Anda di halaman 1dari 1

AKUMULASI MASALAH DALAM OTODA

Pelaksanaan Otoda di berbagai daerah banyak terdapat hambatan secara teknis


sebuah cara baru dalam menjalankan pemerintahan , memang membutuhkan sosialisasi
dan uji coba yang cukup sebelum diterapkan dan dilaksanakan secara permanen dan
menyeluruh.
Berdasarkan pelaksanaan otoda selama ini, beberapa masalah muncul di lapangan
diantaranya : Kebijakan otonomi di Daerah terkesan disusun dan dilaksanakan secara
tergesa-gesa . Kurangnya sosialisasi dalam penerapannya maka pada awal
pelaksanaannya menimbulkan kebingungan pada masyarakat bahkan pada pada
pemerintah daerah, Otonomi memberikan yang terlalu besar kepada daerah sehingga
sering menyebabkan pemerintah daerah terjebak untuyk mengeluarkan berbagai
kebijakan yang melampaui batas . Dari beberapa pengalaman otonomi daerah bahkan
menyeret para pejabat dan wakil rakyat ( anggota DPRD ) di daerah melakukan koropsi,
kolusi dan nepotisme.
Pelaksanaan otonomi daerah yang baik terkontrol dan terkendali dapat menimbulkan
sikap daeralisme "yakni paham paham kedaerahan dalam membuat berbagai kebijakan
sehingga dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang kurang memperhatikan dan
mempertimbangkan berbagai kepentingan negara secara nasional ; Serta peleksanaan
otonomi dserah dapat menimbulkan eksploitasi oleh pemerintah daerah terdapat
masyarakat di daerah . Hal ini biasanya terkait dengan masalah Pendapatan Asli
Daerah ( PAD ) . Daerah yang miskin sumberdaya alam jelas sulit untuk meningkatkan
PAD , yang kemudian diambil jalan pintas oleh pemerintahan otonomi dengan
memberlakukan berbagai pungutan pajak , dan retrebusi daerah , yang pada akhirnya
menambah beban masysrakat semakin berat dirasakan dengan pelaksanaan Otonomi
daerah.
Terlebih lagi dengan masuknya calon independen dalam pemilihan Kepala
Daerah,dan wakil kepala Daerh sebagaimana diatur UU NO 12 Tahun 2008 , yang
meerupakan perubahan ke Dua UU NO 32 Tahun 2004, membuat pelaksanaan OTODA
semakin sarat beban permasalahan, yang memunculkan konflik-konflik politik di tingkat
Daerah.