Anda di halaman 1dari 8

Sistem Bilangan – Part 3§

15 10 2009
Setelah kita mempelajari bagaimana mengkonversi dari desimal ke biner dan dari biner ke desimal lalu
diteruskan dari biner ke oktal dan dari oktal ke biner, tidak afdol rasanya klo dari biner itu ga
dikonversi lagi ke hexadesimal… Kenapa harus hexadesimal?? Karena yang saya tau, ASCII itu
pakenya hexadesimal. Dan yang saya tau ada banyak kegunaan dari hexadesimal yang saya sendiri
tidak tau. Bingung khan?? Telen bulet-bulet dulu aja… Hahaha…
Okeh, sekarang kita belajar gimana caranya mengkonversi dari biner ke hexadesimal… Klo bilangan
oktal dikelompokan 3-3an ulah sisirikan sakali jadi. Maka hexadesimal dikelompokannya 4-4an…
Kenapa?? Karena kalo 11-11an kebanyakan… Ntar malah mau maen bola lagi bukan mengkonversi
bilangan…
Daripada makin ngaco langsung aja kita masuk ke inti pembicaraan kita…
Contoh…
1110 0101 1000
Oke, itu udah dikelompokin 4-4an. Seperti biasa, kalo kelompok yang paling depan kurang orang,
tambahin aja 0 sampe kelompok dia jadi berempat. HIDUP ITU HARUS ADIL. Hehe..
Prinsipnya sama kaya oktal. Cuma jadinya kaya gini…
8 4 2 1
1 0 0 0
1000 itu nilainya 8…
Trus sekarang yang 0101
8 4 2 1
0 1 0 1
Empat ditambah satu hasilnya 5.
Maka 0101 itu nilainya 5…
8 4 2 1
1 1 1 0
8 + 4 + 2 = 14…
14 itu klo di hexadesimal hasilnya E.
Jadi 1110 0101 1000 itu adalah E58…
Oh iya kelupaan gw… Perhatikan tabel di bawah ini…
10 = A
11 = B
12 = C
13 = D
14 = E
15 = F
Jadi klo ketemu hasilnya 11 berarti itu B
Klo 12 itu C dan setersunya…
Latihan lagi ga??
Sekali lagi aja yach…
1 1111 1100 0011
Karna kelompok yang paling depan cuma 1 makhluk, cariin temen…
Jadinya…
0001 1111 1100 0011
Mulai…
Dari belakang lagi aja yach…
0011 itu 3
1100 itu 12
12 itu C
1111 itu 15
15 itu F
0001 itu 1
Jadi hexadesimal dari 1 1111 1100 0011 adalah 1FC3…
Seep… Selamat belajar dech… SEMANGAT!!

