Anda di halaman 1dari 117

BAB I

PENDAHULUAN

A Latar Belakang Masalah

Perseroan terbatas yang sahamnya dimiliki oleh masyarakat

melalui bursa saham memiliki pemisahan yang jelas antara pemilik modal

dengan pengelola atau manajemen perusahaan. Masing – masing pihak

mempunyai fungsi yang berbeda yaitu sebagai pemilik modal dan pihak

yang memanfaatkan modal untuk menjalankan kegiatan ekonomi

perusahaan.

Dalam teori agensi, hubungan agensi muncul ketika satu orang atau

lebih principal mempekerjakan orang lain (agent) untuk memberikan

suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan

keputusan kepada agen tersebut. Masalah agensi timbul karena adanya

konflik kepentingan antara principal dan agen, karena tidak bertemunya

utilitas yang maksimal antara mereka. Sebagai agen, manajer secara moral

bertanggung jawab untuk mengoptimalkan keuntungan para pemilik

(principal), namun di sisi lain manajer juga mempunyai kepentingan

memaksimumkan kesejahteraan mereka. Sehingga agen tidak selalu

bertindak demi kepentingan terbaik (Jensen dan Meckilng, 1976)

Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui

informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang

dibandingkan pemilik. Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer

1

2

berkewajiban memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada

pemilik. Akan tetapi informasi yang disampaikan terkadang tidak sesuai

dengan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Kondisi ini dikenal sebagai

informasi yang tidak simetris atau asimetri informasi (Ujiyantho, 2007 ).

Adanya asimetri informasi antara manajemen (agent) dan pemilik

(principal) memberikan kesempatan kepada manajer untuk bertindak

opportunis dengan cara melakukan manajemen laba dalam hal pelaporan

keuangan. Tindakan manajemen laba telah memunculkan beberapa kasus

skandal keuangan di perusahaan publik di Indonesia seperti yang terjadi

pada PT.Lippo Tbk, dan PT. Kimia Farma yang melibatkan pelaporan

keuangan yang berawal dari terdeteksi adanya manipulasi (Boediono,

2005).

Laporan keuangan merupakan sarana untuk mengomunikasikan

informasi mengenai kondisi perusahaan kepada pihak internal maupun

eksternal yang membutuhkan informasi tersebut. Laporan keuangan yang

disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) terdiri dari

neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan

catatan atas laporan keuangan digunakan sebagai sumber informasi

penting mengenai keberadaaan sumber daya ekonomi perusahaan untuk

pengambilan keputusan pihak internal maupun eksternal perusahaan.

Salah satu informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan

adalah informasi mengenai laba perusahaan. Menurut PSAK Nomor 1

informasi laba diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumberdaya

3

ekonomis yang mungkin dapat dikendalikan di masa depan, menghasilkan

arus kas dari sumber daya yang ada, dan untuk perumusan pertimbangan

tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber

daya (IAI, 2004). Adanya tindakan opportunis manajer yang berupa

manajemen laba dapat mengakibatkan para pengguna laporan keuangan

tidak dapat membuat keputusan dengan tepat karena informasi yang

diperolehnya bias sehingga mungkin dapat menyesatkan.

Perilaku manipulasi oleh manajer yang berawal dari konflik

kepentingan dapat diminimumkan melalui suatu mekanisme yang

bertujuan untuk menyelaraskan kepentingan agent dengan principal adalah

dengan melalui mekanisme Good Corporate Governance (Midiastuty,

2003). Mekanisme tersebut antara lain dengan ;

1.Memperbesar kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen (Jensen

dan Meckling, 1976) sehingga kepentingan pemilik atau pemegang saham

akan dapat disejajarkan dengan kepentingan manajer, 2.Kepemilikan

saham oleh investor institusional karena investor institusional merupakan

pihak yang dapat momonitor agen dengan kepemilikannya yang besar dan

professional sehingga motivasi untuk melakukan manipulasi menjadi

berkurang, 3.Melalui peran monitoring oleh dewan komisaris dan komite

audit (Beasley,1996 dalam Ujiyantho, 2007) dan Suranta (2005).

Dua hal yang ditekankan dalam konsep good corporate

governance, yaitu ; pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh

informasi dengan benar (akurat) dan tepat pada waktunya dan kewajiban

dan transparan terhadap semua informasi kinerja perusahaan.Ujiyantho (2007). ukuran dewan komisaris independen dan komite audit mampu menghambat aktivitas manajemen laba. 4 perusahaan untuk melakukan pengungkapan (disclosure) secara akurat. Namun mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba tetap menarik untuk diteliti mengingat tidak konsistennya hasil – hasil penelitian sebelumnya. tepat waktu. proporsi dewan . Mekanisme good corporate governance yang dicerminkan dari adanya kepemilikan manajeral. dan pemegang kepentingan (stakeholder). Midiastuty (2003). yaitu kepemilikan institusional. Chtorou (2001). Veronica (2005). kepemilikan manajerial. B. maka penulis dapat menentukan perumusan masalah sebagai berikut : “ Apakah mekanisme good corporate governance. kepemilikan institusional. kepemilikan. Penelitian – penelitian tentang mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba telah dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri antara lain . Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas. Bachtiar (2004). Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian kembali tentang hubungan antara mekanisme good corporate governance dengan aktivitas manajemen laba pada perusahaan go public yang bergerak di sektor manufaktur.

Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan melalui penelitian ini adalah : 1. proporsi dewan komisaris independen. kepemilikan manajerial. informasi dan wawasan teoritis khususnya berkaitan dengan implementasi dari konsep good corporate governance 2. 5 komisaris independen. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris bahwa mekanisme good corporate governance yang terdiri dari kepemilikan institusional. Sebagai bahan masukan untuk menambah informasi bagi investor dan pihak eksternal pemakai laporan keuangan untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomis. . Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi. D. komite audit mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI ? “ C. komite audit mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

Adanya kepentingan yang berbeda tersebut dapat menyebabkan munculnya masalah keagenan dimana principal kesulitan memastikan bahwa agen bertindak untuk memaksimumkan kesejahteraan principl. pinjaman. 1976). maupun kontrak investasi (Widyaningdyah. pemegang saham bertindak sebagai principal dan manajer sebagai agent mereka. Teori Agensi dan Asimetri Informasi Konsep teori agensi menurut Anthony dan Govindarajan (1995:569) dalam Widyaningdyah (2001) adalah hubungan atau kontrak anatara principal dan agent. Pihak principal termotivasi mengadakan kontrak untuk menyejahterahkan dirinya dengan profitabilitas yang selalu meningkat. 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Principal mempekerjakan agen untuk melakukan tugas untuk kepentingan principal. antara lain dalam hal memperoleh investasi. Teori agensi memiliki asumsi bahwa masing – masing individu semata – mata termotivasi oleh kepentingan dirinya sendiri sehingga menimbulkan konflik kepentingan antara principal dan agent (Jensen dan Meckling. termasuk pendelegasian otoritas pengambilan keputusan dari principal kepada agent. 6 . Agen termotivasi untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan ekonomi dan psikologisnya. Pada perusahaan yang modalnya terdiri atas saham. 2001). Pemegang saham mempekerjaan manager untuk bertindak sesuai keinginan principal.

pengawasan yang secara luas digunakan dan diharapkan dapat mengurangi masalah keagenan antara principal dan agen adalah mekanisme pelaporan keuangan. Hal inilah yang mengakibatkan adanya ketidakseimbangan informasi antara principal dan agen. Sedangkan principal tidak memiliki informasi yang cukup tentang kinerja agen. lingkungan kerja. pemilik/pemegang saham dapat memberikan kompensasi kepada agen berdasarkan laporan keuangan. kreditur dapat memberikan pinjaman dengan mempertimbangkan laporan keuangan. Ketidakseimbangan informasi inilah yang disebut dengan asimetri informasi (Ujiyantho. pemerintah dapat menetapkan regulasi berdasarkan laporan keuangan tersebut (Wedari. Menurut teori keagenan.2004). Selain itu. principal dapat mengukur dan menilai sekaligus mengawasi kinerja agen serta sejauh mana agen telah bertindak untuk meningkatkan kesejahteraan principal. 2007). kecenderungan manajer untuk mencari keuntungan sendiri (moral hazard) dan adanya asimetri informasi yang tinggi menyebabkan keinginan besar bagi manajer untuk memanipulasi kinerja yang dilaporkan dengan menggunakan komponen – komponen yang terdapat dalam laporan keuangan . 7 Agent sebagai pihak yang bertugas untuk mengelola perusahaan mempunyai lebih banyak informasi mengenai kapasitas diri. Melalui laporan keuangan yang merupakan sarana pertanggungjawaban agen. Ketergantungan pihak – pihak eksternal pada laporan keuangan. dan perusahaan secara keseluruhan.

Bagi karyawan. konsumen serta masyarakat. Bagi pemegang saham laporan keuangan berfungsi untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan investasi yang mereka lakukan terhadap perusahaan. karyawan. Menurut Munawir (2002: 2) laporan keuangan hakekatnya merupakan suatu hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan terdiri dari neraca. laporan laba rugi. laporan keuangan dapat memberikan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa. Oleh sebab itulah laporan keuangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pihak – pihak eksternal maupun internal perusahaan mengenai kondisi perusahaan. kreditor. laporan arus kas. Laporan Keuangan dan Informasi Laba Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang secara formal wajib dipublikasikan sebagai sarana pertanggungjawaban pihak manajemen terhadap pengelolaan sumber daya pemilik. laporan perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan. Pada dasarnya pengguna laporan keuangan dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu pihak internal meliputi manajemen dan pihak eksternal perusahaan yang meliputi pemegang saham. pemerintah. 8 B. manfaat pensiun dan .

Informasi tersebut juga diharapkan menjadi pedoman untuk pemegang saham dan investor potensial untuk menentukan kepentingan investasi mereka terhadap saham emiten. Bagi manajemen. informasi laba diperlukan diperlukan untuk menilai perubahan potensi sumber daya . Dalam penyusunan laporan keuangan. 2005). laporan keuangan berfungsi untuk membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan dan pengendalian serta pengambilan keputusan. Menurut PSAK Nomor 1. dan para analisis keuangan sebagai sumber informasi penting mengenai sumber daya ekonomi perusahaan yang diharapkan berguna untuk pengambilan keputusan. rangkaian aktivitasnya serta kelangsungan hidup perusahaan. 9 kesempatan kerja. dasar akrrual dipilih karena lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi perusahaan secara riil namun disisi yang lain penggunaan dasar akrrual dapat memberikan keleluasaan kepada pihak manajemen dalam memilih metode akuntansi selama tidak menyimpang dari aturan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku (Halim. Bagi konsumen serta masyarakat. bursa efek. organisasi buruh. supplier. laporan keuangan dapat memberikan informasi mengenai trend. laporan keuangan dapat memberikan informasi bagaimana prospek perusahaan dalam membayar kembali pinjaman pada saat jatuh tempo. Bagi kreditor. Salah satu informasi yang terdapat dalam laporan keuangan adalah informasi mengenai laba perusahaan. kemakmuran perusahaan. Laporan keuangan diakui oleh investor. kreditur.

dan untuk perumusan pertimbangan tentang efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan tambahan sumber daya (IAI. Sikap opportunis ini direfleksikan dengan melakukan rekayasa keuangan dengan menerapkan income increasing discretionary accruals. 2005). Manajeman Laba Manajemen laba dilakukan sebagai perilaku opportunis manajer dan efficient contracting. sehingga jika pada suatu kondisi dimana manajer tidak berhasil mencapai target laba yang ditentukan maka manajer akan memanfaatkan fleksibilitas yang diperbolehkan oleh standar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan untuk memodifikasi laba yang dilaporkan. Laba juga digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen atas pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. serta dapat dipergunakan untuk memperkirakan prospeknya dimasa yang akan datang (Boediono. dan political cost (Scott. Sedangkan sebagai efficient contracting. manajemen laba memberikan manajer suatu fleksibilitas . 2004). menghasilkan arus kas dari sumber daya yang ada. Sebagai perilaku opportunis manajer yakni dalam memaksimalkan utilitasnya dalam menghadapi kontrak kompensasi. 10 ekonomis yang mungkin dapat dikendalikan dimasa depan. C. hutang. laba berarti peningkatan nilai ekonomis yang akan diterima melalui pembagian deviden. Bagi pemilik saham dan investor. 2000:343). Pentingnya informasi laba ini disadari oleh manajer.

mengingat keterlibatan dan pihak yang sama – sama menginginkan keuntungan. Adanya informasi asimetri yang tinggi membuka peluang window dressing melalui pengaturan kebijakan akrual. maka manajer akan mengatur laba tersebut karena terdapat peluang untuk melakukannya. bukan saat penerimaan dan pengeluaran kas (Achmad. Agar laba perusahaan mencapai nilai yang diinginkan. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan akuntansi akrrual mengharuskan pencatatan pendapatan dan beban berdasarkan saat terjadinya hak dan kewajiban. Namun fleksibilitas prinsip akuntansi tersebut menimbulkan peluang bagi manajer untuk mengelola laba. Teori agensi mendukung hal tersebut. Dalam penerapan akuntansi akrual. 11 untuk melindungi diri mereka dan perusahaan dalam mengantisipasi kejadian yang tidak terduga untuk keuntungan pihak yang terlibat dalam kontrak. Peluang tersebut muncul karena adanya kelemahan dalam akuntansi itu sendiri dan informasi asimetri antara manajer dengan stakeholder. dengan menyatakan bahwa kontrak antara agent dengan principal akan menghasilkan konflik. maka pemegang saham tidak mempunyai informasi yang cukup untuk mengetahui apakah laporan keuangan khususnya laba telah dimanipulasi. Dalam keadaan informasi asimetri yang tinggi.2007). . prinsip akuntansi yang diterima umum memberikan fleksibilitas dengan memberikan keleluasaan kepada manajer untuk memilih kebijakan akuntansi dalam pelaporan laba.

12 Manajemen laba adalah campur tangan dalam proses pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri. hal tersebut tergantung tujuan mereka melakukan manajemen laba. b. Definisi – definisi manajemen laba tersebut menggambarkan manajemen laba sebagai suatu tindakan opportunis manajer sehingga dapat memanage earnings pada tingkat yang diinginkan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan atau manfaat tertentu melalui tindakan intervensi manajer terhadap proses penyusunan laporan keuangan. Definisi sempit “ Earning management adalah perilaku manajer untuk bermain dengan komponen discretionary accruals dalam menentukan besarnya earning “ . . Manajemen laba merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan.”. Terdapat beberapa bentuk manajemen laba yang dipilih oleh manajemen. Sugiri (1998) dalam Suharli (2005 ) membagi manajemen laba menjadi dua yaitu : a. Definisi Luas “ Earning management adalah tindakan manajer untuk meningkatkan ( mengurangi ) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit di mana manajer bertanggung jawab. 2000 dalam Rahmawati. Dalam hal ini Earning management hanya berkaitan dengan metode akuntansi. 2006 ). manajemen laba menambah bias dalam laporan keuangan dan dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai angka laba hasil rekayasa tersebut sebagai angka laba tanpa rekayasa (Setiawati dan Na’im. tanpa mengakibatkan peningkatan (penurunan) profitabilitas ekonomis jangka panjang unit tersebut.

Motif kontrak bonus Perusahaan yang memberikan bonus/kompensasi kepada manajer berdasarkan kinerja mereka yang didasarkan pada laba perusahaan yang dicapai maka hal tersebut akan mendorong manajer untuk malakukan manajemen laba. c. Tindakan ini diharapkan dapat meningkatkan laba di masa datang. 13 Menurut Suharli (2005) bentuk manajemen laba yang dapat dilakukan oleh manajer adalah: a. dilakukan pada saat laba menurun. dilakukan perusahaan dengan cara meratakan laba yang dilaporkan sehingga dapat mengurangi fluktuasi laba yang terlalu besar karena pada umumnya investor lebih menyukai laba yang relatif stabil. Tindakan atas income maximization bertujuan untuk melaporkan net income yang tinggi untuk tujuan bonus yang lebih besar. Taking a Bath. Pola ini dilakukan oleh perusahaan yang melakukan pelanggaran perjanjian hutang. dilakukan pada saat perusahaan mengalami tingkat profitabilitas yang tinggi sehingga jika laba pada periode mendatang diperkirakan turun drastis dapat diatasi dengan mengambil laba periode sebelumnya. Income Smoothing. Income Maximization. 1 Beberapa hal yang memotivasi manajer untuk melakukan manajemen laba adalah : 1. d. Manajer perusahaan yang memperoleh laba dibawah target laba akan melakukan manipulasi laba agar memperoleh bonus yang maksimal di masa yang akan datang. b. pola ini terjadi pada saat reorganisasi termasuk pengangkatan CEO baru dengan melaporkan kerugian dalam jumlah besar. Healy (1985) menemukan bahwa manajer akan cenderung memilih penurunan laba ketika . Income Minimization.

Motif kontrak hutang Hipotesis debt covenant menyatakan bahwa manajer termotivasi melakukan manajemen laba untuk menghindari pelanggaran perjanjian utang. 2. Jones (1991) menemukan bukti bahwa produsen domestik cenderung menurunkan laba dengan menggunakan teknik discretionary . 3. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Defond dan Jiambalvo (1994) dalam Wulandari (2004) konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Sweeney dimana mereka menemukan bahwa pada satu periode sebelum pelanggaran perjanjian hutang. Motif politik Motivasi politik timbul karena manajemen memanfaatkan kelemahan akuntansi yang menggunakan estimasi akrual serta pemilihan metode akuntansi dalam rangka menghadapi berbagai regulasi yang dikeluarkan pemerintah. perusahaan akan merekayasa akrual yaitu dengan memilih metode akuntansi yang dapat meningkatkan laba untuk meminimalkan kerugian akibat pelanggaran perjanjian kredit. Sweeney dalam Achmad (2004) mengindikasikan bahwa perusahaan pelanggar perjanjian utang menggunakan akrual untuk meningkatkan laba tahun sebelumnya. 14 informasi laba tidak mencapai target bonus minimal atau melewati target bonus maksimal.

Pihak manajemen perusahaan cenderung untuk mentransfer labanya pada periode setelah undang-undang perpajakan karena pada periode ini tarif pajak penghasilannya telah menurun sehingga perusahaan dapat memperoleh penghematan pajak. Motif perpajakan Motivasi penghematan pajak menjadi motivasi yang paling nyata. Berbagai metode akuntansi digunakan dengan tujuan penghematan pajak pendapatan. Hal ini berarti bahwa dengan adanya perubahan undang-undang perpajakan. 15 accruals untuk mempengaruhi keputusan regulasi impor. Wulandari (2004) melakukan penelitian tentang indikasi manajemen laba menjelang UUP 2000 pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. praktik manajemen laba tetap dilakukan. 5. 4. Sedangkan Naim dan Hartono (1996) dalam Sugiarto (2003) menemukan bahwa perusahaan yang diduga melakukan praktik monopoli melakukan manajemen laba untuk menghindari undang – undang anti trust. Pergantian CEO Bonus plan hipotesis mempredikasi bahwa semakin mendekati periode pensiun seorang CEO akan cenderung melakukan . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa discretionary accrual periode setelah perubahan undang-undang lebih tinggi daripada periode sebelumnya.

Manajemen laba dapat diukur dengan model Discretioanry accruals. Discretionary accruals merupakan akkrual yang ditentukan manajemen. Akuntansi akrual terdiri dari discretionary accruals (DA) dan non discretionary accruals (NDA). dimana manajer dapat memilih kebijakan dalam hal metode dan estimasi akuntansi. Penawaran saham perdana (IPO) Perusahaan yang akan go public belum memiliki nilai pasar. Praktik manajemen laba yang dilakukan manajer melalui rekayasa komponen akrrual yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan . De Angelo dan Skinner (1994) dalam Wedari (2004) menemukan bahwa CEO akan melakukan take a bath untuk meningkatkan probabilitas peningkatan laba dimasa mendatang. 16 strategi income maximization untuk meningkatkan bonus mereka. dan menyebabkan manajer perusahaan yang akan go public melakukan manajemen laba dalam prospectus mereka dengan harapan dapat menaikkan harga saham perusahaan. 1991). Sutanto (2000) dalam wulandari (2004) menemukan bahwa perusahaan yang melakukan IPO menggunakan discretionary accruals untuk meningkatkan laba akuntansi yang dilaporkan pada laporan keuangan prospektus. karena model ini menjelaskan bahwa manajer memiliki diskresi untuk menggunakan akuntansi akrual sebagai alat pengelolaan laba (Jones. 6.

2007). laporan keuangan perusahaan tidak lagi mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Kemudian konsep ini menjadi sangat populer dan bahkan dapat dikatakan telah menjadi isu sentral bagi kalangan pelaku usaha. Good Corporate Governance Konsep mengenai good coorporate governance bukanlah sesuatu yang baru. 17 dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan yang dapat merugikan pihak lain karena dengan adanya manajemen laba. pemerintah dan juga pihak-pihak lainnya (Maksum. dengan . D. Konsep ini dirasakan menjadi sangat penting terutama dengan semakin berkembang dan mengglobalnya bursa efek di sekitar tahun 1990- an. Good corporate governance kembali menjadi isu hangat di negara maju terutama Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.2005). karena konsep ini telah ada dan berkembang sejak konsep korporasi mulai diperkenalkan di Inggris sekitar pertengahan abad XIX (Salomon. Agency Theory inilah yang kemudian memberikan landasan model teoritis yang sangat berpengaruh terhadap konsep good corporate governance di berbagai perusahaan di seluruh dunia. Agency Theory yang menjelaskan bagaimana hubungan kontraktual antara pihak pemilik perusahaan (principal) yang mendelegasikan pengambilan keputusan tertentu guna meningkatkan kesejahteraannya dengan pihak manajemen/pengelola (agent) yang menerima pendelegasian tersebut.

Krisis ekonomi yang terjadi dibeberapa negara Asia tersebut salah satu penyebabnya adalah lemahnya tata kelola perusahaan (Lastanti. Accountability. Sedangkan di Asia konsep ini menjadi masalah yang hangat dan menarik untuk dibicarakan sejak terjadinya peristiwa penting dalam dunia ekonomi dan bisnis. yaitu dengan tersusunnya sebuah pedoman Good Corporate Governance (Indonesian . dan Responsibility. Sedangkan di Indonesia gerakan ke arah pembenahan kondisi corporate governance baru dimulai di tahun 1999 dengan terbentuknya Komite Nasional Kebijakan Corporate Governance (KNKCG atau NCCG). Transparency. 2003). 2005). Prinsip-prinsip dimaksud terdiri dari: Fairness. antara lain peristiwa krisis keuangan di Asia tahun 1997 – 1998. Di negara Amerika pengembangan dan realisasi konsep ini yang ditandai dengan dipublikasikannya berbagai prinsip good corporate governance oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan diikuti pula dengan penyebarannya dengan bekerjasama dengan Bank Dunia. Namun momen penting yang amat menentukan perjalanan konsep corporate governance di Indonesia lebih lanjut baru terjadi di tahun 2001. 18 terjadinya peristiwa bangkrutnya Enron Corporation (satu dari sepuluh perusahaan terbesar di Amerika) di tahun 2001. Keruntuhan perusahaan tersebut dikarenakan oleh kegagalan strategi maupun praktek dari manajemen puncak yang berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu yang cukup lama karena lemahnya pengawasan yang independen dari corporate boards (Kaihatu.

pengurus (pengelola) perusahaan. pemerintah. Menurut Forum for Corporate Governance in Indonesia (2001) corporate governance yaitu seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham. 2005 ). Dalam kondisi ini diperlukan suatu mekanisme pengendalian yang dapat menyejajarkan perbedaan kepentingan antara kedua belah pihak. atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan. pihak kreditur. karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka. Mekanisme good corporate governance memiliki kemampuan dalam kaitannya menghasilkan suatu laporan keuangan yang memiliki kandungan informasi laba ( Boediono. Selain itu untuk mendukung hal tersebut berbagai regulasi telah ditetapkan oleh Bapepam dan Bursa efek yang berkaitan dengan good corporate governance Pandangan teori keagenan dimana terdapat pemisahan antara pihak agen dan principal yang mengakibatkan munculnya potensi konflik kepentingan dapat mempengaruhi kualitas laba yang dilaporkan. 19 Code) oleh NCCG bersama para pelaku bisnis (Maksum. Pihak manajemen yang mempunyai kepentingan tertentu akan cenderung menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan tujuannya dan bukan demi kepentingan principal. Dimana tujuan dari corporate governance . 2005).

dapat menghasilkan nilai yang kompetitif bagi perusahaan. Corporate governance mengatur pola hubungan antara komisaris. yang disebut governance mechanism. Berdasarkan pengertian – pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa corporate governance merupakan suatu bentuk mekanisme untuk mengatur hubungan dan meyelaraskan kepentingan antara manajer dengan stakeholder. Bagaimana perusahaan untuk memonitor dan mengendalikan keputusan dan tindakan manajer puncak. 1) yaitu hubungan antara stakeholder yang digunakan untuk menentukan arah dan pengendalian kinerja suatu perusahaan. Definisi lain corporate governance menurut Tunggal (2002. direksi. mempengaruhi implementasi strategi. dan manajemen agar terjadi keseimbangan dalam pengelolaan organisasi untuk mendorong terciptanya kinerja yang kompetitif dalam mencapai tujuan utama perusahaan. 20 ialah untuk mencipatakan nilai tambah bagi semua pihak yang berkepentingan ( stakeholder ). Selain itu corporate governance dikatakan sebagai suatu sistem bagaimana suatu organisasi dikelola dan dikendalikan yang antara lain mengatur mekanisme pengambilan keputusan pada tingkat organisasi. Corporate governance yang efektif menyelaraskan kepentingan manajer dengan pemegang saham. . Mekanisme ini sangat dibutuhkan oleh stakeholder karena dengan adanya mekanisme tersebut kepentingan stakeholder akan terjamin karena manajemen bertindak yang terbaik untuk kepentingan stakeholder.

dapat meningkatkan efisiensi serta terciptanya budaya kerja yang lebih sehat. Hal ini tentu akan menekan kemungkinan kerugian bagi perusahaan maupun pihak berkepentingan lainnya sebagai akibat tindakan tersebut. Berbagai penelitian telah membuktikan secara empiris bahwa penerapan good corporate governance akan mempengaruhi kinerja perusahaan secara positif (Jang Black dan Kim. 21 Berbagai keuntungan yang diperoleh dengan penerapan good corporate governance dapat disebut antara lain: 1) Dengan good corporate governance proses pengambilan keputusan akan berlangsung secara lebih baik sehingga akan menghasilkan keputusan yang optimal. 2) Good corporate governance akan memungkinkan dihindarinya atau sekurang-kurangnya dapat diminimalkannya tindakan penyalahgunaan wewenang oleh pihak direksi dalam pengelolaan perusahaan. Ketiga hal ini jelas akan sangat berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Chotrou (2001) menyatakan bahwa penerapan prinsip-prinsip good corporate governance yang konsisten akan menghalangi kemungkinan dilakukannya manajemen laba (earnings management) yang mengakibatkan nilai fundamental perusahaan tidak tergambar dalam laporan keuangan. 2003 dalam Maksum. . 2005). sehingga kinerja perusahaan akan mengalami peningkatan.

tetapi ditetapkan setelah mendapat masukan dari dan dengan mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder). komisaris independen. 2005:27). Hal tersebut menunjukkan bahwa corporate governance mengatur pola hubungan antara komisaris. karena adanya pengawasan dan pengendalian yang menjadi esensi utama dari mekanisme good corporate governance. 22 E. Dalam mekanisme corporate governance terdapat aturan main. kepemilikan manajerial. dan komite audit. Beberapa proksi yang sering digunakan dalam mekanisme good corporate governance adalah kepemilikan isntitusional. Hubungan Mekanisme Good Corporate Governance dengan Manajemen Laba Good Corporate Governance dikenal sebagai suatu bentuk mekanisme yang menjamin bahwa manajemen bertindak yang terbaik bagi kepentingan stakeholder. prosedur dan hubungan yang jelas antara pihak yang mengambil keputusan dengan pihak yang melakukan control (pengawasan) terhadap keputusan yang diambil (Syakhroza. Dengan adanya mekanisme good corporate governance maka dapat mengurangi tindakan opportunis manajer dalam melakukan manajemen laba. direksi dan manajemen agar terjadi chek and balances dalam pengelolaan organisasi dan dengan adanya corporate governance yang baik maka keputusan – keputusan penting perusahaan tidak lagi hanya ditetapkan oleh satu pihak yang dominan misalnya direksi. .

yang mungkin mengakibatkan kepentingan pihak lain terabaikan (Midiastuty. Kepemilikan saham oleh investor instiusional dapat menjadi kendala bagi perilaku opportunis manajemen yang memanfaatkan manajemen laba untuk kepentingan pribadinya. 2003). Kepemilikan Institusional Institusi merupakan lembaga yang memiliki kepentingan besar terhadap investasi yang dilakukan termasuk investasi saham. Selain itu biasanya investor institusional lebih mementingkan kinerja perusahaan jangka panjang sehingga manajer tidak akan mempunyai insentif untuk mengatur laba sekarang. Sehingga biasanya institusi menyerahkan tanggung jawab kepada divisi tertentu untuk mengelola investasi perusahaan. 23 1. Keberadaan institusi yang memantau secara profesional perkembangan investasinya menyebabkan tingkat pengendalian terhadap tindakan manajemen sangat tinggi sehingga potensi kecurangan dapat ditekan (Lastanti. Hal tersebut dikarenakan investor institusional merupakan investor yang bepengalaman dan memiliki informasi yang memadai tentang perusahaan sehingga manipulasi laba yang disebabkan oleh adanya asimetri informasi dapat dikurangi. 2005) Kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat mengurangi tindakan manajer dalam melakukan manajemen laba. Dengan adanya kepemilikan saham oleh investor institusional maka proses monitoring akan berjalan lebih efektif sehingga dapat mengurangi tindakan manajer dalam hal manajemen .

