Anda di halaman 1dari 138

,

-'~~, -, ' 1
""'-.. I
"..."
~

l1li:'

i
-","

r
.,
w

. PERANAN
"Bt\NTENG BLOROK"
DALAM
«
PERANG R.I
L ""$i

DISUSUN OLEH
i:~ EX. ANGGOTA
BE-11 TRIP / JAWATlMUR
&
JARAHDAM-VIII BRAW1JAYA
""
..,.-

i" ..~"~
~ "F~
> -,

DJ FTA."R. IS1
~~ -
da.L!?.!1iCJ..,

..
K6:;;a Penge...Tltar ~ .. ., " .. .. .. ~ .. ~ .. .. .. .. " " " ~ .. ~ ;, " ., " ." .. , " ., '7 " ~ I
..
Kata-kata Sambut~~
1.. Me~teri Pendidikan dan Kebudayaan.. III
2.. Menteri Pe~er~~an ~... .-. . .. . . . .. .. . .. . . .. v
3.. Par...gab . . . . . . .. .. . " d .. . .. .. .. . . . . .. .. ~ q ~ .j '" .. 711
4. Ka.sad # ... «. . . ..... IX
~
'/' Pangd~~-VIII/Bravdjaya ~.~~~~- XI
--
b. Ka.pusj arah ABRI '.. ... XIII
7. Kadisjarah TNI-AD ..&............... xv
3aa-I Pend::> l-1ull.l~ll

1. Latar be lakaP..g Se j ara.1I ..~..........- 1 - 6


2. ~~resi Militer Belanda ke-II ...... '7
I - 17
J. Konsolidasi dan Reorga.71isasiTRIP.. 17.- 27
4. Situasi di utara dan Selatan slh~gai
" Brantas , ..-.. 27 - 29
Baa-II KOffi9i-4 d~ merie...m Ba.71tengBloTok

1. ~r ..
;\.0 mp 2..- ~ I
'lITO--,
1:':' c.L:' J awa Tiw.J.r ............ 29 - ../-
1

2. Asal-usul meriam Ba.llter..g


B1orok 31 - "".1.
.J.
3. Data te~~is meriam Ba.71teng B1orok... 35
4. Status meriam Banteng Blorok ".0'. 35 - 36
r-
J. Perta.ha.11.8.!l rIgunut ..,.,..,.,.." 37 - 42
6.. Pertemouran Nglli"'1.ut .~...,......_.... 42 - 47
7~ Pertempuran Rejotangan ' '."" 47 - 57
/",-
8. ?ertempuran Sutojayan ~....-.. 57 - OJ

9. [,lenembus hut an jati B~71ara.."l ....... /,,/'


00 - 70
10. Titik-titik rawa.ll yang menegangka.ll. 71
t- - ,..,,/"
:0

11. PerteITiDUTan Kemloko '.""'.'..".".. 77 - 81


12. Meriam Banteng Blorok cuti ........ 81 - 83
1 ~
~.~,. Meri2IT.B~71teng Blorok ~~cul kern -
~
bali ' ~' ".."...".'. ......... 84 - 86
14. Pert 2:!iDU.r2.!l Gadungan/Gandusari .. .. " .. 87- 98
;;

.I
-'- "
~i

'P
ia"'
1-'
.. ., ".""
J. d)!iCu...,;;

- 98 - 102
15. Pertempuran Wlingi ..............
16. Meriam Banteng Blorok kembal~ ke-
~
Induk-nya 102 - 103
17. Penghargaan untuk meriam Banteng-
Blorok .'."."~'..e~...ooo.~~... 104 - 108
Bab-III Kesimpu1a.n 109 - 112

~J3.b-IV Penutup 113 - 114

LaIIID iran - Larrroiran :

1. Surat Keputu8Bll Komandan Brigade "sn ...... 115


2. Proses Verbal............................. 116
3. Kata penyerahan meriam Banteng Blorok ..... 117
4. Data kronologis rneriamBanteng Blorok ..... 118 - 120
~ 5. Lagu-lagu TRIP/Jawa Timur ................. 121 - 125
6. Daftar nama-nama personil Kompi-4/Widarbo.. 126 - 129
7. Susunan Team Penyusun Buku den Sumber Data. 130 - 131
8. Sura~ pernyataan Para Pelak~ daD P~serta-
Pertemuantanggal 20 J~ucri 1985 ........ 132 - 13;

00000-------

I
. I
I

;:

.""""
',..v",i
'-

BAB-I

PENDAHULUU
~

1. Latar belakang Sejarah..


"

Sejak Proklama.si Kemerdekaan dikumandangkan


pada tanggal 17 Agustus 1945, secara de yure Ne~
ra Republik Indonesia telah mBmperoleh pengakuan-
dari beberapa Negara asing yang menaruh simpati.
Akan tetapi secara de facto belum seluruh wilayeh
dikuasai Negara Republik Indonesia karena sebagi-
an wilayah masih dikuasai dan diduQ.uki Belanda.
Belanda yang sangat berambisi untuk kembali menj~
jab.Indonesia merasa kehilaDgan karena dengan Pr,2
klam8si Kemerdekaan tersebut, Indonesia menjadi -
Negara yang merdeka dan berdaulat lepas dari pen-
jajahan Belanda.
Oleh seeab itu maka Belanda masih terus melakukan
gerakan militernya menyerang daerah kekuasaan Re-
publik Indonesia disertai gerakan poli tik "Divide
et Imperau yang bertujuan memecah belah persatuan
dan kesatuan Bangsa Indonesia agar Negara Repu -
blik Indonesia yang masih berusia sangat muda itu
menjadi rapuh sehingga mudah dihancurkan dalldij~
jah kembali.
Belanda mengerahkan Tentaranya yang telah berpeng
alaman dalam Perang Dunia ke-II, menginjak-injak-
kedaulatan Negara Republik Indonesia dengan me -
nyerang daerah kekuasaan Republik, menyebarkan t~
xor dan tindakan sewenang-wenang dikalangan ralc-
yat sehingga berjatuhan korban-korban ya:ng tidak
berdosa. .

Tindakan Tentara Belanda ya:ng sewenang-wenang dan


tidak berperi kemanusiaan itu menimbulkan kemarah
an Para Pemuda-J?ejuang Republik. Indonesia.

."
2

~'

Secara serentak di.>nana-mana timbul perlawanan


"
bersenjata dengan tekad mengu.sir penjaja.l-J.
Belanda -
untuk menegakkan KemerdekSK4~ dBn Kedaulatan Negara-
Republik Indonesia.
Akibat perlawanan tersebut, usaha Belanda untuk me-
nambah daerah yang dLb~asainya terha~bat sehingga -
Belanda menggun.akan taktik poli tiknya guna me1lo!TUlux
waktu dengan cara menawarkan perundingan kepada Pe-
merintah Republik Indonesia.
Perundingan pertama yang diadakan di kota Roge Vel}!
we (Kota di negeri Belanda) daTI perundingan kedua -
di Indonesia pada bulan Maret 1946 semua mengalami-
kegagalan.

...
Barulah pada perundingan yang ketiga di Linggarjati
dipero1eh hasil dengan ditanda tanganinya perjanji-
...
8...11 LIIfGGARJATI pada tanggal 25 Maret 1947 yang isi-
nya sebagai berikut :
- Kekuasaan de facto Republik Indonesia hanya
atas Jawa, Madura daTI Sumatera.
- RepublikIndonesia (Jogya) sanggup menjadi- '

Negara Indonesia Serikat.


- Indonesia Serikat daTI Belanda akan merupa -
kan satu Uni.
Tern-yatahasil perundingaTI tersebut tidak pernah di
laksanakan oleh pihak Belanda karena pihak Belanda-
tetap berusaha meluaskan daerahnya dengan mendiri -
kan negara boneka baru yaitu Daerah Istimewa Kali -
mantan Barat dibawah Pimpinan Sultan Hamid-II dan -
Negara Pasundan dibawah Pimpinan Surya Kartalegawa.
Bahkantanpa perasaanmalu, Belandame1ancarkan -
Agresi Mi1iter ke-I pada tanggal 21 Juli 1947 dima-
na dengan kekuatan militernya secara serentak me -
nyerbu daerah-daerah yang dikuasai Republik.

..it I
\"

~
Dengan tindakan Belanda yang terang-terangan
A
'"
melan.ggar isi perjanjian LINGGARJATI tersebut, -ma-
ke. sejak saatitu Pemerintah Republik Indonesia -
membatalkan perjanji8..1l
dan selanjutnya mengerahkan
seluruh kekuatan TNI (Tentara Nasional Indonesia)-
termasuk kekuatan Pelajar Pejuang Bersenjata yang-
tergabung da1am Kesatuan TRIP (Tentara Repub1ik Ig
donesia Pelajar) di Jawa Timur, TP (Tentara Pela -
jar) di Jawa Tengah, Jawa Bara t daIldaerah-daerah-
1aiI1..nya,
serta TGP (Tentara Genie Pe1ajar) me1aku-
kan per1awanan bersenjata diseluruh front mengha -
dapi Be1anda. =
"'-.
Khusus TRIP/Jawa Timur sejak terbentuknya p~
da tanggal 21 Juli 1946 sete1ah Konferensi IPI (1-
'".. katan Pelajar Indonesia) se-Jawa Timur di Malarig,
~ merupakan Kesatuan Pe1ajar Pejuang Bersenjata yang
;
diakui syah oleh Pemerintah Repub1ik Indonesia se-
~ "

bagai bagian dari:TNT. '


Oleh karena itu TRIP/Jawa Timur te1ah memiliki pe~
senjataan yang 1engkap dan dari berbagai front pe~
tempuran menghadapi Tentara Belanda, TRIP/Jawa Ti-
mur mempunyai pengalaman tempur yang dapat diseja-
jarkan dengan TNT daTIdapat bekerja sarna serta ba-
hu membahu dengaTI TNI.
Seperti telah diuraikan diatas, setelah Kon-
ferensi IPI se-Jawa Timur di Ma1ang terbentuklah -
TRIP/ Jawa Timur dimana sebagai Pimpinan Terti!'..ggi-
nya dijabat oleh ISMAN.
Sebelum Belanda me1ancarkan Agresi Militer ke-I, -
Kesatuan TRIP/ Jawa Timur memiliki Pasukan yang be~
ada di daerah-daerah Karesidenan yang disebut Ba -
talyon disertai nomor kode sebagai tanda pengenal.

.
4

"
Batalvon
v sebagai Kesatuan TRIP yang
. berada didae -

'"
rah Karesidenan membawahi beberapa Kompi yang ber-
kedudukan di Ibu-Ibu Kota Karesidenan, sep~a s~
cara umum TRIP/Jawa Timur memiliki daerah penyeb~
an Kesatuannya dengan nomor kode masing-masing Ke-
satuan sebagai berikut : ~

- Markas Komando berada di Jet~s (Mojokerto).


- Batalyon-IOOO di Jetis (Mojokerto).
- Batalyon-2000 di Karesidenan Madiun.
- Batalyon-3000 di Karesidenan Kediri.
- Batalyon-4000 di Karesidenan Besuki. .

- Batalyon-5000 di Karesidenan Malang.


Selanjutnya karena Tentara Belanda dengan kekuatan

~
besar menyerbu daTIberhasil menduduki Mojokerto n~
da tanggal 17 Maret 1947, TRIP/Jawa Timur terpaksa
~
memindahkan Markas Komando-nya ke M:alang daTIBatal
yon-IOOO ke Karesidenan Ma.di1.Ul
dengan tujuan agar-
dapat melanjutkan perlawanan bersenjata sampai Be-
landa berhasil diusir dari bumi Pertiwi.
Ketika Tentara Belanda melancarkan Agresi. Mi
liter ke-I dengan menyerang daerah-daerah kekuasa-
an Republik antara lain menyerang Karesidenan Bes!!
ki dan KaresidenanMalang, Markas Komando TRIP/Ja-
wa Timur dipindahkan ke Gabru (Tegalasri/Wlingi).
Karena TRIP/ Jawa Timur terceraiberai akibat se -
raDgBn Tentara Belanda teraebut, ma.ka organisasi-
TRIF/ Jawa Timur mengalami perubahan untuk menyesu-
aikan diri dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
Organisasi TRIPi Jawa T:imur dirubah sebagai berikut:
- Markas Komando di Gabrou. (Tegalasri/Wlingi).
- Batalyon-lOOO
dan Batalyon-2000 digabung -
menj adi TRIP Komando - I berkedudukan di -
Madiun.

..
-

~
~
- Batalyon-)OOO menjadi ~~ Komando-II ~er-
kedudukan di Kediri.
- Batalyon-4000 tetap me1anjutkan perlawanan
gerilya didaerah Karesidenan Besuki.
- Bata1yon-5000 tetap daTIkedudukannya dipi~
dal1..kanke Gsbru (Tega1asri/Wlingi)sebagai!
Pengaman Markas Komando serta me1akuk~ -
per1awanan geri1ya didaerah tersebut.
Akibat Agresi Mi1iter ke-I tersebut, Dewan Kearnan-
an PBB membentuk KTli (KomisiTiga Negara) untuk m~
nye1esaikan pertikaian yang anggotanya adalah Bel-
gia (PilL~an Belanda), Australia (Pi1ihan Indone -
sia) dan Amerika Serikat (Pilihan Belanda daTIAus-
tralia) ya:ng mengadakan perundingan diatas kapa1 -
perang Renvi11e mi1ik Amerika Serikat yang sedang-
berlabuh di perairan Tanjung Priok sebagai tempat-
Netra1.
Perundingan tersebu~ menghasi1kan perjanjian REN -
ditanda ta:ng~:m; pada tanggal 17 Janue.ri-
VILLE daJ:l
1948 yang isinya sebagai berikut : f
- Kedua be1ah pihak akan menye1esaikan per-
tikaian politik atas Jawa, Madura dan Su-
matera dengan perantaraan KTN.
- Akan mengadakan kerja sarna dalam 1apangan
ekonomi dan perhubungan.
- Tentara Repub1ik harus ditarik dari dae -
rah "kantongn.
- Untuk menentukan daerah-daerah Republik,
kemudian hari akan diadakan plebisit di -
Jawa, Madu:ra dan Sumatera dibawah peng -
awasan KTN.
Dengan adanya perjanjian RENVILLE tersebut, maka
untuk sementara bentrokan senjata dihentikan.
6

!!llitL...Q!§l&!SAS LK.°M Al!YO-I Dfili...lfQ.!!1


AI!!!9-II :
TnIRLlAIVA ! IM!!!Llll.JWJ I!:tlIE!lli..AH~!illU!!LJ!A!Llci51J
In I

.~
i
~~Q AI- I1AMQHg!\..!1

~7

STIJOAH,J{)
PH AM BON

l'HU I JA'L']],!

§lli!Qjll Af'jY11)t

,"-" '.""'" ---.-.


"

2a Agresi Militer Belanda k~-IIo


~
w
Perjanjian P~l1VIT~~ yang berhasil.ditanda ta-
ngani itu sangat merugikan pihak Indonesia; karena.
untuk menghindari korban yang lebih ba:nyak lagi ter
-
,.

paksa Pemerintah Republik Indonesia menyetujui isi-


perjanjian tersebut.
&
Sesuai dengan salah satu isi perjanjian KEliVILLE, -
Pemerintah Republik Indonesia memerintabkan. agar s~
luruh kekuatan TNI kembali masuk kedaerah Itkantong"
yang merupakan daerah kelrnasaanRepublik.
TRIP/Jawa Timur sebagaiKesatuan Pelajar Pejuang -
Bersenjata yang merupakan ba.giandari TNI dBn ikut-
andil didalam perjuangan merebut dan menegakkan Ke-
merdekaan Republik Indonesia, mematuhi Instruksi -
Pemerintah tersebut.
TRIP/ Jawa Timur yang semula telah tersebar di
dalam daerah pendudukan Belanda, terpaksa ditarik -
kembali masuk kedalam daerah kekuasaan Republik ya-
itu kedaera.hBlitar, Pare, Kediri, Tulung Agung dBn
Madiun.
Sehingga sejak ditanda tanganirGa p~rjanjian RENrlL
LE itu, berlaku gencatan senjata diseluruh sektor -
pertempuran djmema masing-masing pihak kembali ke -
daerah kekuasaannya yang dibatasi oleh sebuah garis
khaya.1di medan yang disebut garis demarkasi (Gari.§.
status Quo) dimana untuk melewatinya harus seijin -
dan sepengetahuanpihak lain y~ menguasai daerah-
tersebut. .

Didalam masa gencatan senjata, anggota TRIP/Jawa Ti


mur kem.bali kebangku sekolahnya masiDg-masing seca-
rB. bergilir dan diatur bergantian tanpa meninggal -
kan kewaspadaan.

.
"

!'

Yang belum memperoleh giliran masuk sekolah harus


~
.. melaksanakan tugas di garis demarkasi sedarigkan-
yang memperoleh giliran masuk sekolah harus bela-
~
jar sebaik-beiknya daTIteblno
Oleh Pimpinan TRIP/Jawa Timur giliran tersebut di
atur satu bulan sekali agar tidak menjadi jenuh -
terutama bagi anggota TRIP yang melaksanakan tu -
gas di garis demarkasi, disamping itu juga untuk-
menjaga tetap tegaknya disiplin dan kesiapan tem-
pur anggota TRIP baik secara perorangan maupun s~
cara Kesatuan.
Dengan berpedoman kepada semboyan ItB~~,A.JAB. SAMBIL
BERJUA..1ifG", disamping kem.bali kebangku sekolahnya-
masing-masing, anggota TRIP/Jawa Timur dikerahkan
li..11.tuk
melaksanakan tugas "People Defence" yai tu -
tugas membina rakyat didaerah-daerah kekuasaa "'"l
R!;.
publik (Bahkan ada yang berani dan secara die.m-di
am masuk kedalam daerah pendudukan Belanda) deng-
an tujuan memberikan pengertian kepada rakyat te~
tang arti Kem.erdekaanyang telah dimiliki serta -
men~nAmkan perasaan antipati kepada penjajah Be -
landa..
Kegiatan people defence dilaksanakan oleh anggota
TRIP/ Jawa Timur secara intensif dengan mengguna -
kan cara daTImetoda yang sederhana sehingga mudah
ditangkap serta dimengerti oleh rakyat.
Disamping itu anggota TRIF/Jawa Timur juga melaku
kan kegiatan yang bersifat rekreatif tetapi mem.b~
rikan manfaat dan kesempatan yang luas untuk da-
pat mempengaruhi rakyat agar bertambah benci ke -
pada penjajah Belandasehingga Belanda tidak akan
memperoleh inSormasi apapun yang menyangkut diri-
Para Pejuang Kemerdekaano
9

-
::

Melalui kesenian ludruk yang sangat populer-


,...
..
di daerah Jawa Timur, ene;gotaTRIP yang berbakat -
selliludruk ikut main di dess-desa berS&li8 perkum-
"
pulan lu~ setempat yang ~ementaskan cerita-ceri
ta heroik.
Anggota TRIP yang ikut main ludruk dan mempunyai -
bakat melawak, dalam lawakannya menyelipkan bahan-
bahan kampanye anti penjajahan yang mudah diserap
oleh rakyat yang menonton pertunjukan tersebut.
Sebagai Kesatuan Pelajar Pejuang Bersenjata, TRIP/
Jawa TimUT disamping semboyan-semboyan yang sudah-
ada sebagai alat pembangki t semangat juang, juga-
memiliki semboyan yang berbunyi "TIDAK SUDI MENJA-
DI PELAJAR JAJAHAN DlNEGAF..ASENDIRltI sehingga selB:
ruh gerakan perlawanan yang dilancarkan terhadap -
~ Belanda, baik secara halus dengan kegiatan people-
defence mauplL~ secara kasar dengan kekuatan senja-
ta hanya dengan satu tujuan yaitu mengusir Belanda
dari bumi Pertiwi.
Sehingga dengan terusirnya Belanda dari bumi Perti
wi makaParaPelaj a.rdapa t mengikuti pelajarannya-
dengan sman dan tenteram.
Akan tetapi selama Belanda masih bercokol di bumi-
Pertiwi ini, Para Pelajar tersebut dipaksa oleh k~
adaan harus melakukan due kegiatan yang saling be~
tentangan dimana disatu saat harus masuk sekolah -
untuk belaj ar dan disaat lain harus berjuang meDg
hadapi Belanda.
Didalam masa gencatan senjata tersebut, keb~
tulan anggota TRIP sedang menjalani libur panjang-
karena kenaikan kelas sehingga banyak anggota. TRIP
yang memperoleh ijin pulang ke kota asalnya uatuk-
melepas rindu kepada orang tUB dan sanak sBudara.
10

:r

Justru pada saat ar..ggota TRIP banyak YF'rtG pulang -


-
" ke kota asalnya masing-masing, Belanda melancarkan
Agresi Militer ke-II pada tanggal 19 Desember 1948
menyerang daTI merebut Jogyakarta serta daerah keku
asaan Republik lainnya dengan mengerahkan Konink -
lijke Leger (KL) yaitu kesatuan tentara Be1anda -
yang ~otanya terdiri dari Pemuda-Pemuda Be1anda
- dBn Kordnklijke Nederlands lndische Leger (KNIL) -
yaitu kesatuan tentara Belanda yang anggotanya te£
diri dari Pemuda-Pemuda Indonesia yang bersedia. -
menjual tenaga serta harga dirinya untuk IDer~abdi-
kepada Belanda.
Akibat serangan mendadak dengan kekuatan yang be -
sar oleh tentara Bel8.J.l.da ya..i'J.g didukung Angkatan -'
Udara taktisnya, maka dalam waktu :t 1 bula..'1. selu -
- rub Ibu Kota Kabupaten dan sebagian Ibu Kota Keca-
matan berhasil diduduki tentara Belanda. ;
Batalyon TNT tlrLt\.YANGKAP..A"
yang mempunyai da~
rah tanggung~jawab front Mantup - Babat dibawah-
Pj.mpinan Mayor Jarot Subiantoro, dengan terjadinya
serangantentara Belanda tersebut merasa perlu me~
perkuatpertahanan daerahnya.
Selanjutnya. melaluikurir khusus, Mayor Jarot Subi
antoro berkirim surat kepada lsman, Pimpinan Ter -
tinggi TRIP!Jawa Timur yang isinya minta agar TRIP!
Jawa Timur dapat menugaskan Pasukannya ke Ngimbang
guna mernperkuat pertahanan front Mantup Babat. -
Dengan kurir khusus pula, Isman memberikan perset:!;!
juannya bahkan
mengirimkan 2 orang penghubung guna.
melihat situasi medan dimana Pasukan TRIP!Jawa Ti-
IDur akan ditempatkan.
Setelah diperoleh gambaran
tentang medan yang akan
Isman dibantu Staf-nya membuat rencana.
diha.dapi-,
11

Atas saran dan pertimbangan Staf, selanjutnya oleh


Isman diputuskan untuk mengirimkan TRIP Komando-II
~.
..

ke ligimbang guna memperkuat front Mantup - Babat.


Ditlh~juknya TRIP Komando-II tersebut berdasarkan -
atas pertimbangan sebagai berikut :
- TRIP Komando-II ~~ggotanya masih cukup un-
tuk melaksanakan tugas,,~tersebut karena ti-
da.k terlalu banyak YaDf!,
minta ijin pulang.-
ke kota asalnya dalam libur panjang.
- Karena kedudukan TRIP Komando-II di Kediri
yang jaraknya lebih dekat untuk dapat se -
gera menduduki posisinya di front Mantup -
Babat.
Sebagai Pimpinan Pasukan TRIP Komando-II yang akan
bertugas ke Ngimbang, oleh Isman ditunjuk salah s~
orang dari Komandan Pasukan yang ada yaitu Subian-
taro.
Selanjutnya setelah menerima perintah, Subiantoro-.
segera menyiapkan Pasukan TRIP Komando-II ya:ng aDg
gotanya terdiri dari gabungan TRIP Kediri, Tulung-
Agung, Nganjuk, Pare dan lain-lairi yang dibagi me!];
jadi 5 Peleton yaitu Peleton Sudiyanto, Peleton
(
-
Sumadi, Peleton CEMPLON, Peleton Suyitno dan Pele-
ton SP.Sunarto.
Setelah seluruh persiapan selesai, dengan k~
reta api Pasukan TRIP Komando-II Pimpinan Subian -
taro diberangkatkan ke Ngimbang (Lamongan) pada -
tanggal 20 Desember 1948.
Perjalanan dengan kereta api tersebut memakan wak-
tu 1 hari dan barll pada malam har:inya PaBUkan TRIP
Komando-II tiba di Ngimbang.
Walaupun dalam kead.aan sangat lelah, dengan berja-
lan kaki pada malam har:i :i tu juga Pasukan TRIP Ko-
mando-II bergerakmenuju Mantup (T:im.ur Ng:imbang).
"

12

l'
Ketika Pasukan TRIP Kamando-II tiba di Patakan me!!
" jelang tiba di Mantup, diperoleh informasi bahwa -
Mantup telah diduduki tentara. Belanda sejak tang -
gal 19 Desember 1948.
Oleh karena.menghadapi situasi diluar perkiraan, -
Subiantoro segera mengambil keputusan untuk berge-
rak ke Kabuh!Ploso bersembunyi dihutan jati ditem-
pat tersebut sambil mempelajari situasi m€dan gu -
na menentukan tindakan selanjutnya.
Disamping itu juga untuk menghindari perangkap yang
kemungkinan telah disiapkan di Ngimbang oleh tenta.-
ra Re.landayang menduduki Babat apabila Pasukan -
TRIP Komando-II langsung dari Patakan kembali ke -
Ngimbang.
Menj elang pagi Pasukan TRIP Komando-II Pimpinan S£
~
biantoro tiba di hutan jati Kabuh/Ploso yang sege-
ra menempatkan pasukannya dalam kedudukCL""l pengama!!
an.
Setelah mempelajari situasi medan yang dihadapi, -
pada tanggal 21 Desember 1948 Pasukan TRIP Koman -
do-II bergerak menuju Ngimbang dengan maksud apa -
bila Ngimbang telah diduduki tentara Be1anda, 1'a -
sukan TRIP Komanda-II aka..."Ylberusahauntuk dapatm~
rebutnya kembali.
Setiba di Ngimbang ternyata tidak ada satupun ten-
tara.Belanda yang berada ditempat tersebut, karena
itu oleh Subiantoro diputuskan untuk sementara me-
nyusun pertahanan di Ngimbang sambil melihat per -
kembangan.situasi selanjutnya.
Kedudukan pertahanan TRIP Kamanda-II disusun dise-
kitar areal pekuburan umum yang berada diujung de-
sa Ngimbang menghadap ke Utara kearah Babat yang -
diperkirakan tentara Belanda akan muncul.
13
..

~
Sebagai tindakan pengamanan maka Regu Djli teng 8}3;
yoto dari TRIP Tulung Agung ditempatkan diujung -
Utara pekuburan UID1lIIl
menduduki sebuah ketinggian-
ditugaskan menjadi Pos Depan.
Sete1ah se1uruh anggotaTRIP Kamando-II menempati
kedudukan peroranganriya da1am rangkaian pertahan-
an tersebut, anggota TRIP Kamando-II segera terti
dUT le1ap karena rasa 1e1ah
. .
yang amat sangat di -
sertai kurang tidur se1ama da1am perjalanan sam -
pai ketempat itu.
Tentara Relanda yang berada di Rabat segera dapat
mengetahui kedudukan TRIP Komando-II di Ngimbang-
dari 1aporan mata~atanya yang tersebar didaerah-
itu yang terdiri dari bangsa Indonesia yang tanpa
perasaan malu bersedia menjadi anjing Belanda, m~
musuhi bangsanya sendiri dan menjadi pengkhianat.
Oleh karena tentara Belanda te1ah tahu deng
an pasti tentangkekuatan da.Il kedudukanTRIP Ko -
mando-II di Ngimbang, maka pads. pagi hari tanggal
22 Desember 1948 tentara Belanda dengan mengerah-
kan kekuatan yang besar bergerak ke Ngimbang un -
tuk menggempur TRIP Komando-II.
Anggota TRIP Komando-II pada pagi hari itu sebagi
an besar masih tidur dan kalaupun ada yang sudah-
bangun, mereka membenahi diri dengan mandi, buang
hajat dan ~eperluan 1ainnya.
Merupakan hal yang sangat keb etulan dan menguntung
kan, pada.pagi hari itu mBsih ada anggota TRIP Ko-
mando-II yang tetap si8ga ditempatnya sebagai Pos-
Depan sehingga kedatangan tentara Belanda segera-
diketahuinya. .

Sehingga dengan dem.ikianmaka se1urL1.h Regu Dj1i -


teng Suyoto disiagakan menantikan tentara Belanda
sampai pada jarak t~"'nbakefektif.
',-

14

Kedatangan tentarB Belanda tersebut tidak sempat-


"\0 dilaporkan kepada Subiantoro selBku PiffipihanTRIP
Komando-II oleh karena tentara Belanda sudah-ter-
lalu dekat.
Tindakan satu-satunya Regu Djliteng Suyoto adalah
melakukan pertempuran penghambatan denga...'t).
harapan
akibat rarnainya pertempuran akan dapat men-siaga-
kan seluruh pasukan yang berada dalam p-ertahanan.
Setelah tentara Belanda mencapai jarak tem-
bak efektif,~dengan segera selTI-~ Regu membuka -
tembakan serentak kearah tentara Belanda yang m~
balasnya cukup gencarsehingga pada pagi itu ter-
j adi pert empuran yang sengi t .

Akibat ramainya suara temba..1{an


dari pertempuran -
tersebut, maka seluruh anggota TRIP Komando-II -
tersadar sehingga terjadi kepanikan.
Setelah masing-masing anggota dapat mengatasi ra-
sa paPik, dengan segeramengambil senjatanya dan-
mengambil posisi terlindung membantu rekan-rekan-
nya yang telah terlibat dalam pertempuran.
Seluruh senjata yang dimiliki TRIP Kamando-II di-
tembakkan termasuk Mortir-5 yang langsung dilayani
oleh Djliteng Suyoto.
Tentara Belanda dalam pertempuran tersebut memper-
oleh bantuan dari mata-matanya yang telah tersebar
disekitar kedudukan TRIP Komando-II yang melepas -
kan tembakan kearah Pemuda-Pemuda tanggung bangsa-
rrya sendiri.
Dari jarak yang relati:f sangat dekat itu, mata-ma-
ta Belanda melepaskan tembakan yang terarah sehing
ga anggota TP~P Kamando-II terpecah perhatiannya -
daTImengalami kestui tan untuk tetap bertahan.

