Anda di halaman 1dari 45

Beternak Cupang

Disarikan oleh :

Tri Wibowo
(dari berbagai sumber)

Beternak Ikan Cupang ini bisa dibilang gampang – gampang mudah. Sebenarnya ada hal
yang harus diperhatikan sebelum mengawinkan ikan kesayangan anda. Kalau salah bisa –
bisa ikan cupang kesayangan anda tidak jadi kawin dan menghasilkan terlur, tetapi malah
mati.

Berilkut langkah demi langkah untuk memulai nya.

Selamat mengikuti….
MEMILIH INDUKAN

Kalau kita memilih ikan yang akan dikawinkan, sebaiknya pilih ikan yang bagus
meskipun bukan ikan level1 yang biasanya di lombakan. Asalkan indukan itu bagus,
maka kemungkinan anakan yang dihasilkan akan bagus pula. Karena anakan akan
memiki sifat dari indukannya.

Untuk ikan jantan,


- Pilih ikan yang sering berenang di bawah ataupun melayang ditengah permukaan.
Jangan pilih ikan yang sering berenang pada permukaan air. Hal itu menandakan bahwa
ikan itu dalam kedaan tidak sehat.

- Pilihlah ikan yang memiliki warna cerah. Meskpun ikan itu berwarna gelap (hitam)
pilihlah warna yang mengkilat. Karena itu merupakan ciri pejantan tangguh

- Ikan cupang jantan haruslah lincah. Jika ingin mengetahui lincah atau tidak ikan itu,
coba dekatkan dengan cupang jantan lain. Maka akan terlihat nantinya.

Untuk ikan betina

- Ikan betina memiliki warna pudar dan gerakannya tidak lincah. Ikan ini cenderung lebih
sering diam.

- Pilih ikan cupang betina yang memiliki matang telur. Betina yang matang telur dapat
diketahui dari perutnya yang buncit dan dibagian perut bawahnya (dekat dengan sirip dasi
ikan) ada semacam bintik bintik putih.

- Ikan ini haruslah sudah berumur diatas 4 bulan. Sebetulnya bisa mengawinkan dibawah
umur 4 bulan, misalnya 3 bulan keatas. Namun..ikan ini akan menghasilkan telur yang
tidak cukup banyak.

PAKAN

Sebelum ikan betina dimasukkan kedalam wadah pemijahan, sebaiknya 2-3 hari
sebelumnya diberi makanan jentik nyamuk. Agar perutnya semakin buncit dan telur yang
dihasilkan bisa semakin banyak.

KUALITAS AIR

Kondisi air ini sangat penting dalam proses pemijahan, malah untuk masa penetasan telur
kondisi air akan sangat banyak dibutuhkan. Kondisi air yang baik, memiliki lebih kurang
ph 7. Jika ph air terlalu asam ataupun terlalu basa, maka akan sangat berpengaruh
terhadap keadaan ikan.
TEMPAT PEMIJAHAN

Tempat pemijahan ikan cupang sebetulnya tidaklah lebih besar jika dibandingkan dengan
tempat pemeliharaannya. Cukup gunakan akuarium berukuran kecil ataupun toples –
toples yang ada. Jika tempat terlalu besar, kemungkinan kawin ikan ini sangatlah kecil,
karena saling jauh jarak antara ikan jantan dan ikan betina.

Tahap – tahap yang perlu dilakukan :


1. Pindahkan ikan jantan ke dalam wadah pemijahan dan biarkan dahulu selama satu hari.
agar si jantan ini bisa beradaptasi dengan daerah barunya tersebut.

2. Dekatkan si jantan dan betina, PDKT istilahnya. Dengan cara menempatkan betina ke
dalam tempat si jantan, namun si betina jangan dimasukkan terlebih dahulu. Gunakan
gelas aqua ataupun plastik untuk cupang betina.

3. Biarkan kedaaan seperti diatas hingga 1-2 hari. Lihatlah, apabila pada permukaan
tempat cupang jantan sudah banyak gelembung – gelembung yang dibuat, berarti cupang
jantan itu sudah siap. Setelah itu langsung masukkan saja cupang betina ke dalamnya.
Dan biarkan ke adaan ikan seperti itu.
4. Sekitar 1-2 hari lihatlah ikan tersebut. Jika berhasil, di permukaan akan ada banyak
terlur berwarna putih yang menempel pada gelembung – gelembung yang sebelumnya
pernah dibuat oleh cupang jantan.

5. Setelah tahu ada terlur, sebaiknya angkat dan pindahkan cupang betina ke dalam
tempat lain. Karena kebanyakan cupang betina memakan telurnya sendiri. Berbalik
dengan cupang jantan yang selalu menjaga telurnya dengan penuh siaga dan kasih
sayang.

6. Jangan lupa beri makan secukupnya, baik cupang jantan maupun cupang betina.
Karena setelah proses pemijahan itu selesai, kedua ikan akan sangat kelelahan dan butuh
makanan untuk asupan energi. Terutama untuk cupang betina, beri ia waktu istirahat
sebelum akan dikawainkan kembali. Sebaliknya, cupang jantan juga diberi makan agar
tidak kelaparan dan memakan telur – telurnya sendiri.
7. Cukup butuh waktu 2 hari saja untuk menunggu telur itu menetas. Nanti akan terlihat
meski sangat kecil, anakan berenang meski belum sempurna dan masih dibantu ikan
jantan. Jika anakan jatuh ke dasar, maka akan diambil dan diletakkan kembali ke dalam
gelembung – gelembungnya.

8. Berilah makanan anakan itu setelah 2-3 hari dari telur menetas. Biasanya anakan diberi
makanan infusaria (anak kutu air) atau kalau tidak ada, bisa diberikan kutu air yang telah
disaring.

Hal ini saya paparkan berdasarkan yang sudah pernah saya lakukan dan juga berdasarkan
penelitian – penelitian terhadap hal tersebut.

http://naif05.wordpress.com/2009/03/28/beternak-cupang/
Beternak cupang secara sederhana

Setelah tujuan beternak sudah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah pilih indukan.

