Anda di halaman 1dari 62

c c

  ›  




Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia : Lorisidae

Genus :› 

Spesies :›  


ë adang- adang disebut pula ëadalah jenis primata yang bergera
lambat. Warna rambutnya beragam, dari elabu eputihan, eco latan, hingga ehitam-hitaman.
Pada punggung terdapat garis co lat melintang dari bela ang hingga dahi, lalu bercabang e
dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 g, panjang tubuh dewasa 19-30 cm.

Di Indonesia, satwa ini dapat ditemu an di Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Satwa ini
menjadi incaran untu dijadi an hewan peliharaan.

 
  

Klasifi asi ilmiah

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia : Hominidae

Genus :

Spesies : Y  

  (atau , nama lainnya adalah ) adalah sejenis era besar
dengan lengan panjang dan berbulu emerahan, adang co elat, yang hidup di Indonesia dan
Malaysia .

 

Istilah orang utan diambil dari bahasa Indonesia dan/atau bahasa Melayu, yang berarti
manusia (orang) hutan.

Mere a memili i tubuh yang gemu dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan
uat, a i yang pende dan tertundu , dan tida mempunyai e or.

Orang utan beru uran 1-1,4 m untu jantan, yaitu ira- ira 2/3 ali u uran see or gorila.

Tubuh orang utan diselimuti rambut merah eco latan. Mere a mempunyai epala yang
besar dengan posisi mulut yang tinggi.
Orang utan jantan memili i pelipis yang gemu . Mere a mempunyai indera yang sama
seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.

Telapa tangan mere a mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapa a i
mere a juga memili i susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.

¦!"

Orang utan ditemu an di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau Borneo
dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Mere a biasa tinggal di
pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan. Orangutan dapat hidup pada berbagai
tipe hutan, mulai dari hutan diptero arpus perbu itan dan dataran rendah, daerah aliran sungai,
hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah ering di atas rawa ba au dan nipah, sampai e hutan
pegunungan. Di Borneo orangutan dapat ditemu an pada etinggian 500 m di atas permu aan
laut (dpl), sedang an erabatnya di Sumatera dilapor an dapat mencapai hutan pegunungan pada
1.000 m dpl.

Orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) merupa an salah satu hewan endemis yang
hanya ada di Sumatera. Orangutan di Sumatera hanya menempati bagian utara pulau itu, mulai
dari Timang Gajah, Aceh Tengah sampai Sitinja di Tapanuli Selatan.Keberadaan hewan
mamalia ini dilindungi Undang-Undang 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam
Hayati dan E osistemnya dan digolong an sebagai 'Critically Endangered' oleh IUCN. Di
Sumatera, salah satu populasi orangutan terdapat di daerah aliran sungai (DAS) Batang Toru,
Sumatera Utara. Populasi orangutan liar di Sumatera diper ira an sejumlah 7.300[2]. Di DAS
Batang Toru 380 e or dengan epadatan pupulasi se itar 0,47 sampai 0,82 e or per ilometer
persegi. Populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii lesson) ini diper ira an 7.500 e or.
Padahal pada era 1990 an, diper ira an 200.000 e or. Populasi mere a terdapat di 13 daerah
terpisah secara geografis. Kondisi ini menyebab an elangsungan hidup mere a sema in
terancam punah. [1] Saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemu an di Provinsi
Sumatera Utara dan Provinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batas paling selatan sebarannya.
Hanya 2 populasi yang relatif ecil berada di sebelah barat daya danau, yaitu Sarulla Timur dan
hutan-hutan di Batang Toru Barat. Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di Leuser
Barat (2.508 individu) dan Leuser Timur (1.052 individu), serta Rawa Sing il (1.500 individu).
Populasi lain yang diper ira an potensial untu bertahan dalam jang a panjang (viable) terdapat
di Batang Toru,Sumatera Utara, dengan u uran se itar 400 individu.

Orangutan di Borneo yang di ategori an sebagai 'endangered' oleh IUCN terbagi dalam
tiga subspesies: Orangutan di Borneo di elompo an e dalam tiga ana jenis, yaitu Pongo
pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai e timur laut Sarawa 
Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemu an mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat
Sungai Barito dan Pongo pygmaeus morio, diper ira an secara total populasi liarnya di alam
hanya 45.000 hingga 69.000. Di Borneo, orangutan dapat ditemu an di Sabah, Sarawa , dan
hampir seluruh hutan dataran rendah Kalimantan, ecuali Kalimantan Selatan dan Brunei
Darussalam.



Mes ipun orang utan termasu hewan omnivora, sebagian besar dari mere a hanya
mema an tumbuhan. Ma anan esu aan orang utan adalah buah-buahan. Ma anan lainnya a.l.:

 Daun-daunan

 Biji-bijian

 Kulit ayu

 Tunas tanaman (yang luna )

 Bunga-bungaan

Selain itu mere a juga mema an serangga dan hewan-hewan ecil lainnya (seperti burung
dan mamalia ecil).

Orang utan bah an tida perlu meninggal an pohon mere a ji a ingin minum. Mere a
biasanya meminum air yang telah ter umpul di lubang-lubang di antara cabang pohon..

""

Orang utan betina biasanya melahir an pada usia 7-10 tahun dengan lama andungan
ber isar antara 8,5 hingga 9 bulan hampir sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahir an
seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orang utan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun.

 #$$   $cc 

Klasifi asi ilmiah

%& 
Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia : Cercopithecidae

Genus :p  

Spesies : p






Monyet pema an epiting (p   



) adalah era asli Asia Tenggara. Spesies
ini juga disebut Monyet Cynomolgus dan Monyet bere or-panjang. p   


diguna an untu e sperimen medis.

½
c¦c'( 
Klasifi asi ilmiah 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia
Ordo : Primata

Familia : Cercopithecidae

Genus :Y


Spesies :   




½' (Y

 ) adalah spesies monyet Dunia Baru terancam yang endemi
pada sebagian pulau Jawa, Indonesia.

Terdapat dua subspesies Surili Jawa:

 Y

   - ada di Jawa Barat

 Presbytis comata fredericae - ada di Jawa Tengah

G$   



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia : Cercopithecidae

Genus :›



Spesies : ›




G atau dalam nama ilmiahnya ›

 
adalah sejenis era berhidung
panjang dengan rambut berwarna co lat emerahan dan merupa an satu dari dua spesies dalam
genus tunggal era ›

.

Ciri-ciri utama yang membeda an be antan dari era lainnya adalah hidung panjang dan
besar yang hanya ditemu an di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada be antan jantan
masih tida jelas, namun ini mung in disebab an oleh sele si alam. Kera betina lebih memilih
jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, be antan di enal
juga sebagai )G!. Dalam bahasa Brunei (× ) disebut ×.

Be antan jantan beru uran lebih besar dari betina. U urannya dapat mencapai 75cm
dengan berat mencapai 24 g. Kera betina beru uran 60cm dengan berat 12 g. Spesies ini juga
memili i perut yang besar, sebagai hasil dari ebiasaan meng onsumsi ma anannya. Selain
buah-buahan dan biji-bijian, be antan mema an ane a daun-daunan, yang menghasil an banya
gas pada wa tu dicerna. Ini menga ibat an efe samping yang membuat perut be antan jadi
membuncit.

Be antan tersebar dan endemi di hutan ba au, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan.
Spesies ini menghabis an sebagian wa tunya di atas pohon dan hidup dalam elompo -
elompo yang berjumlah antara 10 sampai 32 era. Be antan juga dapat berenang dengan bai ,
ter adang terlihat berenang dari satu pulau e pulau lain.

Be antan merupa an mas ot fauna provinsi Kalimantan Selatan.

Berdasar an dari hilangnya habitat hutan dan penang apan liar yang terus berlanjut, serta
sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, be antan dievaluasi an sebagai Terancam
Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftar an dalam CITES Appendix I.

 #$$  ' 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia : Cercopithecidae

Genus :Macaca

Spesies : p   


Kera e or panjang (p   



) mempunyai panjang tubuh 38-76 cm, panjang
e or 61 cm dengan berat badan sampai 6 g. Tubuhnya tampa o oh yang tertutup mantel
rambut berwarna co lat emerah-merahan di bagian bawah nampa lebih muda dan mu a
menonjol dengan wama eputih-putihan. Wama mantel rambut era ini yang hidup di pedalaman
hutan lebih gelap dari pada yang hidup dipantai. Ana era e or panjang mantel rambut
berwama hitam dengan rambut mu a dan telinga nampa cemerlang, warna rambut inl a an
berubah setelah berumur 1 tahun.

Anggota badan dapat difungsi an sebagal tangan dan sebagai a i. Jari-jari a i dan tangan
masing-masing berjumlah 5 biji dan sangat mudah digera an. Pergera an satwa ini ji a berada
di pohon mengguna an jari- jarinya, namun ji a di atas tanah a an mengguna an telapa a i
dan tangannya e tanah. Macaca juga dapat memanjat sambil melompat sejauh 5 meter. Jenis
monyet ini juga dapat berenang dengan bai .

Kera e or panjang hidup ber elompo , jumlah elompo biasanya terdiri dari 10-20 e or
di hutan ba au, 20-30 e or di hutan primer, 30-50 e or di hutan se under, dengan omposisi
omplit ada indu jantan dan betina beserta ana -ana nya. Besar ecilnya elompo ditentu an
oleh ada tida nya pemangsa dan sumber pa an di alam. Pergera an dila u an untu
mendapat an pa an di dalam melangsung an hidupnya. Luas daerah jelajah 50 hingga 100 ha
untu satu elompo . Luas daerah jelajah sangat erat hubungannya dengan sumber pa an.

Monyet ini memili i alat elamin menonjol, yang jantan antong za ar besar. Masa awin
pada setiap si lus, awinnya beramai-ramai, see or pejantan awin dengan beberapa e or betina
dan see or betina awin dengan beberapa e or pejantan. Masa bunting selama 116 hari.

Monyet e or panjang mampu hidup dalam berbagai ondisi dari hutan ba au di pantai,
dataran rendah sampai pegunungan dengan eting- gian 2000 mdpl. Monyet ini dapat ditemu an
di mana-mana, menjadi hama bagi pendudu , merusa padi, jagung dan tanaman buah-buahan.
Dalam mencari ma an monyet e or panjang selalu merubah daerah jelajahnya, tergantung
pada eterse diaan ma anan. Ma anannya daun, buah, biji, dan bunga. Selain itu juga ma an
serangga, telur ana burung, epiting, udang, erang dll.

¦

G
$  


Klasifi asi ilmiah

Kerajaan: Animalia 
Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primates

Familia: Cercopithecidae

Genus :  

Spesies&
 



¦G! atau dalam nama ilmiahnya   


 
adalah sejenis lutung
beru uran sedang, dengan panjang se itar 55cm. Lutung Budeng memili i rambut tubuh
berwarna hitam. Dan seperti jenis lutung lainnya, lutung ini memili i e or yang panjang, se itar
87cm.

