Anda di halaman 1dari 23

MUKADIMAH

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan dilandasi keinginan luhur dalam menghimpun
mahasiswa/i Trisakti yang memiliki minat-sama pada kegiatan di alam terbuka berazas
kekeluargaan dalam kemajemukan, maka dibentuklah ‘MPA’ ARANYACALA TRISAKTI.

Untuk mewujudkan keinginan luhur tersebut, maka disusunlah Anggaran Dasar sebagai
berikut :

ANGGARAN RUMAH TANGGA


‘MAHASISWA PENCINTA ALAM’
ARANYACALA TRISAKTI
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1.
Anggaran Rumah Tangga ini bersumber pada Anggaran Dasar ‘MPA’ ARANYACALA
TRISAKTI yang berlaku dan oleh karena itu tidak bertentangan dengan ketentuan dalam
Anggaran Dasar

BAB II
KEGIATAN

Pasal 2.
Dalam mencapai tujuan, ‘MPA’ ARANYACALA TRISAKTI akan mengadakan kegiatan-
kegiatan :
a. Mendukung dan menunjang kegiatan – kegiatan Perguruan Tinggi, Lembaga – lembaga,
Badan – badan dan Unit – unit dalam lingkungan Trisakti yang selaras dan berkaitan
dengan Dasar dan Tujuan Organisasi.
b. Menyusun dan melaksanakan program kerja / kegiatan yang dibuat dalam kurun waktu
tertentu.
c. Melakukan penerimaan anggota baru yang dilakukan secara berkesinambungan untuk
menjamin kelangsungan organisasi.

1
d. Melakukan pengkaderan dan pengembangan anggota yang dilakukan secara
berkesinambungan untuk menjamin peningkatan kualitas kepemimpinan anggota dan
organisasi.
e. Menyalurkan disiplin ilmu, keahlian, minat dan bakat anggotanya secara peorangan dan
kelompok dalam bentuk kegiatan nyata.
f. Mendukung, menunjang dan berpartisipasi secara aktif terhadap kegiatan – kegiatan
Badan atau Lembaga – lembaga Pemerintahan dan Non Pemerintahan yang selaras dan
tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.
g. Mendukung, menunjang dan berpartisipasi secara aktif terhadap kegiatan – kegiatan
Organisasi sejenis, dalam lingkup Perguruan Tinggi dan dalam lingkup Masyarakat lebih
luas yang selaras dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran
RumahTangga Organisasi.
h. Mendukung, menunjang dan berpartisipasi secara aktif terhadap kegiatan – kegiatan yang
berorientasi pada konservasi lingkungan.
i. Dalam rangka pelaksanaan butir – butir kegiatan dimaksud diatas, Organisasi dapat
melakukan kegiatan – kegiatan yang berbentuk penghimpunan, penggalangan,
pengumpulan dan pencaharian dukungan dan dana, selama tidak bertentangan dengan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

BAB III
LAMBANG DAN MARS

Pasal 3.
LAMBANG
1. Lambang ‘MPA’ ARANYACALA TRISAKTI berupa gambar mata angin dan

ditengahnya terdapat lambang Trisakti, bertanda huruf U dengan kemiringan 29 ‘ kearah


timur dari lambang Trisakti.
2. Tanda – Tanda keorganisasian :
a. Bendera.
b. Tornique/Kacu.
c. Kartu Anggota.
d. Badge/Emblim.
e. Seragam.

2
Penjelasan tanda-tanda keorganisasian diatur dalam lampiran penjelasan
Anggaran Rumah Tangga.

Pasal 4.
MARS
1. ‘MPA’ ARANYACALA TRISAKTI memiliki ‘MARS ARANYACALA’ yang
diciptakan oleh Ir. Utuy Riwayat Sulaiman.
2. Lirik ‘MARS ARANYACALA’ terlampir dalam lampiran penjelasan Anggaran Rumah
Tangga.

BAB IV
KEANGGOTAAN

Pasal 5.
SYARAT ANGGOTA BIASA
1. Berstatus sebagai mahasiswa/i Trisakti.
2. Telah mengikuti :
a. Lulus Pendidikan Dasar yang diadakan Badan Pengurus. atau,

b. Minimal 5 (lima) kali kegiatan organisasi yang disetujui Badan Pengurus.


3. Tidak terikat sebagai anggota pada organisasi sejenis.
4. Mengikuti acara pelantikan yang diadakan Badan Pengurus
5. Diputuskan dan ditetapkan oleh Badan Pengurus.

Pasal 6.
SYARAT ANGGOTA LUAR BIASA
1. Tidak lagi berstatus sebagai mahasiswa/i Trisakti.
2. Pernah menjadi Anggota Biasa dan keanggotaannya masih sah.
3. Diputuskan dan ditetapkan oleh Badan Pengurus.

