P. 1
Motor DC

Motor DC

|Views: 939|Likes:
Dipublikasikan oleh Mycle Rondonuwu

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Mycle Rondonuwu on Jan 28, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

MOTOR DC

y Suatu motor listrik adalah suatu mesin yang merubah tenaga listrik
kedalamtenaga mekanik.
y Kerjanya adalah atas prinsip bahwa apabila suatu penghantar yang
membawa arus listrik
y diletakan didalamsuatu medan magnet, maka akan timbul
gaya mekanik yang mempunyai
y arah sesuai dengan hukumtangan kiri dan besarnya adalah :
y F = B I L Newton ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(1)
y Konstruksinya tidak ada dasar perbedaan antara generator DC dan
Motor DC.
y 1
y E
b
= GGL lawan (Back EMF) dari
jangkar.
y R
a
= tahanan untai jangkar
y 2.
y 3. Persamaan-persamaantegangan dari motor :
y i. Tegangan V berlawananarah dengan EMF E
b
.
y ii. Didalamjangkar terjadi jatuh tegangan I
a
R
a
Jadi V = E
b
+ Ia Raǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ.(i)
Dari bentuk ini dapat dituliskan :
V.Ia = E
b
Ia + Ia; Ra ǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(ii)
y V Ia = Masukan listrik ke jangkar.
y E
b
Ia = daya mekanik yang setara daya listrik yg
timbul dlmjangkar
= Rugi tembaga dalamjangkar.
= Pm = Daya mekanik
y Pm = V Ia - ǥǥǥǥǥǥǥǥ..(ii)
y Untuk kondisi daya Pm maksimum ialah :
y ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(iii)
y Untuk motor seri :
y
y Ambil kondisi awal: N
1
= kecepatan,
y Ia1 = arus jangkar,
y Ԅͳ = fluksi per kutub
y Ambil kondisi kedua: N
2
= kecepatan,
y Ia2 = arus jangkar,
y Ԅʹ = fluksi per kutub
y Maka dapat dituliskan hubungan-hubungan sebagai berikut:
y
y dimana
dimana
Jadi
Untuk Motor Shunt :
Dalamhal persamaandasar yang digunakan sama
dengan motor seri, yaitu :
jika ;
y Maka
y Dalampraktek untuk mtor shunt Ԅ tetap.
y . Regulasi kecepatan
y Regulasi kecepatan biasanya dinyatakan dalam
prosentase yaitu:
y
y TORSI ( TORQUE )
y T = F X r ; Newton meter =
T Youle.
gambar 30.
Kerja yang dilakukan oleh gaya F dalam 1 putaran
= gaya X jarak = F X 2 ɕ R youle.
Kerja dilakukan per detik:
= F X 2 ɕ r . N
W = ( F X r ) X 2 ɕ N Youle.
Dimana : 2ɕN = sudut ȩ, dalamlilitan radian perdetik.
y
F X r = Torsi T.
y
y Jadi jika yang dilakukan per detik = T X ȩ Youle.
y
y Maka tenaga yang menggerakan = T X ȩ watt.
y Torsi jangkar pada Motor :
y
y T yang menggerakan jangkar dari pada motor dengan
kecepatan N rps.
y Jika T dalam Nw-m, maka kerja dilakukan dilakukan per
detik
y = T X 2ɕ N watt
y Atau Tenaga yang timbul = T X 2ɕ N wattǥǥǥǥ...(i)
y Tenaga listrik yg dirubah kedalamtenaga mekanik dalam
jangkar
y = E
b
I
a
wattǥǥǥ..ǥǥǥǥǥǥ.(ii)
Jadi : T X 2ʋ N = E
b
I
a
͙͙͙͙͙͙͙(iii)
Atau : = 0,159 Nm
y = 0,0162 kg-m
y Jika
maka :
y Nw-m
y =
y
Nw-m atau ǥǥǥǥǥ..(iv)
kg-m ǥǥǥǥ..(v)
y
y Dari persamaan (iv) dan (v) dapat dituliskan :
y T ~ ø Ia ;
y (a) Untuk motor Seri ø berbanding langsung dengan Ia
(sebelumfluks jenuh) Sebab
y belitan-belitan medan membawa penuh arus jangkar jadi T
~ Ia;
y (b) Untuk motor Shunt, ø adalah tetap , maka :
ǥǥǥǥǥǥǥ.T ~ Ia
y Torsi Poros ( Shaft )
y Keseluruhan dari Torsi dari jangkar, sebagaimana yang
dihitung diatas tidak terpakai untuk melakukan kerja
keseluruhannya, sebab adanya kerugian tenaga dalam
motor yaitu rugi-rugi besi dan gesekan.