.,
',-

15

Untung tak dapat _diraih malang tak dapat dito1ak,


-
~

dalam kesibukan daTI kesu1i tan anggota TRIP Koman


do-II mengatasi serangan tentara Belanda itu aki -
bat perhatian terpec~~ maka salah sebuah peluru -
yang ditembakkan oleh mata-mata Belanda tepat me -
nembus tubuh SUTAJI anggota TRIP Komando-II yang -
gugur seketika i tu juga.
Untuk yang kesekian kalinya terjadi pertempUE
an dengan tentara Belanda, jatuh 1agi seorang Pemu
da tanggung, seorang Pelajar yang gugur menyusul -
pilluhan rekan-rekannya. yang telah mendahuluinya.
Mereka yang gugur itu sadar akan arti perjuangan -
yang di1akukfuLnYa, sadar akan risiko yang dihadapi
dan sadar bahwa kepergi~~~ya meninggalkan orang -
tua yang mendambakan dirinya sebagai risiko dari-
perjuangarmya.
Dengan kesadaran yang demikian itu, mereka rela, -
rela mengorbankan segala-galanya babkan -
nyawa...">J.ya
direlakannya demi perjuangan me1epaskan bangsa dan
tanah airnya dari'belenggu penjajahan.
Anggota TRIP Komando-TI d.engangugu:rnya SUTA-
~= JI bukan menj adi takut bahkan memberikan perlawan -
an yang gigih seperti kesetanan sehingga pertempur-
an menjadi bertambah sengit.
Akall tetapi oleh karena ka-lahda1am jumlah kekuat -
an, akhirnya TRIP KO!Ilando-IItidak dapat lagi bert§;
han daTI selanjutnya meIlco-undurkandiri dalsm keadaan
tercerai berai berusaha menyelamatkan diri.
Oleh karena itu maka jenazah SUT.A.JI tidak sempat di
sempurnakan dan ditinggalkan ditempat gu:gurnya.
Setelah keadaan kembali tenATI£ dan ama..YJ.,atas ke -
baikan hati dan rasa simpati penduduk setempa+. j~
nazah SUTAJI dimakamkan ditempat gugurnya tersebut.

.
16
.

'"
~
Secara perorangan maup1h~ ke1ompok"anggota-
TRIP Komando-II Pimpinan Subiantoro tercerai be -
rai menye1amatkandiri kearah yang berbeda-beda,
ada yang ke Jombang_Se1atan, ada yang ke Brangkali
Rapak Ombo (Sebelah Barat Ngimba.ng), ada yang ke-
Banyakan/Kediri, ada yang ke Patakan (Sebelah Ti-
mur NgiJ:nbang)dan bahkan' ada yang kemb8li kekota
asa1nya.
Sedangkan sisB anggota TRIP Kamando-II yang masih
kompak mengundurkan dj:ri ke Jombang bergabung de-
TIganMobile Brigade (MOBRIG) Polisi Jawa Timur @
na bersama-sama menghambat gerak maju tentara, Be-
landayang akan merebut daTI menduduki ,Jombang se;r.
ta melanjutkan perlawanan gerilya didaerah terse-
but dan sekitarnya.
Sebagian kecil sisa anggota TRIP Komando-II diba-
wah Pimpinan Duriatmoj 0 diperintahkan untuk meng-
gabungkan diri dengan Markas Komando-II di Bula -
wen/Kediri.
Setelah berhasil mengarahkan pe~!:YUIldurananggota-
nya yang masih kompak dalam kesatuan-kesatuan ke-
cil, Subiantoro bersama beberapa orang yang meng-
awalnya menuju ke Jombang ikut bergerilYB didae -
rah tersebut bersama Mobile Brigade (MOBRIG) Poli
si Jawa Timur.
Bersamaan dengan kocar-kacirnya anggota TRIP
Komando-II di NgimbaD~, begitu pula keadaan anggo-
ta TRIP disemua sektor yang mendapat gempuran te,g
tara Belanda aehi~a keadaan Markas Komando TRIP/
Jawa Timur didesa Gabru (Tegalasri/Wlingi) sangat
terancam.
Selanjutnya oleh Isman selaku Pimpinan Tertinggi -
TRIP/Jawa Timur diputuskan untuk memindahkan Mar -
kasnya ke desa Dawuhan/Trenggalek.
',-

17

Dipi1ihnya desa Dawuhan/Trenggalek yang telah di-


~
persiapkan jauh-jauh sebeluw~ya sebagai tempat C~
Markas Komando utarna TRIP/ Jawa TimUT berd§
dang8-1J.
sarkan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
- Kedudukannya menjadi lebih dekat dengan -
kedudukan ¥arkas Komando Jawa di Jogyakar
ta sehingga mudah mengadakan hubungan.
- Daerahnya cukup ideal guna rnelakukanper-
lawanan geri1ya yang berlanjut rnenghadapi
tentara Belanda.
- Daerahnya memberikan cukup ruang dan wak-
tu sebagai landasan perlawanan gerilya un
tuk j e.ngka lama.

3. Konso1idasi dan Reorganisasi TRIP/Jawa TimUT.


Sete1ah Markas Komando Utama TRIP/Je.wa Ti -
mUT berada di desa Dawuhan/Trenggalek, Isman se -
laku Pimpinan Tertinggi mengirimkan beberapa orang
kUTir kese1uruh daerah kedudukan Kesatuan TRIP ~
na menyampaikanberita -bahwa Markas Kornando telah
pindah dall secara resmi dinyatakan dibuka di desa
Dawuhan/Trenggalek sedangkan Markas Komando yang-
lama di desa Gabru (Tegalasri/Wlingi) dinyatakan
telah ditutup.
Berita tersebut dengan cepat tersebar dallterdeng-
ar oleh selVLruh anggota Kesatuan TRIP dimanapun -
mereka berada baik secara Kesatuan maupun perorang
an yang mendorong mereka untuk berusaha segera da
pat menggabungkan clirike desa Dawuhan/Trenggalek.
Selanjutnya seluruh anggota TRIP/Jawa TimUT yang -
tercerai berai akibat gempuran tentara Belanda, b.§
ik secara kelampok-ke1ompok maupun secara perorang
an bergerak: menuju ke desa Dawuhan!Trenggalek.
18

;.

..

A.NAK-ANAK TRIP / JAWA TIMUR


AKAN BERANGKAT KE FRONT.
-

',-

19

Sehinggadesa Dawuhan/Trenggalek
dalarn ja11..gka wa.."\(-
'"
~
tu ~ 1 bu1an menjadi daerah konsentrasi anggota -
TRIP/Jawa Timur yangterbesar.
Sel&~jutnya oleh Staf diadakan inventarisasi ang-
gota TRIP yang berada diseluruh medan gerilya di-
Jawa Timur dan diperoleh data sebagai berikut :
- Kesatuan TRIP/Jawa Tim~~yang dipimpin -
oleh Subiantoro dengan kekuatan ~ 1 Kompi
masih berada di Jombang dan sekitarnya m.§.

1akukan perlawanan gerilya bersama Mobile


Brigade (MOBRIG) Polisi Jawa Timur mengha
dapi tentara Belanda. i

- Anggota TRIP yang berhasil sa~pai di desa


Dawuhan/Trenggalek adalan anggota TRIP -
yang berasal dari Kompi Pratomo, Kompi -
Mulyo Sujono dan Kompi Widarbo serta ang-
gota TRIP dari
Kompi Malang, Kompi Madiun,
dan sebagian dari Kompi Kediri, Kompi Tu-
lung Agung serta dari kota-kota lainnya -
seperti Pare dan Ngunut.
Dari data yang berhasil dikumpulkan tersebut dan-
setelah melihat formasi TRIP/ Jawa Timur tercampur
baur, maka oleh Iaman diputuskan 1llltuk melaksa..l1.s.-
kan Reorganisasi TRIP/Jawa Timur.
Keputusan tersebut oleh Staf segera diolah dengan
membuat susunan organisasi TRIP/Jaws. Timur yang -
baru.
Hasil susunan organisasi TRIP/Jawa Timur yang baru,
setelah disetujui oleh Iaman segera diberlakukan -
secara resmi pada tanggal 3 Maret 1949.
Sebingga sejak saat itu, TRIP/Jawa Timur memiliki-
organisasi yang disempurnakan disesuaikan dengan -
kebutuhan perjuangan melawan tentara Belanda.
,

20

Sugunan organisasi TRIP/Jawa Timur yang baru ada-


;; lab sebagai berikut :
- Markas Komando TRIP di desa Dawuhan.
= Komandfu~ Batalyon :Isman
= Kepa-la Staf : Sugito
= S ekretaris . : Purboatmojo
= Kepala Staf Pertempuran : Sudarto
= Kepala Staf Perbekalan : Warsono/Subekti
= Kepala Staf Persenjataan : Ismail
= Kepala Staf Kesehatan : Sutoyo/Suyono
- Kompi - Kompi :
= Kompi-l (Dawuhan) : Pratomo
= Kompi-2 (Dawuhan) : Mulyo Suj ono
= Kompi-3 (Jombang) : Subiantoro
= Kompi-4 (Dawuhan) Widarbo :

- Dibentuk plug-plug dengan tugas penguasa.a.n


dan pembinaan teritorial untuk kepentingan
perla\~an gerilya.
- Dibentuk team Combat yang pengerahannya, -
langsung ?leh Komandan Batalyon TRIP.
Dengan tersusunnya organisasi TRIP/Jawa Timur yang
baru tersebut, diperol~E suatu perpaduan yang har-
monis antara unsur tempur dengan unsur teritorial
sehingga diharapkan hasil yang maksimal dan efek -
tif dalam perjuangan berlanjut menghadapi Eelanda.
Kesatuan TRIP/Jawa Timur sejak terbentuknya, seca- -
ra taktis dan organik dimasukkan kedalam Kesatuan
Reserve Umum oWn sehingga untuk selanjutnya dise -
but Batalyon TRIP/Detasemen-I/Brigade-17/KRU HWIt.
Berssma kekuatan TNT, Batalyon TRIP bertekad untuk
meneruskan perjuangan melawan Belanda sampai Bel~
da berhasil diusir dari bumi Pertiwi karena yaD# -
menentukan akhir dari perjuangan hanyalah SEHJATA.
"

21

Sete1ah TRIP/Jawa Timur selesai melaksanakan


konsolidasi dan reorganisasi, berdasarkaripertim -
:-

bangan Kolone1 Sungkono selaku Pang1ima Divisi-I/-


Jawa Timur guna meningkatkan efektifitas per1awan-
an ger~lya menghadapi Be~anda, Batalyon TRIP/Jawa-
Timur diperintahkan agar segera mengisi daerah ba-
sis gerilya sep&~jang B1itar Utara ke Timur sampai
ke Wadung (Sebe1ah Barat Kebonagung/Malang) ya.ng-
me1iputi daerah Srengat - B1itar - W1ingi - Sumbe~
pucung - Wadung.
Disamping itu telah ditentukan pula agar kedudukan
Markas Komando Batalyon TRIP di desa Dawuhan/Tren,g
galek dipindahkan ke Kawisari (Sebelah Timur Laut-
Wlingi) karena cukup strategis, Bman dan ter1indung.
Selanjutnya setelah menerima perintah terse-
but, seluruh anggota Batalyon TRIP yang berada di-
desa Dawuhan/Tr~ngga1ek mengadakan persiapan glli~a-
melaksanakan :pemindahan pasukan menuj u daerah basis
gerilya ya:ng telah ditentukan.
Hanya mengenakan seragam hitam-h1tam yang me1ekat-
dibadan sebagai mi1ik satu-satunya dan sudah penuh
dihuni kutu-kutu baju, ditambah sehe1ai kain sa -
rung yang sudah kuma1 meli1it pinggang dan sewakt£
waktu berfungsi pula sebagai pembungkus barang-ba-
rang kecil mi1ik pribadi yang dianggap sangat
, ber-
harga serta digunakan sebagai selimut untuk mena -
han dinginnya malam, kaki tanpa sepatu ya~ penuh-
dengan luka akibat terkelupas dan kulit telapak k~
ki yang menebal, anggota Bata1yon TRIP/Jawa Timur-
tetap gembira bahka..7J.
merasa sangat bangga karena -
dapat ikut serta berjuang membela Nusa dan Bangsa.
Mereka tidak sempat lagi memikirkan bagaimana sek.Q.
lahnya, keadaan orang tuanya dan lain-lain karena
mereka hanya memikirkan tentang perjuangannya.
"

22

We.laupunsering dilontarkan ke.ta-kata "inguse.n11 -


~
sebagai ejekan kepada mereke.,tetapi mereka tetap
sabar dan tabah bahkan berhasil membuktikan bahwa
keberanian, keuletan serta semangat juang mereka-
tertanam Kokoh yang diwujudkan berupa tekad memb§
j a yang tidak tergoyahkan oleh apapun juga.
Bersamaan dengan diterimanya perintah untuk
melaksanakan pemindahan pasukan, oleh Kolonel Sung
. kono selaku Panglima Divisi-I/Jawa Timur di-BlP-
kan sepucuk meriam gempu:ryang bernama nBANTENG -
BLOROK" beserta Peleton Artileri yang mele.yaninya
dibawah Pimpinan Letna.n Satu Kri ting Satrio Saso~
no kepada Batalyon TRIP/Jawa Timur.
Pern-B/P-anmeriam tersebut kepada Batalyon TRIP/-
Jawa Timu:rdidasarkan kepada pertimbangan-pertim-
bangan sebagai berikLlt:
- Seluruh kekuatan tempur TIll telah dikerah
kan untuk melakukan perang gerilya seGara
mobil, menyerang dan menghancurkan kekua!
. an Bela~da dimanapun berada.
::- Batalyon TRIP/ Jawa TimUT dinilai memiliki
potensi yang cukup besar dan kuat untuk -
menghadapi kekuatan Belanda serta m~iliki
motivasi, dedikasi dan semangat juang yang
tinggi.
- Batalyon TRIP/Ja~~ Timux memiliki daerah-
basis gerilya sendiri dan mampu melal~kan-
pembinaan teritorial.
Pada waktu Batalyon TRIP/Ja~~ Timur mendapat B/P -
tersebut, kedudukan meriam gempur Ba...'1teng
Blorok -
telah berada di desa Campurdarat/Tulung Agung yang
terletak dal~~ lintasan route pemindahan pasukan -
yang 8kBn ditempuh oleh Batalyon TRIP/Jawa Timur.

01
',-

23

Route pemindahan yang akan ditempuh oleh Batalyor


~ TRIP/JawB Timur y~~ terdiri dari Kompi-I, Kompi
2 dan Kompi-4 (Kompi- 3 sedang me1aksanakan peraTI6
geri1ya di daerah Jombang) ada1ah sebagai berikut:
Dawuhan/Trenggalek - Bendo - Durenan - Gamping -
C ampurdara t - Poj ok - Boyo1angu - Sanggrahan - Tal:!;
jung - Domasan - Panjer - Ngunut - Menyeberangi -
sungai Brantas terus ke Utara mela1ui sebeIahBa -
rat Srengat untuk se1anjutnya masuk kedaerah basis
geri1ya yang telah ditentukan.
Sete1ah Batalyon TRIP/Jav~ Timur selesai me-
Iakukan persiapannya,tepat pada hari H pukul P y~
itu tangga1 7 Maret 1949 puku1 17.00 bergerak me -
ninggalkan desa Dawuhan dengan susunan formasi ko-
lone sebagai berikut :
- Kompi-I/Pratomo sebagai KawaI Depan~
- Komandan Batalyon dan Staf Batalyon TRIP/-
Jawa Timur berada ditengah Kolone.
- Kampi-2/Mulyo Sujono sebagai KawaI Tengah.
- Kompi-4/Widarbo sebagai KawaI Belakang.
Setiba di desa Carnpurdarat/Tulung Agung, Peleton ~
Artileri bersama meriam gempur Banteng Blorok ber-
gabLL~ dan menyesuaikan diri dengan gerakan Kolone
karena gerakannya lambaIl ditarik seekor Iembu dan-
didorong rakyat desa yang di1alui disepanjang rou-
te perjalanan.
Selanjutnya berdasarkan pertimbangan Komandan Ba -
talyon TRIP/Jawa Timur setelah melihat gerakan Ko-
lone secara keseluruhan sangat lamba.t, kemudiandi
putuskan untuk menyerahkan tugas dan tanggung ja -
wab meTI.gawalmeriam kepada salah satu Kompi agar -

gerak maju Kolone secara keseluruhan tidak lagi -


tergantung kepada. jalannya meriam yang lambat.
24

"'\

ROUTE P:E}lINDAHAN BATALYON TRIPLJ"4WA _'rIM"(Jf(_DA.RIJ!AWUHA~lTRE;NGGALEK

Peta : JAW! TIMUR


I
Keda.r 1 : 500.000

Rl

1 (J
\
.
'1
KRI SI K
,
) \
\
,/ . DEWI
,
{ SENGON
!
(i
\, . NONGKORE(JO
\
TaEN~jGALEK
,r i'
l' A

,-j
, ..~.
.

-
GUNG
~/ . .. . -..............
\

CAMPURDA.RA
T

KETERANGAN :

~ ROU'I'E KCMPI-l DAN KOMPI..2


PANGGUNGREJO
.. ROUTE MERrAM BANTENGBLOROK .
IRAN
1-

25

Setelah dipertimbangka.n, Komandall Batalyon . TRIP/Ja-


...

wa Timur memutuskan untuk menyerahkan tugas daTI-


tanggung jaW8.D mengawal meriam kepada Kompi-4/Wi -
darbo sebagai Kompi KawaI Belakang sehingga Kompi-
I dallKompi-2 serta Markas Komando Batalyon dapat
bergerak Iebih leIuas8 menempuh route'perjalanan.
Selanjutnya atas nama Komandan Batalyon TRIP/Jawa-
Timur, Sud8rto (Kepala Staf Perternpuran) menyampai
kallkeputusan tersebut kepada Widarbo selaku KomaB
dan Kompi-4!TP..IP.
Keputusan tersebut diterima oleh seluruh anggota
Kompi-4!Widarbo dengan penuh rasa bal1,ggadisertaj-
tekad melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang --

dipercayakan kepada mereka dengan sebaik-baiknya~


Pelaksanaan penyerahan meriam gempur Banteng Blorc,k
beserta Peleton Artileri yang melayaninya Pimpinan-
Letnan Satu Kriting Satrio Sasono secara resmi di-
desa Domasan yang juga berada didalam lintasan ro];!
te perjalar--B.n
pemindahan pasukan. -

Selanjutp..ya setiDa di desa Domasan, pade. malani ha-


rinya diadakanserah terima pengawalan meria..rn
-sec~
ra resmi dari Komando Batalyon TRIP/Jawa T~mur ke-
pada Kompi-4/Widarbo dimana dalam pelaksanaannya9-
Widarbo menerima penyerahannya dari Letnan Satu -
Kriting Satrio Sasono disaksikan oleh Sudarto (Ke-
pala Staf Pertempuran) yang i mewakili Komandan Ba. -
-'

talyon TRIP!Jawa Timur. -


Sejak malam itu, Kompi-4/Widarbo IDanikul tu-
gas daIl tanggung ja\¥ab rangkap yaitu disarnping se-
ba.gai Kompi Kav~l Belakang yang mengamankan Kolone,
juga. sebagai KOplpi Pengawal meriam Eanteng Blorok-
yang selalu diincar oleh tentara Bel~~da untuk di-
rebut daIl di bungka..rn.
"

26

Untuk menyesuaikan diri dengan tugas dan tang~~-


jav~b sebagai pengawa1 meriam dan setelah'mendapat
ijin dari Komandan Bata1yon TRIP/Java Timur, susun
an formasi Kompi-4/TRIP dirubah olen Widarbo men -
jadi fo:rmasiPasukan Pengawal Meriam dengan SUSUIl-
an sebagai berikut :
- Komand&~ Pasukan Pengavml : Duriatmojo
- Komandan Peleton-I : Sudewo
= Komandan RegQ-1 : Triyogo
= Komandan Regu-2 : D.Gunawan

= Komandan Regu-J : A.Kosasih


- Komandan Pe1eton-2 : Muj omart0
=Komandan Regu~l : Heru Subandi
:= Komanda Regu-2
"1 : Dj IiteIl.-g
Su;vr)T-O
= Komanda..-n.Regu- 3 : Gondo Harsoyo
Se1anjutnya didalam me1aksanakan ger~~an ko1one, -
Pasukan Pengawa1 meriam BantengBlorok tetap ber -
ada dibelakang dan menyusun forrnasidengan urut -
urutan sebagai berikut.:
- Peleton~l/Sudewo bergerak didepan dan be~
ada dibelakang Kompi-2/Mulyo Sujono.
- Komandan Kompi-4, Komandan P engawal M:eriam.,
Staf Kompi-4 dan Peleton Artileri bersa~a-
meriam Banteng Blorok berada ditengah.
- Peleton-2/Mujo~arto bergerak dibelakang -
sebagai KawaI Belakang dan Penutup.
Duriatmojo selaku Komandan Pasukan Pengawal Meriam,
se1ama gerakan tidak terikat harus berada ditengah,
tetapi selalu menyesuaikan diri dengan situasi guns
memberi semangat kepada seluruh anggota Pasukan -
P engawal.
Hal tersebut sangat diperlukan mengingat berat dan
besarnya tugas dan tanggung j awabnya selaku Koman-
dan PasukanPengawal Meriam.
27

Batalyon TRIP/Jawa Timur sebagai bagian dari TN~


dalam mel~~sanakan pemindahan pasukan tersebut di-
s&~ping memiliki sepucuk meriam gempur E/P; juga -

dilengkapi dengan persenjataan yang terdiri dari -

berbagai jenis yaitu Edystone, Tompson (Jenis SteQ


gv~) ; Mouser, Lee Enfield, Karabyn, Steyer, Ley -
wis, Johnson (Jems Senapan); Tekj,danto (Jems ltIo~
tir); F-eiki (Erengun) dan Juki hangyu. (Jenis Water
mantel/LMG) .

4. Situasi di utara dan Selatan sungai Brantas.


Sejak tentara Belanda melancarkan Agresi ~;-
liter ke-II, dengan cepat hanya dalam waktu ~ 1 r~
Ian sel~~ Ibu Kota Kabupaten dan sebagian Ibu ~~
ta Kecamatan berhasil direbut dan diduduki.
Akibat tindakan CUTang tentara Belanda denge.nme
langgar gencatan senjate. dan sarnasekali tidak me~6
hargai ked8.ulatanNegara Republik Indonesia, mak~ -
seluruh kekuatan T~~ dan Eatalyon Pelajar Peju~ -
Bersenj ata khusus TRIPi Jaw-a Timur dikerahkan.1J.nh '..-

menguasai_daerah-daerah disekitar daerah pendud n


Belanda guna memperoleh keseimbangan valayah ke~La-
saan.
Dalam waktu yang relatif singkat kekuatan TNT de.
Batalyon Pelajar Pejuang Bersenjata khusus TRIJ ~-
wa Timur berhasil memperoleh basis gerilya disChi -
tar daerah pendudukan Belanda yang digunakan se~~ ;ai
pancangan kaki untuk melakukan perlawanan gerilya -
terhadap tentara Belanda diseluruh sektor.
Kota-kota Kabupaten dallKota-kota Kecamatan di Tta-
ra sungai Brantas pada umumnya berada di tangan +- en-
tara Belanda sedangkan yar...g berada di Selatan 3-'...J.gai
Branta.s sepenuhnya ditangan TNT kecuali Tulung Agung.
28

<'
a. Situasi di Utara slingai Brantas.

Tentara Belanda pada umumnya telah berha-


sil menduduki kota-kota besar di utara sungai -
Brantas berikut jalur-jalur jalan YP.rtf!, sebagian
dijadikan Route Perbekalan Umum (RPU)-p..ya.
Adapun kota-kota dan jalur jalan yang dikuasai-
daIl diduduki :Belanda
" , adalah jalur Kediri-Tulung
Agung, jalur Blitar-Wlingi, Gandekan!Kunir, Wli
ngi, Srengat, Kepanjen dan Malang.
b. Situasi di Selatan sungai Brantas.

Kekuatan TNIdan Batalyon TRIP/Jawa Timur


sepenuhnya masih IDenguasai dan menduduki daerah
dan kota-kota di Selatan sUTIgaiBrantas yaitu -
Kalidawir, Sumbergempol, Ngunut, Rejotangan, Ka
de.T!langan, Lodoyo dan Binangun.
Sedangkan Kesatuan yang berada didaerah terse -
but adalah sebagai berik~t :
- 1 Kampi TI{Idari Batalyon Mliwis.
- 1 Detasemen TNI-AL dari Bagian Penerb~~
an.
- 1 Regu Corps Polisi Militer (CPM).
- Markas Sektor dibawah Pimpinan Kapten -
Sunyoto yang berkedudukan di Ngunut.
Sedangkan KesatuaIl yang berada didaerah Blitar-
Selatan yaitu daerah sebelah Selatan Rejotang~
Kademangan adalah sebagai berikut :
- 1 Kampi TNI dari Batalyon Branjangan.
- 1 Peleton Artileri yang melayani meriam-
gempur 75.mID "MAGAN UCUL".
1 Regu Corps Polisi Militer (CYM) bekas-
Pengawal Istana Presiden Republik In~~n~
sia di Jogyakarta Pimpinan Sersan Subandi.

.
29

Didalam kisah ini, Regu Corps Polisi Llili ter


"-
Pimpinan Sersan Subandi di-B/P-kan kepada p~
sukan Pengav~l Meriam oleh Kapten Dedek Su -
martono selaku Komandan CMKB.
- Markas CItlKB (Comando Wdliter Kabupaten Bli -
tar Selatan) dibawah PiIDpinan Kapten Dedek -
Sumartono yang berkedudukan di daerah Ngunut.
Dengan adanya keseimbangan daerah yeng dikuasai -
dan diduduki oleh Kesatuan TIlldan Batalyon TRIP/-
Jawa Timur maka untuk selanjutnya tente.raBels-Dda
tidak berani berbuat gegabah melakukan serangan.
Tentara Belanda hanya berani menyer~~ kesatuan -
kesatuan kecil yang dilengkapi dengan senjata ka-
liber sedang dan berat milik T~~ untuk direbut ~~
dihancurkan guna memL-runkan moril dan daya gempur-
Kesatuan TNT dan Batalyon TRIP/Jawa Timur.

BJl...B- II

KOMPI-4,DAN MERIAM BANTENG BLOROK

1. Kompi-4/TRIP Jawa Timur.

Sebagai hasil reorganisasi TRIP/Jawa Timux -


di desa Dawuhan/Trenggalek maka formasi Kompi-4 -
tersusun sebagai berikut :
- Komandan Kompi : Widarbo

- Kepala Staf : Herman Sigi t


- Wakil Komandan Kompi : Duriatmojo

- Kepala Bag.Perbekalan : Supriyo/Humasse-


Tamad
.- Kep~l a Bag.Persenjataan : Suyitno/Domo Mul
yadi
- Da.ftar Susunan 1engkap : Periksa Lampiran.
"

30

STRD}~D~ ORGPRISASI
KOMPI-4LTRTP JAWA TTI.RiR

~
, I
i KOM.A.NDANKOIfl'I I

"

WAKIL KOM.ANDAN KOMPI

H I
K.4.BAG KABAG :1

1,
"
t ""'1?1\T" Am A'
KOMPI ::J.ui'lu .t1..J...<
i
I
i
I i BEKAL.!

\':

[RU':'l I . IR~-2l

GARIS KOrv1A1.~DO
G.ARIS STAF
GARIS KOORDTIIASI

,;
'.
-,

31

Kompi-4 yang terdiri dari Markas Koma."l'J.doKompi d,8.-Tl


"
2 Pe1eton di1engkapi dengan persenjataan perorang-
an da.n kelompok. berupa 2 pucuk Tekida.nto (Mortir -
5 dan Mortir-S) dan 1 pucuJcJuki he..ngyu. (Waterman-
t e1/LMG ) .
Selanjutnya oleh karena dalam pemindahan pasukan -
dari Dawuha.n/Tre:ngga1~ menuju kedaerah basis ge -
ri1ya yang telah di tentukan, Kompi-4 mendapat ke --
percayaan dari Komando Batalyon TRIP/ Jawa Timur ~
tuk mengawal meriam Banteng Blorok, maka SUSU!lan -
formasi Kompi-4 mengalami perubahan seperti yang -
telah diuraikan dalam sub bab terdahulu.
Kompi-4 inilah Y8:nE;meTl...gukir sejarah meriam Banteng
Blorok yang sangat unik daTImenarik yang dikisahkan
didalam buku Sejarah ini.

2. Asal-usul meriam Bant eng B1orok.

Meriarn Banteng Blorok pada m~anya adalah se-


pucuk meriam penangkis serangan udara dari j enis -
tuchtdoel Artillerie/Automatic Gth~M-l/AA & 40 mm-
Anti Air Craft Gun Carriages 11-2 At and M-2 made -
in Boffors Swedia.
Senjata dari jenis ini telah diguna.1(anoleh tentar.§:
Belanda (Koni~1(lijkeLeger) dellKoninklijke Neder -
lands Indische Leger (KNIt) sebagai senjata penang-
kis serpngan udara dalam perang Asia Timur Raya me-
lawan bala tentara Jepang dibantu pesawat Kamikaze-
nya yang cukup ditakuti.
Bala teritara Jepang yang berhasil mendarat dipantai
Banten, Merak da.1'J.Rembang dengan dibantu Angkatan -
Udara taktisnya tidak dapat ditahan gerak maj~~a -
oleh tentara Belanda.

"
32

Sehip~a dal2!!l waktu yang relatif S8.J:lg2t singkat.


;, tentara Belanda Y&"1g dipimpin oleh Car-de- daTI JeQ
deral Ter Poo1.'ten menye1.'ah tanpa sya.:ra-f kepada -
J enderal Imamura pada tanggal 8 Max'et 1342 di -
lapangan terbang Kalijati1Subang~
Selanjutnya meriam tersebut menjadj mili:k tentara
Jepang dall digunakan sebagai meri~n pen2~gkis se
rangan udara -menghadapi ser8.ngan udare te:J.tara -
Sekutu (Raca Amerika Serikat).-
Akibat dijatuhkannya born atom di HirosD_-L~22. dan -
Nagasaki, maka pada tanggal 14 Agustus 1945 Je -
pffi1g menyerah kalah kepada Sekutuc
Dan dengan di P1.'oklamasikannya Kemerd ekaan. Nega~~
1.'a Republik Indonesia pada tanggal 1.7 Agu_stus -
19451 maka meri&~ tersebut menjadi milik Tente~8.
Republik dan secara
masuk organik kedalST~ jajar-
an Komando Artileri Divisi-I/Jawa T-imu:r dio8.wab-
pimpinan Mayor Artilel~iS ..Minggu da...ntaktis ber-
ada dibawah Komando Bateray-I Artilerj, Batalyon-
C Divisi-I/Jawa Timur dibawah pimpinan KaDten
Artileri M.Kasmani.
Ketika pada
- sekitar tahun 1947 digunak2D oleh Ten
-
tara Republik memperkuat perta...l1.anan
Sektor Utara-
sUllgai Brantas sebagai bagian dari pertahanan 8u-
rabaya, meriam tersebut mengalami kerusakan aki -
bat terkena tembakan serangan udara Sekutu di desa
Blumbang/Leguncli .
Akhirnya dalam keadaan rusak pada ta...Du.r 1948, IDe -
riam terse.but dibawa ke pabrik senjata ?£.epublik -
Indone~ia Kedung Banteng Solo guna dlperbaiki - -
dengan peralatan yav~ ada dan disesuaik~~ dengan
keadaan medan yang akan dihadapi~
,

33

lnisiatii uni;u.k memperbaiki meriam -:-;':;-- ;]-;; di DB.-

b:Clk Kedung Banten.g - Solo datap..gn:iL'c (;--jj- Gayor-


B..rtileri S ...Mip-,ggD- daTI meme:rinte.hkar, J{/:1._L8-TI
1'iuda
Artil'eri C ari to untuk me.lloawa. meri[~J' ::, -';010.
Betiba d.i pabrik senjata tersebut ,':!J'> '2tnan 1':~
de. Artileri Caritos meriru:n diserahh-:Ui -Ada Thie. -
YOI' Kusumo selaku, Kepa.la Pabrik Se:u 'j ~,. 'J 2G..1Ll"lg -

Eanteng yang selanjutnya menge1'ahk::c ',>xJ.:Lci-tek-


nisinya untuk mempe1'baiki meriarrl JyTciDF' '-,;::':;"1";.::0
sele-
sai dalarn waktu yang singkat.
Berkat ketekunan daTI kerj e. keras Pa,-e ..c:.JT"i
si Bang
sa Indonesia yang bekerj e. di pabri:;: 'c.'; :';'l.E terse-
-but siang dan malams make. setelah .::i. )'-':~ meriam

selesai diperbaiki~
Disamping mengalfu'1li perbaikan, merii:.ri1 ,c. Z-2'but j u-
ga mengalami perombakan pokok yait~
Landas ampu silang 4 bataL. t.;"'h men -
j adi a.rnpu tunggal dilengku:',- <~5Il seKOD
n - . -.L~
pena__an KeJU"
Aslir~a beroda ban pompa: ~iirubarl -
menjadi heroda ban pompa, "'-".'!
Diwarnai dengan warna sam,~i.'(';"-:; '.:;:sllai 'Vrarna

medan me:ngglLYlakan cat de. S b':' mili t e1' '::..:.l.1 ,


diberi cat blorok l~ng gs _kebiru-bi-
rlian .
Setelab. selesai diperba-ik-i dan di:r'c'F' :;lake. gu-
TIB mengene.ng keteh.llIlan, kerja keY'c.,. -- .t:ema'Tlpu8.l1
Para Teknisi pabrik
- seniata
<' R"I" I;8~ 3a..l'lt eng -
Solo, mpka meriam tersebut diberi J'lL-:~. =:2':'l am g 8!!!
pur n B:AN"TEIifG ELOROKI1.

