Anda di halaman 1dari 2

PENDAPAT DAN SARAN PADA KEBIJAKAN PENGELOLAAN

TERPADU WILAYAH PERBATASAN

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang. Membaca isi tulisan tentang kebijakan pengelolaan


terpadu wilayah perbatasan, secara pribadi sependapat bahwa perlu adanya suatu
langkah yang kongkrit untuk menetapkan batas wilayah darat, laut dan udara antar
Negara. Peraturan yang berupa undang-undang dan perjanjian antar Negara
tentang perbatasan telah disepakati dan selanjutnya diimplementasikan oleh Negara
yang berbatasan langsung dengan Negara Indonesia.
Mencermati tentang kebijakan pengelolaan terpadu wilayah perbatasan
adalah langkah yang tepat, bertujuan untuk menjaga keutuhan wilayah territorial
darat, laut, dan udara, yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan taraf hidup
masyarakat di wilayah perbatasan agar sejahtera dan terjaminnya keamanan dari
ancaman bangsa lain yang masuk ke wilayah Indonesia.
Dari latar belakang tersebut, kami memberikan masukan tambahan data pada
kondisi perbatasan laut, yaitu penambahan pulau Jiuw di Kabupaten Halmahera
Timur, Provinsi Maluku Utara yang berbatasan dengan Republik Palau dan Pulau
Lirang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat Provinsi Maluku berbatasan dengan
Timor Leste.

2. Perumusan Masalah.
a. Mengapa kebijakan pengelolaan terpadu wilayah perbatasn baru
dimunculkan sekarang? Sehingga sedemikian penting untuk dilaksanakan
dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan keamanan di daerah
perbatasan.
b. Bagaimana tindak lanjut tentang batas wilayah laut dari pulau-pulau
terluar dengan Negara lain?

II. FAKTA/KONDISI OBYEKTIF

3. Melihat fakta kondisi saat ini, masalah perbatasan di darat bahwa masyarakat
Indonesia jauh tertinggal tingkat kesejahteraannya dibandingkan dengan Negara
tetangga, sedangkan diperbatasan laut penulis menambahkan mahalnya bahan
bangunan dan bahan-bahan lainnya pendukung pembuatan perumahan.
2

III PENUTUP

4. Saran. Dari uraian di atas maka penulis menyarankan sebagai berikut :


a. Daerah terisolir di pulau-pulau kecil yang terpisah dari pulau-pulau
yang besar, perlu penambahan jumlah penduduk yang tentunya penambahan
sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
b. Pulau-pulau terluar untuk Provinsi Maluku dan Maluku Utara telah
dibangun Pos terluar dan tugu perbatasan dilengkapi tiang bendera Merah
Putih yang berkibar.

LETKOL ARM WAWAN HERMAWAN


SUSPIMJEMEN HAN III