Anda di halaman 1dari 8

Pendekatan Semantik Dalam Studi Islam

Kajian Karya Toshihiko Izutsu

Semantik dalam Bahasa Yunani: semantikos, memberikan tanda, penting, dari

kata sema, tanda adalah cabang linguistik yang mempelajari makna yang terkandung

pada suatu bahasa,kode, atau jenis representasi lain. Semantik biasanya dikontraskan

dengan dua aspek lain dari ekspresi makna: sintaksis, pembentukan simbol kompleks

dari simbol yang lebih sederhana, sert a pragmatika, penggunaan praktis simbol oleh

agen atau komunitas pada suatu kondisi atau konteks tertentu1.

Toshihiko izutsu (1914-1993) adalah profesor universitas dan penulis banyak

buku tentang keislaman dan agama-agama lain. Beliau masuk fakultas

ekonomi, Universitas Keio, tetapi dipindahkan ke departemen sastra

Inggris, berharap akan diperintahkan oleh Profesor Junzaburō

Nishiwaki. Ia menjadi asisten riset pada tahun 1937, setelah lulus

dengan gelar BA.

Menurut izutsu Alqur’an bisa didekati dengan sejumlah cara

pandang/pendekatan yang beragam seperti teologi psikologi,sosiologi, tata bahasa dan

lain-lain namun dari sekian banyak pendekatan yang ada beliau konsisten

menggunakan pendekatan linguistik khususnya semantik alqur’an

Izutsu menggunakan metode analisis semantik atau konseptual terhadap

bahan-bahan yang disediakan oleh kosa kata al-qur’an yang berhubungan dengan

beberapa persoalan yang paling kongkrit dan melimpah yang dimunculkan oleh

bahasa al-qur’an. Yang dimaksud semantik dalam kajian izutsu disini adalah kajian

analitik terhadap istilah-istilah kunci suatu bahasa dengan suatu pandangan yang

1 Aditama. 2002. Abdul Chaer. Pengantar semantik bahasa Indonesia. PT
Rineka Cipta: Jakarta

ayat 37 dsb). Toshihiko Izutsu.129 . mulai dari malaikat-malaikat ( Surat Azukhruf [XLIII]/9)/ Jinn (surat ar- Rahman [LV] ayat 15) langit dan bumi ( surat Ibrahim [XIV] ayat 19. Eksistensi itudi anugerahkan oleh tuhan kepada manusia sebagai pemberian yang perlu disukuri . biji-bijian. persoalan yang bersifat abadi dan berulang ulang. sesungguhnya Allah sang pencipta seluruh dunia. dan manusia tidak lain adalah mahluknya. siang dan malam ( surat Fushilat [XLI]. Relasi Tuhan dan Manusia Relasi ontologis antara tuhan dan manusia 2 konsep penciptaan Dalam Weltanschaung atau filosofis.dengan kata lain. daun daunan ( surat al-Rahman [LV] ayat 2 Dr. dan lain sebagainya). tetapi lebih penting lagi . tidak hanya sebagai alat bicara dan berfikir . Relasi manusia dan tuhan . Dari mana manusia berasal? . jawaban yang benar dan merupakan satu- satunya jawaban yang benar . eksistensi manusia secara umum memunculkan persoalan besar . Menurut konsepsi al-qur'an. Matahari dan bulan .buah-buahan. hingga ke gunung dan sungai (surat al-Ra'd [XIII].akhirnya sampai pada pengertian konseptual pandangan dunia atau pandangan dunia masyarakat yang menggunakan bahasa itu . Apa sumber wujudnya dunia ini? Pertanyaan tersebut merupakan salah satu dari masalah dasar yang selalu mengusik pikiran manusia. pengkonsepan dan penafsiran dunia yang melingkupinya.ayat 3 dan lain-lain).Allah berperan sebagai Pemberi eksistensi dan wujud pada manusia. antara tuhan dan manusia terdapat hubungan fundamental antara pencipta dan yang diciptakan yang menurut Divina Commedia Al-Qur'an . Penertbit TiaraWacana Yogya hlm. Machasin 2003. Dia adalah pencipta manusia . terhadap pertanyaan ini tidak perlu dicari jauh-jauh sumber wujud adalah tuhan itu sendiri. pohon-pohon .