Jantan dan betina biasanya berwarna hitam, namun betina memili i warna putih
e uningan di se itar elaminnya. Lutung muda memili i rambut tubuh berwarna oranye. Ada
dua subspesies dari Lutung Budeng, yang dibeda an dari daerah sebarannya. Subspesies utama,
 
memili i ras yang lang a, di mana lutung dewasa memili i warna rambut seperti
lutung muda yang berwarna oranye, namun warnanya lebih gelap sedi it dengan ujung uning.

Endemi Indonesia, Lutung Budeng tersebar dan ditemu an di dalam hutan hujan tropis
pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan Sumatra.

Lutung Budeng adalah hewan diurnal, yang lebih a tif pada wa tu siang hari di atas
pepohonan. Ma anan po o nya terdiri dari tumbuh-tumbuhan. Mema an dedaunan, buah-
buahan dan bunga. Spesies ini juga mema an larva serangga.

Lutung Budeng hidup ber elompo , yang dalam satu elompo nya terdiri dari se itar tujuh
e or lutung, termasu satu atau dua e or lutung jantan dewasa. Lutung betina biasanya hanya
mempunyai satu ana setiap melahir an dan saling bantu membesar an ana -ana lutung.
Namun lutung betina juga bersifat sangat agresif terhadap lutung betina dari elompo lain.

Berdasar an dari hilangnya habitat hutan dan penang apan liar yang terus berlanjut, serta
populasi lutung yang terus menyusut, Lutung Budeng dievaluasi an sebagai terancam punah di
dalam IUCN Red List.

$ 
Klasifi asi ilmiah 
Kerajaan: Animalia 
Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Familia: Hylobatidae

Genus : *)"
Species:   



 adalah anggota superfamilia *! dari ordo Primata. Dalam sistem
ta sonomi saat ini ada dua familia    :

 familia Hylobatidae terdiri dari 4 genus dan 12 spesies gibbon, termasu Lar Gibbon dan

Siamang

 familia Hominidae terdiri dari orangutan, gorilla, simpanse, dan manusia

Banya spesies era saat ini memili i status terancam arena hilangnya habitat mere a di
hutan hujan tropis dan perburuan. Saat ini ada 8 genus hominoid yang belum punah.

cc   c+


½ ¦
(



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Viverridae

Genus :

 

Spesies : 
 
  adalah hewan menyusu (mamalia) yang termasu su u musang dan
garangan (Viverridae). Nama ilmiahnya adalah Y 
   
. Hewan ini juga
dipanggil dengan berbagai sebutan lain seperti musang (nama umum, Betawi),   (Sunda),
 × atau  × (Jawa), serta   ,  
, 

 atau   
dalam bahasa Inggris.

x

Musang bertubuh sedang, dengan panjang total se itar 90 cm (termasu e or, se itar 40 cm
atau urang). Abu-abu eco latan dengan e or hitam-co lat mulus.

Sisi atas tubuh abu-abu eco latan, dengan variasi dari warna tengguli (co lat merah tua)
sampai ehijauan. Jalur di punggung lebih gelap, biasanya berupa tiga atau lima garis gelap yang
tida begitu jelas dan terputus-putus, atau membentu deretan binti -binti besar. Sisi samping
dan bagian perut lebih pucat. Terdapat beberapa binti samar di sebelah menyebelah tubuhnya.

Wajah, a i dan e or co lat gelap sampai hitam. Dahi dan sisi samping wajah hingga di
bawah telinga berwarna eputih-putihan, seperti beruban. Satu garis hitam samar-samar lewat di
tengah dahi, dari arah hidung e atas epala.

Hewan betina memili i tiga pasang puting susu.

"

Musang luwa adalah salah satu jenis mamalia liar yang erap ditemui di se itar
pemu iman dan bah an per otaan. Hewan ini amat pandai memanjat dan bersifat arboreal, lebih
erap ber eliaran di atas pepohonan, mes ipun tida segan pula untu turun e tanah. Musang
juga bersifat no turnal, a tif di malam hari untu mencari ma anan dan lain-lain a tifitas
hidupnya.

Musang luwa , menurut lu isan dalam bu u William Marsden (1811),  


  
 .

')""! )"

Ada empat spesies musang dari marga Y 


, yalah:

1.Y 
   
, musang luwa , yang menyebar luas mulai dari India dan
bagian utara Pa istan di barat, Sri Lan a, Bangladesh, Burma, Asia Tenggara, Tiong o
selatan, Semenanjung Malaya hingga e Filipina. Di Indonesia didapati di Sumatra,
Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, serta Taliabu dan Seram di
Malu u.
2.Y 
 

, menyebar terbatas di Sri Lan a.

3.Y 
  , menyebar terbatas di negara bagian Kerala, India selatan.

4.Y 
   , menyebar terbatas di Kepulauan Mentawai.

') 

 Musang a ar (?       ), dengan e or yang umumnya lebih panjang dari

epala dan tubuhnya, tiga garis punggung yang tanpa atau hampir tida terputus, dan tida
memili i binti -binti di sisi tubuhnya. Musang a ar hidup di hutan.

 Musang galing (Y  ), biasanya lebih emerahan (tengguli), tanpa binti -
binti di sisi tubuh, wajah putih e uningan dengan µtopeng¶ gelap ehitaman di se itar
mata.

 Musang rase (    ), e or berbelang-belang sempurna, hitam putih, 6-9

buah.

x *  
Klasifi asi ilmiah 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus :› 

Spesies :›   

, ! atau dalam nama ilmiahnya › 


  
 adalah sejenis ucing
beru uran sedang, dengan panjang tubuh mencapai 95cm. Spesies ini pada umumnya memili i
bulu berwarna elabu eco latan dengan gambaran seperti awan dan binti hitam di tubuhnya.
Binti hitam di epalanya beru uran lebih ecil dan terdapat totol putih di bela ang uping.
Macan dahan mempunyai a i pende dengan telapa a i besar serta e or panjang dengan garis
dan binti hitam. Macan dahan betina serupa.
Daerah sebaran macan dahan adalah Asia Tenggara, di hutan dataran rendah dan
pegunungan di Republi Ra yat Cina, Indocina, Semenanjung Melayu, India, Pulau Kalimantan
dan Sumatra. Spesies ini telah punah di alam bebas di Republi Cina.

Macan dahan adalah hewan no turnal yang a tif berburu di malam hari. Hewan ini banya
menghabis an wa tunya di atas pohon dan dapat bergera dengan lincah di antara pepohonan.

Mangsa macan fahan terdiri dari ane a satwa liar berbagai u uran seperti era, ular,
mamalia ecil, burung, rusa dan be antan. Macan fahan mengguna an lidahnya untu
membersih an bulu-bulu sebelum mema an mangsanya.

Berdasar an dari hilangnya habitat hutan, populasi yang terus menyusut dan penang apan
liar yang terus berlanjut untu di ambil bulunya, onsumsi dan obat-obatan tradisional di
beberapa negara, macan dahan dievaluasi an sebagai rentan di dalam IUCN Red List. Spesies ini
didaftar an dalam CITES Appendix I.

x*$$* 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus : 

Spesies : 



x atau , (dari bahasa Sanse erta x × berarti "berbinti ") (?   
 
) adalah anggota eluarga ucing (Felidae) yang berburu mangsa dengan mengguna an
ecepatan dan bu an ta ti mengendap-endap atau bergerombol. Hewan ini adalah hewan yang
tercepat di antara hewan darat dan dapat mencapai ecepatan 110 m/h dalam wa tu sing at
sampai 460 m, dengan a selerasi 0 - 100 m/h dalam wa tu 3,5 deti , lebih cepat dari beberapa

 .

x 

¦



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus :Y

Spesies :




,  atau dalam nama ilmiahnya Y 


adalah salah satu dari empat
ucing besar. Hewan ini di enal juga dengan sebutan harimau dahan. Pada mulanya, banya
orang berpi iran bahwa Macan Tutul adalah hibrida dari Singa dan Harimau. Macan tutul Jawa
(Y

) adalah fauna identitas Jawa Barat dan bersama-sama macan tutul umbang (Y

) adalah jenis terancam punah di Indonesia.

Macan Tutul beru uran besar, dengan panjang tubuh antara satu sampai dua meter. Spesies
ini pada umumnya memili i bulu berwarna uning eco latan dengan binti -binti berwarna
hitam. Binti hitam di epalanya beru uran lebih ecil. Macan Tutul betina serupa, dan
beru uran lebih ecil dari jantan.

Daerah sebaran Macan Tutul adalah di benua Asia dan Afri a. Spesies ini mempunyai
lebih dari 30 subspesies yang ditemu an di segala macam habitat, mulai dari hutan tropis, gurun,
savanah, pegunungan dan daerah pemu iman.

Macan Tutul adalah hewan penyendiri, yang saling menghindari satu sama lain. Spesies ini
lebih a tif di malam hari. Karena ting at ematian ana yang tinggi, betina biasanya mempunyai
satu sampai dua ana , yang tinggal bersama indu nya sampai macan muda berumur se itar
antara satu setengah sampai dua tahun.

Macan Tutul merupa an pemburu oportunitis, yang mengguna an segala esempatan


untu mendapat an mangsanya. Mere a mema an hampir segala mangsa dari berbagai u uran.
Mangsa utamanya terdiri dari ane a hewan menyusui, binatang pengerat, i an, burung, monyet
dan binatang-binatang lain yang terdapat dise itar habitatnya.

Pada umumnya, Macan Tutul menghindari manusia. Namun macan yang urang sehat,
elaparan atau terlu a sehingga tida dapat berburu mangsa yang biasa, dapat memangsa
manusia. Ada peristiwa mengenai see or Macan Tutul jantan di Rudraprayag memangsa lebih
dari 125 jiwa, dan see or Macan Tutul betina yang disebut "Macan Tutul Panar" memangsa lebih
dari 400 jiwa pada awal abad e-20 di India.

Beberapa subspesies dari Macan Tutul seperti Macan Kumbang dari Indonesia terancam
punah, namun secara umum Macan Tutul dievaluasi an sebagai Beresi o Rendah di dalam
IUCN Red List.

*c




Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus :Y

Spesies :

 

* atau , tergolong dalam erajaan hewan dalam filum ordata (mempunyai
saraf tulang bela ang), sub-filum vertebrata (bertulang bela ang), elas mamalia (berdarah
panas, berbulu dengan elenjar susu), pema an daging ( arnivora), eluarga felidae ( ucing),
genus panthera, spesies tigris (harimau).

Harimau biasanya memburu mangsa yang aga besar seperti rusa sambar, ijang, babi,
ijang, ancil, tetapi a an memburu hewan ecil seperti landa apabila mangsa yang aga besar
itu tida ada.

-

Harimau di enal sebagai ucing terbesar, harimau pada dasarnya mirip dengan singa
u urannya, walaupun sedi it lebih berat. Beda subspesies harimau memili i ara teristi yang
berbeda juga, pada umumnya harimau jantan memili i berat antara 180 dan 320 g dan betina
berbobot antara 120 dan 180 g. Panjang jantan antara 2,6 dan 3,3 meter, sedang an betina
antara 2,3 dan 2,75 meter. Di antara subspesies yang masih hidup, Harimau Sumatra adalah yang
paling ecil dan Harimau Siberia yang paling besar.

