Anda di halaman 1dari 4

HUKUM LAUT INTERNASIONAL

(IH 615)

Semester I / 2010-2011
Pengajar : Arie Siswanto (ARS)
Kantor : FH UKSW Gedung F Lt.IV-Ruang F 406,
Telepon : 0298-321212 ext. 375, HP 0817 955 2125
E-mail : ariesiswanto@yahoo.com

DESKRIPSI MATAKULIAH
Hukum Laut Internasional adalah Mata Kuliah yang membahasa aspek-aspek hukum dari wilayah negara
yang berupa laut. Pada intinya mata kuliah ini mendiskusikan tentang berbagai zona maritim yang dikenal
di dalam Hukum Laut Internasional, mulai dari Perairan Pedalaman (Internal Waters) sampai dengan Laut
Bebas (High Seas). Selain pengaturan tentang zona-zona tersebut, hak-hak dan kewajiban negara-negara,
terutama terkait dengan hak pelayaran dan hak kenelayanan pada berbagai zona maritim juga diberi porsi
pembahasan yang memadai. Beberapa pokok penting di dalam Hukum Laut Internasional juga dibahas,
yakni tentang konsep Negara Kepulauan, Pencemaran Laut dan Penyelesaian Sengketa Hukum Laut
Internasional.

TUJUAN PERKULIAHAN
Maksud utama dari perkuliahan Hukum Laut Internasional adalah untuk melengkapi mahasiswa dengan
teori-teori, alat analisis serta konsep-konsep dasar di dalam Hukum Laut Internasional sehingga mereka
mampu memahami dan menganalisa fenomena yang berkaitan dengan aspek-aspek hukum laut
internasional.
Secara lebih khusus perkuliahan ini juga dimaksudkan untuk :
 Mengembangkan kemampuan analitis mahasiswa;
 Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk mengemukakan gagasan secara tepat, jelas dan
memiliki ketertataan logika;
 Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk mengidentifikasi dan menerapkan konsep-konsep
Hukum Laut Internasional yang relevan terhadap persoalan-persoalan nyata.

TATA NILAI
Penentuan nilai akhir akan menggunakan cara penilaian relatif apabila jumlah peserta lebih dari 30 orang.
Apabila jumlah peserta kuliah kurang dari 30, yang dipakai adalah cara penilaian patokan.
Sebaran cara penilaian relatif adalah sebagai berikut :

A = 10% dari jumlah mahasiswa


AB = 15% dari jumlah mahasiswa
B = 20% dari jumlah mahasiswa
BC = 20% dari jumlah mahasiswa
C = 10% dari jumlah mahasiswa
CD = 10% dari jumlah mahasiswa
D = 10% dari jumlah mahasiswa
E = 5% dari jumlah mahasiswa

KOMPONEN PENILAIAN
Total nilai angka tertinggi yang dapat diperoleh oleh mahasiswa untuk menentukan nilai akhir adalah 100
yang merupakan kumulasi dari komponen penilaian di bawah ini.

HUKUM LAUT INTERNASIONAL


Page 1 of 4
Tes Tengah Semester dan Tes Akhir Semester ( 80 %)
Mahasiswa akan menempuh dua jenis tes selama perkuliahan yaitu TTS dan TAS. Kedua tes ini
masing-masing memiliki bobot 40 % di dalam menentukan nilai akhir. TTS maupun TAS bisa
berbentuk objective test, pertanyaan yang membutuhkan jawaban singkat ( short answer question ),
pertanyaan uraian ( essay question ) atau telaah kasus ( case study ).

Makalah (20 %)
Selama perkuliahan mahasiswa akan menulis 1 makalah kelompok tentang persoalan Hukum Laut
Internasional. Makalah disusun dengan ketentuan berikut :
 Panjang makalah 7-10 halaman kuarto diketik dalam spasi ganda
 Menyertakan catatan kaki ( footnotes ) dan bahan pustaka yang dipakai (references).
 Difokuskan pada persoalan hukum dan masyarakat
 Makalah diserahkan ke pengajar pada waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan penyerahan
makalah akan mengurangi 1 poin nilai makalah per hari.

Presensi
Kehadiran tidak diberi poin nilai, namun syarat mengikuti evaluasi akhir adalah kehadiran minimal
75% dari keseluruhan tatap muka. Kehadiran yang kurang dari 75% akan membuat mahasiswa
kehilangan hak untuk mengikuti evaluasi akhir.

TES SUSULAN
Pada dasarnya tidak diselenggarakan tes susulan untuk TTS maupun TAS. Mahasiswa yang tidak hadir
pada saat tes tidak akan diberi kesempatan mengikuti tes susulan kecuali dapat mengemukakan alasan kuat
yang ditunjukkan oleh surat keterangan yang ditandatangani oleh Dekan / Wakil Dekan dan wali studi
(misal : surat keterangan dokter yang ditandatangani pula oleh Dekan / Wakil Dekan dan walistudi).
Tes susulan untuk kasus seperti di atas tidak akan diselenggarakan selewat 14 hari terhitung saat masa
kuliah semester bersangkutan usai.

