P. 1
MR Edisi 229

MR Edisi 229

|Views: 1,151|Likes:
Dipublikasikan oleh akang_sia4065

More info:

Published by: akang_sia4065 on Feb 02, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

e-mail : mediarakyat_new@yahoo.

com Contact Person : 0812 9936 977

SURAT KABAR UMUM

Press Release
Hal. 4
Kota Tasik Jadi Pioner Sosialisasi KTP Online

website : www.mediarakyatonline.com

Hal. 6
Game dan Televisi Musuh Minat Baca

Pembawa Suara Pembangunan
Edisi 229 Tahun XI, 2 - 10 Februari 2011

Bangsa

Hal. 11
Pengelolaan Sampah Kota Batam Diduga Sarat Kolusi

Harga Rp. 3.500,- (Luar Jawa + Ongkos Kirim)

Baca Juga
Menkeu : Penyesuaian Gaji Sesuai Beban Kerja
Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa penyesuaian gaji serta remunerasi pejabat negara, termasuk presiden (Hal 2)

BPS : Kami Tidak Bohong Soal Data Kemiskinan
Badan Pusat Statistik (BPS) sering mendapatkan berbagai komentar bahkan dianggap menyesatkan ketika data yang dikeluarkannya (Hal 5)

Inpres Belum Dijalankan, Presiden Marah
Johan Budi Marzuki Alie

Jakarta,(MR) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat marah karena Kepolisian dan Kejaksaan belum menjalankan butir ketujuh Inpres No 1/2011 yakni memecat atau memutasi anggotanya yang terlibat kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Padahal, dua institusi lainnya yakni Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Hukum dan HAM sudah melakukan itu. Kemarahan SBY tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Namun, Mensesneg tidak mengatakan bagaimana Patrialis Akbarmerespon pembangkangan yang dilakukan kedua institusi tersebut. baca hal 15 Presiden

Terkait Buku SBY

Pejabat Dinas Pendidikan Diduga Minta Fee
Hanya Terjadi di Garut

Kades Lawan Bupati Sambil Gebrak Meja
Garut, (MR) Kisruh kontra pejabat Sekda Garut yang akan datang, sepertinya bakal terus barlangsung. Pasalnya, sosok yang akan menggantikan Hilman Faridz, sesuai pertimbangan eksekutif di Pemprov Jabar adalah nama yang diusulkan Bupati yaitu Iman. Pertimbangan dipilihnya Iman Ali Rahman itu terungkap dalam pertemuan antara Komisi A DPRD Prov. Jabar dengan Sekretariat Daerah Prov. Jabar di Ruang Badan Musyawarah DPRD Jabar, Jln. Diponegoro. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Jabar Lex Laksamana kepada wartawan “ Sesuai hasil fit dan proper test yang kami lakukan pada 13-18 Januari, dan tiga nama yang diusulkan bupati, memang Ali cukup qualified. Itu sesuai pertimbangan akhir dari BKD,” katanya kepada wartawan usai rapat. Meski nama Ali mencuat, tapi bukan berarti nantinya Alilah yang ditunjuk sebagai Sekda Kabupaten baca hal 15

Heboh, Pohon Tumbang Berdiri Kembali

SPBE PD Bumi Wiralodra

Didemo Warga
Jakarta,(MR) Kordinator Monitoring Publik ICW, Ade Irawan mengemukakan dalam pemetaan korupsi DAK pendidikan telah membuat kajian tentang pola korupsi serta aktor utama dan pendukung korupsi. Kajian dilakukan dengan mengambil beberapa kasus yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Ponorogo, Sinjai, Garut, Simalungun, dan juga Tegal. Menurut ICW, pelaku utama korupsi DAK pendidikan adalah pejabat dinas pendidikan, seperti kepala dinas atau kepala seksi sarana dan prasarana. " Mereka tidak mengorupsi secara langsung dana, tapi meminta fee maupun mengintervensi proses pengadaan di sekolah-sekolah penerima proyek," ungkapnya, Minggu (30/1). Upaya pemerintah menghindari potongan-potongan ilegal yang kerap dilakukan pejabat dinas pendidikan dengan menyalurkan DAK pendidikan secara baca hal 15

Karawang,(MR) Warga Kaceot Tunggakjati, jum’at (21/1) sekitar jam 19.30 wib, dihebohkan oleh salah satu pohon angsana yang hidup sudah puluhan tahun itu tumbang lalu bisa berdiri kembali baca hal 15 seperti semula.

