Anda di halaman 1dari 16

PEDOMAN PERAWATAN

KESEHATAN DIRUMAH

DIREKTORAT KEPERAWATAN DAN KETEKNISAN MEDIK
DIREKTORAT JENDRAL PELAYANAN MEDIK
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
2002

Dan seluruh ( 100 % ) responden konsumen menyatakan bahwa PKR perlu dikembangkan. Berdasrkan hasil pengkajian tersebut PKR dirasakan sudah menjaadi kebutuhan. Menghadapi semakain besatnya kebutuhan akan pelayana kesehatan maka PKR sebagai suatu upaya mjenjaga kesinambungan pelayanan kesehatan akan menjadxi kebutuhan dimasa mendatang . Bieneum 2000 – 20001 telah dilakukan pengkajian kebutuhan pelayanan home health care ( need Assesment ) yg dilaksanakan di DKI Jakarta sebagai daerah perkotaan. Untuk mengetahui sejauhmana kebutuhan akan PKR khususnya didaerah perkotaan . . Misalnya pelayanan pengambilan preparat dirumah klien untuk pemeriksaan di Laboratorium kesehatan atau berbagai jenis pelayanan kesehatan lainya yg dilaksanakan dirumah klien. sarana dan pelayanan. Selain dari itu dari hasil pengkajian tersebut sebagian besar ( 91. Diwilayah DKI jakarta seluruh ( 100 % ) responden dari kelompok pengelola program di kanwil / dinas kesehatan sebagian besar ( 96. Bertambahnya populasi jumlah penduduk tf cukup pesat bersamaan dengan urbanisasi di daerah perkotaan menyebabkan kebutuhan akan pelayanan kesehatan meningkat pula. Sejauh ini telah tumbuh berbagai pelayanan sejenis ini di masyarakat pada sektor sosial dikenal kegiatan “ Pusaka “ pusat santunan keluarga yg memberikan santunan kepada kelompok lanjut usia dalam bentuk makanan dan bantuan sosial lainya selain itu pelayanan kesehatan kerumah-rumah juga sudah tumbuh dalam bentuk beragam. Disisi lain dengan semakin meningkatnya perkembangan pengelolaan rumah sakit maka penyelenggaraan 0pelayanan kesehatan dirumah sakit akan semakin efisien khususnya sistem yang menerapkan managed care sehingga mendorong semakin penmdeknya rawat inap.7% ) responden pengelola pelayanan di RS. Pengkajian dilakukan terhadap responden klien dan keluarganya sebagai konsumen maupun terhadap pengelola program / pelayanan kesehatan dan pengelola yayasan.9 % ) respondeng mengatakan pengelola PKR memerlukan izin operasional dan 87. atas diukungan WHO INO OSD 001 . LATAR BELAKANG Peningkatan umur harapan hidup berpengruh terhadap bertambahnya populasi lanjut usia dan secara tidak langsung memberi kontribusi terhadap prevalensi penyakit-penyakit degeneratif yang ketergantungan terhadap pelayanan kesehatan relatif lebih tinggi.BAB I PENDAHULUAN A. puskesmas dan yayasan. Dengan dikembangkanya program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat ( JPKM ) sebagai salah satu missi pembangunan kesehatan Indonesia sehat 2010 maka dimasa datang akan banyak diterapkan sistem kapitasi dalam pembiayaan pelayanan kesehatan sebagai bentuk penerapan “ managed care “ di Indonesia sistem ini akan mendorong kecenderungan maikin tingginya pelayanan promotif dan preventive.3 % respondeng mengatakan perlu standarisasi tenaga. sehubungan dengan itu dirasakan perlu upaya inovasi untuk mengembangkan PKR dalam sistem pelayanan kesehatan diIndonesia untuk itu perlu disususn pedoman pengelola dan pelaksanaan PKR.

