Anda di halaman 1dari 153

PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT STATISTISI

(Lampiran Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 147 Tahun 2003
Tanggal 2 Desember 2003)

I. PENDAHULUAN

Petunjuk Teknis Penilaian Angka kredit Statistisi ini dimaksudkan untuk menjadi
pedoman yang lebih rinci bagi Statistisi, anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang
berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman dalam pelaksanaan
penilaian kegiatan Statistisi dan angka kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang
menduduki Jabatan Fungsional Statistisi pada instansi Pemerintah di pusat dan di daerah.

Dalam Keputusan ini diatur tentang kegiatan statistisi yang dapat dinilai dalam rangka
pelaksanaan Jabatan Fungsional Statistisi dan angka kreditnya pada unit kerja statistik
instansi pemerintah di pusat dan daerah.

II. PENJELASAN UMUM
1. Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan
penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh
pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
2. Analisis Statistik adalah penelaahan dan penguraian atas data hingga
mengahasilkan simpulan-simpulan.
3. Analisis Statistik Sederhana adalah penelaahan dan penguraian atas tabel dan
atau grafik sederhana hingga memberikan gambaran yang jelas.
Contoh : analisis tabel atau grafik.

4. Analisis Statistik Mendalam adalah penguraian suatu pokok atas berbagai
bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian
dengan menggunakan metode statistik inferens untuk memperoleh gambaran
yang tepat.
5. Analisis Statistik Deskriptif Satu Sektor adalah penguraian suatu sector atas
berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri untuk memperoleh
gambaran yang tepat.

1

6. Analisis Statistik Deskriptif Lintas ektor adalah penguraian beberapa sector
dan berbagai bagiannya serta penelaa han sector itu sendiri maupun hubungan
antar sector untuk memperoleh gambaran yang tepat.
7. Analisis Statistik/Analtik Satu Sektor adalah penelaahan dan penguraian
secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas sector
hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.
8. Analisis Statistik/Analitik Lintas Sektor adalah penelaahan dan penguraian
secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data
lintas sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.
9. Pengembangan Statistik adalah memajukan statistik yang meliputi :
a. konsultasi statistik;
b. pengarahan statistik;
c. penyebarluasan statistik; dan
d. pengembangan metode atau system statistik
10. Statistik Kelembagaan adalah statistik yang diselenggarakan oleh badan,
instansi pemerintah maupun swasta.
11. Konsultasi statistik adalah suatu kegiatan memberikan masukan atau input
dalam penerapan ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan
pengembangan statistik kelembagaan.
12. Pengarahan statistik adalah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk
dalam suatu kegiatan statistik dengan materi yang sudah disiapkan
sebelumnya.
13. Penyebarluasan statistik adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk
mensosialisasikan suatu kegiatan statistik baik yang akan dilaksanakan
maupun yang telah dilaksanakan.
14. Inovasi metode statistik adalah melakukan suatu terobosan/penemuan baru
metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal
sebelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan
meningkat kualitas metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau
yang sudah dikenal sbelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat
memperbaiki dan meningkatkan kualitas metode statistik

2

15. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
semua unit populasi di suatu daerah tertentu untuk memperoleh karekteristik
suatu populasi pada saat tertentu.
16. Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan
sampel untuk memperkirakan karekteristik suatu populasi pada saat tertentu.
17. survey Terstruktur adalah cara pengump ulan data yang dilakukan dengan
daftar pertanyaan yang telah ditentukan dan alternative jawaban yang sudah
tersedia.
a. Survei terstruktur sederhana (terdiri dari 1 s/d 3 halaman)
b. Survei terstruktur sedang (terdiri dari 4 s/d 7 halaman)
c. Survei terstruktur komplek (lebih dari 8 halaman)
18. In-depth interview adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui
pencacahan sampel dengan menggunakan daftar inti pernyataan dimana
semua informasi yang akan dikumpulkan harus dikembangkan sendiri oleh
pewawancara in-depth interview ini dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu :
a. In-depth interview sederhana adalah cara pengumpulan data primer yang
menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan
pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan.
b. In-depth interview sedang adalah cara pengumpulan data primer yang
menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan
pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan dan
memerlukan perhitungan tersendiri dalam pengumpulan datanya.
c. In-depth interview komplek adalah cara pengumpulan data primer yang
menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan
pertanyaannya berdasar kerangka teori tertentu yang telah dikuasai oleh
pencacah.
19. Pengamatan atau Obsevasi adalah pengumpulan data yang dilakukan secara
langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, pengalihan dan
perhitungan.
20. Data administrasi adalah catatan administrasi yang ada pada pemerintah atau
swasta, lembaga atau perorangan.

3

21. Kompilasi data administrasi adalah cara pengumpulan data melalui
pemungutan data administrasi pada satu atau beberapa instansi
pemerintah/lembaga.
22. Obyek Statistik adalah sasaran dari suatu kegiatan pengumpulan data.
23. Wilaya obyek statistik sensus/survey adalah wilayah geografisyang
mempunyai batas-batas yang jelas yang dipakai sebagai dasar penelitian.
Wilayah ini bisa berupa wilayah dalam pengertian administrative, seperti : RT
ataupun RW maupun wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian,
seperti: segmen atau blok sensus.
24. Wilayah kerja adalah wilayah yang menjadi beban tugas seorang pejabat
statistisi, bisa berupa wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk
keperluan penelitian.
25. Non wilayah kerja adalah wilayah tugas seorang pejabat statistisi yang bukan
berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan
penelitian.
26. Kerangka penarikan sampel adalah daftar yang berisi nama wilayah
kerja/perusahaan/kepala rumahtangga/ obyek statistik lainnya dengan
beberapa identitas pokok sebagai dasar dalam penarikan sampel.
27. Mengkaji adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/permasalahan
secara lebih dalam, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu
formulasi untuk meningkatkan mutu dari kegiatan yang sedang dikaji.
28. Mengevaluasi adalah melakukan penilaian dari suatu kegiatan yang telah
dilakukan dengan tujuan dapat memberikan masukan perbaikan dari kegiatan
yang sedang dievaluasi.
29. Kerangka kegiatan analisis adalah suatu bagan atau alur tahapan kegiatan
analisis dengan tujuan menyeragamkan dan mempermudah atau
memperlancar kegiatan tersebut.
30. Indikator dan ukuran statistik adalah angka yang menunjukan cirri suatu
populasi.
31. Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas atau lainnya yang menunjukan
letak tanah, laut, sungai, gunung, arah mata angina, dsb; denah; reprensentasi

4

melalui gamb ar dari suatu daerah yang menyatakan sifat-sifatseperti batsan
daerah, sifat permukaan.
32. Sketsa peta wilayah obyek statistik (peta analog) adalah peta yang dibuat
secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar,
baik menggunakan peta dasar ataupun tidak.
33. Peta Termatik adalah peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensual,
survey, data sekunder atau hasil observasi, informasi yang ditampilkan pada
peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian
atau lainnya.
34. Peta Digital adalah peta yang tediri dari sekumpulan file yang memuat unsur
dasar pembuatan peta, yaitu titik, garis, serta ruang dimana masing-masing
unsur dasar pembuatan peta tersebut sudah ditandai sesuai dengan kode
wilayah administrasi yang tersimpan dalam media computer.
35. Monografi adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus, survey, data
sekunder atau hasil observasi dalam bentuk tabel atau grafik melalui media
dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca.
36. Peta Indeks adalah peta yang menapilkan urutan sistemtik wilayah sesuai
dengan kode wilayah administrasi.
37. Rancangan jadwal Kegiatan adalah rancangan jadwal yang disusun oleh
pejabat statistisi melakukan kegiatan sensus/survey, kompilasi data
administrasi dan obsevasi yang akan dilak ukan, meliputi uraian kegiatan dan
waktu pelaksanaan.

III. KEGIATAN YANG DAPAT DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

A. UNSUR KEGIATAN UTAMA
1. UNSUR PENDIDIKAN
a. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah
PEndidikan sekolah dimasudkan adalah pendidikan formal baik di
dalam maupun di luar negeri pada Sekolah Lanjutan Tingkat atas atau

5

perguruan tinggi atau setara yang terakreditasi oleh Departemen
Penidikan Nasional.

Untuk pengangkatan pertama, gelar/ijazah diberikan angka kredit
sebesar 25 untuk SLTA dan Diploma I, 40 untuk Diploma II, 60 untuk
Diploma III, 75 untuk S1, 100 untuk S2, dan 150 untuk S3. Sedangkan
Statistisi yang memperoleh gelar jejang pendidikan lebih tinggi setelah
ia diangkat sebagai statistisi, angka kredit yang diberikan adalah
selisih antara angka kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut
dengan angka kredit ijazah yang pernah dilai sebelumnya.

Contoh:

Ahmad, Statistisi Pelaksana Pemula, dengan angka kredit SLTA pada
pengangkatan pertama sebesar 25. Dalam masa jabatan Statistisinya ,
dia berhasil memperoleh ijazah D-III, maka ybs memperoleh
tambahan angka kredit dari pendidikan sebanyak 60-25 = 35.

Bukti fisik :

1. Fotocopy ujazah dan transkip (daftar nilai dari matakuliah yang
dilegalisir oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan
dan ketentuan yang berlaku bagi pengangkatan pertama
angkakredit.
2. Fotocopy Surat Tugas atau Ijin Belajar bagi Statistisi yang
meningkatkan pendidikan.

b. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional/Penjenjangan di Bidang
Statistik dan Memperoleh Surat Tanda tamat Pendidikan dan Pelatihan
(STTPP).
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Statistisi terdiri dari :

6

641. e. 31 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 angka kredit. 10 – 30 jam pelajaran memperoleh 0. sebagaimana Lampiran 1 Kep MenPAN No. Bukti fisik : STTPP yang dikeluarkan oleh penyelenggara diklat terakreditasi dan surat penugasan mengikuti diklat.1. b. g. Dasar Pemberian Angka Kredit : Kepada Statistisi yang telah menyelesaikan diklat bidang statistik. 81 .STATISTISI TERAMPIL 7 . f. diberkan angka kredit yang bersarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1jam pelajaran + 45 menit) yaitu : a.640 jam pelajaran memperoleh 6 angka kredit. c. 2.PAN/4 2003. Apabila dalam STTPP lamanya pendidikan hanya tertulis dalam satuan hari. . 461. 161. dan . d.460 jam pelajaran memperoleh 3 angka kredit. Diklat Teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi di bidang Statistik.5 angka kredit.960 jam pelajaran memperoleh 9 angka kredit. Lebih 960 jam pelajaran memperoleh 15 angka kredit. PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI STATISTIK 2. 37/KEP/M. Diklat Fungsional yang bersifat wajib dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jabatan Statistisi pada pengangkatan pertama (Kursus Statistik Dasar dan Kursus Statistik Lanjutan).160 jam pelajaran memperoleh 2 angka kredit. maka satu hari diperhitungkan + 8 (delapan) jam.

Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Penyelia) Menyiapkan data input yang memenuhi kreteria yang ditentukan dengan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menetukan sampel wilayah kerja. Sensus /Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei : (a) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0. Penyiapan Data Input (Angka Kredit 1.80. semester II: Juli s/d Desember). 8 . meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit.a. Bukti fisik : Laporan penyiapan Data input.08. Jakarta Timur. Contoh : Sutjipto. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey. ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester 1 tahun 2003.2) (c) Statistisi Penyelia (Angka Kredit) 0. (2) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di Bidang : (a).4) Jadwal kegiatan sensus/survey dimaksud adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan.08) (b) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0.

terdapat 50 desa yang SD-nya memiliki fasilitas perpustakaan. Statistisi Penyelia pada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun ditugaskan untuk menyusun data fasulitas perpustakaan SD menurut desa.06. Statistisi Penyelia) Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah kerja suatu kegiatan survey ditentukan. Bukti fisik: 9 .38. Contoh : Dalam rangka survey minat baca murid sekolah dasar. maka Fajar Handayani memperoleh angka kredit sebesar 0. (c) Memeriksa hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Menentukan sampel wolayah kerja sesuai dengan metode statistik yang telah ditentukan. Contoh : Fajar Handayani. Dari 80 desa yang ada di Kabupaten Madiun. Purwanto. dalam hal ini Purwanto mendapatkan angka kredit sebesar 1. telah menarik sampel desa dalam rangka survey minat baca di kalangan murid sekolah dasar di Kabupaten Madiun. Statistisi Pelaksana Lanjutan. (b) Penarikan Sampel (Angka Kredit 0.38. untuk dijadikan data input wilayah kerja. Bukti fisik: Laporan Penarikan Sampel.08.

Statistisi Pelaksana Lanjutan) c.06.06.06. Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0. Kabupaten/kota dan 10 . Statistisi Penye lia) Pengaturan dokumen sensus/survey yang akan digunakan dalam kegiatan sensus/survey tingkat kecamatan. Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh : Ahmad. Statistisi Pelaksana) b. maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0.02. Statistisi Penyelia) Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah ker ja suatu kegiatan survey ditentukan. memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani.004. Bukti fisik : Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh: Ahmad. Statistisi Penyelia di Kabupaten madiun. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani. Statistisi Penyelia di Kabupaten Madiun. (4) Mengatur Alokasi Dokumen Sensus/Survei: a.06. (3) Memeriksa Hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0. maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.

Sedangkan Statistisi yang berkedudukan pada tingkat Kecamatan. (5) Merekrut Petugas Pelaksana Sensus/Survei: a. dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat propinsi atau kabupaten/kota atau kecamatan.03. Penghitungan angka kredit untuk kegiatan ini berdasrkan jenis dokumen yang dialokasikan. Statistisi Penyelia) Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi secara langsung petugas yang akan terlibat dalam 11 .02. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Ngestiharjo. Kabupaten Bantul telah mengatur alokasi dokumen survey. Dengan demikian bagi Statistisi yang berkedudukan di pusat. tingkat propinsi yang meliputi penghitungan kebutuhan dokumen dan membuat daftar alokasi dokumen sesuai dengan beban tugas masing. Dokumen yang dialokasikan sebanyak 500 kuesioner di Kecamatan Ngestihajo.masing wilayah kerja. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. bukan berdasarkan jumlah dokumennya. hanya dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat kecamatan.004 = 0. terdiri dari 250 dokumen Daftar-1 150 dokumen kredit sebesar 3 x 0. Contoh: Sutrisno. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Daftar alokasi dokumen per wilayah.012. Statistisi Pelaksana Lanjutan b.

Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0.02. Statistisi Penyelia pada BPS Kota Makasar telah merekrut petugas yang akan diterjunkan pada kegiatan Survei Sosial Ekonomi Nasional Kota Makassar. (6) Memberikan Pelatihan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: a. Contoh: Andi Kumia.9. 12 . Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas. pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten/kota Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasi per wilayah.03 = 0. Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang. Statistisi Penyelia) Melatihan pemeriksa/pengawas kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner tersturktur untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan suatu kegiatan pencacahan atau pengolahan sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. maka Andi Kurnia mendapat angka kredit sebesar 30 x 0.

Petugas Pencacahan ( Angka Kredit 0.64 b.01 = 0. Statistisi Penyelia) Melatih petugas pencacah untuk dapat melakukan pencacahan dengan in-depth interview (teknik wawancara mendalam) tingkat sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyyan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey 13 .02 = 0.16 (7) Memberikan Pelatihan Survei In Depth Interview bagi Petugas Pencacah (angka Kredit . Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Garut ditugaskan untuk melatih petugas pengolah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional di garut selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 4 jam perhari.01. Dengan bukti fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas pelatihan maka Isnaini mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas pencacah sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat melakukan pengumpulan data atau pengolahan kegiatan sensus/survey sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ajat Sudrajat. Isnaini Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi Nasional selama 4 hari di Padang dengan jumlah jam latihan 8 jam perhari. maka Ajat Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 4 x 0.

02.01.4 (b) Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan . Statistisi Penyelia pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur ditugaskan untuk melatih petugas survey in-depth interview Persepsi Konsumsi Kopi di Surabaya selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam perhari.02 = 0.02 = 0.32 (8) Mengikuti Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur sebagai : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. Contoh : Nona Niode. Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surta tugas Contoh : Nurhadi. Dengan demikian maka Nurhadi mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 10 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) 14 . Statistisi Penyelia pada BS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis Survei Sosial Ekonomi Nasional di Gorontalo selam 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 10 jam per hari.

Statistisi Pelaksana pada kecamatan Duren Sawit. Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu memeriksa/mengawasi jalannya pelaksanaan lapngan atau pengolahan hasil sensus/survey yang dilakukan oleh petugas pelaksana Bentuk fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh : Ahmad Saleh.01 = 0. Statistisi Pelaksana) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey agar mamapu melaksanakan pencacahan lapangan atau pengelohan hasil sensus/survey. Contoh : Ngadimun. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. ditugaskan untuk mnegikuti pelatihan sebagai pelaksana pendataan Pedagang Kaki Lima selam 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam 15 . BPS kota Jakarta Timur. maka Ahmad Saleh mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0.004. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sumbawa ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi Nasional di Mataram selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jan per hari.16 (c) Pelaksana (Angka Kredit 0.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas 16 .02 = 0.004 = 0.I. maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi D. Yogyakarta ditigaskan untuk mengikuti pelatihan sebagain pemeriksa/pengawas in depth interview masalah kemiskinan di Yogyakarta selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam per hari.01 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaannya.64 (b) Pelaksana (Angka Kredit 0. per hari.128 (9) Mengikuti Pelatihan Survei In-depth Interview sebagai : (a) Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas survey in-depth interview agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan surevei in depth interview yang dilakukan oleh petugas pelaksana Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh : Sigit Budoyo.02. maka Sigit Budoyo mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.

Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sleman ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview masalah Narkoba di Yogyakarta selama 3 hari dengan jumlah jam pelatihan 7 jam per hari. Conto h: Neti. maka Irwanto mendapatkan angka kredit sebesar 0.01 = 0.08 (b) Rumahtangga (Angka Kredit 0. maka Neti mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 7 x 0. Bentuk Fisik: Laporan pembuatan kerangka sample Contoh: Irwanto statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS kota Jakarta Timur ditugaskan untuk membuat kerangka sample survey Perusahaan Industri kecil di Jakarta Timur.08 statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat perusahaan/lembaga pada wilayah tertentu yang akan dijadikan obyek penelitian suatu survey.21 (10) Membuat Kerangka Penarikan Sampel untuk : (a) Perusahaan/Lembaga (Angka Kredit 0. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu.08 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat rumahtangga pada wilayah tertentu yang akan 17 .

028 = 0. Bukti fisik: Laporan melakukan pengenalan wilayah obyek statistic Contoh: Arifin. Bentuk Fisik : Laporan pembuatan kerangka sample Contoh : Nunung. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu. melakukan pengenalan wilayah obyek statistic dalam rangka survey social Ekonomi Nasional di Kabupaten Ciawi. satukan wilayah yang diidentifikasi sebanyak 3 blok sensus. maka Arifin mendapatkan angka kredit sebesar 3x 0. Dengan bukti daftar kerangka sample tersebut maka Nunung mendapatkan angka kredit sebesar 0. BPS Kabupaten Bogor. dijadikan obyek penelitian suatu survey. statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan identifikasi batas-batas wilayah obyek statistic baik batas alam maupun batas buatan sehingga mudah dikenali dan tidak ada terlewat cacah.028. (11) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon ditugaskan untuk membuat kerangka sample survey Pelanggan Telepon yang didasarkan pada buku Telepon di Cirebon.084 18 . ststistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Ciawi.08.