Komisi III DPR Dinilai Tidak Paham Hukum
Jakarta, (MR) Sikap Komisi III DPR yang diperlihatkan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (31/1), membuktikan bahwa anggota DPR tidak memiliki etika dan terkesan tidak mengerti hukum. Seharusnya, rapat tersebut menjadi kesempatan bagi Komisi III Miranda Goeltom untuk mengorek alasan KPK menangkap 19 politisi Senayan yang diduga terlibat dalam baca hal 15 kasus suap cek perjalanan terkait pemilihan

Indramayu,(MR) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Desa Pangkalan Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat Milik PD Bumi Wiralodra Indramayu terjadi ledakan dari selang angin pendororng saat baca hal 15

Drs. H. Ilyas Sabli, M.Si & IMALKO ISMAIL, S.Sos

2
Mendagri Akan Kaji Pencopotan Wali Kota Surabaya

Berita Utama
Menkeu:
Jakarta,(MR) Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa penyesuaian gaji serta remunerasi pejabat negara, termasuk presiden harus disesuaikan dengan beban kerja dan dikaitkan dengan nilai pekerjaannya. " Kalau kita ingin melihat gaji atau remunerasi, itu harus dikaitkan dengan nilai pekerjaannya. `Job grade`-nya. `Job grade` itu adalah `best practice`. Jadi kita mesti menentukan nilai pekerjaan, atau nilai tugas yang dikaitkan dengan kesulitan kerjanya, risikonya, dan juga tanggung jawabnya," kata Menkeu saat ditemui di Jakarta, Senin. Untuk itu, Menkeu menambahkan, presiden dijadikan patokan dalam proses penyesuaian gaji serta remunerasi karena memiliki nilai pekerjaan tertinggi, baru kemudian diikuti oleh para pejabat negara lain seperti menteri dan gubernur. "Nah nilai pekerjaan itu basis 100 persennya adalah di presiden. Kemudian nanti baru menteri itu 60 persen dari presiden, mungkin nanti gubernur 55 persen daripada presiden, selanjutnya sampai semuanya. Jadi ada proses kalibrasi," ujar Menkeu. Menurut dia, tim reformasi birokrasi Kementerian Keuangan telah melakukan penyesuaian remunerasi sesuai dengan beban kerja agar tidak ada pejabat negara yang menerima remunerasi terlalu tinggi dan terlalu rendah. "Saya sampaikan bahwa kalau nanti ada pejabat yang mendapatkan penyesuaian itu, Menteri Keuangan sebagai bagian dari tim reformasi birokrasi, meyakinkan bahwa itu `fair`," ujarnya. Ia menjelaskan situasi dan kondisi daerah saat ini di mana banyak pejabat negara yang mendapatkan remunerasi dan tunjangan lebih tinggi sehingga dibutuhkan penyelarasan akibat pola pemberian "take home pay" yang tidak jelas. "Kalau kita lihat gaji pokok gubernur dan bupati rendah sekali, tetapi bukan berarti penerimaannya rendah. Penerimaannya tinggi karena ada tunjangan-tunjangan. Tetapi ada provinsi tertentu, gubernurnya tidak punya tunjangan yang lain karena memang tidak berhasil membuat daerahnya bisa memberi kontribusi," ujar Menkeu. Menkeu juga mengharapkan penyesuaian gaji dan remunerasi ini dapat menyelaraskan tunjangan yang diterima anggota DPR, karena masih banyak tunjangan yang diterima anggota DPR, melebihi yang diterima pemerintah termasuk presiden. "Ada juga tunjangan-tunjangan yang sifatnya tunjangan sidang, tunjangan reses, itu jumlahnya menjadi besar. Dan

Tahun Edisi 229 Tahun X I Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Penyesuaian Gaji Sesuai Beban Kerja

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Menteri Keuangan Agus Martowardojo

Jakarta,(MR) Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskan Kemendagri akan tetap mempelajari impeachment Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. " Saat ini, posisi kita, sedang mempelajari itu. Menurut saya, dikaji dulu, apakah memang pantas diimpeach oleh DPRD. Tapi ini kan yang menilai adalah gubernur," ujar Gamawan, di kantornya, Senin (31/1). Gamawan mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atas permasalahan ini. " Tadi saya sudah bicara dengan gubernur. Gubernur akan menilai dulu," imbuhnya. Dijelaskan Gamawan, hak angket pemberhentian Tri Rismaharini sebagai wali kota yang dijalankan DPRD Kota Surabaya harus dilaporkan dulu ke gubernur sebelum disampaikan ke Mahkamah Agung. "Dari situ ke gubernur dulu. Gubernur yang akan mengajukan prosesnya. Gubernur kan menilai dulu, apakah pantas ini diimpeach atau tidak, memenuhi syarat atau tidak. Apakah memenuhi kriteria Pasal 29 UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah atau tidak. Itu harus dinilai dulu," jelasnya. "Kemudian, finalnya di MA. Jadi, kalau gubernur sudah menyatakan layak, pemakzulan baru bisa diajukan ke MA. Akan tetapi, keputusan final tentang pemakzulan seorang kepala daerah, tetap di MA, bukan di gubernur." Ditambahkann Gamawan, seharusnya DPRD tidak terlalu gampang memutuskan impeachment hanya karena masalahmasalah yang masih bisa ada jalan keluarnya. Mantan Gubernur Sumatra Barat itu pun menyatakan jalannya pemerintahan di suatu daerah bisa terganggu jika DPRD terlalu cepat memutuskan untuk melakukan pemakzulan atas kepala daerahnya. >> Tedy Sutisna