Sesunnguhnya. dan semua jenis binatang yang melata . dan senagian berjalan diatas dua kaki. Toshihiko Izutsu.pendeknya dia pencipta segala sesuatu . dsb .130 4 Dr. 11-12.dan konsep ini juga tampaknya selalu dikaitkan dengan nama Allah. yakni melalui penggunaan bahasa yang yang dipahami oleh kedua belah pihak . Yang pertama bersifat linguistic atau verbal. Relasi manusia dan tuhan . sedangkan yang lain bersifat non verbal . Toshihiko Izutsu. Machasin 2003. isyarat dan gerakan 3 Dr. yakni melalui penggunaan tanda-tanda alam oleh tuhan . dan manusia hanyalah salah satu dari beberapaciptaan tersebut sekalipun merupakan ciptaan yang paling penting. Alqu'ran dalam hal tertentu dapat dipandang sebagai himne agung sebagai penghormatan terhadap ciptaan Ilahi. Penertbit TiaraWacana Yogya hlm. Relasi manusia dan tuhan . Karena al-quran menceritakan behwa ada beberapa orang penyembah berhala yang menghubungkan kekuatanpencipta ini dengan berhala- berhala. ayat 45 ). Pengitan antara pencipta khalq dan Allah ini bagaimanapun tidaklah selalu tetap dan pasti. Machasin 2003. Apabila kita menyebut satu persatu tentang apa yang telah ia ciptakan maka tidak akan ada habisnya .130 . diantaranya ada y7ang melata . Penertbit TiaraWacana Yogya hlm. dan sebagian berjalan dengan empat kaki ( surat al-Nuir [XXIV].4 Relasi Komunikatif Tuhan dan manusia ( Komunikatif non Linguistik) •Ayat-ayat Allah Ada dua tipe Pemahaman timbal balik antara tuhan dan manusia.3 Konsep penciptaan Ilahi sama sekali tidak dikenal dalam oleh orang-orang Arab pra-Islam.

maka kita dapat memandangnya sebagai unit independent dan memberikan perlakuan tersendiri. dan banyak memiliki banyak karakteristik yang tidak dimiliki oleh ayat non verbal.145 . Relasi manusia dan tuhan . Bagaimanapun semua yang 5 Dr. pada umumnya inisiatif diambil oleh Tuhan sendiri sedangkan dari sisi manusia fenomena tersebut pada dasarnya merupakan persoalan tanggapan terhadap inisiatif yang dian bil oleh Tuhan. kedua dua tersebut merupakan sama-sama ayat Ilahi .pembahasan ini tepat bila masalah yang lebih spesifik dan penting mengenai Wahy. dalam kedua kasus tersebut . tubuh oleh manusia . Penertbit TiaraWacana Yogya hlm. Inilah sebabnya al-qur'an menyebut kata-kata yang diwahyukan sebagai ayat tanpa membedakannya dengan tanda-tanda . tidak ada perbedaan penting antara tanda-tanda linguistic dan non linguistic . yang lebih tepat dinyatakan dengan istilah tekhnik Wahy . karena dikemukakan tentang karakteristik structural yang lebih umum mengenai komunikasi Ilahi yang mencakup komunikasi dalam bentuk verbal maupun non verbal. Namun karena ayat yang bersifat lingustik atau verbal dengan sendirinya membentuk kelas yang sangat kusus. Toshihiko Izutsu. Berdasarkan pengertian diatas. Pada tingkatan dasar ini.Machasin 2003. dalam pengertian ini hanyalah merupakan sebagian fenomena diantara fenomena lainnya berdasarkan konsep komunikasi Tuhan manusia yang lebih luas. lain yang bersifat non linguistic yang juga disebut ayat. Wahy yang merupakan bentuk khas komunikasi Tuhan kepada manusia melalui sarana bahasa.5 Kehendak Tuhan untuk membuka komunikasi langsung antara Dia dan manusia menurut al quran terwujud dengan bentuk Dia mengirimkan ayat " tanda ". lagi pula karena kelas ini merupakan yang penting yang sangat berbeda sifat dan strukturnya dari ayat non verbal.

Relasi manusia dan tuhan . namun hendaknya membuat kita bertindak sedemikian rupa sehingga perhatian kita tertuju ke sesuatu di balik itu. seperti hujan. juga terdapat perbedaan besar antara bentuk verbal dengan bentuk non verbal sehingga keduanya tidak dapat diperlakukan secara sama.7 6 Dr. bagi mereka yang memiliki kecerdasan yang cukup untuk memahaminya sebagai " tanda-tanda". dan sebagainya. Menurut Konsepsi Al-Qur'an adalah Tuhan sendiri atau lebih tepatnya. kebijaksanaan dan dan kepeduliaan yang ditunjukkan Oleh Tuhan bagi kebaikan manusia dimuka bumi.KekuasaanNya. perputaran angin. Machasin 2003. sebagai bukti ketuhanan Allah. Tentu saja ini hanya berlaku bagi komunikasi dalam arah keatas. tetapi sebagai "tanda. Semua ini jangan sampai dipahami hanya sebagai gejala alam yang sederhana. Dan sesuatu yang ada dibalik tanda-tanda tersebut.146 7 Dr. yang memberikan pengetahuan yang melatarbelakanginya. KeadilanNya. dan sebagainya. aspek yang dimiliki Tuhan seperti kebaikanNya. Machasin 2003.tanda" atau "lambang" yang menunjukkan campur tangan Ilahi terhadap urusan manusia. Sebagaimana rambu-rambu lalu lintas tidak imaksudkan untuk membuat seseorang yang berpergian terpaku pada rambu-rambu itu. susunan langit dan bumi. Relasi manusia dan tuhan . tetapi mengarahkan dirinya kearah yang menjadi tujuan sebenarnya dalam bepergian. maka setiap gejala bukannya menyerap erhatian kita sebagai gejala alam sehingga membuat kita terpaku. ini artinya semua yang sering kita sebut gejala Alam. ayat demi ayat. Dengan pemahaman yang mendalam ini tanda atau lambang yang ada dalm Al-Qur'an disebut ayat. akan terkait dengan fenomena wahyu. Penertbit . angin. Menurut pengertian Al-Qur'an. Penertbit TiaraWacana Yogya hlm. yakni dari manusia kepada Tuhan. Toshihiko Izutsu.6 Tuhan menunjukkan "Tanda-tanda" setiap saat. Toshihiko Izutsu. pergantian siang dan malam.