Bukti fisik : Laporan hasil pendaftaran Contoh : 19 . BPS Kabupetan Dairi.(12) Melakukan Pendaftaran (Listing) obyek statistic Sensus/survei berupa: (a) Rumahtangga/Bangunan (angka kredit 0. Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 90 rumahtangga/bangunan. Statistisi Pelaksana) Melakukan pendaftaran (Listing) terhadap semua perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya. Statistisi Pelaksana Pemula kecamatan sidikalang.001 = 0. ditugaskan untuk melakukan pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Blok Sensus 07B.001 Statistisi Pelaksana Pemula) melakukan Pendaftaran (Listing) terhadap semua rumahtangga atau bangunan dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya Bukti Fisik: Laporan hasil pendaftaran (listing) Contoh : Poltak Sitorus.09 (b) Perusahaan/Usaha (Angka Kredit 0.008. maka Poltak Sitorus mendapatkan angka kredit sebesar 90 x 0.

20 . maka La Ode Musarafa mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0. Tumpak Simbolon.005 = 0. BPS Kabupaten Deli Serdang.008 = 0. melakukan pendaftaran perusahaan/usaha dalam rangka SurveiUsaha Terintegrasi pada Blok Sensus 01B Kecamayan Lubuk Pakam Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 35 perusahaan/usaha. Dari bukti Laporan hasil pendaftaran diperoleh 20 persimpangan. Statistisi Pelaksana di Kecamatan Lubuk Pakam. Buksi fisik : Laporan hasil pendaftaran Contoh : La Oda Musarafe. Statistisi Pelaksana Pemula pada Dinas Perhubungan Kota Makssar ditugaskan utnuk melakukan pendaftaran Survei Kebutuhan lampu Pengatur Lalu Lintas di Kota Makassar.2.1. Statistisi Pelaksana Pemulan) Melakukan pendaftran (listing) terhadap semua obyek statistik selain rumah tangga atau perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya. maka Tumpak Simbolon mendapatkan angka kredit sebesar 35x 0.005. Unit pendaftran yang digunakan adalah persimpangan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas. (c) Lainnya (Angka Kredit 0.

Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan.04.07. 21 . Dengan bukti hasil pemerikasaan daftar listing dari 10 Blok Sensus. Contoh : Umar Bakrie. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemerikasaan untuk mengetahui tingkat kesahihan. konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya. konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing rumahtangga/bangunan yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya.07 = 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kesahihan.70 (b) Perusahaan/Usaha (Angka Kredit 0.(13) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Statistik Sensus/Survei berupa : (a) Rumahtangga/Bangunan (angka Kredit 0. Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Wonogiri melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional di Kabupaten Wonogiri. maka Umar Bakrie mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0.

(c) Lainnya (Angka Kredit 0.16. 22 . Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Perhubungan Propinsi Bali melakukan pemerikhaan hasil pendaftaran persimpangan jalan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas di Kota Denpasar. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Semarang melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran perusahaan/usaha dalam rangka Survei Usaha Terintegrasi.04. maka Ketut Suwarsana mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0. Dengan bukti Laporan hasil pemeriksaan sebanyak 4 daftar listing.04 = 0. Dengan bukti laporan hasil pemeriksaan sebanyak 15 daftar listing. Contoh : Ketut Suwarsana. Contoh : Sumarsono. konsistensi dan kebenaran daftra listing obyek statistic selain rumahtangga atau perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya. maka Sumarsono mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0. Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kesahihan.04 = 0.6.

17. Yudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0. ditugaskan melakukan panarikan sample rumahtangga dalam rangka Susenas Tahun 2003 sebanyak 3 blok sensus. Dengan laporan kegiatan ini.17 = 0. (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Contoh : Yudi Hartono. Bukti fisik : Laporan penarikan sanmpel dalam bentuk daftar sample. Bukti fisik : 23 . Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyek statistic yang bukan berdasarkan wilayah kerja misalnya wilayah administrasi. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Batu Ampar.03.51. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyektif statistik berdasarkan wilayah kerja yang dibentuk untuk keperluan penelitian. BPS Kota Batam.(14) Melakukan Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik : (a) Wilayah Kerja (Angka Kredit 0.

Handoyo mendapatkan angka kredit sebesar 0.masing sample pada daftar sample yang dilaporkan telah diberikan identitas yang jela serta obyek statistic tersebut ada dalam kerangka penarikan sample yang digunakan.04. 24 . (15) Memeriksa Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik: (a) Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Dengan bukti lpaoran kegiatan ini. Dari laporan hasil kegiatan ini.04. Bukti Fisik: Laporan hasil pemeriksaan penarikan sample Contoh : Handoyo Statistisi Penyelia pada BPS Kota smarang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan hasil penarikan sample Survei Sosial Ekonomi Nasional dari satu wikayah kerja (blok sensus). I ketut Sudimawa mendapatkan angka kredit Sebesar 0.02 Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cara pengambilan sample telah sesuai dengan metode yang ditetapkan masing. Laporan penarikan sampel dalam bentuk daftar sample.03. Contoh : I Ketut Sudimawa Statistisi Pelaksa Lanjutan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Propinsi Bali ditugaskan untuk melakukan penarikan sampel hotel berbintang dalam rangka Survei Penyerapan Tenaga Kerja Asing tahun 2003 di Wilayah Bali.

Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1s/d3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (b) Terstruktur Sedang (angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana) 25 . Serang melakukan pembuatan sketsa peta blok sensus untuk kecamatan Cikonde.004.20 Statistisi Pelaksana) Membuat sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke wilayah obyek statistic yang akan digambar.(16) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Statsistik Sensus/Survei atau Peta analog (angka Kredit 0.12 (17) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/survey dengan Obyek Rumahtangga : (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah terkecil di bawah desa/kelurahan.008.02 = 0. Statistisi Pelaksana pada BPS Kab. Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah obyek statistic Contoh : Muwardi. Muwardi telah membuat sebanyak 6 sketsa peta blok sensus. maka kredit yang yang diperole hnya sebesar 6 x 0. baik menggunakan peta dasar ataupun tidak.

Rusniansyah.02 Statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topic yang sederhana (e) In Depth Interview Sedang (Angka Kredit 0.03 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (d) In Depth Interview sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Banjarmasin melakukan pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner secara terstruktur komplek pada kegiatan survei biaya hidup. Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.03 = 0. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 12 x 0. Rusniansyah telah melakukan pencacahan senabyak 12 rumahtangga.36 26 .04 statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada tofik sederhana yang memerlukan perhitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya Bukti Fisik: Laporan Jumlah rumahtangga yang disurvei Contoh: .

32 (18) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0.02 = 0. Yongki Manupati melakukan pencacahan sebanyak 8 rumahtangga. melakukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sedang pada survey konsumsi kopi. Statistisi Pelaksana) Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman ) dan alternative jawatan yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka kredit 0.2 .06 Statistisi Pelaksana Lanjutan) 27 . maka angka kredit yang diperolehnya sebasar 10 x 0. Muladi melakukan pencacahan sebanyak 10 rumahtangga. Statistisi Pelaksana Pemula Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 8 x 0.008. Yongki Manupati. Muladi.02.04 = 0. . Statistisi Penyelia pada BPS kota Medan melaukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sederhana pada survey persepsi komsumsi kopi. Statistisi peneyelia pada BPS Propinsi Papua.

06. melakukan pengumpulan data primer secara tersturktur komplek pada Survei Tahunan Industri Besar Sedang di Kota Palembang. 28 . 1 Kuesioner terdiri 2 halaman yang terisi data. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topik yang sederhana.depth interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada topic sederhana yang memerlukan penghitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya. Statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer i.1. Bukti fisik: Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang disurvei.001 = 2. (d) In Depth Interview Sederhana (Angka Kredit 0.315 x 2 x 0. Nazaruddin Kiemas telah melakukan pencacahan sebanyak 10 perusahaan industri. Nazaruddin Kiemas. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Palembang. Contoh: . maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 1. (e) Indepth Inteview Sedang (Angka Kredit 0.6. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 10 x 0.06 = 0.63 Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dan alternative jabawan yang sudah tersedia.

Pieter Sondakh. pada Survei Kualitas Produk Industri Makanan Olahan di Kota Manado.06 = 0. . (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0. melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sederhana. Pieter Sondakh telah melakukan pencacahan sebanyak 2 perusahaan industri.06. Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 29 . maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 2 x 0. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (19) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek rumahtangga yang sedang dilaksanakan.06. Statistisi Penyelia pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Sulawesi Utara.01. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.12. (b) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.

Baharsyah telah melakukan pengawasan sebanyak 22 rumah tangga. halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.02. Contoh: Baharsyah. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survey. 30 . (20) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha yang sedang dilaksanakan. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Kalimantan Selatan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Survei Biaya Hidup (setiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di kota Banjarmasin. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 22 x 0.06 = 1. Statistisi Pelaksana Lajutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.32. (a) Terstruktur Sederhana( Angka Kredit 0.01.

Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan. melakukan pengawasan pelaksanaan Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumatera Selatan. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0.06. Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survei Contoh : Iwan Isanto.06 = 1. 31 . Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.38. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0. maka angka angka kredit yang diperoleh sebesar 23 x 0. Iwan Isanto telah mengawasi sebanyak 23 perusahaan. (21) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua rumah tangga yang menjadi obyek sensus/survey didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner sudah dijawab dengan benar sesuai dengan petunjuk pengisian/pedoman.003.

48.016. (22) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/ Usaha: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua perusahaan/lembaga/usaha yang menjadi obyek sensus/survey sudah didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner 32 .005.16 = 0. Baharsyah telah memeriksa sebanyak 30 rumah tangga. Contoh : Baharsyah. Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Kalimantan Selatan melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data Survei Biaya Hidup (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Kota Banjarmasin. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 30 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) demikian alternative jawaban yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0.

Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah dintentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0. Contoh : 33 .002.016. (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0.sudah dijawab dengan benar sesuai dengan petunjuk pengisian/pedoman. Statistisi Penyelia) Melakuka n pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey.004.

Contoh: Muwardi. maka Muardi memperoleh angka kerdit sebesar 16 x 0. Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah. melakukan pemerikasaan hasil pengumpulan data Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumater Selatan. Statistisi Pelaksana lanjutan Kecamatan Cikonde. maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 27 x 0. BPS Kabupaten Serang. (23) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistisi Sensus / Survei atau Peta Analog (Angka Kredit 0. Kecamatan Cikonde terdiri dari 16 desa. Statistisi Penyelia) 34 .016 = 0. melakukan pembuatan sketsa peta desa/kelurahan. Iwan Isanto. (24) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei atau Peta analog (Angka Kredit 0. Iwan Isanto telah memeriksa sebanyak 27 perusahaan. Statistisi Penyelia Pelaksana Lanjutan) Membuat Sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah minimal tingkat desa/kelurahan.96.43. baik menggunakan peta dasar atau pun tidak. Dari pembuatan 16 sketsa peta/kelurahan.4.4.06 = 0. Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan.

Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sketsa peta wilayah obyek statistik yang telah dibuat telah sesuai kondisi wilayah keadaan terakhir seperti batas-batas alam dan batas- batas buatan. (25) Mengelola Peta Analog Sensus/ Survei secara Manual (Angka Kredit 0. Contoh : Sahroni. BPS Kabupaten Serang.03 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengelola peta analog sensus/survey secara manual adalah kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta analog sensus/survey dalam media tertentu dalam periode 1 (satu) tahun kalender. ditugaskan melakukan pemeriksaan sketsa peta desa untuk Kabupaten Serang. Contoh : 35 . Statistisi Penyelia. yang terjaga keberadaannya. terpelihara serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan sensus/survey selanjutnya. Bukti fisik : Laporan pemeriksaan sketas peta wilayah.04 = 0. telah memeriksa sebanyak 24 sketsa peta desa sehingga ia mendapatkan angka kredit sebesar 24 x 0. Bukti fisik : Laporan pengelolaan peta analog suatu wilayah.96. Sharoni.

06 = 3. Peta tematik adalah peta wilayah kerja dengan dilengkapi informasi data hasil kegiatan sensus/survey. Statistis i Pelaksana di Subdit Pemetaan BPS. agar terjaga keberadaannya serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan selanjutnya. Besaran angka kredit 0. (26) Mengelola Peta Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Laporan pengelolaan peta digital suatu wilayah. Mudori telah mengelola sebanyak 60 peta analog selama tahun 2002. Matsani telah mengelola sebnyak 3 jenis peta dari 20 propinsi selama 1 (satu) tahun. Mundori.012. Statistisi Pelaksana Lanjutan Kabupaten Bekasi ditugaskan melakukan pengelolaan peta analog. (27) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0.8.6.06. ditugaskan melakukan pengelolaan peta digital. Informasi yang ditampilkan pada peta bisa berupa jumlah atau symbo l dari 36 .06 adalah merupakan pengelolaan per jenis peta per propinsi.03 = 1. Maka Matsani akan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 20 x 0. maka angka kredit yang diperolehnya adalah 60 x 0. Contoh: Matsani. Statistisi Penyelia) Kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta digital sensus /survey dalam media computer dalam periode 1 (satu) tahun kalender. Statistisi Pelaksana).

012 merupakan nilai pembuatan peta tematik per tema. dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah 37 . (c) Terstruktur komplek (Angka Kredit 0. Terdiri dari 8 halaman atau lebih. (b) Terstruktur sedang (Angka Kredit 0. dan Penyandian (Coding) Kuesioner/ Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) Terstruktur sederhana (Angka Kredit 0. Peta tersebut dibuat dengan kreasi gambar dari obyek yang disajikan yaitu jumlah sapi. Statistisi Pelaksana Lanjutan). (28) Melakukan Penandaan (Marking). Pattiasina mendapat angka kredit sebesar 3 x 0. Penandaan (marking). Terdiri dari 1-3 halaman. Dari pembuatan 3 (tiga) jenis peta pematik tersebut. penyuntingan (editing). kuda dan kerbau sebagai tema. Penyuntingan (Editing).002. penduduk. Terdiri dari 4-7 halaman.001.008. hasil pertanian atau potensi desa lainnya. hewan. Besaran angka kredit 0. Contoh : Pattiasina.036. Statistisi Pelaksana di Propins i Maluku membuat beberapa peta tematik dari hasil Sensus Pertanian tahun 2003. Bukti fisik: Laporan pembuatan peta tematik pertema.012 = 0. Statistisi Penyelia). Statistisi Pelaksana Lanjutan).

penyuntingan dan penyandian kuesioner P4B. Statistisi Penyelia di Propinsi Banten menyelesaikan validasi dokumen survey Peternakan sebanyak 50 dokumen. Contoh : Wilson. 38 .016 Statistisi penyelia) Validasi pengolahan data sensus/survey secara manual adalah kegiatan pemeriksaan data silang secara manual terhadap kebenaran hasil pengolahan isian kuesioner. kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan validasi dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. diperhitungkan hanya untuk halaman yang terisi data.315 kuesioner dan tiap (29) Melakukan Validasi Pengolahan Data sensus/survey secara Manual (Angka kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jayapura. Besaran angka kredit 0. Wilson telah menyelesaikan sebanyak 1. Besaran angka kredit tersebut.016 adalah merupakan nilai validasi perhalaman yang diperbaiki. melakukan serangkaian kegiatan mulai dari penandaan. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang divalidasi Contoh : Budi. Bukti fisik : Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah.

statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual adalah membuat tabel dengan menggunakan media worksheet sebelum dituangkan dalam tabel. garis-garis. setiap dokumen terdiri dari 8 halaman. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0.018.16 (31) Merancang/Membuat Grafik kegiatan sensus/survey secara Manual ( Angka Kredit 0. Angka kredit yang diperoleh sebesar 20 x 0. lingkaran) secara manual. 39 . Jumlah halaman yang divalidasi adalah sebanyak 30 halaman. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Argawani membuat 10 tabel secara manual dari kegiatan Statistik Pertanian.016 = 0. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan di publikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah tabel yang dib uat dilengkapi dengan surat tugas Contoh : Agus.016. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat grafik kegiatan sensus/survei secara manual adalah penyajian data dalam bentuk lain selain angka- angka ( misalnya: balok.48 (30) Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual (Angka kredit 0.016 = 0.

09 (32) Merancang/membuat monografi kegiatan sensus/survey (Angka kredit 0.18 (33) Memindahkan data sensus/survey ke media Komputer (Data Entry) dengan Validasi (angka Kredit 0.002. Statistisi Pelaksana Lanjutan di kecamatan Argawuni membuat monogram data sensus penduduk di 10 desa.018 = 0. survey dalam bentuk tabel atau grafik melalui media dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca Bukti fisik: Laporan pembuatan monografi Contoh: Yahya.018 = 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Monografi kegiatan sensus/survey adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus. Statistisi Pelaksana) 40 . Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0. Statistisi Pelaksana lanjutan di kecamatan Argawuni membuat grafik hasil data seri kegiatan sensus penduduk sebanyak 5 grafik. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0. Grafik dimaksud adalah grafik yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti fisik: Laporan jumlah grafik yang dibuat dilengakapi dengan surat tugas Contoh: Jamilah.018.

print. Bukti Fisik : Laporan berupa jumlah halaman karakter yang di.entry 41 .001 per hala man setara dengan 250 karakter. Memindahkan data sensus/survey ke media computer (data entry) dengan validasi adalah memindahkan data dengan perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner.000 : 250) x 0.2 (34) Memindahkan Data sensus/Survei ke media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0. Setelah di.002 per halaman setara dengan 250 karakter. Besaran Angka kredit 0. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang di. terdiri 6 halaman. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data sensus/Survei ke media computer (data entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner.entry Contoh: Hasan. Angka kredit yang diperoleh Hasan sebesar (150. Statistisi pelaksana disub direktorat Statistik Harga Produsen telah memindahkan data survey Harga Produsen Pedesan Tahun 2003 dengan validasi ke media computer sebanyak 500 dokumen setiap dokume n yang dientry.000 karakter. jumlah karakter yang di-entry sebanyak 150. Besaran angka kredit 0.002 = 1.001.

02 statistisi Penyelia) Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas Bukti fisik : Laporan jumlah tabel yang diperiksa dilengkapi dengan surta tugas Contoh : Suhadi. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kabupaten Maros memeriksa seluruh tabel (200 tabel) yang akan dipublikasikan dalam kabupaten dalam angka tahun 2003.000 karakter.01 = 2 (36) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/survey: 42 . terdiri 6 halaman.001 = 0. Setelah di-print. Contoh : Bahdi. Statistisi Pelaksana di sub Direktorat statistik Ketenagakerjaan telah memindahkan data Survei Pekerja Anak Tahun 2002 tanpa validasi ke media computer sebnayak 500 dokumen.6 (35) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan disajikan: (a) Tabel data kecamatan (Angka Kredit 0.entry. Angka kredit yang diperoleh Bahdi sebesar ( 150. Setiap dokumen yang di. Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0.000:250) x 0.01 Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Tabel Data Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. jumlah karakter yang di-entry sebnayak 150.

94.tabel.06) (b) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0. me liputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam 43 . ulasan tabel dan grafik secara sistematis yang akan dipublikasikan Bukti fisik: Surat tugas penyusunan publikasi statistic Contoh: Jamhuri. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi : (a) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0.88 Statistisi Penyelia) Menyusun publikasi statistic hasil sensus/survei adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel. ulasan tabel dan grafik secara sistematis. (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka kredit 1. b. Angka kredit yang diperolah Jamhuri sebesar 1. sehingga menjadi bentuk buku yang akan dipublikasikan dengan judul statistic Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Maros 2003.88.15) (c) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0.3) Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat Statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan. statistisi penyelia di kabupaten Maros menyusun tabel-tabel.