Ingat, ada baiknya anda paham tentang genetikan indukan, misalnya anda akan
mengawinkan betina HalfMoon dengan jantan Plakat. Secara teoritis, gen Plakat adalah
dominan, sehingga anakannya kemungkinan besar akan plakat semua ( semoga saya bisa
menulis dengan sederhana tentang genetika warna dan sirip dilain waktu).

ciri betina (umumnya):

- Warna kurang menarik

- Gerakan lebih lambat

- saat ngedok, bukaannya kecil

- Badan lebih pendek dan cenderung buncit di perutnya

- Ada garis putih (tegak) disekitar insang dan tubuh menandakan siap dikawinkan

Ciri jantan: kebalikan dari betina lah heheheh

Lalu siapkan wadah untuk keduanya. saya biasa menggunakan ember plastik ( baskom)
diameter 30 cm ( Rp 10000 an). Isi wadah dengan air ( gunakan air tanah yang sudah
diendapkan 2 jam -sebetulnya air apapun bisa asalkan cukup jernih). lalu kasih
substrat deh. (substrat apaan sih)
Berikut adalah gambar sepasang cupang yg sudah siap dikawinkan.

perhatikan bahwa betina berbadan kecil dan memiliki garis putih vertikal disekitar
tubuhnya. ini bertanda sang betina siap kawin. baik jantan dan betina lebih baik
dikawinkan pada umur minimal 6 bulan.

Substrat adalah apa ya ??

gampanganya itu tempat untuk ‘ngumpet’ saat cupang sedang berpacaran dan juga
tempat telur cupang dikumpulkan. Sebetulnya tanpa substrat pun cupang bisa bercumbu,
cuma untuk tempat mengumpulkan butiran telur, subsrtrat sangat membantu agar buih
telur tidak mudah pecah.

substrat bisa berupa daun kecil ( daun dari pohon apa


saja) yg penting daunnya tidak tenggelam di bak
penangkaran dan bersih. daun jangan terlalu lebar
agar kita bisa melihat apakah buih ikan tersebut sudah
ada telurnya atau belum. salah satu keunggulan daun
adalah benda ini saat busuk bisa membantu
merangsang mikro organik kecil untuk hidup dan
menjadi makanan ikan. sebagian menggunakan plastik
bening yg kecil. sebagian menggunakan gabus. ada
juga yg menggunakan eceng gondok. over all, saya lebih suka menggunakan daun kecil
sebagai substrat.
Setelah kurang lebih 12 jam, biasanya ikan jantan akan membuat busa didekat substrat.
jika belum ada busanya, hmm, biasanya sih si jantan masih belum mau kawin.cuma kita
paksa aja deh..

Lalu masukan betina secara perlahan ke baskom jantan. biarkan saja mereka bercumbu,
ga usah diintip lah ( masa lagi ‘nganu’ di intip sih).

saat betina baru dimasukan ke baskom, proses cumbu ini tidak langsung terjadi. biasanya
sih setelah beberapa jam. dan karena baskom kita tutup, jadi kita ga sadar jika mereka
sedang bercumbu. cupang dengan insting nya akan bercumbu didekat substrat.

setelah cupang bercumbu, sang betina akan mengeluarkan telurnya. dan telur akan jatuh
kedasar baskom. disini sang jantan akan segera memungut telur tersebut dan
membawanya ke buih/busa yang sudah dia buat. (lihat digambar berikut ini, jantan akan
segera memungut telur betina)
dan saat semua telur betina sudah keluar maka sang betina akan menjauh dari telur-telur
tersebut. betina akan menjauh dari substrat, bahkan dari sang jantan. betina akan
kelelahan, tampak seperti cupang sekarat.

Sampai sini, segera ambil cupang betina anda. dan perhatikan baik2 bahwa buih/ busa
yang ada dibaskom sudah berisi telur, cirinya adalah buih tersebut ada butiran keci
berwarna putih seperti detergen. (maaf gambar telur cupang belum saya dapatkan yang
cukup jelas)
Burayak Berebut Makan

Saya biasanya memijahkan 2-3 pasang ikan cupang dalam suatu waktu. Tentu saja umur
burayak akan sama ketika menetas, mungkin beda beberapa hari saja. Dan setelah
berumur kurang lebih satu minggu, semua burayak akan saya gabungkan dalam satu
kolam/baskom pembesaran.

Walaupun hanya beda beberapa hari atau jam, kecepatan tumbuh masing2 burayak
ternyata berbeda. Umumnya yang netas pertama kali disebut raja lubuk. Raja lubuk ini
lebih besar dibanding lainnya.

Perbedaan ukutan tubuh burayak ternyata sangat berpengaruh terhadap kelangsungan


hidupnya. Saat burayak kecil berusaha mencari makan, biasanya akan kalah cepat dengan
mereka yang ukurannya sudah lebih besar.

Burayak dengan ukuran besar akan lebih cepat makan dan semakin cepat ketika tubuhnya
jauh lebih besar dibanding burayak lainnya. Ketika saya perhatikan, burayak yang lebih
kecil kalah cepat. dan ketika pakan terbatas, burayak kecil tidak mendapatkan
kesempatan untuk makan.

Yang terjadi adalah tergeleparlah burayak2 kecil karena mati kelaparan. Mati karena
kalah cepat dalam menghabiskan makanan dibanding mereka yang sudah besar.

Untuk itulah diperlukan pembedaan kolam pembesaran burayak agar mereka tumbuh
sesuai ukuran tubuhnya. Hal ini salah satu penyebab utama persentase burayak yang
hidup menjadi kecil, atau ada juga yang menyebutnya hukum alam…

berbincang dengan para peternak cupang memang mengasikan. Mereka bukanlah orang-
orang yang pelit ilmu asalkan kita tidak merasa lebih hebat dari mereka. Kenyataanya ada
banyak hal baru yang bisa kita temui di sana.

Salah satunya ilmu dari Pak


DIan (sebutlah namanya
demikian dari daerah pondok
labu). Dalam berternak Ikan,
beliau memiliki tips untuk
melakukan Induk semang (induk
titipan). Cara beternak ini sudah
sering dia praktekan dalam Farm
nya.

Langkah nya sama seperti


beternak cupang cara sederhana.
Hanya saja anda harus
menyiapkan 2 pasang ikan yang siap untuk diternakan. salah satu dari pasangan ini
haruslah induk yang sudah berpengalaman dalam memelihara burayak. Minimal induk
yang pernah merawat burayak hingga 1 minggu dengan baik.

Lakukan dari step 1 sampai step 5 (beternak cupang secara sederhana) pada kedua pasang
cupang tersebut. setelah cupang jantan mengunpulkan telur yang sudah dibuahi ke dalam
buih, ambillah buih dan telur tsb menggunakan sendok yg cukup lebar diameternya. lalu
Tuangkan secara perlahan buih telur tersebut ke baskom induk semang ( yg juga sedang
bertelur).

Patut diingat. Induk semang adalah induk yg sudah berpengalaman memelihara burayak.
Induk yang telurnya diambil dan dipindahkan ke induk semang adalah induk yang jantan
maupun betina nya belum berpengalaman memelihara telur dan burayak. kenyataannya
induk jantan sering sekali memakan telur ataupun burayak yang masih kecil. Umumnya
induk jantan tsb adalah induk jantan yang masih di bawah 5 bulan untuk ‘dipaksa’ kawin
ataupun kebiasaan buruk dari si jantan untuk memakan burayak.

Setelah telur dipindahkan ke baskom induk semang, keluarkan sang betina dari kolam
induk semang. demikian juga untuk induk betina yang berada dikolam satunya, pisahkan
juga dari sang jantan. beri makan yang cukup untuk kedua betina tsb dan sang jantan yg
telurnya diambil.

Untuk sang jantan semang, lakukan sebagaimana step 6 dan step membesarkan burayak.

Resiko:Resiko dari cara ini adalah anda kemungkinan akan kesulitan untuk mengetahui
burayak mana yang berasal dari induk semang dan mana yang dari induk bukan semang.
Untuk mempermudah, bisa saja burayaka dari induk semang diambil dan dibuang agar
jelas hanya satu sumber burayak yg ingin dibesarkan. Namun jika anda sudah ahli (atau
tidak peduli) dengan burayak yg berasal dari 2 indukan, maka biarkan saja induk semang
memelihara semua burayak.

Selamat melihat ribuan burayak dalam satu baskom hihihihi

Somoga bermanfaat.

Nb: saya belum pernah melakukan hal ini. untuk induk semang jantan, usahakan
diperoleh dari jantan ikan cupang aduan (bukan ikan cupang hias)–> saran dari Pak
DIan.Tuang telur ikan kedalam baskom semang dengan perlahan dan usahakan tidak
merusak telur2 yang ada.
Mengapa perlu selective breed

maksudnya selective breed tuh apa ya ?

hihi, maksud saya adalah: kenapa kita harus menyeleksi cupang-cupang yg kita
ternakkan?

begini jawabannya:

cupang yang kita pelihara ini ada banyak macamnya, mulai dari warna sirip, warna tubuh,
jenis sirip dll. mungkin ada ribuan variasi yg bisa kita dapatkan dari ikan cupang yg kita
ternakan. belum lagi history cupang yg baru kita beli untuk kita ternakan. ikan yg baru
kita beli belum tentu bisa diselidiki asal-usulnya. apalagi jika membeli ikan bukan
dipeternak ikan.

Tuntutan ikan untuk bisa laku dijual ataupun ikut kontes juga sulit dipenuhi. pembeli
tidak akan mau membeli ikan yang ‘asal’. oleh sebab itu jika anda ingin beternak cupang,
anda harus rajin membuat catatan asal-usul cupang kita. mulai dari warna sampai lokasi
pembelian. Dan biaya untuk perwatan burayak sampai ikan ukuran medium itu tidak
murah. selain menghabiskan space, juga menghabiskan waktu.

patut dipahami: catatan yang lengkap belum tentu 100% menghasilkan anak2 ternakan
yang kita harapkan. tetapi jika tidak dicatat dan diseleksi, anakan cupang yg kita
dapatkan sangat sulit diprediksi.
Step 6 Beternak cupang secara sederhana

Sudah pernah liat anak ikan cupang umur 1 hari? hihihi mungkin belum. biasanya anak
ikan cupang dikenal dengan istilah burayak, dimana ikan2 kecil ini berada dalam satu
wadah yang sama. istilah luarnya adalah fry.

Umumnya setelah telur keluar dari betina dan dibawa oleh jantan,48 jam kemudian telur
akan menetas. ukuran ikan cupang ini sangat kecil sehingga sulit terlihat oleh mata
manusia. mungkin sekitar 0.20 cm lah

sampai sini biarkan induk jantan dibaskom burayak. burayak umur 1 hari hingga 3 hari
tidak perlu diberi makanan karena masih ada persediaan makanan didalam telurnya.

selanjutnya tinggal liat topik saya tentang membesarkan burayak deh


Jenis Beta

Cupang hias Warna Merah

Warna Merah adalah warna solid. Beberapa


orang fanatik terhadap warna ini.
Sayangnya saat ini semakin berkurang
penggemar ikan cupang berwarna merah.
Di pasar ikan umum, seperti di pasar ikan
jatinegara, cupang merah biasanya
musiman. Untuk jenis sirip apapun juga,
warna merah memiliki beberapa syarat
untuk bisa dikatakan baik. Tulisan ini saya
ambil dari beberapa majalah dan
perbincangan dengan beberapa peternak
ikan cupang hias.

- Usahakan pada sirip dasi tidak ada warna putih. Terkadang sirip dasi yang muda
(berada di ujung) selalu berwarna putih. Namun usahakan lah cari yang sirip dasinya
berwarna merah semua.

- Usahakan sirip dayung juga berwarna merah. Hindari sirip dayung yang berwarna
lain.

- Usahakan pada tubuh ikan tidak terdapat bintik hitam. Umumnya bintik pada
tubuh ikan berwarna merah adalah biru, putih dan hitam.

- Usahakan warna merah pada tubuh dan sirip sama intensitasnya. Warna merah
pada tubuh yang lebih terang dari pada warna merah pada sirip kurang begitu disukai

- Hindari ujung sirip yang berwarna/list hitam

- Hindari warna cream atau warna tubuh pada begian kepala

- Hindari warna biru, hijau atau opaque pada sirip ikan.

Banyak syarat memang, namun kecantikan ikan cupang warna merah tidak bisa dianggap
remeh. Selamat mencari ya..
Cupang ‘Army Look’

Kaya apa sih yang namanya army look?

Berbincang dengan seorang peternak cupang yang sedang mengenalkan jenis baru, yaitu
army look, saya sempat bingung karena masih kurang jelas seperti apa army look.

Menurut dia, warna tubuh ikan army look adalah putih atau dragon. namun di siripnya
berwarna seperti loreng2 pada baju army. bisa saja loreng nya hitam, putih dan merah,
atau hijau, hitam, putih, bisa juga merah, coklat, hitam dan putih.

beberapa bulan yang lalu sempat saya liat di aqua bid. namun bulan ini tidak ada yang
jual.

Yang saya bayangkan memang army adalah warna belang-belang seperti warna baju
militer. masalahnya adalah bagian tubuh, kata sang peternak, harus berwarna solid, tidak
boleh ikut belang juga. karena kalau ikut belang juga jadi murni marble.

memang sih, army look bisa jadi dari silangan marble dan copper atau dragon. entah lah,
… ada yang bisa menjelaskan? hihihi

Jenis-jenis cupang (secara sederhana)

Banyak yang bertanya kepada saya ” sebetulnya ada berapa jenis sih cupang hias itu?”

