Anda di halaman 1dari 5

Akuntansi Waran PSAK No.41 Akuntansi Waran PSAK No.

41
_______________________________________________________ ______________________________________________________

Timoty E Marnandus Anggota


PERNYATAAN PSAK No. Mirawati Sudjono Anggota
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN Nur Indriantoro Anggota
41 Rusdy Daryono Anggota
Siti Ch. Fadjriah Anggota
IKATAN AKUNTAN INDONESIA Osman Sitorus Anggota
Jusuf Wibisana Anggota
Akuntansi Waran Yosefa Sayekti Anggota
Heri Wahyu Setiyarso Anggota
PSAK No.41 tentang AKUNTANSI WARAN telah disetujui oleh
Komite Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 25 Oktober 1997
dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia
pada tanggal 8 Desember 1997.

Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak


material (immaterial items).

Jakarta, 8 Desember 1997

Komite Standar Akutansi Keuangan

Jusuf Halim Ketua


Istini T. Sidharta Wakil Ketua
Mirza Mochtar Sekretaris
Wahjudi Prakarsa Anggota
Katjep K. Abdoeljadir Anggota
Jan Hoesada Anggota
Hein G. Surjaatmadja Anggota
Sobo Sitorus Anggota
Akuntansi Waran PSAK No.41 Akuntansi Waran PSAK No.41
_______________________________________________________ ______________________________________________________

DAFTAR ISI
Paragraf Tujuan

PENDAHULUAN……………………………………………..01- 01. Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan


03 akuntansi waran (warrants), baik untuk waran yang diterbitkan
Tujuan………. menyertai penerbitan Efek hutang, waran yang diterbitkan
……………………………………………………..01 menyertai saham, maupun waran yang diterbitkan tanpa menyertai
Ruang Lingkup…………………………………………………….02 penerbitan efek.
Definisi………………............………………………………….…03
Ruang Lingkup
PENJELASAN…….………………………………………………...04-14
Waran Pisah…………………………………………………………..05-06 02. Pernyataan ini mengatur akuntansi waran bagi penerbit
Waran Lekat………………………………………………………….07-09 baik yang diterbitkan menyertai penerbitan efek lain maupun yang
Warab Bebas…………………………………………………………10-12 diterbitkan tersendiri.
Waran Sebagai Ekuivalen Saham……………………………………….13
Pengungkapan……………………………………………………………14
Definisi
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN NO.41 03. Berikut ini adalah pengertian istilah yang digunakan
TENTANG AKUNTANSI WARAN………………………………15-23 dalam pernyataan ini :
Pengungkapan…………………………………………………………...22 Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat
Tanggal berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang dan unit
Efektif…………………………………………………………..23 penyertaan kontrak investasi kolektif. Termasuk dalam pengertian
Efek adalah kontrak berjangka dan setiap derivatif lainnya dari Efek

Waran adalah Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang


memberi hak kepada pemegangnya untuk memesan saham dari
perusahaan tersebut pada harga dan jangka waktu tertentu.

PENDAHULUAN
Akuntansi Waran PSAK No.41 Akuntansi Waran PSAK No.41
_______________________________________________________ ______________________________________________________

Waran Pisah (Detachable Warrants) adalah waran yang


diterbitkan bersamaan dengan Efek dan dapat diperdagangkan 06. Apabila waran dilaksanakan (exercised), maka dana
secara terpisah dari Efek. perolehan dari pelaksanaan waran dan jumlah yang dialokasikan
sebagai nilai wajar waran tersebut diakui sebagai Modal Disetor
Waran Lekat (Non detachable warrants) adalah waran yang dan Agio Saham (jika ada). Apabila waran tidak dilaksanakan
melekat pada penerbitan Efek dan tidak dapat diperdagangkan sampai masa berlaku waran berakhir, maka nilai tercatat waran
secara terpisah dari Efek hutang. Waran lekat harus diperdagangkan yang telah diakui pada saat penerbitan tetap disajikan sebagai
dengan Efek hutang sebagai satu kesatuan (paket), misalnya obligasi Modal Disetor Lainnya.
konversi.
Waran Lekat
Waran Bebas (Naked Warrants) adalah waran yang diterbitkan
tersendiri tanpa menyertai penerbitan surat berharga lainnya. 07. Dana perolehan dari penerbitan Efek hutang yang
disertai Waran Lekat dilaporkan sebagai Kewajiban
PENJELASAN
08. Perusahaan yang menerbitkan Waran Lekat yang
04. Karena waran memberi hak kepada pemegangnya untuk menyertai penerbitan Efek hutang, misalnya dalam bentuk obligasi
memean saham dari suatu perusahaan, maka waran termasuk Efek konversi, mempunyai kewajiban untuk melunasi Efek hutang
ekuitas. Penerbitan waran dapat menyertai penerbitan Efek hutang. tersebut jika waran tersebut tidak dilaksanakan. Oleh karena itu,
nilai Waran Lekat tidak diakui tersendiri dan dengan demikian
Waran Pisah seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan Efek hutang tersebut
diakui sebagai Kewajiban.
05. Dana perolehan dari penerbitan Efek yang bersifat 09. Apabila waran menyertai penerbitan saham, maka
hutang yang disertai dengan penerbitan Waran Pisah dana perolehan penerbitan saham tersebut seluruhnya diakui
dialokasikan pada kedua Efek dimaksudkan berdasarkan nilai sebagai Modal Disetor dan Agio Saham (jika ada).
wajar masing-masing jenis Efek tersebut pada saat
penerbitannya.Jumlah yang dialokasikan sebagai nilai wajar Waran Bebas
waran dilaporkan sebagai Modal Disetor Lainnya dan sisanya
yang merupakan nilai dari Efek hutang dilaporkan sebagai 10. Perusahaan umumnya menerbitkan Waran Bebas sebagai
Kewajiban. insentif bagi pemegang saham. Pemberian Waran Bebas kepada
Akuntansi Waran PSAK No.41 Akuntansi Waran PSAK No.41
_______________________________________________________ ______________________________________________________

