Anda di halaman 1dari 6

c c 

 
     
      
 c    c c c
    c c 

  c 


  

PETUNJUK :

1. Hal-hal ini benar tentang perawatan paliatif anak «.


1. Perawatan aktif menyeluruh, yang meliputi unsur jasmani dan rohani anak
2. Meliputi keluarganya
3. Dimulai sejak anak tersebut didiagnosis penyakitnya
4. Terus berlanjut mengikuti perjalanan penyakitnya.
2. Tugas perawat paliatif anak antara lain«.
1. Menangani anak yang terkena kanker
2. T ugasnya dinyatakan selesai bila berhasil menyembuhkannya
3. Mengantar anak tersebut mengakhiri hidupnya dengan bermartabat.
4. Mempercepat kematian anak
3. Upaya end life care merupakan salah satu pelayananan yang dapat diberikan oleh
1. Dokter
2. Perawat
3. Social worker
4. Psikolog
4. Penyakit yang sering membutuhkan palliative care adalah««
1. Keganasan
2. Diare
3. AIDS
4. Hipertermi
5. Sistem perawatan terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup, dengan cara«
1. Meringankan nyeri dan penderitaan lain
2. Memberikan dukungan spiritual dan psikososial mulai saat diagnosa ditegakkan
sampai akhir hayat
3. Memberi dukungan terhadap keluarga yang kehilangan/berduka.
4. Mengurus pemakaman
6. Tujuan perawatan paliatif
1. Memperhatikan hal realistik yang ingin dicapai oleh pasien.
2. Menyembuhkan klien
3. Hal ini biasanya disampaikan dalam bentuk fungsi tubuh misalnya Aku ingin melihat
klanting
menyanyi«.
4. Memberi jaminan pasien bias sembuh
7. Tujuan klinik perawatan paliiatif anak adalah
1. Mengatasi gejala yang ada.
2. Terbebas dari keluhan fisik yang menimbulkan penderitaan seperti nyeri dan stress
psikologis,
3. Tetap dilibatkan dalam pengambilan keputusan akan tindakan yang akan dilakukan
4. Menghindari intervensi yang sia sia yang hanya memperpanjang proses kematian
8. Hal yang memperpanjang proses kematian antara lain««
1. Penggunaan ventilator
2. Infus
3. ,Pacu jantung
4. NGT
9. Tujuan palliative care bagi keluarga adalah
1. Menghadapi pasien dalam saat saat akhir kehidupan
2. Bisa mendampingi pasien, bisa membantu atau melakukan sesuatu untuk pasien
3. Diberi keyakinan bahwa pasien dalam keadaan nyaman,
4. Mendapat informasi tentang kondisi terakhir,
10. Masalah umum pasien HIV_AIDS adalah
@ Perlakuan diskriminatif akibat ketidaktahuan masyarakat ttg penatalaksanaan penyakit
2 Korban umumnya di cap ³asusila´ sehingga disingkirkan
 Penyakit yg belum ada obatnya ini sangat menguras biaya dan emosi
- Masyarakat sangat mendukung pasien
11. Dampak sakit HIV_AIDS Adalah
@ Hubungan interpersonal
2 ungsi keluarga
 Body image
- Peran
12. Rasa nyeri yg amat sangat bisa dirasakan pasien akibat
1. Rasa terisolasi dari masyarakat
2. Sudah pasrah akan sakitnya
3. Psikologis
4. Dukungan keluarga yang baik
13. Komunikasi pada pasien harus:
1. Responsif
2. Positif
3. Sensitif pada pasien dan keluarga
4. Permisif
14. Tn x, 69 thn, penyakit Dekompensasio cordis derajat 4, mengeluh nyeri di punggung kiri,
bahu kiri, keluhan klien merupakan Contoh tipe nyeri
1. Viseral
2. Psikosomatis
3. Neuropatik
4. Somatik
15. Tn B, post stoke serangan ke-3, mengeluh nyeri kebas dikaki dan ujung tangan
keluhan klien merupakan Contoh tipe nyeri
1. Viseral
2. Psikosomatis
3. Somatic
4. Neuropatik
16. Tindakan yang bisa diberikan pada pasien nyeri selain farmakologis adalah «.
1. Mendiskusikan berbagai aktifitas terapeutik dalam penanganan nyeri pada ! 
2. Memberikan analgesik dan morfin
3.Menjelaskan pengaruh psikis, emosi , lingkungan terhadap symtom
4. Memberikan ramuan tradisional
17. Pasien demensia mengalami hal berikut secara organic«.
1. Pikun
2.Penyusutan otak
3. Dosorientasi
4. Degenerasi saraf secara signifikan
18. Daerah limbic terlibat dalam ««
1. Kecerdasan
2. Budi luhur
3. IQ
4. Emosi
19. Daersah korteks terlibat dlm «..
1. Kecerdasan
2. Memori
3. Emosi
4. Advanced reasoning center.
20. Gejala demensia al«
1. Penurunan kemampuan belajar atau menyimpan informasi
2. Penurunan kemampuan berbahasa dan kesulitan menemukan kata atau kesulitan
memahami pertanyaan atau petunjuk
3. Ketidakmampuan menggambar atau mengenal gambar dua-tiga dimensi, dll.
4. Kemampuan orientasi
21. Stage 1 demensia menunjukkan gejala«
1. Lupa nama teman
2. Normal
3. Sering kehilangan sesuatu
4. Tidak ada perubahan fungsi kognitif
22. Sedangkan stage 2 mengeluh«
1. Pelupa
2. Normal
3. Mengeluh kehilangan sesuatu atau lupa nama teman
4. Tidak ada perubahan
23. Penurunan kognisi yang menyebabkan gangguan fungsi sosial dan kerja. Anomia,
kesulitan mengingat kata yang tepat dlm percakapan, dan sulit mengingat. Pasien mulai
sering bingung/anxiety terjadi pada pasien stage«.
1. AWAL
2. 1
3. 2
4. 3
24. Sulit mengingat peristiwa yg baru terjadi, mulai meninggalkan tugas yang sulit, tetapi
biasanya masih menyangkal punya masalah memori Terjadi pada stage«.
1. 1
2. 2
3. 3
4. 4
25. Keluhan pada stage 5 adalah«
1. Pasien tidak bisa lagi bertahan tanpa bantuan orang lain.
2. Sering terjadi disorientasi (waktu, tempat)
3. sulit memilih pakaian
4. Lupa kejadian masa lalu.
26. Mulai muncul gejala agitasi, paranoid, dan delusion terjadi pada stage«
1. 3
2. 4
3. 5
4. 6
27. Gejala pada stage terakhir adalah«
1. Pasien tidak bisa bicara jelas (mgkn cuma bergumam atau teriak)
2. Tidak bisa jalan, atau makan sendiri.
3. Inkontinensi urin dan feses.
4. Kesadaran bisa berkurang dan akhirnya koma.
28. Pencegahan demensia bisa dengan cara«.
1. Membaca, menulis
2. Teka-teki silang
3. Kartu atau papan permainan
4. Diskusi kelompok, atau bermain musik.
29. Golongan obatnya kolinesterase inhibitor, contohnya..
1. Takrin
2. Donepezil
3. Rivastigmin,
4. Galantamin
30. Masalah utama pasien demensia adalah
1. Resiko cedera karena tersesat
2. Lupa
3. Disorientasi.
4. Pola Seksual
31. Lupa sering membuat pasien demensia
1. Tidak makan/ minum atau makan berlebih
2. Tidur
2. Melupakan personal higiene, obat yg perlu dimakan dll.
4. Gemuk
32. Masalah diorientasi sering membuat pasien menjadi korban «.
1. Kekerasan
2. Kriminal
3. Pelecehan
4. Terlantar
33. Sisa metabolisme yg tidak terbuang membuat masalah kulit pasien GGK«
1. Sering pusing
2. Uremich frosh
3. Mual
4. Pruritus
34. Pengukuran kualitas hidup WHOQoL melalui 4 dimensi kehidupan yaitu:
1. fisik
2. psikologis
3. ekonomi
4. Spiritual
35. Mekanisme kompensasi stress pada jantung adalah«.
1. light or fight
2. Hipertrofi miokard
3. Penahanan garam oleh ginjal
4. Sesak nafas
36. Ciri Gagal jantung kanan adalah Pembengkakan di««.
1. Kaki, pergelangan kaki & tungkai
2. Hati
3. Perut.
4. Paru
37. Ciri gagal jantung kiri adalah«
1. Bengkak di kaki
2. Edema
3. Nyeri dada
4. Sesak
38. Tujuan palliative care untuk pasien gagal jantung adalah«
1. Memperbaiki kualitas hidup
2. Operasi jantung
3. Meningkatkan harapan hidupnya.
4. Transplantasi jantung
39. Pendekatannya dilakukan melalui 3 segi, yaitu «.
1. Mengobati penyakit penyebab gagal jantung
2. Menghilangkan faktor-faktor yang bisa memperburuk gagal jantung
3. Mengobati gagal jantung.
4. Transplantasi jantung
40. Pemberian morfin pada pasien diatas dimaksudkan untuk:
1. Mengurangi kecemasan yang biasanya menyertai edema pulmoner akut
2.Mengurangi laju pernafasan
3. Memperlambat denyut jantung
4. Mengurangi beban kerja jantung.
41. Gejala COPD«.
@ Sesak yg amat sangat,
2 pemakaian alat bantu nafas
 Kulit sianosis
- Keseimbangan asam basa terganggu
42. COPD sering didapati pada pasien dengan riwayat «
1. Kurus.
2. RAS asia
3. Daerah tropis
4. Perokok
43. Tindakan paliatif pada pasien COPD
1. Mempertahankan A-B-C
2. Mencegah kerusakan pertukaran gas
3. Konservasi suhu
4. Analisa gas darah
44. Pelayanan pasien COPD berupa pemberian asuhan untuk ««..
1. Mengurangi rasa sakit
2. Hidup sehat
3. Penanganan psikologis atau masalah spiritual.
4. Bernafas tanpa bantuan
45. Tujuan kunjungan berkala pada pasien adalah«..
1. Memberi harapan pasien sempuh sempurna
2. Memastikan ketenangan psikologis pasien
3. Memastikan pasien membayar asuransi
4. Memastikan fisik klien senyaman mungkin