bisa jumlah-jumlah itu, di atas jumlah yang diterima oleh pemerintah, dalam arti, oleh presiden. Jadi, presiden itu dia mempunyai gaji pokok, dan hanya gaji pokok itu yang

diterima. Tunjangan-tunjangan lain tidak terima. Tetapi ada pejabat-pejabat yang menerima tunjangan lain. Jadi ini kan perlu ada penyelarasan," ujarnya. >> Ediatmo

9 Menteri Paparkan Program Kesra 2011
Jakarta,(MR) Sembilan menteri dan tiga pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian di bawah koordinasi Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono memaparkan program prioritas tahun 2011 di Jakarta, Selasa. Mereka, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Sosial Salim Segaf Al Juprie, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menpera Suharso Monoarfa, Menpora Andi Mallarangeng, Menag Suryadharma Ali. Kemudian Kepala BNPB Syamsul Maarif, Kepala BPOM Kustantinah, dan Kepala BKKBN Sugiri Syarif. Menko Kesra Agung Laksono yang memimpin rapat menjelaskan, ada lima bidang prioritas yang menjadi fokus kementerian dan lembaga di bawah koordinasinya pada tahun 2011. Lima bidang tersebut antara lain pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana serta kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi "Bidang lingkungan hidup dan pengelolaan bencana pemerintah akan fokus pada intensifikasi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana serta isu mitigasi dan perubahan iklim," katanya. Di bidang penanggulangan kemiskinan pemerintah akan fokus pada program Raskin, Jamkesmas dan Keluarga Harapan serta Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat. Dalam bidang pendidikan, pemerintah akan fokus pada pembangunan karakter bangsa dan postur anggaran pendidikan serta komite pendidikan. Bidang kesehatan, ada penataan kependudukan, revitalisasi keluarga berencana, zoonosis dan pencapaian target MDG`s. Bidang kebudayaan, pariwisata, kreativitas, inovasi, teknologi, pemuda dan olah raga, pemerintah akan fokus pada pertumbuhan ekonomi kreatif, pelaksanaan Sea Games 2011, Sail Belitong dan Wakatobi serta sidang komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bali. >> Ediatmo

Pemerintah Siapkan PNPM Peduli "PSK”
Jakarta,(MR) Setelah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, pemerintah menyiapkan PNPM Peduli yang diperuntukkan bagi kalangan rentan yang diistilahkan sebagai "sampah masyarakat". " Belum ada negara lain yang mempunyai program ini, Indonesia jadi pertama kali. Program ini akan diluncurkan 17 Februari mendatang," kata Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Sujana Ruchiyat di Jakarta, pekan lalu. Sujana pada diskusi tentang data kemiskinan menyebutkan kelompok masyarakat rentan antara lain pengemis, gelandangan, pekerja seks komersial, waria, dan penderita HIV/AIDS. "Ada sekitar tiga juta orang yang terjebak dalam kelompok masyarakat rentan ini," katanya. Ia menyatakan banyak donatur yang bersedia membantu program PNPM Peduli itu antara lain dari AS, Australia, dan Uni Eropa. Program PNPM Peduli itu, katanya, merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Sujana menyebutkan bahwa dalam pengentasan kemiskinan, pemerintah menempuh melalui tiga program. Kelompok program pertama berupa bantuan sosial terpadu berbasis keluarga dengan anggaran pembiayaan sebesar Rp48 triliun dari APBN, kelompok program kedua berupa penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat sebesar Rp12 triliun, dan kelompok program ketiga berupa penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil sebesar Rp2 triliun. " Kalau pemerintah dianggap neolib, tak mungkin menyediakan anggaran Rp48 triliun berupa subsidi penuh ke masyarakat miskin," katanya. Sujana menyampaikan data bahwa penurunan kemiskinan di Indonesia per tahun paling cepat dibandingkan dengan negara lain yakni 0,8 persen sedangkan China 0,15 persen, Brazil 0,11, Filipina 0,01 persen, India bahkan -0,18 dan Meksiko -0,48 persen. >> Ediatmo

