Anda di halaman 1dari 16

Pemeliharaan Sistem Hidrolik 

 
 
 

PROFIL INSTITUSI

Akademi Teknik Soroako ( dahulu bernama Inco Sumitomo Technical


Training Centre ) didirikan oleh PT. INCO Ltd. Canada dan Sumitomo Metal
Mining Jepang pada tahun 1991 bertujuan memberikan nyata di bidang
pendidikan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
masyarakat lokal area pertambangan PT. INCO Tbk maupun Nasional agar
memiliki kesiapan dalam menghadapi tuntutan kebutuhan SDM (Sumber Daya
Manusia) bagi industri.
Pada awal berdirinya, ISTC menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
selama dua tahun hingga tahun 1993. Kemudian ISTC dikembangkan menjadi
Institusi Pendidikan Perguruan Tinggi yang ditandai dengan pengajuan ijin
penyelenggaraan ke DIKTI melalui KOPERTIS IX. ISTC berubah nama menjadi
Akademi Teknik Soroako (ATS) ssuai dengan Kepmen. P dan K RI
No.151/D/O/1993. ATS secara resmi menyelenggaraan pendidikan Diploma III –
Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin.
Dengan semakin bertambahnya fasilitas pendukung , sumbber daya serta
tuntutan untuk berproduksi maka sejak tahun Akademik 2003 / 2004 Program
Studidikembangkan menjadi empat bentuk Konsentrasi atau spesialisasi Teknik
sebagai berikut :
1. Gambar dan Desain Mekanik ( Drawing, Drafting and Design)
2. Perawatan Mekanik (Mechanical Maintenance)
3. Pembuatan Suku Cadang (Machining)
4. Fabrikasi dan Pengelasan Logam (Welder)

Akademi Teknik Soroako 1


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hidrolika merupakan sebuah cabang dari ilmu perihal yang meneliti arus
zat cair melalui pipa-pipa dan pembuluh-pembuluh tertutup. Maupun dalam
kanal-kanal erbuka dan sungai-sungai. Kata hidrolik berasal dari kata ‘hudor’
(bahasa Yunani), yang berarti air. Didalam teknik hidrolika berarti
penggerakan-penggerakan, pengaturan-pengaturan, dan pengendalian-
pengendalian, dimana berbagai gaya dan gerakan kita peroleh dengan bantuan
tekanan suatu zat cair.
Dewasa ini system hidrolik banyak digunakan dalam berbagai macam
industry makanan. Industry minuman, industry permesinan, industry otomatif,
serta industry pembuatan robot. Sehingga pengetahuan tentang komponen dari
system hidrolik sangat penting dalam semua cabang industrial.
Untuk meningkatkan efektifitas dan produktivitas maka sekarang ini
system hidrolik banyak dikombinasikan dengan system lainnya sehingga akan
didapat unjuk kerja dari system hidrolik yang lebih optimal.
Dengan demikian, sesuai dengan kondisi seperti ini yang harus kita
ketahui bukan hanya mengenai pemakaian system hidrolik itu sendiri,
melainkan bagaimana cara pemeliharaannya serta kita mengetahui keuntungan
dan kerugian system hidrolik dalam upaya tetap menjaga kualitas system
hidrolik tersebut. Untuk itu laporan ini dibuat sebagai bentuk penjelasan yang
nantinya dapat diaplikasikan dalam proses industry.
B. Rumusan Masalah
Berikut ini merupakan rumusan masalah yang akan dibahas dalam laporan
ini :
1. Bagaimana cara kerja system hidrolik ?
2. Apa saja keuntungan dan kerugian system hidrolik ?
3. Bagaimana cara pemeliharan cairan hidrolik ?