Comments : 1 Comment Ȥ

Categories : Matematika Diskrit§

Sistem Bilangan – part 2§


14 10 2009
Sebelumnya di sistem bilangan part 1 kita sudah belajar tentang bagaimana mengkonversi dari desimal
ke biner dan sebaliknya… Sekarang mari kita pelajari bagaimana mengkonversi ke sistem oktal
maupun hexadesimal…
Menurut pendapat saya dan berdasarkan apa yang diajarkan oleh Pa Purwanto… Hehe… Kita akan
lebih mudah mengkonversi ke sistem oktal maupun hexadesimal dari sistem biner. Jadi klo mo lebih
cepet, konversi dulu aja ke biner. Karena dari situ akan lebih mudah dikonversi ke mana2.
Saya anggap anda sudah mahir mengkonversi dari desimal ke biner dan sebaliknya. Jadi saya tidak
akan membahas kembali bagaimana carax mengkonversi dari desimal ke biner maupun sebaliknya.
Klo masih bingung, baca lagi sistem bilangan part 1. Klo masih bingung juga silahkan tanya langsung
ma saya. Klo masih bingung juga didoain aja… Klo masih bingung juga, berarti emank harus
ditimbang… Hahaha… Becanda…
Kita mulai dari mengkonversi biner ke oktal atau basis 8. Langsung masuk ke contoh aja yach…
1011 1011
pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengelompokan bilangan biner tersebut tigaan2…
Kenapa ngga dikelompokinnya duaan-duaan?? Sebenernya asal mulanya dikelompokin duaan-duaan.
Cuma karena dikelompokinnya duaan-duaan dan kata nenek itu berbahaya, makanya dateng orang
ketiga. Jadi weh dikelompokinnya semenjak saat itu tigaan-tigaan.
Oke kita mulai kelompokin tigaan-tigaan dimulai dari belakang
10 111 011
Nah, yang paling depan cuma berdua khan… Karena kasian klo cuma duaan makanya di depannya
tambahin angka 0. Jadinya seperti ini…
010 111 011
Mantap…
Hitung bertiga2… Caranya sama seperti kita waktu mengkonversi dari biner ke desimal…
mulai dari belakang aja lach yach…
4 2 1
0 1 1
Klo yang ada angka 1nya seperti biasa ditambahin, klo yang ga ada abaikan aja…
1+2=3
Lakukan hal yang sama pada kelompok2 berikutnya…
4 2 1
1 1 1
1+2+4=7
Trus…
4 2 1
0 1 0
Klo yang ini cuma 2 aja…
Jadi hasil bilangan oktal dari 10 111 011 adalah 273…
Gimana?? Satu contoh lagi aja yach biar lebih enak(lu kira makanan)…
1 1000 1100
Kelompokin tiga2…
110 001 100
Abis itu itung per kelompok…
100 itu nilainya 4. Kenapa??
Karna…
4 2 1
1 0 0
Trus… 001 itu nilainya 1…
110 itu nilainya 6…
Jadi hasilnya adalah 614…
Udah ngerti khan… Harus ngerti lach… Gw dah cape2 ngeposting tulisan ini… Hehe…
Trus klo kebalikannya dari oktal ke biner gmn??
Yach tinggal balikin aja…
Misalnya
7035
7 itu 111
Dapet darimana??
4 2 1
1 1 1
4 + 2 + 1 = 7…
Abis itu 0 itu 000
Klo 3 itu 011
Klo 5 itu 101
Beres dech… Jadi binernya… 1110 0001 1101
Klo desimalnya berapa??
Itung sendiri aja dech… Itung2 latihan… Wkwkwkwkwk…

