Anda di halaman 1dari 20

Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed.

4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba


Empat, 2006

BAB 1

PENGANTAR PENELITIAN
DEFINISI PENELITIAN
Penelitian berasal dari kata riset (research) yang berarti mencari kembali. Dengan
kata lain, penelitian adalah proses menemukan solusi masalah setelah melakukan
studi yang mendalam dan menganalisis faktor situasi.
Manajer dalam organisasi terus-menerus menyibukkan diri dalam mempelajari
dan menganalisis masalah-masalah dan karena itu terlibat dalam sejumlah bentuk
kegiatan penelitian saat mereka mengambil keputusan di tempat kerja. Dengan
demikian, penelitian bisnis didefinisikan sebagai penyelidikan atau investigasi
yang terkelola, sistematis, berdasarkan data, kritis, objektif, dan ilmiah terhadap
suatu masalah spesifik, yang dilakukan dengan tujuan menemukan jawaban atau
solusi terkait.
PENELITIAN: TERAPAN DAN DASAR
Penelitian dapat dilakukan untuk dua tujuan berbeda. Berdasarkan tujuannya,
penelitian dapat dibagi menjadi:

 penelitian terapan (applied research), bertujuan memecahkan masalah


mutakhir yang dihadapi oleh manajer dalam konteks pekerjaan, yang
menuntut solusi tepat waktu.

 penelitian dasar (basic research), dilakukan untuk menghasilkan pokok


pengetahuan dengan berusaha memahami bagaimana masalah tertentu
yang terjadi dalam organisasi dapat diselesaikan.
MANAJER DAN PENELITIAN
Memahami penelitian dan metode penelitian membantu manajer professional
untuk mengenali dan secara efektif memecahkan masalah kecil dalam konteks
pekerjaan; mengetahui bagaimana membedakan penelitian yang baik dan buruk;
menghargai dan terus-menerus menyadari berbagai
pengaruh dan efek dari factor-faktor terkait dalam suatu situasi;
memperhitungkan risiko dalam pengambilan keputusan, mengetahui sepenuhnya
probabilitas yang terkait dengan kemungkinan outcome yang berbeda; mencegah
kepentingan pribadi yang mungkin memengaruhi situasi; berhubungan dengan
peneliti dan konsultan yang disewa secara lebih efektif; menggabungkan
pengalaman dengan pengetahuan ilmiah ketika mengambil keputusan.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

MANAJER DAN KONSULTAN PENELITI


Seorang manajer sering kali perlu menyewa konsultan untuk meneliti beberapa
masalah yang lebih rumit dan memakan waktu. Sebelum menyewa peneliti atau
konsultan, sangat penting memastikan bahwa: peran dan harapan kedua belah
pihak dinyatakan secara eksplisit; filosofi dan sistem nilai organisasi yang relevan
disampaikan secara jelas, dan mengomunikasikan keterbatasan yang ada;
hubungan baik dibangun dengan peneliti, dan antara peneliti dan karyawan dalam
organisasi, memungkinkan kerja sama penuh di kemudian hari.
KONSULTAN/PENELITI INTERNAL VERSUS EKSTERNAL
Manajer sering harus memutuskan apakah menggunakan peneliti internal atau
eksternal. Bila masalah sangat rumit, atau jika ada kemungkinan masuknya
kepentingan pribadi, atau keberadaan organisasi menjadi taruhannya, sangat
disarankan menggunakan peneliti eksternal meskipun biayanya lebih mahal.
Tetapi jika masalah yang terjadi cukup sederhana, jika waktu menjadi penentu
dalam pemecahan masalah yang rumit, atau perluasan sistem diperlukan untuk
membuat prosedur dan kebijakan yang bersifat rutin, tim internal mungkin akan
menjadi pilihan yang lebih baik.
PENGETAHUAN TENTANG PENELITIAN DAN EFEKTIVITAS MANAJERIAL
Manajer bertanggung jawab atas hasil akhir dengan mengambil keputusan yang
tepat di tempat kerja. Hal ini sangat difasilitasi oleh pengetahuan penelitian.
Pengetahuan tentang penelitian meningkatkan kepekaan manajer terhadap
banyak sekali faktor internal dan eksternal dari berbagai sifat yang berlaku dalam
lingkungan kerja dan organisasi mereka. Hal tersebut juga membantu
memfasilitasi interaksi yang efektif dengan konsultan dan pemahaman atas
beragam nuansa proses penelitian. Oleh karena itu, pengetahuan tentang
penelitian benar-benar meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan
manajer.
ETIKA DAN PENELITIAN BISNIS
Etika dalam penelitian bisnis mengacu pada kode etik atau norma perilaku sosial
yang diharapkan ketika melakukan penelitian dan berlaku bagi sponsor penelitian,
peneliti yang melakukan penelitian, serta responden yang memberikan data.
Perilaku etis meliputi setiap langkah dalam proses penelitian: pengumpulan data,
analisis data, pelaporan, dan penyebaran informasi di internet, jika kegiatan itu
dilakukan.Bagaimana masalah dipecahkan dan bagaimana informasi rahasia
dijaga, kesemuanya dipandu oleh etika bisnis.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

BAB 2

INVESTIGASI ILMIAH
DEFINISI PENELITIAN ILMIAH
Penelitian ilmiah berfokus pada pemecahan masalah dan mengikuti metode langkah
demi langkah yang logis, terorganisasi, dan ketat untuk mengidentifikasi masalah,
mengumpulkan data, menganalisisnya dan menarik kesimpulan yang valid dari hal
tersebut.
MENGAPA DIPERLUKAN PENELITIAN ILMIAH?