Bukti fisik: Laporan jumlah halaman dari dikumen yang diolah. Contoh : Sutjipto. dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan administrasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data administrasi agar memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer.06. perioedesemesteran (semester I: Januari s/d Juni. Contoh: Jolali. Penyuntingan (editing).004 = 2. Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Penyelia) Penandaan (marking). ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan kompilasi data administrasi semester I tahun 2003.004.4. 44 . dan Penyandian (Coding) Hasil Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 600 x 0. setiap dokumen terdiri 1 halaman. semester II: Juli s/d Desember). Penyuntingan (Editing). (2) Melakukan Penandaan (Marking). Statistisi Penyelia di BPS Pusat menyelesaikan pekerjaan editing/coding sebanyak 600 dokumen. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi. Jakarta Timur.

setiap dokumen terdiri dari 1 halaman.03 = 1. Dengan laporan yang terdiri dari 50 halaman.03 Statistisi Penyelia) Validasi data sekunder dimaksud adalah mengecek keselisihan data sekunder atau hasil kegiatan administrasi yang dilakukan tanpa bantuan computer termasuk proses pengecekan pra computer. ditugaskan untuk melakukan validasi data jumlah pencari kerja yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja setempat. statistisi Pelaksana Lanjutan) 45 .006. Contoh: Sudrajat. Statistisi Penyelia. Jonggol menyelesaikan pengolahan data registrasi penduduk secara manual sebanyak 500 dokumen.5. (4) Melakukan Validasi Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0. maka Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0. Contoh: Loli. Statistisi Penyelia) Cuk up jelas. pada BPS Kabupaten Kutai. (5) Merancang/Membuat Tabel hasil Pengumpulan Data Sekuder secara Manual (Angka Kredit 0.006 = 3. Bukti Fisik: Laporan jumlah halaman dari dokumen yang diolah.(3) Melakukan Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0. Statistisi Pemula di Kab. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 500 x 0.016. Bukti fisik : Laporan jumlah halaman yang divalidasi.

Bogor Tahun 2000 – 2003 yang didasarkan pada publikasi BPS Kabupaten Bogor sebanyak 4 grafik. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah grafik. Bukti fisik : Laporan berisi dummy table (tabel kosong) Contoh : Diman.064. Statistisi Pelaksana lanjutan di Pemda Kabupaten Bogor membuat tabel hasil pengumpulan data Keluarga Sejahtera tahun 2001 sebanyak 5 tabel. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor ditugaskan untuk membuat grafik Pendapatan Perkapita Penduduk Kab. amaka Diman memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0. Dengan laporan ini Ainum memperoleh angka kredit sebesar 4 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat grafik berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelaporan/penyajian data hasil kegiatan administrasi.8.018. Contoh: Ainum. (6) Merancang/ Membuat Grafik Hasil Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0. 46 . Merancang/membuat tabel berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelapor/penyajian data hasil kegiatan administrasi.016 = 0.018 = 0.

Dengan laporan ini Basofi memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman atau jumlah karakter yang dientry. Statistisi Pelaksana Lanjutan di Pemda Kabupaten Bekasi ditugaskan untuk membuat monografi Desa Jatibening Tahun 2002.(7) Membuat Monografi Hasil Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data dengan validasi dimaksudkan adalah memasukkan data sekunder ke dalam media computer dengan validasi (perlakuan pemeriksan silang antar isian kuesioner).002. Contoh : Basofi. Penyajian data monografi dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui gambaran umum suatu wilayah pada waktu tertentu. (8) Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) dengan Validasi ( Angka Kredit 0. sebanyak 10 tabel.7. Contoh : 47 .07 = 0. Statistisi Pelaksana La njutan) Monografi yang dimaksud adalah pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah tabel yang disajikan.002 per halaman setara dengan 250 karakter.07. Besaran angka kredit 0.

012. 48 .002 = 0. Statistisi Pelaksana Pemula) Memindahkan data tanpa validasi dimaksud adalah memasukkan data sekunder ke dalam media computer tanpa pemeriksaan silang antar isian.001.02. dilampiri fotocopy sumbernya. Basirun Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Karawang ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Karawang sebanyak 10 halaman. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang di-entry. (10) Memindahkan Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0. Bukti fisik Laporan berisi data sekunder beserta jumlah daftar. (9) Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0.01. Contoh: Basiska Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Bandung ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Bandung sebanyak 10 halaman. Statistisi Pelaksana Pemula) Pengumpulan data sekunder adalah kegiatan pengumpulan data dari hasil kegiatan administrasi suatu instansi atau beberapa sumber data.001 = 0. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0.

maka Sutikno mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0.18. ditugaskan untuk melakukan pengumpulan data jumlah pencari kerja terdaftar yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja. Conto h: Sudirjo Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jakarta Selatan. Statistisi Penyelia) Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder dimaksudkan adalah merancang dan membuat serta menggandakan publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi/nasional.23. ditugaskan untuk menyusun publikasi Statistik Pendidikan Kecamatan jagakarsa Tahun 2002 dan publikasi Penduduk Jagakarsa 49 . pada BPS Kabupaten Karo. Bukti fisik: Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang. (11) Memeriksa Tabel yang Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 1. Statistisi Pelaksana Pemula. Dengan laporan yang terdiri dari 15 halaman.6. Contoh: Sutikno.012 = 0. untuk digunakan dalam publikasi Kabupaten Karo Dalam Angka Tahun 2002. jumlah sekolah dari Dinas Diknas setempat. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 2.

berdasarkan Hasil Registrasi Tahun 2002.6.2) Jadwal kegiatan observasi dimaksudkan adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan observasi yang akan dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni.46. semester II: Juli s/d Desember). (2) Mengatur Alokasi Peralatan Obeservasi pada: (a) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0.02. Dengan laporan rencana jadwal kegiatan itu maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0. Observasi/Pengamatan (1) Merancang dan membuat Jadwal Kegiatan Observasi oleh: (a) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Laporan berisi recana kegiatan.2 = 0. Dengan laporan yang terdiri dari 2 publikasi. Statistisi Pelaksana) (b) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. maka ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 1.004.1) (c) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0.04) (b) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0.23 = 2. Statistisi Pelaksana Lanjutan) 50 . c. Contoh : Sutjipto seorang statistisi Penyelia pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang di tugaskan merancang dan membuat jadwal 3 kegiatan observasi/pengamatan selama semester II Tahun 2003.

03. Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan.004 = 0. Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 2x0.015. Statistisi Penyelia) Mengatur alokasi peralatan observasi dimaksud adalah merancang dan membuat alokasi per jenis peralatan observasi di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi. Contoh: Djarih adalah seorang Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor. pengalihan atau penghitungan (observasi) baik pada tingkat kecamatan/kabupaten/kota maupun tingkat propinsi. Bukti fisik: Laporan berisi daftar alokasi jumlah peralatan yang dialokasikan. Statistisi Penyelia) Merekrut petugas pelaksana observasi adalah mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dengan cara pengukuran. untuk mencari 10 petugas observasi kepadatan 51 .06. ditugaskan. Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor. Contoh: Dendi. Statistisi Pelaksana) (b) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0. ditugaskan untuk melakukan alokasi peralatan obeservasi ubinan padi di 2 (dua) kecamatan.008. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (c) Tingkat Propinsi (angka Kredit 0.008. (3) Merekrut/Mengalokasikan Petugas Pelaksana Observasi pada: (a) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0. (c) Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0.

maka Djarih mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0. ditugaskan untuk melatih petugas observasi ubinan padi 52 . Contoh : Dedi seorang Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor. Statistisi Penyelia) Melatih pemeriksa/pengawas kegiatan observasi untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan dari suatu kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. (4) Memberikan Pelatihan Kegiatan Observasi bagi: (a) Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0. Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas. maka Robert mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Saltaranas (asal dan tujuan barang nasional) selama 4 hari di Padang. (b) Petugas Observasi (Angka Kredit 0.008 = 0. Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas.02 = 0.01.64.02. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas observasi untuk dapat melakukan kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Contoh: Robert.08. lalulintas di Kecamatan Ciawi.

02 = 0. (b) Pemeriks/Pengawas (Angka Kredit 0. (5) Mengikuti Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0. Bukti fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.01 = 0.32.32. Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan koordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.02. Contoh : 53 . Contoh: Nona Niode. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis observasi tentang Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari. selama 4 hari dan setiap hari 8 jam pelajaran.01. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan kegiatan observasi yang dilakukan oleh petugas pelaksana sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. maka Dedi mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.

08. Statistisi Pelaksana) Mengikuti Pelatihan sebagai petugas observasi agar mampu melaksanakan obsevasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. (c) Petugas Obsevasi (Angka Kredit 0. maka Ahmad Saleh mendaptkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0.128 (6) Membuat kerangka Penarikan Sampel Obyek Observasi (Angka Kredit 0.004.16. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Lampung Utara ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas kegiatan observasi Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Kerangka Penarikan sample dimaksud adalah daftar yang terisi populasi dari obyek observasi seperti daftar nomor urut obyek observasi/daftar rumahtangga dalam satu blok sensus/daftar nama badan usaha sejenis. Ahmad Saleh.004 = 0. yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan sample yang akan diobservasi 54 . Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ngadimun.01 = 0. Statistisi Pelaksana pada BPS Kecamaatn Duren Jaya Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai petugas obsevasi tentang meningkatnya krimnalitas selama 4 hari.

maka Bambang akan mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Pelaksana Pemula) Pengenalan wilayah dimaksud adalah kegiatan mengenali batas- batas wilayah observasi baik batas alam maupun batas buatan agar tidak ada obyek obsevasi yang terlewat serta memudahkan pelaksanaan observasi Bukti fisik: Surat tugas Pengenalan wilayah obyek observasi Contoh: Bambang. Departemen Pertanian membuat kerangka sample yang berupa daftar nomor urut pohon karet (obyek observasi) dalam Survei Produksi Getah Karet Jenis Unggul Baru.12 per wilayah kerja. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Pusat Penelitian dan Pengambangan (Puslitbang). Kerangka sampel ini akan dipakai sebagai dasar pemilihan sampel pohon karet yang akan diobservasi. Yogyakarta.012. Dalam hal ini Bambang melakukan pengenalan wilayah observasi.08 = 0. Bukti Fisik: Laporan kegiatan penyusunan kerangka sample yang dibuat Contoh: Barudin.08 (7) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Observasi (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksan Pemula dan BPS Kabupaten Sleman. melakukan observasi produksi salak pondok di kecamatan Turi. Angka kredit yang diperoleh sebesar 1 x 0. 55 .

001 = 0.001. Dalam wilayah observasi ini terdapat 50 rumahtangga.(8) Melakukan Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0. sehingga Abbas akan mendapatkan angka kredit sebesar 50 x0. Statistisi Pelaksana Pemula pada BPS kota Medan Melakukan Pendaftaran (Listing) rumahtangga dalam satu blok sensus dalam kegiatan ubinan padi di kecamatan jaga bonar.05 (9) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0. kelengkapan dan konsistensi isian daftar listing Bukti fisik : Laporan kegiatan pemeriksaan daftar listing Contoh: 56 .004 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Memeriksa hasil pendaftaran (listing) obyek observasi yang dimaksud adalah memeriksa kebenaran. Statistisi Pelaksana Pemula Pendaftaran (listing) obyek observasi adalah kegiatan pengumpulan data langsung ke lapangan guna mendapatkan daftar obyek observasi yang masuk dalam wilayah kerja obyek observasi (daftar nomor urut obyek observasi/daftar nama. alamat rumahtangga dalam blok sensus/daftar nama dan alamat badan usaha sejenis) Bukti fisik: Laporan daftar (Listing) nama dan alamat pemilik atau nomor urut obyek observasi Contoh : Abas Siregar.

Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Dari pemeriksaan ini Pandu Muhamad mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0. Cungki Hermawan sebagai pejabat statistisi pelaksana lanjutan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. statistisi Pelaksana Lanjutan) Obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan pada batasan wilayah yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya.04. ditugaskan untuk menarik sampel. Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memilih dan menetapkan sampel yang akan diobservasi.045. Dari daftar sampel yang ada. Dari kegiatan ini Cungki mendapatkan angka kredit sebesar 0. Pandu Muhamad. Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel Contoh : Dalam survei tentang dampak penggunaan penyejuk ruangan (AC) terhadap produktivitas kerja.004 = 0. statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran (listing) rumahtangga survei ubinan sebanyak 15 BS di kecamatan beli untung. Statistisi Penyelia) 57 .06 (10) Melakukan Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan : (a).045 (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Cungki melakukan pemilihan sampel terhadap perusahaan industri yang ada di kecamatan Jatake.

kebenaran nama dan alamat serta indicator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan wilayah kerja.04 statistisi Penyelia) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang di maksud adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan. dan talam kencana) dalam observasi tentang pelayanan rumah makan/restoran terhadap para pengunjung. seperti kelengkapan. Kerangka sampel yang digunakan sebagai dasar pemilihan obyek observasi adalah daftar nama dan alamat rumah makan/restoran dari sub Dinas Parawisata Daerah. Oleh karenanya angka kredit yang diperoleh sebesar 0.04 (11) Memeriksa Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan Wilayah Kerja (Angka Kredit 0. Obyek Observasi berdasarkan non wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan tidak pada batasan wilayah (bisa antar wilayah) yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya. 58 . Dari kegiatan ini Hamdan Rifa’I menghasilkan 1 daftar sampel rumah makan/restoran yang akan diteliti lebih lanjut. Melakukan penarikan sampel obyek observasi yang bukan berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian. Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel Contoh: Hamdan Rifa’i sebagai pejabat Statistisi Penyelia di BPS kota Jakarta Selatan melakukan penarikan sampel terhadap rumah makan/restoran yang berklasifikasi (talam selaka. talam gangsa.

Dalam hal ini Wayiningsih mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0. Dalam hal ini Badri mendapatkan angka kredit sebesar 0.014.04 (12) Melakukan Kegiatan Observasi : (a) Mudah (Angka Kredit 0.014 = 0.07. Meskipun Watiningsih menghitung seluruh kendaran yang lalu lalang di 5 titik rawan kemacetan. Badri memeriksa kelengkapan dan kebenaran isian satu daftar sampel yang terdiri dari beberapa rumahtangga terkena sampel yang akan dipakai sebagai dasar dalam penelitian perilaku korban kriminalitas. penghitungan angka kredit tidak didasarkan pada jumlah kendaran yang dihitung 59 . Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan kegiatan observasi mudah adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. penglihatan dan penghitungan secara sederhana Bukti fisik : Laporan kegiatan observasi Contoh: Watiningsih sebagai pejabat Statistisi Pelaksana pemula di kota Makassar ditugaskan melakukan observasi kepadatan lalu lintas di 5 titik rawan kemacetan di kecamatan Jampang. Bukti fisik: Laporan Hasil Pemeriksaan Contoh : Dari hasil pengambilan sampel rumahtangga korban kriminalitas yang dilakukan oleh salah seorang pejabat statistisi pelaksana lanjutan di kabupaten Bondowoso.

pengaruh suatu pupuk terhadap hasil produksi) Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi Contoh : Wagiono sebagai pejabat statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap produksi buah dari 50 pohon mangga Arum Banget di kecamatan Luano yang disemprot dengan pestisida jenis tertentu. statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan kegiatan observasi mudah adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran.5 (13) Melakukan Pengawasan Observasi (a) Mudah (Angka Kredit 0.035.07 = 3. penglihatan atau penghitungan secara sederhana Bukti fisik : Laporan kegiatan pengawasan Contoh : 60 . penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan khusus (seperti pengukuran tingkat kebisingan ruang kerja. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan kegiatan observasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran.07. Dalam pengamatan ini Wagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0. (b) Sedang (Angka Krdit 0.

Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi mudah adalah pemeriksaan seluruh terhadap hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pe latihan khusus Bukti fisik: Laporan kegiatan pengawasan Contoh : Suparjo sebagai pejabat Statsitisi Penyelia di Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap 10 pohon yang telah/sedang di observasi dan dampak penggunaan pestisida terhadap produksi mangga. penglihatan atau penghitungan secara sederhana Bukti fisik: 61 .1.035 = 0.1 = 1 (14) Memeriksa Hasil Observasi : (a) Tingkat Mudah (angka Kredit 0. Sumanto sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan di kota Kediri melakukan pengawasan terhadap 5 perusahaan yang sedang di observasi survei dampak kenaikan harga tembakau terhadap produksi pabrik rokok.003. dalam pengawasan ini Sumanto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0.175 (b) Sedang (Angka Kredit 0. Dalam pengawasan ini Suparjo mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0. Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasanobservasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengawasan terhadap pengumpulan data melalui pengukuran.

Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil observasi pada tingkat sedang yang dimaksud adalah kegiatan pemeriksaan terhadap pengumpulan data dengan obyek observasi yang agak sulit Bukti Fisik: Laporan Kegiatan Pemeriksaan Contoh. Mahmud Subarno sebagai pejabat Statistisi Penyelia pada DIans Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan pemeriksaan terhadap 40 daftar hasil observasi Dampak Curah Hujan terhadap produksi Tanaman Padi. Dalam kegiatan ini Mahmud Subarno mendapatkan angka kredit sebesar 40 x 0.4 (15) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0.08 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat Sketsa pada peta wilayah obyek observasi (Peta Analog) adalah membuat peta secara manual dengan mengamati langsung ke 62 . Dalam kegiatan ini Maryono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0. Laporan kegiatan pemeriksaan Contoh: Maryono sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan pemeriksaan terhadap 50 daftar hasil observasi efektivitas penggunaan pupuk kandang terhadap tanaman cabai.01.01 = 0.003 = 0.15 (b) Tingkat Sedang (Angka Kredit 0.

baik menggunakan peta dasar ataupun tidak.04.03 Statsistisi Pelaksana La njutan) 63 . baik menggunakan peta dasar ataupun tidak Bukti fisik: Laporan tentang jumlah sketsa yang dibuat Contoh : Marzuki. obyek observasi yang kan digambar.4 (17) Mengelola Peta Analog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0. Statistisi Penyelia) Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah obyek observasi (peta analog) adalah memeriksa kebenaran atau kesahihan peta yang dibuat secara manual dengan mengamati obyek observasi yang digambar.08 = 0. Dalam kegiatan ini Marzuki mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0. sebagai pejabat statistisi Penyelia di BPS Kabupaten Wonosobo memeriksa 10 sketsa peta wilayah obyek observasi yang dibuat oleh Marzuki sebelum dipakai sebagai petunjuk jalan dalam melakukan pengamatan tingkat kepadatan lalulintas di daerah wisata Dieng.04 = 0.8 (16) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0. sebagai pejabat statistisi pelaksana Lanjutan di BPS Kabupten Wonosobo membuat 10 sketsa peta wilayah observasi pada 10 titik rawan kepadatan lalu lintas sepanjang jalan menuju daerah wisata Dieng. Dalam hal ini Mu’min mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0. Bukti fisik: Laporan Jumlah sketsa peta yang diperiksa Contoh : Mu’min Iskandar.

