncul konfirmasi untuk jenis project dari program aplikasi yan akan dibuat seperti

terlihat pada gambar berikut.


Gambar 2.30 Layar pemilihan jenis project

Visual Basic 6.0 menyediakan 13 jenis project yang bisa dibuat seperti terlihat

pada gambar di atas. Ada beberapa project yang biasa digunakan oleh banyak

pengguna Visual Basic, antara lain:

1. Standard EXE: Project standar dalam Visual Basic dengan komponen-komponen

standar. Jenis project ini sangat sederhana, tetapi memiliki keunggulan bahwa

semua komponennya dapat diakui oleh semua unit komputer dan semua user

meskipun bukan administrator. Pada buku ini akan digunakan project Standard

EXE ini, sebagai konsep pemrograman visualnya.

2. ActiveX EXE: Project ini adalah project ActiveX berisi komponen-komponen

kemampuan intuk berinteraksi dengan semua aplikasi di sistem operasi windows.

3. ActiveX DLL: Project ini menghasilkan sebuah aplikasi library yang selanjutnya

dapat digunakan oleh semua aplikasi di sistem operasi windows.

4. ActiveX Control: Project ini menghasilkan komponen-komponen baru untuk

aplikasi Visual Basic yang lain

5. VB Application Wizard: Project ini memandu pengguna untuk membuat aplikasi

secara mudah tanpa harus pusing-pusing dengan perintah-perintah pemrograman.

6. Addin: Project seperti Standard EXE tetapi dengan berbagai macam komponen

tambahan yang memungkinkan kebebasan kreasi dari pengguna.


7. Data project: Project ini melengkapi komponennya dengan komponen-komponen

database. Sehingga bisa dikatakan project ini memang disediakan untuk keperluan

pembuatan aplikasi database.

8. DHTML Application: Project ini digunakan untuk membuat aplikasi internet pada

sisi client (client side) dengan fungsi-fungsi DHTML.

9. IIS Application: Project ini menghasilkan apliaksi internet pada sisi server (server

side) dengan komponen-komponen CGI (Common Gateway Interface).

Selanjutnya pilih Standard EXE dan tekan [Ok]. Lalu muncul tampilan dari

Standard Exe seperti pada gambar 2.30 Dengan demikian project sudah siap dibuat.

Dalam pembuatan project sebelumnya double click pada form yang terbuat maka

adak terlihat jendela tersembunyi (hidden windows) yang berupa jendela untuk

pembuatan program atau jendela kode (code windows). Hal ini Dapat dilakukan

dengan cara memilih ikon jendela form atau jendela kode yang ada di [Project

Explorer]. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.31 dan gambar 2.32
Gambar 2.31. Jendela Form

Gambar 2.32 Jendela Kode

2.2.3 DataBase

Database adalah kumpulan file-file yang membentuk satuan data yang besar

(Krismiaji, 2002:94). Hal ini dilakukan agar koordinasi data menjadi lebih mudah

sehingga proses pembaruan menjadi lebih mudah. Pengelolaan database sendiri

memerlukan program manajemen database atau dikenal juga dengan database

management sistem (DBMS)

Sistem manajemen database adalah program yang mengelola dan

mengendalikan data dan interface (antara data dan program aplikasi). Setiap sisitem

manajemen database harus memiliki alat untuk melaksanakan tiga fungsi dasar yaitu

pembuatan (creating), pengubahan (changing), dan pengintrogasian (querying).


Sedangkan database yang digunakan dalam perancangan Tugas Akhir ini adalah

Microsoft Access Version 2003 MDB.

2.2.4 Microsoft Access

Microsoft Access merupakan salah satu software pengolah database yang

berjalan di bawah sistem windows. Database yang dihasilkan oleh Microsoft Access

dapat diolah dengan mudah oleh MS Visual basic karena tipe data Microsoft Access

compatible dengan tipe data pada MS Visual Basic. Nama file database Microsoft

Access diakhiri dengan .mdb. Dalam mengelola database Microsoft Access 2003

memiliki sarana atau objek diantaranya sebagai berikut :

1. Tables

Berupa tabel kumpulan data yang merupakan komponen utama dari

sebuah database

2. Queries

Digunakan untuk mencari dan menampilkan data yang memenuhi

syarat tertentu dari suatu data dari satu tabel atau lebih.Query dapat

juga digunakan untuk meng-update atau menghapus beberapa record

data pada satu saat yang sama. Selain itu query dapat digunakan untuk

menjalankan perhitungan terhadap sekelompok data

3. Forms
Dipergunakan untuk menampilkan data, mengisi data dan mengubah

data yang ada di dalam tabel

4. Reports

Dipergunakan untuk menampilkan laporan hasil analisis data

5. Pages

Dipergunakan untuk membuat halaman web berupa data access page

yang dapat ditempatkan di server jaringan intranet atau internet

6. Macros

Dapat digunakan untuk mengotomatisasi perintah-perintah yang sering

digunakan dalam mengolah data.

7. Modules

Digunakan untuk perancangan berbagai modul aplikasi pengolahan

database tingkat lanjut sesuai dengan kebutuhan.


BAB III

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Sejarah Singkat

Sehat merupakan hak asasi setiap manusia, maka menjadi hak setiap orang

untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan untuk menjadi sehat

baik rohani maupun jasmani. Kewajiban pemerintah pemerintah adalah menyediakan

fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu namun terjangkau oleh seluruh lapisan

masyarakat.
Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah pusat atau daerah melalui dinas

kesehatan (diskes) kabupaten karimun untuk memberikan yang terbaik bagi

masyarakatnya dengan menyediakan fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan

kesehatan mulai dari puskesmas rawat jalan dan puskesmas rawat inap.

Sementara sebagian masyarakat mengeluh dan tidak mampu meng “akses”

rumah sakit oleh karena mahalnya biaya pelayanan medis sehingga tidak terjangkau

oleh masyarakat, khususnya oleh masyarakat tidak mampu.

Kurangnya fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten karimun khususnya

rumah sakit yang memiliki kapasitas dan pelayanan serta biaya yang minim dalam

pengobatan, membuat pemerintah kabupaten karimun mengambil inisiatif untuk

membuat fasilitas kesehatan yang memadai demi memajukan kabupaten karimun.

Pada tahun 2004 untuk Merespon berbagai keluhan masyarakat,serta

menimbang bakal maju nya kabupaten karimun di masa yang akan datang, dinas

kesehatan (diskes) kabupaten karimun dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

(DPRD) Karimun menerima usulan eksekutif tentang perubahan status RumahSakit

Karimun (RSK) menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karimun. DPRD

menyetujui usulan perubahan status RSK menjadi RSUD, dengan pertimbangan

bahwa tidak akan terjadi penurunan pelayanan serta kenaikan tarif berobat,

Hal ini di ambil oleh Karena mencoba untuk membangun sebuah Rumah

Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan yang

bermutu, kompetitif sekaligus terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain

tidak akan mengurangi pelayanan kepada masyarakat, pemkab akan selalu memberi
bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu, terutama melalui Jasa Pelayanan

Kesehatan Masyarakat (JPKM) dengan cara memperoleh fasilitas kesehatan.

Seiring dengan berkembangnya kabupaten karimun maka, di bangunlah akses

kesehatan yang dinilai sangat strategis untuk di kembangkan yaitu RSUD karimun

sebagai rumah sakit umum daerah di kabupaten karimun.

Berdasarkan Keputusan Bupati Karimun nomor 37 tahun 2004, Dinas

Kesehatan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan kewenangan

pemerintah daerah dibidang kesehatan. Untuk melaksanakan tugas tersebut hingga

tahun 2005, Dinas Kesehatan didukung oleh UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah)

dan sarana operasional pelayanan kesehatan, yaitu RSUD Karimun, Puskesmas (9

unit), Puskesmas Pembantu (30 unit), Polindes (22 unit), UPTD JPKM,Gudang

farmasi, Puskesmas keliling laut (2 unit) dan Puskesmas keliling darat (8 unit).

Sumber daya manusia dibidang kesehatan, sebagai penggerak operasional organisasi

dan teknis pelayanan kesehatan, hingga tahun 2005, berjumlah 654 orang dengan

perincian sebagai berikut:

No Spesifikasi Keahlian Jumlah


1 Magister kesehatan masyarakat 2
2 dokter spesialis 10
3 dokter umum 44
4 dokter gigi 8
5 Apoteker 9
6 SKM 6
7 Bidan 87
8 Perawat 139
9 Kesehatan lingkungan 14
10 Gizi 10
11 Tenaga kesehatan lainnya 35
12 S-1 non kesehatan 31
13 D-3 non kesehatan 30
14 Umum 229
Jumlah 654

3.1 TAbel Tenaga Medis Karimun

3.2 Visi Misi Dan Tujuan

Perumusan visi dan misi RSUD karimun Sebagai Rumah sakit Umum Daerah

karimun yang mencerminkan pada strategi pertumbuhan yang di perkuat oleh jasa

pelayanan yang berkualitas serta di konstruksikan pada produk-produk unggulan yang

akan di kembangkan.