y Torsi yang betul-betul digunakan untuk kerja adalah Torsi
poros .
y Daya kuda ( horse power/ H.P) yang dihasilkan oleh torsi
poros disebut Dzbrake horse powerdz (BHP) daya kuda rem
sebab merupakan daya kuda (hp) yang dipakai pada rem.
y
y , jadi
y
y
y 1 HP = 735,5 watt (metric)
BHP dalammetric
y
y T - Tsh disebut torsi hilang (lost torque).
Toisi lilang ൌ Ͳǡͳͷͻ ™Ǧ
y
y ൌ ͲǤͲͳ͸ʹ gǦ
y
y atatanǣ Baiga ENF Eb uaii otoi B uapat
uipeiolel uaii peisaaan Ȃpeisaaan ǣ
y
ሺiሻ
ሺiiሻ
y Karakteristik-karakteristik Motor DC:
y
y Dapat dibagi dalambeberapa hubungan :
y Torsi dan arus jangka, yaitu karakteristik T/Ia biasa
disebut karakteristik listrik.
y Kecepatandan arus jangkar, yaitu karakteristik N/Ia.
y Kecepatandan torsi, yaitu karakteristik N/T disebut
karateristik mekanis diperoleh dari (1) dan (2).
y
y Sambil membicarakan karakteristik, hubungan-
hubunganyang perlu diingat ialah :
y T ϕ Ԅ I
a
dan N ~ Eb /Ԅ
y Karakteristik motor seri :
y Karakteristik T/I
a
:
y Telah dimengerti bahwa : T ~ Ԅ I
a
. Dalamhal ini
sebagai belitan medan juga membawa arus jankar,
maka I ~ I
a
sampai titik jenuh magnetik. Jadi sebelum
jenuh berlaku hubungan : T ~ Ԅ I
a
atau T ~ I
a
2
y Kurve karakteristiknya dapat dilihat sebagai berikut :
y Karakteristik : N/ I
a
y Perubahan kecepatan N sesuai dengan rumus ; N
y Perubahan E
b
terhadap perubahan arus beban adalah
kecil, dan dapat diabaikan untuk waktu tertentu. Jika
I
a
bertambah maka Ԅ juga bertambah atau I
a
~ Ԅ.
y Jadi N ~
y Kurve karakteristiknya dapat dilihat sebagai berikut :
y Gambar 32.
1. Karakteristik N/T atau karakteristik mekanis:
y Dapat diperoleh dari (1) dan (2), yaitu :
y N ̱ ͳȀ a
y
y T ̱
a
ʹ
ǡ jaui T ̱ ͳȀ;
y
y III.8.2. Karakteristik motor shunt :
y
1. Karakteristi T/
a ǣ
y Praktis Ԅ tetap , T ̱ Ԅ, Ԅ ̱
a
Ǥ jaui T ̱
a
Ǥ
y —ive aiteiistinya sebagai beii—t ǣ
y Karakteristik N/ I
a
:
y
y Jika Ԅ tetap, maka N ϕ E
b
y Dalampraktis E
b
constant, maka kecepatan juga
hamper constant.
y Kurve karakteristiknya sebagai berikut :
y KARAKTERISTIK MOTOR KOMPOUND :
y Yang diperhatikan hanya motor compound komulatif.
karakteristik mekanisnya adalah gabungan
karakteristikmotorshunt dan compound. Dapat
dilihat sebagai berikut:
y Gbr. 36.
y
y Kurve untuk Kerja.
y
y Motor shunt :
y Kurve-kurve untuk kerjanya dapat dilihatpada gambar
sebagai berikut :
y Untuk kerja ini dapat membandingkan tentang
besaran tetapankerjadari mesin.