Akademi Teknik Soroako 2


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

C. Ruang lingkup Kajian


Ruang lingkup kajian yang akan dibahas sebagai berikut :
1. Pengertian system hidrolik
2. Komponen penyusun system hidrolik
3. Cairan hidrolik
4. Pemeliharaan system hidrolik
D. Tujuan Penulisan
Setelah mengetahui system kerja serta pemeliharaan hidrolik. Diharapkan
kita mampu menjelaskan cara kerja system hidrolik dan mengetahui cara
pemeliharaan cairan hidrolik yang nantinya dapat diaplikasikan dalam dunia
industry.
E. Metode Pengambilan Data
Data-data yang penulis ambil meliputi :
1. Studi Pustaka
Sebagai macam atau landasan teori yang berhubungan dengan pembahasan
laporan, maka dibutuhkan literature atau buku-buku yang menunjang
sehingga hal-hal yang diungkapkan dalam laporan ini mempunyai sumber
yang dapat dipertanggungjawabkan.
2. Mencari referensi dari internet yang berhubungan dengan pembahasan
laporan.
3. Wawancara
Sebagai bentuk pencarian data dengan melakukan wawancara pada pihak-
pihak yang mengetahui dan menguasai permasalahan tentang sistem
hidrolik.

Akademi Teknik Soroako 3


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

BAB II
DESKRIPSI MASALAH

A. Pengertian Sistem Hidrolik


Dalam system hidrolik fluida cair berfungsi sebagai penerus gaya.
Minyak mineral adalah jenis fluida yang sering dipakai. Pada prinsipnya
bidang hidromekanik (mekanika fluida) dibagi menjadi dua bagian seperti
berikut :
1. Hidrostatik, yaitu mekanika fluida yang diam, disebut juga teori
persamaan kondisi-kondisi dalam fluida. Yang termasuk alam hidrostatik
murni adalah pemindahan gaya dalam fluida. Seperti kita ketahui,
contohnya adalah pesawat tenaga hidrolik.
2. Hidrodiamik, yaitu mekanika fluida yng bergerak. Disebut juga teori aliran
(fluida yang mengalir). Yang termasuk dalam hidrodinamik murni adalah
perubahan dari energy aliran dalam turbin pada jaringan tenaga
hidroelektrik.
Jadi perbedaan yang menonjol dari dua system diatas adalah dilihat dari
fluida cair itu sendiri. Apakah fluida cair itu bergerak Karen dibangkitkan oleh
suatu pesawat utama (pompa hidrolik) atau karena beda potensial permukaan
fluida cair yang mengandung energy (pembangkit tenaga hidro).
Prinsip dasar dari sitem hidrolik adlah Karen sifatny yang sangat
sederhana. Zat cair tidak mempunyai bentuk yang tetap. Zat cair hanya dapat
membuat bentuk menyesuaikan dengan yang ditempatinya. Zat cair pada
prakteknya mempunyai sifat yang tidak dapat dikompresi. Beda dengan fluida
gas yang sangat mudah sekali dikompresi. Karena zat cair yang digunakn
harus bertekanan tertentu, diteruskan ke segala arah secara merata,
memberikan arah gerakan yang sangat halus. Hal ini sangat didukung oleh
sifatnya yang selalu menyesuaikan bentuk yang ditempatinya dan tidak dapat
dikompresi.

Akademi Teknik Soroako 4


n Sistem Hidrrolik 
Pemeliharaan
P
 
 
 