Loreng pada ebanya an harimau bervariasi dari co lat e hitam. Bentu dan epadatan
lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memili i
lebih dari 100 loreng. Harimau Jawa yang se arang sudah punah emung inan memili i loreng
yang lebih banya lagi. Pola loreng uni setiap harimau, dan dapat diguna an untu
membeda an satu sama lain, mirip dengan fungsi cap jari yang diguna an untu
mengindentifi asi orang. Ini bu an, bagaimanapun juga, metode pengidentifi asian yang
disaran an, ter ait esulitan untu mere am pola loreng pada harimau liar. Sepertinya fungsi
loreng adalah untu amuflase, untu menyembunyi an mere a dari mangsanya.

½" )! 
 Harimau Indochina (Y 
  ) - yang terdapat di awasan hutan hujan dan

padang rumput Malaysia, Kamboja, Republi Ra yat Cina, Laos, Myanmar, Thailand,
dan Vietnam.

 Harimau Bengal (Y  


  
) - yang terdapat di awasan hutan hujan dan
padang rumput Bangladesh, Bhutan, Republi Ra yat Cina, India, dan Nepal.

 Harimau Tiong o Selatan (Y 


 

) - yang tinggal di awasan hutan
hujan dan padang rumput tengah dan barat Republi Ra yat Cina.

 Harimau Siberia (Y  


  ) - atau juga di enal sebagai Amur, Ussuri,

Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di
awasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.

 Harimau Sumatra (Y 



) - yang tinggal hanya di epulauan Sumatera.

 Harimau Malaya (Y  


  ×
 ) - yang tinggal hanya di Semenanjung

Malaysia.

½" )! 

 Harimau Caspian (Y  


  ) - yang telah punah se itar 1950an. Harimau

Caspian ini pernah ber eliaran di awasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan,
Iran, Mongolia, Tur i, dan awasan Asia tengah Russia.

 Harimau Jawa yang punah tahun 1972.


 Harimau Jawa (Y 

 ) - yang telah punah se itar 1972. Harimau Jawa
pernah ber eliaran di awasan hutan hujan pulau Jawa, Indonesia.

 Harimau Bali (Y  


  ) - yang telah punah se itar 1937. Harimau Bali

pernah ber eliaran di awasan hutan hujan epulauan Bali, Indonesia.



 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus :

Spesies :   

Puma termasu dalam family felidae. Bentu nya seperti ucing yang memili i u uran
yang lebih besar 

½c  


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Felidae

Genus :Y

Spesies :



½ (Sanse erta:  ') atau dalam nama ilmiahnya Y adalah see or hewan
dari eluarga   atau genus ucing. Singa merupa an hewan yang hidup dalam elompo .
Biasanya terdiri dari see or jantan dan banya betina. Kelompo ini lantas menjaga daerah
e uasaannya. Berat Singa urang lebih antara 150 g (betina) dan 225 g (jantan). Umurnya
antara 10 sampai 15 tahun di hutan. Tetapi ji a dipelihara bisa sampai 20 tahun.

Singa betina jauh lebih a tif dalam berburu, sedang an Singa jantan lebih santai dan selalu
bersi ap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya.

Singa jantan dipercaya lebih unggul dan per asa dibanding an dengan ucing- ucing besar
lainnya, arena singa mampu memanjat pohon, sedang an Harimau tida .

Singa jantan di tumbuhi bulu tebal dise itar teng u nya, hal ini lebih menguntung an
untu melindungi teng u nya, terutama dalam per elahian bebas antara ucing besar, yang
ter enal dengan selalu mener am teng u untu melumpuh an musuhnya.

Kucing besar lainnya, seperti Cheetah dan Macan Tutul memili i u uran tubuh jauh lebih
ecil dibanding Singa.

*"
Dahulu, Singa hidup di seluruh Afri a, Timur Tengah dan ana benua India. Tetapi
se arang habitatnya hanya di sebagian ecil ana benua India dan Afri a. Itu terjadi arena
perburuan liar yang ingin mengambil ulitnya.

' 




Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Karnivora

Familia : Canidae

Genus :

Spesies :  
 

% atau % (x  


) adalah anjing hutan yang hidup di Asia, terutama di wilayah
selatan dan timur. Aja tida sama dengan serigala.

Aja merupa an anjing asli Nusantara, terdapat di pulau Sumatra dan Jawa, mendiami
terutama awasa pegunungan dan hutan. Anjing ampung dan yang lainnya yang biasa dijadi an
peliharaan di Indonesia, sebenarnya merupa an anjing impor yang berasal dari daerah lain. Aja
berperawa an sedang, berwarna co lat emerahan. Di bagian bawah dagu, leher, hingga ujung
perut berwarna putih, sedang an e ornya tebal ehitaman.

Aja biasa hidup bergerombol dalam lima hingga dua belas e or, tergantung
ling ungannya. Namun demi ian, pada eadaan tertentu, aja dapat hidup soliter (menyendiri),
seperti yang ditemu an di Taman Nasional Gunung Leuser.

Gc 


Klasifi asi
ilmiah 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Viverridae

Genus :

Spesies :  

G (?  
    ) adalah sejenis musang bertubuh besar, anggota su u
Viverridae. Beberapa diale Melayu menyebutnya    ,    atau   . Dalam
bahasa Inggris, hewan ini disebut    , px x, ?
 , Y ,
atau secara ring as  . Barang ali arena arnivora berbulu hitam lebat ini bertampang
mirip beruang yang bere or panjang, sementara juga ber umis lebat dan panjang seperti ucing
(: beruang : ucing).

Musang yang bere or besar panjang dan bertubuh besar. Panjang epala dan tubuh antara
60 ± 95 cm, ditambah e ornya antara 50 ± 90 cm. Beratnya se itar 6 ± 14 g, bah an sampai 20
g.

Berambut panjang dan asar, berwarna hitam seluruhnya atau eco latan, dengan taburan
uban eputih-putihan atau emerahan. Pada masing-masing ujung telinga terdapat seber as
rambut yang memanjang. E or berambut lebat dan panjang, terutama di bagian mende ati
pang al, sehingga ter esan gemu . E or ini dapat diguna an untu berpegangan pada dahan
(
 ), sebagai µ a i elima¶.

Binturung betina memili i 


  
alias penis palsu, suatu organ has yang lang a
ditemui. (Stinner, Mindy.       [1]).
"!)"

Sebagaimana umumnya musang, binturung terutama a tif di malam hari. Di atas


pepohonan (arboreal) atau juga turun e tanah (terestrial). Kadang- adang ada juga yang bangun
dan a tif di siang hari.

Mes i termasu bangsa Carnivora, yang artinya pema an daging atau pemangsa, ma anan
binturung terutama adalah buah-buahan masa di hutan, misalnya jenis-jenis ara (a
spp.).
Hewan ini juga mema an pucu dan daun-daun tumbuhan, telur, dan hewan-hewan ecil semisal
burung dan hewan pengerat.

Pandai memanjat dan melompat dari dahan e dahan, binturung biasanya bergera tanpa
tergesa-gesa di atas pohon. E ornya diguna an untu eseimbangan, atau ter adang
berpegangan mana ala sedang meraih ma anannya di ujung rerantingan. Ca arnya ber u u
tajam dan meleng ung, memung in annya untu menceng eram pepagan dengan uat. Ka i
bela angnya dapat diputar e bela ang untu memegang batang pohon, sehingga binturung
dapat turun dengan cepat dengan epala lebih dulu.

Binturung mengeluar an semacam bau, seperti umumnya musang, dari elenjar di bawah
pang al e ornya. Bau ini diguna an untu menandai wilayah e uasaannya. Hewan betina
melahir an 2-6 ana , setelah mengandung selama urang lebih 91 hari.

Binturung menyu ai hutan-hutan primer dan se under, hanya adang- adang saja
ditemu an di ebun di tepi hutan.

Hewan ini menyebar luas mulai dari dataran tinggi Si im hingga e Tiong o selatan,
Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Palawan.

G$
 x ¦


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Ursidae

Genus :

Spesies &
 

G, adalah salah satu jenis beruang. Beruang co lat bisa berbobot 130±700 g
(300±1500 pon). Ada beberapa subspesies beruang co lat, antara lain:   ×  ,
  ×  ×,   ×?
×,     dan   ×p×
× .

G$
 
Klasifi asi ilmiah 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Carnivora

Familia : Ursidae

Genus : 

Species :  
sp

G adalah mamalia besar dari ordo Carnivora, famili Ursidae.

-

Beruang memili i e or ecil, indra penciuman dan pendengaran yang ulung, lima u u per
telapa tangan yang ta dapat ditari masu , serta bulu yang panjang, lebat dan asar. Mere a
memili i ca ar yang lebar, moncong yang panjang, dan telinga bundar. Giginya diguna an untu
bertahan dan alat dan tergantung pada ma anannya. Ku u- u unya diguna an untu menyobe ,
menggali, dan menang ap. Pengelihatan beruang hampir sama dengan pengelihatan manusia.
Beruang hitam dan sejenisnya, tida buta warna , yang memung in an mere a membeda an.

Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat memili i 32 hingga 42 gigi. Gigi beruang tida
di husus an untu membunuh mangsa mere a.Gigi taring beruang relatif ecil dan umumnya
diguna an untu pertahanan diri atau alat. Gigi geraham beruang lebar, datar dan diguna an
untu memotong dan menggiling tumbuhan menjadi potongan lebih ecil yang dapat dicerna.

Beruang memili i empat ca ar. Setiap ca ar dileng api lima u u yang tajam dan panjang.
Ku u tersebut dapat diguna an untu memanjat pohon, menyobe sarang rayap dan sarang
lebah, menggali a ar, atau menang ap mangsa, tergantung pada spesiesnya. jangan meremeh an
beruang, dapat berlari mencapai ecepatan 50 m/jam (30 mph). Beruang juga dapat bergera
dengan fle sibel dan lincah.

Bulu beruang panjang dan asar. Warna bulu bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada
yang berwarna putih, blonde atau rem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau co lat semua.
Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mere a satu spesies. Sebagai contoh, Beruang
Ameri a hitam mung in saja berbulu hitam, co lat, co lat emerahan, atau hitam ebiruan.
Beberapa spesies, seperti
  dan
    memili i dada yang berwarna cerah
dengan  × 
.

Pada semua spesies beruang, jantan lebih besar daripada betina. Perbedaan antar jenis
elamin ini, sema in besar pada spesies yang lebih besar. Beruang utub jantan berbobot dua
ali lebih besar daripada betinanya, sedang an jantan spesies beruang yang lebih ecil berbobot
hampir sama dengan betinanya. Beruang dapat hidup se itar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang
yang hidup di hutan, lebih cepat mati daripada mere a yang hidup di ebun binatang.

Ada banya macam beruang yang berbeda seperti beruang utub, beruang co lat, beruang
hitam, panda, dsb.
ccc $c½½x#¦

G '(



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Perissodactyla

Familia : Rhinocerotidae

Genus :   

Spesies : 


G!' atau G!",, (   




) adalah anggota famili
Rhinocerotidae dan satu dari lima bada yang masih ada. Bada ini masu e genus yang sama
dengan bada India dan memili i ulit bermosai yang menyerupai baju baja. Bada ini
memili i panjang 3,1±3,2 m dan tinggi 1,4±1,7 m. Bada ini lebih ecil daripada bada India dan
lebih de at dalam besar tubuh dengan bada Hitam. U uran culanya biasanya lebih sedi it
daripada 20 cm, lebih ecil daripada cula spesies bada lainnya.