• Dengan majunya imtek dibidang yan. • Banyak orang merasakan bahwa dirawat inap di Institusi pelayanan kesehatan membatasi kehidupan manusia. merasakan bahwa perawatan klien yg sangat lama lebih dari 1 minggu tidak menguntungkan malah menjadi beban bagi management. Perawatan orang sakit membuat banyak tindakan perawatan oarang sakit membuat banyak tindakan dikerjakan dirumah kecuali kasus gawat darurat. kes. • Keterbatasan masyarakat untuk membiayai pelayanan kesehatan pada kasus- kasus degenerayif yg memerlukan perawatan relatif lama. Misalnya pasien yang post perawatan strok yg mengalami kelumpuhan memerlukan pelayanan rehabilitasi dalam waktu yg lama. • Lingkungan dirumah ternyata dirasakan lebih nyaman bagi sebagian klien dibandingkan dirawat di RS.. .pada sisi lain banyak anggota masyarakatyg menderita sakit karena berbagai pertimbangan terpaksa dirawat dirumah tidak dirawat di RS / klinik dll. Dengan demikian berdampak pada makin meningkatnya kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut keperawatan dirumah. Faktor-faktor yang mendorong perkembangan PKR : • Kasus-kasus penyakit terminal dianggap tidak efektif dan tidak efisien lagi apabila dirawat diinstitusi pelayanan kesehatan . • Management RS yg berorientasi pada profid . karena tidak dapat menikmati kehidupan secara optimal karena terikat dengan peraturan-peraturan. misalnya cancer dengan stadium akhir..FAKTOE-FAKTOR YANG MENDORONGPERKEMBANGAN “PKR” Sejauh ini benrtuk-bentuk pelayanan kesehatan yg dikenal mayarakat dalam sistem pelayanan kesehatan adalah pelayanan rawat inap dan rawat jalan .

dibidang kesehatan maupun non kesehatan. Pelayanan kesehatan yang diberikan secara komprehensif dengan menggunakan tehnologi yg sederhana maupun tehnologi tinggi tetapi tepat guna. . RUANG LINGKUP 1.uarganya sebagai subyek yang ikut berpartisipasi mkerencanakan kegiatan pelayanan • Pelayanan dikelola oleh satu unit / ana/ institusi baik aspek administrasi maupun aspek pelayanan dengan mengkoordinir berbagai kategori tenaga profesional dibantu tenaga non profesional . Memberikan pendidikan. pelayanan yg sesuai dengan kebutuhan pasien individu dan keluarga direncanakan. ( Warohola 1980 ) Berdasarkan pengertian dapat disimpulkan : Perawatan kesehatan dirumah • Suatu bentuk pelayanan kesehatan yg komprehenshif bertujuan memandirikan klien dan keluarganya. • Pelayanan kesehatan diberikan di tempat tinggal klien dengan melibatkan klien dan kel.PENGERTIAN Perwatan kesehatan rumah yg merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan adalah “ Merupakan suatu komponen tentang pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu dan keluarga ditempat tinggal mereka yg bertujuan untuk meningkatkan . Bentuk pelayanan kesehatan yg dilaksanakan dirumah klien yg merupakan pelayanan profesional menggunakan methode sistematik dalam menejemen kasus. 3. mempertahankan. pelatihan dalam rangka memandirikan klien dan keluarga. dikoordinasikan. 4. Merupakan pelayanan kesehatan yg dilaksanakan dirumah llien 2. atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan akibat dari penyakit termasuk penyakit terminal . Tujuan umum Meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat secara komprehenshif dan berkesinambungan Khusus • Meningkatkan dan mempertahankan dan memulihkan kesehatan • Mengoptimalkan tingkat kemandirian klien dan keluarganya • Meminimalkan akibat yg ditimbulkan dari masalah kesehatan yg dialami klien. dan disediakan oleh pemberi pelayanan y7g diorganisir untuk memberi pelayanan dirumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan perjanjian atau kombinasi dari keduanya.