Penelitian . dan Ujiyantho (2007). Namun beberapa penelitian yang lain menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mempengaruhi tindakan manajemen laba. misalnya dengan melakukan manipulasi laba. Akibatnya manajer merasa terikat untuk memenuhi target laba dari para investor. menemukan bahwa kepemilikan isntitusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Pengawasan perusahaan yang dilakukan oleh investor institusional dapat mendorong manajer untuk lebih . Dengan demikan kepemilikan institusional merupakan mekanisme good corporate governance. sehingga mereka akan tetap cenderung terlibat dalam tindakan manipulasi laba. Hasil penelitian mereka sejalan dengan pandangan atau konsep yang mengatakan bahwa institusional adalah pemilik yang lebih memfokuskan pada current earnings (Porter. karena fungsi monitoring yang diberikan oleh investor institusional dapat memastikan bahwa manajer akan bertindak yang terbaik bagi kepentingan stakeholder. 1992 dalam Pranata dan Mas’ud 2003). Manajer terpaksa untuk melakukan tindakan yang dapat meningkatkan laba jangka pendek. Veronica (2005). yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional yang besar mempunyai kesempatan. 24 laba yang dapat merugikan kepentingan pihak lain (stakeholder). pengetahuan dan kemampuan untuk memonitor serta mempengaruhi manajer dalam membuat keputusan. Darmawati (2003).penelitian tersebut telah dilakukan oleh Cornett (2006) dalam Ujiyantho (2007).

2. Dari beberapa penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepemilikan institusional dapat menjadi mekanisme dalam mengurangi praktik manajemen laba yang dilakukan oleh manajer karena kepemilikan institusional memiliki kemampuan untuk mengendalikan pihak manajemen melalui proses monitoring secara efektif sehingga dapat mengurangi tindakan manajer dalam melakukan manajemen laba. Motivasi yang berbeda akan menghasilkan besaran manajemen laba yang berbeda. tindakan manajer dalam melakukan manajemen laba dapat dikurangi karena manajer akan ikut menanggung baik dan buruknya akibat dari . 2005). 25 fokus pada kinerja perusahaan dan mengurangi kesempatan manajer untuk mengutamakan kepentingan pribadinya. Dengan demikian.Kepemilikan Manajerial Motivasi manajer perusahaan sangat menentukan bagaimana tindakan manajemen laba. sebab kepemilikan seorang manajer akan ikut menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan terhadap metode akuntansi yang diterapkan pada perusahaan yang mereka kelola (Boediono. dan Suranta (2005) mereka menemukan bahwa kepemilikan institusional mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap manajemen laba dikarenakan investor institusional lebih berpengalaman dibandingkan dengan investor individual. Dua hal tersebut akan mempengaruhi manajemen laba. Begitu pula penelitian yang dilakukan oleh Midiastuty (2003). seperti antara manajer yang sekaligus sebagai pemegang saham dan manajer yang tidak sebagai pemegang saham.

Hal tersebut disebabkan karakteristik struktur kepemilikan yang berbeda dimana struktur kepemilikan yang diteliti oleh Gabrielsen cenderung lebih banyak dimiliki oleh institusi. Namun penelitian yang dilakukan oleh Gabrielsen (1997) dalam Ujiyantho (2007) menemukan hasil yang positif tetapi tidak signifikan antara kepemilikan manajerial dengan manajemen laba. maka semakin rendah kecenderungan manajer melakukan manajemen laba. dengan adanya kepemilikan manajerial. Emiten yang dianalisis termasuk memiliki struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada suatu institusi yang biasanya memiliki saham yang cukup besar yang mencerminkan kekuasaan. Penelitian yang dilakukan oleh Midiastuty (2003) dan Ujiyantho (2007) mendukung hasil penelitian Jensen dan Meckling (1976). Kepemilikan manajerial merupakan mekanisme corporate governance yang baik karena kepemilikan manajerial dapat membatasi perilaku opportunistic manajer dalam bentuk manajemen laba yang dapat merugikan kepentingan pihak lain (stakeholder) (Suranta. sehingga mempunyai kemampuan untuk melakukan intervensi terhadap jalannya perusahaan dan mengatur proses penyusunan laporan keuangan. Akibatnya . 26 setiap keputusan yang mereka ambil. Kepemilikan saham perusahaan oleh manajemen dapat menyejajarkan kepentingan pemilik atau pemegang saham dengan kepentingan manajer sehingga dapat mengurangi konflik kepentingan yang dapat mendorong manajer melakukan manipulasi (Jensen dan Meckling.1976). Oleh karena itu. Mereka menemukan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap manajemen laba. 2005).

3. Komisaris Independen Dewan komisaris merupakan organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasihat kepada dewan direksi dalam menjalankan perseroan. Dengan two tiers system yang dianut oleh sistem korporasi di Indonesia. Dari beberapa penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial dapat mengurangi praktik manajemen laba karena dengan adanya kepemilikan manajerial maka dapat menyejajarkan kepentingan antara agent dan principal. Komisaris independen merupakan . 2002:33). Dewan komisaris merupakan komponen yang penting sebagai pihak yang dapat memecahkan masalah keagenan yang terjadi antara principal atau pemegang saham dengan agen atau manajer. Praktik good corporate governance mengharuskan adanya komisaris independen dalam perusahaan yang diharapkan mampu mendorong dan menciptakan ilkim yang lebih independen. objektif dan menempatkan kesetaraan sebagai prinsip utama dalam memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan stakeholder lainnya. Institusi pengatur pihak yang berkepentingan (stakeholder) khususnya pemegang saham adalah diwakili oleh dewan komisaris (Tunggal. 27 manajer terpaksa melakukan tindakan berupa manajemen laba demi untuk memenuhi keinginan pihak-pihak tertentu diantaranya pemilik. maka peranan para pemegang saham akan dilaksanakan oleh dewan komisaris yang menjalankan fungsi pengendalian.

2007). yang memberikan kesimpulan bahwa perusahaan yang memiliki proporsi anggota dewan komisaris yang berasal . 2005). Karakteristik dewan komisaris secara umum dan khususnya dapat menjadi suatu mekanisme yang menentukan tindakan manajemen laba melalui peranan dewan komisaris dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap operasional perusahaan oleh pihak manajemen. Dalam peraturan ini. persyaratan jumlah minimal komisaris independen adalah 30% dari seluruh anggota dewan komisaris. Sehingga dapat dikatakan bahwa komposisi dewan komisaris yang terdiri dari anggota luar perusahaan mempunyai kecenderungan mempengaruhi manajemen laba (Boediono. Penelitian yang dilakukan oleh Wedari (2004) menemukan proporsi dewan komisaris independen mempunyai pengaruh negatif terhadap aktivitas manajemen laba. Komposisi dewan komisaris dapat memberikan kontribusi yang efektif terhadap hasil dari proses penyusunan laporan keuangan yang berkualitas atau kemungkinan terhindar dari kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian Chtourou (2001). 28 posisi terbaik untuk melaksanakan fungsi monitoring agar tercipta perusahaan yang good corporate governance (Ujiyantho. Keberadaan komisaris independen telah diatur Bursa Efek Jakarta melalui peraturan BEJ tanggal 1 Juli 2000. Dikemukakan bahwa perusahaan yang listed di Bursa harus mempunyai komisaris independen yang secara proposional sama dengan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham yang minoritas (bukan controlling shareholders).

jika anggota dewan komisaris dari luar meningkatkan tindakan pengawasan. Selain itu ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk para komisaris independen dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris. 29 dari luar perusahaan atau outside director dapat mempengaruhi tindakan manajemen laba. hal ini juga akan berhubungan dengan makin rendahnya aktivitas manajemen laba (Cornett. Hal tersebut dikarenakan pengangkatan komisaris independen hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan good corporate governance. Hal tersebut mengindikasikan bahwa komisaris independen masih dipertanyakan tingkat independensinya. Praktik corporate governance yang diteliti yaitu proporsi dewan komisaris independen. Hasil dari penelitian ini bahwa proporsi dewan komisaris independen tidak terbukti berpengaruh terhadap manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan. Suranta (2005) juga menemukan bahwa proporsi komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Namun hasil penelitian tersebut tidak sama dengan hasil penelitian yang didapatkan oleh Veronica (2005) yang meneliti pengaruh praktik corporate governance terhadap manajemen laba. . Sehingga. 2006).

untuk mengerjakan pekerjaan tertentu atau untuk melakukan tugas – tugas khusus (Wedari. Komite Audit Pengertian komite adalah sekelompok orang yang dipilih oleh kelompok yang lebih besar. 4. Komite audit melakukan pengecekan independent atas manajemen dan sebagai penyokong untuk pemakai luar dalam meyakinkan bahwa laporan keuangan secara tepat menggambarkan aktivitas ekonomi perusahaan (Tunggal. pemonitoran resiko dan proses pengendalian dan baik fungsi audit internal maupun eksternal. 2004). Komite audit adalah subpanitia dari board of directors yang terdiri atas direktur inpenden dari luar. Sedangkan tujuan pembentukan komite audit adalah : . 30 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proporsi komisaris independen mempunyai pengaruh terhadap praktek manajemen laba karena dengan adanya komisaris independen maka tingkat pengawasan dapat semakin meningkat karena independen yang dimiliki oleh dewan komisaris. untuk pelaporan luar perusahaan (mencakup laporan keuangan tahunan). 2002:16). Komite audit mempunyai tanggungjawab atas pengawasan (atas nama board of directors dan pemegang saham). Menurut Mayangsari (2003) “ Komite audit berfungsi untuk memberikan pandangan mengenai masalah – masalah yang yang dengan kebijakan keuangan akuntansi dan pengendalian intern “.

memastikan laporan keuangan dikeluarkan tidak menyesatkan dan sesuai dengan praktik akuntansi yang berlaku secara umum 2. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa variabel keberadaan komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba perusahaan. Veronica (2005) menguji pengaruh keberadaan komite audit dalam perusahaan terhadap aktivitas manajemen laba. Artinya keberadaan komite audit tidak mampu mengurangi manajemen laba yang terjadi di perusahaan. mengawasi proses audit secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pengangkatan komite audit oleh perusahaan hanya untuk pemenuhan regulasi saja tetapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan good corporate governance. Penelitian yang dilakukan oleh Bachtiar (2004) menemukan bahwa komite audit memiliki hubungan yang signifikan terhadap aktivitas manajemen laba perusahaan manufaktur di . menindaklanjuti terhadap dugaan adanya penyimpangan yang material dibidang keuangan dan implikasi hukumnya 4. Sehingga adanya komite audit memiliki konsekuensi pada laporan keuangan yaitu berkurangnya pengungkapan akuntansi yang tidak tepat dan berkurangnya tindakan kecurangan manajemen dan tindakan ilegal. merekomendasikan auditor eksternal Melalui uraian diatas dapat disimpulkan bahwa komite audit meningkatkan kredibilitas dan akuntanbilitas perusahaan melalui pengawasan atau proses pengendalian internal. 31 1. memastikan bahwa kontrol internalnya memadai 3.

artinya kehadiran komite audit secara efektif menghalangi peningkatan manajemen laba di perusahaan tersebut. 32 Indonesia khususnya untuk periode 2001. Sehingga adanya komite audit memiliki konsekuensi pada laporan keuangan yaitu berkurangnya pengungkapan akuntansi yang tidak tepat dan berkurangnya tindakan kecurangan manajemen dan tindakan ilegal. . mengawasi proses audit secara keseluruhan.2002. Penelitian yang dilakukan oleh Wedari (2004) menemukan bahwa manajemen laba pada perusahaan yang tidak mempunyai komite audit signifikan lebih tinggi daripada perusahaan yang tidak mempunyai komite audit. Hasil penelitian – penelitian tersebut juga didukung oleh penemuan yang dilakukan oleh Suranta (2005). bahwa keberadaan komite audit dapat mengurangi perilaku manajemen laba karena komite audit berperan sebagai salah satu mekanisme good corporate governace dalam membatasi praktik manajemen laba melalui fungsi pengawasan yang dilakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keberadaan komite audit mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba karena dengan keberadaan komite audit komite audit meningkatkan kredibilitas dan akuntanbilitas perusahaan melalui pengawasan atau proses pengendalian internal.

Jumlah dewan komisaris 3. Peneltian sebelumnya. ERC ( Earning Respon laba manajemen laba Coeficient ) H1b: Kepemilikan institusional 2. Kepemilikan institusional berpengaruh terhadap kualitas laba berpengaruh positif terhadap ERC 6. 33 F. Kepemilikan manajerial 1. Manajemen laba. Kepemilikan laba berpengaruh positif terhadap institusional H2a : Kepemilikan manajerial manajemen laba berpengaruh terhadap kualitas laba 4. Kepemilikan institusional tidak Bambang Agus 1. Arief Ujiyanto. Jumlah dewan terhadap manajemen laba mempunai pengaruh positif komisaris independen H4 : Ukuran dewan komisaris terhadap manajemen laba 4. Kepemilikan manajerial Midiastuty. Variabel dependen : H1 : Kepemilikan institusional 1. Kepemilikan H3 : Proporsi dewan komisaris manajerial independen berpengaruh negative 3. Ukuran dewan direksi tidak . berpengaruh terhadap manajemen berpengaruh negatif terhadap Mas’ud Machfoedz 2. Manajemen laba berpengaruh negative signifikan berpengaruh terhadap Pramuka 2. Kepemilikan berpengaruh negative terhadap berpengaruh negatif tehadap institusional manajemen laba manajemen laba 2. Muh. Kepemilikan manajerial H2b : Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap berpengaruh terhadap kualitas laba ERC H2c : Ukuran dewan direksi 5. Pratana Puspa Variabel dependen : H1a : Kepemilikan manajerial 1. Ukuran dewan berpengaruh positif terhadap 4. 1. Kepemilikan institusional Variabel independen : berpengaruh terhadap manajemen berpengaruh negatif terhadap 1. Ukuran dewan direksi berpengaruh terhadap manajemen 3. Kinerja perusahaan terhadap manajemen laba manajemen laba Variabel independen : H2 : Kepemilikan manajerial 2. NO Peneliti Variabel Hipotesis Hasil 1. Kepemilikan laba manajemen laba manajerial H1c : Ukuran dewan dierksi 2. Ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap ERC 2. Ukuran dewan direksi 3.

Dr. Kualitas audit H1b : Kepemilikan institusional 2. 34 komisaris manajemen laba berpengaruh terhadap H5 : Manajemen laba berpengaruh manajemen laba terhadap kinerja keuangan 5. Manajemen laba diskresioner pada perusahaan pada perusahaan dengan Variabel independen : dengan kepemilikan keluarga kepemilikan keluarga tinggi dan 1. Ukuran perusahaan berpengaruh komite audit mempunyai pengaruh terhadap negatif terhadap manajemen akrual diskresioner laba H1d : rata – rata diskresioner perusahaan yang diaudit oleh KAP 4. ada atau tidaknya H1c : Kapitalisasi pasar 3. manajemen laba tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan 3. Rata – rata pengelolaan laba Dr. Proporsi dewan komisaris yang diaudit oleh KAP Non Big 4 independen tidak berpengaruh H1e : Proporsi dewan komisaris terhadap manajemen laba independen mempunyai pengaruh 6. Kepemilikan konglomerasi berbeda secara signifikan lebih tinggi institusional dibandingkan rata – rata akrual daripada rata – rata pengelolaan 3. Ukuran dewan mempunyai pengaruh terhadap berpengaruh terhadap komisaris independen akrual deskresioner manajemen laba 6. Keberadaan komite audit tidak terhadap akrual deskresioner berpengaruh terhadap H1f : Rata – rata akrual manajemen laba diskresioner perusahaan yang mempunyai komite audit berbeda dengan rata – rata akrual .rata akrual 1. Sidhrata Utama 1. Ukuran KAP tidak berpengaruh Big 4 berbeda dengan rata – rata terhadap manajemen laba akrual diskresioner perusahaan 5. Kepemilikan keluarga tinggi dan bukan perusahaan bukan perusahaan konglomerasi 2. Variabel dependen : H1a : Rata. Ukuran perusahaan diskressioner pada perusahaan lain laba pada perusahaan lain 4. Kepemilikan institusional tidak 5. Secara bersama – sama mekanisme GCG berpengaruh terhadap manajemen laba 6. Sylvia Veronica .

Komitmen Terhadap CG dengan manajemen laba manajemen laba 2. Dewan komisaris RUPS dan perlakuan terhadap shareholder tidak berpengaruh 4.Ukuran perusahaan negatif antara kualitas dewan berpengaruh terhadap ( V. Asimetri informasi mempunyai koefisien yang . Dr.S.Kepemilikan institusional komisaris dengan manajemen laba manajemen laba . RUPS dan minority H2 : Terdapat hubungan yang 2.Bachtiar 1.Kontrol ) H4 : Terdapat hubungan yang 4. Kualitas hubungan perusahaan antara kualitas hubungan dengan stakeholder berpengaruh perusahaan dengan stakeholder terhadap manajemen laba dengan manajemen laba 6. Struktur direksi minority shareholder dengan terhadap manajemen laba 5. Kepemilikan institusional Variabel independent : H1b : Kepemilikan institusional mempuyai koefisien yang tidak 1.Kontrol ) direksi dengan manajemen laba manajemen laba H5 : Terdapat hubungan negatif 5. Manajemen laba negatif antara komitmen perseroan corporate governance tidak Variabel independen : terhadap corporate governance berpengaruh terhadap 1. Komitmen perseroan terhadap 1. Hubungan dengan manajemen laba stakeholder H3 : Terdapat hubungan yang 3. Transparansi dan akuntanbilitas H6 : Terdapat hubungan negative tida berpengaruh terhadap antara transparansi dan manajemen laba akuntanbilitas dengan manajemen 7. Nilai Perusahaan signifikan 2.Transpransi dan akuntabilitas negatif antara kualitas dewan berpengaruh terhadap . Kepemilikan institusional tidak laba berpengaruh terhadap H7 : Terdapat hubungan negative manajemen laba antara kepemilikan investor institusional dengan manajemen laba 5. Kualitas pelaksanaan RUPS dan shareholder begatif antara kualitas pelaksanaan perlakuan terhadap minority 3. Kualitas dewan direksi tidak . Sylvia Veronica . 35 diskresioner perusahaan yang tidak mempunyai komite audit 4. Asimetri informasi mempunyai Yanivi. Deni Darmawati Variabel dependen : H1 : Terdapat hubungan yang 1.Leverage ( V. Manajemen laba mempunyai koefesien yang koefisien yang signifikan 2. Kualitas dewan komisaris tidak . Variabel dependen : H1a : Asimetri informasi 1.

Manajemen laba secara positif berpengaruh berpengaruh negatif terhadap 2. institusioanl ownership H1c : Kualitas audit mempunyai signifikan 3. asymetry manajemen laba information berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba 6. Keberadaan komite audit signifikan mempunyai koefisien yang H2a : Manajemn laba mempunyai signifikan koefisien yang signifikan 6. Kualitas audit mempunyai independent H1d : Komisaris independen koefisien yang tidak signifikan 4. Growth mempunyai koefisien yang 5. dan signifikan terhadap 10. 36 2. Komisaris independen audit signifikan mempunyai koefisien yang 5. ada / tidak nya komite mempunyai koefisien yang 4. Hamonangan Siagian. Ukuran komisaris koefisien yang signifikan 3. Nilai perusahaan terhadap kualitas laba mnajemen laba Variabel independen : H2 : Proporsi jumlah anggota 2. Kualitas audit mempunyai H2c : Kepemilikan institusional pengaruh yang tidak signifikan mempunyai pengaruh yang positif tehadap manajemen laba dan signifikan terhadap 8. kepemilikan manajerial Mas’ud Machfoedz 1. Debt H1e : Keberadaan komite audit tidak signifikan 6. Variabel dependen : H1 : Kepemilikan manajerial 1. Kepemilikan dewan komisaris independent . Proporsi komisaris independen manajemen laba mempunyai pengaruh yang tidak H2d : Komisaris independent signifikan terhadap manajemen mempunyai pengaruh yang positif laba dan signifikan terhadap 9. ukuran dewan komisaris 1. Kepemilikan institusional tidak H2b : Kualitas audit mempunyai mempunyai pengaruh terhadap pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba manajemen laba 7. Keberadaan komite audit manajemen laba mempunyai pengaruh yang H2e : Keberadaan komite audit signifikan terhadap manajemen mempunyai pengaruh yang positif laba. Debt dan Growth.

Manajemen laba mempunayi hubungan yang positif terhadap kualitas laba. Ada atau tidaknya secara positif berpengaruh mempunyai pengaruh yang komite audit terhadap kualitas laba negatif terhadap manajemen 4. kepemilikan institusioanl. Gideon SB. Komposisi dewan komisaris manajerial manajemen laba mempunyai pengaruh yang 3. kepemilikan manajerial dan manajerial dan komposisi dewan komposisi dewan komisaris serta komisaris mempunnyai manajemen laba berpengaruh baik pengaruh yang positif tehadap secara bersama – sama mapun kualitas laba. Kualitas laba kepemilikan institusioanl. dalam hal ini mempunyai pengaruh yang 2. . dalam hal ini laba. 37 manajerial secara positif berpengaruh berpengaruh negatif terhadap 2. Komposisi dewan H2 : Mekanisme corporate positif terhadap manajemen komisaris governance. Kepemilikan komposisi dewan komisaris mempunayi pengaruh yang institusional berpengaruh baik secara bersama – postif terhadap manajemen laba 2. Keberadaan komite audit 3. ukuran KAP mempunyai perusahaan pengaruh positif namun tidak H5 : Mekanisme corporate signifikan governance berpengaruh terhadap 5. Kepemilikan Institusional 1. Ukuran dewan terhadap kualitas laba manajemen laba komisaris H3 : Keberadaan komite audit 3. individual terhadap kualitas laba 5. 7. positif terhadap manajemen laba Variabel Eksogen : kepemilikan manajerial dan 2. Kepemilikan manajerial 1. Kepemilikan sama mapun individual terhadap 3. Kepemilikan isntitusional.Boediono Variabel Endogen : H1 : Mekanisme corporate 1. 4. Manajemen laba governance. kualitas laba berpengaruh positif nilai perusahaan terhadap nilai perusahaan. Ukuran KAP H4 : Kualitas laba secara positif laba berpengaruh terhadap nilai 4.

Ukuran dewan direksi berpengaruh positif H3 : Ukuran dewan direksi yang berpengaruh positif terhadap dan signifikan terhadap semakin besar berpengaruh positif manajemen laba manajemen laba dan signifikan terhadap 4. Proporsi komisaris independen 2. Komposisi dewan H2 : Ukuran dewan komisaris 2. Keberadaan komite audit audit manajemen laba berpengaruh negatif terhadap 4. Kepemilikan isntitusional 4. Marihot Nasution. Manajemen laba berpengaruh terhadap manajemen komisaris berpengaruh negatif Variabel independen : laba terhadap manajemen laba 1. ukuran perusahaan tidak laba berpengaruh terhadap . Ukuran dewan direksi signifikan terhadap praktek yang semakin besar manajemen laba 3. Komite audit berpengaruh Puspa Midiastuty 1. Variabel dependen : H1 : Komposisi dewan komisaris 1. 38 8. Pratana Variabel dependen : H1 : Komite audit berpengaruh 1. Kepemilikan manajemen laba berpengaruh negatif terhadap institusional H4 : Kepemilikan institusional manajemen laba berpengaruh negatif berpengaruh negatif dan signifikan 5. Manajemen laba negatif dan signifikan terhadap negatif terhadap manajemen Variabel independent : praktek manajemen laba laba 1. Kepemilikan manajerial dan signifikan terhadap terhadap manajemen laba berpengaruh positif terhadap manajemen laba H5 : Kepemilikan manajerial manajemen laba 5. Edy Suranta. Ukuran dewan komisaris komisaris berpengaruh terhadap manajemen berpengaruh positif terhadap 2. Komposisi dewan Doddy Setiawan 1. Ukuran dewan laba manajemen laba komisaris H3: Keberadaan komite audit 3. Kepemilikan berpengaruh negatif dan signifikan manajerial terhadap praktek manajemen laba berpengaruh negatif dan signifikan terhadap praktek manajemen laba 9. Proporsi Komisaris independen yang semakin besar tidak berpengaruh terhadap independen akan berpengaruh negative dan manajemen laba 3. Ukuran perusahaan H4 : Ukuran perusahaan manajemen laba berpengaruh terhadap manajemen 4. Keberdaan komite independent berpengaruh terhadap 3. Komite audit H2 : Proporsi komisaris 2.

39 manajemen laba .

Kerangka Berpikir Teori Agensi Manajer / Agen Shareholder / Principal Agency Problem dan Asimetri Informasi Laporan Keuangan Manajemen Laba Mekanisme Good Corporate Governance . 40 G.

kepemilikan manajerial. dan keberadaan komite audit mempunyai pengaruh terhadap praktik manajemen laba baik secara parsial maupun secara serentak. proporsi komisaris independen. . Hipotesis Mekanisme good corporate governance yang terdiri dari kepemilikan institusional. 41 H.