Bada ini pernah menjadi salah satu bada di Asia yang paling banya menyebar. Mes i
disebut "Bada Jawa", binatang ini tida terbatas hidup di pulau Jawa saja, tapi di seluruh
Nusantara, sepanjang Asia Tenggara dan di India serta Tiong o . Spesies ini ini statusnya
sangat ritis, dengan hanya sedi it populasi yang ditemu an di alam bebas, dan tida ada di
ebun binatang. Bada ini emung inan adalah mamalia terlang a di bumi.[4] Populasi 40-50
bada hidup di Taman Nasional Ujung Kulon di pulau Jawa, Indonesia. Populasi bada Jawa di
alam bebas lainnya berada di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam dengan per iraan populasi
tida lebih dari delapan pada tahun 2007. Ber urangnya populasi bada Jawa dia ibat an oleh
perburuan untu diambil culanya, yang sangat berharga pada pengobatan tradisional Tiong o ,
dengan harga sebesar $30.000 per ilogram di pasar gelap. Ber urangnya populasi bada ini juga
disebab an oleh ehilangan habitat, yang terutama dia ibat an oleh perang, seperti perang
Vietnam di Asia Tenggara juga menyebab an ber urangnya populasi bada Jawa dan
menghalangi pemulihan. Tempat yang tersisa hanya berada di dua daerah yang dilindungi, tetapi
bada Jawa masih berada pada resi o diburu, pe a terhadap penya it dan menciutnya eragaman
geneti menyebab annya terganggu dalam ber embangbia . WWF Indonesia mengusaha an
untu mengembang an edua bagi bada Jawa arena ji a terjadi serangan penya it atau
bencana alam seperti tsunami, letusan gunung berapi Kra atau dan gempa bumi, populasi bada
jawa a an langsung punah Selain itu, arena invasi lang ap (arenga) dan ompetisi dengan
banteng untu ruang dan sumber, ma a populasinya sema in terdesa .[6] Kawasan yang
diidentifi asi an aman dan relatif de at adalah Taman Nasional Halimun di Gunung Sala , Jawa
Barat yang pernah menjadi habitat bada Jawa.[6]

Bada Jawa dapat hidup selama 30-45 tahun di alam bebas. Bada ini hidup di hutan hujan
dataran rendah, padang rumput basah dan daerah daratan banjir besar. Bada Jawa ebanya an
bersifat tenang, ecuali untu masa enal-mengenal dan membesar an ana , walaupun suatu
elompo ter adang dapat ber umpul di de at ubangan dan tempat mendapat an mineral.
Bada dewasa tida memili i hewan pemangsa sebagai musuh. Bada Jawa biasanya
menghindari manusia, tetapi a an menyerang manusia ji a merasa diganggu. Peneliti dan
pelindung alam jarang meneliti binatang itu secara langsung arena elang aan mere a dan
adanya bahaya mengganggu sebuah spesies terancam. Peneliti mengguna an amera dan sampel
otoran untu mengu ur esehatan dan ting ah la u mere a. Bada Jawa lebih sedi it dipelajari
daripada spesies bada lainnya.

Terdapat tiga subspesies, yang hanya dua subspesies yang masih ada, sementara satu
subspesies telah punah:

     
  
, tipe subspesies yang di etahui sebagai × !

 
" yang pernah hidup di pulau Jawa dan Sumatra. Kini populasinya hanya se itar
40-50 di Taman Nasional Ujung Kulon yang terleta di ujung barat pulau Jawa. Satu
peneliti mengusul an bahwa bada Jawa di Sumatra masu e dalam subspesies yang
berbeda, 
a  , tetapi hal ini tida diterima secara luas.[8][9]

     


, di etahui sebagai G! ' + atau

G!+, yang pernah hidup di sepanjang Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand dan
Malaysia. ? 
berasal dari deretan pegunungan Annam di Asia Tenggara, bagian
dari tempat hidup spesies ini. Kini populasinya diper ira an lebih sedi it dari 12, hidup
di hutan daratan rendah di Taman Nasional Cat Tien, Vietnam. Analisa geneti a memberi
esan bahwa dua subspesies yang masih ada memili i leluhur yang sama antara 300.000
dan 2 juta tahun yang lalu.[9][10]

     
  , di etahui sebagai G! ' c!, pernah hidup di

Benggala sampai Burma (Myanmar), tetapi dianggap punah pada dasawarsa awal tahun
1900-an. 
berarti  , arena ara teristi bada ini adalah cula ecil pada
bada jantan, dan ta ada cula pada betina. Spesimen spesies ini adalah betina yang tida
memili i cula. Situasi politi di Burma mencegah ta siran spesies ini di negara itu, tetapi
eselamatannya dianggap ta dapat dipercaya.[11][12][13]

 

Bada Jawa lebih ecil daripada sepupunya, bada India, dan memili i besar tubuh yang
de at dengan bada Hitam. Panjang tubuh bada Jawa (termasu epalanya) dapat lebih dari
3,1±3,2 m dan mencapai tinggi 1,4±1,7 m. Bada dewasa dilapor an memili i massa antara 900
dan 2.300 ilogram. Penelitian untu mengumpul an pengu uran a urat bada Jawa tida
pernah dila u an dan bu an prioritas. Tida terdapat perbedaan besar antara jenis elamin, tetapi
bada Jawa betina u uran tubuhnya dapat lebih besar. Bada di Vietnam lebih ecil daripada di
Jawa berdasar an penelitian bu ti melalui foto dan pengu uran jeja a i mere a..[18]

Seperti sepupunya di India, bada Jawa memili i satu cula (spesies lain memili i dua cula).
Culanya adalah cula ter ecil dari semua bada , biasanya lebih sedi it dari 20 cm dengan yang
terpanjang sepanjang 27 cm. Bada Jawa jarang mengguna an culanya untu bertarung, tetapi
mengguna annya untu memindah an lumpur di ubangan, untu menari tanaman agar dapat
dima an, dan membu a jalan melalui vegetasi tebal. Bada Jawa memili i bibir panjang, atas
dan tinggi yang membantunya mengambil ma anan. Gigi serinya panjang dan tajam eti a
bada Jawa bertempur, mere a mengguna an gigi ini. Di bela ang gigi seri, enam gigi geraham
panjang diguna an untu mengunyah tanaman asar. Seperti semua bada , bada Jawa memili i
penciuman dan pendengaran yang bai tetapi memili i pandangan mata yang buru . Mere a
diper ira an hidup selama 30 sampai 45 tahun.[18]

Kulitnya yang sedi it berbulu, berwarna abu-abu atau abu-abu-co lat membung us
punda , punggung dan pantat. Kulitnya memili i pola mosai alami yang menyebab an bada
memili i perisai. Pembung us leher bada Jawa lebih ecil daripada bada India, tetapi tetap
membentu bentu pelana pada punda . Karena resi o mengganggu spesies terancam, bada
Jawa dipelajari melalui sampel otoran dan amera. Mere a jarang ditemui, diamati atau diu ur
secara langsung.[19]
½

Bada Jawa adalah binatang tenang dengan pengecualian eti a mere a ber embang bia
dan apabila see or inang mengasuh ana nya. Mere a ter adang a an ber erumun pada
elompo ecil di tempat mencari mineral dan ubangan lumpur. Ber ubang di lumpur adalah
sifat umum semua bada  a tivitas itu membuat mere a dapat menjaga suhu tubuh dan
membantu mencegah penya it dan parasit. Bada Jawa tida menggali ubangan lumpurnya
sendiri dan lebih su a mengguna an ubangan binatang lainnya atau lubang yang muncul secara
alami, yang a an mengguna an culanya untu memperbesar. Tempat mencari mineral juga
sangat penting arena nutrisi untu bada diterima dari garam. Wilayahi jantan lebih besar
dibanding an betina dengan besar wilayah jantan 12±20 m² dan wilayah betina yang
diper ira an 3±14 m². Wilayah jantan lebih besar daripada wilayah wanita. Tida di etahui
apa ah terdapat pertempuran teritorial.[25]

Jantan menandai wilayah mere a dengan tumpu an otoran dan perci an urin. Goresan
yang dibuat oleh a i di tanah dan gulungan pohon muda juga diguna an untu omuni asi.
Anggota spesies bada lainnya memili i ebiasaan has membuang air besar pada tumpu an
otoran bada besar dan lalu menggores an a i bela angnya pada otoran. Bada Sumatra dan
Jawa eti a buang air besar di tumpu an, tida mela u an goresan. Adaptasi sifat ini di etahui
secara e ologi di hutan hujan Jawa dan Sumatera, metode ini mung in tida berguna untu
menyebar bau.[25]

Bada Jawa memili i lebih sedi it suara daripada bada Sumatra sangat sedi it suara
bada Jawa yang di etahui. Bada Jawa dewasa tida memili i musuh alami selain manusia.
Spesies ini, terutama se ali di Vietnam, adalah spesies yang melari an diri e hutan eti a
manusia mende at sehingga sulit untu meneliti bada .[5] Keti a manusia terlalu de at dengan
bada Jawa, bada itu a an menjadi agresif dan a an menyerang, meni am dengan gigi serinya
di rahang bawah sementara meni am eatas dengan epalanya.[25] Sifat anti-sosialnya mung in
merupa an adaptasi te anan populasi bu ti sejarah mengusul an bahwa spesies ini pernah lebih
ber elompo .[9]



Bada Jawa adalah hewan herbivora dan ma an bermacam-macam spesies tanaman,


terutama tunas, ranting, daun-daunan muda dan buah yang jatuh. Kebanya an tumbuhan disu ai
oleh spesies ini tumbuh di daerah yang ter ena sinar matahari: pada pembu aan hutan, sema -
sema dan tipe vegetasi lainnya tanpa pohon besar. Bada menjatuh an pohon muda untu
mencapai ma anannya dan mengambilnya dengan bibir atasnya yang dapat memegang. Bada
Jawa adalah pema an yang paling dapat beradaptasi dari semua spesies bada . Bada
diper ira an ma an 50 g ma anan per hari. Seperti bada Sumatra, bada ini memerlu an
garam untu ma anannya. Tempat mencari mineral umum tida ada di Ujung Kulon, tetapi
bada Jawa terlihat minum air laut untu nutrisi sama yang dibutuh an.

 !

