Presentasi Kasus

Wulunggono, 0606066405 Pembimbing: DR. Dr. Chaidir AM Jum’at 22 Oktober 2010

ILUSTRASI KASUS
Biodata Pasien Nama: Tn HM. U Usia: 75 tahun Pendidikan: Sekolah rakyat (SD) Pekerjaan: wiraswasta Status: menikah Alamat: Kampung Kaum Tengah RT

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Buang air kecil berwarna merah sejak 10 hari smrs.

Riwayat Penyakit Sekarang: Pada 10 hari smrs pasien mengeluh buang air kecil berwarna merah. yang muncul terutama di pertengahan buang air kecil. tidak di awal miksi. tidak bergumpal. yang dianggapnya darah. Warna merah bercampur rata dengan urin. .

Riwayat Penyakit Sekarang: BAK dengan jumlah banyak seperti biasanya. pancaran kencingnya . tidak ada keluhan kurang lampias. tidak mengompol. tidak ada rasa panas. tidak ada rasa nyeri saat berkemih. tidak ada riwayat nyeri pinggang. tidak perlu mengejan saat BAK. Pasien mengaku dapat menahan kencingnya sebelum ke WC.

Riwayat Penyakit Sekarang: Di malam hari pasien kencing 2-3 kali namun tidak setiap hari. . tidak sampai mengganggu istirahat. Tidak ada riwayat kencing berpasir atau kencing batu sebelumnya.

Saat itu urin yang keluar berwarna merah bercampur rata. Pasien saat itu diberi obat namun tidak tahu nama obatnya.Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien langsung berobat ke RS Medika dan dipasang kateter. Pasien difoto BNO didapatkan curiga massa di pelvis dan gambaran . Urin yang keluar berwarna merah sampai 5 kantong banyaknya.

Tidak ada keluhan lain namun cukup membuat pasien khawatir dan segera berobat ke RSCM.Riwayat Penyakit Sekarang: Pada 7 hari smrs pasien mengaku tidak bisa BAK sama sekali. Di hari pertama nefrostomi didapatkan urin juga berwarna kuning keruh agak merah di kedua kateter. . Di RSCM pasien dianjurkan untuk rawat inap dan dipasang nefrostomi.

riwayat tekanan darah tinggi disangkal.Riwayat Penyakit Sekarang: Tidak ada keluhan demam sebulan terakhir. Tidak ada riwayat alergi. tidak mual. Riwayat gula darah tinggi disangkal. tidak muntah. berat badan tidak berkurang. Riwayat trauma disangkal. Pasien merokok sejak usia 20 tahun sampai sebelum sakit. ± setengah . penggunaan obatobatan disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu: Lima tahun lalu pasien pernah menderita kencing berdarah. mengeluarkan darah yang bercampur dengan urin. di mana saat ke WC perlu menunggu beberapa saat sebelum urin benar-benar keluar. Keluhan seperti ini dideritanya sudah . Saat itu kencing dirasa sakit. Pasien juga mengeluhkan kesulitan untuk berkemih.

Penyakit jantung. Riwayat kecelakaan dan trauma tulang belakang disangkal. stroke disangkal.Riwayat Penyakit Dahulu: Saat itu pasien berobat ke RSCM namun kurang mengingat detail pengobatannya. riwayat pembedahan disangkal. asma. Setelah pengobatan selesai urin pasien kembali berwarna kuning seperti biasa. .

pernah bekerja di departemen pertanian dan pom bensin selama satu tahun. Riwayat Sosial: Pasien dahulu bekerja wiraswasta. Namun sekarang kegiatan .Keterangan Lainnya Riwayat Penyakit Keluarga: Adik dengan riwayat pembesaran prostat.

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran: kompos mentis Keadaan umum: baik Tanda vital: Tekanan darah: 130/70 mmHg Frekuensi nadi: 88x/menit Suhu: 360C Napas: 20x/menit .