BAB III METODE PENELITIAN A.Populasi Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan go public sektor manufaktur yang terdaftar di BEI sejak awal tahun 2005 dan masih tercatat hingga akhir tahun 2006. komite audit. yaitu proporsi komisaris independen. Penelitian ini menggunakan semua populasi yang memenuhi syarat yang ditentukan yaitu menggunakan satuan mata uang rupiah dalam penyajian laporan keuangan serta tidak mengalami penghentian operasi selama tahun penelitian. kepemilikan manajerial yang diindikasikan mempengaruhi praktik manajemen laba maka akan digunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis) yang terdapat dalam program SPSS. B. Pendekatan Penelitian Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini maka pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. 41 . Dalam meneliti pengaruh penerapan mekanisme good corporate governance terhadap akitivitas manajemen laba perusahaan. akan dilakukan dengan alat uji statistik untuk menguji hubungan antara variabel – variabel yang diteliti dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan tersebut. Untuk menguji beberapa variabel. kepemilikan institusional.

42 Alasan memilih perusahaan manufaktur adalah karena metode untuk memisahkan proksi tingkat akrual yang normal dari yang tidak normal kurang tepat jika diterapkan untuk perusahaan non manufaktur karena memiliki karakteristik yang berbeda (Dewi. Periode pengamatan diambil dari tahun 2005 karena tahun 2000 – 2004 merupakan tahun sosialisasi penerapan good corporate governance. Manajemen laba yang merupakan suatu bentuk intervensi manajamen dalam proses penyusunan laporan keuangan eksternal diproksikan dengan discretionary accruals. Sedangkan BEJ mengeluarkan peraturan yang sama melalui surat keputusan direksi Kep 339/BEJ/07-2001 dan keputusan direksi BEJ Nomor Kep – 305/BEJ/07-2004 yang mengatur tentang kriteria komisaris independen. Model yang digunakan untuk mengukur manajemen laba dalam penelitian ini adalah modifikasi model Jones karena model ini dianggap lebih baik diantara model yang lain untuk mengukur manajemen laba karena model ini memisahkan antara non discretionary accrual dengan discretionray accruals. Definisi Operasional Variabel Penelitian 1. . 2005). C. Penggunaan discretionary accruals sebagai proksi manajemen laba dihitung dengan menggunakan Modified Jones Model Dechow (1995) dalam Ujiyantho (2007). yaitu dengan adanya peraturan dari Bapepam yang mengharuskan perusahaan tercatat menerapkan good corporate governance melalui surat edaran dengan nomor SE-03/PM/2000.

..…………….……………..(3) Selanjutnya discretionary accrual (DA) dapat dihitung sebagai berikut: DAit = TAit / Ait-1 – NDAit..(1) Nilai total accrual (TA) yang diestimasi dengan persaman regresi OLS sebagai berikut: TAit/Ait-1 = β1 (1 / Ait-1) + β2(ΔRevt / Ait-1 .….. Semakin besar kepemilikan institusonal.….……. Kepemilikan institusional merupakan jumlah dari persentase saham yang dimiliki oleh investor institusional..………………………………………………. maka .ΔRect/ Ait-1) + β3 (PPEt / Ait-1)..ΔRect/ Ait-1) + β3 (PPEt / Ait).(2) Dengan menggunakan koefisien regresi diatas nilai non discretionary accruals (NDA) dapat dihitung dengan rumus : NDAit = β1 (1 / Ait-1) + β2 (ΔRevt / Ait-1 ...... 43 TAC=Nit–CFOit.(4) Keterangan : DAit = Discretionary Accruals perusahaan i pada periode ke t NDAit = Non Discretionary Accruals perusahaan i pada periode ke t TAit = Total akrual perusahaan i pada periode ke t Nit = Laba bersih perusahaan i pada periode ke-t CFOit = Aliran kas dari aktivitas operasi perusahaan i pada periode ke t Ait-1 = Total aktiva perusahaan i pada periode ke t-1 ΔRevt = Perubahan pendapatan perusahaan i pada periode ke t PPEt = Aktiva tetap perusahaan pada periode ke t ΔRect = Perubahan piutang perusahaan i pada periode ke t e = error 2..…..

sehingga dapat menghambat praktek manajemen laba. yaitu dengan menggunakan skala 1 untuk perusahaan yang memiliki komite audit yang sesuai dengan peraturan BEI. Variabel ini merupakan variabel dummy. Komisaris independen adalah komisaris yang bukan merupakan anggota manajemen. pejabat atau dengan cara lain yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan pemegang saham mayoritas dari suatu perusahaan yang mengawasi pengelolaan perusahan. 5. Proporsi komisaris independen merupakan perbandingan jumlah komisaris independen yang dimiliki suatu perusahaan terhadap jumlah seluruh anggota dewan komisaris yang dinyatakan dalam persentase. sedangkan skala 0 untuk perusahaan yang tidak memiliki komite audit yang tidak sesuai dengan peraturan BEI. 44 semakin rendah kecenderungan manajer malakukan aktivitas manajemen laba karena adanya fungsi pengawasan yang lebih baik dari investor institusional. 3. Komite audit adalah sutau komite yang beranggotakan satu atau dua kebih anggota komisaris independen. Kepemilikan manajerial yaitu persentase saham yang dimiliki oleh manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan (direksi dan komisaris). Keberadaan komite audit ditentukan dari ada tidaknya komite audit dalam perusahaan. . pemegang saham mayoritas. 4. Semakin besar kepemilikan manajerial semakin kecil kecenderungan untuk melakukan manajemen laba karena adanya kesejajaran kepentingan dan tujuan. Semakin tinggi proporsi komisaris independen maka semakin baik fungsi pengawasan terhadap manajemen.

Untuk menghitung variabel independen. Kepemilikan institusional : persentase saham yang dimiliki oleh investor institusional yang terdapat dalam laporan keuangan yaitu catatan atas laporan keuangan b. Kepemilikan manajerial : persentase saham yang dimiliki secara langsung oleh manajer yang terlibat langsung dalam pengambilan keputusan perusahaan (direksi dan komisaris). laporan arus kas (arus kas bersih dari kativitas operasi). Untuk menghitung manajemen laba yang diproksikan dengan discretionary accruals. Komite audit : informasi tentang keberadaan komite audit perusahaan yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan yaitu catatan atas laporan keuangan . 45 D. neraca (total aktiva. data yang diperlukan adalah laporan laba rugi (laba bersih perusahaan). 2. Jenis dan sumber data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan rincian sebagai berikut : 1. perubahan pendapatan dan piutang dan jumlah aktiva tetap). data – data yang digunakan adalah : a. Proporsi komisaris independen : jumlah komisaris independen perusahaan yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan yaitu catatan atas laporan keuangan d. c.

46 Semua data laporan keuangan dan annual report perusahaan tahun 2005 – 2006 diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). dan website bapepam. Bursa efek Indonesia serta website BEI yaitu www. E.id. Berikut ini adalah runus regresi linier berganda yang dipergunakan : Y = a + b1X1 +b2X2+b3X3+b4X4+e Keterangan : Y = manejemen laba X1 = kepemilikan institusional X2 = kepemilikan manajerial X3 = proporsi komisaris independen X4 = keberadaan komite audit e = error term Langkah – langkah yang dilakukan dalam menganalisis data untuk membuktikan hipotesis adalah sebagai berikut : 1. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik untuk mengetahui adanya pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba. Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui besarnya perubahan nilai variabel terikat jika variabel bebas naik sebesar satu satuan.jsx.co. Menghitung besarnya masing – masing variabel yang dianalisis yaitu : .

Menggolongkan dan memberi nilai atas keberadaan komite audit pada setiap perusahaan dengan ketentuan : memiliki komite audit yang sesuai dengan peraturan BEJ =1 tidak memiliki komite audit yang sesuai dengan peraturan BEJ = 0 2. Uji Normalitas Asumsi normalitas gangguan atau error term penting sekali sebab uji eksistensi model (Uji F) maupun uji validitas pengaruh variabel independen dan estimasi nilai variabel dependen harus memenuhi syarat normalitas. Menghitung jumlah komisaris independen di sebuah perusahaan tiap tahun dan membandingkannya dengan jumlah total dari dewan komisaris e. baik uji F maupun uji t dan estimasi nilai variabel dependen menjadi tidak valid. Menghitung besarnya komulatif persentase saham yang dimiliki manajemen yang secara aktif ikut dalam pengambilan keputusan perusahaan d. Menghitung besarnya tingkat total accrual. Menghitung besarnya komulatif persentase saham yang dimiliki oleh investor institusional yang memiliki saham paling sedikit sebesar 5% c. dan non discretionary accruals dengan modifikasi model Jones yang diukur dengan analisis Ordinary Least square (OLS) b. Pengujian dilakukan . discretionary accrual. 47 a.Apabila asumsi ini tidak terpenuhi. Pengujian gejala penyimpangan model regresi klasik Dalam persamaa regresi linier berganda terdapat beberapa asumsi – asumsi yang harus dipenuhi diantaranya : a.

48 dengan melihat penyebaran titik – titik pada sumbu diagonal pada grafik. Dasar pengambilan keputusannya jika titik – titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka memenuhi asumsi normalitas. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya masalah multikolinieritas adalah dengan melihat VIF bila nilai VIF kurang dari 10 maka tidak terdapat gejala multikolinieritas dan begitu pula sebaliknya.Uji autokorelasi Autokorelasi menunjukkan bahwa variabel pengganggu pada suatu observasi tertentu berkorelasi dengan variabel pengganggu pada observasi lainnya. c. . Sebaliknya jika titik – titik menyebar menjauhi garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal maka persamaan regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. apabila Du < Dw < (4 – Du) maka tidak terjadi autokorelasi. Adanya autokorelasi menyebabkan penaksir tidak lagi efisien. Uji multikolinieritas Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat korelasi atau hubungan diantara variabel – variabel bebas atau tidak Adanya multikolinearitas akan menyebabkan koefisien regresi tidak dapat diestimasi dan interpretasi menjadi bias. b. Salah satu pengujian terhadap gejala autokorelasi dilakukan dengan uji Durbin-Watson.

Pengujian koefisien regresi serentak ( Uji F ) Uji F ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen secara bersama – sama. 49 d. Langkah – langkah pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Melakukan Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis penelitian. menentukan null hypothesis (Ho). proporsi komisaris independent. Satu asumsi penting dari model regresi linier klasik adalah bahwa gangguan yang muncul dalam fungsi regresi adalah homokedastisitas. . 3. keberadaan komite audit secara simultan terhadap aktivitas manajemen laba. maka dilakukan pengujian dengan menggunakan Uji F dan Uji t. Tahapan yang dilakukan dalam uji F ini adalah : 1. yaitu : Ho = β1 = β2 = β3 = β4 = 0 Berarti tidak ada pengaruh kepemilikan institusional. Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas adalah uji Glejser yaitu dengan meregresikan nilai absolut residual. Uji heterokedastisitas Uji ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat varian yang tidak sama dalam kesalahan pengganggu. maka tidak terjadi heterokedastisitas. yaitu jika semua kesalahan pengganggu mempunyai varians yang sama. Jika t hitung berada diantara ± t tabel. kepemilikan manajerial.

secara statistic variabel independent secara bersama – sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba. Artinya dengan tingkat signifikasi tertentu. menentukan null hypothesis (Ho). kepemilikan manajerial. kepemilikan manajerial. H1 : β1 ≠ 0 Menunjukkan bahwa kepemilikan institusional. yaitu : Ho : β1 = 0 Menunjukkan bahwa kepemilikan institusional. Uji t ( Uji Parsial ) Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara parsial yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Jika angka signifikansi uji F lebih kecil dari tingkat signifikasi pada level yang digunakan. maka Ho ditolak sehingga H1 diterima. 50 2. menentukan besarnya level of signifikan tingkat signifikansi (α) yang digunakan yaitu sebesar 5% 3. proporsi komisaris independent. b. keberadaan komite audit secara parsial tidak berpengaruh terhadap aktivitas manajemen laba. Menentukan signifikan tidaknya uji F Karena pengujian ini dilakukan dengan menggunakan spss. maka signifikan tidaknya uji F dapat dilihat dari angka signifikasi uji F. kebradaan komite audit berpengaruh secara parsial terhadap aktivitas manajemen laba . proporsi komisaris independent. Tahapan yang dilakukan dalam uji t ini adalah sebagai berikut : 1.

. 51 2. maka Ho ditolak sehingga H1 diterima. secara statistic variabel independent secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba. Artinya dengan tingkat signifikasi tertentu. Menentukan signifikan tidaknya uji t Jika angka signifikansi uji t lebih kecil dari tingkat signifikasi pada level yang digunakan. menentukan besarnya level of signifikan tingkat signifikansi (α ) yang digunakan yaitu sebesar 5% 3.

Ketiga kegiatan utama tersebut harus tercermin dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur. indsutri tekstil dan garmen. industri keramik. indsutri sepatu dan alas kaki. dan kegiatan menyimpan atau memasarkan barang jadi. kegiatan pengolahan atau pabrikasi maupun perakitan atas bahan baku menjadi barang jadi. Dari segi produk yang dihasilkan. Jumlah keseluruhan perusahaan manufaktur yang go public di Indonesia sampai dengan tahun 2007 adalah sebanyak 142 perusahaan. Industri makanan dan minuman yang terdiri dari industri rokok. industri otomotif dan komponennya. industri logam. aktivitas perusahaan yang tergolong dalam kelompok industri manufaktur sekurang – kurangnya mempunyai tiga kegiatan utama yaitu kegiatan untuk memperoleh atau menyimpan input atau bahan baku. industri perakitan. Jumlah emiten yang 52 . aktivitas industri manufaktur dewasa ini mencakup berbagai jenis usaha antara lain yaitu industri dasar dan kimia yang meliputi industri semen. Aneka industri yang terdiri atas industri mesin dan alat berat. Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Karaketristik utama kegiatan industri manufaktur adalah mengolah sumber daya menjadi barang jadi melalui suatu proses pabrikasi. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. industri porselen. Oleh karena itu. industri plastic dan kemasan. industri farmasi. industri pakan ternak. dan indsutri kosmetika. industri kimia. dan industri barang elektronika. Gambaran Umum Populasi 1.

proporsi komisaris independen dan keberadaan komite audit selama periode penelitian dapat dilihat . Bursa Efek Indonesia itu sendiri merupakan penggabungan antara Bursa Efek Jakarta dengan Bursa Efek Surabaya. Populasi Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan go public sektor manufaktur yang terdaftar di BEI sejak awal tahun 2005 dan masih tercatat hingga akhir tahun 2006. Sebelum tahun 2007 Bursa Efek di Indonesia belum bernama Bursa Efek Indonesia melainkan Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. 53 terdaftar di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini kurang lebih berjumlah 354 perusahaan. 2. proporsi komisaris independent. Setelah melakukan penelitian maka perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini terdiri dari 126 perusahaan. serta keberadaan komite audit yang merupakan variabel dependen. serta kepemilikan institusional. Gambaran tentang nilai discretionary accruals. Deskripsi Hasil Penelitian Analisis terhadap hasil penelitian akan dilakukan terhadap variabel – variabel penelitian ini. meliputi Discretionary Acrruals yang merupakan proxy dari manajemen laba sebagai variabel independen. B. kepemilikan manajerial. kepemilikan manajerial. Perusahaan – perusahaan tersebut dapat dilihat pada lampiran 1. Penelitian ini menggunakan semua populasi yang memenuhi syarat yang ditentukan yaitu menggunakan satuan mata uang rupiah dalam penyajian laporan keuangan serta tidak mengalami penghentian operasi selama tahun penelitian. kepemilikan institusional.

Uji Normalitas Asumsi normalitas gangguan atau error term penting sekali sebab uji eksistensi model (Uji F) maupun uji validitas pengaruh variabel independen dan estimasi nilai variabel dependen harus memenuhi syarat normalitas. C. Berdasarkan tabel perhitungan discretionary accruals seperti yang dapat dilihat pada lampiran dapat diketahui bahwa kebanyakan dari populasi dalam penelitian ini melakukan manajemen laba dengan pola income decreasing. uji autokorelasi dan uji heterokedastisitas a. Dasar pengambilan keputusannya jika titik – titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis . dimana terdapat 79 perusahaan yang mempunyai rata – rata discretionary accruals bertanda negatif yang berarti bahwa perusahaan tersebut telah melakukan manajemen laba dengan cara menurunkan laba. Sedangkan 47 perusahaan yang mempunyai rata – rata discretionary accruals bertanda positif yang berarti perusahaan – perusahaan tersebut telah melakukan manajemen laba dengan cara menaikkan labanya.Apabila asumsi ini tidak terpenuhi. Pengujian Asumsi Klasik Pada model regresi linier berganda perlu dilakukan beberapa pengujian terhadap asumsi model klasik yang meliputi uji normalitas. 54 pada lampiran. multikolneritas. baik uji F maupun uji t dan estimasi nilai variabel dependen menjadi tidak valid. Analisis dan Pengujian Hipotesis 1. Pengujian dilakukan dengan melihat penyebaran titik – titik pada sumbu diagonal pada grafik.

6 0. nilai VIF . Grafik 4. Metode yang digunakan untuk mendeteksi adanya multikolinieritas dengan menggunakan nilai VIF (variance inflation factor).4 0. b.Sehingga dapat disimpulkan variabel berdistribusi normal.0 0.0 Observed Cum Prob Dari hasil grafik normal probability plot diatas menunjukkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Uji Multikolinieritas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji adanya korelasi antar variabel independen.8 1.8 0.1 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: DTAC 1.2 0.0 0.6 0.4 0. 55 diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka memenuhi asumsi normalitas.0 Expected Cum Prob 0.2 0. Sebaliknya jika titik – titik menyebar menjauhi garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal maka persamaan regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

Berdasarkan hasil pengujian terhadap gejala autokorelasi (lihat lampiran).810 dan batas bawah (dL) = 1. berarti terjadi autokorelasi. Hasil uji multikolinieritas disajikan pada tabel 4.017 Tidak terjadi multikolinieritas Sumber : Lampiran 18 Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4.1 Hasil uji multikolinieritas Variabel VIF Keterangan Kepemilikan institusional 1. 56 lebih kecil dari angka 10 menunjukkan tidak terdapat gejala multikolinieritas antar variabel independen. diperoleh nilai DW-hitung sebesar 1. d. Uji Heterokedastisitas .181 Tidak terjadi multikolinieritas Proporsi Komisaris Independen 1. pada tabel Durbin-Watson akan diperoleh nilai batas atas (dU) = 1.1 berikut ini Tabel 4. Karena dihasilkan nilai dU<DW-hitung<4-dU maka dapat disimpulkan tidak terjadi autokorelasi positif ataupun negatif pada model regresi yang digunakan.728. dengan kesalahan pada periode t-1. Jika terjadi korelasi. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan tidak terdapat gejala multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi yang digunakan.007 Tidak terjadi multikolneritas Komite Audit 1. Uji Autokorelasi Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t.174 Tidak terjadi multikolinieritas Kepemilikan manajerial 1.768. c. keempat variabel independen yang digunakan menghasilkan VIF lebih kecil dari 10.1 di atas. Dengan jumlah obsevasi (n) sebanyak 252 dan variabel independen (k) sebanyak 4 variabel.

072 ± 1. Pengujian Hipotesis a. 2. 57 Uji ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat varian yang tidak sama dalam kesalahan pengganggu dan cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heterokedastisitas adalah dengan uji Glejser. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang terdiri dari kepemilikan institusional.267 lebih besar dibadingkan dengan 0.267 Diterima Sumber : Lampiran 18 Berdasarkan tabel hasil uji F diatas.96 Tidak terjadi heterokedastisitas Kepemilikan manajerial -1.660 ± 1.96< t tabel<1.3 Hasil Uji F F Hitung Sig Ho 1. dapat dilihat bahwa tingkat signifikansi adalah sebesar 0. Hal ini berararti bahwa tidak terjadi heterokedastisitas dalam model yang digunakan.96 Tidak terjadi heterokedastisitas Proporsi komisaris independent -1.05 maka H0 diterima dan H1a ditolak. proporsi .703 ± 1. Tabel 4. kepemilikan manajerial.2 Hasil Uji Heterokedastisitas Variabel t hitung T tabel Keterangan Kepemilikan institusional 0. Pengujian Hipoetsis Secara Simultan (Uji F) Uji F dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen secara bersama – sama. Masing – masing variabel memiliki t hitung yang berada diantara ± t tabel (-1.781 ± 1.310 0.96 Tidak terjadi heterokedastisitas Sumber : Lampiran 18 Berdasarkan tabel 4.96). Tabel 4.2 dapat dibandingkan t hitung dengan t tabel.96 Tidak terjadi heterokedastisitas Komite audit -0.

Pembahasan Hasil Penelitian .889 Tidak mempunyai pengaruh Sumber : Lampiran 18 Berdasarkan tabel 4. Hal ini berarti variabel kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba.129. Hal ini berarti variabel kepemilikan manajerial tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba.05 yaitu sebesar 0. b. Tabel 4. 58 komisaris independen.4 dapat dilihat bahwa variabel kepemilikan institusional memiliki angka signifikansi diatas 0.05 yaitu sebesar 0.111 Tidak mempunyai pengaruh Proporsi Komisaris Independen 0.129 Tidak mempunyai pengaruh KomiteAudit 0.111.05 yaitu sebesar 0.Variabel kepemilikan institusional memiliki angka signifikansi diatas 0.621.621 Tidak mempunyai pengaruh Kepemilikan Manajerial 0.Hal ini berarti variabel kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti variabel kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. dan komite audit tidak mempunyai pengaruh terhadap aktivitas praktik manajemen laba perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.4 Hasil Uji t Variabel Sig Keterangan Kepemilikan Institusional 0.889.Variabel kepemilikan manajerial memiliki angka signifikansi diatas 0.Variabel komite audit memiliki angka signifikansi diatas 0. Pengujian Hipotesis Secara Parsial ( Uji t ) Uji t dilakukan untuk mengetahui signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial.05 yaitu sebesar 0. D.

misalnya dengan melakukan manipulasi laba. dan Ujiyantho (2007). Akibatnya . Kepemilikan Institusional Berdasarkan hasil penelitian.70 %. Pandangan yang sama juga dikemukakan oleh Cornett (2006) dalam Ujiyantho (2007) yang menyatakan bahwa kepemilikan institusional akan membuat manajer merasa terikat untuk memenuhi target laba dari para investor. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan Jensen (1976). dan Pranata dan Mas’ud (2003) yang menemukan adanya pengaruh negatif signifikan. rata – rata perusahaan sampel memiliki persentase kepemilikan institusional sebesar 71. Akibatnya manajer terpaksa untuk melakukan tindakan yang dapat meningkatkan laba jangka pendek. Pengujian terhadap variabel kepemilikan isntitusional menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hasil penelitian ini sejalan dengan pandangan atau konsep yang mengatakan bahwa institusional adalah pemilik yang lebih memfokuskan pada current earnings (Porter. sehingga mereka akan tetap cenderung terlibat dalam tindakan manipulasi laba. Dengan demikian kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Veronica (2005). sehingga mempunyai kemampuan untuk melakukan intervensi terhadap jalannya perusahaan dan mengatur proses penyusunan laporan keuangan. 59 1. Namun hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Darmawati (2003). 1992 dalam Pranata dan Mas’ud 2003). Emiten yang dianalisis termasuk memiliki struktur kepemilikan yang terkonsentrasi pada suatu institusi yang biasanya memiliki saham yang cukup besar yang mencerminkan kekuasaan.

60 manajer terpaksa melakukan tindakan berupa manajemen laba demi untuk memenuhi keinginan pihak-pihak tertentu. sehingga dengan adanya kepemilikan manajerial maka semakin kecil kecenderungan manajemen melakukan manajemen laba. 2. Hal ini mungkin disebabkan jumlah kepemilikan manajerial untuk perusahaan yang listing di BEI relatif lebih sedikit dengan kepemilikan institusional. Namun hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Gabrielsen (1997) dalam Ujiyantho (2007) menemukan hasil yang positif tetapi tidak signifikan antara kepemilikan manajerial dengan manajemen laba. Kepemilikan Manajerial Kepemilikan manajerial diindikasi dapat mengatasi masalah keagenan karena kepemilikan saham oleh pihak manajemen perusahaan dapat menyejajarkan kepentingan antara manajemen dengan pemegang saham. Menurut Scott (2003). Namun dalam penelitian ini tidak ditemukan cukup bukti bahwa kepemilikan manajerial mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. karena memiliki angka signifikansi lebih besar dari 0.05. manajer juga perlu . Selain itu hasil penelitin ini menunjukkan suatu indikasi bahwa kepemilikan manajerial memiliki kepentingan tersendiri dengan praktek manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan dan kepentingan tersebut kemungkinan sejalan dengan kepentingan para manajer. Hal ini dapat mengurangi konflik kepentingan yang mendorong manajemen melakukan manipulasi. Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Midiastuty (2003) dan Ujiyantho (2007). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada praktiknya meskipun kompensasi yang diberikan kepada manajer melalui kepemilikan saham bukan berarti tidak mungkin terjadi manipulasi yang berupa manajemen laba.

Namun tindakan manajemen laba harus dilakukan sesuai dengan pilihan metode – metode akuntansi yang diperkenankan dan tidak dilakukan secara agresif (Lako. Jika dibandingkan dengan peraturan BEI yang menetapkan batas minimal proporsi komisaris independen sebesar 30% dapat disimpulkan cukup tingginya komisaris independen rata – rata perusahaan yang menjadi populasi dalam penelitian ini.Misalnya jika pada suatu saat perusahaan melaporkan laba negatif atau menurun para kreditor bisa saja menghentikan pinjamannya. 61 melakukan manajemen laba karena tindakan tersebut dapat meningkatkan utilitas dan fleksibilitas manajer dalam menghadapi kontrak kompensasi yang tidak sempurna dengan pemilik perusahaan.05 maka proporsi komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. dan juga menguntungkan perusahaan dalam melakukan kontrak – kontrak efisien dengan kreditor. 3.05%. Untuk menghindarinya manajer perlu melakukan manajemen laba yaitu dengan menaikkan laba. Hasil penelitian ini tidak mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh Wedari . Proporsi Komisaris Independen Berdasarkan perhitungan statistik deskriptif. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen memiliki tingkat signifikansi yang lebih besar dari 0. diketahui bahwa rata – rata proporsi komisaris independen yang dimiliki oleh perusahaan dalam peneitian ini adalah sebesar 38. Selain itu dengan manajemen laba maka kepentingan manajemen akan terlindungi dari perilaku oportunistik pemilik ( principal ). tidak memberikan tambahan pinjaman. 1997. kontrak kompensasi yang efisien dengan karyawan atau tenaga kerja. 70). atau membiarkan modal kerja dan ekuitas perusahaan jatuh pada level terendah sehingga mereka bisa mengakuisisinya dengan nilai yang rendah.

Ada kemungkinan penempatan atau penambahan anggota dewan dari luar perusahaan hanya sekedar memenuhi ketentuan formal.Hal tersebut dapat juga terjadi karena kondisi pasar modal Indonesia yang memiliki ciri utama terkonsentrasi pada kelompok tertentu mengakibatkan pemegang saham mayoritas memiliki akses yang besar untuk mempengaruhi keputusan manajerial (Surya. Hal tersebut mungkin dikarenakan bahwa pengangkatan komisaris independen oleh perusahaan mungkin hanya untuk pemenuhan regulasi saja. Komite Audit . 2008:57). Namun hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian Veronica (2005) yang juga menemukan bahwa proporsi komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. 4 . selain itu ketentuan minimum dewan komisaris independen sebesar 30% mungkin belum cukup tinggi untuk menyebabkan para komisaris independen tersebut dapat mendominasi kebijakan yang diambil oleh dewan komisaris dan mungkin dapat lebih efektif dalam menjalankan peran monitoring perusahaan. sementara pemegang saham mayoritas (pengendali/ founders) masih memegang peranan penting sehingga kinerja dewan tidak meningkat bahkan bisa menurun. 62 (2004) dan Suranta (2005) yang menemukan hasil proporsi komisaris independen mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba. Kondisi ini didukung oleh survai Asian Development Bank bahwa kuatnya kendali pendiri perusahaan dan kepemilikan saham mayoritas menjadikan dewan komisaris tidak independen dan fungsi pengawasan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya menjadi tidak efektif.

Hal tersebut didukung oleh sebuah riset yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance terhadap 52 perusahaan publik. komite audit bertanggung jawab memberikan evaluasi yang independen terhadap pelaporan keuangan perusahaan. Selain itu keberadaan saja tidak cukup untuk mengukur efektivitas pengawasan komite audit terhadap pihak manajemen. . keberadaan komite audit oleh perusahaan mungkin hanya dilakukan untuk pemenuhan regulasi saja tetapi tidak dimaksudkan untuk menegakkan good corporate governance dalam perusahaan. Hal tersebut menurut Veronica (2005). dan frekuensi pertemuan komite audit. Namun dalam penelitian ini tidak ditemukan cukup bukti bahwa komite audit memiliki pengaruh terhadap manajemen laba karena variabel ini memiliki angka signifikansi yang lebih besar dari 0. independensi. 2008. karena terdapat beberapa karakteristik yang mempengaruhi efektivitas komite audit dalam menjalankan fungsi monitoring seperti ukuran atau jumlah anggota.05.157). 2008:61). Mekanisme pengawasan yang dilakukan terhadap manajemen ini diindikasikan mampu menghambat praktek manajemen laba. 63 Sebagai sub komite dari dewan komisaris. dimana sekitar 65% perusahaan publik menyatakan menerapkan corporate governance karena memang regulasi mengharuskannya (Surya. dan kompetensi dari komite audit itu sendiri (Sulistyanto. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian dari Veronica ( 2005) yang juga menemukan bahwa komite audit tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial diketahui bahwa kepemilikan institusional tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba 2. 65 . Saran Untuk mengembangkan dan menyempurnakan penelitian tentang pengaruh penerapan mekanisme good corporate governance terhadap praktik manajemen laba. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial diketahu bahwa komite audit tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba B. Penelitian selanutnya juga diharapkan untuk memperpanjang periode atau rentang waktu penelitian. dimana model perhitungan akrual tetap bisa dilakukan. 2. maka penulis mengajukan beberapa saran yaitu : 1. Dengan pengambilan sampel yang berasal dari berbagai ketegori industri diharapkan hasil analisis akan memiliki tingkat generalisasi yang lebih besar. Dengan adanya penggunaan periode yang lebih diharapkan pengukuran terhadap trend manajemen laba oleh perusahaan bisa lebih akurat. Penelitian selanjutnya bisa dilakukan dengan menggunakan sampel dari berbagai kategori industri. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial diketahu bahwa kepemilikan manajerial tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba 3. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial diketahu bahwa proporsi komisaris independen tidak mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba 4.

1976. Gideon SB.Agency Costs and Ownership Structure. Peranan Dewan Komisaris dan Komite Audit dalam Pelaksanaan Corporate Governance. Standar Akuntansi Keuangan. 2001. Investigasi Motivasi dan Strategi Manajemen Laba pada Perusahaan Piblik di Indonesia. Konferensi Nasional Akuntansi FCGI. V. Working Paper. 3. Deni. J. 1985. Sylvia. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Boediono.M. Pp 1. Kualitas Laba : Studi Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan Dampak Manajemen Laba dengan Menggunakan Analisis Jalur. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. Solo: 15 – 16 September 2005. Makalah Simposium Akuntansi Nasional VIII. Healy. 1991. Halim.35 Darmawati. Berdar. Dampak Manajemen Laba terhadap Kualitas Laba dan Reakasi Pasar. Journal of Accounting and Economics 7. Http : // ssrn. Chtourou. 2001. October. William. Vol 29 No 2 Autum 66 . No 1 Dewi. Pengaruh Manajemen Laba Pada Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur yang termasuk dalam LQ- 45. Jakarta: Forum for Corporate Governance in Indonesia. 305-360. 2003. Michael C. No. Jakarta : Salemba Empat Jensen. Yanivi dan Veronica. Makalah Simposium Nasional Akuntansi VIII. 4. Corteau. Corporate Governance dan Manajemen Laba : Suatu Studi Empiris. pp. DAFTAR PUSTAKA Achmad. Julia . SM. Journal of Financial Economics. Simposium Nasional Akuntansi X. Information Asymetri and Earning Management. Journal of Accounting Research. Corportae Governance and Earning Management. Ikatan Akuntansi Indonesia. 85 – 107. dan L. dkk. Earning Management During Import Relief investigations. Solo: 15 – 16 September 2005. Jones. 2007. UnhasMakasar : 26 – 27 Juli 2007 Bachtiar. Theory of the Firm: Managerial Behavior. Rosiyana. 2003. 2005. Jennifer J. Corporate Governance. 2005. pp. P. dkk. dan Meckling. 2004. Komaruddin. The Effect of Bonus Schemes on Accounting Decisions. Vol 5.

Financial Accounting Theory. Simposium Nasional Akuntansi VI. Tinjauan atas Good Corporate Governance di Indonesia. Analisis Hubungan Mekanisme Corporate Governannce dan Indikasi Manajemen Laba. 2005. 2006. Makalah Simposium Nasional Akuntansi IX. Ivan. Yogyakarta : Liberty Rahmawati. 2003. Surabaya Mayangsari. Analisis Pengaruh Independensi. Analisa Laporan Keuangan. Andreas. Pratana dan M. Jakarta : Grasindo Surya. Scott. 2008.ac. serta Mekanisme Corporate Governance terhadap Integritas Laporan Keuangan. Makalah Simposium Nasional Akuntansi VI. Perataan Laba dalam Mengantisipasi Laba Masa Depan Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Laporan Keuangan dan Konflik Kepentingan. Hubungan Struktur Corporate Governance dengan Kinerja Perusahaan dan Reaksi Pasar. dkk. 67 Kaihatu. Machfoedz. 2005. Jakarta : Amara Books Lastanti.2008. Kualitas Audit. 2005.php (diakses 22 Februari 2008) Lako. Surabaya : 16 – 17 Oktober 2007 .id/puslit/journals/dir. Munawir. Pidato pengukuhan Guru Besar Tetap Bidang Akuntansi FEUSU. Thomas S. Prentice Hall Canada Inc: Second Edition Sulistyanto. Azhar. Surabaya : 16 – 17 Oktober 2003. Sekar. Indra dan Yustiavandana. Jakarta : Kencana Prenada Media Group Sugiarto. Sopa.petra. Sri.Medan 17 November 2005. Penerapan Good Corporate Governance. Manajemen Laba : Teori dan Model Empiris. Padang: 23 -26 Agustus 2006. Konferensi Nasional Akuntansi Maksum. Midiastuty.2007. Pengaruh Asimetri Informasi terhadap Praktek Manajemen Laba pada perusahaan Perbankan Publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hexana Sri. R. 2003. 2000. 1983. http://www. 2003. Makalah Simposium Nasional Akuntansi VI. Good Corporate Governance dan Penerapannya di Indonesia.

dan Implikasinya terhadap Praktek Akuntansi. Simposium Nasional Akuntansi VII. Pratana Puspa. Makalah Simposium Nasional Akuntansi VIII. Michell. 2004. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Press Ujiyantho. 2002. Balance. Cornelius. Eksplorasi Data dan Analisi Regresi dengan SPSS.2004. Deni dan Kumalahadi. Pengaruh Struktur kepemilikan. Edy dan Midiastuty. 2007. 2005. Pidato pengukuhan Guru Besar Tetap Bidang Akuntnasi FEUI. Model dan Sistem Governance serta aplkasinya pada perusahaan BUMN. Corporate Governance. 68 Solomon. 2007. Yuni Prihadi. Trihendardi. Penelitian. 2004. Denpasar Wedari. Earning Management: Konsep. Bali:2-3 Desember 2004. Corporate Governance and Accountability. . 2005. Syahputra Iman dan Tunggal. Unhas Makasar: 26 – 28 Juli 2007. Veronica. dan Solomon. Akhmad. Linda Kusumaning. 2005. Kupas Tuntas Analisis Regresi. 2006. Konferensi Nasional Akuntansi. Solo: 15 – 16 September 2005 Wulandari. Memahami Konsep Corporate Governance. Ltd. Januar Eko. Teori. Makalah Simposium Nasional Akuntansi X. Prasetyo. Mekanisme Corporate Governance. dan Praktek Corporate Governance terhadap Pengelolaan Laba (Earning Management). Syakhroza. Indikasi Manajemen Laba Menjelang Undang – Undang Perpajakan 2000 Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Arief dan Pramuka. Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Praktek Manajemen Laba. Wijdaja Amin. Yogyakarta : Andi Tunggal. Ukuran Perusahaan. J. Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan. Vol 2 Maret 2005 Suranta. Suharli. Sidharta Dr. John Wiley & Sons. sejarah dan perkembangan.Depok 5 Maret 2005. Analisis Pengaruh Proporsi Dewan Komisaris dan Keberadaan Komite Audit terhadap Aktivitas Manajemen Laba. 2005. Makalah Simposium Nasional Akuntansi VII. Sylvia Dr dan Utama. Bambang Agus. A.. Jakarta: Hervarindo Utomo.

2001. Analisis Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Earning Management pada Perusahaan Go Public di Indonesia. Agnes Utari. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol 3. 69 Widyaningdyah. No 2. November .

Tiga Pilar Sejahtera 63 PT.Panasia Indosyntec 73 PT.Jembo Cable Company 43 PT.Kedawung Setia Industrial 37 PT.Indocement Tunggal Perkasa 26 PT.SMART 61 PT.Aqua Golden Missisipi 48 PT.Sucaco .Intanwijaya Internasional 11 PT.Pelangi Indah Canindo 33 PT. 70 Lampiran 1 45 PT.Sumalindo Lestari Jaya 91 PT.Lioan Metal Works 32 PT.Delta Djakarta 51 PT.Langgeng Makmur Plastik 21 PT.Tria Sentosa 24 PT.Lion Mesh Prima 31 PT.Argo Pantes 70 PT.Delta Dunia Petroindo 79 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 56 PT.Holcim Indonesia 25 PT.HM Sampoerna 69 PT.Semen Gresik 27 PT.Daya Sakti Unggul Corporation 90 PT.Cahaya Kalbar 49 PT.Asiaplast Industries 16 PT.Hanson International 82 PT.Colorpack Indonesia 6 PT.Kedawung Indah Can 36 PT.Ades Waters Indonesia 47 PT.Resources Alam Indonesia 12 PT.Surya Toto Indonesia 41 PT.Barito Pasific Timber 89 PT.Betonjaya Manunggal 28 PT.Ultra Jaya Milk 65 PT.Prasidha Aneka Niaga 57 PT.Siwani Makmur 23 PT.Dynaplast 18 PT.Suba Indah 62 PT.Sekar Laut 58 PT.Argha Karya Prima Industri 14 PT.Bentoel Internasional Investama 67 PT.Surya Dumai Industri No Nama Perusahaan 46 PT.Budi Acid Jaya 5 PT.Kageo Igar Jaya 20 PT.Ricky Putra Globalindo 86 PT.Intikeramik Alamasri Industry 39 PT.Sieerad Produce 60 PT.Gudang Garam 68 PT.BAT 66 PT.Polysindo Eka Perkasa 9 PT.Jaya Pari Steel Works 30 Jaya 77 PT.Duta Pertiwi Nusantara 10 PT.Fast Food Indonesia 52 PT.Fortune Mate Indonesia 81 PT.AKR Corporindo 4 PT.Ever Shine Textile Industry 80 PT.Eratex Djaja 71 PT.Tembaga Mulia Semanan 34 PT.APAC Citra Contertex 78 PT.Lapindo International 22 PT.Jakarta Kyoei Steel Works PT.Kabelindo Murni 44 PT.Sepatu Bata 87 PT.Tira Austenite 35 PT.Fajar Surya Wisesa 2 PT.Davomas Abadi 50 PT.Lautan Luas 8 PT.Mayora Indah 54 PT.Mulia Industrindo 40 PT.Berlina 17 PT.Tunas Baru Lampung 64 PT.Multi Bintang Indonesia 55 PT.Aneka Kemasindo 13 PT.Roda Vivatex 74 PT.Indal Alumunium Industry 29 PT.Panasia Filament Inti 72 PT.Arwana Citramulia 38 PT.Tirta Mahakam Resources 1 PT.Primarindo Asia Infrastructure 85 PT.Karwell Indonesia 83 PT.GT Kabel Indonesia 42 PT.Textile Manufacturing Company 76 PT.Sunson Textile Manufacture 75 PT.Surya Intrindo Makmur 88 PT.Indofood Sukses Makmur 53 PT.Pan Brothres Tex 84 PT.Surabaya Agung Industry Pulp 3 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 19 PT.Asahimas Flat Glass 15 PT.Siantar Top 59 PT.Eterindo Wahanatama 7 PT.

Astra International 97 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 117 PT.Astra Otoparts 98 PT.Prima Alloy Steel 109 PT.Perdana Bangun Pusaka 116 PT.Darya Varia Laboratoria 118 PT.Indospring 104 PT.Multi Prima Sejahtera 106 PT.Merck 121 PT.Goodyear Indonesia 101 PT.Sumi Indo Kabel 93 PT.Branta Mulia 99 PT.Polychem Indonesia 108 PT.Mustika Ratu 126 PT.Interdelta 114 PT.Mandom Indonesia 125 PT.Tunas Ridean 112 PT.Multipolar Corporation 96 PT.Schering Plough Indonesia 123 PT.Tempo scan pasific 124 PT.Kimia Farma 120 PT.Hexindo Adiperkasa 102 PT. 71 92 PT.United Tractors 113 PT.Unilever Indonesia .Nippress 107 PT.Metrodata Electronics 95 PT.Modern Foto Film Company 115 PT.Indomobil Sukses International 103 PT.Sugi Samapersada 111 PT.Astra Graphia 94 PT.Pyridam Farma 122 PT.Selamat Sempurna 110 PT.Gajah Tunggal 100 PT.Intraco Penta 105 PT.Indofarma 119 PT.

884 19 PT.526) 42 PT.Surya Intrindo Makmur (14.658 (1.Bentoel Internasional Investama 108.301 9.SMART 304.350 48.785) 27 PT.Suba Indah (328.433 11.APAC Citra Contertex (94.003 345 28 PT.748 38 PT.Textile Manufacturing Company Jaya (143.969) (51.637 13 PT.430) 37 PT.594) 15.578 29 PT.383.205) (51.Fortune Mate Indonesia (4.854 3 PT.427 2.847 12 PT.Prasidha Aneka Niaga 118.291 68.851) 11 PT.637 14.822 23 PT.007.668) (32.746) (59.014 73.361 (74.510 22 PT.141) (17.Gudang Garam 1.179) (42.Sepatu Bata 25.066 3.576 9 PT.Siantar Top 10.Roda Vivatex 21.277 5 PT.427) (92.509) 30 PT.005 2.107) 36 PT.191 43 PT.602 4.954 15 PT.946 39 PT.581 10 PT.889.Panasia Filament Inti (34.Tiga Pilar Sejahtera 35 130 18 PT.929 7 PT.Indofood Sukses Makmur 124.Sunson Textile Manufacture (50.842 7.912) 3.775) (10.530.726) (24.Mayora Indah 45.Hanson International (14.069) 44 PT.794) 2 PT.BAT 19.Sekar Laut 91.005 16 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 4. 72 Lampiran 2 Net Income ( dalam jutaan rupiah ) No Nama Perusahaan 2.604) 4.Daya Sakti Unggul Corporation (50.Pan Brothres Tex 10.Tunas Baru Lampung 6.658 35 PT.166 145.Delta Dunia Petroindo 3.Eratex Djaja (16.284 6 PT.014) .528 14.050) 26 PT.412) (6.Aqua Golden Missisipi 64.Karwell Indonesia 1.483) 34 PT.109) 45 PT.291 4 PT.161 41 PT.Multi Bintang Indonesia 87.Ever Shine Textile Industry (9.Panasia Indosyntec 87.Surya Dumai Industri (130.480) 40.082 (62.Fast Food Indonesia 41.134 34.Sumalindo Lestari Jaya 12.651) 31 PT.069 196.203 628.369) (15.006 1 PT.Ades Waters Indonesia (119.Delta Djakarta 56.847 (53.123) 21 PT.951 32 PT.HM Sampoerna 2.256) (128.Sieerad Produce (122.086 20.219 52.018 661.461 38.490 24 PT.Argo Pantes (214.226 40 PT.566) 2.732 20 PT.823) 25 PT.646 1.210 8 PT.Primarindo Asia Infrastructure (12.Barito Pasific Timber 686.231 33 PT.Ultra Jaya Milk 4.Ricky Putra Globalindo 37.Davomas Abadi 90.426 14 PT.730 93.925) 17 PT.Cahaya Kalbar (21.405 43.

798 51.Holcim Indonesia (334.044) 593 90 PT.791) 58 PT.582 60 PT.Tria Sentosa 16.508 91 PT.802 72 PT.Resources Alam Indonesia (3.084 50 PT.447) 63 PT.425 29.023 20.884 79.211) 24.110 1.485 121 59 PT.590 (4.971) (26.880 80 PT.Berlina 3.127 10.Eterindo Wahanatama (2.565 94 PT.865 7.081) 175.855 2.AKR Corporindo 119.222 (5.Indocement Tunggal Perkasa 739.289 128.260 49 PT.Sucaco 56.105 68 PT.419 28.Sumi Indo Kabel 23.382 89 PT.Multipolar Corporation 60.Fatrapolindo Nusa Industri (57.Tembaga Mulia Semanan (17.477 (2.276 14.Semen Gresik 1.678) 64 PT.135) (32.945 71 PT.964 66 PT.774 1.098) 9.314 3.Duta Pertiwi Nusantara 4.778 9.429 25.776 95 PT.942 70 PT.479) 1.686 592.670 52 PT.Metrodata Electronics 16.Surya Toto Indonesia 62.774) 12.Lautan Luas 52.164) (14.621 5.828 101.039) 65 PT.Jaya Pari Steel Works 34.Jakarta Kyoei Steel Works 10.Asiaplast Industries (4.642 79 PT.819) 83 PT.319 82 PT.107 2.718 45.946) (509.Siwani Makmur 2.705 88 PT.307 20.Tirta Mahakam Resources 10.864) 87 PT.296 73 PT.963 6.Polysindo Eka Perkasa (841.430) 55 PT.286 47 PT.Pelangi Indah Canindo 1. 73 46 PT.Intikeramik Alamasri Industry 6.Jembo Cable Company (2.608 50.563 76 PT.084 26.539 75 PT.Mulia Industrindo (792.GT Kabel Indonesia 25.667 78 PT.Kageo Igar Jaya 13.Aneka Kemasindo 1.630) 57 PT.374 93 PT.Budi Acid Jaya 2.Fajar Surya Wisesa 5.796 77 PT.477 81 PT.610 (6.Betonjaya Manunggal 1.Surabaya Agung Industry Pulp (601.Kedawung Setia Industrial (7.763 86 PT.625) 56 PT.Lioan Metal Works 19.254 85 PT.805) (25.Colorpack Indonesia 7.Asahimas Flat Glass 212.Argha Karya Prima Industri 11.Indal Alumunium Industry (20.159 .Kedawung Indah Can (10.Lion Mesh Prima 4.346) 66 62 PT.188) 18.398) 1.643 92 PT.728 48 PT.220) 61 PT.677 54 PT.Langgeng Makmur Plastik 130.281 20.678 51 PT.090 69 PT.Intanwijaya Internasional 11.Lapindo International (3.067 55.Arwana Citramulia 35.553 (17.313 67 PT.204 1.Kabelindo Murni 14.Tira Austenite 2.990 53 PT.002 1.Dynaplast 20.815 84 PT.749 44.750 818 74 PT.Astra Graphia 36.

050.576 52.172 104 PT.721.096 126 PT.358 1.328 1.595 Lampiran 3 Arusk Kas Operasi .712.Perdana Bangun Pusaka (698) (830) 116 PT.285 3.827 43.Schering Plough Indonesia (854) (2. 74 96 PT.United Tractors 1.Pyridam Farma 1.175 110 PT.432) 501 114 PT.397 101 PT.485 1.499) 344 111 PT.Tunas Ridean 142.Modern Foto Film Company (37.Indomobil Sukses International 38.729 122 PT.058 98 PT.Mandom Indonesia 92.Astra International 5.401 100 PT.538 121 PT.496 18.457.493) 123 PT.241 119 PT.Prima Alloy Steel 4.584 124 PT.118 125 PT.Astra Otoparts 279.737 66.761) 109 PT.Tempo scan pasific 296.600 (2.428 102 PT.865 101.510 9.837) 2.248 103 PT.Interdelta (1.372 113 PT.Hexindo Adiperkasa 97.771 39.Indofarma 9.314 99 PT.Intraco Penta 17.172 117 PT.Mustika Ratu 8.990 120 PT.729 930.Merck 57.550 15.305) (939) 106 PT.027) 1.732 22.700 86.039 107 PT.937 (266.Kimia Farma 52.Bristol Myers Squibb Indonesia 9.Gajah Tunggal 346.Goodyear Indonesia (6.048 43.211 112 PT.097 97 PT.825 272.Indospring (5.Branta Mulia 119.Polychem Indonesia 41.440.Multi Prima Sejahtera (11.Sugi Samapersada (8.555 115 PT.Unilever Indonesia 1.690) 25.066 105 PT.027 282.Darya Varia Laboratoria 71.835 118.509 118 PT.998 7.964) 108 PT.Selamat Sempurna 65.Nippress 3.069 8.

Roda Vivatex 63.Surya Intrindo Makmur 639 1.448 104.693 24 PT.016) 43 PT.540 12.046) 17 PT.Delta Djakarta 39.972 116.819) 71.Panasia Indosyntec 30.618 23 PT.873 11 PT.Fortune Mate Indonesia (18.870 32 PT.Tiga Pilar Sejahtera (15.SMART 150.926) 38 PT.181 19 PT.395) 34 PT.000) 2.525 3.590 5.053) 29.540 59.Suba Indah (44.900 35 PT.Indofood Sukses Makmur 800.361 29 PT.Barito Pasific Timber (308.661 106. 75 ( dalam jutaan rupiah ) No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.172) 2 PT.306 11.731 3.Gudang Garam 1.Sekar Laut 2.Karwell Indonesia (20.646 364.Primarindo Asia Infrastructure (4.588 18.Panasia Filament Inti 340 3.927 14 PT.Eratex Djaja 48.162) 21 PT.943 (35.Sunson Textile Manufacture (14.477) 45 PT.Pan Brothres Tex (16.Tirta Mahakam Resources (132.Sieerad Produce (18.851 .274 2.656) (1.389 9 PT.Fast Food Indonesia 96.058.525 166.Pionerindo Gourmet Internasional 9.379) 58.265) (2.Siantar Top 5.011 24.957 7 PT.900) 3.327) 16.618 1.398 28 PT.744 (115.053 8 PT.806) (244.007 375.960 36 PT.743 PT.APAC Citra Contertex 88.Ricky Putra Globalindo 10.Cahaya Kalbar 276 53.179 40.906 5.602 16 PT.Tunas Baru Lampung 219.Ultra Jaya Milk 35.339 4 PT.Argo Pantes 39.905.331 33 PT.416 13 PT.877) 18 PT.082 37 PT.796 (85.538.582.616 (69.Ever Shine Textile Industry (19.940 42 PT.Sumalindo Lestari Jaya 52.643 27 PT.678 1.Mayora Indah 157.Textile Manufacturing Company 30 Jaya (3.Sepatu Bata 52.536 25 PT.Multi Bintang Indonesia 144.132 12 PT.106 6 PT.808 165.486.660 3 PT.337) 46 PT.636 31 PT.743 37.Delta Dunia Petroindo (147.Davomas Abadi 322.Aqua Golden Missisipi 98.939) (15.278 86.639 31.577 5 PT.Prasidha Aneka Niaga 8.Ades Waters Indonesia (132.642) (129.298 44 PT.HM Sampoerna 2.789) 15 PT.Surya Dumai Industri 21.Bentoel Internasional Investama 121.540 40 PT.280) 16.644 41 PT.087) (2.105 56.043) 22 PT.393 39 PT.729 26 PT.878 20 PT.096 13.Hanson International 103.648) (76.742 10 PT.BAT 78.Daya Sakti Unggul Corporation 7.

Indocement Tunggal Perkasa 1.Semen Gresik 1.030 85 PT.682 82.832 52.401 5.Indal Alumunium Industry (33.858 57 PT.399) 75 PT.Tria Sentosa (27.887 (292.Duta Pertiwi Nusantara 5.Fatrapolindo Nusa Industri (11.594.Lapindo International (3.438 452.Polysindo Eka Perkasa (99.066 166.544) 49 PT.Lioan Metal Works 15.822 71 PT.Multipolar Corporation 431.297 7.599 3.014 (4.956) 80 PT.106 67 PT.Intanwijaya Internasional (10.345) (15.Lion Mesh Prima (547) 979 78 PT.328) 59 PT.Pelangi Indah Canindo 15.AKR Corporindo 60.306 509.039 11.Kageo Igar Jaya 30.Eterindo Wahanatama (1.783 84 PT.998 23.034 93 PT.Holcim Indonesia 210.367 88.Metrodata Electronics 74.931 132.765 1.Asahimas Flat Glass 222.642) 77 PT.325 72 PT.796 95 PT.Jaya Pari Steel Works 62.620) 83 PT.051 1.Resources Alam Indonesia 5.020.810 14.486 79 PT.839 (47.195.582) 43.348 64 PT.912 87 PT.958) 9.Asiaplast Industries 2.050 237.409) 90 PT.Berlina 20.283 28.905 361 69 PT.142 92 PT.Astra International (2.Tembaga Mulia Semanan 46.309 88 PT.327) 55 PT.Surya Toto Indonesia 45.Argha Karya Prima Industri 146. 76 47 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 20.067 .284 50 PT.Astra Graphia 109.949) 65 PT.687 16.846 91 PT.635 21.Dynaplast 92.Budi Acid Jaya 64.293 114.Fajar Surya Wisesa 100.879) (83.584 51 PT.Sucaco 14.Siwani Makmur 6.675 99.216 62 PT.255 89 PT.051) 19.765 76 PT.758) 501 68 PT.961 63 PT.454 (33.Colorpack Indonesia (18.645 26.190) 52 PT.346 70 PT.940 (322) 74 PT.503) (881.Betonjaya Manunggal 1.221.003 94 PT.060 73 PT.732 86 PT.797) 81 PT.854 19.622 39.647) (3.Kedawung Setia Industrial 18.Langgeng Makmur Plastik 47 6.950 60 PT.Arwana Citramulia 58.321.Surabaya Agung Industry Pulp 5.Lautan Luas (64.Intikeramik Alamasri Industry 46.GT Kabel Indonesia 6.142 102.294 96 PT.377 82 PT.018 (2.242 (3.272 28.767 48 PT.197 66 PT.Kabelindo Murni 11.408 58 PT.223.444) (16) 53 PT.568 56 PT.Jembo Cable Company 24.Aneka Kemasindo 5.Mulia Industrindo 181.467 54 PT.Tira Austenite 901 24.097 50.449 61 PT.160 (4.560 135.Sumi Indo Kabel 15.805) 149.Kedawung Indah Can 1.