Deputi Seswapres Bantah BLT Bodohi Rakyat
Jakarta,(MR) Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bambang Widiyanto menyayangkan adanya kritik yang menyebut bahwa program Bantuan Langsung Tunai (BLT) hanya membodohi rakyat. "Sangat disayangkan memberi Rp100 ribu per bulan kepada orang miskin saja dipersoalkan padahal memang masih banyak rakyat kita yang benar-benar rentan," kata Deputi Seswapres Bidang Kesra dan Pengentasan Kemiskinan pada diskusi tentang Kemiskinan di Jakarta akhir pekan lalu. Pada 2005 ketika program BLT akan diluncurkan, sebesar 40 persen dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) hanya dinikmati oleh 20 persen orang terkaya, sementara orang miskin hanya menikmati lima persen saja dari subsidi BBM tersebut, ujarnya. "Orang kaya mungkin menggunakan BBM sampai 200 liter sebulan dan itu berarti menghabiskan sampai Rp700 ribu per bulan. Sayangnya ketika BLT diberikan kepada orang miskin, pemerintah malah dikatakan membodohi rakyat," katanya. Program BLT yang sudah dihentikan pada awal 2010 tersebut, menurut dia, seharusnya terus dilanjutkan, bukannya dihapus. Menurut Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Dr Sujana Ruchiyat, pada 2010 BLT telah diganti dengan program lain yang mirip, yakni dana bantuan sosial khusus, misalnya bagi orang cacat dan jompo. Dalam kesempatan itu Bambang juga mengungkapkan bahwa pemerintah berada dalam dilema ketika menghadapi persoalan naiknya harga beras, di satu sisi berarti petani semakin makmur, di sisi lain juga berarti naiknya jumlah rakyat miskin. "Kalau harga beras bagus, petani untung, seharusnya pemerintah senang dengan ini," katanya. Namun kenyataannya, beras menjadi indikator utama dari statistik garis kemiskinan yang jika harganya naik sedikit saja maka akan berarti bahwa jumlah orang miskin meningkat pesat, ujarnya. "Jika kita impor beras, secara statistik orang yang berada di bawah garis kemiskinan berkurang. Tapi bagaimanapun pemerintah tidak boleh main impor saja meskipun kebutuhan beras setiap tahun terus melonjak, seiring pertumbuhan penduduk," katanya. Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan standar berupa nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari untuk menentukan garis kemiskinan. >> Ediatmo

Jasa Raharja Akan Buka Kantor Pelayanan di Pasuruan
Pasuruan,(MR) PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur pada tahun ini akan membuka kantor pelayanan jasa raharja di Pasuruan. Ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di dalam memberikan proses pembayaran santunan kecelakaan lalu lintas. Humas PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Jatim, Purwono SH di Surabaya, Selasa (11/1) mengatakan, saat ini Jasa Raharja Jatim terus memperluas jaringan pelayanannya guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Jika mengurus santunan, masyarakat yang berdomisili di Pasuruan cukup datang ke kantor pelayanan ini, tidak perlu datang jauh di kantor perwakilan di Probolinggo yang sebelumnya,” ujarnya. Saat ini, Jasa Raharja Jatim telah memiliki 6 kantor pelayanan yang tersebar di Banyuwangi, Mojokerto, Tuban, Tulungagung, Ponorogo dan Ngawi dan di kantor Samsat Induk di setiap kabupaten/kota. Sedangkan kantor perwakilan ada 8, yakni, di Jember, Probolinggo, Malang, Pamekasan, Surabaya, Kediri, Bojonegoro dan Madiun. “Tahun ini juga akan ditambah 1 kantor pelayanan lagi di Pasuruan yang merupakan pemekaran dari kantor perwakilan Probolinggo. Ke depan, diharapkan setiap kabupaten/kota diupayakan minimal memiliki satu kantor pelayanan Jasa Raharja,” harapnya. Purwono menjelaskan, untuk proses penerimaan premi asuransi, jasa raharja memiliki 48 tempat yang berada di Samsat tersebar di 38 kabupaten/kota di Jatim. “Jumlah ini (keberadaan pembayaran asuransi jasa raharja di 48 samsat) sangat ideal. Tapi, kalau pelayanan pemberian santunan masih ada beberapa yang perlu ada tambahan, seperti di daerah wilayah barat contohnya Nganjuk dan Jombang,” tuturnya. Menurutnya, membuka kantor pelayanan seperti di Nganjuk dan Jombang ini merupakan kebutuhan yang mendesak. Sebab, Jasa Raharja menilai pada wilayah daerah ini merupakan daerah yang dikenal daerah black spot atau rawan terjadi kecelakaan, “ Selama ini, proses pengurusan santunan bagi korban kecelakaaan yang berdomisili di Nganjuk dilakukan di kantor pelayanan di Kediri. Karena itu, sangatlah tidak efisien jika