PERBUATAN CURANG DAN PLAGIARISME


Plagiarisme adalah tindakan mengambil dan mengakui sebagai milik sendiri gagasan, pemikiran, kata-kata
atau penemuan orang lain. Karena menyangkut integritas akademik, plagiarisme menjadi sesuatu yang
tidak dapat ditolerir untuk perkuliahan Hukum Internasional, khususnya yang menyangkut tugas makalah.
Mahasiswa yang mengutip pemikiran, gagasan atau pendapat orang lain wajib mencantumkan sumber
kutipan.
Tindakan curang lain seperti mencontek pada waktu tes, membuka buku / catatan pada saat tes dan
tindakan sejenisnya juga tidak akan ditolerir untuk alasan apapun.
Apabila ditemukan kasus plagiarisme dan perbuatan curang, sanksi tegas akan diambil berdasarkan
kewenangan yang dimiliki pengajar.

SUMBER BELAJAR

Bahan bacaan

Churchill,R.R., & Lowe,A.V., The Law of the Sea, Manchester University Press, Manchester, 1983.
Harris,D.J., Cases and Materials on International Law, Sweet & Maxwell, London, 1998.
Lu, Bingbin, Dispute Settlement on the Law of the Sea: An Overview, Working Paper, Transnational Law
& Business University, Seoul, April 2004.
Posner, Eric A. & Alan O. Sykes, Economic Foundations of the Law of the Sea, John M. Olin Law &
Economics, Working Paper No. 504, the Law School the University of Chicago, December 2009.

HUKUM LAUT INTERNASIONAL


Page 2 of 4
Bahan-bahan lain
 Artikel surat kabar
 Reportase media massa ( TV, radio, surat kabar )
 Hand-outs

HUKUM LAUT INTERNASIONAL


Page 3 of 4
HUKUM LAUT INTERNASIONAL (TENTATIF)
Semester I /2010-2011
N Pokok Bahasan
o
1. Kuliah I Pengantar: Penjelasan Silabus Mata Kuliah Silabus, deskripsi mata kuliah, dan SAP
2. Kuliah II Pengertian dan sejarah perkembangan Hukum Laut Pengertian Hukum Laut Internasional (HLI); Sejarah PerkembanganHLIl: Masa
Internasional Kuno - Masa Modern; Perkembangan Pemikiran di Bidang HLI.
3. Kuliah III Anatomi dan garis besar isi UNCLOS 1982. Pengaturan HLI Pra-UNCLOS; UNCLOS 1958; UNCLOS 1982: Latar Belakang
UNCLOS 1982; Anatomi UNCLOS 1982; Status UNCLOS 1982; Perkembangan Baru
dalam UNCLOS 1982.
4. Kuliah IV Garis Dasar dan Perairan Pedalaman Pengertian 'Garis Dasar'; Berbagai Jenis Garis Dasar: Garis Dasar Normal; Garis
Dasar Lurus; Garis Dasar Kepulauan; Pengertian 'Perairan Pedalaman'; Cakupan
Perairan Pedalaman; Hak dan Kewajiban Negara di Perairan Pedalaman.
5. Kuliah V Laut Teritorial Pengertian 'Laut Teritorial'; Cakupan Laut Teritorial; Hak dan Kewajiban Negara di
Laut Teritorial.
6. Kuliah VI Negara Kepulauan Konsep Negara Kepulauan; Syarat-syarat Negara Kepulauan; Latar Belakang
Konsep Negara Kepulauan: Peran Indonesia; Pengaturan Negara Kepulauan; Hak
dan Kewajiban Negara di Perairan Negara Kepulauan.
7. Kuliah VII Zona Tambahan Pengertian 'Zona Tambahan'; Cakupan Zona Tambahan; Hak dan Kewajiban
Negara di Zona Tambahan.
8. Kuliah VIII TES TENGAH SEMESTER
9. Kuliah IX Zona Ekonomi Eksklusif Pengertian 'Zona Ekonomi Eksklusif'; Cakupan Zona Ekonomi Eksklusif; Hak dan
Kewajiban Negara di Zona Ekonomi Eksklusif.
10 Kuliah X Landas Kontinen Pengertian Landas Kontinen'; Cakupan Landas Kontinen; Hak dan Kewajiban
. Negara di Landas Kontinen.
11 Kuliah XI Laut Bebas Pengertian Laut Bebas'; Cakupan Laut Bebas; Hak dan Kewajiban Negara di Laut
. Bebas.
12 Kuliah XII Area Dasar Laut Internasional Pengertian Area Dasar Laut Internasional'; Cakupan Area Dasar Laut Internasiona;
Hak dan Kewajiban Negara di Area Dasar Laut Internasional.
13 Kuliah XIII Hak Pelayaran dan Aktivitas Kenelayanan Pengertian Hak Pelayaran dan Kenelayaanan; Hak-hak di berbagai zona maritim.
.
14 Kuliah XIV Polusi Laut (Marine Pollution) Pengertian 'Pencemaran Laut'; Berbagai Bentuk Pencemaran Laut; pengaturan
. Pencemaran Laut.
15 Kuliah XV Penyelesaian Sengketa Hukum Laut Internasional Pengertian Sengketa Hukum Laut Internasional; Institusi Penyelesaian Sengketa
. HLI: ICJ dan ITLOS
16 Kuliah XVI
TES AKHIR SEMESTER
.

HUKUM LAUT INTERNASIONAL Page 4 of 4