Pasal 7.
SYARAT ANGGOTA KEHORMATAN
1. Tidak berstatus Anggota Biasa atau Anggota Luar Biasa.
2. Orang – orang yang dianggap telah berjasa bagi organisasi.

3
3. Diputuskan dan ditetapkan melalui musyawarah Rapat Badan Pengurus Diperluas.

BAB V
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal 8.
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA BIASA
Hak.
a. Mempunyai hak bicara dan hak suara.
b. Mempunyai hak dipilih dan memilih.
c. Berhak mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh Badan Pengurus.
d. Berhak memiliki dan memakai tanda-tanda keorganisasian.
e. Berhak memakai fasilitas organisasi dengan sepengetahuan dan seijin Badan Pengurus.
Kewajiban.
a. Wajib memahami dan mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga,
Keputusan-keputusan Badan Pengurus dan peraturan-peraturan yang berlaku di
organisasi.
b. Menjunjung tinggi nama baik organisasi.
c. Menjunjung tinggi Kode Etik Pencinta Alam se Indonesia.
d. Menjunjung tinggi nama Almamater.
e. Wajib mengikuti salah satu kegiatan program kerja dan atau program yang disetujui
Badan Pengurus minimal 1 (satu) kali dalam satu periode kepengurusan.
f. Wajib membayar iuran wajib bulanan dan herregistrasi / pendaftaran ulang tahunan yang
ditentukan oleh Badan Pengurus.
Pasal 9.
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA LUAR BIASA
Hak.
a. Mempunyai hak bicara.
b. Berhak mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh Badan Pengurus.
c. Berhak memiliki dan memakai tanda-tanda keorganiasasian.
d. Berhak memakai fasilitas organisasi dengan sepengetahuan dan seijin Badan Pengurus.
Kewajiban.

4
a. Wajib mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan
yang berlaku di organisasi.
b. Menjunjung tinggi nama baik organisasi
c. Menjunjung tinggi Kode Etik Pencinta Alam se Indonesia.
d. Menjunjung tinggi nama Almamater.
e. Melakukan herregistrasi / pendaftaran ulang tahunan yang ditentukan oleh Badan
Pengurus.

Pasal 10.
HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA KEHORMATAN
Hak.
a. Berhak mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh Badan Pengurus.
b. Mempunyai hak bicara.
c. Berhak memakai dan memiliki tanda-tanda keorganisasian dengan sepengetahuan dan
seijin Badan Pengurus.
Kewajiban.
a. Wajib mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan peraturan-peraturan
yang berlaku di organisasi.
b. Menjunjung tinggi nama baik organisasi.
c. Menjunjung tinggi Kode Etik Pencinta Alam se Indonesia.

BAB VI
PEMBINA

Pasal 11.
1. Pembina Organisasi terdiri dari;
a. Mantan Ketua Umum, dan atau
b. Anggota Luar Biasa, dan atau
c. Anggota Kehormatan, dan atau
d. Orang – orang yang diangkat sebagai pembina.
2. Status Pembina diputuskan dan ditetapkan dalam Rapat Umum Anggota.
3. Status Pembina dapat dicabut melalui Rapat Umum Anggota.

BAB VII

5
PENDANAAN DAN AKTIVA TETAP

Pasal 12.
PENDANAAN
1. Dana organisasi sepenuhnya dipergunakan untuk mendukung kegiatan – kegiatan
organisasi dalam mencapai Dasar dan Tujuan Organisasi.
2. Sumber – sumber dana :
a. Dana Kegiatan Mahasiswa.
b. Dana kas di Badan Pengurus.
c. Iuran – iuran keanggotaan.
d. Sumbangan – sumbangan dari Anggota.
e. Sumbangan – sumbangan dari Pihak Perguruan Tinggi dan Lembaga – lembaga
Trisakti.
f. Sumbangan – sumbangan dari Pihak Luar lainnya.
g. Usaha – usaha penghimpuan, penggalangan, pengumpulan dan pencaharian dana
lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga.
h. Uang sisa kegiatan.
i. Uang hasil pengelolaan dana organisasi.
3. Dana organisasi wajib disimpan pada Bank Umum Pemerintah/Swasta dan
pengambilannya wajib dilakukan oleh Ketua Umum dan salah satu Badan Pengurus
lainnya selain bendahara.
4. Pendanaan organisasi dilakukan secara terbuka dan transparan. Untuk kepentingan
pengawasan pendanaan organisasi, Badan Pengurus wajib melaksanakan hal – hal sebagai
berikut :
a. Melaporkan kepada anggota minimal 3 (tiga) bulan sekali melalui Rapat Badan
Pengurus Diperluas atau Pertemuaan Anggota.
b. Dipertanggung jawabkan pada setiap akhir kepengurusan suatu Badan Pengurus
dalam Rapat Umum Anggota.
5. Tanggung jawab dan pengawasan pendanaan organisasi sepenuhnya dibawah Badan
Pengurus, sehingga wajib dilaksanakan pencatatan sebagai mana mestinya.
Pasal 13.
AKTIVA TETAP
1. Aktiva Tetap Organisasi dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu :

6
a. Peralatan, yaitu semua kekayaan organisasi yang berbentuk alat – alat tehnis yang
berhubungan langsung dengan kegiatan – kegiatan organisasi.
b. Perlengkapan, yaitu semua kekayaan organisasi yang berbentuk benda bergerak
dan tidak bergerak yang berfungsi menunjang kegiatan – kegiatan organisasi.
2. Catatan Aktiva Tetap organisasi dilakukan secara terbuka dan transparan, untuk
kepentingan pengawasan inventaris organisasi, Badan Pengurus wajib melaksanakan hal –
hal sebagai berikut :
a. Melaporkan kepada anggota minimal 3 (tiga) bulan sekali melalui mekanisme
Rapat Badan Pengurus Diperluas atau Pertemuaan Anggota.
b. Dipertanggung jawabkan pada setiap akhir kepengurusan suatu Badan Pengurus
organisasi dalam Rapat Umum Anggota.
3. Tanggung jawab dan pengawasan aktiva tetap organisasi sepenuhnya dibawah Badan
Pengurus Organisasi, sehingga wajib dilaksanakan sebagaimana mestinya.

BAB VIII
KEPENGURUSAN

Pasal 14.
KETUA UMUM
1. Organisasi dipimpin oleh seorang Ketua Umum.
2. Seorang Ketua Umum dapat menjabat paling banyak 2 (dua) kali.
3. Masa jabatan Ketua Umum selama 1(satu) tahun sesuai dengan tahun akademis yang
berlaku dilingkungan Trisakti.
4. Syarat – syarat Ketua Umum :
a. Warga Negara Indonesia.
b. Terdaftar sah dan aktif sebagai mahasiswa/I Trisakti.
c. Telah menjadi Anggota Biasa minimal 2 tahun
d. Telah memiliki atau minimal telah menyelesaikan 60 SKS (Satuan Kredit Semester).
e. Mencalonkan dan atau dicalonkan sebagai Calon Ketua Umum dalam Rapat Umum
Anggota.
f. Terpilih sebagai Ketua Umum dalam Rapat Umum Anggota.
5. Tugas dan wewenang Ketua Umum :

7
a) Ketua Umum berfungsi sebagai pimpinan tertinggi Badan Pengurus yang
mengkoordinir seluruh Anggota untuk menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga serta menjalankan Program Kerja.
b) Ketua Umum terpilih melalui Rapat Kerja Badan Pengurus harus sudah menetapkan
Badan Pengurus, Program kerja dan Program anggaran selambat – lambatnya 1 (satu)
bulan sejak terpilih.
c) Ketua Umum selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum mengakhiri masa jabatannya
harus melakukan usaha-usaha untuk pembentukan/pemilihan Ketua Umum yang baru.
d) Ketua Umum berhak mewakili organisasi didalam dan diluar pengadilan tentang hal
dan dalam segala kejadian, mengikat organisasi dengan pihak lain ,serta menjalankan
segala tindakan baik yang mengenai pengurusan maupun kepemilikan, akan tetapi
dengan pembatasan bahwa untuk :
i) Membuka bank rekening (Account) pada bank umum pemerintah/swasta.
ii) Meminjam atau meminjamkan uang organisasi.
iii) Membeli, menjual atau dengan cara lain melepaskan hak-hak atas aktiva tetap
atau memberati harta kekayaan organisasi.
iv) Mengikat organisasi sebagai penjamin.
v) Menanda-tangani perjanjian dengan pihak kedua.
harus mendapat persetujuan tertulis terlebih dahulu dari atau turut ditanda-tangani
pada dokumen yang berkenaan, oleh sedikit-dikitnya seorang Anggota Badan
Pengurus lainnya.

Pasal 15.
SEKTRETARIS, BENDAHARA DAN KETUA BIDANG
1. Ketua Umum membentuk Badan Pengurus yang terdiri dari ;Sekretaris, Bendahara dan
Ketua Bidang.
2. Sekretaris, Bendahara dan Ketua Bidang diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Umum
dengan Surat Keputusan Ketua Umum.
3. Sesuai kebutuhan, juga dapat dibentuk seksi – seksi.
4. Syarat-syarat Sekretaris, Bendahara dan Ketua Bidang :
- Telah menjadi Anggota Biasa minimal 1 tahun.