mengurus santunan yang menempuh jarak cukup jauh,” imbuhnya. Lebih lanjut Purwono menuturkan, efisien lokasi pembayaran santunan yang cukup jauh menjadi program Jasa Raharja Jatim di tahun ini bahkan tahun mendatang. “ Idealnya, kantor pelayanan proses pemberian santunan terdapat di masing-masing daerah. Mudah-mudahan tahun ini terwujud mendirikan kantor pelayanan di Pasuruan,” katanya. Jika nantinya kantor pelayanan ini didirikan, maka proses pelayanan pemberian santunan akan dilayani dua petugas Jasa Raharja. Untuk

jam pelayanan, seperti jam kantor yang ada di kantor perwakilan Jasa Raharja. Selain itu, Jasa Raharja juga mengupayakan sistem jemput bola ke para korban, mengingat belum semua kota di Jatim terjangkau oleh kantor pelayanan perusahaan pelat merah tersebut. “Ada petugas mobile services yang mendata kecelakaan di setiap kantor kepolisian, lalu segera meminta korban atau ahli waris untuk menyiapkan surat-surat yang diperlukan. Setelah itu, korban atau ahli waris langsung diarahkan ke kantor pelayanan terdekat untuk mengurus dan mencairkan santunan,” paparnya. >> Dea

Pemimpin Umum : Hisar MT Sagala, Penasehat : KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon. SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli, Konsultasi Hukum : Susanto. SH, Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab : Hisar MT Sagala, Dewan Redaksi : Hisar MT Sagala, Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono, Redaktur : Irwan Hamid, Litbang : Herman Sugianto, Manager Iklan : Rudi Harris, Manager Distribusi : Herdi, Layout / Design : Ahmad Y, St, Fhoto Grafer : Hamin, Staf Redaksi : Jenri. S, Rusman, Rudi, Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO : Jakarta Pusat : Ediatmo (Kepala), Nokipa, Jakarta Utara : Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang, Jakarta Timur : Sukron (Kepala), Wisnu, Jakarta Barat : Mohammad (Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna, Jakarta Selatan : Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova, Karawang : K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi, Bogor, Depok : Ali, Ruslan, Bekasi Kota : S. Wahyudi, Kab. Bekasi : A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani, Purwakarta : Sapan Supriatna, Biro Subang : Iman, Kota Bandung : Dodi Sulaeman (Kepala), Tuty Suhartati, Bandung Barat : Dayanto, Darfi, Kabupaten Bandung : Maman, Sumedang/ Majalengka : Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini, Wawan Setiawan, Budi, Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah, Indramayu : Abdullah (Kepala), Mukromin, Suhada, Cirebon : Masduri, Kuningan : Dian, Biro Garut : Undang Suryana (Kepala), Ali Hasan, Usep Jaelani, Kab. dan Kota Sukabumi : Rustandi, Biro Cianjur : Ruslan AG, Jaenudin, Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik : Zamzam Hermansyah (Kepala), H. Ade Dimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R, Ciamis : Heri Herdiana (Kepala), Banjar : Ahmad Setia (Kepala), Tangerang : Halim Untar (Kepala), Herman, Lebak/ Pandeglang : Belfri (Kepala), Herianto, Serang : Sukendar (Kepala), Nani, Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu: Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin, Perwakilan Sumatera Selatan : Alex Effendi, (Kepala), Kota Palembang, Adiyanto, (Kepala), Kota Prabumulih / kab. Muara Enim : Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno, H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin, Biro Batu Raja / OKU : Sahmi, (Kepala), Biro Oku Selatan : Swardi, (Kepala), Thomas Ivan, Ogan Ilir : Marleni (Kepala), Astute, Tulang Bawang : Sumarta (Kepala), Nani, Kota Metro : Tohir (Kepala), Maman Irawan, Pekanbaru : Paizal (Kepala), Nurdin, Padang : Marqian, Bengkulu : Aman Sipahutar, Biro Mukomuko : Hilman Daud, Bengkulu Utara : Syaiful Bahkri S, Jambi : Hendar, Dumai : Suparta (Kepala), Parjio, Tanjung Pinang : Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto, Biro Batam : Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare, Biro Tanjung Balai Karimun : Jerlin P (Kepala), Kab. Lingga : Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano, Kab. Bintan : Defran, Biro Natuna : Roy S. (Kepala), Kab. Anambas : S. Edwar. S, (Kepala), Rokan Hilir : M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan, Purwokerto : Hanapiah (Kepala), Kuswandi, Batang : Rika Ida (Kepala), Hapid, Kota Semarang: Irman Idrus (Kepala), Warsoma, Cilacap : Murtaqin, Pekalongan : Hetty (Kepala) Narwan, Purbalingga : Hermanda, Yogyakarta : Suratno, Klaten : Sutrisno, Tarmo, Jawa Timur : RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan, Sidoarjo : Palguno, Tabi’in, Biro Blitar: A. Parlin Siagian (Kepala), Yatik Endang, Luhut P. Siagian, Kediri :Rokim, Zainal Abidin, Pasuruan : Achmad Effendi, Madura : Mubarok, Kupang : Moses Mone Kaka (Kepala), Klaudius Edy Burga, Kalimantan Barat : Ranto Leonardo, Kalimantan Selatan / Tengah : Gatner Eka Tarung, SE (Kepala), Banjar Masin : Mulia, Banjar Baru : Asrian Talatika, Pulang Pisau : Yabi. K, Samarinda : Kipan Suerta, Delimah, Belu & TTu : Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran, Agus TB. SH, Flores Timur : Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema, Sorong : Dea (Kepala), Gonjali, Kota Medan : Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti, Tebing Tinggi : Hasni (Kepala), Herdan, Langkat : Ojak Sianturi (Kepala), Waskito, Deli Serdang : T. Manalu (Kepala), Belfri, Pematang Siantar : Heru (Kepala), Sintan, Simalungun : Togap Munthe (Kepala), Jentar Bangun, Tarutung : Juang N, Dairi : Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi, Padang Sidempuan : Chairun (Kepala), Hotman, Ali, Bali : Nyoman, Putu Artha.