Visi dari RSUD Karimun :

Menjadikan rumah sakit yang memiliki pelayanan kesehatan prima menuju

karimun mandiri 2015.

Misi RSUD Karimun :

Memberikan pelayanan yang bermutu dengan biaya terjangkau dengan

manajemen berbasis kinerja.


Moto RSUD Karimun :

Pengabdian Dan Pelayanan Terbaik.

3.3 Struktur Organisasi Rsud Karimun


D IR E K T U R

KELOM POK B A G IA N T A T A
JAB A TAN USAHA
F U N G S IO N A L

B A G IA N U M U M , B ID A N G
HUMAS, DAN PERENCANAAN
HUKUM DAN SOM

B ID A N G
PELAYANAN B ID A N G B ID A N G
P E N U N JA N G KEANGAN

S E K S I L O G IS T IK ,
SE K S I C E N TR A L L O G IS T IK D A N R U M A H S E K S I A N G G A R A N
OPNAME DAN TAN GGA D AN R U M AH DAN
R U JU KA N S A K IT PERBENDAHARAAN

S E K S I R E K A M M E D IK S E K S I V E R IV IK A S I
SEKSI D A N S IS T E M IN F O R M A S I D A N A K U N T A N S I
KEPER AW ATAN R M A H S A K IT

3.1 Gambar Struktur Organisasi RSUD Karimun


IN S T A L A S I

3.4 Tugas Dan Tanggung Jawab


1. DIREKTUR

Direktur RSUD Karimun mempunyai tugas pokok memimpin, menyusun

kebijakan pelaksanaan, membina plaksanaan, mengembangkan dan

mengkoordinasikan fasilitas-fasilitas rumah sakit serta sumberdaya dengan tujuan

agar asuhan klinis dilaksanakan secara efesien, efektif dan bermutu tinggisesuai

dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

2. BAGIAN TATA USAHA

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok membantu direktur dalam

melaksanakan tugas penyelenggaraan, administrasi, organisasi, dan tata laksana serta

memberikan pelayanan administrative kepada seluruh bidang instalasi dan unit

lainnya.

3. BAGIAN UMUM, HUMAS, DAN HUKUM

Mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kerumahtanggaan umum,

perlengkapan, perlengkapann, keamanan ketertiban, perpustakaan, kearsipan dan

surat menyurat, mengkoordinasikan dan menyusun perencanaan program, evaluasi

pelaksanaan program, kegiatan keprotokolan, promosi dan pemassaran fungsi social

rumah sakit dan hukum.

4. BAGIAN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA

MANUSIA.
Yaitu , mempunyai tugas menyusun perencanaan pendidikan dan pelatihan

bagi pegawai rumah sakit, analisis kebutuhan pegawai, promosi pegawai,

mengevaluasi kinirje, memberi penghargaan kepada petugas yang berprestasi dan

memberikan pelayanan serta tugas bimbingan dan pengarahan.

5. BIDANG PELAYANAN

Bidang Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan, mengatur, mengendalikan

dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pelayanan medis, rujukan dan asuhan

keperawatan.

6. SEKSI CENTRAL OPNAME DAN RUJUKAN.

Yaitu, mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kegiatan, menghimpun,

memelihara, mensistemasikan pelaksanaan administrasi, registrasi pasien dan

menyelenggarakan pelaksanaan rujukan.

7. SEKSI KEPERAWATAN.

Yaitu, mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan, mengatur,

mengendalikan, mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pelayanan etika dan mutu

keperawatan serta asuhan keperawatan pada rawat jalan, rawat inap, gawat darurat,

rawat inrensif, kamar operasi dan rehabilitasi medic.

8. BIDANG PENUNJANG.
Bidang Penunjang mempunyai tugas melakssanakan pengkoordinasian,

merencanakan, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan

penunjang diagnostik, logistic dan rumah tangga rumah sakit.

9. SEKSI PENUNJANG DIAGNOSTIK, LOGISTIK DAN RUMAH TANGGA

RUMAH SAKIT.

Mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian perencanaan, mengatur

dan mengendalikan kebutuhan pelaksanaan kegiatan paenunjang Diagnostic, logistic

dan rumah tangga rumah sakit.

10. SEKSI REKAM MEDIK DAN SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT.

Yaitu, mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian perencanaan,

mengatur dan mengendalikan kegiatan rekam medis, pelaporan dan teknologi

informasi

11. BIDANG KEUANGAN

Bidang Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengkoordinasian

penyelenggaraan penyusunan anggaran dan mobilisasi dana, verifikasi dan akuntansi

serta perbendaharaan.

12. SEKSI ANGGARAN DAN PERBENDAHARAAN.


Yaitu, mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan penyusunan

anggaran, perubahan anggaran, mobilisasi dana, tat usaha kaeuangan, pengelolaan

perbendaharaan serta pertanggungjawaban keuangan.

13. SEKSI VERIFIKASI DAN AKUNTANSI.

Yaitu, mempunyai tugas melaksanakan pemeriksaan dan penelitian setiap

penerimaan dan pengeluaran keuangan serta menyelenggarakan akuntansi /

pembukian keuangan.

14. INSTALASI

Instalasi merupakan fasilitas penyelenggaraan pelayanan fungsional di Rumah

Sakit Umum Daerah Kabupaten Karimun

Instalasi mempunyai tugas membantu Direktur dalam penyelenggaran

pelayanan fungsional sesuai dengan fungsinya.

Pelayanan Instalasi meliputi :

a. Instalasi rawat Jalan

b. Instalasi Rawat Inap

c. Instalasi gawat Darurat

d. Instalasi Bedah Sentral

e. Instalasi Perawatan Intensif

f. Instalasi radiologi

g. Instalasi Farmasi

h. Instalasi Gizi

i. Instalasi Laboratorim / Patologi


j. Instalasi Rehabilitasi Medik

k. Instalasi Pemulasaraan Jenazah

l. Instalasi House Keeping

m. Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

Masing-masing Instalasi dipimpin seorang Kepala dalam jabatan non

struktural dan ditetapkan oleh Direktur.

Kepala Instalasi bertanggung jawab kepada Direktur Pembentukan Instalasi

ditetapkan oleh Direktur berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Rumah Sakit

Umum Daerah Kabupaten Karimun.

15. KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang

jabatan fungsional yang dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior selaku ketua

kelompok yang dalam melakasanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung

jawab kepada Direktur.

16. TATA KERJA

Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Karimun mempunyai hubungan

koordinatif, kooperatif dan fungsional dengan Dinas Kesehatan.

17. KETENTUAN LAIN-LAIN


Jenjang jabatan dan kepangkatan serta kepegawaian diatur sesuai dengan

perundang-undangan yang berlaku.

3.5 Analisis SWOT Program

Analisis SWOT yaitu Singkatan dari bahasa inggris yaitu “kekuatan”

Strengths” kelemahan “weaknesses” kesempatan “opportunities” dan Ancaman

“thereats adalah metode perancangan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi

kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi

bisnis. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis /

proyek dan mengidentifikaisi faktor internal yang mendukung dan tidak dalam

mencapai tujuan tersebut;

Adapun Hasil dari analisa SWOT pada Rumah Sakit Tersebut adalah sebagai

berikut:

1. Strengths (Kekuatan)

Dengan penerapan program ini, maka kinerja admin atau karyawan dalam

menangani pasien akan lebih mudah, karena dalam penginputan, pencarian

dan pembuatan laporan, baik itu laporan untuk dokter, pasien, maupun

direktur nantinya, program ini akan sangat membantu karyawan/admin karena

karyawan ataupun admin tersebut hanya tinggal menekan tombol –tombol

perintah yang sudah ada pada program tersebut.

2. Weaknesses (Kelemahan)
Program ini sendiri memiliki beberapa kekurangan di bandingkan program

yang lain, karma program ini tidak di sertai atau mempunyai database sendiri

atau database bawaan sehingga membutuhkan atau memerlukan dukungan

atau bantuan program lain sebagai tempat penyimpanan data nya.

3. Opportunities (Peluang)

Adapun peluang yang dapat diambil dari program yang dibuat ini

adalah peluang untuk pengembangan program yang bisa di lakukan tanpa

harus mengganggu kinerja program yang sudah ada.

