Anda di halaman 1dari 4

SPESIFIKASI TEKNIS

SISTEM TATA UDARA

1.0. SPESIFIKASI TEKNIS UMUM

1.1 Persyaratan Umum


Semua persyaratan umum maupun suplementer yang ada merupakan pula
bagian dari pada persyaratan sistem tata udara ini sejauh yang berlaku bagi
pekerjaannya.
Apabila ada beberapa hal dari persyaratan umum yang dituliskan kembali dalam
spesifikasi ini, berarti hanya memintakan khusus dan ini juga tidaklah berarti
menghilangkan hal-hal yang lainnya dari persyaratan umum dan suplementer
yang ada. Hanya apabila ada yang dinyatakan lain tersendiri di dalam
spesifikasi ini, maka hal-hal dari persyaratan umum maupun suplementer tidak
berlaku lagi untuk sistem instalasi ini.

1.2 Persyaratan Pelaksanaan


ƒ Instalasi yang dinyatakan dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai
dengan undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini di
Indonesia serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dari
Jawatan Keselamatan Kerja.
ƒ Semua syarat-syarat penerimaan bahan-bahan, peralatan, cara-cara
pemasangan kualitas pekerjaan dan lain-lain untuk sistem instalasi ini
harus sesuai dengan Standar Internasional maupun Nasional seperti ARI,
ASHRAE, SMACNA, ASTM, NFPA, NEC, ASME dengan senantiasa
mengutamakan peraturan/standar/persyaratan nasional.
ƒ Semua peralatan dan mesin yang dipasang untuk sistem ini, selain dari
persyaratan-persyaratan tersebut diatas, juga tidak boleh menyimpang
dari persyaratan yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

1.3 Pemborong
ƒ Yang dimaksud dengan pemborong dalam spesifikasi ini adalah badan
pelaksana yang telah terpilih dan memperoleh kontrak kerja untuk
penyediaan dan pemasangan instalasi peralatan utama Air Conditioning ini
sampai selesai.
ƒ Pemborong wajib mempelajari dan memahami semua undang-undang dan
peraturan-peraturan, persyaratan umum maupun suplementernya,
persyaratan pabrik pembuat unit-unit AC, buku dokumen pelelangan,
gambar-gambar serta petunjuk tertulis yang telah dikeluarkan.
ƒ Pemborong dapat meminta penjelasan kepada Direksi, Konsultan atau
pihak yang ditunjuk bilamana menurut pendapatnya pada dokumen
pelelangan, gambar atau hal lainnya ada yang kurang jelas.

ƒ Pemborong wajib mempelajari dan memeriksa juga pekerjaan pelaksanaan


dari pihak pemborong lain yang ikut mengerjakan proyek ini apabila
pekerjaan pihak-pihak lain dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.
Bilamana sampai terjadi gangguan maka pemborong wajib mengerjakan
saran-saran perbaikan untuk segenap pihak.

1.4 Koordinasi dengan Pihak Lain


ƒ Pemborong wajib koordinasi dengan pihak-pihak lainnya demi kelancaran
pelaksanaan pekerjaan proyek ini. Terutama koordinasi dengan pihak
Pemborong sipil, elektrikal, plumbing, perlindungan terhadap kebakaran.
ƒ Untuk semua peralatan dan mesin yang disediakan, atau diselesaikan oleh
pihak lain atau yang dibeli dari pihak lain yang termasuk dalam lingkup
instalasi ini, pemborong bertanggung jawab penuh atas segala peralatan
dan pekerjaan ini.

126
1.5 Izin
ƒ Semua izin-izin dan persyaratan yang diperlukan untuk melaksanakan
instalasi ini harus dilakukan oleh pemborong atas tanggungan dan biaya
pemborong.
ƒ Semua pemeriksaan, pengujian dan lain-lain beserta keterangan resminya
yang mungkin diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini.
ƒ Pemborong harus bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat yang
dipantentkan, kemungkinan tuntutan ganti rugi dan biaya-biaya yang
diperlukan untuk ini. Pemborong wajib menyerahkan surat pernyataan
mengenai hal ini.

2.0. PEKERJAAN PERALATAN UTAMA

2.1 Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan pada pasal ini menerangkan spesifikasi dari jenis peralatan
utama yang dapat diterima dalam proyek ini.

2.2 Umum
ƒ Spesifikasi berikut ini menjelaskan hanya ketentuan-ketentuan dasar saja.
Untuk ketentuan dari kapasitas dan lain-lainnya lihat gambar skedul
peralatan/unit mesin.
ƒ Pemborong harus melaksanakan pekerjaan pengadaan, pemasangan dan
pengujian (testing & balancing) dari seluruh peralatn utama yang akan
dipasang dalam proyek ini dengan lengkap dan berfungsi dengan baik
sehingga keseluruhan sistem tata udara dapat memberikan performansi
yang diinginkan.
ƒ Keseluruhan peralatan utama harus dari kualitas yang terbaik dan baru
(bukan bekas pakai).
ƒ Dalam memasukan penawaran untuk peralatan utama, pemborong harus
menyatakan dan melampirkan hal-hal berikut dengan jelas :
− mencantumkan merk dan type unit yang ditawarkan pada BQ.
Melampirkan brosur asli dari unit yang ditawarkan dan pada brosur
tersebut diberi tanda yang menjelaskan mengenai pemilihan unit,
kapasitas daya dimensi, berat kerja, suhu dan volume air/udara dan
lain-lain spesifikasi teknik ini.
− Melampirkan pemilihan unit Splite Duct, sehingga dapat dibaca dengan
jelas semua spesifikasi teknis unit-unit tersebut.
− Melampirkan format-format unit yang ditawarkan sesuai skedul dan
telah diisi secara lengkap oleh pemborong.
ƒ Setiap kekurangan dari butir diatas akan mengurangi penilaian evaluasi
atas penawaran pemborong dimana bobot hal-hal tersebut di atas sangat
menentukan dalam evaluasi penawaran.
ƒ Standar yang harus dipenuhi adalah ASHRAE, ARI STANDAR, ASTM & UL.