Alamat Redaksi Tata Usaha / Iklan / Sirkulasi : Jl. Manunggal VII Krajan Lamaran RT. 04/09 Gg. Anggur II (Depan SMU 2 Lamaran) Kel. Palumbonsari - Karawang 41351 Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat E-mail : mediarakyat_new@yahoo.com PO. BOX 88 Karawang 41300 Rekening : Bank BRI Cab.Karawang No. Rek : 0116-01-022016-50-9 a/n: Hisar MT Sagala Kantor Perwakilan Utama : Jl. Bina Harapan No. 38-C, Telp. (021) 79192764 Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan Penerbit : Yayasan Media Rakyat Intermedia Percetakan : PT. Wahana Semesta Intermedia

Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan Tanda Pengenal dan Surat Tugas Peliputan dari Redaksi yang masih berlaku. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Berita Utama
BPS:

3

Pemkab dan DPRD Karawang Setujui RAPBD 2011

Kami Tidak Bohong Soal Data Kemiskinan
Jakarta,(MR) Badan Pusat Statistik (BPS) sering mendapatkan berbagai komentar bahkan dianggap menyesatkan ketika data yang dikeluarkannya berbeda jauh dengan data yang dikeluarkan lembaga lain padahal Bank Dunia justru menggunakannya sebagai acuan, kata Kepala Biro Humas dan Hukum BPS Sairi Hasbullah. "Data dari BPS sering diperdebatkan khususnya data jumlah kemiskinan karena berbeda jauh dengan data kemiskinan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia. Kami tidak bohong sebab staf World Bank secara rutin menggunakan data kami," katanya di Jakarta, pekan lalu. Ia menegaskan pada dasarnya Bank Dunia menggunakan data BPS untuk mendapatkan data kemiskinan di Indonesia, karena Bank Dunia melakukan survei sendiri. " Tidak pernah ada Bank Dunia itu mengumpulkan data kemiskinan apapun. Bank Dunia menggunakan data BPS namun angka dan acuan yang digunakan adalah dolar AS," katanya pada diskusi "Polemik Data Kemiskinan: Fakta atau Persepsi" yang diselenggarakan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika itu. Sebagai contoh, kemiskinan didefinisikan ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk perhitungan terakhir BPS, standar kemiskinan itu ditetapkan sekitar Rp211 ribu per kapita per bulan. "Bank Dunia itu tetap saja menggunakan data BPS, namun standar kemiskinan yang diubah dengan menggunakan dua dolar AS per hari," katanya. Oleh karena itu, Sairi meminta dalam memahami data kemiskinan ada kalanya perlu memperhatikan dan memahami varian spektrum di dalamnya yang multi dimensi dan sulit diukur."Data kemiskinan bisa diinterpretasikan berbeda-beda namun pada dasarnya apa yang disampaikan BPS itu apa adanya" katanya. Sairi Hasbullah mengatakan, BPS menggunakan metodologi survei statistik sesuai standar Perserikatan BangsaBangsa (PBB) yang menjadi acuan dunia dan merupakan data statistik resmi negara untuk mengukur kinerja pembangunan . "Data BPS yang lebih akurat karena kami langsung mengadakan survei. kalau tidak akurat bagaimana mungkin BPS sejak enam tahun terakhir menjadi lembaga acuan indikator kemiskinan di kawasan Asia Pasifik, dan kami memiliki training center-nya di Lenteng Agung Jakarta Selatan," ujar Sairi Hasbullah. Sebelumnya, peneliti ekonomi Econit Hendri Saparini menyatakan adanya fakta bahwa kemiskinan makin meluas, sementara pemerintah mengatakan kemiskinan berkurang. Perbedaan ini akibat paradigma yang berbeda, karena BPS tidak menyatakan seorang yang telah bekerja, adalah orang miskin, padahal pendapatan mereka tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan layak sehari-hari. "Mereka itu masih miskin dan banyak sekali yang seperti itu. Bahkan meluas. Perlu back up konstitusi agar mereka benar-benar diberdayakan agar meningkat taraf hidupnya. Jangan diaku kemiskinan berkurang lantaran banyak orang bekerja," kata peneliti ekonomi Econit Hendri Saparini.>> Ediatmo

