P. 1
Asal Usul Gunung Tangkuban

Asal Usul Gunung Tangkuban

Views: 36|Likes:
Dipublikasikan oleh Pmc Banjarnegara

More info:

Published by: Pmc Banjarnegara on Jan 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya. Beribu-ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin oleh seorang raja dan seorang ratu yang hanya mempunyai seorang putri. Putri itu bernama Dayang Sumbi. Dia sangat cantik dan cerdas, sayangnya dia sangat manja. Pada suatu hari saat sedang menenun di beranda istana, Dayang Sumbi merasa lemas dan pusing. Dia menjatuhkan pintalan benangnya ke lantai berkali-kali. Saat pintalannya jatuh untuk kesekian kalinya Dayang Sumbi menjadi marah lalu bersumpah, dia akan menikahi siapapun yang mau mengambilkan pintalannya itu. Tepat setelah kata-kata sumpah itu diucapkan, datang seekor anjing sakti yang bernama Tumang dan menyerahkan pintalan itu ke tangan Dayang Sumbi. Maka mau tak mau, sesuai dengan sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Anjing tersebut. Dayang Sumbi dan Tumang hidup berbahagia hingga mereka dikaruniai seorang anak yang berupa anak manusia tapi memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Anak ini diberi nama Sangkuriang. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring se lalu ditemani bermain oleh seekor anjing yang bernama Tumang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa. Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh anaknya pergi bersama anjingnya untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta. Setelah beberapa lama mencari tanpa hasil, Sangkuriang merasa putus asa, tapi dia tidak ingin mengecewakan ibunya. Maka dengan sangat terpaksa dia mengambil sebatang panah dan mengarahkannya pada Tumang. Setibanya di rumah dia menyerahkan daging Tumang pada ibunya. dayanng Sumbi yang mengira daging itu adalah daging rusa, merasa gembira atas keberhasilan anaknya. Segera setelah pesta usai Dayang Sumbi teringat pada Tumang dan bertanya pada pada anaknya dimana Tumang berada. Pada mulanya Sangkuriang merasa takut, tapa akhirnya dia mengatakan apa yang telah terjadi pada ibunya. Dayang Sumbi menjadi sangat murka, dalam kemarahannya dia memukul Sangkuriang hingga pingsan tepat di keningnya. Atas perbuatannya itu Dayang Sumbi diusir keluar dari kerajaan oleh ayahnya. Untungnya Sangkuriang sadar kembali tapi pukulan ibunya meninggalkan bekas luka yang sangat lebar di keningnya.Setelah dewasa, Sangkuriang pun pergi mengembara untuk mengetahui keadaan dunia luar. Beberapa tahun kemudian, Sangkuriang bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik. Segera saja dia jatuh cinta pada wanita tersebut. Wanita itu adalah ibunya sendiri, tapi mereka tidak saling mengenali satu sama lainnya. Sangkuriang melamarnya, Dayang Sumbi pun menerima dengan senang hati. Sehari sebelum hari pernikahan, saat sedang mengelus rambut tunangannya, Dayang Sumbi melihat bekas luka yang lebar di dahi Sangkuriang, akhirnya dia menyadari bahwa dia hampir menikahi putranya sendiri. Mengetahui hal tersebut Dayang Sumbi berusaha menggagalkan pernikahannya. Setelah berpikir keras dia akhirnya memutuskan untuk mengajukan syarat perkawinan yang tak mungkin dikabulkan oleh Sangkuriang. Syaratnya adalah: Sangkuriang harus membuat sebuah bendungan yang bisa menutupi seluruh bukit lalu membuat sebuah perahu untuk menyusuri bendungan tersebut. Semua itu harus sudah selesai sebelum fajar menyingsing. Sangkuriang mulai bekerja. Cintanya yang begitu besar pada Sangkuriang memberinya suatu kekuatan aneh. Tak lupa dia juga menggunakan kekuatan yang dia dapat dari ayahnya untuk memanggil jin-jin dan membantunya. Dengan lumpur dan tanah mereka membendung air dari sungai dan mata air. Beberapa saat sebelum fajar, Sangkuriang menebang sebatang pohon besar untuk membuat sebuah perahu. Ketika Dayang Sumbi melihat bahwa Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, dia berdoa pada dewa-dewa untuk merintangi pekerjaan anaknya dan mempercepat datangnya pagi. Ayam jantan berkokok, matahari terbit lebih cepat dari biasanya dan Sangkuriang menyadari bahwa dia telah ditipu. Dengan sangat marah dia mengutuk Dayang Sumbi dan menendang perahu buatannya yang hampir jadi ke tengah hutan. Perahu itu berada disana dalam keadaan terbalik, dan membentuk Gunung Tangkuban Perahu(perahu yang menelungkub). Tidak jauh dari tempat itu terdapat tunggul pohon sisa dari tebangan Sangkuriang, sekarang kita mengenalnya sebagai Bukit Tunggul. Bendungan yang dibuat Sangkuriang

dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan menjadi Gunung Burangrang. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah hati si Tumang. dengan tanda luka di kepalanya. Dayang Sumbi pun atas permitaannya sendiri mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya si Tumang untuk mengejar babi betina Wayungyang. Dengan bantuan para guriang. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya. tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya. toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Hati si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu. . Dayang Sumbi karena merasa malas. sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang.menyebabkan seluruh bukit dipenuhi air dan membentuk sebuah danau dimana Sangkuriang dan Dayang Sumbi menenggelamkan diri dan tidak terdengar lagi kabarnya hingga kini. Legenda Sangkuriang Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Walau demikian Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Karena si Tumang tidak menurut. Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi . bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Banyak para raja yang meminangnya. Sangkuriang menyanggupinya. lalu dibunuhnya. Dayang Sumbi akhirnya melahirkan bayi laki-laki diberi nama Sangkuriang. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. tempat ibunya berada. Ketika sedang asyik bertenun. akan dijadikan suaminya. tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya). Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka. dipuncak kemarahannya. Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur. Sangkuriang menjadi gusar. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang). Terminological kisah kasih di antara kedua insan itu. Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. terlontar ucapan tanpa dipikir dulu. lalu dimasak dan dimakannya.ibunya. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi.

menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. kalau benar ia anakku. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Setelah menjadi kaya raya. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Sumatera Barat. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Di tengah perjalanan. ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan. ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Setelah cukup dekat. Karena kemarahannya yang memuncak. Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga. ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut. Malin Kundang beruntung. anakku. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Sejak saat itu. Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. di selatan kota Padang. katanya sambil memeluk Malin Kundang. mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih. semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju. Dengan tenaga yang tersisa.Selama berada di kapal. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya.Legenda Malin Kundang Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. "Malin Kundang. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?". tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. . Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Setelah beberapa lama menikah. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu. Kedua putri Raja tersebut hidup sangat bahagia dan serba kecukupan. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kertapati. Setelah berjalan berharihari sampailah ia kedesa Dadapan Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di sungai. disuruhnya raden itu pergi kedesa dadapan. "Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku". Keong Emas itu lalu dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Kerena dia merasa kalau Raden Inu Kertapati lebih cocok untuk dirinya. Karena keong emas yang ada ditempayan berubah wujud menjadi gadis cantik. keesokan paginya nenek ingin mengintip apa yang terjadi pada saat dia pergi mencari ikan. dan keong emas terangkut dalam jalanya tersebut. tanya si nenek. Nenek Sihir pun menyetujui permintaan Dewi Galuh. tetapi tak mendapat ikan seekorpun. siapa yang memgirim masakan ini. lalu membuangnya ke sungai. karena di meja sudah tersedia masakan yang sangat enak-enak. dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta. . Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu candra kirana menghilang. Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa. dan dari mana asalmu?”. Gadis tersebut lalu memasak dan menyiapkan masakan tersebut di meja. diberinya kakek itu makan. Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. “Siapakah kamu ini putri cantik. maka dia melarikan diri ke hutan. si nenek sangat terkejut.Keong Mas Di Kerajaan Daha. Si nenek bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Akhirnya sihir dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu. Karena Dewi Galuh merasa takut. Raden Inu Kertapati Kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. dan akhirnya Candra Kirana ditunangkan dengan Raden Inu Kertapati. Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Kedatangan Raden Inu Kertapati sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta. Kemudian Nenek tersebut memutuskan untuk pulang saja. Putri nan cantik jelita tersebut bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Oleh karena itu Dewi Galuh lalu pergi ke rumah Nenek Sihir. dan nenek sangat terheran-heran. Nenek itu lalu berpura-pura pergi ke sungai untuk mencari ikan seperti biasanya. Dia meminta agar nenek sihir itu menyihir Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Pertunangan itu ternyata membuat Dewi Galuh merasa iri. lalu pergi ke belakang rumah untuk mengintipnya. Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan. dan pesta tersebut sangat meriah. kata keong emas. hiduplah dua orang putri yang sangat cantik jelita. Akhirnya mereka hidup bahagia. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapati pun berlangsung. Karena merasa penasaran. Setelah menjawab pertanyaan dari nenek. Setelah beberapa saat. karena dari balik jendela ia melihat Candra Kirana sedang memasak. lalu nenek tersebut memberanikan diri untuk menegur putri nan cantik itu. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Dewi Galuh lalu mendapat hukuman yang setimpal. dan burung itu menjadi asap. Maksud kedatangannya ke Kerajaan Daha adalah untuk melamar Candra Kirana. dan menyihir Candra Kirana menjadi Keong Emas. Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal raden Inu diberikan arah yang salah. Candra Kirana berubah lagi menjadi Keong Emas. Hingga suatu hari datanglah seorang pangeran yang sangat tampan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. sesampainya di rumah ia sangat kaget sekali. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada. Di gubuk itu ia sangat terkejut.

Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. namun tidak berhasil menemukannya. Bawang putih sudah mulai putus asa. Dia memasang matanya. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Sebentar lagi malam akan tiba. “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu. Seorang perempuan tua membuka pintu. “Baiklah paman. supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang. karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya. dan Bawang putih. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Semenjak ibu Bawang putih meninggal. Dia sudah harus bangun sebelum subuh. Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat. siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Ketika menyadari hal itu. Dengan pertimbangan dari bawang putih. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah.Bawang Merah dan Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah. Lalu dia masih harus menyetrika. maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. . Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari sudah mulai gelap. ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih.” “Ya tadi saya lihat nak. sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. dan masih banyak pekerjaan lainnya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik. namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. mungkin kau bisa mengejarnya. Hari itu cuaca sangat cerah. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Saking terlalu asyiknya.” kata paman itu. membereskan rumah. “Permisi…!” kata Bawang putih. karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Mataharisudah mulai meninggi. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat. baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Kemudian dia harus memberi makan ternak. Dia sering membawakan makanan. dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai. namun mereka hidup rukun dan damai. “Aku tidak mau tahu.

nenek pun memanggil bawang putih. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Sesampainya di rumah.” kata Bawang putih dengan tersenyum. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. “Ya. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. “Boleh nak. Hingga akhirnya genap sudah seminggu. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. sudah seminggu kau tinggal di sini. dan lain-lain. Dan satu lagi. “Baiklah nek. bagaimana?” pinta nenek. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas.” kata nenek. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. saya akan menemani nenek selama seminggu. Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. asal nenek tidak bosan saja denganku.” katanya.“Saya Bawang putih nek.Bawang putih berpikir sejenak. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah. Mendengar cerita bawang putih. kalajengking. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dan sekarang kemalaman. Itulah balasan bagi orang yang serakah. Bawang putih pun merasa iba. tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Nenek itu kelihatan kesepian. Karena takut bawang putih akan meminta bagian. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Sayang. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. padahal aku menyukai baju itu. . bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. Seperti bawang putih. Tentu saja nenek itu merasa senang. didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. “Nak. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. “Ya nek. “Baiklah aku akan mengembalikannya. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih. Tidak seperti bawang putih yang rajin. melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut.

