Anda di halaman 1dari 10

http://kalimatunsawa.blogspot.

com

ANGGARAN DASAR

KOMUNITAS WARTEG
“KALIMATUN SAWA”
(KWKS)
2008
Daftar Isi

1. bab I nama & tempat kedudukan…………………………………………………………………....3


2. bab II landasan, azas, tujuan dan prinsip………………………………………………………..3
3. bab III lapangan usaha……………………………………………………………………………………4
4. bab IV keanggotaan………………………………………………………………………..……………….6
5. bab V rapat anggota………………………………………………………………………..………………6
6. bab VI pengurus……………………………………………………………………………..………………7
7. bab VII pembina & penasehat…………………………………………………………….…………..8
8. bab IX sisa hasil usaha………………………………………………………………………………….9
9. bab X pembubaran……………………………………………………………………..…………………9
10. bab XI sanksi…………………………………………………………………………….…………………9
11. bab XII perubahan terhadap anggaran dasar…………………………………….………9
12. bab XIII anggaran rumah tangga dan peraturankhusus…………………..…………10
13. bab XIV penutup……………………………………………………………….…………………………10

2|AD “KWKS”
BAB I
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Komunitas ini bernama Komunitas Warteg “Kalimatun Sawa” yang disingkat KWKS dan
selanjutnya dalam anggaran dasar ini disebut Komunitas Warteg.
1. Jenis kegiatan adalah rembug/musyawarah dan lain-lain yang bermanfaat
2. Komunitas ini berkedudukan di Jakarta, dengan memakai cabang-cabang dan/atau
perwakilan-perwakilan ditempat-tempat lain yang dipandang perlu oleh Badan
Pengurus.
3. Jangka waktu berdirinya Komunitas sejak tanggal pembentukan Komunitas,
sampai dengan jangka waktu yang tidak terbatas.
4. Status Komunitas adalah kekeluargaan
BAB II
LANDASAN, AZAS, TUJUAN DAN PRINSIP
Pasal 2
1. Komunitas berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 juga berdasarkan atas azas
kekeluargaan.
2. Komunitas bertujuan agar para pengusaha warteg yang berada ada di wilayah
Jakarta,Depok, Bogor, Tangerang, Jakarta , Karawang dan Pantura (JABOTABEK dan
Pantura)ini memiliki wadah untuk rembugan/musyawarah dan mengadakan kegiatan-
kegiatanyang bermanfaat bagi keluarga besar warteg “KWKS” dan masyarakat umum.
Pasal 3
3. Komunitas melakukan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Komunitas, yaitu
sebagai berikut :
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
b. Pengelolaan Komunitas dilakukan secara demokratis
c. Mandiri
d. Pendidikan bagi semua anggota
e. Kerjasama dengan pihak lain
4. Komunitas sebagai wadah rembugan dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan
prinsip-prinsip kekeluargaan.

3|AD “KWKS”
BAB III
LAPANGAN USAHA
Pasal 4
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Komunitas menyelenggarakan usaha sebagai
berikut :
1. Usaha penghimpunan dana berupa iuran dari anggota, sumbangan atau modal
pinjaman atau modal penyertaan baik dari anggota maupun pihak-pihak lain
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
2. Usaha pelayanan pinjaman (kredit) kepada anggota Komunitas dan kepada pihak
lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Pendidikan dan pelatihan bagi anggota tentang manajemen usaha dan keuangan
usaha kecil.
4. Melakukan usaha-usaha lain yang halal dan tidak bertentangan dengan hukum
yang berlaku seperti usaha produksi, jasa konsultasi, distribusi, eksport/import
dan lain-lain dalam rangka mencapai maksud dan tujuan pendirian Komunitas ini.
BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 5
1. Anggota Komunitas adalah para pengusaha warteg JABOTABEK dan PANTURA yang
tergabung dalam ”KWKS” .
2. Setiap anggota harus tunduk pada ketentuan dalam Anggaran Dasar (AD) dan
Anggaran Rumah Tangga (ART), peraturan khusus dan Keputusan Rapat Anggota.
3. Keanggotaan tidak dapat dipindah-pindahkan kepada siapapun dengan cara apapun.
Pasal 6
Persyaratan untuk menjadi anggota Komunitas adalah
1. Semua warga masyarakat yang memiliki usaha warteg dan usaha sejenisnya.
2. Masyarakat umum yang mempunyai kepedulian dalam pengembangan usaha
warteg dan sejenisnya.
3. Bersedia mematuhi ketentuan yang berlaku pada Komunitas, sesuai AD/ART
Komunitas.
Pasal 7
1. Dimulainya keanggotaan dalam Komunitas ini mulai berlaku dan dibuktikan dengan
adanya catatan dalam daftar anggota, dan telah melunasi iuran anggota.
2. Berakhirnya keanggotaan dalam Komunitas ini mulai berlaku dan dibuktikan dengan
adanya catatan dalam buku daftar anggota.

