P. 1
LKPJ 2010

LKPJ 2010

|Views: 1,889|Likes:
Dipublikasikan oleh Pemdes Banyubiru

More info:

Published by: Pemdes Banyubiru on Jan 27, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2015

pdf

text

original

LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) PEMERINTAHAN DESA BANYUBIRU

DESA BANYUBIRU KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH 2010

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

1

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb Salam Sejahtera bagi kita semua.
Puji syukur alhamdullillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas perkenanNya kami dapat menyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa Tahun 2010 kepada BPD sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tertuang dalam Peraturan Pemerintah kabupaten Semarang Nomor 23 Tahun 2006 Bab IV Pasal 10 ayat (2).(4) dan (5). Melalui LKPJ oleh Kepala Desa Banyubiru Akhir Tahun Anggaran 2010 ini diharapkan BPD dan Masyarakat memiliki bahan informasi dan evaluasi secara lengkap yang mencerminkan kinerja Kepala Desa Banyubiru selama kurun waktu Tahun Anggaran 2010, sekaligus juga dapat menjadi bahan informasi bagi berbagai pihak yang berminat untuk melihat dan menilai pelaksanaan kinerja Pemerintahan desa Banyubiru tahun 2010. Maka telah kami susun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa Banyubiru. Sebagai Laporan tahunan yang berfungsi sebagai sistem kontrol managemen sekaligus untuk untaian doa bagi para leluhur pendiri desa Banyubiru. Pada akhirnya, perkenankanlah sekali lagi kami sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu memperlancar pelaksanaan tugas selama satu tahun, sejak awal sampai dengan berakhirnya tahun 2010. Semoga amal dan budi baik saudara-saudara sekalian diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan bermanfaat bagi kita semua. Amin…

Wassalamualaikum Wr. Wb

Banyubiru, Januari 2011 KEPALA DESA BANYUBIRU

SRI ANGGORO SISWAJI

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

2

BAB I PENDAHULUAN Dengan berakhirnya pelaksanaan kinerja tahun anggaran 2010 maka berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa pasal 10 ayat 4 menyatakan bahwa Kepala Desa berkewajiban menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta menginformasikan Laporan Penyelenggaaraan Pemerintahan Desa kepada masyarakat melalui rapat-rapat desa dan pengumumann lewat radio atau masmedia lainnya. Bahwa LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban Penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa sesuai dengan dokumen perencanaan kegiatan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD). Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kepada Masyarakat, menegaskan bahwa LKPJ Kepala Desa sekurang-kurangnya berisi penjelasan mengenai arah kebijakan umum Pemerintahan Desa, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja Desa, penyelenggaraan tugas pembantuan, dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan. 1.1 DASAR HUKUM Peraturan perundangan-undangan yang mendasari penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Desa Banyubiru tahun anggaran 2009 diantaranya adalah : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah; 2. Undang-undang Nomor 1958 tentang Perubahan Batas-batas Wilayah Kotapraja Salatiga dan Daerah Swatantra Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1652); 3. Undang-undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme; 4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992); 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tenteng Desa; 10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 79 tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 8 tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah; 12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 13. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tentang Sistematika Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ); 14. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Peyusunan Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa; 15. Peraturan Bupati Semarang Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Dana Alokasi Umum Desa Kabupaten Semarang; 16. Peraturan Desa Banyubiru No 2 Tahun 2009 tentang SOTK; 1.2 GAMBARAN UMUM DESA 1.2.1 Sejarah Asal usul Desa Banyubiru Desa Banyubiru adalah salah satu Desa penyanggah Kecamatan Banyubiru yang keberadaannya sudah ada sejak jaman Kerajaan Islam Demak berturut-turut ke Kerajaan Pajang dan Mataram adapun piagam atau prasasti secara inplisit tidak ada
3

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

namun dilihat dari beberapa peninggalan situs sejarah menunjukan bahwa pada masa tersebut diatas keberadaan Desa Banyubiru sudah ada. Walapun hanya dari dasar cerita rakyat atau cerita babat dengan sebutan ”Tanah Perdikan Banyubiru”. Sudah sangat melekat adapun yang dimaksud Tanah Perdikan adalah suatu daerah yang taat dan tunduk dengan kerajaan penguasa namun tidak perlu membayar pajak sebagai kewajiban daerah bawahan. Adapun Tanah Perdikan bisa diperoleh dengan beberapa cara yaitu: a. daerah atau tokohnya mempunyai labuh labet (pengadian yang luar biasa) kepada kerajaan penguasa. b. daerah yang terkena paceklik dalam waktu yang sangat lama. c. daerah yang sering terkena bencana d. daerah yang sering terjadi huru-hara ( perampokan,pemberontakan ). dan Banyubiru adalah dari sekian alasan mendapatkan status Tanah Perdikan karena pendiri Banyubiru yaitu Laksamana Sora Dipoyono adalah seorang panglima perang dibawah sultan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor pada waktu perang Malaka mengusir penjajah Portugis tahun 1480 – 1521, sehingga mendapatkan penghargaan memimpin suatu daerah yaitu Tanah Banyubiru dengan status tanah Perdikan karena pengabdian yang luar biasa pada Kerajaan Demak pada saat itu. Keberadaan Desa Banyubiru eksis juga pada jaman perang Diponegaran sejak perang Diponegaran sudah ikut melawan penjajah Belanda sampai pada masa perang kemerdekaan, hal itu ditunjukan dengan beberapa bangunan sebagai tanda atau bukti, salah satu buktinya adalah peninggalan makam Kiyai Joyoproyo salah satu penggikut setia Pangeran Diponegoro dan tanda atau bukti ikut melawan penjajahan Belanda ada serta banyaknya para Veteran Perang Kemerdekaan. Desa Banyubiru merupakan daerah yang sangat strategis yang digunakan Belanda untuk Benteng pertahanan dimana di Banyubiru dibangun Asrama Batalion Kaveleri Belanda dan masyarakat Banyubiru juga andil pada perjuangan melawan penjajah Belanda, setelah perang kemerdekaan Desa Banyubiru seperti desa – desa disekitarnya dibawah Pemerintahan Republik Indonesia yang secara umum termuat dalam Undang – undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah – daerah Kabupaten dalam lingkup Propinsi Jawa Tengah dan Undang – undang Nomor 67 tahun 1958 tentang Pembentukan Wilayah Kotapraja Salatiga Dan Daerah Swatantra Tingkat II semarang. Dan mulai pada saat itu telah melakukan penataan dan pembangunan disegala bidang sampai saat ini, dan perlu diingat bahwa di Desa Banyubiru pernah dipimpin Kepala Desa atau sebutan lain seperti Demang atau Lurah atau sebutan lainnya dengan periode pimpinan sebagai berikut : v Masa Perang Diponegaran 1. Demang Raden Ngabehi Proyo Diwongso. 2. Demang Raden Merto Diproyo. 3. Demang Raden Proyo Dipeno. v Masa sebelum Kemerdekaan. 1. Lurah Raden Abdul Ghoni. 2. Lurah Soekiman Wongso Dimejo. 3. Lurah Semaoen. 4. Lurah Karto Atmojo. v Masa setelah Kemerdekaan ( 1945 ). 1. Kades Dasono Soemaryadi. ( 1945 – 1948 2. Kades Raden Goenawan ( RIS 1949 – 1952 ). 3. Kades Darsono Soemaryadi ( 1953 – 1987 ). 4. Kades Sunyoto ( 1988 – 1997 ). 5. Pilkades tahun 1999 ada masalah dijabat PJ Kades (2000 – 2001) 6. Kades Suwandi ( 2002 – 2007 ) 7. Kades Sri Anggoro Siswaji ( 2008 – 2014 ). v Masa Perang Diponegaran 4. Demang Raden Ngabehi Proyo Diwongso. 5. Demang Raden Merto Diproyo. 6. Demang Raden Proyo Dioeno. v Masa sebelum Kemerdekaan. 5. Lurah Raden Abdul Ghoni. 6. Lurah Soekiman Wongso Dimejo. 7. Lurah Semaoen.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
4

8. Lurah Karto Atmojo. v Masa setelah Kemerdekaan ( 1945 ). 8. Kades Dasono Soemaryadi. ( 1945 – 1948 9. Kades Raden Goenawan ( RIS 1949 – 1952 ). 10. Kades Darsono Soemaryadi ( 1953 – 1987 ). 11. Kades Suyoto ( 1988 – 1997 ). 12. Pilkades tahun 1999 ada masalah dijabat PJ Kades (2000 – 2003) 13. Kades Suwandi ( 2003 – 2007 ) 14. Kades Sri Anggoro Siswaji ( 2008 – 2014 ). 1.2.2 Gambaran Umum Desa Banyubiru pada saat ini 1.2.2.1 Profil Desa Banyubiru Desa Banyubiru merupakan salah satu dari 10 Desa yang berada diwilayah Kecamatan Banyubiru Kab. Semarang Propinsi Jawa Tengah yang berpenduduk 8451 jiwa dengan Luas Wilayah Desa : 677.087 Ha. Ditinjau dari jumlah penduduk yang cukup besar dan luas wilayah yang kuat tersebut, maka Desa Banyubiru merupakan Desa yang sangat potensial dalam mendukung pelaksanaan pembangunan di wilayah Kecamatan Banyubiru. Dan juga letak sangat strategis yaitu di Ibu kota Kecamatan dan antara Kota Salatiga dan Ambarawa, maka tidak salah kiranya jika Desa Banyubiru nantinya dipakai sebagai barometer dari desa-desa lainnya. Dan perlu diingat bahwa desa Banyubiru adalah daerah yang sebagian besar tanahnya adalah sawah (agraris) yang subur maka Banyubiru termasuk penyanggah padi (pangan) untuk Kabupaten Semarang. Mengingat keadaan seperti tersebut di atas maka dalam melaksanakan berbagai tugas Kepala Desa terus memacu para perangkat desa dan masyarakat serta lembaga yang ada di Desa seperti BPD, LKMD, Tim Penggerak PKK Desa, Linmas, GAPOKTAN, LKD, dan UED – SP / LKM “ MEKAR “ beserta para tokoh Agama dan tokoh Masyarakat dalam rangka melaksanakan otonomi daerah. Untuk itu segala usaha telah ditempuh dalam melaksanakan berbagai kegiatan dimana hal usaha tersebut tidak sedikit pengorbanan yang telah dikeluarkan oleh masyarakat Desa Banyubiru. Dan juga kesadaran masyarakat Desa Banyubiru yang cukup tinggi inilah yang menyebabkan Desa Banyubiru tidak jauh ketinggalan dengan desa lainnya. Karena usaha-usaha yang tidak ringan tersebut maka selama lebih kurang 1 tahun desa Banyubiru dari tahun ke tahun nampak adanya kemajuan yang cukup tinggi. Kemajuan tersebut khususnya dalam pembangunan fisik antara lain : Ø Adanya Kantor dan Balai Desa yang merupakan sarana kegiatan penyelenggaraan Pemerintah Desa. Ø Adanya aparat penyelenggaraan Pemerintah Desa yang cukup potensial (Jumlah perangkat desa 18 personil) dan masih dibantu dengan beberapa Modin sebagai Pembantu Perangkat Bidang Pemangku Adat. Ø Adanya Lembaga Desa yang juga berperan aktif dalam rangka melaksanakan program desa, yaitu BPD, LKMD, TP PKK, Linmas, GAPOKTAN, LKD, UED – SP / LKM “ MEKAR “ dan lain-lain. Ø Adanya berbagai fasilitas sarana pendidikan, kursus dan latihan-latihan. Ø Beberapa jalan desa, gang, lingkungan serta jalan dusun telah diadakan pengerasan, Paving, Betonisasi bahkan di beberapa tempat telah di aspal, serta pembangunan Talud jalan atau irigasi juga dilaksanaakan. Dimana pelaksanaan pembangunan ini dibiayai dengan swadaya masyarakat dan dana simultan dari Pemerintah yang disalurkan lewat Bantuan Sosisl melalui Dinas baik dari APBD II atau aspirasi dari anggota DPRD II. Ø Beberapa tempat-tempat ibadah yang mengalami perbaikan sehingga cepat menampug jumlah pemeluknya dalam melaksanakan ibadah yang diyakini dan dipeluk sesuai ajarannya. Ø Sarana sosial, budaya, dan kesenian juga berkembang dengan baik bahkan telah beberapa kali tampil dalam acara resmi baik di tingkat Kecamatan maupun Tingkat Kabupaten Semarang.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