y Gambar 37.
y Ragamkurve untuk kerja motorseri dapat dilihat sebagai
berikut :
y Motor seri
y
y Gambar 38
y Rugi-rugi dan effisiensi Motor :
y Rugi-ruginya : (i) rugi-rugi Tembaga,
y (ii) rugi-rugi magnet,
y (iii) rugi-rugi mekanis.
y Keadaan untuk daya maksimum yang dapat diperoleh
motor maka berlaku hubungan :
y Ia Ra = V/2 = E
b
.
y Keadaan effisiensi maksimum adalah rugi-rugi jangkar
merupakan rugi-rugi tetap.
y Tingkat-tingkat daya :
y Bermacam-macamtingkat perpindahan energy dalam
motor dan macam-macamrugi yang timbul
diperhatikan pada skema berikut ini:
y Gambar 39.
y Effisiensi seluruhnya atau efisiensi ekonomis :
y
y Effisiensi listrik :
y
y
y Effisiensi mekanis :
y
y Dimana :
y A = daya masukan,
y B = daya didalamjangkar motor,
y C = daya keluaran
y
y A = V I watt,
y B = E
b
Ia watt
y C = BHP X 735,5 watt.
y ontiol ecepatan otoi
Peisaaan ecepatan otoi ǣ
y
y
y ሺiሻ
y
Baii peisaaan ሺiሻ ini uapat uisip—lan bal™a ecepatan
uapat uiontiol ata— uiat—i atas pei—balan ǣ ሺaሻ Fl—si Ȁ
—t—b Ԅ ሺontiol fl—siሻǤ
y ሺbሻ tegangan v yang teipaai ሺcontiol teganganሻǤ
y ሺcሻ talanan Ra uaii —ntai jangai ሺcontiol RleostatሻǤ
y Netoue contiol ini uig—naan paua otoi sl—nt ǡ seii uan copo—nuǤ
y Mengatur kecepatan-kecepatan motor shunt :
y
y Kontrol fluksi : N ϕ 1/Ԅ ;
y
y
Gambar 40
y Pengurangan fluksi Ԅ mengakibatkan kenaikan
kecepatan N.
y Pada motor shunt Ԅ dapat diatur dengan memasng
Rheostat medan shunt, yaitu rheostat seri dengan
medan shunt atau parallel jangkar, dapat dirubah-
rubah yang dapat mengakibatkan perubahan arus
jangkar atau fluksi Ԅ.
y Control tegangan :
y Kontrol pengali tegangan .
y System Ward- Leonard.
y Yang diatur adalah tegangan yang disediakan untuk
motor.
y Kontrol Rheostat atau control jangkar-jangkar
dihubung seri dengan rheostat V terpasang tetap,
yang dirubah Ia Ra dengn perubahan R
v.
y
y Gambar 41.
y
y Berlaku hubungan :
y N
1
= kecepatan
pada EMF E
b1
y N
2
=
Kecepatanpada EMF E
b2
y Control Fluksi :
y Divertor medan : Divertor adalah tahanan yang dapat
diatur, dipasang sejajar dengan tahanan medan.
Perubahan tahanan ini menyebabkan perubahanarus
medan seri dan seterusnya merubah kecepatan.
y
y Gambar 42.
y Divertor jangkar : Divertor dipasang parallel jangkar,
yang diatur adalah Ia dengan mengatur Divertor.
y
y Gambar 43.
y Medan serinya ber tap-tap, Is atau Ia diatur dengan
merubah tap-tap medan seri.
y
y
y Gambar 44.
y Memparalelkan kumparan-kumparan medan , misalnya
pada gambar (a), dirubah menjadi gambar (b) dan
seterusnya gambar (c) dipasang divertor.
y Dalamgambar ini merupakan motor 4 kutub.
Gambar 45.
y Tahanan Variabel diseri dengan motor:
y Dengan merubah-rubah Rv, maka arus Ia atau Is
berubah-ubah, jadi kurve N/Ia dapat digambarkan.
y
y Gamabar 46.
y Kontrol seri - parallel :
y Gambar 47.
y Untuk motor-motor traksi (tarik), 2 motor atau lebih di Koppel
bersamaan, di hubung seri dn kecepatannya rendah. Dan untuk
kecepatn tinggi, maka disambung parallel.
y Jika setiap motor dilewati arus yang sama maka tegangan
terpasang pada setiap motor dihubung seri adalah V/2. Dan
yang dihubung parallel tegangan yang dialami dari jala-jala adalah
sama , yaitu = V dan arusnya masing-masing I/2.
y B—b—nganǦ l—b—ngan yang lain ǣ
ሺͳሻ Apabila uipaialelan aaǣ
y Iia E
b
enueati laiga vǡ aa ǣ
y
I—ga T ̱ Ԅ ̱
ʹ
sebab Ԅ ̱ ǥǤǤሺͳሻ
y
y Iaui T ̱ ሺȀʹሻ; ̱ ; ȀͶ ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥሺʹሻ
Apabila ui seiiǡ aa ǣ
y
y ̱ ǥǥሺ͵ሻ
y
y ecepatan ini aualal Υ ali ecepatan apabia
uipaialelanǤ
y Beiian j—ga ǣ T ̱ Ԅ ̱
ʹ
y
y Toisi ini aualal Ͷ ali apabila ui peialelǤ
y Tingkatandari tahanan starting medan shunt.
y
Gambar 48.
Arus maksimum I1 = V /R1 ǥǥ..(i)
Pada saat lengan A berpindah dari Dzstuddz 1 ke 2, maka arus akan turun
menjadi
y I2 dan EMF yang timbul = Eb1 , maka berlaku hubungan :
y
y I2 = ( V - Eb2 ) /R1 ǥ.(ii)
y Jika N tetap, maka tetap jadi :
y
y I1 = ( V Ȃ Eb1 ) / R2 ǥǥ.(iii)
y Dari persamaan (ii) dan (iii):
y
y ǥǥ..(iv)
y Jika A berada beberapa lama pada Dzstuddz 2 dan EMF naik
menjadi Eb2, maka berlaku :
y
y ǥǥǥǥǥ(v)
y
y Demikian juga dibuat kontak pertama dengan stud N = 3.
y
y Maka arusnya ǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(vi)
y
y Dari persamaan (v) dan (vi), diperoleh :
y
y ǥǥǥ(vii)
y Bila lengan A berada beberapa lama di 3 maka EMF naik
menjadi dan arus turun menjadi I
2
dimana
y ǥǥǥǥǥ(viii)
y Kalau kontak masuk pada stud 4 maka arus mengalir :
y ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ.(ix)
y
y Dari (ix) dan (viii) diperoleh: ǥǥǥ..(x)
y Dari persamaan (iv), (vii) dan (x) kita lihat bahwa :
y = = = Kǥǥǥǥǥ..(xi)
Jadi R
3
= K R
a
y R
2
= K R
3
= K
2
R
a
y R
1
= K R
2
= K . K
2
R
a
= K
3
R
a
y Dalambentuk umum: n = banyaknya Dzstuddz hidupdz (live
stud).
y n Ȃ 1 = banyaknya bagian
tahanan stater, maka:
y
y R
1
= ; atau
y ( I1/I2 )
n-1
= R2 / Ra
y Dari hasil-hasil di atas , maka dapat dirumuskan :
y =
y
y =
y Kurve pemanasan dan pendinginan mesin-mesin DC :
y
y Rugi-rugi energy pada mesin DC karena adanya tenaga yang
berubah menjadi panas yang disebabkan oleh kenaikan tempratur
yang tergantung atas :
y Kapasitas penyerapan panas dari bermacam-macambagian
mesin.
y Fasilitas yang terpanasi, ialah jalan hantaran panas atau radiasi
atau dengan cara lain ter disipasi (terusir) dari permukaan
mesin.
y Ungkapan untuk kenaikan suhu mesin sesudah waktu t :
y H = panas yang dibangkitkan / detik (Kcal/det).
y S = Panas jenis bahan (Kcal/Kg
y M = massa bahan (Kg)
y A = luas dari pendingin atau permukaan yang
beradiasi (m
2
).
y Ʉ = koefisien pendinginan, yaitu panas dalam Kcal yang
terhambur perdetik per m
3
dari ermukaan yang beradiasi per satu
derajat perbedaan temperature antara benda yang panas dan
daerah sekitarnya.
y D
1
= temperature dari benda panas ( ).
y D
0
= temperature daerah sekitarnya (Ԩ ).
y
Pemanasan dari mesin :
Pada selang waktu dt tempratur mesin naik dȩ , maka:
Panas yang dihasilkan = H dt.
Panas yang diserap = M . S dȩ
Panas hilang = A Ʉ ( Ɍ
1
- Ɍ
0
) dt.
Jika panas yang dihasilkan = panas yang diserap + panas
hilang
Maka H dt = M. S dɌ + A Ʉ ( Ɍ
1
- Ɍ
0
) dt ǥǥ.(i)
y Diperoleh : dt =
y
Anggapan bahwa pada s aat mesin mulai jalan t = 0.
Ɍ = Ɍ
0
, maka sesudah t detik:
y =
y
y
y Ɍ
1
- Ɍ
0
= )ǥ (ii)
y
bila t = ϕ , maka : ( Ɍ
1
- Ɍ
0
)
t
̱ = Ʌ  ;
y Ʌ ൌ tempratur terahir (stabil)
maka persamaan (ii) menjadi : ( Ɍ
1
- Ɍ
0
) = )
atau Ɍ = Ʌ ) ǥǥǥǥiii)
y
y dimana : Ɍ = Ɍ
1
- Ɍ
0
= tempratur sesudah suhu naik t
Ǐ. ɐ = MS/AɄ
y Pendinginan dari mesin :
y
y Gambar 49.
y Jika dalamhal ini tidak ada panas yang timbul , maka H =
0 ; jadi persamaan (i) menjadi :
y O = M.S dɌ +
y
y
y Jika Ʌʹ adalah tempratur pada t = 0, maka
y Atau = ( )
y Jika ,
y yaitu jika tempratur pada
y Permulaanpendinginan adalah sama dengan batasn
tempratur pemanasan terahkir, maka:
y
y atau Ɍ =
y .
y KONTROL KECEPATAN MOTOR DC:
1. Kecepatan motor shunt boleh terkontrol oleh :
y Method control fluksi
y Method control rheostatik
y Metode control tegangan.
2. Kecepatan motor seri bole terkontrol oleh metode sebagai berikut :
y A. Metode control fluksi :
y Divertor medan
y Divertor jangkar
y kontrol medan-tertap
y kumparan-kumparan medan diparalelkan.
y B. Tahanan variable di pasang seri dengan motor.
y Dalam menstater, penting untuk pembatasan arus starting ke
sutu harga yang aman atau menjamin.untuk di pasang
tahanan bertingkat seri dengan jangkar.
y Pemakaian tahanan ini hanya untuk maksud starting, maka
kalau motor sudah jalan normal,ia di lepas dari untai jangkar.
y Dalamhal motor shunt, jika n adalah banyak Dzstuddz dan n- 1
adalah banyaknya tahanan pengatur, maka:
y R
1
/R
a
= K
n-1
; di mana :
y R
1
= V/I-
1
dan K = I
1
/I
2
y I
1
= arus maximum
y I
2
= arus minimum
y Kontrol-kontrol motor seri bentuk elemen-elemen tahanan
suatu bentuk goniometris
y Perbandingan bersamanya = Ʉ/K , di mana :
Ʉ = I
1
/I
2
dan K = Ԅ
1
/ Ԅ
2
y Persamaan dari kurve pemanasan dan pendinginan untuk
mesin dc di berikan oleh :
y Ɍ = Ɍ (1 Ȃ e
Ȃt/ɐ
), pemanasan
y Ɍ = Ɍ
m
e
Ȃt/ ɐ
, pendinginan .
y RANGKUMAN Motor DC :
y Arus jangkar :
y I
a
= V Ȃ E
b
/R
a
y
y Persamaan tegangan :
y V = E
b
+ IaRa
y
y Pada keadaan daya maximum yang timbul dalamjangkar,
maka :
y
y E
b
= V/2
y Torsi jangkar dari motor :
y
y T = 0,159 Ԅ z I
a
(P/a) Nw-m.