8
- Diutamakan yang memiliki kemampuan sesuai jabatan.
- Khusus Ketua Bidang Operasional minimal pernah menjadi ketua divisi kegiatan.

Pasal 16.
TUGAS DAN WEWENANG BADAN PENGURUS
1. Badan Pengurus wajib mematuhi, menjalankan, mentaati Anggaran Rumah Tangga.
2. Badan Pengurus bertanggung jawab penuh melaksanakan tugasnya untuk kepentingan
organisasi dalam mencapai dasar dan tujuan organisasi.
3. Badan Pengurus secara sah mewakili organisasi dan memiliki kewenangan untuk
mempertimbangkan dan memutuskan semua persoalan organisasi.
4. Badan Pengurus wajib membuat Program Kerja dan Anggaran, serta sistematika
pelaksanaannya.
5. Badan Pengurus untuk tindakan-tindakan tertentu berhak pula mengangkat seorang atau
lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan memberikan kepadanya kekuasaan-kekuasaan
yang diatur dalam surat kuasa.
6. Pembagian tugas dan wewenang antara para Anggota Badan Pengurus diatur dan
ditetapkan atas persetujuan mereka bersama dan dituangkan secara tertulis sebagai
deskripsi tugas dan kewenangan anggota Badan Pengurus.
7. Badan Pengurus membicarakan dan memutuskan program kerja dan program pendanaan
organisasi dalam Rapat Badan Pengurus.
8. Badan Pengurus membicarakan dan mempertimbangkan segala persoalan yang timbul
dalam organisasi pada Pertemuan Anggota.
9. Badan Pengurus memberikan laporan pertanggungan jawab pada setiap akhir periode
kepengurusan kepada Ketua Umum.
10. Jikalau oleh sesuatu sebab terjadi kekosongan Anggota Badan Pengurus atau Seksi - seksi
maka dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah terjadinya kekosongan tersebut.
Ketua Umum harus sudah mengangkat penggantinya.
11. Bila Anggota Badan Pengurus tidak aktif atau mengundurkan diri atau dibebas tugaskan
untuk sementara waktu atau tetap, maka Ketua Umum wajib mengangkat Pejabat
Sementara guna mengisi lowongan yang ada sedikit-dikitnya dalam 7 (tujuh) hari.
12. Jikalau Ketua Umum terpilih tidak dapat memenuhi pembentukan Badan Pengurus sesuai
Bab VIII. Pasal 14. butir.5.b dan terjadi kekosongan Anggota Badan Pengurus maka
Ketua Umum harus menyerahkan kembali jabatannya kepada Dewan Pembina. Dan

9
diadakan Rapat Umum Anggota selambat - lambatnya 7 (tujuh) hari sejak terjadi
kekosongan tersebut.
13. Badan Pengurus berwenang meminta kembali/mencabut sementara atau selamanya hak-
hak yang telah diperoleh Anggota.

Pasal 17.
PERTANGGUNG-JAWABAN KETUA UMUM
1. Pertanggung-jawaban Ketua Umum diselenggarakan setiap akhir periode kepengurusan di
dalam Rapat Umum Anggota.
2. Pertanggung-jawaban Ketua Umum terdiri dari :
a. Pertanggung jawaban Program Kerja dan Anggaran yang telah disahkan dalam Rapat
Kerja Badan Pengurus pada awal terbentuknya Badan Pengurus.
b. Ketua Umum wajib memberikan laporan tentang jalannya organisasi dan hasil-hasil
yang telah dicapai dalam periode kepengurusan yang lalu.
c. Catatan Pendanaan dan Catatan Inventaris
3. Pengesahan Pertanggung jawaban Ketua Umum oleh Rapat Umum Anggota, berarti
memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya kepada Ketua Umum dan para Anggota
Badan Pengurus atas tindakan-tindakannya maupun pengawasan yang telah dijalankan selama
periode kepengurusan yang lalu.
4. Jika dikemudian hari terjadi penyimpangan dalam laporan pertanggung jawaban Ketua
Umum dan terbukti, maka harus dapat dipertanggung-jawabkan secara pidana maupun
perdata.

Pasal 18.
DEWAN PEMBINA
1. Dewan pembina ditugaskan melaksanakan fungsi pengawasan dan pembinaan.
2. Dewan pembina terdiri dari 5 (lima) orang pembina, dan salah satunya ditetapkan sebagai
Ketua Dewan Pembina dan yang lainnya disebut Anggota Dewan Pembina.
3. Dewan Pembina diangkat dan diputuskan oleh Rapat Umum Anggota untuk jangka waktu
paling lama 1 (satu) tahun periode kepengurusan Badan Pengurus.
4. Dalam hal kehilangan keanggotaannya atau dicabutnya status pembina maka yang
bersangkutan dianggap dengan sendirinya telah meletakkan jabatannya.

