Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA Tn..

E
KELURAHAN SETIA WARGI KECAMATAN TAMAN SARI
KOTA TASIKMALAYA

LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktek kerja lapangan komunitas

Disusun oleh :
Aam Salamah
MA 0308148

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MITRA KENCANA


PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
TASIKMALAYA
2010 – 2011
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat alloh SWT,yang telah


memberikan rahmat-nya sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan
laporan asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn.. E. di Kelurahan Setia
Wangi Kecamatan Taman Sari Kota Tasikmalaya.
Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas akademik praktek
kerja lapangan komunitas yang dilakukan pada tanggal 29 Nopember sampai 29
Desember di kelurahan setia wangi kecamatan taman sari kota tasikmalaya
Dalam prroses penyusunan laporan ini saya banyak mendapat bimbingan
dari para pembimbing serta bantuan dan dorongan dari semua pihak .
Untuk itu pada kesempatan ini perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih
yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :
1. H. Mulyana, SH , MPd , sebagai ketua Yayasan Adhi Guna Kencana
2. Drs. H. Hendrayana, SH, MM, sebagai Ketua STIKES Mitra Kencana
3. Eneng Daryanti SST , selaku ketua program studi kebidanan STIKES
Mitra Kencana Tasikmalaya
4. Meti Sulastri SST , selaku pembimbing 1 yang telah memberikan arahan
kepada saya dalam menyusun laporan asuhan kebidanan komunitas ini.
5. Seluruh Staf Dosen STIKES Mitra Kencana Tasikmalaya yang membantu
dalam penyusunan laporan ini
6. Rekan-rekan mahasiswa program D III kebidanan STIKES Mitra Kencana
7. Seluruh pihak yang telah membantu dalam kelancaran laporan ini
Saya menyadari laporan ini masih banyak kekurangan karena keterbatasan
kemampuan saya.oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat konstruktif untuk kesempurnaan penyusunan yang akan datang.

Tasikmalaya,Januari 2011
Penulis
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan...............................................................................................
Kata Pengantar ......................................................................................................
Daftar Isi................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ....................................................................................
B. Tujuan .................................................................................................
BAB II TINJAUAN TEORI
A. Keluarga .............................................................................................
B. Rokok..................................................................................................
C. Rumah sakit ........................................................................................
D. Intertilitas.............................................................................................
BAB III TINJAUAN KASUS
A. Pengkajian...........................................................................................
B. Analisa.................................................................................................
C. Tipologi Masalah.................................................................................
D. Prioritas Masalah.................................................................................
E. Asuhan kebidanan pada keluarga Tn.. E.............................................
F. Catatan Perkembangan .......................................................................
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ..........................................................................................
B. Saran.....................................................................................................
Daftar Pustaka ......................................................................................................
Lampiran................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