4. Thereats (Ancaman)

Adapun ancaman yang mungkin timbul bisa di akibatkan oleh virus

yang dapat mengganggu kinerja program yang sehingga kinerja program

tersebut nantinya akan tidak sempurna.

3.6 Aliran Sistem Yang Sedang Berjalan

Untuk memenuhi salah satu tujuan penelitian yaitu memberikan alternatif

solusi kepada perusahaan terhadap upaya pengembangan dari sistem yang masih

manual menjadi sebuah sistem baru yang terkomputerisasi guna untuk meningkatkan

efesiensi dan efektifitas sistem, perlu adanya analisa terhadap sistem yang sedang

berjalan sebagai acuan untuk tahap selanjutnya.


Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Rumah Sakit Umum Daereah

Karimun sebagian sudah menggunakan suatu aplikasi khusus berbasis database tetapi

pada bagian rekam medis manual sehingga masih banyak terdapat kekurangan

sehingga berpengaruh terhadap efisien dan efektifitas sistem kinerja rumah sakit

sebagaimana yang telah dikemukakan.

Dari analisa yang telah dilakukan, aliran sistem yang sedang berjalan pada

RSUD Karimun dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Akurasi data belum terjamin

Laporan yang di hasilkan oleh subsistem di RSUD karimun saat ini

dikatakan belum dapat terjamin keakuratannya. Hal ini dapat di ketahui dari

seringnya terjadi kesalahan laporan yang dibuat.

2. Informasi yang dihasilkan tidak relefan

Kebutuhan informasi yang terus berkembang akibat semakin

bertambahnya pasien, dokter, karyawan serta peralatan dan instalasi yang

melakukan kerja sama, maka aplikasi yang ada perlu di kembangkan lagi untuk

menyambut era globalisasi dan pasar bebas Yang meliputi pengembangan diri,

pengembangan secara nasional, bahkan internasional


3. ketepatan waktu

Lambatnya proses pengolahan data karna tidak adanya aplikasi yang

terpadu serta terbatasnya sumberdaya manusia (SDM) yang terampil.

Menyebabkan laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak pengguna tidak dapat

diselesaikan tepat pada waktunya.

4. Redudansi dan inkonsistensi data

Terjadinya Redundansi Dan Inkonsistensi Data Di Akibatkan Oleh

Sistem Rumah Sakit Umum Daerah Karimun Tersebut Belum Terintegrasi.

5. Tidak ada penanggung jawab khusus untuk sistem perencanaan.

Tidak ada departemen khusus untuk menangani sistem sehingga pada

saat terjadi kendala pada sistem maka pekerjaan menjadi tertunda.


3.7 Aliran Sistem Yang Sedang Berjalan

PASIEN ADMINISTRASI DOKTER DIREKTUR

Data Pasien Data Pasien Daftar data


pasien

A
Membu
at data Membat
pasien data
hasil
data
rekam
medis

Laporan Laporan
data Data Pasien
pasien

Hasil Data
rekam medis
A

Data Dokter Data Dokter

A
Memb
uat
data
Dokter

Laporan
data dokter
Laporan
data
dokter

Hasil Data Hasil Data


rekam medis rekam medis

Memb A
uat
data
rekam
medis

3.2 Gambar Aliran system Yang Sedang Berjalan


Laporan
Laporan
data rekam
data medis
rekam
medis
A
BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Aliran Sistem Informasi Baru

Dalam proses perencanaan sistem informasi, langkah awal yang ahrus

dilakukan adalah mengidentifikasikan secara lengkap tujuan sasaran maupun

hambatan dalam organisasi. Untuk menanggulangi sistem pengolahan data pasien dan

pembayaran perawatan pada Rumah Sakit Umum Daerah Karimun dilakukan

perubahan-perubahan dalam aliran sistem data.

Perubahan yang dilakukan adalah mengimplementasikan penggunaan bahasa

pemograman visual basic versi 6.0 dalam melakukan pengolahan data Pasien, data

Dokter, dan Data Diagnosa atau Rekam Medis dalam proses pembuatan laporan. Pada

aliran sistem informasi yang baru tidak dilakukan perubahan entitas yang berperan

dalam melakukan proses pengolahan data tetapi hanya metode dalam proses

pengolahan data pasien data Dokter, dan Data Rekam medis serta penyajian data

dalam bentuk laporan dengan menggunakan sebuah aplikasi pemograman.

Keungulan dari sistem informasi yang diusulkan, antara lain:

1. Adanya media penyimpanan dalam bentuk database

sehingga untuk proses pembuatan laporan Rekam Medis dapat menghasilkan

informasi yang tepat cepat, akurat dan relevan.


2. Sistem yang baru ini tampilananya mudah untuk di

operasikan karena masing-masing dari file-file sudah dikelompokan

berdasarkan bagian-bagiannya.

Dibawah ini akan dijelaskan mengenai aliran sistem informasi yang baru yang dapat

dilihat pada gambar aliran sistem informasi yang baru berikut ini :
4.1.1 Aliran Sistem yang Baru

PASIEN ADMINISTRASI DOKTER DIREKTUR

Data Pasien Data Pasien Daftar data


pasien

F
Membuat
Data Pasien
Membuat
Hasil Data
Rekam Medis

Laporan
Laporan
data Data Pasien
pasien

Hasil Data
rekam medis
F

Data Dokter Data Dokter

Membuat
Data Dokter

Laporan
data dokter
Laporan
data
dokter

Hasil Data Hasil Data


rekam medis rekam medis

Membuat F
Data Rekam
Medis

Gambar 4.1 Aliran Sistem Yang Baru


Laporan
Laporan
data rekam
data medis
rekam
medis
F
Desain Global

Desain sistem secara global sangat penting dan mendukung dalam melakukan

perancangan yang lebih rinci dan detail. Rancangan global dapat memberi gambaran

secara umum kepada pemakai mengenai informasi yang dihasilkan dari sistem yang

baru.

Perancangan data ditujukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai

pengembangan data pasien Rumah Sakit Umum Daerah Karimun guna mendukung

tercapainya tujuan pelayanan kesehatan pada Masyarakat.

Titik pangkal dari pengembangan data secara menyeluruh adalah melihat

tujuan jangka pendek yang memegang peran penting untuk mencapai tujuan jangka

panjang yaitu menghasilkan pelayanan dan pengobatan yang berkualitas dan dapat

diterima di seluruh lapisan masyarakat, maka akan meningkatkan penilaian positif

masyarakat terhadap keberadaan dan operasionalnya.

4.1.2 Diagram Konteks

Diagram Konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan

seluruh input ke sistem atau output dari sistem, context diagram akan memberikan

gambaran tentang keseluruhan sistem. Context diagram dapat membantu dalam

perancangan sistem secara global yang memperlihatkan sistem secara umum dan

bagian-bagian sub sistem berkaitan dan berinteraksi antar sub sistem-sub sistem.
Diagram context pada analisis pengolahan data rekam medis pasien RSUD

karimun ini, dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut:

Diagram Konteks

LAPORAN DATA PASIEN


DATA PASIEN SISTEM
INFORMASI REKAM
PASIEN LAPORAN DATA DOKTER DIREKTUR
MEDIS RSUD
DATA REKAM MEDIS KARIMUN
LAPORAN REKAM MEDIS

DATA
DATA
DATA REKAM
DOKTER
PASIEN MEDIS

Doker

Referensi De marco

Gambar 4.2 Diagram konteks

Diagram Noll
PASIEN

1.0*
PASIEN DAT
APASIEN
CEKDAT
APASIEN

T
IDAK
ADA

HASILDATA
RAKAMMEDIS
DOKT
E R
2.0*
PEMBUATANDATA
PESIEN

HASILDAT
A DAT
ADOKTER
CEK DOKT
E R
PENGECEKAN
HASILDATA
REKAM
MEDIS

4.0*
REKAMMEDIS
PEMBUATANDAT A
3.0 REKAMME DIS
PENG ECEKA N PASIEN
MEDISPASIE N

RANGKUM

5.0
PEMBUAT
A N
LAPORA N

LAPORAN
LAPORANREKAM LAPORAN DATA
MEDIS DATA PASIEN
DOKTER

DIREKTUR
Referensi De marco

Gambar 4.3 Diagram Noll

4.1.3 Diagram Rinci

Diagram rinci merupakan perincian dari diagram konteksdan noll, diagaram

rinci ini sendiri berisikan rincian-rincian proses yang masih harus di jelaskan kegiatan

prosesnya,sehingga dapat mengetahui secara pasti proses kegiatan yang sedang di

lakukan.

