DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 PROVINSI SULAWESI UTARA (Laporan Tahunan) DATA SASARAN ∑ Sasaran Bayi

NO PUSKESMAS ∑ Penduduk (0-11 bulan) 4 (12-59 bulan) 5 (60- Laki-Laki 71 bulan) 6 7 Perempuan 8 Laki-Laki Perempuan 9 10 TK/RA 11 SD/MI 12 SMP/MTs 13 SMA/MA/SMK 14 15 ∑ Anak Balita ∑ Anak Pra Sekolah Sasaran Remaja 10 - 14 Tahun 15 - < 18 Tahun ∑ Siswa Kelas 1 ∑ Sekolah Kelas 1 TK/RA SD/MI 16 SMP/MTs SMA/MA/SMK 17 18

Kelas 1

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

2

3

KABUPATEN/KOTA

Di Print tgl 11/27/2011

SASARAN

Page 1

DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 RPOVINSI SULUT (Laporan tahunan) DATA SARANA ∑ Sarana Rujukan Kekerasan Terhadap Anak (KtA) PKT/PRT di RSUD 4 ∑ Puskesmas Melaksanakan SDIDTK Melaksanaka < 50 % dari n MTBS jlh sasaran Balita 6 7 50 .75 % dari jlh sasaran Balita 8 > 75 % dari jlh sasaran Balita 9 Mampu laksanakan PKPR Mampu Tata Laksanakan Kasus KtA SD/MI ∑ Sekolah Yang Melaksanakan UKS SMP/MTs SMA/MA/SMK NO PUSKESMAS RS melayani Tumbuh Kembang P2TP2A 5 ∑ Absolut Cakupan (%) 13 ∑ Absolut Cakupan (%) 15 ∑ Absolut Cakupan (%) 17 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 2 3 10 11 12 14 16 KABUPATEN/KOTA - - - - - - - - - - - - - - - Di Print Tgl 11/27/2011 SARANA Page 2 .

DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 KABUPATEN/KOTA : DATA SUMBER DAYA MANUSIA ∑ Tenaga Puskesmas terlatih Asfiksia NO PUSKESMAS Dokter Bidan Perawat Dokter Bidan Perawat < 60 % ≥ 60 % Dokter Bidan Perawat ∑ Tenaga Puskesmas terlatih BBLR ∑ Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS ∑ Tenaga Puskesmas terlatih SDIDTK ∑ Tenaga Puskesmas terlatih PKPR ∑ Tenaga Terlatih Tata Laksana Kasus KtA Puskesmas Dokter / Perawat / Dokter Bidan Gigi 14 15 16 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 KABUPATEN/KOTA Di Print Tgl 11/27/2011 SDM Page 3 .

71 bulan) dilayani SDIDTK min 2 kali/thn NO PUSKESMAS ∑ Absolut 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KABUPATEN/KOTA 2 3 ∑ Absolut 5 ∑ Absolut 7 ∑ Absolut 9 Cakupan (%) 10 ∑ Absolut 11 Cakupan (%) 12 ∑ Absolut 14 Cakupan (%) 15 Di Print Tgl 11/27/2011 CAKUPAN PROGRAM (1) Page 4 .DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 KABUPATEN/KOTA : (Laporan Per Triwulan) DATA CAKUPAN PROGRAM Cakupan KN KN1 Cakupan (%) 4 KN Lengkap Cakupan (%) 6 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Cakupan (%) 8 Cakupan Kunjungan Bayi Cakupan Pelayanan Anak Balita ∑ Balita (0-59 bulan) yang mempunyai buku KIA 13 Cakupan anak prasekolah (60 .

DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 KABUPATEN/KOTA : (Laporan Per Triwulan) DATA CAKUPAN PROGRAM ∑ Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan Kelas 1 NO PUSKESMAS SD/MI ∑ Absolut 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KABUPATEN/KOTA Kelas 1 SMP/MTs Kelas 1 SD/MI SMA/MA/SMK Cakupan ∑ (%) Absolut 21 22 SMP/MTs SMA/MA/SMK Cakupan ∑ (%) Absolut 27 28 SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK Cakupan (%) 33 ∑ Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan ∑Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala Cakupan ∑ (%) Absolut 17 18 Cakupan ∑ (%) Absolut 19 20 Cakupan ∑ (%) Absolut 23 24 Cakupan ∑ (%) Absolut 25 26 Cakupan ∑ (%) Absolut 29 30 Cakupan ∑ (%) Absolut 31 32 Di Print Tgl 11/27/2011 CAKUPAN PROGRAM (2) Page 5 .

DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 KABUPATEN/KOTA (Laporan Per Triwulan) DATA CAKUPAN PROGRAM Jenis Kekerasan NO PUSKESMAS 0-11 bln 34 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 KABUPATEN/KOTA ∑ Kekerasan Seksual 1-4 thn 35 5-9 thn 36 10-14 thn 37 15-18 thn 38 0-11 bln 39 ∑ Kekerasan Fisik 1-4 thn 40 5-9 thn 41 10-14 thn 42 15-18 thn 43 0-11 bln 44 ∑ Kekerasan Emosional 1-4 thn 45 5-9 thn 46 10-14 thn 47 15-18 thn 48 ∑ Kekerasan Penelantaran 0-11 bln 49 1-4 thn 50 5-9 thn 51 10-14 thn 52 15-18 thn 53 0-11 bln 54 ∑ Kekerasan Trafiking 1-4 thn 55 5-9 thn 56 10-14 thn 57 15-18 thn 58 ∑SLB Yang Dibina ∑ ∑ LAPAS/RU LAPAS/RU TAN ANAK TAN yang yang Dibina Dibina 60 61 59 Di Print Tgl 11/27/2011 CAKUPAN PROGRAM (3) Page 6 .

DATA DASAR KESEHATAN ANAK TAHUN : 2010 KABUPATEN/KOTA (Laporan tahunan) KEMATIAN & PENYEBABNYA Kematian Neonatal NO PUSKESMAS ∑ Lahir mati ∑ ∑ Kematia Kematian BBLR n 0-6 7-28 hari hari 4 5 6 Sebab Kematian Neonatal ∑ Kematian Bayi Lainlain 12 Sebab Kematian Bayi ∑ Kematian Anak Balita Kelainan Saraf 18 Lainlain (12-59 bulan) 17 19 20 21 22 23 24 Sebab Kematian Anak Balita Asfiksia Tetanus Neonaturum 8 Sepsis Kelainan Kongenital 10 Ikterus (29 hr .11 bln) 13 Pneumonia Diare Kelainan Saluran Cerna 16 Tetanus ISPA Diare Malaria Campak Demam Berdarah Dengue 25 Lain-lain 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 2 3 7 9 11 14 15 26 KABUPATEN/KOTA Di Print Tgl 11/27/2011 KEMATIAN & PENYEBABNYA Page 7 .

setelah lahir sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. 2 Cakupan KN Lengkap Cakupan neonatus yang telah memperoleh pelayanan Kunjungan Neonatal minimal 3 kali. Dinkes provinsi/kab/kota. RUMUS SUMBER DATA 1) SIMPUS (Kohort bayi. 4 Cakupan Kunjungan Bayi cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter. 1 kali pada 3-7 hari. maupun dari donor. 1) SIMPUS (Kohort bayi. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). trauma lahir.2 bulan. ikterus. BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr ). 1) SIMPUS (Kohort bayi. tetanus neonatorum. hipotermia. infeksi/sepsis. paling sedikit 4 kali (1 kali pada umur 29 hari . 1 kali pada umur 9-11 bulan) disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. oranisasi profesi. 1 kali pada umur 3-5 bulan.PWSKIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). kecacatan dan kematian. dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan. Neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan. 1 kali pada 8-28 hari sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. kelainan kongenital maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS 1) SIMPUS.11 bulan di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. bidan. sindroma gangguan pernapasan. 2) SIRS 3) Laporan pelaksanaan audit Maternal dan perinatal. bidan. Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia.PENJELASAN VARIABEL No 1 Cakupan KN 1 INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL Cakupan neonatus yang telah memperoleh 1 kali pelayanan Kunjungan Neonatal pada 6-48 jam. LB3. perawat) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen Asfiksia baik dari Depkes. PWS-KIA) 2) SIRS termasuk pelayanan yang dilakukan oleh swasta (akan direvisi). LB3. 5 Jumlah Sasaran Bayi 6 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Asfiksia Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 8 . Jumlah anak yang berumur 0 . 1 kali pada umur 6-8 bulan. 3 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Cakupan neonatus dengan komplikasi disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan. yaitu 1 kali pada 6-48 jam. Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter.