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis: tak ada kelainan .

nyeri tekan (-). nyeri perubahan warna. perabaan uretra tidak ada kelainan. tidak teraba massa.Status Urologis Pemeriksaan CVA Kanan Kiri tidak terlihat benjolan atau tidak terlihat benjolan atau perubahan warna. tidak ada fibrosis. genitalia eksterna disirkumsisi. kesan buli kosong. BAK spontan. nyeri ketok (-). nyeri ketok (-). tidak teraba massa. tidak tampak ada benjolan. Suprasimvisis OUE . Pemeriksaan bimanual Pemeriksaan bimanual tidak teraba massa. tekan (-). : tidak ada kelainan pada genitalia eksterna. nyeri tekan (-).

tidak ada nyeri. pull atas tidak teraba Sarung tangan: tidak ada feses. tidak . kenyal. mukosa licin. tidak ada nodul. ampula recti tidak kolaps.Rectal Examination Tonus sfingter ani baik. tidak ada nyeri tekan. tidak ada nodul Prostat: simetris.

Lainnya IPSS Score = 8 Madsen Score = 4 Obstruktif : (1+2+3+4+5+6) = 3 Iritatif (7+8+9) = 1 .

5-5.Laboratorium 5 Oktober 2010 Hematologi Rutin Hb Ht Eritrosit Leukosit Trombosit Hasil 10.69 10^6/uL 5.5 5-10 150-400 .5 % 3.24 10^3/uL 277 10^3/uL Rujukan 13-16 40-48 4.6 g/dL 32.

4 % 82 mm Hasil 13.8-12.0 % 8.7 detik detik detik detik Rujukan 0-1 1-3 52-76 20-40 2-8 0-10 Rujukan 9.3 % 31.1 % 12.3 34.1 12.9 30.0 .2 % 47.0-47.6 31.Hitung Jenis Basofil Eosinofil Neutrofil Limfosit Monosit LED Hemostasis PT Pasien Kontrol APTT Pasien Kontrol Hasil 1.

4-4.4 mg/dL 21 U/L 12 U/L 3.2 mEq/L Rujukan <50 0.95 mEq/L 108.80-1.40 94-111 .72 g/dL 94 mg/dL Hasil 143 mEq/L 4.30-5.8 Rujukan 132-147 3.Kimia Klinik Ureum Kreatinin SGOT SGPT Albumin Gula darah sewaktu Elektrolit Natrium darah Kalium darah Klorida darah Hasil 66 mg/dL 2.30 <33 <46 3.

2-16.5 Trace Negatif Negatif 3+ Negatif 3.Urinalisa Urin lengkap Warna Kejernihan Sediaan Leukosit Eritrosit Silinder Sel epitel Kristal Bakteri Berat jenis pH Protein Glukosa Keton Darah/Hb Bilirubin Urobilinogen Nitrit Leukosit esterase Hasil Kuning Keruh 4-5 /LPB Banyak /LPB Negatif +1 Negatif Negatif 1.0 Negatif Negatif Negatif Negatif Negatif 3.2 umol/L Negatif Negatif Rujukan Kuning Jernih Negatif 1.020 5.5-8.0 Negatif Negatif .030 4.005-1.

Pemeriksaan Foto Polos Abdomen (RS Medika. 25 September 2010) Kesan: opasitas inhomogen pada cavum pelvis curiga massa .

Pemeriksaan USG Abdomen (RS Medika. 24 Click to edit Master text styles September level 2010) Second ● Third level ● Fourth level ● Fifth level .

cenderung massa tumor di vesika urinaria. dengan gambaran blood clot . dan hydroureter bilateral.Pemeriksaan USG Abdomen (RS Medika. suspek pembesaran prostat. simple cyst renal dextra. 24 September 2010) severe hydronephrosis.

6 Oktober 2010) Click to edit Master text styles Second level ● Third level ● Kesan: cor dan pulmo dalam batas normal Fourth level ● Fifth level .Pemeriksaan Foto Thoraks AP (RSCM.