B. Latar Belakang
Terwujudnya keadaan sehat adalah kehendak semua pihak,baik individu
maupun kelompok. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di
suatu tempat, di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan
(Depkes RI 1998).
Pembangunan keluarga dan masyarakat merupakan bagian dari
pembangunan nasional, dimana keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat,
maka untuk membina masyarakat serta dalam pembinaan yang dimulai dan
ditunjukan kepada keluarga-keluarga yang merupakan unsur dari masyarakat,
karena di dalam keluarga terdapat prilaku yang mendukung kesehatan maupun
bertolak belakang dari kesehatan.jika prilaku kesehatan tersebut mendukung
kesehatan maka akan tercipta suatu masyarakat yang sehat, tetapi sebaliknya
jika tidak ditanamkan pendidikan tentang kesehatan maka potensial pada
keadaan tidak sehat pada masyarakat akan tinggi.
Usaha untuk meningkatkan suatu kesehatan pada keluarga diperlukan
suatu bentuk manajemen yang ditunjukan khusus pada keluarga agar keluarga
mampu berprilaku sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan, selain lebih bisa
menekankan upaya promotifdan preventif, manajemen kebidanan keluarga
juga lebih cepat dan mudah dalam melakukan deteksi dini hal-hal yang
mengarah pada patologis .
Asuhan kebidanan pada keluarga adalah suatu rangkaian kegiatan yang
diberikan melalui praktek kebidanan, adapun saran asuhan kebidanan keluarga
adalah keluarga yang rawan kesehatan, mempunyai masalah kesehatan atau
keluarga yang beresiko terhadap timbulnya masalah kesehatan.
Berdasarkan uraian diatas, dalam memenuhi salah satu tugas akademik
praktek kerja lapangan komunitas. Saya telah melakukan asuhan kebidanan
pada keluarga Tn. E. di Kelurahan Setiawangi Kecamatan Taman Sari Kota
Tasikmalaya.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui asuhan kebidanan komunitas pada keluarga Tn.. E
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui proses pengkajian pada keluarga Tn. E
b. Mengetahui analisa data dan tipolog. Masalah keluarga
Tn. E
c. Mengetahui prioritas masalah pada keluarga Tn. E
d. Mengetahui proses asuhan kebidanan komunitas pada
keluarga Tn. E
e. Mengetahui promosi kesehatan. Yang telah dilakukan
pada keluarga Tn. E
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Keluarga
1. Pengertian keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan .
2. Struktur Keluarga menurut Effendi ( 1995 ) menyebutkan bahwa
struktur keluarga adalah sebagai berikut :
a. Patrilineal adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak keluarga
sedarah dalam beberapa generasi hubungan itu disusun melalui jalur
garis ayah
b. Matrilineal adalah sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah
dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui garis
ibu.
c. Matrilocal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama
keluarga sedarah istri.
d. Patrilocal adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama
keluarga sedarah suami.
e. Keluarga kawinan adalah suami istri sebagai dasar pembinaan
keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga
karena adanya hubungan drah dengan suami atau istri
3. Bentuk keluarga
Keluarga terdiri dari berbagaimacambentuk yaitu :
a. Keluarga Inti ( Nuclear Family )
Terdiri dari ayah ,ibu,dan anak – anak
b. Keluarga Besar ( Extented Family )
Adalah keluarga inti ditambah sanak saudara misalnya nenek, kakek,
keponakan, saudara, sepupu
c. Keluarga barantar ( serial family )
Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria lebih dari satu tahun
dan merupakan satu – satu keluarga inti.
d. Peranan Keluarga
1) Peranan Ayah
Ayah sebagai suami dan istri dan ayah bagi anak anak berperan
sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa
aman sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta anggota masyarakat dalam lingkungannya.
2) Peranana Ibu
Ibu sebagai istri dan ibu dari anak – anaknya, ibu mempunyai
peranan untuk mengrus rumah tangga. Sebagai pengasuh dan
pendidik anak – anak, pelindung dan sebagai salah satu kelompok
dari peranan sosial, serta anggota masyarakat dan lingkungannya
disamping itu juga ibu dapat peranan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarga.
3) Peranan Anak
Anak – anak melaksanakan peranan psiko, social sesuai dengan
tingkat perkembangan baik fisik, sosial dan spritual.
4) Fungsi Keluarga
a) Untuk meneruskan Keturunan
b) Memelihara dan membesarkan anak
c) Memenuhi kebutuhan keluarga
d) Memelihara dan merawat keluarga
Fungsi Fsikologis
(1) Memberi kasih sayang dan rasa aman
(2) Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
(3) Memberikan Identitas Keluarga
B. Rumah Sehat
Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia disamping
kebutuhan sandang dan pangan. Oleh karena itu rumah haruslah sehat dan
nyaman agar dapat memenuhi kebutuhan penghuninya.
Kondisi dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan
merupakan faktor resiko sumber penyakit, khususnya penyakit yang berbasis
lingkungan kriteria rumah
1. Memenuhi kebutuhan fisiologi antara lain ;
a) memiliki pencahayaan yang cukup.
b) memiliki ventilasi udara yang baik
c) memiliki luas yang sesuai dengan porpo jumlah penghuninya
d) memiliki sumber air bersih
e) memiliki wc dan jamban keluarga
f ) mempunyai tempat pembuangan limbah yang sesuai standar kesehatan
g ) mempunyai tempat pembuangan sampah
h ) bebas polusi
2. Memenuhi kebutuhan psikologi antara lain privacy yang
cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga.
3. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan
baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah
4. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit

C. Rokok
1. Sejarah Rokok
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku
Bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa
atau roh, pada abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan Benua Amerika.
Sebagai dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap
rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan
merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda
dengan bangsa indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa
orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para
pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai
masuk ke negara-negara Islam.

