Anda di halaman 1dari 14

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK PKRMS

FAKULTAS KEDOKTERAN JANUARI 2008
UNIVERSITAS HASANUDDIN

SHIGELLOSIS

DISUSUN OLEH :
SHAHNAZ MD NOR
C 111 05 211

PEMBIMBING :
dr. YUSSAMSIAR YUSRAN

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK

Rasulullah telah memberikan beberapa tip kepada umatnya untuk mengelakkan fitnah dajal. dajal akan menjelajah seluruh dunia dan akan berakhir di Baitulmaqadis dan dibunuh oleh Nabi Isa.” Katanya. Akan tetapi Nabi Isa dapat membunuhnya dengan menikamnya. dajal akan mula cair. Kedua kita diarahkan oleh Rasulullah supaya membaca doa ini sebelum salam setiap kali solat. 15 Januari 2009 Mengetahui Dokter Pembimbing. ujian hidup dan mati dan kedahsyatan ujian al-Masihi ad-dajal. aku berlinding dengan-Mu dari azab neraka jahanam.menyatakan bahwa: Nama : Shahnaz Md Nor Stambuk : C111 05 211 Universitas : Hasanuddin Telah menyelesaikan tugas PKRMS (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit) dengan judul Shigellosis. azab kubur. Bila dajal lihat Nabi Isa. “Dajal akan dibunuh oleh Nabi Isa.” MAKASSAR 2008 LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini . mereka berhadapan dengan dajal dan tenteranya. “Ya Allah. Seperti mana yang disebut di dalam sahih Muslim. 2 . Perkara pertama perlu dilakukan adalah menghafal 10 ayat pertama surah al-Kahfi. selepas Nabi Isa dan umat Islam bersolat di belakang al-Imam Mahdi. Coass Anak.UNIVERSITAS HASANUDDIN Jelas Fadlan. sebagai salah satu syarat dalam mengikuti ujian Kepaniteraan Makassar.

..Ked DAFTAR ISI 1. Pencegahan ………………………………………………………..4 3.. Pengobatan ………………………………………………………. Pendahuluan ………………………………………………………. dr. Komplikasi ……………………………………………………….6 5.. Gejala klinis ………………………………………………………....A Shahnaz Md Nor... Patologi ……………………………………………………….7 7.6 6.8 8.12 10... 4 2.13 3 . Yussamsiar Yusran. Diagnosis ……………………………………………………….. Etiologi ………………………………………………………. Epidemiologi ……………………………………………………… 5 4. Sp. Patogenesis ……………………………………………………….. S.9 9.

tidak bergerak dan tidak menyebabkan fermentasi laktosa. Shigella bentuk diare dapat sembuh spontan tetapi dapat pula berlangsung terus dan menjadi bentuk disentri. sedangkan yang bentuk disentri biaSanya tidak banyak dan mengandung lender serta darah. Shigellosis bentuk diare pada permulaan diawali dengan panas tinggi dengan tinja yang banyak. gram negative. flexneri (serogrup ). shigellosis 4 .. Spesies Shigella yang berkaitan dengan infeksi ini adalah S. Infeksi feko-oral dapat terjadi oleh makanan dan minuman yang tercemar hama penyakit atau dengan melalui kontak perseorangan. grup A mempunyai 12 serotipe. SHIGELLOSIS PENDAHULUAN Shigellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh innfeksi kuman Shigella sp. boydii (serogrup C) dan S. dysentriae (serogrup A). suatu basil aerob. S. grup B 14 serotipe dan 13 serotipe. Shigellosis ada 2 bentuk yaitu bentuk diare dan bentuk disentri. S. Grup C mempunyai 18 serotipe dan grup D satu serotype. sonnei (serogrup D). Pada beberapa tempat.

