Anda di halaman 1dari 4

AMANDEMEN DAN MODIFIKASI TERHADAP

PERJANJIAN
Cara-cara untuk mengajukan amandemen secara resmi terhadap suatu
perjanjian adalah sama seperti untuk pembuatan suatu perjanjian, kecuali ketika
ketentuan di dalam perjanjian itu menyaakan dengan beberapa bentuk yang
sederhana. Perubahan atau pembuatan amandemen terhadap perjanjian itu
tergantung dari kesepakatan para pihak.

Perjanjian yang sudah diamandemen itu berlaku hanya diantara para pihak
saja, sedangkan perjanjian aslinya tetap berlaku baik pada para pihak yang belum
menjadi pihak dari perjanjian yang sudah diamandemen maupun bagi hubungan
negara yang sudah menjadi pihak dengan mereka yang belum menjadi pihak dari
naskah yang sudah diamandemen.(Sebagai contoh konevensi 1899 mengenai
penyelesaian sengketa secara damai)

Disamping pembuatan amandemen terhadap perjanjian juga bisa diadakan


modifikasi apabila beberapa pihak membat persetujuan secara bersama-sama
( Inter se agreement ) untuk mengadakan perubahan mengenai penerapan
perjanjian diantara mereka sendiri. Dilain pihak modifikasi juga bisa dihasilkan
dari pembuatan suatu perjanjian berikutnya atau munculnya norma yang pasti
dalam hukum internasional secara umum.

Dalam rancangan terakhir dari komisi hukum internasional misalnya


dinyatakan bahwa suatu perjanjian dapat dimodifikasi oleh tindakan berikutnya,
yaitu dalam penerapan perjanjian yang membuat persetujuan para pihak untuk
memodifikasikan ketentuan-ketetuannya. Pasal mengenai ini telah ditolak oleh
konvensi Wina atas dasar bahwa aturan semacam itu dapat menciptakan ketidak
stabilan, hasil ini tidaklah memuaskan.

Pertama karena pasal 39 konvensi menyatakan bahwa suatu perjanjian


dapat diberikan amandemen dengan persetujuan tanpa memerlukan formalitas
untuk menyatakan persetujuan. Kedua, suatu perbuatan yang konsisten bisa
memberikan bukti secara meyakinkan mengenai kesepakatan bersama untuk
suatu perubahan. Ketiga, modifikasi semacam ini terlihat di dalam praktek
( Misalnya konvensi menganai laut wilayah tahun 1963 ). Istilah modifikasi
digunakan juga sebagai persamaan dari amandemen. Baik amandemen maupun
modifikasi keduanya menyangkut perubahan kecil terhadap suatu perjanjian. Jika
terjadi perubahan secara umum, maka hal itu merupakan revisi dan ada kalanya
revisi tersebut diatur oleh ketentuan dalam perjanjian.

Sesuai dengan aturan umum dalam hukum perjanjian, maka pada


perjanjian interasional itu dapat diadakan perubahan ( amandemen ). Prosedur
pembuatan amandemen secara resmi terhadap sesuatu perjanjian internasional
sampai diberlakukannya amandemen tersebut diatur sama dengan prosedur
pembuatan perjanjian itu sendiri sampai keberlakuannya, kecuali jika perjanjian
itu sendiri menyatakan yang lain.

Perubahan secara umum terhadap suatu perjanjian merupakan revisi dan


ada kalanya revisi itu diatur oleh ketentuan dalam perjanjian itu sendiri. Dalam
ketentuan umum mengenai kodifikasi, suatu perjanjian dapat dirubah sewaktu-
waktu dengan persetujuan dari para pihak. Hal itu seperti tercermin di dalam
pasal 39 konvensi W
ina 1969 yang mengatur tentang aturan umum mengenai pembuatan
amandemen terhadap perjanjian.

Mengenai perubahan atau amandemen terhadap perjanjian multilateralini


tidak mengharuskan adanyaprakarsa dari semua negara pihak dari perjanjian
tersebut. Namun setiap usul perubahan baik di dalam bentuk amandemen atau
revisi haruslah diberitahukan kepada semua negara pihak dan semuanya berhak
untuk ikut serta dalam mengambil keputusan tantang kelanjutan usul perubahan
tersebut. Jika dianggap perlu para pihak mempunyai hak untuk berunding
membuat persetujuan modifikasi. Keputusan yang diambil harus sesuai dengan
suara mayoritas. Ratifikasi tehadap berlakunya perjanjian baru tersebut yang
sudah diamandemen tidak diperlukan secara aklamasi ( UNANIMOUS ).

Hak kedaulatan negara-negara yang tidak meratifikasi perjanjian yang


sudah diamandemen tersebut dilindungi dan hak-hak mereka dijamin, karena
bagi mereka tidak diberlakukan perjanjian baru itu. Namun negara-negara yang
menerima perjanjian baru tersebut pada umumnya dengan syarat-syarat tertentu
masih dapat mengajukan keberatan-keberatan ( Reservation ). Hubungan antar
negara-negara yang belum atau tidak menerima dan negara-negara yang
menerima perjanjian baru masih tetap diatur oleh perjanjian aslinya. Mengenai
amandemen terhadap perjanjian khususnya perjanjian multilateral telah
dimasukan dalam pasal 40 konvensi wina 1969.

Setiap usul untuk mengadakan perubahan terhadap perjanjian multilateral,


semua pihak harus memberitahukan kepada semua negara pihak, dimana setiap
negara akan mempunyai hak untuk ikut serta dalam :

1. Keputusan tentang tindakan yang akan diambil mengenai usul tersebut.


2. Perundingan dan persetujuan mengenai perubahan perjanjian tersebut.

Setiap negara yang berhak untuk menjadi pihak dari perjanjian tersebut
mempunyai hak pula untuk menjadi pihak dari perjanjian yang sudah mengalami
perubahan. Persetujuan yang dirubah tidak mengikat setiap negara yang sudah
menjadi pihak dari suatu perjanjian yang tidak menjadi pihak dari persetujuan
yang dirubah tersebut.

Perubahan Secara bersama-sama ( Inter Se ) hanya dilakukan pada


perjanjian multilateral yang hanya berlaku pada negara-negara tertentu saja.
Beberapa negara pihak dari konvensi multilateral bisa bertindak lebih jauh
terhadap naskah yang sudah ada dalam konvensi. Suatu penolakan hanya berlaku
jika notifikasi itu tidak sesuai dengan pelaksanaan tujuan dan maksud dari
perjanjian secara efektif. Atau akan bisa berpengaruh terhadap pemberian hak-
hak mereka dari pihak-pihak lainnya sesuai dengan pasal 41 konvensi wina 1969.

Mengenai ketentuan-ketentuan dalam amandemen yang tida lengkap,


apapun sempurnanya suatu perjanjian baik dari segi isi maupun dari teknis yang
dihasilkan oleh komisi hukum internasional, ketentuan-ketentuan tentang revisi
sering kurang lengkap. Ketentuan-ketentuan tersebut banyak mengatur tentang
tahap inisiatif dan tidak menyebutkan syarat-syaratpemerimaan naskah yang
sudah diamandemen dan mulai berlakunya. Sebagai contoh pada pasal 30
konvensi Jenewa mengenai laut wilayah dan jalur tambahan.

Anda mungkin juga menyukai