Anda di halaman 1dari 20
ME TODOLOG IPENEL ITIA N KontrolDanM anipulasiVariabel (MOD U L8 ) Oleh Sahibul Munir FAKULTASEKONOMI UNIVERSITASMERCUBUANA 2008 Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiwa dapat menjelaskan : 1. Mendefinisikan variabel 2. Mengidentifikasikan variabel independen dan variabel interverning diantara variabel penelitian. 3. Mengidentifikasi variabel-variabel yang harus dikontrol dalam dalam suatu penelitian, bentuk-bentuk usaha manipulasi variabel dalam penelitian tersebut. Materi Bahasan : 1. Variabel independen dan dependen 2. Variabel intervening 3. Variabel moderating Daftar Pustaka : 1. Indriantoro & Supomo, 2001, “Metodologi Penelitian Bisnis dan Akuntansi” BPFE Yogyakarta. 2. Buku-buku, “Metodologi Penelitian”, yang terkait. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 2 KONTROLDANMANIPULASI VARIABEL Variabel dan Construct Variabel, seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, adalah segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai. Teori mengekpresikan fenomena-fenomena secara sistematis melalui pernyataan hubungan antar variabel. Construct adalah abstraksi dari fenomena-fenomena kehidupan nyata yang diamati. Variabel, dengan demikian merupakan proksi (proxy) atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai. Variabel merupakan mediator antara custruct yang abstrac dengan fenomena yang nyata. Nilai Variabel Variabel dapat diukur dengan berbagai macam nilai tergantung pada construct yang diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau berupa atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai. Contoh variabel antara lain : sikap, motivasi, prestasi akademik, absensi. Sikap mahasiswa dapat dinilai dengan positif dan negatif. Motivasi belajar mahasiswa dapat di nilai dengan tinggi, sedang, kurang. Absensi mahasiswa dapat dinilai (dihitung) mulai dari angka nol sampai dengan jumlah tertentu (seluruh mahasiswa dalam satu kelas). Tipe-Tipe Variabel Penelitian Teori-teori dalam ilmu sosial memberikan gambaran sistematis mengenai fenomena sosial melalui hubungan dua variabel atau lebih. Hubungan antar variabel pada dasarnya merupakan simplikasi dari gambaran fenomena-fenomena sosial yang sebenarnya bersifat kompleks. Penelitian kuantitatif umumnya menggunakan asumsi dan batasan pada faktor-faktor lain yang tidak diamati diasumsikan sebagai faktor-faktor yang tidak terkait secara signifikan dengan fenomena tertentu yang diteliti. Variabel penelitian dapat diklasifikan berdasarkan beberapa pendekatan, diantaranya adalah berdasarkan : (1) fungsi variabel, (2) skala nilai variabel, dan (3) perlakuan terhadap variabel. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 3 Variabel Independen dan Variabel Dependen Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Kedua tipe variabel ini merupakan kategori variabel penelitian yang paling sering digunakan dalam penelitian karena mempunyai kemampuan aplikasi yang luas. Penjelasan dan prediksi fenomena secara sistematis digambarkan dalam variabilitas variabel-variabel dependen yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel-variabel independen. Variabel independen dinamakan pula dengan variabel yang diduga sebagai sebab (presumed couse variabel) dari variabel independen, yaitu variabel yang diduga sebagai akibat (presumed effect variabel). Variabel independen juga dapat disebut sebagai variabel yang mendahului (antecendent variable) dan variabel dependen sebagai variabel konsekuensi (consequent variable). Misal, suatu penelitian menguji pengaruh pemecahan saham terhadap perubahan harga saham. Ada dua variabel yang diuji dalam penelitian ini. Yaitu : pemecahan saham (variable independen) dan harga saham (variable dependen). Model penelitian menunjukkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen disajikan dalam bentuk diagram (gambar 8.1) berikut ini. Gambar 8.1. Hubungan antara variabel independen (pemecahan saham) dengan variabel dependen (harga saham) PEMECAHANSAHAM HARGASAHAM (VariableIndependen) (Variable Pemecahan saham merupakan variable yang diduga secara logis menjelaskan atau mempengaruhi variable harga saham (gambar 8.1). Contoh lain penelitian yang menggunakan lebih dari satu variable dependen dan variable independen antara lain, penelitian yang menguji : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 4 1. Pengaruh pengumuman right issue (variable independen) terhadap tingkat keuntungan (variable dependen) dan likuiditas saham (variable dependen). 2. Pengaruh desentralisasi (variable independen) dan karakteristik system informasi akuntansi manajemen (variable independen) terhadap kinerja manajerial (variable dependen). Variable Moderating Hubungan langsung antara variable-variable independen dengan variable- variable dependen kemungkinan dipengaruhi oleh variable-variable lain. Salah satu diantaranya adalah variabel moderating, yaitu tipe variabel-variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan langsung antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel moderating merupakan tipe variabel yang mempunyai pengaruh terhadap sifat atau arah hubungan antar variabel. Sifat atau arah hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen kemungkinan positif atau negatif dalam hal ini tergantung pada variabel moderating. Oleh karena itu, variabel moderating dinamakan pula dengan variabel contingency. Contoh Berdasarkan hasil penelitian yang menguji pengaruh struktur organisasional (desentralisasi atau sentralisasi) terhadap hubungan antara partisipasi dalam penyusunan anggaran (partisipasi) dengan kinerja, dinyataan bahwa struktur organisasional merupakan faktor moderating yang mempengaruhi hubungan antara partisipasi mempunyai hubungan positif dengan kinerja pada struktur organisasi desentralisasi. Sebaliknya, partisipasi mempunyai hubungan negatif dengan kinerja pada struktur organisasi sentralisasi. Pengaruh variabel moderating (struktur organisasional) terhadap sifat dan arah hubungan antara variabel independen (partisipasi) dengan variabel dependen (kinerja) dijelaskan dengan gambar 8.2. Gambar 8.2. HubunganPartisipasi, Desentr alisasi, tra Sentralisasi, danKinerja tra rja STRUKTUR Desentralisasi Sentralisasi PARTISIPASI Tinggi KINERJA KINERJA TINGGI RENDAH Rendah KINERJA KINERJATINGGI RENDAH PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 5 Model penelitian yang menunjukkan pengaruh variable moderating terhadap hubungan antara variabel independen (partisipasi) dengan variabel dependen (kinerja). Gambar 8.3. Pengaruhvariabel moderting(struktur organisasional) terhadapantaravariabel independen (partisipasi) denganvariabledependen(kinerja). PARTISIPASI KINERJA (variable indenpenden) (variable denpenden) STRUKTUR ORGANISASIONAL (variable moderating) Variable Intervening Variabel intervening adalah tipe variabel-variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel-variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Variabel intervening merupakan variabel yang terletak diantara variabel-variabel dengan variabel-variabel dependen, sehingga variable independen tidak langsung menjelaskan atau mempengaruhi variable dependen. Gambar 8.4. Hubungan antara variabel independen (partisipasi), variable intervening (motivasi) dan variable dependen (kinerja). PARTISIPASI MOTIVASI KINERJA (variable independen) (variable intervening) (variable dependen) PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 6 Gambar 8.5. Hubunganantaravariableindependen (dentitas tenagakerja), variabel dependen (efektivitas organisasional), variabel moderating (keahlianmanajerial) danvariableintervening (sinergi kreatif). DIVERSITAS MOTIVASI KINERJA TENAGA KERJA KREATIF ORGANISASIONAL (variable independen) (variable intervening) (variable dependen) KEAHLIAN MANAJERIAL (variable moderating) Skala Nilai Variabel Variabel umumnya diukur dengan skala dalam kisaran nilai tertentu. Berdasarkan skala nilainya, variable-variable penelitian diklasifikasikan menjadi variable kontinu (contnous variable) dan variable kategoris (categoris variable). Variabel kontinyu adalah tipe variable-variable penelitian yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Nilai dalam variable kontinu setidaknya menggambarkan peringkat atau jarak berdasarkan skala pengukuran tertentu. Skala nilai variable kontinu dapat berupa : (1) perbedaan lebih atau kurang : tinggi-sedang-rendah, atau (2) skor nilai yang berbeda dan mempunyai jarak : 1. Sampai dengan 7. Tipe skala ini sering digunakan dalam penelitian-penelitian teori keprilakuan. Variabel kategoris adalah tipe variable-variable penelitian yang memiliki nilai berdasarkan kategori tertentu atau lebih dikenal dengan sebutan skala minimal. Skala nilai pada variable ini hanya merupakan label untuk mengidentifikasikan kategori atau kelompok variable yang bersangkutan. Contoh variable kategoris dikotomi : jenis kelamin (pria-wanita), perilaku (baik-buruk), sikap (positif-negatif), atau variabel kategoris politomis : agama, tingkat pendidikan, kewarganegaraan. Pendekatan Variabel PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 7 Klasifikasi variable berdasarkan pada perlakuan peneliti terhadap variabel penelitian bermanfaat untuk mengetahui perbedaan antara variabel-variabel yang dimanipulasi dengan variabel-variabel yang tidak dimanipulasi. Variabel Aktif dan Variabel Atribut Variable-variable penelitian dapat diklasfikasikan berdasarkan perlakuan penelitian terhadap suatu variable, yaitu variable aktif (aktive variable) dan variable atribut (atribute variable). Variable aktif adalah variabel-variabel penelitian yang dimanipulasi untuk keperluan penelitian ekperimen. Tidak semua variabel penelitian dapat dimanipulasi, misal variabel-varibel yang berkaitan dengan karakteristik manusia intelgensia, sikap, jenis kelamin, status sosial ekonomi. Variabel-varibel tersebut umumnya tidak mungkin atau sulit untuk dimanipulasi. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dimanipulasi disebut dengan variabel atribut. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 8 Modul Metodologi Penelitian MODUL KE 9 SKALA PENGUKURAN DOSEN : Nurlis PKK FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA Tujuan Instruksional Khusus Agar mahasiswa mampu : 1. Menguraikan konsep pengukuran melalui skala dan kapan penggunaannya dan pada variabel mana saja. 2. Menguraikan tahapan penyusunan skala. 3. Menyebutkan contoh pengukuran skala, dengan kritik kelebihan dan kekurangannya. Materi Bahasan 1. Konsep skala 2. Teknik skala 3. Contoh-contoh skala Daftar Pustaka 1. Indriantoro & Supomo, 2001, “Metodologi Penelitian Bisnis dan Akuntansi” BPFE Yogyakarta. 2. Ghozali Imam, 2002, “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”, Edisi II Badan Penerbit-UNDIP Semarang. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 9 SKALA PENGUKURAN Ada beberapa teknik statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis data. Tujuan dari analisis data adalah mendapatkan informasi relevan yang terkandung di dalam data tersebut dan menggunakan hasilnya untuk memecahkan suatu masalah. 1.1. Skala Pengukuran Pengukuran merupakan suatu proses hal mana suatu angka atau symbol diletakan pada karakteristik atau property suatu stimulasi sesuai dengan aturan atau prosedur yang telah ditetapkan. Menurut Steven (1946) skala pengukuran dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu, skala nominal, ordinal, interval dan rasio. Berikut ini menjelaskan ke-empat jenis skala pengukuran tersebut. 