Anda di halaman 1dari 17

Penyakit Menular (Malaria

)

I. Definisi Malaria
Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Protozoa obligat
intraselular dari genus Plasmodium. Malaria pada manusia dapat disebabkan
P. malariae (Laveran,1888), P. vivax (Grosi dan Felati,1890), P. Falcifarum
(Welch,1897), dan P. ovale (Ross,1897). Dari sekitar 400 spesies nyamuk
anopheles telah ditemukan 67 spesies yang dapat menularkan malaria dan 24
diantaranya di temukan di Indonesia. Selain oleh gigitan nyamuk, malaria
dapat ditularkan secara langsung melalui tranfusi darah atau jarum suntik yang
tercemar darah serta dari ibu hamil kepada bayinya.
Empidemiologi malaria adalah ilmu yang mempelajari faktor-faktor
yang menentikan distribusi malaria pada masyarakat dan memanfaatkan
pengetahuan tersebut untuk menanggulangi penyakit tersebut.
Setelah ditemukanya khasiat insektisid dari DDT dalam tahun 1936-
1939 (Muller dan Wresman) dikembangkan pembasmian atau eradikasi
malaria dalam tahun 1955-1969. Namun usaha tersebut hanya berhasil
disebagian dunia. Kini malaria tetap menjadi masalah didunia. Terbatasnya
pengetahuan mengenai biologi parasit , vektor, ekologi manusia dan
lingkungan menjadi hambatan untuk menanggulangi malaria.
II. Penyebab penyakit Malaria
• Jenis Parasit
Agen penyebab malaria dari genus Plasmodium, Falilia
Flasmodidae, dari Orde coccidiidae. Pentebab malaria di Indonesia
sampai saat ini ada empat macam Plasmodium, yaitu:
1. Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika

2. jenis ini jarang sekali dijumpai. Plasmodium vivax. 1 : karakteristik spesies plasmodium P. Tapi umumnya paling banyak hanya dua jenis parasit. gejala yang paling berat dan masa inkubasi yang paling pendek. Sifat-sifat spesifik agen penyebab berbeda-beda untuk setiap spesies malaria dan hal ini mempengaruhi terjadinya manifestasi klinis dan penularan. umumnya banyak di Afrika Seorang penderita dapat ditulari oleh lebih dari satu jenis Plasmodium. Hipnozoit ini menjadi sumber untuk terjadinya relaps. ovale dalam hati berkembang menjadi sizon jaringan primer hipnozoit. falcifarum P. penyebab penyakit tertiana. Campuran tiga jenis plasmodium jarang sekali terjadi. Plasmodium malariae. namun menghasilkan parasitemia yang paling tinggi. falcifarum baru berkembang setelah 8-15 hari setelah masuknya agen parasit ke dalam darah. falcifarum menunjukan peridisitas dan infektivitas yang berkaitan dengan kegiatan menggigit vektor. ovalae pada umumnya menghasilkan parasitemia yang rendah. vivax dan p. penyebab penyakit malaria kuartana 4. biasanya infeksi ini disebut infeksi campuran (mixed infection). vivax dan P. malariae Siklus eksoertitrositik 5-7 8 9 14-15 primer (hari) Siklus aseksual 48 48 50 72 . gejala yang lebih ringan dan mempunyai masa inkubasi yang lebih lama. P. Sporozoit P. vivax P. penyebab penyakit malari tertiana 3. ovale P. yaitu campuran antara Plasmodium Falcifarum dan Plasmodium vivax atau Plasmodium malariae. Plasmodium Ovale. falcifarum mempunyai masa infeksi yang paling pendek. P. Gametosit P. Gametosit P. Berikut adalah karakteristik masing-masing Plasmodium : Tabel.