Jumlah normal. rasa panas (-). nyeri saat berkemih (-). riwayat kencing . nokturia (-).RESUME KU: Pasien laki-laki usia 75 tahun dengan keluhan BAK merah sejak 10 hari smrs. kurang lampias (-) inkontinensia (-). RPS: BAK merah muncul terutama di pertengahan. bercampur rata. tidak bergumpal. mengejan saat BAK (-). nyeri pinggang (-).

kesan buli kosong. suhu: 36oC. perubahan warna (-/-). fibrosis (-).RPK: adik menderita pembesaran prostat. nodul (-). frekuensi napas: 20x/menit. ampula kolaps (-). nyeri ketok (-/-). PF: TD: 130/70 mmHg. Suprasimvisis: benjolan (-). OUE: kelainan (-). pemeriksaan bimanual tak teraba massa. RT: TSA baik. massa (-). nyeri (-). BAK spontan. frekuensi nadi 88x/menit. . Status urologis: CVA: benjolan (-/-). mukosa licin. nyeri tekan (-).

DAFTAR MASALAH Hematuria et causa suspek tumor buli TxNxMx Hidronefrosis dan hidroureter bilateral .

PENATALAKSANAAN 1. Cystoscopy 2. TUR-BT .

buli-buli kesan tidak penuh OUE: bak spontan A Hematuria et causa suspek tumor buli TxNxMx Hidronefrosis bilateral P Pro: nefrostomi bilateral Toleransi kardio-pulmo Dari pembedahan pemasangan nefrostomi didapatkan dari USG nampak ginjal kiri HN grade III dan ginjal kanan HN grade II-III.FOLLOW UP 5/10/10 S Keluhan (-) O Hemodinamik stabil CVA: nyeri tekan (-/-). massa (-/-). Initial urin yang keluar 100 cc jernih . massa (-/-) SS: nyeri tekan (-/-).

buli-buli kesan tidak penuh OUE: bak spontan A Hematuria et causa suspek tumor buli TxNxM0 Hidronefrosis bilateral grade III dengan nefrostomi bilateral P Ceftriaxone 2x1 g UltraCet 3x1 tab Cek sitologi urin Hasil sitologi urin (7/10/2010): sediaan sitologi urin mengandung sel-sel urotel dan leukosit. massa (-/-). Tampak sel-sel atipik. Kesimpulan: inkonklusif.FOLLOW UP 6/10/10 S Keluhan (-) O Hemodinamik stabil CVA: nefros (D): produksi 1000 cc/18 jam. kuning keruh Nefros (S): produksi 200 cc/18 jam. Sel atipik . kuning keruh SS: nyeri tekan (-/-).

7/10/10 S O Keluhan (-) Hemodinamik stabil CVA: nefros (D): produksi 1500 cc/18 jam. kuning keruh SS: nyeri tekan (-/-). massa (-/-). buli-buli kesan tidak penuh OUE: bak spontan (-) Hematuria et causa suspek tumor buli TxNxM0 Hidronefrosis bilateral grade III dengan nefrostomi bilateral Ceftriaxone 2x1 g UltraCet 3x1 tab Pro cystoscopy + TUR-BT A P Hasil cystoscopy dan TUR-BT didapatkan: Dilakukan cystoscopy tampak veromontanum normal dan massa tumor di bladder neck arah jam 8-12-3 Massa tumor multiple di arah jam 6 sekitar 2 cm dari bladder neck dengan diameter 2 cm. kuning keruh Nefros (S): produksi 300 cc/18 jam. dan di dinding lateral kanan 2 buah dengan diameter 2 cm Massa tumor dengan diameter 5x8 cm di dinding lateral kanan superior .

Tampak juga beberapa gambaran kelenjar. . Sel tumor berinti pleomorfik. hiperkromatik atau vesikuler. jaringan tumor: terdapat kepingankepingan jaringan tumor epitelial yang tumbuh papiler dan infiltratif. Sel tumor umumnya tersusun transisional dan tampak sebagian mengelilingi pembuluh darah. dengan anak inti mencolok.Hasil PA dari jaringan yang diambil dari TUR-BT: I. mitosis sulit ditemukan. sitoplasma eosinofilik.

