Anda di halaman 1dari 44

http://www.e-dukasi.net/index.php?

mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=997

Pemuaian Zat
Pemuaian adalah bertambahnya volume suatu zat akibat meningkatnya suhu zat. Semua zat umumnya
akan memuai jika dipanaskan.
Pemuaian zat padat, zat cair, dan gas menunjukkan karakteristik yang berbeda. Pemuaian dapat
digambarkan sebagai berikut, jika sekelompok orang berdiri dan tidak bergerak mereka dapat berdiri
berdekatan, sehingga tidak membutuhkan ruang yang besar, tetapi jika orang-orang tersebut mulai
bergerak, maka akan dibutuhkan ruang yang lebih besar.
Hal ini terjadi jika suatu zat dipanaskan. Partikel-partikel zat bergerak lebih cepat, sehingga
membutuhkan ruang yang lebih besar. Ruang yang ditempati partikel-partikel pembentuk zat bergantung
pada suhunya.

Gambar 1. Sebuah gelas terpecah yang disebabkan pemuaian yang tidak sama
antara bagian dalam dan luar gelas
http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=997

- Pemuaian Zat Padat


A. Muai Panjang

Pemuaian zat terjadi ke segala arah, sehingga panjang, luas, dan ukuran volume zat akan bertambah.
Untuk zat padat yang bentuknya memanjang dan berdiameter kecil, sehingga panjang benda jauh lebih
besar daripada diameter benda seperti kawat, pertambahan luas dan volume akibat pemuaian dapat
diabaikan. Dengan demikian, hanya pertambahan ukuran panjang yang diperhatikan. Pemuaian yang
hanya berpengaruh secara nyata pada pertambahan panjang zat disebut muai panjang. Salah satu alat
yang digunakan untuk menyelidiki muai panjang zat padat adalah Musschenbroek.
Gambar 2. Musschenbroek adalah alat untuk menyelidiki muai panjang zat

Alat ini mengukur muai panjang zat berbentuk batang. Salah satu ujung batang ditempatkan pada posisi
tetap, sehingga ujung yang lain dapat bergerak bebas, ujung yang bebas akan mendorong sebuah jarum
yang menunjuk ke skala saat memuai. Besar pemuaian dapat dilihat dari skala yag ditunjuk jarum. Makin
besar pemuaian, maka makin besar perputaran jarum pada skala.

Gambar 3. Sebuah batang logam sebelum dipanaskan dan dan setelah dipanaskan

Tiga batang logam yang dipanaskan

Pertambahan panjang suatu zat secara fisis:


1. Berbanding lurus dengan panjang mula-mula
2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu
3. Bergantung dari jenis zat

Pertambahan panjang suatu zat secara matematis dapat dituliskan:


Keterangan:

= pertambahan panjang, dalam satuan meter

= panjang mula-mula, dalam satuan meter

= koefisien muai panjang, dalam satuan /°C

= perubahan suhu, dalam satuan °C

Pertambahan panjang setiap zat berbeda-beda bergantung pada koefisien zat. Pertambahan panjang zat

padat untuk kenaikan 1°C pada zat sepanjang 1 m disebut koefisien muai panjang ( ).

Tabel 1. Koefisien muai panjang beberapa zat padat

Pemuaian yang terjadi pada zat padat dapat berupa muai panjang, muai luas, atau muai volume.
Pemuaian juga bergantung dari jenis bahannya (zat). Koefisien muai panjang aluminium jauh lebih besar
daripada tembaga maupun besi sehingga pertambahan panjang yang terbesar terjadi pada aluminium
(Al), tembaga (Cu), kemudian besi (Fe).

Itu artinya koefisien muai panjang Al > Cu > Fe .


Perbandingan muai logam yang dipanaskan

B. Muai Luas
Pada logam yang berbentuk lempengan tipis (berupa segiempat, segitiga, atau lingkaran), ukuran volume
dapat diabaikan. Ketika lempengan tersebut mendapat pemanasan, maka dapat diamati hanya pemuaian
luasnya saja. Dengan kata lain, zat padat tersebut mengalami muai luas.
Muai luas dapat diamati pada kaca jendela, pada saat suhu udara panas, dan suhu kaca menjadi naik
sehingga terjadi pemuaian, maka kaca memuai lebih besar daripada pemuaian bingkainya, akibatnya
kaca terlihat terpasang sangat rapat pada bingkai. Benda yang mengalami muai luas akan menjadi lebih
besar daripada semula.
Pemuaian yang terjadi pada sebuah benda padat jika ketebalannya jauh lebih kecil dibandingkan panjang
dan lebarnya, maka yang terjadi adalah muai luas.

Gambar 4. Sebuah kaca sebelum dipanaskan dan dan setelah dipanaskan

Sebuah kaca dipanaskan dan diukur dengan Musschenbroek

Pertambahan luas suatu zat bila dipanaskan akan:


1. Berbanding lurus dengan luas mula-mula
2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu
3. Bergantung dari jenis zat

Pertambahan luas yang terjadi apabila benda menerima panas, secara matematis dapat dituliskan:

Keterangan:

= pertambahan luas, dalam satuan meter persegi (m2)

= luas mula-mula, dalam satuan meter persegi (m2)


= 2. = koefisien muai luas, dalam satuan /°C

= perubahan suhu, dalam satuan °C

C. Muai Volume
Jika benda yang kita panaskan berbentuk balok, kubus, atau berbentuk benda pejal lainnya, muai
volumlah yang harus kita perhatikan (paling dominan).
Sebuah kubus dipanaskan dan diukur dengan Musschenbroek

Pertambahan volume suatu zat yang dipanaskan, secara fisis:


1. Berbanding lurus dengan volume mula-mula zat
2. Berbanding lurus dengan perubahan suhu zat
3. Bergantung dari jenis bahan
Pertambahan volume zat yang terjadi akibat panas, secara matematis dapat dituliskan:

Keterangan:

= pertambahan volume, dalam satuan m3

= volume mula-mula, dalam satuan m3

= 3. = koefisien muai volume, dalam satuan /°C

= perubahan suhu, dalam satuan °C

http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=1014

- Pemuaian Zat Cair


Pada zat cair hanya dikenal ukuran volume, karena itu pada zat cair hanya dikenal muai volume.
Makin tinggi kenaikan suhu, makin besar penambahan volume zat cair. Pemuaian zat cair yang satu
dengan yang lain umumnya berbeda, meskipun volume zat cair mula-mula sama. Untuk seluruh zat cair
pemuaian makin besar jika kenaikan suhu bertambah besar.
Pemuaian zat cair dapat dimanfaatkan dalam penggunaan termometer zat cair, biasanya zat cair yang
digunakan adalah raksa atau alkohol. Sifat naik atau turunnya zat cair dalam pipa kapiler sebagai akibat
pemuaian zat cair inilah yang digunakan untuk mengukur suhu. Permukaan zat cair naik sepanjang pipa
kapiler dan berhenti pada posisi tertentu yang sesuai dengan suhu benda. Suhu yang terukur dinyatakan
oleh skala yang berimpit dengan permukaan zat cair pada pipa kapiler tersebut.
Pemuaian yang terjadi pada zat cair adalah muai volume. Air yang keluar dari bejana merupakan indikasi
perbedaan pemuaian yang berbeda antara zat padat dan zat cair. Air yang tertumpah dari bejana
menandakan pemuaian zat cair yang lebih besar dari muai zat padat, dalam hal ini adalah bejananya.

Air yang dipanaskan dalam bejana

Di bawah ini adalah tabel koefisien muai volume beberapa zat cair.

Tabel 2. Koefisien Muai Volume Zat Cair


Gambar 5. Termometer alkohol adalah salah satu contoh penerapan pemuaian pada zat cair.

