Anda di halaman 1dari 9

TOMI SASTRO S.

GULO
09101002020
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ridho dan karunia-Nya makalah tugas agama
kristen ini dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan ini betujuan untuk memenuhi tugas akhir semester yang merupakan bagian
dari sistem pembelajaran agama di Universitas Sriwijaya.
Saya sebagai penyusun laporan ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak
pdt. O. Tampubolon selaku dosen pengajar yang telah membimbing kami semua dalam
pelaksanaan proses pembelajaran agama ini. Serta semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah tugas agama kristen ini.
Laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca akan
sangat bermanfaat bagi revisi yang senantiasa akan saya sebagai penyusun lakukan.

Penyusun

Tomi Sastro S. Gulo


PENDAHULUAN

Apakah Anda mempunyai indra keenam dan intuitif?

Pernahkah anda ragu-ragu dalam melangkah, seperti apakah hari Minggu akan keluar
rumah atau tidak. Sering terjadi niat yang semula begitu menggebu ingin keluar rumah
(misalkan: untuk berbelanja, atau ketemu saudara) menjadi batal di saat-saat terakhir, karena
kita merasa ragu, tidak nyaman, atau merasa bahwa keperluan pergi keluar tersebut sebetulnya
bisa ditunda. Orang-orang tua mengatakan bahwa hal tersebut semacam “firasat”, yang pada
umumnya lebih banyak menghinggapi kaum wanita.

Apakah intuisi itu? Bagaimana anda bisa menggunakannya lebih baik? Intuisi adalah
kekuatan yang dengan cepat menyadari bahwa “sesuatu” itu adalah kasusnya. Hal tersebut
dilakukan tanpa intervensi dari berbagai proses yang masuk akal. Tidak ada langkah-langkah
induktif atau deduktif yang masuk akal. Tidak ada analisa yang wajar dari situasi tersebut,
tidak ada bantuan dari imajinasi. Hanya sekilas dan tiba-tiba muncul. Anda hanya tahu ada
yang tidak sesuai.

Mempercayai intuisi anda.

Intuisi merupakan suatu kebutuhan, karena tidak semua masalah dapat dijelaskan
hanya dengan logika. Misalnya: Pada saat membaca laporan yang disodorkan oleh anak buah,
anda dihinggapi perasaan kurang nyaman, bahwa laporan yang dibuat oleh anak buah anda
tidak benar, atau anda mempunyai perasaan bahwa bawahan anda akan berbuat curang.

Langkah apakah yang akan anda lakukan? Tentunya anda harus melakukan
penelitian, check dan re check , apa yang ada dibalik laporan tersebut, dan
melakukan probing dengan orang-orang yang ada hubungannya dengan laporan tersebut,
sampai anda merasa yakin bahwa feeling anda benar atau tidak. Ada memang orang yang
intuisi nya sangat kuat, dan sering apa yang dirasakan akan benar-benar terjadi.
Kalau anda sekarang cenderung untuk lebih berhati-hati dan memberikan status yang lebih
terhadap intuisi dalam berpikir, anda telah mengambil langkah pertama untuk menggunakan
intuisi tersebut dengan lebih baik. Selanjutnya adalah belajar untuk mempercayai kekuatan
intuisi anda. Ini tidak berarti selalu, juga tidak berarti kadang-kadang, karena seseorang tidak
bisa menyamakan tentang seberapa seringnya. Tetapi anda sebaiknya bersiap untuk
memberikan intuisi anda keuntungan dari keraguan, anda harus membangun hubungan yang
hangat dan akrab terhadap bagian pikiran anda, yang siap menawarkan pelayanan unik ini.