Diagram Rinci pada analisis pengolahan data rekam medis pasien RSUD

kaarimun ini, dapat dilihat pada gambar 4.4 berikut:

Diagram Rinci 3.0

REKAM MEDIS

CEK

3.1*
DIAGNOSA DAN
PENCATATAN
REKAM MEDIS

HASIL DIAGNOSA
DAN
REKAM MEDIS

HASIL DATA
3.2* REKAM MEDIS
PEMBUATAN
RESEP OBAT

Referensi De marco

Gambar 4.4 Diagram Rinci 3.0


Diagram Rinci 5.0

PASIEN DOKTER REKAM MEDIS

5.1* 5.2* 5.3*


RANGKUM PEMBUATAN PEMBUATAN PEMBUATAN
LAPORAN DATA LAPORAN DATA LAPORAN DATA
PASIEN DOKTER REKAM MEDIS

LAPORAN DATA
DOKTER
LAPORAN DATA PASIEN LAPORAN DATA REKAM MEDIS

DIREKTUR
Referensi De marco

Gambar 4.5 Diagram Rinci 5.0

4.1.4 Rancangan

Rancangan dilakukan atau di buat untuk mengetahi bagaimana program

tersebut nantinya bekerja. Adapun rancangan yang di usulkan adalah sebagai berikut :

A.Rancangan Form Log In


FormPasword

USER
****

PASWORD ***********

LogIn Keluar

Gambar 4.6 Gambar Rancangan Form Log in

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Form Log In ini

Supaya nanti nya Program Tidak Dapat Dibuka oleh Banyak Orang.

B.Rancangan Menu Utama

MenuUtama
FILE LAPORAN

PEMERINTAHANKABU PATEN
KAIMUN
RSUDKARIMUN

Gambar 4.7 Gambar Rancangan Menu Utama

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Menu utama ini

yaitu sebagai tampilan awal dari program ini nantinya.

C. Rancangan Data Pasien


Form Data Pasien

Kode pasien **** Agama ***********

Nama pasien ***********


Alamat ************************
Umur ****
Pekerjaan *****************
Jenis kelamin **********

*********** Cari

Tambah Simpan Edit Hapus Refresh Laporan Keluar

Gambar 4.8 Gambar Rancangan Tabel Pasien

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Data Pasien ini

adalah untuk mencatat data diri pasien yang datang ke RSUD karimun nantinya,

sehingga pada saat melakukan pemeriksaan maka admin tidak perlu repot-repot untuk

mencari data diri pasien yang akan diperiksa nantinya karna telah tersedia di table

pasien.

D. Rancangan Data Dokter

Form Data Dokter

Kode Dokter **** Tanggal Lahir ***********

Nama Dokter *********** Agama **********

Jenis Kelamin ********** Spesialis ***********

Tempat Lahir ************************ Alamat *****************

No Telpon
***********

*********** Cari

Tambah Simpan Edit Hapus Refresh Laporan Keluar

Gambar 4.9 Gambar Rancangan Tabel Dokter

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Data Dokter ini

adalah untuk mencatat data diri Dokter yang bekerja di RSUD karimun, sehingga
pada saat melakukan pemeriksaan maka admin tidak perlu repot-repot untuk mencari

data diri Dokter yang akan memeriksa pasien nantinya karna telah tersedia di table

pasien.

E. Rancangan Data Rekam Medis

Form Data Rekam Medis

Tanggal **** Kode Pasien ***** OK Jenis Rawat **********

Kode Rekmed **** Nama Pasien *****************


Kamar ***********

Kode Dokter *********** OK Umur **

Nama Dokter *********** Diagnosa *****************

Spesialis *********** Keterangan ***********

*********** Cari

Tambah Simpan Edit Hapus Refresh Laporan Keluar

Gambar 4.10 Gambar Rancangan Tabel Rekam Medis

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Data Rekam

Medis ini adalah untuk mencatat diagnose atau hasil rekam medis pasien yang di

periksa nantinya. sehingga memudahkan admin dalam penyerahan laporan yang

nantinya akan di sampaikan kepada pimpinan.

F. Rancangan Data Obat


Gambar 4.11 Gambar Rancangan Tabel Obat

Adapun tujuan dari dibentuknya, atau Dibuatnya Rancangan Data Obat ini

adalah untuk menginput obat-obat yang terdapat di RSUD karimun, yang nantinya

obat ini Dapat di gunakan oleh Pasien.

4.1.5 Sesifikasi Proses

A. Spesifikas Proses untuk Proses 5.1* ( Input_Pasien ) adalah sebagai berikut :

Nomor Proses : 5.1*

Nama Proses : Laporan_Pasien

Aliran data Masuk : Data_Pasien

Aliran data Keluar : Pasien

BUKA File Pasien

BACA Data_Pasien

MASUKAN Data_ Pasien Ke File Pasien.


SIMPAN.

B. Spesifikas Proses untuk Proses 5.2* ( Input_Dokter ) adalah sebagai berikut :

Nomor Proses : 5.2*

Nama Proses : Laporan_Dokter

Aliran data Masuk : Data_Dokter

Aliran data Keluar : Dokter

BUKA File Dokter

BACA Data_Dokter

MASUKAN Data_ Dokter Ke File Dokter.

SIMPAN.

C. Spesifikas Proses untuk Proses 5.3* ( Input_Rekmed ) adalah sebagai berikut :

Nomor Proses : 5.3*

Nama Proses : Laporan_Rekam_Medis

Aliran data Masuk : Data_Rekam_Medis

Aliran data Keluar : Rekam_Medis

BUKA File Rekam Medis

BACA Data_Rekam_Medis

MASUKAN Data_ Rekam_Medis Ke File Rekam Medis.

SIMPAN.
4.1.6 Kamus Data

A. Kamus data Laporan Data Pasien.

1. Nama Arus Data : Laporan Data Pasien.

2. Alias : Biodata Pasien.

3. Bentuk Data : Dokumen Cetak Komputer.

4. Arus Data : Proses 5.0 ke Entitas Direktur.

5. Penjelasan : Untuk memberikan data diripasien yang berobat.

6. Periode : Setiap kali melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

7. Volume : Volume Rata-Rata : 100 orang/hari

Volume Puncak : 200 orang/hari

8. Struktur data : {@kode_pasien + nama_pasien + umur +

jenis_kelamin + Agama + alamat + pekerjaan }

B. Kamus Data Laporan Dokter.

1. Nama Arus Data : Laporan Data Dokter.

2. Alias : Biodata Dokter.

3. Bentuk Data : Dokumen Cetak Komputer.

4. Arus Data : Proses 5.0 ke Entitas Direktur.

5. Penjelasan : Untuk memberikan data diri Dokter yang

mendiaknosa

6. Periode : Setiap kali melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

7. Volume : Volume Rata-Rata : 100 orang/hari


Volume Puncak : 200 orang/hari

8. Struktur data : {@kode_dokter + nama_dokter + jenis_kelamin +

tempat_lahir + tanggal_lahir + Agama + alamat + spesialis + no_telpon }

C. Kamus Data Laporan Rekam Medis.

1. Nama Arus Data : Laporan Data Rekem Medis.

2. Alias : Hasil Diagnosa.

3. Bentuk Data : Dokumen Cetak Komputer.

4. Arus Data : Proses 5.0 ke Entitas Direktur.

5. Penjelasan : Untuk memberikan hasil rekam medis.

6. Periode : Setiap kali melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

7. Volume : Volume Rata-Rata : 100 orang/hari

Volume Puncak : 200 orang/hari

8. Struktur data : {{{@kode_rekmed + @kode_dokter + nama_dokter +

@kode_pasien + nama_pasien + umur + diagnosa + keterangan + jenis_rawat +

kamar }

4.2 Disain Rinci

4.2.1 Rancangan Formulir

Formulir Pasien

Nama masukan : Data Pasien

Sumber : Pasien
Fungsi : Mendata seluruh biodata pasien yang masuk

Media : Kertas / Komputer / USB

Struktur data : {kode_pasien + nama_pasien + umur + jenis_kelamin +

Agama + alamat + pekerjaan}

Format :

Formulir Pasien

Kode_Pasien :

Nama_pasien :

Umur :

Jenis_kelamin :

Agama :

Alamat :

Pekerjaan :

Formulir Dokter

Nama masukan : Data Dokter

Sumber : Dokter

Fungsi : Mendata seluruh biodata dokter


Media : Kertas / Komputer / USB

Struktur data : {kode_dokter + nama_dokter + jenis_kelamin + tempat_lahir

+ tanggal_lahir + Agama + alamat + spesialis + no_telpon}

Format :

Formulir Dokter

Kode_Dokter :

Nama_Dokter :

Jenis_kelamin : :

Tempat_lahir :

Tanggal_lahir : :

Agama :

Spesialis :

Alamat :

No_telpon :

Formulir Rekam Medis

Nama masukan : Data Rekam Medis

Sumber : RekMed
Fungsi : Mendata seluruh Hasil Rekam Medis

Media : Kertas / Komputer / USB

Struktur data : {{{kode_rekmed + kode_dokter + nama_dokter +

kode_pasien + nama_pasien + umur + diagnosa + keterangan + jenis_rawat +

kamar }}}

Format :

Formulir Pasien

Kode_Rekmed :

Kode_Dokter :

Nama_Dokter :

Spesialis :

Kode_Pasien :

Nama_Pasien :

Umur :

Diagnosa :

Keterangan :

Jenis_Rawat :

Kamar :
4.2.2 Rancangan Layar Masukan

Input merupakan perantara antara user dengan aplikasi yang digunakan.

Desain input terdiri dari rancangan form-form yang merupakan media input data dari

komponen pengait data untuk dapat mengakses database pada pengolahan data data

rekam medis RSUD karimun. Adapun desain input data tersebut sebagai berikut:

A.Disain Form Password

Gambar 4.12 Disain Form Password

B. Disain Tampilan Menu Utama


Gambar 4.13 Diasin Menu Utama

C. Disain Input Data Pasien

Gambar 4.14 Disain Input Data Pasien


D. Disain Input Data Dokter

Gambar 4.15 Disain Input Data Dokter

E. Disain Input Data Rekam Medis


Gambar 4.16 Disain Input Data Rekam Medis

F. Disain Input Data Obat

Gambar 4.17 Disain Input Data Obat

4.2.3 Rancangan Laporan

A. Rancangan Laporan Data Dokter

Nama : Dokter

Bentuk : Laporan

Media : Hardisk

Media Backup : Kertas

Sumber : Dokter

Tujuan : Direktur

Periode : Tiap Terjadi Pemeriksaan

Layout : Dapat Dilihat Pada Gambar 4.18


Gambar 4.18 Rancangan Laporan Data Dokter

Dari gambar 4.18 di atas, dapat dijelaskan bahwa, laporan data diri dokter

yang akan disampaikan atau di berikan kepada pimpinan nantinya.

B. Rancangan Laporan Data Pasien

Nama : Pasien

Bentuk : Laporan

Media : Hardisk

Media Backup : Kertas


Sumber : Pasien

Tujuan : Direktur

Periode : Tiap Terjadi Pemeriksaan

Layout : Dapat Dilihat Pada Gambar 4.19

Gambar 4.19 Rancangan Laporan Data Pasien


Dari gambar 4.19 di atas, dapat dijelaskan bahwa, laporan data diri pasien

yang akan disampaikan atau di berikan kepada pimpinan nantinya.

C. Rancangan Laporan Data Rekam Medis

Nama : Rekam_Medis

Bentuk : Laporan

Media : Hardisk

Media Backup : Kertas

Sumber : Data Rekam_Medis

Tujuan : Direktur & Pasien

Periode : Tiap Terjadi Pemeriksaan

Layout : Dapat Dilihat Pada Gambar 4.20


Gambar 4.20 Rancangan Laporan Data Rekam Medis

Dari gambar 4.20 di atas, dapat dijelaskan bahwa, laporan data Rekam Medis

yang akan disampaikan atau di berikan kepada pimpinan nantinya.

D. Rancangan Laporan Data Obat

Nama : Obat

Bentuk : Laporan

Media : Hardisk

Media Backup : Kertas

Sumber : Obat

Tujuan : Pasien

Periode : Tiap Terjadi Pemeriksaan


Layout : Dapat Dilihat Pada Gambar 4.21

Gambar 4.21 Rancangan Laporan Data Dokter

Dari gambar 4.21 di atas, dapat dijelaskan bahwa, laporan data Obat yang

akan disampaikan atau di berikan kepada pasien nantinya.

4.2.4 Rancanagan File

Rancangan file dari program pengolahan data Rekam Medis pasien RSUD

karimun sesuai dengan permasalahan yang dibahas dapat dibagi atas beberapa file

sebagai berikut:

1. Nama database : Medis


Nama tabel : Pasien
Primary key : kode_pasien (*)
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
Kode_pasien Text * 5 Kode Pasien
Nama_pasien Text 25 Nama Pasien
Umur Text 5 Umur
Jenis_kelamin Text 10 Jenis Kelamin
Agama Text 10 Agama
Alamat Text 50 Alamat
Pekerjaan Text 20 Pekerjaan
Tabel 4.1 Rancangan Tabel Pasien

2. Nama database : Medis


Nama tabel : Dokter
Primary key : kode_Dokter (*)
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
Kode_dokter Text * 5 Kode Dokter
Nama_dokter Text 30 Nama Dokter
Jenis_kelamin Text 10 Jenis kelamin
Tempat_lahir Text 15 Tempat lahir
Tanggal_lahir Text 10 Tanggal lahir
Agama Text 10 Agama
Spesialis Text 10 Spesialis
Alamat Text 50 Alamat
No_telpon Text 15 No telepon
Tabel 4.2 Rancangan Tabel Dokter

3. Nama database : Medis


Nama tabel : RekamMedis
Primary key : Kode_Rekmed (*)
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
Kode_Rekmed Text * 5 Kode Rekmed
Kode_Dokter Text 5 Kode Dokter
Nama_Dokter Text 15 Nama Dokter
Spesialis Text 10 Spesialis
Kode_Pasien Text 5 Kode Pasien
Nama_Pasien Text 15 Nama Pasien
Umur Text 5 Umur
Diagnosa Text 30 Diagnosa
Keterangan Text 30 Keterangan
Jenis_rawat Text 10 Jenis Rawat
Kamar Text 10 Kamar
Tabel 4.3 Rancangan Tabel Rekam Medis

4. Nama database : Obat


Nama tabel : Obat
Primary key : Kode_Obat (*)
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
Kode_Obat Text * 5 Kode Rekmed
Nama_Obat Text 5 Kode Dokter
Kemasan Text 15 Nama Dokter
Satuan Text 10 Spesialis
Tabel 4.4 Rancangan Tabel Obat

4.3 Perbandingan Sistem

Setelah dilakukan Perbandingan Antara Sistem yang baru dan yang lama dapt

di ambil kesimpulan bahwa.

Sistem yang Lama :

1. Laporan yang di hasilkan oleh subsistem di RSUD karimun saat ini dikatakan

belum dapat terjamin keakuratannya. Hal ini dapat di ketahui dari seringnya

terjadi kesalahan laporan yang dibuat.

2. Kebutuhan informasi yang terus berkembang akibat semakin bertambahnya

pasien, dokter, karyawan serta peralatan dan instalasi yang melakukan kerja
sama, maka aplikasi yang ada perlu di kembangkan lagi untuk menyambut era

globalisasi dan pasar bebas Yang meliputi pengembangan diri, pengembangan

secara nasional, bahkan internasional

3. Lambatnya proses pengolahan data karna tidak adanya aplikasi yang terpadu

serta terbatasnya sumberdaya manusia (SDM) yang terampil. Menyebabkan

laporan-laporan yang diperlukan oleh pihak pengguna tidak dapat diselesaikan

tepat pada waktunya.

Sistem yang Baru :

1. Adanya media penyimpanan dalam bentuk database sehingga untuk proses

pembuatan laporan RekamMedis dapat menghasilkan informasi yang tepat

cepat, akurat dan relevan.

2. Sistem yang baru ini tampilananya mudah untuk di operasikan karena masing-

masing dari file-file sudah dikelompokan berdasarkan bagian-bagiannya.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1. Setelah menggunakan program dan sistem yang baru, maka system rekam

medis dan pembuatan laporan rekam medis, pasien,maupun dokter dapat di

lakukan dengan cepat dan mudah, serta akurat laporannya.

2. Setelah menggunakan sistem yang baru data dapat di simpan dengan aman

dan mudah di lakukakan, serta sistem keamanan data semakin baik, dengan
menggunakan sistem database, serta kita akan sangat mudah untuk membuat

salinan datanya atau backup datanya.

3. Dengan digunakan program ini, maka akan sangat membantu kinerja admin,

karena admin tidak perlu lagi mencatat ulang kegiatan-kegiatan yang terjadi.

4. Setelah di bentuk sebuah sistem yang baru, pengolahan data rekam medis

Rumah Sakit Umum Daerah Karimun dapat memberikan informasi dengan

cepat sesuai dengan yang di harapkan baik kepada pimpinan dan maupun

pasien.