Gambar 1. Priinsip dasar sysstem hidrolik

Sisteem hidrolik merupakan


m ssuatu bentukk perubahan atau peminddahan daya
dengan menggunaka
m an media pennghantar berrupa fluida ccair untuk memperoleh
m
daya yaang lebih besar dari ddaya awal yang
y dikeluuarkan. Dim
mana fluida
penghanntar ini dinaikkan tekannannya oleh pompa pem
mbangkit tekkanan yang
kemudiaan diteruskaan kesilinderr kerja melaalui pipa-pippa saluran dan
d katup-
katup. Gerakan
G transslasi btang ppiston dari siilinder kerja yang diakibbatkan oleh
da ruang sillinder dimaanfaatkan unntuk gerak maju dan
tekanan fluida pad
mundur maupun nik
k dan turun sesuai dengan pemasangan silinderr yaitu arah
horizonttal maupun vertikal.
v
B.
B Dasar-D
Dasar Sistem
m Hidrolik
Prinnsip dasar dasar
d sistem
m hidrolik berasal
b darii hukum paascal, pada
dasarnyaa menyatakaan dalam suuatu bejana tertutup yaang ujungnyya terdapat
beberapaa lubang yaang sama maaka akan diipancarkan kke segala arrah dengan
tekanan dan jumlahh aliran yanng sama. Dimana tekannan dalam flluida statis
harus meempunyai sifat-sifat sebaagai berikut :
1. Tekaanan bekerjaa tegak lurus pada permu
ukaan bidangg.
2. Tekaanan disetiapp titik sama untuk
u semuaa arah.
3. Tekaanan yang diberikan kke sebagian
n fluida daalam tempaat tertutup,
meraambat secaraa seragam kee bagian lainn fluida.
C.
C Kompon
nen-Kompoonen Penyussun Sistem Hidrolik
H
1. Moto
or
Motor berffungsi sebaggai pengubahh dari tenagaa listrik menj
njadi tenaga
mekaanis. Dalam system hidrrolik motor berfungsi
b sebbagai penggerak utama

Akademi
A Tekn
nik Soroako 5
Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

dari semua komponen hidrolik dalam rangkaian ini. Kerja dari motor itu
dengan cara memutar poros pompa yang dihubungkan dengan poros input
motor. Motor yang digunakan adalah motor AC satu phasa ¼ PK.
2. Kopling ( Coupling )
Fungsi utama dari kopling adalah sebagai penghubung putaran yang
dihasilkan motor penggerak untuk diteruskan ke pompa. Akibat dari
putaran ini menjadikan pompa bekerja (berputar).
3. Pompa Hidrolik
Pompa hidrolik ini digerakkan secara mekanis oleh motor listrik.
Permulaan dari pengendalian dan pengaturan system hidrolik selalu terdiri
atas suatu unsur pembangkit tekanan, jadi fungsi dari unsur tersebut
dipenuhi oleh pompa hidrolik. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah
energy mekanik menjadi energi hidrolik dengan cara menekan fluida
hidrolik kedalam sistem.
Apabila pompa digerakkan motor (penggerak utama), pada
dasarnya pompa melakukan dua fungsi utama :
1) Pompa menciptakan kevakuman sebagian pada saluran masuk pompa.
Vakum inimemungkinkan tekanan atmosfer untuk mendorong fluida
dari tangki kedalam pompa.
2) Gerakan mekanik pompa menghisap fluida kedalam rongga
pemompaan, dan membawanya melalui pompa, kemudian mendorong
dan menekannya ke dalam sistem hidrolik.

Gambar 2. Pompa hidrolik roda gigi Gambar 3. Pompa Hidrolik sirip burung

Akademi Teknik Soroako 6


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

4. Katup ( valve )
Dalam sistem hidrolik, katup berfungsi sebagai pengatur tekanan dan
aliran fluida yang sampai ke silinder kerja. Menurut pemakaiannya, katup
hidrolik dibagi menjadi tiga macam, antara lain :
1. Katup Pengatur Tekanan ( Relief Valve )
2. Katup Pengatur Arah Aliran ( Direction Control Valve )
3. Katup Pengatur Jumlah Aliran ( Flow Control Valve )

Gambar 4. Katup pengatur tekanan


5. Silinder Kerja Hidrolik
Silinder kerja hidrolik merupakan komponen utama yang berfungsi
untuk merubah dan meneruskan daya dari tekanan fluida, dimanan fluida
akan mendesak piston yang merupakan satu-satunya komponen yang ikut
bergerak untuk melakukan gerak translasi yang kemudian gerak ini
diteruskan kebagian mesin melalui batang piston.
6. Manometer (Presure Gauge)
Biasanya pengatur tekanan dipasang dan dilengkapi dengan sebuah
alat yang dapat menunjukkan sebuah tekanan fluida yang keluar. Prinsip
pembacaan pengukuran tekanan manometer ini adalah bekerja berdasarkan
atas dasar prinsip analog.
7. Saringan Oli (Oil Filter)
Filter berfungsi menyaring kotoran-kotoran dari minyak hidrolik dan
diklasifikasikan menjadi filter saluran yang dipakai saluran bertekanan.

Akademi Teknik Soroako 7


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

Filter ditempatkan didalam tangki pada saluran masuk yang akan menuju
ke pompa. Dengan adanya filter, diharapkan efisiensi peraltan hidrolik
dapat ditinggikan dan umur pemakaian lebih lama.
8. Fluida Hidrolik
Fluida hidrolik adalah salah satu unsur yang penting dalam peralatan
hidrolik. Fluida hidrolik merupakan suatu bahan yang mengantarkan
energi dalam peralatan hidrolik dan melumasi setiap peralatan serta
sebagai media penghilang kalor yang timbul akibat tekanan yang
ditingkatkan dan meredam getaran dan suara.
D. Cairan Hidrolik
Cairan hidrolik yang digunakan pada system hidrolik harus memiliki
ciri-ciri atau watak (Property) yang sesuai dengan kebutuhan. Property cairan
hidrolik merupakan hal-hal yang dimiliki oleh cairan hidrolik tersebut
sehingga cairan hidrolik tersebut dapat melaksanakan tugas atau fungsinya
dengan baik.
Adapun fungsi atau tugas dari cairan hidrolik pada system hidrolik
antara lain :
1. Sebagai penerus tekanan atau penerus daya.
2. Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak.
3. Sebagai pendingin komponen yang bergesekan.
4. Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah
5. Pencegah korosi.
6. Penghanyut beram / chip yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari
komponen.
7. Sebagai pengirim isyarat (signal).
Dengan demikian agar cairan hidrolik dapat berfungsi dengan baik,
maka perlu diperhatikan syarat-syarat cairan hidrolik yang baik, yaitu
sebagai berikut :
1. Kekentalan ( Viskositas) yang cukup
Cairan hidrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat
memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila viskositas terlalu rendah

Akademi Teknik Soroako 8


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

maka film oli yang terbentukakan sangat tipis sehingga tidak mampu untuk
menahan gesekan. Demikian juga bila viskositas terlalu kental, tenaga
pompa akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan.
2. Indeks Viskositas yang Baik
Dengan viscosity indeks yang baik maka kekentalan cairan hidrolik
akan stabil digunakan pada sistem dengan perubahan suhu kerja yang
cukup fluktuatif.
3. Tahan Api (Tidak mudah terbakar)
System hidrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang
cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh karena itu perlu
cairan yang tahan api.
4. Tidak Berbusa (Foaming)
Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat banyak
gelembung-gelembung udara yang terperangkap dalam cairan hidrolik
sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer.
Disamping itu,dengan adanya busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih
besar.
5. Tahan dingin
Tahan dingin adalah bahwa cairan hidrolik tidak mudah membeku
bila beroperasi pada suhu dingintitik beku atau titik cair yang dikehendaki
oleh cairan hidrolik berkisar antara 10o – 15o C dibawah suhu permulaan
mesin dioperasikan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya block
(penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang membeku.
6. Tahan korosi dan tahan aus
Cairan hidrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena
dengan tidak terjadinya korosi maka konstruksi akan tidah mudah aus
dengan kata lain mesin akan awet.
7. Demulsibility (water separable)
Yang dimaksud dengan demulsibility adalah kemampuan cairan
hidrolik, karena air akan mengakibatkan terjadinya korosi bila berhubungan
dengan logam.