y = 0,0162 Ԅ z I
a
(P/a) Kg-m.
y Juga :
y T = 0,159
E
b
I
a/Nw-m.
y = 0,0162
E
b
I
a/Kg-m.
y
y Torsi berguna (poros)
y
y T
sh
= 735,5 x BHP (Dzmatricdz)/2ɕN
y N dalamrps.
y Rugi torsi antara jangkar dan poros :
y
y Rugi torsi = 0,159 Rugi besi dan gesekan/N Nw-m.
y = 0,0162 Rugi besi dan gesekan/N Kg-m.
y
y Kecepatan moror dc :
y
y N =
E
b/ Ԅ (a/zp) rps
y
y Pengaturan kecepatan (Dzspeed regulationdz) :
y
yLATIHAN SOAL-SOAL
yMOTOR DC
y 1). Sebuah MOTOR DC shunt belitan gelombang, 4
kutub, 240 volt menghasilkan 15,22 HP (metric)
apabila dijalankan pada 1000 rpm, jangkar dan medan
menarik arus berturut-turut 50 amp dan 1 amp,
jumlah penghantar jangkar 540 dengan tahanan 0,1
ohm, jatuh tegangan per sikat 1 volt. Tentukanlah :
y Momen putar ( Torsi ) Total.
y Torsi yang berguna.
y Fluksi per kutub yang berguna.
y Rugi-rugi perputarannya.
y Efisiensi.
y Penyelesaian:
y E
b
= V - I
a
R
a
- E
s
=240 Ȃ (50 x 0,1) Ȃ 2 = 233 volt.
y I
a
=50 amp, n = 1000 rpm = 50/3 rps; I
sh
= 1 amp
y Torsi Jangkar :
y T
a
= 0, 159 E
b
I
a
/ N . Nw-m;
y Jadi T
a
= (0,159 x 233 x 50) / (50/3 ) = 111 Nw-m.
y
y T
sh
= {735,5 x BHP(metric)} / 2 ɕN; (Rumus)
y
y jadi T
sh
= (735,5 x 15,22) / {2ɕ x (50/3)} = 106,9 Nw-m.
y
y E
b
= Ԅ z N x (p/a) volt; P = 4, a = 4/2 = 2 ( untuk belitangelombang )
y 233 = Ԅ x 540 x (50/3) x (4/2);
y jadi Ԅ = (233 x 3) / (540x50x2) = 12,9 m wb.
y
y Masukan jangkar = V I
a
= 240 x 50 = 12.000 watt.
y Rugi Cu jangkar = I
a
2
R
a
= (50)
2
x 0,1 = 250 watt;
y Rugi kontak sikat = 50 x 2 = 100 watt.
y Daya yang dikirimjangkar = 12.000 Ȃ (250 + 100) = 11.650 watt.
y Daya keluaran Motor = 15,22 HP = 15,22 x 735,5 = 11.190 watt.
y Jadi rugi-rugi perputarannya = 11.650 - 11.190 = 460 watt.
y
y Masukan Motor total = V . I
L
= 240 x ( 50 + 1 ) = 12.240 watt.
y Keluaranmotor = 15,22 x 735,5 = 11.190 watt.
y Jadi efisiensi : ɋ = (11.190 / 12.240) x 100% = 91,4 %.
y 2). Sebuah motor shunt 12 HP, 120 volt,1000 rpm.
Efisiensi pada beban penuh 90 %. R
a
= 0,05 ohm;
arus medan 1 amp. Bila dipasang tahanan seri dengan
jangkar maka putarannya 500 rpm. Torsi dianggap
tetap. Tentukanlah :
y Keluaran motor.
y Arus jangkar.
y Tahanan tambahan yang dipasang.
y Effisiensi total mesin
y Penyelesaian:
y a). Untuk kecepatan 500rpm. P
0
= (500/1000 )X 12 hp = 6 hp = 4476 watt
y = 4,476 Kw.
y b). Pada 1000 rpm .
y P
0
= 12 X 746 = 8952 watt.
y
y P
i
= .
y
y I
L
=
y I
a
= I
L
- I
sh
= 83 - 1 = 82 amp.
y T = k I
a
;
y T tetap I
sh
tetap, maka Ԅ tetap.