Comments : 2 Comments Ȥ

Categories : Matematika Diskrit§

Sistem Bilangan§
13 10 2009
Sistem Bilangan adalah salah satu pelajaran yang aku pelajari. Baik itu di Matematika Diskrit maupun
di beberapa mata kuliah lain. Mungkin sebagian temen2 udah pada tau tentang sistem bilangan ini.
Aku cuma mau sedikit berbagi aja tentang yang aku tangkep dari sistem bilangan ini…
Sistem bilangan yang saat ini sering kita gunakan sehari-hari adalah bilangan berbasis sepuluh yang
terdiri dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9… Saya rasa temen2 pasti dah nempel banget lah tentang
konsep bilangan basis 10 ini…
Mungkin yang jadi permasalahan adalah ketika kita berhadapan dengan bilangan yang bukan basis
sepuluh. Pada dasarnya akan ada 4 basis yang mungkin akan sering kita temui selama kita berbicara
tentang informatika maupun elektronika… Pertama basis sepuluh yang biasa kita sebut desimal. Lalu
basis 2(Biner), basis 8(Oktagon—klo ga salah. Hehe..), basis 16(hexadesimal).
Basis 2 terdiri dari angka 1 dan 0. Bilangan biner adalah yang akan paling sering kita temui??
Mengapa?? Karna pada dasarnya komputer itu cuma tau 1 dan 0. On atau off. Darimana asalnya on
dan off itu?? Tergantung dari aliran listrik/signal yang melaluinya. Complicated dech… Klo mo lebih
detail tanya anak elektro or anak sistem komputer aja dech… Hehe… Aku khan anak SI.
Basis 8 terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7…
Kalo basis 16 terdiri dari 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F…
Itu cuma sekilas aja tentang teorinya… Nah sekarang aku mau mencoba berbagi sedikit dari yang
udah aku pelajari. Ilmu ini aku dapet dari Pak Purwanto, guru SMKN 4 Bandung tercinta… Hehe…
Thnx yach Pa… Ilmunya bermanfaat banget.
Bagaimana cara mengkonversi dari desimal ke biner??
Klo pake cara manual, konversi dari desimal ke biner itu dengan cara dibagi dua terus sampe abis.
Bner khan?? Nah ini ada cara cepetnya… Gini lho… Coba perhatikan baik2 tabel di bawah ini…
===============================================
|| 128 || 64 || 32 || 16 || 8 || 4 || 2 || 1 ||
===============================================
Darimana angka-angka tersebut didapat??
2 pangkat 0 = 1
2 pangkat 1 = 2
2 pangkat 2 = 4
2 pangkat 3 = 8
2 pangkat 4 = 16
2 pangkat 5 = 32
2 pangkat 6 = 64
2 pangkat 7 = 128
dan seterusnya… Tabel di atas itu masih ada lanjutannya… 256, 512, 1024, dan seterusnya…
Kenapa 2 pangkat 0, 2 pangkat 1, 2 pangkat 2, 2 pangkat 3, dst??
Temen2 tau khan gmn caranya mengkonversi dari biner ke desimal. Yaitu dengan cara yang kaya itu
td. 1 dikali 2 pangkat 0 ditambah 1 dikali 2 pangkat 1 ditambah 0 dikali 2 pangkat 2, dst…
Nah sekarang ini inti dari cara cepat itu…
Caranya gini… Misalnya kita ambil contoh yang mau dikonversi itu bilangan 239…
Caranya adalah jumlahkan setiap kombinasi2 tabel di atas supaya jadi 239. Mulai dari angka yang
paling gede dulu…
128 + 64 + 32 + 8 + 4 + 2 + 1 = 239… Iya khan??
Abis itu baru tulis binernya… Caranya mulai nulisnya dari belakang ke depan… Klo yang ada hasil
penjumlahannya di atas, simpen angka 1. Klo yang ga ada, simpen angka 0.
Jadi hasilnya adalah
128 64 32 16 8 4 2 1
11101111
(1110 1111)
Liat kombinasi penjumlahan yang kita bikin tadi… Di situ semua angka ada kecuali angka 16.
Makanya 16 nilainya 0. Sedangkan yang lainnya nilainya 1.
Kita ambil contoh lain yach…
Misalnya 176..
128 + 32 + 16 = 176 — (Inget yang ditambahin yang gede2nya dulu…)
Jadi hasilnya adalah…
128 64 32 16 8 4 2 1
10110000
(1011 0000)
Kombinasi yang kita dapatkan supaya hasilnya 176 adalah 128, 32 dan 16. Makanya cuma angka 128,
32, dan 16 yang bernilai 1. Sisanya 0.
Gimana dah mulai ngerti atau belum??
Sekarang kita akan mempelajari bagaimana mengkonversi dari bilangan biner ke desimal. Prinsipnya
kita masih menggunakan cara seperti mengkonversi dari desimal ke biner.
Contoh:
1011 1010
128 64 32 16 8 4 2 1
10111010
Jumlahkan semua angka yang memiliki nilai 1…
128 + 32 + 16 + 8 + 2 = 186
Jadi bilangan desimal dari 1011 1010 adalah 186…
(Coba cek dengan cara yang konvensional… Klo beda silahkan layangkan surat peringatan… Hehe…)
Contoh lagi dech…
11 0100 1111
512 256 128 64 32 16 8 4 2 1
1101001111
512 + 256 + 64 + 8 + 4 + 2 + 1 = 847
Kurang lebih seperti itu lach…
Klo masih bingung, doain aja… Wkwkwkwk…
Sampai jumpa di sistem bilangan part 2… Semoga bermanfaat… Selamat mencoba…

]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]

komputer bekerja bukan dengan mengetahui angka-angka tapi mengatahui dengan adanya
tegangan listrik atau tidaknya. (ON/OFF, TRUE/FALSE,1/0).

nah jadi smua variable dalam delphi dirangkai dari beberapa bilangan biner (BIT).

