Anda di halaman 1dari 11

TUGAS

1. Pengertian Remaja

Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi
dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan
mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai
tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa
atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa
remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remajabelum
memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti
Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang
mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa
remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun
sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23)
remaja adalah:

masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak
mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun
perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun
cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang.

Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja (adolescene) diartikan
sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup
perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

Remaja dalam bahasa Latin adalah adolescence, yang artinya “tumbuh atau tumbuh untuk
mencapai kematangan”. Istilah adolescence sesungguhnya mempunyai arti yang luas,
mencakup kematangan mental,emosional, social, dan fisik (Hurlock, 1991). Pandangan ini
didukung oleh Piaget (Hurlock, 1991) yang mangatakan bahwa secara psikologis remaja
adalah suatu usia dimana individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu
usia dimana anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua
melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa ini
mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas.

Masa remaja adalah waktu meningkatnya perbedaan di antara anak muda mayoritas, yang
diarahkan untuk mengisi masa dewasa dan menjadikannya produktif, dan minoritas yang
akan berhadapan dengan masalah besar. Masa remaja, menurut Mappiare (1982),
berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai
dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja ini dapat di bagi menjadi dua bagian, yaitu
usia 12 atau 13 tahun sampai dengan 17 atau 18 tahun adalah masa remaja awal dan usia 17
atau 18 sampai dengan 21 atau 22 tahun adalah masa remaja akhir.

Remaja sebenarnya tidak memiliki tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan
anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang
dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu remaja seringkali
dikenal dengan fase “mencari jati diri” atau fase “topan dan badai”. Remaja masih belum
mampu menguasai dan memfungsikan secara maksimal fungsi fisik maupun psikisnya.
Namun fase remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada masa amat potensial,
baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik (Monks dkk; 1989).

Dari seluruh definisi remaja yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa remaja
termasuk dalam kategori usia 12 tahun sampai 22 tahun, berada pada masa transisi antara
masa anak-anak dan masa dewasa yang mengalami fase perkembangan menuju kematangan
secara mental, emosi, fisik, dan sosial.

2. Masa-masa Remaja

Masa-masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Masa
remaja juga bisa diartikan sebagai masa “gamang”, masa berteman, dan masa mencari jati
diri. Remaja tentunya membutuhkan pergaulan dengan teman sebayanya tapi apakah para
remaja bisa berteman dengan teman yang baik dan benar? Banyak berbagai misteri dari
pertanyaan tersebut karena selain remaja menikmati masa-masa remajanya untuk bersenang-
senang, dia akan merasa menyesal karena ia tidak memanfaatkan masa remajanya dengan
baik.

Pergaulan remaja saat ini perlu mendapat sorotan yang utama, karena pada masa sekarang
pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan dikarenakan perkembangan arus modernisasi
yang mendunia serta menipisnya moral serta keimanan seseorang khususnya remajanya pada
saat ini. Ini sangat mengkhawatirkan Bangsa karena ditangan generasi mudalah bangsa ini
akan dibawa, baik buruknya bangsa ini sangat tergantung dengan generasi muda.

Generasi muda saat ini kurang memiliki rasa Cinta Tanah Air, ini dapat dilihat dari lebih
gemarnya anak muda untuk pergi ke bioskop daripada ke musium-musium sejarah
perjuangan bangsa, mengapa hal ini bisa terjadi? ada beberapa kemungkinan yang dapat kita
ambil dari hal tersebut yakni yang pertama kurangnya pemupukan rasa cinta tanah air
semenjak kecil , sinetron-sinetron yang ditayangkan di televisi merupakan tayangan yang
kurang produktif bagi perkembangan anak. Hal lain yang dapat menjadi penyebab yakni
kurangnya prioritas pendidikan sehingga dapat menyebabkan seseorang tidak tahu akan
bangsanya sendiri. Pergaulan remaja saat ini yang sangat mengkhawatirkan dapat dilihat dari
beberapa hal, yakni tingginya angka pemakai narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks
bebas dikalangan remaja. Angka remaja yang melakukan seks bebas hingga saat ini
mencapai 50 persen ramaja yang telah melakukan hubungan seks diluar nikah . Ini sangat
mengkawatirkan bagi Bangsa Indonesia krisis moral yang terjadi dikalangan remaja yang
menyebabkan seks bebas dapat terjadi.

