Anda di halaman 1dari 4

Lampiran

C. KERANGKA PEMIKIRAN DAN PERUMUSAN MASALAH

KERANGKA PEMIKIRAN

Kedelai merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia yang mempunyai

konsumen yang besar karena kandungan gizinya yang tinggi dan harganya yang

terjangkau. Kedelai menyediakan 30 – 40 % kebutuhan protein tubuh, dan

mempunyai kualitas gizi yang tinggi karena distribusi asam aminonya bisa mendekati

protein hewani.

Produksi kedelai di Indonesia cukup tinggi, namun tingginya angka produksi

kedelai di Indonesia tidak seimbang dengan besarnya angka konsumsi kedelai di

Indonesi. Hal ini menyebabkan timbulnya kesenjangan yang besar antara produksi

dan konsumsi kedelai. Untuk mengatasi hal itu pemerintah terpaksa mengimpir

kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional. Volume impor kedelai untuk tahun

2005 mencapai 1.086.180 ton (Adisarwanto, 2008).

Besarnya volume impor kedelai tersebut semakin lama akan semakin

bertambah besar sehingga perlu dicari alternatife pemecahan untuk mengatasi

rendahnya produksi kedelai nasional. Salah satu upaya untuk meningkatkan

produktivitas kedelai nasional adalah dengan penggunaan pupuk kascing, dimana

penggunaan pupuk kascing bila dikombinasikan dengan pupuk kimia ini dapat

mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 25%. Secara fisik kascing dapat

menggemburkan tanah serta memperbaiki aerase tanah yang dapat menyokong

perkembangan akar tanaman, selain itu kascing juga dapat memperbaiki sifat kimia

tanah, menambah mikroba tanaman sehingga tanah sehat dan hasil tanaman

meningkat. (Deshiree, 2003)


Cacing makhluk fauna berukuran kecil yang membuat lorong pada tanah,

pemakan tanah dan menghaluskan bahan organik. Kegiatan cacing didalam tanah

bukanlah suatu kegiatan sia-sia sebab sisa kotoran cacing ini tertinggal di permukaan

tanah juga tertinggal di lorong tanah yang dilewatinya, produk inilah yang disebut

kascing. Kelebihan kascing sendiri adalah adanya keseimbangan unsur hara baik

makro maupun mikronya.

Bahan organik yang telah melewati proses vermikompos yang disebut kascing,

ternyata kandungannya lengkap baik makro maupun mikro. Unsur-unsur tersebut

merupakan makanan bagi tanaman yang sangat berperan unruk perkembangan dan

pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah.

Selain itu, tanaman kedelai memerlukan unsur P dalam setiap masa

pertumbuhannya. Tanaman lebih banyak menyerap H2PO4 dibandingkan HPO4 dan

PO4. Fosfat didalam tanah mudah tersedia pada pH tanah antara 5,5 – 7,0 jika pH

tanah berada diatas atau dibawah kisaran tersebut maka serapan P oleh tanaman akan

menyusut. Status hara tanaman kedelai dan tanah di dalam bertanam kedelai erat

kaitanya dengan tingkat hasil tanaman yang dapat dinilai dan digambarkan. Periode

penggunaan P terbesar atau dibutuhkan dalam jumlah yang lebih banyak pada kedelai

adalah dimulai pada pembentukan polong sampai kira-kira 10 hari biji berkembang

penuh. Hal ini disebabkan karena P banyak terdapat didalam sel-sel tanaman.

(Lakitan, 2004).

Pemberian pupuk pada pertanian intensif juga harus memperhatikan hukum

penambahan hasil yang berkurang (The Law of Determinishing Return) yang dapat

diartikan bahwa apabila penggunaan pupuk dalam jumlah besar meningkatkan hasil

pertanian, sampai pada suatu kondisi dimana penambahan pupuk tidak lagi mampu

meningkatkan hasil pertanian seperti sebelumnya (Isnaini, 2006).


PERUMUSAN MASALAH

Semakin menyempitnya areal pertanian kedelai menyebabkan produksi

kedelai belum bisa memenuhi permintaan akan tingginya konsumsi kedelai di negfara

ini.

Penggunaan pupuk kimia selain bisa menaikkan tingkat produksi tanaman

kedelai, namun bila digunakan dalam jangka panjang selain mahalnya harga pupuk

kimia, juga dapat berakibat dengan rusaknya struktur-struktur tanah dan

ketergantungan dengan penggunaan pupuk-pupuk kimia dalam produksi tanaman

kedelai. Maka dari itu, akhir-akhir ini marak sosialisasi-sosialisasi penggunaan pupuk

organik sebagai pengganti pupuk kedelai demi keberlangsungan pertanian dalam

jangka panjang.

Penggunaan kascing yang mampu memperbaiki sifat kimia tanah pakah

bepengaruh terhadap penggunaan pupuk P pada pertumbuhan dan produksi kedelai.

Berkaitan dengan uraian tersebut diatas ada beberapa permasalahan yang perlu

dikaji dalam penelitian kali ini antara lain:

1. Bagaimana pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang ditanam pada

beberapa dosis penggunaan pupuk P dan kascing.

2. Berapa dosis kascing yang dapat membuat tanaman kedelai tumbuh

dan berproduksi dengan baik.

3. Berapa dosis pupuk P yang dapat memberi tanaman kedelai tumbuh

dan berproduksi dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T., 2008. Budidaya Kedelai Tropika. Penebar Swadaya, Jakarta.

Deshiree, Krisnawati. 2003. Pengaruh Pemberian Pupuk Kascing Terhadap


Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kentang. ITS. Surabaya

Isnaini, M., 2006. Pertanian Organik Untuk Keuntungan Ekonomi dan Kelestarian
Bumi. Kreasi Wacana. Jakarta.

Lakitan, B.,2004. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada.


Jakarta.

Putra, A.R.D., 2010. Respon pertumbuhan dan Produksi Kedelai Terhadap


Pemberian Isoflafon, Mikhoriza dan Bradyrhyzobium. USU. Medan.