Bupati Karawang H. Ade Swara didampingi Wakil Bupati, Ketua dan wakil Ketua DPRD Karawang menandatangani RAPBD tahun 2011

Karawang,(MR) Setelah melalui pembahasan intensif selama beberapa waktu, Pemerintah Kabupaten Karawang dan DPRD akhirnya menyetujui Raperda APBD Tahun Anggaran 2011. Penandatanganan persetujuan tersebut dilakukan oleh Bupati Karawang, Drs. H. Ade Swara dan para unsur pimpinan DPRD Kabupaten Karawang pada Rapat Paripurna DPRD, Selasa (18/1). Dalam Raperda APBD tersebut, Pendapatan Daerah Kabupaten Karawang untuk tahun anggaran 2011 ditargetkan sebesar Rp. 1,680 triliun yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 201,4 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp. 1,127 triliun, dan Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp. 352,3 miliar. Sedangkan untuk Belanja Daerah pada tahun 2001 dialokasikan sebesar Rp. 1,94 triliun, yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1,047 triliun, dan Belanja Langsung sebesar Rp. 892,9 miliar. Bupati Ade Swara dalam kesempatan tersebut menjelaskan, lebijakan belanja daerah pada tahun 2011 diorientasikan pada pencapaian prinsip - prinsip dasar pembangunan yang akan dicapai dengan mengupayakan pada peningkatan kualitas pelayanan sosial, yaitu peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah, pelayanan kesehatan, serta penguatan ekonomi daerah dan ketersediaan infrastruktur wilayah. “Yang ditunjang dengan bidang administrasi pemerintahan, pemberdayaan sosial dan keagamaan dengan memperhatikan prinsip-prinsip berkeadilan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kab. Karawang. Anggaran Belanja Tidak Langsung yang teralokasikan pada anggaran Belanja diharapkan dapat memberikan arah pada upaya penyelesaian permasalahan dan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM). “Y ang berkaitan dengan penyelesaian Wajar Dikdas 9 tahun dan infrastruktur pendidikan, khususnya terkait rasio ruang kelas,” imbuhnya .Bupati melanjutkan, alokasi tersebut juga diarahkan pada penetapan pondasi kegiatan ekonomi sebagai bentuk keberpihakan kepada rakyat yang didukung dengan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan terutama fasilitasi pemantapan penyelenggaraan pemerintahan desa, dengan upaya – upaya motivasi peningkatan tunjangan dan evaluasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa. “ Sedangkan untuk alokasi anggaran Belanja Langsung diarahkan untuk membiayai penyelenggaraan 17 urusan wajib dan 3 urusan pilihan termasuk program rutin, yang akan dilaksanakan oleh 72 Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD. Terkait dengan apa yang disampaikan dalam kata akhir fraksi – fraksi DPRD, Bupati menegaskan bahwa apa yang menjadi perhatian masing-masing fraksi tersebut akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan rekomendasi dalam pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah di tahun 2011 dan tahun -tahun berikutnya. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh jajaran DPRD serta elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan program-program pembangunan sehingga dapat berjalan dalam koridor yang telah disepakati bersama. “ Dengan harapan visi Kab. Karawang untuk mewujudkan Karawang Yang Sejahtera Berbasis Pembangunan Berkeadilan Berlandaskan Iman Dan Takwa dapat cepat tercapai. Sementara itu, masing-masing fraksi DPRD, yaitu PDI Perjuangan, Demokrat, Golkar Amanat Reformasi (GAR), PKS, Gerindra, Persatuan Bintang Nurani (PBN), dan PKB menyatakan menerima Raperda APBD Tahun 2011. “Rekomendasi-rekomendasi tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan, dan akan disampaikan untuk diperbaiki dan ditindaklanjuti,” jelas Ketua DPRD Karawang, Tono Bahtiar. >> Komarudin