10
5. Jikalau oleh sesuatu sebab terjadi kekosongan Dewan Pembina maka dalam jangka waktu
1 (satu) bulan setelah terjadinya kekosongan tersebut harus diisi oleh salah seorang
Pembina lainnya dan setiap penggantian harus diputuskan melalui Rapat Badan Pengurus
Diperluas.

Pasal 19.
TUGAS DAN WEWENANG DEWAN PEMBINA
1. Dewan Pembina, masing – masing atau bersama – sama dapat memasuki sekretariat yang
digunakan Badan Pengurus dan berhak untuk meminta penjelasan kepada Badan Pengurus
segala sesuatu hal terkait jalannya organisasi.
2. Badan Pengurus wajib memberikan keterangan dan data – data yang diminta oleh Dewan
Pembina.
3. Dewan Pembina wajib hadir pada Rapat Umum Anggota dan Badan Pengurus Diperluas
dan wajib menandatangani Berita Acara dan Notulen rapat – rapat tersebut.
4. Atas permintaan tertulis 2 (dua) orang atau lebih Dewan Pembina, maka Badan Pengurus
wajib menyelenggarakan Rapat Badan Pengurus Diperluas.
5. Dewan Pembina menyelenggarakan Rapat Dewan Pembina minimal 1 (satu) kali dalam 1
(satu) periode Kepengurusan Organisasi.
6. Berita Acara Rapat Dewan Pembina harus ditanda tangani Ketua dan 2 (dua) anggota
Dewan Pembina.
7. Berita Acara Rapat Dewan Pembina merupakan keputusan yang sah buat Badan Pengurus
Organisasi.

BAB IX
RAPAT DAN KUORUM

Pasal 20.
RAPAT-RAPAT
Rapat-rapat organisasi terdiri dari :
1. Rapat Umum Anggota, adalah rapat yang dihadiri dan diadakan sekurang-kurangnya 1
(satu) kali dalam 1 (satu) tahun periode kepengurusan.

11
2. Rapat Kerja Badan Pengurus, adalah rapat yang diadakan oleh Ketua Umum terpilih
dalam rangka pembentukan dan pengesahan Badan Pengurus, Program Kerja dan Program
anggaran organisasi, rapat ini wajib dihadiri oleh Badan Pengurus dan Dewan Pembina.
Rapat ini paling lambat diadakan 1 (satu) bulan setelah terpilihnya Ketua Umum.
3. Rapat Badan Pengurus Diperluas, adalah rapat yang diadakan oleh Badan Pengurus
yang wajib dihadiri oleh minimal 3 (tiga) orang Dewan Pembina, diadakan sekurang-
kurangnya 2 (dua) kali dalam 1 tahun.
4. Rapat Badan Pengurus, adalah rapat yang diadakan oleh Badan Pengurus dan seksi-
seksinya, diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
5. Rapat Dewan Pembina, adalah rapat yang diadakan oleh Dewan Pembina dan hasil
keputusan rapat ini sah jika disetujui minimal 3 (tiga) orang Dewan Pembina, diadakan
sekurang-kurangnya 1(satu) kali dalam 1 tahun.
6. Pertemuan Badan Pengurus, adalah pertemuan yang diadakan oleh Badan Pengurus dan
dihadiri Badan Pengurus dan seksi - seksi.
7. Pertemuan Anggota, adalah pertemuan yang dihadiri oleh Anggota dan dikoordinir oleh
Badan Pengurus yang diadakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan.

Pasal 21.
RAPAT UMUM ANGGOTA
1. Rapat Umum Anggota adalah kedaulatan tertinggi di Organisasi.
2. Keputusan dalam Rapat Umum Anggota dilakukan secara musyawarah.
3. Rapat Umum Anggota diadakan minimum 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun periode
kepengurusan.
4. Diluar butir 3 (tiga) diatas Badan Pengurus wajib menyelenggarakan Rapat Umum
Anggota atas permintaan tertulis dari seorang Pelindung atau seorang Penasehat, Atau 3
(tiga) orang/ lebih Pembina atau 20% (dua puluh per seratus) Anggota Biasa dalam surat
permintaan tertulis kepada Badan Pengurus, halmana harus disebutkan hal-hal yang
hendak dibicarakan.
5. Jikalau Badan Pengurus lalai untuk menyelenggarakan Rapat Umum Anggota dalam
waktu 30 (tiga puluh) hari kalender setelah surat permintaan itu diterima, maka yang
menanda tangani surat permintaan berhak menyelenggarakan sendiri Rapat Umum
Anggota, dengan mengindahkan ketentuan-ketentuan termaktub dalam Anggaran Rumah

12
Tangga ini, dan semua keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Anggota itu mengikat
organisasi, sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini.