5

Ø Keadaan Kamtibmas selama ini dapat dikatakan cukup mantap, hal ini karena berkat adanya kerjasama yang baik antara Linmas dengan aparat keamanan di tingkat Kecamatan. Ø Keadaan suhu politik di Desa Banyubiru selama ini cukup sejuk, baik dalam PILKADA tahun 2010 yang sukses, tertib, aman. Serta Desa Banyubiru telah sukses melaksanakan PILKADUS Tawang Rejo tahun 2010. Ø Adanya sarana perdagangan rakyat yang cukup memadai, antara lain adanya pasar Desa, KUD, BRI, BKK, Koperasi dan Prakoperasi yang letaknya di Wilayah Desa Banyubiru. 1.2.3 KONDISI GEOGRAFI DAN KEADAAN PENDUDUK

1. Luas Wilayah Luas Wilayah Desa Banyubiru 677.087 Ha yang terdiri dari : 1.1 Tanah Sawah : 192.087 Ha a. Irigasi Sawah : 41.00 Ha b. Irigasi ½ sawah : 133.087 Ha c. Sederhana : d. Tanah AD (Angk. Darat) : 18.000 Ha 1.2 Tanah kering : 264.963 Ha a. Pekarangan/bangunan : 72.123 Ha b. Tegalan/kebunan : 178.860 Ha c. Padang gembala :d. Tambak/kolam : 0.60 Ha (kolam ikan Patin tahap uji coba) e. Rawa : 220.000 Ha 2. Batas Desa 2.1 Desa Banyubiru yang terletak antara Kota Salatiga dengan Ambarawa mempunyai batas-batas sebagai berikut : § Sebelah Utara : Kelurahan Pojok Sari. § Sebelah Barat : Desa Rapah / Desa Brongkol. § Sebelah Selatan : Desa Wirogomo § Sebelah Timur : Desa Kebondowo 2.2 Jumlah Dan Nama Dusun § Dusun Krajan § Dusun Kampung Rapet § Dusun Tegalwuni § Dusun Cerbonan § Dusun Demakan § Dusun Randusari § Dusun Pancuran § Dusun Dangkel § Dusun Tawangrejo 2.3 Jumlah RT : 49 dan Jumlah RW : 14 (Lihat pada lampiran I ) 2.4 Kondisi Wilayah v Desa Banyubiru mempunyai curah hujan rata-rata 2.000 – 3.250 mm/tahun dan berada di 450 ASL ( atau 450 M dari permukaan air Laut ) dan koordinat kantor Desa 7º17’30.06” S - 110º24’16.02” E. v Jenis Tanaman a. Tanah Sawah : Padi, Polo Wijo dan jagung. : Ketela, jagung, sayuran, Kopi, Cengkih, b. Tanah Tegalan Cengkih,Sengon,Mahoni, Jati, dll c. Tanah Pekarangan : Kelapa, cengkih, papaya, pisang, Kopi dll. v Jumlah Hewan a. Sapi Perah : 0 ekor : 100 ekor b. Sapi biasa/Ras c. Kerbau : 0 ekor d. Kambing/domba : 125 ekor e. Kuda : 3 ekor
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
6

f. Ayam ras g. Ayam kampung h. Itik / bebek i. Angsa/itik manila 1.2.4. Kondisi Demografis
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kelompok Umur (Tahun) 0<1 1<5 6 < 10 11 < 15 16 < 20 21 < 25 26 < 30 31 < 40 41 < 50 51 < 60 60 keatas Jumlah

: 3.000 : 4.000 : 15.000 : 20

ekor ekor ekor ekor

Berdasarkan Kelompok Umur per Desember 2010
Tabel 1.2.4 Kelompok Umur Laki-laki Perempuan 396 446 354 366 378 435 405 432 399 438 431 413 438 395 357 424 347 338 343 371 251 294 4099 4352 Jumlah 842 720 813 837 837 844 833 781 685 714 545 8451

2.1.2.1 Berdasarkan Mata Pencaharian
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jenis Pekerjaan PNS TNI Polri Pegawai Swasta Pensiunan Pengusaha Buruh Bangunan Buruh Industri Buruh Tani Petani Peternak Nelayan Belum bekerja Lain-lain Jumlah Tabel 2.1.2.1 Mata Pencarihan Laki-laki Perempuan 46 14 22 0 23 3 325 423 148 116 22 21 162 0 368 394 638 369 306 234 284 137 15 25 1868 1568 66 854 4293 4158 Jumlah 60 22 26 748 264 43 162 762 1007 540 421 40 6452 920 8451

2.1.2.2 Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel Tingkat Pendidikan
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jenis Pendidikan Tidak Sekolah TK/ Play Group Belum Tamat SD Tidak Tamat SD Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat Akademi/Diploma Sarjana Katas Jumlah Laki-laki 491 410 535 378 501 533 475 377 399 4099 Perempuan 518 450 524 583 492 566 433 393 393 4352 Jumlah 1009 860 1059 961 993 1099 908 770 792 8451

2.1.2.3 Berdasarkan Pemeluk Agama Tabel Pemeluk Agama
No 1 2 3 4 5 6 Kelompok Agama Islam Katholik Kristen Hindu Budha Konghucu Jumlah Laki-laki 3592 359 144 4 0 0 4099 Perempuan 3845 351 150 6 0 0 4352 Jumlah 7437 710 294 10 0 0 8451

3. Pertambahan Penduduk 8.1 Pertambahan penduduk di Desa Banyubiru sejak Januari 2010 sampai bulan Desember 2010 tercatat sebagai berikut : : 11 orang a. Bulan Januari
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
7

b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l.

Bulan Februari Bulan Maret Bulan April Bulan Mei Bulan Juni Bulan Juli Bulan Agustus Bulan September Bulan Oktober Bulan November Bulan Desember Jumlah

: : : : : : : : : : : :

6 orang 5 orang 4 orang 7 orang 10 orang 3 orang 8 orang 4 orang 16 orang 11 orang 22 orang 107 orang

1.3 KONDISI EKONOMI 1.3.1 Potensi Ekonomi Ungulan Desa Banyubiru. Secara umum Desa Banyubiru adalah daerah agraris baik pertanian basah 90 % dan pertanian kering 10 %. Dengan demikian sumber makanan untuk sektor peternakan juga melimpah. 1. Sektor Pertanian Untuk Sektor Pertanian padi sangat baik karena wiliyah Desa Banyubiru hampir seluruh lahan yang landai sampai lahan dekat rawa Pening bisa ditanami padi namun pada tahun 2010 sektor pertanian mengalami penurunan produksifitas karena beberapa factor diantaranya : Bencana Banjir, Hama Tikus ada Musim tanah tidak serentak. Namun demikian wilayah Desa Banyubiru masih bisa sebagai penyangah pangan untuk Kabupaten Semarang dengan produktifits tahun 2010 kuarng lebih 4.000 ton gabah basah permusim sam seperti pada tahun 2009. 2. Sektor Peternakan Selain Sektor Pertanian Desa Banyubiru juga masih punya Sektor unggulan yaitu Sektor Peternakan ada beberapa macam peternakan yang dikembangkan masyarakat diantaranya : Ternak Sapi Potong, ternak Itik, ternak kambing dan beberapa ternak lain. Ternak Sapi Potong sangat produktif dan masih menjanjikan mengingat bahwa sumber makanan cukup banyak dan iklim yang cocok untuk ternak Sapi. Walaupun pemasaran masih lewt pasar Tradisional. Kendaala – kendala yang dihadapi peteranak terbatasnya permodalan dan Sumber daya manusia ( SDM ) peteni peternak yang masih dengan pola tradisional. Ternak Itik masih cukup menjanjikan dengan sumber makanaan yang cukup dan dengan jumlah komulatip kurang lebir 17.000 ekor itik poton dan petelur sudah bisa di sebut sebagai sentra peternakan Itik dengan rata – rata hasil telur per hari kurang lebih 10.000 butir telur per hari. Kendala yang dihadapi adalah hasil telur dan daging belum bisa diolah 100 % di Desa Banyubiru hanya sekitar 30 % yang diolah di Desa. Ternak Kambing pengelolaan masih tradisiona namun cukup bisa untuk tambahan penghasilan petani atau peladang. Kendala yang dihadapi masyarakat belum ada Induk atau Pejatan yang unggul serta pasar masih penjualan di pasar tradisional khususnya menjelang Hari Raya Qurban. 3. Sektor Perikanan Sektor perikanan sejara tradisiona sudah ada sejak dulu yaitu penangkapan ikan di danau Rawa Pening, Sektor ini hanya cukup untuk kosumsi harian dan masih ada pengembangan Sektor perikanan yang dikelola perorangan atau kelompok yaitu pengembangan perikanan dengan system tertata baik dengan kolam pemanen, semi permanent ada kolam terpal untuk pengembangan ini memang masih terbatas untuk pembenihan, pembesaran ikan Lele dan Patin saja ( untuk catatan ikan Patin sampai saat ini belum bisa dikembangan dengan baik di Desa Banyubiru).

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

8

4. Perkebunan Sektor Perkebunan baik Kopi dan Cengkeh dan tanaman Sengon masih cukup bisa dikembangkan mengingat sudah adanya system pola tanam dan perawaatan dengan cara yang lebih baik karena sudah mendapatkan pelatihan dari instasi dan Dinas terkait. 5. Sektor UKM Sektor UKM belum bisa maximal dalam menyunbang hasil atau incam masyarakat. kurangnya pelatihan dan permodalan. Dan hanya Sektor perajin Tahu Tempe yang masih eksis dan bertahan serta berkembang sedang Sektor yang lain belum bisa menyumbang incam pendapatan yang cukup.
Tabel 1.3.1.1 Tabel Produksi Ekonomi Desa Banyubiru

NO 1 2 3 4 5 6 7

JENIS USAHA Sektor Pertanian Padi / Gabah

PRODUKTIFITAS / PER UNIT 1 Ha = 5000 Kg

NILAI INVESTASI DAN HASIL BRUTO PER TAHUN 4000 ton = Rp 100.000.000,1.000.000.000,500.000.000,100.000.000,400.000.000,500.000.000,500.000.000,3.100.000.000

PENYERAPA N TENAGA KERJA 103 100 50 50 25 50 50

Sektor Peternakan 1- 6 bln = Potong Sapi Potong Sektor Peternakan Itik 1 – 8 bln = masa bertelur Sektor Perikanan Darat / Tawar 1 – 4 bln = masa panen Sektor Perkebunan Kopi 1 Thn = Panen Sektor Perkebunan Cengkeh 1 Thn = Panen Sektor Perkebunan Tanaman 1 – 5 Thn = panen Keras Jumlah Bruto

Catatan : Sektor tenaga kerja yang bekerja di pabrik – pabrik dan kerja di luar negri tidak terrangkum dalam tabel ini. 1.3.2 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Desa Banyubiru. Produk Domestik Regional Bruto Desa Banyubiru secara umum tidak banyak mengalami peningkatan yang siknifikan karena beberapa faktor yaitu Global Economic crisi dan Regional economic crisis dengan melihat penyebab dari harga minyak mentah 150 $ per Barel menjadi 45 $ per barel sehingga berpengaruh pada harga dolar ke krus rupiah yang melemah berkisar 1 $ setara dengan Rp 10.000,00 sampai 13.000,00. Hal ini berpengaruh pada harga bahan baku dan banyak Sektor industri melemah juga menimbulkan PHK terjadi di beberapa Perusahaan di Kabupaten Semarang adan diantara karyawn yang terkena PHK diantaranya adalah warga Desa Banyubiru sehingga menambah angka pengangguran dan ditambah lagi dengan beberapakali gagal panen atau penurunan hasil panen padi di desa Banyubiru Sehingga secara umum Ekonomi Makro dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Desa Banyubiru hanya mengalami peningkatan sedikit. Dan ada beberapa factor yang harus diperhatikan 1.4 KONDISI SOSIAL Keadaan sosial budaya di Desa Banyubiru cukup baik walaupun keadaan masyarakatnya sangat kompleks, antar umat beragama juga nampak adanya rasa toleransi yang tinggi. Demikian juga antar organisasi masyarakat di Desa Banyubiru kerjasamanya cukup baik. 1. Agama Kehidupan beragama di wilayah Desa Banyubiru terasa penuh dengan rasa kekeluargaan, toleransi antar umat beragama juga nampak hidup dengan harmonis. Dengan adanya pengajian-pengajian, jemaah Yasin/Berjanji, Jemaah Misa/Kebaktian yang berkembang kondusif sehingga bisa meningkatkan kuwalitas ketaqwaan masing-masing pemeluk agama. 2. Sosial Politik Telah diuraikan di muka bawah keadaan suhu politik di wilayah Desa Banyubiru tetap terkendali dan situasinya tetap sejuk. Antar kekuatan sosial politik yang ada nampak adanya kerjasama dan saling bantu membantu, hal ini terlihat dalam PILKADA tahun 2010 berjalan dengan sukses dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dengan pemegang
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
9

