P. 1
keperawatan

keperawatan

|Views: 159|Likes:
Dipublikasikan oleh agungmulyono79

More info:

Published by: agungmulyono79 on Feb 01, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as ODT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2012

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN PERSALINAN NORMAL ASUHAN KEPERAWATAN PADA FASE LATEN Menurut Doengoes (1924),asuhan keperawatan yang

dilakuakn apda fase laten I adalah sebagai berikut. Pengakajian 1. Integritas ego: Senasng atau cemas dalam menghadapi persalinan 2. Nyeri: Kontraksi uterus teratur, ada peningkatan frekwensi,durasi, dan intensitas his.Kontraksi uterus bersifat ringan,tiap 5 sampai 10 menit,dengan durasi 10 sampai 30 detik. 3. Keamanan : Denyut jantung jnain paling baik terdengar di sekitar umbilikus ( bergantung pada posisi janin ). 4. Seksualitas: selaput ketuban mungkin tidak pecah. Pemukaan serviks dari 0 sampai 4 cm,janin mungkin pada O untuk primigravida sampai +2 untuk multigravida.

Diagnosis Keperawatan 1. Resiko tinggi cemas 2. Kurang pengetahuan tentang kemajuan persalinan dan ketersediaan pilihan yang berhubungan dengan kurang mengingat, kesalahan interpretasi informasi. 3. Risiko kekurangan volume cairan. 4. Risiko tinggi terhadap koping individu yang tidak efektif. 5. Risiko tinggi terhadap cedera janin.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA FASE AKTIF. Fase aktif berakhir 1-2 jam pada multigravida dan 3- 4 jam pada primigravida.Janin turun 2 cm tiap jam pada multigravida dan 1 cm pada primigravida. Kontraksi uterus meningkat sampai intensitas sedang dan serviks dilatasi dari 4 – 8 cm.

Pengkajian. 1. Aktivitas: kelelahan 2. Integritas ego: ketakutan,terhanyut pada proses persalinan. 3. Nyeri:kontraksi sedang,tiap 2-5 menit selama 30-45 detik 4. Keamanan:denyut jatung janin terdeteksi di bawah pusat. 5. Seksualitas; dilatasi serviks 4-8 cm, perdarahan jumlahnya sedasng, janin turun 1-2 dibawah tulang iskial.

dapat mengalami kesulitan mempertahankan kontrol diri. 4. Risiko tinggi koping individu/pasangan tidak efektif. Serviks dilatasi dari 8 – 10 cm saat janin turun kira-kira 1 cm/jam pada nulipara dan 2 cm/jam pada multipara. 5. Risiko tinggi pertukaran gas terhadap janin. Eliminasi: dorongan untuk defekasi. 1. Makanan/vairan: dapat terjadi muntah. Mendukung kemajuan koping klien/pasangan. Meningkatkan dan memudahkan kemajuan persalinan 2. ASUHAN KEPERAWATAN PADA FASE DESELARASI Fase transisi/delelarasi adalah fase yang paling hebat dari tiga fase tahap persalinan kala I.dapat terjadi tremor kaki. 4.penurunan janin dari +2 sampai +4.dan sangat gelisa karena nyeri atau takut. 3. tampilan darah bisa banyak . Meningkatkan kesejateraan ibu dan janin. Diagnosis keperawatan 1.Djj terdengar tepat diatas simfisis pubis. Nyeri akut.sehingga menyebabkan ras tidak nyaman yang hebat pada daerah abdomen/sakral. 6. 3. 5. Integritas ego: perilakunya peka. 2. 6. 3. Keamanan: diaforetik. Pengkajian. Sirkulasi: tekanan darah meningkat 5 – 10 mmHg di atas normal klien. Seksualitas:dilatsi serviks dari 8 – 10 cm. Perubahan pola eliminasi. berakhir kira-kira 2 – 3 jam pada nulipara dan I jam pada multipara.Prioritas keperawatan 1.Djj dapat menunjukkan deselarasi lambat ( sirkulasi uterus terganggu ) atau deselarasi awal ( kompresi kepala ) 7. Risiko tinggi cedera maternal. Nyeri/ketidaknyamanan:kontraksi uterus kuat terjasdi setiap 2 sampai 3 menit. dan perlu pengingat tentang pernapasan. 2. Risiko tinggi ansietas.lamanya 45 – 60 detik. Ini merupakan fase yang paling pendek.