Sifat se sual bada Jawa sulit dipelajari arena spesies ini jarang diamati secara langsung
dan tida ada ebun binatang yang memili i spesimennya. Betina mencapai ematangan se sual
pada usia 3-4 tahun sementara ematangan se sual jantan pada umur 6. Kemung inan untu
hamil diper ira an muncul pada periode 16-19 bulan. Interval elahiran spesies ini 4±5 tahun
dan ana nya membuat berhenti pada wa tu se itar 2 tahun. Empat spesies bada lainnya
memili i sifat pasangan yang mirip.[25]

c+ 

¦


Klasifi asi ilmiah

Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Perissodactyla

Familia : Equidae

Genus : 

Spesies : #
# 


 (artinya urang lebih "hewan ber u u" atau "hewan ber i il") adalah beberapa
elompo mamalia yang mengguna an ujung u u mere a untu menahan berat badannya
sewa tu bergera . Kelompo ini terdiri dari beberapa ordo yang enam sampai delapan di
antaranya masih dijumpai sampai se arang. Y

  (hewan ber u u ganjil seperti uda,


zebra, tapir, dan bada ) serta ?   (hewan ber u u genap seperti babi, uda nil, unta, dan
rusa) merupa an bagian terbesar dari ungulata

6" adalah binatang dari famili uda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih.
Penyebaran habitat di Afri a Selatan, Afri a Barat dan Afri a Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu :
zebra gunung, zebra dataran dan zebra primitif.
Nama ilmiah:  #
  untu zebra gunung  #
#  untu zebra dataran dan  #

 untu zebra primitif. Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan
zebra terhadap predator.Belang zebra dapat membingung an predator.Zebra memili i "warna
disruptif" seperti beberapa ata pohon dan ular belang. Belang pada tubuh zebra memecah
ontur rata hewan,menyamar an bentu asli zebra.Keti a zebra bergera , pola itu lebih
membingung an lagi. Berbeda dengan uda polos biasa. Para ilmuwan berpendapat bahwa
belang pada zebra terjadi arena evolusi, bai variasi maupun sele si alam.

$¦$c



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Perissodactyla

Familia : Equidae

Genus :  #

Spesies :  
 

! ( #
 

) adalah mamalia dari eluarga  # . Merupa an hewan jina
yang diguna an untu bertransportasi dan erja lain, seperti menari ereta uda maupun
membaja ladang.
Keledai bisa memili i ana campuran dengan uda. Ana uda betina dan eledai jantan
disebut bagal. Ana eledai betina dan uda jantan disebut  . Bagal lebih umum, dan telah
diguna an untu transportasi manusia dan benda.







Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Perissodactyla

Familia : Equidae

Genus :  

Spesies :  



! ( #
 
atau  #
 
 
) adalah salah satu dari sepuluh spesies
modern mamalia dari genus  #
. Hewan ini telah lama merupa an salah satu hewan terna
yang penting secara e onomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengang utan orang
dan barang selama ribuan tahun. Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan mengguna an
sadel dan dapat pula diguna an untu menari sesuatu, seperti endaraan beroda, atau baja .
Pada beberapa daerah, uda juga diguna an sebagai sumber ma anan. Walaupun peterna an
uda diper ira an telah dimulai seja tahun 4500 SM, bu ti-bu ti penggunaan uda untu
eperluan manusia baru ditemu an terjadi seja 2000 SM.

Dalam bahasa Jawa disebut , Bahasa Ma assar disebut .

+ cx#¦

½¦

Klasifi asi

Kingdom : animalia

Filum : Chordata

Kelas :Mamalia

Ordo : artiodactyla

Family : cervidae

Genus : Axis

Species : ?

( rusa totol)

Rusa totol (Axis axis) memili i warna ulit co lat emerahan dengan binti -binti putih.
Sema in tua usianya ma a warna co lat ulitnya a an sema in gelap dan binti -binti putihnya
ma in tersusun rapi. Rusa totol membutuh an garam (NaCl) untu membantu metabolisme
ma anan, arena itu mere a sering menjilati bebatuan atau eri il

G 
Klasifi asi ilmiah

Kingdom : animalia

Filum : Chordata

Kelas :Mamalia

Ordo : Artiodactyla

Family : Cervidae

Genus : Boocercus

Species :  
  
( bongo )

Bongo memili i warna yang cerah auburn atau astanye mantel, dengan leher, dada dan
a i umumnya lebih gelap dari bagian tubuh. Kulit bongo jantan menjadi gelap sampai mere a
mencapai usia tertentu hingga berwarna mahoni-warna co lat. Kulit bongo betina biasanya lebih
cerah dari pada bongo jantan

Kulit bongo memili i 10-15 verti al garis uning-putih, tersebar di sepanjang bagian
bela ang dari bagian leher e pantat hewane. Jumlah garis pada setiap sisi jarang yang sama..

Totol tampa di antara mata dan dua titi putih besar setiap pipi. Selain itu juga, totol putih
memenuhi leher dan dada. Kegunaan daun telinga telinga adalah untu mempertajam
pendengaran, dan pewarnaan husus dapat membantu bongo mengidentifi asi satu sama lain
dalam gelap hutan habitat mere a.Mulut dari bongo biasanya berwarna putih, hitam dengan
topped brangus.

Bongo jantan maupun betina memili i tandu . Mere a mematah an tandu nya tiap tahun
sepanjang hidup mere a.tandu pada betina lebih ecil, lebih tipis dan lebih banya cabang.
Besarnya tandu ber isar antara 75 dan 99 sentimeter (30-39 ").
Seperti tandu pada rusa lainnya, tandu bongo berlubang pada bagian dalam, dengan
omposisi seperti pada u u manusia, yaitu zat eratin. Bongo dapat berlari dengan cepat

Gc½  


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Bovidae

Genus :!

Spesies : ! 
 

G adalah elompo mamalia ber u u genap. Mere a membentu genus ! dari
subfamili Bovinae dan famili Bovidae. Bison tinggal di bagian utara bumi. Bison Ameri a
tinggal di Ameri a Utara. Mere a hidup hingga berusia 20 tahun dan lahir tanpa tandu yang
dimili i jantan dan betina.

c'  



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Cervidae

Genus :p 


Spesies : p 
 
"

% atau , adalah erabat rusa yang tergabung dalam genus p  
. Kijang
berasal dari Dunia Lama dan dianggap sebagai jenis rusa tertua, telah ada seja 15-35 juta tahun
yang lalu, dengan sisa-sisa dari masa Miosen ditemu an di Prancis dan Jerman.

Pada masa se arang, munca hanya dapat ditemui di Asia Selatan dan Asia Tenggara,
mulai dari India, Srilang a, Indocina, hingga epulauan Nusantara. Beberapa jenis diintrodu si
di Inggris dan se arang banya dijumpai di sana.

Kijang tida mengenal musim awin dan dapat awin apan saja, namun perila u musim
awin muncul bila ijang dibawa e daerah beri lim sedang. Jantannya memili i tandu pende
yang dapat tumbuh bila patah.

Hewan ini se arang menari perhatian penelitian evolusi mole ular arena memili i
variasi jumlah romosom yang dramatis dan ditemu annya beberapa jenis baru (terutama di
Indocina).

Jenis-jenisnya

 p  
 ×, ijang biasa

 p  

, ijang Reeve, diintrodu si e Inggris
 p  
    
, ijang hitam

 p  
 

 p  
 
, ijang eemasan Kalimantan

 p  

  

 p  
 


 p  
 # 

, ijang ra sasa vietnam

 p  
 


 p  
  

G $  



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Bovidae

Genus :! 

Spesies : ! 



G, 
 
, adalah hewan yang se erabat dengan sapi dan ditemu an di
Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Kalimantan, Jawa, and Bali. Beberapa jenis
banteng ditemu an pula di Australia Utara yang dibawa e sana pada masa olonisasi Britania
pada 1849.

Banteng tumbuh hingga tinggi se itar 1,6 m di bagian punda nya dan panjang badan 2,3 m.
Berat banteng jantan biasanya se itar 680 - 810 g ± jantan yang sangat besar bisa mencapai
berat satu ton ± sedang an betinanya memili i berat yang lebih ecil. Banteng memili i bagian
putih pada a i bagian bawah, punu putih, serta warna putih dise itar mata dan moncongnya,
walaupun terdapat sedi it dimorfisme se sual pada ciri-ciri tersebut. Banteng jantan memili i
ulit berwarna biru-hitam atau atau co lat gelap, tandu panjang meleng ung e atas, dan punu
di bagian punda . Sementara, betinanya memili i ulit co lat emerahan, tandu pende yang
mengarah e dalam dan tida berpunu .

Banteng hidup dari rumput, bambu, buah-buahan, dedaunan, dan ranting muda. Banteng
umumnya a tif bai malam maupun siang hari, tapi pada daerah pemu iman manusia, mere a
beradaptasi sebagai hewan no turnal. Banteng memili i ecenderungan untu ber elompo pada
awanan berjumlah dua sampai tiga puluh e or.

Banteng telah didomesti asi di beberapa daerah di Asia Tenggara yang jumlahnya
mencapai se itar 1,5 juta e or. Banteng terna dan liar dapat di awin an dan eturunan yang
dihasil annya sering ali subur.

  



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Bovidae
Genus : 

Spesies : !
 


 adalah hewan has Sulawesi. Ada dua spesies  yaitu:  
( 
 # 
) dan   ! ( 
 


). Keduanya tinggal
dalam hutan yang tida dijamah manusia. Penampilan mere a mirip dengan rusa dan memili i
berat 150-300 g. Ana anoa a an dilahir an se ali setahun.

Kedua spesies tersebut dapat ditemu an di Sulawesi, Indonesia. Seja tahun 1960-an
berada dalam status terancam punah. Diper ira an saat ini terdapat urang dari 5000 e or yang
masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untu diambil ulitnya, tandu nya dan dagingnya.

Anoa Pegunungan juga di enal dengan nama Mountain Anoa, Anoa de Montana, Anoa de
Quarle, Anoa des Montagnes, dan Quarle's Anoa. Sedang an Anoa Dataran Rendah juga di enal
dengan nama Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines.

GGc
½ 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Suidae

Genus :!
  

Spesies : !
  

 

G" (
  

) hanya terdapat di se itar Sulawesi, Pulau Togian,


Malenge, Sula, Buru dan Malu u. Habitat babirusa banya ditemu an di hutan hujan tropis.
Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan.
Mere a hanya berburu ma anan pada malam hari untu menghindari beberapa binatang buas
yang sering menyerang.

Panjang tubuh babirusa se itar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa ber isar pada
65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 ilogram. Mes ipun bersifat penyendiri,
pada umumnya mere a hidup ber elompo dengan see or pejantan yang paling uat sebagai
pemimpinnya.

Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas ji a diganggu. Taringnya panjang mencuat e
atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahir an satu sampai dua
e or satu ali melahir an. Masa ehamilannya ber isar antara 125 hingga 150 hari. Bayi
babirusa itu a an disusui selama satu bulan, setelah itu a an mencari ma anan sendiri di hutan
bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahir an satu ali. Usia dewasa see or babirusa
lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

Mere a sering diburu pendudu setempat untu dimangsa atau sengaja dibunuh arena
merusa lahan pertanian dan per ebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini ian
sedi it hingga termasu dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mere a diper ira an
tinggal 4000 e or dan hanya terdapat di Indonesia.

Seja tahun 1996 hewan ini telah masu dalam ategori lang a dan dilindungi oleh IUCN
dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi
Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI be erja sama dengan
pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi
mengada an program perlindungan terhadap hewan lang a ini. Perlindungan tersebut meliputi
pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800
he tar.

