Anda di halaman 1dari 10

Prin Stianingsih, S.

ST
Teknik Komputer dan Jaringan
SMK Taruna Satria Mandiri Pekanbaru

Modul 1
Domain Name Server-LINUX DEBIAN

1. Dasar Teori
Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang
berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola
secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini
bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka
kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan
internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di
desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan
performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang
menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk
penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di
petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian
buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya
kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer
mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh
DNS dipetakan ke IP address.

Domain Name System (DNS)


Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk
pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP
(Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi
yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu
memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS
juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki
keunggulan seperti:
1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP
address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet
maupun di Intranet.

DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host
(sepertilinux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang
terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host.
DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top
Level Domain (TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS
mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita
mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS bertanya pada TLDserver
tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia
bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya
ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.24.175
Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa.
Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting diingat
adalah alamat IP-nya ditulis dalam urutan terbalik di bawah in-addr.arpa. Misalnya untuk
alamat IP 64.29.24.275 prosesnya seperti contoh linux.or.id: cari server untuk arpa, cari
server untuk in-addr.arpa, cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari server 29.64.in-
addr.arpa, cari server untuk 24.29.64.in-addr.arpa. Dan cari informasi untuk
275.24.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membingungkan.

DNS Server di Linux


DNS Server di linux biasanya dijalankan oleh program yang berna ma named. Program
ini merupakan bagian dari paket bind yang dikoordinasikan oleh Paul Vixie dari The
Internet Software Consortium. Biasanya program ini terletak di /usr/sbin/named dan
dijalankan pada waktu booting dari /etc/rc.d/init.d/named start. Agar named dijalankan
pada setiap booting masukkan named ke daftar server yang harus distart dengan
menggunakan ntsysv.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di
jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address.
Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer
yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS
server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP
address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer
lainnya.

Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan
nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

1. Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur
hirarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di
ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
2. Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
a) com Organisasi Komersial
b) edu Institusi pendidikan atau universitas
c) org Organisasi non-profit
d) net Networks (backbone Internet)
e) gov Organisasi pemerintah non militer
f) mil Organisasi pemerintah militer
g) num No telpon
h) arpa Reverse DNS
i) xx dua-huruf untuk kode Negara (id:indonesia.my:malaysia,au:australia)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

3. Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan
subdomain. Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com
dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat
komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

4. Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully
qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat
fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain
name.

Bagaimana DNS Bekerja


Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan).
Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers.
Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name
server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name
server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari
client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu
permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

a) Resolvers mengirimkan queries ke name server


b) Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server
lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan
failure message
c) Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address
yang diberikan name server

2. Tujuan
Setelah menyelesaikan lab berikut, anda akan mampu :
• Membuat server DNS dalam jaringan komputer
• Menambah domain dan host baru
3. Langkah Percobaan :

a) Login ke komputer linux sebagai root


b) Lakukan pemeriksaan koneksi internet dengan melakukan perintah berikut :
• route –n
• ping ip_gateway
• cat /etc/resolv.con
• apt-get update
c) Lakukan pencarian paket bind9 pada mirror dengan perintah :
• apt-cache search bind9|grep bind9|more
d) Lakukan installasi paket tersebut dengan perintah
• apt-get install bind9
e) Lakukan restart fungsi bind dan lihat nomor portnya
• /etc/init.d/bind9 restart
• nmap localhost

debian:~/admin# /etc/init.d/bind9 restart


Stopping domain name service: named.
Starting domain name service: named.
debian:~/admin#

debian:~/admin# nmap localhost|grep domain


Interesting ports on localhost.localdomain (127.0.0.1):
53/tcp open domain
debian:~/admin#

f) Lihat file yang ada di /etc/bind dan baca file named.conf, named.conf.local dan
named.conf.option
g) Buat file konfigurasi named.conf seperti dibawah sesuai kan dengan nama domain
dan ip dari komputer anda:
zone "training.com" IN {
type master;
file "/var/cache/bind/db.training.com";
};
zone "102.252.10.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "/var/cache/bind/db.235";
};

h) Pindah ke direktori /var/cache/bind dan buat 2 file : db.training.com dan db.235,


sesuaikan contoh dibawah dengan konfigurasi komputer anda

Isi file db.training.com


;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ns.training.com. root.training.com. (
2 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
IN NS ns.training.com.
IN MX 10 mail.training.com.
ns IN A 10.252.101.235

php IN CNAME ns
mysql IN CNAME ns
mail IN CNAME ns
milis IN CNAME ns
samba IN CNAME ns
moodle IN CNAME ns
web IN CNAME ns
prin IN CNAME ns
Isi file db.235

;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA ns.training.com. root.training.com. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS localhost.
IN PTR ns.training.com.

235 IN PTR php.training.com.


235 IN PTR mysql.training.com.
235 IN PTR mail.training.com.
235 IN PTR milis.training.com.
235 IN PTR samba.training.com.
235 IN PTR moodle.training.com.
235 IN PTR web.training.com.
235 IN PTR prin.training.com.

i) Edit file /etc/resolv.conf tambahkan kata di bawah pada bagian paling atas atau
ubah sesuai dengan konfigurasi komputer anda

nameserver 10.252.101.235

j) Lakukan restart pada komputer anda


k) Lakukan percobaan sesuai perintah dibawah ini dan catat hasilnya (sesuaikan
dengan konfigurasi ip dan domain anda)
• nslookup 10.252.101.235
• nslookup web.training.com
debian:~/admin# nslookup 10.252.101.235
Server: 10.252.101.235
Address: 10.252.101.235#53

235.101.252.10.in-addr.arpa name = web.training.com.


235.101.252.10.in-addr.arpa name = prin.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = mail.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = milis.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = mysql.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = samba.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = moodle.training.com.
235.101.252.10.in-addr.arpa name = php.training.com.

debian:~/admin#

debian:~/admin# nslookup web.training.com


Server: 10.252.101.235
Address: 10.252.101.235#53

web.training.com canonical name = ns.training.com.


Name: ns.training.com
Address: 10.252.101.235

debian:~/admin#

4. Tugas Pendahuluan
a) Jelaskan arti DNS
b) Jelaskan arti Primary Master dan Secondary Master
c) Sebutkan paket yang dibutuhkan untuk melakukan installasi DNS

5. Laporan Resmi
a) Buat laporan praktikum pembuatan DNS server
Laporan Resmi
FORMAT LAPORAN RESMI
b)
Nama dan NIS siswa

Judul Percobaan : DNS


Dasar Teori :

- 10 -

Tugas Pendahuluan :
sdfsd

Hasil percobaan :

Daftar Pertanyaan
Berikan kesimpulan praktikum yang anda lakukan.
.