333 126 PT.Mandom Indonesia 92.Mustika Ratu 11.243 120 PT.724 74.640) (13.847) 284.721.866 99 PT.303 98 PT.Kimia Farma 30.Indospring 6.664.Schering Plough Indonesia (11.944 111 PT.592) 106 PT.Tunas Ridean (429.Unilever Indonesia 1.718 117 PT.237 7.417 121 PT.Branta Mulia 136.952 (93.Polychem Indonesia 288.242 110 PT.Tempo scan pasific 297.574 (2.Intraco Penta (1.268) 116 PT.Darya Varia Laboratoria 74.Nippress 17.992) (51.509 (544) 107 PT.152 119 PT.205 59.174.476) 105 PT.Merck 38.Modern Foto Film Company 84. 77 97 PT.357 90.688 114 PT.765) 1.743 113 PT.893 124 PT.407 (64.Pyridam Farma 1.Interdelta (2.992 91.093 118 PT.953 102 PT.704 234.253 109 PT.580) 123 PT.United Tractors 997.720 2.320) (54.596 140.808 Lampiran 4 Perubahan pendapatan ( dalam jutaan rupiah ) No Nama Perusahaan 2005 2006 .Sugi Samapersada 1.614 112 PT.Prima Alloy Steel 34.174 115 PT.108 125 PT.871) 73.Selamat Sempurna 153.883 268.Multi Prima Sejahtera (7.270) (2.Indofarma (54.Gajah Tunggal 247.424 (3.567) 104 PT.704) 122 PT.169 101 PT.934) 103 PT.324 298.242) 122.289 99.Indomobil Sukses International (955.Goodyear Indonesia 41.693) 108 PT.Astra Otoparts 189.192 100 PT.744 189.158 2.770 61.253) 45.Hexindo Adiperkasa (245.022 1.Bristol Myers Squibb Indonesia (1.063 57.Perdana Bangun Pusaka 4.

Fortune Mate Indonesia (40.509) (4.069 96.890) 36 PT.Ever Shine Textile Industry (8.112) 45 PT.545 (125.459 186.Pionerindo Gourmet Internasional (6.407 123.Textile Manufacturing Company 30 Jaya (91.934) 21.122 3.Tiga Pilar Sejahtera 1.BAT 146.142 104.Delta Djakarta 79.045 24 PT.947) 61.074) 34 PT.482 33 PT.445) (6.794 325.626 (26.276 (225.860) (86.504) (181.822) (77.Panasia Filament Inti 35.601 (313.715 535.Suba Indah (210.030) (367.087 (138.Hanson International 31.519) (1.Cahaya Kalbar 73.536 103.336 22 PT.Roda Vivatex (20.013.683 49 PT.020 12 PT.215) 17 PT.036 (86.863) (88.491.529 26.Surabaya Agung Industry Pulp 119.142.525 25.Aqua Golden Missisipi 230.Tirta Mahakam Resources 179.Prasidha Aneka Niaga 117.885.344 4.Indofood Sukses Makmur 846.040 39 PT.349 4 PT.Mayora Indah 328.Davomas Abadi 88.957) 820.754 26 PT.927 35 PT.432 92.329 1.840 132.708) 2 PT.Fast Food Indonesia 138.653 1.Bentoel Internasional Investama (2.Argo Pantes (49.560 (4.271) 46 PT.Primarindo Asia Infrastructure 12.Sekar Laut 29.493) 31 PT.501 .SMART 382.996) 6 PT.101 150.176.284) 21 PT.Multi Bintang Indonesia 141.APAC Citra Contertex 137.329 9 PT.025 52.615) 27 PT.Eratex Djaja 102.197 (8.287) 41 PT.688) 29 PT.483 18 PT.Daya Sakti Unggul Corporation (35.Sumalindo Lestari Jaya 55.Gudang Garam 555.479 (30.756 (446.Karwell Indonesia 136.589) 44 PT.009 102.Sepatu Bata (6.185) 25 PT.436 42 PT.Pan Brothres Tex 793.660) (190.009) (6.729) 11 PT.Barito Pasific Timber (460.981) 15 PT.248 (35.225) (17.491) 14 PT.498 20 PT.Siantar Top (70.411 40 PT.Ricky Putra Globalindo 91.Tunas Baru Lampung 29.005) 47 PT.908 8 PT.Fajar Surya Wisesa 79.058 265.002) 43 PT.HM Sampoerna 7. 78 1 PT.459 3 PT.973) 37 PT.637) 19 PT.049.184) 28 PT.105 51.702 38.Delta Dunia Petroindo 202.388 10 PT.Sieerad Produce 71.Sunson Textile Manufacture 19.Surya Dumai Industri (20.422) 32 PT.970 248.Panasia Indosyntec (226.645 13 PT.AKR Corporindo 640.Ultra Jaya Milk 165.952 23 PT.691 5 PT.Ades Waters Indonesia 18.444 (83.590 48 PT.576 16 PT.023 7 PT.Surya Intrindo Makmur (16.836) (4.294) PT.107 38 PT.

648 1.769 60 PT.975 72 PT.Tria Sentosa 177.159) 59 PT.Lioan Metal Works 17.852 15.269) (37.983.731 54 PT.292 88 PT.Colorpack Indonesia 94.586 126.117 8.073 48.Kedawung Indah Can 5.195.Indal Alumunium Industry 2.Kageo Igar Jaya 64.728 14.283 55 PT.052) 83 PT.963 84.Polysindo Eka Perkasa 1.Jaya Pari Steel Works (2.Intanwijaya Internasional (1.Berlina 12.651 73 PT.110 (24.658 24.270 67 PT.936 1.641 65 PT.532 56 PT.589 2.Betonjaya Manunggal 8.412 5.668 76 PT.324 (457.077 75 PT.Lautan Luas 460.376 68 PT.181 (3.631 52 PT.660 (102.Mulia Industrindo 146.539 122.Intikeramik Alamasri Industry 36.593 64 PT.769) (51.Siwani Makmur 12.464.Gajah Tunggal (1.Semen Gresik 1.Asahimas Flat Glass 262.816 (253.Multipolar Corporation 4.Kabelindo Murni 154.448) 77 PT.965 267.609.900) 62 PT.533) 58 PT.Resources Alam Indonesia (56. 79 50 PT.Pelangi Indah Canindo 57.208 19.Argha Karya Prima Industri 102.Asiaplast Industries 22.964.942 246.538 16.Branta Mulia 292.769) 61 PT.Tembaga Mulia Semanan 1.807.964 (24.Jakarta Kyoei Steel Works 22.215 (20.318 (264.196 73.970 79.Jembo Cable Company 67.859 490.726 (6.402) 71 PT.576) 627.926 75.201 112.Metrodata Electronics 243.851 1.597 26.726 69 PT.Langgeng Makmur Plastik 25.223 (18.577 94 PT.939) 87 PT.009 114.Sumi Indo Kabel 447.958 91 PT.027 (27.Indocement Tunggal Perkasa 976.128 81 PT.377 70 PT.860) 78 PT.558.898 4.Kedawung Setia Industrial 88.Arwana Citramulia 92.Dynaplast 144.451 89 PT.847 732.Holcim Indonesia 649.136 332.840 92 PT.416 93 PT.100) 98 PT.Tira Austenite 55.898 90 PT.Astra Otoparts 1.799 1.273 80 PT.Lapindo International (9.727 .429 79 PT.110.594 (11.799) 86 PT.376 95 PT.500) 97 PT.Budi Acid Jaya 95.241 35.462) (40.645 96 PT.509 63 PT.Aneka Kemasindo 3.354 27.GT Kabel Indonesia 450.Sucaco 368.223.Eterindo Wahanatama 300.287 51 PT.179) 84 PT.233) 2.Surya Toto Indonesia 143.164) 53 PT.045.746 116.044.Fatrapolindo Nusa Industri 39.162) 99 PT.853 74 PT.655) 66 PT.Duta Pertiwi Nusantara 3.053 (177.417 (481.814 82 PT.463) 57 PT.Lion Mesh Prima 14.Astra Graphia 73.Astra International 16.671 85 PT.

Goodyear Indonesia 107.Perdana Bangun Pusaka 2.971) 123 PT.202) 116 PT.Mustika Ratu (35.556) 373.Modern Foto Film Company (107.581) 102 PT.449.867 125 PT.421 231.249 124 PT.255 121 PT.482) 342.671 21.282 120 PT.Indofarma (5.005 101.485 110 PT.844 (1.Mandom Indonesia 104. 80 100 PT.263 6.Bristol Myers Squibb Indonesia (54.724 (8.Ades Waters Indonesia 10.960 117 PT.663) 111 PT.Cahaya Kalbar 7.243) (341.620.269 438.Darya Varia Laboratoria 113.342 .Intraco Penta 142.183) (5.505 (160.281) (699.395 (41.558 109 PT.Schering Plough Indonesia 20.381 101 PT.Aqua Golden Missisipi 47.Prima Alloy Steel 146.627 41.641 36.Indospring 127.007.Selamat Sempurna 130.Sugi Samapersada (16.Tunas Ridean 1.343.779) 76.723 281 114 PT.782) 18.289 126 PT.636 119 PT.637 3 PT.697 122 PT.741 (27.567 (14.Polychem Indonesia (523.106 Lampiran 5 Perubahan piutang ( dalam jutaan rupiah ) No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.Merck 13.Multi Prima Sejahtera 4.Interdelta 1.Indomobil Sukses International 292.United Tractors 4.Kimia Farma (109.152 46.190) 105 PT.Pyridam Farma 5.321 113 PT.156 107.Nippress 50.669 19.Unilever Indonesia 1.830 (3.Hexindo Adiperkasa 427.313 1.324) 2 PT.881) 112 PT.095) 106 PT.858 57.233 118 PT.713 (1.567 (932.870 90.985) 115 PT.Tempo scan pasific 126.325 107 PT.385.581) 103 PT.409) 108 PT.307) 104 PT.

009 110.Mayora Indah 11.154 6.Textile Manufacturing Company 30 Jaya (11.Budi Acid Jaya 23.254 26 PT.919 48 PT.633) (820) 14 PT.111) 49 PT.Surya Dumai Industri 4.642 490.938) (3.286) 51 PT.Suba Indah (16.366 22 PT.Fajar Surya Wisesa 22.459) (27.819 45.APAC Citra Contertex (62.955) (17.Davomas Abadi (982) 49.371) 29 PT.Sumalindo Lestari Jaya (6.Delta Djakarta 47.452 (61.AKR Corporindo 425.388 (79.263) 43 PT.721) 46 PT.185 .HM Sampoerna 158.Barito Pasific Timber (1.392) 18.Argo Pantes 28.740) 41 PT.441 4.421) 38.897 (13.Daya Sakti Unggul Corporation (221) (11.303 23 PT.834 9 PT.021 38 PT.317 (1.773 (13.109) 285 31 PT.201 19 PT.338 9.874 39 PT.Eterindo Wahanatama (30.570 483 12 PT.Fortune Mate Indonesia (4.712 5 PT.362 4.674) 10 PT.013) 17 PT.288) 4.SMART 74.649) PT.609 3.Surabaya Agung Industry Pulp 28.Tunas Baru Lampung (90.195) 36 PT.Sunson Textile Manufacture 23.Tiga Pilar Sejahtera 20.Sekar Laut 1.151) (4.515 50 PT.230 (61) 13 PT.975) (6.Karwell Indonesia 18.Surya Intrindo Makmur (12.616) 28.326) 11 PT. 81 4 PT.Hanson International (2.189) 8 PT.401 3.Siantar Top (13.Gudang Garam 229.Ever Shine Textile Industry (2.Primarindo Asia Infrastructure 3.787 34.903 22.Panasia Filament Inti (3.Sepatu Bata (40) (8.Sieerad Produce 7.Bentoel Internasional Investama (43.638 15 PT.398 41.501 21 PT.044) 27 PT.Prasidha Aneka Niaga 4.383 25 PT.667) 16.378 6 PT.Ricky Putra Globalindo 26.Pan Brothres Tex 97.618) 24.939 18 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 1.Delta Dunia Petroindo (11.058) 50.175 8.676 16 PT.904) 47 PT.298 9.Panasia Indosyntec 9.334 45 PT.117) 24 PT.362 20 PT.462 (82.878 35 PT.391 62.043 (105.143) 34 PT.742 42 PT.054) 38.963 52 PT.226) (2.Colorpack Indonesia 17.Fast Food Indonesia 577 569 7 PT.Eratex Djaja 5.302 4.856 15.187 (42.857 32 PT.Multi Bintang Indonesia 17.Tirta Mahakam Resources 43.Roda Vivatex (4.825 (17.695 33 PT.880 (3.Ultra Jaya Milk 18.BAT 10.878) 37 PT.543 40 PT.066 28 PT.611) 44 PT.Indofood Sukses Makmur 198.

Indal Alumunium Industry 29.500 75 PT.Duta Pertiwi Nusantara (17.Astra International 1.061 79 PT.715 (1.613) 91 PT.135) (2.441 16.712 61 PT.910 (4.Lautan Luas 98.816) 68 PT.967 55 PT.334 78 PT.Berlina 856 4.Kabelindo Murni 29.406 (2.436) 92 PT.370) 3.Betonjaya Manunggal (2.Goodyear Indonesia (7.418 54 PT.Resources Alam Indonesia (14.994 43.Arwana Citramulia 22.956 84 PT.578 94 PT.756) 123.GT Kabel Indonesia 57.949 17.Kedawung Setia Industrial 11.Multipolar Corporation (27.112 (51.679 30.211 86 PT.Langgeng Makmur Plastik 37.053 63.957 77 PT.864 88 PT.574 (517) 66 PT.615) 2.Dynaplast 20.Branta Mulia 4.Jaya Pari Steel Works (45.Gajah Tunggal 100.Tria Sentosa 90.587 71 PT.387 30. 82 53 PT.Kedawung Indah Can 1.907 102 PT.Lapindo International 7.468) 73 PT.Surya Toto Indonesia 28.679 64 PT.Tira Austenite 7.250) 8.509) 93 PT.459 101 PT.547 (20.547 102.Lioan Metal Works (1.353 76 PT.Indomobil Sukses International 2.Fatrapolindo Nusa Industri (23.478) 100 PT.994) 87 PT.675 16.Aneka Kemasindo (616) 4.705) 56 PT.Polysindo Eka Perkasa 20.295 (81.Astra Graphia 12.902 5.897) 58 PT.Jembo Cable Company 7.202 20.134) 2.541 (2.509 87.981) 15.015) 62.Argha Karya Prima Industri 8.Asahimas Flat Glass (30.626 85 PT.666 (643.Intanwijaya Internasional (2.167) (75.Semen Gresik 226.065 (28.Holcim Indonesia 29.182 9.Mulia Industrindo (44.242 74 PT.887 (6.Asiaplast Industries (2.827 65 PT.512 96 PT.Sucaco 79.891) 6.813) 98 PT.Astra Otoparts 107.395 72 PT.778) (13.104 59 PT.332 38.514 81 PT.028 63.213 (26.254) 83 PT.401 (37.282 60 PT.647 16.Sumi Indo Kabel 97.616) 95 PT.Jakarta Kyoei Steel Works (15.Pelangi Indah Canindo (5.625 33.156) (2.Lion Mesh Prima 811 1.751) 1.606 89 PT.068 63 PT.898) 57 PT.Tembaga Mulia Semanan 115.Kageo Igar Jaya 4.952) 62 PT.714 147.Intikeramik Alamasri Industry (13.Indocement Tunggal Perkasa 111.Hexindo Adiperkasa 5.586 82 PT.438.042) 69 PT.311) 97 PT.408 .519 80 PT.627 61.104) (35.528) 70 PT.Siwani Makmur 4.836) 14.Metrodata Electronics 97.361 (81.591) 99 PT.079 67 PT.734 90 PT.

334 41.396 83.419 119 PT.736 121.Indofood Sukses Makmur 6.Cahaya Kalbar 131.945 69.359 121 PT.618 122 PT.Modern Foto Film Company (55.Prima Alloy Steel 69.United Tractors 940.602 117 PT.Aqua Golden Missisipi 287.524 8 PT.Mayora Indah 732.Bristol Myers Squibb Indonesia (6.063) 2.639) 6.217 116 PT.Multi Prima Sejahtera 285 1.275 6 PT.221 11.120 Lampiran 6 Aktiva tetap ( dalam jutaan rupiah ) No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.924 18.Ades Waters Indonesia 147.142) 111 PT.Merck 2.915 24.132 106 PT.205 7 PT.Perdana Bangun Pusaka (1.Sugi Samapersada (3.031 107 PT.Darya Varia Laboratoria 31.Selamat Sempurna 8.Indofarma 41.149 (15.522 12.Kimia Farma 18.568) 446 105 PT.053 738.105 126 PT.289 26.420) (11.524) 113 PT.592.440.228 110 PT.900) 196.120 (317.Mandom Indonesia 11.779) 123 PT.763) 108 PT.763 6.252) 8.Unilever Indonesia (37.144 13.633) (7.397 118 PT.255 1.Indospring 18.Fast Food Indonesia 86.427 112 PT.Delta Djakarta 129.913 (13.109.313) 120 PT.330 180.Tunas Ridean 452.991 (7.Mustika Ratu (6.288 124 PT.124) 104 PT.Interdelta (769) (8) 114 PT.125 .Tempo scan pasific 37.179 125 PT.Davomas Abadi 1.Pyridam Farma 2.039 115 PT. 83 103 PT.Nippress 7.709 4.493 109 PT.619 5 PT.041.Intraco Penta (4.112 2 PT.649 4 PT.Schering Plough Indonesia 10.949 112.042) 17.735 259.610 3 PT.Polychem Indonesia (136.348 34.

84

9 PT.Multi Bintang Indonesia 340,460 376,774
10 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 22,300 20,026
11 PT.Prasidha Aneka Niaga 145,729 135,784
12 PT.Sekar Laut 28,580 25,853
13 PT.Siantar Top 240,075 239,295
14 PT.Sieerad Produce 548,958 447,080
15 PT.SMART 1,335,673 1,642,346
16 PT.Suba Indah 110,795 103,868
17 PT.Tiga Pilar Sejahtera 207,028 186,448
18 PT.Tunas Baru Lampung 570,464 787,451
19 PT.Ultra Jaya Milk 786,798 790,208
20 PT.BAT 143,408 138,494
21 PT.Bentoel Internasional Investama 360,124 560,160
22 PT.Gudang Garam 7,314,532 6,841,100
23 PT.HM Sampoerna 2,399,467 2,390,868
24 PT.Argo Pantes 1,411,050 1,421,908
25 PT.Eratex Djaja 108,921 112,940
26 PT.Panasia Filament Inti 392,295 450,187
27 PT.Panasia Indosyntec 686,762 656,882
28 PT.Roda Vivatex 296,512 470,755
29 PT.Sunson Textile Manufacture 516,929 494,741
PT.Textile Manufacturing Company
30 Jaya 270,126 201,622
31 PT.APAC Citra Contertex 1,668,629 1,576,771
32 PT.Delta Dunia Petroindo 517,977 488,734
33 PT.Ever Shine Textile Industry 220,741 176,117
34 PT.Fortune Mate Indonesia 37,358 31,459
35 PT.Hanson International 410,873 449,689
36 PT.Karwell Indonesia 50,155 34,254
37 PT.Pan Brothres Tex 61,089 125,050
38 PT.Primarindo Asia Infrastructure 28,780 24,289
39 PT.Ricky Putra Globalindo 134,819 190,185
40 PT.Sepatu Bata 68,446 68,222
41 PT.Surya Intrindo Makmur 57,947 52,994
42 PT.Barito Pasific Timber 314,736 236,096
43 PT.Daya Sakti Unggul Corporation 176,221 158,363
44 PT.Sumalindo Lestari Jaya 745,356 910,953
45 PT.Surya Dumai Industri 405,742 363,067
46 PT.Tirta Mahakam Resources 349,871 158,544
47 PT.Fajar Surya Wisesa 2,345,404 2,765,224
48 PT.Surabaya Agung Industry Pulp 1,921,961 2,002,059
49 PT.AKR Corporindo 803,553 1,002,838
50 PT.Budi Acid Jaya 575,210 630,731
51 PT.Colorpack Indonesia 10,835 10,144
52 PT.Eterindo Wahanatama 1,265 1,134
53 PT.Lautan Luas 475,495 527,490
54 PT.Polysindo Eka Perkasa 4,433,969 3,865,702
55 PT.Duta Pertiwi Nusantara 16,911 15,167
56 PT.Intanwijaya Internasional 42,585 36,746
57 PT.Resources Alam Indonesia 10,397 11,592

85

58 PT.Aneka Kemasindo 24,440 31,583
59 PT.Argha Karya Prima Industri 836,956 814,395
60 PT.Asahimas Flat Glass 843,019 849,066
61 PT.Asiaplast Industries 209,356 204,967
62 PT.Berlina 188,294 202,438
63 PT.Dynaplast 698,914 716,984
64 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 239,865 210,323
65 PT.Kageo Igar Jaya 85,997 75,557
66 PT.Langgeng Makmur Plastik 171,454 158,086
67 PT.Lapindo International 19,143 19,273
68 PT.Siwani Makmur 19,531 19,866
69 PT.Tria Sentosa 1,413,514 1,422,393
70 PT.Holcim Indonesia 6,085,542 5,906,379
71 PT.Indocement Tunggal Perkasa 7,811,939 7,679,069
72 PT.Semen Gresik 3,419,589 3,162,919
73 PT.Betonjaya Manunggal 14,435 12,755
74 PT.Indal Alumunium Industry 71,982 62,818
75 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 48,125 47,523
76 PT.Jaya Pari Steel Works 24,070 21,896
77 PT.Lion Mesh Prima 10,757 11,200
78 PT.Lioan Metal Works 17,433 16,516
79 PT.Pelangi Indah Canindo 106,047 95,239
80 PT.Tembaga Mulia Semanan 129,761 111,937
81 PT.Tira Austenite 50,996 84,067
82 PT.Kedawung Indah Can 83,944 72,622
83 PT.Kedawung Setia Industrial 141,759 199,822
84 PT.Arwana Citramulia 263,014 347,865
85 PT.Intikeramik Alamasri Industry 459,489 304,455
86 PT.Mulia Industrindo 2,403,795 2,264,489
87 PT.Surya Toto Indonesia 468,248 449,408
88 PT.GT Kabel Indonesia 88,535 70,283
89 PT.Jembo Cable Company 95,055 99,688
90 PT.Kabelindo Murni 164,882 169,852
91 PT.Sucaco 175,024 162,069
92 PT.Sumi Indo Kabel 169,853 146,120
93 PT.Astra Graphia 140,887 137,308
94 PT.Metrodata Electronics 35,124 31,382
95 PT.Multipolar Corporation 1,932,840 2,150,230
96 PT.Astra International 11,495,558 13,030,347
97 PT.Astra Otoparts 798,249 719,140
98 PT.Branta Mulia 742,770 687,877
99 PT.Gajah Tunggal 3,178,874 3,185,429
100 PT.Goodyear Indonesia 111,855 115,196
101 PT.Hexindo Adiperkasa 200,104 352,771
102 PT.Indomobil Sukses International 507,424 578,595
103 PT.Indospring 149,028 216,490
104 PT.Intraco Penta 57,703 49,143
105 PT.Multi Prima Sejahtera 2,370 1,796
106 PT.Nippress 110,692 118,008
107 PT.Polychem Indonesia 2,704,451 2,573,588

86

108 PT.Prima Alloy Steel 125,698 120,964
109 PT.Selamat Sempurna 246,071 259,035
110 PT.Sugi Samapersada 12,929 13,454
111 PT.Tunas Ridean 484,406 507,645
112 PT.United Tractors 4,307,775 5,191,454
113 PT.Interdelta 5,240 3,896
114 PT.Modern Foto Film Company 264,281 237,031
115 PT.Perdana Bangun Pusaka 27,944 26,503
116 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 47,782 56,060
117 PT.Darya Varia Laboratoria 107,466 104,042
118 PT.Indofarma 98,435 89,495
119 PT.Kimia Farma 411,316 403,826
120 PT.Merck 47,022 46,284
121 PT.Pyridam Farma 58,544 59,526
122 PT.Schering Plough Indonesia 23,302 30,375
123 PT.Tempo scan pasific 592,773 615,316
124 PT.Mandom Indonesia 240,982 303,087
125 PT.Mustika Ratu 53,034 52,281
126 PT.Unilever Indonesia 1,495,659 1,724,663

Lampiran 7

Total Aktiva tahun sebelumnya

(dalam jutaan rupiah)

No Nama Perusahaan 2004 2005
1 PT.Ades Waters Indonesia 106,554 210,052
2 PT.Aqua Golden Missisipi 671,109 732,354
3 PT.Cahaya Kalbar 289,741 328,249
4 PT.Davomas Abadi 1,577,951 1,746,895
5 PT.Delta Djakarta 455,244 537,785
6 PT.Fast Food Indonesia 321,984 377,905
7 PT.Indofood Sukses Makmur 15,673,356 14,786,084
8 PT.Mayora Indah 1,280,645 1,459,969
9 PT.Multi Bintang Indonesia 553,081 575,385
10 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 84,440 76,412
11 PT.Prasidha Aneka Niaga 179,603 284,336

036.009 60 PT.787 21 PT.780 55 PT.Panasia Indosyntec 1.Tirta Mahakam Resources 808.444 20 PT.779 41 PT.689 46 PT.Karwell Indonesia 514.866 54 PT.339.333 40 PT.352.436 13 PT.786 18 PT.Ultra Jaya Milk 1.Tunas Baru Lampung 1.757 1.881.769 364.336 94.Suba Indah 1.Surya Dumai Industri 771.910 179.444 14 PT.907 1.449 45 PT.597.Sunson Textile Manufacture 923. 87 12 PT.063 37 PT.924 47 PT.317 22 PT.956.392 469.121 17 PT.470 107.512 56 PT.009 1.254.265 11.628.727 231.619 525.APAC Citra Contertex 2.992 146.798 1.Sieerad Produce 1.478 1.Delta Dunia Petroindo 830.735 305.330 753.AKR Corporindo 1.Sekar Laut 112.Argo Pantes 1.607 681.828 29 PT.651 2.Hanson International 713.211 57 PT.565.Eterindo Wahanatama 489.823 1.633 49 PT.177 477.Barito Pasific Timber 3.Polysindo Eka Perkasa 6.113.533 28 PT.389 22.008.785 390.425.Sumalindo Lestari Jaya 1.351 1.Pan Brothres Tex 127.254.227 16 PT.684 4.Colorpack Indonesia 82.290.773 32 PT.Bentoel Internasional Investama 1.934.668 52 PT.415 2.Tiga Pilar Sejahtera 342.Siantar Top 470.Roda Vivatex 321.093.619 492.216 38 PT.HM Sampoerna 11.188 298.808 48 PT.Duta Pertiwi Nusantara 150.Eratex Djaja 297.591.Intanwijaya Internasional 179.994 35 PT.225.972.Primarindo Asia Infrastructure 80.462 2.039 PT.810 2.240 1.Asahimas Flat Glass 1.Panasia Filament Inti 709.Fajar Surya Wisesa 2.BAT 699.Argha Karya Prima Industri 1.Budi Acid Jaya 940.294 676.895 898.451.Aneka Kemasindo 37.Sepatu Bata 260.358 143.121.505 58 PT.Ricky Putra Globalindo 297.039 44 PT.463.115 396.608.581.979.Textile Manufacturing Company 30 Jaya 598.773 15 PT.Surya Intrindo Makmur 135.092 1.426.454 33 PT.555.199 26 PT.031 1.SMART 3.499 31 PT.759.600 24 PT.Fortune Mate Indonesia 98.841 86.377 417.128.163.653 978.851 23 PT.457 924.141 130.842.646 25 PT.954.887 34 PT.292 838.Daya Sakti Unggul Corporation 415.692.679 .108 36 PT.291 43 PT.923 53 PT.157.566 589.242.399.829 42 PT.564.484 6.763 50 PT.Lautan Luas 1.378 59 PT.Resources Alam Indonesia 224.438 357.699.300.Surabaya Agung Industry Pulp 2.Ever Shine Textile Industry 543.778 693.567 856.597 51 PT.150 1.439 19 PT.Gudang Garam 20.628 41.615 27 PT.678 39 PT.