½½G 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Cervidae

Genus :x

Spesies :    

½" atau ½"c! (disebut juga rusa


 ,
 , Tamil:  
), adalah jenis rusa besar yang umum berhabitat di Asia. Spesies yang umum memili i ciri
has tubuh yang besar dengan warna bulu eco latan. Sambar dapat tumbuh setinggi 102 cm -
160 cm sampai bahu dengan berat se itar 546 g. Sambar umumnya berhabitat di hutan dan
bergantung pada tanaman sema atau rerumputan. Mere a umumnya hidup dalam elompo
dengan anggota 5 - 6 anggota. Rusa Sambar (x
    syn. x

 
) mendiami
sebagian besar Asia Selatan dengan batas sampai wilayah Himalaya.

 c¦



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Hippopotamidae

Genus :   

Spesies &  



   (   
  
) atau   (bahasa Yunani: 'ëë ë ,
   
, dari ù ,  
, " uda", dan ʌȠIJĮȝȩȢ,  
, "sungai") adalah mamalia
dari eluarga      yang beru uran besar. Berasal dari Afri a.Kuda nil memili i
tubuh yang besar dan berat, serta ulit elabu gelap. Mere a juga memili i gading besar yang
biasa mere a guna an untu mempertahan an diri dari predator.Kuda nil tinggal di Afri a.
Mere a tinggal di dan de at air tawar, seperti danau dan sungai.

Kuda nil adalah hewan herbivora.

Mere a tinggal ber elompo , dan ter adang 30 uda nil a an tinggal di tempat yang sama.
Mere a tidur di lumpur dan air, namun di malam hari mere a eluar untu ma an rumput.

¦¦ 

Klasifi asi ilmiah 
Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Camelidae

Genus :¦

Spesies &#

 


¦ (¦) adalah binatang camelid yang juga binatang asli Ameri a Selatan.
Llama juga biasa diguna an sebagai binatang pengang ut barang oleh masyara at In a[1] dan
masyra at dise itar pegununungan Andes. Binatang ini bisa mencapai tinggi 1,6 meter hingga
1,8 meter dengan berat 127 ilogram hingga 204 ilogram. Bayi Llama (disebut  ) memili i
berat antara 9 g hingga 14 g. Llama adalah binatang sosial yang hidup secara ber elompo .
Llama dapat membawa barang 25% hingga 30% dari berat badannya.

 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Camelidae

Genus :


Spesies &





 atau  adalah dua spesies hewan ber u u genap dari genus x
(satu
berpunu tunggal - x
 
, satu lagi berpunu ganda - x
  
) yang
hidup ditemu an di wilayah ering dan gurun di Asia dan Afri a Utara. Rata-rata umur harapan
hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun.

Domesti asi unta oleh manusia telah dimulai seja urang lebih 5.000 tahun yang lalu.
Pemanfaatan unta antara lain untu diambil susu (yang memili i nilai nutrisi lebih tinggi dari
pada susu sapi) serta dagingnya, dan juga diguna an sebagai hewan pe erja.

 ! $




Seperti yang di etahui, unta hidup di padang pasir yang memili i range temperatur udara
yang mampu membunuh mayoritas ma hlu hidup. Selain itu, mere a mampu untu tida
ma an dan minum selama beberapa hari.
Ada banya hal yang membuat mere a mampu beradaptasi. Salah satunya adalah
punu nya. Banya orang mengira punu nya menyimpan air, tapi sebenarnya tida . Punu unta
menyimpan lema husus, yang pada suatu saat bisa diubah menjadi air dengan bantuan o sigen
hasil respirasi. Satu gram lema yang ada pada punu unta bisa diubah menjadi satu gram air.

Kemampuan adaptasi lainnya yang luar biasa adalah, sistem respirasinya meninggal an
sedi it se ali jeja uap air. uap air yang eluar dari paru-paru diserap embali oleh tubuhnya
melalui sel husus yang terdapat di hidung bagian dalam, membentu ristal dan suatu saat dapat
diambil.

Tubuh unta dapat bertahan hingga pada suhu 41 derajat celcius. Lebih dari itu, unta mulai
ber eringat. Penguapan dari eringat yang terjadi hanya pada ulitnya, bu an pada rambutnya.
Dengan cara pendinginan yang efisien itu, unta mampu menghemat air cu up banya .

Unta mampu bertahan dengan ehilangan massa se itar 20%-25% selama ber eringat.
Mayoritas ma hlu hidup hanya mampu bertahan hingga ehilangan massa se itar 3%-4%
sebelum terjadi gagal jantung a ibat mengentalnya darah. Mes i unta ehilangan banya cairan
tubuh, darahnya tetap terhidrasi, hingga batas 25% tercapai.

Ada banya hal mengapa darah unta tida mengental pada ondisi di mana darah mayoritas
ma hlu hidup sudah mengental. Sel darah merah unta berbentu oval, bu an bulat seperti
ma hlu hidup lainnya. Unta juga memili i sistem imunitas yang cu up uni . Semua mamalia
memili i antibodi berbentu Y dengan dua rantai panjang sepanjang Y itu dengan dua rantai
pende di setiap ujung dari Y tersebut, tapi unta hanya memili i dua rantai panjang yang
menjadi annya berbentu lebih ecil sehingga mengurangi emung inan darah a an mengental.

Ginjal dan usus mere a sangat efisien dalam menyaring air. Bentu urin mere a sangat
ental dan otoran mere a sangat ering sehingga bisa langsung diba ar eti a di eluar an.
'$* 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Giraffidae

Genus :à


Spesies &à


 



'  (    


) adalah mamalia ber u u genap endemi Afri a dan
merupa an spesies hewan tertinggi yang hidup di darat. Jerapah jantan dapat mencapai tinggi 4,8
sampai 5,5 meter dan memili i berat yang dapat mencapai 1.360 ilogram. Jerapah betina
biasanya sedi it lebih pende dan lebih ringan.

Jerapah ber erabat dengan rusa dan sapi tetapi dari su u yang berbeda, yaitu Giraffidae,
yang menca up jerapah sendiri dan erabat terde atnya, o api. Habitat aslinya meling upi area
dari Chad sampai dengan Afri a Selatan
Nama spesiesnya  
diambil dari nama dalam latin, arena dianggap sebagai
bastar unta ( ) dan macan tutul ( ). Nama  
dipa ai oleh Plinius senior
dalam ensi lopedia yang ditulisnya. Nama ini juga dipa ai sebagai nama salah satu rasi bintang.
Nama "jerapah" sendiri dipinjam dari nama hewan ini dalam bahasa Arab (Γϑ΍ έίϝ ΍,   )

½c 



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Artiodactyla

Familia : Bovidae

Genus : ! 

Spesies : ! 


Sapi adalah hewan terna dari familia Bovidae dan subfamilia Bovinae. Selain dipelihara
untu bercoco tanah (menari baja , dan lain-lain), sapi juga diambil susu dan dagingnya.

+c  $

$!, % 


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Monotremata

Familia : Tachyglossidae

Genus : 6
 
½ &6


  
6


 
6


 
6


 ×

6


 

(punah)

$! , % adalah salah satu dari dua genera (genus 6
 ) e idna,
monotremata berduri yang tinggal di Pulau Irian. Ada tiga spesies yang masih hidup dan dua
spesies sudah punah.

Habitat: wilayah Papua pada elevasi yang lebih tinggi daripada hutan dataran tinggi.

$!


Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Monotremata

Familia : Tachyglossidae

Genus :  

Species : 
  



$! adalah satu-satunya hewan dari ordo Monotremata yang masih bertahan hidup
selain platipus. Keempat spesies yang masih hidup, merupa an hewan asli Papua dan Australia,
semuanya termasu e dalam famili ,)!. E idna dinamai berdasar an nama monster
dalam mitologi Yunani

 

E idna adalah mammalia ecil yang tubuhnya ditutupi rambut asar dan duri. E idna
menyerupai pema an semut Ameri a Selatan dan mammalia berduri lainnya seperti hedgehog
dan landa . Mere a memili i moncong yang berfungsi sebagai mulut dan hidung. Moncong
mere a panjang dan langsing. Mere a memili i a i yang pende dan uat dengan u u besar.
E idna juga adalah penggali yang handal. Mere a memili i mulut yang mungil dan rahang ta
bergigi. Mere a ma an dengan cara membu a batang ayu yang luna , sarang semut, dan
semacamnya, dan mengguna an lidahnya yang panjang serta leng et yang memanjang dari
moncongnya untu mengumpul an mangsanya. E idna moncong pende terbiasa mema an
semut dan rayap dalam jumlah besar, sedang an spesies 6


terbiasa mema an cacing
tanah dan larva serangga.

Selain platipus, eempat spesies echidna adalah satu-satunya mammalia yang bertelur.
Betina menelur an satu telur berbulu bercang ang luna dua puluh dua hari setelah awin dan
meleta annya langsung dalam antungnya. Telur a an menetas setelah sepuluh hari e idna
muda (dalam bahasa Inggris disebut: puggle), emudian a an menghisap susu dari pori-pori
edua elenjar susu (sebab monotremata tida memili i puting) dan tetap tinggal di dalam
antung indu nya untu empat puluh lima hingga lima puluh lima hari, selama urun wa tu
tersebut, mulai tumbuh duri. Sang ibu menggali lubang untu merawat ana nya dan meleta an
ana nya di dalam lubang. Sang ibu embali setiap lima hari untu menyusui sampai berhenti
menyusui pada bulan etujuh.
+cc $ c

Ti us got



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Rodentia

Familia : Muridae

Genus : 

Spesies &
  

, ,, " atau " ( 


 
)
adalah salah satu spesies ti us yang paling umum dijumpai di per otaan. Hasil sele si terhadap
hewan ini banya diguna an sebagai hewan percobaan (di enal sebagai  ) dan sebagai
hewan peliharaan (dengan warna bervariasi).

+ccc x$x$


½Gc



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Cetacea

Familia : Balaenopteridae

Genus : 

Spesies :!

 


 G (  



) adalah mamalia laut yang masu edalam subordo
paus balin. Panjangnya mencapai lebih dari 33 meter dan memili i massa 181 ton metri atau
lebih. Binatang ini dipercaya sebagai hewan terbesar yang pernah ada.

Panjang dan langsing, tubuh Paus Biru dapat bervariasi eteduhan elabu ebiruannya. Ada
sedi itnya tiga perbedaan subspesies:   

Atlanti utara dan Pasifi utara,  
 , Samudra selatan dan      (juga di enal sebagai Paus Biru Kerdil)
ditemu an di Samudra Hindia dan Samudra Pasifi Selatan.    ditemu an di Samudra
Hindia, mung in menjadi subspesies lain. Seperti dengan paus balin lain, pola ma annya berisi
secara po o crustacea ecil yang di enal sebagai rill, yang sama bai nya dengan i an ecil
dan cumi-cumi.

