Anda di halaman 1dari 12

TUGAS INSTALASI TENAGA

KARAKTERISTIK BEBAN TENAGA


“ AIR CONDITIONER “

Disusun oleh :

Andrianto ( D4-2B / 0941150013 )

Fahriza Avianti ( D4-2B / 0941150021 )

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2010
AIR CONDITIONER

Pengertian AC

Air Conditioner merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan
kata lain, AC Berfungsi sebagai penyejuk udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan
nyaman bagi tubuh. AC lebih banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan
kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).

Komponen – Komponen pada AC

Komponen AC dikelompokan menjadi 4 bagian, yaitu :

1. komponen utama
2. komponen pendukung
3. kelistrikan
4. bahan pendingin (refrigeran)

Komponen Utama AC diantaranya :

1. Kompresor

Kompresor adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyalurkan gas refrigeran ke
seluruh sistem. Jika dianalogikan, cara kerja kompresor AC layaknya seperti jantung di
tubuh manusia. Kompresor memiliki 2 pipa, yaitu pipa hisap dan pipa tekan. Dan
memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah dan tekanan tinggi. Ada tiga jenis
kompresor, yaitu : Kompresor Torak ( Reciproacting ), Kompresor Sentrifugal, dan
kompresor rotary.
2. Kondensor

Kondensor berfungsi sebagai alat penukar kalor, menurunkan temperatur refrigeran,


dan mengubah wujud refrigeran dari bentuk gas menjadi cair. Kondensor pada AC
biasanya di simpan pada luar ruangan (outdoor). Kondensor biasanya didinginkan oleh
kipas (FAN), fan ini berfungsi menghembuskan panas yang dihasilkan kondensor pada
saat pelepasan kalor yang di serap oleh gas refrigeran. Agar proses pelepasan kalor bisa
lebih cepat, pipa kondensor didesain berliku dan dilengkapi dengan sirip.

3. Pipa Kapiler

Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan


refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa kapiler
ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu tekanan
tinggi dan tekanan rendah. refrigeran bertekanan tinggi sebelum melewati pipa kapiler
akan diubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran
menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa kapiler) refrigeran mencapai
suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara saringan (filter) dan Evaporator.

4. Evaporator

Evaporator berfungsi menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran.


Akibatnya, wujud cair refrigeran setelah melewati pipa kepiler akan berubah wujud
menjadi gas. Secara sederhana, evaporator bisa di katakan sebagai alat penukar panas.
Udara panas di sekitar reuangan ber-AC diserap oleh evaporator dan masuk melewati
sirip-sirip pipa sehingga suhu udara yang keluar dari sirip-sirip menjadi lebih rendah dari
kondisi semula atau dingin. Sirkulasi udara ruangan ber-AC diatur oleh Blower indoor.
Biasanya Evaporator ditempatkan pada dalam ruangan.
Komponen Pendukung AC diantaranya :

1. Strainer atau Saringan

Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran di
dalam sistem AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat
menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi
terganggun. Biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat sistem pendingin, seperti karat
dan serpihan logam.

2. Accumulator

Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur


rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator berfungsi
mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap
kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor,
accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas. Sebab, ketika
wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak
merusak bagian dalam kompresor.

3. Minyak Pelumas Kompresor

Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi
bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak
pelumas berfungsi meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli
kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem
pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus
memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur
kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah, dan tidak menimbulkan efek
negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.
4. Kipas ( Fan atau Blower )

Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi


menghembuskan udara dingin yang di hasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak pada
bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk
membantu pelepasan panas pada kondensor.

Komponen Kelistrikan pada AC :

1. Thermistor

Thermistor adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu


mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur.
Biasanya, termistor dipasang di bagian evaporator. Thermistor dibuat dari bahan
semikonduktor yang dibuat dalam beberapa bentuk, seperti piringan, batangan, atau
butiran, tergantung dari pabrikan AC. Pada thermistor berbentuk butiran, memiliki
diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian, beberapa butir thermistor tersebut dibungkus
dengan kapsul yang terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya, kapsul kaca
dipasangi dua buah kaki terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor
berbentuk butiran mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan
temperatur. Thermistor dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking
mengecil ketika temperatur bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu
thermistor temperatur ruangan dan thermistor pipa evaporator. Thermistor temperatur
ruangan berfungsi menerima respon perubahan temperatur dan hembusan evaporator.
Thermistor pipa berfungsi menerima perubahan temperatur pada pipa evaporator.

2. PCB Kontrol

PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di analogika,
fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB Kontrol
terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, sperti thermistor, sensor, kapasitor, IC,
trafo, fuse, saklar, relay , dan alat elektronik lainnya. Fungsinya pun beragam, mulai dari
mengontrol kecepatan blower indoor, pergerakan swing, mengatur temperatur, lama
pengoperasian(timer), sampai menyalakan atau menonaktifkan AC.

3. Kapasitor

Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan


listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan
listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya
muatan yang bisa ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan dari kapasitas
kapasitor adalah Farad (F). Biasanya, Kapasitor difungsikan sebagai penggerak
kompresor pertama kali atau starting kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor,
hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau sangat singkat untuk membuat motor
kompresor berputar pada kecepatan penuh. Lama atau singkatnya waktu yang
dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor.
Setelah motor kompresor mencapai putaran penuh, secara otomatis hubungan listrik
pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan dengan hubungan langsung dari PLN.
Kapasitor akan mengisi kembali muatan dan akan digunakan kembali sewaktu-waktu
pada saat menyalakn kompresor lagi. Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting
kapasitor, yaitu sebagai penggerak kompresor dan motor kipas (fan). pada kompresor
AC bertenaga 0.5 – 2 PK memiliki start kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor kipas
(fan indoor atau outdoor) memiliki start kapasitor berukuran 1-4 nF.

4. Overload Motor Protector (OMP)

Overload Motor Protector (OMP) merupakan alat pengaman motor listrik kompresor
(biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor
panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang
bimetal inilah yang membuka dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik.
Ketika bimetal dilewati arus listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi kompresor
yang terlalu panas, bimetal akan membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan
putus. Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus
listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor akan kembali bekerja.
Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada dua macam, yaitu external OMP
(diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan di dalam kompresor).
Biasanya,External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak terlalu
besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC
yang besar(1,5-2 PK).

5. Motor Listrik

Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor).
Bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu
memaksimalkan putaran, baik pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan
start kapasitor yang berfungsi menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai
putaran penuh. Selanjutnya, fungsi start capasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN
untuk memutar kedua motor listrik tersebut.
6. Motor Kompresor

Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor bekerja,


kompresor akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke seluruh bagian
sistem pendingin. Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi satu unti dengan
kompresornya. Serupa dengan motor kipas, untuk start awal motor kompresor juga
menggunakan bantuan start kapasitor

Prinsip Kerja dan Cara Kerja Air Conditioner :

Sistem dan mekanisme AC banyak dikembangkan oleh para ahli, dan setiap perusahaan
produsennya menawarkan berbagai keunggulan dalam setiap sistem yang dipakai.
Keunggulan yang ditawarkan biasanya dalam hal pengoperasian dan energi yang digunakan
baik sistem yang di luar ruangan (outdoor) juga sistem di dalam ruang (indoor). Secara garis
besar prinsip kerja air conditioner adalah sebagai berikut :

1. Udara di dalam ruangan dihisap oleh kipas sentrifugal yang ada dalam evaporator
dan udara bersentuhan dengan pipa coil yang berisi cairan refrigerant. Dalam hal ini
refrigerant akan menyerap panas udara sehingga udara menjadi dingin dan
refrigerant akan menguap dan dikumpulkan dalam penampung uap.

2. Tekanan uap yang berasal dari evaporator disirkulasikan menuju kondensor, selama
proses kompresi berlangsung, temperatur dan tekanan uap refrigerant menjadi naik
dan ditekan masuk ke dalam kondensor.

3. Untuk menurunkan tekanan cairan refrigerant yang bertekanan tinggi digunakan


katup ekspansi untuk mengatur laju aliran refrigerant yang masuk dalam evaporator.

4. Pada saat udara keluar dari condensor udara menjadi panas. Uap refrigerant
memberikan panas kepada udara pendingin dalam condensor menjadi embun pada
pipa kapiler. Dalam mengeluarkan panas pada condensor, dibantu oleh kipas
propeller.
5. Pada sirkulasi udara dingin terus-menerus dalam ruangan, maka perlu adanya
thermostat untuk mengatur suhu dalam ruangan atau sesuai dengan keinginan.

6. Udara dalam ruang menjadi lebih dingin dibanding diluar ruangan sebab udara di
dalam ruangan dihisap oleh sentrifugal yang terdapat pada evaporator kemudian
terjadi udara bersentuhan dengan pipa/coill evaporator yang didalamnya terdapat
gas pendingin (freon). Di sini terjadi perpindahan panas sehingga suhu udara dalam
ruangan relatif dingin dari sebelumnya.

7. Suhu di luar ruangan lebih panas dibanding di dalam ruangan, sebab udara yang di
dalam ruangan yang dihisap oleh kipas sentrifugal dan bersentuhan dengan
evaporator, serta dibantu dengan komponen AC lainnya, kemudian udara dalam
ruangan dikeluarkan oleh kipas udara kondensor. Dalam hal ini udara di luar ruangan
dapat dihisap oleh kipas sentrifugal dan masuknya udara melalui kisi-kisi yang
terdapat pada AC.

8. Gas refrigerant bersuhu tinggi saat akhir kompresi di condensor dengan mudah
dicairkan dengan udara pendingin pada sistem air cooled atau uap refrigerant
menyerap panas udara pendingin dalam condensor sehingga mengembun dan
menjadi cairan di luar pipa evaporator.

9. Karena air atau udara pendingin menyerap panas dari refrigerant, maka air atau
udara tersebut menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. Uap refrigerant
yang sudah menjadi cair ini, kemudian dialirkan ke dalam pipa evaporator melalui
katup ekspansi. Kejadian ini akan berulang kembali seperti di atas.
Nameplate Air Conditioner :

Gambar Konstruksi Air Conditioner :


Gambar Sistem Air Conditioner :

Referensi dari PUIL 2000 :

7.12.6 Pemasangan kabel fleksibel


7.12.6.1 Penghantar untuk perlengkapan listrik tersebut di bawah ini harus dari jenis kabel
fleksibel seperti tercantum dalam Tabel 7.1-4.
a) Perlengkapan listrik yang untuk maksud tertentu, misalnya untuk pemeliharaan dan
penghubungan, harus dapat dipindah-pindahkan seperti : alat pemanas ruangan, alat
pemanas air, air conditioner, mesin cuci dan lemari es.
b) Perlengkapan yang karena cara pemakaiannya, misalnya karena getaran,
berpindahpindah
tempat secara terbatas.
c) Perlengkapan yang tetap letaknya, tetapi terminalnya bukan untuk instalasi tetap atau
tidak dapat dimasuki penghantar instalasi tetap.
Pelaksanaan hubungan fleksibel, harus sesuai dengan 7.11.1.9.
7.11.1.9 Hubungan kabel fleksibel harus tahan terhadap gaya tarik dan gesekan. Selubung
kabel harus tahan terhadap pengelupasan dan inti penghantar terhadap puntiran. Inti
pengaman, kalau ada, di dalam hubungan tersebut di atas harus demikian panjangnya
sehingga apabila hubungan tersebut terlepas, maka inti pengaman tersebut akan putus
paling akhir. Alat untuk mengurangi beban tersebut tidak boleh bertegangan dan harus
demikian rupa konstruksinya, sehingga kerusakan mekanis dari penghantar yang dilindungi
terhadap gaya tarik dapat dihindarkan.

8.6 Ruang lembab termasuk ruang pendingin


8.6.2 Ruang pendingin
8.6.2.2 Instalasi listrik di dalam ruang tersebut dalam 8.6.2.1 harus memenuhi syarat
ruang lembab, kecuali instalasi listrik dalam ruang yang didinginkan dengan alat pendingin
randah (portabel), dan yang sejenis (seperti room air conditioner, dsb).

Anda mungkin juga menyukai