Register kohort 1. Register kunjungan Balita sakit. serta kalakarya/ on the job training.50 % dari sasaran Balita 18 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 75 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK % dari sasaran Balita Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 9 . Buku KIA 1. serta kalakarya/ on the job training.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA 7 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Bayi Berat Lahir Rendah Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter. Bayi dan Anak Balita Jumlah Bayi yang pada waktu dilahirkan dalam keadaan mati (tidak ada tanda-tanda kehidupan) Jumlah neonatal berumur 0 . Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. Register kohort bayi 2. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah neonatal berumur 7 . perawat) (BBLR) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen BBLR baik dari Depkes. Buku KIA 1.11 bulan yang mati. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Penyakit yang menyebabkan kematian pada neonatal.28 hari yang mati. maupun dari donor. setelah dilahirkan dalam keadaan hidup Jumlah bayi berumur 29 hari .6 hari) 10 Jumlah kematian Neonatal (7 . berdasarkan autopsi verbal dan diketahui Dokter Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit < 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS Mampu tatalaksana MTBS bisa melalui: pelatihan standarisasi MTBS.11 bulan) 12 Sebab Kematian Neonatal. bayi dan anak balita. bidan. 8 Jumlah Lahir Mati 9 Jumlah kematian Neonatal (0 . Akbid dan Akper. Buku KIA 13 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS < 60 % 14 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS ≥ 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan yang melayani Balita sakit ≥ 60 % dari mereka telah terlatih atau mampu tatalaksana MTBS 15 Jumlah Puskesmas yang melaksanakan MTBS 16 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK < 50 % dari sasaran Balita Puskesmas yang melayani minimal 75 % dari kunjungan Balita sakit dengan MTBS Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 17 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 25 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK .6 hari yang mati.28 hari) 11 Jumlah kematian bayi (29 hari . Dinkes provinsi/kab/kota. Register kohort bayi 2. Register kohort bayi 2. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. mendapatkan materi MTBS saat pendidikan/pre service di fakultas kedokteran. Register kohort balita dan anak prasekolah 3. Akbid dan Akper. organisasi profesi.

kelainan mental emosional. Taman Bermain. ketajaman pendengaran. Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota RUMUS SUMBER DATA 19 RS melayani tumbuh kembang 20 Cakupan Pelayanan Anak Balita 21 Jumlah Sekolah Yang Melaksanakan UKS Diisi : jumlah sekolah yang melaksanakan program Usaha Kesehatan Sekolah (Pendidikan kesehatan. pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun. Pelayanan Kesehatan. Pembinaan Lingkungan Sekolah) diwilayah kerja 22 Jumlah Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah murid baru kelas I ( baru masuk) yang dilakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan. Buku KIA 4. Laporan pelayanan SDIDTK 6. pemeriksaan ketajaman mata. berat badan. A 7. Raudatul Athfal. pemeriksaan ketajaman mata.secara berkala tiap 6 (enam) bulan sekali semua penduduk yang berusia 10 tahun hingga 17 tahun 11 bulan 30 hari. berat badan. kebugaran jasmani. Kohort Anak Balita dan Prasekolah 2.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL Jumlah Rumah Sakit tingkat kabupaten/kota pemerintah maupun swasta (termasuk RS provinsi atau RS rujukan Nasional yang berada di wilayah kabupaten/kota) tersebut yang melayani dan menerima rujukan kasus gangguan tumbuh kembang anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun. dll) 23 Jumlah Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (skrining) pada murid baru kelas I Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi badan. Play Group. Laporan rutin SKDN 3. Laporan pemberian Vit. menikah ataupun tidak menikah Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota Format laporan Kegiatan Kesehatan Anak Usia sekolah Tingkat Kab/Kota 24 Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala 25 Sasaran Remaja Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota dan Sensus Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 10 . KMS 5. gigi. Taman Penitipan ANak. pemberian vitamin A 2 x setahun 1. Taman Kanak-kanak. Pencatatan pemantauan tumbuh kembang di Pos PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). dll. ketajaman pendengaran. gigi.

Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah . Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal 2 kali dalam setahun Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut : 1. Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR .Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan medis lain 4.Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor sebaya' secara berkala .Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor sebaya' 3. Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah (sekolah umum.Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat berperan dalam memberikan KIE. Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan 3.Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa masalah kesehatan remaja di sekolah . Pembinaan pada sekolah Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan sekolah agar .Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan .Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di dalam/ di luar gedung puskesmas . menemukan kasus/deteksi dini.sekolah berbasis agama) per tahun 2. tempat curhat dan melakukan rujukan ke puskesmas 2. Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja yang memerlukan konseling yang kontak dengan petugas PKPR 4.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL semua tenaga kesehatan di puskesmas yang telah dilatih PKPR (ada ataupun tidak ada sertifikat telah mengikuti pelatihan PKPR) Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: 1. Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah . Melaksanakan KIE di sekolah binaan Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah yang dibina dalam rangka RUMUS SUMBER DATA Format laporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota Format Pencatatan dan Pelaporan kegiatan kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota 26 Jumlah Tenaga Kesehatan terlatih PKPR 27 Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 11 .

kelangsungan hidup anak. kepercayaan atau kekuasaan. tumbuh kembang anak atau martabat anak. penelantaran. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA RUMUS SUMBER DATA 29 Jumlah Tenaga terlatih tatalaksana kasus KtA 30 Kekerasan terhadap Anak (KtA) 31 Kekerasan Fisik Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 32 Kekerasan Seksual Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 12 . Melaksanakan rujukan kasus KtA ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di RSUD/RS Bhayangkara adalah jumlah tenaga kesehatan (dokter/dokter gigi dan perawat/bidan) yang telah mengikuti Pelatihan Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Anak Semua bentuk tindakan/perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional. Tenaga Kesehatan terlatih/terorientasi tata laksana medis kasus KtA 2. dimana ia sendiri tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan atau oleh karena perkembangannya belum siap atau tidak mampu memberi persetujuan. Adalah kekerasan yang mengakibatkan cidera fisik nyata ataupun potensial terhadap anak sebagai akibat dari interaksi atau tidak adanya interaksi yang layaknya ada dalam kendali orangtua atau orang dalam hubungan posisi tanggungjawab. yang ditandai dengan adanya aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa atau anak lain dengan tujuan untuk memberikan kepuasan bagi orang tersebut. yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab. penyalahgunaan seksual.PENJELASAN VARIABEL No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL . Adalah pelibatan anak dalam kegiatan seksual. eksploitasi komersial termasuk ekploitasi seksual komersial anak (ESKA) yang mengakibatkan cidera/kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak. kepercayaan atau kekuasaan.Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat 28 Jumlah Puskesmas Mampu Tata Laksana Kasus KtA Puskesmas yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. trafiking. atau yang melanggar hukum atau pantangan masyarakat.

moral dan sosial. mengkambing hitamkan. Adalah penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain untuk keuntungan orang lain. mendiskriminasi. sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut. atau perlakuan kasar lain atau penolakan. misalnya pembatasan gerak. spiritual. sikap tindak yang meremehkan. Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 36 Trafiking (Perdagangan Orang) Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 37 Jumlah SLB Yang Dibina 38 Jumlah LAPAS/RUTAN ANAK yang Dibina 39 Jumlah LAPAS/RUTAN yang Dibina Di Print Tgl 11/27/2011 Penjelasan Variabel Page 13 . merugikan perkembangan pendidikan. mental. pengiriman. mengejek atau menertawakan anak. perkembangan emosional. Adalah tindakan perekrutan. penampungan. penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat. serta keadaan hidup yang aman dan layak. pekerja anak dan prostitusi. menakut-nakuti. penipuan. penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan. pendidikan. Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di wilayah puskesmas yang dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan Anak atau Rumah Tahanan Anak yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan yang berada di wilayah Puskesmas yang dibina RUMUS SUMBER DATA Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 34 Penelantaran Pedoman Pengembangan Puskesmas Mampu Tatalaksana Kasus KtA 35 Eksploitasi anak. pengangkatan. untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. mengancam. pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan. penyekapan. penculikan. pemalsuan.PENJELASAN VARIABEL No 33 Kekerasan Emosional INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL Adalah suatu perbuatan terhadap anak yang mengakibatkan atau sangat mungkin akan mengakibatkan gangguan kesehatan atau perkembangan fisik. Hal ini termasuk. Kegiatan ini merusak atau merugikan kesehatan fisik dan kesehatan mental anak. seperti: kesehatan. moral dan sosial-emosional anak> termasuk pekerja perempuan dan/atau anak. serta prostitusi. baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara. penggunaan kekerasan. nutrisi. mencemarkan. spiritual. rumah atau tempat bernaung. tetapi tidak terbatas pada. Adalah kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.