yaitu tiap 1.Juga 2 cm atau lebih untuk multipara.ketidakmampuan melakukan relaksasi sendiri. 4. .dan rabas fekal saat mengejan.dan joy.dan adanya lingkaran hitam dibawah mata. Integritas ego: berkurangnya kemapuan dalam mengontrol dan berespons terhadap emosi dapat dikaji dengan rentang dari perasaan fear. 7. 8. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KALA II Persalinan kala II yabg juga disebut sebagai tahap pengeluaran. Nyeri akut. 3. Risiko tinggi koping individu tidak efektif. Risiko tinggi kekurangan volume cairan. Eliminasi: kaji adanya keinginan defekasi yang involunter pada kontraksi.adanya kemungkinan klien melawan kontraksi karena tidak ikut latihan persalinan saat antenantal care ( ANC ). Keletihan 5. 2. Meningkatkan kesejateraan janin dan maternal.Ibu berupaya untuk mengejan yang terjadi secara involunter selama kontraksi. Memberikan dukungan fisik dan emosional. 3.Prioritas Keperawatan 1. Nyeri/ketidaknyamanan: kaji apakah terhadap penurunan kesadaran diantara kontraksi karena nyeri seperti rasa terbakar pada perineum. Pengkajian. Proses ini diawali dengan teori terjadinya dilatasi serviks penuh ( 10 cm ) dan berakhir dengan lahirnya bayi. 4. bradikardia janin dapat terjadi selama kontraksi. 1.relief.letargi. 2. 6.irritation. Seksualitas: serviks dilatasi penuh. 5. 2.kontraksi uterus kuat. Pernafasan: frekuensi pernapasan meningkat.Rata-rata kecepatan turunnya janin adalah 1 cm/jam untuk nulipara.5 – 2 menit selama 60 – 90 detik.bertambahnya perdarahan per vagina.meringis selama kontraksi. Aktivitas/istirahat : kaji adanya kelelehan. dan peningkatan pengeluaran cairan amnion selama kontraksi. selaput ketuban pecah. Keamanan: diaforesis. Diagnosis Keperawatan 1.kemungkinan adanya distensi kandung kemih. Risiko tinggi penurunan curah jantung.perineum menonjol. Sirkulasi : adanya peingkatan tekanan darah sebesar 5 – 10 mmHg diantara kontraksi.

Aktivitas: kaji renyang aktivitas klien dari bugar sampai keletihan. Nyeri. 7. Risiko tinggi kerusakan pertukaran gas. Memudahkan kemajuan persalinan normal dan turunnya janin 2. 6. 6. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KALA III Persalinan kala III dimulai sejak bayi lahir sampai dengan pengeluran plasenta. Keamanan: waspada terhadap adanya robekan atau laserasi pada jalan lahir atau perluasan episiotomi. Risiko tinggi kekurangan volume cairan.tahap ini merupakan tahap yang paling singkat. Seksualitas: tali pusat memanjang pada muara vagina. 5. 4.Darah berwarna hitam keluar dari vagina yang menandakan lepasnya plasenta dari endometrium. Zmeningkatkan kesejahteraan janin dan ibu.dengan rata-rata 3-4 menit pada nulipara dan 4-5 menit pada multipara. Pengkajian 1.uterus berubah dari diskoid menjadi bentuk globular dan meninggikan abdomen. Sirkulasi: tekanan darah dapat meningkatkan saat curah jantung meningkat.Prioritas Keperawatan 1. 2. Diagnosis Keperawatan 1.kemudian kembali pada tingkat normal denagn cepat. Risiko tinggi kerusakan integritas kulit 5. . Perubahan curah jantung 3. 3. 2. Risiko tinggi cedera pada janin.biasanay hal ini terjadi 1 – 5 menit setelah bayi lahir.Lama kala III adalah 1-30 menit. Nyeri/ketidaknyaman: terhadap keluhan tremor kaki atau menggigil. Makanan dan cairan: klien dapat kehilangan darah kira-kira 250-300 ml.untuk ibu diperlukan makanan dan cairan dengan jumlah yang adekuat. 4. Risiko tinggi infeksi maternal.