Pasal 22.
TEMPAT DAN PANGGILAN RAPAT UMUM ANGGOTA
1. Rapat Umum Anggota diadakan ditempat yang baik dan layak untuk diselenggarakannya
Rapat Umum Anggota.
2. Panggilan untuk Rapat Umum Anggota dilakukan secara tertulis dan dapat
dikomunikasikan lewat pos, email atau media massa lainnya selambatnya 14 (empat
belas) hari kalender sebelum Rapat Umum Anggota.
3. Panggilan Rapat Umum Anggota harus mencantumkan dan menyebutkan hari, tanggal,
jam dan tempat Rapat Umum Anggota.

Pasal 23.
KUORUM RAPAT UMUM ANGGOTA
1. Kuorum untuk Rapat Umum Anggota adalah 50% + 1 jumlah Anggota dan keputusan
dianggap sah bila didukung oleh 50% + 1 dari Anggota yang hadir.
2. Apabila kuorum tidak tercapai maka dapat diadakan Rapat Umum Anggota lanjutan I
(Pertama) dalam jangka waktu 5 (lima) hari dan maksimum 7 (tujuh) hari. Rapat Umum
Anggota Lanjutan I (Pertama) ini sah apabila dihadiri 66% + 1 dari jumlah Anggota
Biasa + 3 (tiga) orang Dewan Pembina dan keputusan dianggap sah apabila didukung oleh
50% + 1 yang hadir.
3. Apabila Rapat Umum Anggota Lanjutan I (Pertama) tersebut tidak mencapai kuorum
maka diadakan Rapat Umum Anggota Lanjutan II (Kedua) dalam jangka waktu 5 (lima)
hari maksimum 7 (tujuh) hari. Rapat Umum Anggota Lanjutan II (Kedua) ini dianggap
sah apabila dihadiri 33 % + 1 dari jumlah Anggota Biasa + 1 (satu) orang dari Dewan
Pembina dan keputusan dianggap sah apabila didukung oleh 50% + 1 dari yang hadir.
4. Apabila Rapat Umum Anggota Lanjutan II (Kedua) tersebut tidak juga mencapai kuorum
maka diadakan Rapat Umum Anggota Lanjutan III (Ketiga) dalam jangka waktu 5 (lima)
hari maksimum 7 (tujuh) hari. Rapat Umum Anggota Lanjutan III (Ketiga) ini dianggap

13
sah tanpa memperhatikan jumlah anggota yang hadir dan keputusan dianggap sah apabila
didukung oleh 50 % + 1 yang hadir.

Pasal 24.
RAPAT BADAN PENGURUS
1. Keputusan dalam Rapat Badan Pengurus dilakukan secara Musyawarah.
2. Rapat Badan Pengurus dipimpin oleh Ketua Umum, dalam hal Ketua Umum tidak dapat
hadir atau berhalangan maka rapat akan dipimpin oleh seorang yang dipilih dari antara
Anggota Badan Pengurus yang hadir.
3. Seorang Anggota Badan Pengurus dapat diwakili dalam Rapat Badan Pengurus hanya
oleh seorang Anggota Badan Pengurus lainnya berdasarkan surat kuasa.
4. Setiap Anggota Badan Pengurus yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan
tambahan 1 (satu) suara untuk setiap Anggota Badan Pengurus lainnya yang diwakili.

PASAL 25.
TEMPAT DAN PANGGILAN RAPAT BADAN PENGURUS
1. Rapat Badan Pengurus dapat diadakan di Sektretariat organisasi atau tempat lainnya
sepanjang memenuhi ketentuan panggalan rapat.
2. Panggilan Rapat Badan Pengurus harus diumumkan dan disampaikan secara langsung
kepada setiap Anggota Badan Pengurus, sedikit-dikitnya 7 (tujuh) hari kalender sebelum
rapat diadakan.
3. Panggilan itu harus mencantumkan/menyebutkan acara, tanggal, waktu, tempat rapat dan
agenda rapat.

PASAL 26.
KUORUM RAPAT BADAN PENGURUS
1. Rapat Badan Pengurus adalah sah dan berhak mengambil keputusan-keputusan yang
mengikat apabila dihadiri 50 % anggota Badan Pengurus.
2. Keputusan Rapat Badan Pengurus dilakukan secara Musyawarah dan jika musyawarah
tidak dapat dilakukan, maka keputusan dianggap sah jika didukung 50 % + 1 yang hadir.