5.2 Saran

1. Agar program dapat berfungsi dengan baik, maka data harus di input dengan

benar pada saat menjalankan programnya, agar tidak menghasilkan laporan

yang salah, untuk di sarankan agar melakukan training atau pelatihan terhadap

user sebelum menjalankan programnya.

2. Saat menjalankan sistem yang baru, sistem yang lama jangan lansunng di

tinggalkan begitu saja, tetapi juga tetap di gunakan sementara waktu, sampai

setelah sistem yang baru benar-benar bisa di jalankan dengan baik danberhasil

100% maka, barulah sistem lama boleh di tinggalkan.


3. Database haruslah di backup, agar jika terjadi kehilangan data maka kita

masih mempunnyai salinan datanya atau backup datanya.

4. Password user harus di jaga secara privasi, mencegah agar tidak terjadi

kebocoran data bagi pihak luar.

DAFTAR PUSTAKA

Suryanto Thabrani, Mudah Dan Cepat Menguasai Visual Basic, 2007, Penerbit

MediaKita, Bandar Lampung.

Jogiyanto, Analisis dan Disain Sistem Informasi, 1999, Penerbit Andi,

Yogyakarta. Data Flow Diagram versi De marco.

Jogiyanto. Analisis & Disain Sistem Informasi 1999, : Pendekatan perstruktur

Teori dan praktek Aplikasi Bisnis, Yogyakarta: Andi. Data Flow Diagram De

marco.
Erhans Anggawirya, Microsoft Acces Sekarang Belajar Sekarang Lancar, 2003,

Penerbit Pt.Ercontara Rajawali, Jakarta

http://www.ilmukomputer.org/category/pemrograman-vb/ ”Ilmu komputer tentang

materi bahasa pemograman visual basic 6.0”

http://www.wikipedia.org/wiki/sdlc ”wikipedia materi atau pengertian SDLC”

http://www.Kab-Kaarimun.go.id/profile.php?_dinas_id=14 ”website departemen

kesehatan kabupaten karimun tentang tenaga medis karimun”

http://www.wikipedia.org/wiki/dfd ”wikipedia materi atau pengertian DFD”

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

NAMA : DEDI FIRMANSYAH


TEMPAT / TANGGAL LAHIR : DABO SINGKEP, 21 FEBRUARI 1990
JENIS KELAMIN : LAKI - LAKI
AGAMA : ISLAM
ALAMAT : TIBAN PURIMALAKA BLOG G.02
NO TELPON : +628566624880

RIWAYAT PENDIDIKAN
1996 - 2001 : SDN 009 TELUK UMA TEBING KARIMUN
2002 - 2004 : MTSN YASPIKA KARIMUN
2005 - 2007 : SMAN 1 KARIMUN
2008 - 2010 : STMIK PUTERA BATAM, BATAM KEPRI

Lampiran A
Implementasi
Lampiran B
Linsting Program
Private Sub CmDLogin_Click()
If TextUser.Text = "DEDI" And TextPasword.Text = "900221" Then
FormMenuUtama.Show
Unload Me
Else
MsgBox "USERNAME DAN PASWORD SALAH"
TextUser.Text = ""
TextPasword.Text = ""
TextUser.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()


Unload Me
End Sub

Private Sub CMDCARI_Click()


CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextAlamatPasien.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextPekerjaaPasien.Enabled = False
TextUmurPasien.Enabled = False
CbAgamaPasien.Enabled = False
CbJenisKelaminPasien.Enabled = False
On Error GoTo pesan
If TextCariKode.Text = "" Then
MsgBox "MASUKAN KODE PASIEN", vbCritical, "perhatian"
TextCariKode.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_PASIEN='" & Trim(TextCariKode) & "'")
TextKODEPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KODE_PASIEN")
TextNAMAPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_PASIEN")
TextUmurPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("UMUR")
CbJenisKelaminPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("JENIS_KELAMIN")
CbAgamaPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("AGAMA")
TextAlamatPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("ALAMAT")
TextPekerjaaPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("PEKERJAAN")
Exit Sub
pesan:
MsgBox "KODE TIDAK DI TEMUKAN", vbOKOnly, "peringatan"
End Sub

Private Sub CmdEdit_Click()


CmdSimpan.Enabled = True
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_PASIEN='" & Trim(TextKODEPASIEN.Text) & "'")
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = True
TextAlamatPasien.Enabled = True
CbJenisKelaminPasien.Enabled = True
CbAgamaPasien.Enabled = True
TextUmurPasien.Enabled = True
TextPekerjaaPasien.Enabled = True
CmdTambah.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
TextNAMAPASIEN.SetFocus
End Sub

Private Sub CmdHapus_Click()


On Error Resume Next
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_pasien='" & Trim(TextKODEPASIEN.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Delete
MsgBox "data berhasil dihapus", vbOKOnly, "berhasil"
TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextUmurPasien.Text = ""
CbJenisKelaminPasien.Text = ""
CbAgamaPasien.Text = ""
TextAlamatPasien.Text = ""
TextPekerjaaPasien.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextKODEPASIEN.SetFocus
TextKODEPASIEN.Enabled = True
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUmurPasien.Enabled = False
CbJenisKelaminPasien.Enabled = False
CbAgamaPasien.Enabled = False
TextAlamatPasien.Enabled = False
TextPekerjaaPasien.Enabled = False
CmdCari.Enabled = True
CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
End Sub

Private Sub cmdKeluar_Click()


Unload Me
End Sub

Private Sub CmdLaporan_Click()


DataReportpasien.Show
End Sub

Private Sub CmdSimpan_Click()


CmdTambah.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
If TextKODEPASIEN.Text = "" Or TextNAMAPASIEN.Text = "" Or TextUmurPasien.Text = "" Or
CbJenisKelaminPasien.Text = "" Or TextAlamatPasien.Text = "" Or CbAgamaPasien.Text = "" Or
TextPekerjaaPasien.Text = "" Then
MsgBox "DATA HARUS TERISI SEMUA, HARAP DI LENGKAPI", vbCritical, "perhatian"
TextKODEPASIEN.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_pasien='" & Trim(TextKODEPASIEN.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_pasien") = TextNAMAPASIEN.Text
Adodc1.Recordset.Fields("umur") = TextUmurPasien.Text
Adodc1.Recordset.Fields("jenis_kelamin") = CbJenisKelaminPasien.Text
Adodc1.Recordset.Fields("agama") = CbAgamaPasien.Text
Adodc1.Recordset.Fields("alamat") = TextAlamatPasien.Text
Adodc1.Recordset.Fields("pekerjaan") = TextPekerjaaPasien.Text
Adodc1.Recordset.Update
MsgBox "DATA BERHASIL DI SIMPAN", vbOKOnly, "berhasil"

TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextAlamatPasien.Text = ""
TextUmurPasien.Text = ""
TextPekerjaaPasien.Text = ""
CbAgamaPasien.Text = ""
CbJenisKelaminPasien.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextAlamatPasien.Enabled = False
TextUmurPasien.Enabled = False
TextPekerjaaPasien.Enabled = False
CbAgamaPasien.Enabled = False
CbJenisKelaminPasien.Enabled = False
Exit Sub
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()


FormTambahDataPasien.Show
CmdCari.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
End Sub

Private Sub Command1_Click()


Adodc1.Refresh
TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextAlamatPasien.Text = ""
TextUmurPasien.Text = ""
TextPekerjaaPasien.Text = ""
CbAgamaPasien.Text = ""
CbJenisKelaminPasien.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUmurPasien.Enabled = False
CbJenisKelaminPasien.Enabled = False
CbAgamaPasien.Enabled = False
TextAlamatPasien.Enabled = False
TextPekerjaaPasien.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextCariKode.SetFocus
End Sub
Private Sub Command2_Click()
CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextAlamatPasien.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextPekerjaaPasien.Enabled = False
TextUmurPasien.Enabled = False
CbAgamaPasien.Enabled = False
CbJenisKelaminPasien.Enabled = False
On Error GoTo pesan
If TextCariNama.Text = "" Then
MsgBox "MASUKAN KODE PASIEN", vbCritical, "perhatian"
TextCariNama.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("NAMA_PASIEN='" & Trim(TextCariNama) & "'")
TextKODEPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KODE_PASIEN")
TextNAMAPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_PASIEN")
TextUmurPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("UMUR")
CbJenisKelaminPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("JENIS_KELAMIN")
CbAgamaPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("AGAMA")
TextAlamatPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("ALAMAT")
TextPekerjaaPasien.Text = Adodc1.Recordset.Fields("PEKERJAAN")
Exit Sub
pesan:
MsgBox "NAMA PASIEN tidak ada", vbOKOnly, "peringatan"
End Sub
Private Sub Form_Load()
CbAgamaPasien.AddItem "ISLAM"
CbAgamaPasien.AddItem "KRISTEN"
CbAgamaPasien.AddItem "BUDHA"
CbAgamaPasien.AddItem "HINDU"
CbJenisKelaminPasien.AddItem "LAKI-LAKI"
CbJenisKelaminPasien.AddItem "PEREMPUAN"
End Sub