Kata BAHTEIfG diambil dari nama beid,:;:-~I-'f'pabrik se!!


jata Kedllilg B1LlfTENG Solo~. sedangki:5I, - 3H}HOK diam-
bil karena warns sam3ran meriam 1 c-:!~ s;l1.s-1wreng se -
suai warn8. ill edan.
"

;2.
'"

. 1

At
. -~

\
~
\~
'\ ~
~

"".

f \
I
i .
~ "", 4~.

[ViERIA.M3MITENG 3LOROK ~lA.SUK STELL T1\rG DI


,r;") T ~ I TTIrr
::\...'\.-0 . rr
i:>./- IR r,,'oy- o '"
- o.,.
,

',-

--
---
35 ~

3. Data teknis meriam Banteng B1orok.

-------------------------------------------------------
! ! :KEADAAU MERI..A...M !
DATA-DATA
! ! ASLINYA ! DIROIiBAK !
T .
1 .I .
I

!
T
- Pabrik pembuatan 1
.
1
BOFFORS/SW~DIA
.
1
!
1 .
!
.T
- Kaliber !
1.
40 IYIM
I.
!
.I
!
!
- Berat senjata ! 2.248 LBS
.
1
! 2.000
.1
13S !
.
1

! - Panjang senjata !
.I
4,85 M !
.I
4,00 M !
.I
T
!
.
- Lebar senjata !
'"
tIT
2,00 M ! 1,25 M !

!I - Jarak capai senjata ! 9.975 YARDS !


. .
1 .I
! - Jarak efektif ! 5.200 YARDS !
.
1 .
! .T
!
.
I
- Jenis tembakan !
.
I
TUHGGAL/OTOM.ATIS!
.
I

! - Kecepate.n tembakan! 120 BTR.PELURU/rvIEHIT !


.I .1 .I
!
.
I
- Kecepatan Aw~l (Vo) !
.
I
2.870 FEET/DETIR !
.
t

!
I
- Isi me.gazen ! 2 RAnGKUM @ 4 BUTIR PELURU
I
!
t
:==:===::===:========:==:==:===:=:=:::=============:=::=

4. Statusmeriam BantengBlorok.
Seperti telah diuraikan dalam sub bab terd~~ulu,
atas pertimbangan Kolonel Sungkono selaku Panglima Di-
visi-I/Jawa Timur, Batalyon TRIP/Jawa Timur mendapat -
B/p satu pucuk meriam gempur yang diberi nama Ba..Tlteng-
Blorok.
Oleh karena menghambat gerak maju Ko1one taktis pemin-
dahan pasukan secara keseluruhan akibat lambannya ge -
rakan meriam, make. Komandan Batalyon TRIP/ Jawa Timur -
mem-B/P-ka..Tl
meriam tersebut kepada Ko~pi-4/Widarb6 da-
".
lam hal ini disera.hkan kepada Pasukan Pengawal Meriam-
Bantep~ Blorok dibawah Pimpinan Duriatmojo.
-"
"

----
~

~ -~
36

Pertimbangan Komandan Batalyon TRIP/Jawa Timur se-


hingga keluar keputusan u~tuk mem-B/P-kan meriam -
Banteng Blorok kepada Kompi-4/TRIP yang selanjut -
nya dipercayakan kepada Duriatrnojo selaku Komandan
J?asukan Pengmval Il:ieriam
adalah sebagai berikut :
- Batalyon TRIP/Jawa Timur, setidak-tidaknya
,) Kompi-l/J?ratomo dan Kornpi-2/Mulyo Sujono -
serta Markas Komando'Batalyon harus segera
tiba di basis gerilya disekitar Wadung da-
lam rangka mengisi garis perlawanan meng -
hadapi tentara Bel~~da.
- Batalyon TRIP!Jawa Timur secara keseluruh-
an besar seKe.li kernungkinannyaakan hancur
total apabila diketahui tentara Belanda -
masih berada didaerah antara pantai Selatan
dengan sUD~ai Brantas karena apabila dita-
rik garis mulai dari Sumberma~jing Kulon -
ke Barat sampai Tulung Agung merupakan rne-
dan yang berbukit-bQ~it dan gundul sebagai
suatu corridor yang sangat ideal untuk -
"killing ground" bagi Batalyon TRIP/Jawa -
Timux .
Hal ini terbukti dari usaha tentara Belanda secara
mati-matian melakukan pengejaran terhadap Pasukan-
Pep~awal Meriam bersama Banteng Blorok disekitar -
daerah tersebut mulai dari Ngunut, Rejotangan dan
Sutojayan/Lodoyo dimana daerah-daerah itu berada -
diantara pantai Selatan dengan sungai Brantas yang
medannya berbukit-bukit dan gundul.
Didaerah ini Pasukan Pengawal Meriam yang dipimpin
Duriatmojo bersama meriam Banteng Blorok dapat di-
ikuti kisah Sejarahnya betapa anak-anak TRIP yang-
rnenjadi anggota Pasukan Pengawal Meriam terpont&~
panting dikejar-kejar tentara Belanda.

, I
'-

37"

5. Pert8.hanan NgIDlut.

Setelah Kompi-4/Widarbomenerima penyeTahan -


-
~

meriam Banteng Blorok dari Komando Batalyon TRIPi


Jawa Timur di Domasan, kolone melanjutkan gerak ma-
jtU~ya sesuai dengan formasi-semula kecuali formasi
Pasukan Pengawal Meriam yang langsung dipimpin oleh
Duriatmojo sebagai perubahan susun8ll fOrIDasiKompi-
41TRTP .
Pasukan Pengawal Meriam bersama Peleton Artileri -
dallmeriam Banteng Blorok berada dibelakang kolone
sebagai KawaI Belakang terus bergerak maju menuju -
desa Panjer.
Setiba di desa Pan.jer maka etas perintah Komandan -
Batalyon TRIPI Jawa Timur, Kompi-l/Pratomo dan Kampi
2/Mulyo Sujono membantu memperkuat pertahanan TNT -
disebelah Selatan sungai Brantas gun8 mem.bendung s~
rangan tentara Belanda.
Pasukan Pe~~awal Meriam sebagai bagian dari Kompi-4
diperintahkanuntuk membantu memperkuat pertabanan-
TNT di Ngunut guna menahan gerak maju tentara Bel8.Q
da yang datang dari arah Sumberge111pol/Tulung Agung-
agar tidak dapat memberikaribahtu8.Il kepada tentara-
Belanda yang berada disebelah Timur Ngunut.
Sedangkan Peleton Artileri pimpinan 1etnan Satu Kri
ting Satrio Sasono bersama meri~~ Banteng Blorok di
perintahkan segera mendekatkan kedudukan meriam di-
desa Sumberagung/Rej otangan berpasangan dengan me -
riam gempu.r 75 mrn UMacanUCulll yang terlebih dahulu
telah berada di desa tersebut guna ikut menembaki -
kedudukan tentara Belanda di Elitar agar tidak da -
pat bergerak kearah Barat.
Setelah masing-roasing Pasukan menerima perintah, s~
gera menuju kete.mpat yang telah ditentukan agar ke-
dudukan Batalyon TRIP/Jaws. Timur tidak terjepit.
-:-"

38

Widarbo selalruKomandan Kompi-4/TRIP segera mem~


rintahkan Peleton Artileri bersama meriam Banteng
~

Blorok bergerak menuju desa Sumberagung/Rejotangan.


Dengan bantuan rakyat yang telah terlebih dahulu -
dikoordinir oleh Kapten Dedek Sumartono selaku Ko-
mandan CMKB, meriam Banteng Blorok didorong dan 0.1.
tarik menuju desa Sumberagung/Rejotangan.
Setiba meriam Banteng Blorok -di desa tersebut, se-
gera masuk steling berdekatan dengan meriam Macan-
Ucul disebuah ketinggian di o.ekat simpe.ng tiga ja-
lan desa Sumberagung/Rejotangan.
Selanjutnya
.
terjadilah
.
duel meriam YaP~ sangat se-
ru antara kedua pucuk meriam tersebut melawan me -
riam-meriam Houwitzer 75 ~m/Veld Artillerie milik-
tentara Belanda di Blitar.
Sebetulnya duel tersebut tidak seimbang karena 2 -
pucuk meriam melawan beberape. pucuk meriam milik -
tentara Belanda yang lebih baik dan lebih moderen.
N"amun demikian perlawanan yang diberika...rJ.
kedua pu-
cuk meriam tersebut cukup gigih demi mempertahan -

kan dan menegakkan Kemerdekaan Negare. dan Bangsa -


Indonesia.
peleton-2/Mujomarto ditugaskan menduduki o.e-
sa Pulotono.oguna mencegah usaha tentara Belanda -

untuk menyeberangi sungai Brante.s dari dese. Gan -


dekan yang barada di Utara menuju keseberang Se-
latan agar tidak dapat memberikan bantuan kepada-
tentara Belanda yang berada didaerah Sumbergempol/
Tulung Agung.
Untuk keperluan melaksanakan tugas tersebut, 1'ele-
ton-2/Mujomarto mendapat perkuatan 1 pucuk Mortir-
8 milik Regu A.Kosasih de.riPeleton-l/Duriatmojo.
-',

f'~1
~!I
:~~
~'r'
1
!i
.t,,'
l
~;j
39 H

i
," OLEAT PE.'tTAHA.NAN NGUNU'I'
~,

(DUEL N!ORTIR)

Pet;;!, : NGUNU'l'

Keda.r : 1 : 50.,000

68 73
I

92+ .
+92

T.AGUNG
-

NGUNm' 1 f ~".,"
-" ;! ~
i\ ~~~ ~
~'
,
KADEM.M~
87 -.t---
,'Q
\\
0' \\ ' I
!, !,
.\ \I
\\
\\
\!
, \
\1\
~

----
:~,'i JSE2 EJ~,
,
',-

-~----------

40

Dengan segera Peleton-2/Mujomarto menuju kedesa -


Pulotondo daTI setiba didesa tersebut Peleton-2 -
disusun dalam kedudukan pertahanan termasuk pen~
patan mortir-5 dan mortir-8.
Disamping kedua pucuk mortir tersebut, Peleton-2/
Mujomarto memperoleh perkuatan 1 pucuk mortir-ll
milik Seksi Penerbangan T~~-)~ pimpinan Suyono.
Selanjutnya terjadilah duel mortir pada tanggal -
'1 April 1949 antara 3 pucuk mortir Pe1eton-2/Muj~
marto dengan beberapa pucuk mortir milik tente.ra-
Belanda yang berada di desa Gandekan.
Duel mortir berjalan seru dan berlangsung sampai-
menjelang senja dimana 3 pucuk mortir Peleton-2/-
Mujomarto sanggup melayani duel yang cukup lama -
itu disebabkan karena setiap 1 buah granat mortir
yang ditembakkan Peleton-2/Muj omarto dibalas oleh
beberapa buah grallatmortir milik tentara Belanda,
sehingga granat mortir Peleton-2/Mujomarto dapat~
, dihema t .
"Akibat se:runya duel mortir yang terjadi pada hari-
itu, semangat anggota Peleton-2/TRIP menjadi ber -
kobar-kobar dan ingin ikut melibatkan diri dalam-
duel tersebut.
Oleh karena dorongan semEL~at yang menyala-nyala-
itu, menjelang senja hari itu 5 orang anggota Pe-
1eton-2/TRIP mencoba menembakkan mortir yang ada
z'
kearah kedudukan Belanda di desa Gandekan disertai
deng~~ harapan ak~~ terjadi seperti siang harinya
dimana 1 buah granat dibalas dengan beberapa buah
granat mortir tentara Be1anda.
Disebabkan ke-5 orang anggota TRIP tersebut belum
biasa melayani mortir, maka terjadileh kecelakaan
dimana laras mortir-5 yang ditembakkan pecah be -
rantakan.

.
"

41

Pecahnya laras mortir-5 tersebut melukai 2 orang-


diantara 5 orar~anggota TRIP yang men~~bakkalli~ya
yaitu Sumarto Kemi dan Suyanto.
Dengan sege:z:-a
Sumarto Kemi dan Suyanto dilarikan-
-
oleh teman-temannya 1:e Rumah Sakit Darurat Kalid§
vri-r untuk mendapatkan perawatan sehingga untuk s.£
lanjutnya tidak dapat ikut serta mengawal meriam-
Banteng Blorok.
Dari terjadinya duel mortir tersebut keduduk
an Peleton-2/Mujomarto dapat di~itek sehingga dik.£
tahui oleh tentara Belanda.
Dan pada keesokan harihya tanggal 2 April 1949 pu-
kul 06.00 kedudukan Peleton-2/Mujomarto diserang -
oleh tentara Belanda.
Walaupun kalah kuat namun Peleton-2/Mujomarto mem-
berikan perlawanan yang cukup gigih sebelum meng -
u~durkan diri meninggalkan desa Pulotondo.
Kecuali kedua orar~ anggota TRIP yang luka ~~ibat-
terkena pecahan laras mortir-5, Peleton-2/Mujornar-
to berhasil lepas libat dari pertempuran dengan -
tentara Belanda tanpa korban.
Peleton-2/Mujomarto mengundurkan diri ke Ngunut -
menggabungkan diri dengan Peleton-l/Duriatmojo -
yang menyusun pertahanannya di Ngun1it.
Dengan bergabung:cya kedua Peleton tersebut, maka-
kekuatan pasukan yang mempertahankan Ngunut culrup
memadai untuk menahan gerak maju tentara Belanda
dari arah SumbergempollTulungAgung.
Pasukan yang menyusun kedudukan pertahanan di N@
nut segera menyiapkan diri karena dengan jat~a-
Pulotondo berarti tentara Belanda sudah dekat.
Situasi tersebut sudah dilaporkan kepada Komandan-
Kompi yang berada di pabrik gula Kunir/Ngunut.
"

42

Seperti telah diuraikan, Widarbo selalruKomanclan -


Kompi-4 membagi-bagikan tugas"kepada masing-masing
Pe1etonnya dan setelah selesai selanjutnya Widerbo
bersama Staf Kompi-4 menduduki pabrik gula Kunir/-
Ngunut bersama 1 Regu Corps Polisi Militer~(Cpra).
Setelah Widarbo menerima laporan tentang si-
tuasi pertahanan depan di Ngunut, dengan segera -
Widarbo memerintahkan seluruh anggota Staf Kompi-
4/TRIP dan Regu CPM yang ada di pabrik gula KlUlir/
Ngunut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi-
situasi yang demikian itu.
Pada sa.at yang dernikian i tu seluruh anggota TillP-
dan Regu CPM diliputi perasaan tegang karena ha -
rus menunggu situasi yang belum diketahui yang -
akan t erj adi.
Demikian pula he.lnya dengan keadaan anggota TRIP-
dan TNT yang berada di pertahanan Ngunut.

6. Pertempuran Ngunut.

Pasukan TIIT,dan TRIP dari Kompi-4 yang me -


nyusun pertahe.nan di Ngunut telah memperkirakan -
tentara Belanda dari arab Sumbergempol/TUlung Agung
akan segera melancarkan serangannya untQ~ merebut-
dan m enduduki Ngunu t.
Perkiraan tersebut sangat beralasan karena mening-
katnya aktifitas pengintaian udara diatas kota Ngg
nut oleh pesawat udara pengintai Angkatan Udara ~
Belanda dari jenis Catallina pada. tanggal 3 April-
1949.
Se1ama 1 hari telah beberapa kali pesawat Catal -
lina yang me1akukan pengintaian melintas dan ber-
putar-putar diatas kota Ngunut.
Dengan adanya aktifitas pengintaian udara tersebut,
seluruh Pasukan yang bertahan meningkatkan kewas -
padaan terutama yang berada di Pos Depan.
,

43

Pada keesokan harip~a tanggal 4 April 1949-


~ pukul 06.00 dengan didahului oleh strafing beb~
rapa pesawat udaraI1~a dalldilindungi tembakan sen-
jata lintas lep~kungnya, tentara Belanda menyerang
Ngunut yang dipertahankan oleh TNT dan ~~IP.
Disertai kekuatan yang s~~gat besar, tentara Beiag
da rnenekan kedudukan pertahanan dengan tembakan -
.tembaka..TJ.
penindasan yang cukup dahsyat.
Pasukan TNT dan TRIP memberikan perlawana..."11
yang -
s~1'lgat gigih dall berusaha untuk mem.ata..l1kan serang-
~TJ.tentara Belanda tersebut.
Akhirnya setelah pertempuran berjalan 18...1118.
sampai-
siang hari, Pasukan TNT dan TRIP tidak dapat lagi
mena.."1angempUTaTI tentara Belanda sehingga terpaksa
frg-u.nutdi tinggalkan dan khusus Pasukan TRIP yang -
terdiri dari 2 Peleton dipimpin oleh Duriatmojo Ko
mandan Peleton-l/TRIP meng-undurkan diri kearah pa-
brik gula Kunir/Ngunut (Pabrik gula Kunir berada -
diluar kota Ngunut kearah Lodoyo).
Setelah kedua Peleton.TRIP tersebut berhasil meng-
gabungkan di-ridengan Komandb Kompi di pabrik gula
Kunir, perlawanan terus diberikan terhadap tentar~
Belanda yar..g melakukan pengejaran.
Sambil mundur Kompi-4/TRIP tetap memberikan perla-
v;anan sampai tiba di persimpanga ll jalan raya da..TJ.
-
jalan kereta api didepan pabrik gula Kllilir.
Untuk menghindari kehancuran Kompi-4/TRIP, Widarbo
segera memerintahkan seluruh aP~otanya Z pukul -

13.00 hari itu lepas libat dari pertempuran dan s.§.


gera meninggalkan tempat tersebut menuju ke desa -
Sumberagung/Rejotangan bergabung dengan Pasukan -
senni-ri yang tel&~ berada di desa Sumberagung/Re -
. .L.

Jo"angan.

~
4.1

!!"

BAJ."{GTJNAli P AR.'1.IK G:ULA K£JNIR /~rG fjNUT 4

..

PERS II\fT"PANGM\fJ ALF..J.'\fRAYA D b.il'I G l<..N .JA.LAH KERETA


,to-PI DIDEPAH PAE..R.IK GULA Z:U.Ni '1.
~,i'" .,.~--
'I3IfiP AT ? ER TEMpTjRAl1f '"]:?H...iICQn 01 ~'J\..nj!"\!tIT.
',-

45

Ketika Kompi-4/Widarbo tiba di Rejotang&~,


Widarbo memperoleh iniormasi bahwa Komando Batal
yon TRTP berada didaerah sekitar Rejotangan.
Untuk memastikan hal tersebut, Widarbo memerintah
k8-Tl Duriatmoj 0 1.L"'1.tuk
mengirimkan seorang kurir -
mencari kedudu.kan Komando Batalyon TRIP!.Jawa Timu.r.
Duriatmojo segera memerintahkan ajudannya yaitu -
Cuk Sukarlan untuk mencari te.'1lpat
kedudukan Koman
do Batalyon TRIP/Jawa TL'1luryang berada disekitar
Rejotangan dan apabila telah diketemukan agar di-
laporkan situasi yang sedang dihadapi oleh Kompi-
4/Widarbo.
:Berkat jasa Cuk Suk:arlan yang berusaha menemukal1-
kedudukan Komando Batalyon TRIP/Jawa Timur, akhir-
nya situasi yang dihadapi ol~h Kompi-4/Widarbo di
Rejotangan berhasil diketahui oleh Isman selaku -
Komandan Batalyon TRIP/Jawa Timur.
Setelah menerima laporan situasi tersebut segera
Isman memerintahkan seluruh anggota Staf Batalyo,g
TRIP/Jawa Timur mep2nggalkan daerah Rejotangan.
Selanjutnya ~ntuk memberi kesempatan kepad~
KOffi8-Tldo
Batalyon TRIP/Jawa Timur menghindarkan di
ri, Widarbo bersama staf Kompi-4/TRIP dan Peleto~
-2/Mujomarto menyusun pertahanan sementara di Re-
jotangan guna menghambat gerak maju tentara Be -
landa.
Sedangkan Peleton-l/Duriatmojc~diperintalL~an se-
gera menuju ke desa Sumberagung/Rejotangan untuk-
mengamankan kedua pucuk meriam yang berada di de-
sa tersebut bersama Peleton Artileri yang melayani
nya.
Sebagai Komandan Pasukan Pengawal Meriam, Duriat-
mojo dengan cepat bergerak menuju ke desa Sumber-
~~Rejotangan dan dalam ~~tu singkat tiba di-
desa tersebut.
"

46

Mujomarto selaku Komandan Peleton-2/TRIP s.£


~
telah menerima perintah"untuk bertahan, segera m~
nyusun Peletonnya dalam kedudukan pertahanan se -
bagai berikut :
- Mujomarto bersama Regu-l/Heru Subandi be:!:
ta.han di dale.mdesa Rejotangan diarah ja-
Ian menuju ke desa Sumberagung/Rej otangan,
dan melindungi serta mengamankan Komandag
Kompi d8-71Staf Kompi-4/TRIP.
- Regu-2/Djliteng S~-oto ditempatkan di siffi
pw..g tiga jalan masuk menuju Rejotangan -
dari arah Ngu~ut yaitu didesa Aryojeding.
- Regu-3/Gondo Harsoyo ditempatkan disebe -
lah Selatan Regu-2/Djliteng Suyoto dengan
jarak yang tidak terlalu dekat.
Tentara Belanda yang melakukan pep..gejaransejak da
ri Ngunut herhasil mer~etahui kedudukan Pasukan -
TRIP yang bertahan di Rej otangan dari laporan ma-
ta-mata yang tel~~ disebarkan didaerah tersebut.
Akan tetapi oleh karena hari sudah senja menjelRTIg
gelap, tentara Belanda tidak berani melanjutkan g~
rak majunya.
Dengan menyall18T sebagai pasukan TIIT, tentara BeIa.,g
da secara diam-diam berhasil mencapai mesjid Rejo-
tangan yang berada di sirnpang tiga jalan IDasuk ke-
arah desa Sumberagung/Rejotangan dan jalan besar -
Ngunut - Rejotangan. .

Bahkan tentara Belanda yang menyamar itu berhasil-


mengelabui rakyat desa Rejotangan sehingga dapat -
bermalam di mesjid Rejotangan tersebut.
Pasukan TRIP yang bertahan di Rej otangan sarna se -
kali tidak menduga bahwa tentara Belanda telah ber
hasil menyusup masulc kedalam desa Rejotangan.
47

....

Keberhasilan tentara Belanda melakukan penyemaran


~ karena rnereka adalah. illlggota KNIL (Konip~lijke -
Nederlands Indisehe Leger) yang terdiri dari Pe-
rnuda-Pemuda Indonesia yang menjual tenaganya un-
tuk rnengabdi kepada Be1anda dall dibfuLtu dengan -

cuaea yang remang-remang menjelap~ turunnya malam,


maka mereka su1it dibedakan dengan Pemuda Pejuang
yang tergabung dal~~ kesatuan TIll.

7. Perternpuran Rejotangan.

Keesokan harinya tanggal 5 April 1949 ~ pu-


kul 05..30,tentara Bel.anda yang bermalam di rnesjid
Rejotangan menyerang kedudukan pertahanan Regu-l/
Heru Subandi yang dipimpin oleh Mujomarto IDeng-
amankan Komandan Kompi dan Staf Kompi-4/ TRIP.
Pada pagi hari itu pecah pertempuran ye.n.g sengit-
yang menyebabkan penduduk desa Rejotangan yang -
tingga1 disekeliling tempat tersebut mengungsi -
untuk menye1amatkan diri.
Tentara Belanda b~rusaha untuk menerobos pertahan
an Kompi-4/TRIP (-) tetapi mendapat perlawanan -
yang saTIgatgigih dari anggotaKompi-4/TRIP yang-
mempertahankan jalur ja1an tersebut .agar tentera-
Belanda tidak dapat meneruskan gerakannya ke desa
Sumberagung/Rejotangan.
Disamping itu juga guna memberi kesempatan kepa-
da Komando Batalyon TRIP/Jawa Timur untuk segera-
menyingkirkan diri dari daerah Rejotangan.
Dengan gigibnya anggota Kompi-4/TRIP (-) melaku -
kan perlawanan dalam pertempuran penghambatan te~
sebut, maka tentara Belanda yang berusaha menero-
bos daerah pertahanan itu dapat ditahan euhl1p1a-
ma.
(

48
u

BAGAN PERTEMPURAN REJ<Yl'ANGAN

(GUGURNYASUNOMO)

..L "~ '--'-'--""" " --------

==-~ '-"'- .. ""-'.-.


j>< _LODO1.2

ARYOJEnING
4ESJi~\ lUt--------------
DJLITENGsuyoro
,
.
..
,
,.
f

,P 0 ..r~
*
.
.
. t L
!iALAMAN...~{~,~1AH

~~~.~~~-_..
'I'D1PA"

»-

. GONDO HA.RSOYO .I \ ' ' '- '... ---,, -- ..

: I

'- ~ , I
;
f!
,
,
. III. :" - J'
BLIl'4Iil.NG-
I
.
f.

r
PAKI SRF.J 0 r
"

49

Pertempuran berlaDgsung terua dicntara rumah ke-


yang telah kosong ka.rena penghuninya
T1.1II1.B.b. meng-
'0

ungsi.
Dengan cara
berpindah-pindah kedudukan tersebut,-
TRIP cukup
perlawanan yang diberikan oleh AJlggo-ta
menyulitkan tentara Belenda.
Pada s8at sedang berkecamukP~a pertempuran itu, -
seorang anggota Regu-l/Peleton-2/Kompi-4/TRIP beE
nama SUNOMO terkena tembakan tentara Belanda se -
hingga gugur.
SUl~OMO terkena tembakan pada saat akan meloncati-
pagar tembok pembatas-pekarangan rumah seorang -
penduduk dengan jalan ~~a berpind&~ kedudukan.
Gugur lagi seorang Pelajar Pejuang Bersenjata yang
dengan daral1...nya
mengukir sej aran perjuangan mene-
gakkan Kemerdekaan m€TIJrusulrekan-rekannya yang -
telah mend&~uluinya t&~pa dapat mengenyam hasil -

nya, mati muda tetapi pen~~ keikhlasan.


Oleh karena tekanan tentara Belanda d;rasa
cukup berat dan diperkirakan Komando Batalyon ~IP/
Jawa Timur telah berhasil menyip~kir, maka Koman-
danKompi-4lTRIP memerintahkan
~
anggotanya -
lil1.tuk
segera mengundurkCL~ diri.
Menerima perint&~ tersebut dengan segera masing -
masing anggota TRIP berusaha untuk lepas libat dan
secara berangsur-angsur mundur ketitik kurnpul yap~
telah ditentukan.
Sedangkan jenazah SUliJOMO
yang tergeletak dihalaman
rumah seorang penduduk tidak sempat disempurnakan
karena situasi pada waktu itu tidak memungkinkan.
Kemudian atas kebaikan hati dallrasa simpati rak-
yat, jenazah SUNOMO dengan sangat sederhana dima-
di t empa t gugurnya.
ka..'1lkan
50

Selanjutnya setelah anggota PeletoD-2/~ujomarto-


.
bersama Komandan Kompi dan Staf Kompi-4 berkum -
pul, dengan melakukan gerak cepat bahken berlari
segera menuju ke desa Sumberagung/Rejotangan un-
bergabung dengan kesatuan yang sudah berada di -
desa tersebut.
Seperti telah diuraikan terd~~ulu, Regu-2/-
Djliteng Suyoto dan Regu-3/Gondo Harsoyo ditempat
kan di simpang tiga jalan masu...lc
menuju Rej otangan
dari arah Ngunut yaitu di desa Aryojeding.
Bersamaan dengan terjadinya pertempuran di Rejo -
tangan, maka Regu-2/Djiiteng Suyoto juga terlibat
perternpuran dengan tentara Belanda yang datang de.
ri arah Ngunut yang akan mem.;>erkuat tentara Bela..11
da yar~ di Rejotangan.
Perlawanan yang diberikan oleh Regu-2/Djliteng -
Suyoto sangat gigih sehingga tentara Belanda yang
akallbergerak menuju Rejotangan berhasil dih~~bat.
Regu-3/Gondo Harsoyo yang berada disebelah Selatan
Regu-2/Djliteng S~yoto tidak terlibat langsungde-
ngan pertempuran tersebut menga.rnankanlamoung Qui
Regu-2/Djliteng Suyoto agar tidak ditingkar oleh-
tentara Belanda.
Akan tetapi oleh karep~ kekuatan yang tidak seim-
bang, Regu-2/Djliteng Suyoto dallRegu-3/Gondo Har-
soyo segera mengundurkan diri dengan cepat menuju
ke desa Sumberagung/RE!fjotanganuntuk menggabungkan
diri dengan kesatuan TNT dan TRIP yang telah men-
duduki desa tersebut.
Akhirnya seluruh anggota Kompi-4/TRIP dapat ber -
kumpul ditemps.tkedudukan kedua pucuk meriam pada
sore hari itu dengan kerugian satu orang ar~gota-
TRIP bernama S1~OMO gugur di Rejotangan.
-

51

Pada sore hari itu -


+ pukul 16.00 tiba pula ditern
-
~ pat tersebut Kapten Dedek Surnartono selaKu KomaQ
dan CMKB yang menyusul Kompi-4/TRIP sebagai Pa -
stL~anPengawal Meriam Banteng Blorok.
Kapten Dedek Sumartono yang mempu.."Ylyaidaerah tang
gung jawab Blitar Selatan, memiliki kewenangan -
atas seluruh kesatuan militer, sipil dan rakyat-
yang berada di wilayahnya.
Sehingga dep~an kewenangannya itu, Kapten Dedek -
Surnartono (Berasal dari Batalyon TIllBranjangan)
dapat mengerahkan rakyat yang berada di wilayahnya
untuk keperluan perju&1gan m~~pertahankan Kerner -
dekaan.
Kedatangan Kapten Dedek Sumartono ke desa Sumber-
agung/Rejotangan menyusul Pasukan Pengawal ~eriam
karena akan menyampaikan perkembangan situasi ter.
akhir tentangtentara Belanda yang berada diwil~
yabnya dan mem-B/P-kan 1 Regu CPM pimpinan Sers&"'1
Subandi kepada Pasukan Penga'N81Meriam Banteng -
Blorok.
Suatu hal yang sangat kebetulan bahwa Kapten Dedek
Sumartono merupakan teman baik dari Duriatmoj 0 Ko-
mandan Pasukan Pengawal Merism Banteng Blorok, se-
hingga diantera mereka tidak terjadi kecanggungan.
Berdasarkan situasi terakhir yang diperoleh,
tentara Belanda memperketat patrolinya di Selatan
sungai Brantas guna mencegah mengalirnya Pasukan-
TNT ke Utara dengan jalan menyeberangi sungai ter
sebut.
-
Jalan-jalan pendekat menuju ketepian Selatan sungai
Brantas tidak pernah lepas dari pengawasan Patroli
tentara Belanda yap~ setiap waktu selalu aktif se-
hingga aka.."Yl
sangat berbahaya apabila Pasukan Peng§
wal bersama meria~ Banteng Blorok menuju kedaerah-
basis gerilya yang telah ditentukan itu.
52

;
v LEA'I' F &..J:tTAi-JANlui L\GUN'UT

:D{JEL MERIAM)
Pe<;;;;., : NG!JNUT

Keda.r' i ; ',)O,/JOO

11 SREIfQkT c

- ~~"'-"'-~,,-"'-- ,39
::"-" -----------.
"'~:::>
~~':'::-,."
"-~~'"

-'-~,,~
~",,~ '-,

~,"
~ .:::::-....
NGUNUT ~.
~<:::'-
--.',
, -" '-

33-+ I.
I

81

WDOYC
-,

',-

53

Oleh karena itu Kapten Dedek S~artono memerin -


tahkan agar meriam Banteng Blorok dibawa ke -Bi -
nangun yang dikllasaipasuka.."'l TNI..
Setelah menerima perintah tersebut, Pasukan Peng
awal meriam Banteng Blorok pimpinan Duriatmojo -
dan pasukan TlfIyang berada di .tempat itu segera
mempersiapkan diri.
Seolah-olah sebagai ucapan selamat tinggal kepada
tentara Belanda, kedua pucu~ meriam itu roasih s~
pat menembakkan ~ 30 butir pelurunya ke Blitar.
UntUL~ membantu mendorong meriam, Kapten Dedek Su-
martono mengerahkan penduduk desa Sumberagung/Re-
j otangan.
Selanjutnya pada ~ pukul 17.00 Pasukan Pengawal -
meriam bersama Peleton Artileri dallmeriam Banteng
Blorok serta I Regu CYM E/p Pasukan Pep~awal Me -

riam yang seluruhnya dibawah pimpinan Duriatmojo


bergerak meninggalkan desa Sumberagung/Rejotangan
dengan formasi gerakan sebagai berikut :
- Komandan :rasukan Pengawal Meriam Duriatmoj 0
yang menempatkan diri sesuai dengan keada-
an guna memberi semangat dan mengatur kec~
patan gerakan.
V - Peleton-l/Sudewo sebagai Kawal Depan.
- Staf Kompi-4/TRIP, Regu CPM pirnpinan Ser -
san Subandi, Peleton Artileri pimpinan Lei
nan Satu Kri~~ Satrio Sasono dallmeriam-
Banteng Blorok serta rakyat yang membantu-
mendorong bergerak ditengah.
- Peleton-2/Mujomartobergerak sebagai KawaI
Belakar~ mep~amankari punggung formasi.
Regu CPM pimpinan Sersan Subandi tidak terikat di-
tengah formasi gerakan, akan tetapi setiap saat dB
pat bergerak membantu Peleton-2/Mujomarto mengam8.!l
kan punggung f ormasi.

..
-'-
-'-

54

Meriam Macan Ucul ke.rena salah sebuah ban-


- .
rodanya kempes, atas perintah Kapten Dedek Suma£
tono kepada Komandan Seksi Meriam Macan Ucul Let
nan Muda M.Sodik dengan Komandan Pucuknya Sersan
Mujiran agar ditinggalkan di desa Sumberagung!Re-
jotengan supaya tidak menghambat gerakan pasukan.
Dan agar supaya tidak jatuh ketangan tentara Be-
landa, setelah slag pen meriam Macan Ueul dica -
but dan disimpan oleh Sersan Mujiran selanjutnya
dengan bantuan pendliduk desa Sumberagung/Rejo -
tangan yang dipimpin Kepala Desanya bernama Mur-
- sid, meriam Macan Ucul disembunyikan diauatu te!!!
pat di desa tersebut, ditutupi sebuah kandang le~
bu yang diangkut beramai-ramai oleh penduduk ke-
menggunUTI.g sehing-
mudian ditirnbunijerami sa;rnpai
ga meriam Macan Ucul hilang dari pandangan mata.
Untuk mengawasi tempat persembunyian meriam Macan
Ucul, Kopral Yahmin dan Prajurit Dua Sairin di - . .

tinggalkan di desa tersebut sedangkan anggota Sek


si Artileri lainnya dipLmpin Letnan illude
M.Sodik
dengan bersenjata senapan sege~a menggabungkan di
ri kepada Batafyon Branjangan.
Perlu diketahui bahwa kempesnya salah sebu-
ah ban roda meriam Macan Ucul terjadi pada waktu-
melakukan perjalanan untuk berpindah kedudukan da
ri desa Pasir-I ke desa Rejotangan.
Karena perpindahan kedudukan dilakukan pada malB-m
hari ditarik seekor lembu dan didorong rakyat me-
mintaa melalui ladang-ladang penduduk gunB menghi~
darkan diri dari pengawasan tentara Belanda, pada-
vrektu itu kemungkinan bannya tertusuk benda tajam.
Setiba di desa Blimbing/Rejotangan, ban roda yang-
kempes diisi aabut-sabut kelapa kemudian didorong-
terus sampai ketempat stelingnya diketinggian di -
dekat simpang tiga jalan desa Sumberagung/Rejotangan.
"

-~-

55
-

Seperti telah diuraikan dalam sub bab ter -


dahulu sewcl~tuKolone Batalyon TRIP/Jaws Timur ti
ba di Panjer, Kompi-I/Pratomo dan Kompi-2/Mulyo -
Sujono diperintahkan untuk memperkuat pertahanan
T}ITyang berada di SeIa~an sungai Brantas.
Akibat gempuran tentara Belanda maka pasukan TRIP
dan T1~ yang bertahan tersebut akhirnya terpukuI-
mundu.r.

Kompi-I dan Kompi-2 TRIP setelah terpukul mundur,


secara bersama-sama bergerak menyeberangi sungai-
Brantas menuju ke basis gerilya yang telah diten-
tukan dengan menggv~akan route sebagai berikut :
- Kompi-I/Pratomo menuju ke Srengat - Pong-
gok ke Tirnur menuju Menjangan Kalung - Ga
bru!TegaIasri - Soso - Sanggrahan - Seng-
on - liongkorejo.
- Kompi-2/Mulyo Sujono menuju ke Srengat -
Ponggok ke Timur - Menjangan Kalung - G~
bru/Tegalasri - Sengon.
Sedangkan Komando, Batalyon TRIP/Jawa Tirnur setelah
berhasil menyingkir dari daerah sekitar Rejotangan
segera bergerak menuju ke daerah Kavdsari sebagai-
Markas Komando utama Batalyon TRIP/ Jawa Timur da -
lam perlawanan gerilya menghadapi Belanda.
Dengan demikian maka Pasukan Pengawal Meriam Ban -
ter~ Blorok pimpinan Duriatmojo merupakan kesatuan
TRIP yang masih~tetap berada di sebelah Selatan -
sungai Brantas dan berdiri sendiri dalam usaha un-
tuk mengamankan meriam Banteng Blorok.
Route yang dilalui Pasukan Pengawal Meriam Banteng
Blorok dari Sumberaglli~Rej otangan menuj u Binangun
adalah sebagai berikut : Sumberagur~Rejotang~~ -
Kates - Jimbe - Plumpungrejo - Tenggong - Sumber-
jati - Plosorejo - Darungan - Gunung Betet - Da -
dapan - Sutojayan/Lodoyo.
"

56

Delam menempuh route tersebut ?asukan Peng-


~ awa1 Meriarnmemperoleh bantuen dari rakyat dise -
panjang perja1fu~anyang dengan tulus dan i~11as -
ikut mendorong serta menarik meri~ 3anteng Blo -
rok, bahkan ada rakyat yang rela illeTIinjamkan
lem-
bunya untuk menarik meria~ tersebut.
Rakyat yang secara spontan memberi~~~ bantuap~ya-
yang selalu dikoordinir oleh Kapten Dedek Sumart£
no selaku Komandan CMKB, tidak mempunyai pamrih -
apapun selain tel~~ menyadari tentF.~e betapa ting
gi ni1ai Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh anak
~Bnak TRIP/Ja\~ Timur.
Dengan adanya persatuan dan kesatu~ antara rakyat
dengan TRIP/Jawa Timur sebagai bagian dari TNT, m~
ka tidak ada satupun kesulitan yang baga;manapun-
besarnya yang tidak dapat diatasi.
Setelah mela1ui bermacarn hambatan oerupa rintangan
jalan yang dipasang oleh TNT sebagci barikade, ma-
ka pada tanggal 6 April 1949 ~ puk~ 04.00 Kolone
Pasukan Pengawal Meriam Banteng Blorok dengan se -
1amat tiba di Sutojayan/Lodoyo.
Oleh karena Pasukan Pengawal r~leriar::.
dalam keadaan-
1elah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,
sedangkan tujuan akhir perjalanan Easih harus di-
tempuh, Duriatmojo selaku Komandan Pasukan Peng -
awal memberikan kesempatan berist;~ahat kepada ang
gotanya untuk me1epaskan lelah.
Sebagai tindakan keamanan, Duriatmojo memerintahkan
Peleton-2!Mujomarto menduduki desa Dadapan yang -
berada diperbatasan &~tara Gunung 3etet dengan Lo-
doyo karena disebelah Barat Gunung Betet yaitu di-
desa Darunga.n telah diduduki oleh 2 Regu TNI Kompi
Mujito dariBatalyon Branjangan (Brigade usn).

~--~ ~-..- ._~


57

Sedangkan Peleton-l/Sudewo, Peleton Artileri dan


Regu CPM mengamankan meriam Banteng Blorok'ye.ng-
berkedudukan didekat simpang empat j alan desa =
sutojayan/Lodoyo yang ke Selatan menuju ke Pena-
taran.
Denga"'lpenempatan pasukan sebagai tindakan keam~
an yang demikian ini, maka kedatangan tentara Be-
J.anda dari arah Kademangan menuju Lodoyo dapat s~
gera diketahui dan dihRmbat agar memberikan kesem
patan kepada Pasukan Pengawal Meriam yang berada-
di Sutojayan untuk menyingkir menyelamatkan meriam
Banteng Blorok.

8. Pertempuran Sutojayan.

Tentara Belanda yang sejak dari SumberaguD~


Rejotangan melakukan pengejaran untuk berusaha m~
rebut daTImembungk&~ meriam Banteng Blorok, terus
membuntuti dan memelihara kontak senjata dengan -
Pasukan Pengawal Meriam.
Dengan menyebarkan mata-matanya dan aktifitas peY'~
intaian udaranya didaerah diantara pantai Selatan
dan sungai Brantas, make. jejak Pasukan Pengawal -
Meriam bersama meriam Banteng Blorok berhasil di-
lacak dan diketahui oleh tentara Belanda.
Setelah tentara Belanda dengan pasti mengetahui -
letak kedudukan Pasukan Pengavml Meriam bersama -
meriam Bante~Blorok di Sutojayan/Lodoyo, selan-
jutnya tentara Belanda melancarkan serangannya.
Berdasarkan pengalaman 2 ke.lipertempuran dengan-
anak-anak TRIP di :NgUllUt dan Rejotangan yang ber-
hasil menahan gerak maju dan serangannya dapat di
gagalkan, maka dalam serangannya ke Sutojayan ini
tentara Belanda tidak menyerar~ secara frontal, te
tapi menggunake.ncara menyera.ngdari la..T!lbung.

.
58

OLEAT PEaTE>fP{JP..A.NSlJTOJAYAN

Peta : LODOYO
Ked;2.r 1 : 50. COO

KANIGORO

89 95
!

84 I

-r-84

<;

.~
IllLaUUGAN

KEDUNG HUNDER
~~
~
,
+-
-.,-
SUTOJAYAJLr-:-J-:-r.
I~

~
3D

79

89 r~
t
PEN..~ TA~-i'l
59

Dari Kademangan menuju Lodoyo, tentara Belanda -

menggunakan 2 poros gerakan yaitu sebagiah ten -

tara Belandatetap bergerak melalui poros jalan-


raya Kadema~~an - Lodoyo yang ditahan oleh 2 Re-
gu TNI Kompi Mujito dari Batalyon Branjangan di-
desa Darungan, sed~Dgkan sebagi~D lagi _bergerak
ke Utara terus ke 'T-imur
menyusur tepian sungai -
Br&~tas melalui hutan jati menuju Lodoyo.
Tentara Belanda yang berger~~ menyusur tepian -
sungai Brantas menyusup diantara pohon-pohon jati
setiba di desa Kemb~Dgarum-I di sebel~~ utara Lo-
doyo kemudian berbelok ke Selatan langsung masuk-
ke jantung desa Sutojayan menyerang kedudukan Pa-
sukan Pengawal I1eriam + pukul 06.00.
Pada pagi hari itu pec&~ pertempuran yang sengit-
antara PaslL1{an PengavJal Meriam yai tu Peleton-l/S~
dewo dengan tentara Belanda.
Peleton-l/Sudewo untuk sementara berhasil oenahan
gerak maju tentara Belanda guna memberi kesempat-
an kepada Peleton Artileri untuk menyelamatkan m~
riam.
Duriatmoj 0 selaku Komandan Pasukan Pengawal rJeriam
segera memerintahkan Peletan ~~tileri menarik me-
riam Banteng Blorok kearah T~~ur dikawal oleh 1 -
Regu CPM pimpinan Sersan Subandi.
Sedangkan Duriatmoja sendiri bersama 5 orang ang-
gata Pasukan Pengawal Meriam berdiri disimpang em
pat jalan desa Sutojayan rnencegat penduduk yang -
laridengan panik mendengar suara tembake.n gencar
tersebut untuk dipaksa agar lari kearah Timurl k~
arah gerakan meriam Banteng Blorok yang diselamat
kan.
Dengan banyaknyapendudukyang lar! kearahTimur-
dall memenuhi jalan desa maka meriam Ba."YJ.teng
Blorok
yang larasnya dirundukkan tert-u.tup oleh puluhan -
penduduk sehingga dari belakang tidak kelihatan.
60

"
.,. i

, I

SI1\1PANG EiV'tPATJAIuUr DESA SUTOJAYA...~ PABA


WAJi'"TUMERliJVI Ei\JiTENG BLOROK f11ENYTI'J"GKIRKE TIMIJR..

""'~'r'

JP..LA.l'i DESA DA...'i.I SUTOJAYiu'T KE JUDEG


DJJI,'IAi"fAMATA-ivIATA BELANDA MENEMBAK DARI RUMPUI\f BAlvIEU.,

.
',-

61

Dengan cara dem.ikian ini maka meriam Banteng Blo-


rok berhasil disingkirkan dengan cepat dan untuk-
mengn;langkan jejak-jejak bekas roda meriam, beb~
rapa orang penduduk diperintahkan menyapu bekas-
bekas roda meriam ditanah yang telah dilalui se -
hingga jejak-jeja~ tersebut .hilang.
.Oleh Duriatmojo, Peleton-l/Sudewo diperintahkan -
untv~ menahan gerak maju tentara Belanda selama -
mur..gkinagar meriam dapat diselamatkan dan PeletoQ
-l/Sudewo berusaha memancing perhatian tentara Be-
landa hanya kepada Peleton-l saja yang terus mem -
berikan perlawanan sa~bil mundur kearah Selatan.
Selanjutnya Dv~iatmojo sendiri bersama 5 orang ang
gota Pasukan Pengawal Me~iam setelah berhasil meng
arahkan penduduk untuk lari kearah Timur gun8 ffiE:;g
bantu mendorong meriam Banteng Blorok, dengan sege
ra menyusul dan menggabungkan diri dengan kelompok
Pasukan Pengawal Meriam yang terus bergerak kearah
Timur .
Ditengah perjalanan menuju ke Timur itu, Pasukan -
Peilgawal Meriam ditembaki oleh mata-mata Belanda -
yang bersembunyi diantara rumpun-rwnpun bambu di -
dalam desa yang terletak diseberang persawahan.
Gangguan tersebut berhasil diatasi dan perjalanan
dipercepat untuk segera meninggalkan daerah itu -
karena mata-mata yang berus~~a menghambat dengan-
jalan menembaki P~ukan Pengawal Meriam pasti me-
lapork~~a kepada tentara Belanda tentang arah -
gerakan meriam Banteng Blorok.
Sementara itu Peleton-l/Sudewo bers~~a Staf-
. Kompi-4 berhasil memancing tentara Belanda untuk -
mer..gejarmereka kearah Selatan sehingga Pasukan -
\ J?engawal Merism yang menyingkirkearah Timv~ menu
' ju desa Judeg untuk sementara berhasil menyelamat
I
kan meriam Banteng Blorok.

.
62

Setelah menempuh perjalanan sel&~a ~ 2 j&u, Pa -

sukan Pengawal Meriam tiDa di desa Judeg dan rnen-


dapat sambutan yang hangat daTIakraD dari pendu -
duk desa tersebut yang m~~bantu mendorong- rneria~~
Banteng Blorok masuk ke hutan jati se.mpaike Kem~
tiravJPanggungrejo. -

Pasukan Pengawal Meria.rndiperintahkan oleh Duriat


mojo untuk beristirahat melepaskan lelah ditempat
tersebut sambil menantikan kedatangan Peleton-l/-
Sudewo, anggota Staf Kompi-4 dan Peleton-2/Mujo -
m~to .

peleton-2/Mujomartoyang menduduki desa Da -


dapan ternyata tertipu oleh tentara Belanda yang -
berhasil sampai di Sutojayan tidak melalui jalan -
raya Kademangan - Lodoyo tetapi melingkar menyusur
tepian sungai Brantas, menyusup kedalam hutan jati
la-ngsungillasukke desa Sutojayan, sehingga PeletoQ
-2/Mujomarto sama sekali tidak menduganya.
Mujornartobaru rnenyadari bahwa Peletonnya tertipu
. se-telahmendengar ramainya tembak menembak yang -
terjadi dala.mpertempuran antara Peleton-l/Sudewo
dengan tentara Belanda yang hanya berjar~k .:t500 -
meter dari t~~pat Peleton-2/Mujomarto.
Dengan segera Mujomarto membawa Peletonnya berge-
rak menuju Sutojayan untuk melihat situasif akan-
tetapi ketika Peleto~~ya tiDa didekat tempat te~
sebut ternyata tentara Belanda telah berhasil di-
pancing mengejar Peleton-ljSudewo kearah Selatan.
Selanjutnya dari keterangan penduduk, Mujomarto -
membawa Peletonnya bergerak ke Timur berusaha me-
nyUsul Pasukan Pengawal Meriam yang terlebih dulu
telah menyingkir kear&~ desa Judeg untuk menyela-
matkan meriam Banteng Blorok.
"

63

Peleton-2/n~ujomarto dengan cepat bergerak menyusul


meriam Banteng Blorok me12Iui jalan-jalan ptntas-
dalam lindungan po~on-pohon dan semak-semak guna-
menghindarkan diri dari perangkap atau jebakan -
yang kemungkinan besar dipasang oleh tentara Be-
landa bersama mata-matanya.
Dengan berpedoman kepada keterangan yang diberikan
oleh penduduk desa yang dilalui, Peleton-2/Mujo~ar
to berhasil menuju kearah yang benar sehingga ber-
hasil tibe..
ditempat pemberhentian meriarn Banteng -
Blorok didalam hutan jati desa Kemetiran/Panggu~g-
rej o.
Peleton-I/Sudewo bersama anggota Staf Kompi-
4 seteleh berhasil memancing tentara Belanda untuk
mengejar kearah Selatffil,segera Iepas libat dari -
pertempuran dan mengundurkan diri kearah Timur ka-
rena Binangun sebag~i tuju~~ perjalanan berada di-
sebelah Timur dari Sutojayan.
Berdasark&~ kepada keterangan penduduk desa dise-
panjang jalan yang, dilalui, maka Peleton-l/Sudewo
dan Staf Kompi-4 berhasil menemukan arah yang be-
naT
~~ sehingga singkat berhasil me
ya:n.g
daIa.rn v..-a,ktu -
nemukan tempat pemberhentian meriam Banteng Blorok
didalam hutan j ati desa Kemetiran/PangglllloPTej o.
Setelah seluruh anggota Pasukan Pe:n.gawal
Me-
riam Banteng Blorok berkumpul pada tanggal6 April
1949 pukul l2.00,selanjutnyaKomandan PaSD~an Pe~
awal mel~~an pemeriksaan kelengkapan anggota be-
serta alat perlengkapan daTIsenjatanya.
Mulai dari Peleton-l/Sudewo, Peleton-2/Mujomarto,-
Peleton Artileri, Staf Kompi-4 dan Regu CPM terny§
ta seIuruhnya lengkap tidak ada yang luka maupun -
gugur, bah.1{an meriam Banteng Blorok tidak mengalami
kerusakan sedikitpu~.

.
64

Setelah selesai diadakan perneriksaan, selanjutnya


selur~~ anggota Pasukan Pev~av~l Meriam beristir~
hat menanti makan siang yang sedang disiapkan oleh
penduduk desa setempat.
Pada waktu seluruh anggota Pasukan Pengavml-
Meriam beristirahat s&~bil menikmati makan siang -
yang dihidangkan oleh penduduk, Komandan Gj\:lF R Kap-
ten Dedek Sumartono tiba ditempat tersebut menemui
Duriatmojo daTImenyampaikan perint~ agar meri~m-
Banteng Blorok segera dibawa ke Gunung Gedang di-
lereng Gunung Kelud, tidak jadi dibawa ke Bine.ngun.
Pembatalan tujuan semula ke Binangun disebabkan -
karena terjadi perubahan situasi ya~~ berkembang-
dengan cepat di Binangun yang sangat membahayakan
keselamatan anggota Pasukan Pengav~l Meriam bers~
ma Pasukan TNT yang mengavv-al meriam Bantev~ Blorok.
Kapten Dedek STh~artono yang memiliki kewenaD~~~ -
dan tanggung jawab didaerah tersebut memikirkan -
keamanan d~~ keselarnatan sel~~h anggota militer-
dan sipil termasuk rakyatnya sehingga tujuan ke -
Binangun dibatalkan dan dialihk&~ ke G~~~~ Gedang.
Akibat pengalihan tujuan tersebut, Duriatmojo se-
laku Komandan Pasukan Pengawal Meriam membayangkan
betapa sulitnya perjalanan yang akan ditempuh oleh
seluruh anggotanya, menembus hutan jati dengan le-
reng-lereng perbukitan yang cukup terjal, harus -
melalui titik-titik rawan yaitu menyeberangi sUllgai
Brantas dan harus menyeberang jalan raya Blitar -
Wlingi yar~ dikuasai tentara Belanda.
Hal-hal tersebut yang menyangkut kegulitan perja-
lanan merupakan suatu beban mental bagi Duriatmojo
yang dirasakannya saTIgatberate
Akan tetapi karena sudah me~~pakan perintah maka-
tidak ada pilihan lain selain harus me 1 aksanakan-
nya dengan penuh tanggung jawab.

..
c'

r".-
O:J

{;~

AI.\fAK-ANAKTRIPI JAWA TJ:MuB. SEDANG SL4..GA


TEMPUR.

.
'-

66

9. Menembus hutan jati Banaran.


~
Segera setelah menerirnB perintah tersebut,
Duriatmojo mernerintabkan seluruh a.nggota Pasukan -
Pengawal Meriam mempersiapkan diri baik menta~ ma~
pun fisik gunB melakuka.n perjalanan yang sangat b~
rat.
Kapten Dedek Sumartono memberikan bantuan sepenuh-
nya dengan mengerahkan rah~at didesa tersebut un -
tuk ikut mendorong dan menarik meriam Banteng Blo-
rok, baD~an seluruh rakyat desa-desa yang akan di-
lalui Pasukan PengavmlMeriam bersama meriam Ban -
teng Blorok telah diperintehkan untuk bersiap-siap
dallsecara beranting membantu perjalanan meriam -
sampai ketempat yang dituju yaitu Gunung Gedang.
Rakyat dess.Kernetiran!Panggungrejo yang pada sore-
hari itu ditunjuk untuk ikut mendorong dan menarik
meriam, mempersiapkan tali-tali yang cukup besar,-
linggis dan belincong untuk kalau perlu digunakan
mengikis tanah agar meriam dapat berja18~ lancEr -
serta obor-ODor dari bBmbu yang diberi sUIDbusabut
kelapa dengan bahan bakar minyak tanah dan yang te£
buat dari daun-daun kelapa keringkarena perjalanffil
menembus hutan jati akan dilakukan malam hari.
Sedangkan anggota Pasukan Per~awal Meriam yang
terdiridari anak-anakTRIPI Jawa TimUI' dan TNT me..TJ1-
persiapkan meriam Banteng Blorok sebaik-baiknya agar
dalam perjalan~~ tidak terlalu menyulitkan de~~n -
cars.mengikat bagian-bagian ya..% mudah lepas dan se
luruh bagian YfuJg mudah bergerak.
Secara pribadi, anak-anak TRIP tersebut tidak terla
Iu banyak yang dapat dipersiapka">JIlya
karena memang-
hanya memiliki senjata saja sebagai harta miliknya
yang sangat berharga.

.
67

,I

. '~ J ~"

JALiLfIf DIDALAM HUT.AN JATI DARI BUMIAYU KE KAJJLON"


Y.A1'TGDILALUI NIERIAIIJIB.l1..NT'RijGBLOROK.

J AL.M\f Y.Al'IG DlLALUI ivlERIA.fiJI Bll..NTENG BLOROK


MENJELP~'TG MASUK DESA ~~ULON.
',-

68

Denga..Yl berseragam hi tam-}li tam, lcaki cel~1a digull.mg


saillDai atas mata kaki dilengkapi sehelai kain sa -
rung ya.YJ.g sudah sangat l1lsuh melili t pi:!J.ggang dan-
berselempa..Ylg rangkaia..n p~lu=u serta senapa..Yl dita..ng
an, anak-a.'lak TRIP / Jaw a Timur ya.Tlg masih muda-rnuda
i tu menimbulk&YJ. kesan yang mengundang simpati d8...'1-
membanggakan hati rakyat.
Para Pelajar Pejuang itu SUdal1 tidak memikirk821 -
nasib dirinya, seo1ah-01ah merasa putus asa karena
b&'1yalmya tem&'1-tema..YJ.nya yang te1a..l-J. gug~.
Tidak memikirk8~ tentang sekol&~ya yang tidak me-
nentu da.'l tidaktahu mengenairgasib kedua orro1g tua
serta sanak sau~aranya selama ditinggalks'l berju -
ang, demi ~egara dru1 Bangsa ~donesia.
Sega1a penderitaa..n baik berupa tekanan bathin se-
perti perasaan diatas maUpu.l1. tekana..Yl l"'~ir berupa-
tugas rnengawal meriam dan menempuh perjala..na..Yl
ya..'1g
mele1ahkan, membuat Para Pelajar Pejua..~gBersenja-
ta itu menjadi Pemuda-Pemuda gembleng&~ 1",11irdan-
bathin yang bertekad bulat untuk terus berjua..~g
-
sampai penjaja..'1.
Belanda enyah dari persada bumi -
Pertiwi.
Selanjutnya setelah selurun persiapa..YJ.
sele-
sai, maka pada ta.nggal 6 April 1949 ~ pukul 17.00
Pasuka..YlPengawal Meriam bersama Regu CEM da..Yl
Pel~
ton Artileri dibantu ra~rat mendorong meriam Ba..YJ.-

teng B1orok men;nggalkffi~desa Kemetiran/Panggung-


rejo bergerak menembus huta..'l
jati.
Perjalanan yang sangat berat karena disarnping di-
lakukan pada malam hari dalam p ekatnya gelap rna1arn,
jalan yang dilalui becek dan lengket karena musim-
hujan, serta ke~~atan fisik Pasuka..nPengawa1 makin
m8.-YluruTIakibat pertempura...~-pertempUTan dengan ten-
tara Bela..nda sejak dari Ngunut Rejot~YJ.gan - - Sut£
jaya..'1. tanpa beristirahat.

..
~
',-

69

Route y~~g ditempuh ada1~~ Kemetiran/P~~ggungrejo-


- ?a.."lggungasri - terus ke Barat menerobos jalan Qi
1ereng perbukitan hutan jati Ba.n.a.ran
'Y~"'1.g culmp ter
jal dengan lekukan-1ekukan dal&~ ma~uk k~desa Lilllg-
ur Timo tembus kejal~"l di utara desa Bumia~~ belok
ke utara menuju desa Kaulon - KeDonsari/PaprL~an-
'menyeber8-11.gi sungai Bra,.YJ.tas
terus ke Utara rnenuju
GunlLTlgGedang.
Adapun formasi gerakan disUSlh"lsebagai berikut :
- Pe1eton~2/Mujomarto sebagai Y~wal Depan.
- Pe1eton Arti1eri, Staf Kompi-4 dan rneriam-
J3anteng BIoTok berada ditenga.."r1
Iormasi.
- Pe1eton-l/Sudewo dan Regu CPM sebagai KawaI
Belakang.
Roda meriam berputar, menggelinding menembus hut8-11.-
jati Y&"lg gelap dilingl(Upi keslL11.Yian
ma1arn ya..~gmen
cekarn.
Yang terdengar hanya dengus napas d~~ sekaIi-sekali
dise1ing suara bersama sebagai pe~~gugah se~~~gat -
'.
HO_OplS
II 1 .
kuntul oarlS ". Yaaa:t II ya:ng
menggema memec~kan kesunyian malam diirL~gi ber -
PUlWl-puluh obor ya..~gmenyala, merupak&"l peIDffildang
all ya..'1g
sangat mengesankan.
Perja1anan tersebut memakan waktu 1 ma1am ~Jlltuk-
dan pada tanggal 7 April 1949 ~ puL~ 04.30, kolo-
ne dengan selamat tiba di desa Kau1on.
Oleh karena disekitar desa Kaulon tidak terdapat -
tempat penyeberangan karena tebL"lg slL11.gaL11.ya
terja1
dan curam, maka atas petunjuk penduduk meriam Ban-
teng Blorok didorong menuju desa Kebonsari/PaprL~g-
fu"l ~ 1 kilometer disebelah Barat desa Kaulon.
Pada pukul 06.00 kololle masuk desa Papringa..Tl
da..Tl -
mendapat sambutan yang p enuh kekeluargaan dari pen
duduk desa tersebut yang segera menghidCL~gkanmakan
pagi berupa ubi rebus, nasi jagu:ngdan apa saja yang
dimiliki pendudukdisertai ketulus ikhlasan.
'"

70

Setel~~ IDakallpagi, penduduk desa Panggungasri -


-
yang memb&~tu mendorong d&~ menarik meriam berpa-
IT~t&~ illLtuk kemb2~i kedesanvav disertai UC2.Dan
- te-
rima kasL~ dari Duriatmojo yang mewakili selUl~l
8l1ggota Pasuk&~.
l'Ce.rena
selama 2 malam tidak pernah tidur, sell.ITuh
~~ggota Pasukan melepask&~ lellli~d~~ rasa k~~tuk-
dengan tidl.ITuntuk mernulihka..~tenaga yang tela:.1.
-
diperas.
Duriatmojo segera menghub~Lgi Joyo Rejo (Joyo IpL~)
Kami tuwo desa Papri..11.gan illltuk m:L.~ta bantuan mem -
.~ buat sebuah rakit glEla menyeberangkan meriam Ba..~-
teng Blorok kedesa Jabung/Sumberejo y&~g berada di
seberang s1Jl1..gai.

Disamping i tu Dl.ITiatmoj 0 juga menghubu--rJ.gi tukang -


.1.' b ernaro~ ~vmo ~ .:...
TT '
dl desa L~eoonsarl IF aprlngan
.
. .

uamoangan
u-~tuk minta kesedia~4~ya membantu menyeberangk~~-
meriam dan seluruh anggota Pasuka..~ketujuan.
Mereka ya..~g dihublL~i i tu membe2:'ika.."1 kesanggupan-

nya untuk memba..~tu da..~ selillljutnya Joyo ~ejo diba..~


tu be be rap a orEL~g pe...~du.duk sibuk membuat sebuah ra

kit dari sebuah sampan yang diberi 2 bila.:.1.


bambu -
ori diikat mel:L.~tang sebagai penguatdan alat kes~
irnbangan.
Kemudian diatas pera..~u disus1J...1'l
rapat beberapa bilah
papan yang tebal sebagai geladak rakit y&~g dibuat.
Karena dikerjak~~ secara gotong royong maka dalam-
waktu singkat pekerjaan tersebut selesai da..~rakit
siap untuk digunakan.
Setel~1. seluruh &lggota Pasuk~n makan siang yang -
di..~idangkan ole..'1
p enduduk, selanjutnya mengadakan
persiapan ~~tuk melarukan penyebera..~ganpada sore
~ hari itu juga.

~
"

11

10. Titik-titik rawan yang menegangkan.


-

01eh karena tidak wxagkin menyeberangkan me-

~ - riam Banteng B1orok yang mempunyai bobot 1 ton da-


lam keadaan utuh menggunakan rakit yang sangat se-
derhana_itu, maka sejak Z pukul 16.00 anggota Pel~
ton Artileri bagian persenj ataan sibuk membongkar-
meriam menjadi bagian-bagian kecil.
Selama meriam dibongkar, Peleton-1/Sudewo disebe -
rangkan lebih dahulu bersama Regu CPM untuk meng -
adakan pengamanan ditepi jauh sangai, sedangkan -
Peleton-2/Mujomarto mengadakan pengamanan ditepi-
dekat sungai.
Selanjutnya setelah meriam selesai dibongkar Z pu-
kill 18.)0 langsung diseberangkan dengan rakit bagi
an demi bagian diurutkan agar setiba diseberang -
sungai dapat segera dipasang kembali tanpa menanti
keseluruhan bagian sampai ditepi jaub.sehingga pe-
masangannya 1ebih cepat.
Tanpa mengenal l~lah selur~~ anggota Peleton Arti-
leri bekerja keras sehingga meriam Banteng Blorok
~ pukul 21.00 telah berdiri tegak kembali ditepian
sup~ai desa Jabung/Sumberejo yang berpasir.
Setelah Peleton-2/Mujomarto sebagai pasukan terakhir
yang menyeberang tiba ditepian sungai tersebut, maka
se1uruh Pagukan Pengawal mempersiapkan diri untuk-
melanjutkan per.iclanan pada malam hari itu juga.
Pada saat Pasukan Pengawal sibuk mempersiapkan diri,
ditempat tersebut , datang1ah 1 Peleton TNT dari Ba-
ta1yon Branjangan dibawah pimpinan Letnan Du.aP.Pe~
sinanto.
Letnan Dua P.PersL~anto memberikan penjelasan kepada
Duriatmojo_bahwa Peletonnya akan membantu mengawal-
meriam Banteng Blorok atas perintah Kapten Dedek Su
martano selaku Komandan CMKB.
',-

72

TEIIJIPAT PAK ATMO


T..!\.NIJ3A1~GAN
DI KEBONSARI/PAPRllfGAN SEBAGAI ':rITIK PENYEBERA1\IGP-.N
~1ERIAM BiLT'JTENGBLOROK I~1EN'"uJU
JABUNG/SUfJIBEREJO.
73

Bahkan oleh Kapten Dedek Suma.riiono telah disiapkan


tenaga rakyat desa Jabung/Sumberejo untuk membantu
mendoroDg meriam yang dike2'13'hK-R't'IKasan Mimbar Ke-
pala Desa." Jabung/Sumberejo mulai dari tepian sungai
yang berpasir itu sampai berhasil menyeberangi ja-
Ian raya Blitar -
Wlingi yang dikuasai Belanda.
Titik rawan yang pertama yaitu menyeberangi"sungai
Brantas berhasil dilalu:i. dengan selamat dan selan~
jutnya titik rawan yang kedua yaitu jalan raya Bli
tar -
Wlingi masih akan di tuju tmtuk dilalui.
Menghadapi titik rawa.n: yang kedua ini seluruh ang-
gota Pasukan Pengawal merasa tegang terutama Du -
riatmojo selaku Komandan Pasukan Pengawal yang be!:
tanggung jawab atas keselamatan meriam sampai ke -
tujuannya.
Route yangditempuhpada malam hari itu adalah Ja-
bung/Sumberejo - Jeblok - Bendosewu- Pasiraman -
Pasirarjo - menyeberangi jalan ra:ya Blitar-Wlingi
terus ke Utara meD.uju Gunung Gedang dengan formasi
gerakan sebagai berikut : "

- Peleton TNT dari Batalyon Branjangan pimpig


an Letnan Dua P.Persinanto sebagai KawaI -
Depan.
- Peleton-I/Sudewo, staf Kompi-4, Peleton Ar
tileri bersama rakyat yang mendorong meriam
Banteng Blorok berada di tengah.
- Peleton-2/Mujomarto bersama Regu em pimpig
an Sersan
Subandi sebagai KawaI Belakang.
Roda meriam berputar lagi melintasi tanah berpasir
ditepi gungai Brantas kearah utara menuju desa Je-
blok/Kanigoro.
Ketika tiba di desa Bendosewu, penduduk desa terse-
but ikut membantu mendorong meriam dimana diantara
mereka terdapat orang yang bernama Adam dan Taman.
74

Di tempat yang agak bergelombang tiba-tiba laras m~


"
riam terhempas
.
ketanah
-
karena kehila.ngan keseimba-
ngan yang menimpa kaki kiri -Taman sehingga ibu jari
kaki kirinya hancur. .

Atas bantuan Adam selanjutnya. Taman diantar kembali


kedesanya karena tidak dapat terus membantu akibat
-kecelakaan tersebut.
Kejadian itu tidak dapat dilupakan oleh anak-anak-
TRIP yang mengawal meriam Banteng Blorok karena. -
rakyat membantu mereka tanpa- pamrih bahkan saInpai
berani berkorban, ba~k korban tenaga dengan mendo-
rong meriam maupun korban perasaan dan tekanan ba-
thin karena dicari-eari Belenda sebagai ekstrimis.
Perjalanan yang ditempuh eukup berat karena
melalui jalan yang bereampur pasir dan harus mela-
lui rmtangan-rintangan jalan berupa pohon kelapa-
d~ pohon beaar yang melintang dijalan yang dimak-
sudkan sebagai penghambat gerakan tentara Belanda.
Oleh karena itu perjalanan aangat lambat berhubung
harus menerobos halaman dan ladang-ladang penduduk
guna menghindari" rintangan-rintengan jalan tersebut.
Duriatmojo merence.n8ken untuk melintasi jalan raya
Blitar - Wlingi pada pagi heri itu tangga1 8 April-
1949 pukul 02.00 demi ke~nAn seluruh Pasukan ka-
rena aktifnya patroli Be1anda me1alui ja1an raya -
tersebut.
Akan t etapi kkr-ena 1ambatnya j alan meriam, pada pu-
kul 04.00 meriam bAru tiba di reI kereta api yang 82,
jajar de:Q.gan jalan raya Blitar - Wlingi.
Duriatmojo merasa lega karena cuaea masih ge1ap dan
segera memerintahkan Regu-liTriyogo dari Peleton-ll
Sudewo me1akukan tindakan keftrnanan diseberang jalan
raya Bli tar - Wlmgi sambil mengamati keadaan.
75

Regu-l/Triyogc segera mengambil posisi menyebar -


mulai dari peJ:1;?otongan
jalan kereta api dengan jg
Ian disebelah Barat rumab. Kepala Desa Pasirarjo.
Setelah Triyogo menilai keadaan cukup aman, segera-
member! tanda agar meriam dengan secepatnya dise-
berangkan.
Berkat Iind~a.n Tuhan Yang Maha Kuasa meriam ber-
hasil diseberangkan dengan selamat tiba dijalan d..2
sa menuju ke desa Rekesan.
Kemudien setelah meri~ berhasil menyeberangi ja -
Ian raya tersebut dengan selamat, selanjutnya Pe -
Ieton TNI pimpinan Letnan Dua PoPersin8D.toyang -
membantu mengawal meriam dan rakyat yang ikut men-
dorong meriam minta diri tmtuk kembali ke Selatan.
Duriatmojo selaku Komandan Pasukan Pengawal tidak
lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan
Peleton TNI dan rakyat dalam usaha menyelamatkan -
meriam Banteng Blorok.
Dengan kembalinya ke Selatan Peleton TNI den rakyat
tersebut, maka selanju~a sejak saat itu meriam -
Banteng Blorok dengan peti-peti pelurunya didorong
dan diangkut sendiri oleh anggota Peleton Artileri
dibentu oleh an,ak-anak TRll yang mengawal meriam.
Peleton-l/Sudewo sebagai KawaI Depan, anggotanya-
mendapat tugas tambahan untuk mengangkut
peti-peti
peluru meriam, sedangkan Peleton-2/Mujomarlo dan -
Regu CPM sebagai KawaI Belahmg tidak dibebani tu-
gas tersebut karena harus mengam~l1 hm punggung Pa-
sukan Pengawal Meriam Bant eng Blorok sehingga meng
ambil j arak yang cukup j auh dari Pasukan depannya.
Perjalanan dilanjutkan dengan tujuan desa Menjangan
Ka,lung y8I1g masihcukup jauh dari jala.n raya BlitB.!:,
- Wlingi.
76

Untuk segera menjauhi jalan ra:ya Blitar - Wlingi-


dimana sewaktu-waktu tentara Belanda dapat Immcul,
perjalanan harus dilakukan dengan secepatnya.
Oleh karena anggotaPasukan Pengawal secara kese -
luruhan saD.gat merosot daya tahan clan kemampuan ii -.

siknya akibat selama Z J malam tidak tidur, maka- ,

perjalanan tidak dapat dilakukan dengan cepat.


Didorong oleh rasa tanggung jawab yang besar dan-
disertai perasaan khawatir. ya:ng amat sangat, untuk
mempercepat perjalanan tersebut dengan sangat ter-
palesa Duriatmojo selaku Komandan Pasukan Pengawal
bertindak keras dengan menmkuli dan menendangi a.ng
gota Pasukan Pengawal yang duduk tertidur ditepi -
jalan menuju desa Menjsngan Kalung.
Dengan cara yang demikian i tu, p erj alanan meriem -
berhasil dipercepat meluncur menuju desa Menjangan
Kalung yang sudah tidak terlalu jauh jaraknya.
Beberapa saat kemudian mulai terlihat rangkaian Gu
nung Gedang dengan jelas dipagi hari itu yang be~
arti akhir perjalanan hampir dicapai dan hal itu -
membangkitkan seIDB.1:lgat seluruh anggota Pasukan Pe-
ngawal yang segera mempercepat gerak langkah kaki-
nya sambil mendorong meriam Banteng Blorok.
Lebih kurang 1 kilometer menjelang masuk desa Men-
jangan Kalung yaitu setiba kolone di desa Kampung-
Baru disimpang tiga jalan diantara desa Kemloko -
dan desa SumberagungdisebelahSelatan d~a Men -
jangan Kalung, Duriatmojo memerintahkan Peleton-~/
Mujomarto dan Regu CPM untuk menyusun pertahanan
ditempat tersebut guns. menghadang tentara Belanda
yang kemungkinan akan rmmcul dari arah desa Rekes-
an dalam usahanya mengejar meriam Banteng Blorok.
Sedangkan Duriatmojo bersama Peleton-l/Sudewo dan
staf Kompi-4 serta Peleton Artileri dengan meriam
Banteng Blorok melanjutkan perjalanan rna.suk desa-
Menjangan Kalung.
"
',-

11

11. Pert empuran Kemloko.


Setelah ~enerima perintah tersebut, Mujomarto
dengan segera menyusun Peletonnya dan Regu CPM da -
la.m kedudukan pertahanan dengan daerah tanggung ja-
wabnya masing-masing.
Regu-l/Heru Subandi dan Regu CPM pimpinan Sersan Su
bandi dipinggir desa Sumberagung ditepi Timur sungai
Lading a.nak sungai Putih.
Regu-2/Djliteng Suyoto berkedudukan ditepi Barat -
sungai Lading berlindung diantara batu-batu besar
bekas letusan Gunung Kelud beberapa tarnm ye:ngla-
m yang banyak berserakan ditempat terse but.
Mujomarto bersaIT~ Regu-3/Gondo Harsoyo rnenduduki -
simpang tiga jalan antara Kernlokodan Sumberagung-
rnenghadapkearah Selatan untuk mengawasi jalan dari
arah desa Rekesan dari mana tentara Belanda diper-
kirakan akan muncul.
Penempatan Pasukan ditempat tersebut untuk mengha -
dang tentara Belanda sangatlah tepat karana tidak -
lama setelah meriam Banteng Blorok rneninggalkantem
pat tersebut menuju desa Menjangan Kalung, dari -
arah yang diperkirakan itu kelihatan tentara Belan-
da bergerak mendatangi tempat dimana Pasukan menyu-
sun p erta.hanan.
Usaha tentara Belanda yang selalu memelihara kontak
senjata dengan Pasukan Pengawal Meriam dan aktifnya
mata-matanya memberikan informasi, menyebabkannya -
selalu berhasil menditek arah gerakan Pasukan Peng-
awal meriam sehingga kemanapun mereka pergi selalu
dapat diketahui oleh tentara Belanda.
Pada waktu tentara Bel811da mengejar meriam Banteng-
Blorok kearahdesa Menjangan Kalung itu, mereka sa-
rna sekali tidak pernah menduga akan kecerdikan anak
-anak TRIP yang mengawal meriam yangtelah IDenyusuIl
pertahanan untuk menyambut kedatangan mereka.
"
~,

78

Tentara Belanda bahkan mengira b&~wa mereka akan-


berhasil mep~adakan pendadakan sehingga dengan p~
nuh keyakinan akan dapat mere but meriem Banteng -
Blorok yang selama ini sangat menyulitkan posisi-
rnereka.

Mereka dengan hati-hati terus bergerak rnenuju ke-


arM desa Menjangan Kalung da.ntanpa mereka sadari
gerakan mereka tidak pernah lepas dari pengawasan
anggota Peleton-2/Mujomarto dan Regu CPM yang me-
nantikan kedatangan mereka.
Setelah tentara Belanda rna8uk kedalam jarak tembak
efektif, Mujornarto melepaskan tembakan sebagai ab~
-aba bagi seIuruh pasukannya untuk membuka tembak-
an sehingga pada pagi hari itu pecah kembali per -
ternpuran yang sengit untuk kesekian kalinya antara
anak-anak TRIP dengan tentara Belanda di sekitar -
desa Kemloko.
Tentara Belanda yang SaIT8sekali tidak mernpunyai -
dugaan itu rnenjadipanik karena mereka berada di -
medan yang sanga~ terbuka, tidak ada pohon-pohon-
selain beberapa semak-semak yang tipis yang tidak
mernenuhi syarat untuk tempat perlindungan.
Deng811tembakan yang membabi buta tentara Belanda
berusaha memberikan perlawanan t&llpamengetahui -
dengan pasti kedudukan pasukan yang menembe.kinya-
karena tembakan yang diarahkan kepada rnereka ber-
tubi-tubi d8.{Gi beberapa arab..
Oleh karena anak-anak TRIP yang menghadang tentara
Belanda berada dalam keadaan yang sangat rnengunt~
kan, terlindung maka inisiatif ditangan anak-anak -
TRIP dan CPM yang bertahan, sehingga tentara. Belan-
tidak dapat berbuat apa-apa selain merapat diatas-
tanah agar tidak tertembak mati.
',-

79

°lEAT 1'ERrB1'1PURAi'i KEI.tLD1W

Pet;J!, 1 ELI ;rAR

KedJA.r ; 1 ; 50,lKjC

.WRING ~IN KENIBAR

17
I

97 --i--
- !
.
~ !'l.ENJANGAN q

~~ AALmJG

~II~ j
-;;LO~ ..
-::::: ~
9Ll
i , ,
! . ---L--- J4
j':);
3UMBERAGUNG ,. I
97
II

rf/'
1f
.
,
~\'

J.
)
SU1~(;AI LAIiING

/A'
II.
if
I11
\,
,." "'i'AR

"""-- ~-=-
I \\

ntAslRAlUQ

~--,J ~
""""ko:c-:---,~
-- .

~ --"-
""'-~

--. ~
-.- '-~i J,
-~._,
-- -. --
f- -~---
.
-'-',~, .. ", ""
-----
-..,..
'-
,-iLl:;c;i

-d~_;:.~~:::~~-==-
. 1/
,/

..
-" "

80

..

Setelah menyadari bahwa tanpa berbuat ap.a:-apame-


reka aKan habis dibantai anak-anak TRIP dan GPM,-
- -

Komandan tentara Belanda memerintahkan pas1J1q:mnya


untuk melakukan peni;ngkaran melalui lambung pasu-
kan yang menghadangnya.
Sebagian tentara Belanda menyusup untuk dapat men-
capai tepi sungai Lading dibagian yang aman dengan
maksud menyeberangi SUTIgaiLading menuju desa Sum-
beragtmg dan selanjutnya menyerang lambung pasukan
yang bertahan.
Setelah berhasil menyeberangi SUTIgai Lading dan be,!:
gerak menuju desE,.. Sumberagung, tentara Belanda. ti -
dak menduga. bahwa mereka. sudah ditunggu oleh Regu-
Heru Subandi dan Regu GPM, sehingga ketika mereka-
akan mencapai pinggiran desa Sumberagung sudah di-
sambut dengan tembaken yang gencar da.n sangat hang-
at.
Tentara Belanda benar-oenar mengalami kepanikan yang
sangat luar biasa dan seperti ketika datang, mereka
tidak mampu untuk mengangkat kepalanya dari tanah,
merapat erat kalau mungkin dapat masuk kedalam ta- -

nM untuk berlindung akibat gundulnya tempat itu.


Oleh karena merasa tidak akan mungkin mampu menero-
bos pertahanan itu apalagi bermimpi untuk dapat me-
rebut meriam Banteng Blorok, akhirnya tentara Belag
da mundur kembali kearah Selatan, kearah dari mana
mereka datang membawa kekalahan dari anak-anak: TRIP
dan GPM.
Suatu hasil
yang cukup membanggakan, berhasil memu-
kul mundur tentaraBelanda yang telah berpengalaman
ternpur dan juga merupakan tindak8ll balasan karena -
selama itu tentara Belanda selalu berhasil memukul
pasukan TRIP dan TNI bahkan mengejar terus.
"

81

Kemenangan dan keberhasi1an tersebut diperoleh -


hanya dengan bekal motivasi, dedikasi dan'semang
at juang yang tinggi demi tegaknya Kemerdekaan -
Negara Republik Indonesia sehingga Para Pelajar-
PejuangBersenjatayang terdiridari berbagai s.§.
kolah q.antingkat sosial yang berbedaitu dapat-
bersatu'padu karena merasa senasib dan sepenang-
gungan.

12. Meriam Banteng Blorok cuti.

Pada saat terjadi pertempuran yang seru an-


tara Peleton-2/Mujomarto dan Regu CPM pimpinan -
\~
Sersen Subandi me1awan tentara Belanda didaerah-
"
v
\'J\,

/-, '"
\',

Kemloko itu, Duriatmojo bersama Peleton-l/Sudewo,


,\

\i
.~ \
' Peleton Artileri dan meriam Banteng Blorok b~~ -
\1
C,\:
beberapa saat tiba di desa Menjangan Kalung yang
memperoleh sambutan hangat dari penduduk desa tel:
sebut pada pukul 06.30 tanggal 8 April 1949.
Suara tembakan yang sangat rarnai dari pertempuran
yang terjadi itu" terdengar sampai ke desa Menjang
an Kalung yang membuat penduduk desa menjadi pani~. ...

'<'/
. ~ " Untuk menj8ga'segala kemungkinan termasuk apabila
,\ ,:'
- \'{J
Peleton-2/Mujomarto den Regu CPM pimpinan Sersan -
\<V
'\:, Subandi tidak mampu menahan gerak maju tentara Be-
landa sehillggatentara Belanda berhasil masuk ke -
dalam desa Menjangan Kalung, maka Duriatmojo memu-
'<
'.,' tuskan untuk menyelamatkan meriam dengan mendorong
lebih masuk ke utara desa.
Dengan bentuan penduduk desa, meriam Banteng Blorok
didorong kearah desa''G1ondang teTUS menuju ke desa
Wri-'Tlginkembar dan disembunyikan perkebunan
didala..'1l
karet Petung Ombo dilereng Gunung Gedang.
Setelah meriam berhasil digembunyikan, tidak lAmq
kemudian Peleton-2lMujomarto dan Regu CPM pimpi"'an
Sersan Subandi tiba di desa Menjangan Kalung deng-
an selamat tidak ada kerugian.
"

82

Selanjutnya Mujomarto melapork&~ hasil-h~sil yang


dicapai sete1ah.me1aksanakan tugas kepada Duriat-
mojo se1aku KOmandan Pasukan Pengawal Meriam.
Dengan te1ah berkumpulnya se1uruh anggota PaS11kan
Pengawal Meriam di desa Menjangan Kalung, selanjut
nya pada keesokan harinya tanggal 9 April 1949 be~
dasarkan pertimb~~gan keamanan meriam Banteng B1o-
rok, atas inisiatif Komandan Pe1eton Artileri Let-
nan Satu Kriting Satrio Sasono, meriam Banteng B1Q
rok dibongkar bagian demi bagian kemudi~~ dilUBuri
minyak gemuk (Stemfet), dibungkus dengan tikar dan
karung usang unttYk se1anjutnya dipendam didalarn -
tanah secara terpencar-pencar, diberi tanda untuk-
memudahkan pencarian kembali apabila diperlukan.
Dengan demikian maka tugas Pasukan Pengawal Meriam
Banteng Blorok praktis telah selesai daTI se1anjut-
nya formasi. kembali kepada keadaan semula sebe1um
disusunnya formasi Pasukan Pengawal Meriam yaitu -
sebagai berikut :
- Peleton-l/TRIP kembali dipegang oleh Duriat
mojo.
- Oleh karena Sudewo disebabkan sesuatu hal-
tidak dapat melaksanakan tugas maka untuk-
selanjutnya Sudewo digantikan oleh Triyogo
sebagai pejabat KOmandan Regu-l/Peleton-l.
- Peleton-2/TRIP tetap dipimpin olellMujomar-
to yang se1anjutnya ditugaskan didaerah -
perkebunan Genjong dilereng GunUP~ Kawi men
dekati I~kas KOmando Bata1yon TRIP/Jawa -
Timur yang berkedudukan didaerah tersebut.
- Regu CPM pimpinan Sersan Subandi kembali -
bertugas disebelah Selatan sungai Brantas.
Suatu perpisahan yang sangat mengharukan dengan Re-
gu GPM pimpinan Sersan Subandi yang telah banyak me~
berikan bantuan dan tidak akan di1upak&~ oleh anak-
anak TRIP/Jawa Timur khususnya
0 anggota Kompi-4/TRIP.
'-

83

Anggota TRIP bekas anggota Pasukan Pengawal Meriam


ditempatkan secara tersebar didaerah basis gerilya
antara Slorok dan l1enjangan Kalung, sedangkan Pel2.
ton Artileri pimpinan Letnan Satu Kr~ting Satrio -
Sasono tidak dibenarkan terlioat kontak senjata -
dengan tentara Belanda dengan maksud untuk memberi
. kesan kepada tentara Belanda bahwa meriam Banteng-
Blorok sudah tidak dapat berfungsi lagi dan sudah-
tidak berada di daerah Menjangan Kalung. .

1)engan demikia...Tl
diharapkan tentara Belanda akan -
menghentikan usahanyauntuk mencari meriam Banteng-
Blorok.
Selama anggota TRIP melakukan perlawanan ge-
rilya dengan doktrin HIT AND RUN (Pu1.rul
den menghi-
lang) , anggota TRIP/ Jawa Timur menyatu dengan rak-
yat, tinggal dirumah-rumah rakyat dan menjalani k.g
hidupan sehari-hari bersama. rak'j"at
di desa-desa di
daerah perlawanan tersebut dimana oleh rakyat desa
itu, anak-anak TRIP/Jawa Timur dianggap sebagai -
anak kaIldungrakjat itu sendiri.
Dari pergaulan hidup sehari-hari YBIlg dd..jala..1'li
oer-

sarna rakya t i tu, kemudian timoul hublLTlgan yang har-


monis yang meningkat kepada perasaan saling memiliki
~Tltaraanggota TNI pada umumnya dan a...nggotaTRIP/Ja-
wa Timu.rkhususnya dengan rakya t.
".
"-.
Keadaan LTli menjadi soko guru dari kernanunggalan -
antara Angkatan Bersenjata Republik Indonesia deng
an Rakyat .
Kemanunggalan yang sudah ada sejak dari awal perang
Kemerdekaan itu sudah wajar dan wajib dilestarikan
oleh karena anggota ABRI berasal dari rakyat, meng-
ab~i kepada rakyat d~~ akhirnya kembali menjadi rak
yat dengan cara selalu membina hubungan yang baik -
dalam kehidupan sehari-hari bersama rakyat.
',-

84

13. Meriam Banteng B1orok muncul kembali.

Setel~h i 1 bulan bagian-bagian meriam Ban -


teng Blorok disembunyik&~ didaerah perkebunan ka -
ret Petung Ombo, kemudian oleh anggota Peleton Ar-
tileri pimpinan Letnan Satu
Kriting Satrio Sasono
bagian-bagian meriam terse but dikeluarkan dari da-
lam tanah dan dirakit kembali.
Dirakitnya bagian-bagian meriam sehingga kembali -
menjadi berbentuk meriam gempur Banteng Blorok be£
dasarkan perintah dari Komand~n Batalyon Artileri-
C/Divisi-I/Jawa Timur oleh karena tentara Belanda-
telah menghentikan usahanya untuk mencari dan mer.§.
but meriam tersebut.
Disamping itu juga disebabkan oleh karena sangat -
diperlukan TNI dan TRIP/Jawa Timur dalam me~hadapi
kegiatan diplomasi yang dilakukan Pemerintah Repu-
blik Indonesia dengan Pemerin~ah Belanda guna me -
nyelesaikan pertikaian antara kedua Negara.
Berdasarkan pengalaman-pengalarnan yang telah lalu-
dirnanapihak Belanda selalu bertindak curang dengan
pelanggaran-pelang~arannya terhadap setiap perjanji
an dan kesepakatan bersama, maka TNI dan TRIP/Jawa-
Timur rnulaibertindak hati-hati serta berjaga-jaga
sebelumnya, sehingga meriarn Banteng Blorok setelah
dirakit kembali,didorong dan ditempatkan di Krisik/
Tirtomoyo disebelah utara Wlingi.
Di Wlingi kekuatan tentara Belanda cul~up besar di -
bawah pimpinan Kapten Schaap yang diperhitungkan -
oleh TNI.dan TRIP/Jawa Timur merupakan ancaman.
Route yang ditempuh oleh anggota Peleton Arti
leri pimpinan Letnan Satu Kriting Satrio Sasono -
untuk mendorong meriam Banteng Blorok m~nuju Krisik/
Tirtomoyo adalah route sebagai berikut :
',-

85

PerkeblL~&~ karet Petung Ombo - I~u7nik - Surnbergu-


gih - Slumbung - Semen - I~isik/Tirtomoyo.
Setiba didaerah tersebut, selanjutnya meriam gem-
pur Banteng Elorok ditempatkan disebuah ketir~gi-
an ditepi ~edulruhan Tirtomoyo dengan larasnya di-
arahkan-ke Wlingi yang diduduki tentara Belanda -
. pimpinan Kapten Schaap untuk sewaktu-waktu diper-
lukan langsung dapat ditembakkan.
Disampingtibanya meri~~ Banteng Blorok di-
daerah Krisik/Tirtomoyo itu, tidak berselang lama
tiba pula Kompi-3/Subiantoro dari Plosoklaten se-
telah melaksanakan tugas rnengadakanperlawanan g~
rilya didaerah Jombang dan sekitarnya bersarnaMo-
bile Brigade (MOBRIG) Polisi Jawa Timur.
Subiantoro telah melaporkan tentang pelaksanaan -
dan hasil-hasil tugasnya kepada Isman selaku Ko -
rnandan Batalyon TRIP/Jawa Timur yang pada waktu -
itu ~~rkas Koraandonyatelah b€rada di Pijiombo -
daerah Kawisari.
Selanjutnya setel~~ seluruh kekuatan Batalyon TRIP/
Jawa Timur berada didaerah tersebut , untuk kesem-
pUL~aan organisasi TRIP/Jawa Timur dan kelancaran
pelaksanaan tugas, rnaka oleh Isman selaku Ko~~ -
dan Batalyon diadak&~ reorganisasi dan pembagi&~
daerah tugas sebagai berikut :
- Kompi-l/TRIP tetap dipimpin olen Pratomo -
~-
berkedudukan didaerah Nongkorejo.
- Kompi-2/TRIP tetap dipimpin oleh l1ulyo Su-
jono berkedudukan didaerah Sengon.
- Kompi-3/TRIP.tetap dipimpin oleh Subianto-
ro berkedudukan didaera..h Slumbung.
- Kompi-4/TRIP yang semula dipimpi..'1.oleh wi-
.
darbo mengalami perombakan sebagai berikut .

.
"

86

= Komandan Kompi-4/TRIP diserahkan terirna-


kan kepada Ismail sebagai pejabat baru.
= Widarbo di~~gkat rnenjadi Kornandan Plug -
didaerah Kawi Selatan.
= Peleton-l/F..ornpi-4/TRTP tetap dipimpin -
olcl~ Duriatmojo rnenjadi Peleton-3/Kompi
-3/Subiantoro diternpatkan didaerah Nga-
ringan dekat desa Gad1Lngan/Gandusari.
= Peleton-2/TRIP sebagian anggotanya diill§
sukkan kedalam fOTmasi plug dan sebagia.~
tetap dalarnformasi Kompi-4/TRIP yang -
baru seda.~gkan
~- Mujomarto diuindahkan
.- da
lam forrnasi plug.
= Anggota Staf Kornpi-4/TRIP ya.~ lama seb~
gian dirnasukka.'>J.
dalam forrnasi plug d811 -

sebagian sisanya tetap dalarn formasi KC~


pi-4/TRIP yang baru.
Selanjutnya Kompi-4/TRIP yang baru pimpinan Isrnail-
ditugaskan didaerah gerilya Blitar Utara yaitu di-
daerah Garum, Nglegok, Penatarari.
Dengan selesainya reorganisasi Batalyon TRIP/
Jawa 'J:irnurdisertai pembagian daera.t],tugas rnasing-
masing, m&~a seluruh daerah basis gerilya yang te-
la.~ditentukan oleh Panglima Divisi-I/Jawa Timur-
berada dalam pengawasan dan dikuasai sepenuhnya-
oleh anak-anak TRIP/Jaws. Timur.
Kegiatan yang dilakukan didalam daerah basis geril
ya terutama pernbinaanteritorial dengan tujuan -
menyiapkan daerah 6Jna mendub1TIg setiap geraka.~-
perlawanan bersenjata yang sewaktu-waktu dapat teE
jadi mengingat situasi huh1.L~gan antara PemerL.""1.ta..t],-
Republik Indonesia dan Belanda masih tidak menentu
karena belum memperoleh jalan keluar yang bai'k.

..
86e.
') KRISIK/TinrOMOYO
1
\ I, BAGAN ROUTE PERJALANAN MERIAM GEMPUR SEMEN

"BANTENG. BLOROK"

II DARI ~ESA CAMPURDARAT KE KRISIK/Tffi'l'OMOYQ


PHUNG UMBO
I I
KEDIRI t I -II--- -', KRUWUI{

I~ f.-
I I .d"'lfi~~J~~AlUNG
i, r~V {"'"
!
/

~ ~t;fi ~,b-
I
I ~
: I

JUOEG

g,
"

87

14. Pertempuran Gadungan/Gandusari.

Seperti telah diuraikan dalam sub baD ter -


d~~ulu, setelah Kompi-3/~ubiantoro tibs di Semen-
(Daerah Krisik/Tirtomoyo) dari Plosoklaten, sel~~
jutnya ,ditempatkan di Slumbung sebagai kedud~kan "
Ko~~donya deng2ll daer~~ penyebaran tugasnya sam-
pai ke daerah Kecamatan Gandusari.
, Kompi-3/Subiantoro
disampingmemilikiPeleton-Pe-
f
1etoILDya, mendapat tambahan 1 Peleton lagi seta -
t
.
.
gai hasil reorgllilisasiKompi-4/TRIP sehingga sus~
t
!
nan Kornpi-3/Subiantoro sebagai beric~t :
- Peleton-l/Kompi-3 dipimpin olen Cemplo~ -

Sunyoto dengan Regu-Regu seoagai berik~t:


= Regu-l/Peleton-l/Kompi-3/TRIP dipimp~'l-
oleh R. Pratikto.
= Regu-2/Peleton-l!Kampi-3/TRIP dipimpin-
aleh Gunadi.
= Regu-3/Peleton-l/Kompi-3/TRIP dipiIDDin-
oleh Pratopo.
. '" .
.e 1 evon-~
"i) -'- 0 /KoIDpl-3 alplmpln 0 1 en uUYlvTIO.
-' c<. . .J..

- Pe1etan-3/Kompi-J dipimpin ol~D Duriatmajo


yang merupak3l1 pinda..~an dari Peleton-l/ -
Kompi-4/TRIP.
Selanjutnya ketiga Peleton tersebut olen Subi~~to-
ro diberi daerah tRnggung jawab untuk mela..'Ylju.tkan-
(, perlawanan menghadapi Belanda dengan pembagian se-
bagai berikut :

- Peleton-l/Cemp1on fuLnyoto di desa Gadung&~.


- Pe1eton-2/Suyitno di desa Dermosari.
- Peleton-3/Duriatmojo di desa Ngaring~~.
Ketiga desa sebagai daerah t~nggung jawab ketiga -
Peleton ~ersebut masuk kedalam wilay&~ Kecamatan -

Gandusari dengan rDU Kota Kecamatannya


., Gandusari.

~
88

Ketiga Peleton tersebut dalam mengemban, tugas dan


tan.ggung jawab didaera..h masing-masing melaks8...11.a -
karmya secara pasif d8...11. juga secara aktif.
Secara pasif dengan memperketat perta..h~11.&~didae-
rahriya disertai kegiatan patroli ya..11.g
routiTIe, -
da...71 secara aktif deng811 mengadaka..11.
penghadanga...71-
terhadap tentara Bela...11.da
yang melakuk&~ gerakan-
pembersi-han disekitar daera..h penduduka.1'L'llya.
Dengan tindakan aktifitas
Y8...11.g
demikian itu tnaka
ketiga Peleton tersebut banyak memberik&~ hasil-
ya.11.gsangat menglL11.tungk&11.da...11.
banyak menimbulkan
kerugia.11. dipL1.ak tentara Belanda.
Akibat kerugi~~-kerugian yang sering diderita -
olen tentara Bel&~da, ~ka tentara Belanda dib&~-
tu mata-~zta.'llya didaera..h terseout ber~sa..ha mela -
cak keduduk&~ Pasukan TRIP / Jawa Tirrrt.il' ya:"lg bertu-
gas disekitar Kecamatan G811dusari..
Usaha ten:tara Bele.:.'lda melacak ked'..tduka..'1. Pasuk8.:.'1-
TRIP/Jawa Timur disekitar Kec. G8...11.dusari berhasi1
bahka..11. tentara Belanda ffi8J.'1getahui
dengan pas-ti -
setiaD - nai112. PiillDL11.arl
~ didaera-h terse but.
Tentara Be1anda sangat gembira ketika mengeta...hui
bah,ffi salah seor~ng dia..11.tara ketiga Pimpli~anPa-
suk&~ TRIP/Jawa TimUl~ yang berada didaer&l GadLL~g
an/Gandusari bernama Cemplon 3u..71.Yoto.
Kegembiraan tentara Bela..nda
terse but disebabk~n -

olen karena Cemplon. SlJ 'llyoto merupakan sa1&1. satu-


tokon pe1ajar pejuang yang dicari-cari tentara -
bahk&'1. di daerahKediri te1a-iJ. disebarka...Tl
Bel8.:.'1.da,
makluoat y~ng isL~a tentara Bela-nde menj~njik8.:.~
hadia..'r1 U8-ng oagi siapa saja Y2Jlg daDat menemuk8-11.
dan menffi~gka9 Cemplon SQ11.yoto.

..
"

89

Begitu berharganya Cernplon Sunyoto bagi Belanda -


sampai berani menjanjikan hadiah bagi "Kepala" -
salah seorallg tokoh Pelajar Pejuang anggota TRIPI
Jawa Timur terse but.
Dengan disertai ambisi yang sangat besar, tentara
Belanda ingin segera dapat menangkap CernplonSu -
nyoto hidup at au mati.
Ketiga Peleton dari Kompi-3/Subiantoro yang
ditugaskan di Kec.Gandusari telah menempatkan Re-
gu-Regunya dalam kedudukan yang menUL~t penilaian
masing-masing KomandanPeleton cukup strategis.
Pada tanggal 13 Juni 1949 malam, Duriatmojo selaku
Komandan Peleton-3 yang berkedudukan di desa Nga-
ringan melalui kurirnya menyampaikan kepada Cern -
plon Sunyoto dan Suyitno bahwa malam itu Peleton-
3 akan berangkat ke Timur desa Ngaringan untuk me
lakukan penghadangan terhadap tentara Belanda yang
menurut informasi akan bergerak didaerah tersebut.
Setel~~ menyampaikan pesan tersebut, pada hari itu
juga tepat tengah'malam Peleton-3 dipiropinoleh -
Duriatrnojo bergerak ketempat penghadangan yang -
tel~h dipersiapkan sebelumnya.
Cemplon Sunyoto dan Suyitno setelah meneri-
IDa pesan tersebut segera mernperkuat kedudukan Re-
gu-Regunya dan menL~gkatkan kewaspadaan guna me -
nyesuaikan diri deng~~ gerakan Peleton-3 yang ak~D
if:.
rnenghadang tentara Belanda di sebelah Timur desa-
Ngari"!gan y~~g tidak jauh dari desa Gadungan itu.
Khusus Peleton-l/Cemplon Sunyoto menyusun Regu-R~
6Jnya dalarn kedudukan sebagai berikut :
- Regu-3/Pratopo ditempat~an disebelah Se-
latan desa GadQDgan sebagai Pos Depan -
yang mengaV/asi j alan masu.k kedesa Gad1L."1.g
an dari Gandusari.

.
90

Regu-l/H.pratikto daD.Reou-2/Gunadi di-


tempatk8l1 disekitar simpang empat jalan
masuk kedesa Gadungan.
Untuk me1Lhatkesiapan Regu-Regunya, Cemp1on Su-
nyoto se1aku I~mand~~ Peleton yang bert~~gung -
jawab, me1~~kan pemeriks~~ kesetiap keduduk~~-
Regu-Regunya dengan ditemani Komandan Regu-1 -
H.Pratikto.
Pada t~~gal 14 Juni 1949 dalam gelapnya cuaca -
pagi disertai dinginnya hawa pegunungan, Cemp1on
Sunyoto menyelesaikan pemeriksaan terhadap Regu-
Regunya sambil memberik~~ petunjuk-petunjuknya.
Setel~h selesai mela~Jkan pemeriksa~~, Cemp1on-
SQ~yoto bersar,~ H~Pratikto me~gs~bil posisi di-
kedudukan Regu-1.
Tidak berselang lama setel~h me1akukpD. pemerik-
saan, dise1ing Sliara salak ~lljing terdengar su-
ara tembakan-tembak2~ dari arab kedudukan Regu-
J/Pratopo sebagai Pos Depan.
Disaffi9L~g
itu juga terdengar suara tembakan yeng
ra.1118.i
dari ar~h keduduk8l1 Peleton-2/Suyi tIlO di-
desa Dermosari yang tidak jauh dari Gadung8-7'1.
Mendengar ramainya suara tembakan dipagi buta itu,
Cemplon Sunyoto bersama Regu-l dan Regu-2 seren-
tak mempersiapkan diri dalam kedudukan masL~g-ma-
sing.
Akpn tetapi baru saja anggota Regu-l dan Regu-2
membenahi diri dalam keduduk~~7'1ya,secara tidak
terduga mendapat tembakan gencar yang menindas -
mereka didalaro. keduduk~rmya daTi arah 1ambung k§:
n&'1.pertahanan.
Dengan sekuat daya se1u.ru...h
8llggota Regu-1 daIl R.§.
gu-2 me1epask&~ tembak~7'1memberikan perlawan&~ -

y&~g gig; h sehingga pada pagi buta hari i tu peca.1-J.


pertempuran Y~llg sengit.
91

Ternyata tentara Be1anda ya:ng te1ah mem -


..
pero1eh informasi yang 1engkap tentang Pasuk~D -
TRIP/Jawa TirnUT didaerah tersebut terutama deng-
~~ adanya Cemp1on Sunyoto yang dicari-ceri keTe-
na sepak terjangnya yang sangat merugikan tenta-
ra Belanda, pada ta..Ylggal
14 Juni 1949 melancar -
kan serangan fajar dengan kekuatan yang besar.
Maka dari itu Pasuk~Yl TRIP/Jawa Timur yang berke
dudukan didaerah terse but benar-benar terdadak-
karena sebelumnya tidak terdapat tanda-tanda teg
tara Belanda akan melancarkan serangannya.
WalauplL~ derniki~Yl, seluruh anggota TRIP!Ja
wa Timur didaerah tersebut k~ususnya Regu-1 dan-
Regu-2 bersama Cemplon Sunyoto mampu memberikan
perlawanan yang sangat gigih.
Oleh karena pada pagi hari itu cuaca pegunlJYlgan
masih gelap, maka hanya berpedoman kepada sembur
an api dari laras senapan yang ditembakkan se.ja
terjadi tembak-menembak sehingga sulit untuk me-
lihat basil tem~akan yang dilepaskan.
PertempUran berjalan cukup lama yaitu sejak pagi
masL~ gelap S8.mpaimulai merekahnya matahari.
ye:ng gi
Tentara Belanda yang mendapat perlawaIla..~
TRIP/ Jawa Timur di Gad1ll1gan-
gih dari anak";'anak
merasa tidak akan ITIa1'TIpU menghancurkannya sehLYlgga
sedikit demi sedikit mulai mengurangi tekanED~ya
z:'
dan berusaha rnengundurkan diri kearah Gandusari.
Akan tetapi pade waktu mereka e.kan meninggalkan-
daerah pertempura..~terse but, mereka mendapat ge~
puran tembakan Juki H8D.orryuRegu Sutopo Juki dan-
Regu-2/Sudewo dari Peleton-3/Duriatmojo.
Sedangkan Duriatmojo sendiri bersama Regu-3!He~
Bubandi berlari mendekati kedudukan Peleton CeIT~
plan, ikut mengadakan pembersihan setelah tenta-
ra Belanda meninggalkan tempat terse but.
- "

92

OLR.~T PERTEfG..~_~ GADtmGAN I


j
(GiJGURNYA CEMPLO~~cs_) I
I
?~i:a : BLITJ.R
Kedar : 1 : 50.000
I

~
01
( \
! \ KRUWUK
-r98
I

.
I

~
i
I
~~
HER-

".
\
i
t

I
I
"-
j
jI I

I I
I
I
I .

~~
I
90
i
09
IL-
I
i. TALUPi
j
I
.L
-\~ ~~~~.

Ii
'-
',-

92a

f
I 3AG-~; ?ERTE:!.P!E.AIi GADffi>GAH f
(GUGI.J?J:iiA CEMPLmi CS.)
I ,
J
, ! . I
i I

,
i IIGL"!.ING.u1

I
i

GADUNGAN

I r i

I I
GADU'..1GAN ~ c" -=
I
I NG ~..RI::G;_'1"
Ii
i
I
I
I

:3TE?.A1'fG.AN :

~ SAi7A£:

r--I DESl.
-"'--::Eill'AT Gu'"GUP.lJYA
G:::iPLOK.
;:; - ::EMl'AT ~1JGtJ7..NYA 3m~O.
c: - :Sr.'iP AT G1JGli7J:;V. ~~..?.SO1iO
I
)A.N .~.RD_KTOIiO.
I -- - ,I
I

GAlmUS~.RI j ! GANDUS.ELttI
!
,
i .! II
I J I

I :;UI.3.E?.AGu::C ,+
I :'IAT.U ~2DE -III
.:r.~htv~i
l --"c~~ .- c ~..".-
'- "

Q~
--'../

Peleton-J/Duriatmojo YP~g bergerak ke Timur


desa Ngar~~gan untuk menghadang tentara B~landa di
tempat terse but, berhasil memberikan pukulan telak
kepada tentara Bel~~da sehingga terpukul Mundur.
Dengan.kemenangan d~~-ber~asiL~ya penghadang~~ rne-
reka, .sel~h anggota Peleton-J/Duriatmojo berso -
rak penQh kegembiraan atas kemenangan tersebut.
Di~~tara ffUaTa sorak kemenangan anggotanya; tiba -
tiba Duriatmojo mendengar suara tembak~~ gencar -
dari ar~h desa Gadung~~ y~~g tidak jauh dibelakang
mereka.
Mendengar suara tembak~~ tersebut, perasaan Duriat
mojo tidak enak dan terselip kekhawatiran yang
au~t s&Lgat.
Terdapat kemungkL~~~ bahwa gerakan tentara Bel&~da
yang dLhadangnya didaer~~ tersebut merupakan pan -
9ingan agar k€kuat~~ Pasuk~~ TRIP/Jawa Timur dise-
kitar desa Gadung&~ terpecah-pec~h.
Begitu terlintas pikiran itu, Duriatmojo dengan s~
gera membawa Peletonnya berlari rnenuju desa Gadlli~g
8-11.
untuk me!TIberik~11. b~Yltuaru1.ya melalui jalan pintas

sehingga menjel~Ylg masuk kedesa Gadungan, Peleton-


nya masLl1.mendenge..r ramainya SuaTa tembakan dalam-
pertempur~Yl didesa tersebut bahkan suara desingan-
peluru terdengar s&~gat jelas yang berarti mereka
sud~h dekat dengan tempat perternpuran.
Duriatmojo segera mernerLntahk8-Yl
Regu Juki hangyu-
pimpi..~anSutopo Juki menduduki ketinggian dipi~g-
gir desa NgarLYlgan sebel~h Selatan d~Ylmenembak -
kearah tentara Belanda yang ada di sebelah Selatan
desa Gadungan hanya dibatasi oleh bentangan sawah.
Sedangk~~ Regu-l pirnpinan Sudewo diperinta..hk~~ un-
tuk bergerak maju memotong jalan pengunduran ten -

tara Belanda d~Yl mengikatnya dengan pertempura..Yl.

.
-
',-

94

Dengan demikian maka untuk beberapa saat usaha -

tentara Belanda melepaskan dui dari pertempuran


dengan Peleton-l/Cemplon Sunyoto dapat dihambat.
oleh Regu-l/Sudewo dan Regu-2/Sutopo Juki dari -
Peleton-3/Duriatmojo.
Akhirnya dengan susah payah tentara Belanda ber-
hasil lepas libat d8llmengundurkan diri kear8-~ -
Gandusari.
Setelah menempatkan Regu-l danRegu-2-nya,
Duriatmojo membawa Regu-3/Heru Subandi berlari-
masuk desa Gadungan ditempat pertahanan Regu-l -
dan Regu-2 Peleton-l/Cemplon Sunyoto.
Menj elang saITIpaiditempat kedudukan pertahanan,-
anggota Regu Heru Subandi menemukan sesosok tu -
buh ya-Ylgtertelungkup didalam sawa-lL dengan darah
yang tergenang~disertaibau yang sangat amis.
Untuk memastikan korban tersebut, oleh anggota -
Regu Heru Subandi tubuh korban dibalik terlenteng
sehingga otak dibelakang kepala korba-Yl
terjatuh-
karena kepalanya,tertembak.
Korban tersebut adala-lL SUIDa-ryo seorang siswa SPM
(Sekola..lL
Pert-anian Menengah) Tulung AoPlill.g pinda.:.~
an dari SPM Bondowoso.
Selanjutnya korban dipind~hkan ketempat lain yang
lebih baik dan ditutup daun pisang yang ada dise-
kitar tempat itu, sedangkan pencarian korban lain
- .
diteruskan.
Pada saat itu, Duriatmojo bertemu dengan Herry -

Pratikto. selaku Komandan Regu-l!Peleton-l/Cemplon


Sunyoto daTI mengadakan koordinasi dalam menghadapi
tugas sel8-Yljutnya yaitu mencari dan menyempurnakan
korban-korban yang jatuh.

.
',-

95

Tidak lama kemudian, Regu Heru Subandi menemukan


-korban lain yai tu Harsono dan Ariantono ya:ng gu-
gur didalam sebu~h sungai kecil didaerah perta -
han~rmya dengan senap8-11. dan tekidanto masih da -
lam dekapa..11.. -
Masing-masing korban terkena tembakan dibagian -
kepala dan salahseoraP~ korban tulang rahaP~ya
terkuak lepas dari engselnya4
Sungg1Lh sua tu pemaJ:\.dangan yang mengerikan dan m.§.
nyedLQka..11. bagi rekan-rekan seperjuangannya.
Duriatmojo yang melihat korban-korban teE
sebut secara emosional sangat terpeng~~~ sehing
ga terduduk lemas dan tidak tega melihatnya.
Disaat y&~g demikian itu, pa..~dangan uuriatmojo -
te~aku pads. seonggok benda hi~am yang tergolek-
dibawa..h pohon kelapa yang tumbUhnya miring dite-
pi gungai kecil dimana jenazah korban Harsono -
d~~ Ariantono diketew~kan.
...
Duriatmojo ke~~dian memerL11.tahkan He~~ SUD8-11.di -
untuk melihat benda tersebut yang menarik perha-
~.
\,1.annya.
Heru Subandl segera melLQat benda Y8-~g di tunjuk-
k8.n itu da..11.ternyata onggokan hitam tersebut ad§
lah jehazah Cemplon Sunyoto KomanfuL11.Peleton-l.
Perasaan Duriatmojo bertarnb8-h sedlh ketika meng.§.
tahui hal terse but daTI segera rnembawa a..11.ggota Re-
gu Her~ Subandi menL~galkan tempat itu setela..h -
terlebih dahulu memberika..11.pesan-pesan kepada -
Her~J Pratih~o sela~~ pejabat tertua dalarn Pele -
ton-l d8-~ rcl0Jat setempat tentang peng~~s8-11. je-
nazah-jenaza..h anggota TRIP/Jawa Tirnur itu.
Gugur lagi 4 orang Pelajar Pejuang sebagai Putra-
Putra terbaik Bangsa Indonesia YS-11.gberjua.ng me -
negakka..~ Kemerdekaan melawan ten tara Belanda.
',-

96

Kemudianpada sore hari i tu juga tangga1 14 Juni-


1949 di1akukan upacara pemakarnan 4 j enazah anak -
anak TRIP/ Jawa Timur YEmg gugur dala.'1l pertempuran
di Gadungan/Gandusari di pekuburan urnurn desa Ga-
- dungan.
~pacara pemakaman yang sangat sederhana, di1epas
dengan tetesan air mata rekan-rekannya yang hadir
disertai do 'a semoga arwah mereka rnendapat tempat
yang 1ayak disisi Tuhan Yang Nl8.ha Esa daIl Nlaha -
Kuasa.
Se1amat jalan temanku :Pah1awan, se1amat jal8Il, -
pengorbanan dan perjuanganmu akan kami teruskan.
Sete1ah se1esai rnenyempurnakan ke-4 j ena -
zah terse but, masing-masing :Pe1eton kembali keke
dudukannya semu1a.
Herry :Pratikto sebagai pejaba.t tertua dida1arn :P~
1eton-l segera me1apork8Il p~rtempuran dan kerugi
an yang diderita :Pe1eton-l kepada Kornandan Kompi
-3 Subiantoro.
Se1a.~jutnya Herry :Pratikto membawa Peleton-l me-
ninggalkan desa GadQngan kearah utara menuju de-
sa..:Baru Klinting bersama :Pe1eton-2/Suyi tno.
Sedangkan Pe1eton-J oleh Duriatmojo dibawa ke -
arah Timur meninggalkan desa Ngaringan, menj aQ"hi
desa Gadungan yang memberikan kesan dan kenangan
sangat menyedihkan.
Ketiga orang Komandan :Pe1eton dari Kompi-3 ters~
but sepakat meninggalkfu~ desa Gadungan karena -
pertimbanga.n-pertimbangan sebagai berikut :
- Tentara Belanda setelah rne1ancarkan se-
rangannya kedesa Gadungan sudah dapat di
pastikan akan me1akukan pemberslhan be-
sar-besaran didesa tersebut.

...
-,

97

- Menghindarkan seluruh anggota dari mental


break down (Kehancuran mental) yang leblll
parah apabila maslh tetap berada didesa -
Gadungan karena sejak peristiwa gugD-~ya
ke-4 ternan-ternanmereka dalam keadaan -
yang sangat mengerikan itu, gejala-gejala
tersebut sudah rnu1ai.kelihatan.
Mereka pada umurnnya adalah Femuda-Pemuda
Felajar y8Xlg masih tanggung, belum pernah
menyaksikan pemandangan yang mengerikan-
seperti yang dialami oleh Fara korban.
Merupakan suatu keuntungan dengan menyingkirnya-
Peleton-Feleton tersebut dari desa Gadung~~ karena
pada keesokan harinya tentara Belanda dengan keku-
atan yang sangat besar didukung 3 buah pesawat -

udara taktisnya melakukan gernpur~ kedesa Gadungan.


~etiap ketinggian dan jalan-jalan pendekat didalam
desa Gadungan dipenuhi dengan tembakan-ternbakan-
penutupan dan penghancuran dari senjata lintasan-
lengkungnya disertai strafing olen pesawat udara-
nya sehingga tidak satupun lobang-lobang penying-
kiran keluar desa tersebut yang aman. .

Disamping itu pasukan Infanteri tentara Belanda -


rnerarnbahtiap jengkal tanah didalam desa Gadungan
tidak memungkinkan 1010s apabi1a didesa tersebut-
rnasih terdapat Pasukan TNT maupun TRIP/ Jaw a 'rirnur.
Setelah tentara Be1anda tidak berhasi1 menjumpai-
Pasukan TNT dan TRIP/Jawa Timur didesa tersebut , -

tentara Belanda meninggalkan desa Gadungan.


Sudah barang tentu rakyatla..l1.
yang menjadi korban -
keganasan tentara Belanda terse~ut .karenarakyat -

tidak tahu apa-apa da.n tidak dapat berbuat apa-apa.


Wa1aupun demi.kian,rakya.t yang saDgat benci kepada-
Belanda tetap membantu Para Pejuang Kemerdekaan -

tanpa merasa takut.


"

98

Setelah keadaan tenang daTImental anggota-


Peleton-Peleton Kompi-3/TRIP telab. pulih dari pe-
rasaan stress, selanjutnya oleh Subiantoro kemba-
Ii ditempatkan didaerah front.
Pel~ton-1 yang dipimpin oleh Herry Pratikto dltem
.patkan menguasai daerah Soso, Tej0 dan Bantaran,
Pe1eton-2 yang tetap dipimpin oleh Suyitno meng-
amankan Markas I¥>mando Kompi- 3 di Slumbung.
Pe1eton-3 yang dipimpin oleh Duriatmojo yang me-
nyingkir dari desa GadlUlgankearah Timur desa Nga
ringan menuju Slumbung, kemba1i ditugaskan kedesa
Gadungan/Gandusari. '

Kedudukan dan penempatan Pe1eton-Peleton Kompi-3


tersebut tetap sarnpaidiadakannya gencatan sen -
jata da1am rangka ber1angsungnyaKonferensi Me -
ja Bundar (KMB) pada bulan Agustus 1949 antara -
Pemerintah Repub1ik Indonesia dengan Pemerintah-
Belanda di Den Haag (Negeri Belanda).

15. Pertempuran Wlingi.


Sebagai Iangkah pendahuluan untuk mengada -
kan perundingan tingkat tinggi antara Pemerintah-
Repub1ik Indonesia dengan Pemerintah Belanda guns.
menye1esaikan pertikaian antara kedus.pihak, maka
pada tangga1 7 Mei 1949 dicapai persetujuan RID,1 -
ROYEN yang isi pokoknya sebagai berikut :
" -
Tentara Be1anda harus ditarik mundur dari
daerah Republik (Daerah hasil perjanjian-
RENVILLE) .
- Pemimpin-Pemimpin Pemerintah Republik In-
donesia harus dibebaskan Qan dikembalikan
ke Jogyakarta..
-',

99

- Kedua belah pihak harus menghe~tikan tel!!


.
,-
bak menembak.
- Kerajaan Belanda dan Indonesia harus me-
ngadakan perundingan yaitu Konferensi -
Meja Bundar.
- Kerajaan Belanda harus menyerahkan keda-
ulatan kepada Republik Indonesia.
Disamping itu telah pula disepakati bahwa Konfe -
rensi Meja Bundar akan diadakan pada bulan Agustus
1949 di Den Haag.
Berdasarkan hasil persetujuan RUM ROYEN tersebut -
maka pada sekitar bulan Juli 1949 diberlakukan -
gencatan senjata dimana kekuatan senjata kedua be-
lah pihak tidak dibenarkan tembak menembak dan ha-
rus kembali berada digaris demarkasi sesuai pemba-
gian daerah dalam perjanjian RENVILLE.
Akan tetapi seperti sUd&~ menjadi kebiasaan-
nya, tentara Belanda selalu ingin menang sendiri -
dan menganggap remeh kekuatan bersenjata pihak Re-
pub1ik Indonesia serta-.
berusaha meng-exploi tir se-
tiap kesempatan yang ada untuk keuntungannya.
Dengan segala macam cara pihak Belanda selalu me -
lakukan pelanggaran terhadap persetujuan maupun -
perjanjian yang telah disepakati bersama antara ke
dua belah pihak.
Tanpa perasaan malu, ditengah-tengah ketenangan -
gencatan senjata tentara Be1anda melakukan tindak-
an provokasi dengan mengerahkan kekuatannya masuk
keda1amdaerah kekuasaan Republik Indonesia bahkan
melakukan penangkapan terhadap Camat Wlingi dan -
Camat Talun sebagai Perangkat -Aparat Pemerintah -
Repub1ik Indonesia yang ayah. - .-

Kedua orang Camat tersebut ditangkap tentara Be -


landa dengan tuduhan telah melakukan infiltrasi -
(Penyusupan) kedalam daerah pendudukan Belanda.

--".--" ,.-,-.-, ,- - -.

II
-'. "

100

Isman sel~h~ Komandan Eatalyon TRIP/Jawa Timur -

yang mempunyai tanggung jawab didaera...1J.


tersebut -
merasa sangat tersinggung atas perbuatan tentara-
BeleIlda yang secara terang-teranga.n
melanggar wi-
layah kekuasaan Bat~lyon TRIP/Jawa Timur.
,Demi menegakkan keadilan, kebenaran dan kewibawa-
,
an Republik Indonesia, Isman segera mengirimkan -
surat kepada Kapten Schaap Komandan Tentara Belan
da di Vllingi berisi ul timatU1I1 ya...1J.g intinya berbu- '

nyi :ItSegera be baskan Camat Vllingi dan Camat Ta -

lun yang saudara tangkap karena kalau tidak sege-


rE. dibebaskan maka Pasukan saya akan'membatalkan-
gencatan senjata didaerah ini daTI selanjutnya ke-
selamatan saudara tidak saya jamin ".
Bersamaan dengan dikirimnya surat yang berisi ul-
timatU1I1tersebut t Isman memerintehkan Regu Heru -
Subandi masuk kedaerah Talun dall Peleton Warno IDa
suk kedaerah Bendogerit gUTIa mengumpulkan infor -
masi tentang tent2Z'a Eelanda didaerah Wlingi se -
telah menerima ultimatum.
Akan tetapi, terr...yatatentara Belanda menganggap -
remeh ultimatum yang dikirim oleh ISITl8Jl bahka..'rJ.
-

ul timatUJlltersebut die.nggapnya sebagai bualan ko-


song sekelompok pemuda tanggung yang baru pandai-
memeg~'rJ.g senjata.
Tentara Eelanda tetap pada pendiriaDJ1ya,tidak mau
melepaskan kedua orang Camat yang tela...1J.
ditangkap
dengan tuduhan y~ mengada-ada itu saIDpaimele -
wati batas waktu yang telah ditentukan dalam ulti
matum.
Melihat tingkah tentara Belanda yang angkuh dan -
keras kepala itu, selurUh anggota Eatalyon TRIP/~
Jawa Timur sangat marah dan ingin segera.menyer -
bu tente.ra Belanda yang ada di Wlingi.

,---' """~"'" .. I
'-

101

Mereka ingin membuktikan bahwa ultimatum mereka -


bukan hanya bualan dan omong kosong belaka tetapi
ultimatum yang disertai te.nggung jawab dem; mene-
gakkan Kemerdekaan yang selama ini mereka perju -
~k~. -

Menyadari bahwa tentaxa Belanda tidak dapat


diajak kompromi secara baik karena TRIP /Jawa Timur
masih menghargai gencatan senjata, selanjutnya<-
Isman bersama Staf Batalyon membuat perencanaan -
serangan untuk memberi hajaran kepada tentara Be-
landa di Wlingi pimpinan Kapten Schaap.
Selanjutnya pada bulDIi Juli 1949, denga.ndilindungi
tembakan pendahuluan meriam Banteng Blorok, Bata1-
yon TRIP/Jaw~ Timur melancarkan serangannya ke -
Wlingi sehingga pecah pertempuran yang saIlgatseru.
Se1&~ ~ 2 minggu terjadi pertempuran tersebut di-
mana anggota TRIP/Ja~~ Timu? menyusup dan menyerbu
kubu-kubu pertahanen tentara Be1anda ya:ngmu1ai -
rapuh akibat gempuran senjata-senjata TRIP/Jawa -
Timur baik senjata Juki hangyu maupun Tekida.-rJ.to
-
serta tembakan dari meriam Banteng Blorok tepat -
mengenai sasara.~.
Anggota TRIP/Jawa Timur dalam serbuan itu seperti
kesetanan karena ingin membuktikan b~~wa mereka ti
dak dapat diremehkan walaupun rnasih sangat muda -
muda.
Apalagi dengan disertai semangat juang yang tinggi
dan tekad lebih baik hancur bersama. debunya Kemer-
dekaan dari pada hidup BUbur dialam penjajahan, II1,§;

ka serbuan anggota TRIP/Jawa Timur benar-benar meill


buat tentara Be1anda di Wlingi kewalahan.
Akhirnya tentera Belanda menyadari kekeliruan peni
1aiannya terhadap TRIPI Jawa Timur sehingga tuntut-

: I

j I
"

102

an TRIP/Jawa Tirnurdipenuhi dengan membebask~~ ke


dua orang Camat ya 11.g-di tahan i tu..
Setelah kedua orang Carnat tersebut dibebaskan, Ba
talyon TRIP/Jawa Timur rnenghentikan serb~~ya -
dan menarik diri kernba1i ke garis --dernarkasi.
Sejak saat itu didaerah tersebut diberlakukan kem
bali gencatan senjata sehingga kembali tenang se-
perti sebelUITl
terjadi.pertempuranWlingi sampai -
diakuinya kedaulatan Negara Repub1ik Indonesia -
oleh Belanda pada-tangga1 27 Desember 1949.

16. Meriam BanteIig Blorok kembali ke Induk-nya.

Selanjutnya setelah Z 4 bulan meriam Banteng


Blorok di-B/P-kan kepada Batelyon TRIP/Jawa Timur,
maka pada bulan Juli 1949 masih didalaliimasa gen-
catan senjata menj elang diadakannye. Konferensi Me
ja Bundar (KMB), meriam B~teng
!
Blorok dijemDut - ~

oleh kesatuan induknya Bateray-I Artileri/Batal -


yon-C/Divisi-I/Jawa Timur dep~an sebUan truck di
tempatkan didesa Pake1/Tulung Agung, diregistrasi
daD dicatat data-datanya sebagai IT~lik kesatuan -
terse but.

Setelah itu meriam Banteng Blorok dipindahkan ke-


h~y~s Komando Artileri Divisi-I/Jawa Timur di j§
Ian Payarnan-Hganjukpada tanggal 3 .Agustus 1949.
Dengan demikian maka rneriam Banteng Bloroktelah-
dicatat sebagai salah sebuah meriam yang pernah -
digunakan oleh TNI dan TRIP/Je.vla Tirnur dalam pe -
rang Kemerdekaan Republik Indonesie. .
MeriamBanteng Blorok telah berada ditempat yang-
amen den bebas dari kejaren tentara Belanda yang-
ingin rnerebutnya, kembali kedalam li.ngkungan kesa-
tuan induknya.

..
"

103
'(

A.!."fAK-Fl~AK'I:RIP/ JAV1A TDIUR DI DEPA.N


ASRF..MA .
/' c{
, r'. :.. "
'1~ ' :I ~)
, ')
I
I (I.'
"

1 ~
-. "" C'
~# ~

;I N
-- A K- ~~
. T.;'"-..'" "-j,TL\';(- ~ TP / tJ.<"'_,,"-
'"" HiA .11Th
J ill'i-<
-- 31) "P

:!1EL.:\.KSA1I AKAi.'T .rUG AS ~


"

104

17. Penghargaan untuk meriam Banter.g B1orok.


0100 karena meriam Ba.nteng B1orok te1ah ba -
nyak jasanya selama p erang Kemerdekaan Republik In
-
,;jj
'.~
- donesia, maka banyak tokoh-tokoh pejuang Kemerde
kaan terutama yang se1a.ma perang Kemerdekaan perna.h
menggunakan meriam tersebut menginginkan agar meri
.')
am Banteng Blorok dicari dan diabadikan pada suatu
tempat agar dapat di1ihat oleh generasi muda Bang-
sa Indonesia.
Dengan menyaksikan meriam tersebut maka diharapkan
Para generasi
muda Bangsa Indonesia mempero1eh gam
baran yang je1as bahwa Kemerdekaan Republik Indon,g
sia bukan hadiah yang diberikan oleh Be1anda, akan
tetapi diperjuangkan dengan tebusan yang sangat -
mahal berupa darah, n:yawa, air mata dan harta ben-
da yang tidak sedikit jumlahnya.
Sehingga sete1ah rnemperoleh gambaran tersebut,dida
lam hati Para generasi muda Ba.ngsa Indonesia aka..11.
timbul perasaan cinta kepada tanah airnya, cinta -
kepada.bangsanya dan cinta kepada Kemerdekaan.
.,"
Berdasarkan Surat Tilgram Kasad nomor ST/336/
~
1974 tangga1 22 Agv.stus 1974 da.n Surat Dewan Hari-
an Nasional Angkatan f 45 nomor 042/PjVI/1974 ta.'1g-
gal 5 Juni 1974 tentang permintaan agar rneri8.I!1 BB!!
teng Blorok disimpan di Gedung Juang '45 jalan Me!!
teng Raya nomor 31 Jakarta dengan segera disambut-
hangat oleh Para tokoh-tokoh Pejuang Kemerdekaan.
Oleh Para tokoh-tokoh tersebut segera dilakukan peg
carian meriam Banteng B1orok dise1uruh jajaran ke-
satuan Arti1eri yang berdomisili di Pulau Jawa.
Setelah mela1ui proses pencarian yang cukup lama, -
akhirnya meriam Banteng B1orok berhasi1 diketemukan-

.
105

di W~rkas Komando Batalyon Artileri Med~-5/Sili-


wangi Cipanas "
untuk hiasan pintu gerbang seba-
.

gai monumen kebanggaan anggotanya yang sebagian-


besar pernah menjadi anggota Batalyon Artileri-
C/Divisi-I/Jawa Timur.
Selanjutnya pada tanggal 28 Pebruari 1975 secara
resmi Brigadir Jendral ~rI Abdullah Sajad seba -
gai pihak Kesatu menyerahkan meriam Banteng Blo-
rok kepada Letnan Jendral TNI (KKO-AL) selakuKe
tua Dewan Harian Nasional Angkatan '45 sebagai -
pihak Kedua.
Didalarn upacara penyerahan meriam Banteng Blorok
di Gedung Juang '45 jalan Menteng Raya nomor 31-
Jakarta dihadiri oleh Kolonel (Puma) S.Minggu -
bekas KornandanArtileri Divisi-I/Jawa Timur dan-
Wakil TRIP/Jawa Timur yaitu Brigadir Jendral TNI
Sudarto, Kolonel pxtileri Coleman serta Letnan -
Kolonel Infanteri Djliteng Suyoto.
Dengan disimpannya rneriam Banteng Blorok di
Gedung Juang '45" yang banyak menyimpan benda-ben-
da bersejarah dan selalu mendapat kunjungan dari-
Para Pelajar mulai dari :tingkatSLTP sampai ke ~
Perguruan Tinggi, maka peranan anak-anak TRIP/Ja-
wa Timur bersama meriam Banteng Blorok selama Pe-
rang Kemerdekaan Republik Indonesia dapat mereka-
saksikan secara visual.
Sehingga dengan cara demikian rnereka e.kan memiliki
rasa cinta tanah air dan cinta kemerdekaan rneng -
ingat perjuangan Para Pelajar Pejuang Bersenjata-
dalam Perang KernerdekaanRepublik Indonesia dila-
I
kukan oleh Para Pelajar yang sebaya dengan mereka.
j
Para Pelajar sebagai generasi muda Bangsa Indone-
I
sia akan memiliki motivasi dan dedikasi yang tinggi.

.:1

J
-,

106

~---

ANAK-AJ.'1AK TRTP/ JAVlA TTIv1UR SEDAL"fG DI Au'"'RAivl1lli"iA.


: ,: - -v,{,YV!? /1 ~ ('
I" V v 'v\.,
i

1
4
1j
I
.j

Al"fAK-iUiAK TRIP I JAVlA TTI~1URSEDANG BERLIBUR DIKOTA.


-,

107

.~
..
.

..

JEEP HASIL R4~~ASAN DPRI BE~rDA


DIGUl'rAKAN OLEH .A.lTAK-1L1\IAKTRTI? / JAWA TLIlfHJR
TERM.A.3UK Al\fGGOTA PUTERI.

1
i

A.NAK-A..1\IAK TR T"P/ JAWA TIIvIUR


SL:\..P BERA1\fGKAT NAIK 'rRUCK RAMPAS.AN
DA...ii.I BELAi\fDA.
108

.~1'{AK-Al\JAKTRIP! JAWA Tn~'IUR AKAN MENGIKtJTI P-3-AD"

4
~
~I
1

Ai.'IAK-ANAK TRIP / JA'llA 'rJ.lVITJRBERi'.NGKAT KE FRONT


NAIK KB.H.ETA API.
" "

109

-BAB-III

KESIMPULAN

Kisah sejarah meriam Banteng B10rok YBIlgdi


uraikan dida1am. buku ini merupakan suatu fakta -
yang berhasi1 mencatat dan merekam peristiwa per-
juangan menegakkan Kemerdekaan Republik Indonesia
yang te1ah dilakukan oleh Para Pejuang Kemerdeka-
an khususnya anak-anak TRIP/ Javra Timur sebagai -
,:")
dharma bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indone-
sia yang sangat kita cintai yang berdasarkan Pan-
casi1a dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan dewikian dapat ditarik suatu kesirnpulan s~
bagai berikut : ~-
1. Meriam Banteng B1orok bukan hsnya mi1ik-
TNI-AD, tetapi menjadi mi1ik seluruh ra..l(
yat Indonesia.
