Anda di halaman 1dari 5

Adalah sarana berinfaq praktis melalui kencleng yang telah disediakan oleh DPU-DT.

Para jamaah
dapat mengambil KATA ke kantor DPU DT dengan terlebih dahulu mengisi formulir. Apabila KATA
sudah penuh maka jamaah dapat mengembalikan ke kantor DPU-DT atau dapat dijemput oleh Tim
Kalimat (Kotak Amal Peduli Ummat) pada akhir bulan.

Radio ini berangkat dari kencleng Rp. 100.00,- yang terkumpul dari
pendengar acara Manajemen Qalbu di Radio Paramuda 93,9 FM setiap pagi yang
diasuh oleh Aa Gym. Waktu itu namanya Program Kencleng Ummat, sebuah
program penghimpunan dana masyarakat dengan mengumpulkan uang recehan
pendengar acara ini. Caranya dengan meletakan uang recehan tersebut tiap
pagi dalam sebuah botol plastik bekas air kemasan dan mengeumpulkannya di
akhir bulan ke Pesantren Daarut tauhiid.Setelah hampir 3 bulan

program ini berjalan, terkumpullah dana sejumlah Rp.34 Juta. Inilah modal
awal rtadio Ummat (RU), yang digunakan untuk

Setelah hampir 3 bulan program ini berjalan, terkumpullah dana sejumlah


Rp.34 Juta. Inilah modal awal rtadio Ummat (RU), yang digunakan untuk
mencicil pembelian sebuah antena bekas radio Lita FM yang ketika itu masih
AM. Hingga beberapa saat mengudaralah MQ 1026 AM RU.

Alhamdulillah, berkat sokongan dari donatur DPU dan pendengar Radio Ummat,
pada akhir Mei 2001 lalu, sisa cicilan pembelian Antena ini terlunaskan.
Mengelola sebuah Radio Ummat ini tidaklah gampang, disamping harus
mempunyai keahlian, pengalaman, feeling bisnis, dan yang tidak kalah
pentingnya adalah investasi.

Betapa tidak dengan operasioanal yang masih seadanya saja, Radio Ummat
tiap bulannya memerlukan biaya operasioanal sebesar 10 juta. Belum
termasuk biaya pembelian pemancar sejumlah Rp.125 Juta.

Lalu bagaimanakah strategi RU dalam mengahadapinya dalam mengemban amanah


dakwah ini? Apalagi kini dengan program acara pendidikannya hampir 65 %
dari keseluruhan acara, ,yang notabene tidak terlalu menarik bagi
pengiklan?

Inilah persoalan yang cukup menantang yang kini ada dihadapan manajemen
RU. Hanya, memang begitulah kondisi awal sebuah stasiun pemula.. Radio
Ummat harus melalui melewati beberapa tahap kritis sebagaimana dialami
oleh pendiri stasiun radio lainnya. Umumnya sebuah stasiun radio baru pada
dua tahun awal akan terus menerus mengalami kerugian.

Fase seperti ini akan menjadi sebuah fenomena tersendiri bagi Radio Ummat
yang hingga dua tahun terakhir ini masih mampu tetap eksis, bahkan terus
menunjukan gejala perkembangan yang signifikan. Sebenarnya, hal inipun
tidak lepas dari usaha-usaha yang dilakukan oleh pihak manajemen radio
Ummat.
Diantaranya dengan melakukan penekanan biaya bagi pengeluaran-pengeluaran
yang belum terlalu dibutuhkan. Istilahnya mengencangkan ikat pinggang".
Hal ini dilakukan oleh Radio Ummat untuk terus bertahan menjalankan
kewajibannya mengudara untuk ummat adalah dengan menerima subsidi dari
DPU. Alokasi pendanaanya sendiri diambil dari dari dana kencleng ummat
yang dikelola oleh DPU.

Sejak ide awalnya dana ini memang dialokasikan untuk pembiayaan Radio Ummat.
Tetapi karena dana yang berasal dari Kencleng Ummat setiap bulannya belum
dapat menutupi biaya operasional yang ada, maka kekurangan tersebut
ditutupi dari alokasi dana lain yang ada DPU. Ada pertimbangan lain dari
pemakaian alokasi dana lain yang ada di DPU, diantaranya adalah insya
allah dana yang dipergunakan pada akhirnya akan kembali kepada ummat juga,
misalnya dalam program acara yang hampir 65% bernuansa pendidikan.