Private Sub CMDCARI_Click()


CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = True
Textalamatdokter.Enabled = False
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
TextTempatLahir.Enabled = False
TextnoTelpon.Enabled = False
TextTanggalLahir.Enabled = False
Cbagamadokter.Enabled = False
Cbjeniskelamindokter.Enabled = False
Cbspesialis.Enabled = False
On Error GoTo pesan
If TextCariKode.Text = "" Then
MsgBox "MASUKAN KODE DOKTER", vbCritical, "perhatian"
TextCariKode.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_dokter='" & Trim(TextCariKode.Text) & "'")
TextKodeDokter.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KODE_dokter")
TextNAMADOKTER.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_dokter")
TextTempatLahir.Text = Adodc1.Recordset.Fields("tempat_lahir")
Cbjeniskelamindokter.Text = Adodc1.Recordset.Fields("JENIS_KELAMIN")
Cbspesialis.Text = Adodc1.Recordset.Fields("spesialis")
Cbagamadokter.Text = Adodc1.Recordset.Fields("AGAMA")
Textalamatdokter.Text = Adodc1.Recordset.Fields("ALAMAT")
TextTanggalLahir.Text = Adodc1.Recordset.Fields("tanggal_lahir")
TextnoTelpon.Text = Adodc1.Recordset.Fields("no_telpon")
Exit Sub
pesan:
MsgBox "KODE TIDAK DI TEMUKAN", vbOKOnly, "peringatan"
End Sub

Private Sub CmdEdit_Click()


CmdSimpan.Enabled = True
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_DOKTER='" & Trim(TextKodeDokter.Text) & "'")
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = True
Textalamatdokter.Enabled = True
Cbjeniskelamindokter.Enabled = True
Cbagamadokter.Enabled = True
Cbspesialis.Enabled = True
TextTempatLahir.Enabled = True
TextTanggalLahir.Enabled = True
TextnoTelpon.Enabled = True
CmdTambah.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
End Sub

Private Sub CmdHapus_Click()


On Error Resume Next
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_dokter='" & Trim(TextKodeDokter.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Delete
MsgBox "data berhasil dihapus", vbOKOnly, "berhasil"
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
TextTempatLahir.Text = ""
TextnoTelpon.Text = ""
Cbspesialis.Text = ""
Cbjeniskelamindokter.Text = ""
Cbagamadokter.Text = ""
Textalamatdokter.Text = ""
TextTanggalLahir.Text = ""
TextKodeDokter.SetFocus
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
Textalamatdokter.Enabled = False
TextTempatLahir.Enabled = False
TextTanggalLahir.Enabled = False
Cbagamadokter.Enabled = False
Cbjeniskelamindokter.Enabled = False
TextnoTelpon.Enabled = False
Cbspesialis.Enabled = False
TextCariKode.Text = ""
CmdCari.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
TextCariKode.SetFocus
End Sub

Private Sub cmdKeluar_Click()


Unload Me
End Sub

Private Sub CmdLaporan_Click()


DataReportDOKTER.Show
End Sub

Private Sub CmdRefresh_Click()


Adodc1.Refresh
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
Textalamatdokter.Text = ""
TextTempatLahir.Text = ""
TextTanggalLahir.Text = ""
Cbagamadokter.Text = ""
Cbjeniskelamindokter.Text = ""
TextnoTelpon.Text = ""
Cbspesialis.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextCariKode.SetFocus
End Sub

Private Sub CmdSimpan_Click()


CmdTambah.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
If TextKodeDokter.Text = "" Or TextNAMADOKTER.Text = "" Or Textalamatdokter.Text = "" Or
Cbjeniskelamindokter.Text = "" Or Textalamatdokter.Text = "" Or Cbagamadokter.Text = "" Or
TextTempatLahir.Text = "" Or TextTanggalLahir.Text = "" Or TextnoTelpon.Text = "" Or
Cbspesialis.Text = "" Then
MsgBox "DATA HARUS TERISI SEMUA HARAP DILENGKAPI", vbCritical, "perhatian"
TextKodeDokter.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_dokter='" & Trim(TextKodeDokter.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_dokter") = TextNAMADOKTER.Text
Adodc1.Recordset.Fields("alamat") = Textalamatdokter.Text
Adodc1.Recordset.Fields("jenis_kelamin") = Cbjeniskelamindokter.Text
Adodc1.Recordset.Fields("agama") = Cbagamadokter.Text
Adodc1.Recordset.Fields("alamat") = Cbagamadokter.Text
Adodc1.Recordset.Fields("tempat_lahir") = TextTempatLahir.Text
Adodc1.Recordset.Fields("tanggal_lahir") = TextTanggalLahir.Text
Adodc1.Recordset.Fields("spesialis") = Cbspesialis.Text
Adodc1.Recordset.Update
MsgBox "DATA BERHASIL DI SIMPAN", vbOKOnly, "berhasil"
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
Textalamatdokter.Text = ""
TextTempatLahir.Text = ""
TextTanggalLahir.Text = ""
Cbagamadokter.Text = ""
Cbjeniskelamindokter.Text = ""
TextnoTelpon.Text = ""
Cbspesialis.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
Textalamatdokter.Enabled = False
TextTempatLahir.Enabled = False
TextTanggalLahir.Enabled = False
Cbagamadokter.Enabled = False
Cbjeniskelamindokter.Enabled = False
TextnoTelpon.Enabled = False
Cbspesialis.Enabled = False
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()


FormTambahDataDokter.Show
CmdCari.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
End Sub

Private Sub Form_Load()


Cbagamadokter.AddItem "ISLAM"
Cbagamadokter.AddItem "KRISTEN"
Cbagamadokter.AddItem "BUDHA"
Cbagamadokter.AddItem "HINDU"
Cbjeniskelamindokter.AddItem "LAKI-LAKI"
Cbjeniskelamindokter.AddItem "PEREMPUAN"
Cbspesialis.AddItem "UMUM"
Cbspesialis.AddItem "MATA"
Cbspesialis.AddItem "THT"
Cbspesialis.AddItem "GIGI"
Cbspesialis.AddItem "KANDUNGAN"
Cbspesialis.AddItem "DALAM"
Cbspesialis.AddItem "ANAK"
End Sub

Private Sub CMDCARI_Click()


CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextKODEREKMED.Enabled = False
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
TextSPESIALIS.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUMUR.Enabled = False
TextDIAGNOSA.Enabled = False
TextKETERANGAN.Enabled = False
CBJENISRAWAT.Enabled = False
TextKamar.Enabled = False

On Error GoTo pesan


If TextCariKode.Text = "" Then
MsgBox "MASUKAN KODE REKMED", vbCritical, "perhatian"
TextCariKode.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_rekmed='" & Trim(TextCariKode) & "'")
TextKODEREKMED.Text = Adodc1.Recordset.Fields("kode_Rekmed")
TextKodeDokter.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KODE_DOKTER")
TextTANGGAL.Text = Adodc1.Recordset.Fields("TANGGAL")
TextNAMADOKTER.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_DOKTER")
TextSPESIALIS.Text = Adodc1.Recordset.Fields("SPESIALIS")
TextKODEPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("kode_pasien")
TextNAMAPASIEN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_pasien")
TextUMUR.Text = Adodc1.Recordset.Fields("umur")
TextDIAGNOSA.Text = Adodc1.Recordset.Fields("DIAGNOSA")
TextKETERANGAN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KETERANGAN")
CBJENISRAWAT.Text = Adodc1.Recordset.Fields("JENIS_RAWAT")
TextKamar = Adodc1.Recordset.Fields("KAMAR")
Exit Sub
pesan:
MsgBox "KODE TIDAK DI TEMUKAN", vbOKOnly, "peringatan"
End Sub

Private Sub CmdEdit_Click()


CmdSimpan.Enabled = True
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_rekmed='" & Trim(TextKODEREKMED.Text) & "'")
TextTANGGAL.Enabled = True
TextKODEREKMED.Enabled = False
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
TextSPESIALIS.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUMUR.Enabled = False
TextDIAGNOSA.Enabled = True
TextKETERANGAN.Enabled = True
CBJENISRAWAT.Enabled = True
TextKamar.Enabled = True
CmdTambah.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True