hak pilih 5661 orang dan yang menggunakan hak pilihnya kurang lebih 3962.7 orang atau 72 pesen. Adapun PILKADUS Tawang Rejo dengan DPT 266 dan pemilih 215 orang yang dilaksanakan bulan Desember 2010 berjalan lancar dan terkendali. 3. Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Selama ini situasi Kamtibmas secara umum di wilayah Desa Banyubiru tetap aman dan terkendali. Hal ini berkat adanya kerjasama antara Linmas dengan masyarakat masing-masing dusun dan pihak keamanan Muspika Kecamatan Banyubiru walupun hanya secara berkala mengadakan pembinaan maupun penyuluhan masalah Kamtibmas. Disamping itu juga berkat adanya partisipasi masyarakat dalam bidang Kamtibmas cukup baik, hal ini dilakukan karena adanya kesadaran jaga di masing-masing Poskamling yang tersebar di Desa Banyubiru pada waktu–waktu tertentu. Dengan adanya kerja keras dari aparat keamanan beserta masyarakat inilah sehingga angka kriminalitas di wilayah Desa Banyubiru dapat ditekan seminimal mungkin. Walaupun ada cacatan khusus untuk curamor masih cukup tinggi dan belum satu kasuspun yang bisa ditangkap. 4. Sosial Ekonomi Dalam kehidupan bermasyarakat khusunya dalam bidang ekonomi juga nampak adanya peningkatan taraf hidup dan inkam perkapita waluapun tidak signifikan. Harga barang kebutuhan sehari-hari khususnya 9 bahan pokok harganya tetap terkendali dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Adanya bantuan-bantuan dari pemerintah baik dalam program Raskin dan Jamkesmas yang sudah tertata sistem penyalurannya pada keluarga tidak mampu (miskin) namun demikian hal ini mempunyai dua dampak di satu sisi berdampak positif sehingga masyarakat bisa mengembangkan dana bantuan menjadi modal usaha tetapi di sisi lain juga berdampak negativ karena masyarakat menjadi lebih malas untuk berusaha (dalam istilah jawa njagakke) dan juga menimbulkan sedikit keirian warga yang tidak dapat bantuan namun dari semua itu kami selaku pemerintah Desa sudah mencoba mengatasinya sehingga masyarakat bisa memahami. Dalam kehidupan berkoperasi di Desa Banyubiru cukup menggembirakan dimana di tiap-tiap Dusun sampai ke tingkat RT maupun lingkungan tumbuh Koperasi yang dikelola oleh warga setempat. Dengan adanya Koperasi ini juga sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Banyubiru. Apalagi ditunjang dengan program PNPN-Mandiri khususnya di bidang Simpan Pinjam dan UEP yang bisa dinikmati masyarakat pencari modal usaha kecil menengah tanpa jaminan dan bunga sangat lunak sehingga mempercepat putaran bisnis / ekonomi di desa. Sebagai catatan bahwa data keluarga yang menerima bantuan social dari pemerintah : 543 RTS - Penerima Raskin - Penerima Jamkesmas : 2054 orang - Penerima bantuan wanita rawan social : 40 orang 5. Sosial Budaya Keadaan sosial budaya di Desa Banyubiru selama ini sangat menggembirakan, di masing-masing Dusun tumbuh berbagai jenis kesenian, antara lain adanya Orkes Keroncong, Orkes Melayu, Band, sedang kesenian tradisional antara lain Rebana, Karawitan, Ketoprak, Tari Keprajuritan dan lain-lain. Demikian juga sarana pendidikan yang tersedia di Desa Banyubiru cukup memadai antara lain adanya PAUD,TPA, TK, dan SD yang tersebar di Beberapa Dusun dan juga SMP Negeri dan Swasta. Hal itu sudah cukup untuk menampung anak didik yang berada di Desa Banyubiru bahkan juga mampu menampung anak didik dari dari luar Desa Banyubiru 1.5 KELEMBAGAAN DESA Lembaga Desa yang ada di Desa Banyubiru baik lembaga formal maupun informal sudah dapat berfungsi sesuai dengan aturan yang berlaku.
10

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

Adapun kegiatan dari masing-masing lembaga tersebut tetap diarahkan oleh Pemerintah Desa sesuai dengan fungsinya sebagai mitra kerja. Sedangkan Lembaga Desa yang ada di Desa Banyubiru adalah sbb: 1. BPD (sudah berjalan dengan baik) dengan Kepengurusan periode 2006 s/d 2012 sbb: § Ketua BPD : Mx. Sukarno § Wakil Ketua : Barkoni § Sekretaris : St. Prawadi § Anggota : Agus Priyanto, Wagiyono, Fx. Hartanto, Zumrotul solikin, Tamiyanto, Parjono, Toto Dwi Warsito Putro, Irfanto, Sri Hartono Rismanto. S.pd 2. LKMD telah dilakukan reorganisasi dengan periode 2010 sampai dengan 2015. Dan dengan kepengurusan sbb : § Ketua : H. Soetarmo § Wakil Ketua : Ani Suwarto § Sekretaris : Genta Kumoro Santo § Bendahara : Untung Giarto Seksi-seksi § Seksi Agama § Seksi § Seksi § Seksi § Seksi : 1. Ashadi 2. VF. Tri Susanto Pendidikan, Seni dan Budaya : 1. Nono Pribadi 2. Poniman Lingkungan Hidup : 1. Haryanto 2. Waluyo Pembangunan : 1. Slamet Riyadi 2. Jafar Efendi Pemuda & Olah Raga : 1. Y. Subagiyo dan Marno

3. TP PKk (sudah berjan dengan bai ) Kepengurusan Tim Pengerak PKK sbb : - Ketua : Sariyah - Wakil Ketua : Anik Rustmiyati - Sekretaris : Siti Maesaroh - Sekretaris II : Anik Sri Rahayu, SH : Sukarni - Bendahara - Pokja I : Ketua 1.Tatik Anggota 1. Mardiningsih 2. Indah 3. Nanik - Pokja II : Ketua 1. Sri Wahyuni 1. S. Wahyuni Adi Anggota 3. Sri Supartini 4. Sri Siswanti - Pokja III : 1. C. Jariyah Ketua 1. Suharti Anggota 2. Ifamiati 3. Retno - Pokja IV : 1. Sri Wardani Ketua Anggota 1. Sumiyati 2. Sri Supriyati 3. Sukar - Humas : Didik Kiswantoro 4. Linmas (sudah berjalan cukup baik) dengan kepengurusan sbb : § Danton : Sareh § Danru I : Juwadi § Danru II : Karimun
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
11

: M. Chamdani § Danru III § Danru IV : Slamet ( daftar anggota terlampir ) 5. GAPOKTAN LESTARI (sudah berjalan cukup baik) lembaga ini akan membantu pemerintah Desa Banyubiru untuk meningkatkan SDM Petani yang berada di Desa Banyubiru yang tergabung pada kelompok-kelompok tani dan membantu pengaturan distribusi pupuk bersubsidi. Dengan kepengurusan sebagai berikut : - Ketua : P. Iswadi - Ketua II : Sumardi - Sekretaris : Mudiyono - Bendahara : Samuri 6. PNPM-Mandiri Tingkat Desa Banyubiru (sudah berjalan cukup baik) walaupun juga masih adanya pemanfaat dari kelompok yang belum menyelesaikan kredit macet kurang lebig Rp 28.000.000,- dan pada tahun 2009 Desa Banyubiru tidak dapat hibah sapras dengan kepengurusan sbb : A. TPK PNPM-MD - Ketua TPK : Agus Priyanto. - Sekretaris : Toto Dwi Warsito Putro. - Berdahara : VF. Tri Susanto. B. KPMD - Ketua : Sumardi - Anggota : Siti Maesaroh 7. LKD (belum berjalan dengan baik). Lembaga Keuangan Desa ini sebenarnya adalah embrio dari BUMDES nantinya dan lembaga baru tetapi belum bisa berjalan dengan baik karena banyak anggota yang meminjam mengalami kemacetan mengansur kurang lebih Rp 14.500.000,-, dan dana yang dibekukan di rekening Bank BKK kurang lebih ada : Rp 18.200.000,dengan kepengurusan sbb : - Ketua : Ismail - Sekretaris : Sugeng ( tidak aktif ) - Bendahara : Suhodo Catatan : telah diadakan perumusan pengaktifan kembali LKD Banyubiru. 8. Karang taruna (sementara vacum kegiatan) lembaga ini ditingkat desa arsip kepengurusan tidak terdapat namun sebenarnya ditingkat dusun justru masih eksis. 9. Team Investivigasi Tanah lembaga non formal (sudah berjalan dengan baik) lembaga ini terbentuk karena adanya masukan-masukan dari masyarakat yang ingin mengetahui kejelasan tentang Aset desa / Bondo deso yang berupa Tanah Bangunan dan hasil dari kerja ini team terdapat pada lampiran laporan asset desa. Team ini yang anggotanya terdiri dari : unsur Perangkat Desa, BPD, LKMD dan Tokoh Masyarakat. Dengan kepengurusannya sbb : - Ketua : Suhodo - Sekretaris : Anik Sri Rahayu, SH - Bendahara : Sudarmanto Setyadi. SP : Sutrisno - Koordinator lapangan : Isriyanto, Maryadi, Sumardi, Zumrotul Solikin, - Anggota Wagiyono 10. UED – SP / LKM ( Usaha Ekonomi Desa – Simpan Pinjam / Lembaga Keuangan Desa “ MEKAR “) Lembaga keuangan ini terbentuk sudah lama dan sudah berperan aktif ikut memajukan perekonomian masyarakat Desa Banyubiru dengan susunan organisasi sebagai berikut : Ketua : P. Sugiyo Ø Ø Wakil Ketua : H. Soetarmo Sekretaris : St. Prawadi Ø Ø Bendahara : VF. Tri Susanto

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

12

Dan di dusun-dusun juga banyak lembaga – lembag keuangan dalam bentuk masih Pra Koperasi yang keberadaanya banyak membantu masyarakat diantara adalah : - Pra Koperasi Dusun Krajan Biwara, Bares, Bersatu Membangun Umat. - Pra Koperasi Dusun Kampung Rapet Rapet Jaya. - Pra Koperasi Dusun Randusari - Pra Koperasi Dusun Demakan Maju Lancar - dan masih banyak lagi lembaga simpan pinjam tingkat Rt yang dikelola ibu-ibu. 11. Staff Ahli Administrasi, Tanahdan lembaga non formal (sudah berjalan dengan baik). Staff Ahli ini kami adakan dengan tujuan untuk menpercepat proses pembenahan administrasi desa dan administrasi pertanahan yang selama ini masih kurang baik untuk itu kita angkat : Staff ahli administrasi yaitu : ST. Prawadi. Lembaga-lembaga tersebut diatas secara rutin mendapat pembinaan dari Pemerintah Desa Banyubiru, Dinas/Instansi tingkat Kecamatan yang terkait. Kendala-kendala untuk meningkatkan kinerja lembaga-lembaga Desa sebagai berikut : Ø Sumber daya manusia yang tidak merata. Ø Dasar hukum untuk kelembagaan belum ada secara pasti Ø Prasarana kelembagaan yang tidak mencukupi Ø Desa belum bisa memberi upah sebagai uang kehormatan yang layak Ø Koordinasi yang yang belum merata dan sinergi BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DESA ( RPJMDes ) 2.1 Arah Pembangunan Desa

Arah pembangunan Desa Banyubiru mengacu pada Peraturan Desa Banyubiru Nomor : 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Desa dan rencananya pada tahun 2011 peraturan desa tersebut akan diganti untuk di sempurnakan dengan Peraturan Desa Banyubiru Nomor : Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Desa ( yang masih dalam proses ) namun tapi juga tidak meninggalkan rapat koordinasi evaluasi pembangunan tahun sebelumnya dan masalah – masalah serta temuan–temuan pada program sebelumnya tidak terlaksana akan dilanjutkan pada progam tahun berikutnya juga melihat keadaan keuangan yang terkini. Hal ini akan dituangkan dalam rencana pembangunan jangka panjang, menengah dan pendek sesuai tingkat kebutuhan dimasyarakat. 2.2 Visi dan Misi Mengingat masyarakat Desa Banyubiru yang Hiterogen dan dengan banyaknya perbedaan-perbedaan baik cara pandang bermasyarakat, agama, Kepercayaan, ekonomi, politik, social dan budaya maka perlu adanya VISI dan MISI untuk menyeragamkan padangan-pandangan yang berlainan tersebut ( Visi dan Misi Kelapa Desa terpilih ): a. VISI : Menuju Banyubiru Sebagai Desa Maju yang Berpotensi. ( Bersih, Potensi,Tentram,sehat, dan Iman) b. MISI : 1. Melengkapi dan memperdayakan provesionalitas dan fungsionalitas kinerja dari Pemerintah Desa dan lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa. 2. Mengembangkan dan menciptakan program-program yang konstekstual dan efektif bagi pengembangan bidang pemerintahan, pendidikan, kepemudaan dan seni budaya dengan pendekatan-pendekatan yang bersifat srategis dan obyektif. 3. Mempromosikan dan mendorong timbulnya program-program bantuan dan kemitraan melalui advokasi atau pembelaan terhadap harapan dan kebutuhan masyarakat.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