hiperrefleksi mungkin menunjukkan adanya hipertensi yang menetap. kelelehan. 3. Nyeri/ketidaknyaman : ketidaknyaman dari berbagai sumber. Neurosensori: sensasi dan gerakan ekstremitas bawah menurun karena anestesi spinal.dpat berubah-ubah. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan proses persalinan. atau mengantuk. Integritas ego:reaksi emosional bervariasi.kandung kemih mungkin teraba diatas simfisin pubis. 8.atau mual 6. trauma jaringan dan tremor atau menggigil. 7. Keamanan. 4. nyeri. Meningkatkan keamanan maternal dan bayi baru lahir 4.seiring .Tedapat edema pada ekstremitas atas. 5.atau umum karena hipertensi kehamilan. Meningkatkan kontraksi uterus 2. kanduing kemih penuh. 2. Sirkulasi : nadi biasanya melambat menjadi sekitar 50 – 70 kali per menit karena hipersensitivitas vegal.lapar.awalnya suhu meningkat sedikit karena dehidrasi atau pengerahan tenaga.Eksperesi dapat terlihat takut terhadap kondisi bayi atau ungkapan minta maaf karena perilaku intrapartum. Risiko tinggi cedera maternal.Prioritas Keperawatan 1. Eliminasi:sering terdapat hemoroid yang menonjol.Kehilangan darah 400-500 ml pada persalinan vagina dan 600-800 ml pada persalinan seksio caesarea. Makana/cairan: dapat mengeluh haus. Diagnosis Keperawatan 1. 2.Diuresis dapat terjadi bila tekanan bagian presentasi menghambat aliran urine.wajah.Tekanan darah bervariasi. 3. 3. Mendukung interaksi orang tua dengan bayi. 4. Mempertahankan volume cairan sirkulasi. Risiko tinggi kekurangan volume cairan.dapat lebig rendah sebagai respons pemberian oksitosin atau hipertensi karena kehamilan. Aktivitas/Istirahat: klien bisa tampak berenergi. ASUHAN KEPERAWATAN PADA KALA IV Kala IV persalinan adalah waktu setelah plasenta lahir sampai empat jam pertama setelah melahirkan Pengkajian 1. Nyeri akut 5. Risiko tinggi perubahan proses keluarga.

Nyeri. Pemeriksaan diagnostik: hemoglobin. Meingkatkan kesatuan dan ikatan keluarga. merah tua. hematokrit. dan urinalisis mungkin dilakukan sesuai indikasi. Meningkatkan kenyamanan 3. Seksualitas: fundus keras terkontraksi pada garis tengah dan terletak setinggi umbilikus. Diagnosis Keperawatan 1. ekimosis. Mencegah dan mengontrol perdarahan 2. 2. 10. .dengan adanya perbaikan episiotomi yang utuh dengan tepi jaringan merapat suhu juga akan berlangsung normal kembali. 3. perineum bebas dari kemerahan. Prioritas keperawatan 1. dan payudara lunak dengan putting susu tegang. edema. Perubahan ikatan proses keluarga. Risiko tinggi kekurangan volume cairan. 9.Lokia ( loched ) jumloahnya sedasng.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->