Hal ini perlu diatasi, karena masa depan Bangsa sangat tergantung pada Generasi muda,
upaya pencegahan yang perlu dilakukan oleh kita semua yakni misalnya saja dengan
Pendidikan formal yang di dalamnya ada suatu pendidikan moral selain pendidikan
keagamaan yakni adanya pendidikan tentang bahaya narkoba, sex education, serta
pentingnya pendidikan budipekerti yang harus dijalankan. Sebab, baik buruk kelakuan
seseorang bermula dari baik buruknya iman yang tertanam serta budi pekerti tiap individu.
Hal ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen agar hal-hal seperti ini tidak terjadi dan
dapat diatasi. Hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya yakni peran orang tua didalam
keluarga dalam mengawasi tingkah laku anak. Namun tidak berhak bertindak otoriter
terhadap anak, dan dapat menjalankan fungsi sebagai orang tua dengan baik, diantaranya
memberikan kasih sayang, pendidikan budi pekerti, serta mengajarkan cinta kasih terhadap
sesama. Sehingga terjadi keselarasan antara anak dengan dirinya serta lingkungan
keluarganya.

Masa remaja adalah masa yang terindah. Itulah yang sering kita dengar dalam pergaulan
remaja. Namun indahnya masa-masa remaja, seringkali menimbulkan dampak negatif dalam
perkembangan remaja. Remaja yang cenderung memiliki pergaulan yang sering melanggar
nilai dan norma yang ada, baik itu norma agama maupun norma yang ada dalam masyarakat
dapat berdampak buruk bagi remaja maupun masyarakat. Sedangkan remaja yang memiliki
pergaulan yang sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat, akan berdampak
positif dalam perkembangan remaja.

“Indahnya masa remaja hanyalah sekejab, seperti menutup mata hanya sebentar. Lalu ketika
terbukanya mata, saya telah melihat dampak dari perbuatan saya sendiri”. Itulah salah satu
pendapat dari sekian banyaknya orang yang telah menyesal akan perbuatan yang telah ia
lakukan. Contoh tersebut pasti telah dirasakan oleh remaja-remaja yang memanfaatkan masa-
masa remaja untuk memakai narkoba, minum-minuman keras (alkhohol), dan melakukan
seks bebas yang mengakibatkan semakin cepatnya penularan penyakit Human
Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dan
terjadinya hamil di luar nikah. Salah satu penyebab dari kejadian di atas merupakan akibat
dari pergaulan bebas.

Pergaulan bebas yang semakin marak yang terjadi di kalangan remaja, mengakibatkan para
remaja atau anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat ini. Mereka tidak
menyadari bahwa hal itu menyebabkan masa depan mereka akan terancam. Kondisi semacam
ini juga sangat mempengaruhi terhadap ideologi masyarakat, sehingga ada sebagian mereka
beranggapan, kalau tidak bergaul dengan lawan jenis maka dinilai ketinggalan zaman. Inilah
salah satu dampak arus globalisasi. Oleh karena itu, dalam kondisi semacam ini manusia di
tuntut untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Akibat pergaulan yang menyesatkan itu
(terutama seks bebas dan narkoba), adalah penyesalan, penderitaan seumur hidup hingga
kematian di usia muda. Mereka terpaksa kehilangan masa depan.

Akhir-akhir ini banyak berita-berita dari media massa maupun media cetak yang
menginformasikan tentang adanya dampak dari teknologi yang semakin canggih, salah
satunya adalah dampak dari penggunaan facebook. Perteman lewat dunia maya ini
mempunyai dampak terhadap perkembangan remaja, baik itu dampak positif yang bisa
mendapatkan teman banyak dan juga bisa mendapatkan banyak informasi maupun dampak
negative dari penggunaan facebook.

Penggunaan situs jaringan pertemanan ini tidak hanya menimbulkan pengaruh dan dampak
secara langsung pada orang yang sedang menggunakan fasilitas ini, tetapi juga secara tidak
langsung pada orang lain dan lingkungan. Berikut ini adalah beberapa pengaruh penggunaan
dan penyalahgunaan Facebook di kalangan anak muda adalah : kurangnya waktu untuk
belajar dan mengerjakan tugas, kurangnya waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara
langsung dengan orang lain dan lingkungan, membuat lupa waktu sehingga pola hidup tidak
teratur, masyarakat terbiasa melalukan hal-hal dengan praktis, sehingga tidak termotivasi
untuk melakukan hal-hal yang sulit, pola finansial yang terkesan membuang-buang uang.

Beberapa contoh – contoh penyalahgunaan Facebook, antara lain adalah: penyebaran foto-
foto yang tidak sopan, perceraian, karena dapat berteman dan berkomunikasi secara bebas,
situs pertemanan seperti Facebook dapat menimbulkan kecemburuan dan perselingkuhan,
menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk membedakan hal nyata dan tidak nyata,
yaitu gejala penyakit neurotik skizofrenia, membuat seseorang menjadi ingin tahu urusan
orang lain, beredar banyak kata-kata kasar, pamer, sering dijadikan ajang untuk
membicarakan narkoba dan seks, menyebabkan gejala kenarsisan.

Jadi, kita harus bisa berpikir tepat dan logis, kita harus bisa menempatkan dan menerima
fungsi fasilitas komunikasi sesuai dengan proporsinya masing – masing. Kinerja dan dampak
positif dari penggunaan Facebook, aplikasi dan situs pertemanan lainnya akan sangat terasa
jika kita bisa menggunakannya dan tetap tunduk pada undang-undang internet
(cyberlaw),dan memakai sesuai dengan fungsi yang proporsional.

Lain halnya dengan para remaja yang tidak ingin menyiakan masa-masa remajanya dijadikan
sebagai waktunya bersenang-senang. Mereka belajar dengan keras untuk mencapai cita-cita
mereka. Remaja yang memanfaatkan betul-betul masa remajanya terlihat dari prestasi dan
kedisiplinan mereka dalam belajar.

Banyak orang yang ingin menjadi sukses, entah itu dalam bidang keuangan, percintaan, dan
banyak hal lainnya tergantung pribadi masing-masing. Pada dasarnya rahasia terbesar untuk
meraih semua hal itu sudah ada sejak jaman dulu, hanya saja seiring dengan berkembangnya
zaman manusia semakin melupakan cara-cara tersebut. Nah para remaja yang tidak ingin
menyia-nyiakan masa remajanya, mereka terus berusaha dan bersemangat untuk mencapai
kesuksesan dan cita-cita mereka. Ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut, salah
satunya adalah para remaja harus pandai dalam memilih teman. Karena teman kadang kala
bisa menjurumuskan seseorang, tapi ada juga teman yang bisa membawa kita dalam
kesuksesan.

Oleh karena itu, kita sebagai remaja harus bisa menempatkan diri sebagai remaja yang baik
dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta
dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari
anaknya, memberikan pendidikan agama, dan memberikan pendidikan seks yang benar.

3. Ciri-ciri Remaja

Masa remaja mempunyai ciri tertentu yang membedakan dengan periode sebelumnya :

Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (1992), antara lain :

a. Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan-perubahan yang dialami masa
remaja akan memberikan dampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan
mempengaruhi perkembangan selanjutnya.

b. Masa remaja sebagai periode pelatihan. Disini berarti perkembangan masa kanak-kanak
lagi dan belum dapat dianggap sebagai orang dewasa. Status remaja tidak jelas, keadaan
ini memberi waktu padanya untuk mencoba gaya hidup yang berbeda dan menentukan
pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.

c. Masa remaja sebagai periode perubahan, yaitu perubahan pada emosi perubahan tubuh,
minat dan peran (menjadi dewasa yang mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut,
serta keinginan akan kebebasan.

d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk
menjelaskan siapa dirinya dan apa peranannya dalam masyarakat.
e. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan. Dikatakan demikian karena
sulit diatur, cenderung berperilaku yang kurang baik. Hal ini yang membuat banyak
orang tua menjadi takut.

f. Masa remaja adalah masa yang tidak realistik. Remaja cenderung memandang kehidupan
dari kacamata berwarna merah jambu, melihat dirinya sendiridan orang lain sebagaimana
yang diinginkan dan bukan sebagaimana adanya terlebih dalam cita-cita.

g. Masa remaja sebagai masa dewasa. Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan
didalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan
kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa, yaitu dengan merokok, minum-minuman
keras, menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Mereka menganggap
bahwa perilaku ini akan memberikan citra yang mereka inginkan.

Disimpulkan adanya perubahan fisik maupun psikis pada diri remaja, kecenderungan remaja
akan mengalami masalah dalam penyesuaian diri dengan lingkungan. Hal ini diharapkan agar
remaja dapat menjalani tugas perkembangan dengan baik-baik dan penuh tanggung jawab.

4. Tugas dan Perkembangan Remaja

Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai
usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu
merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk
ini:

1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan


pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan
perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.

2. Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini
berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai
kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan
keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau musik,
yang semuanya harus mutakhir.

3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun
seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan
dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi.

4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang
biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua.
Ada sejumlah kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun menjemukan bagi
mereka dan orang tua mereka, merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini.

Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain :

1. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan
mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya-periang berseri-seri
dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu
hanya perlu diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di sekolah atau
kesulitan dengan teman-temannya.

2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual
dan bangkitnya birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks
sendiri juga merupakan ciri yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin
tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual.

3. Membolos

4. Perilaku anti sosial, seperti suka mengganggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya
mungkin bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi,
penyebab yang mendasar adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari
orang tua terutama bila terlalu keras atau terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali

5. Penyalahgunaan obat bius

6. Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.

Apa yang harus anda lakukan bila anda merasa cemas terhadap anak remaja anda

Langkah pertama adalah bertanya kepada diri sendiri apakah perilaku yang mencemaskan itu
adalah perilaku yang normal pada anak remaja. Misalnya adalah pemurung, suka melawan,
lebih senang sendiri atau bersama teman-temannya dari pada bersama anda. Anak remaja
anda ingin menunjukan bahwa ia berbeda dengan anda. Hal ini dilakukan dengan berpakaian
menurut mode mutakhir, begitu pula dengan kesenanganya pada potongan rambut dan musik.
Semua itu sangat normal, asal perilaku tersebut tidak membahayakan, anda tidak perlu
prihatin.

Tindakan selanjutnya adalah menetapkan batas dan mempertahankannya. Menetapkan batas


itu sangatlah penting, tetapi batas-batas itu haruslah cukup lebar untuk memungkinkan
eksplorasi yang sehat.
• Bila perilaku anak anda membahayakan atau melampaui batas-batas yang anda harapkan,
langkah berikutnya adalah memahami apa yang tidak beres.

• Depresi dan perilaku yang membahayakan diri selalu merupakan respon terhadap stres
yang tidak dapat diatasinya.

• Anak remaja yang berperilaku atau suka membolos seringkali akibat meniru dan
mengikuti teman-temannya, dan merupakan respon dari sikap orang tua yang terlalu ketat
atau terlalu longgar.

• Minum-minuman alkohol dan menghisap ganja biasanya merupakan respon terhadap


stres dan akibat meniru teman. Masalah seksual paling sering mencerminkan adanya
kesulitan diri didalam proses pendewasaan.

Secara umum masalah yang terjadi pada remaja dapat diatasi dengan baik jika orang tuanya
termasuk orang tua yang "cukup baik". Donald winnicott, seorang psikoanalisis dari Inggris
memperkenalkan istilah "good enough mothering" ia menggunakan istilah ini untuk mengacu
pada kemampuan seorang ibu untuk mengenali dan memberi respon terhadap kebutuhan
anaknya, tanpa harus menjadi ibu yang sempurna. Sekarang laki-laki pun telah
"diikutsertakan", sehingga cukup beralasan untuk membicarakan tentang "menjadi orang tua
yang cukup baik"

Tugas-tugas yang dilakukan oleh orang tua yang cukup baik, secara garis besar adalah:

1. memenuhi kebutuhan fisik yang paling pokok; sandang, pangan dan kesehatan

2. memberikan ikatan dan hubungan emosional, hubungan yang erat ini merupakan bagian
penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak.

3. Memberikan sutu landasan yang kokoh, ini berarti memberikan suasana rumah dan
kehidupan keluarga yang stabil.

4. Membimbing dan mengendalikan perilaku.

5. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, hal ini diperlukan untuk
membantu anak anda matang dan akhirnya mampu menjadi seorang dewasa yang
mandiri. Sebagian besar orang tua tanpa sadar telah memberikan pengalaman-
pengalaman itu secara alami.

6. Mengajarkan cara berkomunikasi, orang tua yang baik mengajarkan anak untuk mampu
menuangkan pikiran kedalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan,
mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang
sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah.
7. Membantu anak anda menjadi bagian dari keluarga.