. tetapi belum menginvasi otot polos.Kesimpulan: histologik sesuai dengan gambaran karsinoma urothelial papilar infiltratif derajat tinggi (pT1) dengan diferensiasi glandular Sediaan dasar tumor dan bladder neck sudah diinvasi dengan jaringan tumor.

Prognosis Ad vitam : bonam Ad functionam : dubia ad bonam Ad sanactionam : dubia ad malam .

Tinjauan Pustaka Hematuria Tumor Buli .

batu. kualitas warna. infeksi. trauma. kelainan darah. pemakaian obat antikoagulan Anamnesis: kapan keluar saat berkemih. inflamasi. disertai rasa nyeri? .Hematuria terdapatnya sel-sel darah merah di dalam urin Mikroskopik = minimal 2 sel eritrosit/LP Makroskopik = kasat mata Penyebab: keganasan.

ureter Leher buli-buli atau ginjal Terjadi pada Tempat kelainan .Kapan warna merah muncul Inisial Awal miksi Uretra total Terminal Seluruh proses Akhir miksi miksi Buli-buli.

Penyebab lain yang dapat menyebabkan hematuria tanpa gejala adalah kalkulus staghorn. kista renal.Hematuria tanpa gejala lainnya (silent hematuria) harus dipikirkan sebagai gejala tumor buli atau ginjal sampai dibuktikan bukan keganasan. ginjal polikistik. dan hidronefrosis . sickle cell disease.

anemia maka perlu dipikirkan transfusi darah .Tatalaksana hematuria Saat terjadi gumpalan pada urin  retensi perlu dilakukan kateterisasi dan bilasan buli dengan memakai cairan garam fisiologis Jika gagal  dirujuk untuk ditangani lebih lanjut  evakuasi bekuan darah dan menghentikan sumber perdarahan.

setelah prostat. dan kanker colorectal. Kanker buli merupakan keganasan no 10 dari seluruh kasus kanker pada wanita.Tumor Buli tumor urotelial yang tumbuh dari sel epitel transisional yang terdapat pada traktus urinarius keganasan no 4 pada laki-laki di Amerika Serikat. . paru-paru.

Epidemiologi. Pada negara berkembang 90% kanker buli adalah TCC dan 75% adalah tipe SCCs Etiologi: induksi karsinogen yang didapat dari lingkungan Faktor: pekerjaan. ISK. pemanis buatan . perokok. etiologi. dan faktor sekitar 80% pasien pernah mengalami rekurensi sekali.

Gambaran klinis Painless hematuria Hematuria intermitten Hematuria total Retensi urin Nyeri di tulang Nyeri di retroperitoneal .

1993) yang diduga merupakan . Kelainan material genetik pada kromosom 9 sering ditemukan pada pasien dengan grading rendah sampai tinggi (Tsai et al.Patofisiologi Kanker buli sering dideskripsikan sebagai defek perubahan poliklonal dengan frekuensi rekurens akibat tranformasi malignansi. 1990. Miyao et al.

.

.

.

grade. ukuran.tatalaksana Tatalaksana pilihan untuk karsinoma buli tergantung pada staging tumor. dan jumlah tumor yang terdeteksi. .

BT .TUR .

atau perdarahan per uretra pasien tidak sedang menderita penyakit tertentu. porfirin. tidak sedang mengkonsumsi obat-obat tertentu seperti rifampisin. false hematuria. atau fenotiazin.Pembahasan Bedakan hematuria. atau setelah makan makanan atau minuman yang berwarna merah. Pasien juga .