Hipnozoit ini merupakan suatu fase dalam siklus hidup parasit yang nantinya dapay menyebabkan kambuh atau rekurensi (long term relapse).000 15.000 15. Siklus dalam sel darah merah . Plasmodium vivax dalam kambuh berkali-kali bahkan sampai jangka waktu 3-4 tahun. Siklus Hidup Parasit Malaria Untuk kelangsungan hidupnya.000 per sizon jaringan Siklus sporogonim 9-22 8-16 12-14 16-24 dalam nyamuk III. A.000 10. Pada plasmodium vivax dan plasmodium ovale ada yang ditemukan dalam bentuk laten didalam sel hati yang di sebut hipnozoit. Sedangkan untuk plasmodium ovale dapat kambuh sampai bertahun-tahun apabila pengobatanya tidak dilakukan dengan baik. dan siklus ini terdiri dari : 1. 2. Siklus aseksual dalam tubuh manusia Siklus dalam tubuh manusia disebut juga siklus aseksual. Siklus diluar sel darah merah Siklus diluar sel darah merah atau eksoeritrositer ini berlangsung dalam hati. Yaitu siklus dalam tubuh manusia dan siklus dalam tubuh nyamuk. dalam darah (hari) Masa prepaten 6-25 8-27 12-20 18-59 (hari) Masa Inkubasi 7-27 13-27 14 23-69 (hari) Keluarnya 8-15 5 5 5-23 gametosit (hari) Jumlah merozoit 3-40. parasit malaria memerlukan dua macam siklus kehidupan.

Konsep Host. yaitu bentuk parasit yang sudah siap untuk ditularkan oleh nyamuk kepada manusia. pada orang yang mempunyai Haemoglobin S (Hb S) tinggi ternyata tahan terhadap infeksi P. Siklus hidup dalam sel darah merah/eritesiter terbagi dalam: a) Siklus sizogoni yang menimbulkan demam b) Siklus gametogoni yang menyebabkan seseorang menjadi sumber penularan penyakitbagi nyamuk vektor malaria B. yaitu dengan mengusahakan umur nyamuk harus lebih singkat dari masa inkubasi ekstrinsik. Dengan demikian rantai penularan akan terputus. Environment 1. Siklus seksual dalam tubuh nyamuk Siklus seksual ini biasa juga disebut siklus sporogoni karena menghasilkan sporozoit.falciparum yang berat. Host Ras atau suku bangsa. Penelitian menunjukkan bahwa Hb S menghambat perkembangbiakan P. Kekurangan enzym Glukose 6 phospate dehydrogenase (G6PD) ternyata dapat memberi perlindungan terhadap infeksi P. Agent. sehingga siklus sporogoni tidak dapat berlangsung.falciparum pada waktu invasi sel darah merah maupun pada waktu pertumbuhannya. Prinsip pemberantasan malaria. Kekebalan ada dua macam . Lama dan masa berlangsungnya siklus ini disebut masa inkubasi ekstrinsik yang sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban udara. Keuntungan dari kurangnya enzym ini ternyata merugikan dari segi pengobatan penderita dengan obat-obatan golongan sulfonamide dan primakuin dimana dapat terjadi hemolisa darah. IV.faciparum. Kekebalan/imunitas terhadap penyakit malaria adalah adanya kemampuan tubuh manusia untuk menghancurkan Plasmodium yang masuk atau membatasi perkembangbiakannya. antara lain didasarkan pada siklus ini.

5) Lamanya hidup nyamuk harus cukup untuk sporogoni dan kemudian menginfeksi jumlah yang berbeda-beda menurut spesies (Molineaux.1988). 4) Lamanya sporogoni (berkebangnya parasit dalam nyamuk sehingga menjadi efektif). parasit malaria harus ada dalam tubuh manusia untuk waktu yang cukup lama dan menghasilkan gametosit jantan dan betina pada saat yang sesuai untuk penularan. Parasit juga harus menyesuaikan diri dengan sifat-sifat spesies nyamuk Anopheles yang antrofilik agar sporogoni dimungkinkan dan menghasilkan sporozoit yang infektif (Harijanto. 2) Kesukaan menghisap darah manusia atau antropofilia. Nyamuk Anopheles betina menggigit antara waktu senja dan subuh. 1999a) 2. dengan jumlah yang berbeda-beda menurut spesiesnya.Agent Agar dapat hidup terus sebagai spesies. Kebiasaan makan dan istrahat nyamuk Anopheles dapat dikelompokkan menjadi: . yaitu kekebalan alamiah (natural immunity) yaitu kekebalan yang timbul tanpa memerlukan infeksi terlebih dahulu dan kekebalan yang didapat (acquired immunity) yang juga terbadi menjadi dua jenis yaitu kekebalan aktif (active immunity) merupakan penguatan dari mekanisme tubuh sebagai akibat dari infeksi sebelumnya atau akibat dari vaksinasi dan kekebalan pasif (passive immunity) yaitu kekebalan yang didapat dari pemindahan antibodi atau zat-zat yang berfungsi aktif dari ibu kepada janinnya atau melalui pemberian serum dari seseorang yang kebal penyakit (Depkes. 2000). Efektifitas vektor untuk menularkan malaria ditentukan hal-hal sebagai berikut: 1) Kepadatan vektor dekat pemukiman manusia. 3) Frekuensi menghisap darah (ini tergantung dari suhu).