1.1.1 Skala Nominal (Nominal Scale) Skala nominal merupakan skala pengukuran yang menyatakan kategori, atau kelompok dari suatu subyek. Misalnya variabel jenis kelamin, responden dapat dikelompokkan kedalam dua kategori laki-laki dan wanita. Kedua kelompok ini dapat diberi kode 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori semata tanpa nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa-apa. Oleh sebab itu tidaklah tepat menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi dari variabel jenis kelamin. Angka 1 dan 2 hanya sebagai cara untuk mengelompokkan subyek ke dalam kelompok yang berbeda atau hanya untuk menghitung beberapa banyak jumlah disetiap kategori. Jadi uji statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah uji statistik yang didasarkan pada counting seperti modus dan distribusi frekuensi. Berikut ini adalah contoh instrumen penelitian yang menanyakan identitas responden dengan skala nominal : 1 1. Jenis Kelamin : Pria Wanita 2 2. Status Perkawinan : Menikah Tidak menikah 3 3. Agama : Islam Katolik Kristen 4 Budha Hindu 1.1.2. Skala Ordinal (Ordinal Scale) Skala ordinal tidak hanya mengkategorikan variable kedalam kelompok, tetapi juga melakukan rangking terhadap kategori. Misal kita ingin mengukur preferensi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 10 responden terhadap empat merek produk air mineral, merek Aqua, Aguanna, Aquaria, dan Aquades. Kita dapat meminta responden untuk melakukan rangking terhadap merek produk air mineral yaitu dengan memberi angka 1 untuk merek yang paling disukai, angka 2 untuk rangking kedua dst. Merek Air Mineral Ranking Aqua 1 Aquana 2 Aquaria 3 Aquades 4 Tabel ini menunjukkan bahwa merek Aqua lebih disukai daripada merek Aquana, mereka Aquana lebih disukai daripada merek Aquades. Walaupun perbedaan angka antara merek satu dengan yang lainnya sama, kita tidak dapat menentukan seberapa besar nilai preferensi dari satu merek terhadap merek lainnya. Jadi kategori antar merek tidak menggambarkan perbedaan yang sama (equal differences) dan ukuran atribut. Pengukuran seperti ini dinamakan skala ordinal dan data yang dapat dari pengukuran ini disebut data ordinal. Uji statistik yang sesuai dengan untuk skala ordinal adalah modus, median, distribusi, frekuensi, dan statistik non-parametrik seperti rank order correlations. Variabel yang diukur dengan skala nominal dan ordinal umumnya disebut variable non- parametrik atau variable non-metrik. Berikut ini adalah contoh lain instrumen penelitian yang menggunakan skala pengukuran ordinal : • Sebutkan pilihan saudara terhadap metode depresiasi aktiva tetap berwujud berikut ini dengan menyatakan angka 1,2,3 dan 4 yang menunjukkan pilihan saudara. - Metode garis lurus - Metode saldo menurun (nilai buku) - Metode jumlah angka tahunan - Metode unit produksi 1.1.3. Skala Interval (Interval Scale) Misalnya disamping menanyakan responden untuk melakukan ranking preferensi terhadap merek, anda juga diminta untuk meberikan nilai (rate) terhadap preferensi merek sesuai dengan lima skala penilaian sebagai berikut : Nilai Skala Preferensi 1 Preferensi sangat tinggi 2 Preferensi tinggi PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 11 3 Preferensi moderat 4 Preferensi rendah 5 Preferensi sangat rendah Jika kita berasumsi bahwa urutan kategori menggambarkan tingkat preferensi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa perbedaan preferensi responden untuk dua merek air mineral yang mendapat ranting 1 dan 2 adalah sama dengan perbedaan preferensi untuk dua merek lainnya yang memiliki rating 4 dan 5. Namun demikian kita tidak dapat menyatakan bahwa preferensi responden terhadap merek yang mendapat rating 5 nilainya lima kali preferensi untuk merek yang mendapat rating 1. Skala pengukuran seperti di atas disebut dengan skala interval. Uji statistik yang sesuai untuk jenis pengukuran skala ini adalah semua uji statistik, kecuali yang mendasarkan pada rasio seperti koefisien variasi. Berikut ini adalah contoh lain instrumen penelitian yang mengukur construct sikap terhadap pekerjaan yang menggunakan skala interval. 