13

2.3

Strategi dan Arah Kebijakan Desa. 2.3.1 Strategi Pembangunan Desa. Strategi pembangunan jangka menengah Desa Banyubiru adalah sebagai berikut : a. Strategi dalam Mewujudkan Kepemerintahan yang baik : 1. Memantapkan kinerja kepemimpinan yang demokratis, egaliter dan mengedepankan keteladanan. 2. Meningkatkan kualitas kinerja peneyelenggaraan pemerintahan dan penanggulangan KKN. 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalam penyelenggaraan pembangunan. 4. Mensinergikan interaksi konstruktif diantara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik secara transparan, partisipatif dan akuntabel. b. Strategi dalam Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tentram dan Dinamis : 1. Memantapkan stabilitas keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat. 2. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum. 3. Memantapkan budaya politik yang demokratis. c. Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia : 1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas. 2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. 3. Memberdayakan sumber daya perempuan dalam seluruh aspek kehidupan. 4. Meningkatkan keberdayaan generasi muda dan olah raga. d. Strategi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Masyarakat : 1. Meningkatnya keberdayaan sosial masyarakat. 2. Meningkatnya keberdayaan ekonomi masyarakat. e. Strategi dalam Mamantapkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa : 1. Meningkatnya kualitas pendidikan agama pada semua jalur, jenis, jenjang pendidikan. 2. Meningkatnya kualitas penataan, pengelolaan dan pengembangan sarana prasarana keagamaan. 3. Meningkatnya kualitas manajemen pelayanan ibadah. f. Strategi dalam Menggali dan Menumbuhkembangkan Budaya Lokal : 1. Meningkatnya pengenalan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini mulai dari tingkat keluarga/rumah tangga. 2. Reaktualisasi nilai-nilai budaya lokal sebagai salah satu dasar etika sosial dalam kehidupan berpemerintahan dan bermasyarakat. 3. Meningkat sarana pengembangan dan pelestarian keragaman budaya. Strategi dalam Memelihara Keseimbangan Lingkungan Dan g. Pembangunan Berkelanjutan : 1. Meningkatkan manajemen pengelolaan lingkungan. 2. Meningkatkan penegakan hukum untuk mengurangi perusakan dan pencemaran lingkungan. 3. Meningkatkan efektivitas tata ruang wilayah. 4. Meningkatkan percepatan pembangunan yang berkelanjutan. h. Strategi dalam Meningkatkan Kinerja Pembangunan Dusun : 1. Meningkatkan keberdayaan dusun dan masyarakat dusun dalam pembangunan. 2. Mengembangkan potensi ekonomi perdusunan. 3. Meningkatkan alokasi dan distribusi pembangunan keperdusunan. 2.3.2 Arah Kebijakan Desa. Kebijakan pembangunan jangka menengah Desa Banyubiru adalah sebagai berikut : a) Kebijakan dalam Mewujudkan Kepemerintahan Yang Baik :

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

14

b)

c)

d)

e)

f)

g)

h)

Pengelolaan Sumber Daya Manusia Aparatur. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Administrasi Pemerintah Desa. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Peningkatan Kapasitas Keuangan Desa. Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan Sektor Swasta dalam Pembangunan. 6. Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi Pembangunan. Kebijakan dalam Memelihara Stabilitas Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib, Tentram dan Dinamis : 1. Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Ancaman Instabilitas Kehidupan Masyarakat. 2. Penegakan Supremasi Hukum dan Perlindungan HAM. 3. Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat. 4. Kehidupan Politik yang Demokratis. Kebijakan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia : 1. Peningkatan Kualitas Pendidikan baik secaara formal atau non formal. 2. Peningkatan Kapasitas Kesadaran Hidup Sehat dan Kualitas Kesehatan Masyarakat. 3. Pemantapan Kesetaraan Gender. 4. Peningkatan Keberdayaan Generasi Muda dan Olah Raga. Kebijakan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat : 1. Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial. 2. Peningkatan Potensi Perekonomian Desa dan Penanggulangan Kemiskinan. 3. Perbaikan infoprmasi Ketenagakerjaan. 4. Pengendalian dan sosialisasi Pertumbuhan Penduduk dan Peningkatan Kualitas Keluarga. Kebijakan dalam Mewujudkan Kesalehan Sosial Berlandaskan Iman dan Taqwa : 1. Peningkatan Intensitas Pembinaan agama dn Kehidupan Keagamaan. 2. Penerapan Nilai-nilai Keimanan dan Ketaqwaan dalam Kehidupan Sosial. 3. Pengembangan Potensi Umat. 4. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kehidupan Beragama. Kebijakan dalam Mendukung Upaya Menggali dan Menumbuh-kembangkan Budaya lokal : 1. Peningkatan Kesadaran dan Kecintaan Terhadap Budaya lokal. 2. Pengembangan dan Pelestarian Budaya lokal. 3. Pemantapan Ketahanan Budaya Masyarakat. Kebijakan dalam Memelihara Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan : 1. Meningkatkan daya Dukung dan Kualitas Lingkungan. 2. Menyelarasikan Pemantapan dan Pengendalian Ruang dalam Sistem Tata Ruang Yang Terpadu. 3. Percepatan Pembangunan Yang berkelanjutan. Kebijakan dalam Meningkatkan Kinerja Pembangunan Dusun : 1. Meningkatkan Kapasitas Pemerintahan Dusun dan Ketahanan Masyarakat Dusun. 2. Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perdusunan. 3. Meningkatkan Pembangunan Kawasan Perdusunan. 1. 2. 3. 4. 5.

2.4 Prioritas Desa. Berdasarkan pada kondisi, permasalahan dan potensi Desa Banyubiru, serta memperhatikan prioritas pembangunan Nasional dan Propinsi Jawa Tengah dengan Visi “ Bali Ndeso Mbangun Ndeso “ dan Kabupaten Semarang dengan Slogan “ INTANPARI “, maka pembangunan Desa Banyubiru tahun 2010 diorientasikan pada 5 (lima) prioritas, yaitu : 1. Meningkaatkan kesadaran masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas dan penuntasan wajar dikdas 9 tahun. 2. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan kesadaran budaya hidup bersih dan sehat. 3. Peningkatan ketersediaan dan kualitas prasarana sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang desa dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairah investasi serta aktivitas ekonomi lainnya. 4. Peningkatan kualitas, daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencegahan dini terhadap bencana.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
15

5. Peningkatan kinerja pembangunan dusun, melalui peningkatan kapasitas dan kuwalitas dusun, peningkatan keberdayaan masyarakat dusun, pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan perdusunan, serta efektifitas pengunaan Dana Alokasi Umum Desa ( DAUD ). Sementara ini pembangunan Desa Banyubiru tahun 2010 difokuskan pada upaya pengurangan kemiskinan, pembangunan prasarana dan pelestarian lingkungan hidup. Upaya pengurangan kemiskinan memiliki dimensi yang luas dan kompleks, yaitu menyangkut aspek sosial, budaya, fisik, ekonomi, dan bahkan politik. Karena itu, penyelesaiannya harus secara menyeluruh (holistik) dan ditujukan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat agar dapat menolong dirinya sendiri. Pembangunan prasarana dan sarana dasar dimaksudkan untuk menstimulasi pertumbuhan perekonomian daerah maupun dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Mengingat keterbatasan sumber daya yang tersedia, maka pembangunan diprioritaskan kepada kegiatan yang memiliki daya dongrak besar terhadap upaya pengurangan kemiskinan, perluasan lapangan kerja dan berusaha serta pertumbuhan ekonomi. Agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan, maka pemeliharaan dan pemulihan daya dukung lingkungan harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri. Perincian dari masing-masing fokus di antaranya sebagai berikut : 1. Pengurangan kemiskinan, dengan sasaran : - Peningkatan pemberdayaan masyarakat. - Menumbuhkan keswadayaan masyarakat. - Peningkatan ketrampilan ketenagakerjaan. - Pemberian bantuan yang tepat sasaran. 2. Perbaikan kualitas lingkungan hidup, dengan sasaran : - Rehabiltasi lahan kritis. - Pengendalian pencemaran industri di DAS di Sungai – sungai yang ada. - Sosialisasi pengelolaan dan pengendalian pengambilan air tanah di daerah kritis. - Sosialisasi pengolahanan sampah ramah lingkungan. - Peningkatan kesiapan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. 3. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana (khususnya prasarana dan sarana dasar), dengan sasaran : - Peningkatan pembangunan jalan gang, dusun, desa dan jembatan. - Peningkatan prasarana penyedia air baku. - Penataan saluran dalam lingkungan Dusun. - Pembangunan dan rehab bendungan Dam Bolodewo. BAB III KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, dan peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Dana Alokasi Desa Serta Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 18 Tahun 2006 tentang Sumber Pendapatan Desa. Ini berarti daerah diberikan keleluasaan menjalankan pemerintahan dan pembangunannya secara bertanggung jawab dengan melihat kondisi dan potensi lokalnya. Sehubungan dengan hal di atas, penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa menjadi tahapan yang sangat krusial dalam memulai roda pemerintahan dan pembangunan setiap tahunnya dalam mewujudkan pelayanan dan kesejahteraan kepada masyarakat dengan lebih baik melalui perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi pembangunan. Melalui Peraturan Desa Banyubiru Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Banyubiru Tahun Anggaran 2010 dan Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2010 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Banyubiru Tahun Anggaran 2010, Pemerintah Desa Banyubiru bersama unsur BPD telah menyusun rencana anggaran untuk Tahun Anggaran 2011. APBDes Tahun 2011. 3.1. Pengelolaan Pendapatan Daerah 3.1.1. Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

16

Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan diarahkan kepada peningkatan pungutan yang telah ada obyek dan subyeknya walupun system pembagian pengembalian hasil pajak PBB ke Desa melalui DAUD dan program – program pembangunan yang dibiayai APBD II , serta penggalian potensi baru atau mencari obyek dan subyek pungutan baru ( Sumbangan Pihak Ketiga yang tidak mengikat ) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai upaya optimalisasi peningkatan pendapatan desa. 3.1.2. Target dan Realisasi Pendapatan Desa.

Pada Tahun 2010 Pemerintah Desa Banyubiru mentargetkan pendapatan sebesar Rp. 507.194.000,- dan terealisasi Rp. 507.194.000,- atau 100 %. Kontribusi Bantuan keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten / Kota dan Desa Lainnya masih mendominasi pendapatan yang bersumber dari Pendapatan APBD II yang ditargetkan sebesar Rp. 284.194.000,- realisasinya sebesar Rp. 284.194.000,- atau 100% yang memberikan kontribusi sebesar 56 %, sedangkan Pendapatan Asli Desa masih bersumber dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa yang dianggarkan sebesar Rp. 165.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 165.000.000,- atau 100 % baru dapat memberikan kontribusi sebesar 33 %. Hal ini menunjukan bahwa ketergantungan APBDes Desa Banyubiru Pemerintah Kabupaten Semarang dan Propinsi Jawa Tengah masih sangat besar. Gambaran rincinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.1.2.1 Target dan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2010

No 1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.1.5 1.2 1.3 1.4 1.5

Uraian PENDAPATAN DESA Pendapatan Asli Desa Hasil Usaha Desa Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong royong masyarakat desa Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang Sah Bantuan keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten / Kota dan Desa Lainnya Sumbangan dari fihak ke tiga Pinjaman Desa Lain lain pendapatan Desa JUMLAH PENDAPATAN

Anggaran

Realisasi

%

Kontribusi ( %)

5.000.000 165.000.000 47.500.000 0 5.500.000

5.000.000 165.000.000 47.500.000 0 5.500.000

100 100 100 0 100

1 33 9 0 1

284.194.000 0 0 0 507.194.000

284.194.000 0 0 0 507.194.000

100 0 0 0 100

56 0 0 0 100.00

3.1.2.1.

Pendapatan Asli Desa.

