Anda di halaman 1dari 7

Pahlawan Untuk Indonesiaku

Demi negeri
Kau korbankan waktumu
Demi bangsa
Rela kau taruhkan nyawamu
Maut menghadang didepan
Kau bilang itu hiburan

Nampak raut wajahmu


Tak segelintir rasa takut
Semangat membara dijiwamu
Taklukkan mereka penghalang negeri

Hari-harimu diwarnai
Pembunuhan, pembantaian
Dihiasi bunga-bunga api
Mengalir sungai darah disekitarmu
Bahkan tak jarang mata air darah itu
Muncul dari tubuhmu
Namun tak dapat
Runtuhkan tebing semangat juangmu

Bambu runcing yang setia menemanimu


Kaki telanjang tak beralas
Pakaian dengan seribu wangi
Basah dibadan kering dibadan
Kini menghantarkan indonesia
Kedalam istana kemerdekaan

Andi Nur Muhammad Ichsan

Untuk Pahlawan Negeriku

Untuk negeriku...
Hancur lebir tulang belulangku
Berlumur darah sekujur tubuh
Bermandi keringat penyejuk hati
Kurela demi tanah air negeriku
Sangsaka merah berani
Putih suci
Melambai-lambai ditiup angin
Air mata bercucuran, menganjungkan doa
untuk pahlawan negeri
Berpijak berdebu pasir
Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya
Hanya jasamu bisa kulihat
Hanya jasamu bisa kukenang
Tubuhmu hancur hilang entah kemana
Demi darahmu ....
Demi tulangmu ..
Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia.

Nurfitri

Guruku Yang Setia


Guru….. kau telah mengajariku semuanya

Apa yang belum aku ketahui

Dari yang tidak bisa menjadi bisa

Setiap hari kau datang ke sekolah

Membawa Ilmu untuk Bangsa, Negeriku

Kesetiaanmu, pengorbanananmu terhadap bumi ini

Mencoba bersabar untuk mengorbankan semua Ilmu…

Guru tetaplah kau mengajarkan semua yang kau miliki

Untuk Kami, Kita muridmu tercinta…….

Irmas Al Huda

Wahai Pahlawan
Kamu
adalah pahlawan
berjuang
siang malam

Kamu
lelah
jenuh
marah

Kamu
rasa damai
rasa bahagia
rasa sentosa

Kamu
adalah derita
adalah senyum
adalah pendakian
adalah kamu

Kamu
julangkan citamu
terbangkan anganmu
tenggelamkan apatismu
benturkan kamu

Kamu
pahlawan sejati
lautan tak bertepi
rumah tak berpintu
bidik sasaranmu

Kamu
tunggu aku
tampar aku
beri aku
kamu

Untukmu
Guruku
Untukmu guru …
Kupersembahkan semangat
belajar
Disiplin dan sopan santun
Pantang menyerah tiada
gentar
Untukmu guru …
Asa akan kuraih
Teladanmu kan kutiru
Ilmu darimu menjadi benih
Bekal perjalanan hidupku
Untukmu guru …
Kuamalkan ilmu darimu
Kusebarkan kebaikan
akhlakmu
Kusimpan erat dalam jiwaku
Kenangan bersamamu …
Penjara Hutan
Satu genggaman bambu runcing ku di tangan kiriku
Keringat ku mencucur deras
Perut yang kelaparan di bawah pohon jati
Aku berfikir aku tidak bisa bertahan di penjara ini

Kaki kiri dan kanan ku mulai tercabik cabik


Tumbuhan lalang yang berada di kedua sisiku
Mulai menikam tanganku

Botol yang berisi air yang ku genggam hannya tinggal separuh


Aku tahu aku takkan bisa bertahan
Aku rela mati karena merah putih
Aku rela mengorbankan kelaparanku ini demi merah putih

Setiap aku melangkah aku ingin sekali memegang merah putih itu
Setiap aku berjalan di kerumunan, aku ingin sekali memegang kain itu
Aku ingin sekali menaruh kain itu di tiang tinggi dan di tiup kencang oleh
angin

Aku selalu bermimpi ingin melakukannya


Tapi
Hutan penjara ini membuat ku selalu tersiksa demi kain itu
Apapun yang terjadi
Kain itu harus ku kibarkan
Hutan ini tidak lebih hannya sekedar kandang serigala
Dan aku adalah monyet di dalam kandang itu

Berisik.
Suara gemuruh senjata itu
Membuat ku merasa ketakutan
Teman-temanku merasa kesakitan
Tak tahan menahan perihnya peluru kecil

Sehebat apapun mereka


Aku takkan menyerah
Sebab
Aku ingin sekali memegang bendera itu
Syauqi
Adja
TUGAS BAHASA
INDONESIA ( PUISI )

( Tentanng Pahlawan dan


Guru )

Oleh :

Nama : Andi Muh.Rafly Syafni


Kelas : III 6
Sekolah : SD Negeri Mangkura III
Makassar