infeksi berlangsung sepanjang tahun. yaitu : 1. 1. Diare berdarah dapat disebabkan oleh kelompok penyebab diare. Penyakit ini menyerang daerah-daerah dengan kebersihan yang kurang baik. Jenis kelompok yang terkena sama. Shigella ambigua. Infeksi ini menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi dan biasanya terjadi pada daerah dengan sanitasi dan higiene perorangan yang buruk. 3. Shigella boydii.Penularannya secara fecal –oral kontak dan orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga. Shigella flexneri yang sering disebut pula Shigella paradysentirae. sebagian dapat menjelaskan insiden terkait anak. Salmonela. paling sering pada usia tahun ke-2 dan ke-3. parasit. 3 ETIOLOGI Disebabkan oleh kuman Shigella dysentriae yang terdiri dari 3 golongan besar. 2. Intoleransi laktosa .merupakan penyakit endemic. Escherichia ( E. Penyakit ini masih terdapat secara endemic di negeri tropis. terutama pada bayi dan anak yang berumur antara 6 bulan sampai 3 tahun. tidak bersimpai dan tahan panas 3. Pernah dilaporkan diantara pelaku homoseksual.seperti oleh infeksi virus. Yang pada daerah endemik mengandung antibodi dan antigen virulen yang dikode- pplasmid maupun lapisan sakarida. compylobacter jejuni. di Indonesia. Coli) . sifat bakteri ini tidak bergerak.4 EPIDEMIOLOGI Infeksi dengan shigella terjadi paling sering bulan-bulan panas di daerah beriklim sedang dan selama musim hujan di daerah beriklim tropis. termasuk Indonesia. 2. Tetapi sebagian besar disentri disebabkan oleh infeksi. Shigella sonnei. Walaupun infeksi dapat terjadi pada sebarng umur. sedang pada 6 bulan pertama jarang dengan alasan yang belum diketahui. yang terutama terdapat di daerah garis lintang utara. penyebab utama adalah Shigella. Shigella shiga yang banyak terdapat di daerah tropis termasuk Indonesia. Infeksi anak dan orang dewasa yang tidak bergejala dapat terjadi tapi tidak lazim. alergi protein susu sapi. gram negatif. bakteri. dan Entamoeba 5 .

salmonella dan enteroinvasl v. Shigatoksin mempunyai sifat sebagai enteroktoksin. tetapi jumlah toksin yang banyak diproduksi oleh Shigella dysentriae tipe I.3 % di Puskesmas. Proporsi penderita diare dengan disentri di Indonesia dilaporkan berkisar antara 5-15 % . Angka kejadian disentri sangat bervariasi di beberapa negara.6 % Dari laporab surveilan terpadu tahun 1989 jumlah kasus disentri didapatkan 13. Proporsi disentri yang menjadi disentri berat belum jelas. Di Bangladesh dilaporkan selama sepuluh tahun ( 1974 – 1984 ) angka kejadian disentri berkisar antara 19. Basil gram negatif ini membentuk endotoksin dan eksotoksin yang menyebabkan infeksi lokal pada dinding usus.9 % s sannei 17.E.e. di rumah sakit didapat 0. S flexnery 70. Epidemi ini dapat disebabkan oleh shigela disentry yang telah resisten terhadap berbagai antibiotik. Hasil survei pada balita di Rumak Sakit di Indonesia menunjukkan proporsi spesies shigella sebagai etiologi diare. S dysentery 5. Di Thailand dilaporkan disentri merupakan 20 dari pasien rawat jalan rumah sakit anak di Bangkok. Shigella sp.42 % . kadang-kadang dapat juga disebabkan oleh shigella flexneri. dan neurotoksin. yang mempunyai plasmid virulen (polipeptida) melakukan invasi dan merusak epitel kolon. S boydii 5.9 %. Epidemi ini telah melanda Asia Selatan sekitar akhir tahun 80 an dan awal tahun 90 an . Disentri berat ummunya disebabkan oleh shigellia dysentery. di Indonesia dilaporkan dari hasil suevei evaluasi tahun 1989 –1990 diperoleh angka kejadian disentri sebesar 15 %.3 % . sitotoksin.6 %. Meskipun proporsi S.dysentry rendah.colo ( EIEC). Toksin ini diproduksi oleh semua spesies. terutama daerah kolon dan sebagian ileum. Setelah mengadakan kerusakan pada mukosa usus itu sehingga terbentuklah tukak dengan tanda- 6 .05 % pasien rawat jalan.histolytica.tetapi kita harus selalu waspada. menyebabkan infeksi hanya pada manusia dan kera. Mikroorganisme ini memperbanyak diri intrasel dan mengeluarkan eksotoksin (liposakarida) yang disebut shigatoksin. 1 PATOGENESIS Shigella sp.45% pada penderita rawat inap dan 0. karena S dysentery dapat muncul sebagai epidemi.