1. Mohon Bapak/Ibu memberi tanggapan terhadap 3 (tiga) butir pertanyaan berikut ini sesuai dengan persepsi. Bapak/Ibu terhadap pekerjaan di tempat kerja dengan memilih (melingkari) salah satu diantara pilihan jawaban yang tersedia. STS TS N S SS 1. Pekerjaan yang saya lakukan mendorong saya untuk kreatif 2. Pekerjaan saya merupakan pekerjaan yang membosankan 3. Secara keseluruhan saya merasa puas dengan pekerjaan saya Catatan : 1. STS = sangat tidak setuju, 2. TS = tidak setuju, 3. N = netral 4. S = setuju, 5. SS = sangat setuju. 1.1.4. Skala Rasio (Ratio Scale) Skala rasio adalah interval dan memiliki nilai dasar (based value) yang tidak dpat dirubah. Misalkan umur responden memiliki nilai dasar nol. Skala rasio dapat ditransformasikan dengan cara mengalikan dengan konstanta karena hal ini akan merubah nilai dasarnya. Jadi transformasi yang valid skala rasio adalah sebagai berikut : Yt = bY0 Oleh karena skala rasio memiliki nilai dasar, maka pernyataan yang mengatakan “Umur Amir dua kali umur Tono” adalah valid. Data yang dihasilkan dan skala rasio PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 12 disebut data rasio dan tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yang sesuai. Variabel yang diukur skala interval dan disebut variable metrik. Skala rasio merupakan skala pengukuran yang menunjukkan kategori, peringkat jarak dan perbandingan construct yang diukur. Skala rasio menggunakan nilai absolut, sehingga memperbaiki kelemahan skala interval yang menggunakan nilai relatif. Nilai uang atau ukuran berat merupakan contoh pengukuran dengan skala ratio. Nilai uang sebesar 1 juta rupiah merupakan kelipatan sepuluh kali dari nilai uang seratus ribu rupiah. Jika berat badan seseorang adalah 70 kilogram sama dengan dua kali lipat dari orang yang memiliki berat badan 35 kg. Skala ratio banyak digunakan dalam penelitian- penelitian akuntansi dan manajemen keuangan. Contoh : Berikut ini adalah contoh pertanyaan penelitian yang menggunakan skala rasio. 1. Beberapa total penjualan bersih perusahaan Bapak/Ibu dalam setahun : Kurang dari Rp. 500 juta Antara Rp. 500 juta s.d Rp. 1 milyar Lebih dari Rp. 1 milyar s.d. Rp. 100 milyar Lebih dari Rp. 500 milyar 2. Berapa jumlah karyawan yang bekerja di departemen/bagian Bapak/Ibu Kurang dari 50 orang Antara 50 orang s.d 100 orang Lebih dari 100 orang tetapi kurang 150 orang Lebih dari 200 orang 3. Berapa jam rata-rata dalam satu minggu yang Bapak/Ibu perlukan untuk mengerjakan tugas pokok dengan menggunakan komputer ? ……..jam. Gambar : Skala Pengukuran Skala Tipe Pengukuran Kategori Peringkat Jarak Perbandinga n Nominal Ya Tidak Tidak Tidak Ordinal Ya Ya Tidak Tidak Interval Ya Ya Ya Tidak Rasio Ya Ya Ya Ya Metode Pengukuran Sikap (Attitude Measurement Method) Construct sikap sering digunakan dalam penelitian-penelitian bisnis. Komponen sikap dapat dijelaskan melalui tiga dimensi : (1) afektif, merefleksikan perasan atau PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 13 emosi seseorang terhadap suatu obyek. (2) kognatif, menunjukkan kesadaran seseorang terahdap atau pengetahuan mengenai obyek tertentu, atau (3) komponen- komponen perilaku, menggambarkan suatu keinginan-keinginan atau kecenderungan seseorang untuk melakukan tindakan. Berikut ini metode-metode yang sering digunakan dalam pengukuran construct sikap, yaitu : Skala Sederhana, Skala