y Jadi I
a
tetap = 82 amp.
y
y c). E
b
= 120 - (82) (0,05) = 116 volt
y Untuk kecepatan 500 rpm :
y E
b
= (500/1000) (116) = 58 volt.
y Tegangan terminal jangkar = E
b
+ I
a
R
a
= 58 +82 (0,05) = 62 volt.
y Jatuh tegangan pada tahanan tambahan :
y R : I
a
R = V - 62 = 120 - 62 = 58.
y 82 R = 58 ;
y R = 58/82 = 0,71 ohm.
y
y d). Masukan total = (120) (83) = 9960 watt.
y Keluaran = 6 hp = 4476 watt.
y Jadi effisiensi total : (4476/9960) X 100% = 45 %.
y 3) Sebuahgenerator DC shunt. 25 Kw , 250 volt,
mempunyai tahanan jangkar dan medan
y berturut-turut 0,06 dan 100 ohm .
y Carilah tenaga total jangkar yang dipakai apabila
dijalankan :
y Sebagai generator, memberikan keluaran 25 Kw.
y Sebagai motor ; mengambil masukan 25 Kw.
y Penyelesaian ;
y 1) Sebagai Generator :
y Arus keluaran = = 100 amp
y = 250/100 = 2,5 amp
y = 100 + 2,5 = 102,5 amp
y
y EMF yang dibangkitkan :
y Ea = V + Ia Ra = 250 + Ia Ra = 250 + 6,15 = 256,15 volt
y Tenaga total yang dipakai dalamjangkar :
y = Ea Ia watt
y = 256,15 x 102,5
y = 26255,375 watt
y = 26,25 Kw.
y Sebagai Motor :
y Arus masukan motor : 25000/250 = 100 Amp.
y = 250/100 = 2,5 amp
y = 100 - 2,5 = 97,5 amp
y
y Eb = 250 - (97,5 x 0,06) = 250 - 5,85 = 244,15 volt
y Tenaga yang dipakai dalamjangkar :
y = Eb Ia
y = 244,15 x 97,5 = 23804,625 watt = 23,8 Kw.
T2
T1
Slide 64
T2
TOSHIBA, 6/22/2009
T1
TOSHIBA, 6/22/2009
y Carilah harga torsi dalam Nw-m dar jangkar sebuah motor
DC 4 kutub yang mempunyai 774 penghantar, dua cabang
parallel , 24 m-wb per kutub. Apabila arus jangkar total 50
amp.
y
y Penyelesaian :
y T = 0,159 Ԅ z Ia (P/a) Nw-m
y z = 774, Ia = 50 amp.
y ȶ = 24 x 10
-3
wb P = 4, maka a = 4/2= 2
y Jadi : T = 0,159 x 24 x 10
-3
x 774 x 50 x (4/2)
Nw-m
y = 295,3 Nw-m.
y Jadi V = E
b
+ Ia Raǥǥǥǥǥǥǥǥ.(i)
y
y Dari bentuk ini dapat dituliskan :
y
y V.Ia = E
b
Ia + Ia;Ra ǥǥǥǥǥ(ii)
y
y V Ia = Masukan listrik ke jangkar.
E
b
Ia = daya mekanik yang setara daya listrik yg
timbul dlmjangkar
y Ia;Ra = Rugi tembaga dalamjangkar.
y Hitunglah Torsi yang diperlukanapabila 20 amp arus
lewat melalui jangkar dari sebuah motor DC dengan
ketentua-ketentuan sebagai berikut:
y Penghantar : 280
y Belitan : jerat
y Jumah kutub : 4 buah
y Sepatu kutub : panjang 15,24 cm, dan membentuk
sudut 600 pada pusat sumbu.
y Radius lubang = 15,24 cm
y Rapat fluks dari celah udara 0,8 wb/m2
y Penyelesaian :
y Rumus : T = 0,159 x Ԅ z Ia (P/a) Nw-m.
y Busur sepatu kutub = ɕ D x Ʉ/360; Ʉ = 60
0
y Jadi busur sepatu kutub = ɕ D x 60/360 = ɕ . 2 x 15,24 x 60/360
y = (30,48 ɕ x 60)/ 360 = 15,96 cm
y Panjang sepatu kutub = 15,24 cm.