kedua-duanya hamper- hampir sama hanya saja struktur yang sama dipergunakan dua kali. Ini artinya. Namun demikian.manusia meresponnya baik dengan menerimanya sebagai kebenaran (tasdiq) atau menolaknya sebagai kepalsuan (takdzib) 3. tetapi terbentuk sedemikian rupa sehingga satu sama lain saling berkaitan sesuai dengan struktur dasarnya. Disini konsep tentang ayat .Tuhan menurunkan ayat 2. menurut pandangan al-qur'an. Tuhan mengirimkan ayat sama halnya dengan TiaraWacana Yogya hlm. Persoalan yang menarik. untuk menghasilkan dua medan semantic yang berlainan. medan tersebut dalam weltanschauung Al-Qur'an tidaklah bersifat independent satu sama lain sebagai dua medan yang terpisah.yang pertama sesungguhnya menuju kepada "kepercayaan" (iman) dan yang kedua menuju kepada " ketidak percayaan " (kufr). Sepanjang berkenaan dengan kerangka abstrak. karena disini kita melihat Al-Qur'an menafsirkan dirinya sendiri secara jelas. sebenarnya al-quran menawarkan dua medan berbeda yang terbentuk sekitar gagasan sentral Allah yang menurunkan ayat. Dan hubungan formal antara dua medan bersaudara yang mencerminkan kesatuan dan penggalan realitas yang sama pada kasus ini kasus komunikasi Tuhan dengan dua cara yang berbeda sangat penting bagi tujuan kita. •Hidayah Tuhan Bagian dasar medan semantic itu secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut : 1.146 . digantikan dengan "Bimbingan" huda . ini bukanlah satu-satunya medan semantic ayat yang terdapat dalam alquran . dimana setiap kali diberikan kelengkapan konseptual yang berbeda.

baik yang bersifat verbal maupun non verbal bukanlah merupakan fenomena yang sepihak tetapi bersifat timbale balik. yang tidak lain berupa wahyu ada dua doa (personal). ia salah satu diantara berbagai komunikasi non-linguistik dalam arah yang naik. 8 Dr. sebagai komunikasi verbal keatas. Terkait dengan jenis komunikasi verbal dari tuhan kepada manusia. Maka sebagai imbangannya manusia melakukan ibadah yang sangat penting agama yang di sebut Shalat.154 . menyeru Tuhan untuk meminta karunia dan pertolonganNya. Dengan cara yang sama kemunikasi non verbal Ilahiah dimana Tuhan menurunkan ayat non verbal-Nya. yakni dari manusia kepada Tuhan. Manusia bukan hanya menerima perkataan dan Ayat-ayat Allah secara pasif.komunikasi antara tuhan dan manusia. Penertbit TiaraWacana Yogya hlm.Machasin 2003. sebagai Ekspresi formal kekaguman manusia yang mendalam terhadap adanya yang maha kuasa. Sesunnguhnya Shalat atau Ibadah sangat penting dilihat dari berbagai sudut pandang tertentu dalam studi ini. percakapan hati manusia dengan Tuhan.bimbinganNya. 8 •Shalat Sebagai Alat Komunikasi Sebagaimana telah dikemukakan. Toshihiko Izutsu. demikian pula pada system kedua manusia bebas untuk merespon perbuatan Ilahi ini dengan salah satu dari dua cara. Dan bagaiman pada system manusia dapat memilih tasdiq maupun takzib . yakni dengan ihtida' "mengikuti bimbingan" yang telah ditawarkan atau dala "menyimpang dari jalan yang benar dengan menolak mengikuti bimbingan yang telah dirtawarkan kepadanya. ayat tidak lain adalah ucapan konkrit tujuan Tuhan membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Relasi manusia dan tuhan . Orang-orang yang telah memilih jalan yang pertama berada dijalan sorga (jannah) sedangkan orang-orang yang memilih jalan kedua berada dalam Neraka (jahannam).

Toshihiko Izutsu.161 .tapi didorong dan diperintahkan untuk menyatakan secara positif perasaan kekagumannya melalui suatu siklus tindakan jasmani bersama-sama orang lain yang memiliki perasaan yang sama dengnnya.Machasin 2003. Penertbit TiaraWacana Yogya hlm.9 9 Dr. Relasi manusia dan tuhan .