 Penelitian ini tidak didasarkan pada firasat, pengalaman, dan intuisi.


 Memiliki tujuan yang terarah dan jelas.

 Memungkinkan semua orang yang tertarik dalam meneliti dan mengetahui


tentang isu-isu yang sama atau mirip untuk tampil dengan temuan yang
sebanding atau dapat dibandingkan.
 Hasil temuannya akurat dan dapat dipercaya.
 Dapat diaplikasikan pada permasalahan yang serupa.
 Lebih obyektif.
 Mampu menyoroti hal-hal penting di tempat kerja yang membutuhkan
perhatian khusus untuk menyelesaikan atau meminimisasi masalah.

 Penelitian ilmiah dan pengambilan keputusan manajerial merupakan


bagian integral dari pemecahan masalah yang efektif.
 Dapat diaplikasikan pada penelitian dasar dan terapan
CIRI-CIRI PENELITIAN ILMIAH
Ciri-ciri atau karakteristik utama penelitian ilmiah adalah sebagai berikut:
1. Tujuan Jelas
Manajer memulai penelitian dengan sebuah sasaran atau tujuan yang jelas.
Fokusnya meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi, dalam bentuk
berkurangnya pergantian, absensi, dan mungkin menaikkan level kinerja yang
kesemuanya tentu akan menguntungkan organisasi.
2. Tepat
Ketepatan mengandung arti kehati-hatian, kecermatan dan tingkat ketelitian dalam
investigasi penelitian. Hal ini harus didasari oleh teori dan metodologi yang sesuai
dengan penelitian.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

3. Dapat Diuji
Penelitian ilmiah menguji secara logis hipotesis yang telah disusun dengan metode
statistik tertentu untuk melihat apakah data mendukung perkiraan atau hipotesis
yang dibuat setelah studi yang mendalam terhadap masalah.
4. Dapat Ditiru
Ini berarti bahwa hasil penelitian dapat digunakan lagi jika keadaan yang sama
berlaku.
5. Ketelitian dan Keyakinan
Ketelitian dan keyakinan merupakan aspek penting yang dicapai melalui desain
sampling ilmiah yang tepat. Ketelitian mengacu pada kedekatan temuan dengan
realitas berdasarkan sebuah sampel. Keyakinan mengacu pada probabilitas
ketepatan estimasi kita.
6. Obyektivitas
Kesimpulan yang ditarik dari interpretasi hasil analisis data harus obyektif, yaitu
harus berdasarkan fakta-fakta dari temuan yang berasal dari data aktual, dan bukan
nilai-nilai subyektif atau emosional semata.
7. Dapat Digeneralisasi
Dapat digeneralisasi mengacu pada cakupan penerapan temuan penelitian dalam
suatu konteks organisasi ke konteks organisasi lainnya. Semakin penelitian itu
dapat digeneralisasi, maka akan semakin besar kegunaan dan nilainya.
8. Hemat
Kesederhanaan dalam menjelaskan fenomena atau persoalan yang mencul, dan
dalam menghasilkan solusi masalah, selalu lebih disukai untuk kerangka penelitian
yang kompleks yang meliputi jumlah faktor yang tidak dapat dikendalikan.

RINTANGAN SAINS DALAM PENELITIAN


Jawaban untuk masalah dapat ditemukan baik oleh proses deduksi atau proses
induksi, atau dengan kombinasi keduanya. Deduksi adalah proses menarik
kesimpulan beralasan berdasarkan generalisasi logis dari sebuah fakta yang
diketahui. Induksi adalah membuat proposisi umum berdasarkan fakta yang diamati.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

Gbr. 2.1 Deductive and Inductive Process

METODE HIPOTESIS-DEDUKTIF
Salah satu metode investigasi ilmiah yang utama adalah metode hipotetis-deduktif.
Metode ini meliputi tujuh langkah, yaitu pengamatan, pengumpulan data awal,
perumusan teori, penyusunan hipotesis, pengumpulan data ilmiah, analisis data dan
deduksi.

Gbr. 2.2 The Hypothetico-Deductive Method


TIPE PENELITIAN LAINNYA
Untuk mempelajari jenis persoalan tertentu digunakan:

 Studi kasus meliputi analisis mendalam dan kontekstual terhadap situasi


yang mirip dalam organisasi lain di mana sifat dan masalah yang terjadi
serupa dengan yang dialami saat ini.

 Penelitian tindakan merupakan proyek yang berkembang secara terus-


menerus dengan saling memengaruhi antara masalah, solusi, pengaruh
atau konsekuensi, dan solusi baru.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
BAB 3

TEKNOLOGI DAN PENELITIAN BISNIS

Kegunaan teknologi dalam semua aspek bisnis tidak dapat disangkal. Teknologi yang
dimaksud mengacu pada semua peranti keras, peranti lunak dan bantuan
komunikasi lainnya yang mencapai hasil bisnis yang diinginkan. Misalnya, jika kita
ingin mengirim sebuah surat bisnis professional, peranti lunak pengolah kata akan
menjadi teknologi yang digunakan untuk tujuan tersebut; jika ingin mempromosikan
produk, teknologi web menjadi alat yang efektif; dan jika memerlukan materi
publikasi terkait topic minat apapun, penggunaan internet akan menemukan data
yang diinginkan.