y Jadi luas sepatu kutub = 15,24 x 15,96x 10
-4
= 243,2 x 10
-4
m
2
.
y B = 0,8 wb/m
2
y ȶ = 0,8 x 243,2 x 10
-4
wb = 19,46 x 10
-3
wb.
y Jadi T = 0,159 x 19,46 x 10
-3
x 280 x 20 x (4/4)
y = 17,95 Nw-m.
y Belitan jangkar sebuah motor seri adalah belitan jarat dari
200 volt, 4 kutub. Dimana mempunyai 280 slot dan setiap
slot mempunyai 4 penghantar. Arus 45 amp dan fluksi per
kutub 18 m-Wb. Tahanan medan 0,5 ohm, tahanan
jangkar 0,5 ohm, dan rugi-rugi besi dan gesekan total 800
watt. Diameter katrol 0,406 m.
y Tentukan besarnya tarikan dalamKg pada sisi katrol.
y Penyelesaian :
y E
b
= V - Ia Ra
y E
b
= 200 - 45 ( 0,5 + 0,3 ) = 164 volt.
y E
b
= Ԅ z N x (P/a) volt ; N dalam rps.
y ȶ = 18 x 10
-3
wb ; z = 280 x4 ; a = P untuk belitan jarat.
y Jadi : 164 = 18 x 10
-3
x (280 x 4) x N x (4/4)
y
y N = (164 x 10
3
) / (18 x 280 x 4) = 8,13 rps.
y = 8,13 x 60 rpm = 488 rpm.
y Masukan total = 200 x 45 = 9000 watt.
y Rugi Cu = Ia
2
Ra = (45)
2
. 0,8 = 1620 watt.
y Rugi-rugi besi dan gesekan = 800 watt.
y Rugi-rugi total = 1620 + 800 = 2420 watt
y Keluaran = 9000 - 2420 = 6580 watt
y
y T
sh
x 2 ɕ N = keluarandalamwatt.
y T
sh
x 2 ɕ x 8,13 = 6580 watt
y T
sh
= 6580 / (2 ɕ x 8,13) = 128,8 Nw-m
y r = 0,406 / 2 m = 0,203 m.
y
y T
sh
= F x r
y F x 0,203 = 128,8
y F = 128,8 / 0,203 = 634,483 Newton
y = 634,483 x 9,8 kg
y = 64, 7 kg.
y Sebuah motor seri, 440 volt, tahanan jangkar 0,4 ohm
,tahanan seri 0,1 ohm.
y Diberi data :
y N 794 455 290 250 rpm
y Ia 5 10 20 40 Amp.
y Tentukanlah :
y Fluksi pada : 5, 10, 20, dan 40 Amp.
y Momen putar pada arus jangkar 40 Amp.
y Tahanan Asut, jika arus start = 40 Amp.
y Penyelesaian :
y E
b
= c N Ԅ
y c Ԅ = E
b
/ N ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(i)
y E
b
= 440 - Ia (1 + 0,4)
y = 440 - Ia (1,4)ǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥǥ(ii)
y Dari persamaan (i) dan (ii) dapat dibuat Tabel :
y
y N 794 455 290 250 rpm
y Ia 5 10 20 40 Amp.
y E
b
533 526 512 484 volt
y cԄ 0,671 1,156 1,765 1,936 weber
y Ԅc =1 0,671 1,156 1,765 1,936 weber
y
y T = k Ԅ Ia
y Pada arus jangkar 40 amp.
y E
b
= 440 - 40(1 + 0,4) = 384 volt.
y Hp = E
b
Ia / 746 = (384 x 40)/746 = 20,6 HP
y
y T = (33000 x HP) / (2 ɕ N)
y N = 230
y
y Jadi T = (33000 x 20,6) / (2 x 3,14 x 230) = 470,6 lb-ft.
y
y Waktu start :
y I
start
= 40 amp; E
b
= 0
y E
b
= V - I
start
(Ra + Rs + R
start)
y 0 = 440 - 40(1 + 0,4 + R
start
)
y
y Jadi R
start
= (440/40) - 1,4 = 9,6 ohm.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->