Paus Biru sangat berlimpah di hampir seluruh samudra hingga memasu i abad 20. Selama
lebih dari 40 tahun paus-paus tersebut diburu sampai mende ati epunahan dengan adanya
perburuan paus hingga dilindungi oleh omunitas internasional pada tahun 1966. Sebuah laporan
tahun 2002 memper ira an ada 5.000 sampai 12.000 Paus Biru di seluruh dunia yang lo asinya
terbagi dalam sedi itnya lima elompo . Kebanya an riset saat ini memberi perhatian terhadap
subspesies Paus Biru Kerdil yang mung in dibawah per iraan.[7] Sebelum perburuan paus,
populasi terbesar berada di Antarti a, dengan jumlah diper ira an 239.000 (mencapai 202.000
hingga 311.000). Sisanya yang hanya sebagian ecil (se itar 2.000) meng onsentrasi an di
setiap elompo Pasifi timur laut, Antarti a, dan Samudra Hindia. Ada dua lebih elompo di
Samudra Atlanti utara dan sedi itnya dua di Belahan Selatan.

Ta sonomi

Paus Biru merupa an rorqual (famili Balaenopteridae), famili yang termasu di dalamnya
Paus bung u , Paus sirip, Paus Bryde, Paus Sei dan Paus Min e.[3] Famili Balaenopteridae
diya ini memili i perbedaan dengan famili paus lain dari subordo Mysticeti yang sama lamanya
dengan pertengahan Oligocene. Walau begitu, hal ini tida di etahui walaupun elompo famili
tersebut berbeda dari lainnya. Paus Biru biasanya di lasifi asi an sebagai salah satu dari tujuh
spesies paus dalam genus   satu otoritas yang menempat an paus ini dalam genus
monotypic terpisah  
,[9] namun ini tida disetujui di lain tempat.[1]Analisa beruntun
DNA mengindi asi bahwa Paus Biru merupa an secara Filogeneti de at dengan Paus bung u
(p) dan Paus Kelabu ( 
 
) emudian dengan spesies   lain. Ji a
riset lebih lanjut meng onfirmasi adanya e erabatan, mung in a an menjadi diperlu an untu
meng lasifi asi ulang rorqual.

Ada sedi itnya 11 do umetasi asus persilangan Paus Biru / Paus Sirip dewasa di alam liar.
Aranson dan Gullberg mengurai an jara geneti antara see or Paus Biru dan Paus Sirip sebagai
esamaan seperti antara manusia dan gorila.[10] Persilangan Paus Biru / Paus Bung u juga
di etahui.

Nama spesifi 

merupa an bahasa Latin dan dapat berarti "berotot", namun dapat
juga ditafsir an sebagai "ti us ecil".[11] Linnaeus, yang menamai spesies ini di seminalnya

 ›  tahun 1758,[12] mung in telah mengetahui ini dan mung in berma sud
pengertian ganda yang ironis.[13] Spesies ini juga disebut ½ oleh Herman Melville
dalam novelnya p $ × yang ber aitan dengan sedi it co lat oren atau uning pada bagian
bawah dari film diatom di ulitnya. Nama umum lain untu Paus Biru seperti .½""!
(setelah Sir Robert Sibbald), G dan .
. Nama tersebut
telah ditinggal an dan tida dipa ai lagi dalam de ade saat ini.

Otoritas meng lasifi asi an spesies ini e dalam tiga atau empat subspesies:  


, Paus Biru Utara terdiri atas populasi Atlanti utara dan Pasifi utara,   ,
Paus Biru Selatan Samudra Selatan,   , Paus Biru Kerdil ditemu an di Samudra
Hindia dan Pasifi Selatan,[14] dan    , Rorqual Hindia Besar yang lebih bermasalah,
juga ditemu an di Samudra Hindia dan mes ipun diurai an lebih awal mung in menjadi
subspesies yang sama sebagai   .[1]

 ! 


Paus Biru memili i tubuh lonjong panjang yang menunju an bidang dalam perbandingan
dengan tubuh paus lain.[15] Kepalanya berbentu datar dan U dan memili i punggung mencolo
yang terbentang dari lubang sembur hingga bagian birir atas.[15] Bagian depan mulut berbentu
tebal dengan lempeng balin se itar 300 lempeng (setiap lempeng panjangnya se itar satu
meter)[15] tergantung dari rahang atas, mencapai 0.5 m yang embali e dalam mulut. Antara 60
dan 90 le u an (disebut lempeng ventral) mencapai dari erong ongan secara pararel hingga
tubuh. Lempeng ini membantu dalam memindah an air dari mulut setelah gera an ma an (lihat
cara ma an di bawah).

Sirip dorsal berbetu ecil,[15] yang terlihat sing at selama urutan menyelam. Terleta
se itar tiga perempat bagian sepanjang tubuh yang membeda an dalam bentu satu individu
terhadap lainnya beberapa hanya memili i gumpalan jelas yang sedi it, namun lainnya mung in
memili i dorsal menonjol dan  . Keti a menuju permu an untu bernafas, Paus Biru
menunju an bahu dan lubang semburnya eluar air untu sebuah ting atan besar daripada paus
besar lain seperti Paus sirip atau Paus Sei. Ciri ini mung in diguna an oleh peneliti untu
membeda an antar spesies di lautan. Beberapa Paus Biru di Atlanti utara dan Pasifi utara
menunju an ujung e or mere a eti a menyelam. Keti a bernafas, paus mengeluar an sebuah
semburan olom verti al mena jub an (lebih dari 12 m, secara umum 9 m yang dapat terlihat
dari jara jauh di hari yang tenang. Paru-parunya ber apasitas 5.000 liter. Paus Biru memili i
lubang sembur ganda, yang terlindungi oleh pelindung besar.[15]

Siripnya memili i panjang tiga hingga empat meter. Sisi atas berwarna abu-abu dengan
pembatas putih tipis. Sisi bawah berwarna putih. Ujung epala dan e or umumnya tertutup
warna abu-abu. Bagian atas paus, dan adang sirip, biasanya terdapat tonjolan. Ting at tonjolan
bervariasi pada ha e atnya dari satu individu terhadap individu lain. Beberapa mung in tertutup
warna abu-abu ebiruan seluruhnya, namun lainnya menunju an variasi yang pantas biru gelap,
abu abu dan hitam, seluruh macam tonjolan.[3]

Paus Biru dapat menempuh ecepatan 50 m/jam melibihi leda an sing at, secara umum
eti a berintera si dengan paus lain, namun 20 m/jam merupa an ecepatan ber elana yang
paling has.[3] Keti a ma an mere a bergera pelan hingga 5 m/jam.

Paus Biru ebanya an umumnya hidup sendiri arau dengan see or individu lain. Hal itu
tida di etahui apa ah bahwa ber elana berpasangan bertahan bersama melebihi periode panjang
atau bentu erabat lepas lain. Di tempat dimana di sana merupa an onsentrasi tinggi ma anan,
sebanya 50 Paus Biru telah tampa menyebar melebihi area ecil. Namun begitu, mere a tida
membentu elompo hubungan besar yang tampa dalam paus balin lain.



Paus Biru sulit ditimbang arena u uran mere a. Kebanya an Paus Biru dibunuh oleh
pemburu paus yang tida mempertimbang annya secara utuh, namun dipotong menjadi
pengaturan potongan-potongan dahulu. Penyebab ini merupa an sebuah peremehan massa total
paus, ber aitan dengan hilangnya darah dan cairan lain. Mes i demi ian, hasil pengu uran
antara 150 dan 170 ton dibuat oleh hewan dengan panjang se itar 27 m. Massa see or individu
beru uran panjang 30 m diya ini oleh NMML memili i massa lebih 180 ton. Paus Biru terbesar
ditimbang secara teliti oleh ilmuan NMML untu mengu ur see or betina yang memili i massa
177 ton.[6]

Paus Biru diya ini sebagai hewan terbesar yang pernah hidup.[15] Dinosaurus terbesar
di etahui dari Era Mesozoic merupa an ? 
 
,[16] yang diper ira an memili i massa
se itar 90 ton, mes ipun vertebrata ontoversional ?  
   
mung in diindi asi
sebagai hewan yang memili i massa 122 ton dan panjang 40±60 meter.[17] Ada beberapa
etida setujuan tentang Paus Biru terbesar yang pernah ditemu an sebagai ebanya an data
yang muncul dari Paus Biru yang dibunuh di perairan Antarti a selama setengah abad dua puluh
pertama dan di ole si oleh pemburu paus yang tida mengenal bai dalam te ni pengu uran
zoologi standar. Paus terpanjang pernah diraih dua berina beru uran 33.6 m dan 33.3 m secara
berturut-turut..[18] Walau begitu, endala pengu uran tersebut diperselisih an. Paus terpanjang
yang diu ur oleh ilmuan di ›  p  p ¦   (NMML) Ameri a adalah
29.9 m.[6]

Lidah Paus Biru memili i massa se itar 2.7 ton[19] dan eti a secara penuh membu a
mulutnya diper ira an cu up besar untu menampung lebih dari 90 ton ma anan dan air.[20]
Disamping u uran mulutnya, u uran erong ongannya menunju an bahwa see or Paus Biru
tida dapat menelan obye yang lebih besar daripada bola bas et.[21] Jantungnya bermassa 600
g dan merupa an yang terbesar yang di etahui dari binatang manapun.[19] Aorta Paus Biru
berdiameter se itar 23 cm.[22] Selama 7 bulan pertama hidupnya, see or ana Paus Biru minum
ira- ira 400 liter susu setiap harinya. Ana Paus Biru bertambah berat secara cepat, sebanya
90 g setiap 24 jam. Bah an saat melahir an, mere a memili i massa 2,700 ilogram ± sama
seperti pertumbuhan penuh Kuda nil.[3]



Paus Biru ma an hampir secara husus adalah rill, mes ipun mere a juga ma an
sejumlah ecil copepoda.[23] Spesies zooplan ton ini dima an oleh berbagai Paus Biru dari satu
samudra e samudra lain. Di Atlanti utara, p  
   , 
 

 
 ,

 

 
dan 
 

     merupa an ma anan yang umum.[24][25][26]


Di Pasifi selatan,   
  , 
 

 
, 
 

   
,

 


  , ›  

 dan ›

  
[27][28][29] di Antarti a
  

,   
 
   
dan   
 .

Paus-paus tersebut selalu ma an dalam area dengan onsentrasi tinggi rill, yang adang-
adang ma an hingga 3,600 g rill dalam hari tunggal.[23] Ini berarti bahwa mere a secara has
ma an pada edalaman lebih dari 100 m sepanjang hari, dan hanya ma an di permu aan saat
malam. Wa tu menyelam secara has adalah 10 menit eti a ma an, walau menyelam lebih dari
20 menit merupa an hal biasa. Re aman penyelaman terlama adalah 36 menit (Musim panas,
1998). Paus ini ma an dengan paru-paru tepat pada segerombolan rill, mengang ut hewan
tersebut dan wantitas besar air dalam mulutnya. Air tersebut emudian didorong eluar hingga
lempeng balin oleh te anan dari dari antung sirip dan lidah. Se ali mulutnya bersih dari air, sisa
rill, tida dapat melewati menembus lempeng, lalu ditelan. Paus Biru juga secara ebetulan
meng onsumsi i an ecil, crustacea dan cumi-cumi yang tertang ap dengan rill.[30][31]

+

Diper ira an buatan Cummings dan Thompson (1971) mendu ung bahwa ting at sumber
suara yang dibuat Paus Biru antara 155 dan 188 desibel eti a diu ur relatifitasnya untu
mereferansi te anan satu micropascal dalam satu meter.[37][38] Seluruh elompo Paus Biru
membuat panggilan pada fre uensi fundamental antara 10 dan 40 Hz, dan suara fre uensi
terendah manusia dapat secara has merasa an 20 Hz. Paus Biru memanggil tera hir antara
sepuluh hingga tiga puluh deti . Apalagi Paus Biru mende ati pantai Sri Lang a yang tere am
secara berulang membuat "nyanyian" yang terdiri dari empat ali yang tercatat lamanya se itar
dua menit setiap nyanyian, mengingat an nyanyian Paus bung u yang ter enal. Peneliti
percaya bahwa sepertinya fenomena ini tida terlihat di populasi lain manapun, ini mung in
euni an untu subspesies Paus Biru Kerdil     . Penyebab vo aslisasi tida
di etahui. Richardson  (1995) mendis usi an enam penyebab emung inan:[39]

1.Pemeliharaan terhadap jara inter-individu

2.Per enalan spesies dan individu,

3.Transmisi informasi onte stual (e.g., ma an, peringatan, percumbuan)

4.Pemeliharaan organisasi sosial (e.g., onta hubungan antara betina dan jantan)

5.Lo asi cora topografi

6.Lo asi sumber ma anan/buruan

c/ x c$
% 



Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Canidae

Genus :x

Spesies : x
 

% adalah mamalia arnivora yang telah mengalami domesti asi dari serigala seja
15.000 tahun yang lalu[1] atau mung in sudah seja 100.000 tahun yang lalu berdasar an bu ti
geneti berupa penemuan fosil dan tes DNA.[2] Penelitian lain mengung ap sejarah domesti asi
anjing yang belum begitu lama.[3][4][5]

Anjing telah ber embang menjadi ratusan ras dengan berbagai macam variasi, mulai dari
anjing tinggi badan beberapa puluh cm seperti Chihuahua hingga Irish Wolfhound yang
tingginya lebih dari satu meter. Warna bulu anjing bisa berane a ragam, mulai dari putih sampai
hitam, juga merah, abu-abu (sering disebut "biru"), dan co lat. Selain itu, anjing memili i
berbagai jenis bulu, mulai dari yang sangat pende hingga yang panjangnya bisa mencapai
beberapa sentimeter. Bulu anjing bisa lurus atau eriting, dan berte stur asar hingga lembut
seperti benang wol.



Bu ti baru mengung ap anjing pertama ali didomesti asi di Asia Timur, emung inan di
[6]
Tiong o . Manusia pertama yang menginja an a i di Ameri a Utara membawa serta anjing
dari Asia. Penelitian geneti a telah berhasil mengidentifi asi 14 ras anjing uno. Di antaranya,
Chow Chow, Sharpei, A ita, Shiba dan Basenji merupa an ras anjing yang tertua. Teori yang
mengata an anjing berasal dari Asia mung in bisa dipercaya arena sebagian besar dari 14 ras
anjing uno berasal dari China dan Jepang.[6]

x

Anjing ras sangat bervariasi dalam u uran, penampilan dan ting ah la u dibanding an
dengan hewan peliharaan yang lain. Sebagian besar anjing masih mempunyai ciri-ciri fisi yang
diturun an dari serigala. Anjing adalah hewan pemangsa dan hewan pema an bang ai, memili i
gigi tajam dan rahang yang uat untu menyerang, menggigit, dan mencabi -cabi ma anan.
Ciri-ciri has dari moyang serigala masih bertahan pada anjing, walaupun penang aran secara
sele tif telah berhasil mengubah bentu fisi berbagai jenis anjing ras.

Anjing memili i otot yang uat, tulang pergelangan a i yang bersatu, sistem
ardiovas uler yang mendu ung etahanan fisi serta ecepatan berlari, dan gigi untu
menang ap dan mencabi mangsa. Bila dibanding an dengan stru tur tulang a i manusia,
secara te nis anjing berjalan berjing at dengan jari-jari a i.

c! ,

Anjing memili i hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhap bau. Luasnya ira- ira
selebar sapu tangan, sangat luas bila dibanding an sel penciuman yang dimili i manusia.
Sebagai pembanding, manusia hanya memili i 5 juta sel penciuman yang menempati luas
selebar perang o. Beberapa jenis anjing ras bah an sengaja dibia an agar lahir ana anjing
dengan indera penciuman yang lebih bagus. Me anisme pengumpulan informasi di ota anjing
berdasar an parti el-parti el bau yang berhasil diendus belum di etahui secara jelas. Menurut
hasil penelitian, anjing dapat membeda an dua jenis bau: parti el bau di udara yang menyebar
dari orang atau benda, dan parti el bau di tanah yang masih bisa didete si setelah beberapa lama.
Kara teristi dua jenis parti el bau elihatannya cu up berbeda. Parti el bau yang ada di udara
mudah hilang, tapi mung in begitu jelas dan tida bercampur bau-bauan yang lain, sedang an
parti el bau di tanah relatif lebih permanen. Anjing pelaca harus diaja mela u annya secara
berulang-ulang dan berhati-hati, arena bau yang mele at di tanah mudah tercemar dengan bau-
bauan yang lain.



Sebagian ahli hewan se arang sedang memperdebat an anjing peliharaan tergolong


binatang omnivora atau arnivora berdasar an ma anan yang dima an. Klasifi asi e dalam
ordo arnivora tida berarti anjing harus ma an daging melulu. Tida sama halnya dengan
eluarga ucing yang tergolong arnivora sejati dengan usus ecil yang lebih pende , anjing
tida bergantung pada protein daging tertentu atau ma anan tinggi protein untu memenuhi
ebutuhan ma an yang paling dasar. Anjing bisa mencerna dengan bai berbagai macam
ma anan, termasu di antaranya sayur-sayuran dan serealia yang dapat di onsumsi anjing dalam
porsi yang besar. Tumbuh-tumbuhan dima an anjing liar untu memenuhi ebutuhan asam
amino. Selain itu, anjing liar juga mema an isi perut dan usus berisi tumbuh-tumbuhan yang
sedang dicerna hewan herbivora yang menjadi mangsanya.

/ *¦c

$ c¦c Gc½ 




Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Pholidota

Familia : Manidae

Genus :p

Spesies : p




 " (p


   syn. Y
  ) adalah wa il dari ordo
Pholidota yang masih ditemu an di Asia Tenggara. Hewan ini mema an serangga dan terutama
semut dan rayap. Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah.
Bentu tubuhnya memanjang, dengan lidah yang dapat dijulur an hingga sepertiga panjang
tubuhnya untu mencari semut di sarangnya. Rambutnya termodifi asi menjadi semacam sisi
besar yang tersusun membentu perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. Ji a diganggu,
trenggiling a an menggulung an badannya seperti bola. Ia dapat pula mengebat an e ornya,
sehingga "sisi "nya dapat melu ai ulit pengganggunya.

Trenggiling terancam eberadaannya a ibat habitatnya terganggu serta menjadi obye


perdagangan hewan liar.

/c $¦$* c$

'*½
$ 


Klasifi asi ilmiah

Kerajaan : Animalia 
Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Proboscidea

Familia : Elephantidae

Genus : 

Spesies : 


 

%½ adalah subspesies dari gajah Asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatra.
Gajah Sumatra berpostur lebih ecil daripada subspesies gajah India. Populasinya sema in
menurun dan menjadi spesies yang sangat terancam. Se itar 2000 ± 2700 e or gajah Sumatra
yang tersisa di alam liar berdasar an survei tahun 2000. Sebanya 65% populasi gajah Sumatra
lenyap a ibat dibunuh manusia dan 30% emung inan diracuni manusia. Se itar 83% habitat
gajah Sumatra telah menjadi wilayah per ebunan a ibat perambahan yang agresif untu
per ebunan.


¦




Kerajaan : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Syngnathiformes

Familia : Syngnathidae

Genus :  


Species :  
 

!  adalah jenis i an yang hidup di laut dari genus   
dan famili
 . Hewan dengan u uran yang bervariasi antara 16 mm (untu spesies   


) sampai 35 cm ini dapat ditemu an di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.
Kuda laut merupa an satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil.

Sirip dorsal pada uda laut terleta pada bagian bawah sedang an sirip pe toralnya terleta
pada bagian epala, di de at insang. Beberapa spesies uda laut berwarna transparan sebagian,
sehingga tida mudah terlihat.

Populasi uda laut terancam arena penang apan yang berlebihan. Kuda laut dimanfaat an
pada herbologi tradisional Tiong o dan sebanya 20 juta uda laut telah ditang ap setiap
tahunnya untu eperluan ini. Impor e spor uda laut diatur dalam CITES seja 15 Mei 2004
/cc ½c$ c


#


Dugongs (Dugong dugon) adalah mamalia laut yang panjang tubuhnya dapat mencapai tiga
meter dan beratnya dapat mencapai 400 Kg. Dugong juga sering di enal sebagai 'sapi laut'
arena mema an pada rumput laut dan a ar tanaman air yang ada di perairan pantai. Dugong
memili i e or flu ed yang memung in an mere a untu berenang. Dugong juga memili i
flippers depan yang mere a guna an untu berenang e arah depan.Dugong berenang di de at
permu aan perairan dan sese ali menyelam e dasar perairan, pola renang dugong sedi it lebih
uni dengan pergera an yang lambat dengan menggera an e or nya e atas dan e bawah dan
sese ali muncul pada permu aan perairan untu mengambil udara (hampr mirip dengan
pergera an i an paus besar). Dugong memili i semacam rambut yang tumbuh di se itar mulut
(mirip umis ucing).

Dugong umumnya bermigrasi pada tempat-tempat tertentu untu mencari ma an dan


menyebar pada daerah-daerha tropis dunia (lihat penjelasan tentang Konservasi Dugong di web
ini). Penyebaran dugong ini umumnya sangat tergantung pada ling ungan perairan dan terutama
sumber ma anan yang berupa habitat alami beberapa jenis seagrass seperi    sp.,
   sp. dan     sp yang merupa an ma anan alami dugong. Atau ita sering
menemu an dugong pada ling ungan perairan yang terlindung dari omba dan arus yang uat.

Klasifi asi dari dugong adalah sebagai beri ut :

Kingdom :Animalia

Phylum : Chordata

Class : Mammalia

Order : Sirenia

Family : Dugongidae
Genus : Dugong

Species :$    

Per embang bia an dugong lebih mirip mamalia yang semuanya di la u an di laut dengan
interval elahiran 3 sampai 7 tahun. Dan semua ana dugong juga menyusu pada indu nya.
Sampai pada umur 1 sampai 2 tahun. Dugong mencapai u uran dewasa setelah berumur 9 tahun
dan umumnya dugong bertahan hingga mencapai umur 20 tahun. Yang teruni dari dugong
adalah ana dugong a an selalu berenang di samping indu nya terutama dalam ruaya dan dalam
eadaan bahaya.