Pendidikan sendiri juga merupakan sebagian dari dakwah, dan pendidikan


membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebenarnya, Sumber pemasukan utama
sebuah radio adalah dari iklan. Dari dana yang diraup dari iklan inilah
yang dipergunakan oleh sebuah radio untuk mengembangkan program
acara-acara yang akan ditawarkan kepada pendengarnya.

Sebagai radio muslim maka Radio ummat hanya menerima iklan yang telah
memenuhi beberapa kiteria, salah satunya tentu saja harus sesuai dengan
nilai-nilai Islam. Sebelumya pun harus diketahui dulu jenis iklan, pemilik
usaha, hingga format iklannya. Adapun jenis-jenis iklan yang sesuai
sifatnya mengarah pada syiar islam, Radio Ummat tidak memungut biaya.
Tiada lain hal ini dikarenakan Radio Ummat adalah Radio milik ummat.

Hanya saja tetap melalui prosedur bagi yang ingin menyampaikan info syiar
islam ini, mengingat semakin hari semakin banyak point dakwah yang haruh
dilaakukan oleh radio ummat." Dengan Motto Tiada Detik Yang Tersia-sia".

Dikisahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sbb :
Tatkala Allah Ta’ala menciptakan bumi, maka bumipun bergetar. Lalu Allah menciptakan gunung
dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumipun terdiam.
Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya “Ya Rabbi,
adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung ?”
Allah menjawab, “Ada, yaitu besi” (kita mafhum bahwa gunung batupun bisa menjadi rata ketika dibor
dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi),
Para malaikat bertanya lagi “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada
besi ?”
Allah yang Maha Suci menjawab, “Ada, yaitu api” (besi, bahkan bajapun bisa menjadi cair dan lumer
setelah dibakar api),
Para malaikat kembali bertanya “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
daripada api ?”
Allah yang Maha Agung menjawab, “Ada, yaitu air” (api membara sedahsyat apapun niscaya akan
padam jika disiram air),
Para malaikatpun bertanya kembali “Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat
daripada air ?”
Allah yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna menjawab, “Ada, yaitu angin” (air disamudera luas akan
serta merta terangkat, bergulung-gulung dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tiada
lain karena kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat),
Akhirnya para malaikatpun bertanya lagi “Ya Allah, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih
dahsyat dari itu semua ?”
Allah yang Maha Gagah dan Maha Dahsyat kehebatannya menjawab, “Ada, yaitu amal anak Adam
yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya”.
Artinya, yang paling hebat, paling kuat dan paling dahsyat sebenarnya adalah orang yang bersedekah
tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus dan ikhlas
tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Berkaitan dengan ikhlas ini, RasulAllah SAW mengingatkan dalam pidatonya ketika beliau sampai di
Madinah pada waktu hijrah dari Makkah : “Wahai segenap manusia ! Sesungguhnya amal itu
tergantung kepada niat, dan seseorang akan mendapatkan (pahala) sesuai dengan apa yang
diniatkannya”.
Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengiringi sedekah kita dengan niat yang ikhlas hanya karena
Allah semata, tanpa tendensi ingin dipuji, dianggap dermawan, dihormati, dll yang dapat menjadikan
sedekah kita menjadi sia-sia.
Ganjaran bersedekah
RasulAllah Shollallahu Alaihi Wa Sallam menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak
sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah.
Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang berdekah, ganjaran yang berlipatganda (700
kali) dan ganti, sebagaimana firman-Nya dan sabda RasuluAllah SAW, sbb :
a.. Allah Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa
dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya
jalan yang mudah”. {Qs. Al Lail (92) : 5-8}
b.. Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh
bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah maha luas (kurnia-Nya) lagi maha mengetahui”. {Qs. Al Baqarah (2) : 261}
c.. RasulAllah SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru
kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang
membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan
hartanya”.
Tolak Bala dengan Sedekah
Orang-orang yang beriman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan
berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda RasulAllah SAW, sbb :
a.. “Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”.
b.. “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”.
c.. “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”.
Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun
persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah
memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui dipinggir
jalan dengan pemikiran bahwa mereka (pengemis/pengamen tsb) menjadikan meminta-minta sebagai
profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-
bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat
ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita
niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya
untuk gemar bersedekah,
Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi
tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-
hamba Allah yang bertakwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang
yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa
lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???
Atau kalo kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/fakir
miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan
sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkan ke kotak-kotak amal yang tersedia dan
biasakan dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rp.
10 ribu ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan
terutama harus diiringi dengan keikhlasan.
Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga disisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan
kikir dengan tidak menyedekahkan sebagian hartanya akan merugi didunia dan akhirat karena tidak
mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk untuk kepentingan dirinya.
Sebab menginfakkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah
celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan
menabung disisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan
diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.
Sedekah yg pahalanya terus mengalir
Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda : “Bila seorang hamba
telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal : amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau
anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad).