Prinsip kerja termometer zat cair menggunakan prinsip dasar pemuaian zat cair. Naiknya permukaan
raksa mengindikasikan adanya pemuaian, semakin besar panas yang diterima semakin besar pula
tingkat kenaikan raksa.
Selain termometer zat cair terdapat termometer lain yaitu termometer digital. Keuntungan dari termometer
digital adalah hasil pengukuran lebih akurat dan langsung dapat dilihat, tetapi termometer digital memiliki
kekurangan yaitu memerlukan baterai sebagai sumber energi.

Termometer zat cair dan termometer digital

Anomali Air
Hampir semua zat akan memuai jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan. Tetapi, air memiliki
sedikit pengecualian. Jika suhu diturunkan, memang volume air akan makin kecil seperli lainnya. Namun
pada suatu ketika volume air justru membesar meskipun suhunya tetap diturunkan. Jadi ada suhu
dimana air memiliki volume paling kecil. Jika pada suhu tersebut air dipanaskan, volumenya akan
bertambah besar, jika pada suhu tersebut air didinginkan, volumenya akan membesar.
Sifat air yang demikian disebut anomali air. Pada tekanan 1 atm, volume terkecil yang dimiliki air pada
suhu 4°C . Dengan demikian, volume es lebih besar daripada volume air pada suhu 4°C . Karena
volumenya paling kecil maka, massa jenis yang terbesar terjadi saat suhu 4°C.
Gafik 1. Pada suhu 4°C air menunjukkan sifat anomali

Ketika danau di daerah yang bersuhu dingin membeku, es yang terbentuk akan mengapung di atas
permukaan air. Hal ini terjadi karena massa jenis es lebih kecil daripada air yang bersuhu 1°C sampai
4°C. Itulah sebabnya permukaan danau sudah menjadi es, namun di dasarnya masih menjadi air. Begitu
juga bila kita membuat es batu dengan menggunakan pendingin (refrigerator) , volume air sebelum
menjadi es akan jauh lebih kecil dibandingkan setelah seluruh air telah berubah menjadi es.

Foto. Sebuah danau yang pada permukaannya telah terjadi perubahan wujud.
http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=1025

- Pemuaian Gas
Gas mengalami pemuaian ketika suhunya bertambah dan mengalami penyusutan jika suhunya turun.
Pada gas tidak dikenal muai panjang dan muai luas, yang ada hanyalah muai volume gas. Dari penelitian
yang dilakukan menunjukkan bahwa koefisien muai volume semua gas sama yaitu :
0,00367 /K.
Perumusan muai volume pada tekanan tetap dapat dituliskan:

Keterangan:
V2= volume gas pada suhu akhir, dalam satuan m3
V1= volume gas pada suhu awal, dalam satuan m3

= kenaikan suhu, dalam satuan K

Balon udara merupakan salah satu contoh penerapan muai gas


http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=1030

Penerapan Sifat Pemuaian Zat


Zat-zat tertentu mempunyai koefisien muai yang besar, akibatnya, benda yang terbuat dari zat tersebut
akan bertambah ukurannya secara mencolok saat udara panas atau suhu benda tinggi, sebaliknya benda
tersebut akan menyusut jika udara dingin. Efek pemuaian zat harus diperhitungkan pada konstruksi
jembatan, bangunan, atau peralatan rumahtangga lainnya. Berikut ini adalah beberapa manfaat
pemuaian.
Pengelingan
Pengelingan adalah penyambungan dua plat logam dengan menggunakan paku keling. Kedua plat yang
akan disambung. Paku keling yang sudah dipanaskan hingga membara kemudian digunakan untuk
menyambung, setelah itu dipukul hingga rata. Pada saat dingin kembali, paku menyusut dan kedua plat
dapat tersambung erat.

Pengelingan logam jaman dahulu banyak digunakan pada pembuatan roda pedati.

Keping Bimetal
Bimetal artinya dua buah logam. Keping bimetal adalah dua keping logam yang memiliki koefisien muai
panjang berbeda (biasanya kuningan dan besi) yang dikeling menjadi satu. Keping bimetal sangat peka
terhadap perubahan suhu. Pada suhu normal panjang kedua logam sama, jika suhunya naik, kedua
logam memuai dengan pertambahan panjang yang berbeda, akibatnya keping bimetal membengkok ke
arah logam yang mempunyai koefisien terkecil. Pembengkokan bimetal dapat dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan misalnya saklar alarm bimetal, atau termometer bimetal.

Foto keping bimetal yang dipanaskan akan melengkung.


Pada gedung-gedung keping bimetal digunakan sebagai saklar alarm kebakaran. Jika terjadi kebakaran,
suhu ruangan akan naik, keping bimetal akan melengkung dan menghubungkan rangkaian listrik
sehingga alarm kebakaran berbunyi.

Alarm

Pemasangan Jaringan Listrik atau Telepon


Kabel listrik atau telepon harus dipasang kendur dari satu tiang ke tiang yang lain. Jika suhu turun pada
malam hari atau saat hari dingin, kawat akan menyusut sehingga panjangnya akan berkurang. Jika tidak
dipasang kendur, penyusutan panjang dapat menyebabkan kabel putus.

Pemasangan instalasi kabel dibuat kendur agar pada malam hari atau
suhu udara rendah mencegah kabel terputus.

Kontruksi Jembatan
Jembatan seringkali dibuat dari kerangka besi. Rangka jembatan yang terbuat dari besi akan memuai jika
suhunya naik, antara ujung rangka jembatan dengan tiang beton diberi celah pemuaian. Selain itu ujung
tersebut diletakkan di atas roda. Ketika terjadi pemuaian, rangka bertambah panjang. Keberadaan roda
dan celah memudahkan gerak memanjang dan memendeknya rangka, sehingga terhindar dari
pembengkokan.

Celah pada sambungan sebuah jembatan yang memberi ruang bila terjadi pemuaian.
Sambungan Rel Kereta Api
Pemasangan rel kereta api harus menyediakan celah antara satu batang rel dengan batang rel yang lain.
Jika pada siang hari dan suhu meningkat, batang rel akan memuai sehingga terjadi pertambahan
panjang, dengan adanya celah tidak terjadi tabrakan antara dua batang rel yang berdekatan yang dapat
menyebabkan rel kereta menjadi bengkok.

Celah antar rel yang berfungsi sebagai ruang apabila terjadi pemuaian.
http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi
%20Pokok/view&id=188&uniq=1036

http://www.gurumuda.com/pemuaian

Pemuaian
• Thursday Mar 12,2009 06:28 PM
• By san
• In Suhu Dan Kalor
Pengantar
Pernah naik kereta api-kah ? Kalau ingin naik kereta api lagi, jangan cuma lirik cewe atau cowo
cakep Sekali2 perhatikan juga bentuk rel (rel tuh jalan raya-nya kereta api… he2… ). Di

setiap sambungan rel pasti ada celahnya… kenapa ya, harus pake celah segala. Atau si insinyur
lagi ngantuk kali waktu bikin tuh rel. Kalau belum pernah lihat rel, mungkin pernah lihat
jembatan ? Maksud gurumuda jembatan yang strukturnya pakai besi, bukan jembatan kayu…