Tenaga pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan profesional dibantu oleh tenaga profesioanal lainya maupun non profesional 6. pengelola dapat berkedudukan salah satu bagian dari pelayanan kesehatan di RS / poliklinik atau dapat pula berkedudukan secara terpisah secara mandiri. BAB III TATALAKSANA PELAYANAN KESEHATAN DIRUMAH PENGORGANISASIAN 1 Unsur perawatan kesehatan dirumah Perawatan kesehatan dirumah terdiri dari tiga unsur : pengelola pelayanan.5. Tata hubungan antar unsur Pengelola PKR Klien Pelaksana Pelayanan Katiga unsur seperti tersebut merupakan syarat minimal yg harus ada dalam sistem perawatan kesehatan dirumah . Pelayanan kesehatan dirumah dikelola secara profesional. b Pelaksana pelayanan Adalah pelaksana pelayanan terdiri dari tenaga perawat profesional dibantu dengan tenaga-tenaga profesional lain terkait dsan tensga non profesional . c Klien Adalah penerima pelayanan kes. 7. Ketiga unsur tersebut berinteraksi . pelaksana pelayanan tersebut terdiri dari koordinator kasus dan pelaksana pelayanan. pelaksana pelayanan dan klien a Pengelola pelayanan Adalah agensi unit yg bertanggung jawab terhadap seluruh pengelola perawatan kesehata dirumah baik penyediaan tenaga sarana dan peralatan serta mekanisme pelayanan sesuai standar yg ditetapkan .dirumah dengan melibatkan salah satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab yg mewakili klien . apabila diperlukan dapat juga menunjuk seseorang yg akan menjadi pengasuh ( core giver ) yg melayani kebutuhan sehari-hari klien.

dalam sistem ini setiap komponen mempunyai hak dan kewajiban masing-masing yg dapat diukur shg diharapkan tdk merugikan salah satu pihak pun yg diberikan dapat dikendalikan oleh masing-masing pihak. 2. STRUKTUR ORGANISASI Dalam sisten kesehatan dirumah struktur organisasi pengelola dapat digambarkan sepeti dalam bagai 1 . Sub unit pelayanan membawahi tiga koordinator : K. Demikian pula sebutan / penamaanya sesuai kesepakatan setempat Struktur Organisasi Pimpinan PKR Manajer Manajer Administrasi Pelayanan Koordinator kasus Koordinator kasus Pelaksana Pelaksana Pelayanan Pelayanan .sefdara proporsional dan saling mempengaruhi dalam proses Perawatan Kesehatan di Rumah Apabila dari salah satu dari komponen tsbt tidak berfungsi secara baik maka pelayanan yg diberrikan sulit untuk memberikan hasil yg optimal . dan tenaga pemberi pelayanan ( care giver ). pimpinan unit yg membawahi dua sub unit yaitu unit yg bertanggumng jawab terhadap administrasi dan yg bertanggung jawab pelayanan. Kasus ( case coordinator ). Dalam pelaksanaanya struktur organisasi PKR dapat disesuaikan dengan sumber daya yg tersedia shg beberapa fungsi dapat dilaksanakan oleh satu orang.

Disamping interaksi secara intewrnal . maka tata hubungan kerja pengelola . HAK DAN KEWAJIBAN 1 Pengelola Perawatan Kesehatan diRumah a Persyaratan : ⇒ Merupakan bagian dari institusi pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta atau unit mandiri yg berbadan hukum . pelayanan Kesehatan dengan unit-unit external sangat berpengaruh terhadap kinerja pelayanan Tata hubungan kerja pengelola PKR dengan unit External DEPATEMEN DEPARTEMEN KLESEHATAN DALAM NEGERI Pemda Dinkes propinsi Propinsi Pemda Kabupaten / kota Dinkes Kabupaten / Kota PUSKESMAS UNIT RUMAH PERAWATAN SAKIT UNIT KESEHATAN PERAWATAN RUMAH UNIT KESEHATAN MANDIRI PERAWATAN DIRUMAH KESEHATAN DIRUMAH SYARAT.