ulserasi. pseudomembran. tetapi limpa tidak. Formal (1961) dan Takeuchi dengan menggunakan mikroskop elektron menunjukkan bahwa basil disentri yang virulen dapat menembus sel-sel epitel sampai ke lamina propia. Penyelidikan oleh La Brec. Kelenjar mesentrium dapat membesar. infiltrasi sel polimorfonuklear dan mononuklear meluas dari lapisan mukosa sampai lapisan muskularis. 2 GEJALA KLINIS Masa inkubasi sangat bervariasi antara beberapa jam sampai 8 hari. Ulkus-ulkus ini menembus ke dalam submukosa. dimana biasanya kerusakannya lebih ringan. 2. dapat tertutup oleh eksudat yang fibrino-purulen. jarang terjadi perforasi. Mekanisme bagaimana basil disentri menembus epitel sampai ke lamina propia belum diketahui. Tukak tersebut kadang-kadang dapat mencapai daerah submukosa tetapi jarang sampai terjadi perforasi. dan terjadi edema submukosa. Secara mikroskopis. tenesmus.1. Bila penyakit menjadi 7 . Terdapat ulkus-ulkus yang dangkal dan ukurannya besar. Flexner. hiperemis.tanda peradangan di sekitarnya. Mula-mula gejalanya berupa gejala infeksi umum yaitu kelemahan yang diikuti oleh demam. kematian sel epitel. kemudian diare yang mengandung lendir dan darah. Penyembuhan ulkus biasanya sempruna. Mukosa usus menebal. Sweet (1906). 4 PATOLOGI Disentri basiler atau shigellosis adalah suatu local infection terutama mengenai usus besar. Dapat pula menenai ileum bagian bawah. beradang dan edematous. Felsen (1945) menyatakan bahwa terjadinya ulsera pada usus disebabkan karena absorbsi dari toksin yang dikeluarkan oleh basil ini melalui dinding usus.

2 DIAGNOSIS Gambaran atau gejala klinis saja tidak dapat digunakan untuk menentukan diagnosis. Pada hari kedua perawatan tampak diare berdarah oleh pengaruh toksin yang menyebabkan kerusakan pada mikrovaskuler sehingga terjadi trombosis. Basil ini sangat sulit ditemukan berhubung dengan sifat-sifatnya.scherichia coli danntamoeba histolytica. Penderita yang memperleh terapi pada permulaan penyakit sembuh dalam 5 hari. Pemeriksaaan laboratorium yang sangat menentukan ialah menemukannya basil dalam pemeriksaan tinja atau biakan tinja. Pada keadaan seperti inin. dan muntah. dalam tinja. Campylobacter jejuni. maka suhu akan menurun menjadi subfebris dengan disertai tinja yang selalu bercampur lendir dan darah. Penegakan diagnosis 8 . Pada mulanya anak memperlihatkan gejala diare nonspesifik disertai nyeri perut. perdarahan dan nekrosis. Kadang-kadang dalam masa akut disertai dengan gejala perangsangan meningeal seperti kaku kuduk. ersinia enterolitica. megakolon toksik atau kolitis pseudomembranous biasanya terjadi dua atau lima minggu pascaenteritis. Gejala-gejala akut berlangsung selama 5-10hari. Baeur membuat diagnosis dengan pemeriksaan tinja yang diwarnai dengan eosin dan bila ditemukan leukosit serta eritrosit lebih dari 5l/pb. diagnosis definitif ditegakkan dengan cara menemukan Shigella sp.berat dapat disertai dengan tanda septikemia yaitu panas tinggi disertai kesadaran menurun. Prolapsus rektum. tenesmus. Shigelosis berat. oleh infeksi Shigella dysentriae tipe I dapat menyebabkan dehidrasi. Diagnosis etiologi biasanya sukar ditegakkan. karena pada permulaan penyakit shigellosis memperlihatkan gejala diare nonspesifik. Diagnosis ditegakkan atas dasar gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium.. Sindrom disentri yang terlihat pada hari-hari berikutnya dapat juga disebabkan oleh mikroorganisme invasif lain seperti Salmonella sp. Suhu menjadi noral bila tinjanya sudah terbentuk. Bila penyakit menjadi kronis. membangkitkan gangguan neurologik dan memberikan komplikasi uremik hemolitik. Diagnosis klinis dapat ditegakkan semata-mata dengan menemukan tinja bercampur darah. Campylobacter jejuni. maka hal ini sangat menyokong diagnosis.