Dalam pengonversian, untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner harus melalui proses
pengonversian kedalam bentuk hexa dahulu, baru bisa kedalam bentuk biner, bisa aja langsung tapi
lebih susah.

contoh kita punya desimal 47. untuk mengkonversikan kedalam bit, kita konversikan dulu kendalam
bentuk hexa. yaitu 47/16 = 2 (dibuletin ke bawah) dan 47-(2*16) = 15 (15 tidak ada dalam bilangan
hexa desimal yang ada 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F), jadi 15 = F. jadi 2 dan F = 2F.

bingung? contoh lagi:


255 = ? hexadesimal
255/16 = 15 = F dan 255-(15*16) = 15 = F jadi F dan F = FF.
ngerti kan sampe sini?

oke udah jadi hexadesimal dah gampang banget jadiin biner.


bikin dulu kotak 8 buah anggep gini
|0000|0000|
taro bilangan yang mau kita konversikan seperti ini:
2 F
|0000|0000|

ampe sini kita bahas dulu yang kosong yang 4 (0000).

dimulai dari kanan kekiri keterangannya seperti ini:


pertama 2^0 (000>0<)
kedua 2^1 (00>0<0)
ketiga 2^2 (0>0<00)
keempat 2^3 (>0<000)

jadi bisa dibilang kira kira gini:


8421
----
0000

ok back to topic.
2 F
|0000|0000|
F:
nah dimulai dari kanan, gimana caranya membentuk bilangan F atau 15 dari angka 8-4-2-1?
jawabannya adalah 15 = 8+4+2+1
jadi hasil F adalah 1111
masukin ke kolom paling kanan
2 F
|0000|1111|

2:
gimana caranya membentuk bilangan 2 dari angka 8-4-2-1?
jawabannya adalah 2 = 2;
jadi hasil 2 adalah 0010
masukin ke kolom paling kiri
2 F
|0010|1111|

jadi dhe.
bingung, pusing, pala mau pecah?, tenang masih lebih gampang dari kalkulus koq!

sekali lagi yah


misalnya ada hexa AC berapa binernya?
pisahin dulu
A C
|0000|0000|

A:
nah dimulai dari kanan, gimana caranya membentuk bilangan A atau 10 dari angka 8-4-2-1?
jawabannya adalah 10 = 8+2
jadi hasil F adalah 1010
masukin ke kolom paling kanan
A C
|0000|1010|

C:
gimana caranya membentuk bilangan C atau 12 dari angka 8-4-2-1?
jawabannya adalah 12 = 8+4
jadi hasil 12 adalah 1100
masukin ke kolom paling kiri
A C
|1100|1010|

]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]]

Konversi Antar Basis Bilangan


Sudah dikenal, dalam bahasa komputer terdapat empat basis bilangan. Keempat bilangan itu adalah
biner§, oktal§, desimal§ dan hexadesimal§. Keempat bilangan itu saling berkaitan satu sama lain.
Rumus atau cara mencarinya cukup mudah untuk dipelajari. Konversi dari desimal§ ke non-desimal,
hanya mencari sisa pembagiannya saja. Dan konversi dari non-desimal ke desimal§ adalah: 1.
Mengalikan bilangan dengan angka basis bilangannya. 2. Setiap angka yang bernilai satuan, dihitung
dengan pangkat NOL (0). Digit puluhan, dengan pangkat SATU (1), begitu pula dengan digit ratusan,
ribuan, dan seterusnya. Nilai pangkat selalu bertambah satu point.

[sunting§] Konversi Biner ke Oktal

Metode konversinya hampir sama. Cuma, karena pengelompokkannya berdasarkan 3 bit saja, maka
hasilnya adalah: 1010 (2) = ...... (8) Solusi: Ambil tiga digit terbelakang dahulu. 010(2) = 2(8) Sedangkan
sisa satu digit terakhir, tetap bernilai 1. Hasil akhirnya adalah: 12.

[sunting§] Konversi Biner ke Hexadesimal

Metode konversinya hampir sama dengan Biner§ ke Oktal§. Namun pengelompokkannya sejumlah
4 bit. Empat kelompok bit paling kanan adalah posisi satuan, empat bit kedua dari kanan adalah
puluhan, dan seterusnya. Contoh: 11100011(2) = ...... (16) Solusi: kelompok bit paling kanan: 0011 = 3
kelompok bit berikutnya: 1110 = E Hasil konversinya adalah: E3(16)

[sunting§] Konversi Biner ke Desimal

Cara atau metode ini sedikit berbeda. Contoh: 10110(2) = ......(10) diuraikan menjadi:
(1x24)+(0x23)+(1x22)+(1x21)+(0x20) = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22 Angka 2 dalam perkalian adalah basis
biner-nya. Sedangkan pangkat yang berurut, menandakan pangkat 0 adalah satuan, pangkat 1 adalah
puluhan, dan seterusnya.

[sunting§] Konversi Oktal ke Biner

Sebenarnya, untuk konversi basis ini, haruslah sedikit menghafal tabel konversi utama yang berada di
halaman atas. Namun dapat dipelajari dengan mudah. Dan ambillah tiga biner saja. Contoh: 523(8)
= ...... (2) Solusi: Dengan melihat tabel utama, didapat hasilnya adalah: 3 = 011 2 = 010 5 = 101
Pengurutan bilangan masih berdasarkan posisi satuan, puluhan dan ratusan. Hasil: 101010011(2)

[sunting§] Konversi Hexadesimal ke Biner

Metode dan caranya hampir serupa dengan konversi Oktal ke Biner. Hanya pengelompokkannya
sebanyak empat bit. Seperti pada tabel utama. Contoh: 2A(16) = ......(2) Solusi: A = 1010, 2 = 0010 Hasil:
101010(2). Dengan catatan, angka "0" paling depan tidak usah ditulis.

[sunting§] Konversi Desimal ke Hexadesimal

Ada cara dan metodenya, namun bagi sebagian orang masih terbilang membingungkan. Cara termudah
adalah, konversikan dahulu dari desimal§ ke biner§, lalu konversikan dari biner§ ke
hexadesimal§. Contoh: 75(10) = ......(16) Solusi: 75 dibagi 16 = 4 sisa 11 (11 = B). Dan hasil
konversinya: 4B(16)

[sunting§] Konversi Hexadesimal ke Desimal

Caranya hampir sama seperti konversi dari biner ke desimal. Namun, bilangan basisnya adalah 16.
Contoh: 4B(16) = ......(10) Solusi: Dengan patokan pada tabel utama, B dapat ditulis dengan nilai "11".
(4x161)+(11x160) = 64 + 11 = 75(10)

[sunting§] Konversi Desimal ke Oktal

Caranya hampir sama dengan konversi desimal ke hexadesimal. Contoh: 25(10) = ......(8) Solusi: 25
dibagi 8 = 3 sisa 1. Hasilnya dapat ditulis: 31(8)
25 : 8 sisa 1 3 -------- 3 hasilnya adalah 31

[sunting§] Konversi Oktal ke Desimal

Metodenya hampir sama dengan konversi hexadesimal ke desimal. Dapat diikuti dengan contoh di
bawah ini: 31(8) = ......(10) Solusi: (3x81)+(1x80) = 24 + 1 = 25(10)