4|AD “KWKS”
3. Seseorang yang akan masuk menjadi calon anggota Komunitas harus mengajukan surat
kepada pengurus, dan selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan pengurus harus
memberikan jawaban.
Pasal 8
Keanggotaan dalam Komunitas berakhir apabila anggota Komunitas itu :
1. Meninggal dunia
2. Minta berhenti atas kehendak sendiri
3. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi syarat keanggotaan atau
melanggar ketentuan AD/ART.
4. Dipecat oleh pengurus karena tidak melaksanakan atau mengindahkan kewajiban
sebagai anggota Komunitas, atau berbuat yang merugikan Komunitas, baik
keuangan maupun nama baik.
Pasal 9
Setiap anggota mempunyai hak yang sama terhadap Komunitas, yaitu :
1. Memanfaatkan kegiatan usaha pelayanan yang diselenggarakan Komunitas.
2. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota.
3. Memiliki hak suara yang sama
4. Memilih dan dipilih menjadi pengurus
5. Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikkan dan kemajuan Komunitas.
Pasal 10
Setiap anggota mempunyai kewajiban yang sama terhadap Komunitas, yaitu :
1. Membayar iuran anggota yang diputuskan dalam Rapat Komunitas.
2. Mematuhi ketentuan AD/ART, keputusan Rapat Anggota dan ketentuan lainnya
yang berlaku dalam Komunitas
3. Berpartisipasi dalam kegiatan baik usaha pelayanan maupun lainnya yang
diselenggarakan oleh Komunitas.
Pasal 11
1. Seseorang yang telah mendaftar menjadi anggota dan telah melunasi iuran anggota,
tetapi secara formal belum sepenuhnya melengakpi persyaratan administratif lainnya
yang ditetapkan dalam ART Komunitas, maka yang bersangkutan diberi status calon
anggota.
2. Calon anggota memiliki hak-hak :
a. Memperoleh pelayanan dalam kegiatan Komunitas
b. Memperoleh pelayanan usaha
c. Menghadiri dan berbicara dalam Rapat Anggota.

5|AD “KWKS”
3. Calon anggota mempunyai kewajiban :
a. Membayar iuran anggota yang diputuskan dalam Rapat Anggota
b. Mentaati ketentuan AD/ART, keputusan Rapat Anggota dan Ketentuan lainnya yang
berlaku
Pasal 12
Untuk tujuan pengembangan dan peningkatan pelayanan anggota, Komunitas dapat
membentuk kelompok-kelompok anggota. Kelompok anggota tersebut mempunyai fungsi
organisasi dan fungsi ekonomi, ketentuan lebih lanjut mengenai kelompok anggota diatur
dalam ART
BAB V
RAPAT ANGGOTA
Pasal 13
1. Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Komunitas
2. Rapat anggota terdiri dari Rapat Anggota Tahunan dan Rapat Angota Luar Biasa.
Pasal 14
1. Rapat Anggota Tahunan (RAT) diselenggarakanan setiap setahun sekali, selambat-
lambatnya 6 (tiga) bulan setelah tutup tahun buku kegiatan.
2. RAT menetapkan :
a. AD dan atau perubahannya
b. ART dan atau perubahannya
c. Kebijakan umum dibidang kegiatan organisasi manajemen dan usaha Komunitas
dan lain-lainnya.
d. Pemilihan, pengangkatan dan pemberhentian pengurus, dewan penasehat dan
dewan pembina
e. Rencana kerja kegiatan, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Komunitas serta
pengesahan laporan kegiatan dan keuangan.
f. Pengesahan Pertanggungjawaban Pengurus dan Badan Pengelola dalam
pelaksanaan tugasnya.
Pasal 15
1. Rapat Anggota Luar Biasa (RABL) diadakan apabila sangat diperlukan dan tidak bisa
menunggu diselenggarakannya RAT.
2. RALB dapat diadakan :
1. Atas permintaan Pengurus karena adanya hal keadaan yang sangat mendesak untuk
segera memperoleh keputusan rapat anggota.
2. Atas permintaan paling sedikit 10 % dari jumlah anggota

6|AD “KWKS”
3. RALB menetapkan :
a. Penggantian Ketua Pengurus sebelum masa tugasnya berakhir.
b. Pengesahan Keputusan Pengurus dalam pengangkatan dan atau penggantian
Direktur/Manajer selaku pimpinan badan pengelola Komunitas ini.
c. Pembubaran Komunitas
Pasal 16
1. Pada dasarnya Rapat Anggota, baik RAT maupun RALB sah jika anggota yang hadir
lebih dari setengah jumlah anggota Komunitas.
2. Apabila korum sebagaimana dimaksud ayat (1) tidak tercapai, maka Rapat Anggota
ditunda untuk waktu paling lama 5 hari
3. Apabila pada rapat kedua sebagaimana dimaksud ayat (2) korum tetap belum tercapai,
maka rapat dapat dilangsungkan dan keputusannya sah serta mengikat bagi semua
anggota.
Pasal 17
1. Keputusan Rapat Anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat.
2. Dalam hal tidak tercapai mufakat, maka keputusan diambil berdasarkan suara
terbanyak dari anggota yang hadir.
BAB VI
PENGURUS
Pasal 18
1. Pengurus Komunitas dipilih dan oleh anggota dalam Rapat Anggota
2. Yang dapat dipilih menjadi anggota Pengurus ialah anggota yang memenuhi syarat
sebagai berikut :
a. jujur, loyal dan berdedikasi terhadap Komunitas
b. mempunyai ketrampilan kerja dan wawasan usaha serta semangat kewirausahaan.
c. Pengurus dipilih untuk masa jabatan 3 tahun.
Pasal 19
1. Jumlah pengurus harian sekurang-kurangnya 3 orang.
2. Susunan pengurus, minimal terdiri dari :
a. Ketua
b. Sekretaris
c. Bendahara.