⇒ Mendapat izin untuk mengelola Perawatan kesehatan di rumsah dari pemerintah daerah setempat atas rekomendasi dari Dinas kesehatan kabupaten / kota setempat ⇒ Mempunyai kanor dengan alamat yg jelas ⇒ Mempunyai sarana komunikasi telpun. ⇒ Mampu menyediakan transportasi untuk melaksanakan rujukan klien ⇒ Mempunyai kerja sama dengan rumah sakit / puskesmas untuk rujukan. penyediaan tenaga ini berupa paruh waktu yg dikontrak atau dilakukan dengan sistem sub kontrak dengan pengelola pengerah tenaga. ⇒ Mampu menyediakan tenaga kesehatan dan non kesehatan bersertifikat perawatan kesehatan dirumah sesuai dengan kebutuhan . ⇒ Mampu menyediakan peralatan kesehatan dan non kesehatan sesuai dengan standar minimal yg diterapkan. b HAK PENGELOLA ⇒ Mengelola kesehatan di rumah sesuai dengan standar pelayanan keperawatan yg ditetapkan oleh pemerintah ⇒ Meneerima hak atas imbalan jasa sesuai dengan perjanjian kerja yang disepakati bersama . fakmil atau internet ⇒ Mempunyai tenaga : ⇒ Pimpinan yg bertanggung jawwab seluruh pelayanan ⇒ Tenaga administrasi ⇒ Tenaga perawat profesional ( minimal D III ) sebagai tenaga tetap yg mempunyai izin praktek dan akan menjadi Koordinator dalam pelayanan kasus. ⇒ Mempunyai akses kepada pemerintah yang mengendalikan perawatan kesehatan dirumah ⇒ Mendapat dukungan dari pelaksana pelayanan dan klien atas pengelolaan pelayanan yg menjadi tanggung jawabnya ⇒ Menetapkan pelaksana pelayanan yg akan memberikan pelayanan pada klien sesuai dengan masalah yg dihadapi ⇒ Menetapkan mitra kerja yg akan mendukung pelayanan tewrhadap klien c KEWAJIBAN PENGELOLA ⇒ Menjamin pelayana yg profesional dan bermutu yg diberikan pada klien ⇒ Mematuhi kontrak / perjanjian yg telah disepakati ⇒ Memberikan perlakuan yg baik terhadap pelaksana pelayanan dan klien . biaya perawatan ditetapkan sesuai dengan standar.

pengendalian. 2 KOORNINATOR KASUS a Persyaratan : ⇒ Bherusia minimal 21 tahun ⇒ Mempunyai ijazah formal yg diakui oleh pemerintah minimal DIII keperawatan ⇒ Mempunyai setrifikat pelatihan perawatan kesehatan di rumsh bagi koordinator kasus ( case manager ) ⇒ Pengalaman kerja pelaksana pelayanan minimal 3 tahun ⇒ Mampu melakukan pengkajian awal dan analisis terhadap kasua dan menyususn rencana intervensi ⇒ Mampu bekerja dsama dalam tim maupun memimpin ⇒ Mampu menjalankan bimbingan tehnis. ⇒ Meningkatkan kemampuan pengetahuan / ketrampilan pelaksana pelayanan ⇒ Melaksanakan kewajiban yg harus diberikan kepada pelaksana pelayanan dan lien ⇒ Mematuhi peraturan yg berlaku berkaitan pengelolaan perawatan kesehatan di rumah ⇒ Melaksanakan pengawasaan. ⇒ Mempunyai kases kepada pemerintah yg mengendalikan PKR atau pengaturan kerja melalui berbagai media ⇒ Berhak mengemukakan pendapat yg berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan serta perlindungan terhadap pelaksanapelayanan maupun klien. ⇒ Mendapat perlindungan hukum atas tondakan yg diterima dan dirasakan merugikan dan menyimpang dari peraturan yg berlaku . monitoring dan evaluasi. ⇒ Mampu memberikan pelayanan sesuai demngan etika yg ditetapkan. pelayanan dan kemungkinan dihewntikan perjanjian kerja. b Hak : ⇒ Mengetahui hak dan kewajiban secara tertulis ⇒ Berhak mndapatkan imbalan jasa sesuai dengan perjanjian kerja ⇒ Memperoleh perlakukan yg layak sesuai norma yg berlaku ⇒ Berhak menolak tugas .dan pembinaan terhadap kineja pelaksana pelayanan ⇒ Mrnyediakan sarana administrasi dan pelayanan ( cek list / format laporan ) ⇒ Menerapkan sistem penghargaan dan sangsi administrasi yg layak terhadap pelaksana pelayanan. perubahan tarif. prosedur atau tindakan medis diluar rincian tugasnya ( job description ) yg disepakati ⇒ Memperoleh informasi yg berkaitan dengan setiap perubahan pelayana.