Sumber Pendapatan Asli Desa terdiri dari enam jenis, yaitu: Hasil Usaha Desa, Hasil pengelolaan kekayaan Desa, Hasil swadaya dan partisipasi, Lain-lain pendapatan asli Desa yang sah dan Sumbangan dari Pihak Ketiga yang tidak mengikat. Rincian Anggaran dan realisasi masing-masing jenis sampai akhir tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1.2.1.1 Target dan Realisasi Penerimaan PAD Menurut Jenis Pendapatan Tahun Anggaran 2010
No 1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 1.2.6 1.2.7 1.2.8 1.3 1.4 1.5 1.6 1.6.1 Uraian Hasil Usaha Desa Pungutan Desa Penggantian ongkos cetak surat Pologoro Desa Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa Tanah Kas Desa Bengkok Kepala Desa Bengkok Perangkat Desa Pasar Desa Bangunan Milik Desa Lapangan Desa Lumbung Desa Usaha Ekonomi Desa Hasil Swadaya dan Partisipasi Hasil Gotong royong masyarakat desa Lain-lain Pendapatan Asli Desa yang Sah Sumbangan dari fihak ke tiga Bantuan Sarpras Anggaran 0 0 5.000.000 25.000.000 18.000.000 122.000.000 0 0 0 0 0 47.500.000 0 5.500.000 0 Realisasi 0 0 5.312.000 25.000.000 18.000.000 122.000.000 0 0 0 0 0 47.500.000 0 5.500.000 0 % 0 0 106 100 100 100 0 0 0 0 0 100 0 100 0 Kontribusi ( %) 0 0 2 11 8 55 0 0 0 0 0 21 0 2 0 17

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

1.6.2 1.6.3 1.6.4

Bantuan Mebelair kantor Bantuan Seragam Bantuan THR Total Pendapatan Asli Desa

0 0 0 223.000.000

0 0 0 223.312.000

0 0 0 100,14

0 0 0 100

Dari tabel di atas terlihat bahwa dari total target PAD Tahun 2010 sebesar Rp.223.000.000,- realisasinya sebesar Rp. 223.321.000,- atau 100,14 %. Dari enam komponen PAD tersebut di atas, Hasil Pengelolaan Kekayaan Desa merupakan komponen penyumbang terbesar, yakni sebesar 74 % sedangkan yang paling kecil adalah Sumbangan dari fihak ke tiga Sah yang hanya memberikan kontribusi sebesar 0 %. 3.1.2.2. Pendapatan Transfer

Pendapatan Transfer terdiri dari dana Perimbangan, Transfer Pemerintah Propinsi Jawa Tengah , Transfer Pemerintah Kabupaten Semarang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.1.2.2.1 Target dan Realisasi Pendapatan Transfer Tahun Anggaran 2010 No 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 Uraian Bantuan keuangan Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten / Kota dan Desa Lainnya Dana Pembangunan Desa ( DAU) Provinsi Bagian dari perimbangan keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah yang diterima Pemerintah Propinsi TPAPD dari APBN dan atau APBD Propinsi Bantuan Kesehatan dari Pemerintah Provinsi Bantuan Sarpras BPKAPD dan APBD Kabupaten Dana Alokasi Umum Desa Pemerintah Kabupaten Penyelenggaraan Pilkades Bantuan Pengaspalan jalan Bantuan Perpustakaan Desa Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

5.000.000 0 0 0 0 132.380.000 146.814.000 0 0 0 284.194.000

5.000.000 0 0 0 0 130.200.000 146.814.000 0 0 0 282.014.000

100 0 0 0 0 98 100 0 0 0 99

2 0 0 0 0 46 52 0 0 0 100

Secara terperinci anggaran dan realisasi per jenisnya dapat dilihat pada uraian berikut: 1. Dana Pembangunan Desa ( DAU) Provinsi Realisasi Dana Pembangunan Desa (DAU) Tahun 2009 dengan anggaran Rp 5.000.000,- realisasinya sebesar Rp 5.000.000,- atau 100 %. 2. Bantuan Normalisasi Kali Galeh dari Pemerintah Provinsi Realisasi Bantuan Kesehatan dari Pemerintah Provinsi Tahun 2010, paket jadi pengerukan normalisasi kali Galeh sepanjang 1900 M X 4 M dengan anggaran Rp ± 150.000.000,- dari Anggaran sebesar Rp 150.000.000,- atau 100 % 3. Bantuan Peningkatan Kinerja Aparatur Perangkat Desa ( BPKAPD ) dan APBD Kabupaten Bantuan Peningkatan Kinerja Aparatur Perangkat Desa dan APBD Kabupaten merupakan kontributor terbesar terhadap kelompok Pendapatan Dana Perimbangan. Pada tahun 2010 ( BPKAPD ) dianggarkan sebesar Rp. 132.380.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 130.200.000,- atau 98 % dan dikembalikan ke kas daerah kerena sehubungan dengan Sekdes diangkat menjadi PNS sebesar Rp 2.180.000,4. Dana Alokasi Umum (DAUD) Dana Alokasi Umum Desa Pemerintah Kabupaten dianggarkan sebesar Rp. 146.814.000,dan terealisasi sebesar Rp. 146.814.000,- atau 100 % 3.1.3. Permasalahan a. Penarikan Pungutan Desa yang sudah ditetepkan di Perdes yang berlaku di Desa Banyubiru belum bisa optimal sehingga pendapatan asli Desa kurang. b. Banyak kebijakan keuangan yang tidak berpihak pada pemerintah Desa. c. System pelaporan dana bantuan dari APBD II atau APBD I kurang simple dan efisien. 3.1.4. Penyelesaian. a. Program – program pembangunan disesuaikan dengan pendapatan Desa. b. Sosialiasi penerapan Perdes Pungutan. c. Pengefektipan penggunaan pendapatan sesuai kebutuhan riel. 3.2 Pengelolaan Belanja Daerah

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

18

3.2.1 Kebijakan Umum Keuangan Daerah Kebijakan Umum Keuangan Desa Banyubiru yang tertuang dalam Kebijakan Umum APBDes desa Banyubiru Tahun 2010 yang terdiri atas 3 (tiga) kebijakan yaitu Kebijakan Pendapatan, Kebijakan Belanja dan kebijakan Pembiayaan. Berkaitan dengan fungsi pemerintah yang bertugas memfasilitasi, membuat regulasi dan menyediakan barang dan jasa yang sifatnya publik, maka kebijakan-kebijakan dibidang belanja desa diarahkan sebagai berikut : 1. Pengunaan Dana Alokasi Umum Desa ( DAUD ) berpedoman denga Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 8 tahun 2006 tenteng Dana Alokasi Desa dan peraturan Bupati Kabupaten Semarang Nomor 7 Tahun 2007 tenteng Pedoman Dana Alokasi Umum Desa Kabupaten Semarang. 2. Perampingan SOTK, dengan membentuk SOTK yang baru sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi Dan Tata Kerja Pemerintah Desa 3. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Desa agar menggunakan anggaran yang telah diamanatkan dengan lebih efisien dan efektif, dan mempertanggungjawabkannya melalui hasil (output) yang lebih terukur dan berkesinambungan (sustainable). 4. Mengarahkan kegiatan-kegiatan Satuan Kerja Perangkat Desa supaya lebih fokus terhadap upaya pengurangan kemiskinan, pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas lingkungan hidup. 5. Mengupayakan agar seluruh kegiatan yang dilakukan oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Desa ada interkoneksinya, sehingga kegiatan yang satu dengan yang lainnya bersifat melengkapi dan bersinergi satu sama lain dan bermuara pada satu tujuan yang telah ditetapkan. 6. Mengarahkan kepada seluruh satuan Kerja Perangkat Desa agar dapat memisahkan kegiatan yang merupakan urusan pemerintah (public domain) dan urusan individu (private domain), sehingga kegiatan yang dilakukan lebih bermanfaat dan berdampak lebih luas. 7. Mengkaji kembali efektivitas bentuk-bentuk bantuan (finansial maupun barang) yang selama ini dilakukan oleh pemerintah, dan mengembangkan bentuk intervensi yang lebih signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan tidak menciptakan ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. 8. Prioritas belanja desa diarahkan untuk menyediakan barang dan jasa yang tidak dapat disediakan oleh masyarakat, terutama yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). 9. Untuk mendorong pasrtisipasi masyarakat, pemerintah menyerahkan pengelolaan kegiatan yang berskala kecil kepada masyarakat (swakelola). 10. Alokasi Dana Alokasi umum Desa (DAUD) hendaknya dapat dipergunakan secara efektif dan efisien untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang merupakan kewenangan/urusan desa. 11. Belanja desa diprioritaskan dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan, yaitu urusan wajib dan urusan pilihan yang ditetapkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan. 12. Belanja desa dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib digunakan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dalam upaya memenuhi kewajiban desa yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak serta mengembangkan sistem jaminan sosial. 13. Belanja desa disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran. 14. Penyusunan belanja desa diprioritaskan untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Desa dalam rangka melaksanakan urusan pemerintahan desa yang menjadi tanggungjawabnya. Penggunaan dana perimbangan agar diprioritaskan untuk kebutuhan sebagai berikut : a. Penerimaan dana bagi hasil pajak agar diprioritaskan untuk mendanai perbaikan lingkungan pemukiman di pedesaan, pembangunan irigasi, jaringan dan jembatan serta jalan lingkungan.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

19

b. Penerimaan dana bagi hasil sumber daya alam agar diutamakan pengalokasiannya untuk mendanai pelestarian lingkungan areal pertambangan, perbaikan dan penyediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial, . c. Dana Alokasi Umum Desa ( DAUD ) agar diprioritaskan penggunaannya, kegiatan operasional dan pemeliharaan serta pembangunan fisik sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan umum yang dibutuhkan masyarakat. d. Dana Alokasi Khusus digunakan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh pemerintah. 3.2.2. Target dan Realisasi Belanja

Mengacu Peraturan Menteri dalam Negeri RI Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Klasifikasi Belanja menurut jenis belanja, terdiri dari: a. Belanja Tidak Langsung, meliputi: belanja pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil Kepada Pemerintah Desa, Belanja Bantuan Keuangan, Belanja Tidak Terduga. b. Belanja Langsung, meliputi: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal untuk program dan kegiatan yang ada pada setiap Satuan Kerja Perangkat Desa. Total anggaran belanja sebesar Rp. 503.694.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 507.194.000,100.69 % dialokasikan sebesar 37,5 % untuk belanja tidak langsung dan 62,5 % untuk belanja langsung, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 3.2.2.1 Anggaran dan Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 No 1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 1.2.6 1.2.7 1.2.8 1.2.9 1.2.10 1.3 1.3.1 1.3.2 2 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 Uraian Belanja Langsung Belanja Pegawai Honorarirum Perangkat Desa Honorarirum Non Perangkat Desa Belanja barang dan jasa Belanja Barang Habis Pakai Belanja Bahan / Material Belanja Jasa Kantor Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor Belanja Pajak Belanja Perjalanan Dinas Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja Makan dan minum Belanja Pakaian Dinas dan Pakaian Olahraga Biaya Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Buku Kepustakaan Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai / penghasilan tetap Tambahan Penghasilan / Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Perangkat Desa Belanja Anggota BPD Belanja Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Sosial Belanja Hibah JUMLAH BELANJA Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

2.250.000 17.775.000 6.223.000 103.500.000 7.480.000 1.500.000 9.500.000 6.000.000 1.800.000 6.350.000 1.560.000 8.500.000 14.000.000 0 140.000.000 132.380.000 8.100.000 23.876.000 11.900.000 1.000.000 503.694.000

2.250.000 17.775.000 6.223.000 107.000.000 7.480.000 1.500.000 9.500.000 6.000.000 1.800.000 6.350.000 1.560.000 8.500.000 14.000.000 0 140.000.000 132.380.000 8.100.000 23.876.000 11.900.000 1.000.000 507.194.000

100 100 100 103,3816 100 100 100 100 100 100 100 100 100 0 100 100 100 100 100 100 100,6949

0,45 3,53 1,24 21,24 1,49 0,30 1,89 1,19 0,36 1,26 0,31 1,69 2,78 0,00 27,80 26,28 1,61 4,74 2,36 0,20 100

Rincian per komponen belanja dapat dilihat pada penjelasan berikut: 3.2.2.1. Belanja Tidak Langsung

Belanja Tidak Langsung Pemerintah Desa Banyubiru Tahun Anggaran 2010 dianggarkan sebesar Rp. 317.256.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 317.256.000,- atau 100 %. Alokasi terbesar belanja tidak langsung masih dominan digunakan untuk belanja pegawai dibanding alokasi dana lainnya yang dianggarkan sebesar Rp. 140.000.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 140.000.000,- atau 100 %. Rincian anggaran dan realisasi belanja tidak langsung dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2.2.1.1 Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung Tahun Anggaran 2010 No 1 1.1 1.2 Uraian Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai / penghasilan tetap Tambahan Penghasilan / Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Anggaran 140.000.000 132.380.000 Realisasi 140.000.000 132.380.000 % 100 100 Kontribusi ( %) 44,13 41,73

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

20

1.3 1.4 1.5 1.6

Perangkat Desa Belanja Anggota BPD Belanja Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Sosial Belanja Hibah JUMLAH BELANJA TIDAK LANGSUNG

8.100.000 23.876.000 11.900.000 1.000.000 317.256.000

8.100.000 23.876.000 11.900.000 1.000.000 317.256.000

100 100 100 100 100

2,55 7,53 3,75 0,32 100

3.2.2.2

Belanja Langsung

Belanja Langsung, meliputi: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal untuk program dan kegiatan yang ada pada setiap Satuan Kerja Perangkat Desa. Dalam APBDes Desa Banyubiru Tahun 2010 Belanja Langsung dianggarkan sebesar Rp. 186.438.000,- yang dialokasikan untuk Belanja Pegawai sebesar Rp. 20.025.000,- Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp. 155.913.000,-, Belanja Modal sebesarRp. 14.000.000,-. Dari total anggaran Belanja Langsung tersebut terealisasi sebesar Rp. 189.938.000,- atau 101,87 %. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Tahun 2009 terlihat pada tabel berikut:
Tabel 3.2.2.2.1 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Tahun Anggaran 2010 No 1 1.1 1.1.1 1.1.2 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.2.4 1.2.5 1.2.6 1.2.7 1.2.8 1.2.9 1.2.10 1.3 1.3.1 1.3.2 Uraian Belanja Langsung Belanja Pegawai Honorarirum Perangkat Desa Honorarirum Non Perangkat Desa Belanja barang dan jasa Belanja Barang Habis Pakai Belanja Bahan / Material Belanja Jasa Kantor Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor Belanja Pajak Belanja Perjalanan Dinas Belanja Cetak dan Penggandaan Belanja Makan dan minum Belanja Pakaian Dinas dan Pakaian Olahraga Biaya Pemeliharaan Belanja Modal Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Kantor Belanja Modal Pengadaan Buku Kepustakaan JMLH BELANJA LANGSUNG Anggaran Realisasi % Kontribusi ( %)

2.250.000 17.775.000 6.223.000 103.500.000 7.480.000 1.500.000 9.500.000 6.000.000 1.800.000 6.350.000 1.560.000 8.500.000 14.000.000 0 186.438.000

2.250.000 17.775.000 6.223.000 107.000.000 7.480.000 1.500.000 9.500.000 6.000.000 1.800.000 6.350.000 1.560.000 8.500.000 14.000.000 0 189.938.000

100 100 100 103,3816 100 100 100 100 100 100 100 100 100 0 101,8773

1,18 9,36 3,28 56,33 3,94 0,79 5,00 3,16 0,95 3,34 0,82 4,48 7,37 0,00 100,00

Alokasi anggaran dan realisasi belanja langsung terbesar dialokasikan kepada Belanja Bahan / Material sebesar Rp. 103.500.000,- dan realisasi Rp. 107.000.000,- atau 56,33 % Sedangkan anggaran terkecil adalah Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor yaitu sebesar Rp. 1.500.000,Anggaran tersebut terealisasi sebesar Rp. 1.500.000,- atau 0,79 %. Pembiayaan 3.3 Pembiayaan desa adalah semua penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya. Pembiayaan desa terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Penerimaan Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 6.674.250,- terealisasi Rp. 6.674.250,- atau 100 % yang terdiri dari : 1. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang dianggarkan sebesar Rp. 1.174.250,- dan terealisasi sebesar Rp. 1.174.250,- atau 100 %. Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Desa terelisasi sebesar Rp 0,2. 3. Pencairan Dana Cadangan yang dianggarkan sebesar Rp 0,- dan tidak terealisasi 4. Penerimaan piutang daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 0,5. Penerimaan Bunga Dana cadangan sebesar Rp. 0,Pengeluaran Pembiayaan dianggarkan sebesar Rp. 5.500.000,6. BAB IV PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DESA Desa Banyubiru merupakan daerah yang memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup besar mencapai 8.451 jiwa dan memiliki potensi wilayah yang luas mencapai 677,087 ha, dan dengan jumlah perangkat yang perankat yang cukup sehingga penyelenggaraan pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik. Untuk mencapai maksud tersebut perlu adanya . suatu program pembangunan dan penataan system pemerintahan yang terpadu dan disesuaikan
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
21

dengan keadaan baik Geografis dan adat budaya setempat dimana kerangka program dan kegiatan RPJMDes dan Peraturan Daerah dimana dual hal tersebut sebagai acuan. Berikut adalah realisasi pelaksanaan kebijakan - kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun 2010 berdasarkan urusan :

4.1. URUSAN HAK ASAL USUL DESA 4.1.1. Program dan Kegiatan Bidang Pemerintahan dan Pelayanan

Dalam pelaksanaan pemerintahan pada awal tahun 2010 pelayanan penyelengaraan pemerintahan sudah mulai senergi namun masih perlu pembenahan dan kelengkapan perangkat dan adapun hasil – hasil yang dicapai sbb : 1. Pertanahan a. Penanganan PBB per Desember 2009 hanya mencapai 48 % dari DHKP (Daftar himpunan Ketetapan Pajak Desa Banyubiru Rp 156.2207.248,- ) jadi masih sangat kurang dari target pelunasan PBB. Dan pada tahun 2009 pencapaian pelunasan PBB mengalami penurunan menjadi 38 % dengan nominal Rp 56.196.900,- dari DHKP (Daftar himpunan Ketetapan ) Pajak Rp 156.2207.248,b. Penataan dan pemetaan data C Desa sebagai acuan dalam penyelesaian masalah tanah c. Memfasilitasi pengajuan sertifikat tanah baik program UKM dan Prona atau yang lainnya d. Pemanfaatan tanah Bondo Desa secara optimal 2. Kependudukan a. Penertiban administrasi pembuatan atau pemohonh KTP : 894 b. Penertiban administrasi pembuatan atau pemohonh KK : 104 pemohon c. Penertiban administrasi permohonan Akta kelahiran massal : d. Penertiban administrasi penduduk lahir : 107 bayi : 36 orang e. Penertiban administrasi penduduk mati f. Penertiban administrasi penduduk datang : 172 orang g. Penertiban administrasi penduduk pergi : 146 orang h. Penertiban administrasi Penduduk kawin / nikah : 69 orang i. Penertiban administrasi penduduk cerai / talak : 15 rang 3. Pelayanan Masyarakat a. Penertiban administasi Surat Pengantar dan Keterangan : 952 ( SKCK,Boro, SKTM, SIM, Perijinan Dll) b. Penertiban administrasi surat masuk : 316 c. Penertiban administrasi surat keluar : 77 d. Penertiban administrasi legalisasi surat : 271 : 55 e. Penertiban administrasi legalisasi proposal f. Pemberian informasi penting lewat kadus-kadus dan Pembantu perangkat Desa g. Pelayanan pembuatan surat-surat pengantar sudah mengunakan system terpadu yang berdasarkan data base kependudukan secara semi on line ( soft ware ). h. Jam efektif pelayanan kantor 08.00 Wib – 15.00 Wib i. Tiap enam bulan hasil kinerja pemerintahan desa Banyubiru dilaporan (semester) kepada masyarakat j. Dalam rapat tingkat desa yang dihadiri perangkat desa, lembaga desa, Rt, Rw dan tokoh masyarakat. 4. Perangkat Desa a. Peningkatan SDM perangkat Desa b. Peningkatan pengasilan perangkat Desa c. Kedisiplinan jam kerja Permasalahan : a. Terlambatnya proses pengesahan dan pencairan anggaran, sehingga kegiatan kesekatariatan terlambat dilaksanakan. b. Minimnya pelatihan – pelatihan untuk peningkatan tata administrasi Desa. c. Minimnya sosialisasi tentang produk hukum yang dirasa tidak cukup dan waktu yang terbatas. Solusi :
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
22

a. Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas penyelesaian masalah administrasi sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. b. Penambahan jumlah kebutuhan sekretariat untuk mengikuti sertifikasi pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan riil. c. Mengoptimalkan bantuan biaya operasional Administrasi Desa baik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten dan APBD Propinsi. d. Mengoptimalkan sarana dan prasarana Administrasi sekretariatan yang ada. 4.1.2 Bidang pembangunan Selama tahun anggaran 2010 Desa Banyubiru telah dapat menyelesaikan beberapa program pembangunan yang tersebar di seluruh Desa, baik fisik maupun non fisik dimana biayanya bersumber dari swadaya masyarakat dan bantuan simultan dari APBDes,PNPM-MD dan Pemerintah daerah dari APBD II atau APBD I. Semua program tersebut telah dapat diselesaikan walaupun sebagian ada terlambat dengan jadwal yang telah ditetapkan. Adapun sebagai pelaksana dari pembangunan ini adalah sepenuhnya ditangani Panitia Pembangunan Tingkat Dusun atau Panitia pelaksana tingkat Desa yang diarahkan oleh LKMD dan dikontrol serta dibina oleh Pemerintah Desa Banyubiru. Demikian juga tujuan dan sasaran serta manfaat dari program tersebut sudah sesuai dengan yang diharapkan dari pemerintah maupun masyarakat. Adapun berbagai jenis program pembangunan yang telah dilaksanakan atau terealisasi di Desa Banyubiru selama tahun anggaran 2010 adalah sebagai berikut : A. Anggaran pembangunan yang sumber dananya lewat rekening pemerintah Desa Banyubiru (APBDes) : 1. Pelakaran Terusan Jalan lingkar di Dusun Krajan. Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 : Bulan Januari 2011 Ø Selesai Ø Sumber biaya : APBDes dan Swadaya. Ø Swadaya : Rp 5.000.000,Ø Bantuan Pemerintah : Rp 7.700.000,- ( DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan : Panitia Pembangunan Dusun Krajan Ø Pengarah kegiatan : LKMD. Ø Manfaat : Memperlancar transpotasi & Keamanan : Jalan lingkar Dusun Krajan – Kampung Ø Lokasi Kegiatan Rapet 2. Pelakaran Terusan Jalan lingkar di Dusun Kampung Rapet Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 : Bulan Januari 2011 Ø Selesai Ø Sumber biaya : : Rp 5.000.000,Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah : Rp 7.700.000,-,- ( DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan :Panitia Pembangunan Dusun Kampung Rapet Ø Pengarah kegiatan : LKMD. Ø Manfaat : Memperlancar transpotasi & Keamanan : Jalanlingkar Krajan – Kampun Rapet Ø Lokasi Kegiatan Pembuatan Talud penahan jalan 100 dan pelebaran jembatan 3. Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 : Bulan Januari 2011 Ø Selesai Ø Sumber biaya : : Rp 6.000.000,Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah : Rp 6.500.000 (DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan: Panitia pembangunan Dusun Cerbonan : LKMD Ø Pengarah Kegiatan Ø Manfaat : Pengaman tanggul jalan dan pelebaran jembatan Ø Lokasi Kegiatan : Dusun Cerbonan 4. Paving jalan lingkungandan gapura masuk Rt 01 Rw XIV di Dusun Tawang Rejo
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
23

5.

6.

: Bulan Mei 2010 Ø Dilaksanakan pada Ø Selesai : Bulan Januari 2011 : Ø Sumber biaya Ø Swadaya : Rp 40.000.000,Ø Bantuan Pemerintah : Rp 6.500.000,- ( DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan : Panitia pembangunan Dusun Tawang Rejo Ø Pengarah Kegiatan : LKMD Ø Manfaat : Kenyamanan bila hujan & Keindahan Ø Lokasi Kegiatan : Dusun Tawang Rejo Pembuatan talud Jalan lingkar di Dusun Kampung Randusari Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 5.000.000,Ø Bantuan Pemerintah : Rp 6.500.000,-,- ( DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan :Panitia Pembangunan Dusun Randusri Ø Pengarah kegiatan : LKMD. Ø Manfaat : Memperlancar transpotasi & Keamanan Lokasi Kegiatan : Dusun Randusari Pembuatan rumah alat dan sekretariaat dan Penerangan Makam Silanceng Ø Dilaksanakan pada : Bulan Nopember 2010 Ø Selesai : Bulan Nopember 2010 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 15.000.000,Ø Bantuan Pemerintah : Rp 1.500.000,-,- ( DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan :Panitia Pembangunan Makam Silanceng Ø Pengarah kegiatan : LKMD. : Kenyamanan peziarah Ø Manfaat Lokasi Kegiatan : makam Silanceng Perawatan / Rehab dan Pemasangan Teralis / Pembuatan Tower Air Kantor Desa Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 : Ø Sumber biaya Ø Swadaya : Rp 0,- ( PAD ) Ø Bantuan Pemerintah : Rp 5.500.000,- (DAUD ) Ø Pelaksana pembangunan : Team : Keyamanan pelayanan Ø Manfaat Ø Lokasi Kegiaatan : Kantor Desa

7.