Jawabannya akan sangat panjang. Secara sederhana saya akan jelaskan demikian:
1. Cupang dapat dibagi berdasarkan jenis siripnya: ada sirip halfmoon, plakat, serit
(crowntail). Ketiga sirip tersebut umumnya mudah dijumpai di pedagang ikan cupang.
Diluar itu masih ada jenis: double tail, halfsun, combtail, Delta, Super Delta, dll

2. Berdasarkan warnanya, ada ratusan, mungkin jutaan warna yang bisa timbul pada ikan
cupang. Dalam kontes cupang hias, biasanya kelas dibagi juga berdasarkan warna. Warna
pada kontes dalam negeri umumnya dibagi berdasarkan warna solid (satu warna) dan
warna kombinasi. Warna solid misalnya warna Merah (all warna pada ikan cupang
adalah merah) atau biru, atau hijau atau hitam, kuning dll (yang penting hanya ada 1
warna pada ikan cupang). Warna kombinasi adalah ikan cupang yang memiliki lebih dari
satu warna dan dibagi berdasarkan pola warnanya. Ada yang berpola marbel, ada yang
berpola dragon, musterd gas, dll

Nah, sudah mulai bingung? hehehe, tetap fokus dulu di jenis sirip dan warna cupang
solid. lain waktu akan dibahas warna2 cupang kombinasi ini.
Tapi yang paling saya suka adalah anakan dari Marble dibawah ini:

didapatkan dari HM marble calipo (male) x Biru gelap HM (female)

Jantan yang suka memakan burayak

Pernah lihat? Mungkin belum.

Saya pernah. Jantan opaq dan betina opaq saya sudah siap dikawinkan. dalam 2 hari,
telurnya pun sudah medarat di dasar akuarium. dengan cepat sang jantang memungutnya
dan meletakannya dibusa yang sudah dibangun. saya pun segera mengangkat sang betina.
Rasanya lega sampai disini.
Harapan 2 hari kemudian untuk bisa melihat burayakpun tercapai. burayak kecil2 ini
berusaha untuk bisa berenang. Tentu saja harapan untuk bisa berenang harus dibantu dari
sang bapak ( walau tidak selalu). Saya perhatikan terus burayak yang belajar berenang
ini. sang jantan akan memungut burayak lalu di naikan ke atas permukaan air dimana
busa sudah banyak mengambang.

karena ukurannya sangat kecil, saya tidak sadar bahwa burayak yang telah dipungut si
jantan ternyata tidak dikembalikan di permukaan air. DAN ternyata dimakan. hiks….

dalam sekejap mata, burayak habis semua. untuk anda, perhatikan baik2 perilaku sang
jantan setelah burayak hadir, ada kemungkinan di hari pertama dan kedua, sang jantan
akan melahapnya dengan nyaman..

hehehe, jantan seperti ini layak diberikan cap: kurang bertanggung jawab. besok-besok ,
biarkan sang burayak belajar berenang sendiri saja ya.. ga usah dibantu sama jantan yang
seperti itu,

tx

10 comments

Tulang sirip cupang hias ( Part 2)


April 30th, 2009 | Category: membesarkan

Sirip Ekor adalah sirip yang sering dijadikan acuan apakah ikan cupang kita merupakan
cupang plakat, serit atau halfmoon. Untuk jenis halfmoon, tulang sirip yang baik adalah
tulang sirip dengan perpecahan/pembagian yang ideal, 1 tulang sirip membelah menjadi 2
tulang sirip dan terakhir menjadi 4 tulang sirip. Jika diujung selaput sirip ekor memiliki16
tulang sirip, ini bisa dikatakan cupang kita adalah cupang jenis rosetail. Kendala terbesar
sirip rosetail adalah karena tulangnya terlalu banyak, sehingga ikan sulit menunjukan
bukaan sirip ekor yang baik dan biasanya sirip ekor akan rusak.Jarak antar tulang sirip
juga harus sama besarnya. Kita dapat menilai cupang halfmoon yang masih berbadan 3-4
cm dengan melihat jarak antara perpecahan dari 1 tulang sirip menuju 2 dan menuju 4.
Apabila dari 1 tulang menuju 2 tulang masih berada di dekat pangkal (daerah paling
dekat ke tubuh ikan) sirip ekor, dan jarak dari 2 tulang menuju 4 berada di ujung ( daerah
paling jauh dari tubuh ikan) sirip ekor, maka ikan halfmoon kita memiliki kemungkinan
ekor halfmoon yang indah.Ekor halfmoon yang tengahnya terbelah dua dikenal dengan
istilah doubletail. Ikan jenis ini memiliki jumlah tulang sirip ekor yang sama dengan
halfmoon umumnya, 1-2-4. Doubletail yang bagus adalah doubletail dengan komposisi
yang seimbang antara bagian ekor atas dan ekor bawah. Selain itu, pilihlah doubletail
dengan tanpa jarak atau spasi diantara belahan sirip ekor atas dan bawah. Namun jangan
pula memilih doubletail dengan sirip ekor atas dan bawah yang terlalu rapat. Jika terlalu
rapat biasanya sirip ekor tidak bisa terbuka dengan lebar karena terlalu berat menopang
tulang sirip.Tulang sirip ekor jenis plakat juga terbelah seperti halfmoon dengan
perpecahan 1 menjadi 2 tulang sirip. Plakat yang baik memiliki perpecahan tulang 1 ke 2
di ujung ( daerah paling jauh dari tubuh ikan) sirip ekor. Jarak antara tulang sirip juga
harus sama besar. Di jenis plakat juga terkadang kita temui ikan plakat doubletail.
Sebagian tidak menyukai plakat doubletail, namun tidak ada salahnya untuk mengkoleksi
jenis ini.

Untuk jenis serit, wah… ini bisa panjang diceritakan. Hehehehe. Namun tetap sama
formasinya. Tulang sirip ekor akan terbelah belah, dari 1 menjadi 2. Saat ini lebih banyak
jenis cupang serit yang tulangnya terbelah dari 1 menjadi 2 di sirip ekor. Karena tulang
sirip lebih panjang dari pada selaput sirip, maka ikan serit sering kali terlihat tulangnya
menjuntai.

Serit yang bagus selayaknya memiliki tulang sirip ( ekor, atas dan bawah) yang panjang
dan kokoh. Tidak boleh patah, bengkok ataupun tergulung. Semakin panjang semakin
baik. Jarak antara tulang sirip (atas, bawah maupun ekor) harus sama.

Yang istimewa dari cupang serit adalah pada sirip ekornya ada yang berbentuk
menyilang, biasa dikenal dengan istilah kingcrowntail. Jenis ini sangat jarang dan
harganya bisa sangat tinggi. Untuk mendapatkan jenis ini juga tidak bisa didapatkan dari
keturunan induk. Masih menjadi bahan penelitian bagaimana bisa mendapatkan king
crowntail dengan cara keturunan.

Di awal tahun 2000, cupang serit juga memiliki keunikan di sirip ekornya yang ujung nya
membelah menjadi 4, 6, 8. jenis ini sudah sangat jarang ditemui saat ini. Mungkin karena
masyarakat lebih menyukai cupang serit belah 2 karena mengincar king crowntail. Saya
pribadi tetap menyukai serit dengan ekor belah 4, 6, atau 8 karena bosan melihat serit
belah 2.

Tulang sirip atas tidak terlalu berbeda dari tulang sirip bawah. Kerapatan dan kekuatan
menjadi nilai plus untuk menopang selaput sirip. Bentuknya tidak harus trapesium,
namun hindari ikan dengan sirip atas berbentuk segitiga. Ikan dengan bentuk sirip atas
segitiga terlihat kurang cantik karena umumnya tidak memilki sirip atas yang lebar.
Warna pada sirip ataspun diusahakan satu warna saja, kecuali ikan hias kita memiliki
warna kombinasi yang indah.

Untuk doubletail, selain sirip ekor yang membelah, cupang doubletail yang bagus adalah
cupang dengan sirip atas yang panjang. Sirip atas doubletail mendekati mata ikan cupang.
Panjangnya bisa mencapai ¾ dari panjang tubuh ikan cupang hias.

(done, maaf untuk topik ini tidak ada gambarnya berhubung dikantor saya akses untuk
internet dibatasi)
(mengapa) Cupang senang meloncat
February 03rd, 2009 | Category: pakan dan kesehatan

saya sendiri sudah kehilangan 2 ekor ikan karena dia melompat dan keluar dari aquarium.
Jadi, mengapa cupang suka loncat dari aquarium?

1. Beberapa peternak mengatakan karena memang cupang suka bermain loncat2an.


hihihi, jawaban yang lucu. jika saya perhatikan cupang tidak suka loncat kok, tapi cupang
sering ‘menari’ didalam aquarium ( apalagi jika meliat cupang lainnya di aquarium yang
berbeda).

2. Yang lainnya mengatakan bahwa cupang suka meloncat saat dia kelaparan. hmm,
masuk akal juga sih. Jika diperhatikan lebih detail, cupang memiliki mulut yang selalu
menghadap ke atas. menurut beberapa ahli hewan, ini menandakan bahwa ikan cupang
adalah jenis karnivora. dan jenis ikan karnivora umumnya mencari makanan hidup yang
mengambang atau yang diatas permukaan air. saat ikan cupang lapar, tidak ada makanan
di dasar aquarium, terpaksalah nalurinya mencari makan diatas permukaan air. jadi jika
ada benda yang menarik diatas permukaan air, loncat deh dia.

3. Beberapa mengatakan bahwa cupang suka meloncat karena air aquarium mengandung
bakteri/jamur. alasan yang satu ini telah saya lihat sendiri. Ciri yang sangat jelas adalah
jika ikan berenang dengan menggesek-gesekan badannya ke aquarium, dan berenang
dengan cepat, biasanya airnya kotor atau ada bakteri/jamurnya. coba baca tulisan saya ttg
cacing darah… dalam kolam burayak saya ternyata ada larva/cacing darahnya. mungkin
ini pertanda air yang bagus. namun kenyataannya malah didalam air yg mengandung
cacing darah tsb ada bakteri atau jamur yang membuat 2 ikan saya meloncat dari baskom.

Hmm, mungkin ada alasan2 lainnya.namun tetaplah aware bahwa cupang bisa loncat dari
aquarium. jika tidak diperhatikan, bisa2 cupang mati diluar aquarium.

BR

No comments
Musim Hujan… burayak tumbang

Ternyata ada begitu banyak tantangan dalam membersarkan burayak.saya yang baru
mulai beternak pun harus merasakan pengalaman pahit ini.

Sejak pertengahan bulan desember 2008, burayak saya yang baru berumur 1 minggu
tiab2 mati semua. burayak yang berumur satu bulan pun ‘mlempes’ dan mati sebagian
besar.

Seingat saya memang kondisi waktu itu sering hujan, suhu udara berubah dan angin
kencang mengenai baskom burayak. Dan saya berbincang dengan beberapa peternak,
merekapun mengalami hal yang sama.

Menurut mereka, kematian burayak di saat musim hujan bukan saja karena sulitnya
mencari pakan hidup seperti kutu air. “Kutu air jadi sulit dicari karena terbawa arus air
hujan, namun yang lebih parah adalah karena suhu udara yang terlalu dingain dan
berubah2,” kata mas Ajo (sebut saja namanya demikian). Faktor cuaca yang berubah,
suhu yang rendah dan terpaan angin banyak membawa bibit penyakit dan melemahkan
stamina burayak.

” Walaupun sudah ditaruh didalam rumah dan menggunakan heater, terkadang tetap saja
burayak mati” demikian keluhan sang peternak. Bahkan tidak sedikit cupang dewasa
yang ikut kena imbasnya a.k.a sakit juga.

Tidak mudah ya
No comments

cacing darah dalam bak burayak


December 15th, 2008 | Category: pakan dan kesehatan

Saya punya burayak yang sudah terpisah dari induk jantannya.

makanan awal burayak ini adalah liquifry no 1 yang saya beli dari pak Joty. sejak hari ke
3 setelah lahir saya berikan ke burayak. setelah sekitar 2 minggu, didasar bak burayak
yang terbuat dari plastik ada banyak sampah yang seperti rumah rayap.

setelah beberapa hari dari kotoran yang mirip rumah rayap tsb keluar cacing/larva.
awalnya saya pikir ini adalah lipan atau sejenis lintah. namun setelah saya liat lebih dekat
lagi, ternyata itu adalah cacing darah.

Burayak saya belum sanggup memakan cacing tersebut. namun terkadang mereka gigit
juga itu cacing. dan jika saya perhatikan, cacing tersebut juga tidak sanggup makan
burayak saya.

ada yang punya pendapat kenapa hal ini bisa terjadi ya?

OOT: saya browse di internet, ternyata cacing darah ini jika masuk ke tubuh manusia bisa
sangat bahaya loh.. hiiiii serem, gimana dengan mereka yang setiap hari berjualan cacing
darah untuk makanan ikan di jatinegara ya?
Form begining

Hi all

Ga sangka, ternyata dunia percupangan sudah sekian maju hingga terakhir saya dengar
ada cupang sejenis alien ( 13 Dec)

Padahal diawal saya mengenal cupang, yang dikenal ada 3 jenis cupang:

- Adu

Beberapa diantaranya adalah cupang singapure, bagan dll. waktu itu sekitar tahun 1992.
saya masih duduk dibangku SD. Wah, bermain cupang cukup menyenangkan. melihat
ikan saya diadu adalah hal yang sangat membanggakan, apalagi jika ikan tersebut
menang berkelahi.

- Syam

Ditahun yang sama, cupang hias dikenal dengan nama cupang Syam (siam). yang satu ini
lebih cenderung seperti jenis cendrawasih dengan sirip ekor yang menjuntai, lemah
gemulai. warna yang dihasilkan juga cukup bervariasi. Namun peminatnya masih sedikit
sekali. saya sendiri tidak berminat sama sekali dengan yang jenis ini.

- Cupang sawah

Disekitar rumah saya, perumnas klender, tahun 1990an masih banyak persawahan,
khususnya didaerah penggilingan ( sekarang sudah penuh sesak). Dan saat mencari
makanan ikan cupang, terkadang kami menemukan ikan cupang sawah.
Warnanya kurang menarik, diadu pun mungkin kalah telak dengan cupangan aduan.
Namun sepertinya sekarang saya ingin memelihara cupang sawah. Saat ini cupang sawah
dikenal dalam katagori wild
beternak cupang
Mau tau cara beternak ikan cupang ?
caranya :

Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan


lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Ikan ini relatif mudah
dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk
benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat
ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari
jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan
diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang
ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang
wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara
lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang
indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang
serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih
pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :

Umur telah mencapai sekitar 4 bulan


Bentuk badan membulat putih di sekitar perut menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan


Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah
selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.


2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam
wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa
busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur
sampai menetas.

Pembesaran anak

1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning
telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih
cepat tumbuh.

Pasca Panen

Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan
pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang
hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat
berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan
cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Cara Berkembang Biak


Ikan ini berkembang dengan cara bertelur dan telurnya menempel pada substrat seperti
akar tanaman, daun-daun atau serabut rapia.

Langkah-langkah yang perlu diketahui :

1. Pilihlah induk yang baik dan jantan yang cantik dan agresif.
2. Pisahkan antara induk jantan dan induk betina dan diberi makan yang cukup
selama 4 s.d. 5 hari.
3. Masukkan induk jantan dan induk betina kedalaman tempat pemijahan (toples,
aquarium, ember, baskom) yang telah diberi
tanaman air (eceng gondok atau serabut rapia dengan kedalaman air ± 25 cm).
4. Setelah 2-3 hari akan terlihat telur menempel pada daun atau rapia.
5. Pindahkan yang betina dan beri makan secukupnya.
6. Selama 2-3 hari anak ikan tersebut tidak diberi makan karena masih ada
persediaan kuning telur dalam tubuhnya.
7. Selama 2-3 hari kemudian anak-anak ikan tersebut perlu diberi makan infosuria
selama 3 hari kemudian diberi makan kutu air yang disaring selama 10 hari dan
setelah itu dapat diberi kutu air tanpa disaring.

Cara Perawatan
Induk ikan yang diberi makan cukup baik, setelah 2-3 minggu dapat dipindahkan
kembali. Anak-anak ikan cupang dapat dijual setelah berumur 2 bulan. Setelah panjang 4
cm, anak-anak ikan dapat diberi makan cacing. Ikan jantan termasuk ikan yang sayang
dengan keturunannya, dilihat dari kebiasaannya membuat busa pada substrat setiap akan
mulai memijah. Sedangkan ikan betina kurang telaten merawat anaknya bahkan kadang-
kadang memangsa anaknya sendiri sehingga harus cepat-cepat dipisahkan setelah
bertelur. Untuk mendapatkan ikan jantan yang bentuk dan warnanya indah, biasanya
setelah mencapal panjang 4,5 cm dimasukkan kedalam botol (toples, bekas selai, botol
kopi, dll) dan diletakkan saling berdekatan satu sama lain agar dapat saling melihat
selama ± 2 minggu, agar sirip ikan cupang tersebut mengembang karena saling
menantang.

Untuk membudidayakan ikan cupang secara besar-besaran, dapat digunakan bak semen
ukuran 1,5 x 3 m. Pemijahannya dilakukan dipinggir bak dengan mempergunakan kotak-
kotak papan yang bagian depannya diberi saringan kasa plastik. Saringan ini
dimaksudkan agar benih ikan dapat keluar dan kotak pemijahan, sedangkan induknya
tetap berada di dalam kotak pemijahan. Ukuran kotak pemijahan 15 x cm atau 20 x 20 cm
sedangkan cara perawatan sama dengan
Budidaya Ikan Cupang (terapan)
Cupang juga tak perlu dibahas. Mulai anak TK hingga siswa SLA tahu. Karena ikan hias
yang bernama latin Betta sp. ini sudah menjadi mainan mereka, dan cupang ini banyak
dijual di toko-toko ikan hias, penjual ikan hias jalanan, juga pedagang keliling. Selain
sebagai binatang adu, ikan ini juga sebagai hiasan.

Beda jantan dan betina

Beda jantan dan betina ikan cupang sangat jelas. Bisa dari jauh dan tidak perlu dipegang.
Perbedaan tersebut bisa dilihat dari warna, bentuk sirip, bentuk perut dan gerakan. Betina
ditandai dengan warna tubuh yang lebih gelap atau kusam, sirip-siripnya lebih pendek dari
jantan, perut lebih gendut dan tidak banyak bergerak atau tidak banyak berlaga.
Sedangkan jantan bertubuh lebih terang dari betina, sirip lebih panjang, perut ramping dan
lebih banyak bergerak atau berlaga. Induk jantan dan betina mulai dipijahkan setelah
berumur 6 bulan.

Pematangan gonad

Pematangan gonad dilakukan dalam akuarium kecil atau toples. Caranya, siapkan dua
akuarium ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume
2 – 3 liter (satu untuk jantan dan satu untuk betina); keringkan selama 2 hari; isi air
setinggi 15 cm, masukan satu ekor induk jantan atau betina; beri pakan berupa cacing
secukupnya cacing rambut atau cacing sutra.

Pemijahan

Pemijahan dilakukan di akurium atau toples. Caranya, siapkan dua akuarium ukuran
panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3 liter (satu
untuk jantan dan satu untuk betina); keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm;
masukan serumpun eceng goduk sebagai pelindung; masukan satu ekor induk jantan;
masukan induk betina; biarkan memijah.