03 = 0.9 64 . Angka kredit yang diperoleh Bambang Legowo adalah sebesar 15 x 0.06 = 0. mengatur. maka Indtiyanti mandapatkan angka krdeit sebesar 20 x 0. Dari 600 yang ada disetujui dilakukan perbaikan sebanyak 20 peta.06.6 (18) Mengelola Peta Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0. statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Wonosobo ditugaskan untuk mengelola (Mengumpulkan. ditugasi untuk mengelola peta digital sebanyak 200 peta obyek observasi hutan lindung di Kalimantan Tengah. mengetur dan menata serta melakukan perbaikan ( Updating) terhadap peta obyek observasi yang dibuat secara manual Bukti Fisik: Laporan jumlah peta analog yang dikelola Contoh: Indriyanti. statistisi Penyelia) Mengelola peta digital kegiata n observasi adalah menghimpun. Menata dan melakukan perbaikan seperlunya) 600 peta-peta analog hasil observasi (manual) yang dibuat oleh para petugas pencacah terhadap peta-peta tersebut. mengatur dan menata serta melakukan perbaikan (updating) terhadap peta digital hasil observasi yang dibuat melalui proses komputerisasi Bukti fisik: Laporan jumlah peta digital yang dikelola Contoh : Bambang Legowo statistisi Penyelia pada Badan Koordinasi Survai dan Pemetaan Nasional. Mengelola peta analog observasi (manual) adalah menghimpun. Dari 200 Peta yang ada disetujui sebanyak 15 peta dilakukan perbaikan.

penyuntingan (editing) dan penyandian (coding) daftar isian hasil observasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah selesai observasi sehingga memudahkan untuk diolah secara manual atau computer Bukti fisik: Laporan berupa jumlah halaman serta fotocopy 1 (satu) kuesioner yang dikerjakan. Statistisi Pelaksana BPS kota Palembang ditugasi untuk membuat 20 peta tematik manual hasil kegiatan pengamatan tingkat kejahatan di kota Palembang. 65 .24 (20) Melakukan Penandaan (Marking).(19) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0. hasil pertanian atau lainnya Bukti fisik : Laporan jumlah peta tematik yang dibuat Contoh: Dalam rangka pameran pe mbangunan menyambut hari jadi kota palembang. hewan. Statistisi Penyelia) Melakukan penandaan (marking).012. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk. Dari kegiatan ini Priyanto mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0. 012 = 0. Statistisi Pelaksana) Membuat peta tematik manual kegiatan observasi adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan hasil observasi atau pengamatan.0o2. Penyuntingan (Editing) dan Penyandian (coding) Daftar Isian hasil Observasi (Angka Kredit 0. Priyanto.

dengan laporan sejumlah 62 blok sensus. Bukti fisik: 66 .6 (22) Merancang dan membuat Tabel HAsil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0. statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan memebuat tabel hasil observasi secara manual adalah kegiatan yang meliputi penentuan judul.016. bentuk tabel serta memasukkan data secara manual sehingga menjadi tabel siap dipublikasikan. maka Bagus Susilo memperoleh angka kredit sebanyak 100 x 1 x 0. sumber data.masing terdiri 1 halaman. Statistisi Penyelia pada BPS Kabupaten jayapura. statistisi Penyelia di BPS Propinsi Papua. dan penyandian (coding). setiap blok sensus satu daftar yang terdiri dari 2 halaman maka Ambor memperolah angka kredit sebanyak 62 x 2 x 0. hasil observasi survei garam yodium 2003.016.002 = 0. ditugaskan melakukan validasi data hasil observasi ubinan sebanyak 100 daftar yang masing.016 = 1.248 (21) Melakukan Validasi data observasi secara Manual (Angka Kredit 0. penyuntingan (editing). Contoh: Ambor. Statistisi Penyelia) Melakukan validasi data observasi secara manual dimaksud meliputi mencari kesalahan isian serta memperbaiki sehingga menjadi sahih (valid) Bukti fisik: Laporan berupa data observasi yang divalidasi Contoh: Bagas susilo.ditugaskan untuk melakukan penandaan (marking).

memperoleh angka kredit sebanyak 20 x 0.36 (24) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi (Angka Kredit 0.002. Statsitisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan membuat grafik di sini meliputi pembuatan grafik. penentuan judul grafik dan jenis atau bentuk grafik Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah grafik yang dikerjakan Contoh: Mulyadi. Statistisi Pelaksana) Memindahkan data Observasi ked lam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer.32 (23) Merancang dan Membuat grafik Hasil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0.018. Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Propinsi Papua ditugaskan untuk merancang dan membuat 20 judul tabel kependudukan maka Tabrani.016 = 0.018 = 0. statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor ditugaskan merancang dan membuat grafik data hasil observasi ubinan sebanyak 20 grafik. Laporan berupa jumlah tabel yang dibuat dan fotocopy cover buku publikasi serta daftar isi Contoh: Tabrani. maka Mulyadi mendapat angka kredit sebanyak 20 x 0. besaran angka kredit 0.002 per halaman setara 250 karakter Bukti fisik: Laporan Jumlah Halaman hasil observasi yang dikerjakan 67 .

Statistisi Pelaksana di BPS Kabupetn Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survei garam yodium sebanyak 300 daftar masing.002 = 0. Contoh: Ahmad.masing terdiri 1 halaman. Statistisi Pelaksanan Lanjutan) Melakukan Validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesalahan Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi Contoh : Rina. maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0. maka Ahmad mendapatkan angka kredit sebnayak 50 x 1 x 0.001 per halaman setara 250 karakter. Statistsisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke Media computer. Besaran angka kredit 0.001 = 0.008.masing terdiri 1 halaman . Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktirat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi 68 . Bukti fisik: Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan Contoh : Sujadi.001.3 (26) Melakukan Validasi data Observasi Hasil Pengolhan Komputer (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Karawang ditugaskan memindahkan data tanpa validasi hasil observasi ubinan sebnayak 50 daftar masing.1 (25) Memindahkan Data Observasi ke dakam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0.

ubinan sebanyak 120 desa masing. maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0. Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel. statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.masing terdiri 1 halaman. Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota ( Angka Kredit 1. ditugaskan untuk memeriksa tabel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di kecamatan Tretep. Statistisi Penyelia) Menyusun Publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku Bukti fisik: Buku publikasi Contoh : 69 .04.02.52.2 (28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumanggung. Statistisi Penyelia) Contoh: Ahmad Tantowi. sehingga Ahmad Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0.008 = 0.01.96 (27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0.01 = 0.

Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebnayak 0.Amzi.52 70 . Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi Statistisi kecamatan.

71 .

001 per halaman setara 250 karakter. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi. Statistisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer. Maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0. Contoh: Sujadi.3.(25) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0. Besaran angka kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesahan. 72 . (26) Melakukan Validasi Data Observasi Hasil Pengolahan Komputer (Angka Kredit 0. Maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0.001.008. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktorat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi ubinan sebanyak 120 desa masing.masing terdiri 1 halaman.001 =0.008=0. Bukti fisik : Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan. Contoh: Rina.96. Statistisi Pelaksana di BPS Kabupaten Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survey garam yodium sebanyak 300 daftar masing-masing terdiri 1 halaman.

Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi statistik kecamatan. Statistisi Pelaksana Lanjutan). Menyusun publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku. Contoh : Ahmad Tantowi. Bukti fisik: Buku publikasi Contoh: Amzi. sehingga Ahmad Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan). Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel. Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumananggung.52. Statistisi Penyelia). 73 . (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0.(27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0.02.2.04. (28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0. (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 1.01. ditugaskan untuk memeriksa tebel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di Kecamatan Tretep. Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebanyak 0.52.01 = 0. Statistisi Penyelia).

Statistisi Pertama) 74 . (2) Mengumpulkan Bahan ?informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka : (a) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1.STATISTISI AHLI a. Sutjipto. meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni. semesteran II : Juli s/d Desember).6) Jadwal kegiatan sensus/survey dimaksud adalahmembuat rencangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan.2. Statistisi Pertama) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 2.67.4) (c) Statistisi Madya (Angka Kredit 0.2. Bukti fisik: Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey.2) (b) Statistisi Muda (Angka Kredit 0.1. Statistisi Pertama) (b) Penyusunan Konsep dan definisi (Angka Kredit 1.4. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0. Sensus/Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei: (a) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0.2. Contoh: Ir. Statistisi Pertama pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester I tahun 2003.

Dengan bukti laporan acuan tersebut maka Alex Sidabutar mendapat angka kredit sbesar 1. Statistisi Muda) Mempelajari bahan/informasi pendukung sensus/survey dengan tujuan apakah bahan/informasi pendukung tersebut dapat diaplikasikan atau digunakan.Si. Alex Sidabutar. Statistisi Muda) (b) Penyusunan konsep dan definisi (Angka Kredit 1.3. Dengan bukti laporan hasil telaah maka Alex Sid abutar mendapat angka kredit sebesar 1.3. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah mengumpulkan berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekenomian di Kabupaten Karo. Statistisi Muda) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 1. Bukti fisik: Laporan mengumpulkan bahan/informasi pendukung.96.34. Contoh: Alex Sidabutar. S. Bukti fisik: Laporan menelaah bahan/informasi pendukung. 75 . Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah menelaah dan mempelajari berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekonomian di Kabupaten Karo. (3) Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka: (a) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1. Contoh: Ir.1.

42. daftar judul yang digunakan. (6) Merancang dan Membuat Rencana Tabulasi Sensus/Survei: (a) Sederahana (Angka Kredit 0. Dengan bukti kuesioner yang dibuatnya maka Andi Mapajalos mendapat angka kreadit sebesar 0.. S. Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yng terdiri dari 1-3 halaman. Jumlah halaman dari kuesioner tersebut adalah 2 (dua).(4) Merancang dan Membuat Daftar Isian/Kuesioner/ Instrumen Sensus/Survei : (a) Sederhana (Angka Kredit 0. Contoh : Suryo Lontoh. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah tabul.78.Si.84.016.42. (b) Sedang (Angka Kredit 0.. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table satu arah. Statistisi Muda) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 8 halaman atau lebih. S.Si. Bukti fisik : Kuesioner Contoh : Andi Mapajalos. Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 4-7 halaman. Statistisi Pertama pada Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan telah merancang dan membuat kuesioner modul Balita yang akan digunakan pada Survei Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Wajo. (c) Komplek (Angka Kredit 1. Statistisi Pertama pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 76 .

Si. S.. Statistisi Muda pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi dua arah pada Survei Dampak Lingkungan pada sector Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. rencana tabulasi satu arah pada Survei Dampak Lingkungan pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Contoh: Roy Tomohon.16. S. daftar judul yang digunakan. Statistisi Muda) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table dua arah. (b) Sedang (Angka Kredit 0.04 = 0. Statistisi Madya pada DInas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi multi arah pada Survei Dampak Lingkungan 77 . Bukti fisik : Laporan berupa jumlah table. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Suryo Lontoh mendapat angka kredit sebesar 10 x 0. Bukti fisik: Laporan berupa jumlah table. Statistisi Madya) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survei berupa table multi arah.04.. (c) Komplek (Angka Kredit 0. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Roy Tomohon mendapat angka kredit sebesar 10 x 0.12.016 = 0. daftar judul yang digunakan.4. Contoh: George Tuerah.Si.

pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara.. mendapatangka kredit sebesar 1.6 Statistisi Madya) Contoh: Sagap AT.. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Satrio Juwono.Si.Si. Statistisi Pertama) Contoh: Permadi.Si. S.42. S. mendapat angka kredit sebesar 10 x 0.2. S.58. maka Permadi mendapatkan angka kredit sebesar 0. S. yang diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Sederhana (Angka Kredit 0. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka George Tuerah.12 = 1. Statistisi muda pada BPS Propinsi Banten telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Khusus Penyus unan Angka PDRB Propinsi Banten. (7) Membuat Pedoman Pengisian Daftar/Isian Kuesioner/Instrumen Sensus/Survei : Pedoman pengisian daftar isian/kuesioner/instrument sunsus/survey dimaksudkan adalah pedoman yang dipakai agar dalam pelaksanaan pencacahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan sensus/survey. Dengan pedoma n yang dibuatnya.Si. Statistisi Muda) Contoh: Satrio Juwono. S.. (d) Komplek (Angka Kredit 3..58..Si. Statistisi Pertama pada Kanwil Departemen Perindustrian dan perdagangan Propinsi Kalimantan Timur telah membuat buku pedoman pengisian kuesioner Survei Usaha Kecil di Balikpapan. (b) Sedang (Angka Kredit 2. Statistisi Madya pada BPS Pusat telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Ilkim 78 .

6. (9) Merancang dan Membuat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 1. Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Lampung telah bertugas sebagai penyaji dalam rapat pembahasan materi kuesioner yang akan digunakan untuk Survei Monitoring Harga Gabah dan Palawija. Contoh: Laksamana. Bukti fisik: Buku pedoman.42.Si.16.Si.2.. (8) Mengikuti pembahasan Materi Kuesioner dan Instrumen Lainnya dari Kegiatan Sensus/Survei sebagai : (a) Penyaji (Angka Kredit 0. Statistisi Madya) Pedoman pelaksanaan kegiatan sensus/survey meliputi rangkaian suatu kegiatan sensus/survey yang dituangkan dalam satu pedoman 79 .2. S. Statistisi Madya) (c) Peserta (Angka Kredit 0. Investasi Sektor Industri. mendapat angka kredit sebesar 3.Si. dan dengan demikian maka Laksamana. Statistisi Muda) (b) Nara Sumber (Angka Kredit 0. S. Statistisi Pertama) Kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas materi pertanyaan yang akan dituangkan da lam format kuesioner sehingga materi pertanyaan tersebut akan dapat mewujudkan tujuan dari pelaksanaan suatu kegiatan sensus/survey Bukti fisik: Surat tugas. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Sagap AT. S.38. telah mendapatkan angka kredit sebesar 0.

pencacahan. S. organisasi lapangan. Statistisi Muda pada Kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jambi telah merancang metode penarikan sampel dan estimasi yang akan digunakan sebagai sampel wilayah kerja. Habibie. Dengan demikian Hebibie mendapatkan angka kredit sebesar 1. (b) Penyusunan kerangka sampel (Angka Kredit 0. telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan kegiatan Survei Biaya Hidup. Statistisi Pertama) 80 . Statistisi Muda) Menentukan metode penarikan sampel dan estimasi yang sesuai dengan rancangan survey dan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menentukan sampel wilayah kerja. mendapatkan angka kredit sebesar 1. pengolahan sampai dengan pelaporan. Ir. mulai dari maksud dan tujuan. Bukti fisik: Buku Pedoman. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja.46.56. (10) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di bidang: (a) Penentuan metode penarikan sampel dan estimasi (Angka Kredit 156. Bukti fisik: Laporan penentuan metode penarikan sampel dan estimasi.38..Si. Statistsi Madya pada BPS Pusat. Contoh: Syahrul Jahja. S.Si. Contoh: Dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Propinsi Jambi.

26. S. Bukti fisik : Laporan menghitung tingkat kesalahan penarikan sampel.26. Bukti fisik: Laporan Penyiapan kerangka sampel. Contoh: Ghosfar. Statistisi Pertama pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kerinci. dengan demikian maka Lily Sugiono. Statistisi Muda pada Direktorat Metodologi Statistik BPS telah menghitung besarnya sampling error Survei Usaha Terintegrasi. (11) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel (Angka Kredit 1. telah menyusun kerangka sampel dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Kab.Si. Konsep dan Definisi Obyek Sensus/Survei (Angka Kredit 2. Kerinci. Menyusun kerangka sampel sesuai dengan metode penarikan sampel yang telah ditentukan.Si. Dengan demikian Ghosfar mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksudkan adalah menentukan sampling error dan non sampling error yang terjadi dalam penerapan metode sampling untuk pelaksanaan sensus/survey.34. (12) Merancang dan Membuat Klasifikasi. Contoh: Lili Sugiono. S. mendapat angka kredit sebesar 1. Statistisi Madya) 81 ..46.

Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sulawesi Selatan telah merekrut petugas yang akan terjunkan pada kegiatan Survei Sosia Ekonomi Nasional Propinsi Sulawesi Selatan.. (16) Memberikan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: (a) Pelatihan /instruktur (TOT) (Angka Kredit 0. M. Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang. Contoh: Maukena. Statistisi Muda pada Sub Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS mendapat tugas me njadi Instruktur Nasional (TOT) bagi calon Instruktur Daerah pada 82 .015 = 0.Si. Contoh: Nanny Kurniani. Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan per wilayah. maka nanny Kurniani mendapatkan angka kredit sebesar 30 x 0. Bentuk fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas.02. Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey pada tingkat propinsi.45. Statistisi Muda) Melatih Pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat memberikan pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/pe tugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Statistisi Pertama) Melatih seseorang petugas sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur agar mampu menjdai coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Statistisi Muda) (c) Pemeriksa/pengawas (Angka Kredit 0. S.02 = 0.96.01.01 = 0. 83 . Statistisi Pertama) Melatih instruktur/coordinator teknis/pengawas pencacah dengan in- depth interview (teknik wawancara yang lebih mendalam) sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey. kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak dua gelombang di Cisarua Bogor. Statistisi Madya) (b) Koodinator teknis (Angka Kredit 0. (b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0.72.01. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.03. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari.Si. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera barat mendapat tugas menjadi Instruktur Daerah bagi para coordinator teknis pada kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak tiga gelombang Kota Padang. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 3 x 8 x 0. Angka kredit yang diperoleh sebesar 2 x 3 x 8 x 0. (17) Memberikan Pelatihan Survei In-Depth Interview bagi: (a) Pelatih/instruktur (TOT) (Angka Kredit 0. Contoh: Hilda Kaunang..02. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari.

02. Statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terseturk untuk dapat memberikan pelatihan kepada pelatihan/instruktur sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.Si. Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 8 x 0. S.8. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0. Statistisi Muda) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey In-depth interview untuk dapat memberikan 84 . Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Jawa Timur mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari. Contoh: Yahya Muharam. Statistisi Muda pada Sub Dit Statistisi harga Konsumen BPS mendapat tugas menjdai instruktur untuk pada coordinator teknis. Contoh: Candraningtias. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. (19) Mengikuti Pe latihan Survei In-Depth Interview sebagai: (a) Pelatih/instrusktur (TOT) (Angka Kredit 0.Sc.01.. M.24.01 = 0. Survei Pola Konsumsi masyarakat Pasca Kritis dengan indepth interview di Propinsi Nanggroe Ache Darussalam sebanyak satu gelombang selama 5 hari. (18) Mengikuti Pelatihan Sensus/Survei terstruktur sebagai Pelatihan/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0.02 = 0.

Contoh: Darbeni. SE Statistisi Muda Propinsi DKI Jakarta.48. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis survey kemiskinan di Gorontalo selama 2 hari. statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan coordinator teknis survey in-depth interview sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0. (b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0.16. Contoh: Nona Niode.01 = 0. pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/petugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan. mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan melalui in-depth interview sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari. maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. 85 .02 = 0.01. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas. Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Statistisi Pertama) Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada rumahtangga yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei.3. Angka kredit diperoleh sebesar 10 x 0. Bukti fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang disurvei.03.(20) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga In-depth Interview Komplek (Angka Kredit 0.06 Statistisi Pertama) Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada perusahaan/lembaga/usaha yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei. S.I. Contoh: Sriyati. (21) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha In-Depth Interview Komplek (Angka Kredit 0.. Contoh: 86 .Si. Yogyakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey mobilitas pangan antar wilayah Jumlah rumahtangga yang disurvei sebanyak 10 rumahtangga di Kecamatan Jetis. Bukti fisik : Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang survey. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D.03 = 0.

02.6. Contoh: Jajak. MA. Indar Taufik. Statistisi Pertama pada Kanwil Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DKI Jakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey perdagangan barang bekas dari luar negeri.Si.06 = 0. Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0. 87 . Angka kredit ya ng diperoleh sebesar 2 x 10 x 0.. Bukti fisik : Laporan jumlah rumahtangga yang diawasi.I.06. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D. Yogyakarta mendapat tugas mengawasi pelaksanaan Survei Mobolitas pangan antar wilayah dengan indepth interview sedang di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Tugu masing-masing sebanyak 10 rumahtangga. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0.01. Jumlah usaha yang disurvei sebanyak 10 usaha garmen di Kecamatan Kapuk. (22) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0. Statistisi Pertanian) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Pengawasan terhadap jalannya pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview pada rumahtangga yang terkena sampel agar tidak menyimpang dari tujuan dan cakupan survey.4. S.02 = 0.