Makin tinggi suhu makin pendek masa inkubasi ekstrinsik (sporogoni) dan sebaliknya makin rendah suhu makin panjang masa inkubasi ekstrinsik. biasanya tidak lebih dari 2-3 km dari tempat perkembangbiakan. Kelembaban yang rendah memperpendek umur nyamuk. angin. arus air dan kadar garam.minimus. 6) Zoofili : suka menggigit binatang. Nyamuk Anopheles dapat terbawa pesawat terbang atau kapal laut dan menyebarkan malaria ke daerah yang non endemik (Harijanto. 5) Antroprofili : suka menggigit manusia. hujan.Environment 1) Lingkungan fisik. sehingga meningkatkan penularan malaria. 3. sinar matahari. 2) Eksofilik : suka tinggal diluar rumah. Bila ada angin yang kuat nyamuk Anopheles bisa terbawa sampai 30 km. 4) Eksofagi : menggigit diluar rumah/bangunan. Suhu yang optimun berkisar antara 20 dan 30ºC. kelembaban. Suhu mempengaruhi perkembangan parasit dalam nyamuk. 2000). Kecepatan dan arah angin dapat mempengaruhi jarak terbang nyamuk dan ikut menentukan jumlah kontak antara nyamuk dan manusia. Jarak terbang nyamuk Anopheles adalah terbatas. Tingkat kelembaban 60% merupakan batas paling rendah untuk memungkinkan hidupnya nyamuk. meskipun tidak berpengaruh pada parasit. 1) Endofilik : suka tinggal dalam rumah/bangunan. 3) Endofagi : menggigit dalam rumah/bangunan. pada kelembaban lebih tinggi menyebabkan aktifitas nyamuk menjadi lebih sering menggigit. Disamping arah angin sinar matahari juga mempengaruhi pertumbuhan larva nyamuk serta arus air yang deras lebih disukai oleh nyamuk An. terdiri dari suhu. ketinggian. air tergenang disukai .

ganggang dan berbagai tumbuhan lain dapat mempengaruhi kehidupan larva karena dapat menghalangi sinar matahari atau melindungi dari serangan mahluk hidup lainnya. menggunakan kelambu. Cara Penularan malaria 1. air yang statis (mengalir lambat) disukai nyamuk An.barbirostris. V. serta adanya tambak ikan juga akan mempengaruhi populasi nyamuk. pembuatan jalan. 2) Lingkungan biologik. Berbagai kegiatan manusia seperti pembuatan bendungan. kebiasaan beraktifitas manusia untuk berada di luar rumah sampai tengah malam akan memudahkan nyamuk untuk menggigit. lumut. memasang kawat kasa pada rumah dan menggunakan obat nyamuk. pertambangan dan pembangunan pemukiman baru/transmigrasi akan menyebabkan perubahan lingkungan yang menguntungkan malaria (”man-made malaria”) (Harijanto. tumbuhan bakau. 2000). perilaku masyarakat terhadap malaria akan mempengaruhi kesediaan masyarakat untuk memberantas malaria antara lain dengan menyehatan lingkungan.letifer. Nyamuk ini jumlahnya kurang lebih 80 jenis dan sekitar 16 menjadi vektor penyebar di Indonesia. 3) Lingkungan sosial-budaya. . nyamuk An. Penularan secara alamiah Malaria ditularkan oleh nyamuk anopheles.

Dalam tubuh mannusia terjadi siklus hidup parasit malaria (aseksual) 2. nyamuk yang terinfeksi penyakit malaria (spozoit) menggigit orang sehat sehingga orang yang digigit tersebut terinfeksi oleh plasmodium. Selanjutnya. Nyamuk yang telah menghisap darah orang sakit akan terinfeksi oleh parasit malaria. Penularan terjadi melalui tali pusat atau plasenta b) Secara mekanik . Kemudian manusia sehat menjadi sakit. Pada saat mengigit maka parasit malaria yang ada dalam tubuh nyamuk masuk ke dalam darah manusia. Dalam saat ini akan terjadi siklus hidup parasit malaria (seksual) dalam tubuh nyamuk. Penularan yang tidak alamiah a) Malaria bawaan (congenital) Terjadi pada bayi yang baru dilahirkan karena ibunya menderita malaria. Penularan secara alamiah terjadi seperti skema berikut: Orang sakit Malaria Nyamuk malaria (belum terinfeksi parasit) Orang sehat Nyamuk Malaria Terinfeksi (mengandung sporozoit) Orang yang sakit malaria digigit nyamuk (vektor) penyebab penyakit malaria. maka akan terbawa parasit malaria yang ada dalam darah. Saat nyamuk menghisap darah orang sakit tersebut.

Penularan melalui jarum suntik banyak terjadi pada para morfinis yang menggunakan jarum suntik yang tidak steril. dan daya tahan tubuhnya. baik dengan gejala maupun tanpa gejala klinik. burung dara (P. 2.relection)dan monyet (P. Merozoit dalam eritrosit akan mengalami perubahan morfologi yaitu: merosoit bentuk cincintrofozoitmerozoit. Penularan terjadi melalui tranfusi darah atau melalui jarum suntik.knowlesi). gallinasium). ayam (P. Riwayat alamiah malaria 1. Cara penularan ini pernah dilaporkan terjadi di salah satu rumah sakit di bandung tahun 1981 pada penderita yang dirawat dan mendapatkan suntikan intravena denga menggunakan alat suntik yang dipergunakan untuk menyuntik beberapa pasien. pada umumnya sumber infeksi bagi malaria pada manusia adalah manusia lain yang sakit malaria. Diantara merozoit- merozoit tersebut akan ada yang berkembang membentuk . Di hati sprozoi matang menjadi skizon yang akan pecah dan melepaskan merozoit jaringan 4. Proses perubahan ini memerlukan waktu 2-3 hari. Sporozoid akan memulai stadium eksoeritprositer dengan masuk ke sel hati 3. kwalitas plasmodium. dimana alat suntik itu seharusnya dibuang sehatusnya sekali pakai (disposible) c) Secara oral (melalui mulut) Cara penularan ini pernah dibuktikan pada burung. Manusia yang tergigit nyamuk infektif akan mengalami gejala sesuai dengan jumlah sprozoit. VI. Merozoit akan memasuki aliran darah dan menginfeksi eritrosit untuk memulai siklus eksoeritprositer 5.

ALTOSID dll. dll 3. Pemeliharaan ikan nila merah . Pencegahan dan kewaspadaan masyarakat Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit malaria 1. lamda-sihalotrine. Eritrosit yang terinfeksi biasanya pecah yang bermanisfestasi pada gejala klinis. bendiocarb. pencegahan dengan minum obat Profilaksis yaitu Doxycicline untuk pendatang berusia > 8 tahun (1 tablet 100 mg) untuk pendatang dewasa tiap hari 1 tablet sejak 1 minggu sebelum masuk sampai 1 bulan setelah kembali. Pemakaian kelambu pada malam hari saat tidur 7. 6. 2. 6. Pencegahan dengan penyemprotan dinding rumah atau tenda dengan insektisida etofenprox . maka gametosit yang ada pada darah manusia akan terhisap oleh nyamuk. pemetaan genangan air dengan jarak sampai 2 km dekat pemukiman penduduk/pengungsi 5. Jika ada nyamuk yang mengggigit manusia yang terinfeksi. gametosit untuk kembali memulai siklus seksual menjadi mikrogamet dan makrogamet. 4. Pencegahan dengan membunuh jentik di sarang-sarang nyamuk dengan larvasida: BTI. VII. pembudi dayaan tanaman Lavender di sekitar lingkungan.

Berdasarkan kebijaksanaan WHO yang diputuskan dalam WHA 1955. Skema model penyebaran penyakit Agent  Parasit Reservoir  Manusia Portal of exit  sistem vaskuler Tranmision  Gigitan Nyamuk (Vektor) Portal of entry  sistem vaskuler Host  Manusia IX. Pemberantasan dan pencegahan malaria Tujuan dari pemberantasan malaria adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian sehingga penyait ini tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat. Program pembasmian ini pada . maka indonesia pada tahun 1959 dan 1968 melaksanakan program pembasmian malaria di jawa-bali.VIII.