Untuk menjalankan bisnis, diperlukan data yang berguna, tepat waktu, akurat,
terpercaya, dan valid. Bila data dalam bentuk mentah dievaluasi, dianalisis dan
disatukan, informasi yang bermanfaat pun tersedia bagi manajer untuk membantu
mereka membuat keputusan bisnis yang baik.Pengumpulan informasi, komunikasi,
dan pengambilan keputusan berjalan saling bergandengan tangan. Era informasi
telah memungkinkan para manajer untuk memperoleh, bakan data yang sangat
besar dalam waktu singkat dan membuat keputusan keputusan dugaan berdasarkan
analisis dan interpretasi mereka. Sumber informasi internal dan eksternal sering
saling melengkapi, seperti bila penelitian eksternal terhadap preferensi konsumen,
pasar keuangan, dan indikator ekonomi menentukan keputusan internal yang terkait
dengan lini produk, strategi pemasaran, dan sistem distribusi.

Metode-metode yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan


menyatukan informasi dari lingkungan eksternal dan internal menjadi semakin
canggih berkat cakupan luas teknologi, yang membuat penelitian yang tepat waktu
dan efisien adalah vital bagi kelangsungan perusahaan.

TEKNOLOGI YANG BIASA DIGUNAKAN DALAM BISNIS


Internet, yang merupakan jaringan komputer global yang menghubungkan orang
dan informasi, telah membuka kemungkinan yang sangat besar bagi kemajuan
penelitian dan memperluas peluang bisnis di seluruh dunia. Internet
menghubungkan kita secara global ke seluruh dunia sehingga dapat digunakan untuk
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
mengumpulkan segala informasi yang kiranya dapat membantu memenuhi
kebutuhan dan keperluan kita.
Surat Elektronik (E-Mail), dimungkinkan dari penggunaan internet sebagai salah
satu alat komunikasi bisnis yang tidak mahal, hampir instant, dan mempunyai nilai
tambah berupa jaminan pengiriman subjek hanya kepada alamat e-mail yang tepat.
Intranet, berkaitan dengan sistem internal organisasi yang menghubungkan
jaringan data internal perusahaan, tetapi mencegah akses bagi pihak luar organisasi
atau perusahaan. Sistem ini juga memfasilitasi pencarian data dari dalam
perusahaan.
Browser adalah suatu fitur yang digunakan untuk mengakses data dari situs dan
mengaplikasi web dengan mudah. Tanpa adanya browser, penggunaan internet tidak
akan berfungsi atau berguna.
Situs Web digunakan oleh sebuah organisasi untuk mempublikasikan atau
mempromosikan citra mereka, berkomunikasi dengan pelanggan, membangun
hubungan, membagi informasi, memberi penawaran menarik kepada calon
konsumen, dan memastikan bahwa mereka tetap memperoleh laba. Web adalah alat
yang ampuh untuk komunikasi bisnis dan cara yang hebat untuk menyampaikan
informasi kepada pelanggan atau rekan kerja.

PERANTI LUNAK YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN BISNIS


Groupware, yang beroperasi pada sebuah jaringan sehingga sejumlah tim dapat
bekerja dalam proyek bersama dan peranti ini memungkinkan orang dari
departemen berbeda untuk mengakses data bersama-sama.
Neural Network (jaringan Syaraf) didesain untuk menelusuri pola-pola dalam
sekumpulan data dan mengambil kesimpulan darinya. Peranti ini memungkinkan
peramalan penjualan, saham, dan sebagainya.
CAM /CAD , CAM(computer aided manufacturing)membantu para insinyur untuk
mendesain komponen manufaktur dan mengarahkan produksi produk, sedangkan
CAD (computer aided design) menghasilkan dan menampilkan gambar-gambar rumit
dengan presisi memungkinkan eksperimentasi dengan desain yang berbeda.
Kecanggihan, desain dan pengembangan produk dibuat mungkin oleh program ini.
Enterprise Resouces Planning (Paket perencanaan Sumber Daya Perusahaan)
yang menawarkan integrasi aplikasi bisnis all-in-one yang secara perlahan telah
menggantikan aplikasi manufaktur, keuangan dan catatan pesanan tradisional yang
biasanya didesain sendiri dan tidak mudah diintegrasikan.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
Program Peranti Lunak Analisis Data memudahkan pengumpulan data,
penyimpanan, dan analisis data mentah yang dikumpulkan melalui survei. Peranti
tersebut anatar lain SPSS, SAS, Excel, dan sebagainya.

APLIKASI TERBARU DALAM TEKNOLOGI


Saat ini ada beberapa aplikasi terbaru dalam teknologi yang dapat membantu
penelitian dan pengembangan bisnis, yaitu alat elektronik genggam (handheld
device),teknologi suara interaktif, CD-ROM, dan basis data relasional, digital
whiteboard, video konferensi kelompok,realitas virtual dan menghubungkan PC ke
peralatan elektronik.
Perluasan fungsi dan pertumbuhan ukuran organisasi mengharuskan penggunaan
sistem informasi yang baik di mana data dapat diakses untuk keperluan
analisis/pengambilan keputusan oleh para eksekutif dan manajer di berbagai
tingkatan. Beberapa aspek sistem informasi antara lain:
Penyimpanan data (datawarehousing), yaitu proses mengekstrak, mentransfer,
dan mengintegrasi data yang tersebar di berbagai basis data dan sistem operasi
eksternal untuk memudahkan analisis dan pengambilan keputusan.
Penambangan data (data mining), yaitu alat strategis yang menggunakan
algoritma untuk menganalisis data dan efektif membedah datawarehouse untuk
mengidentifikasi pola dan hubungan yang tersembunyi dalam data yang tersimpan.
Riset Operasi, merupakan alat canggih yang digunakan untuk menyederhanakan
persoalan rumit tertentu yang harus dikuantifikasi melalui penggunaan matematika
dan statistik lanjutan untuk melengkapi penilaian pribadi manajer dalam
pengambilan keputusan.

Data merupakan nyawa perusahaan dan sebaiknya disimpan dalam sekurangnya dua
lokasi lain, atau setidaknya dicadangkan pada tape dan disimpan dalam lokasi
terpencil lainnya. Keamanan data bagi setiap organisasi menjadi masalah yang
sangat penting akibat kemajuan teknologi. Setiap organisasi harus melindungi
informasi tersebut dari berbagai ancaman dengan penggunaan ID digital, firewall,
anti virus terbaru, otorisasi, dan otentikasi.

Meskipun teknologi menawarkan kesempatan yang tidak terbatas bagi organisasi


dan indvidu dalam pengambilan keputusan pada berbagai tingkatan, teknologi juga
membebankan kewajiban tertentu bagi penggunanya. Pertama, adalah sangat
penting untuk melindungi privasi semua orang, baik itu konsumen, pemasok,
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
karyawan atau lainnya. Dengan kata lain bisnis harus menyeimbangkan kebutuhan
informasi mereka dengan hak individu yang berhubungan dengan mereka, dan yang
datanya mereka simpan. Kedua, perusahaan juga perlu memastikan bahwa
informasi rahasia yang berkaitan denga individu dilindungi dan tidak bocor kepada
vendor yang tidak bermoral dan digunakan untuk tujuan yang tidak bertanggung
jawab.
Ketiga, perhatian harus diberikan untuk memastikan bahwa informasi yang tidak
benar tidak didistribusikan di antara berbagai arsip berbeda perusahaan. Keempat,
mereka yang mencari data untuk perusahaan harus jujur, dapat dipercaya dan
berhati-hati dalam mengumpulkan dan merekam data dalam cara yang tepat waktu.
Tanggung jawab perusahaan terletak pada fakta bahwa teknologi harus berjalan
seiiring dengan praktek etika yang diikuti oleh aggotanya saat mereka melakukan
aktifitas bisnis sehari-hari.

BAB 4

PROSES PENELITIAN:
Pengamatan Bidang Masalah yang Luas,
Pengumpulan Data Awal, Definisi Masalah
PROSES PENELITIAN UNTUK PENELITIAN TERAPAN DAN DASAR
Penyelidikan ilmiah dalam metode hipotesis-deduktif dapat dibahas terkait dengan
dua aspeknya yang berbeda--proses (process) menyusun kerangka konseptual dan
hipotesis untuk pengujian, dan desain (design), yang meliputi perencanaan studi
aktual, berurusan dengan aspek tertentu seperti lokasi studi, pemilihan sampel,
serta pengumpulan dan analisis data.

PENGAMATAN TERHADAP BIDANG MASALAH YANG LUAS


Identifikasi bidang masalah yang luas melalui proses pengamatan dan fokus pada
situasi yang dibahas. Bidang masalah yang luas mengacu pada seluruh situasi
dimana seseorang melihat sebuah kemungkinan dalam konteks organisasi yang
perlu diselesaikan.
Contoh bidang masalah luas yang bisa diamati yaitu volume penjualan sebuah
produk, pengendalian persediaan atau program pelatihan yang tidak efektif. Bidang
masalah yang luas bisa dipersempit menjadi lebih spesifik dengan pengumpulan
sejumlah data awal pendahuluan, baik melalui wawancara maupun penelitian
literatur
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

PENGUMPULAN DATA AWAL


Melalui wawancara yang tidak terstruktur, wawancara terstruktur dan penelitian
perpustakaan akan mambantu peneliti untuk mendefinisikan masalah secara lebih
spesifik dan menyusun teori, menguraikan variabel-variabel yang mungkin
berpengaruh. Sifat informasi yang diperlukan oleh peneliti untuk tujuan tersebut
dapat diklassifikasikan secara luas kedalam tiga bagian :

1. Informasi latar belakang mengenai organisasi, yaitu faktor kontekstual


2. Filosofi manajemen, kebijakan perusahaan, dan aspek struktural lainnya.
3. Persepsi, sikap, dan respons perilaku dari anggota organisasi dan sistem klien
(sejauh dapat diterapkan).
informasi-informasi tersebut dapat diperoleh dari publikasi dokumen yang tersedia,
situs web perusahaan, arsip perusahaan dan sumver lainnya. Data yang diperoleh
melalui sumber yang telah ada dan tidak perlu dikumpulkan sendiri oleh peneliti
disebut data sekunder. Sedangkan data yang dikumpulkan untuk penelitian dari
tempat aktual terjadinya peristiwa melalui pengamatan atau penyebaran kuisioner
disebut data primer.

Proses pengumpulan data awal yang diperoleh dari wawancara kepada responden
baik dengan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur akan memberi
pewawancara gagasan yang baik mengenai dinamika yang berlaku dalam sistem.
Langkah selanjutnya setelah wawancara adalah menabulasi berbagai jenis informasi
yang telah diperoleh selama wawancara dan menentukan bila ada pola dalam respon
yang dapat dilihat.
Dari tabulasi yang menunjukkan variabel tertentu bagi peneliti maka langkah
berikutnya, yaitu melakukan survei literatur yang merupakan satu cara untuk
meringkaskan data sekunder dan adalah langkah penting dalam proses penelitian
untuk mendefinisikan masalah penelitian. Survei literatur merupakan dokumentasi
dari tinjauan menyeluruh terhadap karya publikasi dan nonpublikasi dari sumber
sekunder dalam bidang minat khusus bagi peneliti.
Langkah pertama dalam proses tersebut meliputi pengidentifikasian berbagai bahan
publikasi dan nonpublikasi yang relevan. Langkah kedua adalah pengumpulan
informasi relevan baik melalui pencarian diperpustakaan maupun aksesnya ke
sumber online. Langkah ketiga adalah menulis tinjauan literatur.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
DEFINISI MASALAH
Setelah memperoleh data awal dari wawancara dan tinjauan literatur, proses
selanjutnya adalah mempersempit masalah dari dasar yang semula luas dan
menekan persoalan dengan lebih jelas. Definisi masalah adalah pernyataan dari
pertanyaan yang jelas, tepat dan ringkas atau persoalan yang diinvestigasi untuk
menemukan jawaban, atau solusi. Contoh masalah yang didefinisikan dengan baik
adalah seberapa besar pengaruh harga dan kualitas pada penilaian konsumen
terhadap produk?
Ringkasnya, permasalahan penelitian merupakan dasar mengapa penelitian
dilakukan, dituangkan dalam latar belakang penelitian, dan latar belakangnya
dimulai dari hal yang bersifat umum kemudian mengerucut ke permasalahan yang
lebih spesifik. Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan
penafsiran yang berbeda. Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan
hubungan antara dua variabel atau lebih dan dinyatakan dalam kalimat tanya.

BAB 5

PROSES PENELITIAN:
Kerangka Teoretis dan Penyusunan Hipotesis

KERANGKA TEORETIS
Kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana
seseorang menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa faktor yang
dianggap penting untuk masalah, atau kerangka teoritis membahas saling
ketergantungan antar variabel. Penyusunan kerangka konseptual membantu kita
mengendalikan atau menghipotesiskan dan menguji hubungan tertentu untuk
meningkatkan pemahaman kita mengenai dinamika situasi.
Karena kerangka teoritis membahas antar variabel maka sangat perlu untuk
mengidentifikasi dan menguraikan variabel dengan jelas. Variabel adalah apapun
yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada
berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama
untuk objek atau orang yang berbeda. Contoh variabel yaitu unit produksi, absensi
dan motivasi.
Empat jenis variabel utama, yaitu:

1. Variabel terikat (dependent variabel)


Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
Variabel yang menjadi minat utama studi atau merupakan variabel utama yang
menjadi faktor yang berlaku dalam investigasi.

2. Variabel bebas (independent variabel)


Variabel yang mempengaruhi variabel terikat entah secara positif maupun
negatif. Yaitu, jika terdapat variabel bebas variabel terikat juga ada.

3. Variabel moderator (moderating variabel)


Variabel yang mempunyai hubungan ketergantungan yang kuat dengan
hubungan variabel terikat atau variabel bebas. Dimana, kehadiran variabel ini
mengubah hubungan awal antara bebas dan variabel terikat.

4. Variabel antara (intervening variable)


Variabel yang mengemuka sebagai fungsi dari variabel bebas, dan membantu
dalam mengonseptualisasi dan menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat.

Waktu (time-t) : t1 t2 t3
Keragaman
tenaga kerja Sinergi Efektivitas
kreatif Organisasi
Variabel bebas variabel antara
Variabel terikat

Keahlian
Manajerial

Variabel Moderator
Gbr. 5.1 Diagram hubungan antara variabel bebas, antara, moderator,
dan terikat

Langkah-langkah membuat model konseptual atau kerangka teoritisnya yaitu: 1)


Tetapkan nama variabel yang diteliti; 2) Pembahasan harus menyebutkan alasan
kaitan antarvariabel; 3Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan
temuan penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi dalam pembahasan apakah
hubungannya akan positif atau negatif; 4) Harus ada penjelasan mengapa hubungan
tersebut diperkirakan berlaku; 5) Deskripsikan teori dalam bentuk diagram skematis
kerangka teoretis.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

PENYUSUNAN HIPOTESIS
Setelah mengidentifikasi variabel penting dan menetapkan hubungan antar variabel
melalui pemikiran logis dalam kerangka teoritis selanjutnya kita berada dalam posisi
untuk menguji apakah hubungan yang diteorikan benar-benar terbukti
kebenarannya. Menguji hubungan tersebut dengan analisis statistik atau melalui
analisis kasus negatif dalam penelitian kualitatif. Hasil pengujian memberi solusi
untuk memecahkan masalah. Penyataan yang dapat diuji disebut Hipotesis. Hipotesis
merupakan jawaban sementara yang hendak diuji kebenarannya. Namun tidak
semua penelitian memerlukan hipotesis, penelitian yang bersifat eksploratif dan
deskriptif tidak memerlukan hipotesis
Dalam sebuah penelitian, hipotesis dapat dinyatakan dalam beberapa bentuk:

 Pernyataan hipotesis (format jika-maka); hipotesis dapat menguji apakah


terdapat perbedaan antara dua kelompok atau antara beberapa kelompok
yang terkait dengan variabel. Untuk menguji apakah hubungan atau
perbedaan yang diperkirakan tersebut eksis atau tidak, hipotesis dapat
disusun sebagai proposisi atau dalam bentuk pernyataan jika-
maka.Contoh:Karyawan yang lebih sehat akan lebih jarang mengambil cuti
sakit; Jika Karyawan lebih sehat, maka mereka akan lebih jarang
mengambil cuti saki.