pemegang saham dapat dilakukan secara cuma-cuma atau dengan


suatu pembayaran.

11. Atas penerbitan Waran Bebas yang harus dibayar oleh


penerima waran, nilai waran yang bersangkutan dicatat dalam
Modal Disetor lainnya.

12. Apabila Waran Bebas diberikan secara cuma-cuma


kepada pemegang saham, maka waran tidak perlu diacatat
sebagaimana diatur dalam paragraf 09.

Waran Sebagai Ekuivalen Saham

13. Karena waran merupakan Efek ekuitas, maka


penerbitan waran mengakibatkan dilusi terhadap laba per saham.

Pengungkapan
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NO.41
14. Laporan keuangan harus mengungkapkan: AKUNTANSI WARAN
15. dasar penentuan nilai wajar waran;
16. nilai waran yang belum dilaksanakan dan nilai waran tidak Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan no.41 terdiri dari
dilaksanakan (kadaluarsa); paragraf 15-23. Pernyataan ini harus dibaca dalam konteks
17. jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak paragraf 01-14
dilusinya (dilution efect);
18. ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran. Waran Pisah

15. Dana perolehan dari penerbitan Efek yang bersifat


hutang yang disertai dengan penerbitan Waran Pisah
dialokasikan pada kedua Efek dimaksud berdasarkan nilai wajar
Akuntansi Waran PSAK No.41 Akuntansi Waran PSAK No.41
_______________________________________________________ ______________________________________________________

masing-masing jenis Efek tersebut pada saat penerbitannya. 20. Apabila Waran Bebas diberikan secara cuma-cuma
Jumlah yang dialokasikan sebagai nilai wajar waran dilaporkan kepada pemegang saham, maka waran tidak perlu dicatat
sebagai Modal Disetor Lainnya dan sisanya yang merupakan nilai sebagaimana diatur dalam paragraf 18.
dari Efek hutang dilaporkan sebagai Kewajiban.
Waran sebagai Ekuivalen Saham
16. Apabila waran dilaksanakan (exercised), maka dana
perolehan dari pelaksanaan waran dan jumlah yang dialokasikan 21. Karena waran merupakan Efek ekuitas, maka
sebagai nilai wajar waran tersebut diakui sebagai Modal Disetor penerbitan waran mengakibatkan dilusi terhadap laba per saham.
dan Agio Saham (jika ada). Apabila waran tidak dilaksanakan
sampai masa berlaku waran berakhir, maka nilai tercatat waran Pengungkapan
yang telah diakui pada saat penerbitan tetap disajikan sebagai
Modal Disetor Lainnya. 22. Laporan keuangan harus mengungkapkan:
23. dasar penentuan nilai wajar waran;
Waran Lekat 24. nilai waran yang belum dilaksanakan dan nilai waran tidak
dilaksanakan (kadaluarsa);
17. Dana perolehan dari penerbitan Efek hutang yang 25. jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak
disertai Waran Lekat dilaporkan sebagai Kewajiban. dilusinya (dilution effect);
26. ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
18. Apabila waran menyertai penerbitan saham, maka
dana perolehan penerbitan saham tersebut seluruhnya diakui Tanggal Berlaku Efektif
sebagai Modal Disetor dan Agio Saham (jika ada).
23. Pernyataan ini efektif berlaku untuk penyusunan dan
Waran Bebas penyajian laporan keuangan yang mencakup periode laporan
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 1998.
19. Atas penerbitan Waran Bebas yang harus dibayar oleh Penerapan lebih dini sangat dianjurkan.
penerima waran, nilai waran yang bersangkutan dicatat dalam
Modal Disetor Lainnya.