penjamu. . Meskipun pembasmian tetap menjadi tujuan akhir. Penyemprotan rumah prinsipnya memperpendek umur nyamuk. Pemberantasan vektor Pemberantasan vektor dilakukan dengan cara membunuh nyamuk dewasa (penyemprotan rumah dengan menggunakan insektisida). namun kemudian mengalami berbagai hambatan. Kegiatan pemberantasan malaria seharusnya ditunjukan untuk memutuskan rantai penularan tersebut. X. pertumbuhanya tidak sampai selesai. dan lingkungan yang mempengaruhi rantai penularan malaria. mulanya sangat berhasil. sehingga penyebaran/transmisi penyakit dapat terputus. Perbedaan antara program pembasmian dan pemberantasan malaria dapat dilihat dalam tabel : Pemberantasan Pembasmian Tujuan Menurunkan malaria sehingga Menghentikan transmisi tidak menjadi masalah malaria dan menghilangkan kesehatan reservoir malaria Jangkauan Tidak seluruh transmisi seluruh transmisi malaria malaria Waktu Tidak terbatas terbatas Biaya Relatif kecil namun terus Relatif besar namun tidak menerus terus-menerus Manajemen/ Harus baik Harus sempurna standar pengelolaan Penemuan Sesuai kemampuan Mutlak perlu kasus Evaluasi Survei malariometrik ACD Harus membuktikan tidak bukan keharusan adanya kasus indigenous ACD mutlak perlu Penyebaran penyakit malaria terjadi jka tiga komponen yang saling terkait antara agen. membunuh jentik (kegiatan anti larva) dan menghilangkan atau mengurangi tempat perindukan. cara-cara yang ditempuh disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan masing-masing wilayah. Dengan dibunuhnya nyamuk maka parasit yang ada dalam tubuh.

salah makan dan gaya hidup modern seperti merokok dan minum alkohol yang berlebihan. Disease of pulmonary circulation (eq. secondary hypertension) 4. Hypertensi disease (cq. acute/chronic pulmonary heart disease) . tetapi juga di negara yang sedang berkembang yang menunjukan kecenderungan peningkatanya sesuai dengan kecenderungan modernisasi masyarakatnya. Ischemic heart disease (al. berada. Acute rhematic fever 2. Hak ini desebabkan karena penyebab penyakit berkaitan dengan keadaan dan prilaku masyarakat maju misalnya tingginya stres. Chronic rhematic heart disease 3. dengan pola hidup modern. angina pectoris. sehingga perkembangan jumlah (destiny) nyamuk dapat dikurangi dan akan berpengaruh terhadap terjadinya transmisi penyakit malaria. II. Demikian juga kegiatan larva dan mengurangi atau menghilangkan tempat-tempat perindukan. coronary artheroclerosis) 5. Penyakit Tidak Menular (PJK) I. Definisi Penyakit Jantung Penyakit jantung adalah penyakit negara maju atau negara industri yang lebih tepatnya. acute myocardial infarction. Essential hypertension. Karena itu penyakit jantung tidak saja memonopoli negara maju. penyakit dimana prilaku masyarakat negara modern. Klasifikasi PJPD Menurut ICD (international classification of disease) edisi IX secara garis besar dikenal klasifikasi disease of the circulatory system dengan kode nomor 390 sampai 45 1.

Untuk standart nama . yayasan jantung Indonesia memperkenalkan apa yang disebut Panca Usaha kesehatan jantung yang menganjurkan pola hidup sehat berupa . Berdasarkan hal itu. myocarditis) 7. tingginya stres. Penyakit Jantung Koroner Sinonim : Cardio vascular Disease (CVD) Kode dan klasifikasi 120-125 :ischemic heart disease dimana : 120 : angina pectoris 121 : acut myocardial infarction 125 : chronis ischemic heart disease Dikenal berbagai macam jenis-jenis PJK dan pemberian namanya cukup rumit dan berkembang dari waktu ke waktu. Diseases of vein and lympatic system (phlebitis. portal vein thrombosis) III. Secara umum faktor risiko penyakit jantung berhubungan dengan faktor gizi. 6. capiller (Atherosclerosis. Diseases of arteri. heart failure. dan kurang olahraga. arteriole. arteri embolism and thrombosis) 8. kebiasaan merokok. Other forms of heart disease (pericarditis. aortic anerysm. • Seimbang gizi • Enyahkan rokok • Hindari stres • Awasi tekanan darah secara teratur • Teratur berolahraga IV. Upaya pencegahan Upaya pencegahan penyakut jantung pada dasarnya berdasarkan pada faktor risikonya. Hipertensi yang tidak terkendali.