3.0. MESIN PENGOLAH UDARA

3.1 Pemborong harus memasang mesin tata udara split duct dengan jenis, ukuran,
kapasitas dan pemasangan secara lengkap sesuai persyaratan spesifikasi dan
gambar spite Duct, yang direkomendasi merk yaitu Fuji Electric,Fuji
Aire,Accson,

3.2 Split Duct


ƒ Cassing
− Kabinet harus dibuat dari galvanized steel dengan rangka penguat dari
bahan baja dengan sambungan las. Coil section dan fan section harus
diisolasi dengan dengan density 3 lb/cuft untuk mencegah kondensasi.
− Bak pengembunan harus diberi isolasi panas dari fibre glass tahan api
tebal 25 mm dan permukaannya dilapisi oleh aluminium foil satu sisi
untuk mencegah timbulnya pengembunan air dan dibuat dari bahan
BJLS 100.

127
ƒ Coil Section
Coil berbentuk dari pipa tembaga berdiameter 0.5’ dengan almunium fins
untuk menjamin heat transfer yang sempurna.

ƒ Fan Section
Blower harus jenis centrifugal forward curve digerakan oleh motor dengan
dengan HP yang cukup melalui V-belt dengan pulley yang dapat diatur.
Bearing blower mempunyai pipa pemberi pelumas dan dipilih yang
mempunyai daya tahan sampai 200.000 jam. Motor penggerak blower
mempunyai RPM 1.450.
Tanggung jawab kontraktor untuk mengadakan seleksi besar motor dan
diameter pulley untuk menghasilkan CFM yang direncanakan bagi ducting
lay-out yang direncanakan tidak boleh menimbulkan suara yang berlebihan
melebihi NC.40.
Pulley harus dari jenis adjustable atau sesuai kebutuhan.

ƒ Kapasitas
Kapasitas split duct unit harus sesuai dengan yang tercantum dalam
equipment schedule dan dipilih dengan maksimal face velocity 550 FPM.

ƒ Pemasangan.
− Setiap split duct unit harus didukung diatas peredam getaran sehingga
mencegah rambatan getaran mesin ke struktur bangunan.
− Air kondensasi unit AC harus disalurkan ke pipa khusus untuk
kondensasi dilengkapi dengan U-trap dan mempunyai kemiringan
yang cukup.
− Hubungan ducting ke setiap split duct harus menggunakan flexible-
duct yang dibuat dari bahan kanvas dan dibuat rapat udara.
− Sambungan pipa ke split duct unit harus menggunakan flange atau
union, sehingga memudahkan pembongkaran pipa apabila diperlukan.

ƒ Filter
Filter harus menjamin kebersihan udara balik dan udara segar dari debu
dan kotoran. Filter harus dapat dan mudah dilepas dan dipasang. Untuk
jenis filter yang digunakan lihat diatas.

4.0. PENYARING / PEMBERSIH UDARA (AIR FILTER)

4.1 Pemborong harus mengerjakan pengadaan, pemasangan dan penyetelan


penyaringan udara pada lokasi yang ditentukan dan pada split duct sesuai
dengan fungsi ruang yang ingin dijamin kebersihannya, serta menyediakan
bahan cadangan untuk kebutuhan pemeliharaan.

4.2 Filter harus terpasang demikian rupa sehingga tidak ada kebocoran udara yang
tidak melalui filter serta mudah untuk dipasang/dilepas untuk keperluan
pemeliharaan/pembersihan/penggantian.

4.3 Untuk jenis filter yang washable/cleanable maka filter yang digunakan adalah
Washable Permanen Almunium Filter dengan spesifikasi sebagai berikut :

4.3.1 Dust Arrestance sebesar 65% - 70% (by weight test)


4.3.2 Initial resistance 0.18 inch w.g. dan final resistance 0.50” w.g.

128
4.3.3 Konstruksi keseluruhan dari bahan aluminium
4.3.4 Frame terbuat dari satu batang alumunium U Chanel bentuk concave
4.3.5 Media terdiri atas beberapa lapis slit dan expanded alumunium sheet,
dimana pada ketebalannya mempunyai grid pelindung (protective grid)
pada tiap sisi. Media dilapis (Coated) dengan bahan filter adhesive
yang khusus digunakan untuk permanent alumunium filter.
4.3.6 Filter adhesive harus bisa menambah kemampuan arrestance dan dust
holding capacity, tidak berwarna (colorless), odorless dan bahan
dasarnya petroleum
4.3.7 Pembersihan filter harus digunakan pembersiah yang tidak boleh
bereaksi dengan alumunium, dilakukan sesudah filter mencapai final
resistancenya.
4.3.8 Memenuhi persyaratan pengujian standar U.L. Standar 900 dan U.I
Class 2.
4.3.9 Toleransi dimensi adalah ± 1/16” untuk ukuran sebenarnya terhadap
ukuran nominal.

129

Anda mungkin juga menyukai