End Sub

Private Sub CmdHapus_Click()


On Error Resume Next
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_REKMED='" & Trim(TextKODEREKMED.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Delete
MsgBox "data berhasil dihapus", vbOKOnly, "berhasil"
TextKODEREKMED.Text = ""
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
TextSPESIALIS.Text = ""
TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextUMUR.Text = ""
TextDIAGNOSA.Text = ""
TextKETERANGAN.Text = ""
CBJENISRAWAT.Text = ""
TextKamar.Text = ""
TextTANGGAL.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextDIAGNOSA.Enabled = False
TextKETERANGAN.Enabled = False
TextKamar.Enabled = False
CBJENISRAWAT.Enabled = False
CmdCari.Enabled = True
CmdSimpan.Enabled = False
CmdEdit.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
End Sub

Private Sub cmdKeluar_Click()


Unload Me
End Sub
Private Sub CmdLaporan_Click()
DataReportRekamMedis.Show
End Sub

Private Sub CmdSimpan_Click()


CmdTambah.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False

If TextTANGGAL.Text = "" Or TextKODEREKMED.Text = "" Or TextKodeDokter.Text = "" Or


TextNAMADOKTER.Text = "" Or TextSPESIALIS.Text = "" Or TextKODEPASIEN.Text = "" Or
TextKODEPASIEN.Text = "" Or TextUMUR.Text = "" Or TextDIAGNOSA.Text = "" Or
TextKETERANGAN.Text = "" Or CBJENISRAWAT.Text = "" Or TextKamar.Text = "" Then
MsgBox "DATA HARUS TERISI SEMUA, HARAP DI LENGKAPI", vbCritical, "perhatian"
TextKODEREKMED.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("kode_REKMED='" & Trim(TextKODEREKMED.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Fields("kode_Rekmed") = TextKODEREKMED.Text
Adodc1.Recordset.Fields("KODE_DOKTER") = TextKodeDokter.Text
Adodc1.Recordset.Fields("TANGGAL") = TextTANGGAL.Text
Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_DOKTER") = TextNAMADOKTER.Text
Adodc1.Recordset.Fields("SPESIALIS") = TextSPESIALIS.Text
Adodc1.Recordset.Fields("kode_pasien") = TextKODEPASIEN.Text
Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_pasien") = TextNAMAPASIEN.Text
Adodc1.Recordset.Fields("umur") = TextUMUR.Text
Adodc1.Recordset.Fields("DIAGNOSA") = TextDIAGNOSA.Text
Adodc1.Recordset.Fields("KETERANGAN") = TextKETERANGAN.Text
Adodc1.Recordset.Fields("JENIS_RAWAT") = CBJENISRAWAT.Text
Adodc1.Recordset.Fields("KAMAR") = TextKamar.Text
Adodc1.Recordset.Update
MsgBox "DATA BERHASIL DI SIMPAN", vbOKOnly, "berhasil"
TextKODEREKMED.Text = ""
TextTANGGAL.Text = ""
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
TextSPESIALIS.Text = ""
TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextUMUR.Text = ""
TextDIAGNOSA.Text = ""
TextKETERANGAN.Text = ""
CBJENISRAWAT.Text = ""
TextKamar.Text = ""

TextCariKode.Text = ""
TextTANGGAL.Enabled = False
TextKODEREKMED.Enabled = False
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
TextSPESIALIS.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUMUR.Enabled = False
TextDIAGNOSA.Enabled = False
TextKETERANGAN.Enabled = False
CBJENISRAWAT.Enabled = False
TextKamar.Enabled = False
Exit Sub
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()


FormTambahDataRekamMedis.Show
End Sub

Private Sub Command1_Click()


Adodc1.Refresh
TextKODEREKMED.Text = ""
TextKodeDokter.Text = ""
TextNAMADOKTER.Text = ""
TextSPESIALIS.Text = ""
TextKODEPASIEN.Text = ""
TextNAMAPASIEN.Text = ""
TextUMUR.Text = ""
TextDIAGNOSA.Text = ""
TextKETERANGAN.Text = ""
CBJENISRAWAT.Text = ""
TextKamar.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
TextKODEREKMED.Enabled = False
TextKodeDokter.Enabled = False
TextNAMADOKTER.Enabled = False
TextSPESIALIS.Enabled = False
TextKODEPASIEN.Enabled = False
TextNAMAPASIEN.Enabled = False
TextUMUR.Enabled = False
TextDIAGNOSA.Enabled = False
TextKETERANGAN.Enabled = False
CBJENISRAWAT.Enabled = False
TextKamar.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
CmdEdit.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = False
CmdHapus.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextCariKode.SetFocus
End Sub

Private Sub Command2_Click()


Unload Me
End Sub

Private Sub Form_Load()


CBJENISRAWAT.AddItem "RAWAT INAP"
CBJENISRAWAT.AddItem "RAWAT JALAN"
End Sub
Private Sub CMDCARI_Click()
CmdHapus.Enabled = True
CmdSimpan.Enabled = False
CmdTambah.Enabled = True
TextKODEOBAT.Enabled = False
TextNAMAOBAT.Enabled = False
CBKEMASAN.Enabled = False
TextSATUAN.Enabled = False
On Error GoTo pesan
If TextCariKode.Text = "" Then
MsgBox "MASUKAN KODE OBAT", vbCritical, "perhatian"
TextCariKode.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_OBAT='" & Trim(TextCariKode.Text) & "'")
TextKODEOBAT.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KODE_OBAT")
TextNAMAOBAT.Text = Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_OBAT")
CBKEMASAN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("KEMASAN")
TextSATUAN.Text = Adodc1.Recordset.Fields("SATUAN")
Exit Sub
pesan:
MsgBox "KODE OBAT TIDAK ADA", vbOKOnly, "peringatan"
End Sub

Private Sub CmdHapus_Click()


On Error Resume Next
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.Find ("KODE_OBAT='" & Trim(TextKODEOBAT.Text) & "'")
Adodc1.Recordset.Delete
MsgBox "data berhasil dihapus", vbOKOnly, "berhasil"
TextKODEOBAT.Text = ""
TextNAMAOBAT.Text = ""
TextSATUAN.Text = ""
CBKEMASAN.Text = "”
TextCariKode.Text = ""
TextCariKode.SetFocus
End Sub

Private Sub CmdSimpan_Click()


On Error GoTo pesan
If TextKODEOBAT.Text = "" Or TextNAMAOBAT.Text = "" Or CBKEMASAN.Text = "" Or
TextSATUAN.Text = "" Then
MsgBox "data harus terisi semua harap di lengkapi", vbCritical, "perhatian"
TextKODEOBAT.SetFocus
Exit Sub
End If
Adodc1.Refresh
Adodc1.Recordset.AddNew
Adodc1.Recordset.Fields("kode_OBAT") = TextKODEOBAT.Text
Adodc1.Recordset.Fields("NAMA_OBAT") = TextNAMAOBAT.Text
Adodc1.Recordset.Fields("KEMASAN") = CBKEMASAN.Text
Adodc1.Recordset.Fields("SATUAN") = TextSATUAN.Text
Adodc1.Recordset.Update
Adodc1.Refresh
MsgBox "DATA BERHASIL DI SIMPAN", vbOKOnly, "berhasil"
CmdTambah.Enabled = True
Adodc1.Refresh
Exit Sub

pesan:
MsgBox "ANDA SALAH MENGINPUT ATAU ADA DUPLIKASI DATA OBAT", vbOKOnly,
"perhatian"
End Sub

Private Sub CmdTambah_Click()


TextKODEOBAT.Text = ""
TextNAMAOBAT.Text = ""
TextSATUAN.Text = ""
CBKEMASAN.Text = ""
TextCariKode.Text = ""
CmdTambah.Enabled = False
CmdSimpan.Enabled = True
CmdHapus.Enabled = False
TextKODEOBAT.Enabled = True
TextNAMAOBAT.Enabled = True
TextSATUAN.Enabled = True
CBKEMASAN.Enabled = True
TextKODEOBAT.SetFocus
End Sub
Private Sub Command5_Click()
Unload Me
End Sub

Private Sub Form_Load()


CBKEMASAN.AddItem "TUBE"
CBKEMASAN.AddItem "AMPUL"
CBKEMASAN.AddItem "SET"
CBKEMASAN.AddItem "FIS"
CBKEMASAN.AddItem "POT"
CBKEMASAN.AddItem "PAKET"
CBKEMASAN.AddItem "DUS"
End Sub