stres. merokok dan obesitas. riwayat keluarga. jenis kelamin. sebaiknya mengacu kepada ICD (IX atau X) ini. demi untuk keseragaman dan kompatilitas antarsemua tempat. Faktor risiko merupakan faktor-faktor yang ada sebelum terjadinya penyakit. Faktor risiko Faktor risiko adalah semua faktor penyebab (etiologi) ditambah dengan faktor epidemiologis yang berhubungan (secara metodologik adalah faktor independen) dengan penyakit. Yang pertama adalah faktor risiko yang dapat diperbaiki (reversible) atau bisa diubah (modifable). dan seks. HDL. Ada berbagai macam faktor risiko PJK namun secara garis besar dapat dibagi 2. Kencing manis 5. dan klasifikasinya. kurang olahraga. Gaya hidup (life style) 9. Stres 7. Faktor-faktor yang penting dan dapat diperbaiki itu meliputi . Kolesterol 3. Rokok 4. merokok dan obesitas. Sedangkan risiko minor meliputu DM. Faktor risiko seperti umur. hiperlipidemia. Sedangkan ada berbagai faktor lain yang justru masih dapat diperbaiki dan inilah yang perlu dibicarakan dan diperhatikan. anatomi pembuluh koroner dan faktor metabolisme adalah faktor-faktor alamiah yang sudah tidak dapat diubah. 1. Kurang olahraga Risiko mayyaor meliputi hipertensi. VDL) 10. Hipertensi 2. V. Fraksi lemak (TG. Salah makan 8. Kelainan gambaran jantung 6. usia. Dan yang kedua yang sudah menetap atau tidak bisa diubah (non-modifable). .

Dalam upaya untuk mencegah. mengendalikan atau mengurangi PJK maka upaya perlu diarahkan kepada bagaimana mengurangi pengaruh faktor-faktor risiko ini. Upaya Pencegahan Upaya pencegahan terhadap PJK dapat meliputi 4 tingkat upaya: . Mereka yang termasuk kelompok risiko tinggi hendaknya kontrol melakukan kontrol dan pengendalian terhadap risiko yang sementara dimilikinya. Faktor prognostik Faktor prognostik berbeda dengan faktor risiko dalam kedudukanya sebagai bagian dari rantai proses perjalanan penyakit. Contoh : Faktor risiko  penyakit  penyakit lanjut  mati  hipertensi  MIA  LVH. Walaupun demikian. secara metodologik sangat mirip dimana dalam analisisnya bertindak juga sebagai faktor independen. faktor risiko menyangkut faktor-faktor yang berperan sebelum terjadinya penyakit. VI. sedangkan faktor prognostik menyangkut keadaan penyakit yang akan menentukan perjalanan selanjutnya dari penyakit terutama faktor yang berkaitan dengan kematian. Faktor prognostik : Umur tua Lelaki Infark anterior Jantung kongestif Hipotensi Aritmia ventrikel VII.

Pencegahan sekunder : upaya mencegah keadaan PJK yang sudah pernah terjadi untuk berulang atau menjadi lebih berat. 3. Nama : Risma Budiyanti Nim : 108104000018 . Dilakukan dengan pencegahan komuniti berupa penyuluhan faktor-faktor risiko PJK terutama pada kelompok risiko tinggi Pencegahan primer ditunjukan kepada pencegahan terhadap berkembangnya proses atheroklerosis secara dini. Dengan demikan sasaranya adalah kelompok usia muda.1. Pencegahan tingkat kedua ini ditunjukan untuk mempertahankan nilai prognostik yang lebih baik dan menurunkan mortilitas. 2. Pencegahan Primordial : upaya pencegahan munculnya faktor predisposisi terhadap PJK dalam suatu wilayah dimana belum tampak adanya faktor yang menjadi risiko PJK. Disini diperlukan perubahan pola hidup (terhadap faktor-faktor yang dapat dikendalikan) dan kepatuhan berobat bagi mereka yang sudah menderita PJK. Pencegahan Tersier : upaya mencegah terjadi komplikasi yang lebih berat atau kematian. Pencegahan Primer : upaya awal pencegahan PJK sebelum seseorang menderita. 4.