dimana terjadi penurunan mtilitas kolon yang berat diikuti oleh distensi usus yang berat. 9 . fecal blood.000 – 15. Pada penelitian di Bangladesh pada 173 kasus disentri yang diotopsi didapatkan hanya 3 kasus yang mengalami perforasi. Angka kejadian perforasi kecil. terkadang dapat ditemukan leucopenia.Diagnosis ditegakkan secara klinis dan dibantu dengan pemeriksaan radiologis berdasarkan temuan udara bebas intra peritoneal. • Pemeriksaan darah rutin : leukositosis (5. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan : • Pemeriksaan tinja Makroskopis : suatu disentri amoeba dapat ditegakkan bila ditemukan bentuk trofozoit dalam tinja • Benzidin test Mikroskopis : fecal leukosit (petanda adanya kolitis). 1. 2.etiologi melalui gambaran klinis semata sukar. xylose-lysine deoxycholate (XLD). sedangkan pemeriksaan biakan tinja untuk mengetahui agen penyebab seringkali tidak perlu dilakukan karena memakan waktu lama (minimal 2 hari) dan umumnya gejala membaik dengan terapi antibiotika empiris. • Biakan tinja : Media : agar MacConkey. 2) Megakolon toksik Megakolon toksin biasanya terjadi pada pankolitis Diduga toksin shiga yang besifat neurotoksik berperan penting dalam mempengaruhi motilitas usus. agar SS. serta ditemukan nya tanda-tanda peritonitis. 4 KOMPLIKASI Komplikasi Saluran Cerna 1) Perforasi Perforasi terjadi akibat vaskulitas atau ulkus transmural dan biasanya terjadi pada anak dengan Kurang Energi Protein ( KEP ) berat.000 sel/mm3).

Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis dari Bangladesh dilaporkan 3 % dari penderita disentri yang meninggal dirumah sakit dan diotopsi disertai dengan gejala obstruksi usus sehingga harus dipikirkan sebagai diagnosis banding megakolon toksik. Tetapi gejala ini akan tersamar kalau diketemukan komplikasi lain jadi pada tiap disentri dengan komplikasi harus diperiksa kadar glukosa darahnya Diagnosis ditegakkan melalui pengukuran kadar gula darah. Kalau berat dapat menimbulkan kejang. Hipoglikemia berat dapat menimbulkan perubahan kesadaran dan kejang.Keadaan ini terjadi terutama disekitar ulkus transmural sehingga disebut pulau mukosa.Manifesrasi klinis hiponatrea adalah hipotonia dan apati. sehingga gabungan pankolitis dan megakolon pada megakolon toksik hampir selalu menimbulkan gejala sepsis. terjadi penjepitan pembuluh darah yang menimbulkan anoksia.Distensi dan penurunan motilitas akan menyababkan tumbuh ganda bakteri enterik . Tetapi gejala ini juga akan bersamar kalau diketemukan komplikasi lain. melumpuhkan fungsi usus serta memperlemah bamer mechanism ).kematian pasien dengan hipogelikemia sering dibanding hiponatremia. Komplikasi Sistematik 1) Hipoglikemia Komplikasi ini lebih sering terjadi pada shigellosis dibanding penyebab disentri lain hipoglikemia sangat berperan dalam menimbulkan kematian hipoglikemia terjadi karena gagalnya proses glukoneogenesis secara klasik menifestasi klinis hipoglikemia adalah kaki tangan berkeringat dingin. jadi pada tiapo disentri dengan komplikasi harus diperiksa kadar natrium darahnya . tachikardi dan letargik.Seyogyanya sekaligus diperiksa juga kadar kalium darah.Hiponatremia muncul akibat gangguan reabsorpi natrium di usus. 3) Sepsis 10 . 2) Hiponatremia Komplikasi ini juga banyak terjadi pada Shigellosis dibanding penyebab lain. ballooning effect ( mengembangnya usus sehingga seluruh lapisan dinding menipis.

