Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK PERMESINAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Praktikum Teknik Permesinan

Dosen Pengampu :

Di Susun Oleh :

Nama : Izza Kamala

NIM : 5211309060

Prodi : Teknik Mesin (D3)

TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2010
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dunia yang modern ini terutama negara kita indonesia yang sudah berkembang
pastinya harus mempunyai rakyat sumber daya manusia yang baik dan berkualitas maka dari
itu banyak lembaga-lembaga di negara ini yang mendirikan pelatihan di berbagai bidang
terutama yang akan kita ini di bidang permesinan.Banyak dari kita yang kurang menyadari
arti pentingnya industri yang bisa memperkejakan ribuan orang dan mengurangi tingkat
pengangguran.

Banyak produk di negara kita ataupun dilingkungan kita yang di buat melalui 3 alat ini
yaitu ;

a. Mesin Bubut Mesin bubut banyak di gunakan di industri menengah ke atas, dan
mesin ini biasanya digunakan untuk membuat berbagai macam benda
khususnya benda yang bersilinder seperti ; As roda pada kendaraan , Piston ,
Baut dan lain-lain.

b. Mesin frais Mesin Frais biasa di gunakan pada industri besar karena jarang di
industri menengah mesin ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah roda
gigi..

c. Mesin skrap banyap pada industri besar rata – rata digunakan untuk meratakan
sebuah bahan datar contohnya bentuk membuat sebuah kubus.

B. Tujuan praktikum

Tujuan dari praktek ini adalah :

a. Memberikan pembelajaran baru kepada mahasiswa tentang berbagai


mesin.

b. Memberikan pengetahuan dan cara mengoprasikan mesin – mesin tersebut


.

c. Mengolah kreatifitas mahasiswa.

C. Manfaat praktikum

Manfaatnya diantaranya :

a. Memberikan pengalaman yang baru.


b. Mahasiswa jadi bisa mengoprasikan mesin perkakas dengan baik dan
benar .

c. Menjadikan mahasiswa yang ulet dan teliti.

d. Menjadikan mahasiswa disiplin .

e. Mengetahui fungsi dan kegunaan mesin perkakas.

D. BAHAN

a. 1 buah aluminium dengan panjang 45 mm dan berdiameter 20 mm

b. 1 buah aluminium dengan panjang 35 mm dan berdiameter 20 mm

c. 1 buah aluminium dengan panjang 150 mm dan berdiameter 10 mm

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A . LANDASAN TEORI

Teknik pertmesinan adalah sebuah keahlian dalm membuat sebuah benda kerja atau
produk dan itu di dukung dengan berbagai mesin diantaranya adalah :

1) MESIN BUBUT

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda
yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang
sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat
yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar
dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak
Umpan.
Gambar 1. Mesin Bubut

Mesin bubut tahun 1911 menunjukkan bagian-bagiannya.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi
pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini
dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros
spindel dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan
ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari
jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127
mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

1) Bagian – bagian dan fungsi mesin Bubut


a. Alas mesin

Berfungsi sebagai penopang eretan dan kepala lepas ,adapun alur alas mesin (bed)
bertumpu V dan terdapat alur rata.

Gambar 2.Alas Mesin

b. Kepala tetap

Berfungsi sebagai tmpat mekanisme mesin bubut diantaranya, mekanis kecepatan


penggerak , pemilih kecepatan sumbu mesin , saklar motor , saklar tenaga ,
sumbu utama mesi bubut , kopling ,dan pemilih tingkat hubungan kecepatan.

Gambar 3. Kepala Tetap

c. Kep
a la Lepas

Sebagai tempat untuk menyenterkan


pahat dan bahan kerja yang panjang , dan berbagai
bagian yaitu :

Gambar 4. Kepala lepas

a) Penjepit badan berfungsi untuk mengunci


atau menjepit kepala lepas agar tidak bergerak.

b) Penjepit sumbu berfungsi mengunci sumbu agar tidak bisa maju dan mengunci roda
taangan agar tidak bisa di putar.

c) Roda tangan berfungsi untuk memajukan sumbu.

d) Sumbu untuk menyenterkan senter agar tepat pada tengah – tengah.

e) Lubang tap sebagai tempat senter .

f) Badan kepala lepas sebagai tempat dari bagian – bagian di atas.


d. Eretan

Gambar 5. Eretan

Bagianya diantaranya :

a. Penjepit pahat berguna untuk menjepit pahat agar tidak goyang saat melakukan
pemakanan.

b. Sadel berguna sebagai penopang dari eretan.

c. Penyetel eretan atas berfungsi untuk menyetel eretan atas dengan mengatur
sudutnya.

d. Eretan melintang dan eretan atas berfungsi untuk media penggeseran.

e. Kepala putar berfungsi untuk mengatur sudut pemakanan.

f. Roda tangan pemindah berfungsi untuk menggeser eretan ke samping kanan dan kiri.

g. Pemilih kecepatan.

h. Tingkat kecepatan.

i. Pengunci sadel.

j. Penghubung skrup(poros untuk membuat ulir).

e. Mekanik percepatan
Gambar 6. Mekanik Percepatan

2) Jenis – Jenis mesin bubut

Jenis-jenis mesin bubut diantaranya adalah :

a. Mesin bubut turet horizontal

Gambar 7. Mesin bubut turet horizontal

b. Mesin bubut turet horizontal otomatis


Gambar 8. bubut turet horizontal otomatis

c. Mesin bubut turet vertikal.