2. Zat-zat Berbahaya yang Terkandung dalam Rokok


Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen yang berbahaya,
dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.
Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.
a. Tar
Zat berbahaya ini (berupa kotoran pekat) yang dapat menyumbat dan
mengiritasi paru-paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan
penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus
menyebabkan kanker paru-paru. Racun kimia dalam tar juga dapat
meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine. Tar
yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker
kantung kemih.
b. Nikotin
Adalah suatu zat yang membuat kecanduan dan dapat mempengaruhi
sistem syaraf, mempercepat detak jantung (melebihi detak normal),
sehingga menambah resiko terkena penuyakit jantung.
c. Karbon Monoksida
Zat ini dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel-
sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga
sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah. Selain itu,
karbon monoksida memudahkan penumpukan zat-zat penyumbat
pembuluh nadi, yang dapat menyebabkan serangan jantung yang fatal.
3. Bahaya Rokok
Dibalik efek rokok yang dapat menenangkan pikiran penghisapnya,
terdapat bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun
orang di sekitar perokok yang bukan perokok. Dibawah ini terdapat
beberapa bahaya rokok, yaitu sebagai berikut :
a. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang
200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan
kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu Tar,
nikotin, Karbon monoksida.
b. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat
bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan
pengiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin
tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang
dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya
daripada polusi di jalanan raya yang macet.
c. Pada perokok terdapat penurunan zat kekebalan tubuh ( anti
bodi ) yang terdapat di dalam ludah yang berguna untuk menetralisir
bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel
pertahanan tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan
memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehingga sel pertahanan
tubuh tidak peka lagi terhadap perubahan di sekitarnya juga terhadap
infeksi.
d. Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga
mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan
aliran darah dan mengurangi pengeluaran air liur. AkibaTn.ya rongga
mulut menjadi kering, sehingga memberikan lingkungan yang sesuai
untuk tumbuhnya bakteri dalam plak. Dengan sendirinya perokok
beresiko lebih besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan
pendukung gigi dibandingkan mereka yang bukan perokok.
e. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan
karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi
apapun.
f. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang
tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan
keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok
D. Infertilitas
1. Pengertian
Infertil adalah ketidak mampuan seorang istri untuk hamil dalam
satu tahun setelah secara teratur menjalani hubungan intim tanpa
kontrasepsi
Menurut sensus penduduk terdapat 12 % atau kira-kira 3 juta
pasangan infertil diseluruh indonesia. Dan baru 50 % pasangan infertil
dapat ditolong dan akhirnya memperoleh anak yang di inginkannya. Ini
berarti separuhnya lagi terpaksa menempuh hidup tanpa anak,
adopsi,poligami,bahkan bercerai.
Disebut infertilitas primer kalau istri sama sekali belum pernah
hamil setelah teratur menjalani hubungan intim tanpa kontrasepsi disebut
infertilitas sekunder kalau istri telah hamil sebelumnya, kemudian tidak
terjadi lagi kehamilan.
2. Penyebab
Pada wanita
a). Infeksi vagina sehingga meningkatkan keasaman vagina yang akan
membunuh sperma dan menghambat tranformasi sperma
b). Kelainan pada servik
c). Kelainan pada uterus
d). Kelainan pada saluran tuba
e). Kelainan pada ovarium

Pada pria
a). Abnormalitas sperma
b). Kelainan ejakulasi
c). Kelainan cairan semen
d). Infeksi pada saluran genital
Penyebab lain
a). Kelainan sistem kekebalan tubuh
b). Infertilitas sebagai komplikasi penyakit lain.
3. Penanggulangan Bagi Pasangan Infertil
a). Berperilaku Hidup Sehat
− Diet / pola makan yang sehat
− Latihan jasmani / berolah raga teratur
− Melakukan hubungan intim secara teratur
− Hindari merokok
b). Hindari stress .
c). Beriktiar dengan berkonsultasi pada ahli untuk memperoleh terapi
yang tepat berdoa, sabar dan tetap optimis