 Hipotesis direksional adalah hubungan antara dua variabel atau


membandingkan dua kelompok dengan menggunakan istilah-istilah positif,
negatif, lebih dari, kurang dari, dan semacamnya. Contoh: Wanita lebih
bermotivasi di banding pria.
 Hipotesis nondireksional adalah hipotesis yang mendalilkan hubungan atau
perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan
atau perbedaan tersebut.

 Hpotesis nol (hipotesis nihil atau null hypotheses) adalah proposisi yang
menyatakan hubungan yang difinitif dan tepat di antara dua variabel.
Korelasi populasi antara dua variabel adalah sama dengan nol atau bahwa
perbedaan dengan mean (rerata hitung) dua kelompok dalam populasi
adalah sama dengan nol (atau suatu angka tertentu). Dapat dinyatakan
sebagai berikut:

H0 : µM = µW atau H0 : µM - µW =
0
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006

Di mana H0 mewakili hipotesis nol, µM adalah mean (rerata hitung) tingkat


motivasi pria, dan µW adalah mean tingkat motivasi wanita.
 Hipotesis alternatif untuk contoh diatas secara statistik akan dinyatakan
sebagai berikut

HA : µM < µW Yang sama dengan HA : µW > µM


Di mana HA mewakili hipotesis alternatif dan µM berturut-turut adalah mean
tingkat motivasi pria dan wanita.
Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis:
1. Menyatakan hipotesis nol dan alternatif.
2. Memilih uji statistik yang tepat berdasarkan data, parametrik atau
nonparametrik.
3. Menentukan tingkat signifikasi yang diinginkan.
4. Memastikan jika hasil dari analisis computer menunjukkan bahwa tingkat
signifikansi terpenuhi.
5. Jika nilai hitung lebih besar daripada nilai kritis , hipotesis nol ditolak dan
alternatif diterima. Jika nilai hitung lebih kecil daripada nilai kritis , hipotesis nol
diterima dan alternatif ditolak.

BAB 6

UNSUR-UNSUR DESAIN PENELITIAN


Setelah mengidentifikasi variabel dan mengembangkan kerangka teoritis serta
menyusun hipotesis, maka langkah selanjutnya adalah mendesain penelitian
sehingga data yang diperlukan dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk sampai pada
solusi.
Tujuan Studi

 Studi ekspolaratif (exploratory study) dilakukan jika tidak banyak yang


diketahui mengenai situasi yang dihadapi atau tidak ada informasi yang tersedia
mengenai bagaimana masalah atau isu penelitian yang mirip diselesaikan di
masa lalu. Studi eksploratif dilakukan untuk memahami dengan lebih baik sifat
masalah, ketika sejumlah fakta diketahui, tetapi diperlukan lebih banyak
informasi untuk menyusun kerangka teoretis yang kukuh.

 Studi deskriptif (descriptive study) dilakukan untuk mengetahui dan menjadi


mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
situasi. Tujuannya adalah memberikan sebuah riwayat atau untuk
menggambarkan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari
perspektif seseorang, organisasi, atau lainnya kepada peneliti.

 Pengujian hipotesis (hypothesis testing) dilakukan untuk menguji apakah


pernyataan jika-maka yang dihasilkan dari kerangka teoretis benar adanya ketika
dihadapkan pada penyelidikan yang ketat.

Jenis Investigasi
Manajer harus menentukan apakah yang diperlukan adalah studi kausal (causal
study) atau korelasional (correlational) untuk menemukan jawaban atas persoalan
yang dihadapi. Studi di mana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau
lebih masalah disebut studi kausal (causal study) dan jika peneliti berminat
untuk menemukan variabel penting yang berkaitan dengan masalah, studi tersebut
disebut studi korelasional (correlational study).
Tingkat Intervensi Peneliti Terhadap Studi.
Tingkat intervensi peneliti terhadap arus kerja normal di tempat kerja mempunyai
keterkaitan langsung dengan pilihan studi yang dilakukan, kausal atau korelasional.
Situasi Studi
Penelitian organisasi dapat dilakukan dalam lingkungan yang alami, dimana
pekerjaan berproses secara normal (yaitu dalam situasi tidak diatur) atau dalam
keadaan artifisial dan diatur. Studi korelasional selalu dilakukan dalam situasi tidak
diatur, sedangkan kebanyakan studi kausal yang ketat dilaksanakan dalam situasi
lab yang diatur.
Unit Analisis : Individual, Pasangan, Kelompok, Organisasi, Kebudayaan
Unit analisis merujuk pada tingkat kesatuan data yang dikumpulkan selama tahap
analisis data selanjutnya. Jika misalnya, pernyataan masalah berfokus pada
bagaimana meningkatkan tingkat motivasi karyawan secara umum, maka kita
memperhatikan individu karyawan organisasi dan harus menemukan apa yang bisa
dilakukan untuk meningkatkan motivasi mereka maka ini yang disebut individu
(individual). Jika peneliti berminat mempelajari interaksi dua orang, maka
beberapa kelompok yang terdiri dari dua orang atau dikenal sebagai pasangan
(dyads) menjadi unit analisis. Tetapi jika pernyataan masalah berkaitan dengan
efektivitas kelompok, maka unit analisis adalah pada tingkat kelompok (groups).
Bila kita membandingkan departemen yang berbeda dalam organisasi, maka analisis
data akan dilakukan pada tingkat departemen. Jika kita ingin mempelajari
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
perbedaan budaya antar bangsa, kita harus mengumpulkan data dari berbagai
negara dan mempelajari pola budaya yang berlaku dalam setiap negara.