ujar Roro Jonggrang dalam hati. "Bantu aku membangun seribu candi. Jawa Tengah dan disebut Candi Roro Jonggrang. bibirnya bergetar menahan amarah. mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. Ajaib! Roro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu.dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk. ujar Loro Jongrang dalam hati. "Bagaimana. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu.. Tetapi. diam-diam Roro Jonggrang mengamati dari kejauhan." Bandung Bondowoso menatap Roro Jonggrang. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. "Pasukan jin. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. melaksanakan tugas masing-masing. kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Roro Jonggrang. Sementara itu. "Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?". mendengar pertanyaan Bondowoso. apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. siapkan peralatan yang kubutuhkan!" Setelah perlengkapan di siapkan. "Saya bersedia menjadi istri Tuan. kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging. "Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!". Esok harinya. Jika ia menolak. bagaimana ini?". benar juga usulmu." Katanya. "Apa yang harus aku lakukan ?". "Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari. belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya". . "Cantik nian putri itu. matahari akan terbit!" seru jin. Sesaat kemudian. ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. maukah kau menjadi permaisuriku ?". Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. "Kamu cantik sekali. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. "Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Roro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung.. jumlahnya harus seribu buah. kata penasehat. "Candi yang kau minta sudah berdiri!".Roro Jonggrang Alkisah. Saya minta dibuatkan candi.. pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang tersentak. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Paginya. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. putri Raja Prambanan yang cantik jelita. dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso." sambung jin yang lain. "Jumlahnya kurang satu!" seru Loro Jonggrang. "Wah. dung. "Laki-laki ini lancang sekali." pikir Bandung Bondowoso. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Ia mencari akal. "Bukan itu.. Akhirnya. Pikirannya berputar-putar. Roro Jonggrang ?" desak Bondowoso.". Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin. "Wah. Bantulah aku!" teriaknya dengan suara menggelegar. "Seribu buah?" teriak Bondowoso. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. Ia menjadi sangat murka. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. kata Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang. Angin menderu-deru. langit menjadi gelap. Dung. maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. akan dijatuhi hukuman berat!".. "Siapapun yang tidak menuruti perintahku. Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. tanya pemimpin jin. Ia cemas. karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. "Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan". "Cepat bakar semua jerami itu!" perintah Roro Jonggrang. Tak lama kemudian.. "Ya. "Tidak mungkin. "Ya. Para jin segera bergerak ke sana kemari. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. tetapi ada syaratnya. tuanku. "Apa yang harus kami lakukan Tuan ?". Roro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Bandung Bondowoso mengajak Roro Jonggrang ke tempat candi. Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang." pinta Bandung Bondowoso. Tidak berapa lama berkuasa. Aku ingin dia menjadi permaisuriku. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami.

Dengan kesakitannya raksasa dapat melewati. Suatu malam mbok sirni bermimpi. Seketika hutanpun menjadi lautan luas. Dengan kaki yang berdarah-darah raksasa terus mengejar. Sungguh ajaib. maka ditebarnya biji mentimun. Lalu timun emas menaburkan jarum. Paginya ia langsung pergi. jarum. setiap kali ia teringat akan janinya hatinyapun menjadi cemas dan sedih. dia mengulur janji agar raksasa datang 2 tahun lagi. Kemudian Mbok Sirni membelah buah itu dengan hati-hati. Raksasa memberinya biji mentimun agar ditanam dan dirawat setelah dua minggu diantara buah ketimun yang ditanamnya ada satu yang paling besar dan berkilau seperti emas. ia seorang janda yang menginginkan seorang anak agar dapat membantunya bekerja. Lebih lanjut tentang: Timun Mas . seketika terbentuklah lautan lumpur yang mendidih. Di Gunung Gundul ia bertemu seorang petapa yang memberinya 4 buah bungkusan kecil.semakin enak untuk disantap. Suatu hari datanglah raksasa untuk menagih janji Mbok sirni amat takut kehilangan timun emas. agar anaknya selamat ia harus menemui petapa di Gunung Gundul. Engkau telah melindungi hambamu ini " Timun Emas mengucap syukur. Mbok Sirnipun setuju. raksasa pun setuju. Raksasapun memakannya tapi buah timun itu malah menambah tenaga raksasa. akhirnya raksasapun mati. Yang terakhit Timun Emas akhirnya menaburkan terasi.dan terasi sebagai penangkal. Semakin hari timun emas tumbuh menjadi gadis jelita. Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon banbu yang sangat tinggi dan tajam. Mbok Sirnipun semakin sayang pada timun emas. garam. karena semakin dewasa. Suatu hari ia didatangi oleh raksasa yang ingin memberi seorang anak dengan syarat apabila anak itu berusia enam tahun harus diserahkan keraksasa itu untuk disantap. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sirni hidup bahagia dan damai.TIMUN MAS Mbok Sirni namanya. yaitu biji mentimun. Ternyata isinya seorang bayi cantik yang diberi nama timun emas. Timun emaspun teringat akan bungkusannya. Raksasapun mengejarnya. Sesampainya dirumah diberikannya 4 bungkusan tadi kepada timun emas. dan disuruhnya timun emas berdoa. hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Timun emaspun disuruh keluar lewat pintu belakang untuk Mbok sirni. Timun emaspun membuka bingkisan garam dan ditaburkannya. " Terimakasih Tuhan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->