Kategori, Skala Likert, Skala Perbedaan Semantis, Skala Numeris, dan Skala Grafis. Skala Sikap Sederhana (Simple Attitude Scale) Metode pengukuran sikap yang paling sederhana adalah skala sederhana yang menggunakan skala nominal, misalnya : setuju atau tidak setuju, ya atau tidak. Tipe skala ini digunakan terutama jika kuisioner penelitian berisi relatif banyak butir pertanyaan, tingkat pendidikan responden rendah, atau alasan yang lain. Contoh : Beri tanggapan mengenai tugas-tugas di tempat kerja Anda dengan memberi tanda X atau pada jawaban : Ya , jika menggambarkan pekerjaan Anda Tidak , jika tidak menggambarkan pekerjaan Anda ? , jika anda tidak dapat memutuskan 1. Menarik Ya Tidak ? 2. Memuaskan Ya Tidak ? 3. Menantang Ya Tidak ? 4. Rutin Ya Tidak ? 5. Bermanfaat Ya Tidak ? Skala Kategori (Category Scale) Skala kategori adalah metode pengukuran sikap yang berisi beberapa alternatif kategori pendapat yang memungkinkan bagi responden untuk memberikan alternatif penilaian. Skala kategori pada dasarnya merupakan perluasan dari skala sederhana. Skala ini memberikan yang lebih banyak informasi dan mengukur lebih sensitif dimensi construct dibandingkan dengan skala sederhana. Skala kategori ini dinamakan juga skala butir penilaian (itemized rating scale) ini dapat dinyatakan dengan angka. Berikut ini adalah tipe-tipe skala kategori yang umumnya digunakan untuk mengukur sikap responden yang berkaitan dengan kualitas (contoh 1), urgensi (2), menarik (3), kepuasan (4), frekuensi (5). Contoh : PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 14 1. Menurut penilaian saudara prosedur akuntansi pengeluaran produk dari gudang di perusahaan tempat saudara bekerja. Sangat Bagus Bagus Sedang Jelek Sangat Jelek 2. Bagaimana anda memandang kontribusi anda terhadap anggaran ? Kontribusi saya : Sangat Penting Penting Netral Kurang Penting Tidak Penting 3. Penggunaan teknologi komputer membuat pekerjaan saudara ? Sangat menarik Menarik Netral Kurang menarik Tidak menarik 4. Bagaimana pelayanan staf penjualan dari perusahaan pemasok yang selama ini menjadi mitra kerja perusahaan Bapak/Ibu ? Sangat memuaskan Memuaskan Sedang Kurang memuaskan Tidak memuaskan 5. Seberapa sering anda aktif mencari pekerjaan baru di luar tempat kerja anda sekarang? Sangat memuaskan Memuaskan Sedang Kurang memuaskan Tidak memuaskan Skala Likart (Likert Scale) Skala likert merupakan metode yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau ketidaksetujuan-nya terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu. Metode pengukuran yang paling sering digunakan ini dikembangkan oleh Rensis Likert sehingga dikenal dengan nama Skala Linkert. Nama lain dari skala ini adalah summated ratings method, skala Linkert umumnya menggunakan lima angka penilaian yaitu : (1) sangat setuju, (2) setuju, (3) tidak pasti atau netral, (4) tidak setuju, (5) sangat tidak setuju. Urutan setuju PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 15 atau tidak setuju dapat juga dibalik mulai dari sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju. Alternatif angka penilaian dalam skala ini dapat bervariasi dari 3 sampai dengan 9. Contoh : 1. Ditempat saya beberapa keputusan yang penting sering dibuat oleh individual daripada kelompok Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Pasti Setuju Sangat Setuju (STS) (TS) (TP) (S) (SS) (1) (2) (3) (4) (5) 2. Atasan langsung saudara sangat mendukung penggunaan teknologi komputer untuk melaksanakan tugas-tugas pokok saudara Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Pasti Setuju Sangat Setuju (STS) (TS) (TP) (S) (SS) (1) (2) (3) (4) (5) Skala Perbedaan Semantis (Semantic Differntial Scale) Skala perbedaan semantis merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penilaian tujuh butir yang menyatakan secara