Bagaimana intuisi tersebut digunakan dalam bidang pekerjaan? Saya pernah


mendapatkan pelatihan, yang antara lain bagaimana agar peserta dapat lebih memperdalam
rasa dalam mengartikan intuisinya. Apabila anda bekerja sebagaiteller, misalnya, saat ada
nasabah yang ingin mencairkan uang di Bank, pertama-tama anda akan melihat apakah tanda
tangannya cocok dengan yang ada pada dokumen contoh tanda tangan, kemudian apakah
saldo mencukupi. Namun bilamana hati anda merasa was-was, tidak yakin, maka anda harus
mengulangi pengecekan tersebut, dan membandingkan kembali dengan dokumen yang ada,
serta melakukan klarifikasi melalui telepon terhadap orang yang menandatangani cek tersebut,
apakah benar dia telah mengeluarkan cek nomor seri xxxx dengan nilai Rp. y.000,-. Anda
harus mengikuti intusisi tersebut, yang sebenarnya merupakan alarm dari hati anda, bahwa
ada sesuatu yang kurang wajar.
Mengapa? Bagi seorang pemalsu tanda tangan, setiap goresan, ketajaman atau tebal tipisnya
garis pada tanda tangan, akan sama persis dengan yang ada pada contoh tanda tangan.
Sedangkan bagi penulis tanda tangan asli, setiap tanda tangan akan berbeda, baik goresannya,
tebal tipisnya, dan kadang bentuknya tak sama persis. Anda tak percaya? Silahkan di coba.
Dari pelatihan tersebut peserta dapat memahami, bahwa intuisi yang muncul, harus ditindak
lanjuti, karena sebetulnya merupakan alarm adanya ketidak beresan.

Emosi dan intuisi

Emosi dan intuisi memiliki sumber yang dekat sekali di kedalaman otak. Mungkin
sekali syaraf-syarafnya saling bersilangan. Emosi yang negatif dari ketakutan dan kegelisahan
bisa mengekspresikan dan muncul dalam intuisi. Seorang penumpang yang gugup mungkin
mempunyai intuisi bahwa penerbangannya ke Paris akan mengalami kecelakaan dan ia pindah
pesawat lain. Tingkat keberhasilan dari intuisi kegelisahan ini bisa dikatakan rendah. Emosi
yang positif juga bisa menghasilkan intuisi yang diharapkan. Seorang laki-laki dan perempuan
yang sedang jatuh cinta bisa memiliki intuisi tentang karakter dari kekasih yang dicintainya,
yang berubah menjadi irasional.

Seorang pemikir yang mengandalkan hanya pada intuisi , sebagaimana dilakukan oleh
banyak pemikir yang efektif, harus sehat secara fisik dan emosional. Anda hanya diharuskan
untuk mempunyai sedikit rasa sakit untuk mengetahui bagaimana influensa itu mempengaruhi
emosi anda. Anda mungkin menjadi lebih mudah marah dan tertekan, fokus anda terhadap
kepentingan jatuh ke perut, anda merasakan kesakitan, anda mungkin hampir yakin bahwa
mungkin anda akan meninggal dunia.

Stres dan kelelahan pikiran atau tubuh bisa menyebabkan malapetakan dalam intuisi
para pemikir yang memahami dengan cepat situasi yang sebenarnya. Para pendaki gunung
menyadari bahwa keputusan yang diambil dalam kondisi lelah sangat tidak berkualitas. Kalau
anda lelah, yang terbaik adalah berpikir secara logis apa yang harus dilakukan, dan tidak
mengandalkan intuisi anda.

Area yang mengunakan intuisi untuk pengambilan keputusan, sebagai berikut:

• Corporate Strategy Planning 79,9%


• Human Resources Development 78,6%
• Marketing 76,8%
• Research & Development 71,6%
• Finance 31,1%
• Production & Operation 27,7%
Dari ilustrasi di atas, nampak bahwa untuk aspek yang mudah dikuantifikasi seperti bidang
keuangan, produksi dan operasi jarang sekali menggunakan intuisi sebagai landasan membuat
keputusan.

Mengambil keputusan berdasar intuisi adalah merupakan ketrampilan yang dapat


dipelajari dari pengalaman, yang diperoleh dari proses berpikir, dengan cara mengolah
informasi yang akurat dan relevan.

KEPUTUSAN INTUITIF

Jika Anda sudah menghitung secara matematis, melakukan analisis, menerapkan berbagai
teknik yang ilmiah, apakah itu sudah menjadi jaminan dari kesuksesan Anda?