Angka kredit yang diperoleh sebesar 40 x 0. Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Memeriksa seluruh hasil pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview terhadap rumahtangga yang terkena sampel pada cakupan daerah survey yang menjadi tanggungjawabnya.005. S. Contoh: Yuyun. 0. (24) Memeriksa hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha: Meneliti/memriksa peta analog adalah meneliti dan memeriksa batas-batas dan legenda peta yang dibuat secara manual pada kegiatan sensus/survey.016.003. Jawa Barat menyelesaikan tugas memriksa 40 hasil wawancara langsung (in- depth interview sederhana) survey persepsi konsumen gas terhadap rencana pipanisasi di Kecamatan Geger Kalong.12..Si. Bukti fisik: 88 . Bukti Fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang diperiksa.(23) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit.003 = 0. Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0. Statistisi Pertama di BPS Prop.

Contoh: Samiat. Statistisi Pertama pada BPS Kabupaten Tidore selesai memeriksa sebanyak 15 peta desa analog yang dibuat secara manual.03 = 0.Si. Laporan Banyaknya peta yang diteliti. (28) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. batas-batas. Angka kredit yang diperoleh sebesar 15 x 0. dan legenda dari peta indeks pada kegiatan sensus/survey.45..02. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Selatan menyelesaikan pembuatan peta indeks desa miskin 10 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu.002 = 0. S. Bukti fisik: Laporan banyaknya peta indeks yang dibuat. Statistisi Muda) Meneliti/memeriksa peta indeks adalah meneliti dan memeriksa urutan kode wilayah. 89 . Contoh: Sodikin..002.002. (27) Membuat Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. S. Bukti fisik: Laporan banyaknya peta yang dibuat. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0. Statistisi Pertama) Membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi.Si.

Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0. Jumlah peta yang dihalkan sebanyak 5 buah.. (30) Membuat Program Data Enrety dan Validasi Pengolahan Data Sensus/Survei (Angka Kredit 2. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk. S.002 = 0. hasil pertanian atau lainnya dan pembuatannya dilakukan melalui media computer (digitasi). (29) Membuat Peta Tematik Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0.03 Statistisi Pertama) Membuat peta tematik digital adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensus atau survey. M. Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media kompeter yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner.14.15. Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Selatan selesai meneliti 200 peta indeks Sensus Penduduk 2000 Propinsi Sumatera Selatan. Bukti fisik : Laporan banyaknya peta yang dibuat. Dengan laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0.Si. Statistisi Pertama Dinas Pertanian Propinsi Lampung ditugaskan membuat peta tematik digital hasil pedataan hewan tematik kabupaten Lampung Utara. Contoh: Suprapto. Contoh: Juanda Karta.03 = 0.4. 90 . hewan.Sc..

14. Bukti fisik: Laporan pembuat program data entry dan validasi. Statistisi Pertama) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media computer yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner. Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry dan validasi. Suprapti. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei Kendaraan Bermotor Tahun 2003. Bukti fisik: 91 . Statistisi Pertama) Membuat program tabulasi adalah program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel. Dengan laporan kegiatan ini. (30) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0. Contoh. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei kendaraan Bermotor Tahun 2003. Ir. Suprapti. Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2. Dengan laporan kegiatan ini.9. Contoh: Ir. Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2.14.9. (31) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0.

9. Conto h: Suprapto. Laporan pembuatan program data entry dan validasi. dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan vasilitas dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. penyuntingan (editing). Penyuntingan (Editing). Jenis tabulasi yang dibuat programnya sesuai dengan rencana tabulasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Statistisi Pertama BPS Propinsi DI Yogyakarta. Bukti fisik: Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah.008. Dari laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 0..002. (32) Melakukan Penandaan (Marking). Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0. dan Penyadian (Coding) Kuesioner/Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0. Contoh: 92 . Statistisi Muda) Penandaan (marking). Statistis i Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0.001. ditugaskan membuat program tabulasi kegiatan Survei Gizi di Kabupaten Bantul. S.Si.

(34) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan Disajikan pada: 93 . S. S. Supartini mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 10 x 0. Bukti fisik: Laporan jumlah file yang di-convert ke format lain. Sehingga dari kegiatan ini Arianto. (33) Melakukan Reformat Data Sensus/Survei dari Satu Format ke Format Lainnya dalam Media Komputer (Angka Kredit 0.5. penyuntingan dan penyandian pada kuesioner hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan dengan mutu kuesioner in-depth interview sederhana sebanyak 50 dikumen masing. Supartini.. ditugai mereformat data dari raw data Survei Usaha Terintergrasi ke. Statistisi Pertama) Melakukan reformat data sensus/survey dari satu format lainnya dalam media computer adalah membuat format data baru dari raw data hasil sensus/survey yang akan digunakan untuk pengolahan data sesuai kebutuhan.. Statistisi Pertama pada Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa BPS.Si.masing terdiri dari 10 halaman. Statistisi Pertama pada Direktorat Statistik Kependudukan BPS ditugaskan untuk melakukan penandaan. dalam file dbf. Sebanyak 10 File telah di-convert ke dalam format dbf. memperoleh angka kredit sebesar 10 x 0. Dari laporan kegiatan ini. Contoh: Dalam menyajikan data ringkas hasil Survei Usaha Terintregrasi (SUSI).07 = 0.Si. Arianto.7.001 = 0.07. MA.

Ir. Statistisi Muda) Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa konsistensi antar sel dalam tabel serta relevan isian dalam tabel realita atau kondisi saat sensus/survey tersebut dilakukan. Supriyoko. Statistisi Muda) Menyusun publikasi statistik hasil sensus/survey adalah kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel. (a) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0. (35) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/Survei berupa: (a) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0. Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam lingkup publikasi tingkat propinsi. Statistisi Pertama) (b) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0. ulasan tabel dan grafik yang akan dipublikasikan agar memudahkan pengguna datanya.9. Contoh: Dalam rencana publikasi hasil inventarisasi data hotel. Dari kegiatan ini Ir. Supriyoko melakukan pemeriksaan sebanyak 14 tabel.01 = 0.8. sehingga angka kredit yang diperoleh seba nyak 14 x 0.04. Statistisi Pertama) (b) Publikasi Nasional ( Angka Kredit 1. Bukti fisik: Laporan jumlah tabel yang diperiksa. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi hasil publikasi yang telah dilegalisir.01. 94 .14.

08. Abas Siregar memperoleh angka kredit sebesar 60 % x 1.45) Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan.72. semester II: Juli s/d Desember).15) (b) Statistisi Muda (Angka Kredit 0. Ir. b. Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi. Contoh : Sunarto. sedangkan Drs. Statistisi Muda pada Subdirektori Statistisi Perhubungan BPS dibantu Drs. Joshua Simbolon memperoleh angka kredit sebesar 40% x 80%x1. Joshua Simbolon melakukan pekerjaan setingkat lebih tinggi dari apa yang harus dia lakukan sehingga masih harus dikalikan 80 % lagi. Contoh: Ir. meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam perioede semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni. Sebagai penyusun naskah utama. Joshua Simbolon.3) (c) Statistisi Madya (Angka Kerdit 0. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi oleh: (a) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0. Dalam hal ini Drs.8 = 1.8 = 0. Abas Siregar. Statistisi Pertama pada Subdit yang sama ditugasi menyusun publikasi Statistik Angkutan Udara dalam tingkat nasional. Statistisi Pertama ditugaskan untuk melakukan pembuatan jadwal kompilasi data administrasi tentang sekolah dasar yang ada di 95 .

Si. hasil kajian/penelitian atau media massa sebagai bahan acuan yang diperlukan untuk kajian data administrasi. (2) Mengumpulkan/Menelaah Bahan/Informasi Data Admintrasi (Angka Kredit 0. ditugaskan untuk mengumpulkan/ menelaah bahan pustaka untuk bahan penyusun laporan penyajian data adminstrasi tentang tindak Kriminalitas selama Tahun 2002. Statistisi Pertama) Mengumpulkan/menelaah bahan/informasi data adaministrasi adalah mengumpulkan atau menelaah informasi dari sumber lain berupa studi literature. (3) Merancang dan Pemebuat Pedoman Pengolahan Data Sekunder untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data sekunder (Angka Kredit 1. Sunarto mendapatkan angka kredit sebesar 0.15.15 untuk bahan acuan yang dikumpulkan/ditelaah. Statistisi Muda) Merancang dan membuat pedoman penyuntinagandan penyandian data sekunder adalah membuat buku pedoman 96 . Contoh: Hanggoro. Dengan laporan kegiatan ini Hanggoro mendapat angka kredit sebesar 0.22. Dalam rancangannya. S. Statistisi Pertama.Dengan laporan kegiatan ini. Bukti fisik: Laporan jumlah bahan acuan yang digunakan.15. jadawal kompilasi data admintrasi di buat per kecamatan setiap harinya.. Kabupaten Demak selama periode Januari – Juni 2002.

96. ditugaskan untuk membuat pedoman validasi dalam pengolahan data bioskop di Jakarta Tahun2001. Contoh: Ir. Bukti fisik: Fotocopy dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir.. Dengan laporan kegiatan ini. (c) Tabulasi (Angka Kredit 0. Handayani. S. Statistisi Muda) Merancang dan membuat pedoman validasi data sekunder adalah membuat buku yang memuat tentang tatacara melakukan validasi data sekunder yang telah dikumpulkan. (b) Validasi data (Angka Kredit 0. yang memuat tentang tatacara melakukan penyuntingan dan penyandian terhadap data sekunder yang telah dikumpulkan Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir. Statistisi Muda. ditugaskan untuk menyusun pedoman penyuntingan dan penyandian dalam pengolahan data Daerah Aliran Sungai di jawa Barat Tahun 2002. Contoh: Handoyo. Handayani mendapat angka kredit 0.Si. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat pedoman tabulasi hasil pengumpulan data sekunder untuk tabulasi adalah merancang buku pedoman 97 .38.22.96. Dengan laporan kegiatan ini Handoyo mendapat angka kredit sebesar 1. Statistisi Muda.

(4) Membuat Program Data Entry dan Validasi untuk Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 2. Handini mendapatkan angka kredit sebesar 2. Statistisi Muda.14. Statistisi Pertama. Dengan laporan kegiatan ini Mardono mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi untuk pengolahan data sekunder dimaksud adalah pembuatan program computer untuk data entry termasuk validasinya sehingga diperoleh raw data yang bebas dari kesalahan. ditugaskan untuk membuat pedoman tabulasi data hasil re gistrasi penduduk Kecamatan Kajengan Bulan April – Oktober 2002. Bukti fisik: Laporan jumlah paket program yang dibuat. dengan laporan kegiatan ini. Contoh : Handini..14.Si. Mardono. ditugaskan untuk membuat program data entry dan validasi dalam Pengolahan Data Pendidikan Non PDK Kabupaten Wajo Tahun 2002. S. yang memuat tentang tatacara melakukan tabulasi data sekunder yang telah dikumpulkan.38. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir. Contoh : Drs. 98 .

(5) Membuat Program Tabulasi Pengolahan Data Sekunder (Angka
Kredit 0,9, Statistisi Pertama)
Mebuat program tabulasi pengolah data sekunder dimaksud
dimaksud adalah membuat program, sehingga dapat menghasilkan
tabel-tabel sesuai dengan yang telah direncanakan.

Bukti fisik :
Laporan jumlah paket program yang dibuat.

Contoh:
Hamidah, S.Si., Statistisi Pertama, ditugaskan untuk membuat
program tabulasi data kendaraan bermotor roda 4 di Kabupaten
Bekasi Tahun . Dengan laporan kegiatan ini Hamidah mendapatkan
angka kredit sebesar 0,9.

(6) Memeriksa Tabel yang akan Disajikan pada:
(a) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0,01, Statistisi Muda)
(b) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pertama)

Memeriksa tabel dimaksud adalah mengecek kebenaran, kesahihan,
kewajaran dan cek silang antar tabel dalam publikasi tingkat
propinsi/nasional yang akan disajikan.

Bukti fisik:
Fotocopy publikasi dan daftar isi yang dilegalisir, serta laporan
jumlah tabel yang diperiksa.

Contoh:

Sudirman, Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta, ditugaskan untuk
melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam

99

publikasi Jakarta Dalam Angka 2002. Dengan laporan yang terdiri
dari 20 tabel, maka Sudirman mendapatkan angka kredit sebesar 20
x 0,01 = 0,2.

(7) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Pengumpulan Data Sekunder
berupa :
(a) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 1,3, Statistisi Pertama)
(b) Publikasi Nasional (Angka Kredit 2,6, Statistisi Muda)

Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder
dimaksud adalah merancang dan membuat serta menggandakan
publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat
propinsi/nasional.

Bukti Fisik:
Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah
dilegalisir
Oleh pejabat yang berwenang

Contoh:
Anang, S.si, Statistisi Pertama di BPS Propinsi Jawa Barat, ditugasi
untuk menyusun publikasi penduduk Jawa Barat 2003 Hasil
Registrasi ( 2 publikasi). Dari laporan kegiatan tersebut, Anang, S,
si, Mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 1,3 = 2,6

C. Observasi/Pengamatan

(1) Merancang dan membuat Jadwal kegiatan observasi oleh :
(a) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0,1)
(b) Statistisi Muda ( Angka Kredit 0,2)
(c) Statistisi Madya ( Angka Kredit 0,3)

100

Jadwal kegiatan observasi dimaksud adalah membuat rancangan
jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan
kegiatan observasi yang akan
Dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam
periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Semester II : Juli
s/d Desember )

Bukti fisik :
Laporan berisi rencana kegaitan

Contoh :
Tarzan, S,si, seorang statistisi pertama pada Dinas Pertanian Kab.
Semarang, ditugaskan merancang dan membuat 3 jadwal kegaitan
observasi semester I tahun 2003 di Kab. Semarang, yaitu ubinan
padi, ubinan ketela pohon, ubinan kacang tanah. Dengan renacna
jadwal yang dihasilkan, yang bersangkutan mendapatkan angka
sebesar 3 x 0,01 = 0,03

(2) Mengumpulkan Bahan/Informasi Pendukung Observasi untuk :
(a) Penyusunan klasifikasi konsep dan definsi (Angka Kredit 0,24,
statistisi Pertama
(b) Penyusunan sistem Pengolahan (Angka kredit 0,8, Statistisi
Pertama)
Bahan dimaksud adalah bahan yang ada kaitannya dengan
kegiatan observasi baik bersumber dari buku, majalah, Koran
dan publikasi lainnya, yang akan digunakan untuk penyusunan.
Konsep dan difinisi maupun sistem pengolahannya.

Bukti fisik :
Laporan jumlah buku/majalah/publikasi yang dikumpulkan

Contoh:

101

Statistisi muda) (b) Penyusunan sitem pengolahan (Angka kredit 2. Dalam rangka penyusunan konsep pelaksanaan observasi produksi padi. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftra isi buku pedoman yang dilegalisir Contoh : 102 . Statistisi Pertama) Pedoman Observasi adalah buku yang memuat tentang tatacara pelaksanaan observasi. Dengan demikian ybs mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 0.4 (4) Membuat Pedoman Observasi (Angka kredit 1. ybs mengumpulkan buku Teknik mengubin dan majalah Trubus. Dengan demikian ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 0.2 = 0.48 (3) Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Observasi : (a) Penyusunan Klasifikasikan konsep dan definisi (Angka kredit 2. Siswadi adalah seorang statistisi pertama Subdit Pertanian Tanaman Pangan. Bukti fisik: Laporan/ringkasan hasil telaah Contoh : Dalam rangka penyusunan pedoman pelaksanaan observasi produksi padi. maupun sistem pengolahannya. statistisi Muda) Menelaah dimaksud adalah mempelajari buku/bahan informasi untuk dapat dituangkan dalam pedoman pelaksanaan observasi. termasuk maksud dan tujuan observasi tersebut. Sugeng seorang Statistisi Muda. membuat ringkasan dari hasil mempelajari buku Teknik mengubin dan majalah Trubus.24 = 0.

56 = 1. Statistisi Muda di BPS Kabupaten Bogor menentukan metode penarikan sampel observasi per kecamatan yang bisa mewakili produksi padi di kabupaten Bogor.2 Statistisi Muda) Pedoman pelaksanaan kegiatan observasi meliputi rangkaian suatu kegiatan observasi yang ditunagkan dalam satu pedoman mulai dari maksud dan tujuan. Dengan demikian Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 1 x 1. maka Dendi. Statistisi Muda pada BPS Pusat.2 (7) Membuat Kerangka Penarikan sampel Wilayah Kerja Observasi (Angka Kredit 0.46. Dalam rangka pelaksanaan observasi produksi padi. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman pelaksanaan observasi yang dilegalisir Contoh : Syahrul Jahja. untuk menghitung angka produksi padi per Ha di Kab. organisasi lapangan dan pencacahan. Siswono seorang Statistisi pertama. statistisi Pertama) Kerangka Penarikan sampel dimaksud adalah daftar yang berisi populasi dari obyek observasi yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan desa/kecamatan/wilayah kerja observasi. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja mendapatkan angka kredit sebesar 1. Statistisi Muda) Merancang dan menentukan metode dimaksud adalah menentukan metode penarikan sampel observasi dengan mempertimbangkan kemampuan dan tujuan survei serta kendala yang dihadapi Bukti fisik: Laporan kegiatan merancang dan menentukan metode penarikan sampel yang dibuat Contoh Merancang metode bukan mengambil sampel: Dengan jumlah dana yang tersedia.56. Bogor. telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan observasi kegiatan Survei Dampak Polusi Pabrik Kertas.56 (6) Merancang dan Membuat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 1. 103 . menyusun buku pedoman pelaksanaan Ubinan dengan demikan ybs mendapat angka kredit sebesar 1 x 1 = 1 (5) Merancang dan menentukan metode Pe narikan Sampel Observasi (angka Kredit 1.

65. Bukti fisik: Daftar populasi (8) Melakukan Penarikan sampel Wialyah Kerja Observasi (Angka Kredit 0.02. 104 . Dendi menghitung standard error yang terjadi sebesar 0. Statistsisi Pertama) Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentik untuk keperluan penelitian Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel wilayah kerja (9) Memeriksa hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi ( Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi (10) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel Observasi (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan hasil perhitungan standard error Contoh: Setelah selesai dilakukan observasi angka produksi padi di Kab Bogor. Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksud adalah menetukan sampling error yang terjadi akibat penerapan metode sampling dalam pelaksanaan observasi.06.04.

SE.78. Statistisi pertamadi BPS ditugaskan membuat klasifikasi.2. konsep dan definisi kegiatan observasi yang dilegalisir Contoh: Peni Banget. konsep dan definisi kegiatan Observasi ( Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Penimbang yang dimaksud adalah factor pengali yaitu besarnya perkiraan populasi dibagi dengan nilai observasi berdasarkan sampel. konsep dan definisi kegiatan dari aspek yang terkait dengan kegiatan observasi agar terdapat keseragaman dan kesamaan pandang sehingga dapat menghindari multi interprestasi Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku klasifikasi. Maka Peni mendapatkan angka kredit sebesar 0. Statistisi Pertama) Merancang dan membuat klasifikasi dimaksud adalah menentukan Klasifikasi.78 (12) Menghitung Penimbang dalam Pena rikan Sampel Observasi ( Angka kredit 1. konsep dan definisi dari kegiatan survei peranan wanita legislative dalam memperjuangkan kaumnya.02 (11) Merancang dan membuat Klasifikasi. Dengan demikan Dendi memperoleh angka kredit sebesar 1 x 0. Bukti fisik: Laporan hasil penghitungan factor pengali/penimbang Contoh: 105 .02 = 0.

Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Rudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 1. SSt. Badrun. sedangkan yang diobservasi hamya sebanyak 25 rumahtangga.5. Statistisi Muda) Dari kegiatan ini diharapkan data yang dihasilkanpada pelaksanaan observasi dapat diolah dengan cepat. Statistisi Muda di Kab Bogor ditugaskan untuk menghitung factor pengali dari kegiatan observasi ubinan padi di kab Bogor.2 (13) Merancang dan membuat Pedoman Pengolahan Data Observasi untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data (Angka kredit 1.5 (b) Validasi data (Angka Kredit 1. tepat dan benar dan mengikuti sistematika yang telah ditentukan Bukti fisik : Pedoman Pengolahan Contoh: Rudi Hartono. Angka Kredit yang diperoleh sebesar 1. maka besarnya factor penagli adalah 40. Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman penyuntingan dan penyandian data observasi dari hasil survei dampak polusi di beberapa kota besar. Jika jumlah rumahtangga tanaman padi tahun 2003 di Kab Bogor diperkirakan sebanyak 1000 rumahtangga.5 Statistisi Muda) Membuat pedoman validasi data adalah pedoman yang berisi tatacara memperbaiki data isian agar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir 106 .

Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Nurhidayat mendapat angka kredit sebesar 1.st mendapat angka kredit sebesar 0.5 (c) Tabulasi (Angka Kredit 0. Statistisi Pertama) Membuat pedoman tabulasi hasil pengolahan data observasi adalah tatacara membuat tabel pokok yang telah direncanakan dari hasil observasi baik secara manual maupun dengan computer Bentuk fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman tabulasi yang dilegalisir Contoh: Nujaman.85).St.02 Statistisi Muda) Melatih pelatihan/instruktur (TOT) untuk dapat memberikan pelatihan kepada petugas yang terlibat kegiatan observasi sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan observasi Bukti Fisik: 107 . Statistisi Pertama di BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman tabulasi data observasi pengaruh insentif terhadap produktivitas pekerja. Contoh: Nurhidayat. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Nujaman. S. Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman untuk mengetahui validitas data hasil observasi kepadatan lalulintas di DKI Jakarta. S.85 (14) Membuat Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Pelatih/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0.

M. Dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam perhari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0.02 = 0.Sumatera Barat.Sc.01 = 0.01. M.01. Statistisi Pertama) Melatih seseorang agar mampu menjadi coordinator teknis kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Bukti fisik: Fotocopy sertifikat atau surat tugas Contoh: Hilda Kaunang. Dengan demikian maka Sri Handayani. statistisi Pertama ) memeriksa pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruktur (TOT) adalah mengikuti pelatihan yang selanjutnya akan bertugas sebagai pelatih/instruktur dalam pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi 108 . Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melatih pelatih/instruktur observasi Saltranas selama 2 hari.Sc mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0. S. Statistisi Pertama Sub Direktorat Analisa dan konsistensi Statistik mendapat tugas melatih koordinator teknis Saltranas tahun 2003 di Prop.24 (15) Mengikuti pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruksi/TOT ( angka Kredit 0. Fotocopy sertifikat atau surat tugas Contoh : Sri Handayani.32 (b) Koordinator teknis (Angka Kredit 0.Si.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ir. pejabat Statistisi Pertama. sehingga angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0.1 Statistisi Pertama) 109 .01 = 0.01.05 (16) Melakukan kegiatan Observasi sulit ( Angka Kredit 0.01 = 0. sehingga Joko Sumarno mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 8x 0. S. Statistisi Pertama) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan non wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel yang tidak didasarkan pada wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan penarikan sampel Contoh : Abdul Kadir. BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur dalam rangka observasi tentang meningkatnya Kriminalitas di tanjung Karang selama 5 hari setiap hari pelatihan dilakukan selama 8 jam. Joko Sumarno.si. Statistisi Pertama Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan memeriksa daftar penarikan sampel observasi kapasitas pelabuhan laut di Pekalongan selam 5 jam.4 (16) Memeriksa Penarikan sampel obyek Observasi berdasarkan Non Wilayah Kerja (Angka kredit 0.

Dalam pengamatan ini Ir. Sagiono sabagai pejabat Statistisi Pertama di dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap 50 rumahtangga di sekitar radius 500 meter dari pabrik Semen Cibinong untuk meneliti dampak polusi pabrik.13. Melakukan kegiatan observasi sulit yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran. Statistisi Muda) Melakukan pengawasan kegiatan observasi sulit adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang sulit yang dilakukan oleh petugas yang telah memiliki/mengikuti pendidikan khusus (seperti pengukuran tingkat kesehatan dari dampak mengkonsumsi rokok.1 = 5 (18) Melakukan Pengawasan Observasi Sulit (Angka Kredit 0. penglihatan dan penglihatan dan penghitungan dengan menggunakan rumus-rumus matematis dan atau menggunkan alat Bantu/penunjang observasi di medaan penelitian yang sulit Bukti Fisik: Laporan kegiatan pengawasan Contoh: 110 . Sagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 X 0. mengukur dampak polusi pabrik) Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi Contoh : Ir.

Statistisi Pertama) Meneliti peta analog observasi (Manual) adalah meneliti batas-batas dan legenda dari peta yang dibuat secara apakah sudah benar atau belum.015 = 0. Dalam kegiatan ini andre.03. MA memperoleh angka kredit sebesar 3 x 0.13 = 0. 111 . Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali ditugasi melakukan pengawasan dalam penelitian terhadap lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga desa yang terletak dilereng gunung Merapi.39 (19) Memeriksa Hasil Observasi Tingkat Sulit (Angka Kredit 0. Statistisi Muda) Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi sulit adalah pemeriksaan terhadap hasil pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. MA. Andre. Andre.045 (20) Meneliti Peta Analaog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0. sehingga angka kredit yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebesar 3 x 0. Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali juga ditugasi sebagai pemeriksa hasil penelitian tentang lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga kelurahan yang terletak di lereng gunung Merapi. penglihatan teerhadap obyek observasi yang sulit Bukti fisik: Laporan kegiatan pemeriksaan Contoh: Selain sebagai petugas pengawas.015.

002. Statistisi Muda) 112 . ditugasi memb uat 5 peta indeks hasil pengamatan dampak konflik antar warga di Propinsi Maluku Utara.002 = 0.Si memperoleh angka kredit 0. Statistisi Pertama BPS Propinsi Maluku Utara. David Mulahela. Statistisi Pertama BPS Propinsi Bengkulu meneliti dahulu batas-batas dan legenda peta yang akan dipakai sebagai petunjuk jalan dalam rangka observasi dampak jumlah kendaran terhadap polusi udara di kota Bengkulu. S.01 (22) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Obsevasi (Angka Kredit 0.002. Statistisi Pertama) Membuat peta indeks kegiatan observasi adalah membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi dari hasil pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi Bukti fisik: Laporan pembuatan peta indeks Contoh: Ir. S. Bukti Fisik: Laporan penelitian peta Contoh: Dwi Harmoko. Dari hasil pekerjaan ini Dwi Harmoko.03 untuk setiap peta yang diperiksa (21) Membuat Peta Indeks Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0. sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 X 0.si.

statistisi Muda BPS Propinsi Sulawesi Utara. Frederick Ambow. Bukti fisik: Laporan meneliti peta indeks Contoh: Drs. hasil pertanian atau lainnya yang tersimpan dalam media computer. meneliti 5 (lima) peta indeks kegiatan observasi.03. 113 .Sumartoyo memperoleh angka kredit sebesar 0. Statistisi Pertama) Membuat peta tematik digital ke giatan observasi adalah membuat peta yang menyanjikan informasi hasil kegiatan observasi. Dari kegiatan ini Drs.01 (23) Membuat Peta Tematik Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0. sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0.03 untuk setiap peta yang dibuat.002 = 0. Statistisi Pertama BPS Pusat ditugasi membuat peta tematik digital hasil kegiatan observasi dampak polusi udara. hewan. Sumartoyo. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk. Meneliti peta Indeks ke giatan observasi adalah meneliti batas-batas dan legenda apakah sudah benar dari peta indeks yang dibuat berdasarkan hasil penegamatan atau observasi. Bukti Fisik : Laporan membuat peta indeks Contoh : Drs.

tabel hasil observasi berdasarkan rencana tabel yang telah dibuat’ Bukti fisik: Laporan pembuatan program tabulasi data observasi Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap balita berambut Jambang di Prop Jawa Tengah. Margianto.9 Statistisi Pertama) Membuat program tabulasi data observasi adalah membuat program yang bisa menghasilkan tabel. Statistisi Pertama BPS Jawa Tengah ditugasi untuk membuat program tabulasi.9 114 . Sudjatmiko.14 (25) Membuat Program Tabulasi Data Observasi ( Angka Kredit 0. sehingga dia memperoleh angka kredit sebesar 0.14. Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugasi membuat program data entry dan validasi kegiatan pbservasi Survei Balita Berambut Jambang. Dala m hal ini Ir. Sudjatmiko memperolah angka kredit sebesar 2.(24) Membuat Program Data Entry dan Validasi Data Observasi (Angka Kredit 2. Statistisi Muda) Membuat program entry dan validasi data observasi adalah membuat program yang dipakai untuk entry dan validasi data hasil pengataman atau observasi ke media computer Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry Contoh: Ir. Drs.

01 = 0. statistisi Pertama BPS Propinsi DKI Jakarta ditugasi untuk memeriksa 14 tabel yang akan dipakai sebagai bahan publikasi tersebut.(26) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada : (a) Publikasi Propinsi (Angka kredit 0.01. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi yang telah dilegalisir Contoh: 115 . Drs Sumiarto. Dalam hal ini Drs.02 Statistisi Muda) Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap penyebab terjadinya tawuran pelajar SMTA di DKI Jakarta. Statistisi Pertama) Publikasi propinsi adalah publikasi yang memuat data atau informasi di tingkat propinsi yang terdiri dari beberapa daerah tingkat II (Kabupaten/Kota) (b) Publikasi nasional(Angka Kredit 1.52. Statistisi Pertama) (b) Publikasi Nasioanl (Angka Kredit 0.04 Statistisi Muda) Publikasi nasioanl adalah publiaksi yang memuat data atau informasi di tingkat nasional(Indonesia) yang terdiri dari beberapa daerah tingkat I ( Propinsi) Menyusun publiaksi statistic hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku. Sumiarto memperoleh angka kredit sebesar 14 x 0.14 (27) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Propinsi (angka Kredit 0.

Bambang sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit sebesar 40% x 1. Bambang. . Amirul. survey atau observasi. Menentukan kerangka kegiatan analisa data dalam rangka analisa hasil sensus. survey atau observasi. Membuat estimasi parameter dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan. . Sudiono sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 1. Dalam hal ini DRs. Amirul memperoleh angka kredit 0. Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel dalam rangka penyusunan kegiatan sensus. Merancang dan membuat metode analisa hasil sensus. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector. kompilasi data administrasi atau observasi. Drs. Ir. observasi atau kompilasi data statistik. .04 = 0. Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan. kompilasi data statistik atau observasi 116 . Mengkaji hasil kegiatan sensus/survey. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector.52 . . ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK Butir-butir analisis statistik terdiri dari : . sementara Drs. Sudiono dan Drs.416. . Statistisi Pertama BPS Kota Medan ditugasi menyusun publikasi hasil observasi tentang lingkar lengan Ibu hamil. 3. .04 = 0. Inovasi metode statistik dalam rangka penyusunan kegiatan sensus. Ir.624. survey. survey. Statistisi Muda BS Pusat ditugasi untuk menyusun publikasi hasil observasi dampak curah hujan terhadap produksi palawija di wilayah Indonesia bagian timur. Melakukan analisa statistik secara mendalam satu sector atau lintas sector. . . .

Tabel 1. Penghitung Butir-butir Kegiatan Analisa Statistik

No Jumlah Terampil Ahli
Halaman Deskriptif Analitik Analitik Mendalam
Satu Lintas Satu Lintas Satu Lintas
Sektor Sektor Sektor Sektor Sektor Sektor
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1 > 150 3,60 5,70 4,80 4,80 9,60 14,40

2 101 - 150 3,00 4,75 4,00 4,00 8,00 12,00

3 76 – 100 2,40 3,80 3,20 3,20 6,40 9,60

4 51 – 75 1,80 2,85 2,40 2,40 4,80 7,20

5 41 - 50 1,20 1,90 1,60 1,60 3,20 4,80

6 31 - 40 1,08 1,71 1,44 1,44 2,88 4,32

7 21 – 30 0,84 1,33 1,12 1,12 2,24 3,36

8 11 – 20 0,60 0,95 0,80 0,80 1,60 2,40

9 11 – 20 0,48 0,76 0,64 0,64 1,28 1,92

10 <6 0,36 0,57 0,48 0,48 0,96 1,44

Tabel 2. Penghitungan Butir-butir Analisa Statistik Lainnya.
No Jumlah Kaji hasil kegiatan Kaji/evaluasi Buat metode Inovasi Estimasi Menentukan
halaman sensus/ survey. Dll Metode tarik estimasi Metode parameter Kerangka

sampel Statistik Kegiatan
Analisa

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 > 150 9.0 9.0 9.0 9.0 6.0 9.0
2 101-150 7.5 7.5 7.5 7.5 5.0 7.5
3 76-100 6.0 6.0 6.0 6.0 4.0 6.0
4 51-75 4.5 4.5 4.5 4.5 3.0 4.5
5 41-50 3.0 3.0 3.0 3.0 2.0 3.0
6 31-40 2.7 2.7 2.7 2.7 1.8 2.7
7 21-30 2.1 2.1 2.1 2.1 1.4 2.1

117

8 11-20 1.5 1.5 1.5 1.5 1.0 1.5
9 6-10 1.2 1.2 1.2 1.2 0.8 1.2
10 <6 0.9 0.9 0.9 0.9 0.6 0.9

3.1.STATISTISI TERAMPIL
a. Analisis Statistik
Melakukan analisis statistik sederhana:
(1) Deskriptif satu sector (Angka Kredit Lihan Tabel 1. Kolom (3)
Statistisi Pelaksana)
Melakukan analisis statistik deskriptif satu sector adalah
mengulas/menguraikan suatu sector atas berbagai bagiannya dan
penelaahan bagian itu sendiri memperoleh gambaran yang tepat.
Yang dimaksud dengan analisis sector di atas adalah subjek/pokok
bahasan yang dianalisis. Besaran angka kredit tergantung dari jumlah
halaman hasil analisis dalam bentuk naskah (tidak termasuk cover,
kata pengantar, daftar isi, lampiran). Lihat Tabel 1. Kolom (2).

Bukti fisik:
Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang
dilegalisir.

Contoh:
Ahmad Surahmat, Statistisi Pelaksana pada Dinas Pendapatan
Daerah Kabupaten Sumedang, ditugaskan untuk menganalisis
tentang pajak yang berasal dari usaha hotel dan restoran. Hasil
analisis ini berupa buku terdiri dari 17 halaman yang memuat ulasan
diskrptif (membaca tabel dan grafik) dari pajak hotel dan restoran.
Dalam hal ini Ahmad Surahmat mendapatkan angka kredit sebesar
0,6.

118

(2) Deskriptif lintas sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (4),
Statistisi Pelaksana Lanjutan)
Melakukan analisis statistik deskriptif lintas sector adalah
mengulas/menguraikan beberapa dan berbagai bagiannya serta
penelahan sector itu sendiri maupun hubungan antar sector untuk
gambaran yang tepat.

Bukti fisik :
Fotocopy naskah atau cove r, kata pengantar dan daftar isi yang
dilegalisir.

Contoh:

Dwi Haryanto, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Sub Direktorat
Statistik Demografi, ditugaskan untuk menganalisis tentang
Hubungan Tenaga Kerja dan Pendidikan yang dimiliki. Hasil
Analisis berupa buku terdiri dari 25 halaman. Dalam hal ini Dwi
Haryanto mendapatkan angka kredit sebesar 1,33.

(3) Analitik satu sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (5),
Statistisi Penyelia)
Melakukan analisis statistik analitik satu sector adalah
mengulas/menguraikan secara mendalam dengan menggunakan
metode statistik inferens atas data satu sector hingga mengahsilkan
simpulan-simpulan.

Bukti fisik:
Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang
dilegalisir.

Contoh:

119

Bukti fisik: Laporan pemberian konsultasi stataistik kelembagaan tingkat dasar. ditugaskan untuk mengalisis tentang pola Pendapatan Petani di Jawa Tengah. b. Hasil analisis ini berupa buku terdiri dari 35 halaman. Statistisi Pelaksana Lanjutan) Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat dasar. petugas UPT Imigrasi Ngurah Rai Denpasar meminta konsultasi ke BPS Kabupaten Bandung.44. Contoh: Dalam rangka menyusun laporan statistik semesteran keberangkatan penduduk Indonesia yang pergi ke luar negeri. Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Bandung ditugasi untuk memberikan konsultasi tentang bagaimana cara penyajikan data 120 . Dedi Waluyo. Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Tengah. I Wayan Pitana.1. Pengembangan Statistik (1) Memberikan Konsultasi Statistik Dalam Rangka Penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat: (a) Dasar (Angka Kredit 0. Dalam hal ini Dedi Waluyo mendapatkan angka kredit sebesar 1. pengolahan dan analisis secara sederhana dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan. adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penetapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data.

Tujuan konsultasi adalah untuk mendapatkan masukan terhadap rencana penelitian terhadap calon TKI yang akan di kirim ke luar negeri yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Setempat. Statistisi Pelaksana Lanjutan) 121 . cara pengambilan sampel dan cara mengolah serta menyajikannya. serta cara mengartikan data/indokatornya. dalam bentuk tabel.2. Murni Handayani mendapatkan angka kredit 0. pengolahan dan analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembangaan.15. (b) Menengah (Angka Kredit 0. Contoh: Murni Handayani. Statistisi Penyelia BPS Kota Tegal melayani konsultasi pegawai Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Tegal. (2) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik: (a) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Dasar (Angka Kredit 0. Materi yang diberikan oleh Murni Handayani adalah bagaimana cara membuat kuesioner sederhana.2. Bukti fisik: Laporan pemberian konsultasi statistik kelembagaan tingkat menengah. cara menyajikan grafik.1 untuk setiap kali pertemuan. Statsitisi Penyelia) Memberikan konsultasi statsitik dalam rangka penyusunan statistisi kelembagaan pada tingkat menengah adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data. Dengan melayani konsultasi ini I Wayan Pitana memperoleh angka kredit sebesar 0. Untuk setiap pertemuan.

3. Menyiapkan materi pengarahan statistik dasar adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat dasar. Statistisi Penyelia) Menyiapkan materi pengarahan statistik menengah adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah/materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat menengah yang antara lain meliputi tatacara pengumpulan data. Sumarsono. Angka kredit yang diperoleh Sumarsono dari naskah yang dibuat adalah 0. dan cara menyajikan hasil pengumpulan data. pengolahan dan analisis sederhana.15. cara pengolahan manual. Bukti fisik: Laporan tentang penyusunan materi pengarahan statistik dasar. Contoh: Untuk pengarahan tentang kegiatan statistik diBapeda Magetan. pngolahan dan analisis dengan metode statistik diskriptif. Bukti fisik: 122 . (b) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Menengah (Angka Kredit 0. yang anatara lain meliputi tata cara pengumpulan data. Statistik Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Magetan ditugasi untuk menyiapkan naskah/materi pengarahan yang berisi tentang tata cara pengumpulan data dengan kuesioner sederhana.

