Anda di halaman 1dari 4

Diduga Lalai, Dokter dan Perawat RS Krian Husada Resmi Tersangka

Sidoarjo (beritajatim.com) - Setelah melakukan penyelidikan secara mendalam
termasuk mendengarkan keterangan saksi ahli, Satreskrim Polres Sidoarjo
menetapkan dokter berinisial WPA (29) yang menangani Dava Chayanata
Oktavianto (3,5) saat berobat hingga tewas di rumah sakit Krian Husada sebagai
tersangka.

Surat penetapan tersangka yang dikeluarkan penyidik Polres Sidoarjo tak hanya
kepada WPA, melainkan juga kepada SM (25) yang berprofesi sebagai perawat di
rumah sakit tersebut.

Dikatakan Kasatreskrim Polres Sidoarjo AKP Ernesto Saiser, dari hasil
penyidikan, mereka dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab secara
pidana atas tewasnya Dava. "Keduanya adalah yang menjadi tenaga medis yang
merawat korban saat dirawat inap di rumah sakit Krian Husada," ujarnya, Selasa
(3/8/2010).

Dari hasil pemeriksaan, ada tindakan medis yang tidak sesuai dengan standard
operational procedure (SOP) dalam penanganan korban. Mulanya korban
kembung. Setelah dilaporkan ke pihak dokter (WPA, red) lansung memberikan
resep kalium.

Dari saksi ahli dokter spesialis anak, ada resep yang masuk dalam kategori drag
abuse (penyalahgunaan obat). Dalam resep disebutkan bahwa pasien harus diberi
kalium secara terus menerus selama 45 menit. Padahal sesuai SOP, pemberian

" terang mantan Kasatreskrim Polres Gresik itu. pemberian obat secara terus menerus selama 45 menit dibolehkan. SM ditetapkan sebagai tersangka karena tidak menyerahkan proses penyuntikan obat itu kepada mahasiswa magang yang belum punya lisensi mengambil tindakan medis.kalium untuk anak 3. Ernesto juga menerangkan. Sementara itu. "Dalam Kedua tersangka itu dijerat dengan pasal 361 KUHP yakni melakukan tindak pidana yang terkait dengan jabatan sehingga menyebabkan orang meninggal dunia pasal 359 yang menyatakan bahwa kesalahan yang menyebabkan orang meninggal dunia. SM menjawab seperti biasanya. Setelah disuntikkan melalui infus. "Batasan maksimal inilah yang dilanggar. [isa/kun] . Kenyatannya Dava hanya dirawat di ruang perawatan biasa sehingga tidak benar jika menggunakan jangka waktu 45 menit.5 tahun maksimal 30 menit. Saat mahasiswa itu tanya tentang cara penyuntikan. asalkan korban dirawat di ruang ICU. SM juga tidak mau tanya ke dokter dan memberikan saran sekenanya yang hingga berakibat korban meninggal. beberapa detik kemudian Dava kejang-kejang dan langsung tewas." pungkasnya.

Jadi. Berdasarkan tinjauan kasus diatas. dan efesien.dan pasal 359 yang menyatakan bahwa” kesalahan yang menyebabkan orang meninggal dunia”. tepat. kasus tersebut termasuk dalam malpraktik karena perawat tersebut tidak menerapkan keterampilan dan pengetahuannya dalam memberikan perawatan. "Dalam kasus ini Kedua tersangka itu dijerat dengan pasal 361 KUHP yakni melakukan tindak pidana yang terkait dengan jabatan sehingga menyebabkan orang meninggal dunia”. tetapi perawat tersebut memberikan pengobatan tanpa berkolaborasi dengan dokter sehingga menyebabkan over dosis pada pasien. .PEMBAHASAN : Dalam kasus di atas bisa di katagorikan Malpraktek medik adalah kelalaian seorang dokter untuk mempergunakan tingkat keterampilan dan ilmu pengetahuan yang lazim dipergunakan dalam mengobati pasien atau orang yang terluka menurut ukuran di lingkungan yang sama. saat perawat melakukan tindakan keperawatan harus sangat berhati-hati karena perawat adalah seorang yang bekerja sebagai profesi yang professional sehingga harus dituntut bekerja dan berpikir secara efektif.

MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN Disusun oleh : CHOLID SUPRAPTO ADI (07.1101.014) PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2010 .