2. Hanya dengan kerja keras disertai kemam-
Para Telmisi
puan dan kemahira..11. bangsa -
Indonesia sendir{ yang bekerja siang-ma-
lam dipabrik senjata Republik Indonesia
Kedung Banteng - Solo berhasi1 memper -
baiki dan menciptakan meriam Banteng BIQ
)
~1
ya..11.gun:i.k dan khas ta..;:!
rok dengan be..Yltuk
pa mengurangi daya tembaknya.
J. ffieriamBanteng B1orok perlu di1estarikan
ya..Ylgbaik
dengan memberikan perawat&11. -
agar dapat disaksikan oleh Para generasi
muda bangsa Indonesia sepa..Yljang masa -
yang memberikangambaranbetapa susa..h p§:
yahnya Para Pejuangdahulumerebutdan -
menegakkanKemerdekaanNegaraRepublik-
L11.donesia.

4. Sebagai pusat perhatia..Yl maka tepat seka-


Ii meriam Bant~~g Blorok ditempatke~ dan
disimp'an di Gedung Juang f 45 Jakarta.

I
-',

110

5. ?erjuangan Para Peju~Qg d&~ulu ~~ususnya


anak-~ak TRIP/Jawa Timur yang selalu ba
hu membahu dengan rakyat mer..xpakansoko-
guru dan.perwujutan kernanunggalan antara
. ABRI dan Rakyat dalam bentuk yang sangat
nyata.
6. Kemerdekaan Negara Republik Indonesia di
peroleh dengan pengorbanan yang sCL~at -
mahal dari Para Pejuang dahulu khususnya
anak-anak TRIP/Jawa Timur yang hanya beE
bekal motivasi, dedikasi dan semangat j~
ang yang tinggi tanpa disertai pamrih -
apapun.
7. Hanya. dengan tekad yang mernbajadisertai
kerja keras, segala sesuatu yang dicita-
ci t akan ak811 dapat te:s-capai.

..
III

Al'J"
AK- Ai'IAK TRIP / JAWA TIi\iUR
DISEKELILn:rG SEDAN KOMA.I.\IDAN
BATA.LYON
KASIL RAMPASAN DARI BEL~~DA.

f
112

SEORANG ~~GGOTA TRIP/JAWA TIWfu~ -


DENGA_WSERAGA.\1 HITAM-HITAM
DIIV.l~A.W DEPAN TRUCK RAMPASAN
BERS.ANiA PENGEr.mDI TRUCK SEORANG Ai~GGOTA KNIL.

"
113

BAB-IV

PENUTUP

Sepak terjang Para Pejuang Kemerdekaan dulu


Idlususnya anak-anak ~IP/Jawa Timur yang terga -
bung dalam kesat~ Batalyon TRIP/Detasem~-I/Bri
gade-17/KRU "wn bersama meriam Banteng B1orok te-
1~~ mengukir sejarah perjuangan m~~egakkan Kemer-
- dekaan Negara Republik Indonesia pada periode ta-
hun 1945 - 1949.
Dengan adanya buhll sejar&~ ini yang menguraikan -
motivasi, dedikasi dan semangat juang yang tinggi
yang dimiliki Para Pejuang dahulu ~Lususnya anak-
~~ak TRIP/Jawa Timur dalam Perang Kemerdekaan me-
1awan penjajah Belanda dapat dijadikan salah satu
sumber sejarah y~~ memberik~~ pendidikan sikap -
mental dan moral generasi muda bangsa Indonesia -
terutama Para Pelajarnya.
~ereka sangat dL~arapk&~ menjadi teknokrat-tekno-
k1~aty~~g ak~~ menerima warisCL~ dan melanjutkan -
kepemimpi:1.al1.
Nasionaluntuk mewujutka..~
tujuan Na-
sional yaitu masyarakat adil den makmur material
dan spiritual berdasark&~ Pancasila dan Undang -
Undang Dasar 1945.
Pada masa Perang KemerdekaCL~ dahulu, Para -
Pejuang Kemerdekaan khususnya anak-anak TRIP/Jawa
Timur mengangkat senjata melawan penjajah Belanda,
akan tetapi pada masa sekarang d.anyang akan da-
tang generasi muda bCL~gsa Indonesia dituntut untuk
berjuang mela~rculkemisk~~ dan kebodohan serta -
rongrongan-rongrongan dari p ihak-p ihak yang ingin
merobah dan mengganti ideologi Pancasila.
Musuh-rnusuh Pancasila itu sangat memba..'1ayakanpe!:
satu&~ dan kesatuan bangsa Indonesia y&~g dapat -
menganc~~ keselamatan Negara Republik L~donesia.
'- "
1
,!

I
114

Untuk itu sangat diper1ukan generasi muda.~angsa-


I
I
i Indonesia yang ~anggap, tanggon, tangguh dan treng
J
ginas guna menghadapi setiap tantangan, hambata..T1-
dan ancaman yan.g mengarah kepada usa..~auntuk mem.§.
I cab.belah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.
i Sebagai akhir kata, semoga buku sejarah ini
dapat dijadikari bekal bagi generasi ke generasi -
muda bangsa Indonesia sehingga Negara Republik -
Indonesia yang sangat kita cintai berdasarkan Pa.;Q
casila dan Undang-Undang Dasar1945 dapat lestari
sepanjang masa.
Semoga Negara dan Bangsa Indonesia selalu berada
dalam lindungan Tu..~an Yang iv1aha Esa dan Maha Ku -
asa untuk selama-lamanya.
Amin.

00000-------

(c

.
"
"

1 115
1

1'!:!..!&!~U1',\:1
IU::?WLll:Im:o:~A .r;am.-oiran- .1
rc::..w:c ;rn.I'l.'U{ r:;.;:!:;.f! a:""ffi~.sIDjiZiA.t{I:EDIP.I-

r'iJ'IJ'rt.r.s.i.OI
rGIAt!j1,\HUIL rot o..Ei~;,H "!AR.. I!::DIRI I JliTIGAGi: ,,~
Moa.C' I .\ .3/".!oc;U1",;" ~~,t1 I 15- p.~...l.-l~9.

rCr' 4~1I. ).Ill. ca..r-. r-.t', 1::..<.iirl/ :(oaA.IId. 3 ri, 9 1f:J'.


l'

1{ ,. !" b a ~ ..

".l~porA. ,~l (j~C'at..iou. ~ ~.Lit..;uo "'~U~ 11 J\prll. 19-(9,


~iHUI had: k:;"ablin.:.:I. ;:s..~ \c.o"'r:u..L:,~ d~~
!.:.t;.;..!l.(.:Ci\.:sG.J!.,
p.l..~~ T.lli l\I!\~:z\ \L,..u' d1lJ~mii~ p1re.;Ji~ 1">ll.~.R-cc::::-~.d:ut.
DUn J A 1" J .$aa.oj<ti£", b~C";z~ (:<:u:.o*) j;J.1q u..oJ.A cii.:ill"'l.lt ~<o")Qr
1'1I~h"'"11 d:11.i.!1C1!::.1illt:;~~c:.:..pt' ~.::k-.;;, d.;u'i c klU:t ...-
r~a~~ r~s~~ p~~~ t~a~~~l ~'A~'il l~{J, d~~~u ~.~~.t4

:! . 1:1. t.t t ;: ~ Ie. :;. J:1

U...JaGlI'"ik"ll p..,...::::u.('::~~a '..t.i.c:.;:::i.-I:.i 4;>j;.i.:.LJ4;';_,0"0"- pcl..Lm~


C;)'iIWLII<1a.a f] U It J A 'T d:u:.!. 'utU' U;~ 1':1,::::1u: b"c"I;'u't -q: p'

&~ buah1l.j1l., d c::"g,~:.IUo'1 p~A,:it.tI.1.~~, 4U~>4j" l.:...L..:.~..k-" ~.~-


b4h.:uo.-r!.a :..:..b-oor~ai..aAjA~ t;."l.Gh.u UU:juidca. i= l..lap dip..-
u..'1.ara, b.utk...~tlii.-""u"it, l:>.G.i"u~""j" \ ..~~ u i-iJ.~ ;;~'-<:;:t:' ::..-
AjaU-d.jA.La. a I 'n:.Wj~ p;tc'..:.u {."-='- ~roa.d\jot:.UU: b.o.o. 1..I:.:im1ja.,
U2.i.t2 'u.nu r.:.ob :: w ""..,,<::!!..~jurka.K a.~(&".C" p..~tij."ij"'a.....
-p.a.i. ~QC'..k~ ~a..j:'!> ~~ ::..::~li (IAr!. auai. r-.7""~"

DikQ~~aL~::~ ~~~~-
f..d.4 1.4-.::::;;..1 b Apt""-l. l.~a..
!,adw. dJ= Q'J.OO..
:w:.~..d.:I..u. !L:1.l.:1.~..C'Oa ,. ~"""Gid.6LUI 1C.d:L-1/
Bt"lc"'cic":',
\jJlg/\'.t4
i~~:::-~,oi!:::~~ !-::~:»!.d.. :

:.i!;\;i::';::ii}lIl.~. {)uo J'U.. ( It. S-l.r<id:r-_'I.<f


L.. bo:.. ~1.. )

Ti,",cI~g&. 1c..o.;.dI.

1.~,T- ~lu. Qiy.r/r.uu.~~. ~j"~~"


1.?'.'.:'oa..h&,.'f!!.lr, Ojaf.i:::.. 1Ji;J1;.li..~ iic:.i~i li.;~;::~ ,,_li.:J.j~

Y~I{G~1'AHUI I

'\ji.iN~-:-~
//- I" l'AUl.d
"" "~y:J"ih~-z.;'l'l:Jut. 'iI. . Ob..~.'~{ .>7'.~:.-
~.'" \Oi' , " ,'!'.{"
JI v. y---:
'/'!.'/.o' , J 'V'-,
I;L
',.;. -..
/:-.. "\., '- \)
.,
,
.' ~( .<3). ~ 07~'[ftJIP--;-:.
r:- /I ,'\, H n r.:-1
br-
( <'-'-' /",,-, ~ \\.
~o?r~~ ~~~t<U.~3..-
~<:(I "?
i\o:.\
,~ M
~
S~::'f5A~,,;i I..-"-:-.
,-.;,~,~,.~:,:,~"j.._,
I~/""'~:":~' ,,' ~"
"+~~?>"";:"'J"
' / -- ::>--_.
(
.,/'n /
'" j-
'J.'ilI~ P~ngh.a.r~ ini llUia.jadi b.ak Sauds.ra.

P~gtl /l'.:l~tuu ,"catci den.g-.uJ. ~l bhak-1;i da..'l par joa.n~ ~..ud.i:;..~.


S::o~i Di/iIrU.jXj Sura~ya, 11 r~et 1981
!3e.17 L":.'d"L'IC 'E-:U' L::':' :::.!:.~rl
lZ... ;':Oli'~~
...0= Pa.aukan P~~...a.l :.{eri~
.. BJ\.N'ft;HC ULORO!>: ..

Br'l.Cdde 17 'L'RIl' JOJ.1.a.Ti~

~~ODJO
16129
'.-- .--.----.--

--=-::"':::' -:,'. .'-:-' -.-~=O=-- --'-J


',-

116

Lam"Diran-2
j{0t'!1INJJ')?f.}lG['MBAI';G,.:J ?£HDIDn:l.I! 01,11 UI'rIHMI
T!.1iT..fll, !II,;')IO!1.'.L IJI1JOIIE3II. I\l!GYJITilll Dl\JU.T ~;;~,
PUSA'J' ::']T I1£R I j1ED1U~
-------------------------------------------

...
0 to. l-![! J\f!

Tnl SilIlDIlY/\ YUUUHA

PRO S E S .. '1 E n !3 Ii. II I.

1. B;~nDIl~,i.nr~itI!3URhT TIWnA.H Kt.S TUT flD HO 3T/366/1974 TAHGGL\L


22 1l(;U:3TU3 1974 DAN StnH\.T DE>-I1tl1!IMlIMf lIi\.SImrAL 45 'UO.042/
P/IJI/197L~ 'fAtlGOAL 5 .TUUI 1974 TJ;UTlI.UO PBHiU1ITA!\N UU'ruK 1-1£-
lIYIHi'lll! '32!!D1\ !3!::nSEJARAU DERUPA : HER11\.11"BANTEIIQ i3LOROI~"
DI GEmma JU/Illa 45 JALAlI HEIITEUG RAYA IW. }r: JA1{j~'rI..

II. YAlIG !3EP.TJUIDA TM!GAN DIB[,HiLH INI :


1. 11 t\ r1 :t : ABDULLAH SI\DJAD.

P.\.IIC:;~.T : BRIGi.DIR JEIIDERAL TIll I.D~


J i'.!3I~'I':J: : KOiW/D[ul PUSAT itRTlLEJ1 I ;-rE:DAlITIU AD.7
SELia~Tt!TIIYA DlSEBUT PIHIt.K !CE..,,)ATU.

2. II J\ Ii 1\ : ALl 3ADffiIII.
PA!H:l,.',T : LETNAU JEIlDERAL TNI / KED AL.
JAJ,I-I'JUl : KETUI. HltR IMI DE'rl/U'1HM IAlI HLl.3lOtfAL ;

AUGMTAli 45.
SELJU1JUTlr{A ulSEBUT Pr.dAK KEDUA.

Ill. P !HJ\.1~ :;:£SATU d£!IYERAH.KJIN SA'!"'J PUCUK 11££1IM! It BiiliTElIO awn 01."
iG:l'1\DI\. PIHhK ltEDUA U1iTUK 3ELlUiJlITlIYA DITEiLPATKiJl D1 G~mUHa
.TU;tile 45-Jii.L.UL liENTErIC RAYA 110.)1 JAICJU1TA, 3EHAGs\I Ill.i:lIDA
f)EHar:J i\.RAH.
-="
IV. :IA1~A !1ULAI 3UTIAT PEll1UIIJi\. TA1/I1AlfAU PROSES VEr!8AltL IUT PiJ:-
T!l.IIOGUHGi\l1 J M/A!3 BERALIH DAIUPILDA PIHAlC KE3f.".'U KEPhDA PI!!itl:
lJ::DUA . .

J J\Kltn-rh, - - 1975
'U.f1G HI'3.l1::nBit YANG liEUYEHAllKA.!I,
P IHJlJC - II P IlIltK - r
TTD TTD
il L I ;1[\0 [K III ABDULLAH SI1DJfID.
D~; ;;;JTJ"FfJ I,..:'~[, L '1'11I/Kl(d-Al; . lliliGADilfJmruTITL'!.Ll'jJ r - J)
.- 3ALllIiilI fl6lJUili donglln tl-,lill.ya
f'S .K.ABAG RftR TRl..1Wk PUSl\.flHED THI
--
. ,';--. ,
/.., / '---!,-'/..('- ---
rCHL/IS 1'OELOE3
,{l..?un tJ1Tfiif~~1m.
'- '"

117
i
i
J
I j, O.I.4i!DO i'~.. .Ld_I :)1\1;';"" . ,-" i.JLU u,;;.:;., u..-';:~; ~..ld. Lem:oira.n - 3
'rEI/'r/ill A HAS r all A L III {)Ot-IL;~Vl AHCiKNr AN DM AT
I PW;Nr "\~TrLlm I l'i[~UA!f
1
--- .- '-----.... -- ---------------------
I
j
j K;\TA P!W'lTml\iiltif HEHLUI. BER:1EJAfiAH
r
1

1/ BA,NTI':t-IG BLonoK \I
~

}'[.ll:l mu IHH PAi/A jl~S{i;I'UH Yl\.UG :Ji\YA 11UI.lAlCAU.

j
KETU 1\ IJI:.'!.J1\1/ !IAn U\If (}tWU UQ JU illiG 45 '{A!I<I TEn !lORtwf, DM! ! .ilLI.:.
i 11III Y/.IfG B/Jl.\G It..
1
I DE1I(;.\1I 1'1:1/JfL'l'KAUSYUKUH KEHADLlRAT {lLLAH ~Wl'. iCJ\.MI D,',j11 P:OflPS
j :.nTlLER I AT.';.S UA,HAI<"'£PALAS'L'flli' TUT IUIGKAT1Ul DAR!.'!, fA.E!IYERAIL'UJ-I131m
1
II DA 3E:RSSJAR1'.H BERUPA ~EPUGUK !1ERIAit YAHG BERNAlfA IIB1UITEHG BLOl10K "
I DZ1/GANHA11'l':.1l,'.1IKAT.\ 3ERAGAI CETUSAfI !!I,TI UURIU1I YAllG PlmUH Ri.<'/.
I .
B/.JIGGA. SEPEllTI 8Imnill'1' TIlL
I
BET!. Pl. l1i.S:. i3t.liGGA HJI.'rr KAHr OAF/,'r !A.Et{E!1UHI PERHlN'l':";~lI DI:.'WI.!1
1
!iAnIfu'l GEDUliG ,JU/J!r, 45 UJ1TUK !1EllE!1UKAlI KEHBl\LI "TIANTENG ar..oROl\:"
1
i
HIl YAlIG 38'!.'ELlJI PEilC/.IIARHiH!YiL KE3ELUi1UII KE3ATUAU AHTILERI DlJi,t!f..
j iI..KHIilNYAD:.Pn'£ DI1'E,an:JUl D1 B.l.'rALYOUARTlLERI l1EDA1I-5ISILIUiJ:GI 01 -
I
i CIPJ\.U!.S CIAUJUf1 DAU.i! !:Bi.Dil1l.11 11i\3Ii! UTUH.
,,
Imn aliliilG lAU.!! !'::'T1'A. 81I1UlII. t.PA YANG KITA TEI-11JKA.H KElIBilLI !lIT
BEHAll-l1EllAfi 3£::I.D.\ ,\.3£.11:--£A. !-{ERIA.H. 3 I BA!lTE!!G .sLOP-OK BUKAIi HiU!'Il\ f::' ~
JENISU~{;L. Ki.nElll. !'~HAllG IUlL(J{ ~ATU-3ATUliYA MERIAM Dr !UDGUESI!. m:I!
Kill 3ATU-SATUUYA llE.:U.'\!1 Dr DUUIA YAliG liEHPUHYAI BEU'l'UK 3EPERTI UII.

LEEI!{ D..:U ITU. :::LHWAPADA KESEMPATlI.U BERSA!!AGIA INI, !1il3Iii


Dil.PA.T PULA !:AiH Hnpt!u Pi..«A PERAGA YA1IG LiU-lG3Ul-IGDAN EUILT HUDtll!G..H
P£.T1AlliJ!M"!i\.DEIIG;ul "i3iul'1'ElIG £3LonOK". TIl! YANG KIRANY.o\ SOLEH l~A:ir 1'I:.'1-
KElf1lr.:~'J[ ICEl1;JllLI KEF".DA Hf.DLIRIN :
1. KOit.ilIDIUfu.-\1'.'\.LYOl!;J~T IIe" \CQLOUEL PURN. lHUGGOE.
2. P~IICIP'l'J\ / PEnOI19:J~. LET1'U j\.R'f. PURl(. JCAP.!fAT::H.
J. KOI'\.:'.IIDl\l13E1\:3I . i~l.PTEl~ t.RT pURl!. SURIP KA8IYOHO-
l~. [~OI1JJIIJi\l! ?UCU1(. J:"'..P'rI!:U ,\R'f. W{uCILJ\l[ .
s. PEHEi1!3I.!(. !\..',p'rEll ART. SA,LAl-lUUK.il.STAHA!!.
6. p~!:jIllJt.U. Ki.P'l'L'1! "'~P.'r. KiillE!U.
7. PE!i(iISl !'\fCUK. LE1'TU CK.U 3J\lUll.
{\. pglJ:R.I r. ,-11111 I:n. peL'I,'U PtfRU. SOEn.IOUO.
3ELt.lUTU'C\ BEnK:.T (,11.3IH TE:"1SltA.PI.UUYA GAi--illfJl- POTHET DP. BJ.l!T!:liG
]Ls",,01( HII. 11(,~:.. POL:. CAT 3'~i'ii.ftr.lmYl. D!.Pl'.T PULl. DI1ffiHBALIlCiJI ;]~3{L-
G" IL!tlIJ. :.~ L II: 'Go..
. UI::aIKL\lH.AI! "u/,IIYA. .1P1\ "[AlIa W:!tY...\lIUUNG OALAH RJI.3I~ 3YUI~UR D;,n
!)[.MOGlLK1~:II, I1I:I:UlIl-,lI'r:.H HER lAM "niUf'fIDIG BLanOK" un. KE.'1.BM.I ~u.:..
. UJJI L!.GA DAlI SL:J:u1ii.HPEHJUA1JGAli8i1llOSt\ IHOOHE3I.1..
SED:..GIlI ;JUnnAH K,',.'rA. HJl.lCi\ DEUGAU RESCH KJ.HI SEHAUK/dl i{ERIi.rl
\I !3ii.U'fEl:G BLonoKtt III ( KEl' ADA DL"W
AN H/1RIAN GEUHm J1JAUG l!5..
co
.~ F. K r A M.",
CIliAHI,TGL. 28 - 2 -1975
K 0 H {LH D /. l~
Sil.LUIAlol 30SUIli dcng;lln €..91inya
1-:i .JC.l)A(i fLU 'l'n'.J~UII r~JS:dt;1ED I'NI-ilD. T'rD

. ~
..~ -- ~BDULL[Jr 31.D.JI,D-,--;:-
u!l lV iLl) lH J ;~ IJ~I' ,.-,
fC~:L ~:: :1'(1;::LO;~~;
':\{o': .."- ~:::,~.
"!

118
Lampiran-4

DATA KRONOLOG IS IJIERINi1 BA..1'JTENG BLOROK

1. Tatum 1945
e
Direbut dari bala tentara Dai Nippon (Jepang) dan
dikuasai olcl1Tentara Keamanan.Rakyat (TKR) di Su
rabaya, dan se1anjutnya digunakan untuk menghadapi
serangan.udara dan darat tentara pendudukan Ing -
gris/Gurkgha dan Be1anda da1am Agresi Militer ke-I.

2. Tanggal 18 Seutember 1948

- Digunakan untuk menumpas pemberontakan PKI/Muso-


di N~diun dan sekitarnya yaitu daerah Wa1ik~1~,
Hgawi, Tulung AglUlg, Trenggalek, Tugu, Sawo, Ar-
jo¥nL~gQ~, Ponorogo, Sumoroto, Badegan, Madiun
dan Kertosono.
- Di-B/P-kan kepada Batalyon Infanteri TARUMk1\TEGA-
RA/Divisi Si1iwangi dibawah pimpL~an h~yor Sentot
Iskandardinata dan kepada Komp~ Infanteridibawah
pimpinan Kapten ~fanteri Amir Machmud.
- Selanju~nya di-B/P-kan kepada Bata1yon Infanteri
Komando Divisi-VI/NAROTAMA dibawah pimpinan Tiiayor
Infanteri Mujayin.'

3. Ta..Tlggal 19 Desember 1948 (A,gresiMiliter ke-II)


- Digunakan untuk menghadapi sera..~ga..Yl tentara ko1o-
nial Be1a..Tlda da1am Agresi Mi1iter ke-II didaerah
Peterongan, Jombang, Tulung Agung, Jembatan Ngu -
jang, Sawahan, Ka1angbret, Cabe-I, Gajah Glotan-
Campurdara t.
- Berada dibawah Komando Bateray-I Artileri Bata1-
yon-C/Divisi-I/Jawa TimuI dibawah pimpinan Kapten
Artileri M.KasIDCL~i.
::--

119

4. Tangga1 29 Desember 1948


~
~

DigQDak~D da1am per~Dg geri1ya menghadapi tenta-


ra kolonial ':rill Ullg Agung
Bel8-Ylda didaera...'-1 d8.rl s.§.

kitarnya, Domasan, DaVnlllan, Gua Jedok, Lodoyo, -


Menj8-Ylgan Kalwlg, PetQrJ.gOmbo, KruvfUk, Surfioe~su-
gih, Blitar, Semen, Krisik/Tirtomoyo d&~ Wlingi.
- Di-B/P-k2n kepada Batalyon TRIP/Detasemen-I/Bri-
gade-l7/KRU "WII dibawah pimpLDan Mayor Isme~.
- Ditempatkan di desa Pakel/TulU!lg ~~~~g.

5. ~8-Dggal 3 Agustus 1949

- Dalam masa geneatan senjata berade. di ~rkas Ko-


mando Artileri Divisi-I/Jawa Timux jal&~ Payame.n
- ligB-Yljuk.

Da1am reorganisasi kesatuB-YlArtileri, meriam BPQ


teng Blorok masuk kedalam kesatuan Komanio Jivi-
si-I Bata1yon PSU {Penangkis Serang~"'1 Udara)-II
Bateray-I/II/III Caruban.
6. ?a..l1.lli"'1
1 ~51

MeriB-!J1
Ba..DtengBlorok dB-Ylme=iam Macan Deul sebagai
ke~~tB-n Batalyon Artileri-I dan Batalyon Artileri-
P3U-II/Teritorium-VjDivisi-I dipind&~ka.n ke jal&~ -
Y~atrian - Mal&~.

7. ~a..l1.un 1m
Meriam Bant~Ylg B1orok menghias TamaTI Sejar8-l1.Pusat-
Pendidikan pxtileri di Cimahi.

8. 'TahQrJ. 192.1

MeriB-!J1Ba.nteng B1orok/ditempatkan di pintu gerbang


Markas Batalyon P~til~ri MedB-Yl-5/76di Cipanas se-
bagai monumen kebangg~Yl.

j
\1 i

120

9. IJ:ahun 1974
.!:

Meriam Bffilteng B1orok ditarik ke ?usat Kesenjata-


~~ Artilcri Med~~ (PUSS~f k~MED) di Ci~~i.

100 T~"b.tL~
-1m

Me1engkapi k~aSan&1 benda-benda bersejarah didalarn


JUANG f45"
Geduilg IfWISM..6. di jalaIlMenteng Raya !l0-
mar .31 Ja.1{arta dengan suatu upacara resmipada -
tanggal 28 Pebruari 1975.

00000-------

"

.~

j
" ---,,- "0" '

0.' .- 0_0""

121
Lam2:L:r.sn - 5

. MARS GUNUNGSAR! KE MEDAN PERANG

1 ' C 4/"- L ilCju: Abdus Saleh


1 " 0 4/4 Lagu/Syair : Abdus Saleh Meca"
Sy.ir: Ad1mld W.rdoyo

Maestoso
0 5 5 5 '" 3 '" 6 4 0 I
0 !J ~ J 5 I ~

-
1

~
5 5 I. 3
",.n.,o.n l.1enuiu \(e Medin p,. fino
De"9.n mem.nggul
5 0' 51 1 J \ -.; J I 5--,-5 0 2 ,3144650213
Kawanku
KIwanku
se - 'I\U . sa
se . nu - u
Te - ngok - hh di . me . dan laga
Ke . nang . \(an pahlawan muda p .;..
- ----
, J' ') 5 S I3 '} 3 3 4 IJ 2 3 II s 0
= ~ ~ S. aD se. di . a pe mu da \e lu. ruh In.{jone sjJ

I f 16 7 I 7 6 5 6 S 4 3 \ . 316 "} J 54 J 2_1LI I 0


Oarah kawanmu menoali,
Oarah ter. tumpah
memba~h.
ter'kenanO Gunu~sarj
bumi per sa da Bu Per. \I . wi
lempat kn~'an berba\(Ij Suci mt
-- - - ----
I. tl 0
5 '1 3 0 1 3 I5 0 1 J I S S 6

p =-=- -,- - ee, . juang mem, be la 71 . nah Air, yang su 0 ci


7 . '1 2 , 5 .' 2 13 I 6 5 II L6
2 . '1
5---J--5 0 I
Gunung . sari Gununo . u . rj leOm. pal ke . nangan'~ . ci -
Gunung ~ri . Gunung . sa . rj tem - pal menvabung nyaw. 5 t 6 "} i ISo I I 7 6 7 I i
Ae la d.n ,khl., \(ita ber ' tem . pur sam. Pli m,. ti
-
0

- --= =
5 6 I5 3 1 7 I 6 4 3 6 Is 4. 3 2...:-'1 -
1 10
A \(u si 0 ap a ku se -!!!! mem . bal.s menunlUI b<;la
.$."", rang ler . iang Ie. rus ma iu mem . ba . tas menunlul bela
-

122
L8I!illiran -5 A

KE SUAABAYA
MARS PEMUOA
I " 0 '1/4 ugu : Abdus Saleh
Syair ; Achmad Wardoyo.
Lagu/Syair; Ilkak

I - E 4/4

5 I3 4 5 \3 -=
1151 I . L
t Marl
3
Sau-da'ra
I Pah- ta
5 5 . 6 . 7 2 \3 5 . \ 1 7 . I 5 11 1 .6 ; I
wan bang-sa M.- ri . lah ki - ta P. . mil . da BUl"'IJa harapan bon~ - sa
~

I4 '5 G I5 3 5 3 5 I 5 3 \2 6 JS. 6 2 4 I 6 2 -t 3 2 3 I 5 0

Siap . kanlal1 lena ga. mu ma . ju ke - mu - ka B.rju . ang ber sa - ma un - tuk "'e . ma-ju an '
- -
5 . 6 1 2 \3 5 11 1 . 1 2 3 I 5 4
5 I1 2 3 I1 5 I3 4 5 I 3
Ba - vei luo- juog - an Bangs.<! dengao ha.- Ii yang fa - la
Ke - me dan Ia - ga ki - la ber . sa . ma
~
Fin II II

- - - '" 6 J' . 6 2 6 \ 5 3 6 3 I 2 5\ 0
1 I 4 5 6 I5 3 - I 5 3 I 5 5 4 2 \ 1
gom-bi fa un' tuk Nu - sa dan '~ng - u
Oanynuka
=--
Oi ba wah kj - barao pao . ji ki. ta Sang Owi . waf - na
~

. 2 2
5 4 3 2 1 1 6 \ 2 - 2 2 .1-
P Saudar. sau-da-u . na' sib . ka - u
I 2 2
;
- - - - -
5
Pef . ju - rit
31 1
per-wi
'} 3 I 4 4 5 I 3 6 5 4 2 6 6 7 I 3.- 3 3 3 3
fa maju ,'fah ku - trio. a P. mud. Pahlawln Ku
- - -su . m. ne
- gs - r.
f -
1 - -
4 . 51 6 --= I
. .0
5 4 3 2 1 1 6
i
4 . 4 4; - 4 4
Ma - fi. 6 7/15.3 I I 3\5:5 4 211 ka '. kiinu ma-ri bor. sa' ma
Ang' kat tiogao
fe -,but SUfa - baya 'otuk se.la.ma lama - nya ---=:It - - - - Da Capo
I
5.5671. I 0 6 . 6 5 1 3 6 3 \ 3. 3 2 1 5
I. . ma la - manya Mem. be. I. ' ko . daulauo In. do - no' si \, II
r
123 Lam'Qiran -5 B
I B U K U
NYIUR TUA.

A 3/4 Lagu : : AbduS Saleh


Dolce Syair : Ratna Wilis 1 .D 3/4 Legu!Syair : Abdul Saleh

Dengan pcrasaan.
3 2 71 $ 3 2 1 1 6 . 5 3 6 . .1
T I!r . hcmhus' angin se . juk damai terus la . lu
I 5 I 5 3 1 6 1 ~ 5 2 .7 1
17~
Oh 1 - bu i . zinkanlah putramu per 01.
4 6 5 4 3 . 5 ~ 3
1
5\ 3~
Me . Iambai lam. bai daun nyi ur 615 5 7 21 'i 5 6 3 ..
-----------3

I~
Tampil
----
kedepan ngabdikan dl . ri

3 2 7 . 3 2 1 I6 5 3 6 .1 3 I3 3 4 5 I 6 5 4 I 3, . 6

Le mah gemulai Tinggi lampai kan oviurku Me .Ianjutkao per. ju . angan ka . wan

6 7 I 1 6 2 I~ '2 1,12~
2
4 3 j 2 I 5 3 5 3 1 ~.. 1 0
sebagai Pah la wan
Ya(19 te . lah gugur
Ja di hia . san 10 . do . ne . sia r ---
Rcff. :
~ 5 I5 3 61'. . 5 2 1 I 7~- 7

Selamat tioggal 100 aku borjuaog


7 3 7 I 5 . 3 7 1 I6 5 '3 5 I 6' , I
3
Oi. waktu pagi riang . riang kau me . oa . ri 61 5 . 5 7 2 11 5 6 1 I 3--.:.-.;....---
Turut serta
-----mamanggul senapan
'2 3 4. 6 I \ 7 '2 7 I 5 4 6 5 4 I 4
3 I2 . 3 4 5 I" 5 7 2 3 7 6 .
Oi . kala pe . tang kau mengangguk ber . ba . ha. gia 100 doamu ku minta sehari ha- ri

-. - - - - --- ~ 6 I4 5 6 I3 5 7 '2
3 '2 1 7 I 3 2. 1 I 6 5 3 1 I6 A. gar S8 la . trult kudatang kemba . Ii
Kau ny lur (ua be .rilak an bah . wa ka . mu

- - - -
q 1 5
::I
2 I 3 5
6 1'_P 0
"
Ja di hi as; an Nu . san. ta . ra

'..
TEMANKU pAHLAWAN. 124 Le.nrpiran - 5 c
TERKENANG
I .C 3/4 t-agu : Abdul Saleh
largo di MOllo Syair : Suwandi A 3/4
LlQu : Abdus Saleh.
Oangan Perasaan
Syair : Ratna" Willit
3 I 5 5 6 3 I 5 4 4 3 2 I . 2 2 I3
Te.ri . "gal' ku kan pa . damu pah .law an Ir.do. no - lia
'-- 3 5 3 I. 2 7 r 3 '2 3 I '2 1 . 6 3 I 1
aar de lir de lir I U r Marambai lam. bai nyi - Uf

3 r 5 5 3 1 I 1 7 7
0 I 5 4 3......,2 I 1
II 6 I " 3 2 , 5 4 6 I L.'~'
WakIU kau hendak kembali kealam ba . k. 5
yang
----
Su . ngai a lun ber. lun te . nung
- - - - -
1 3 I5 5 6 3
.
I 5 4 4 3 I 2 2 1 21 3 3 -
5 I 3 . 2 1 7 I 3i 2, 3 '2. 1 6 3 I 1
;
roman mukamu wci dan ber5eri
Bertiup angin lalu Me Ii'po ii di ri '. ku
Terbayang yang
j .61 4 3 2 I 5
3 I5 . 5
Oi- te . bing tinggi di a
3
. . 5
...,. i
u ba
3 I 1
.
---=--=.
t\J
'
3-11 7 7 6 I' 5 5 :3----211. \
Saat ti -ba AeH:
kao m..ng. tladap ko . hadirat ... III ahi
'---'
13 I 3 ~ 6 I '} I 7 I 3 5 6 'i
1 1 6 . ~ 6 I 1 0 7 6 I 5 6 !) 4 3 I. Ra . $jj tar . de . ngar bi . si . kin" bun . dl -ku
dengan tulus den ikhla:s kau korbankk an Jiwamu
3 I6 I 6 I 1 6I 6
Do. a 1 . bu da .ri JaUh~l.
1 6 6
--.:..-- 1 1:2 1 1 6 I 5 t 5 3 I 2 2 I 2 1 2 I 6 . :), 2 1 2 I 5 .
K..o ha sahi bumi darah kt<llria. mu
0930
I . O9It kan pet . un I- bu ucapkan

- - - - - - 2 I 5 7 '2 I 7 6 7 6
5~
1 3 I 5 5 6 3 I5 4 4 31 2 2 t 2 J 3
Wakt\J per . pi . tan an da . It;'lQ
Tak .kan Jenyap j'mu da. ri pa. da ingatan
3 5 I 3 . '2 7 I 3 2 3 I 2 . 1 6 ;} I 1
' - - - - /\du . hai I. -Iu Harap pm. pai- k.n salam
1 31 5 k ...
.... 1 I I 1 6 I5 1 5 3
-31 1 0
login

Perfu anqan I-u te . f\Hkan 1amoai ke akhir laman 6 6 I " 3 2' 5 3 6 6 " . 0 II
p. . d. I- bun -da ku . rin . du . kan

",
",
'..~ ,-_. I""'.' 11'-11 '-"'-""'" , """"'M'_--

125
Lamj!1ran -5 D

MERAH PUTIH
MARS TRIP JAWA T\MUR

1 .. 0 4/4 lagu: Abdus Saleh


Syair: Achmid Wardoyo.

l.gu/Sy.ir ; Abdus Saleh.


Moderato
I .. E 4/4 mf -= -
5
Tempo di MHcia. 1 5 3 313 ' . 6\5234\3.

Merah Putih Merah I Pu . tin Berkibar di . aOl) kata -


\5 3 2
I1 ~ :i t \6 6 ."7 1 7 .-6 17 . 1
!?
Siaplah Tenia
1 3
ra Pe . lajar Oar . mo empat umbil.n Sora . b.ya mf-= - f -
.
-=1
Siapkao di . ri - mu Ten. tara Pllejar monu. ju ko. QHis muk. . 1 . d 1 . ,5 3 . I
3 3
ki . II
1 .5
Stu . ruh
6 5
uk
5
. vat
5 4 2 It
Indonesi - a
Pan. ji : per - ta IU . an

~12 7 5 . 5 I4 . 2 5 5 I5 4 2 t I3 0

Baogkit - tah - . kao Ke . mor. dekaan kl . ta p- - -=-, --= J -=


mono gak
7 ."""\ \ 2 5.5 5 2 I3 1. 1 1.3, 5\ t 1 1 6\ 5 - .
Me.me . ouhi paog -, gi . tao bu Per ti wi kl . t. War. oa pu. lin wci dan meratl berani \ LUkisan jiwa kita
..

3 I5 ;} 1 7 I2 1 7 I6
-- - - ..~ £! =I -
?I 1 ? 1 1 1
Mom-be - Ii hak mJIik . kj . ta In . do. nesia Merdoka
3.4132 22 4 5 I4 3 J' J 6.7165461.312
lambot kemulyaan lambang ke-be-u-ran Ne.gara Indonesia Aa - ya
Me - neo . tang Sa . mu. a . peoja. jahao aogkau mur. k.

tempo - - .. .. .. .. ,....
6 6 I4 3 2 \6 5 . 3 .1 3 15 5 3 2 2 11 . 0 " 1 :11 1 5 3 3 I3 l' 5 . 6 I5 5 6 7 \ 1 0

, De . 090n ko ku. 8 Ian yang Iid'a di . tangao ki . II. Mlrah Pu. tih Me . rah Pu.' lih Ku. be .Ia umpai ma-li.
. !fA' la
Tio. da genur moog. hlidepi mUluh yaog mloapun ju . g..
-" "

126 '

Lamoiran-6
DAFTAR N)~~.-N~~- PERSONIL
KOMPI-4/TRIP

Komandan Kompi WIDARBO


'"

Kepala Staf : HERMAi"i SIGIT


Wakil Kom&J.dan Kompi : Dlj'RIATMOJO

Kepala Bag.Perbekalan : 1. - SUPRIYO


2. HOMASSE TAMAD-v'
Kepala Bag.Persenjataan : 1. SUYITNO
2. DOMO MULYADI,/'
Anggota Staf Kompi : 1. SUDARSONO
2. SUMANTRI
3. SUTOPO SRISADONO
4. SURONO
5. SUTARJO
6. MUKONO v
7. SUKA..llMAN
1/

8. AGUS SUGITHO
'\c

9. .MUJIF-ARSO
10. CHOSIM
11. SUJIERMAN

PELETON - 1
Komandan Pe1eton : DURIATMOJO

REGU - 1
Komandan Regu : SUDEWO
/
Anggota Regu : 1. TRIYOGO
2. WIYONO

3. SATARI \\
4. SUCTPTO
5. DICKY SAB~3TONO
6-. COK ACHM..lill

7. A MAT. - fI 'Al};"M;
8. SUKIMINL~' 0
)
9. SUMADI
10. T 0 H A
11 ~ "'N!ATYASIR W{JL<..

.",

1
-'- "

127

12. HADI WARDONO V


<2.
- 13. GIRVlADI
14. ICY~.AN
#
REGU -2
Komandan Regu : NDUK GUNAW~ Cc..n)
Anggota Regu : 1. SUTOPO
- 2. SUJONOKADDl
. 3. SENTOT SD~EKTI
4. MOHAMAD TORA
5. SUD:rnM.AN \~~
6. UGONO N&.~
7. GUNAWAN
8. DARMOSUMADI
t 9. HARI SUBANTU (AJUDAN -
~
DURIATMOJO)
-
~
"I
10. aUK SUKARLAN (AJUDAN
DURIATMOJO)
.11. SUWITO V
12. Su:BIYOKO'Ii
13. ACHMADYASIR HADISANTOSO
14. SLAMET-TONOBOV
15. SUYONO
16. TJNTIJNGHENDRO
17. KISWIRADAT v

REGU -3
(MORTIR)

Komandan Regu : ACHMAD KOSASIH V


Anggota Regu : 1. SUNARTO
?
2. PUGUH WIYONO
3. IMAM SATOTO
4. SUMARTONO
5. .
SUPARKO
6.CITK-SurlONO V

1
',-

128

7. SABDO
<:ft' 8. ~URYOTO SffiVARSO JOYOWIGUNO
9. SUKATON
10. A. ADENAN
11. HERRY PURNOMO
t 12. SUHARTOMl>
13. SURYATNA
14. TRIYONO
15. R. SUDIRMAN

PELETON - 2

Komandan Pe1eton : MUJOMARTO

REGU - 1

Komandan Regu : HERD SUBANDI v


~
. '.
lmggota Regu : 1. SUDARMANY t~1Lci\Jcf.
- ;> 2.
3. BICK KARSONOIi
SUMANTOv
4. CUK SlJ"'ROSO
5. MURAJI WARDOYOV
6. ALl SUJONO
7. MltSY"rlUDAN v
8. SUGENG
9. SUNOMO
(GUGUR)
10. HARY SUPRIYATlli '

11. HARJONO

~12. MUSTAKIMv
13. PAIDI
'"
14. SUGITO

~
',-

129

REGU- 2

KOrnarldan Regu : DJLITENG SOEJOTO


.;;:

.Anggota Regu : 1. MISLAN


2. MITJOKO
3. RACHMAN HARl\i..tillI
4. BADIONO
5. SAMPIR WIBOWO
6. SOPONYIi'T°
7. SULKAN HARI YlJWONO
8. IBNU RIDWANV
9. MARSADI
10. SUPENO
11. KUSYONO
12. STJPRAYITNO
13. TASMINTO V
14. SIDIK SUPANGKAT
15..SUKIRAN

REGU - 2
Komandan Regu : GONDO HARSOYO

Anggota Regu : 1" SLAMET SURIPTO


2. SUYA11"TO
3. SUMARTOKEMI V
,4. RARSOYO
5. BASUDI
6. TEGUH
7. SUMEDI-I
8. SUKARTOV i'

9. RARSONO
100 MUSTO HA...B.YONO
p -
- 11. SUTARDI
12. MULYANI
13. BIS BASUKI
14. SABAR

-~~ ooOoo-------
130
Lampiran-7

SUSUNAN TEAM PENYUSUN BUKU


DAN SmmER DATA

I. Ketua Team : Kolonel (Puma) H.Djliteng Suyoto


Bupati KDH Tkt-II Pasuruan.

II. ,Anggota Team: 1. Mayor H. M.S. Tardan


Jarahdam-VIII/Brawijaya.
2. Mujomarto (Wiraswasta).
III. Sumber Data:

1. Kolonel B. Sujadi - Kepala Dinas Sejarah


TET-AD (Bekas anggo-
ta BE-I 7/TRIP) .
2. Bapak Widarbo - Bekas Komandan Kompi
-4/TRIP.
3. Bapak Duriatmojo - Bekas Komandan Pasu-
kan Pengawa1 meriam-
Banteng Blorok.
4. Bapak Mujomarto - Bekas KomandanPe1e-
ton-2/Kompi-4/TRI~.
5. Bapak Dj1iteng Suyoto - Bekas Komandan Regh-
2/Peleton-2/Kompi-4.
6. Bapak Gondo Harsoyo - Bekas KomandanRegu-
3/Peleton-2/Kornpi-4.
7. Bapak Slamet - Bekas anggota Regu -
Tono bo
2/Peleton-1/Kompi-4.
8. Bapak Mursid (56 thn.)- Bekas Kepa1a Desa -
Sumberagung/Rejotang
an thn. 1947 -
1983.
9. Bapak Joyo Rajo (Joyo-
Ipin) - 56 tahun - -Bekas Karnituwo Desa-
Papringan thn. 1949-
1978.

.
131

~
10. Bapak Kasan Mimbar
¥
(58. tahun) Eekas Kepala Desa -
Jabung/Sumberejo -
thn. 1948 - 1918.
11. Bapak Adam (58 thn.) - Penduduk desa Ta -
wang Eendosewu.
j ,:) 12. BapakBoniran (56 too.)- Bekas Pimpinan PeTIE
.

da desa Bumiayu -
tahun 1949.
013. Bapak; Kadiran(56 tbn.)- Penduduk desa Bwni-
( 1~" ayu.
r,,)~ 14. r~u:aena~ (~6\t~. hi - Penduduk desa Ga -
C
15. Buku
d't::d/ ) j
1'-- };lAI
Sejarah Indonesia
dungan/Gandusari. (
- Drs. J.Larope
~ . P-

Penerbit "ASIA RAYA"


Surabaya.
16. Data Tertulis tentang
meriam Banteng B10rok - a. Dari gedung "WIS-
M..~JUANG '45"
Jln.Menteng Raya-
no. 31 Jakarta.
b.-Dari Bapak Kolo-
nel Artileri (Puma)
S. Minggu.
11. Buletin Ex.TRIP/Jawa -
Timur - No.4 tgl.15 Des.1917.
No.16 tg1.l Des.1979.
No.17 tgl.l Peb.1980.
18. Almanek E:x:.~IP/Jawa-
Timur - Daftar nama dan tang-
gal ~~ya anggota-
anggotaTRIP/JawaT;imur.

00000-------

.
::-'

132
81.:rtAI' ?ERIITA I' A..Af

K2.:11i ya.ng bertand.a -ta.n.ge.:n dibawal-'l ini, pese:rta


np-r+<=>!T111PY<
::' -- IJ~--~~-- C;-'v- ?f'i -0'-;::;-""d.o
U.A i).iJ- ~ 17
-, r;r;:;;-f-p
~-"-- T'-'W2
<-- T- iT1.;,-,.,
.l..~~ U """
- -ra'r1c-
:; ~-c c::e 1-.ar--i
~. J 6--""" P"'"
0 e S2Y S e bagai pe lsl:u dalc..n:: psn.ge:vreI8Il ~,Ie:riar.1 3an te ng-
Blorol:. Y2 'lC d.iadakan di PenelOPC Kabu:D2. ten PaS'Ll.:r-u.B.L Dad.e.
tanggai~20-Januari 1985 denge; acare.-pokokmeh}~Su~-kon-
sep Sejarah ~er~Qll Eanteng 31orok,setelah me:ngikuti,men-
. deps~r Qan mendiskusikan isi konsep,selanjutnya k~i me-
nvatakan
.. bahwa isi Konse~ - Buku 8eiarah c' fueri2.:~Banteng ~ -
Blorok telah Denay dan sesDEi dengan kenyataan y&~g se~
benarnye. serta menyetujui kOIlsep ini untuk dicetak men-
";1=\0-;
J-~-
h111""
~~-_<A
C::PlQ~r.
-~",c.; Y"' nc
-~:::>
'O R""'"
~h~'
-1Py\;:-p."l
U ~--o-.;.-
1:1""~!
~~~'
. n-p-;:::?,:,T',;~",
-~
~.;-;:::-
, li_~
RI.AM .3t_IvTE~JG BLOROK~ DALAL FE?~,,-ITG KZIBRDEK..4..AN R~I. 11