Akademi Teknik Soroako 9


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

8. Minimal compresibility
Secara teoritis cairan adalah uncompretessibel (tidak dapat dikempa).
Tetapi kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa sampai dengan 0,5 %
volume untuk setiap penekanan 80 bar. Oleh karena itu dipersyaratkan
bahwa cairan hidrolik agar seminimal mungkin dapat dikempa.
E. Keuntungan dan Kerugian Sistem Hidrolik
Keuntungan-Keuntungan system hidrolik antara lain :
1. Bila dibandingkan dengan metode tenaga mekanik mempunyai kelemahan
pada penempatan posisi tenaga tranmisinya. Lain halnya dengan tenaga
hidrolik saluran-saluran tenaga hidrolik dapat ditempatkan pada setiap
tempat. Tanpa menghiraukan posisi poros terhadap transmisi tenaganya
seperti pada system tenaga mekanik. Tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam
segi penempatan transmisi tenaganya.
2. Dalam system hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk
menggerakkan atau mengangkat beban yang sangat berat dengan cara
mengubah sistem perbandingan luas penampang silinder. Hal ini tidak lain
adalah karena kemampuan komponen-komponen hidrolik pada kecepatan
dan tekanan yang sangat tinggi. Sehingga pada alat yang kecil dan ringan
dapat memberikan tenaga yang sangat besar. Bila dibandingkan dengan
motor listrik yang mempunyai kemampuan tenaga kuda yang sama.
3. Sistem hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindah
gayanya. Pada system ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti oleh
lapisan minyak (oli). Sehingga pada bagian-bagian tersebut dengan
sendirinya akan terlumasi. Sitem inilah yang akan mengurangi angka
gesekan, dan jika dibandingkan dengan system mekanik bagian-bagian ini
bergerak (bergesekan) lebih sedikit. Hal ini terlihat dengan tidak adanya
roda-roda gigi, rantai, sabuk (belt), dan kontak-kontak listrik.
4. Beban dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan (relief
valve). Karena apabila ada beban lebih tidak dengan segera diatasi akan
merusak komponen-komponen itu sendiri. Sewaktu beban melebihi dari

Akademi Teknik Soroako 10


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

kemampuan penyetelan katupnya, pemompaan langsung dihantarkan ke


reservoir (tangki) dengan batas-batas tertentu terhadap tori atau gayanya.
5. Dengan system hidrolik, begitu pompa tidak mampu mengangkat, maka
beban berhenti dan dapat dikunci pada posisi mana saja. Lain halnya
dengan motor listrik dalam keadaan jalan tiba-tiba dipaksa untuk berhenti.
6. Tenaga disimpan dalam aktutor, dan apabila perlu sewaktu-waktu dapat
digunakan tanpa harus merubah posisi komponen-komponen yang lain.
Kelemahan-kelemahan system hidrolik :
1. Fluida yang digunakan harganya mahal
2. Apabila terjadi kebocoran akan mengotori system, sehingga system hidrolik
jarang digunakan pada industry makanan maupun obat-obatan.

Akademi Teknik Soroako 11


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

BAB III
PEMBAHASAN MATERI

Kondisi sistem hidrolik pada penggunaannya akan mengalami penurunan


kualitas kerja, sehingga perlu adanya langkah-langkah perawatan untuk menjaga
supaya kualitas kerja tetap baik. Perawatan dapat dilakukan dengan
memperhatikan pada gerakan system hidrolik yang mengatur gerak naik turun
lengan utama. Apabila menemui kejanggalan atau mungkin kerusakan maka perlu
dilakukan perbaikan atau pengaturan.
Perawatan yang dilakukan untuk menjaga agar sistem hidrolik dalam
keadaan baik adalah :
A. Menjaga kebersihan mesin
Kebersihan mesin harus dijaga kebersihannya sebelum dan sesudah mesin
dioperasikan. Ini bertujuan agar mesin selalu dalam keadaan bersih, karena bila
dalam sistem hidrolik terdapat debu atau kotoran akan menyebabkan
komponen sistem hidrolik cepat rusak.
B. Menjaga jumlah volume fluida (minyak hidrolik)
Jumlah volume fluida hidrolik harus selalu diperhatikan, karena bila
volume fluida kurang dari standar akan menyebabkan kerja system hidrolik
tidak maksimal. Misalnya bila volume fluida kurang dari kebutuhan yang
diperlukan, maka pada saat piston menghisap fluida kedalam silinder, fluida
yang masuk tidak berupa fluida semua, tetapi sebagian akan diisi oleh udara,
sehingga dapat mengurangi kerja system hidrolik.
C. Perawatan sistem pelumasan
Perawatan sistem pelumasan dilakukan untuk menjaga supaya fungsi
pelumas dapat bekerja dengan baik, sehingga komponen hidrolik dapat
terlindung dari keausan akibat adanya gesekan logam dengan logam atau
korosi akibat oksidasi dengan udara. Pencegahan tersebut dapat dilakukan
dengan cara sebagai berikut ;