Karakteristik hematuria Inisial Awal miksi Uretra total Terminal Seluruh proses Akhir miksi miksi Buli-buli. ureter Leher buli-buli atau ginjal Terjadi pada Tempat kelainan Dari anamnesis didapatkan urin pasien berwarna merah di pertengahan .

prostat. kelainan terdapat di daerah glomerolus atau ureter di mana darah lebih lama berada dalam saluran maka akan berwarna lebih cokelat .Pada pasien didapatkan warna urin yang merah segar yang dapat diperkirakan kelainan berasal dari buli-buli. dan uretra.

pasien tidak terdapat keluhan nyeri kolik atau gejala iritasi dari saluran kemih bawah berupa disuria atau stranguria. bukan di saluran kemih bagian atas atau bawah. . Hal ini mendukung dugaan kelainan terdapat di buli-buli.

nyeri saat berkemih. nyeri hilang timbul.Pasien dengan hematuria dapat dicurigai disebabkan oleh trauma. tidak keluar cairan keputihan atau nanah. Namun pada pasien ini tidak ada riwayat trauma. atau batu. dan tidak ada . infeksi. keluhan nyeri pinggang. rasa panas saat berkemih.

pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan pada status generalis atau status urologisnya pemeriksaan rektal ditemukan pull atas tidak teraba dengan konsistensi kenyal dan tidak ada nodul dapat dicurigai adanya pembesaran .

hematokrit. menyingkirkan hematuria disebabkan adanya kelainan darah . Didapatkan pula laju endap darah yang meningkat. dan eritrosit yang menurun dengan morfologi yang normal.pemeriksaan lab didapatkan hemoglobin.

foto polos abdomen didapatkan adanya hanya opasitas inhomogen pada cavum pelvis yang dicurigai terdapat massa dan menyingkirkan DD lain seperti batu dan ginjal polikistik. .

Lesi hiperechoic dengan tepi itrreguler tanpa acoustic shadow menandakan terdapatnya massa di vesika urinaria dan menyingkirkan penyebabnya . Hal ini dapat menandakan adanya hidronephrosis dan hidroureter.USG abdomen didapatkan penipisan kortek disertai PCS dan ureter proksimal yang melebar.

Pasien ini datang ke RSCM dengan keluhan tidak bisa BAK setelah 3 hari kencing berdarah. Nefrostomi juga mempermudah tindakan selanjutnya cystoskopi dan TUR-BT. Pada pasien ini dilakukan nefrostomi dengan indikasi pasien curiga adanya tumor di buli yang menyebabkan obstruksi. .

.hasil cystoscopy dan TUR-BT didapatkan hasil gambaran karsinoma urothelial papilar infiltratif derajat tinggi dengan diferensiasi glandular. Sediaan tumor dan bladder neck sudah diinvasi oleh jaringan tumor namun belum menginvasi otot polos.

.

BT Transurethral resection (TUR) tindakan bedah dimana cystoscope dimasukkan ke dalam kandung kemih melalui uretra. Sebuah alat dengan kawat lubang kecil di ujungnya kemudian digunakan untuk menghilangkan kanker atau membakar habis tumor dengan energi listrik tinggi = fulguration .TUR .

Mitomycin C dan thiotepa) .Penanganan untuk tumor buli staging T1 high grade adalah dengan TUR complete + BCG atau intravesica kemoterapi (BCG.

. dengan 5-year survival rate mencapai 82-100%.Prognosis Pasien dengan tumor buli yang belum menginvasi ke otot memiliki prognosis yang baik.

Pemeriksaan Rutin berkala
pemeriksaan rutin secara berkala seperti pemeriksaan klinis, sitologi urin serta sistoskopi. Jadwal pemeriksaan tahun I bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali, tahun ke II tiap 4 bulan sekali, dan tahun ke III dan seterusnya: setiap 6 bulan sekali.1

Himawan: pada RT pool atas ga keraba, kenapa BPH ga dijadikan assestmen? IPSS masih 8, 5 tahun lalu mungkin BPH tapi sudah tertangani Infeksi disingkirkan, tapi ada LED meningkat dan terapi ceftriakson, buat apa? LED ga spesifik untuk infeksi,