b Hak : ⇒ Mengetahui hak dan kewajiban secara tertulis ⇒ Berhak mndapatkan imbalan jasa sesuai dengan perjanjian kerja ⇒ Memperoleh perlakukan yg layak sesuai norma yg berlaku ⇒ Berhak menolak tugas . prosedur atau tindakan medis diluar rincian tugasnya ( job description ) yg disepakati ⇒ Memperoleh informasi yg berkaitan dengan setiap perubahan pelayana. . pelayanan dan kemungkinan dihewntikan perjanjian kerja. ⇒ Mampu menjalankan menjalankan standar prosedur yg ditetapkan ⇒ Mampu memberikan pelayanan sesuai demngan etika yg ditetapkan. terapis ) ⇒ Mempunyai setrifikat pelatihan perawatan kesehatan di rumsh dari institusi yang berwenang ⇒ Mampu memberikan pelayanan secara mandiri dan bertanggung jawab. pekerja sosial. 3 PELAKSANA PELAYANAN KEPERAWATAN a Persyaratan : ⇒ Bherusia minimal 21 tahun ⇒ Mempunyai ijazah formal yg diakui oleh pemerintah bagi tenaga profesional ( keperawatan. ⇒ Memperoleh dukungan dari pengelola dan klien serta keluarga dalam melaksanakan tugasnya. ⇒ Bekerja sama dan saling mendukung dengan pelaksana pelayanan lainya dalam tim pelayanan demi keberhasilan pelayanan ⇒ Mematuhi perjanjian kerja yg telah dibuat ⇒ Menghargai hak-hak klien dengan tidak melakukan pelanggaran hak-hak tersebut ⇒ Membuat laporan rutin kepada penanggung jawab pelayanan sesuai dengan peraturan yg berlaku. c Kewajiban : ⇒ Membantu peraturan dan disiplin kerja yg telah ditetapkan oleh pengelola ⇒ Memberikan pelayanan yg profesional dan bermutu sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan serta kode etik profesi ⇒ Merahasiakan segala sesuatu yg diketahui berkaitan dengan keadaan klien dengan tidak memberitahukan kepada siapapun ⇒ Melaksanakan tugas sesuai dengan rencana pelayanan yg telah ditetapkan. perubahan tarif.