Horison Waktu (Study Cross-Sectional dan Study Longitudynal)


Study one- shot atau cross-sectional merupakan studi yang dapat dilakukan
dengan data yang hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian,
mingguan, atau bulanan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. Tetapi jika
peneliti ingin mempelajari orang atau fenomena pada lebih dari satu batas waktu
dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian disebut study longitudinal.
Tinjauan Unsur-Unsur Desain Penelitian
Bagian ini menyimpulkan pembahasan mengenai isu desain dasar yang terkait
dengan tujuan studi, jenis investigasi, tingkat intervensi peneliti, keadaan study, unit
analisis, dan horizon waktu. Desain penelitian yang ketat yang mungkin menuntut
biaya lebih tingi adalah perlu jika hasil studi sangat penting untukmembuat
keputusan penting untuk mempengaruhi kelangsungan organisasi.
Implikasi Manajerial
Manajer berada dalam posisi untuk menimbang kepentingan masalah yang dialami
dan memutuskan jenis desain seperti apa yang dapat memberikan hasil yang bisa
diterima dalam cara yang efisien.

Gbr. 6.1 Desain Penelitian Terlampir

BAB 7

DESAIN EKSPERIMEN
Desain eksperimen dilakukan untuk menguji kemungkinan hubungan sebab dan
akibat antar variabel.
Desain eksperimen terbagi atas dua kategori: eksperimen lab dan eksperimen
lapangan.
EKSPERIMEN LAB
Eksperimen Laboratorium dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab akibat
dalam suatu situasi buatan (laboratorium).
Kontrol dan manipulasi variabel “pengganggu” (Nuisance) dan variabel bebas, paling
baik dilakukan dalam eksperimen lab.
Kontrol dan Manipulasi
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
Kontrol; dilakukan untuk mengontrol variabel “pengganggu” dengan tidak
memasukannya ke dalam eksperimen.
Contoh: Manajer SDM meneliti pengaruh pelatihan membuat Situs Web pada
sekretaris baru. Maka para sekretaris yang telah mempunyai pengalaman atau
paham tentang Web sebelumnya, tidak dimasukkan di dalam eksperimen
Manipulasi; kita membuat tingkat yang berbeda pada variabel bebas untuk menilai
dampak pada variabel terikat. Manipulasi variabel bebas disebut juga perlakuan
(treatment).
Contoh: Menguji pengaruh penerangan terhadap produktifitas operator mesin jahit
MENGONTROL VARIABEL PENGGANGGU
Memadankan Kelompok; dilakukan dengan memadankan (matching) berbagai
kelompok dengan memilih karakteristik yang mengacaukan dan secara sengaja
menyebarkannya ke semua kelompok.
Misalnya: terdapat 20 wanita di antara 60 angggota, maka di tiap kelompok
ditempatkan 5 wanita, sehingga pengaruh gender tersebar dalam 4 kelompok.
Randomisasi; menentukan dan menempatkan anggota kelompok ke dalam 4
kelompok secara acak.
Misalnya: kita akan menentukan 4 kelompok dari 60 anggota, maka di tiap kelompok
diundi secara acak. 15 orang pertama dari 60, dimasukkan sebagai kelompok I,
begitu selanjutnya.
VALIDITAS INTERNAL
Validitas Internal mengacu pada keyakinan kita terhadap hubungan sebab dan
akibat.
Dalam Eksperimen Lab di mana hubungan sebab dan akibat dibuktikan, validitas
internal bisa dikatakan tinggi.
Validitas Internal merujuk pada tingkat keyakinan kita tentang pengaruh kausal
(bahwa variabel X mempengaruhi variabel Y)
VALIDITAS EKSTERNAL
Validitas Eksternal atau eksperimen lab yang dapat digeneralisasi. Jika kita
menemukan hubungan sebab akibat setelah mengadakan suatu eksperimen lab, kita
belum tentu yakin bahwa hubungan kausalitas tersebut juga akan berlaku dalam
suatu komunitas yang lebih besar (organisasi). Dalam hal tersebut, kita tidak bisa
yakin sepenuhnya bahwa hubungan sebab akibat yang ditemukan dalam eksperimen
lab, berlaku juga dalam situasi lapangan.
Validitas Eksternal mengacu pada tingkat generalisasi dari hasil sebuah studi kausal
pada situasi, orang, atau peristiwa lain.
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
EKSPERIMEN LAPANGAN
Eksperimen Lapangan dilakukan dalam suatu lingkungan alami di mana pekerjaan
dilakukan sehari-hari, namun kepada satu atau lebih kelompok diberikan perlakukan
tertentu.
Eksperimen Lapangan mempunyai validitas eksternal yang lebih tinggi (hasilnya
dapat digeneralisasi pada situasi organisasi lainnya), namun mempunyai validitas
internal lebih rendah, yaitu kita tidak bisa yakin mengenai seberapa besar pengaruh
variabel X terhadap variabel Y.