Catatan : Proses pemijahan diawali dengan pembuatan sarang oleh induk jantan berupa
buih di permukaan air. Selanjutnya mengajak betina untuk memijah. Pemijahan bisa
terjadi kapan saja, bisa pagi, siang, sore atau malam. Bila sudah memijah ditandai dengan
adanya telur di dalam busa dan jantan berada di permukaan, menunggui telur sambil
mengibas-ngibaskan siripnya. Telur akan menetas dalam waktu 24 – 36 jam dan mulai
berenang setelah berumur 5 – 6 hari. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan larva
sebanyak 500 – 1.500 ekor.

Pendederan

Pendederan dilakukan di akuarium atau toples yang sama. Caranya, tangkap induk jantan
dan masukan kembali ke tempat pematangan gonad; tangkap juga induk betina dan
masukan ke tempat pematang gonad; larva yang sudah berumur 6 hari diberi pakan berupa
infusoria, atau rotifera, atau naupli artemia; panen setelah satu bulan.

Pendederan II dan III

Pendederan II dilakukan di akuarium atau toples lain. Caranya, siapkan sebuah akuarium
ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3
liter; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm, masukan 30 ekor benih yang berasal
dari tempat pendederan; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing sutra sesuai takaran;
panen setelah satu bulan. Pendederan II dilakukan seperti pendederan II, tetapi dengan
kepadatan 20 ekor.

Pembesaran

Pembesaran dilakukan di akuarium atau toples lain. Caranya, siapkan sebuah akuarium
ukuran panjang 20 cm, lebar 20 cm dan tinggi 20 cm atau toples dengan volume 2 – 3
liter; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 15 cm, masukan 10 ekor benih yang berasal
dari tempat pendederan; beri pakan berupa cacing rambut atau cacing sutra sesuai takaran;
panen setelah dua bulan. Ikan siap dijual.

Selamat mencoba dan Semoga sukses


memelihara ikan cupang

Februari 13, 2008 oleh yakhanu

Merawat ikan cupang hias siap kontes tidaklah sulit , yang diperlukan hanyalah
ketekunan dan ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian
pakan yang teratur , penggantian air akuarium yang teratur, dan tidak lupa pula melatih
mental ikan cupang. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam
untuk mengontrol kondisi ikan cupang.

A. Pakan
Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada
waktu pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan
tidak bagus khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan
mengendap dan membusuk di dasar air)
Pemekaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol
aor mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang.
Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu
disemprotkan satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam
freezer pemberiannya cukup dengan dicuil-cuil.
Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali , bisa juga diberikan
untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa makan
makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.
Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng
biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es,
secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk
akan mengambang.Cuk diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang
telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk “membangunkan”
cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air bersihdan siap disajikan
Jika cuk susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah juga bisa
diberikan , namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung.
Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan

B. Ganti Air
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya
dilakukan setiap hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin
cepat. Batas maksimal pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang
plastik.
Seminggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur
agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan
merendam wadah itu dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah
dicuci dengan bersih dan dijemur.
Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang
mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit misalnya: white spot , velvet,
busung dan berak putih
….Serangan white spot ditandai dengan bercak-bercak putih disekujur tubuh ikan.
Penyebabnya adalah bakteri Ichtyophthirius multifillis. Obati dengan cara mesukan ikan
ke dalam air yang sudah ditetesi dengan obat anti bakteri, seperti Bliz Id , dosis 4 tetes
setiap 4 liter air.
Cara sederhana dengan memasukan 1 sendok teh garam dapur ke dalam akuarium, atau
ikan dimasukan ke dalam baskom yang telah dibubuhi garam dapur, Dosis 2-3 sendok
makan setiap liter. Karena reaksi cepat , perendaman ikan yang sakit tidak perlu lama.
Begitu dicelup langsung diambil
Ciri serangan Velvet sirip ikan hias menguncup. Penyebabnya adalah parasit Saproglenia
sp. Cara pengobatan dengan memberi obat anti bakteri seperti Blitch itch, dosis 2 tetes
per 4 liter air. Kemudian bubuhi 4 sendok makan garam. Ikan dimasukan ke dalam
larutan itu selama 10 menit, Selanjutnya ikan dipindah ke 4 wadah lain dengan
konsentrasi obat makin berkurang.
Cara lain dengan pemberian obat anti bakteri, seperti Fismate atau Root stop .
Konsentrasi 0.3-0.5 ml/menit. Ikan dibiarkan selama 30 menit, setelah itu masukan ikan
kedalam air yang telah dibubuhi antibiotika,seperti Furazolidon, Tetracycline, dan
Octazin selama 2-3 jam. Dosis yang dianjurkan setiap tablet 250 g dilarutkan kedalam 20
liter air.
Penyakit busung sulit dideteksi ciri-cirinya karena yang diserang organ dalam, biasanya
hanya ditandai dengan perut ikan tampak membuncit. Penyebabnya bekteri Salmonella
sp. Pengobatannya dengan merendam ikan swlama 1-2 jam ke dalam larutan Flagil 500.
Berak putih disebabkan cacing Ascaris sp. Ia tidak menyebabkan kematian, tetapi
pertumbuhan ikan dan warna ikan terhambat. Cara pengobatan dengan obat cacing,
Seperti Verominox atau Worm x , dosis 1 tetes per 5 liter air. Setelah perlakukan selama
1 minggu ikan akan pulih kembali.
Penyakit lain banyak disebabkan salah perawatan, seperti bacul dan gigit ekor. Bacul
ditandai dengan warna menjadi pucat. kondisi ini selain disebabkan karena air kotor juga
karena karena terlalu lama ditantang oleh ikan cupang hias lain yang ukurannya lebih
besar. Sedangkan gigit ekor ditandai ikan sering menggigit ekor sendiri, ini disebabkan
ikan kurang pakan , sering ditantang , gatal karena air tidak dikuras (terlalu kotor).
Meskipun banyak obat-obatan di toko ikan ,pencegahan jauh lebih baik daripada
pengobatan. Perawatan secara hati-hati dan teratur, seperti pakan dan mengganti air
teratur bisa mencegah penyakit. Salah perawatan dapat membuat Ikan “jagoan” kalah
sebelum bertanding.
C. Melatih Mental
Cupang unggulan diletakkan di tempat terpisah sesuai kategori. Maskot usahakan tidak
dicampurdengan warna dasar atau warna kombinasi. Ukuran ikan diupayakan seragam.
Hal itu membiasakan cupang bertemu sesama jenis. Tek jarang mental ikan cupang turun
begitu melihat ikan cupang lain yang ukurannya lebih besar dan berbeda warna
Cupang hias siap kontes perlu dirawat di rak sendiri. Pakan menjelang kontes bervariasi ,
lain hobiis lain caranya. Yang umum dipakaiseperti perawatan biasa., namun ada yang
memberi 1-2 kroto per ekor cupang, Jumlah cuk pun dibatasi, 5-7 ekor setiap sekali
pemberian pakan. Blood worm tidak diberikan untuk mencegah cupang
kegemukansehingga tampak kurang sehat dan tidak lincah. Saking sayangnya, ada hobiis
yang merawat ikan cupangnya di air mineral.
Satu jam setelah pemberian pakan , sekat diambil satu per satu untuk melatih mental, jika
dianggap ruangan kurang sinar matahari, cupang bisa dijemur selama 1,5 jam. Matahari
pagi dan sore hari lebih baik karena tidak terlalu panas. Sinar matahari yang terlalu panas
dapat membuat ikan cupang loyo
Akuarium yang tidak dibatasi , sekatnya diubah-ubah posisinya, Misalnya: Akuarium a
pindah ke akuarium b , lalu ke akuarium c. Untuk sekedar Coba-coba, tidak ada salahnya
maskot didekatkan dengan warna dasar, atau yang lainnya. Cupang hias pun dilatih
berdekatan dengan yang berukuran lebih besar.