8. Memberi teladan.

5. Permasalahan Remaja

Berbicara mengenai masalah remaja tidak akan habis2nya, namun saya hanya
menyumbangkan sebagian kecil pemikiran masalah kenakalan remaja yang mungkin saja
berguna untuk menambah pengetahuan para pembaca.

Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu
tak lain adalah persiapan mengemban tugas pembangungan pada masa yang akan datang,
masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi
muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan
datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari
tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.

Disatu pihak remaja berusaha berlomba2 dan bersaing dalam menimba ilmu, tetapi dilain
pihak remaja berusaha menghancurkan nilai2 moralnya sebagai manusia. Hal ini sangat
memprihatinkan bagi kita semua. Memang tingkah laku mereka hanyalah merupakan
masalah kenakalan remaja, tetapu lama-kelamaan menuju suatu tindakan kriminalitas yang
sangat meresahkan.

Pada umunya kenakalan remaja ini dilakukan oleh anak yang berumur antara 15-18 tahun.
Masa remaja merupakan masa dimana sedang beralihnya masa anak2 menuju masa
kedewasaan. Pada masa ini jiwa mereka masih labil dan mereka tidak memiliki pegangan
yang pasti. Mereka berbuat sesuai dengan pikiran dan nalar, perbuatan itu mereka lakukan
dalam mencari jati diri mereka sebenarnya.

Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak
berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri,
lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.

Masalah remaja sebagai usia bermasalah. Setiap periode hidup manusia punya masalahnya
sendiri2, termasuk periode remaja. Remaja seringkali sulit mengatasi masalah mereka. Ada
dua alasan hal itu terjadi, yaitu : pertama; ketika masih anak2, seluruh masalah mereka selalu
diatasi oleh orang2 dewasa. Hal inilah yang membuat remaja tidak mempunyai pengalaman
dalam menghadapi masalah. Kedua; karena remaja merasa dirinya telah mandiri, maka
mereka mempunyai gengsi dan menolak bantuan dari orang dewasa.
Remaja pada umunya mengalami bahwa pencarian jati diri atau keutuhan diri itu suatu
masalah utama karena adanya perubahan2 sosial, fisiologi dan psikologis di dalam diri
mereka maupun di tengah masyarakat tempat mereka hidup. Perubahan2 ini dipergencar
dalam masyarakat kita yang semakin kompleks dan berteknologi modern.

Arus perubahan kehidupan yang berjalan amat cepat cenderung membuat individu merasa
hanya seperti sebuah sekrup dalam mesin raksasa daripada seorang makhluk utuh yang
memiliki di dalam dirinya suatu keyakinan akan identitas dir sebagai seorang pribadi.

Adapun masalah yang dihadapi remaja masa kini antara lain :

a. kebutuhan akan figur teladan

Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai2 luhur yang berlangsung dari keteladanan
orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat2 bagus yagn tinggal hanya kata2 indah.

b. sikap apatis

Sikap apatis meruapakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b
ersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam
ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.

c. kecemasan dan kurangnya harga diri

Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda
yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan
lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).

d. ketidakmampuan untuk terlibat

Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis,


membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam
hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan
untung rugi atau malahan dengan uang.

e. perasaan tidak berdaya

Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai
gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan
masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang
keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”,
misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau
ijasah.

f. pemujaan akan pengalaman


sebagian besar tindakan2 negatif anak muda dengan minumam keras, obat2an dan seks
pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda
dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang pengalaman.

Bentuk-bentuk dari perbuatan yang anti sosial antara lain :

a. Anak-anak muda yang berasal dari golongan orang kaya yang biasanya memakain
pakaian yang mewah, hidup hura-hura dengan pergi ke diskotik merupakan gaya hidup
mewah yang tidak selaras dengan kebiasaan adat timur.

b. Di sekolah, misalnya dengan melanggar tata tertib sekolah seperti bolos, terlambat
masuk kelas, tidak mengerjakan tugas dan lain sebagainya.

c. Ngebut, yaitu mengendarai mobil atau motor ditengah-tengah keramaian kota dengan
kecepatan yang melampaui batas maksimum yang dilakukan oleh para pemuda belasan
tahun.

d. Membentuk kelompok (genk-genk) anak muda yang tingkah lakunya sangant


menyimpang dengan norma yagn berlaku di masyarakat, seperti tawuran antar
kelompok.