629 86 PT.606.464 70 PT.104.536.437 204.355 99 PT.309 62 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 310.703 165.662 90 PT.804 66 PT.721 74 PT.928 84 PT.012 10.GT Kabel Indonesia 365.Jembo Cable Company 302.Gajah Tunggal 6.Tria Sentosa 1.989 87 PT.041 869.Sucaco 610.436.Tira Austenite 180.Langgeng Makmur Plastik 509.447 76 PT.911.658 96 PT.Lapindo International 44.166.841 458.Betonjaya Manunggal 28.Intikeramik Alamasri Industry 751.794 85 PT.793 68 PT.605 88 PT.984 398.Astra International 39.053 61.872.Pelangi Indah Canindo 243.392 63 PT.220 384.465 98 PT.015 518.Tembaga Mulia Semanan 710.117 7.479.109 1.105 505.115 109 PT.971 459.659 46.712 274.Multi Prima Sejahtera 129.Intraco Penta 780.Hexindo Adiperkasa 636.118 1.352 1.151 92 PT.Jaya Pari Steel Works 245.780 27.666 97 PT.417 65 PT.069.Lioan Metal Works 146.Astra Graphia 571.693 332.201 561.Surya Toto Indonesia 708.302 251.Astra Otoparts 2.561 847.Berlina 406.831 7.145 78 PT.022 322.665.Prima Alloy Steel 438.765 65.Multipolar Corporation 4.971 364.Dynaplast 998.Polychem Indonesia 4.154 548.Kedawung Indah Can 169.915 108 PT.245 93 PT.604 95 PT.215 49.297.480.712 64 PT.210 71 PT.087 190.Branta Mulia 1.Holcim Indonesia 7.800 91 PT.771.Mulia Industrindo 4.802 89 PT.172 67 PT.748 42.535 259.030 79 PT.380 72 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 365.Kedawung Setia Industrial 378.324.930 663.729 .549.208 105 PT.414 835.990 77 PT.Indomobil Sukses International 3.436 489.403 7.088 292.Lion Mesh Prima 42.277 82 PT.562 81 PT.115.Selamat Sempurna 650.737 101 PT.Asiaplast Industries 309.173 4.703 104 PT.674 289.Arwana Citramulia 295.138 110 PT.520.Kageo Igar Jaya 283.709.042 666.Indal Alumunium Industry 406.Indocement Tunggal Perkasa 9.869 4.Sugi Samapersada 65.710.860 73 PT.580 117.804 94 PT.028.411.341.602 180.288 4.Goodyear Indonesia 440.481 3.225 107 PT.Indospring 350.194 103 PT.Nippress 189.454 83 PT.373 100 PT.143 80 PT.Siwani Makmur 56.572 694.112 69 PT.Semen Gresik 6.918 161.757 2.431.073.514 102 PT.361. 88 61 PT.734 75 PT.145.708 476.Metrodata Electronics 611.Sumi Indo Kabel 445.317 703.881 5.059 106 PT.Kabelindo Murni 233.

430 76.Tunas Baru Lampung (0.79295 0.438 1.Indofarma 523.Suba Indah (0.034 121 PT.Darya Varia Laboratoria 431.Mayora Indah (0.Prasidha Aneka Niaga 0.00180 2 PT.07825 5 PT.05579) 8 PT.Davomas Abadi (0.12563 0.Mandom Indonesia 472.850 66.01293 13 PT.839 113 PT.173.824 119 PT.230 876.364 545.Perdana Bangun Pusaka 66.023 123 PT.Interdelta 33.177.466 218.719 165.10108) 11 PT.Schering Plough Indonesia 58.07548) (0.Fast Food Indonesia (0.328 114 PT.04400) 17 PT.SMART 0.647.022 117 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 193.Tunas Ridean 2.Kimia Farma 1.17242) (0.415 290.760 124 PT.Indofood Sukses Makmur (0.633.02362 12 PT.098 3.21447) .591 112 PT.01066) 3 PT.08689) 0.10398) (0.61159 0.523 115 PT.00104 14 PT.05030) (0.Tempo scan pasific 2.Cahaya Kalbar (0.03694 0.06215) (0.Tiga Pilar Sejahtera 0.011.Mustika Ratu 294.002.05490 16 PT.695 125 PT.Sieerad Produce (0.Pionerindo Gourmet Internasional (0.00561 18 PT.842.16191) 10 PT.28169) (0.01178 0.25675) 7 PT.839 2.04317) (0.Ades Waters Indonesia 0.15785) (0.504 74.551 122 PT.435 31.Unilever Indonesia 3.Delta Djakarta 0.Siantar Top 0.Multi Bintang Indonesia (0.08311) 0.792 3.174 550.923 518.Aqua Golden Missisipi (0.769.603 120 PT.Pyridam Farma 70.367 10.United Tractors 6.03778 15 PT.04739 9 PT.646 126 PT.629 118 PT.148.03881 0.351 Lampiran 8 Tac / At – 1 No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.232 116 PT. 89 111 PT.11591) 4 PT.04582 0.Modern Foto Film Company 992.14732) 0.345.Merck 200.04682 6 PT.Sekar Laut 0.

Tirta Mahakam Resources 0.Lapindo International 0.00069) 24 PT.10751 59 PT.21742) 41 PT.29812 0.00450 48 PT.01791 39 PT.00857) 54 PT.01163) 28 PT.01075 49 PT.14681) 26 PT.08235) 47 PT.Ultra Jaya Milk (0.00626 0.23436) (0.Budi Acid Jaya (0.04863) (0.Aneka Kemasindo (0.Pan Brothres Tex 0.Panasia Filament Inti (0.03418) 0.Fajar Surya Wisesa (0.08322) 34 PT.Gudang Garam 0.02394) (0.12029 (0.05516) 50 PT.00694) 0.08450) 65 PT.Argha Karya Prima Industri (0.Ricky Putra Globalindo 0.05071 (0.07221) (0.08535) 0.12439) (0.04450) 61 PT.01317 45 PT.21924) (0.07346) 20 PT.01525) 33 PT.26167) 36 PT.Berlina (0.Asahimas Flat Glass (0.31780 0.Sepatu Bata (0. 90 19 PT.22212 38 PT.03499) 46 PT.Barito Pasific Timber 0.03597) 0.Surya Intrindo Makmur (0.Eratex Djaja (0.01491 (0.21090 0.Surabaya Agung Industry Pulp (0.09528) 42 PT.00134) 0.10968 43 PT.00165) 35 PT.Resources Alam Indonesia (0.06635) 66 PT.AKR Corporindo 0.13664) 57 PT.14045 55 PT.13908) 58 PT.06880) 63 PT.21231 52 PT.04161 (0.04171) (0.Kageo Igar Jaya (0.Roda Vivatex (0.13980) 44 PT.05818) (0.04705) 32 PT.APAC Citra Contertex (0.07123) (0.01042) 25 PT.08201 (0.Fortune Mate Indonesia 0.00657) (0.11406) (0.09132 0.08291) 64 PT.Primarindo Asia Infrastructure (0.Intanwijaya Internasional 0.Dynaplast (0.Polysindo Eka Perkasa (0.03499 (0.02772 (0.Colorpack Indonesia 0.19796) (0.Langgeng Makmur Plastik 0.13571 (0.09767) 0.Eterindo Wahanatama (0.27239) 0.17677 (0.Sunson Textile Manufacture (0.Lautan Luas 0.06394 40 PT.Fatrapolindo Nusa Industri (0.03901) (0.16525) (0.HM Sampoerna 0.Panasia Indosyntec 0.06040) 60 PT.Bentoel Internasional Investama (0.Textile Manufacturing Company 30 Jaya (0.02129 53 PT.10429) (0.Hanson International (0.Surya Dumai Industri (0.13067) (0.06568) (0.11323) 0.00545) (0.09459) (0.BAT (0.Argo Pantes (0.02329) (0.17371) 31 PT.Sumalindo Lestari Jaya (0.25587 (0.14060) (0.00553) 67 PT.01585) 29 PT.Duta Pertiwi Nusantara (0.06551) 62 PT.Daya Sakti Unggul Corporation (0.03379 21 PT.07102) 56 PT.14910) 51 PT.03591) PT.14406) (0.01292 .Karwell Indonesia 0.Delta Dunia Petroindo 0.14143 22 PT.18147 (0.04057) 23 PT.21036) 37 PT.01818 (0.06694) 27 PT.Ever Shine Textile Industry 0.04278) (0.09530) 0.Asiaplast Industries (0.

00662) 0.Holcim Indonesia (0.00610) (0.01217) 110 PT.22082) (0.15179) 87 PT.11137) 115 PT.07080 105 PT.02404) 100 PT.Astra Otoparts 0.Interdelta 0.04007 78 PT.Goodyear Indonesia (0.Tunas Ridean 0.Sumi Indo Kabel 0.10889 0.02954) 85 PT.Siwani Makmur (0.08281) 0.06787) (0.00930 90 PT.02429 (0.01032) 93 PT.07810) 102 PT.03114) 0.02314 (0.06857 (0.21825) 73 PT.05718) 72 PT.Sugi Samapersada (0.07662) 0.Lion Mesh Prima 0.03280) (0.Intraco Penta 0.Kedawung Setia Industrial (0.11597) 92 PT.Gajah Tunggal 0.08629) 0.06967 89 PT.02302 (0.07798) 101 PT.Jembo Cable Company (0.08678) 97 PT.14269 80 PT.Jaya Pari Steel Works (0.07840) (0.05864) 70 PT.12871) (0.07006) 84 PT.08713) 112 PT.03988 (0.13517) (0.37971 81 PT.Branta Mulia (0.03179) 76 PT.Astra Graphia (0.01569 (0.36313 77 PT.01008) (0.Mulia Industrindo (0.Selamat Sempurna (0.05957) (0.Semen Gresik (0.07442) 113 PT.00793 (0.01121 69 PT.Arwana Citramulia (0.Indal Alumunium Industry 0.Indomobil Sukses International 0.02564 91 PT.06713) (0.08469) 96 PT.28589 (0.07637) 0.Prima Alloy Steel (0.04512 107 PT.10993) (0.10036) 99 PT.14518 104 PT.Betonjaya Manunggal (0.Intikeramik Alamasri Industry (0.04114 74 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0.03489) 0.11716) 0.15312) 94 PT.Nippress (0.01412 106 PT.Jakarta Kyoei Steel Works (0.07605) (0.02313) 88 PT.Indocement Tunggal Perkasa (0.29583 0.Multi Prima Sejahtera (0.Tira Austenite 0.05343) (0.09448) 0.03541) 79 PT.Polychem Indonesia (0.01142 (0.07241) (0.Multipolar Corporation (0.Sucaco 0.02476 0.Hexindo Adiperkasa 0.03681 116 PT.GT Kabel Indonesia 0.05317 (0.01082 0.Modern Foto Film Company (0.Kedawung Indah Can (0.Tembaga Mulia Semanan (0.01347 95 PT.Pelangi Indah Canindo (0. 91 68 PT.19617 (0.01944 (0.United Tractors 0.53924 (0.03790) 114 PT.01196) .Tria Sentosa 0.Metrodata Electronics (0.20124 75 PT.Lioan Metal Works 0.Darya Varia Laboratoria (0.05178 0.Perdana Bangun Pusaka (0.18333) (0.06936) 83 PT.10695) 109 PT.14929) (0.Indospring (0.Kabelindo Murni 0.05623) 0.05430) (0.03222 0.03659 0.12227) (0.03780) 71 PT.15283) 111 PT.06724) (0.03910) 108 PT.Surya Toto Indonesia 0.02980) 86 PT.09023) 0.Astra International 0.10017) 82 PT.00454 98 PT.01542) 117 PT.01155 103 PT.

0000019 6 PT.Suba Indah 0.Delta Djakarta 0.11162) 119 PT.1 No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.SMART 0.Multi Bintang Indonesia 0.0000005 .0000007 19 PT.Tiga Pilar Sejahtera 0.0000018 0.Mandom Indonesia 0.02238) 121 PT.05792 122 PT.Merck 0.Siantar Top 0.Cahaya Kalbar 0.06133) (0.0000056 0.Mayora Indah 0.0000021 0.0000008 20 PT.0000003 0.Aqua Golden Missisipi 0.01607 124 PT.Bentoel Internasional Investama 0.0000007 0.18435 0.0000021 14 PT.0000005 0.0000012 17 PT.01894 (0.Mustika Ratu (0.0000002 16 PT.Fast Food Indonesia 0.0000009 15 PT.Ultra Jaya Milk 0.00349) 0.0000106 13 PT.Tunas Baru Lampung 0.0000014 0.0000089 0.09332 (0.Kimia Farma 0.Indofarma 0.0000035 12 PT.Tempo scan pasific (0.14979 123 PT. 92 118 PT.0000029 0.0000022 0.0000001 0.0000035 0.00041) 0.0000008 0.0000006 5 PT.Sieerad Produce 0.0000094 0.00108 0.12296 (0.Prasidha Aneka Niaga 0.Schering Plough Indonesia 0.0000028 18 PT.0000006 0.BAT 0.Sekar Laut 0.0000014 3 PT.0000118 0.11795) Lampiran 9 1/ At.0000008 0.08174) 120 PT.Davomas Abadi 0.Indofood Sukses Makmur 0.Ades Waters Indonesia 0.0000017 10 PT.0000015 21 PT.0000010 0.Pyridam Farma (0.02018 125 PT.0000008 0.0000048 2 PT.Unilever Indonesia (0.0000026 7 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 0.0000007 9 PT.0000031 0.0000030 4 PT.02327 126 PT.01090) 0.0000131 11 PT.0000001 8 PT.0000015 0.

Argha Karya Prima Industri 0.Ever Shine Textile Industry 0.0000013 36 PT.0000018 0.0000006 0.0000004 0.0000012 0.Surya Intrindo Makmur 0.0000224 0.0000026 38 PT.0000070 56 PT.0000038 0.0000078 0.Siwani Makmur 0.0000020 67 PT. 93 22 PT.AKR Corporindo 0.0000154 69 PT.Asiaplast Industries 0.0000017 0.0000012 0.0000005 50 PT.Sunson Textile Manufacture 0.0000021 53 PT.0000033 41 PT.0000005 49 PT.0000031 0.0000008 45 PT.0000001 0.0000003 48 PT.0000005 0.Eterindo Wahanatama 0.0000032 0.0000004 0.0000007 0.Tria Sentosa 0.0000013 0.Ricky Putra Globalindo 0.0000034 26 PT.0000242 59 PT.0000009 64 PT.0000009 0.0000027 29 PT.Langgeng Makmur Plastik 0.Kageo Igar Jaya 0.Delta Dunia Petroindo 0.Daya Sakti Unggul Corporation 0.0000020 37 PT.Budi Acid Jaya 0.Polysindo Eka Perkasa 0.0000121 0.0000000 23 PT.0000015 46 PT.Fortune Mate Indonesia 0.Hanson International 0.Fatrapolindo Nusa Industri 0.0000124 0.0000006 0.0000056 57 PT.0000000 0.Barito Pasific Timber 0.Surya Dumai Industri 0.Colorpack Indonesia 0.Panasia Indosyntec 0.0000027 0.0000030 65 PT.0000214 68 PT.0000056 0.0000001 24 PT.0000019 31 PT.0000002 0.0000067 0.Lapindo International 0.Indocement Tunggal Perkasa 0.0000020 0.Argo Pantes 0.Intanwijaya Internasional 0.0000266 0.0000024 0.0000001 .0000034 0.0000014 0.0000093 52 PT.0000004 32 PT.0000034 62 PT.0000024 40 PT.Pan Brothres Tex 0.0000010 28 PT.0000003 0.0000044 0.Berlina 0.0000010 0.0000007 60 PT.Primarindo Asia Infrastructure 0.0000006 0.Surabaya Agung Industry Pulp 0.0000025 44 PT.Sepatu Bata 0.0000176 0.0000011 30 PT.Dynaplast 0.0000115 39 PT.0000019 0.APAC Citra Contertex 0.HM Sampoerna 0.0000007 0.Resources Alam Indonesia 0.0000011 0.0000014 27 PT.0000020 0.0000017 34 PT.0000002 55 PT.0000010 51 PT.Eratex Djaja 0.0000001 71 PT.0000101 0.Panasia Filament Inti 0.0000011 33 PT.Holcim Indonesia 0.0000006 54 PT.Fajar Surya Wisesa 0.0000012 47 PT.Tirta Mahakam Resources 0.0000005 25 PT.0000068 35 PT.Lautan Luas 0.0000025 63 PT.Asahimas Flat Glass 0.0000036 66 PT.0000001 0.0000043 58 PT.0000011 0.Duta Pertiwi Nusantara 0.0000005 70 PT.0000076 42 PT.Textile Manufacturing Company Jaya 0.Gudang Garam 0.0000074 0.0000035 0.0000025 0.0000004 0.Karwell Indonesia 0.Aneka Kemasindo 0.0000006 61 PT.0000034 0.0000009 0.Roda Vivatex 0.Sumalindo Lestari Jaya 0.0000001 0.0000014 0.0000004 43 PT.

0000001 100 PT.Intraco Penta 0.Indospring 0.0000062 83 PT.Kimia Farma 0.Lioan Metal Works 0.0000049 77 PT.Jembo Cable Company 0.Jakarta Kyoei Steel Works 0.0000013 0.0000004 0.Metrodata Electronics 0.0000015 95 PT. 94 72 PT.0000061 79 PT.0000018 118 PT.0000002 0.0000022 104 PT.0000319 114 PT.0000021 75 PT.0000003 0.0000019 94 PT.Goodyear Indonesia 0.Indofarma 0.0000016 0.0000040 80 PT.0000014 86 PT.0000201 111 PT.0000026 0.Pelangi Indah Canindo 0.GT Kabel Indonesia 0.0000035 76 PT.0000038 91 PT.Branta Mulia 0.0000043 0.0000012 81 PT.0000059 0.0000005 0.0000001 0.0000019 119 PT.0000006 0.0000347 0.Modern Foto Film Company 0.0000009 0.0000002 0.Mulia Industrindo 0.0000018 109 PT.0000077 0.0000034 0.0000022 0.Merck 0.Gajah Tunggal 0.0000008 120 PT.0000002 103 PT.0000016 0.0000002 0.0000002 96 PT.0000050 0.Lion Mesh Prima 0.0000001 113 PT.0000027 0.Polychem Indonesia 0.0000023 0.0000012 88 PT.0000025 0.0000151 116 PT.Tembaga Mulia Semanan 0.0000014 0.0000023 0.Sumi Indo Kabel 0.Multi Prima Sejahtera 0.Indomobil Sukses International 0.Interdelta 0.0000014 92 PT.Arwana Citramulia 0.Surya Toto Indonesia 0.Hexindo Adiperkasa 0.0000000 0.Sucaco 0.0000061 117 PT.0000002 0.0000012 105 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0.0000018 0.0000002 108 PT.0000016 0.0000003 98 PT.0000033 0.0000237 78 PT.Intikeramik Alamasri Industry 0.0000013 0.United Tractors 0.0000002 87 PT.0000014 0.Betonjaya Manunggal 0.0000299 0.Semen Gresik 0.Sugi Samapersada 0.Astra International 0.0000015 0.Indal Alumunium Industry 0.0000053 0.0000041 0.0000234 0.0000001 73 PT.0000041 0.Multipolar Corporation 0.0000046 121 PT.0000032 0.Darya Varia Laboratoria 0.0000000 97 PT.Kabelindo Murni 0.0000022 101 PT.0000142 0.0000053 107 PT.0000011 115 PT.Astra Graphia 0.Tunas Ridean 0.Tira Austenite 0.0000009 102 PT.0000068 0.0000052 0.0000015 110 PT.0000031 90 PT.0000131 .Kedawung Indah Can 0.0000020 89 PT.0000002 0.Jaya Pari Steel Works 0.0000023 0.Astra Otoparts 0.0000003 112 PT.0000085 106 PT.0000006 99 PT.Perdana Bangun Pusaka 0.Nippress 0.0000027 85 PT.Selamat Sempurna 0.Kedawung Setia Industrial 0.Pyridam Farma 0.0000055 82 PT.0000028 0.0000153 0.0000018 93 PT.Prima Alloy Steel 0.0000361 74 PT.0000026 84 PT.0000055 0.0000150 0.0000010 0.0000019 0.

2782221 18 PT.Delta Djakarta 0.0555087 -0.HM Sampoerna 0.0000135 123 PT.0887857 -0.0512747 -0.Indofood Sukses Makmur 0.Mustika Ratu 0.Panasia Indosyntec -0.Mandom Indonesia 0.0000034 0.0069414 25 PT.Ades Waters Indonesia 0.0000171 0.Panasia Filament Inti 0.Prasidha Aneka Niaga 0.0919237 -0.0949709 20 PT.2519117 0.4181256 24 PT.0185351 .Pionerindo Gourmet Internasional -0.4298769 22 PT.2828056 13 PT.0803155 28 PT.Cahaya Kalbar 0.0000003 Lampiran 10 Δ rec – Δ rev / at – 1 No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.Ultra Jaya Milk 0.278196 5 PT.SMART 0.Siantar Top -0.2751992 15 PT.0690073 -0.2272318 0.BAT 0.Sieerad Produce 0.Bentoel Internasional Investama -1.2713999 0.0078092 16 PT.Unilever Indonesia 0.0707138 11 PT.0000021 0.0158324 0.0691091 -0.1794364 14 PT.Sunson Textile Manufacture -0.Tiga Pilar Sejahtera -0.3252596 0.4298137 0.0161424 3 PT.2119268 -0.Suba Indah -0.Roda Vivatex -0.Mayora Indah 0.0568438 0.090482 10 PT.1940933 -0.0351532 2 PT.1130296 0.Tempo scan pasific 0.0000004 124 PT.2202136 8 PT.0000018 125 PT.Schering Plough Indonesia 0.0000005 0.0000003 0.6306659 0.0446712 19 PT.6548053 7 PT.4387122 4 PT.0047825 -0.0959762 27 PT.0310198 29 PT.0253053 0.4626087 12 PT.2167612 21 PT.2475697 0.1626466 26 PT.Gudang Garam 0.Eratex Djaja 0.0452644 23 PT. 95 122 PT.0773404 0.Fast Food Indonesia 0.Argo Pantes -0.Davomas Abadi 0.0444384 -0.2126209 17 PT.0473942 -0.Aqua Golden Missisipi 0.0413271 0.Sekar Laut 0.58596 0.Multi Bintang Indonesia 0.1217128 -0.0550922 0.0000034 126 PT.2240703 0.1919744 -0.1308587 6 PT.1058207 9 PT.Tunas Baru Lampung 0.

Textile Manufacturing Company Jaya -0.1159808 35 PT.4898078 77 PT.0473638 -0.Ever Shine Textile Industry -0.Karwell Indonesia 0.Resources Alam Indonesia -0.0154583 67 PT.1367988 0.1663053 -0.1898523 -0.0573926 56 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 0.0086001 71 PT.3419248 62 PT.Ricky Putra Globalindo 0.257749 0.1233009 .1009154 -0.0215494 0.0659428 0.Intanwijaya Internasional 0.Surabaya Agung Industry Pulp 0.9344774 0.Asiaplast Industries 0.3795164 0.Pelangi Indah Canindo 0.Surya Dumai Industri -0.0295217 65 PT.1373044 -0.0886109 0.0117156 0.6742062 38 PT.1191058 61 PT.Fortune Mate Indonesia -0.0858623 -0.0337069 0.0488134 48 PT.Lapindo International -0.Sepatu Bata -0.Tria Sentosa 0.0407556 0.0778847 70 PT.Surya Intrindo Makmur -0.Jakarta Kyoei Steel Works 0.02885 0.Tembaga Mulia Semanan 1.Daya Sakti Unggul Corporation -0.1238177 0.Budi Acid Jaya 0.Fajar Surya Wisesa 0.676882 -0.Polysindo Eka Perkasa 0.12696 0.1658276 47 PT.Aneka Kemasindo 0.6215071 78 PT.0201703 49 PT.Tirta Mahakam Resources 0.0581975 53 PT.1943712 44 PT.0896986 54 PT.052949 -0.Indal Alumunium Industry -0.Duta Pertiwi Nusantara 0.Asahimas Flat Glass 0.Langgeng Makmur Plastik -0.2539918 0.1396521 75 PT.1755396 59 PT.Indocement Tunggal Perkasa 0.1679684 -0.2627447 0.3988721 -0.Barito Pasific Timber -0.0749438 79 PT.Lioan Metal Works 0.0772222 64 PT.0824129 -0.1399065 0.0228918 0.Argha Karya Prima Industri 0.0802181 -0.5561201 50 PT.2756799 46 PT.0572049 32 PT.0987558 66 PT.0507837 80 PT.8212277 37 PT.Primarindo Asia Infrastructure 0.077119 -0.Delta Dunia Petroindo 0.0119276 55 PT.1243548 0.Hanson International 0.0035789 36 PT.Holcim Indonesia 0.0675432 58 PT.Tira Austenite 0.1285762 0.2297166 40 PT.0707352 60 PT.0663506 0.1046429 1.2095538 -0.APAC Citra Contertex 0.3263281 42 PT.1343104 -0.1741629 -0.1315514 45 PT.Berlina 0.Eterindo Wahanatama 0.0331132 -0.Kageo Igar Jaya 0. 96 30 PT.0885911 69 PT.0456042 0.Dynaplast 0.0052035 34 PT.Lion Mesh Prima 0.2184676 0.3310918 -0.Jaya Pari Steel Works 0.2585554 0.Semen Gresik 0.0246672 -0.0733268 33 PT.1448752 81 PT.Colorpack Indonesia 0.1736253 0.Sumalindo Lestari Jaya 0.4498126 0.0460019 76 PT.1708883 73 PT.1858037 0.5263202 52 PT.122249 74 PT.Lautan Luas 0.0090932 31 PT.2304025 -0.1119695 51 PT.1483386 43 PT.Siwani Makmur 0.0633203 39 PT.0895828 68 PT.0635494 72 PT.3096972 1.Pan Brothres Tex 5.0080223 41 PT.3701922 0.Betonjaya Manunggal 0.1482288 57 PT.AKR Corporindo 0.0073126 -0.0563279 63 PT.0761397 0.1868911 -0.