Cara Mengawinkan Ikan Cupang


* Untuk pembiakannya/mengawinkan ikan cupang, pilihlah ikan yang ekornya lebar dan
seritnya tebal ,bentuk ekor 180 derajat,badan besar dan ekor memanjang.

* Pilihlah ikan yang terbiasa bermain di tengan atau dasar air (bukan di permukaan air).

* Kombinasi warna cupang yang baik adalah yang di ekor dengan sirip sempura,tidak
berantakan.

* Untuk tempat pemijahan,cupang tidak perlu tempat luas. Cukup akuarium kecil,
baskom, toples,atau ember plastik. Sebelum dipakai pemijahan, akuarium direndam
dengan larutan PK encer sebelum akhirnya dibilas dengan air bersih, untuk mencegah
jamur dan penyakit. dinding digosok dan dibilas air. Air sebaiknya diendapkan dan
didiamkan 3 hari sebelum dipakai.

* Suhu yang dibutuhkan 21-31 derajat C, atau standartnya 25 derajat C. Dalam akuarium
ditaruh tanaman yang telah dibersihkan. Bisa berupa enceng gondok atau kayu apu.

* Setelah tempat pemijahan selesai, masukan terlebih dahulu cupang jantan, tunggu
sampai cupang jantan membuat sarang-sarang busa, jika busa sudah tampak di
permukaan air, masukan betina yang sudah matang kelamin. Selang 3-4 hari perkawinan
selesai, dan betina menghasilkan 200-400 telur yang sudah dibuahi pejantan.

* Angkat betina kalau sudah selesai bertelur, biarkan jantan di permijahan. betina dipisah
agar tidak memakan telurnya sendiri, sementara si jantan dibiarkan ditinggal, karena
sangat membantu proses penetasan, usahakan si jantan diberi makanan yang cukup agar
tidak memakan telurnya, Dan begitu menetas ,pisahkan pejantan

* Pada usia 2-3 hari, benih tidak perlu diberi makan karena dalam tubuhnya masih
terdapat kuning telur. Barulah pada hari ke-4, diberi makan infusaria atau sejenis
plankton yang bisa dibeli di toko ikan hias. Pada hari ke-8, burayak bisa diberi makan
kutu air. Mengijak usia 1 bulan, anakan cupang harus dipisahkan sendiri-sendiri dalam
botol (bisa botol aqua) untuk pembesaran.
ypes of Plakat thai

Reduced: 74% of original size [ 688 x 531 ] - Click to view full image

Plakat Thai (Siamese fighting fish) developed from Bettas that were wild caught in the
flood lands or rice fields. In the early times Thai people kept Bettas for fighting after they
were done with their work, some people kept them as aquarium pets. Those who kept the
aquarium Betta developed their interests in their own way.

People who kept the Betta for fighting developed it from the wild caught Betta, which
was smaller, paler in color, and had less stamina. They developed it to be a stylistic
fighter with a larger body, more muscle, and darker more splendid colors. It also
developed shorter fins, but with a broader caudal peduncle to push the opponent and
make him lose control. The most important things to develop are shape, fighting style,
size, and jaw...etc. In Thai we call this type of Betta “Plakat Morh.”

People, who keep the Betta as an aquarium pet, developed them for their beauty. Its fins
should be long and bright with many colors. The most important things to develop for
this Betta are colorful scales, long fins, balance of shape, and multiple colors. In Thai we
call these Bettas “Plakat Cheen”. So Plakat Thai can be categorized into 2 main groups:

Short fin type or Plakat Morh


Long fin type or Plakat Cheen
Reduced: 99% of original size [ 513 x 384 ] - Click to view full image

Using the figures below, Plakat Thai can be grouped into 4 subtypes

Snake Fish Head and Long Body or Channa Striata Bloch Form Type

Reduced: 68% of original size [ 752 x 547 ] - Click to view full image
In Thailand, this is the most popular body style. Its movements are very fast, very
aggressive, and it has a sharp bite. They are good fighters. These fish look rather long.
The shape is slender when viewed from the front angle. The colors are assorted, reds,
greens, and blues. Their body color is dark and the crystal scales are usually green. Most
breeders in Thailand continue developing this type of fish.

Short Head and Short Body or Anabas Testudineus Form Type

Reduced: 71% of original size [ 720 x 596 ] - Click to view full image
This is an old style of Plakat Thai. They look short and thick when viewed from above,
and look quite broad from the front view. Most of them have solid colors such as green,
red, and blue. The scale color will be the same as the fin color. The scale of this type of
fish is very tough with a very strong attack. However, the fighting style is quite slow.

Sharp Curve Mouth and Long Body or Chitala Ornata Form Type

Reduced: 89% of original size [ 571 x 404 ] - Click to view full image
This is also an old style of Plakat Thai. They have very good shape when viewed from
the front, both square and broad. When viewed from above they might look thin, they
also have long pelvic and anal fins. These types are very beautiful when flaring and
shuffling. They are very fast and have a good sharp bite when fighting.

Hybrid Type

Reduced: 82% of original size [ 624 x 466 ] - Click to view full image
This hybrid type is an effort to combine the good nature and habits of the above types
with the wild caught Betta. The wild caught Betta exhibits small size, speed, and has a
very sharp bite. These are very desirable qualities. However, the first batch the breeder
makes may not have the desired qualities. The experienced breeder will then select the
very best from that batch to breed with the best from another bloodline, the selective
breeding process will then begin from there, eventually achieving the desired result.
http://www.bettasfighter.com/component/option,com_seyret/Itemid,145/id,73/task,videod
irectlink/