Demiki~ bua-t d~n k22i tands pernYctG~D ini kami


tange.ni dengan pennh jaYlab perlu kes~ci5.:rsL d.e.Yl ta:o.gg-i.1ng
nye.. Sejarah .Meriam Be.nte:lg3lol'OK dileaterikar: agar dape.-t
dihayati olen G:ene:rasi
mass. .~
till Ct'- 3e.n.gs2. Indonesie.. sepanjang -

.~- ""
Diliua :: ::ii P A 8 U R F ."- "",.

! P2.elE:. Tgl. 20 Janu2..ri 1985.

<::::::::=;-.:.:.:,c.~,~- / (' " /


, -r'"'- , .9 -+-
~ ' ,-~ ~ ./
., , ,-,-". " L
:/ Vii 'D \ \~," ---
i"':::::,
\~_n.- "-;;-; '; ; , --L-----
~/ J )() \er /~. h. 'vr;x:::l(o
I ..'
//'
.\.~
"'-~J
'\.
o~~
..:..

~
.

5-
\ ~
. ,\ \ t
r1'-
---=,,
.
i

d-?-c
;--------_.
('

"
P~: J--o~
""- -
~/~
I
,
< '"
-

"~'~~
\
,

f )~
.j

i
I
i
.0.
L \VI ij

)
pS,,~.
,
'- .~
ft-.
.~. L ()
t'
,
e
I

- ~~J
'\ '1
'.

\..,
! I;

//
\

.
'

'.

c---
~ }. r
I.
. \ ()
. ,

.:::J'
\

j
I
~//~~~
i": t/ ~ ===-------
- .~
---1/ ij
I \ \'

tj~O\i.i\~£ r\~AV
,/
T/l" ,
I
i
~
,- T ~ ,\

--
"*- lu /
I,
"-A~-,
P
.

. ~\~.
//"
- ~
/ lA
/Y'
,

,fffh~..
12
/;
.
~-'
.

I;
;--
I
/
2t

~
.:

~ea.77m ! / ' ~~yfr-U/ ~ --


t, /,./ . rrz.u.A --~V(J--C.-\.,~-
~ ~. f '>:

iii
J )...)
~/I \/) "

o#~~
- J1 -- - ~ ~/~../"- \ - .
~,-/i:Zc4::;J)
"/"z/ ~..,/
~; . ,~/7"..v7'/«~£;
\
,t>i
/~e " '~ / ~- -' »
'r
.'-. ::::::-------
~
.-- . ~
k.,,~\~ .
~'-/ r
{~ ,
~~, /
'"
1
,

~-~/
\~ ~
.."--{I\. \ -
~--
/~
1"(, .

1_~!0-
I /J' --:~-
,

"f
ir;;;;;"~~ \ I ' .

I:d
/ I J:...p!, ,p~~"'O7/('
V 1P4Vvt- \ ;:;7~
~~}ik. \'0\~\~
"

I~ Th

..
vi)\~"\\ /j!
\ ~ ,,
, '

,iff.. A V--" -----


\'-../' ----
: ! I) ~ r
.
~ /
// ,A,"
~
\ /"

/-
'
\

/
-
\ !
1 r-,
, I p
J

7
- I '"",
,fjJ1 (???fi/D
,./ .~ //.1 .
/ / , /,- JV~
!
/, j'" ~1#1.-

~~- , I I / v

.U/ ?/ ,l
c~7J -,,~7"~.f
,,"/..Y;;;
17'".1--~..- - ,
,,~:'/
, ~k4:,
?

--c'; -
....

tf{ / /'
--:-;V-"-~ jt ..
r~~/?:
r

~
- ,,:,,
}
' , 'Z. ./ ~::,~~~"'"c:/.OC
'" - ,"; V'" --
~ ~,,~-:,p
- ",
-
v/t:.R
-.I' ' ~~-- ,- -/'

t ,

(:'

,.,