Intraco Penta 0.Branta Mulia 0.5089322 0.153999 107 PT.0411877 0.2421413 84 PT.5956755 -0.161768 0.0297408 111 PT.Merck 0.2711596 96 PT.1848071 105 PT.1684003 -0.0092062 114 PT.5352989 0.1098653 94 PT.Surya Toto Indonesia 0.Intikeramik Alamasri Industry 0.2384952 0.2350279 0.0984283 88 PT.0818206 116 PT.Mulia Industrindo 0.4979439 -0.0919658 123 PT.Metrodata Electronics 0.0836716 102 PT.Multi Prima Sejahtera 0.Astra Otoparts 0.097848 83 PT.1924355 0.3185386 112 PT.0989876 0.0745234 0.4095995 115 PT.Pyridam Farma 0.Indospring 0.Darya Varia Laboratoria 0.0432884 -0.1913311 0.3926182 -0.0420546 0.106397 0.1769137 0. 97 82 PT.2505022 0.Sugi Samapersada -0.0526105 -0.0445416 91 PT.2279665 0.1300766 106 PT.1807504 0.0312807 86 PT.Sumi Indo Kabel 0.0905227 0.Tunas Ridean 0.Mandom Indonesia 0.0432326 87 PT.3282893 120 PT.2611775 0.Mustika Ratu -0.2003798 101 PT.Jembo Cable Company 0.7869439 0.0537927 0.6635881 -0.Polychem Indonesia -0.0284583 0.Multipolar Corporation 1.Interdelta 0.308868 -0.1068071 99 PT.1879177 -0.United Tractors 0.0912292 97 PT.Kimia Farma -0.0710792 113 PT.4161788 89 PT.0862988 -0.Gajah Tunggal -0.Kedawung Setia Industrial 0.Kedawung Indah Can 0.0525711 125 PT.Unilever Indonesia 0.Schering Plough Indonesia 0.GT Kabel Indonesia 1.1551577 108 PT.2865876 0.Nippress 0.Perdana Bangun Pusaka 0.0216694 -0.Astra International 0.9319289 93 PT.Arwana Citramulia 0.Astra Graphia 0.Indomobil Sukses International 0.066505 -0.Indofarma -0.0850378 -0.0882279 124 PT.Goodyear Indonesia 0.2942817 92 PT.4736179 0.4142349 117 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia -0.5025348 95 PT.Modern Foto Film Company -0.Hexindo Adiperkasa 0.Sucaco 0.0419215 126 PT.0743585 104 PT.1952474 0.0222324 110 PT.1885451 -0.0779239 0.1960561 -0.1094809 0.2231113 122 PT.2039088 -1.0414722 118 PT.0738744 90 PT.Tempo scan pasific 0.1493453 98 PT.2985115 .Kabelindo Murni 0.01383 85 PT.0286302 109 PT.0582368 -0.4123029 121 PT.Prima Alloy Steel 0.0330493 -0.5266083 119 PT.3553886 103 PT.0874679 100 PT.Selamat Sempurna 0.3256191 0.

Suba Indah 0.214018 35 PT.254412 0.521115 18 PT.204984 0.646342 0.Eratex Djaja 0.Karwell Indonesia 0.477545 12 PT.501201 14 PT.377383 0.Ultra Jaya Milk 0.378742 26 PT.Prasidha Aneka Niaga 0.38548 0.629927 20 PT.857464 2 PT.Tiga Pilar Sejahtera 0.437762 0.571628 0.Hanson International 0.200331 24 PT.505576 9 PT.421912 0.320463 .Argo Pantes 0.478061 0.309148 23 PT.623725 0.Sieerad Produce 0.203134 21 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 0.APAC Citra Contertex 0.205096 0.382679 0.Delta Dunia Petroindo 0.Panasia Indosyntec 0.Siantar Top 0.336214 0.29856 34 PT.Sekar Laut 0.355223 0.605118 0.Ever Shine Textile Industry 0.109883 0.550913 30 PT.406098 0.Pan Brothres Tex 0.273761 13 PT.225509 6 PT.453493 0.616772 0.069613 37 PT.Fast Food Indonesia 0.Roda Vivatex 0.26208 11 PT.597112 36 PT.254834 4 PT.43558 8 PT.386155 15 PT.184035 0.702972 0.528674 33 PT.264091 0.Gudang Garam 0.911686 5 PT.575993 0.383678 31 PT.604571 0.80212 0.61557 0.811393 0.451249 0.BAT 0.542531 19 PT.HM Sampoerna 0.Delta Djakarta 0.Textile Manufacturing Company Jaya 0.Panasia Filament Inti 0.366505 0.09746 0.357247 16 PT.304052 22 PT.Aqua Golden Missisipi 0.354488 3 PT.Ades Waters Indonesia 1. 98 Lampiran 11 PPE/At-1 No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.63373 28 PT.Cahaya Kalbar 0.65705 32 PT.SMART 0.510606 0.Indofood Sukses Makmur 0.552701 0.Multi Bintang Indonesia 0.284982 0.Davomas Abadi 0.654821 10 PT.Tunas Baru Lampung 0.Mayora Indah 0.270042 0.649044 27 PT.55951 0.Bentoel Internasional Investama 0.428746 0.12393 17 PT.296913 7 PT.Sunson Textile Manufacture 0.921504 1.Fortune Mate Indonesia 0.29035 29 PT.72745 25 PT.

536535 46 PT.002586 0.863624 0.Pelangi Indah Canindo 0.205046 57 PT.Duta Pertiwi Nusantara 0.Indocement Tunggal Perkasa 0.Fajar Surya Wisesa 0.640698 0.432704 0.Surya Dumai Industri 0.33326 0.118834 0.432692 86 PT.544847 0.Resources Alam Indonesia 0.435865 0.556658 60 PT.094211 52 PT.131767 75 PT.667762 64 PT.262512 0.Dynaplast 0.Sepatu Bata 0.Intikeramik Alamasri Industry 0.185015 47 PT.Surya Toto Indonesia 0.Tembaga Mulia Semanan 0.892327 0.Langgeng Makmur Plastik 0.34407 0.143493 89 PT.GT Kabel Indonesia 0.098071 0.701198 62 PT.Kageo Igar Jaya 0.Eterindo Wahanatama 0.632708 65 PT.Kedawung Setia Industrial 0.676375 0.Colorpack Indonesia 0.13138 0.64952 0.308955 .799502 0.112474 0.494026 0.265756 78 PT.Semen Gresik 0.411878 68 PT.40506 42 PT.428789 0.303114 0.312934 67 PT.Kedawung Indah Can 0.455714 40 PT.94364 49 PT.Aneka Kemasindo 0.644526 51 PT.30511 69 PT.542299 61 PT.Sumalindo Lestari Jaya 0.Lapindo International 0.327864 54 PT.094238 0.73938 0.460135 74 PT.356002 0.Jaya Pari Steel Works 0.Jakarta Kyoei Steel Works 0.Lioan Metal Works 0.763278 59 PT.501558 0.700232 0.466324 82 PT.526054 0.374805 0.176988 0.Intanwijaya Internasional 0.Lautan Luas 0.Betonjaya Manunggal 0.45336 0.133966 81 PT.AKR Corporindo 0.Argha Karya Prima Industri 0.Tria Sentosa 0.550169 87 PT. 99 38 PT.100082 79 PT.Berlina 0.399867 44 PT.428645 0.474659 0.Lion Mesh Prima 0.959545 48 PT.634369 55 PT.513003 0.611501 0.314728 0.449802 83 PT.462656 0.336775 0.953592 85 PT.Budi Acid Jaya 0.675893 70 PT.046264 0.539004 0.Surabaya Agung Industry Pulp 0.530209 88 PT.728815 72 PT.519115 84 PT.Surya Intrindo Makmur 0.433404 73 PT.274949 66 PT.282367 0.106816 77 PT.508136 63 PT.Arwana Citramulia 0.733191 45 PT.Mulia Industrindo 0.251649 0.379221 80 PT.182655 0.655919 0.806419 71 PT.223107 41 PT.Indal Alumunium Industry 0.Tira Austenite 0.611577 0.2367 0.587026 0.Ricky Putra Globalindo 0.164187 76 PT.809204 0.888646 0.050073 58 PT.Jembo Cable Company 0.Fatrapolindo Nusa Industri 0.154906 0.Daya Sakti Unggul Corporation 0.660844 0.Tirta Mahakam Resources 0.42451 0.Barito Pasific Timber 0.105682 56 PT.Holcim Indonesia 0.677336 0.506545 50 PT.Asiaplast Industries 0.Asahimas Flat Glass 0.Siwani Makmur 0.Polysindo Eka Perkasa 0.Primarindo Asia Infrastructure 0.280221 39 PT.242273 0.103085 43 PT.002412 53 PT.

172496 119 PT.18788 0.Sucaco 0.327624 0.706024 0.Pyridam Farma 0.275857 0.392331 96 PT.168564 112 PT.580694 108 PT.270422 115 PT.212281 121 PT.Polychem Indonesia 0.314575 0.Indospring 0.Tunas Ridean 0.38156 0.Astra International 0.057482 0.342922 120 PT.424615 0.594478 0.Branta Mulia 0.Unilever Indonesia 0.396652 0.434279 0.Indomobil Sukses International 0.246731 0.198252 0.390621 110 PT.23746 98 PT.Mustika Ratu 0.831233 0.470935 104 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0.047077 95 PT.124378 114 PT.Kabelindo Murni 0.Hexindo Adiperkasa 0.26231 124 PT.179879 126 PT.United Tractors 0.253732 0.448856 .188952 118 PT.Astra Otoparts 0.215577 109 PT.329843 102 PT.488201 113 PT.Gajah Tunggal 0.501311 0.Perdana Bangun Pusaka 0.251115 101 PT.636363 0.620362 107 PT.264663 94 PT.286851 0.286655 0.015342 106 PT.293666 0.234565 0.378029 0.056538 105 PT.270546 111 PT.150966 0.410346 123 PT.21303 97 PT.24924 0.Multipolar Corporation 0.246655 0.339713 117 PT.Prima Alloy Steel 0.398294 0.Metrodata Electronics 0.Sumi Indo Kabel 0.418009 0.410096 0.073974 0.777606 122 PT.510161 0.Nippress 0.156728 0.Merck 0.585405 0.Sugi Samapersada 0.400157 116 PT.Interdelta 0.65378 91 PT.350522 0.402419 99 PT.125612 103 PT.018291 0.266523 93 PT.233478 92 PT.Selamat Sempurna 0.Multi Prima Sejahtera 0.Darya Varia Laboratoria 0.Astra Graphia 0.Modern Foto Film Company 0.555414 125 PT.Schering Plough Indonesia 0.266351 0.180133 0.Indofarma 0.Intraco Penta 0.Goodyear Indonesia 0.Tempo scan pasific 0.241865 0.425895 100 PT.Mandom Indonesia 0. 100 90 PT.Kimia Farma 0.

Eratex Djaja 0.Surya Intrindo Makmur -0.01945 33 PT.321791 0.02519 -0.030768 7 PT.03022 -0.03476 27 PT.01223 -0.015271 24 PT.013934 11 PT.02775 -0.02261 -0.012285 12 PT.05983 29 PT.00578 0.Sieerad Produce -0.01301 -0.Daya Sakti Unggul Corporation -0.0161 17 PT.0479 37 PT.01464 -0.02316 10 PT.Panasia Filament Inti -0.0336 2 PT.01284 -0.01157 -0.Fortune Mate Indonesia -0.00286 41 PT.Argo Pantes -0.Tiga Pilar Sejahtera -0.02752 5 PT.02164 -0.Ricky Putra Globalindo -0.00159 -0.0268 -0.Gudang Garam -0.Mayora Indah -0.Pan Brothres Tex 0.01687 16 PT.Aqua Golden Missisipi -0.Pionerindo Gourmet Internasional 0.00268 18 PT.009587 0.Siantar Top -0.BAT 0.01729 9 PT.017596 42 PT.Suba Indah -0.Panasia Indosyntec -0.030555 38 PT.01301 43 PT.HM Sampoerna 0.Surya Dumai Industri -0.04141 -0.Bentoel Internasional Investama -0.01691 -0.Primarindo Asia Infrastructure 0.Fast Food Indonesia 0. 101 Lampiran 12 NDTAC No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.009233 -0.03984 .Sepatu Bata -0.04263 45 PT.01694 0.03529 32 PT.04141 -0.01518 31 PT.025107 0.02562 44 PT.0695 0.Hanson International -0.0167 -0.01186 -0.Multi Bintang Indonesia -0.00485 -0.Barito Pasific Timber -0.03376 15 PT.00533 -0.004813 -0.02663 -0.Sunson Textile Manufacture -0.028591 13 PT.011887 22 PT.02676 -0.012518 35 PT.04149 -0.04256 -0.APAC Citra Contertex -0.01971 0.01056 34 PT.Cahaya Kalbar -0.02655 -0.01263 23 PT.01468 6 PT.Roda Vivatex -0.01966 21 PT.023671 0.014 -0.02568 -0.02816 19 PT.026 30 PT.Delta Dunia Petroindo -0.Delta Djakarta -0.03557 25 PT.03082 14 PT.077364 39 PT.Davomas Abadi -0.00116 26 PT.010579 0.Ever Shine Textile Industry -0.02389 20 PT.01664 -0.Prasidha Aneka Niaga 0.01349 3 PT.Ultra Jaya Milk -0.00328 40 PT.00152 -0.00079 0.Karwell Indonesia 0.02094 -0.0342 28 PT.0084 8 PT.SMART -0.Textile Manufacturing Company Jaya -0.018045 0.020863 4 PT.013596 -0.Sumalindo Lestari Jaya -0.01661 -0.02062 -0.Ades Waters Indonesia -0.0269 36 PT.Sekar Laut 0.Tunas Baru Lampung -0.Indofood Sukses Makmur -0.

007377 0.045368 0.02004 .Berlina -0.0352 -0.01247 90 PT.02952 87 PT.Siwani Makmur 0.009069 59 PT.02653 64 PT.Holcim Indonesia -0. 102 46 PT.09427 84 PT.Lautan Luas 0.003941 -0.009426 92 PT.01609 97 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 0.Indal Alumunium Industry -0.03273 61 PT.0324 72 PT.Indocement Tunggal Perkasa -0.02348 -0.02372 -0.Intanwijaya Internasional 0.006804 75 PT.04051 71 PT.042365 -0.02516 -0.01109 73 PT.Surya Toto Indonesia -0.02307 51 PT.Budi Acid Jaya -0.001474 53 PT.015347 0.033298 0.02267 65 PT.01778 88 PT.03298 -0.0241 -0.0403 85 PT.Polysindo Eka Perkasa -0.00933 -0.Intikeramik Alamasri Industry -0.Argha Karya Prima Industri -0.AKR Corporindo -0.01356 83 PT.Asiaplast Industries -0.02799 70 PT.Kabelindo Murni 0.02341 -0.Asahimas Flat Glass -0.01184 67 PT.00291 96 PT.Metrodata Electronics 0.072814 0.005842 -0.Eterindo Wahanatama 0.01362 -0.0086 -0.Sucaco 0.018066 0.006135 78 PT.04485 49 PT.01553 -0.0064 80 PT.059102 0.01097 66 PT.063197 0.03441 -0.009247 50 PT.002809 76 PT.Lioan Metal Works 0.Tembaga Mulia Semanan 0.0147 0.003544 -0.018481 0.02132 -0.0371 0.022676 89 PT.GT Kabel Indonesia 0.Tria Sentosa -0.Colorpack Indonesia 0.02011 86 PT.02347 -0.Astra Graphia -0.Kedawung Indah Can -0.Arwana Citramulia -0.Aneka Kemasindo 0.033508 0.01421 -0.Semen Gresik -0.007052 -0.Tira Austenite 0.Mulia Industrindo -0.00203 94 PT.01996 -0.00019 -0.01641 47 PT.003768 58 PT.Surabaya Agung Industry Pulp -0.Dynaplast -0.02225 -0.02034 -0.Langgeng Makmur Plastik -0.031384 95 PT.035862 68 PT.Tirta Mahakam Resources -0.04241 -0.03204 55 PT.Astra Otoparts 0.Lapindo International 0.01584 -0.Astra International 0.009318 0.Duta Pertiwi Nusantara 0.Jembo Cable Company 0.013976 79 PT.081905 0.014881 -0.0474 62 PT.02196 60 PT.00266 82 PT.Jaya Pari Steel Works 0.00953 54 PT.Kedawung Setia Industrial -0.Fatrapolindo Nusa Industri -0.Fajar Surya Wisesa -0.049068 52 PT.Betonjaya Manunggal 0.Kageo Igar Jaya 0.00307 0.02307 77 PT.001889 -0.00177 -0.02082 91 PT.Pelangi Indah Canindo 0.Multipolar Corporation 0.017999 0.046949 93 PT.000252 -0.01414 -0.00581 57 PT.026769 69 PT.014815 56 PT.00695 0.Resources Alam Indonesia -0.078482 0.064855 81 PT.Sumi Indo Kabel 0.01603 63 PT.03966 -0.008935 -0.04422 48 PT.Lion Mesh Prima 0.055882 74 PT.015285 -0.

011171 116 PT.018977 -0.Branta Mulia -0.02675 112 PT.0378 108 PT.00391 Lampiran 13 DTAC No Nama Perusahaan 2005 2006 rata .Darya Varia Laboratoria 0.Prima Alloy Steel 0.011847 106 PT.Sugi Samapersada 0.00573 122 PT.01117 105 PT.Gajah Tunggal -0.Merck 0.16819 0.00683 0.001745 126 PT.01407 -0.Kimia Farma -0.015193 0.Hexindo Adiperkasa 0.Tempo scan pasific -0.Indofarma -0.00921 107 PT.01928 102 PT.008406 0.027844 -0.068124 0.Goodyear Indonesia 0. 103 98 PT.004581 120 PT.0068 124 PT.02024 125 PT.Multi Prima Sejahtera 0.00093 -0.Pyridam Farma -0.Ades Waters Indonesia 0.Tunas Ridean 0.Unilever Indonesia -0.0051 0.001727 -0.Schering Plough Indonesia 0.04423 -0.01021 -0.0343 -0.Mustika Ratu -0.025087 121 PT.Mandom Indonesia -0.United Tractors -0.Indomobil Sukses International -0.036322 111 PT.019514 0.00295 -0.03540 0.02281 104 PT.004561 -0.00166 -0.02206 0.00265 -0.0048 109 PT.Indospring 0.010678 -0.02709 103 PT.Interdelta 0.027579 119 PT.01992 113 PT.Intraco Penta 0.004677 101 PT.rata 1 PT.01026 0.Selamat Sempurna -0.022353 117 PT.00395 -0.Perdana Bangun Pusaka 0.003422 0.01502 0.01021 -0.031786 0.03537 115 PT.Polychem Indonesia -0.02513 99 PT.Modern Foto Film Company -0.Bristol Myers Squibb Indonesia -0.01726 110 PT.01573 100 PT.070631 114 PT.018349 0.Nippress -0.017291 123 PT.00873 -0.00262 118 PT.18589 .004112 -0.

20773) (0.14556 35 PT.13677) -0.22847) (0.02770) (0.126448 40 PT.23273) 0.07469) (0.00536 24 PT.02052 45 PT.09896) (0.Karwell Indonesia 0.04729 3 PT.Gudang Garam 0.12954 0.08918) 0.06441) 0.10264) 0.00738) 0.Delta Dunia Petroindo 0.04738) -0.07265) -0.09284 0.14385) (0.Suba Indah (0.16247) -0.Barito Pasific Timber 0.11335) (0.04222) (0.Argo Pantes (0.05035 32 PT.03679 53 PT.01511 38 PT.03479 (0.76927 (0.04378 27 PT.00283 -0.26705) (0.Fast Food Indonesia (0.127329 22 PT.05345 -0.11998) (0.01982 -0.14307 39 PT.06421 5 PT.01133 0.26003 36 PT.18631) -0.01596) -0.11418) -0.Primarindo Asia Infrastructure (0.Surya Intrindo Makmur (0.SMART 0.017637 23 PT.030804 48 PT.Tunas Baru Lampung (0.06719 29 PT.05559 -0.30129 26 PT.00992) -0.Lautan Luas 0.15853) -0.Indofood Sukses Makmur (0.Ever Shine Textile Industry 0.04871) 0.17277) 0.14565) -0.281 17 PT.06594) 0.05022 8 PT.07237 0.18537 (0.19213) (0.10578 -0.02790) -0.06468 -0.00420 0.06722 0.05038 0.Delta Djakarta 0.00262 (0.06150 0.23932 0.04970 (0.Ricky Putra Globalindo 0.05945) -0.20494 49 PT.AKR Corporindo 0.Hanson International (0.14308 4 PT.17707 44 PT.Panasia Filament Inti (0.Aqua Golden Missisipi (0.076518 18 PT.10523 51 PT.Tiga Pilar Sejahtera 0.21456) -0.Eratex Djaja (0.09017) 0.196416 33 PT.04956) -0.05580 0.Eterindo Wahanatama (0.07178 0.02515 -0.103402 28 PT.082232 .02653) (0.19156 -0.Sunson Textile Manufacture (0.07154 -0.Fortune Mate Indonesia 0.31035 0.Panasia Indosyntec 0.00485 -0.00153 34 PT.01566) 0.02257 0.05322 37 PT.00095 0.Textile Manufacturing Company Jaya (0.Siantar Top 0.16035 10 PT.00231) (0.12925 11 PT.04179 0.11710) 0.02801 (0.15264 (0.Ultra Jaya Milk (0.Tirta Mahakam Resources 0.23701 19 PT.11288) -0.01177) -0.16472 42 PT.28699 31 PT.Bentoel Internasional Investama 0.14264) (0.11089) 0.12603) -0.03186 0.02709 20 PT.072543 6 PT.Cahaya Kalbar (0.00829 0.04670) 0.09007 25 PT.04397 -0.Sekar Laut 0.03043 15 PT.00645 0.33589 7 PT.16324 0.Mayora Indah (0.09097) (0.Pionerindo Gourmet Internasional (0.Davomas Abadi (0.19432 0.20624 41 PT.11501) -0.0183 30 PT.Sepatu Bata (0.Fajar Surya Wisesa 0.06344 21 PT.03217) -0.086271 16 PT. 104 2 PT.Sieerad Produce (0.Surya Dumai Industri (0.Colorpack Indonesia 0.09212 0.07503) 0.60101 0.28752) -0.Multi Bintang Indonesia (0.320944 52 PT.055466 14 PT.Daya Sakti Unggul Corporation (0.017494 50 PT.Surabaya Agung Industry Pulp (0.23478) -0.02794) 0.Prasidha Aneka Niaga 0.01417) 0.17035 46 PT.HM Sampoerna 0.761444 13 PT.Pan Brothres Tex (0.BAT (0.06256 0.152401 47 PT.Budi Acid Jaya (0.04872 0.08175 0.Sumalindo Lestari Jaya (0.Roda Vivatex (0.03161 (0.06620) 0.04446) (0.APAC Citra Contertex (0.12269 0.03953 0.04269 9 PT.606674 12 PT.10828) (0.01334) (0.13875) -0.07174) (0.371697 43 PT.

Asiaplast Industries (0.07523) -0.03002) (0. 105 54 PT.13244) 0.00351 55 PT.00197) (0.04700 0.00013 (0.02854 98 PT.014774 80 PT.00561 81 PT.Intikeramik Alamasri Industry (0.01407) (0.31486 -0.Kabelindo Murni 0.14285) -0.20248 94 PT.00831) 0.02478) -0.25785 87 PT.05558 84 PT.05537) -0.01103 62 PT.151893 97 PT.Sumi Indo Kabel (0.GT Kabel Indonesia (0.05364 63 PT.07935 90 PT.03585 71 PT.00346) (0.Semen Gresik (0.07069) 0.03721) 0.20716) -0.0959 74 PT.11879 95 PT.11611) (0.00764 (0.Langgeng Makmur Plastik 0.03460) -0.18724 (0.Betonjaya Manunggal (0.05057 (0.16799 0.052981 57 PT.01409 0.062655 78 PT.02516) (0.02295) -0.Intraco Penta 0.00306) (0.Metrodata Electronics (0.19444 0.04425 (0.01474) -0.38620 0.02459 0.136393 75 PT.02178 -0.12389 69 PT.03755 72 PT.03864) (0.27277 73 PT.06183) -0.Lioan Metal Works 0.03393 0.06769) 0.02726) (0.00227 -0.11840 (0.Intanwijaya Internasional 0.055763 100 PT.05992 (0.16304) 0.03918 0.05076 85 PT.07525 64 PT.Holcim Indonesia (0.Jaya Pari Steel Works (0.Gajah Tunggal 0.Indomobil Sukses International 0.01176) 0.04646 0.01625 0.316809 103 PT.08569 83 PT.Lapindo International (0.01973 79 PT.05612 (0.044995 104 PT.05639) -0.19672) (0.Arwana Citramulia (0.29749 0.Tembaga Mulia Semanan (0.Multi Prima Sejahtera (0.05977) 0.Goodyear Indonesia (0.05614) 0.Pelangi Indah Canindo (0.055071 105 PT.05222 82 PT.Lion Mesh Prima 0.03487 86 PT.05066) 0.272655 67 PT.03065) 0.01213 92 PT.04952 .041578 88 PT.08584) -0.15966 101 PT.040794 70 PT.08266) -0.07087) (0.Astra Otoparts 0.17250 -0.00271 -0.Berlina (0.Indal Alumunium Industry 0.08555 59 PT.Duta Pertiwi Nusantara (0.Hexindo Adiperkasa 0.00733) 0.04569 0.05747 76 PT.09844 -0.Resources Alam Indonesia (0.09171 66 PT.01556) -0.08852) (0.09023) 0.08178) -0.Astra Graphia (0.13083) 0.08197 0.Indospring (0.Kedawung Indah Can (0.Siwani Makmur (0.Kedawung Setia Industrial (0.Polysindo Eka Perkasa (0.Sucaco 0.00534) 0.10855) (0.15108) -0.001755 61 PT.Jakarta Kyoei Steel Works (0.03749 99 PT.11833) (0.13477) 0.01453 68 PT.Indocement Tunggal Perkasa (0.01811) -0.Jembo Cable Company (0.00631 0.03900) 0.05727) -0.Aneka Kemasindo (0.060659 77 PT.01791) -0.Fatrapolindo Nusa Industri (0.02421 -0.Astra International 0.Surya Toto Indonesia 0.06402) (0.05882) 0.01076 -0.016173 89 PT.1593 96 PT.Tria Sentosa 0.Multipolar Corporation (0.04705) (0.51139 (0.10983) (0.Dynaplast (0.00496 (0.04271 93 PT.03863 0.08976) 0.14909 0.16919) (0.05779) (0.0901 60 PT.11006 58 PT.Mulia Industrindo (0.00377 0.027 91 PT.11842) (0.02393) (0.12539) -0.05581) -0.09751) -0.03845) -0.05277) -0.Branta Mulia 0.04017) (0.04939) -0.12227) -0.06685 56 PT.481983 102 PT.Tira Austenite (0.Kageo Igar Jaya (0.13946 65 PT.Asahimas Flat Glass 0.Argha Karya Prima Industri (0.12694) (0.00969) -0.26950 0.

07 33.16448) (0.07 9 PT.Mandom Indonesia 0.218815 123 PT.13322 (0.00161 0.37 .1462 115 PT.370 83.05219 0.10853) -0.08632) -0.04747) 0.Indofood Sukses Makmur 51.11404) -0.Merck 0.006687 126 PT.03778) 0.1157 Lampiran 14 Kepemilikan Institusional No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.Sugi Samapersada (0.6 3 PT.18915) -0.6 84.Prima Alloy Steel (0.04625 107 PT.6 93.Mayora Indah 33.10215) -0.Polychem Indonesia (0.Schering Plough Indonesia 0.Aqua Golden Missisipi 93.00886 (0.13920) 0.Pyridam Farma 0.07342) 0.00408) 0.01839 113 PT.00129) -0.02825) (0.26691 (0.01066) (0.02564 -0.Perdana Bangun Pusaka (0.08990 (0.Selamat Sempurna (0.04100 (0.49 2 PT.021235 124 PT.00980 0.Modern Foto Film Company (0.02000) (0.236722 112 PT.02064 108 PT.United Tractors 0.09497) 0.Davomas Abadi 90.Tempo scan pasific 0.06038) 0.Multi Bintang Indonesia 83.066165 121 PT.05433 -0.6 84. 106 106 PT.Ades Waters Indonesia 84.00981 0.08251 114 PT.12004 109 PT.Nippress (0.00934) -0.063622 119 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0.Indofarma 0.Mustika Ratu (0.00216 120 PT.06820 (0.08215 116 PT.621 5 PT.06896) (0.10820) (0.049308 117 PT.53 8 PT.04041 0.07600) -0.05450) -0.13250 0.030015 125 PT.027706 122 PT.Tunas Ridean 0.6 6 PT.01533 118 PT.06 84.53 51.Cahaya Kalbar 84.05867) (0.Unilever Indonesia (0.Darya Varia Laboratoria (0.25906 111 PT.02287 0.Delta Djakarta 84.00509 -0.Kimia Farma 0.12867 110 PT.13122) 0.Interdelta (0.4670 90.6 4 PT.15257 0.02152 0.Fast Food Indonesia 80 80 7 PT.