14
BAB X
SANKSI DAN PEMBELAAN

Pasal 27.
SANKSI – SANKSI
Setiap Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa dan Anggota Kehormatan yang melanggar
Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga yang sudah ditentukan akan dikenakan sanksi-
sanksi berupa :
a. Peringatan.
Peringatan tertulis dikeluarkan sebanyak-banyaknya 3(tiga) kali dalam 1 (satu) periode
kepengurusan pada pelanggaran yang sama atau berbeda.
b. Sanksi hukuman :
1. Tidak boleh mengikuti kegiatan selama 6 (enam) bulan, apabila sanksi pada butir.a
diatas tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan atau melakukan pelanggaran
yang dinilai oleh Rapat Badan Pengurus Diperluas adalah cukup berat dan atau
membahayakan keselamatan organisasi.
2. Peninjauan status keanggotaannya berdasarkan Rapat Badan Pengurus Diperluas.
c. Badan Pengurus dapat menjatuhkan sanksi berat tanpa harus memberikan teguran /
peringatan awal untuk pelanggaran berat atau menyerahkan kepada Pihak Yang Berwajib.

Pasal 28.
PEMBELAAN
1. Setiap Anggota yang dikenakan sanksi dapat melakukan pembelaan dalam Rapat
Badan Pengurus yang diadakan untuk ini.
2. Setiap Anggota yang dalam pembelaannya terbukti tidak bersalah memperoleh
pemulihan nama baik.

Pasal 29.
KEHILANGAN KEANGGOTAAN
Kehilangan keanggotaan dapat terjadi disebabkan oleh :
a. Meninggal dunia.

15
b. Pengunduran diri sebagai anggota dengan mengajukan surat tertulis kepada Badan
Pengurus dan disetujui oleh Rapat Badan Pengurus Diperluas.
c. Memasuki organisasi lain yang sejenis tanpa persetujuan Badan Pengurus, dan tidak dapat
mempertanggung-jawabkan tindakannya dalam Rapat Badan Pengurus Diperluas.
d. Telah dicabut status keanggotaannya berdasarkan keputusan Rapat Badan Pengurus
Diperluas.

BAB XI
PENUTUP

Pasal 30.
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga organisasi dapat dilakukan dalam suatu Rapat
Umum Anggota yang harus dihadiri sekurang-kurangnya 75 % + 1 dari jumlah anggota
biasa + 3 (tiga) anggota Dewan Pembina dan segala keputusan rapat dapat diambil secara
musyawarah.
2. Anggaran Rumah Tangga ini adalah ‘ART’ yang diperbaharui dan telah mengacu pada
Anggaran Rumah Tangga terdahulu yang ditetapkan di Cibodas Jawa Barat pada tanggal
21 April 1978, dan diperbaharui kembali tanggal 6 Desember 1981 di Cipanas Jawa Barat,
serta diperbaharui kembali tanggal 30 Maret 1986 di Cibodas Jawa Barat.

Pasal 31.
KETENTUAN – KETENTUAN PELAKSANAAN
1. Hal – hal terkait dengan petunjuk pelaksanaan akan ditetapkan dan diputuskan melalui
Rapat Badan Pengurus Diperluas.

16
2. Untuk pertama kalinya dalam Anggaran Rumah Tangga ini melampirkan 3 (satu)
lampiran penjelasan Anggaran Rumah Tangga, 2 (dua) surat keputusan bersifat petunjuk
pelaksanaan dan 1 (satu) surat keputusan pengangkatan terdiri ;
a. Lampiran I, perihal Pengertian – pengertian.
b. Lampiran II, perihal Tanda – tanda keorganisasian.
c. Lampiran III, perihal “Mars Aranyacala”.
d. Surat Keputusan, perihal Pendidikan Dasar.
e. Surat Keputusan, perihalTata tertib Rapat Umum Anggota.
f. Surat Keputusan, perihal Pembina-pembina dan Dewan Pembina thn 2004-2005.
3. Setiap Kegiatan Badan Pengurus, harus dipimpin oleh anggota yang ditunjuk oleh Badan
Pengurus dan pimpinan kegiatan mempertanggung jawabkan kegiatannya kepada Badan
Pengurus.
4. Pertanggung jawaban pimpinan kegiatan, berupa laporan aktivitas dan laporan pendanaan
yang paling lambat sudah dilaporkan kepada Badan Pengurus 1 (satu) bulan sejak
berakhirnya kegiatan.
5. Surat Jalan hanya dikeluarkan untuk program kerja Badan Pengurus.
6. Surat Keterangan dikeluarkan Badan Pengurus untuk kegiatan yang bukan merupakan
program kerja Badan Pengurus.
7. Tindakan/kegiatan yang mengatasnamakan organisasi wajib mendapat persetujuan tertulis
dari Badan Pengurus.
8. Simpatisan organisasi dapat mengikuti kegiatan organisasi dengan sepengetahuan dan
seijin Badan Pengurus.