Materi yang disampaikan mencakup tentang tatacara membuat tabel-tabel distribusi serta cara mengulasnya. ditugasi memberikan pengarahan kepada staf Bapeda tingkat II dalam rangka menyiapkan laporan tahunan Bapeda tingkat II.03 dari setiap pertemuan yang dilakukan.06. Statistisi Penyelia) Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan tingkat menengah adalah suatu kegiatan memberikan arahanatau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik pada suatu lembaga tertentu dengan materi statistik tingkat menengah yang sudah disiapkansebelumnya. Contoh: Dodi Hermawan. Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Temanggung ditugasi untuk mensosialisasikan pentingnya statistik kepada para pegawai kecamatan Ngadirejo. Statistik Penyelia BPS Propinsi Bangka Belitung. Dari kegiatan ini 123 . (b) Menengah (Angka Kredit 0. Dari kegiatan ini Dodi Hermawan memperoleh angka kredit 0. Kabupaten Temanggung. Laporan tentang penyusunan materi pengarahan statistik menengah. Contoh: Hermanto. Bukti fisik: Laporan tentang pemberian pengarahan statistik menengah pada suatu lembaga tertentu.

03 untuk setiap pertemuan. (4) Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam Rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan Dalam Bidang Statistik: (a) Dasar (Angka Kredit 0. Statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Sosial ditugasi mensosialisasikan hasil survei kriminalitas kepada aparat Dinas Sosial. Bukti fisik: Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat dasar. Materi yang disampaikan adalah temuan dalam survei tersebut dalam bentuk tabel-tabel dan grafik sederhana.06. Statistik Penyelia) Melakukan penbarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik menengah adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk 124 .03. Hermanto memperoleh angka kredit sebesar 0. Contoh: Imam Suwandi.06 untuk setiap pertemuan yang dilakukan. Dalam kegiatan ini Imam Suwandi mendapatkan angka kredit 0. (b) Menengah (Angka Kredit 0. Statistik Pelaksana Lanjutan) Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik dasar adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik dengan tingkat statistik dasar dalam evaluasi terhadap kegiatan hasil yang telah dilaksanakan.

Contoh: Dalam rnagka sosialisasi hasil pengumpulan data perhotelan. Dengan laporan kegiatan ini Sumanto memperoleh angka kredit 0. ditugasi menyampaikan sosialisasi hasil pengumpulan data hotel ini kepada staf Diperda dan Bapeda stempat. Materi yang disampaikan antara lain tentang tingkat penghunian kamar hotel (TPK) dikaitkan dengan situasi pariwisata di Yogyakarta. Statistisi Penyelia pada Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.06 untuk setiap kali pertemuan. mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik kelembagaan dengan tingkat menengah dalam rangka evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Bukti fisik: Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat menengah. sumanto. Hal 100 125 .

(b) Komplikasi data administrasi (Angka Kredit lihat Tabel.5). statistis i Madya) Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel adalah mengupas. Kolom(3) No. Arianto. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan sensus/survei yang bersifat komprehensif. Hari Sasono. Bambang Subagio dan Ir. Dari kegiatan ini Ir. Naskah laporan terdiri dari 67 halaman. Kolom(3). Kolom (3) Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan kompilasi data administrasi yang bersifat komprehensif. kolom (3) No. survei dan Observasi (Angka Kredit lihat Tabel 2.. STATISTISI AHLI a.4) (2) Mengkaji/Mengevaluasi Metode Penarikan Sampel dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus. Statistisi Madya BPS Propinsi Bengkulu ditugaskan mengkaji terhadap hasil kompilasi data penduduk di desa/kelurahan yang selama ini pemungutan datanya dilakukan oleh para mantra Statistik di Propinsi Bengkulu. secara sistematis serta rekomendasi untuk peningkatan mutu hasil pelaksanaan SUSI. Sedangkan Ir. SE. Hari Sasono sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit 40% x 4. Bambang Subagio memperoleh angka kredit sebesar 60% x 4. Arianto SE memperoleh angka kredit sebesar 3 (Tabel 2. Sebagai penyusun utama naskah kajian adalah Drs. Analisa Statistik (1) Mengkaji Hasil Kegiatan: Mengkaji hasil kegiatan adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/hasil pelaksanaan secara lebih dalam. Statist isi Madya dari direktorat Statistik Perdagangan dan Jasa ditugasi untuk mengkaji hasil kegiatan Survei Usaha Terintegrasi (SUSI). Naskah yang dihasilkan terdiri dari 47 halaman yang memuat kajian hasil survei. dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari pelaksanaan kegiatan yangs sedang dikaji. Kolom (4).8 (Tabel 2.5 = 1. menelaah secara lebih dalam metode penarikan sampel.2. (a) Sensus/Survei (Angka kredit lihat Tabel 2.5 = 2. dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk mneingkatkan mutu dari 126 . Contoh: Drs. Contoh: Ir.7.

Ahmad Santosa. Kolom (6). survei atau observasi. Mohamad Basuki. Maksum. statistisi Madya Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan mengkaji metode penarikan sampel modul kriminalitas dalm survei Sosial Ekonomi Sosial (Susenas). kolom(5) No.4) 127 .5 (3) Membuat Metode Estimasi dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan (angka Kredit Tabel 2. statistisi Madya di BPS berhasil menyusun kegiatan sensus Pertanian 2003 dengan metode statistik yang baru. ditugaskan untuk menyusun metode estimasi dari hasil survei sector pertanian subsektor kehutanan.(6) No. Dari kegiatan ini Ir. Naskah laporan yang dibuat terdiri dari 14 halaman. Ir. Bukti fisik: Laporan tentang hasil kajian/evaluasi metode penarikan sampel pada sensus/survei/observasi Contoh: Drs.7 (Tabel 2. Ahmad Santosa memperoleh angka Kredit sebesar 1. kolom (5). statistisi Madya Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Selatan. Dengan laporan kegiatan sebanyak 60 halaman ini Dr.6) (4) Inovasi Metode Statistik dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus. Maksum memperoleh angka kredit 4. Statistisi Madya) Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan adalah penyusunan metode/cara memperkirakan populasi berdasarkan data sampel yang ada termasuk cara menghitung tingkat ketelitiannya Bukti fisik : Laporan tentang penyusunan metoda estimasi dalam rangka penyusunan Statistik kelembagaan Contoh: Dalam menyusun statistic tenaga kerja sub sector kehutanan.5 (Tabel 2 kolom . Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penemuan inovasi me tode statistic yang telah diakui dan atau digunakan/akan digunakan dalam sensus/survei/observasi Contoh: Dr. Dari hasil kegiatan ini Drs. Mohamad Basuki menyusun naskah laporan sebanyak 39 halaman sehingga angka kredit yang ia peroleh sebesar 2. pelaksanaan kegiatan penarikan sampel dala m rangka penyusunan kegiatan sensus. Survei dan obsevasi (Angka kredit lihat Tabel 2.

5 Kolom (6)) (8) Melakukan Analisis Statistik secara mendalam : (a) Satu sector (Angka Kredit lihat Tabel 1. S. Dr Arifin mendapat angka kredit sebesar 1. observasi atau kompilasi data administrasi Contoh : S. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 17 halaman ini S. Mendapat angka kredit sebesar 1. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 34 halaman ini. Siahaan. Kolom (7). MSc. Kolom (7) No. Statistisi Muda) Bukti fisik: Buku (Laporan) penyusunan analisis statistic secara mendalam satu sector 128 . Statistisi Muda) Membuat estimasi parameter ada lah menyusun analisis populasi berdasarkan estimasi parameter hail suravei/observasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan Bukti fisik: Laporan estimasi parameter Contoh: Dr.Kolom (8). Statistisi Madya di BPS ditugaskan membuat kerangka analisis data hasil Survei Mobilitas Pekerja di Wilayah Jabotabek. Statistisi Pertanma) Bukti Fisik: Laporan Penyusunan analisis statistic sederhana analitik lintas sector Contoh: Dwi.8 (Tabel 2. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penyusunan kerangka analisis data hasil sensus. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 43 halaman ini Dwi.6. survei. S. Observasi dan Kompilasi Data Administrasi (Angka Kredit lihat Tabel 2. Statistik Pertama pada Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan untuk menyusun analisis diskriptif hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2003. Msc.6) (6) Menentukan Kerangka Kegiatan Analisis Data dalam rangka Analisis hasil sensus.si. Statistisi Muda di BPS.5 (7) Melakukan Analisis Statistik Sederhana Analitik Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1 Kolom (6). Siahaan. ditugaskan menyusun Statistik Kesejahteraan Rakyat Tahun 2002 berdasarkan estimasi parameter hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2002. Arifin.6 (Tabel 1 No. Kolom (7) No.(5) Membuat Estimasi Parameter dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan (Angka Kredit lihat Tabel 2.Si. mendapatkan angka kredit sebesar 1.

dengan Laporan kegiatan yang terdiri dari 15 halaman ini Ali Suwarno. Contoh: Ali Suwarno. S. Statistisi Madya di Departemen Pertanian ditugasi membuat analisis statistic secara mendalam Hasil Survei Pendapatan Petani 2002.24 (Tabel 1 No. Kolom (8). Ritonga. sehingga didapat keseragaman terhadap interprestasi data hasil kegiatan statistic tersebut Bukti Fisik: Buku (Laporan) menyusun metode analisis hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi Contoh: S. S.Si mendapat angka kredit sebesar 3 b. Ritonga. S. Statistisi Madya) Bukti fisik : Buku (Laporan) Analisis Statistik secara mendalam lintas sector.Si mendapat angka kredit sebesar 2. S.Si mendapat angka kredit sebesar 2. Statistisi Madya) Mengembangkan metode penarikan sampel dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis penarikan sampel yang telah dilaksanakan dalam rangka kegiatan sensus/survei/observasi dengan tujuan untuk mendapatkan mutu sampel yang paling representative Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan metode penatikan sampel sensus/survei/observasi 129 .8 Kolom (8)) (9) Merancang dan Membuat Metoda analisis Hasil Sensus. Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Industri BPS ditugaskan untuk meyusun analisis secara mendalam hasil Survei Industri Besar 2002.Si. S. Survei.Si. Pengembangan Statistik (1) Mengembangkan Metode Penarikan Sampel dalam rangka Penyusunan Kegiatan Sensus. Contoh: Ahmad. S. Dengan laporan kegiatan ini S. Dengan laporan yang terdiri dari 26 halaman ini Ahmad. Statistisi Madya di BPS ditugasi menutusun metode analisis data hasil Survei Kesehatan 2003.Si.4 (Tabel 1 No. Kompilasi Data Administrasi dan Observasi (angka Kredit 3. Survei dan Observasi (Angka Kredit 3.7 Kolom (7)) (b) Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1. Statistisi Madya) Merancang dan membuat metoda analisis dimaksud adalah menyusun metoda analisis data hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi tertentu.

Statistisi Madya di BPS mengembangkan Sistem Administrasi Pencatatan Hasil Industri setiap bulan. Dengan laporan ini S.Si mendapat angka kredit sebesar 3 (2) Mengembangkan Sistem Administrasi dalam rangka pembaharuan Sistem Administrasi (Angka Kredit 3. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan metode observasi Kesehatan Balita 2002. MSc. Contoh: Rifai.Si Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi metode penarikan sampel Survei Usaha Pertanian Hortikultura 2002 dalam rangka mengembangkan metoda penarikan sampel yang diduga sudah kurang cocok dengan Laporan ini Rifai. Bukti fisik: Laporan upaya pengembangan metode observasi Contoh: S. S. Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan Sisitem Administrasi Contoh: Mandi. MSc. MSc mendapat angka kredit sebesar 3 (4) Mengembangkan Sistem Informasi Data Administrasi dalam rangka penyebarluasan Data Statistik ( Angka Kredit 3. Msc mendapat angka kredit sebesar 3 (3) Mengembangkan Metoda Observasi dalam rangka penyempurnaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 3. S. Statistisi Madya) Mengembangkan sistem informasi data administrasi dimaksud adalah upaya pengembangan dan penyebarluasan data statistic administrasi melalui media/jaringan informasi data administrasi yang terkoordinasi dengan tujuan agar makin mudah untuk diakses Bukti fisik: 130 . Siahaan. Statistisi Madya) Mengembangkan Sistem Administrasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pemungutan data hasil kompilasi data administrasi yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. penglihatan dan penghitungan yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. Dengan laporan ini mandi. Statistisi Madya) Mengembangkan metode observasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran. Siahaan.

Dengan laporan ini Sri Astuti. S.3. Bukti fisik: Laporan memberikan kosultasi statistic khusus 131 . Laporan upaya pengembangan sistem informasi data administrasi Contoh: M. Dengan Laporan ini M.8 (b) Khusus (Angka Kredit 0. Bukti Fisik: Laporan memberikan konsultasi statistic Contoh: Sri Astuti. inteprestasi hasil dan penyusunan analisisnya. Statistisi Madya) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat khusus adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan Ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pemilihan model-model analisis/Indikator statistic dan tatacara penyusunan analisanya. S. Statistisi Muda di BPS memberikan konsultasi statistic lanjutan yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dalam rangka penyusunan Statistik Pertanian di Departemen Pertanian. siregar. Siregar.Si.Si medapat angka kredit sebesar 3 (6) Memberikan Konsultasi Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat: (a) Lanjutan (Angka Kredit 0. S.Si.2 = 0.Si mendapatkan angka kredit sebesar 3 (5) Mengembangkan Sistem Informasi Hasil Sensus/Survei dan observasi dalam rangka penyebarluasan data statistic (Angka Kredit 3.Si. medapatkan angka kredit sebesar 4 x 0. Simamora. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data hasil Survei Sosial Ekono mi Nasional.Si. Simamora. Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan Upaya pengembangan sistem informasi hasil sensus/survei/observasi Contoh: M. S. Dengan laporan ini M. Statistisi Muda) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat lanjutan adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistic dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pengola han dengan media computer. S. S. Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data administrasi dari Departemen Kesehatan dan usulan pengembangannya.2.

3 (b) Khusus (Angka Kredit 0. M. Statistisi Muda di BPS memberikan pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Perhubungan Darat di Departemen Perhubungan. Contoh: Rini. Statistisi Madya pada BPS Propinsi Riau menyiapkan materi pengarahan statistic khusus dalam rangka penyusunan statistic Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau.Si. MSc.2 (7) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0.06.06 (b) Khusus (Angka Kredit 0.Sc mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan naskah materi pengarahan statistic lanjutan Contoh: Rahmat. mendapat angka kredit sebesar 0.Si.09. Statistisi Muda di BPS menyiapkan materi pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Kendaran bermotor di Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. S.S.Si.3. S. MSc. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan penyiapan materi pengarahan statistic khusus Contoh: Robert.3 = 1.45. Dengan laporan ini Robert.09 132 . Dengan laporan ini Haryati. Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau memberikan pengarahan Statistik Umum dalam rangka Penyusunan Statistik Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau. Dengan laporan ini Robert.Si mendapat angka kredit sebesar 0. S. Msc. Dengan laporan ini Rini. Dengan laporan ini Rahmat M. Mendapat angka kredit sebesar 4 x 0. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat khusus Contoh: Robert. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat lanjutan Contoh: Haryati.Sc mendapat angka kredit sebesar 0. Statistisi Madya di BPS memberikan konsultasi statistic khusus dalam 4 kali pertemuan dalam rangka Penyusunan Statistik Kriminal kepada para analisis data di Kantor Departemen Sosial. Msc.45 (8) Memberikan Pengarahan Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0.

MA. S. Statistisi Madya di BPS Propinsi Jawa Barat telah menentukan Indikator dan ukuran Statistik Kesejahteraan Sosial berdasarkan hasil Survei Sosial di Propinsi Jawa Barat. Jumlah penulis pembantu sebanyak-bnayaknya 3 (tiga) orang (1) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian. Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Haryati. Dengan laporan ini Robert.Pengkajian.ukuran Statistik (Angka Kredit 3.Ms. Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan hasil survei Kesehatan di Dinas Kesehatan Propinsi Bali. Survei dan atau Evaluasi di bidang Statistik yang Dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 12.09. Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan data Angkutan Darat di Dinas Perhubungan Propinsi Riau dalam rangka evaluasi Kegiatan Perhubungan Darat. Dengan laporan ini Halip Kejora.5. Dengan laporan ini Haryati.06 (b) Khusus (Angka Kredit 0. semua jenjang) 133 . M. mendapatkan angka kredit sebesar 3 4. M.Si.60% untuk penulis utama .Sc mendapat angka kredit sebesar 0.09 (10) Menentukan Indikator dan Ukuran. MA. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI STATISTISI a. Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Robert. Statistik Madya) Bukti fisik: Laporan mennetukan Indikator dan Ukuran Statistik Contoh : Halip Kejora. S. Sub Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di bidang Statistik (semua Jenjang Jabatan): Penilaian umum . 40% dibagi rata untuk penulis pembantu .06.(9) Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan dalam bidang statistic : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0.Si mendapat angka kredit sebesar 0.

Statistisi pada BPS Propinsi Jawa Timur. membuat karya ilmiah dalam bentuk buku berjudul “Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi”. Sunaryo dan Drs.5.MS dan Drs.5 = 7.Sunaryo dan Drs. dan diedarkan secara nasional. sedangkan Drs. mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x12.5)/3 = 1.5 = 5 . Msc (penulis pembantu). sebagai penulis utama Dr. Gunadi.5 = 7. Sebagai penulis utama. Makmur Bukit. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 15.Sihar.5. Dr.Sc. perhitungan angka kredit untuk masing-masing sebagai penulis sama dengan buku volume I. Untuk buku volume II.5 Sedangkan Drs. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12. Biwarto(penulis utama) serta Drs. M.Makmur Bukit. semua jenjang) Bukti fisik: 134 . masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar 5 . sudah diterbitkan. Dr. dan diedarkan secara nasional. sedangkan penulis pembantu masing-masing mendapatkan angka kreit sebesar ( 40% x12. MSc.Sc.5)/2 = 2. Sunaryo. Gunadi. MSc. Membuat kajian dalam bentuk buku berjudul ‘Pola Migrasi di Jawa Timur’ Dalam dua volume (I dan II). terdiri sari 4 (empat) orang dari Bapeda Propinsi Irian Jaya melakukan penelitian mengenai “Pola Migrasi di Irian Jaya” Hasil penelitian mereka diterbitkan dalam bentuk buku dan diedarkan secara nasional. Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan Contoh: . Untuk buku volume I. Total Dr. masing-masing sebagai penulis pembantu mendapat angka kredit (40% x 12. sudah diterbitkan.M.5 = 7. M. Sihar M.masing. Dalam hal ini penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12.Sc (masing. sebagai pneulis pembantu). Dr.Sc (penulis utama) dan Ir.67 (b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 6. Makmur Bukit. Sekelompok Statistisi.5 dan Ir. sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 12.