BPH diagnosis histopatologis, bedakan dengan BP enlargement dan BP obstruction orang diatas 40 tahun kalo dibiopsi akan keluar hasil BPH, padahal masih normal. BPH bisa menyebabkan hematuri, karena ada pembuluh darah di prostat yang membesar yang mudah pecah IPSS dan madsen ga perlu dihitung

zat karsinogen masuk darah--. sudah ada .Ceftriaxonprofilaksis nefrostomi Welly: - Riwayat merokok hubungannya dengan tumor buli faktor risiko.ginjalbuli - Anemia pada pasien tumor buli apakah selalu ada? dari awal gejala.

Merokok single faktor yang paling kuat untuk menyebabkan tumor buli. TCC paling banyak .. seberapa mudah berdarah Histopatologi.SCC ada juga. ex. adenokarsinoma buli juga ada. terutama berhubungan dengan derajat dan sifat tumornya. akibat adanya sisa urakus( antara . terutama zat tar-nya Anemia. seberapa besar.

Tumor buli terbagi 2 terutama untuk penatalaksanaannya. jadi diangkat bladder nya) Chris: - 10 hari SMRS hematuria saja. superficial( TUR + histilasi) dan muscle invasion( udah ga bisa organ preserving. - . kenapa dipasang folley cath? Ada kontraindikasinya ga? Hematuria bisa diakibatkan batu.

yang dipasang harusnya 3 way cath 24 F. khawatir terjadi clotting atau sumbatan akibat tumor yang menutup bladder neck. ada faktor2 di tr. Batu-passing stone.urinarius yang mempermudah batu terbentuk.Folley cath dipasang akibat banyak darah di buli. agar dapat membilas juga. .

padahal tumor buli painless diduga karena danya BPH dengan gejala obstruksi dan iritasi - Nefrostomi sampai kapan? Nefrostomi dipasang sampai proses TUR selesai atau buli2 akan diangkat .Karimah: - RPD ada pain hematuria.

Dan juga karena ada nefropatinya. . Nefrostomi sampai kondisi obstruskinya teratasi. Hidronefrosis penatalaksanaannya nefrostomi juga. Nefrostomi karena ada obstruksi di saluran bawahnya.Tumor bulipainless hematuria. tapi hanya 70-80% dari seluruh keluhan nyerinya.

satu segmen ileal yang lebih panjang diambil.Kalo tumor ga besar tapi muscle invasif orthotopic neobladder. di detubularisasi. disambung ke uretra . disusun ulang.

ingat ada staging pre dan post operatif -metastasis belum ditemukan dari .Hanif: Stadium . kenapa N dan M masih x? -apakah terdapat pembesaran nodus limfe di iliaka? Tidak ada Nodus umumnya baru bisa dibuktikan secara final pada intraoperatif.

. walaupun sudah diterapi.Prognosis sanactionam masih dubia ad malam ? -rekurensi cukup tinggi. yaitu yang high grade. tapi hanya untuk menurunkan rekurensi -rekurensi cukup tinggi dan survival juga tinggi.tapi ada juga yang tadinya superfisial jadi muscle invasif. multifocal dan .

periksa KGB? Dimana? - anamnesis dulu.lalu kalau ada kecurigaan. yang riwayat pnyakit saat ini nya mana? Setelah nefrostomi. pasiennya diapakan? Sebagai dokter umum. periksa KGB terutama di . terhadap pasien yang dicurigai tumor buli.Shelli: - Anamnesis agak membingungkan.

banyak makan buah .- Edukasi edukasi berupa penanganan selanjutnya.rekurensi dan survival rate serta kontrol berkala edukasi life style.kurangi daging. prognosis dari kesembuhan.

Indikasi nefrostomi ada sumbatan di saluran kemih di bawahnya. ex. ada hidronefrosis. Ur/Cr naik. penipisan korteks ginjal Kontraindikasi nefrostomi gangguan pembekuan darah . di traktus urinarius atas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful