Anda di halaman 1dari 16

Resume Buku "Perencanaan Pengajaran"

ASSIGNMENT
PROFESI KEPENDIDIDKAN
“ Resume Buku ”

OLEH :
DWI YUNITA
8135077965

Konsentrasi Tata Niaga Non Reguler 2007


Program Studi Pendidikan Ekonomi S1
Jurusan Ekonomi dan Administrasi
Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Jakarta

Judul Buku : Perencanaan Pengajaran


Pengarang : Udin Syaefudin Sa’ud, M.ed.Ph.D dan
Prof. Dr. Abin Syamsuddin Makmun,M.A
Halaman : 278 Halaman
Tahun Terbit : 2005
Penerbit : Rosda

PERAN DAN FUNGSI PERENCANAAN PENDIDIKAN

Dasar-dasar Perencanaan Pendidikan

a. Perencanaan, Manajeman, dan Administrasi


Perencanaan adalah suatu rangkaian proses kegiatan menyiapkan dan menetukan
seperangkat keputusan mengenai apa yang diharapkan terjadi (peristiwa, keadaan,
suasana, dan sebagainya) dan apa yang akan dilakukan (intensifikasi, eksistensifikasi,
revisi, renovasi, subsitusi, kreasi, dan sebagianya). Kajian mengenai perencanaan selalu
terkait dengan konsep manajemen dan administrasi, karena perencanaan merupakan
unsur dan fungsi yang pertama dan utama dalam konsep manajemen maupun
administrasi.

Hal-hal yang penting dalam menyusun suatu rencana, yaitu :


a. Berhubungan dengan masa depan,
b. Seperangkat kegiatan,
c. Proses yang sistematis, dan
d. Hasil serta tujuan tertentu.
Fungsi dari perencanaan adalah :
a. Sebagai pedoman pelaksanaan dan pengendalian,
b. Menghindari pemborosan sumber daya,
c. Alat bagi pengembangan quality assurance, dan
d. Upaya untuk memenuhi accountability kelembagaan.

b. Konsep Dasar Perencanaan


Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia
untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan kepadanya, karena hanya manusia
yang dapat dididik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik,
mental, emosional, moral, serta keimanan dan ketakwaan manusia.

c. Konsep dasar Perencanaan Pendidikan


Perencanaan pendidikan merupakan suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan
untuk kegiatan-kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan
cara yang optimal dalam suatu Negara. Terdapat empat hal yang menyangkut
perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Tujuan yang akan dicapai dalam perencanaan,
b. Keadaan yang terjadi sekarang,
c. Alternatif pilihan kebijakan dan prioritas dalam mencapai tujuan, dan
d. Strategi penentuan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

Perencanaan pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan untuk melihat masa depan
dalam hal menentukan kebijakan. Prioritas dan biaya pendidikan dengan
mempertimbangkan kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk
mengembangkan sistem pendidikan Negara dan peserta didik yang dilayani oleh sistem
tersebut.
Jadi secara konseptual bahwa perencanaan pendidikan itu sangat ditentukan oleh cara,
sifat, dan proses pengambilan keputusan, sehingga nampaknya dalam hal ini terdapat
banyak komponen yang ikut berproses didalamnya.

d. Analisis Posisi Perencanaan Pendidikan


Perencanaan merupakan alat pengubah dan pengendali perubahan, sedangkan
pembangunan artinya mengubah untuk maju dan berkembang menuju arah tertentu. Ini
berarti setiap upaya pembangunan memerlukan perencanaan dan setiap perencanaan
adalah untuk mewujudkan upaya pembangunan. Karena itu pembangunan dan
perencanaan dalam pengertian ini tidak dapat dipisahkan karena memang saling
melengkapi dan saling membutuhkan. Ini berarti setiap upaya pembangunan memerlukan
perencanaan, dan setiap perencanaan adalah untuk mewujudkan upaya pembangunan.

e. Mekanisme Perencanaan Pendidikan


Ditinjau dari posisi dan sifat serta karakteristik model perencanaan, perencanaan
pendidikan itu ada yang bersifat terpadu, dan yang bersifat komprehensif, ada yang
bersifat transaksional dan ada pula yang bersifat strategik.
Kegiatan perencanaan adalah kegiatan yang sistematik dan sequensial, karena itu
kegiatan-kegiatan dalam proses penyusunan perencanaan dan pelaksanaan perencanaan
memerlukan tahapan-tahapan sesuai dengan karakteristik perencanaan yang sedang
dikembangkan.

Pentingnya Perencanaan dalam Manjemen Pendidikan

a. Sejarah Perencanaan
Gagasan mengenai perencanaan pendidikan sudah ada sejak jaman dahulu, meskipun
sifatnya murni spekulatif. Tujuan pendidikan menurut plato adalah untuk kebahagian
individu dan kesejahteraan Negara, sedangkan tugas pendidikan adalah untuk mencapai
tujuan itu melalui lembaga-lembaga sosial dimana masing-masing individu harus
menyesuaikan dengan tujuan itu melalui proses seleksi.

b. Karakteristik Perencanan
Pendidikan adalah suatu alat yang sangat kuat untuk mencapai perubahan dan untuk
memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Hal-hal yang harus diperhatikan para pendidikan dan para perencanaan, yaitu :
a. Tenaga kerja,
b. Merencanakan dan menguasai penerimaan murid, kemudian output lulusan dan
hasilnya.

c. Pentingnya Perencanaan
Perencanaan dipandang penting dan diperlukan bagi suatu organisasi antara lain ;
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan.
2. Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam
masa pelaksanaan yang akan dilalui.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara
yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
4. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas.
5. Dengan adanya rencana, maka aka nada suatu alat pengukur atau standar untuk
mengadakan pengawasan.

Kondisi Aktual Perncanaan dalam Sistem Pendidikan Nasional


a. Peraturan dan Kebijakan dalam Perencanaan
Salah satu alat kebijakan pemerintah yang terindependensi dengan kebijakan-kebijakan
publik lainnya adalah perencanaan pendidikan. Proses perencanaan pendidikan di
Indonesia diarahkan pada relevansi, efisiensi, dan efektivitas,namun optimalisasi kinerja
manajemen pendidikannya belum berjalan sesuai dengan harapan.

b. Penerapan Perencanaan dalam Sistem Pendidikan Nasional


Salah satu bentuk pelaksanaan dari perencanaan pendidikan di Indonesia adalah
berkenaan dengan penerapan desentralisasi pendidikan yaitu Manajemen Berbasi Sekolah
(MBS). Tujan utama MBS adalah meningkatkan efisiensi, mutu, dan pemerataan
pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya
yang ada, partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi. Melalui penerapan MBS
itu akan berimplikasi dan berdampak pula pada perubahan sistem perencanaan
pendidikan yang ada di Indonesia. MBS memberikan kewenangan penuh kepada kepala
sekolah dan guru dalam mengatur pendidikan dari pembelajaran, merencanakan,
mengorganisasi, mengawasi, mempertanggungjawabkan, mengatur serta memimpin
sumber daya manusia serta sarana lainnya dalam rangka membantu proses pembelajaran
yang sesuai dengan tujuan sekolah. MBS juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan
minat peserta didik, guru-guru, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Perencanaan Pendidikan dalam Sistem Pendidikan Nasional

a. Pentingnya Posisi Perencanaan Pendidikan


Perencanaan pendidikan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses
pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha proses
penyelengaraan pendidikan, sehingga manajemen usaha pendidikan akan dapat
dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian seorang perencana pendidikan dituntut untuk memiliki kemampuan
dan wawasan yang luas agar dapat menyusun sebuah rancangan yang dapat dijadikan
pegangan dalam pelaksanaan proses pendidikan selanjutnya. Rancangan tersebut harus
mampu mengidentifikasi berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT).

b. Posisi Perencanaan Pendidikan Sistem Pendidikan Nasional yang Efektif


Tahapan-tahapan dalam perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Mendefinisikan permasalahan perencanaan pendidikan,
b. Analisis bidang telaahan permasalahan perencanaan,
c. Mengkonsepsikan dan merancang rencana,
d. Evaluasi rencana,
e. Menentukan rencana,
f. Implementasi rencana, dan
g. Evaluasi implementasi rencana dan umpan baliknya.

PROSES PERENCANAAN PENDIDIKAN

Mendefinisikan Permasalahan Perencanaan Pendidikan

a. Ruang Lingkup Permasalahan Pendidikan


Gambaran dan batasan permasalahan pendidikan sangat penting dan strategis, karena
setiap kegiatan yang akan dirumuskan dalam proses perencanaan harus diarahkan dalam
kerangka pemecahan masalah.
Ruang lingkup permasalahan pendidikan, meliputi :
1. Kebutuhan akan perencanaan pendidikan,
Kebutuhan akan perencanaan muncul sebagai akibat semakin intensif dan kompleksnya
permasalahan yang muncul dalam masyarakat.
2. Pengertian permasalahan perencanaan pendidikan,
Terdapat tiga hal pokok yang harus diketahui dan diperhatikan, untuk memberikan
pemahaman tentang pengertian perencanaan pendidikan meliputi : karakteristik
perencanaan pendidikan, dimensi perencanaan pendidikan dan hambatan perencanaan
pendidikan.
3. Karakteristik perencanaan pendidikan,
Perencanaan hanya dapat mengacu kepada persiapan pembelajaran, yang intinya
kepedulian terhadap lingkungan dari komunitas manusia, sehingga seorang perencana
harus mengetahui nilai-nilai, tujuan, dan struktur sosial dari komunitas dengan tujuan
untuk melayaninya secara memadai.
4. Dimensi perencanaan pendidikan,
Dimensi-dimensi perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Significance, yaitu tingkat kebermaknaan yang tergantung dari kepentingan social dari
tujuan pendidikan yang diusulkan.
b. Feasibility, yaitu kelayakan teknis dan perkiraan biaya merupakan aspek yang harus
dilihat secara realistik.
c. Relevance, yaitu konsep relevan mutlak perlu bagi implementasi rencana pendidikan.
d. Definitiveness, yaitu penggunaan teknik simulasi untuk menjalankan rencana dengan
menggunakan data model buatan, tujuannya adalah untuk meminimumkan kejadian yang
tidak diharapkan yang akan mengalihkan sumber daya dari tujuan yang direncanakan.
e. Parsimoniusness, yaitu perencanaan haruslah digambarkan secara sederhana.
f. Adaptability, yaitu perencanaan pendidikan haruslah dinamis dan dapat berubah sesuai
informasi sebagai umpan.
g. Time, yaitu siklus alamiah pokok bahasan pada perencanaan, kebutuhanuntuk merubah
situasi yang tidak dapat dipukul, keterbatasan perencanaan pendidikan dalam
meramalkan masa depan merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan waktu.
h. Monitoring, yaitu melibatkan penegakkan kriteria pendidikan untuk menjamin
berbagai komponen rencana bekerja secara efektif.
i. Subject matter, yaitu pokok-pokok bahasan yang akan direncanakan.
5. Kendala-kendala dalam perencanaan pendidikan, dan
Kendala memegang peranan yang sangat penting dalam mendefinisikan arti perencanaan
pendidikan, yang utamanya meliputi: politik, ekonomi, dan waktu.
6. Makna permasalahan perencanaan pendidikan.
Perencanaan pendidikan terlihat sebagai perwujudan dari kecenderungan kea rah kegiatan
menusia. Tujuan perencanaan pendidikan adalah untuk mencapai efisiensi pada proses
penyelesaian masalah.

b. Pengkajian Sejarah Perencanaan Pendidikan


Perncanaan berorientasi pada masa depan dan meliputi analisi yang menyeluruh
(komperehensif) tentang masa kini, dan juga kekuatan-kekuatan sejarah yang membentuk
perkembangannya. Dalam perencanaan, tanpa adanya sejarah, maka tidak akan
didapatkan momentum untuk melakukan sesuatu menuju masa depan.

c. Kesenjangan antara Kenyataan dengan Harapan dalam Perencanaan Pendidikan


Secara umum suatu perencanaan meliputi :
a. Lingkup dan cakupan bidang permasalahan,
b. Rentang permasalahan termasuk didalamnya perencanaan penyelasaian,
c. Akibat yang ditimbulkan, analisis permasalahan serta upaya penyelesaiannya, dan
d. Perhatian secara umum atas keberadaan masalah dan penyelesaiannya.
Perencanaan pendidikan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap
peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan sikap kerja, tumbuhnya sinergi dari
berbagai lembaga, kemajemukan di antara kepentingan individu, serta adanya berbagai
penyelesaian terhadap masalah-masalah penduduk yang berada di pinggiran kota.
Perencanaan pendidikan harus berorientasi terhadap program siswa yang berstruktur
dengan kondisi yang relevan dengan lingkungan sekitarnya. Perencanaan pendidikan
dipandang perlu untuk melibatkan berbagai tingkatan (stakeholders) yang ada di
masyarakat.

d. Sumber daya dan Hambatannya dalam Perencanaan Pendidikan


Sumber daya dan hambatan merupakan dua bagian penting yang perlu diidentifikasi dan
dikenali dalam perumusan sebuah perencanaan pendidikan. Untuk menghasilkan atau
mencapai solusi optimal suatu perencanaan tergantung pada ketersediaan sumber daya
dan karakter hambatan yang ada, baik secara individu maupun kelembagaan.

e. Menentukan Komponen-komponen dari Perencanaan Pendidikan beserta Prioritasnya


Perencanaaan pendidikan terdiri atas dua komponen dasar yaitu proses perencanaan dan
isi perencanaan. Satu metode untuk mengidentifikasi, menganalisa, mendesain,
mengevaluasi dan mengawasi komponen-komponen tersebut adalah pendekatan sistem

Analisis Bidang Telaahan Permasalahan Pendidikan

a. Bidang Telaah dan Sistem-sistem Subbidang Telaah


Pendidikan merupakan suatu sistem yang terbentuk dari sub-sub sistem yang disebut
dengan lingkungan pendidikan yang merupakan bidang telaahan masalah perencanaan
pendidikan komprehensif. Empat sistem dalam lingkungan pendidikan, yaitu :
a. Sistem aktivitas pendidikan,
b. Sistem komunikasi pendidikan,
c. Sistem fasilitas pendidikan, dan
d. Sistem operasi pendidikan.

b. Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan bagian penting dalam perencanaan, karena harus
dilaksanakan pada waktu yang tepat. Metode pengumpulan data, meliputi :
a. Penggunaan angket atau kuesioner,
Metode angket dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam jumlah yang banyak
dengan waktu yang singkat.
b. Interview atau wawancara,
Metode interview dapat digunakan untuk mengumpulkan data dimana diperlukan adanya
penjelasan langsung tentag konteks atau area penelitian kepada responden.
c. Studi kepustakaan, dan
Studi bibliografi dilakukan dengan menggali dan mendapatkan informasi yang relevan
dengan masalah yang diteliti.
d. Studi dokumentasi.
Studi dokumentasi ditujukan sebagai sebuah upaya untuk melengkapi data yang
terkumpul dengan dokumen-dokumen yang dapat memperkuat keakuratan data.

c. Tabulasi Data
Proses tabulasi data harus akurat, sehingga diperlukan adanya survey tahunan untuk riset
dan penelitian yang ada guna mendapatkan data yang terbaru. Tabulasi data sangat
diperlukan di dalam perencanaan pendidikan untuk berbagai analisis data.

d. Perkiraan (Forecasting) Perencanaan


Teknik peramalan pendidikan menggunakan beberapa metode dengan memperhatikan
berbagai aspek dan sistem pendidikan secara menyeluruh, yaitu :
a. Metode Cohort Survival,
b. Metode Migration dan Natural,
c. Metode Least Square, dan
d. Metode Matrix.

Mengkonsepsikan dan Merancang Rencana

Mengidentifikasikan Kecenderungan Umum

Dalam mengidentifikasi kecenderungan umum, maka perlu untuk mengkaji antara lain :
a. Menentukan Latar Belakang,
Perencanaan pendidikan akan memberikan kontribusi yang besar jika dapat menilai
efektivitas berbagai program yang ditanganinnya. Empat bidang perhatian perencanaan
pendidikan, yaitu :
a. Sejumlah aktivitas yang tercakup dalam berbagai lembaga pendidikan,
b. Kebutuhan manusia akan lembaga pendidikan,
c. Perencanaan aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses dan teknik, dan
d. Administrasi gedung dan peralatan sekolah.

b. Pola kecenderungan umum pada manusia,


c. Pola dan kecenderungan menonjol pada tempat,
d. Pengaruh fisik,
e. Kewilayahan tempat (places),
f. Peran persepsi (perception),
g. Pola dan kecenderungan umum pada pergerakan (movement), pola dan kecenderungan
umum pada ekonomi,
h. Pola dan kecenderungan yang menonjol pada aktivitas (activities), dan
i. Beberapa kecenderungan perencanaan pendidikan.

Pekerjaan perencanaan pendidikan memerlukan interpretasi ringkas mengenai kebutuhan


masyarakat dan cara memenuhinya. Perencanaan haruslah menyeimbangkan sesuatu
yang diinginkan dengan sesuatau yang memungkinkan terjadi.
Setelah mengidentifikasi kecenderungan umu, maka langkah selanjutnya dalam
mengkonsepsikan dan merancang rencana, yaitu menetukan tujuan dan sasaran, untuk
kemudian merancang rencana (designing plans) pendidikan.

Mengevaluasi Rencana-rencana

a. Perencanaan Melalui Simulasi


Tujuan melakukan simulasi suatu perencanaan pendidikan adalah untuk memberikan
suatu metode dalam mengamati (visualisasi) berbagai perilaku komponen perencanaan.
Simulasi adalah sebuah istilah yang menggunakan model-model, yang didalamnya
terdapat pengertian tentang hubungan yang telah diidentifikasi.
1. Hakikat Simulasi
Simulasi perencanaan pendidikan adalah sebuah replikasi atau visualisasi dari perilaku
sebuah sistem. Simulasi itu adalah sebuah model yang berisi seperangkat variable yang
menampilkan cirri utama dari sistem kehidupan yang sebenarnya.
Terdapat 3 model utama simulasi yang dapat dioperasikan, yaitu :
a. Model Perubahan berkelanjutan (Continuously Changing Model), yaitu sebuah model
yang variabel-variabelnya berubah secara terusmenerus dalam waktu.
b. Model Periode Tertentu (Fixed Period Model), yaitu suatu model dimana waktu
dipisahkan ke dalam serangkaian periode yang terbatas, dan variable-variabelnya
diperboleh untuk berubah hanya pada akhir periode.
c. Model Peristiwa Terpisah-pisah (Discrete Event Model), yaitu suatu model dimana
variable-variabel kuantitasnya yang menampilkan keadaan yang terjadi hanya pada batas-
batas waktu tertentu dan dikenal sebagai event (peristiwa).

2. Beberapa Pertimbangan dalam Pembuatan Model


Terdapat 4 faktor mendasar yang harus menjadi pertimbangan dalam mensimulasikan
sebuah perencanaan, yaitu :
a. Peranan perencanaan (the role of planning),
b. Model (the model),
c. Pengukuran keefektifan model (the measure of the model’s effectiveness), dan
d. Kriteria-kriteria keputusan (the criteria of decision).

6 hal yang menjadi pertimbangan dalam proses pembuatan model, yaitu :


a. Tingkat agregasi (the level of aggregation),
b. Perlakuan terhadap waktu ( treating time),
c. Dampak-dampak perubahan (the effects of change),
d. Pengoperasian model (operating the model),
e. Pengunaan variabel-variabel (using variables), dan
f. Menentukan parameter (establishing parameters).

3. Beberapa Model Pendekatan yang Dipakai dalam Simulasi


Model yang dipakai dalam simulasi meliputi :
1. Model simulasi untuk dimensi orang-orang,
2. Model simulasi untuk tempat-tempat,
3. Model-model simulasi untuk pergerakan-pergerakan,
4. Model-model simulasi yang digunakan untuk ekonomi, dan
5. Model simulasi untuk kegiatan-kegiatan (activities).

b. Mengevaluasi Rencana-rencana (Evaluating Plans)


Beberapa teknik yang digunakan untuk evaluasi perencanaan pendidikan , yaitu :
a. Matriks yang dipilih (preferences),
b. Pemetaan peringkat,
c. Pembobotan sejumlah besar sasaran,
d. Skala penilaian ordinal,
e. Matriks evaluasi, dan
f. Metode pemeringkatan dan pembobotan.

c. Memilih Suatau Perencanaan (Selecting a Plan)


Setiap perencanaan hendaknya mencapai tujuannya dengan memadukan semua unsur,
sehingga tujuan itu tercapai dan hasilnya harusmenunjukan imbalan yang berkaitan
dengan perencanaan yang sistematis. Perencanaan pendidikan yang komprehensif harus
melibatkan unsur-unsur fisik, sosial, dan ekonomi yang saling berkaitan dan hendaknya
diperlakukan sebagai sistem yang terpadu. Bagian penting dari suatu perencanaan
pendidikan yang komprehensif adalah proses fisisk, sosial, dan administratif
menunjukkan perlunya koordinasi, flesibilitas, dan pemilihan waktu komitmen dan
berbagai fungsi.

Menspesifikasikan Rencana

a. Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang jelas diperlukan dalam penyusunan perencanaan yang
kmprehensif. Perencanaan muncul sebagai aktivitas keikutsertaan (participatory) dari
orang yang akan dilayani oleh lingkungan dan yang akan dipengaruhi oleh lingkungan
yang memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam merencanakan modifikasi atau
pengembangan lingkungan tersebut. Perencanaan pendidikan memberikan rekomendasi
mengenai serangkaian tindakan yang mencapai tujuan yang diinginkan.
Jenis-jenis perencanaan pendidikan, yaitu :
a. Perencanaan pendidikan adaptif,
Perencanaan pendidikan adaptif terjadi karena adanya tanggapan pada suatu
pengembangan yang dilakukan secara eksternal.
b. Perencanaan pendidikan kontingensi,
Perencanaan pendidikan kontingensi merupakan pendekatan yang ditujukan untuk
menciptakan kondisi yang pengaruhnya dapat dielakkan dan diserap dengan biaya atau
kerugian minimal.
c. Perencanaan pendidikan kompulsif,
Perencanaan pendidikan kompulsif menentukan perincian mengenai apa yang seharusnya
dan apa yang diharapkan akan dilakukan. Alat utamanya adalah imbalan (reward) jika
berhasil dan hukuman jika tidak berhasil.
d. Perencanaan pendidikan manipulatif,
Perencanaan pendidikan manipulative mengandalkan berbagai jenis instrumen untuk
mendapatkan suatu keuntungan.
e. Perencanaan pendidikan indikatif,
Perencanaan pendidikan indikatif menyebarkan informasi yang dimaksudkan untuk
memberisinyal yang benar kepada individu dengan harapan agar pada gilirannya akan
mengambil tindakan yang tepat.
f. Perencanaan pendidikan bertahap (incremental),
Perencanaan pendidikan bertahap adalah perencanaan yang mengambil langkah pendek,
mengoreksi kesalahan saat perencanaan itu dilaksanakan.
g. Perencanaan otonomi,
Perencanaan pendidikan otonomi merupakan perencanaan yang dilakukan oleh diri
sendiri dan bukan sebagai bagian dari perencanaan lainnya.
h. Perencanaan pendidikan perbaikan/pemulihan, (amelioratif),
Perencanaan pendidikan amelioratif dirancang untuk memulihkan pada keadaan semula,
tanpa pertimbangan mengenai apa yang mungkin terjadi.
i. Perencanaan pendidikan normatif,
Perencanaan pendidikan normatif merupakan perencanaan jangka panjang.
j. Perencanaan pendidikan fungsional, dan
Perencanaan pendidikan fungsional memusatkan pada aspek tertentu dari seluruh
masalah.
k. Pemprograman pendidikan.
Program pendidikan menentukan pencapaian target, kebutuhan program dan kebutuhan
sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Pelaporan Hasil
Spesifikasi umum untuk penyajian grafik atau statistik antara lain adalah klasifikasi
umum, seperti wilayah pemukiman dengan suatu skema yang menunjukkan kepadatan
tinggi, sedang dan rendah, wilayah perdagangan, jenis-jenis transportasi local, pusat, dan
regional, listrik, telepon, air (utilities), komunikasi dan kelompok industry.

Mengimplementasikan Rencana

a. Penyiapan Program
Perencanaan kebijakan pendidikan menyangkut pengembangan pedoman umum tindakan
oleh sekelompok orang tertentu (elected efficials). Perencanaan program pendidikan
menyangkut persiapan rencana-rencana yang spesifik disertai prosedur-prosedur untuk
diterapkan oleh institusi/organisasi administrasi pendidikan dalam kerangka sistem
pendidikan yang ada. Sedangkan perencanaan program pendidikan menyangkut
persiapan rencana-rencana yang spesifik disertai prosedur-prosedur untuk diterapkan oleh
institusi/organisasi administrasi pendidikan dalam kerangka sistem pendidikan yang ada.

b. Persetujuan Perencanaan: Pertimbangan Legal


Sebagai sebuah kebijakan, rencana pendidikan akan mengarahkan proses pembuatan
keputusan dengan memperhatikan pengembangan program-program pendidikan dan alat-
alat yang dibutuhkan untuk menjalankannya.
Perencanaan pendidikan yang komprehensif merupakan konstitusi yang tidak permanen
dan kumpulan prinsip-prinsip pendidikan fundamental. Oleh karena itu, rencana harus
mengembangkan keseluruhan fungsi. Sebuah justifikasi legal dibutuhkan untuk
persetujuan, pelaksanaan, dan review, semua terintegrasi dalam siklus kerja.

c. Pengaturan Unit-unit Operasional


Perencanaan pendidikan mempunyai sejumlah masalah yang unik, sehingga tidak ada
satu bentuk perencanaan tertentu dapat dilaksanakan dan diorganisasikan yang akan
menjamin efektivitas agensi.
1. Pengorganisasian Unit-unit Operasional
Dalam mengorganisasikan unit-unit operasional perencanaan pendidikan memiliki
keterampilan metodologis, berupaya menjangkau seluruh kepentingan pendidikan dengan
kriteria yang obyektif dan rasional.
Sebuah perencanaan mengandung banyak bagian, peran, pelaku dan kerjasama untuk
mencapai tujuan dan sasaran pendidikan, yang dibutuhkan dalam perencanaan adalah
kerjasama dan kesamaan pikiran sebelum proyek tersebut dimulai.

2. Kerjasama dalam Pelaksanaan Rencana Pendidikan


Variasi situasi kerjasama dapat diinterpretasikan dalam 5 (lima) kerjasama, yaitu :
a. Kerjasama antara orang,
b. Kerjasama berkaitan dengan tempat,
c. Kerjasama berkaitan dengan perubahan atau gerakan,
d. Kerjasama berkaitan dengan ekonomi, dan
e. Kerjasama berkaitan dengan aktivitas.

3. Mengkoordinasikan Pelaksanaan Rencana Pendidikan


Koordinasi adalah proses penjadwlana kegiatan untuk menghilangkan konflik agar tujuan
dapat tercapai. Mengkoordinasikan kegiatan yang berbeda dalam tujuan agensi
pendidikan yang beragam merupakan esensi perencanaan pendidikan yang komprehensif
dengan tujuan untuk menerjemahkan tujuan perencanaan pendidikan yang komprehensif
ke dalam program-program praktis.
4. Pengendalian Rencana Pendidikan
Pengawasan akan berkaitan langsung dengan jalannya perencanaan secara keseluruhan.
Masalahnya adalah satu yaitu mengintegrasikan keseluruhan, menemukan keseimbangan
di antara syarat-syarat kegiatan tunggal.

Memantau Pelaksanaan Rencana dan Umpan Balik bagi Perencanaan

a. Memonitor Perencanaan
Monitoring perencanaan yang sedang berlangsung memungkinkan suatau alat
pengendalian yang baik dalam seluruh proses implementasi. Penjadwalan dapat
digunkana untuk mengidentifikasi setiap aktivitas yang dilaksanakan dan pendekatan
komprehensif. Teknik penjadwalan antar lain :
a. CPM (Critical Path Method), dan
b. PERT (Program Evaluation Reearch Task)

Diagram penjadwalan yang digunakan untuk aktivitas monitoring, yaitu :


a. Diagram Grant,
Diagram Grant memberikan suatu gambaran yang dengan jelas menunjukakn proses-
proses penjadwalan, tetapi kekurangan utamanya adalah ketidakmampuan diagram ini
untuk menempatkan saling ketergantungan dari berbagai tugas yang dilibatkan.
b. Diagram PERT,
Diagram PERT terdiri dari berbagai jaringan yang melibatkan satu aktivitas, serangkaian
aktivitas dan aktivitas paralel.
c. Diagram panah,
Diagram panah terdiri dari aktivitas tunggal, serangkaian aktivitas dan aktivitas paralel.
Dalam diagram panah jaringannya tersusun sekitar aktivitas dan titik (node).
d. Precedence Diagram,
Diagram skala prioritas digunakan sebagai blok-blok banguan dari tiga unsure dasar yang
sama yang digunakan di dalam diagram PERT dan Panah. Dasar penciptaan dari diagram
skala prioritas menawarkan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan dengan diagram
PERT atau Panah.

b. Mengevaluasi Rencana (Evaluating The Plan)


Evaluasai merupakan suatu aktivitas pengendalian yang memungkinkan intervensi yang
positif. Evaluasi memeriksa arah yang diambil dan mengevaluasi hasil atau
penyimpangannya dari perencanaan sebelumnya. Evaluasi harus bersifat komprehensif
dan terbuka terhadap berbagai kritikan.
1. Mengevaluasi Aktivitas Pendidikan
Ada 5 faktor penting dalam setiap aktivitas pendidikan, yaitu :
a. Tempat aktivitas yang dilakukan,
b. Waktu aktivitas dilakukan,
c. Orang yang terlibat dalam aktivitas,
d. Sumber daya yang diperlukan untuk aktivitas tersebut, dan
e. Proses pelaksanaan aktivitas.
2. Mengevaluasu Lingkungan Pendidikan
Lingkungan hendaknya memungkinkan siswa menemukan disiplin sendiri. Lingkungan
sekolah hendaknya membentuk sejumlah peluang yang jelas bagi siswa untuk menggali
dan mendalami.
3. Konsep Evaluasi dengan Utilitas
Konsep utilitas menunjukan penilaian subjektif. Secara khusus utilitas ini merupakan
suatu kecenderungan atau preferensi pribadi.

c. Menyesuaikan, Mengubah, dan Mendesain Ulang Rencana


1. Perencanaan Disusun untuk Apa,
2. Bagaimana Rencana Disusun,
3. Siapa yang Menyusun Rencana.

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN

Pendekatan Kebutuhan Sosial

a. Tujuan Pendekatan
Alternatif pendekatan perencanaan pendidikan dalam Pendekatan Kebutuhan Sosial ini
lebih menekankan pada pemerataan kesempatan atau kuantitatif dibandingkan dengan
aspek kualitatif. Pendekatan kebutuhan sosial ini adalah pendekatan tradisional bagi
pembangunan pendidikan dengan menyediakan lembaga-lembaga dan fasilitas demi
memenuhi tekanan-tekanan untuk memasukkan sekolah serta memungkinkan pemberian
kesempatan kepada pemenuhan keinginan-keinginan murid dan orang tuanya secara
bebas.

b. Analisis Kebutuhan Sosial


Dalam Model Kebutuhan Sosial ini, tugas perencanaan pendidikan adalah harus
menganalisa kebutuhan pada masa yang akan datang dengan menganalisa :
a. Pertumbuhan penduduk,
b. Partisipasi dalam pendidikan (yakni dengan menghitung prosentase penduduk yang
bersekolah),
c. Arus murid, dan
d. Keinginan masyarakat.

Pendekatan Kebutuhan Ketenagakerjaan

a. Tujuan Pendekatan
Alternatif pendekatan perencanaan pendidikan dalam Pendekatan Kebutuhan
Ketenagakerjaan mengutamakan kepada keterkaitan lulusan sistem pendidikan dengan
tuntutan terhadap tenaga kerja pada berbagai sektor pembangunan dengan tujuan yang
akan dicapai adalah bahwa pendidikan itu diperlukan untuk membantu lulusan
memperoleh kesempatan kerja yang baik sehingga tingkat kehidupannya dapat diperbaiki
melalui penghasilan sangat appealing karena dikaitkan langsung dengan usaha
pemenuhan kebutuhan dasar setiap orang.
Tekanan dalam Pendekatan Kebutuhan Ketenagakerjaan ini adalah relevansi program
pendidikan dalam berbagai sektor pembangunan dilihat dari pemenuhan ketenagaan.
Pendekatan Kebutuhan Ketenagakerjaan ini bertujuan mengarahkan kegiatan-kegiatan
pendidikan kepada uasaha untuk memenuhi kebutuhan nasional akan tenaga kerja (man
power atau person power)., sehingga diharapkan dapat memberikan keyakinan
penyediaan fasilitas dan pengarahan arus murid benar-benar didasarkan atas perkiraan
kebutuhan tenaga kerja.

b. Kelemahan Pendekatan
Kebanyakan ahli ekonomi memilih pendekatan ketenagakerjaan ini, karena mereka
berpendirian bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada sumber alam
dan fasilita, tapi juga sumber tenaga kerja yang mengolah, menggunakan serta
mengelolanya.
Masalah yang timbul dalam perencanaan tenaga kerja terutama bagi Negara yang sedang
berkembang seperti Indonesia, antara lain dalam hal :
a. Jenis dan jumlah lapangan kerja.
b. Persyaratan yang jelas mengenai mutu personil yang dituntut oleh pasaran tenaga
kerja.
c. Perbandingan jumlah personil berdasarkan jenjang keahlian.
d. Kebutuhan yang riil akan tenaga kerja.

Dengan menggunakan pendekatan tadi berusaha mencari keseimbangan antara lapangan


kerja yang tersedia atau akan tersedia di masa depan dengan jumlah murid yang diizinkan
memasuki jalur pendidikan yang sesuai dengan permintaan lapangan kerja itu. Dengan
demikian jumlah murid yang diizinkan mengikuti suatu jenis pendidikan tertentu dilihat
sebagai akibat dari penyesuaian kebutuhan dari lapangan kerja tertentu.

Pendekatan Efisiensi Biaya

a. Tujuan Pendekatan
Alternatif pendekatan perencanaan pendidikan dalam Pendekatan Efisiensi Biaya ini
bersifat ekonomi, karena memiliki pandakan pendidikan memerlukan investasi yang
besar dan karena itu keuntungan dari investasi tersebut harus dapat diperhitungkan
bilamana pendidikan itu memang mempunyai nilai ekonomi. Pendekatan Efisiensi Biaya
merupakan penetuan besarnya investasi dalam dunia pendidikan sesuai dengan hasil,
keuntungan atau efektivitas yang akan diperoleh.
Pendekatan ini adalah bersifat ekonomi dan berpangkal dari konsep Investment in Human
Capital atau investasi pada sumber daya manusia. Pendekatan Efisiensi Biaya
mempunyai implikasi sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu program pendidikan yang
mempunyai nilai ekonomi tinggi menempati urutan atau prioritas penting, karena
pendekatan untung rugi mempunyai keterkaitan dengan pendekatan ketenagaan.

b. Kelebihan dan Kelemahan Pendekatan


Pada pendekatan cost benefit didasarkan pada keuntungan penambahan pendapatan
seseorang karena pendidikan. Ditekankan agar perencana ekonomi dan perencana
pendidikan harus mengikuti bentuk logika yang sama apabila tidak kepada alokasi biaya
nasional untuk setiap sektor, ataupun dalam mengalokasikan biaya pendidikan kepada
masing-masing sub sektor dan seterusnya kepada tiap tingkat pendidikan. Tapi
sebenarnya di dalam pendidikan adalah sukar untuk mengukur biaya dan keuntungan
(cost and benefit), terlebih mengukur keuntungan untuk masa yang akan datang.