Gambar 9. Mesin bubut turet vertikal.

d. Mesin bubut stasiun jamak vertikal otomatis.

Gambar 10. Mesin bubut stasiun jamak vertikal otomatis

e. Mesin bubut duplikat.


Gambar 11. Mesin bubut duplikat.

f. Mesin ulir otomatis.

Gambar 1.2. Mesin ulir otomatis.

2) MESIN FRAIS
Gambar 13. Mesin frais

Milling (Fris) adalah proses menghilangkan/pengambilan fatal-fatal dari bahan atau


benda kerjadengan pertolongan dari alat potong yang berputar dan mempunyai sisi potong,
kecuali pahatpotong yang bersisi tunggal yang juga digunakan.Mesin Milling adalah mesin
perkakas untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu bendakerja dengan mempergunakan
pisau Milling (cutter) sebagai pahat penyayat yang berputarpada sumbu mesin. Mesin
Milling termasuk mesin perkakas yang mempunyai gerak utamayang berputar, Pisau Fris
dipasang pada sumbu/arbormesin yang didukung dengan alatpendukung arbor, jika arbor
mesin berputar melalui suatu putaran motor listrik maka pisau Frisakan ikut berputar, arbor
mesin dapat ikut berputar kekanan dan kekiri sedangkan banyaknyaputaran dapat diatur
sesuai kebutuhan.

Prinsip kerja dari mesin Fris yaitu pahat potong/pemotong Fris melakukan
gerak rotasi danbenda kerja dihantarkan pada pemotong Fris tersebut.

a) Bagian-bagian dan fungsinya

a. Klem

Klem yang digunakan dalam penjepitan benda kerja biasanya dilengkapi dengan baut
Tee. Macam-macam klem tersebut antaralain seperti dalam Gambar 3. Apabila benda kerja
tidak dapatdicekam dengan ragum, atau fixture, maka pemasangannya dapat langsung
dilakukan pada meja frais dengan klem . Beberapa bentuk klem yang sering digunakan
dalam operasional pengefraisan antara lain klem jari, klem U dan klem lurus. Dalam
pemasangannya klem selalu dilengkapi dengan baut beralur T.

Macam-macam klem
Gambar 14. Macam-macam klem

Keterangan gambar:

1. klem lurus dengan lubang baut

2. klem lurus dengan baut penyetel

3. klem kaki yang dichamfer

4. klem kaki untuk benda kerja yang bertingkat

5. klem dengan jari lurus

6. klem dengan jari lengkung

7. klem bentuk U

8. baut tee panjang

9. klem pegas

10. benda kerja yang dijepit

11. meja mesin frais

12. blok penjepit

13. blok dengan lubang baut

14. baut penekan

15. blok penjepit

16. mur penekan

17. cincin

18. klem dengan ketinggian yang dapat disetel


19. tumpuan klem dengan lubang penyetel

20. pen/engsel

21. pen-penyetel

b. Ragum

Ragum merupakan peralatan cekam yang paling sering digunakan pada proses
pengefraisan. Ragum dapat digunakan untukmencekam benda kerja berbentuk kotak, bulat,
maupun menyudut yang dapat digunakan untuk mengefrais alur pasak, alur, permukaan
datar, sudut, gigi rack, dan alur T (T slot). Terdapat tiga tipe ragum yang biasa digunakan di
mesin frais. Ketiga ragum tersebut adalah:

a. Ragum lurus:

Ragum lurus dikencangkan pada meja mesin frais dengan memanfaatkan alur T yang
terdapat pada meja mesin frais.Ragum ini dapat dikencangkan secara cepat dengan
menggunakan kunci .

b. Ragum sudut.

Ragum ini sama dengan ragum lurus hanya ditambahkan pengatur sudut yang terdapat di
bawahnya, sehingga ragum dapat diputar hingga 360 0 pada arah horizontal

c. Ragum universal

Ragum ini selain dilengkapi dengan pengatur sudut horizontal juga dilengkapi dengan
pengatur sudut vertikal. Dengan kelengkapan ini ragum dapat diputar hingga 360 0 pada
arah horizontal dan 90 0 pada arah vertikal

d. Kepala Pembagi

Kepala pembagi sangat cocok digunakan untuk pembuatankepala baut, pengefraisan roda
gigi, dan pengefraisan benda-benda silindris. Bila gerakan kepala pembagi dihubungkan
dengan gerakan ulir penghantar mesin frais maka dapat dilakukan pembuatan roda gigi
miring/helik, reamer dan tap.

