Anda di halaman 1dari 6

c   c 

c 

  .

   c .

 c  c .

  .

c   c  c .

(4) peserta didik menganjurkan kepada teman-teman sekolah atau adik-adiknya. tentang kedisiplinan diterapkan. menari. (3) peserta didik dapat memberikan penejelasan kepada teman-teman sekelasnya di sekolah. Hasil belajar kognitif dan hasil belajar afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan ranah afektif dengan materi kedisiplinan menurut agama Islam sebagaimana telah dikemukakan pada pembiraan terdahulu. di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat. di rumah maupun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.  c  c . Ranah psikomotor adalah ranah langsung berhubungan dengan aktivitas fisik. majalah-majalah atau brosur-brosur. surat kabar dan lain-lain yang membahas tentang kedisiplinan. melompat. misalnya lari. atau kepada adik-adiknya di rumah atau kepada anggota masyarakat lainnya. agar berlaku disiplin baik di sekolah.    Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. dan sebagainya. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). maka wujud nyata dari hasil psikomotor yang merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif afektif itu adalah. para sahabat. melukis. (2) peseta didik mencari dan membaca buku-buku. memukul. para ulama dan lain-lain. (1) peserta didik bertanya kepada guru pendidikan agama Islam tentang contoh-contoh kedisiplinan yang telah ditunjukkan oleh Rosulullah SAW. baik di sekolah.

memukul. Tabel Kaitan antara kegiatan pembelajaran dengan domain tingkatan aspek Psikomotorik Tingkat Deskripsi I. respons terhadap stimulus tanpa sadar. membungkuk. merentang. misalnya.menunduk.memotong dahan bunga .mengupas mangga dengan pisau . menggenggam. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan aktivitas fisik. menulis.    Ranah psikomotor berhubungan dengan hasil belajar yang pencapaiannya melalui keterampilan manipulasi yang melibatkan otot dan kekuatan fisik.menampilkan ekspresi yang berbeda . Gerakan Refleks Arti: gerakan refleks adalah basis semua perilaku bergerak. . juru parkir . melompat dan lain sebagainya.berjalan.menggerakkan leher dan kepala. Misalnya:melompat. memegang Contoh kegiatan belajar: .meniru gerakan daun berbagai tumbuhan yang diterpa angin II Gerakan dasar Arti: gerakan ini muncul tanpa latihan tapi dapat Diperhalus melalui praktik (basic fundamental gerakan ini terpola dan dapat ditebak movements) Contoh kegiatan belajar: á? Ñ contoh gerakan tak berpindah: bergoyang.meniru gerakan polisi lalulintas.

berputar á? Ñ contoh gerakan berpindah: merangkak. Gerakan Arti: gerak lebih efisien. Gerakan Arti : Gerakan sudah lebih meningkat karena dibantu kemampuan perseptual Persepsi Contoh kegiatan belajar: ( Perceptual obilities) ¨ menangkap bola. meloncat-loncat. pingpong ¨ membedakan bunyi beragam alat musik ¨ membedakan suara berbagai binatang ¨ mengulangi ritme lagu yang pernah didengar ¨ membedakan berbagai tekstur dengan meraba IV. muluncur. pemain bola V. menggambar dengan krayon. memeluk. á? Ñ Keterampilan gerak tangan dan jari-jari: memainkan bola. kaki dan perut menari melakukan senam melakukan gerakan pesenam. mendorong. gerakan Arti: dapat mengontrol berbagai tingkat gerak ± terampil. á? Ñ Contoh gerakan manipulasi: menyusun balok/blok. memegang dan melepas objek. berlari. berjalan. pemain biola. maju perlahan-lahan. menarik. mendrible bola ¨ melompat dari satu petak ke petak lain dengan 1 kali sambil menjaga keseimbangan ¨ memilih satu objek kecil dari sekelompok objek yang ukurannya bervariasi ¨ membaca melihat terbangnya bola pingpong ¨ melihat gerakan pendulun menggambar simbol geometri ¨ menulis alfabet ¨ mengulangi pola gerak tarian ¨ memukul bola tenis. menggambar. memanjat. blok atau mainan. cekatan . tangkas. berputar mengitari. menggunting. III. berkembang melalui kematangan dan belajar Kemampuan fisik (Psycal abilities) Contoh kegiatan belajar: menggerakkan otot/sekelompok otot selama waktu tertentu berlari jauh mengangkat beban menarik-mendorong melakukan push-up kegiatan memperkuat lengan.

melukis.terampil (Skilled melakukan gerakan yang sulit dan rumit (kompleks) movements) Contoh kegiatan belajar: á? melakukan gerakan terampil berbagai cabang olahraga á? menari. berdansa á? membuat kerajinan tangan á? menggergaji á? mengetik á? bermain piano á? memanah á? skating á? melakukan gerak akrobatik á? melakukan koprol yang sulit VI. gerak estetik: gerakan-gerakan terampil yang efisien dan indah (Non-discursive communicatio) . menari baletr v melakukan senam tingkat tinggi v bermain drama (acting) v keterampilan olahraga tingkat tinggi   c . gerakan kreatif: gerakan-gerakan pada tingkat tertinggi untuk mengkomunikasikan peran Contoh kegiatan belajar: v kerja seni yang bermutu (membuat patung. Gerakan indah Arti: mengkomunikasikan perasaan melalui gerakan dan kreatif .

 c  c .

lalu dibuat . (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan. (2) sesudah mengikuti pembelajaran. dan penggunaan alins ketika belajar. Observasi dilakukan pada saat proses kegiatan itu berlangsung. observasi dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar atau psikomotorik. proses. kegiatan diskusi peserta didik. yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan. Ryan (1980) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung. (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. Penilaian dapat dilakukan pada saat proses berlangsung yaitu pada waktu peserta didik melakukan praktik. keterampilan. Observasi sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati. Pengamat terlebih dahulu harus menetapkan kisi-kisi tingkah laku apa yang hendak diobservasinya. Dengan kata lain. Misalnya tingkah laku peserta didik ketika praktik. Penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan observasi atau pengamatan. (4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol. (3) kecepatan mengerjakan tugas. Sementara itu Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja. Dari penjelasan di atas dapat dirangkum bahwa dalam penilaian hasil belajar psikomotor atau keterampilan harus mencakup persiapan. partisipasi peserta didik dalam simulasi. atau sesudah proses berlangsung dengan cara mengetes peserta didik. (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan. baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. dan produk.    Ada beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor. dan sikap.

2) Tes unjuk kerja (. tes simulasi.pedoman agar memudahkan dalam pengisian observasi. Tes untuk mengukur ranah psikomotorik adalah tes untuk mengukur penampilan atau kinerja (@  ) yang telah dikuasai oleh peserta didik. 1) Tes simulasi Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini. dan tes unjuk kerja. bisa pula dalam bentuk memberi tanda cek (¥) pada kolom jawaban hasil observasi. jika tidak ada alat yang sesungguhnya yang dapat dipakai untuk memperagakan penampilan peserta didik. sehingga peserta didik dapat dinilai tentang penguasaan keterampilan dengan bantuan peralatan tiruan atau berperaga seolah-olah menggunakan suatu alat yang sebenarnya. Pengisian hasil observasi dalam pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara bebas dalam bentuk uraian mengenai tingkah laku yang tampak untuk diobservasi. Tes tersebut dapat berupa tes @@  @  . tes identifikasi.

(4) keterampilan fisik. Lembar observasi dapat menggunakan daftar cek (   ) ataupun skala penilaian (   ). Contoh lainnya. Misalnya dalam melakukan praktik pengaturan lalu lintas lalu lintas di lapangan yang sebenarnya Tes simulasi dan tes unjuk kerja. Pengukuran hasil belajar ranah psikomotor menggunakan tes unjuk kerja atau lembar tugas. garis. . diskriminasi kinestetik. (3) keterampilan perseptual. Dengan kata lain. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks. Nama : «««««««««««««««««. Contohnya kemampuan psikomotor yang dibina dalam belajar matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan satuan tertentu. gerakan interprestatif. kurang. Lembar observasi Beri Tanda (¥) Nama Siswa Mengerjakan Tugas Tidak Mengerjakan Catatan Guru ( ) Tugas ( ) Damar Ayu Dst«. diskriminasi taktis. Psikomotorik yang diukur dapat menggunakan alat ukur berupa skala penilaian terentang dari sangat baik. dilakukan dengan sesungguhnya dan tujuannya untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai/terampil menggunakan alat tersebut.dll) atau tanpa alat. (5) gerakan terampil. kegiatan belajar yang banyak berhubungan dengan ranah psikomotor adalah praktik di aula/lapangan dan praktikum di laboratorium. keterampilan perseptual yang terkoordinasi. namun hanya sedikit bila dibandingkan dengan ranah psikomotor. Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara psikomotor dapat dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan (jangka dan penggaris) saat melukis. baik satuan baku maupun tidak baku). baik. @ ) Kegiatan psikomotorik yang dilakukan melalui tes ini. diskriminasi visual. diskriminasi auditoris. (2) gerak dasar fundamen. sudut. dan tidak baik. bangun ruang. kurang.. Dalam kegiatan-kegiatan praktik itu juga ada ranah kognitif dan afektifnya. menggambar bentuk-bentuk geometri (bangun datar. (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif. semuanya dapat diperoleh dengan observasi langsung ketika peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. Secara teknis penilaian ranah psikomotor dapat dilakukan dengan pengamatan (perlu lembar pengamatan) dan tes perbuatan.

Target mengacu pada objek. dan sebagainya. Intensitas menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. Mengubah ekspresi wjah sesuai dengan pernyataan 3. rnemahami. Pertama. sedang kecemasan dimaknai negatif. 4) Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami. menari. Berdiri tegak menghadap penonton 2. Kriteria lain yang termasuk ranah afektif adalah intensitas. mengaplikasi. mengaplikasi. menganalisis. Petunjuk: Berilah skor untuk setiap aspek kinerja yang sesuai dengan ketentuan berikut: (4) bila aspek tersebut dilakukan dengan benar dan cepat (3) bila aspek tersebut dilakaukan dengan benar tapi lama (2) bila aspek tersebut dilakukan selesai tetapi salah (1) bila dilakukan tapi tidak selesai ( 0 = tidak ada usaha) No Aspek yang dinilai Skor 4 3 2 1 1. misalnya lari. emosi. termasuk di dalamnya kemampuan menghafal. aktivitas. sikap. Beberapa perasaan lebih kuat dari yang lain. maka karakteristik afektif berada dalam suatu skala yang kontinum. atau ide sebagai arah dari perasaan.Tabel Kelas : «««««««««««««««««. minat. 3) Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. mensintesis dan kemampuan mengevaluasi . Berbicara dengan kata-kata yang jelas 4. 1981:4). menghafal. Bila intensitas dan arah perasaan ditinjau bersama-sama. Sebagian orang kemungkinan memiliki perasaan yang lebih kuat dibanding yang lain. Kedua. Tidak mengulang-ulang pernyataan 5. melompat. Ranah psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Misalnya senang pada pelajaran dimaknai positif. arah. 6) Ranah kogniti berhubungan erat dengan kemampuan berfikir. menganalisis. Arah perasaan berkaitan dengan orientasi positif atau negatif dari perasaan yang menunjukkan apakah perasaan itu baik atau buruk. 2) Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. dan target. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka. Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang. memukul. dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan. perilaku melibatkan perasaan dan emosi seseorang. yaitu: (1)     (2)  @  (3)    (4)    (5)         @ . mensistesis dan kemampuan mengevaluasi 5) Ciri ranah penilaian afektif yaitu pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagai ranah afektif (Andersen. melukis. Berbicara cukup keras untuk didengar penonton cc 1) Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). perilaku harus tipikal perilaku seseorang.

Pemahaman (C2). gerakan interprestatif ? . (6) komunikasi non diskusi (tanpa bahasa-melalui gerakan) meliputi: gerakan ekspresif. Analisis (C4). (2) gerak dasar fundamen. (4) keterampilan fisik. (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya. Menghargai. keterampilan. Dalam ranah psikomotorik yang diukur meliputi (1) gerak refleks. diskriminasi visual.†) Cakupan yang diukur dalam ranah Kognitif adalah: Ingatan (C1). Penerapan (C3). (3) keterampilan perseptual. yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan. diskriminasi auditoris. karena dalam ranah afektif kemampuan yang diukur adalah: Menerima (memperhatikan). (2) sesudah mengikuti pembelajaran. dan Evaluasi (C6). Merespon. Sintesis (C5). dan sikap. (5) gerakan terampil. diskriminasi kinestetik. keterampilan perseptual yang terkoordinasi. Mengorganisasi. 9) Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung. 8) Ranah afektif tidak dapat diukur seperti halnya ranah kognitif. diskriminasi taktis.