Mirip seperti celah di rel, biasanya besi yang ada di jembatan (di

permukaan jalan) juga ada celahnya. Apalagi ya, selain rel dan jembatan… oh, yang ini kasusnya
mirip. Atap rumahmu pakai genteng atau seng ? kalau atap rumahmu pakai seng, kadang kalau
lagi panas sengnya bisa bunyi sendiri… serius… kalau tidak percaya, bongkar saja atap
rumahmu, terus ganti pakai seng… piss….
Aneh ya, rel kereta api kok harus ada celah segala. Besi atau baja di jembatan juga sama… lebih
aneh lagi atap rumah yang pake seng. Kalau lagi kepanasan atau kedinginan, seng bisa ribut2….
Kenapa ya… Dirimu bingung-kah ? biasa aja tuh… yee, dalam hati pasti penasaran juga.
Gampang kok jelasinnya… met belajar ya….
Pemuaian
Sebagian besar benda biasanya akan memuai ketika kepanasan atau menyusut jika kedinginan
Atap seng bisa ribut2 di siang hari yang panas karena adanya pemuaian. Jika kepanasan, rel

kereta api juga bisa memuai. Karenanya sambungan rel harus ada celahnya. Jika tidak ada celah,
kemungkinan besar rel (biasanya terbuat dari besi/baja) bisa bengkok apabila rel tersebut
memuai. Demikian juga besi atau baja pada jembatan. Botol air yang penuh terisi air dan tertutup
rapat juga bisa hancur lebur kalau botol tersebut dipanaskan. Masih banyak contoh lain. Sisanya
dipikirkan sendiri ya…
Btw, besarnya pemuaian sangat bergantung pada sifat benda tersebut. Walaupun panas yang
dirasakan sama, pemuaian yang dialami setiap benda berbeda-beda. Mengenai hal ini akan
gurumuda jelaskan kemudian.
Pada umumnya, pemuaian benda bisa dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni pemuaian panjang
dan pemuaian volume. Kita pelajari pemuaian panjang terlebih dahulu. Setelah itu baru kita
bahas pemuaian volume.
Pemuaian Panjang
Jika terjadi perubahan suhu, kebanyakan benda padat biasanya mengalami pemuaian panjang.
Pemuaian panjang di sini bisa berarti panjang benda bertambah atau panjang benda berkurang.
Biasanya panjang benda bertambah ketika suhu meningkat, sebaliknya panjang benda berkurang
(benda memendek) ketika suhu menurun. Oya, dirimu jangan membayangkan bahwa pemuaian
panjang hanya bisa terjadi pada benda2 seperti kawat, beton dkk… setiap benda padat, apapun
itu pasti mengalami pemuaian panjang, meskipun tidak semua bagian benda itu mengalami
pemuaian panjang. Contoh… misalnya kita tinjau sebuah mobil yang lagi diparkir di pinggir
jalan. Ketika si mobil kepanasan, lempeng besi bisa bertambah tebal atau panjang sisinya bisa
bertambah walaupun sangat kecil. Atap rumah yang terbuat dari seng juga bisa mengalami
pemuaian panjang. Dalam hal ini, ketika seng kepanasan, tepi seng bisa bertambah lebar. Seng
juga bisa bertambah tebal. Hal yang sama juga terjadi pada rel kereta api dan besi/baja pada
jembatan.
Karena kebanyakan benda padat bisa memuai ketika terjadi perubahan suhu, maka kita juga
perlu tahu bagaimana pengaruh perubahan suhu terhadap besarnya pemuaian. Hal ini sangat
membantu kita dalam merancang suatu peralatan, bangunan, kendaraan dll. Contohnya celah
pada rel kereta api… Biasanya rel kereta api dibuat dari besi/baja. Para insinyur sudah
memperhitungkan lebar celah antara setiap rel. Pada siang hari yang panas, rel akan memuai
sejauh sekian centimeter… ketika digesek2 oleh kereta api, rel pasti kepanasan juga. Besarnya
pemuaian rel kira2 berapa…. Pada malam hari yang dingin, rel mengerut sejauh berapa
centimeter…. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, para insinyur memutuskan kira2 panjang
celah antara rel berapa, sehingga kalau lagi kepanasan, rel tidak saling berciuman. Ini cuma salah
satu contoh saja…. Btw, untuk mengetahui hubungan antara perubahan suhu dengan pemuaian
panjang, kita membutuhkan rumus… rumus lagi, rumus lagi… guampang kok. Pahami saja jalan
ceritanya…
Untuk membantu kita menurunkan persamaan yang menyatakan hubungan antara perubahan
suhu dengan besarnya pemuaian panjang, alangkah baiknya jika kita tinjau sebuah benda padat.
Tujuannya biar penjelasan menjadi lebih mudah dan dirimu juga bisa cepat nyambung dengan
penjelasan dari gurumuda. Ok, tancap gas…. Tataplah gambar di bawah dengan penuh
kelembutan.
Pada saat suhu benda = To (benda masih dingin), panjang benda = Lo. Pada saat suhu benda = T
(benda kepanasan), panjang benda = L. Sambil perhatikan gambar ya… Berdasarkan hasil
pengamatan dan percobaan, perubahan panjang benda sebanding dengan perubahan suhu. Jika
suhu semakin meningkat, panjang benda juga semakin bertambah. Sebaliknya ketika suhu
menurun, panjang benda juga ikut2an berkurang.
Perubahan panjang suatu benda juga sebanding dengan panjang benda mula-mula (Lo).
Maksudnya kalau besar perubahan suhu sama, benda yang panjangnya 10 meter, misalnya, akan
mengalami perubahan panjang 2x lipat dibandingkan dengan benda yang panjangnya hanya 5
meter. Jadi semakin panjang benda, semakin besar pemuaian benda tersebut. Sebaliknya,
semakin pendek suatu benda, semakin kecil pemuaian yang dialami benda tersebut.
Untuk membantu kita meramalkan perubahan panjang suatu benda akibat adanya perubahan
suhu, alangkah baiknya jika kita menurunkan persamaan pemuaian panjang.
Pertama, perubahan panjang benda (delta L) sebanding dengan perubahan suhu (delta T). Secara
matematis bisa ditulis seperti ini :

Kedua, perubahan panjang benda (delta L) sebanding dengan panjang benda mula-

mula (Lo). Secara matematis bisa ditulis seperti ini :

Ketiga, perubahan panjang untuk setiap benda ternyata berbeda-beda. Walaupun

besar perubahan suhu sama, pemuaian yang dialami besi tidak sama dengan kaca. Demikian juga
dengan benda yang lain. Jadi pemuaian panjang ternyata bergantung pada koofisien muai
panjang setiap benda. Koofisien muai panjang untuk setiap benda diperoleh melalui percobaan
(tuh ada tabel koofisien muai panjang benda di bawah). Semakin besar koofisien muai panjang,
semakin besar pertambahan panjang. Sebaliknya semakin kecil koofisien muai panjang, semakin
kecil pertambahan panjang. Kita bisa mengatakan bahwa perubahan panjang benda sebanding
dengan koofisien muai panjang. Secara matematis bisa ditulis seperti :

Ketiga perbandingan di atas bisa ditulis kembali menjadi seperti di bawah :

Persamaan 1 bisa digunakan untuk menentukan perubahan panjang

suatu benda akibat adanya perubahan suhu. Nilai koofisien muai panjang untuk benda padat bisa
dilihat pada tabel di bawah.
Sekarang kita oprek persamaan 1 untuk memperoleh persamaan koofisien muai panjang.