⇒ Mempunyai kases kepada pemerintah yg mengendalikan PKR atau pengaturan kerja melalui berbagai media ⇒ Berhak mengemukakan pendapat yg berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan serta perlindungan terhadap pelaksanapelayanan maupun klien. ⇒ Diberi tahu dulu dan ikut berpartisipasi dalam rencana pelayanan yang akan diberikan dan penetapan perubahan asuhan serta tindakan yg dapat mempengaruhi kesehatan. ⇒ Mendapat perlindungan hukum atas tondakan yg diterima dan dirasakan merugikan dan menyimpang dari peraturan yg berlaku ⇒ Memperoleh dukungan dari pengelola dan klien serta keluarga dalam melaksanakan tugasnya. ⇒ Bekerja sama dan saling mendukung dengan pelaksana pelayanan lainya dalam tim pelayanan demi keberhasilan pelayanan ⇒ Mematuhi perjanjian kerja yg telah dibuat ⇒ Menghargai hak-hak klien dengan tidak melakukan pelanggaran hak-hak tersebut ⇒ Membuat laporan rutin kepada penanggung jawab pelayanan sesuai dengan peraturan yg berlaku. c Kewajiban : ⇒ Mentaati peraturan dan disiplin kerja yg telah ditetapkan oleh pengelola ⇒ Memberikan pelayanan yg profesional dan bermutu sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan serta kode etik profesi ⇒ Merahasiakan segala sesuatu yg diketahui berkaitan dengan keadaan klien dengan tidak memberitahukan kepada siapapun ⇒ Melaksanakan tugas sesuai dengan rencana pelayanan yg telah ditetapkan. dan haknya dalam menerima pelayanan. 4 KLIEN a Persyaratan : ⇒ Mempunyai keluarga atau pihak lain yg akan bertanggung jawab atau menjadi wali / pendamping bagi klien dalam berinteraksi dengan pengelola maupun klien ⇒ Bersedia menandatangani persetujuan ( Inform consent ) setelah sayarat-sayarat disepakati bersama ⇒ Bersedia mel. tanggung jawab. ⇒ Hak klien : ⇒ Memperoleh informasi tentang hak dan kewajibannya ⇒ Mendsapat pelayanan yg profesional sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.akukan perjanjian kerja dengan pebgelola perawatan kesehatan dirumah untuk memenuhi kewajuban . ..

⇒ Memperoleh perlakuan yang layak dari semua pelaksana pelayanan yg melayani dimana jelas identitasnya. meliputi nama. usia atau asal usul kebangsaan. dan sosial budaya tanpa diskriminasi berdasarkan rasa . dan sosial budaya tanpa diskriminasi berdasarkan ras. dan jabatan mereka masing-masing ⇒ Memperoleh catatan semua klinis atas pelayanan yg diterima yg ada dasarnya rahsia( kecuali pihak ke tiga yang berkepentingan terhadap pelayanan yang diterima termasuk perusahaan / asuransi yg membiayai ) ⇒ Berhak menolak tondakan. norma-norma agama. agama jenis kelamin. perubahan tarif. jenis kelamin. . b KEWAJIBAN KLIEN ⇒ Mematuhi perjanjian bersama ⇒ Mentaati rencana pelayanan 7g telah disepakati bersama ⇒ Melaksanakan kewajiban membayar pelayanan yg diterima sesuai dengan tarif yg telah diberitahu sebelumnya ⇒ Bersedia bekerja sama dengan pelaksana pelayanan yg memberi pelayanan ⇒ Menghargai hak pelaksana pelayanan sesuai norma yg berlaku berdasar etika . warna kulit.endapat informasi yg lengkap tentang akibat dari suatu tindakan ⇒ Menerima pelayanan yg layak dan semestinya sesuai dengan norma yg berlaku berdasar kode etik . ⇒ Berhak mengemukakan pendapat tentang perubahan pelayanan atau pergantian pelaksana pelayanan yg melayani tanpa rasa takut ditolak atau menerima perlakuan diskriminasi ⇒ Memperoleh semua informasi yg berkaitan dengan setiap perunahan pelayanan. norma-norma agama. proswedur atgau tindakanm medis setelah m. warna kulit. ⇒ Memperoleh akses kepada pemerintah yg mengendalikan perawatan kesehatan dirumah melalui berbagai media. usia dan asal usul kebangsaan.yg mumngkin akan mempengaruhi pihak ketiga dalam hal pembiayaan termasuk terminasi pelayanan ⇒ Mewndapat perlindungan hukum atas tindakan yg diterima dan dirasakan merugikan dan menyimpang dari standar prosedur. agama.