Gambar 14. Macam-macam Ragum


Gambar 15. Kepala Pembagi

c. Fixture

Fixture digunakan bila akan dilakukan pekerjaan dengan teliti dan dalam jumlah yang
relatif banyak sehingga tidah diperlukan penyetingan lagi. Penggunaan fixture akan
mengurangi waktu setting benda kerja sehingga proses produksi menjadi lebih efisien.

Gambar 16. Pengefraisan menggunakan Fixture

d. Meja Putar
Dicekam dengan meja putar: peralatan ini digunakan untruk mencekam beberapa
macam benda kerja yang menghendaki 31 pengefraisan putar. Dalam operasionalnya
pengefraisan dengan meja putar dapat dilakukan secara manual (dengan tangan) atau dengan
cara dihubungkan dengan mekanisme gerak dari mesin frais.
Gambar 17. Pencekaman Benda Kerja pada Meja Putar

 Pengaturan Ketegaklurusan Gerak Pisau terhadap Meja


Pengecekan ketegaklurusan gerak pisau frais terhadap meja sangat perlu
dilakukan terutama saat pembuatan lubang maupun melakukan
pengefraisan permukaan. Jika posisi kelurusan dari pisau (spindel utama)
tidak mencapai 900 terhadap meja maka lubang yang dihasilkan tidak akan
tegaklurus terhadap permukaan bendanya, dan apabila operasional yang
dilakukan adalah pengefraisan datar maka akan dihasilkan bentuk
permukaan yang miring (tirus). Peralatan yang diperlukan untuk melakukan
pegujian tersebut antara lain: dial indikator dan batang parallel. Gambar 16.
Pencekaman Benda Kerja pada Meja Putar 32
Langkah-langkah dalam mengecek ketegaklurusan spindel tersebut
antara lain :
a. Tempatkan dial indikator pada batang yang memungkinkanpada spindel utama
atau chuck bor.
b. Posisi dial indikator di sebelah muka atas meja.
c. Aturlah posisi penunjukan pada dial sebesar nol.
d. Putar spindel utama dengan tangan sejarak 180 0.
e. Jika tidak teerdapat perbedaan dalam pembacaan maka posisi spindel dan meja
telah sesuai.

Gambar 18. Pengujianketegaklurusan spindel indikator dan plat strip


Langkah-langkah untuk mengecek ketegak lurusan ragum.
a. Bersihkan meja dan bagian bawah ragum.
b. Pasang dan kencangkan ragum pada meja.
c. Kencangkan bibir ragum dan jepitlah parallel strip yang telah dipasangkan.
d. Pasang dial indikator pada spindel utama atau chuck bor.
e. Gerakkan meja dan amati perubahan penunjukan yang terjadi pada dial.
f. Apabila tidak terjadi perubahan penunjukkan pada dial berarti telah terpenuhi.
g. Bila belum, ulangi prosesur tersebut hinbgga diperolehpenunjukan yang tidak
berubah.

Gambar 19. Pengujian ketegaklurusan ragum

 Jenis Perkakas Bantu Mesin Frais


Peralatan bantu seperti ragum universal, adapters pemindah cepat dan kepal pembagi
universal membantu dalam setting up benda kerja menjadi lebih cepat.

1. Ragum
Terdapat tiga macam ragum yang tersedia antara lain ragum lurus, ragum putar dan
ragum universal. Ragum lurus dibautkan pada meja mesin pada satu posisi. Ragum
putar memungkinkan untuk dapat diputar dengan sudut arah horizontal yang
didinginkan. Sedangkan ragum universal dibuat dalam dua sudut yaitu dapat
digerakkan/diputar dalam arah horizontal maksimal sebesar 360 o dan sudut arah
vertical maksimal sebesar 90 o.

2. Arbor, Collet dan Adapter


Arbor, Collet dan Adapter merupakan alat bantu penjepit pisau frais agar proses
pengefraisan berlangsung lebih cepat. Dengan Gambar 18. Pengujian
ketegaklurusan ragum 34 alat-alat bantu tersebut pemasangan pisau frais tidak
memakan waktu yang lama.
3. Facing Fixture
Facing Fixture digunakan untuk mencekam benda kerja yang terpasang kuat pada meja.
Jenis fixture ini antara lain: ragum rata, meja rotary (swivel), indexing head (kepala
pembagi). Fixture ini digunakan untuk pekerjaan presisi dengan berbagai ukuran.

4. Kepala pembagi
Kepala pembagi merupakan salah satu alat yang sering dipakai dan ditempatkan dalam
meja mesin. Alat ini didesain untuk mencekam benda kerja antara dua center, alur,
pembuatan gigi dan operasi yang lain.

5. Kelengkapan Frais Vertikal (Vertikal Machine Attachment)


Kelengkapan Frasi Vertikal ditempatkan pada kolom dan spindel vertikal atau mesin
frais universal. Kecepatan putaran spindel vertikal sama dengan kecepatan spindel
horizontal. Perlengkapan ini digunakan untuk pengefraisan permukaan menyudut
dengan memiringkan kepala. Kepala ini mampu disetel pada sudut-sudut antara 00
sampai 45o untuk pengefraisan vertikal kanan dan kiri.

6. Kelengkapan Putaran Tinggi (High Speed Arttachment)


Peralatan ini digunakan pada mesin frais universal dan horisontal. Alat ini digunakan
untuk mendukung pengefraisan 35 dengan pisau end mill untuk berbagai posisi.
Dengan alat ini putaran pisau lebih cepat dari putaran spindel utama.

7. Universal Spiral Attachment


Alat ini ditempatkan pada kolom dan digerakkan oleh spindelmesin. Alat ini dilengkapi
dengan kelengkapan sudut sehingga dapat diatur pada arah vertikal maupun
horizontal. Kecepatan putar pisau yang dipasang pada alat ini sama dengan
kecepatan putar spindel. Dengan peralatan ini dapat dilakukan pengefraisan dengan
sudut yang lebih besar dari 45 0.

8. Slotting Attachment (Kelengkapan Slot)


Alat ini didesain untuk pemotongan alur seperti alur pasak roda gigi. Kelengkapan slot
ditempatkan pada kolom dan spindel. Gerak putar dari spindel diubah menjadi
gerak lurus seperti pada proses skrap. Dengan alat ini dapat diputar hingga 360 0.

9. Kelengkapan Pemotongan Roda Gigi (Gear Cutting Attachment)


Alat-alat ini diperlukan dalam pengefraisan roda gigi (misal kepala pembagi)

10. Meja Putar


Untuk pengefraisan benda kerja dengan bentuk bervariasi dan melingkar, pengefraisan
dapat dilakukan pada meja putar. Dengan alat ini pengefraisan dapat dilakukan
secara melingkar. Alat ini sesuai untuk mesin frais horizontal, vertikal, dan
universal. 36
11. Kelengkapan Pengefraisan Rack (Rack Milling Attachment)

Alat ini digunakan untuk pengefraisan rack yang lebih panjang daripada panjang meja
frais.

Gambar 20. Macam-macam Ragum (Ragum Lurus, Ragum Putar, Ragum Universal)

Gambar 21. Perlengkapan mesin frais


Gambar 22. Kelengkapan

3) MESIN SKRAP

Gambar 23. Mesin skrap

Mesin sekrap atau shaping machine adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk
mengubah permukaan benda kerja menjadi permukaan rata baik bertingkat, menyudut, dan
alur. Sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dikehendaki. Mesin sekrap yang ada di
workshop produksi permsinan jurusan Teknik Mesin FT – UNP, adalah tipe ONAK L - 350.
 Mekanisme Kerja Mesin Sekrap

Gambar 24. Mekanisme mesin sekrap 269


Mekanisme yang mengendalikan mesin sekrap ada dua macam yaitu mekanik dan
hidrolik. Pada mekanisme mekanik digunakan crank mechanism (Gambar 9.4). Pada
mekanisme ini roda gigi utama (bull gear ) digerakkan oleh sebuah pinion yang disambung
pada poros motor listrik melalui gear box dengan empat, delapan, atau lebih variasi
kecepatan. RPM dari roda gigi utama tersebut menjadi langkah per menit ( strokes
perminute , SPM). Gambar skematik mekanisme dengan sistem hidrolik dapat dilihat pada
Gambar 9.4. Mesin dengan mekanisme sistem hidrolik kecepatan sayatnya dapat diukur
tanpa bertingkat, tetap sama sepanjang langkahnya. Pada tiap saat dari langkah kerja,
langkahnya dapat dibalikkan sehingga jika mesin macet lengannya dapat ditarik kembali.
Kerugiannya yaitu penyetelen panjang langkah tidak teliti.

 Prinsip Kerja Mesin Sekrap


Mesin sekrap dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai
sepanjang 800 mm, berpegang pada prinsip gerakkan mendatar. Pada
langkah pemakanan akan menghasilkan beram (tatal logam) dari benda kerja, panjang
langkah diatur dengan mengubah jalan keliling pasak engkol pada roda gigi penggerak,
karenanya menambah atau mengurangi ayunan engkol, pemindahan ini diatur dengan
memutar poros pengatur langkah yang akan memutar roda gigi kerucut dan menggerakan
batang berulir yang mengatur penggerak blok engkol.
 Fungsi dan cara kerja masing-masing bagian pada mesin sekrap Rangka

Gambar 24 . bagian mesin skrap


Menurut fungsinya, maka rangka ini merupakan panyangga dari seluruh bagian dalam mesin
sekrap, oleh karenanya konstruksinya pun dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat
menampung bagian-bagian lainnya. Rangka ini terbuat dari baja. Seperti gambar.

1) Mekanik Penjalan
Umumnya mesin-mesin sekrap dijalankan oleh motor yang ditempatkan dibagian belakang,
melalui belt berbentuk V ke pully atau ke lemari roda - roda gigi. Dari roda-roda gigi melalui
eksentrik ke alur engkol yang berayun dan dihubungkan ke lengan. Alur engkol yang
berayun terdiri dari sebuah cakra engkol dengan tap yang dapat diatur, sebuah blok tirus,
tuas alur, dan batang penggerak. Untuk mengatur sesuai dengan yang dikehendaki dari
langkah lengan, dapat distel dengan memindah-mindahkan tap pengatur. Seperti gambar
dibawah ini:
dimana :
M = Titik putar alur engkol
T = Tap alur engkol yang dapat distel
D = diameter lingkaran engkol
h = Panjang langkah gerak lengan

2) Badan mesin
Merupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur (Gambar 24).

3) Meja mesin
Fungsinya merupakan tempat kedudukan benda kerja atau penjepit benda kerja. Meja mesin
didukung dan digerakkan oleh eretan lintang dan eretan tegak. Eretan lintang dapat diatur
otomatis (Gambar 24).

4) Lengan
Fungsinya untuk menggerakan pahat maju mundur. Lengan diikat dengan engkol menggunakan
pengikat lengan. Kedudukan lengan di atas badan dan dijepit pelindung lengan agar
gerakannya lurus (Gambar 24).

5) Eretan pahat
Fungsinya untuk mengatur ketebalan pemakanan pahat. Dengan memutar roda pemutar maka
pahat akan turun atau naik. Ketebalan pamakanan dapat dibaca pada dial pahat terpasang di
bagian ujung lengan dengan ditumpu oleh dua buah mur baut pengikat

6) Eretan
Eretan dapat dimiringkan untuk penyekrapan bidang bersudut atau miring. Kemiringan eretan
dapat dibaca pada pengukur sudut eretan (Gambar 24).

7) Pengatur kecepatan
Fungsinya untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per menit. Untuk
pemakanan tipis dapat dipercepat. Pengaturan harus pada saat mesin berhenti (Gambar 24).

8) Tuas panjang langkah


Berfungsi mengatur panjang pendeknya langkah pahat atau lengan sesuai panjang benda yang
disekrap. Pengaturan dengan memutar tap ke arah kanan atau kiri (Gambar 24).

9) Tuas posisi pahat


Tuas ini terletak pada lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan pahat terhadap
benda kerja. Pengaturan dapat dilakukan setelah mengendorkan pengikat lengan (Gambar
234).

10) Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintang


Untuk menyekrap secara otomatis diperlukan pengaturan-pengaturan panjang engkol yang
mengubah gerakan putar mesin pada roda gigi menjadi gerakan lurus meja. Dengan
demikian meja melakukan gerak ingsutan ( feeding ).

 Dasar pekerjaan menyekrap


Mesin sekrap menghasilkan permukaan-permukaan yang datar hal ini dicapai
oleh pahat yang bergerak horizontal kedepan dengan benda kerja
dibawahnya tegak lurus padanya, Benda kerja tetap diam pada waktu pahat
menyayat dan berpindah pada langkah balik pahat.

Gambar 25. penyayatan


Sedangkan penyelesaian akhir tergantung pada bentuk pahat, kecepatan pahat
(tergantung pada jenis logam yang disekrap) dan penerapan cairan
pendingin yang tepat
Beberapa cara pengerjaan sekrap antara lain adalah:

1) Sekrap datar
Yang dimaksud dengan menyekrap datar adalah bahwa gerak menyayatnya kearah mendatar
dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri, arah gerakan pahat tersebut tergantung pada
posisi pahat atau dari bentuk sudut-sudut bebasnya, jika pahat tersebut berbentuk pahat
kanan maka penyayatannya dimulai dari sebelah kanan ke kiri dan sebaliknya.
2) Sekrap Tegak
Dalam menyekrap tegak maka gerak penyayatannya pahat berlangsung dari atas ke arah
bawah secara tegak lurus, dalam hal ini pergerakkan sayatan pahat dilakukan dengan
memutar eretan pahat dengan tangan. Tebal pemakanan hendaknya tipis saja ± 0,5 mm
3) Sekrap Sudut
Jika menyekrap bagian yang menyudut maka gerak penyayatannya di lakukan dengan
memutar eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan besarnya sudut
yang di sekrap.
4) Sekrap Alur
Alur yang dapat disekrap adalah alur terus luar, alur terus dalam, alur buntu dan alur
tembus.

 Bentuk pahat sekrap

Gambar 27. Pahat sekrap kasar lurus

Gambar 26 . Pahat sekrap datar dan runcing


dan melengkung

Gambar 28. Pahat sekrap sisi, sisi kasar, dan sisi rata Gambar 29. Pahat
sekrap profil

Gambar 30. Pahat sekrap dalam lurus danpahat luar


 Sudut asah pahat
Sudut sudut pahat (Gambar
31)
α = sudut bebas
β = sudut mata potong (baji)
γ = sudut buang
δ = sudut potong (α + β )

gambar 31. Sudut pahat

 Jenis bahan pahat


a) H.S.S (Gambar 32). Digunakan untuk memotong material yang
mempunyai tegangan tarik tinggi.
b) Carbide (Gambar 32). Digunakan untuk benda-benda tuangan.
Gambar 32. Jenis pahat sekrap

 Elemen Dasar dan Perencanaan Proses Sekrap

Gambar 32. Elemen Dasar dan Perencanaan Proses Sekrap

 Jenis-jenis mesin skrap

Proses sekrap ada dua macam yaitu proses sekrap (shaper) dan planner. Proses sekrap dilakukan
untuk benda kerja yang relatif kecil, sedang proses planner untuk benda kerja yang besar.
a. Mesin sekrap datar atau horizontal (shaper)

Gambar 33. Mesin skrap horisontal


Mesin jenis ini umum dipakai untuk produksi dan pekerjaan serbaguna terdiri atas
rangka dasar dan rangka yang mendukung lengan horizontal (lihat Gambar 33). Benda kerja
didukung pada rel silang sehingga memungkinkan benda kerja untuk digerakkan ke arah
menyilang atau vertikal dengan tangan atau penggerak daya. Pada mesin ini pahat
melakukan gerakan bolak-balik, sedangkan benda kerja melakukan gerakan ingsutan.
Panjang langkah maksimum sampai 1.000 mm, cocok untuk benda pendek dan tidak terlalu
berat.

b. Mesin sekrap vertikal (slotter)


Mesin sekrap jenis ini digunakan untuk pemotongan dalam, menyerut dan bersudut serta untuk
pengerjaan permukaan-permukaan yang sukar dijangkau. Selain itu mesin ini juga bisa
digunakan untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal 269 (Gambar 34). Gerakan
pahat dari mesin ini naik turun secara vertikal, sedangkan benda kerja bisa bergeser ke arah
memanjang dan melintang. Mesin jenis ini juga dilengkapi dengan meja putar, sehingga
dengan mesin ini bisa dilakukan pengerjaan pembagian bidang yang sama besar.

Gambar 34. Mesin sekrap vertikal


(slotter)

c. Mesin planner
Digunakan untuk mengerjakan benda kerja yang panjang dan besar (berat).
Benda
kerja dipasang pada eretan yang melakukan gerak bolak-balik, sedangkan pahat
membuat gerakan ingsutan dan gerak penyetelan. Lebar benda ditentukan oleh
jarak antartiang mesin. Panjang langkah mesin jenis ini ada yang mencapai 200
sampai 1.000 mm.
Gambar 35. Mesin sekrap eretan (planner)

 Beberapa bagian mesin yang perlu dilakukan perawatan dan perbaikan

Hal yang perlu dijaga dalam perawatan dan perbaikan mesin yaitu disamping menyeluruh
juga bagian-bagian dari mesin tersebut antara lain:
Bagian yang selalu bergerak yang memerlukan pelumasan baik dengan minyak maupun gemuk
harus diperiksa agar jalannya tidak macet. Bagian-bagian pengikat seperti pemegang pahat,
suport, ragum dan semua tuas-tuas (handle) pada waktu mengencangkan / mengikat
usahakan dengan tangan jangan sekali-kali dipukul. Hubungan kabel-kabel dari kontak induk
(zekring) ke motor harus terjamin keselamatannya dan instalasi kelistrikan atau kabel- kabel
tersebut sebaiknya ditanam didalam tanah. Periksa semua mur- mur pengikat jangan sampai
ada yang longgar. Jangan menurunkan pahat pada waktu langkah maju. Memakan sayatan
sesuaikan dengan daftar dalamnya pemakanan pahat dan kecepatan potong.

B. KESELAMATAN KERJA

Sebelum melakukan pekerjaan mengopraskan mesin bubut harusnya menggunakan


perlengkapan keselamatan kerja diantaranya adalah :
a. Pakaian praktik ( werpak)
Pakainan kerja berfungsi melindungi badan
dari benda-benda tajam yang bisa melukai
badan. Pakaian kerja yang dipakai operator
harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut
:
 Tidak mengganggu pergerakan
tubuh operator
 Tidak terasa panas waktu
dipakai.
Karena di negara kita beriklim tropis maka
disarankan untuk pakaian kerja terbuat dari
bahan Cotton.

Gambar 36. Pakaian praktik

b. Sepatu kerja
Sepatu harus benar-benar dapat memberikan
perlindungan terhadap kaki kita.
Berdasarkan
standart yang telah ditentukan, sepatu kerja terbuat dari
bahan kulit, sedangkan alas terbuat dari karet yang elastis
tetapi tidak mudah rusak karena berinteraksi dengan minyak pelumas (oli). Untuk bagian
ujung sepatu masih dilapisi dengan pelat besi yang digunakan untuk melindungi kaki jika
terjatuh oleh benda-benda yang berat.
‘-

Gambar 36 . Sepatu praktik

c. Kaca Mata
Kaca mata digunakan untuk melindungi mata dari
chip-chip yang berterbangan pada saat kerja di
mesin frais. Oleh karena itu kaca mata yang
dipakai oleh operator harus memenuhi syarat-
syarat berikut :
 Mampu menutup seluruh bagian-bagian mata dari
kemungkinan terkena chip.
 Tidak mengganggu penglihatan operator dan
 Memiliki lubang sebagai sirkulasi udara kemata.

Gambar37. Kaca mata


BAB III

PRAKTIKUM

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

1. PRAKTIKUM JOBSHEET I PEMBUATAN TIRUS

a) Alat-alat pada saat melakukan praktik

• Kunci ring atau kunci sok ukuran 8, 9, 10, 11, 12

• Palu karet

• Tang

• Obeng (-) dan (+)

• 1 set kunci L

• 1 buah kapala center

• 1 buah kunci cekam

b) Gambar jobsheet I
Gambar 38. Bahan kerja bubut

Proses pengerjaan jobsheet I

Proses pengerjan pertama dalm membubut adalah Dalam pengerjaannya menggunakan


ukuran yang telah ditentukan, dan dengan menggunakan perhitungan yang sesuai.

Misal Pembuatan tirus menggunakan rumus

D1-D2

2L

Keterangan : D1 : diameter luar

D2 : diameter dalam

L : panajang benda

 Dimulai dengan mengasah mata pisau dengan sudut seperti pada ( gambar 39 )

Gambar 39. Sudut pahat


 Lakukan pemakanan sesuai ukuran yamg sudah di tentukan tetapi jangan
langsung melakukan pemakanan pas pada ukuran yang akan di capai setidaknya
beri toleransi 0,5 mm agar bisa di finishing
 Damm lakukan facecing pada salah satu sisi bahan agar bisa dibuat pedoman
pada waktu faching ke-2
 Pembuatan tirus

Misal Pembuatan tirus menggunakan rumus

D1-D2

2L

Keterangan : D1 : diameter luar

D2 : diameter dalam

L : panajang benda

2. PEMBUATAN JOBSHEET II V-BLOK


Pada pembuatan v-blok, setelah pemotongan benda, benda dibubut dari yang pertama
mempunyai tebal 43 mm dibubut sampai menjadi ukuran 40 mm, setalah itu, benda yang
asalnya berbentuk silinder kemudian benda discrap dengan ukuran panjang 50 mm dan lebar
40 mm. sehingga benda berbentuk kubus.

Pada saat pemakanan mesin scrap, ada ukurannya, datas pisau terdapat skala.

Setiap skala 1 putaran terdapat benda yang dipotong dengan ketebalan 10 mm atau 1
cm. pada ssat pemakanan yang bergerak adalah pisau dan mejanya, pisau bergerak maju dan
mundur, dan mejanya bergerak dengan arah menyamping sesuai dengan arah yang terdapat
dituas otomatis tersebut.

3. PEMBUATAN JOBSEET III RODA GIGI

a) Metoda memegang dan menyetel benda kerja yang akan dibentuk dengan mesin frais
Pemasangan benda kerja (work holder) pada mesin frais lebih leluasa dibandingkan
dengan pemasangan benda kerja pada mesin bubut sebagaimana yang telah dibahas
sebelum ini, dimana benda kerja pada mesin bubut ini berputar bersama spindle mesin,
sehingga banyak factor yang harus dipertimbangkan, seperti kebebasan gerakan,
keseimbangan (out of balance) dan lain-lain. Hal ini sedikit berbeda pada mesin frais
dimana benda kerja hanya bergerak pada gerakan terbatas sesuai dengan perubahan posisi
meja mesin itu sendiri, jika bentuk benda kerja menghendaki perubahan pada arah tertentu
dalam pemakanan (feeding). Contoh pemasangan benda kerja yang memiliki bentuk tidak
beraturan yang telah dijelaskan pada bab ini, namun jika perhatiakan tentang cara
pemasangan benda kerja ini antara lain meliputi pemasangan dengan menggunakan ragum
mesin, pemasangan dengan menggunakan baut T (T-Slot), menggunakan dividing head,
menggunakan klem dan lain-lain dapat kita lakukan, bahkan dalam perkembangannya
sistem pemegang benda kerja ini dirancang menggunakan power hydraulic untuk
memperoleh daya yang lebih kuat serta pelayanan yang mudah dan cepat .