Asiaplast Industries 46.65 85.Ricky Putra Globalindo 69.34 50.1 83.Tiga Pilar Sejahtera 92.98 17 PT.Primarindo Asia Infrastructure 74.52 71. 107 10 PT.12 70.Sieerad Produce 91.19 74.35 57 PT.40 21.27 92.56 59 PT.9 41 PT.Lautan Luas 63.HM Sampoerna 97.7 48 PT.Colorpack Indonesia 84 84 52 PT.Gudang Garam 72.Pionerindo Gourmet Internasional 97.29 96.37 79.19 39 PT.64 43 PT.12 72.Surabaya Agung Industry Pulp 72.21 25 PT.Intanwijaya Internasional 52.8 72.65 79.Eterindo Wahanatama 73.Budi Acid Jaya 62.7 77.78 73.Sumalindo Lestari Jaya 60.AKR Corporindo 71.96 29 PT.71 60.Argo Pantes 44.81 59.Fortune Mate Indonesia 79.Fajar Surya Wisesa 77.Aneka Kemasindo 64.Panasia Indosyntec 77.62 40 PT.94 61 PT.37 30 PT.630 72.9 47 PT.46 59.Delta Dunia Petroindo 81.Sekar Laut 96.14 14 PT.Duta Pertiwi Nusantara 85.68 36 PT.94 81.36 52.Argha Karya Prima Industri 95.Asahimas Flat Glass 84.Panasia Filament Inti 94.937 84.BAT 86 86 21 PT.85 58 PT.27 18 PT.98 40.22 19 PT.Resources Alam Indonesia 39.46 60.Sunson Textile Manufacture 57.44 46.61 69.88 34 PT.APAC Citra Contertex 79.Suba Indah 36.48 61.77 53.22 78.42 51 PT.94 33 PT.24 50 PT.19 16 PT.Pan Brothres Tex 41.Roda Vivatex 77.Hanson International 66.8 49 PT.37 57.66 91.396 12 PT.23 38 PT.Surya Intrindo Makmur 68.3 13 PT.77 22 PT.Surya Dumai Industri 71.95 97.4 84.24 71.53 83.Prasidha Aneka Niaga 92.Polysindo Eka Perkasa 59.9 94.44 .68 66.57 71.Bentoel Internasional Investama 16.37 28 PT.65 32 PT.9 27 PT.Siantar Top 66.Daya Sakti Unggul Corporation 59.Tirta Mahakam Resources 94.98 36.37 35 PT.18 54 PT.65 56 PT.Ever Shine Textile Industry 72.Ultra Jaya Milk 21.39 59.6 68.Sepatu Bata 84.Textile Manufacturing Company Jaya 92 92 31 PT.66 15 PT.39 44 PT.Eratex Djaja 69.52 46 PT.4 20 PT.140 66.Tunas Baru Lampung 78.88 72.3 96.61 26 PT.03 68.33 97.6 42 PT.95 24 PT.33 11 PT.SMART 74.71 45 PT.12 23 PT.854 39.19 37 PT.396 92.81 60 PT.Barito Pasific Timber 53.03 93.81 55 PT.78 53 PT.Karwell Indonesia 56.

91 75.61 101 PT. 108 62 PT.Indocement Tunggal Perkasa 78.08 83.02 75.Betonjaya Manunggal 54.Astra International 50.27 81 PT.Nippress 37.Jakarta Kyoei Steel Works 59.Fatrapolindo Nusa Industri 48.72 86.11 50.02 61.Mulia Industrindo 67.32 85 PT.1 66 PT.15 87.Goodyear Indonesia 91.07 13.17 94.46 87.31 74 PT.99 64 PT.Indal Alumunium Industry 65.Hexindo Adiperkasa 76.3 94.31 54.25 87 PT.85 112 PT.Pelangi Indah Canindo 94.Branta Mulia 50.51 105 PT.Intraco Penta 86.Sucaco 67.Prima Alloy Steel 87.07 95 PT.65 72.79 93.Surya Toto Indonesia 94.11 84 PT.32 86.Gajah Tunggal 64.21 102 PT.Holcim Indonesia 89.Intikeramik Alamasri Industry 72.29 99 PT.15 49.7 57.7 79 PT.Siwani Makmur 64.57 100 PT.16 71 PT.25 67.11 97 PT.Jembo Cable Company 90.21 76.Tunas Ridean 85.Interdelta 60.23 59.87 94 PT.11 66.45 113 PT.26 92 PT.86 65.43 96.Dynaplast 71.91 73 PT.08 108 PT.Selamat Sempurna 68.Indomobil Sukses International 96.1 63.62 37.26 67.3 88 PT.GT Kabel Indonesia 93.15 65 PT.11 107 PT.62 78 PT.27 86.Tembaga Mulia Semanan 86.Arwana Citramulia 86.Lapindo International 80.64 91 PT.993 71.13 58.43 82 PT.Kabelindo Murni 61.Multi Prima Sejahtera 29.06 93 PT.17 80 PT.5 90 PT.43 89.Semen Gresik 75.Langgeng Makmur Plastik 77.06 93.15 48.42 63 PT.Lioan Metal Works 57.7 22.2 70 PT.Sugi Samapersada 84 84 111 PT.51 86.Kageo Igar Jaya 63.Indospring 87.72 98 PT.51 51.Polychem Indonesia 83.75 61.45 109 PT.62 68 PT.Tira Austenite 96.Jaya Pari Steel Works 32.89 69 PT.46 104 PT.89 64.66 92.62 80.53 67 PT.87 76.18 47.Metrodata Electronics 13.2 42.Lion Mesh Prima 37.42 51.Kedawung Setia Industrial 66.71 106 PT.85 85.United Tractors 58.79 89 PT.Multipolar Corporation 51.81 103 PT.36 110 PT.02 83 PT.Kedawung Indah Can 75.Astra Graphia 76.11 37.Tria Sentosa 42.45 .Astra Otoparts 86.17 78.86 75 PT.710 29.44 81.Sumi Indo Kabel 93.35 96 PT.17 72 PT.23 76 PT.53 77.08 95.61 91.68 77 PT.Berlina 51.04 86 PT.

22 79.1 13 PT.Sieerad Produce 0 0 15 PT.Davomas Abadi 0 0 5 PT.Siantar Top 6.2 89.48 80.Mayora Indah 0 0 9 PT.56 124 PT.Mandom Indonesia 79.Bristol Myers Squibb Indonesia 91 91 117 PT.Merck 74 74 121 PT.Unilever Indonesia 85 85 Lampiran 15 Kepemilikan Manajerial No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.Sekar Laut 0.93 75.50 125 PT.Cahaya Kalbar 0 0 4 PT.5 92.Modern Foto Film Company 46.Indofarma 80.Fast Food Indonesia 0 0 7 PT.03 120 PT.Tiga Pilar Sejahtera 0 0 .66 118 PT.66 80.SMART 0 0 16 PT.259 0.28 6.Perdana Bangun Pusaka 72.Suba Indah 0 0 17 PT.36 72.03 90.304 12 PT.36 116 PT.Schering Plough Indonesia 89.66 119 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 0 0 11 PT.Mustika Ratu 80.Delta Djakarta 0 0 6 PT.05 8 PT.Prasidha Aneka Niaga 0.Ades Waters Indonesia 0 0 2 PT.Aqua Golden Missisipi 0 0 3 PT.05 0.Indofood Sukses Makmur 0.Pyridam Farma 53.85 122 PT. 109 114 PT.33 68.Tempo scan pasific 66.1 0.Kimia Farma 90.85 53.51 14 PT.Multi Bintang Indonesia 0 0 10 PT.42 115 PT.48 126 PT.Darya Varia Laboratoria 89.2 123 PT.

67 4.Tunas Baru Lampung 0.94 9.Ultra Jaya Milk 0 0 20 PT.APAC Citra Contertex 0.Berlina 10.Gudang Garam 2.65 59 PT.Sepatu Bata 1.74 0.223 1.Resources Alam Indonesia 0 0 58 PT.467 64 PT.06 2.Asahimas Flat Glass 0.02 67 PT.025 0.Delta Dunia Petroindo 0 0 33 PT.45 68 PT.51 10.Fortune Mate Indonesia 0 0 35 PT.1 19 PT.62 9.12 44 PT.HM Sampoerna 0 0 24 PT.Hanson International 0 2.BAT 0 0 21 PT.Surabaya Agung Industry Pulp 0 0 49 PT.73 60 PT.00001 0.Intanwijaya Internasional 9.Kageo Igar Jaya 0 0 66 PT.Lautan Luas 3.69 62 PT.Ricky Putra Globalindo 0 0 40 PT.Roda Vivatex 0 0 29 PT.66 3.Primarindo Asia Infrastructure 0 0 39 PT.9 3.40 1.06 0. 110 18 PT.Surya Dumai Industri 4.Sumalindo Lestari Jaya 0 0 45 PT.AKR Corporindo 0.06 23 PT.Asiaplast Industries 7.Polysindo Eka Perkasa 0 0 55 PT.02 0.Langgeng Makmur Plastik 0.Duta Pertiwi Nusantara 0 1.62 57 PT.13 0.58 19.Pan Brothres Tex 0 5.4 42 PT.Argo Pantes 0 0 25 PT.00001 32 PT.023 61 PT.Tria Sentosa 0 0 .69 7.Aneka Kemasindo 0.Siwani Makmur 0 0 69 PT.08 0.14 38 PT.51 63 PT.Panasia Indosyntec 2.Karwell Indonesia 0 0 37 PT.Barito Pasific Timber 2.223 41 PT.12 0.65 0.Textile Manufacturing Company Jaya 0 0 31 PT.Argha Karya Prima Industri 0 0.9 56 PT.Tirta Mahakam Resources 0 0 47 PT.Colorpack Indonesia 0 0 52 PT.467 0.06 53 PT.Budi Acid Jaya 0.Sunson Textile Manufacture 10.Eratex Djaja 0 0 26 PT.Surya Intrindo Makmur 1.67 46 PT.66 54 PT.4 30 PT.62 51 PT.Fajar Surya Wisesa 0 0 48 PT.03 36 PT.Panasia Filament Inti 0 0 27 PT.13 50 PT.Dynaplast 0.Eterindo Wahanatama 0.Daya Sakti Unggul Corporation 0.Ever Shine Textile Industry 0 0 34 PT.66 28 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 19.Bentoel Internasional Investama 0 0 22 PT.Lapindo International 0 0.58 65 PT.4 10.77 43 PT.

Jaya Pari Steel Works 2.007 0.05 98 PT.Semen Gresik 0 0 73 PT.Indocement Tunggal Perkasa 0 0 72 PT.6 83 PT.Lion Mesh Prima 25.001 94 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 0 0 76 PT.04 0.Astra Graphia 0.08 23.Polychem Indonesia 0.Tembaga Mulia Semanan 0 0 81 PT.Arwana Citramulia 0 0 85 PT.58 116 PT.Kabelindo Murni 0 8.58 5.58 78 PT.Multipolar Corporation 0.09 0.Selamat Sempurna 0 0 110 PT.18 79 PT.08 .Branta Mulia 17.Lioan Metal Works 0.02 119 PT.Indofarma 0.39 120 PT.7 95 PT.58 74 PT.35 107 PT.09 93 PT.Metrodata Electronics 0.33 1.Pyridam Farma 23.33 105 PT.Mulia Industrindo 0 0 87 PT.Kedawung Setia Industrial 0 0 84 PT.13 0.08 100 PT.Gajah Tunggal 0.Darya Varia Laboratoria 0 0 118 PT.08 0.20 77 PT.58 9.33 3.27 109 PT.4 0.Indomobil Sukses International 0 0 103 PT.01 0.6 4.Indal Alumunium Industry 0 0 75 PT.Pelangi Indah Canindo 0.31 23.Jembo Cable Company 0 0 90 PT.Sumi Indo Kabel 0.09 0.61 25.01 113 PT.Sucaco 0 0 92 PT.92 91 PT.52 99 PT.Goodyear Indonesia 0 6.Betonjaya Manunggal 9.Prima Alloy Steel 6.001 0.27 6.24 82 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0 0 117 PT.002 96 PT.Nippress 18.35 18.Indospring 0 0 104 PT.3 0.2 2.18 0.Kimia Farma 0.GT Kabel Indonesia 0 0 89 PT.04 0.01 102 PT.Astra International 0.Modern Foto Film Company 0 0 115 PT.Interdelta 4.Tunas Ridean 0 0 112 PT.0011 108 PT.67 86 PT.Surya Toto Indonesia 0 0 88 PT.Intikeramik Alamasri Industry 5.64 21.02 0.41 1.13 80 PT.Merck 0 0 121 PT.Perdana Bangun Pusaka 5.0011 0.Sugi Samapersada 0 0 111 PT.Astra Otoparts 0. 111 70 PT.47 114 PT.Multi Prima Sejahtera 0 0 106 PT.United Tractors 0.02 97 PT.Kedawung Indah Can 4.Intraco Penta 1.Holcim Indonesia 0 0 71 PT.64 101 PT.Tira Austenite 0.Hexindo Adiperkasa 0.

Sieerad Produce 50 20 15 PT.33333 33.33333 33.33333 33.33333 3 PT.Mustika Ratu 0 0 126 PT.Suba Indah 66.33333 33.Pionerindo Gourmet Internasional 33.57143 28.66666 66.33333 33.33333 33.Ades Waters Indonesia 33.Schering Plough Indonesia 0 0 123 PT.Prasidha Aneka Niaga 20 20 12 PT.33333 33.Sekar Laut 33.33333 5 PT.33333 18 PT.33333 21 PT.11 0.33333 33.Mayora Indah 33.Ultra Jaya Milk 33.85714 42.Gudang Garam 60 60 23 PT.Indofood Sukses Makmur 30 30 8 PT.57143 10 PT.Fast Food Indonesia 33.85714 16 PT.33333 7 PT.33333 33.33333 50 11 PT.HM Sampoerna 40 40 24 PT.33333 4 PT.Aqua Golden Missisipi 33.79 0.Cahaya Kalbar 33.Delta Djakarta 20 20 6 PT.Multi Bintang Indonesia 28.Siantar Top 50 50 14 PT.33333 0 2 PT.1 124 PT.Tiga Pilar Sejahtera 33.33333 13 PT.Argo Pantes 50 50 .Bentoel Internasional Investama 33.33333 9 PT.Unilever Indonesia 0 0 Lampiran 16 Proporsi Komisaris Independen No Nama Perusahaan 2005 2006 1 PT.66666 17 PT.33333 33.33333 22 PT.33333 20 PT.Tunas Baru Lampung 33.Davomas Abadi 33.BAT 50 33.33333 19 PT.875 125 PT.SMART 42.Mandom Indonesia 1.Tempo scan pasific 0. 112 122 PT.

Lapindo International 66.Jakarta Kyoei Steel Works 50 50 76 PT.33333 67 PT.33333 33.33333 33.Panasia Filament Inti 33.33333 33.33333 58 PT.33333 65 PT.APAC Citra Contertex 33.Sepatu Bata 40 40 41 PT.66667 66 PT.Surabaya Agung Industry Pulp 25 25 49 PT.33333 33.Langgeng Makmur Plastik 33.33333 33.33333 33.Betonjaya Manunggal 50 50 74 PT.33333 40 PT.66667 66.85714 72 PT.Semen Gresik 25 50 73 PT.33333 53 PT.57143 30 PT.33333 60 PT.Karwell Indonesia 25 25 37 PT.33333 28 PT.33333 69 PT.33333 33.Pan Brothres Tex 33.Holcim Indonesia 33.33333 33.33333 55 PT.Surya Dumai Industri 40 40 46 PT.Indal Alumunium Industry 20 20 75 PT.33333 33.Barito Pasific Timber 40 25 43 PT.33333 33.57143 28.Lautan Luas 33.33333 33.Tria Sentosa 50 50 70 PT.Eterindo Wahanatama 33.33333 33.33333 48 PT.33333 63 PT.85714 42.Ever Shine Textile Industry 50 50 34 PT.33333 33.Colorpack Indonesia 33.33333 61 PT.33333 .33333 33.33333 71 PT.33333 50 PT.66667 68 PT.33333 33.33333 26 PT.33333 54 PT.33333 33.Fortune Mate Indonesia 33.33333 27 PT.Aneka Kemasindo 50 50 59 PT.Budi Acid Jaya 33.33333 33.33333 33.Asiaplast Industries 33.57143 56 PT.Surya Intrindo Makmur 33.57143 28.Resources Alam Indonesia 33.Primarindo Asia Infrastructure 40 40 39 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 33.Textile Manufacturing Company Jaya 33.33333 38 PT.33333 42 PT.33333 62 PT.Berlina 33.Duta Pertiwi Nusantara 28.Eratex Djaja 50 33.33333 33.Argha Karya Prima Industri 33.33333 31 PT.33333 32 PT.Intanwijaya Internasional 33.33333 29 PT.33333 33.Jaya Pari Steel Works 33.Tirta Mahakam Resources 25 25 47 PT.Indocement Tunggal Perkasa 42.Siwani Makmur 33.Sunson Textile Manufacture 28.66667 66.Roda Vivatex 33.33333 33.AKR Corporindo 33.Sumalindo Lestari Jaya 40 40 45 PT.Asahimas Flat Glass 33.33333 33.Dynaplast 50 50 64 PT.33333 33.33333 33.33333 35 PT.33333 33.33333 52 PT.33333 33. 113 25 PT.33333 33.33333 36 PT.Panasia Indosyntec 33.Fajar Surya Wisesa 33.Polysindo Eka Perkasa 33.33333 51 PT.33333 57 PT.Ricky Putra Globalindo 33.Kageo Igar Jaya 66.Daya Sakti Unggul Corporation 25 25 44 PT.33333 33.Hanson International 33.Delta Dunia Petroindo 50 50 33 PT.

114

77 PT.Lion Mesh Prima 33.33333 33.33333
78 PT.Lioan Metal Works 33.33333 33.33333
79 PT.Pelangi Indah Canindo 33.33333 33.33333
80 PT.Tembaga Mulia Semanan 40 40
81 PT.Tira Austenite 33.33333 33.33333
82 PT.Kedawung Indah Can 33.33333 33.33333
83 PT.Kedawung Setia Industrial 33.33333 33.33333
84 PT.Arwana Citramulia 50 50
85 PT.Intikeramik Alamasri Industry 50 50
86 PT.Mulia Industrindo 33.33333 33.33333
87 PT.Surya Toto Indonesia 33.33333 33.33333
88 PT.GT Kabel Indonesia 40 40
89 PT.Jembo Cable Company 66.66667 66.66667
90 PT.Kabelindo Murni 80 33.33333
91 PT.Sucaco 50 50
92 PT.Sumi Indo Kabel 40 40
93 PT.Astra Graphia 50 33.33333
94 PT.Metrodata Electronics 33.33333 33.33333
95 PT.Multipolar Corporation 50 50
96 PT.Astra International 30 44.44444
97 PT.Astra Otoparts 40 40
98 PT.Branta Mulia 33.33333 40
99 PT.Gajah Tunggal 42.85714 42.85714
100 PT.Goodyear Indonesia 66.66667 66.66667
101 PT.Hexindo Adiperkasa 33.33333 33.33333
102 PT.Indomobil Sukses International 42.85714 42.85714
103 PT.Indospring 33.33333 33.33333
104 PT.Intraco Penta 33.33333 33.33333
105 PT.Multi Prima Sejahtera 33.33333 33.33333
106 PT.Nippress 66.66667 66.66667
107 PT.Polychem Indonesia 40 40
108 PT.Prima Alloy Steel 33.33333 33.33333
109 PT.Selamat Sempurna 33.33333 33.33333
110 PT.Sugi Samapersada 50 50
111 PT.Tunas Ridean 50 50
112 PT.United Tractors 42.85714 33.33333
113 PT.Interdelta 33.33333 33.33333
114 PT.Modern Foto Film Company 33.33333 33.33333
115 PT.Perdana Bangun Pusaka 33.33333 33.33333
116 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 33.33333 33.33333
117 PT.Darya Varia Laboratoria 33.33333 33.33333
118 PT.Indofarma 33.33333 25
119 PT.Kimia Farma 50 60
120 PT.Merck 33.33333 33.33333
121 PT.Pyridam Farma 33.33333 33.33333
122 PT.Schering Plough Indonesia 33.33333 33.33333
123 PT.Tempo scan pasific 50 50
124 PT.Mandom Indonesia 60 60
125 PT.Mustika Ratu 33.33333 33.33333
126 PT.Unilever Indonesia 20 20

115

Lampiran 17

Keberadaan komite audit

No Nama Perusahaan 2005 2006
1 PT.Ades Waters Indonesia 0 0
2 PT.Aqua Golden Missisipi 0 0
3 PT.Cahaya Kalbar 0 0
4 PT.Davomas Abadi 0 0
5 PT.Delta Djakarta 1 1
6 PT.Fast Food Indonesia 1 1
7 PT.Indofood Sukses Makmur 1 1
8 PT.Mayora Indah 1 1
9 PT.Multi Bintang Indonesia 1 1
10 PT.Pionerindo Gourmet Internasional 1 1
11 PT.Prasidha Aneka Niaga 1 1
12 PT.Sekar Laut 0 0
13 PT.Siantar Top 1 1
14 PT.Sieerad Produce 1 1
15 PT.SMART 1 1
16 PT.Suba Indah 0 0
17 PT.Tiga Pilar Sejahtera 0 0
18 PT.Tunas Baru Lampung 1 1
19 PT.Ultra Jaya Milk 1 1
20 PT.BAT 1 1
21 PT.Bentoel Internasional Investama 1 1
22 PT.Gudang Garam 1 1
23 PT.HM Sampoerna 1 1
24 PT.Argo Pantes 0 0
25 PT.Eratex Djaja 1 1
26 PT.Panasia Filament Inti 1 1
27 PT.Panasia Indosyntec 1 1
28 PT.Roda Vivatex 1 1
29 PT.Sunson Textile Manufacture 1 1
30 PT.Textile Manufacturing Company Jaya 0 0

116

31 PT.APAC Citra Contertex 0 0
32 PT.Delta Dunia Petroindo 0 0
33 PT.Ever Shine Textile Industry 0 0
34 PT.Fortune Mate Indonesia 0 0
35 PT.Hanson International 0 0
36 PT.Karwell Indonesia 0 0
37 PT.Pan Brothres Tex 1 1
38 PT.Primarindo Asia Infrastructure 0 0
39 PT.Ricky Putra Globalindo 1 1
40 PT.Sepatu Bata 1 1
41 PT.Surya Intrindo Makmur 0 0
42 PT.Barito Pasific Timber 1 1
43 PT.Daya Sakti Unggul Corporation 1 1
44 PT.Sumalindo Lestari Jaya 1 1
45 PT.Surya Dumai Industri 1 1
46 PT.Tirta Mahakam Resources 1 1
47 PT.Fajar Surya Wisesa 1 1
48 PT.Surabaya Agung Industry Pulp 1 1
49 PT.AKR Corporindo 1 1
50 PT.Budi Acid Jaya 0 0
51 PT.Colorpack Indonesia 0 0
52 PT.Eterindo Wahanatama 1 1
53 PT.Lautan Luas 1 1
54 PT.Polysindo Eka Perkasa 0 0
55 PT.Duta Pertiwi Nusantara 1 1
56 PT.Intanwijaya Internasional 1 1
57 PT.Resources Alam Indonesia 0 0
58 PT.Aneka Kemasindo 1 1
59 PT.Argha Karya Prima Industri 1 1
60 PT.Asahimas Flat Glass 1 1
61 PT.Asiaplast Industries 1 1
62 PT.Berlina 0 0
63 PT.Dynaplast 1 1
64 PT.Fatrapolindo Nusa Industri 1 1
65 PT.Kageo Igar Jaya 1 1
66 PT.Langgeng Makmur Plastik 1 1
67 PT.Lapindo International 1 1
68 PT.Siwani Makmur 1 1
69 PT.Tria Sentosa 1 1
70 PT.Holcim Indonesia 1 1
71 PT.Indocement Tunggal Perkasa 1 1
72 PT.Semen Gresik 1 1
73 PT.Betonjaya Manunggal 1 1
74 PT.Indal Alumunium Industry 1 1
75 PT.Jakarta Kyoei Steel Works 1 1
76 PT.Jaya Pari Steel Works 1 1
77 PT.Lion Mesh Prima 1 1
78 PT.Lioan Metal Works 1 1
79 PT.Pelangi Indah Canindo 1 1
80 PT.Tembaga Mulia Semanan 1 1
81 PT.Tira Austenite 1 1
82 PT.Kedawung Indah Can 0 0

Schering Plough Indonesia 1 1 123 PT.Surya Toto Indonesia 1 1 88 PT.Mandom Indonesia 1 1 125 PT.Interdelta 1 1 114 PT.Kabelindo Murni 1 1 91 PT.United Tractors 1 1 113 PT.Kimia Farma 1 1 120 PT.Mulia Industrindo 1 1 87 PT.Polychem Indonesia 1 1 108 PT.Astra Graphia 1 1 94 PT.Gajah Tunggal 1 1 100 PT.Sumi Indo Kabel 1 1 93 PT.Metrodata Electronics 1 1 95 PT.Modern Foto Film Company 1 1 115 PT. 117 83 PT.Multipolar Corporation 1 1 96 PT.Bristol Myers Squibb Indonesia 0 0 117 PT.Kedawung Setia Industrial 0 0 84 PT.Indomobil Sukses International 1 1 103 PT.Astra Otoparts 1 1 98 PT.Merck 0 0 121 PT.Goodyear Indonesia 1 1 101 PT.Pyridam Farma 1 1 122 PT.Sugi Samapersada 1 1 111 PT.Branta Mulia 1 1 99 PT.GT Kabel Indonesia 1 1 89 PT.Hexindo Adiperkasa 1 1 102 PT.Selamat Sempurna 1 1 110 PT.Arwana Citramulia 1 1 85 PT.Multi Prima Sejahtera 1 1 106 PT.Darya Varia Laboratoria 1 1 118 PT.Astra International 1 1 97 PT.Mustika Ratu 1 1 126 PT.Perdana Bangun Pusaka 1 1 116 PT.Intikeramik Alamasri Industry 0 0 86 PT.Tunas Ridean 1 1 112 PT.Prima Alloy Steel 1 1 109 PT.Jembo Cable Company 1 1 90 PT.Indospring 0 0 104 PT.Tempo scan pasific 0 0 124 PT.Sucaco 1 1 92 PT.Indofarma 1 1 119 PT.Intraco Penta 1 1 105 PT.Unilever Indonesia 1 1 .Nippress 1 1 107 PT.