Permasalahan : proses pencairan anggaran, sehingga kegiatan a Terlambatnya pembangunan juga terlambat. b Cuaca pada saat dilaksanakan pembangunan adalah musim hujan jadi rencana pembangunanya terlambat. c Terbatasnya Sumber daya manusia . Solusi : a Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas penyelesaian masalah pembangunan sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. b Penambahan jumlah kebutuhan pembangunan disesuaikan dengan pengadaan barang dan jasa kebutuhan riil c Mengoptimalkan bantuan biaya operasional pembangunan Desa baik yang bersumber dari dana APBDes, APBD II Kabupaten dan APBD I Propinsi.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
24

d Mengoptimalkan sumber dana swadaya yang ada. 4.1.3 Urusan Pemerintah Yang Diserahkan Pemerintah Kabupaten dan Propinsi serta pusat 1. Program dan Kegiaatan Pembanguanan dan Peningkatan kwalitas kelembagaan masyarakat Ada beberapa progran dan kegitan pembangunan, peningkatan incam dan peningkatan SDM yang dibiayai pemerintah Kabupaten semarang atau dari pemerintah Propinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh kelompok atau panitia pembangunan di Desa Banyubiru tidak melalui rekening desa diantaranya : 2. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan A. Bantuan kolam ikan Patin (paket jadi) Ø Dilaksanakan pada : Bulan Oktber 2010 Ø Selesai : Bulan Desermber 2010 Ø Sumber biaya : Ø APBDes : ( tanah 6.000 M2) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 216.000.000,- (DAK & APBD II ) Ø Pelaksana kegiatan : Dikoordinir Dinas Perikana Kab. Semarang Ø Manfaat : Peningkatan incam penduduk Ø Lokasi : Utara Dsn Cerbonan Desa Banyubiru. B. Penguatan Dam Bolodewo Ø Dilaksanakan pada : Bulan Agustus 2010 Ø Selesai : Bulan Oktober 2010 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 0 (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 100.000.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Dikoordinir Dinas PU Pengairan Ø Manfaat : Keamanan Dam. Ø Lokasi : Besa Banyubiru C. Perbaikan suluran irigasi DA Bolodewo Ø Dilaksanakan pada : Bulan Mei 2010 Ø Selesai : Bulan Juni 2010 Ø Sumber biaya : : Rp 0 (swadaya) Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah: Rp 40.000.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Dikoordinir Dinas PU Pengairan Ø Manfaat : Terpenuhinya kebutuhan air pertanian : Desa Banyubiru. Ø Lokasi D. Peningkatan dan perawatan Aspalisasi 450 M X3 M (paket jadi) Ø Dilaksanakan pada : Bulan Nopember 2010 : Bulan Nopember 2010 Ø Selesai Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 0 Ø Bantuan Pemerintah: Rp 199.000.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Dikoordinir Dinas Ciptakarya Kab. Semarang. : Kenyamana pemakai jalan & kelancaran Ø Manfaat transpotasi. : Dusun Randusari. Ø Lokasi E. Pembangunan Betonisasi Jalan lingkungan Rt 07 Rw I Ø Dilaksanakan pada : Bulan Desember 2010 Ø Selesai : Bulan Desember 2010 Ø Sumber biaya : : Rp 1.000.000,- (swadaya) Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah: Rp 4. 00.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Panitia Pembangunan Rt 07 Rw I. Ø Manfaat : Kenyamanan pemakai jalan dan perbaikan jalan. Ø Lokasi : Rt 07 Rw I Dsn Krajan. F. Peningkatan sarana air bersih
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
25

Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø

Dilaksanakan pada : Bulan Januari 2011 Selesai : Bulan Januari 2011 Sumber biaya : Swadaya : Rp 2.000.000,- (swadaya) Bantuan Pemerintah: Rp 5.000.000,- (APBD II) Pelaksana kegiatan : Panitia Pembangunan Rw I. Manfaat : Terpenuhinya kebutuhan air bersih Lokasi : Rt 05 Rt 06 Rw I.

G. Peningkatan sarana air bersih Ø Dilaksanakan pada : Bulan Januari 2011 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 2.000.000,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 5.000.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Panitia Pembangunan Rt 1 Rw XI. Ø Manfaat : Terpenuhinya kebutuhan air bersih . Ø Lokasi : Rt 01 Rw XI Dsn Demakan. H. Bantuan dana pembuatan tenpat wudhu Ø Dilaksanakan pada : Belum dilaksanakan Ø Selesai : Belum dilaksanakan Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 2.000.000,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 3.000.000,- (APBD II) Ø Pelaksana kegiatan : Panitia Pembangunan Masjid Baitul Izzah. Ø Manfaat : Kesucian tempat wudhu . Ø Lokasi : Masjid Baitul Izzah Dusun Krajan. I. Bantuan Paving 100 M2. Ø Dilaksanakan pada : Bulan Januari 2011 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 3.700.000,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Paving 100 M2 (APBD II ) Ø Pelaksana kegiatan : Pengurus Rt 04 Rw I. : Kenyamanan pemakai jalan Ø Manfaat Ø Lokasi : Rt 04 Rw I Dsn Krajan J. Bantuan Aspal 5 drum. Ø Dilaksanakan pada : Belum dilaksanakan : Belumdilakasanakan Ø Selesai Ø Sumber biaya : : Rp 3.700.000,- (swadaya) Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah: 5 drum Aspal (APBD II ) Ø Pelaksana kegiatan : Panitia Pemb Dusun Cerbonan Ø Manfaat : Kenyamanan pemakai jalan Ø Lokasi : Dusun Cerbonan. K. Bantuan penguatan lembaga / kelompik masyarakat Cacat. Ø Dilaksanakan pada : Bulan januari 2011 Ø Selesai :: Ø Sumber biaya Ø Swadaya : Rp 0 (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 10.000.000,- konpensasi cukai (APBD II ) Ø Pelaksana kegiatan : Kube Barokah Ø Manfaat : peningkatan incam anggota penyandang cacat : Desa Banyubgiru Ø lokasi L. Bantuan penguatan lembaga (Karang Taruna Dsn Cerbonan). Ø Dilaksanakan pada : Bulan januari 2011 Ø Selesai :Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 0 (swadaya)
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
26

Ø Ø Ø Ø

Bantuan Pemerintah: Rp 3.000.000,- (APBD II ) Pelaksana kegiatan : Karang Taruna dsn Cerbonan Manfaat : Peningkatan kwalitas organisasi Lokasi : Dusun Cerbonan

M. Pembangunan TPA Al - Hidayah Ø Dilaksanakan pada : Bulan September 2010 Ø Selesai : Bulan Setpember 2010 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 2.000.000,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 5.000.000,- (APBD I) Ø Pelaksana kegiatan : Panitia Pembangunan Rt 7 Rw I. Ø Manfaat : Terpenuhinya sarana belajar Alquran . Ø Lokasi : Rt 07 Rw I Dusun Krajan. N. Normalisasi Kali Galeh 1900m X 4m Ø Dilaksanakan pada : Bulan Januari 2011 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 0,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp150.000.000,- (APBD I) Ø Pelaksana kegiatan : Dikoordinir BBWS Pemali Juwana. Ø Manfaat : Kelancaran arus air . Ø Lokasi : Desa Banyubiru. O. Peningkatan sarana Administarasi kantor Desa Ø Dilaksanakan pada : Bulan Juli 2010 Ø Selesai : Bulan Juli 2010 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 2.000.000,- ( APBDes) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 5.000.000,- (APBD I) Ø Pelaksana kegiatan : Koordinator Kasi Keuangan. Ø Manfaat : Kemudahan dan percepatan pelanyanan . Ø Lokasi : Kantur Desa Banyubiru. P. Bantuan Peningkatan Peternakan Sapi. Ø Dilaksanakan pada : Bulan 2010 Ø Selesai : Bulan : Ø Sumber biaya Ø Swadaya : Rp 0 (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Rp 35.000.000,- (APBD I ) Ø Pelaksana kegiatan : Kelompok Tani Karya Utama Pancuran : Peningkatan incam Ø Manfaat Ø Lokasi : Dusun Pancuran. Q. Bantuan penguatan lembaga (Kelompok Kerja Karya Bawana). Ø Dilaksanakan pada : Bulan April 2010 : Bulan ( berjalan) Ø Selesai Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 1.000.000,- (swadaya) Ø Bantuan Pemerintah: Pelatihan sablon dan 1 unit Computer untuk modal kerja (APBD I ) Ø Pelaksana kegiatan : Kelompok Kerja Karya Bawana. Ø Manfaat : Peningkatan SDM : Dusun Krajan Ø Lokasi R. Pemugaran Rumah Miskin Janda Perintis Kemerdekaan Ø Dilaksanakan pada : Bulan Desember 2010 Ø Selesai : Bulan Januari 2011 Ø Sumber biaya : : Rp 1.000.000,- (swadaya) Ø Swadaya Ø Bantuan Pemerintah: Rp 29.000.000,- (APBN) Ø Pelaksana kegiatan : Ibu Suwanti dibantu pengurus Rt 03 Rw III. Ø Manfaat : Keadaan rumah layak dan sehat . Ø Lokasi : Rt 03 Rw III Dusun Kampung Rapet.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

27

Permasalahan dan Penyelesaian yang dihadapi : Permasalahan : a. Terlambatnya proses pencairan anggaran, sehingga kegiatan pembangunan dan peningkatan incam masyarakat juga terlambat. b. Cuaca pada saat dilaksanakan pembangunan adalah musim hujan jadi rencana pembangunanya terlambat. c. Terbatasnya Sumber daya manusia . Solusi : a. Terus berupaya menganalisis kebijakan guna menghasilkan skala prioritas b. penyelesaian masalah pembangunan sehingga aspek efisiensi, efektifitas dan c. ekonomis penggunaan anggaran bisa dicapai. d. Penambahan jumlah kebutuhan pembangunan disesuaikan dengan pengadaan e. barang dan jasa kebutuhan riil f. Mengoptimalkan bantuan biaya operasional pembangunan Desa baik yang g. bersumber dari dana APBDes, APBD II Kabupaten dan APBD I Propinsi. h. Mengoptimalkan sumber dana swadaya yang ada. BAB V PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN 5.1. Tugas Pembantuan yang Diterima 5.1.1. Dasar Hukum Dasar hukum tentang penyelenggaraan tugas pembantuan yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah sebagai berikut : a. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara b. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah jo Undang-undang Nomor 8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerntahan Daerah. c. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Negara Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. d. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. e. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. f. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. g. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. h. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 jo Peraturan Menteri Dalam Negari Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. j. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Peyusunan Organisasi Dan Taata kerja Pemerintah Desa. k. Peraturan Bupati Semarang Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Dana Alokasi Umum Desa Kabupaten Semarang. l. Peraturan Desa Banyubiru No 2 Tahun 2009 tentang SOTK. 5.1.2. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan Instansi pemberi tugas pembantuan yang Banyubiru, terdiri dari : a. Tidak ada.
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

diterima

oleh

Pemerintah Desa

28

5.1.3. Satuan Kerja Perangkat Desa yang Menerima Satuan kerja perangkat desa (SKPDes) Desa Banyubiru yang menerima tugas pembantuan dari instansi pemberi tugas pembantuan, adalah : a. Tidak ada. 5.1.4. Program dan Kegiatan Yang Diterima dan Pelaksanaannya a. Sumber Dana APBD II dan APBD I. Tidak ada program dan kegiatan yang diterima sehingga tidak ada anggaran yang timbul dan permasalahan serta solosi yang ditempuh. BAB VI PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN LAINNYA 6.1. Kerjasama Antar Desa. Pada tahun anggaran 2010, Pemerintah Desa Banyubiru belum melakukan kerja sama dengan desa – desa disikitar Kecamatan Banyubiru secara legal formal dengan pemetraian akta hukum baik nota riil atau non nota riil tapi secara nyata bentuk kerjasa antar desa disekitar Banyubiru seringnya rapat koordinasi antar Desa di Kecamatan Banyubiru atau sekitarnya untuk memecahkan masalah – masalah di masyarakat juga kerjasama untuk pengkajian kebijakan – kebijakan dari tingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat. 6.2. Kerjasama dengan Pihak Ketiga Kerjasama dengan pihak ketiga untuk Desa Banyubiru belum ada yang siknfikan karena dari sisi hukum belum mempunyai Peraturan Desa yang mengatur kerjasama dengan Pihak Ketiga : Lanjutan proses penyewaan tanah sawah Bondo Deso L – C nomor 1 Persil 44 luas 20850 m2 dan C No 1 Persil 43 Luas 16650 m2 yang proses penyewaan pada tahun 2008 habis sewa tahun 2011, antara pihak Desa Banyubiru. 6.3. Pembinaan Batas Desa 1. Kegiatan Fasilitasi Percepatan Penyelesaian Tapal Batas Wilayah Administrasi Antar Desa. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bagian Bina Pemerintah Desa Banyubiru melalui kepala dusun – dusun yang wilayahnya berbatasan langsung dengan wilayah desa lainnya. Tercapainya kesepakatan batas desa, terbangunnya tugu batas desa dan terlaksananya rehabilitasi gapura batas desa. 2. Kegiatan Survey dan Pemetaan batas desa dengan GPS. Kegiatan survey dan pemetaan dengan tehnologi Global Posision satelit adalah untuk mencari solusi keakuratan data sehingga dapat menghindarkan perselisihan batas dengan desa yang berbatasan. Permasalahan-permasalahan yang dihadapi pada program ini adalah : a. Banyaknya batas-batas alam yang yang berubah fungsi; b. Belum semua batas wilayah yang berupa tugu/patok dilengkapi dengan titik koordinat; c. Banyaknya batas wilayah antar desa yang hilang; d. Adanya kerusakan atau perusakan tugu/batas wilayah yang sudah terbangun. Dalam mengatasi permasalahan tersebut di atas, upaya-upaya/solusi yang dilakukan adalah : Melengkapi titik batas wilayah dalam bentuk pilar dilengkapi pula dengan titik koordinat, merehabilitasi pilar yang rusak, melakukan pelacakan bersama perbatasan dan menyepakatinya bersama. 6.4. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana 1. Bencana yang Terjadi Bencana alam yang terjadi di wilayah Desa Banyubiru pada tahun 2010, diantaranya : a. Bencana genangan Banjir : Terjadi genangan banjir di Dusun Demakan, Cerbonan dan Tegalwuni. Untuk Dusun Demakan bencana genangan air banjir ini karena luapan air dari Kali Galeh yang saluran atau canel buangan anakan Kali Galeh tidak bisa menanpung karena volume jembatan yang tidak cukup disebabkan kontruksi di dalam jembatan ada pipa Telkom dan PLN melintang sehingga menghambat arus air akibat dari itu genangan air meliputi kurang
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
29