7|AD “KWKS”
Pasal 20
Pengurus bertugas untuk :
1. Menyusun kebijaksanaan dalam penyelenggaraan dan pengendalian kegiatan dan
usaha Komunitas.
2. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dalam pengelolaan
Komunitas.
Pasal 21
Pengurus mempunyai hak :
1. Menerima imbalan jasa berupa honorium yang diputuskan dalam Rapat Anggota.
2. Mendapatkan biaya untuk pelaksanaan tugas dan kewajiban.
BAB VII
PEMBINA DAN PENASEHAT
Pasal 22
1. Untuk memudahkan sosialisai dan pemasyarakatan Komunitas dalam rangka
pengembangan, dapat dibentuk Dewan Pembina & Penasehat Komunitas.
2. Susunan anggota Dewan Pembina & Penasehat Komunitas.
diusulkan oleh Pengurus dan disyahkan oleh Rapat Anggota.
Pasal 23
Hak dan kewajiban Pembina & Penasehat :
1. Memberikan informasi kepada pengurus dalam upaya pengembangan kegiatan dan
usaha Komunitas.
2. Memberikan saran-saran dan koreksi kepada pengurus, baik diminta atau tidak
diminta dalam rangka perbaikkan dan penyempurnaan pengelolaan Komunitas ini.
BAB VIII
MODAL KOMUNITAS
Pasal 24
Modal Komunitas terdiri dari:
a. Iuran anggota
a. Sokongan-sokongan dan sumbangan-sumbangan, baik berupa uang maupun barang
b. Sumbangan/bantuan subsidi dari orang-orang dan/atau badan-badan, baik Pemerintah
maupun swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.
c. Hibah-hibah wasiat dan hibah-hibah biasa, waqaf dan hadiah lainnya.
e. Penghasilan dari usaha Komunitas yang sah dan halal.

8|AD “KWKS”
BAB IX
SISA HASIL USAHA
Pasal 25
Sisa hasil usaha Komunitas merupakan pendapatan Komunitas yang diperoleh dalam satu
tahun buku dikurangi dengan biaya operasional, penyusutan, dan kewajiban lainnya
termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
BAB X
PEMBUBARAN
Pasal 26
Pembubaran Komunitas dapat dilaksanakan berdasarkan :
1. Keputusan Rapat Anggota
BAB XI
SANKSI
Pasal 27
1. Apabila anggota Pengurus melanggar ketentuan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah
Tangga dan peraturan lainnya yang berlaku di Komunitas dapat diberikan sanksi oleh
Rapat Anggota berupa :
a. Peringatan tertulis
b. Diberhentikan bukan atas kemauan sendiri.
c. Dipecat dari keanggotaan atau jabatannya.
2. Ketentuan mengenai sanksi akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
BAB XII
PERUBAHAN TERHADAP ANGGARAN DASAR
Pasal 28
1. Perubahan terhadap Anggaran Dasar ini hanya dapat diadakan berdasarkan keputusan
2/3 anggota yang hadir dalam Rapat Anggota Tahunan atau Rapat Anggota Tahunan
Luar Biasa yang diadakan khusus untuk perubahan Anggaran Dasar.
2. Salinan rancangan perubahan Anggaran Dasar harus sudah disampaikan kepada setiap
anggota sekurang-kurangnya 7 (tujuh hari sebelum Rapat Anggota diselenggarakan

9|AD “KWKS”
BAB XIII
ANGGARAN RUMAH TANGGA
DAN PERATURAN KHUSUS
Pasal 29
1. Anggaran Rumah Tangga dan perubahannya yang memuat peraturan pelaksanaan dari
ketentuan dalam Anggaran Dasar ditetapkan dalam Rapat Anggota, sejauh tidak
bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
2. Peraturan khusus yang memuat perunjuk pelaksanaan dari ketentuan dalam Anggaran
Rumah Tangga dibuat dan ditetapkan oleh pengurus sejauh tidak bertentangan dengan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
BAB XIV
PENUTUP
Pasal 30
Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran
rumah tangga dan peraturan khusus lainnya.

Jakarta, 10 Pebruari 2008

10 | A D “ K W K S ”