Mengingat jumlah penulis lebih dari yang disyaratkan. Sondang. Contoh: Dr. Sindang. unutk setiap judul buku: semua jenjang) Bukti fisik: Buku hasil karya tulis yang direkomendasikan oelh pimpinan instansi yang juga memuat/daftar pustaka.4 . Statistisi Muda. MSc (penulis utama) dan Dra. Meskipun demikian buku ini dapat dinilai dengan criteria lain misalnya kegiatan dalam penyediaan data dan informasi statistik (2) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian. MSc mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 6 = 3. MSc (penulis pembantu) menulis artikel mengenai “Pengaruh Kenaikan suku Bunga Terhadap Investasi di sector Industri” dan di muat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI). Survei dan atau Evaluasi dibidang Statistik yang tidak dipublikasikan: Yang dimaksud dengan tidak dipublikasikan adalah karya tulis/karya ilmiah yang tidak dipublikasikan secara nasional. Pengkajian. Sekelomp ok statistisi terdiri dari 5(lima) orang dari Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah melakukan penelitian mengenai “Dampak Krisis Moneter terhadap Pendapatan Petani Gula”. Ratna mendapatkan angka kredit sebesar 8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka kredit 4 untuk setiap makalah. Nina. (a). pada Direktorat Metodologi Statistik membuat karya tulis yang berjudul “Pemilihan petugas sensus/survei yang efektif” Hasil Karya tulis ini dipergunakan BPS sebagai acuan/referensi dalam rekrutmen petugas sensus/survei. Ir. Nina. Konsep artikel dan fotocopy majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh: .Ratna. Dalam bentuk buku (Angka Kredit 8. tetapi hanya pada lingkup internal. semua jenjang) 135 . MSc. sebagai penulis pembnatu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 6 = 2.6. Untuk itu Dr. Karya tulis/karya ilmiah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi atau acuan dalam pengambilan kebijaksanaan internal suatu instansi. Hasil penelitian ini dimuat sebagai artikel majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. sedangkan Dra. maka buku ini tidak dinilai. Sebagai penulis utama Ir.

statistisi Pelaksana Lanjutan (Penulis kedua). Sebagai penulis Farid.2 (b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka kredit 4 untuk setiap artikel yang dimuat.0 = 3. S. Sebagai penulis utama. semua jenjang) Bukti fisik: Konsep artikel dan majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh: 136 .Si. Makalah yang dimaksud disini adalah yang dipresentasikan dalam pertemuan internal suatu instansi Bukti fisik: Fotocopy makalah yang sudah disajikan. dan dipublikasikan secara nasional. Laely Sugiyono MSi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 8. Contoh: Farid. Keduanya pada Direktorat Metodologi Statistik BPS.8 sedangkan Daryanto sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 8. MSc. S.Si mendapatkan angka kredit sebesar 4.0 =4. Statistisi Muda (penulis utama) dan Dryanto. semua jenjang) Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan. menulis tinjauan ilmiah mengenai “Teknik Pemilihan Metode Sampel dalam berbagai Ciri Populasi” diterbitkan dalam bentuk buku. (3) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan Ilmiah HAsil Gagasan sendiri di bidang statistik yang Dipublikasikan : (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka kredit 8 untuk setiap judul buku. Contoh: Laely Sugiyono. Statistisi Penyelia pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan telah membuat karya tulis berjudul” Pengaruh Musim pada Pola Perdaga ngan Komoditas Pertanian” karya tulis dimaksud telah dipresentasikan di lingkungan Deperindag.

MSi mendapatkan anka kredit sebesar 60% x 4 = 2. . Statistisi Muda pada Direktorat Analisa Statistik Sosial (penulis Utama) dan Alexander. menulis buku berjudul “ Pencacahan Survei di Pedesaan. Teori dan Aplikasinya”. Sekelompok Statistisi Penyelia (terdiri dari 3 orang) pada dinas Parawista Prop insi Bali.2.8 (4) Membuat Karya Tulis/Karya ilmiah Berupa tinjauan atau Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan sendiri di Bidang Statistik yang tidak dipublikasikan (a) Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 untuk setiap judul buku.MS mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4. 137 . Sebagai penulis utama.6 . Buku tersebut hanya dapat dinilai apabila digunakan sebagai bahan dik lat statistik atau mata kuliah lain di luar diklat statistik Bukti fisik: Konsep buku dan silabus yang memuat buku tersebut sebagai salah satu referensi. penulis utama mendapatkan angka kredit 60% x 4 = 2. Budianti. Contoh: Budianti.M.4. Amanullah. sedangkan penulis pembnatu masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar (40% x 4)/2 = 0. namun digunakan sebagai salah satu bahan mata kulaih (modul) dalam diklat statistik di Jakarta. Fariz (penulis Pembantu). semua jenjang) Karya Tulis/Ilmiah berupa tinjauan atau tulisan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang statistik dalam bentuk buku yang tidak dipublikasikan. Statistisi Muda pada BPS Pusat. MSi. mengulas tentang ‘Kinerja Industri Parawisata Bali Pasca Wabah SARS” dan dimuat dalam salah satu jurnal ekonomi Universitas Udayana yang sudah diakui oleh LIPI.S (penulis utama) dan Ir. Buku tersebut tidak dipublikasikan. Dalam hal ini..4 dan Alexander sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 4 = 1. statistisi Pelaksana Lanjutan(penulis kedua) menulis tinjauan singkat dalam bentuk artikel mengenai “Tingkat Pendidikan Penduduk Daerah Pedesaan berdasarkan hasil Susenas 2002” serta dimuat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI). Amanullah. Sebagai penulis utama.

Anwar Fuadi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 3. Sebagai penulis utama.5 = 2.5 = 1. Fariz. menulis makalah mengenai “Statistik Sosial Propinsi Sumatera Selatan”. semua jenjang) Makalah yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila makalah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi dalam kegiatan diklat statistisi atau mata kuliah lain diluar diklat statistik Bukti fisik: Konsep makalah dan silabus mata kuliah yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya Contoh: Anwar Fuadi (penulis utama) dan Tantowi (penulis pembantu). sedangkan Ir. statistisi Penyelia pada Bappeda Propinsi Sumatera selatan. Makalah tersebut digunakan sebagai salah satu bahan mata kuliah diklat statistik di Palembang.5 untuk setiap artikel yang dimuat.4 138 .1 dan Tantowi sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3. sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2.8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3.

139

(5) Membuat karya Tulis/Karya Ilmiah Populer di Bidang Statsitik yang
Disebarluaskan melakui Media masa (Angka Kredit 2,5, semua
jenjang)

Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk setiap karya tulis ilmiah
popular yang dimuat dalam media masa, baik media dengan
jangkauan local maupun nasional.

Bukti fisik :

Konsep artikel yang dikirim dan media cetak yang memuat artikel
dimaksud.

Contoh:
Mulyono, SE., Statistisi Pertama pada Direktorat Statistik Keuangan
dan Harga BPS, menulis artikel popular mengenai “Dampak Inflasi
pada Pendapatan Buruh Sektor Industri” dan dimuat dalam harian
umum Kompas. Sebagai penulis, Mulyono, SE. mendapatkan angka
kredit sebesar 2,5.

(6) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan
Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri di Bidang Statistik yang Disampaikan
dalam Pertemuan Ilmiah (Angka Kredit 2,5, semua jenjang)

Pertemuan ilmiah dimaksud adalah pertemuan yang melibatkan
beberapa instansi terkait. Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk
setiap makalah (gagasan) yang diseminarkan dalam pertemuan
ilmiah di bidang statistic.

140

Bukti fisik:

Konsep makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta
seminar.

Contoh:

Ir. Dame Riana, Statsitisi Madya pada Departemen Energi dan
Sumber Daya Mineral, mempunyai gagasan mengenai “ Indikator
Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri”, yang kemudian
disampaikan dalam seminar Pola Penyimpangan Subsidi BBM
Sektor Industri yang melibatkan beberapa instansi terkait. Sebagai
penulis makalah Ir. Dame Riana mendapatkan angka kredit sebesar
2,5.

b. Penyusunan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengolahan Kegiatan Statistik
Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengolahan kegiatan statistic
(Angka Kredit 3, untuk setiap naskah, semua jenjang)

Petunjuk teknis pelaksanaan pengelola statistik adalah suatu petunjuk yang
dapat dipakaidalam mengelola kegiatan statistic agar kegiatan dimaksud
dapat berjalan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Bukti fisik:

Naskah/buku.

Contoh:

141

Setyo Nugraha (penulis pembantu). membuat Petunjuk Teknis Pengelolaan Survei Perusahaan Industri Besar Sedang. menyadur buku “Population Growth of Indonesia” dalam dua volume (I dan II). Bambang Juanda sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4. Suryaminto.2. sedangkan Ir. M. mendapatkan angka kredit sebesar 3. Bukti fisik: Buku saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan secara nasional Contoh: Ir. Bambang Juanda (penulis utama) dan Ir.Sc. Penyunting buku tidak mendapt angka kredit. Untuk setiap volumenya.8. Ir. Sebagai penyusun Suryaminto. Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Demografi BPS. semua jenjang) Angka kredit 7 diberikan untuk setiap buku saduran yang diterbitkan.Sc. M. 142 . Setyo Nugraha sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2. c. Penerjemahan/Penyaduran Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statsitik (1) Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statsitik yang dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 7.

Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta. Angka kredit sebesar 3. Contoh: Indra Kusuma.4. semua jenjang) Angka kredit 3.5. 143 .5 diberikan untuk setiap buku saduran yang tidak diterbitkan.1. S. sedangkan Ir. Sebagai penulis utama. (Penulis utama) dan Ir.5 diberikan untuk setiap makalah saduran yang diterbitkan. Dyah utami sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3. Indra Kusuma. Dyah Utami (penulis pembantu).5 = 1.5. menyadur makalah mengenai ‘The Sociology of Human Fertility’ dan dumuat dalam jurnal Sosial Ekonomi Universitas Indonesia yang diakui oleh LIPI. (2) Menerjemahkan/ Menyadur Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statistik yang Tidak Dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3. mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x 3.Si.Si. S. Bukti fisik: Konsep makalah saduran dan majalah yang memuat makalah saduran tersebut.5 = 2. semua jenjang) Buku terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila buku tersebut digunakan sebagai salah satu referensi kegiatan pendidikan dan latihan. (a) Dalam Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 3.

menerjemahkan buku ‘Experimental Design’ tidak diterbitkan. Rose Marie Simanjuntak. Untuk setiap volumenya. Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Jawa barat. semua jenjang) Makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila maka lah tersebut diseminarkan atau digunakan sebagai salah satu refensi dalam kegiatan pendidikan dan latihan. Bukti fisik: . . (b) Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 1. Rose marie Simanjuntak mendapatkan angka kredit sebesar 3. Surat keterangan dari perguruan tinggi yang melegalisir silabus tersebut. Ir.5. Bukti fisik: . Surat keterangan dari perguruan tinggi/penyelenggara diklat dalam bidang statistik yang dapat melegalisir silabus tersebut. Makalah saduran dan daftar hadir seminar atau silabus yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya. Contoh: Ir. Angka kredit sebesar 1. . Buku saduran dan silabus yang memuat buku dimaksud sebagai salah satu refensinya. Contoh : 144 .5 diberikan untuk setiap makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan. tetapi digunakan sebagai bahan kuliah pada salah satu universitas swasta di bandung.5.

MM.03. Ano Hrewana.5. PENDUKUNG KEGIATAN STATISTISI A Pengajaran/Pelatihan di Bidang Statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi Pemerintah dalam Kegiatan Statsitik (Angka Kredit 0. Statistisi Madya pada Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS. menulis abstraksi dari buku ‘Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia has il Survei Penduduk 2000’ yang dimuat dalam majalah Varia Statistik. semua jenjang 145 . SE. Sebagai penuli abstraksi Drs. MM. Contoh: Drs. Abstraksi ini harus dimuat dalam majalah ilmiah.. semua jenjang) Abstrak tulisan ilmiah dimaksud adalah tulisan yang berisi tentang rangkuman atau uraian singkat dari suatu tulisan ilmiah dengan tujuan untuk memperkenalkannya. BPS menyadur makalah mengenai konsep ‘Education and Life Expectation In The Health of Nation ‘ dan memaparkannya dalam seminar intern. mendapat angka kredit sebesai 1. mendapatkan angka kredit sebesar 1. Bukti fisik: Naskah abstrak. Puji Sunarto. Dalam hal ini. (3) Membuat Abstrak Tulisan Ilmiah yang Dimuat dalam Majalah Ilmiah (Angka Kredit 1. Statistik Muda pada Direktorat Statistik Demografi. V.. Puji Sunarto. SE. Ano Herwana.

Dengan menunjukkan surat tugas mengajar dan surat keterangan mengajar dari penyelenggaran diklat. ditugaskan mengajar mata kuliah Statistik Ekonomi pada suatu diklat teknis fungsional di Propinsi Jawa Timur sebanyak 4 jam pelajaran. Bukti fisik: Surat tugas atau surat keterangan mengajar dari penyelenggara diklat. (Umumnya 1 jam pelajaran = 45 menit) Contoh: Margo Ertianto. Kegiatan dimaksud adalah mengajar/melatih pada pendidikan dan pelatihan Pegawai Negeri Sipil dalam bidang statsitik.03 diberikan kepada statistisi yang dapat menunjukkan bukti fisik mengajar/melatih/membimbing selama 2 jam pelajaran. Kriteria penilaian: Angka kredit sebesar 0. Bukti fisik: Sertifikat dari penyelenggara seminar. Peran Serta Dalam Seminar/Lokakarya/Konferensi Statistisi yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebaga i pemasaran/pembahas/nara sumber/moderator atau peserta. B.03 = 0. Penilaian: 146 . Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Timur. Margo Ertianto mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0. Namun frekuensi sebagai peserta seminar/lokakarya yang bisa dinilai hanya 2 (dua) kali dalam satu tahun.12.

diundang sebagai pembicara pada sebuah seminar nasional dengan topic “Iklim Investasi Perusahaan Industri Besar Sedang di Indonesia Periode 1997 – 2002 “ di Universitas Indonesia. Billy Budiarjo.Sc. 147 . Seminar di ITB Bandung dan seminar di FISIP UI. Statistisi yang berlaku sebagai moderator/pembahas/nara sumber dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Dengan menunjukkan sertifikat sebagai peserta pada beberapa seminar dan workshop tersebut. Suryadiningrat... Statistisi yang berlaku sebagai peserta dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya. Ir. Statistisi yang diundang sebagai pamasaran dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Billy Budiarjo. maka yang dapat diakui dan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 1 = 3.Sc. Contoh: . Pada Tahun 2003. pada tahun 2002 diundang oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi sebagai peserta workshop di Universitas Brawijaya Malang. Jakarta. M. Dalam seminar Kesehatan Ibu dan Anak yang diselenggarakan oleh R. Yulia. Dr. . . Statistisi Muda pada Departemen Kesehatan diundang untuk menjadi moderator. . M.Sc.. Cipto Mangunkusumo. Memperoleh angka kredit sebesar 3 . Dengan menunjukkan surat keterangan dari penyelenggara seminar. Yulia menghadiri Seminar Ketahanan Sosial di Bandung. Dr. mendapatkan angka kredit sebesar 2. Ir.S. Suryadiningrat. Statistisi Madya pada Direktorat Statistik Industri BPS. MSc. Dengan mununjukkan surat keterangan dari panitia seminar tersebut. Statistisi Penyelia pada Departemen Pendidikan Nasional. M. Seminar yang dapat diberikan angka kredit sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

maka yang bersangkutan mendapatkan angka kredit sebesar 2 Tahun x 1 = 2 (Tahun 2000 dan 2001). Yezua.5 setiap satu tahun. yaitu angka kredit yang berasal dari 2 seminar pada Tahun 2002 dan 1 seminar pada 2003. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi a) Tingkat nasional/internasional sebagai: (1) Pengurus aktif (Angka Kredit 1 setiap satu tahun. semua jenjang) b) Tingkat propinsi/kabupaten/kota sebagai : 148 . Contoh: Ir. Bukti fisik : . Statistisi Muda pada BPS Propinsi NTT ditunjuk menjadi wakil ketua merangkap anggota Tim Penilai Propinsi dalam masa jabatan 2000- 2003. Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tentang pembentukan dan penetapan Tim Penilaian Angka Kredit. Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan. Ir. D. Pada Tahun 2002. . Keanggotaan dalam Tim Penilaian Jabatan Fungsional Statistisi (Angka Kredit 1 setiap satu tahun. semua jenjang) Kriteria penilaian: Statistisi yang menjadi anggota Tim Penilai Angka Kredit pada instansinya dapat memperoleh angka kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa kenggotaan. C. Yezua memasukkan kegiatan keanggotaan Tim Penialai sebagai salah satu kegiatan yang dinilai. semua jenjang) (2) Anggota aktif (Angka Kredit 0.

Contoh : Dr. Statistisi Madya pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral diangkat sebagai Wakil Ketua Ikatan Statistisi Indonesia (ISI) periode 2001 – 2003. (1) Pengurus aktif (Angka Kredit 0. maka pada saat penilaian Tahun 2002. Ali Mursidi mendapatkan angka kredit sebesar 1.15 setiap satu tahun. lingkup internasional/nasional atau propinsi/kabupaten/kota. E. Bukti fisik: Surat keterangan pengurus organisasi profesi.25 setiap satu tahun. Dr. semua jenjang). Yang dimaksud dengan keanggotaan dalam organiasi profesi aktif adlah statistisi yang menjadi pengurus atau anggota organisasi professional dalam bidang statistik. semua jenjang) (2) Anggota aktif (Angka Kredit 0. Perolehan Piagam Kehormatan Memperoleh pengahrgaan tanda jasa Satya Lencana karya Satya: a) 30 (tiga p uluh) Tahun (Angka Kredit 3) b) 20 (dua puluh) Tahun (Angka Kredit 2 c) 10 (sepuluh) Tahun (Angka Kredit 1 Bukti fisik: 149 . Ali Mursidi. Dengan menunjukkan surat keterangan surat keterangan pimpinan ISI Pusat.

Dalam hal ini. A. F. 37/KEP/M. Apabila suatu instansi/unit statistik memiliki kualifikasi pendidikan (jurusan) yang secara spesifik ditetapkan sebagai ‘jurusan yang diperlukan’ bagi dan sesua i dengan bidang tugas ‘statistisi di lingkungan instansi/unit statistisi yang bersangkutan. angka kredit yang akan diberikan untuk : Doktor (S3) sebesar 15. Perolehan Gelar Kesarjanaan Lainnya (berlaku untuk semua jenjang) Kriteria Penilai : .PAN/4/2003 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya. Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenag mengeluarkan tanda saja atau dari perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan. . maka angka kredit yang diberikan untuk perolehan gelar kesarjanaan mengacu kepada ketentuan penilaian untuk unsure pendidikan sebagai bagian Kegiatan Utama. Diploma III sebsar 3 dan Diploma II sebesar 2. Sarjana (S1) sebesar 5 . Master (S2) sebesar 10. maka yang dimaksud dengan ‘memperoleh gelar kesarjanaan lainnya’ adalah perolehan gelar yang tidak sesuai dengan bidang tugas statistisi. Bukti fisik: Fotocopy ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisir instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi 150 . Apabila suatu instansi/unit statistisi tidak menetapkan kualifikasi pendidikan (jurusan) tertentu sebagai ‘jurusan yang diperlukan’ bagi dan ‘sesuai dengan bidang tugas’ statistisi. Sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 12 dan Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT 1.

Soedarti Surbakti NIP. 2. b. oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan statistisi. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 2 Desember 2003 Kepala Badan Pusat Statistik. Angka kredit yang berasal dari unsur utama 80% tersebut. harus berasal dari unsure utama sekurang-kurangnya 80 %dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. Apabila hasil penilaian angka kredit tidak memenuhi komposisi angka kredit sebagaimana butir 1 dan 2 di atas. proses penetapan angka kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut dipenuhi. Dr. Kegiatan Penyelia Data dan Informasi Statistik serta Analisis dan Pengembangan Statistik sekurang-kurangnya 25 %. 340001648 151 . harus mengandung angka kredit yang berasal dari unsur kegiatan statistik dan pengembangan profesi bagi statistisi dengan jabatan statistisi Madya yang naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I/Golongan ruang (IV/b) dan Pembina Utama Muda/Golongan ruang (IV/c) dengan komposisi sebagai berikut: a. 3. Kegiatan Pengembangan Profesi sebanyak-banyaknya 75% dan sekurang-kurangnya 12 angka kredit.

152 .

153 .