SEDEKAH DI KOTAK KENCLENG


Al-Baqoroh ayat 261:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah,
adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya)
lagi Maha Mengetahui.
Di dekat rumah kami ada lembaga sekolah sore yang disebut Muhammad Iqbal, tempat untuk belajar
mengaji menimbah ilmu agama.
Untuk menggalang dana, mereka melakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah menempatkan
kotak kencleng di perumahan tempat tinggal kami. Keluarga kami kebagian juga satu kotak kencleng.
Kotak kencleng warna hijau telah menjadi salah satu barang di rumah kami. Setiap bulan ada petugas
yang mengambil isi kotak kencleng tersebut, dan isinya kadang hanya
Rp. 2000, kadang kosong sama sekali, kadang agak banyak , tapi tidak pernah mencapai
Rp. 10.000. Kalau kebetulan ada saya di rumah, saya mengeluarkan sekitar Rp. 20000,-, kalau hanya
ada anak saya, mereka mengeluarkan Rp. 5000,- , itu kalau kebetulan mereka punya uang, kalau tidak
ada uang maka mas yang biasa ngambil pergi dengan tangan kosong.
Dan hal tersebut berlangsung cukup lama bertahun-tahun ….
Kami juga tidak pernah memperbaiki pengetahuan tentang sedekah. Setiap saat kita mengeluarkan
sedekah, tapi tidak rutin alias suka-suka kita.
Kami mengeluarkan sedekah tapi tidak pernah memanak-i hakekat dari sedekah..
Ketika kami menunaikan ibadah haji, KBIH Darul Tauhid telah menyiapkan kotak kencleng dengan
slogan DPU (Dompet Peduli Umat) kesemua jamaah haji dan dianjurkan untuk mengisi setiap hari
setelah sholat subuh. Saya dan suamipun ikut-ikutan untuk mengisi kencleng setiap hari, di tempat
yang mulia “Mekkah” kamipun berlomba-lomba bersedekah tidak hanya ke kotak kencleng, tapi
kepada yang lain kalau ketemu di jalan orang-orang yang meminta atau ke petugas cleaning service
Masjidil Harom. Ternyata dari kotak kencleng, hasilnya luar biasa, belum 30 hari kotak kencleng sudah
penuh, kalau setiap hari 1 real, maka akan mendapatkan 30 real. Subhannallah.
Kebiasaan sedekah kami teruskan di tanah air, yang rajin adalah suamiku, dia sering mendengar
tauziahnya Ustadz Yusuf Mansyur , tentang sedekah. Setiap hari setelah sholat subuh kotak kencleng
berwarna hijau diisi, jumlahnya tidak banyak kadang Rp. 500, kadang Rp. 1000, kadang Rp. 2000, atau
Rp. 5000.
Hasilnya subhanallah, setiap bulan bisa terkumpul 70rb, 80rb, kadang bisa mencapai 100rb lebih.
Dan ketika kami mengeluarkan sedekah setiap hari, kami tidak merasa berat, karena nilainya kecil
hanya Rp.500, Rp. 1000. yang paling banyak Rp. 5000 …. dibandingkan saat setiap bulan kami
mengelurkan selembar Rp. 20.000 atau anak-anak mengeluarkan Rp. 5000,-
Ternyata rutinitas yang kita lakukan setiap hari walaupun jumlahnya kecil, lama-lama menjadi bukit …
Saya jadi teringat ada tauziah yang isinya: Allah tidak akan menutup mata pada setiap kebaikan yang
anda berikan, walaupun hanya sebiji zahra (sebiji sawi), seperti dalam surat Cintanya Allah Al-Quran
surat Al Anbiyaa’ ayat 47:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang
barang sedikitpun. Dan jika hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan nya. Dan cukuplah
Kami sebagai pembuat perhitungan.
Jika setiap detik kebaikan sebiji zahra kita lakukan, setiap hari 86400 biji zahra, setiap minggu 604.800
biji zahra, sebulan 2592000 biji zahra
Atau jika setiap hari kita lakukan kebaikan sebiji zahra, sebulan 30 biji zahra, setahun 365 biji zahra,
kalau kita hidup sampai usia 65 tahun, maka 23275 biji zahra. Apalagi kalau setiap biji akan
menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulir akan terjurai hhmmmm buanyak sekali biji zahranya.