Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa
pengaruh yang besar terhadap perkembangan pola pikir masyarakat. Program
pendidikan yang ada pada saat ini diharapkan mampu menyediakan sumber
daya manusia yang mampu menjawab dan memecahkan masalah sesuai
dengan tuntutan zaman. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat
diwujudkan dalam bentuk pembaharuan dunia pendidikan serta penekanan-
penekanan pada hal-hal yang masih kurang diminati siswa. Perlu diperhatikan
bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh sekolah.
Keluarga dan masyarakat juga akan sangat berpengaruh. Maka sekolah,
keluaraga, dan masyarakat perlu bekerja sama agar pendidikan dapat berhasil
dengan baik.
Pendidikan dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan serta
mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik sebagaimana yang
diungkapkan oleh A.B Hasibuan (1994 : 1) bahwa “Pendidikan sebagai upaya
atau kegiatan yang meningkatkan kemampuan seseorang dalam segala bidang
meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap”. Dengan demikian pendidikan
merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat penting peranannya
dalam upaya membina dan membentuk manusia berkualitas tinggi.
Pendidikan matematika merupakan bagian dari pendidikan. Jadi
pendidikan matematika merupakan salah satu aspek kehidupan yang sangat
penting peranannya dalam upaya membina dan membentuk manusia
berkualitas tinggi. Sebagaimana yang diungkapkan Hudojo (1988:20) bahwa
“Dalam perkembangan modern, matematika memegang peranan penting
karena dengan bantuan matematika semua ilmu pengetahuan sempurna”.
Namun kenyataan yang terjadi disekolah menunjukkan bahwa banyak
siswa yang tidak menyukai matematika karena dianggap sebagai bidang studi
yang paling sulit, sehingga mengakibatkan rendahnya nilai matematika

2 disekolah. Salah satunya adalah Student Teams Achievement Division (STAD). Hal ini karena dinamika kehidupan selalu berubah. Inti dari STAD adalah guru menyampaikan suatu materi. Sehingga dibutuhkan usaha yang ekstra keras agar matematika bisa sukai oleh siswa. maupun menawarkan alternatif ide. mengklasifikasi ide. di mana siswa dikondisikan untuk aktif secara fisik dan mental. setelah selesai mereka . pendekatan. Para pendidik senantiasa ditantang untuk terus berinovasi dan berkreasi melakukan pendidikan dalam rangka menciptakan kehidupan yang lebih baik. model. Pembelajaran kooperatif banyak sekali macamnya. Selama proses tukar pendapat. Tidak terkecuali kualitas proses pendidikan matematika di sekolah. pengajaran berbasis inkuiri. kemudian para siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri dari 4 atau 5 orang yang bersifat heterogen untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. dan metode yang dikembangkan secara inovatif dan kreatif. Salah satu pendekatan dalam rangka memberikan aktivitas kelompok adalah pendekatan pembelajaran kooperatif. Melalui aktivitas mental inilah diharapkan terciptanya kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pembelajaran. sehingga tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan senantiasa berubah dan semakin kompleks. Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan oleh guru melalui pembelajaran kontekstual antara lain pengajaran berbasis masalah. 2003:55). sharing informasi maupun adu argumentasi yang berlangsung dalam pembelajaran kooperatif. Untuk mencapai usaha tersebut diperlukan adanya berbagai upaya yang terencana dalam melaksanakan strategi. setiap siswa berkesempatan untuk mengekspresikan apa yang dipahaminya kepada orang lain. pengajaran kooperatif. pengajaran berbasis proyek/tugas. dan pengajaran berbasis jasa layanan (Nurhadi. pengajaran berbasis kerja. teknik.

maka identifikasi masalahnya adalah sebagai berikut: 1. 2003:260). Adakah pengaruh dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa? 3. Apakah terdapat hubungan antara kegiatan pembelajaran yang sinergis dengan prestasi belajar matematika siswa? 2. maka penulis membatasi masalah hanya pada pengaruh penerapan model pembelarajan terhadap prestasi belajar matematika siswa. 3 menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok kepada guru (Suherman. Apakah ada pengaruh penerapan model pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika siswa? C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan. Batasan Masalah Menyadari masalah yang berkaitan dengan pembelajaran matematika sangat kompleks dan keterbatasan waktu yang dimiliki penulis dalam penelitian. Penulis membatasi materi pelajaran yang akan disampaikan yaitu hanya pada pokok bahasan pecahan. maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Adakah pengaruh kegiatan pembelajaran yang aktif terhadap prestasi belajar matematika siswa? 4. Apakah terdapat pengaruh antara strategi pembelajaran yang tepat dengan prestasi belajar matematika siswa? 5. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. B. Bagaimanakah prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)? . D.

Bagi siswa . Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1. maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : 1. Bagi peneliti Penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan peneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan dapat menjadi wahana yang inovatif dalam kegiatan pembelajaran. 2. 3. 4 2. Adakah pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap prestasi belajar matematika siswa? E. Bagaimanakah prestasi belajar matematika siswa yang tidak menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)? 3. 2. Bagi guru Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) ini dapat menjadi alternatif pemilihan model pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). F. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa yang tidak menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap prestasi belajar matematika siswa. 3.

5 Siswa semakin termotivasi untuk belajar karena partisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan suasana pembelajaran semakin variatif dan tidak monoton sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. 5. . Bagi sekolah Dapat memberikan sumbangan yang baik pada sekolah dalam rangka perbaikan atau peningkatan mutu pembelajaran. Bagi masyarakat Penelitian ini dapat dijadikan sumbangan pemikiran dalam perbaikan mutu pembelajaran matematika dan pengembangan penelitian selanjutnya. 4.