TRADE OFF ANTARA VALIDITAS INTERNAL DAN EKSTERNAL


Eksperimen Lab; validitas internal tinggi, tapi validitas eksternal rendah.
Eksperimen Lapangan; validitas eksternal tinggi, tapi validitas internal rendah.
Untuk memastikan kedua jenis validitas, peneliti biasanya menguji hubungan
kausalitas dalam suatu situasi buatan (lab) yang dikontrol secara ketat, setelah
hubungan dibuktikan, kemudian menguji hubungan kausalitas dalam eksperimen
lapangan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VALIDITAS INTERNAL
Pengaruh Sejarah
Peristiwa, kejadian, atau faktor tertentu yang muncul, berdampak bahkan
mengacaukan hubungan kausalitas antara kedua variabel (bebas dan terikat),
sehingga memengaruhi validitas internal.
Pengaruh Maturasi
Merupakan sebuah fungsi dari proses -biologis dan psikologis- yang berlaku dalam
responden sebagai hasil dari perjalanan waktu. Meliputi pertambahan usia,
kelelahan, rasa lapar, dan kebosanan.
Pengaruh Pengujian
Testing Effect memengaruhi validitas internal akibat prates dan pascates yang
dilakukan sebelumnya untuk menguji pengaruh sebuah perlakuan. Kepekaan
responden akan prates dan pascates dapat mengacaukan hubungan kausal antar
variabel.
Pengaruh Instrumentasi
Muncul disebabkan perlakuan berbeda pada instrumen pengukuran.
Misalnya tentang kinerja pegawai , manajer A mengukur dengan total produksi,
manajer B dengan menghitung barang cacat, manajer C yakni jumlah orang yang
dipekerjakan.
Pengaruh Bias Seleksi
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
Seleksi subyek yang tidak tepat atau tidak cocok untuk kelompok eksperimen dan
kontrol dapat memengaruhi validitas internal.

Pengaruh Regresi Statistik


Pengaruh ini muncul jika anggota yang terpilih untuk kelompok eksperimen
mempunyai skor awal yang ekstrem pada variabel terikat.
Misalnya: Jika seorang manajer akan menguji apakah dia dapat meningkatkan
kepandaian menjual bagian penjualan, maka si manajer sebaiknya tidak memilih
mereka dengan kemampuan yang sangat rendah atau sangat tinggi untuk
eksperimen.
Pengaruh Mortalitas
Pengurangan anggota dalam kelompok eksperimen, kontrol, atau keduanya, saat
eksperimen berlangsung dapat memengaruhi validitas internal.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI VALIDITAS EKSTERNAL


Validitas Eksternal bisa berkurang dikarenakan dalam eksperimen lab, seleksi jenis
subyek yang dilibatkan dan dipilih untuk eksperimen bisa sangat berbeda dari jenis
karyawan yang direkrut oleh organisasi.
Validitas Eksternal yang maksimal bisa diperoleh dengan memastikan bahwa,
sedapat mungkin, kondisi eksperimen lab sedekat dan secocok mungkin dengan
situasi dunia nyata.
Dalam hal ini, eksperimen lapangan menpunyai validitas eksternal yang lebih besar
daripada eksperimen lab.
JENIS DESAIN EKSPERIMEN DAN VALIDITAS INTERNAL
Semakin singkat rentang waktu eksperimen, semakin kecil kemungkinan dipengaruhi
Pengaruh Sejarah, Maturasi, dan Mortalitas. Eksperimen yang berlangsung satu atau
dua jam, biasanya tidak menemui kendala dalam hal tersebut.
JENIS DESAIN EKSPERIMEN
Desain Eksperimen Semu
Desain Eksperimen Semu (Quasi-experimental Design) teridiri atas prates dan
pascates desain kelompok eksperimen.
Desain Empat Kelompok Salomon
Desain eksperimental yang mengatur dua kelompok eksperimen dan dua kelompok
kontrol, memberikan prates dan pascates kepada satu kelompok eksperimen dan
Ringkasan Buku Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Ed. 4 Buku 1, Uma Sekaran: Salemba
Empat, 2006
satu kelompok kontrol, dan hanya memberikan pascates kepada kelompok
eksperimental dan kontrol yang lain.
Double-Blind Study
Studi di mana elaku eksperimen maupun subyek tidak menyadari siapa yang diberi
perlakuan sebenarnya dan siapa yang seakan-akan (placebo).
Desain Eksperimen Murni
Desain Eksperimen yang meliputi perlakuan, kelompok kontrol, dan merekam
informasi sebelum dan sesudah kelompok eksperimen diberi perlakuan. Disebut juga
Ex Post Facto Experimental Design dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab–
akibat. Tidak ada manipulasi variabel bebas dalam eksperimen lab atau lapangan,
namun subyek yang telah diberi stimulus dan tidak, dipelajari.
Misalnya: Untuk mempelajari pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan, maka
data kinerja kedua kelompok baik yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya
ataupun belum, dikumpulkan. Desain Eksperimen Ex Post Facto, dilakukan jauh
setelah pelatihan itu dilakukan sebelumnya.
Simulasi
Alternatif eksperimentasi lab dan lapangan yang saat ini dipergunakan dalam
penelitian bisnis adalah simulasi karena simulasi berada diantara eksperimen lab dan
lapangan, sejauh lingkungan diciptakan secara artifisial tetapi tidak jauh berbeda
dari realitas.
Gbr. 7.1 Desain Eksperimen Terlampir

Anda mungkin juga menyukai