Berapa banyak yang meleset? Berapa banyak yang buyar dan tak sesuai rencana? Berapa
banyak yang malah ngalor ngidul nggak karuan?

Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya? Bagaimana mengembalikannya ke


jalur? Bagaimana supaya tetap di rel?

Itu, bisa dilakukan dengan fleksibilitas, keluwesan, manuver, kreatifitas, modifikasi,


adaptasi, dan turn around. Ketahuilah, yang ahli tentang hal itu adalah otak kanan Anda. Sang
seniman. Ketahuilah, itu adalah intuisi.

Jadi, apa yang juga super penting bagi Anda, adalah kemampuan untuk mengambil
keputusan yang intuitif. Keputusan yang bisa melihat segalanya dalam bentuk big picture.
Generalis. Itulah sebabnya, ada pangkat tertinggi yang dinamai dengan “jenderal”.

Keputusan intuitif, adalah keputusan yang lebih dari sekedar reportase detil dan fakta.
Ia mengintegrasikan seluruh kemampuan, skill, dan knowledge Anda. Keputusan intuitif,
selalu lebih superior seperti kewibawaan seorang jenderal perang. Apapun yang Anda punya,
di tangannya akan diramu secara simultan menjadi sebuah menu yang bisa diandalkan.

Bagaimana melatih keputusan Anda agar intuitif? Kita masuk ke Bab II.

Ada empat kualitas mental yang perlu Anda latih, agar Anda bisa meningkatkan
kemampuan intuitive decision making Anda.
Pertama , percayalah penuh dan yakinlah pada intuisi Anda. Percayalah seperti anak-anak
mempercayai sesuatu. Poloslah, kekanak-kanakanlah. Go with the flow. Istirahatkan sebentar
otak kanan Anda. Sang insinyur itulah yang paling sering berkata pada diri Anda:

“Ah, masak sih?”


“Apa iya?”
“Kayaknya nggak gitu deh.”
“Idihh, nggak ilmiah tuh.”

Kedua, berpikirlah positif. Caranya, bersikaplah kalem, rileks, dan senang hati dengan apapun
hasil yang telah dicapai saat ini. Bersikaplah easygoing. Supaya apa? Supaya sang seniman di
kepala Anda nggak stres. Anda bayangkan saja, jika seorang seniman dipaksa-paksa, diatur
begini-begitu. Seniman gondrong disuruh potong rambut misalnya. Seniman mana sih yang
mau? Kecuali ia sendiri yang memutuskan.

Ketiga, PD-lah dalam berharap. Makin positif Anda, makin PD Anda, akan makin tajam dan
cepatlah intuisi dan solusi Anda meluap keluar. PD-lah bahwa segala sesuatu akan berjalan
dengan baik. Gabunglah ini dengan mempekerjakan sang insinyur. Kombinasikan dengan
riset, analisis, dan fakta.

Di satu sisi, Anda mengumpulkan, mengoleksi, dan mengorganisir berbagai data atau fakta
yang positif dan baik dalam segala sesuatu, dan di sisi lain, Anda membangun sikap optimis
dan positif. Maka, keseluruhan otak Anda akan bekerja dengan jenius.

Keempat, dengarlah. Dengarlah intuisi Anda. Kesalahan terbesar yang membatalkan


kesuksesan, adalah seringnya Anda mengabaikan intuisi yang sudah serak berteriak. Ujung-
ujungnya:

“Duh… coba kemarin aku ambil kesempatan itu ya?”


“Sayang banget waktu itu aku nggak langsung sikat.”
“Padahal, itu udah lewat di kepala gua…”
MANFAAT KEPRIBADIAN INTUITIF
DAN KAITANNYA DENGAN IMAN KRISTEN

Di mana model keputusan ini bisa digunakan?

Pertama, di area hubungan pribadi Anda dengan seseorang. Suami Anda, istri Anda, anak
Anda, ayah dan ibu Anda, dan sebagainya. Intuisi Anda hampir selalu akurat tentang apa yang
perlu Anda katakan atau lakukan kepada mereka. Anda pasti akan membuktikannya.