b) Berdasarkan cara-cara pemasangannya itu maka memegang benda kerja pada mesin
frais ini dapat dibedakan atau dapat dikelompokan dalam cara sebagai berikut;
1. Pemasangan diatas meja mesin (on the machine tabel)
2. Pemasangan dengan ragum (in Vice)
3. Pemasangan dengan “V”- Block (ini a V- Block)
4. Pemasangan dengan Kepala pembagi (dividing head atau Indexing head)
5. Dipasang diantara dua senter (between Centre)
6. Pemasangan dengan Chuck
7. Pemasangandengan Spindle taper
8. Pemasangan denga Circular tabel atau Rotary tabel
c) Sistem Modul
Sistem modul digunakan di berbagai negara yang cenderung menggunakan
satuan metris seperti Belanda, Jerman dan Jepang. Hal ini tyertuang dalam standar
NEN 1629 dan standar DIN 780 dan JIS B 1701 -1973. Demikian juga ISO yang
mengacu pada standar metris. Modul merupakan kependekan dari kata modulus yaitu
suatu perbandingan antara diameter jarak bagi dari suatu roda gigi dengan jumlah
giginya. Jika roda gigi mempunyai ukuran diameter jarak bagi D dalam satuan mm
dengan jumlah giginya z buah gigi, maka modulusnya adalah:D

Keterangan:
D = diameter jarak bagi, mm
Z = jumlah gigi dari roda gigi
m = modul
Dari suatu roda gigi yang mempunyai jumlah gigi z buah, dengan jarak busur
antara giginya t (mm), maka satu keliling roda gigi tersebut adalah (t x z). sedangkan
kita ketahui bahwa satu keliling lingkaran roda gigi yang berdiameter D mm
mempunyai keliling ( x D). dengan demikian dapat ditulis:

Modul ini selanjutnya digunakan sebagain standar untuk menentukan ukuran-ukuran


pisau frais pada pembuatan roda gigi standar. Harga atau nilai standar yang telah
diterbitkan Jepang dengan standar JIS B 1701 -1973 terdiri atas tiga seri. yang
tercantum dalam Tabel 1, Tabel 2 dan Tabel 3. berikut:

Tabel 1. Modul
Tabel 2. Modul

Tabel 3. Modul

d) Pembuatan roda gigi


 Diameter pitch = z x m
Addendum = 1 x m
Diameter luar
(diameter bahan awal) = (z x m) + (2 x m)
= (z + 2) x m
Contoh:
Tentukan diameter bahan awal roda gigi lurus dengan jumlah gigi 25 dan modul
3
Penyelesaian:
Diameter bahan awal = (z + 2) m
= (25 + 2) 3
= 27 x 3 = 81 mm

 diametral pitch
Penentuan diameter luar(diameter bahan awal) ditentukan oleh jumlah gigi dan
diametral pitchnya.

 Kedalaman pemotongan

Kedalaman pemotongan = 2,25 x modul

Cara menseting kedalaman pemotongan

a. Gerakkan meja hingga benda kerja yang telah dicekam pada tempat
yang akan disayat berada pada posisis tengah di bawah pisau.

b. Tempelkan kertas tipis yang telah dibasahi pada permukaan benda


kerja

c. Hidupkan mesin hingga pisau frais berputar dan siap menyayat

d. Dekatkan benda kerja menuju pisau frais hingga menyentuh kertas


tipis.

e. Bila pisau telah menyentuh kertas tipis, hentikan mesin dan setinglah
ukuran pada angka nol

f. Bebaskan benda kerja dengan menggerakkan lurus dan naikkan sesuai


jedalaman yang disyaratkan

g. Lakukan pemakanan hingga tercapai kedalaman yang ditentukan.

 pembagian dengan kepala pembagi


B. HASIL PELAKSANAAN PRAKTILUM

Hasil praktikum menghasilkan 3 benda kerja yaitu :


 Yang pertama berupa tirus,yang keseluruhan pengerjaanya
menggunakan mesin bubut.
 Yang kedua v-blok ,yang pengerjaanya dilakukan dengan 2 mesin
yang pertama mesin bubut untuk mengepasakan ketebalan dan ke2
mesin skrap untuk membentu kubus.
 Dan yang ketiga roda gigi ,yang penerjaanya menggunakan 2 alat
dan yang pertama bubut untuk mengepaskan ketebalanya
kemudian mesin frai untuk memat roda giginya.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teknik permesinan adalah merupakan keahlian yang tidak sembarang orang bisa
melakukannya karna membutuhkan keuletan dan kreatifitas tinggi.dan dari praktek ini
mahasiswa dapt menyimpulkan bahwa bahan apapun bisa dibuat menjadi sebuah
produk yang bernilai harga.
Seperti mesin bubut, frais, dan skrap adalah mesin yang sangat penting dalam
permesinan.semua benda bisa dikerjakan asal kita kreatif dan mempunyai ide dan ilmu
yang memadai.dengan demikian mahasiswa mendapakan ilmu dari praktek ini
B. Saran
Untuk mendapatkan hasil praktek butuh ketelitian yang tinggi.Sebaiknya
dalam melakukan praktek jangan lupa menggunakan perlengkapan keselamatan
kerja.dan berhati-hati.
Dan banyak mesin-mesin praktek yang rusak sehingga tidak bisa berjalan
efektif dalam melakukan pekerjaan.

DAFTAR PUSTAKA
 Sudjana, Hardí, 2008, Teknik Pengecoran Jilid 3 untuk SMK, Jakarta : Pusat
perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 334 – 389.