verbal dua kutub (bipolar) penilaian yang ekstrem. dUa kutub ekstrem yang dinyatakan dalam metode ini antara lain dapat berupa penilaian mengenai : baik – buruk, kuat-lemah, modern-kuno. Responden diminta mengisi ruang semantis yang tersedia untuk merefleksikan seberapa dekat sikap responden terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu diantara dua kutub penilaian yang ekstrem. Metode pengukuran ini umumnya digunakan untuk mengetahui sikap penilaian responden terhadap merk dagang, produk, identifikasi perusahaan, pekerjaan, individu tertentu dan dimensi construct yang lain-lain. Contoh : 1. Berilah penilaian saudara atas produk baru X dengan memberikan tanda pada ruang yang tersedia. Jawaban saudara menunjukkan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 16 seberapa dekat penilaian saudara dari kedua alternatif jawaban yang bersifat ekstrem. Bagus Jelek Suka Tidak suka Menguntungkan Tidak menguntungkan Positif Negatif 2. Berilah penilaian saudara sejauh mana kepuasan anda terhadap profesi peneliti yang sekarang anda tekuni dengan memberikan tanda pada ruang yang tersedia. Jawaban saudara menunjukkan seberapa dekat penilaian saudara dari kedua alternatif jawaban yang bersifat ekstrem. Profesi peneliti Profesi peneliti Menyenangkan saya Tidak Menyenangkan saya Saya puas sebagai Saya tidak puas peneliti sebagai peneliti Saya cocok dengan Saya tidak cocok dengan pekerjaan peneliti pekerjaan peneliti Skala Numeris (Numerical Scala) Skala Numeris merupakan metode yang terdiri atas 5 atau 7 alaternatif nomor untuk mengukur sikap responden terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu. Skala numeris pada dasarnya tidak berbeda dengan skala perbedaan semantis, karena juga menggunakan dua kutub penilaian yang ekstrem diantara alternatif nomor. Contoh : Berilah penilaian saudara atas pertanyaan berikut ini dengan melingkari altarnatif nomor yang tersedia. Jawaban saudara menunjukkan seberapa dekat penilaian saudara dari kedua alternatif jawaban yang bersifat ekstrem. 1. Seberapa besar wewenang didelegasikan kepada para manajer untuk masing-masing kelompok keputusan berikut ini. a. Pengembangan produk baru 1 2 3 4 5 6 7 Tidak ada Didelagasikan PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 17 Pendelegasian Sepenuhnya b. Pengalokasian anggaran 1 2 3 4 5 6 7 Tidak ada Didelagasikan Pendelegasian Sepenuhnya c. Penentuan investasi dalam jumlah besar 1 2 3 4 5 6 7 Tidak ada Didelagasikan Pendelegasian Sepenuhnya 2. Seberapa sering pimpinan memita pendapat atau usulan saudara ketika anggara sedang disusun? 1 2 3 4 5 6 7 Sangat sering Tidak pernah Skala Grafis (Grafic Rating Scale) Skala grafis merupakan metode pengukuran sikap yang disajikan dalam bentuk grafis atau gambar. Metode ini menyatakan penelitian responden terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu dengan titik atau angka tertentu yang terletak di dalam gambar atau grafik penilaian. PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 18 Contoh : 1. Berilah penilaian terhadap gaya kepemimpinan atasan saudara sekarang dengan memberikan tanda pada ruang yang tersedia dalam gambar penilaian berikut ini. 10 Sangat Baik 5 Cukup 1 Sangat Jelek 2. Bagaimana menurut penilaian saudara terhadap metode pemasaran yang diterapkan oleh perusahan saudara selama ini. Lingkarilah pada alternatif nomor pada gambar berikut ini. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Sangat Efisien Sangat Tidak Efisien dan Efektif dan Tidak Efektif Gambar : Metode Pengukuran Sikap Skala Sederhana Skala Kategori Metode Skala Likert Pengukuran Sikap Skala Perbedaan Skala Numerik Skala Grafis PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 19 PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Sahibul Munir, SE. M.Si. METODOLOGI PENELITIAN 20