pengkajian dilakukan untuk menentukan layak tidak untuk dilakukan perawatan kesehatan rumah.MEKANISME PERAWATAN DIRUMAH RAWAT JALAN • INSTANSI YANKES RS/ PUSK/ BP DLL • PRSAKTEK PERORANGAN RAWAT INAP • RUMAH SAKIT • PUSKESMAS • KLINIK • NURSING HOME PERAWATAN KESEHATAN PASIEN DIRUMAH MANDIRI Klien pasca rajal / ranap / langsung permintaan sendiri harus dilakukan pengkajian ketempat tinggalnyaoleh koordimator kasus ( case manager yg merupakan staf dari unit / agency PKR . . Setiap tindakan yang dilakukan / diberikan pada pasien oleh kategori pelaksana pelayanan harus diketahui oleh koordinator pelayanan. Pelayanan dikoordinir dan dikendalikan oleh dikoordinator kasus. Pelaksana pelayanan adalah tenaga yang dikontrak atau atau tenaga tetap direkrut oleh pengelola PKR. Kesepakatan itu juga mencakup jenis layanan. Secara pereodik koordinator kasus akan memonitoring dan evaluasi tentang pelayanan yg diberikan dan dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan kesepakatan apa belum. peralatan pelaksana pelayanan dan sistem pembayaran serta jangka waktu layanan. jenis tenaga yang akan memberikan pelayanan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan pasien. Setelah dilakukan pengkajian bersama-sama klien dan keluarganya dilakukan perencanaan dan membuat kesepekatana tentang layanan apa saja yang akan diterima oleh klien. Kemuadian klien akan menerima layanan dari pelaksana pelayanan PKR sesuai dengan rencana yg disepakati bersama.

MEKANISME PERIZINAN Perizinan yg menyakut operasional pengelolaan perawatan kesehatan rumah dan praktek yang dilaksanakan oleh tenaga profesional dan non profesional ( D III. Izin lokasi bangunan c. Pelayanan perbantuan untuk kegiatan sosial. Pendidikan. ners. ruang menegment pelayanan. Pelayanan rehabilitasi medik dan keterapian fisik 4. direktur. Higiene dan sanitasi perorangan serta lingkungan 7. PP ) diatur sesuai dengan peraturan yg ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Unit PKR yg merupakan bagian dari institusi pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta. Akan tetapi institusi pelayanan kesehatan tersebut berkewajiban melapor pada pemerintah daerah setempat melalui DKK / kota tentang pelayanan PKR dan telah memenuhi persyaratan operasional lainya ( tenaga sarana dan organisasi ). spesialis non prof : SPK. f. Pelayanan informasi dan rujukan 5.dan sertifikat PKR.LINGKUP PELAYANAN Secara umum lingkup pelasyanan dalam PKR dapat dikelompokan sebagai berikut : 1. Izin lingkungan d. Berbadan hukum yg ditetapkan akte notaris tentang yayasan dibidang kesehatan 2. Mengajukan permohonan izin usaha PKR kepada DKK / Kota setempat dengan melampirkan : a. Izin usaha e. Izizn persyaratan tenaga meliputi : izizn praktek profesional. b Tarif PKR harus memperhatikan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat c Penetapan tarif pelayanan PKR meskipun dimungkinkan untuk mencari laba namun harus secara seimbang mempertimbangkan . Rekomendasi dari PPNI b. tidak memerlukan izin operasional.sdarana komunikasi dan sarana transportasi. Persyaratan tata ruangan bangunan meliputi : R. gudang sarana dan peralatan. Persyaratan perizinan bagi unit PKR mandiri : 1. penyuluhan dan penyuluhan kesehatan 6. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yg terapeutik 3. PEMBIAYAAN DAN POLA TARIF 1 Kebijakan tarif dalam PKR mengacu pada prinsip-prinsip yg ditetapkan oleh DEPKES sebagai berikut : a Pemerintah dam masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan medik dan Asuhan Keperawatan 2.