Pasal 32.
KETENTUAN-KETENTUAN LAIN
1. Hal-hal yang belum termasuk didalam Anggaran Rumah Tangga ini dijelaskan dalam
lampiran penjelasan Anggaran Rumah Tangga.
2. Segala sesuatu yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini,
maka akan diputuskan dalam Rapat Umum Anggota.
3. Setiap Anggota dianggap telah memahami isi Anggaran Rumah Tangga ini setelah
ditetapkan dan wajib mentaatinya.

17
4. Barang siapa melanggar Anggaran Rumah Tangga akan dikenakan sanksi-sanksi
organisasi.

Ditetapkan di,
…………………………………………. 2004

LAMPIRAN I
PENJELASAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Hasil Revisi tgl….bln…..thn…

PENGERTIAN – PENGERTIAN.
Pengertian – pengertian adalah pendefinisian dan atau penjelasan atas kalimat, kosa kata dan
kata yang dipergunakan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi
“MPA” ARANYACALA TRISAKTI, kecuali dimaksudkan dan diatur berlainan dari
pengertian – pengertian dimaksud dibawah ini :

1. Trisakti, adalah nama suatu Perguruan Tinggi di Indonesia yang pada saat ini
berkedudukan di Jakarta.
2. Kampus Trisakti, adalah semua kampus – kampus dalam lingkungan Perguruan Tinggi
Trisakti yang meliputi Universitas, Sekolah Tinggi, Program – program Diploma dan
Program – program Pasca Sarjana.

18
3. Badan Otonom, adalah organisasi dalam lingkup Perguruan Tinggi Trisakti yang
melaksanakan kegiatan ekstra kulikiler mahasiswa – mahasiswanya dan memiliki
independensi dalam kegiatan keorganisasiannya.
4. Non Politik, adalah suatu dasar pemikiran yang ditunjukkan dalam sifat dan sikap
organisasi dalam melaksanakan tujuan organisasi untuk tidak akan pernah“ber politik
praktis” dalam bentuk apapun.
5. Non Kompetitif, adalah suatu dasar pemikiran yang ditunjukkan dalam sifat dan sikap
organisasi sebagai suatu Badan untuk tidak akan pernah ikut atau diikutkan dalam
kegiatan dan aktivitas – aktivitas yang dipertandingkan dan atau berbentuk kejuaraan.
6. Nirlaba, adalah suatu dasar pemikiran yang ditunjukkan dalam sifat dan sikap organisasi
untuk tidak mencari atau menarik keuntungan dari kegiatan penghimpuan, penggalangan,
pengumpulan dan pencarian dana atau uang penunjang kegiatan.
7. Simpatisan, Mahasiswa/I Trisakti yang memiliki kedekatan dengan organisasi atau
tertarik ikut dalam kegiatan organisasi tetapi belum menjadi anggota. Simpatisan bukan
anggota organisasi sehingga tidak memiliki Hak dan Kewajiban sebagai anggota.
8. Pembina, orang – orang yang dianggap mampu untuk melakukan pembinaan terhadap
organisasi secara umum dan badan pengurus secara khusus. Sehingga fungsi pengawasan
dan pembinaan organisasi dapat lebih optimal.

LAMPIRAN II
PENJELASAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Revisi tanggal….bulan….tahun…

I. TANDA – TANDA KEORGANISASIAN :

19
1. Bendera.
1.1. Bentuk :
1.2. Ukuran :
1.3. Warna :
2. Tornique/Kacu.
2.1. Bentuk :
2.2. Ukuran :
2.3. Warna :
3. Kartu Anggota.
3.1. Bentuk :
3.2. Ukuran :
3.3. Warna :
4. Badge.
4.1. Bentuk :
4.2. Ukuran :
4.3. Warna :
5. Seragam.
5.1. Bentuk :
5.2. Ukuran :
5.3. Warna :

II. CARA PENOMORAN ANGGOTA :

Anggota Biasa :…………/ARY/…………


Anggota Luar Biasa :…………/ARY/ALB/…….
Anggota Kehormatan :………../ARY/KH/…….

LAMPIRAN III
PENJELASAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Revisi tanggal….bulan….tahun…

LIRIK MARS ‘MPA’ ARANYACALA TRISAKTI.


4/4 A = Do
Tempo : Di Marcia

Aranyacala Jaya dan Perkasa,


Disini Kami bersama berhimpun,
Bersatu Kuku dan Teguh
Membela Sesamanya.

Aranyacala Cahyamu Bersinar,


Menerangi Hati Kami, Tuk Menyinta dan Memelihara
Alam Semesta yang Terbentang Luas

Bersatu Hati Saling Membantu didalam Suka dan Duka


Bergelora Hasrat dan Cinta Menjunjung Indonesia

20
Aranyacala yang Slalu Ku Cinta
Abadilah Hai Junjungan Kami.

Ciptaan
UTUY R. SULAIMAN
137/ARY/79

21
22
23