syok menjadi ireversibel. disertai hitung jenis yang bergeser ke kiri adanya granulasi toksi trombositepenia anemia dan CFP positif juga terjadi ganguan faktor pembekuan : penurunan kadar protrombin fibrinogen . Yang paling menonjol terjadinya gangguan sirkulasi yang menimbulkan syok septik. jadi untuk mencegah kematia kita harus mengambil tindakan intensif pada tahap awal dimanabaru muncul tanda umum infeksi yang berat dan gangguan fungsi organ belum menonjol. tetapi kejang dapat merupakan bagian dari ensefalopati. Syok septik sangat sulit diobati. Pengertian sepsis saat ini telah berubah. gangguan fungsi organ multipel dapat ditimbulkan mediator kimiawi.8 % dari 239 kasus kematian akibat Shigellosis meninggal karena sepsis. faktor VIII. menggigil . kita juga harus memberikan antibiotik yang dapat mengatasi bakteri enterik yang berinvasi ini Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis gejala umum infeksi serta gangguan fungsi organ multipel dibantu dengan temuan pemeriksaan penunjang leukopenia atau leukositosis. Bakteriemia pada disentri dengan sepsis jarang yang disebabkan langsung oleh shigella/kuman penyebab disentri lain . cutis marmoratae (akibat distensi kapiler ) . sekarang bakteriemia tidak lagi merupakan persyaratan diagnosis sepsis .dulu sepsid didefinisikan sebagai bakteriemia yang disertai gejala klinis. Komplikasi ini paling sering menyebabkan kematian dibandingkan komplikasi lainnya data dari ICCDR menunjukkan 28. Jadi dalam memilih antibiotik disamping memberikan antibiotik yang dapat membunuh penyebab disentrinya. Asalkan ditemukan manifestasu umum infeksi yang disertai gangguan fungsi organ multipel sudah dianggap ada sepsis. dengan 11 . serta manifestasi disseminated intravascular coagulation ( DIC ) dan bakteriemia. Gangguan fungsi organ multipel ini akan berlanjut menjadi gagal organ multipel. 4) Kejang dan Ensefalopati Kejang yang muncul pada disentri tentu saja dapat berupa kejang deman sederhana (KDS). lebih banyak disebabkan invasi bakteri enterik. endotoksin . gaduh gelisah. proteinuria dan lain sebagainya. gangguan fungsi organ multipel sudah dianggap ada sepsis .eksotoksin atau septikemianya sendiri manifestasi umum/ganguan fungsi organ multipel ini dapat berupa hiperpireksi . Gagal organ multipel hampir selalu diikuti kematian.

32 % ditemukan pneumoni setelah dilakukan otopsi diagnosisditegakkan sesuai standar yang berlaku. khususnya protein selama diare dipihak lain kurang energi protein ( KEP ) sendiri mempermudah terjadinya disentri . Manifestasi perdarhan juga daa disebabkan oleh mikroangiopati. 6) Pneumonia Komplikasi pneumoni bisa juga terjadi pada disentri terutama yang disebabkan oleh Shigella. serta peningkatan kadar ureum /kreatinin . anemia hemolitik akut . 7) Kurang Energi Protein ( KEP ) Disentri terutama karena shigella bisa menyebabkan gangguan gizi atau kurang energi protein ( KEP ) pada anak yang belum gizinya baik hal ini bisa terjadi karena masukkan yang kurang pemakaian kalori yang meningkat karena proses radang dan hilang nutrein. pada keadaan yang berat bisa menyebabkan kematian karenagagal ginjal. ensefalopati muncul akibat toksin Shiga/Sit diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis. gagal ginjal akut dan trombositopeni. Desentri yang terjadi selama atau sesudah menderita campak sangat cepat menimbulkan KEP.kumpulan gejala hiperpireksi penurunan kesadaran dan kejang yang dapat membedakannya dengan KDS .B pada penderita yang meninggsl karena disentri. Dari laporan ICDDR. Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis serta pemeriksaan penunjang untuk memestikanadanya trombositopenia . Gagal ginjalakut ditandai oleh oliguria perubahan kesadaran dan peningkatan kadar ureum dan kreatinin. Diagnosis ditegakkan sesuai standar. Trombositopea dapat meninbulkangajala perdarahan spotan. 12 .yang dapat berlanjut menjadi dissemination intravasculair coagulation ( DIC ) kematian dapat disebabkan oleh terjadinya gagal ginjalakut dan gagal jantung. 5) Sindrom Uremik Hemolitik Sindrom ini ditandai dengan trias anemi hemolitik akibat mikroangiopati. Anemia hemolitik akut ditandai dengan ditemukannya fragmentosit pada sediaan hapus.

Antibiotik yang baik adalah ampicillin diberikan pertama kali 50 mg/kgBB/oral. Terhadap tetracycline dan chloramphenicol dinyatakan bahwa shigellosis telah resisten terhadap antibiotik ini. Pengobatan dengan Bactrim (trimethoprim-sulfamethxazole) juga memberikan hasil yang baik untuk shigellosis. antibiotik. Sebaiknya dilakukan tes sensitivitas. diikuti dengan 100mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis selama 5-7 hari. cairan yang keluar dalam tinja oleh karena toksin shigella mengandung lebih banyak K+ dan CL. glukosa. 13 . dan kalium sangat diperlukan untuk memperbaiki keseimbangan air dan elektrolit. Table penggunaan antibiotik pada kasus diare akut tertentu DIAGNOSIS KLINIS OBAT PILIHAN OBAT PENGGANTI Ampicillin Asam Nalidiksat 100mg/kgBB/hari dibagi 55mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis selama 5 hari 4 dosis selama 5 hari (semua umur) ATAU Tetracyclin Trimethoprim (TMP) 50mg/kgBB/hari dibagi Sulfamrthoxazole (SMX) 4 dosis selama 5 hari (semua umur) Anak : TMP 8mg/kgBB/hari. Bila terdapat resistensi terhadap ampicillin. dan diet.sehingga pemberian PZ.Pengukuran berat badan serta kadar albumen darah secara berkala dapat menggambarkan derajat progresi timbulnya kurang Energi Protein ( KEP). dapat diberikan collistin atau gentamycin per oral dan kanamycin parenteral. SMX 40mgkgBB/hari. Dibandingkan dengan kolera. 4 PENGOBATAN Yang penting adalah memperbaiki water and electrolyte balance. Diet makanan perlu diperhatikan karena dapat terjadi sindrom malabsorpsi pada penyakit shigellosis.

556-557 4. 2. Ilmu Kesehatan Anak (Nelson Textbook of Pediatrics) Edisi 15 Vol. adalah penanganan air dan sampah. Jakarta .2. p. 4 PENCEGAHAN Dua cara sederhana mengurangi risiko shigellosis pada anak. 2007. Dibagi 2 dosis selama 5 hari Dewasa : TMP 160mg dan SMX 800mg.com 14 . Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Nelson. Cara-cara kesehatan masyarakat lain.974-976 2. Waldo E. Diare Berdarah : Shigellosis. 1 DAFTAR PUSTAKA 1. ASI menurunkan risiko shigellosis bergejala dan mengurangi keparahannya pada bayi yang mendapat infeksi walaupun dengan ASI.wikipedia/shigellosis/disentri. mahal dan tidak mungkin secara umum tersedia dalam waktu terdekat di negara yang sedang berkembang. Penerbit Buku Kedokteran. 2007. Bahagian Ilmu Kesehatan Anak FK- UNHAS . terutama sesudah buang air besar dan sebelum mempersiapkan dan mengkonsumsi makanan. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan Anak. www. 2x sehari selama 5 hari 1. ECG. 1985. Cara kedua adalah mendidik keluarga dalam tehnik mencuci tangan. Pertama adalah mendorong pemberian ASI yang lama pada kelompok dimana shigellosis sering ada. Abbas. Nasir. p1-7 3. p.