e Tarif pelayanan PKR harus mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional > 2 Jenis pelayanan yg dikenakan tarif dalam PKR: Selain memperhatikan kebijakan yg telah disebutkan.in ( asuransi. Jenis pelayanan yg dikenai tarif meliputi : 1 Jasa pelayanan kesehatan dan non kesehatan Adalah imbalan yg diterima pelaksana pelayanan atau jasa yang diberikan kepada klien dalam rangka pelayanan meliputi: a PELAYANAN Medik meliputi konsultasi dan tindakan medik b Pelayanan keperawqatan . tindakan perbaikan lingkungan dalam rangka menciptakan lingkungan yg terapeutik. keperawatan dan alat kesehatan lainya . d Pelayanan penunjang non medik meliputi konsultasi oleh petugas sosial profesional dan pelayanan psikologi dan jiwa. penyewa ambulance. kebidanan meliputi konsultasi asuhan dan tindakan serta tindakan yg dilimpahkan. kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah dengan alasan gotong royong. Kegiatan meliputi sewa peralatan medik. alat kesehatan.obat dan bahan habis pakai yg dugunakan langsung oleh pasien dengan sistem sewa maupun membeli. fisioterapi dll ) meliputi konsultasi dan tindakan penunjang medik. penetapan trif ditetapkan berdasrkan pertimbangan antara lain kategori tindakan dar5im yg sederhana sampai dengan yg komplek / canggih . semua itu dapat dijadikan pertimbangan tarif yg layak . SISTEM PERJANJIAN KERJA Perjanjian kerja dala PKR adalah perjanjian kerja sama antara dua pihak yg berkepentingan seperti yg tercantum dalam mekanisme kerja PKR 1 Pihak-pihan yang melakukan kerja sama tertulis / perjanjian kerja a Perjanjian kerja sama antara pengelola dengan rumah sakit b Pewrjanjian kerja sama antara pengelola dengan pengelola lainya ( penyediaan tenaga. pengadaan dan penyewaan alat. gasilitas . c Pelayana penunjang medik ( laboratorium. d Tarif pelayanan PKR untuk golongan masyarakat yang pembayaranya dijamin oleh pihak penjam. penyewa sarana lainya ) c Perjanjian kerja sama pengelola dengan pihak penjamin klien / asuransi d Perjanjian kerja sama pengelola dengan pelaksana pelayanan PKR e Perjanjian konsumen dan pengelola 2 Hal-hal yang harus termuat dalam perjanjian adalah : . radiologi. selain itu pertimbangan klasifikasi pelayanan dari yang biasa atau sederhana sampai dengan yg dapat dikategorikan mewah ( Sophisticated ) . 2 Jasa pelayanan sarana dan peralatan Adalah imbalan yang diterima oleh pengelola atas pemakaian sarana. IPKM dll ) ditetapkan atas dasar saling membantu melalui suatu ikatan tertulis.

setelah kesepakatan antgara pengelola ( melalui manager ) dan klien beserta keluarganya . jelas disebutkan nama. Mnonitoring dan evaluasi dapat dilakukan dengan mengkaji informasai yg diperoleh dari klien ( melalui telepon dan kunjungan rumah ) mauopun memantau langsung kepatuhan oelaksana pelayanan terhadap standar yg ditetapkan dengan menggunakan berbagai tools / instrumen pemantau. tanda tangan masing- masing pihak. . tujuan dari kegiatan a\ini adalah agar seluruh komponen pelayanan dapat berfungsi dengan baik dan tidask terjadi penyalah gunaan serta penyimpangan shg mutu pelayanan yg rtinggi dapat terus tercapai atau dipertahankan. AKREDITASI DAN QUALITY ASSURANCE Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengendalikan dan pembionaan PKR yg dilakukan oleh pemerintah atau badan independent yang akan mengendalikan perawatan kesehatan dirumah . alamat. d Hak masing-masing pihak ( termasuk penggajian dan intensif ) e Kewajiban masing-masing pihak f Sangsi terhadap pengingkaran / pembatalan perjanjian kerja secara sepihak g Jangka waktu / masa perjanjian kerja h Perjanjian kerja dibuat diatas kertas bermeterai. MONITORING DAN EVALUASI Secara teratur pengelola akan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap pengelola administrasi maupun pelayanan terhgadap klien untuk pelayanan terhadap klien . maka mnager akan melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja pelaksana pelayanan. a Judul perjanjian kerja sama b Hari dan tanggal penandatanganan perjanian kerja c Pihak-pihak yang melakukan kerja sama dan penandatanganan perjanjian kerja.