Pemanfaatan AHP untuk Perencanaan Pembangunan Daerah

a. Paradigma Baru Pengelolaan Keuangan Sektor Publik


1. Good Governance
Good Governance sebagai suatu penyelanggara manajemen pembangunan yang solid dan
bertanggung jawab yang sejakan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisiensi,
penghindaran salah satu alokasi dana investasi, dan pencegahan korupsi baik secara
politik maupun administratif, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and
political framework bagi tumbuhnya aktivitas usaha.

2. Karakteristik Good Governance Menurut UNDP


a. Participation, keterlibatan masyarakat dalam pembuatan keputusan baik secara
langsung maupun tidak langsung melalui lembaga perwakilan yang dapat meyalurkan
aspirasinya.
b. Rule of law, kerangka hokum yang adil dan dilaksanakan tanpa pandang bulu.
c. Transparency, transparasi dibangun atas dasar kebebasan memperoleh informasi,
informasi yang berkaitan dengan kepentingan public secara langsung dapat diperoleh
oleh mereka yang membutuhkan.
d. Responsiveness, lembaga-lembaga public harus cepat dan tanggap dalam melayani
stakeholders.
e. Consensus Orientation, berorientasi pada kepentingan masyarakat lebih luas.
f. Equity, setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh
kesejahteraan dan keadilan.
g. Efficiency and effectiveness, pengelolaan sumber daya public dilakukan secara
berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif).
h. Accountability, pertanggungjawaban kepada publik atas setiap aktivitas yang
dilakukan.
i. Strategi vision. Penyelenggara pemerintah dan masyarakat harus memiliki visi jauh ke
depan.

3. Reformasi Sektor Publik


Perubahan struktur anggaran dimaksudkan untuk menciptakan transparasi dan
meningkatkan akuntabilitas public (public accountability), sehingga memperjelas
besarnya surplus atau deficit anggaran serta strategi pembiayaan.

b. Siklus Perencanaan dan Pengendalian


Siklus perencanaan dan pengendalian terdiri dari 5 tahapan, yaitu :
a. Perencanaan tujuan dasar dan sasaran,
b. Perencanaan operasional,
c. Penganggaran,
d. Pengendalian dan pengukuran, dan
e. Pelaporan, analisis, dan umpan balik.

c. Penganggaran
Anggaran merupakan alat bagi Pemda untuk mengarahkan dan menjamin kesinambungan
pembangunan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran diperlukan
karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus
berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Anggaran diperlukan karena
adanya masalah keterbatasan sumber daya (scarcity of resources), pilihan (choice), dan
trade offs.
Beberapa peran penting dari anggaran daerah dilihat berdasarkan fungsi utamanya, yaitu :
1. Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan yang digunakan untuk merumuskan
tujuan serta sasaran kebijakan sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan.
2. Anggaran berfungsi sebagai alat pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan
efisiensi pengeluaran dn membatasi kekuasaan atau kewenangan Pemda.
3. Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberian fasilitas, dorongan, dan koordinasi
kegiatan ekonomi masyarakat, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.
4. Anggaran sebagai alat politik digunakan untuk memutuskan prioritas-prioritas dan
kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut.
5. Anggaran sebagai alat koordinasi antar unit kerja dalam organisasi Pemda yang terlibat
dalam proses penyusunan anggaran.
6. Anggaran sebagai alat evaluasi kinerja. Anggaran pada dasarnya merupakan wujud
komitmen Pemda kepada pemberi wewenang (masyarakat) untuk melaksanakan kegiatan
pemerintahan dana pelayanan masyarakat.
7. Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajemen Pemda agar
bekerja secara ekonomis, efektif, dan efisien dalam mencapai target kinerja.

d. Proses Penentuan Program Prioritas untuk APBD


1. Kebijakan
Arah kebijakan pembangunan ditunjukan dalam upaya pencapaian target visi dan misi
yang telah ditetapkan melalui pemantapan aspek politik dan pemerintahan sebagai bagian
penting dalam membentuk sistem kepemerintahan yang baik (good governance).

2. Program-program Pembangunan
Penentuan prioritas program dilakukan dengan mempertimbangkan secara seksama upaya
pencapaian visi, misi pembangunan serta kebijakan-kebijakan khusus. Berdasarkan hal
itu, disusunlah empat kriteria umum untuk menyusun program prioritas. Kriteria-kriteria
yang dimaksud adalah :
1. Keterkaitan program dengan pencapaian target IPM.
2. Penanggulangan kemiskinan.
3. Penyiapan dan peningkatan pranata pembangunan yang meliputi aspek: agama,
hokum, budaya, keamanan, politik, aparatur pemerintah, informasi, ilmu pengetahuan,
dan teknologi.
4. Pengembagan bisnis utama yang meliputi : agribisnis, bisnis kelautan, industri
manufaktur, industri jasa, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.