Persamaan 2 bisa digunakan untuk menentukan koofisien muai panjang suatu benda.
Keterangan :

Panjang total sebuah benda setelah mengalami pemuaian atau penyusutan, bisa kita peroleh
dengan menjumlahkan panjang benda mula-mula (Lo) dan perubahan panjang benda (delta L).
Keterangan :

Catatan :
Apabila perubahan suhu (T-To) bernilai negatif, maka perubahan panjang (L-Lo) juga bernilai
negatif. Dalam hal ini panjang benda berkurang. Sebaliknya jika perubahan suhu (T-To) bernilai
positif, maka perubahan panjang (L-Lo) juga bernilai positif. Dalam hal ini benda bertambah
panjang….
Berikut ini data koofisien muai panjang benda padat, pada suhu 20 oC. Bentuk zat cair dan zat
gas berubah2 sehingga kedua jenis zat ini tidak bisa mengalami pemuaian panjang. Koofisien
muai panjang benda padat bergantung juga pada suhu alias temperatur. Pada suhu yang berbeda,
koofisien muai panjang benda padat juga berbeda2. Btw, jika perbedaan suhu tidak terlalu besar
maka perbedaan koofisien muai panjang juga tidak terlalu besar, karenanya bisa diabaikan.
Benda Padat Koofisien muai
panjang

( K-1 atau (Co)-1 )


Timah hitam 29 x 10-6

Aluminium 24 x 10-6

Kuningan 19 x 10-6

Tembaga 17 x 10-6

Besi atau Baja 12 x 10-6

Beton dan Bata Mendekati 12 x 10-6

Kaca (Biasa) 9 x 10-6

Grafit 7,9 x 10-6


Kaca (Pyrex) 3 x 10-6

Marmer 1,4 – 3,5 x 10-6

Intan 1,2 x 10-6

Invar (Paduan besi –0,9 x 10-6


nikel)

Kwarsa 0,4 x 10-6

Tambahan :
Kalau dirimu bingung satuan koofisien muai panjang tuh asalnya dari mana, pahami penjelasan
gurumuda berikut ini. Kita bisa menurunkan satuan koofisien muai panjang menggunakan
persamaan koofisien muai panjang (Persamaan 2)

Kita gunakan satuan Sistem Internasional. Ingat ya,


interval atau jarak antara setiap skala pada skala Kelvin dan skala Celcius tuh sama. Karenanya,
selain menggunakan K-1 sebagai satuan koofisien muai panjang, kita juga bisa menggunakan (Co)-
1
. Sama saja…. Oya, hubungan antara skala Kelvin dan Skala Celcius bisa dibaca di postingan
Termometer dan Skala Suhu (di bagian akhir postingan). Sudah gurumuda muat di blog ini…..
Contoh soal 1 :
Sebuah besi panjangnya = 10 meter. Berapakah pertambahan panjang besi jika suhu berubah dari
40oC menjadi 60oC ?
Panduan jawaban :
Panjang besi mula-mula (Lo) = 10 meter
Suhu awal (To) = 40 oC
Suhu akhir (T) = 60 oC
Perubahan suhu = T – To = 60 oC – 40 oC = 20 Co
Koofisien muai panjang besi = 12 x 10-6 (Co)-1 (lihat tabel di atas)
Sekarang kita tentukan besar pertambahan panjang besi :
Guampang….
Contoh soal 2 :
Pada suhu 40 oC, panjang sebuah kawat tembaga = 100 meter. Jika suhu meningkat menjadi 60
o
C, kawat tersebut memuai (bertambah panjang). Berapakah panjang total kawat tersebut setelah
memuai ?
Panduan jawaban :
Panjang kawat tembaga mula-mula (Lo) = 100 meter
Suhu awal (To) = 40 oC
Suhu akhir (T) = 60 oC
Perubahan suhu = T – To = 60 oC – 40 oC = 20 Co
Koofisien muai panjang tembaga = 17 x 10-6 (Co)-1 (lihat tabel di atas)
Ingat ya, yang ditanyakan adalah panjang total kawat (panjang mula2 + pertambahan panjang).
Kita punya 2 pilihan….
Pertama, langsung menggunakan persamaan panjang total (persamaan 3) untuk menghitung
panjang total kawat, atau
Kedua, menghitung terlebih dahulu pertambahan panjang kawat (persamaan 2). Setelah
memperoleh pertambahan panjang kawat, baru kita jumlahkan dengan panjang kawat mula-mula.
Banyak jalan menuju roma, banyak cara mengoprek soal. Gurumuda pakai persamaan 2 cara
saja, biar dirimu paham….. btw, dirimu jangan hafal tuh persamaan ya… pahami saja cara
penurunannya, terus sering2 latihan soal biar otomatis diingat. Ok, tancap gas….
Cara 1 :
Cara 2 :

Wah, ternyata hasilnya sama…… Panjang total kawat tembaga = 100,034 meter
Catatan :
Seperti yang sudah gurumuda jelaskan pada postingan Termometer dan Skala Suhu, jika kita
menyebut besar suhu maka kita menggunakan derajat celcius (oC). Sebaliknya, kalau kita
menyebut selisih atau perubahan suhu maka kita menggunakan Celcius Derajat (Co).
Contoh :
Mula-mula, suhu kawat tembaga = 30 oC. Setelah dipanaskan, suhu kawat tembaga menjadi 60
o
C. Perubahan suhu kawat tembaga = 60 oC – 30 oC = 30 Co (30 Celcius derajat). Biar paham,
perhatikan lagi contoh soal di atas atau di bawah….
Contoh soal 3 :
Pada suhu 60 oC, panjang sebuah kawat besi = 100 meter. Berapakah panjang besi tersebut jika
suhu berkurang menjadi 40 oC ?
Panduan Jawaban :
Panjang besi mula-mula (Lo) = 100 meter
Suhu awal (To) = 60 oC
Suhu akhir (T) = 40 oC
Perubahan suhu = T – To = 40 oC – 60 oC = -20 Co
Koofisien muai panjang besi = 12 x 10-6 (Co)-1 (lihat tabel di atas)
Gurumuda pakai cara panjang saja… Ok, tancap gas… Panjang kawat besi = panjang mula2 +
perubahan panjang kawat
Ternyata panjang kawat besi berkurang. Kawat besi memendek karena suhunya menurun.
Pemuaian Volume
Sebelumnya kita sudah mempelajari pemuaian panjang. Kali ini kita akan membahas pemuaian
volume. Kalau pemuaian panjang kebanyakan dialami oleh benda padat, maka pemuaian volume
dialami oleh semua benda/zat, baik padat, cair maupun gas… biar tidak kelamaan, kita langsung
menurunkan persamaan yang menyatakan hubungan antara perubahan suhu dengan besarnya
pemuaian volume yang dialami benda. Btw, dirimu ngerti volume khan ? volume kubus, volume
balok dkk…. ingat lagi pelajaran SD dan SMP…. Lanjut ya…
Persamaan pemuaian volume mirip dengan persamaan pemuaian panjang. Cuma beda tipis…
Gurumuda tulis rumus pemuaian panjang dulu ya….

Sekarang mari kita oprek persamaan pemuaian panjang menjadi persamaan pemuaian volume.
Gantikan lambang panjang (L) pada persamaan di atas dengan lambang volume (V). Koofisien
muai panjang diganti dengan koofisien muai volume.
Biar paham, bandingkan 3 persamaan ini dengan 3 persamaan di atas….
Keterangan :

Koofisien muai
Benda volume( K-1 atau
(Co)-1 )

Timah hitam 87 x 10-6

Aluminium 75 x 10-6

Kuningan 56 x 10-6

Tembaga 51 x 10-6

Besi atau Baja 36 x 10-6

Beton dan Bata Mendekati 36 x 10-6

Kaca (Biasa) 27 x 10-6


Padat
Grafit 23,7 x 10-6

Kaca (Pyrex) 9 x 10-6

Marmer 4 – 10 x 10-6

Intan 3,6 x 10-6

Invar (Paduan besi –2,7 x 10-6


nikel)

Kwarsa 1 x 10-6

Cair Karbon disulfida 1150 x 10-6

Ethyl alkohol 1100 x 10-6

Bensin 950 x 10-6

Etanol 750 x 10-6


Gliserin 500 x 10-6

Air 210 x 10-6

Air Raksa 180 x 10-6

Gas Udara 3400 x 10-6

Catatan :
Persamaan pemuaian volume yang telah kita turunkan di atas hanya berlaku ketika perubahan
volume benda (baik padat, cair maupun gas) lebih kecil dari panjang benda mula2 atau volume
benda mula2. Apabila perubahan volume suatu benda lebih besar dari volume benda mula2 maka
persamaan pemuaian volume tidak memberikan hasil yang tepat. Btw, biasanya perubahan
volume yang dialami oleh benda padat tidak terlalu besar. Karenanya benda padat tidak terlalu
bermasalah…. Yang menjadi persoalan adalah zat cair dan zat gas. Perhatikan tabel di atas…
koofisien volume zat cair lumayan besar. Apalagi koofisien zat gas, lebih besar lagi…. Koofisien
volume untuk zat gas juga sangat sensitiv terhadap perubahan suhu. Karenanya, mengenai zat
gas akan kita oprek lebih lanjut pada pembahasan mengenai Teori Kinetik Gas (tunggu tahun
depan. Materi kelas XIB)
Contoh soal :
Tangki sepeda motor seorang teman terbuat dari besi. Tangki tersebut berukuran 5 liter. Ketika
sepeda motornya kehausan, teman tersebut mengisi bensin sampai penuh. Mumpung masih
punya duit, tanggal muda lagi…. karena penasaran dengan seorang cewe cakep yang lagi
mangkal di sebuah konter HP, maka teman tersebut memarkir motornya dipinggir jalan dan
dengan semangat 45 ia menghampiri si cewe. Ketika mengisi bensin, suhu udara di sekitar pom
bensin = 20 oC. Karena sepeda motor butut tersebut dijemur dipinggir jalan, maka tangki bensin
kepanasan. Jika suhu tangki yang lagi kepanasan = 50 oC, duit teman gurumuda tekor berapa
rupiah ? anggap saja 1 liter bensin = Rp. 5000
Panduan jawaban :
Malas ah…. bantu dunk….
Referensi
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta :
Penerbit Erlangga
http://www.gurumuda.com/pemuaian

Kelas VII | Pemuaian Zat


Materi Kelas VII 7 comments
Kereta api merupakan alat transportasi darat yang relatif aman dan nyaman serta
dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak. Kereta berjalan di atas
rel. Pada sambungan rel kereta api terdapat sebuah celah, Mengapa harus ada
celah? Celah tersebut pada malam hari lebar, sedangkan siang hari menjadi sempit
karena terkena sinar matahari.

Sebagian besar zat akan memuai bila dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan.
Bila suatu zat dipanaskan (suhunya dinaikkan) maka molekul-molekulnya akan
bergetar lebih cepat dan amplitudo getaran akan bertambah besar, akibatnya jarak
antara molekul benda menjadi lebih besar dan terjadilah pemuaian. Pemuaian
adalah bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu zat tersebut. Pemuaian
dapat terjadi pada zat padat, cair, dan gas.

Pemuaian Zat Padat


Coba kamu amati bingkai kaca jendela di ruang kelasmu! Adakah bingkai jendela
yang melengkung? Tahukah kamu apa sebabnya? Bingkai jendela tersebut
melengkung tidak lain karena mengalami pemuaian. Pemuaian yang terjadi pada
benda, sebenarnya terjadi pada seluruh bagian benda tersebut. Namun demikian,
untuk mempermudah pemahaman maka pemuaian dibedakan tiga macam, yaitu
pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.

1. Pemuaian Panjang
Pernahkah kamu mengamati kabel jaringan listrik pada pagi hari dan siang hari?
Kabel jaringan akan tampak kencang pada pagi hari dan tampak kendor pada siang
hari. Kabel tersebut mengalami pemuaian panjang akibat terkena panas sinar
matahari. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang berbagai jenis
zat padat adalah musschenbroek. Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh
panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu, dan tergantung dari jenis benda.

Alat Musschenbroek
Besarnya panjang logam
setelah dipanaskan adalah sebesar

Besarnya panjang zat padat untuk setiap kenaikan 1ºC pada


zat sepanjang 1 m disebut koefisien muai panjang (α). Hubungan antara panjang
benda, suhu, dan koefisien muai panjang dinyatakan dengan persamaan

Keterangan:
L = Panjang akhir (m)
L0 = Panjang mula-mula (m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
α = Koefisien muai panjang (/ºC)
Δt = kenaikan suhu (ºC)

Beberapa Koefisien Muai Panjang Benda


2. Pemuaian Luas
Jika yang dipanaskan adalah suatu lempeng atau plat tipis maka plat tersebut akan
mengalami pemuaian pada panjang dan lebarnya. Dengan demikian lempeng akan
mengalami pemuaian luas atau pemuaian bidang. Pertambahan luas zat padat
untuk setiap kenaikan 1ºC pada zat seluas 1 m^2 disebut koefisien muai luas (β).
Hubungan antara luas benda, pertambahan luas suhu, dan koefisien muai luas
suatu zat adalah

Keterangan:
A = Luas akhir (m2)
Δ0 = Pertambahan luas (m2)
A0 = Luas mula-mula (m2)
β = Koefisien muai luas zat (/º C)
Δt = Kenaikan suhu (ºC)

Besarnya β dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.

3. Pemuaian Volume
Jika suatu balok mula-mula memiliki panjang P0, lebar L0, dan tinggi h0 dipanaskan
hingga suhunya bertambah Δt, maka berdasarkan pada pemikiran muai panjang
dan luas diperoleh harga volume balok tersebut sebesar
dimana

Keterangan:
V = Volume akhir (m^3)
V0 = Volume mula-mula (m^3)
ΔV = Pertambahan volume (m^3)
γ = Koefisien muai volume (/ºC)
Δt = Kenaikan suhu (ºC)

Pemuaian Zat Cair


Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas, tetapi hanya
dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang diberikan
pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya. Pemuaian zat cair untuk
masing-masing jenis zat cair berbeda-beda, akibatnya walaupun mula-mula volume
zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda.
Pemuaian volume zat cair terkait dengan pemuaian tekanan karena peningkatan
suhu. Titik pertemuan antara wujud cair, padat dan gas disebut titik tripel.

Anomali Air
Khusus untuk air, pada kenaikan suhu dari 0º C sampai 4º C volumenya tidak
bertambah, akan tetapi justru menyusut. Pengecualian ini disebut dengan anomali
air. Oleh karena itu, pada suhu 4ºC air mempunyai volume terendah. Hubungan
volume dengan suhu pada air dapat digambarkan pada grafik berikut.

Pada suhu 4ºC, air menempati posisi


terkecil sehingga pada suhu itu air memiliki massa jenis terbesar. Jadi air bila
suhunya dinaikkan dari 0ºC – 4ºC akan menyusut, dan bila suhunya dinaikkan dari
4ºC ke atas akan memuai. Biasanya pada setiap benda bila suhunya bertambah
pasti mengalami pemuaian. Peristiwa yang terjadi pada air itu disebut anomali air.
Hal yang sama juga terjadi pada bismuth dengan suhu yang berbeda. Lakukan
kegiatan berikut untuk menyelidiki kecepatan pemuaian pada berbagai macam zat
cair.

Pemuaian pada Gas


Mungkin kamu pernah menyaksikan mobil atau motor yang sedang melaju di jalan
tiba-tiba bannya meletus?. Ban mobil tersebut meletus karena terjadi pemuaian
udara atau gas di dalam ban. Pemuaian tersebut terjadi karena adanya kenaikan
suhu udara di ban mobil akibat gesekan roda dengan aspal.

Pemuaian pada gas adalah pemuaian volume yang dirumuskan sebagai

γ adalah koefisien muai volume. Nilai γ sama untuk


semua gas, yaitu 1/273 ºC^-1

Pemuaian gas dibedakan tiga macam, yaitu:


a. pemuaian gas pada suhu tetap (isotermal),
b. pemuaian gas pada tekanan tetap (isobar), dan
c. pemuaian gas pada volume tetap (isokhorik).

1. Pemuaian Gas pada Suhu Tetap (Isotermal)


Pernahkah kalian memompa ban dengan pompa manual. Apa yang kalian rasakan
ketika baru pertama kali menekan pompa tersebut? Apa yang kalian rasakan ketika
kalian menekannya lebih jauh? Awalnya mungkin terasa ringan. Namun, lama
kelamaan menjadi berat. Hal ini karena ketika kita menekan pompa, itu berarti
volume gas tersebut mengecil. Pemuaian gas pada suhu tetap berlaku hukum
Boyle, yaitu gas di dalam ruang tertutup yang suhunya dijaga tetap, maka hasil kali
tekanan dan volume gas adalah tetap. Dirumuskan sebagai:

Keterangan:
P = tekanan gas (atm)
V = volume gas (L)

2. Pemuaian Gas pada Tekanan Tetap (Isobar)


Pemuaian gas pada tekanan tetap berlaku hukum Gay Lussac, yaitu gas di dalam
ruang tertutup dengan tekanan dijaga tetap, maka volume gas sebanding dengan
suhu mutlak gas. Dalam bentuk persamaan dapat dituliskan sebagai:

Keterangan:
V = volume (L)
T = suhu (K)

3. Pemuaian Gas Pada Volume Tetap (Isokhorik)


Pemuaian gas pada volume tetap berlaku hukum Boyle-Gay Lussac, yaitu jika
volume gas di dalam ruang tertutup dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding
dengan suhu mutlaknya. Hukum Boyle-Gay Lussac dirumuskan sebagai

Dengan menggabungkan hukum boyle dan hukum Gay


Lussac diperoleh persamaan
Keterangan:
P = tekanan (atm)
V = volume (L)
T = suhu (K)

Latihan Yuk!!

1. Batang logam panjangnya 300 cm dipanaskan dari 25ºC hingga 225ºC


mengalami pertambahan panjang sebesar 0,6 cm. Berapa pertambahan
batang logam yang sama dengan panjang 200 cm dan dipanaskan dari 20ºC
hingga suhu 320ºC
2. Sekeping aluminium panjangnya 40 cm dan lebarnya 30 cm dipanaskan dari
40ºC sampai 140ºC. Jika koefisien muai panjang aluminium adalah 2,5 x 10^-
5 /º C, berapakah luas keping aluminium setelah dipanaskan?
3. Besi berbentuk kubus pada suhu 20ºC memiliki panjang rusuk 10 cm. Kubus
tersebut dipanaskan hingga suhu 220ºC. Berapa volume kubus pada suhu
220ºC jika koefisien muai panjang besi 1,2 x 10^5/ºC?
4. Jelaskan pengertian anomali air!
5. Apa yang dimaksud dengan titik tripel dan titik kritis?
6. Sebutkan tiga contoh pemanfaatan prinsip pemuaian zat cair dalam
kehidupan sehari-hari!
7. Suatu gas suhunya 27ºC dipanaskan pada tekanan tetap. Berapa suhu gas
tersebut saat volume gas menjadi 3 kali volume semula?
8. Gas di dalam ruang tertutup pada suhu 27ºC dan tekanan 2 atm memiliki
volume 2,4 L. Berapa volume gas tersebut pada suhu 227ºC dan tekanan 3
atm?
9. Sejumlah gas dengan volume 4 L pada tekanan 1,5 atm dan suhunya 27ºC.
Kemudian gas tersebut dipanaskan hingga suhunya 47ºC dan volumenya 3,2
L. Berapakah tekanan gas setelah dipanaskan?
http://modulfisika.blogspot.com/2010/02/kelas-vii-pemuaian-zat.html

Pengertian Pemuaian
Juli 24, 2010
khairil ikhwan fisika 2 Komentar
Pengertian Pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau
bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.
Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.
Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas
(dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas
hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai
volumenya sama dengan 1/273. More

PEMUAIAN
Juli 24, 2010
khairil ikhwan Uncategorized Tinggalkan komentar
Pengertian Pemuaian
Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau
bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.
Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan pada zat gas.
Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi), pemuaian luas
(dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi). Sedangkan pada zat cair dan zat gas
hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai
volumenya sama dengan 1/273.
Pemuaian panjang
adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada pemuaian
panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai panjang benda tersebut.
Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh benda yang hanya mengalami pemuaian
panjang saja adalah kawat kecil yang panjang sekali.
Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang awal benda,
koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai panjang suatu benda sendiri
dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.
Secara matematis persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan panjang benda
setelah dipanaskan pada suhu tertentu adalah
Bila ingin menentukan panjang akhir setelah pemanasan maka digunakan persamaan sebagai
berikut :
Yang perlu diperhatikan adalah didala rumus tersebut banyak sekali menggunakan lambang
sehingga menyulitkan dalam menghapal. Disarankan untuk sering menggunakan rumus tersebut
dalam mengerjakan soal dan tidak perlu dihapal.
Pemuaian luas
adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian luas terjadi pada
benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan tebalnya sangat kecil dan dianggap
tidak ada. Contoh benda yang mempunyai pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali
dan tipis.
Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas adalah luas awal,
koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya pemuaian luas itu merupakan
pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi maka koefisien muai luas besarnya sama dengan
2 kali koefisien muai panjang. Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan
sehingga diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Untuk menentukan pertambahan luas dan volume akhir digunakan persamaan sebagai berikut :
Pemuaian volume
adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian volume
terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh benda yang mempunyai
pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume merupakan bentuk lain dari panjang
dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan koefisien muai volume sama dengan 3 kali
koefisien muai panjang. Sebagaimana yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien
muai volumenya sama dengan 1/273
Persamaan yang digunakan untuk menentukan pertambahan volume dan volume akhir suatu
benda tidak jauh beda pada perumusan sebelum. Hanya saja beda pada lambangnya saja.
Perumusannya adalah
Ditulis dalam Artikel
Muai panjang
Rumus:
• = panjang akhir (m, cm)
• = panjang awal (m, cm)
• α = koefisien muai panjang (/°C)
• Δt = perbedaan suhu (°C)
[sunting] Muai luas
Rumus:
Keterangan:
• = luas akhir (m2, cm2)
• = luas awal (m2, cm2)
• β = = koefisien muai luas (/°C)
• Δt = selisih suhu (°C)
[sunting] Muai volume
Rumus:
Keterangan:
• = volume akhir (m2, cm2)
• = volume awal (m2, cm2)
• γ = = koefisien muai volume (/°C)
• Δt = selisih suhu (°C)
http://khairilikhwan.wordpress.com/

Suhu dan Pemuaian pada suatu zat


0 pemilih

2,233 views | April 10, 2010

oleh adit
A. Definisi Suhu

Apa si definisi suhu atau temperature itu????


Suhu atau temperature itu adalah suatu besaran dalam ilmu fisika yang menyatakan ukuran
derajat panas atau dinginnya suatu zat. Owh iya tenyata Suhu zat itu dapat diukur juga lho…!!!

Pengukuran suhu zat dapat dilakukan dengan menggunakan suatu alat yang dinamakan
termometer.

Nah ada yang tau nggak ada berapa skala suhu dalam suatu termometer..????
iya, ternyata Secara umum, dalam ilmu fisika terdapat empat macam skala suhu termometer,
yaitu Celcius, Reamur, Fahrenheit, dan Kelvin.
B. Konversi Suhu

Ada yang tau nggak konversi suhu itu apa…????


Nah, Konversi suhu itu ialah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan besaran suhu
yang bersesuaian pada skala terhadap skala termometer yang satu dengan terrmometer skala
yang lainnya
C. Pemuaian

Pemuaian itu apa sih…???


Pemuaian itu adalah suatu gejala penambahan ukuran pada sebuah benda/zat akibat kenaikan

suhu. Menurut objeknya pemuaian itu dibagi jadi berapa jenis si..???
pemuaian itu dikenal menjadi tiga macam jenis, yaitu pemuaian pada zat padat, pemuaian pada
zat cair, dan pemuaian pada zat gas.
1. Pemuaian pada zat padat.
Dalam Pemuaian pada zat padat terbagi menjadi 3 jenis, yaitu
a. Pemuaian panjang
b. Pemuaian luas
c. Pemuaian volume
2. Pemuaian pada zat cair
Ternyata Pada zat cair, hanya terjadi pemuaian volume. Khusus untuk air, pemuaian tidak
berlaku pada suhu 0°C sampai dengan 4°C mengapa..??? :roll: karena pada selang suhu tersebut
volume air mengalami penyusutan. Nah karena itulah Fenomena keanehan atau keajaiban sifat
air itui dinamakan anomali air.

3. Pemuaian pada zat gas


Seperti halnya zat cair,zat gas pun juga hanya mengalami pemuaian volume.
D. Manfaat Pemuaian
Dari kehidupan sehari-hari kita, kita dapat menemukan beberapa contoh dari manfaat pemuaian
tersebut Berikut ini adalah Beberapa manfaat pemuaian yang ada dalam kehidupan sehari-hari
kita sebagai berikut.
1. Pemasangan roda baja
Ban baja yang berdiameter lebih kecil dari pelek roda ketika ingin dipasang harus dimuaikan
lebih duluuntuk mempermudah.
2. Pengelingan
Pengelingan adalah proses penyambungan dua plat logam menggunakan palu khusus.
Pengelingan sering dilakukan pada pembuatan jembatan, pabrik otomotif, pembuatan badan
kapal laut, mobil, dan pesawat terbang.
3. Membuka tutup botol logam
Botol kaca yang memiliki tutup logam sering kali sukar untuk dibuka. Untuk membukanya, tutup
botol dipanaskan terlebih dahulu dengan api. Ketika dipanaskan, tutup botol logam akan memuai
lebih cepat daripada botol kaca sehingga tutup akan longgar dan mudah dibuka.
4. Keping bimetal
Keping bimetal adalah dua keping logam berbeda yang dikeling menjadi satu. Ketika
dipanaskan, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang koefisien muainya lebih kecil,
karena logam yang berbeda akan memiliki nilai koefisien muai yang berbeda pula. Saat di
dinginkan, keping akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih besar.
E. Gejala Pemuaian dalam Kehidupan Manusia
Nah, ternyata dalam sistem pemuaian, kehidupan manusia terkena dampak dari gejala pemuaian
juga lho… Pemuaian pada benda-benda memiliki pengaruh yang berbeda-beda. Ada yang
dampaknya baik bagi manusia, namun ada pula yang tidak baik. Berikut ini adalah beberapa
contoh dari gejala pemuaian dalam kehidupan manusia seperti berikut ini.
1. Pemuaian pada sambungan rel kereta api

Pemasangan sambungan rel kereta api dibuat dengan renggang, mengapa..??? karena agar
terdapat ruang untuk pemuaian rel di siang hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah agar rel
kereta tidak melengkung ketika memuai karena dapat membahayakan perjalanan kereta api.
2. Sambungan jembatan baja dan konstruksi baja bangunan
Di antara sambungan baja pada jembatan dan konstruksi bangunan selalu dibuat celah,
kenapa..??? karena celah itu dipergunakan untuk memberikan ruang bagi pemuaian di siang hari.
3. Kabel telepon atau listrik
Kabel telepon atau listrik yang dipasang di antara dua tiang selalu dibuat kendor ,

mengapa…??? Karena untuk mencegah agar kabel tidak putus ketika terjadi penyusutan di
malam hari karena turunnya suhu.
4. Pemuaian kaca jendela

Ukuran bingkai jendela selalu dibuat sedikit lebih besar daripada ukuran kaca, mengapa..???
Hal Ini terjadi dimaksudkan untuk memberi ruang bagi pemuaian kaca di siang hari. Jika tidak
ada ruang untuk pemuaian maka, kaca bisa pecah saat terjadi pemuaian.
http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-fisika/suhu-dan-pemuaian/

Bagaimana fisika? tolong jawab sekarang?


tolong nih?
rumus pemuaian panjang itu apa?
terus rumus pemuaian luas itu apa?trufuz rumus pemuaian volume itu apa?

yang bantuin pasti orgnya b@ek ?


plz jwb sekarang
Pemuaian panjang :
∆L = Lo.α.∆t
Lt = Lo (1 + α.∆t)
∆L = perubahan panjang ; .∆t = perubahan suhu
Lo = panjang mula-mula ; Lt = panjang akhir
α = koefisien muai panjang

Pemuaian Luas :
∆A = Ao.β.∆t
At = Ao (1 + β.∆t)
∆A = perubahan luas
Ao = luas mula-mula ; At = luas akhir
β = koefisien muai luas (β = 2α)

Pemuaian Volume :
∆V = Vo.β.∆t
Vt = Vo (1 + γ.∆t)
∆V = perubahan volume
Ao = volume mula-mula ; At = volume akhir
γ = koefisien muai volume (γ = 3α)

Pengertian Pemuaian

Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan


suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor.

Pemuaian terjadi pada 3 zat yaitu pemuaian pada zat padat, pada zat cair, dan
pada zat gas.

Pemuaian pada zat gas ada 3 jenis yaitu pemuaian panjang (untuk satu demensi),
pemuaian luas (dua dimensi) dan pemuaian volume (untuk tiga dimensi).
Sedangkan pada zat cair dan zat gas hanya terjadi pemuaian volume saja, khusus
pada zat gas biasanya diambil nilai koofisien muai volumenya sama dengan 1/273.

Pemuaian panjang

adalah bertambahnya ukuran panjang suatu benda karena menerima kalor. Pada
pemuaian panjang nilai lebar dan tebal sangat kecil dibandingkan dengan nilai
panjang benda tersebut. Sehingga lebar dan tebal dianggap tidak ada. Contoh
benda yang hanya mengalami pemuaian panjang saja adalah kawat kecil yang
panjang sekali.

Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu panjang
awal benda, koefisien muai panjang dan besar perubahan suhu. Koefisien muai
panjang suatu benda sendiri dipengaruhi oleh jenis benda atau jenis bahan.

Pemuaian luas

adalah pertambahan ukuran luas suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian
luas terjadi pada benda yang mempunyai ukuran panjang dan lebar, sedangkan
tebalnya sangat kecil dan dianggap tidak ada. Contoh benda yang mempunyai
pemuaian luas adalah lempeng besi yang lebar sekali dan tipis.

Seperti halnya pada pemuian luas faktor yang mempengaruhi pemuaian luas
adalah luas awal, koefisien muai luas, dan perubahan suhu. Karena sebenarnya
pemuaian luas itu merupakan pemuian panjang yang ditinjau dari dua dimensi
maka koefisien muai luas besarnya sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.
Pada perguruan tinggi nanti akan dibahas bagaimana perumusan sehingga
diperoleh bahwa koefisien muai luas sama dengan 2 kali koefisien muai panjang.

Pemuaian volume

adalah pertambahan ukuran volume suatu benda karena menerima kalor. Pemuaian
volume terjadi benda yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal. Contoh
benda yang mempunyai pemuaian volume adalah kubus, air dan udara. Volume
merupakan bentuk lain dari panjang dalam 3 dimensi karena itu untuk menentukan
koefisien muai volume sama dengan 3 kali koefisien muai panjang. Sebagaimana
yang telah dijelskan diatas bahwa khusus gas koefisien muai volumenya sama
dengan 1/273

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090305045520AAdYwNN

Pemuaian - Teguh 7.1


Dari Crayonpedia
Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 PEMUAIAN
○ 1.1 A Pemuaian
 1.1.1 1. Pemuaian Zat Padat
 1.1.2 2. Pemuaian Zat Cair
 1.1.3 3. Pemuaian Zat Gas
 1.1.4 4. Masalah yang Ditimbulkan oleh Pemuaian dalam
Kehidupan Sehari-hari
 1.1.5 5. Penerapan Pemuaian dalam Kehidupan Sehari-hari

PEMUAIAN
A Pemuaian
Indikator
• Peserta didik mampu menunjukkan proses pemuaian pada zat padat, cair dan
gas.
• Peser ta didik mampu merencanakan percobaan sederhana untuk menunjukkan
pemuaian zat cair dan zat padat.
• Peserta didik mampu menunjukkan prinsip pemuaian dalam teknologi, misalnya :
bimetal untuk termostat, pengelingan, pemasangan bingkai besi pada roda,
pemasangan kaca.

Pernahkah kamu perhatikan, mengapa di siang hari yang panas aspal di jalan raya dapat retak-
retak? Mengapa sambungan rel kereta api dibuat renggang? Pemasangan kaca juga diberi jarak?
Hal ini tentu sangat berhubungan dan berkaitan dengan peristiwa pemuaian dan penyusutan zat.
Suatu benda umumnya akan mengalami pemuaian apabila dipanaskan dan mengalami
penyusutan saat didinginkan. Untuk itu kamu akan mempelajari tentang sifat pemuaian dan
penyusutan yang terjadi pada zat padat, cair dan gas berikut ini.
1. Pemuaian Zat Padat
Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian zat padat disebut muschen broek. Dalam
eksperimen yang dilakukan menunjukkan bahwa hampir semua benda padat apabila dipanaskan
mengalami perubahan panjang, luas dan volume.
a. Muai panjang

b. Muai luas
c. Muai volume

Untuk lebih memahami peristiwa pemuaian pada zat padat lakukan kegiatan
berikut!
2. Pemuaian Zat Cair
Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian zat cair disebut labu didih. Sifat utama zat cair
adalah menyesuaikan dengan bentuk wadahnya. Oleh karena itu zat cair hanya memiliki muai
volume saja. Untuk lebih jelasnya lakukan kegiatan berikut!
3. Pemuaian Zat Gas
Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian gas disebut dilatometer. Salah satu perbedaan
antara zat gas dengan zat padat dan cair adalah volume zat gas dapat diubah-ubah dengan mudah.
Misal, sebuah tabung gas elpiji. Di dalam tabung gas tentu akan mengadakan tekanan pada
dinding tabung. Tekanan ini disebabkan oleh gerakan partikel gas. Lakukan kegiatan berikut!

Kegiatan ini menunjukkan bahwa gas akan mengalami pemuaian apabila


dipanaskan. Peristiwa pemuaian pada zat gas mudah diamati daripada pemuaian
pada zat padat. Pemuaian pada zat gas ditunjukkan oleh gelembung-gelembung
udara yang keluar dari dalam pipa kapiler yang ada pada labu didih. Tiga hal yang
perlu diperhatikan pada zat gas adalah volume, tekanan dan suhu.

a. Untuk volume terhadap perubahan suhu pada tekanan tetap


b. Tekanan terhadap perubahan suhu pada volume tetap

4. Masalah yang Ditimbulkan oleh Pemuaian dalam Kehidupan Sehari-hari


a. Pemasangan kaca jendela
Tukang kayu merancang ukuran bingkai jendela yang sedikit lebih besar daripada ukuran
sebenarnya. Hal ini dilakukan untuk memberi ruang kaca saat terjadi pemuaian. Apabila desain
jendela tidak diberi ruangan pemuaian, maka saat kaca memuai akan mengakibatkan retaknya
kaca tersebut.
b. Celah pemuaian pada sambungan jembatan
Sering kamu jumpai sambungan antara dua jembatan beton terdapat celah di antaranya. Hal ini
bertujuan agar jembatan tersebut tidak melengkung saat terjadi pemuaian.
c. Sambungan rel kereta api
Sambungan rel kereta api dibuat ada celah diantara dua batang rel tersebut. Hal ini bertujuan agar
saat terjadi pemuaian tidak menyebabkan rel melengkung. Rancangan yang sering digunakan
sekarang ini sambungan rel kereta api dibuat bertautan dengan ujung rel tersebut dibuat runcing.
Penyambungan seperti ini memungkinkan rel memuai tanpa menyebabkan kerusakan.
d. Kawat telepon atau kawat listrik
Pemasangan kawat telepon atau kawat listrik dibiarkan kendor saat pemasangannya pada siang
hari. Hal ini dilakukan dengan maksud, pada malam hari kawat telepon atau listrik mengalami
penyusutan sehingga kawat tersebut tidak putus.
5. Penerapan Pemuaian dalam Kehidupan Sehari-hari
Beberapa manfaat pemuaian yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
antara lain:
a. Pengelingan
Menyambung dua pelat dengan menggunakan paku khusus dengan proses khusus
disebut mengeling. Bagaimanakah cara pemasangan paku keling? Paku keling yang
dipakai untuk mengeling sesuatu dalam keadaan panas sampai berpijar dan
dimasukkan ke dalam lubang pelat yang hendak kita keling. Kemudian paku bagian
atas dipukul-pukul sampai rata. Setelah dingin paku keling tersebut akan menyusut
dan menekan kuat pelat tersebut. Pengelingan dapat kamu jumpai pada pembuatan
badan kapal laut.
b. Keping bimetal
Dua keping logam yang mempunyai koefisien muai panjang berbeda dikeling
menjadi satu disebut keping bimetal. Keping bimetal peka terhadap perubahan
suhu. Jika keping bimetal dipanaskan, maka akan melengkung ke arah logam yang
angka koefisien muai panjangnya kecil. Bila didinginkan, keping bimetal akan
melengkung ke arah logam yang angka koefisien muai panjangnya besar.
Perbedaan pemuaian ini dipakai sebagai termostat. Termostat adalah alat yang
berfungsi ganda sebagai saklar otomatis dan sebagai pengatur suhu. Beberapa alat
yang memanfaatkan keping bimetal dalam termostat, antara lain: setrika listrik,
almari es, bel listrik, alarm kebakaran, lampu sen mobil atau motor, rice cooker,
oven.
c. Pemasangan bingkai roda logam pada pedati dan kereta api
Roda pedati dan roda kereta api memiliki ukuran lebih kecil daripada ukuran
bingkainya. Untuk dapat memasang roda logam tersebut , maka dengan cara
pemanasan. Hal ini mengakibatkan roda logam akan mengalami pemuaian.
Kemudian roda logam tersebut dipasang pada bingkainya, setelah dingin roda akan
menyusut dan terpasang pada bingkainya dengan kuat.

Rangkuman
1. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian zat padat disebut muschen broek.
2. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian zat cair disebut labu didih.
3. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian gas disebut dilatometer.
4. Masalah yang ditimbulkan oleh pemuaian dalam kehidupan seharihari
a. Pemasangan kaca jendela
b. Celah pemuaian pada sambungan jembatan
c. Sambungan rel kereta api
d. Kawat telepon atau kawat listrik
5. Beberapa manfaat pemuaian yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
a. Pengelingan
d. Keping bimetal
e. Pemasangan bingkai roda logam pada pedati dan kereta api
http://www.crayonpedia.org/mw/Pemuaian_-_Teguh_7.1