lebih untuk lahan sawah 10 Ha dan kampung perumahan 50 rumah tinggal, korban jiwa tidak ada tapi kerugian petani adalah puso dan untuk warga kwalitas kesehatan menurun serta gangguan sikis warga. Dusun Cerbonan dan Tegalwuni bencana genangan air banjir ini karena pengaruh global kerusakan ekosistem danau Rawa Pening dan debit air yang melimpah karena pintu gerbang buangan Rawa Pening yang tidak dibuka dengan signifikan. Akibat dari itu genagan air meliputi tanah sawah kurang lebih 37 Ha dan kampung perumahan 100 rumah tinggal, korban jiwa tidak ada tapi kerugian petani adalah puso dan untuk warga kwalitas kesehatan menurun serta gangguan sikis warga b. Bencana Longsor Bencana tanah longsor sebenarnya terjadi juga di desa Banyubiru namaun sklanya kecil dan ini terjadi hanya di dusun Dangkel dan Pancuran tapi tidak sampai mengakibatkan keruagian yang besar dan masih bisa di atasi oleh warga sekitar dengan swadaya.

2. Penanggulangan Bencana Upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani/ menanggulangi bencana alam tersebut berkoordinasi dengan beberapa pihak yang terkait. Dengan rincian kegiatannya : a. Bantuan 7.000 Kg beras untuk penangan pasca bencana alam pasca banjir dengan system padat karya. Ø Dilaksanakan pada : Bulan Oktaber 2010 Ø Selesai : Bulan Oktober 2010 Ø Sumber biaya : Ø Swadaya : Rp 500.000,- ( APBDes ) dann warga berupa barang. Ø Sumber lain : Ø Bantuan Pemerintah : Beras 7.000 Kg. Ø Pelaksana pembangunan : Panitia pelaksana tingkat Desa. Ø Manfaat : Kelancaran irigasai dan pembebasan Enceng Gondok dilahan sawah. . b. Bantuan untuk eksedus pengungsi Merapi. Ø Dilaksanakan pada : Bulan Oktaber 2010 Ø Selesai : Bulan Oktober 2010 Ø Sumber biaya : : Rp 7.000.000,- ( Swadaya ) 9 bahan pokok Ø Swadaya Ø Sumber lain : Bantuan sembilan kebutuhan pokok bila diuangkan Rp 6.000,- dari UPTD Pendidikan Banyubiru Ø Bantuan Pemerintah : Rp 7.000 ,- (APBD II ) berupa 9 bahan pokok kebutuhan. Ø Pelaksana pembangunan : Panitia pelaksana tingkat Desa. Ø Manfaat : Meringankan penderitaan pengungsi 3. Pencegahan/Antisipasi Daerah dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai antisipasi daerah dalam menghadapi kemungkinan bencana, diantaranya adalah : a. Pencegahan dan antisipasi bahaya kebakaran yang disosialisasikan pada masyarakat melalui Kepala Dusun, Ketua RW / RT. b. Pencegahan/antisipasi bahaya banjir bekerja sama dengan dinas instasi terkait : a. untuk sosialisasi dan penanaman pohon kembali (one man one tree) serta penebangan kayu keras secara sistematis berkala pada masyarakat sekitar meliputi : - Block hutan rakyat Pancuran dan Sedengkeng - Block hutan rakyat Dangkel - Block hutan rakyat Tawang 4. Sumber dan Jumlah Anggaran.

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

30

Sampai saat ini Pemerintah Desa Banyubiru belum bisa menganggarkan dana untuk pencegahan dan penanggulangan bencana alam jadi untuk penanganan bencana alam pemerintah Desa banyubiru masih mengandalkan bantuan dari APBD II. 6.5 Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Satuan Kerja Perangkat Desa di desa Banyubiru yang bertugas menjaga stabilitas kehidupan masyarakat yang aman, tentram, tertib dan dinamis adalah : dikoornator oleh Kaur Pemerintahan dan LINMAS Desa. 1. Kaur Pemerintahan. a. Kaur pemerintahan melakukan koordinasi, menggumpulkan , mengolah, mengevaluasi dan menyusun program bidang pemerintahan, ketentraman dan ketertiban di wilayah Desa Banyubiru. b. Kaur pemerintahan melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Banyubiru, Polsek Banyubiru dan Koramil Banyubiru. c. Melakukan Koordinasi dan pembinaan kepada anggota Linmas Desa Banyubiru. e. Penanggulangan terhadap Gangguan yang Terjadi Kerjasama dengan Kecamatan Banyubiru ( Kasi Trantib ), Polsek Banyubiru, Koramil Banyubiru, Kepala Dusun dan Lembaga Desa yang terkait terkait. d. Kendala yang Dihadapi 1). Sarana dan prasarana kegiatan pengamanan relative belum memadai 2). Masih rendahnya SDM dalam penanganan hal teknis 3). Kurang optimalnya pelaksanaan koordinasi antara lembaga-lembaga pengamanan. 4). Jumlah anggaran yang masih terbatas. 2. LINMAS Desa Banyubiru.. a. Jumlah anggota Linmas Desa Banyubiru sebanyak 45 orang suatu jumlah yang cukup besar , dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 6.6.1 Jumlah anggota Linmas Desa Banyubiru Tahun 2009 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Nama Sareh Haryanto Suliyan (tidak aktif) Juwadi Karimun M. Chamdani Slamet Jumali Kasri Rubiyo Subandi Slamet Gampang Susmanto Sumartoyo Sugeng Rohmad. S Hadiyono Joko Setiyo Paino Kusnan Rukamat Suharno Poniman Sarman Muhali S. Mulyono Wagiyono (meninggal dunia) Sungkowo Mansuri Slamet Tego Munjaeni Asmuni Slamet Riyadi Kusmanto Rakimin Amin Suyitno Purwanto Mohroji Rohmad Jamari Kustamzis Suwito Suhadi Munadi Sofyan Muzahid Hartono Jabatan DANTON WADANTON DANRU I DANRU II DANRU III DANRU IV WADANRU WADANRU WADANRU WADANRU ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA ANGGOTA Alamat Randusari Krajan Krajan Kampung Rapet Cerbonan Demakan Krajan Pancuran Cerbonan Demakan Krajan Krajan Krajan Krajan Krajan Krajan Dangkel Dangkel Dangkel Pancuran Pancuran Pancuran Pancuran Kampung Rapet Randusari Randusari Randusari Tegalwuni Cerbonan Cerbonan Cerbonan Cerbonan Cerbonan Tegalwuni Tegalwuni Tegalwuni Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan Demakan

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

31

b. Sumber dan Jumlah Anggaran Jumlah anggaran belanja langsung Linmas Desa Banyubiru tahun 2010 bersumber dari APBDes Desa Banyubiru sebesar Rp. 2.250.000 dan terealisasi sebesar Rp 2.250.000 (100%). c. Gangguan yang Terjadi Gangguan-gangguan yang terjadi pada tahun 2010 yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban umum adalah sebagai berikut : 1) Bencana alam (banjir dan longsor). 2) Pencurian ( Motor, ternak dan barang elektro ). 3) Tindak kejahatan dengan modus hipnotis. d. Kendala yang Dihadapi Kendala-kendala yang dihadapi dalam menanggulangi/penanganan gangguangangguan tersebut di atas, diantaranya adalah : 1) Semakin banyak berkembangnya pedagang kaki lima yang melanggar Peraturan Daerah atau pedagang di jalur terlarang seperti pedagang pada badan jalan dan trotoar yang pada umumya mengganggu ketertiban umum, namun belum ada aturan yang jelas bahwa desa mempunyai kewenangan untuk mengatur, 2) Merambaknya pedagang alcohol dan penjualan judi togel yang terselubung, 3) Merambahnya perjudian terselubung, 4) Masih ada beberapa perusahaan besar yang melanggar Peraturan Daerah ( Tower BTS bersama dan bangunan untuk tempat usaha yang belum berijin namun sudah beroperasi dan desa tidak mempunyai kewenangan untuk menegur ), 5) Masih banyak yang belum tertib pada pemasangan reklame khususnya pemasangan pamlet di bangunan – bangunan Desa ( Gapura, Tugu Jembatan ), 6) Masih banyaknya masyarakat tidak memperhatikan kepemilikan Kartu Tanda Pengenal (KTP) sudah habis dan seri lama, e. Penanggulangan terhadap Gangguan yang Terjadi Upaya-upaya penanggulangan yang dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban umum, diantaranya adalah : 1) Memberi sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ganguan ketertiban dan keamanan . 2) Pengamanan lebih ketat menjelang hari hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari raya Nata dan Tahun Baru, 3) Pengamanan pelaksanaan Pemilukada dan Pilkadus Tawang Rejo. 5) Pengamanan gedung kantor Desa setiap hari secara berkesinambungan. 6) Pengamana bersinergi dengan pihak keamanan struktural bila ada pejabat yang datang ke Desa Banyubiru. BAB VII PENUTUP Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2010 sebagaimana diatur dalam Peratuaran Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 dan juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah kabupaten Semarang Nomor 23 Tahun 2006 Bab IV Pasal 10 ayat 2, disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD) 2010 mencakup penyelenggaraan urusan pemerintahan desa, urusan tugas pembantuan dan penyelengaran urusan pemerintahan lainnya. Dari penyelenggaraan urusan pemerintahan, urusan tugas pembantuan dan penyelengaraan urusan pemerintahan lain, dapat dilihat pencapaian kinerja program dan kegiatan serta permasalahan dan alternatif solusi. Permasalahan yang dihadapi dan hal-hal yang tidak tercapai dalam pelaksanaan program/kegiatan tahun anggaran 2010 menjadi masukan bagi penyelenggaraan pemerintahan tahun selanjutnya. Selain LKPJ ini juga masukan dari masyarakat dalam memberikan pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan, juga menjadi bahan pertimbangan sekaligus memberikan arti tersendiri dalam penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Penyelenggaraan Pemerintah Desa selama 1 (satu) tahun anggaran yang disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati secara akuntabilitas disajikan dalam dokumen Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (LPPD) Tahun 2010 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) disampaikan kepada BPD serta menginformasikan kepada

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

32

masyarakat dengan cara lisan dalam pertemuan dalam lingkup Desa, selebaran, radio komunikasi atau media elektronik lainnya. Adalah sebuah harapan pembangunan yang dilaksanakan selama tahun 2010 dapat memberikan manfaat khususnya bagi peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat Desa Banyubiru, dan kehadiran pemerintah diharapkan menjadi Rahmatan Lil’alamin ( berguna untuk semua kita semua ) dan semua langkah mengisi kemerdekaan dalam kegitan pembangunan dan pembenahan masyarakat serta wilayah Desa Banyubiru merupakan untaian doa bagi para leluhur pendiri Desa Banyubiru. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan mengarahkan langkah dan upaya kita menuju Desa Banyubiru yang Gem ah Ripah Loh Jinaw i .

SURO DI RO JAYAN I NGR AT LEB UR DI NI NG PANGASTUTI
Banyubiru, Januari 2010 Kepala Desa Banyubiru

SRI ANGGORO SISWAJI

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru

33

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->