Akademi Teknik Soroako 12


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

a. Menjaga kebersihan fluida


Untuk menjaga fluida agar tetap dalam keadaan bersih, lakukan
pembersihan tangki minyak secara berkala. Karena bila fluida kotor akan
menyebabkan saringan oli tersumbat.
b. Waktu pemberian pelumas
Pemberian dan waktu pelumasan dilakukan sesuai dengan instruksi
pelumasan proses kerja. Hal ini dilakukan supaya kebutuhan pelumasan
dapat tercukupi setiap melakukan kerja, sehingga komponen mesin akan
selalu dalam kondisi baik.
D. Pemeliharaan Cairan Hidrolik
Cairan hidrolik termasuk barang mahal. Perlakuan yang kurang atau
bahkan tidak baik terhadap cairan hidrolik atau semakin menambah mahalnya
harga sistem hidrolik sedangkan apabila kita mentaati aturan-aturan tentang
perlakuan/pemeliharaan cairan hidrolik maka kerusakan cairan maupun
kerusakan komponen sistem akan terhindar dan cairan hidrolik maupun sistem
akan lebih awet.
Panduan pemeliharaan cairan hidrolik antara lain :
a. Simpanlah cairan hidrolik pada tempat yang kering, dingin dan terlndungi
(dari hujan, panas, dan angin)
b. Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar bersih untuk
menambah atau mengganti cairan hidrolik ke dalam system.
c. Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik melalui sarigan
(pre-filter).
d. Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan berkesinambungan
kondisi cairan hidrolik.
e. Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki yang rapat-
sambung sendiri yang ada pada saluran balik.
f. Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian rupa sehingga
oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar.

Akademi Teknik Soroako 13


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

g. Cegah jangan sampai terjadi kontaminasi gunakan filter udara dan filter oli
yang baik.
h. Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila perlu pasang
pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah penyebab terjadinya
gangguan, atau pasang unloading pump atau excessive resistence.
i. Perbaikilah segera bila terjadi kebocoran dan tugaskan seorang
maintenenceman yang terlatih.
j. Bila akan mengganti cairan hidrolik (apalagi bila cairan hidrolik yang
berbeda), pastikan komponen dan seal-sealnya cocok dengan cairan yang
baru, demikian pula seluruh system harus dibilas (flushed) secara baik dan
benar-benar bersih.

Akademi Teknik Soroako 14


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan materi serta deskripsi masalah yang ada maka
dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya penggunaan system hidrolik pasti akan
mengalami penurunan kualitas kerja, sehingga perlu adanya langkah-langkah
perawatan untuk menjaga agar kualitas kerja system tersebut tetap baik.
Perawatan atau pemeliharaan dapat dilakukan dengan memperhatikan pada
gerakan system hidrolik yang mengatur gerak naik turun lengan utama. Apabila
menemui kejanggalan atau mungkin kerusakan maka perlu dilakukan perbaikan
atau pengaturan. Sehingga dapat dijabarkan pemeliharaan system hidrolik
meliputi :
1. Menjaga kebersihan mesin
2. Menjaga jumlah volume fluida
3. Perawatan system pelumasan
4. Pemeliharaan cairan hidrolik
B. Saran
Dalam proses pemeliharaan system hidrolik, seorang maintenenceman
harus memperhatikan hal-hal apa saja yang dilakukan dalam proses
pemeliharaan agar system hidrolik dapat terjaga dengan efektif sesuai yang
dharapkan.

Akademi Teknik Soroako 15


Pemeliharaan Sistem Hidrolik 
 
 
 

DAFTAR PUSTAKA

Modul. Dasar-Dasar Hidrolik (Basic Hydraulics).Akademi Teknik Soroako. Juni,


2003.
Http://www.wikipedia.com
Http://www.scribd.Sistem hidrolik mesin.com
Http://blogspot.Sistemhidrolik&pneumatik.com

Akademi Teknik Soroako 16