Kedua, di dalam bisnis dan profesi Anda. Buktikanlah ini dalam memimpin, menjual, atau
berpresentasi.

Ketiga, di area pilihan. Saat Anda harus memilih, gunakan intuisi Anda. Gunakanlah intuisi
Anda saat menjual, interview, bertahan atau meninggalkan pekerjaan, membuka bisnis baru,
dan sebagainya.

Keempat, di area masalah apapun yang kini sedang Anda hadapi. Beginilah cara
mengimplementasikannya.

Anda definisikan dengan jelas masalah Anda. Sebisa mungkin tertulis.

1. Apa sih yang ingin Anda capai, apa yang ingin Anda hindari, apa yang ingin Anda
pertahankan?

2. Apakah itu hanya satu masalah saja, atau kumpulan dari masalah-masalah? Apa lagi
masalah lainnya? Apa masalah itu real, atau hanya gejala dari masalah lain yang tersembunyi?

3. Risetlah, eksplorasilah. Adakah orang lain yang pernah punya masalah yang sama? Apa
yang dilakukan orang itu? Bagaimana ia berhasil menyelesaikannya? Anda, tidak perlu re-
invent the wheel. Bukan zamannya lagi, sebab sekarang semua sudah ada. Terapkanlah ATM
(Amati, Tiru, Modifikasi). Sesuaikanlah, adaptasilah. Bertanyalah, berdiskusilah. Dan jangan
lupa, tulislah. Menulis adalah bagian penting dari proses intuitif.

Ulangi beberapa kali langkah nomor tiga di atas. Lakukan pengulangan ini dengan berbagai
cara. Intuisi Anda akan mulai terbangun. Jika Anda merasa mentok, ulangi saja langkah satu
sampai tiga sekalian. Intuisi Anda akan mulai terbangun.

Masih mentok juga? Beristirahatlah, dan lakukan satu kali lagi menjelang tidur. Setelah itu,
katakan begini kepada alam bawah sadar Anda:

“Sekarang, giliran kamu yang kerja!”

Tidurlah dan temukanlah sesuatu besok pagi.


Belum juga? Ya sudah, lakukan saja sampai berhari-hari.

INTUITIVE DECISION YANG TEPAT

Ada cirinya.

1. Datangnya secepat kilat, detil, dan lengkap. Anda pasti tahu ini: A-ha! Wow! Yes! Cling!
(ada lampunya di atas kepala…)

2. Sederhana. Anda bahkan tidak pernah membayangkan sebelumnya. Nggak pernah


kepikiran. Anda terkaget-kaget, karena selama ini ia justru bersembunyi di bawah hidung
Anda sendiri. Jadi…. itu toh?!

3. Semua yang dipersyaratkan, ada dalam kapabilitas dan sumber daya Anda. Anda bisa
melakukannya sekarang, dengassn apa yang Anda punya, dari tempat Anda duduk saat ini.

4. Penuh joy dan energi. Membuat Anda tak sabar ingin meng-implementasi. Anda, bisa
kagum pada diri Anda sendiri. Gilee cing…!

KAITANNYA DENGAN UMAT KRISTEN

Kita sebagai umat kristiani semestinya mengetahui hal-hal yang perlu kita lakukan dalam
menyelesaikan setia problema yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Di atas slahsatu kepribadian umat
Kristen dalam mnghadapi problema kehidupannya. Nah, dalam menghadapi setiap problema tersebut
sebagai umat kristiani, hendaknya kita atau harus memiliki pemikiran intuisi dalam setiap problem
kita..
Oleh karna itu kepribadian spiritualitas intuitif sangat berkaitan dengan perjalanan kehidupan umat
Kristen.
DAFTAR PUSTAKA

http://edratna.wordpress.com/2007/09/16/apakah-anda-mempunyai-indra-
keenam-dan-intuitif/

http://percayadiri.asmakmalaikat.com/keputusan_intuitif_percaya_diri.htm