Demo di Kantor Gubernur Kepri, Rusuh
Tanjungpinang, (MR) Sejumlah Mahasiswa Front Aksi Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) rusuh dengan beberapa oknum Satpol PP Provinsi Kepri ketika mereka menggelar demo di depan Kantor Gubernur Kepri, Selasa (18/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut penuturan Hasrul Hidayat selaku koordinator aksi tersebut dan sekaligus salah satu korban penganiayaan kepada wartawan, awalnya mereka menggelar aksi damai di depan Kantor Pemerintah Provinsi Kepri. “ Kami demo terkait mosi tidak percaya kepada Pemerintah Provinsi kepri ”, ujarnya. Tapi ketika itu mereka hanya menggelar aksi dan orasi di depan jalan masuk Kantor Pemprov Kepri, mereka dihadang portal di pintu masuk. Setelah cukup lama berorasi, tidak ada satu pun pejabat yang mewakili Pemerintah Provinsi Kepri untuk menerima aspirasi para mahasiswa. “ Kami Cuma ingin perwakilan atau pun salah seorang pejabat menemui kami dan menerima aspirasi kami ”, katanya. Lantaran tak kunjung ditemui, para mahasiswa itu mencoba masuk dengan melalui portal tersebut. Saat itulah kekacauan terjadi, beberapa mahasiswa yang hendak menerobos dihadang, dipukuli oleh beberapa oknum Satpol PP yang men-jaga aksi demo tersebut. “ Ketika saya sedang membungkuk hendak melalui portal dari bawah, tiba-tiba saja kepala saya dipijak oleh oknum Satpol PP, jadi saya terjatuh ”, ungkap Hari Mulyadi salah seorang korban. Begitu juga yang diungkapkan Urai Mustofa yang menjadi korban dalam kejadian itu, menurut Urai, ketika ia hendak menerobos masuk, tiba-tiba saja wajahnya dipukul. “ Ini lihat bibir saya sampai pecah, dipukul oknum Satpol PP itu, saya tidak lihat mereka memukul pakai tongkat atau apa, tapi sepertinya hanya menggunakan tangan saja ”, jelasnya. Hasrul pun tidak lepas dari aksi pemukulan itu, ia juga mengalami beberapa luka di bagian wajah dan tangannya. Ia mengalami luka di pelipis bagian kiri dan tangan kirinya. Akibatnya, para mahasiswa tersebut urung memasuki halaman Kantor Pemprov Kepri. >> Win/Jer

Sat Pol PP Kota Bandung Akan Ditambah 500 Personil
Bandung, (MR) Kota Bandung dengan penduduk lebih dari 2,3 juta jiwa, memiliki tugas pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman ketertiban umum terkait aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Tidak sedikit ruang publik diantaranya trotoar, badan jalan, taman-taman kota ataupun fasilitas sosial maupun fasilitas umum lainnya, berubah fungsi menjadi kawasan PKL. Menjadikan kawasan ini cenderung kumuh dan rawan kemacetan lalu lintas, seperti yang selama ini terjadi di kawasan Lapangan Gasibu Bandung maupun di kawasan lainnya yang diprioritaskan bebas dari PKL. Mengembalikan ke fungsinya semula sebagai ruang publik, peran Sat Pol PP cukup strategik. Namun persoalannya, meski punya semangat luar biasa bekerja siang malam, minimnya petugas dirasakan Permkot Bandung belum bisa membawa hasil maksimal. “Kedepan saya minta agar Badan Kepegawaian Daerah, untuk prioritas penataan kelembagaan termasuk pengisian sumber daya pengisian personilnya, Sat Pol PP agar diprioritaskan hingga mencapai jumlah ideal, minimal limaratus orang.,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, H Edi Siswadi di Kelurahan Paledang Kecamatan Lengkong, usai launching pencairan dana APBD untuk program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Tahun Anggaran 2010, Senin. Karena tingginya beban tugas, imbuh Edi, aparat Sat Pol PP Kota Bandung harus diupayakan yang muda-muda yang memiliki tingkat kesemaptaan memadai. Diberi tunjangan yang berbeda dengan pegawai negeri sipil lainnya. Tingkat kesejahteraan cukup layak sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas yang dilimpahklan wali kota dalam menangani ketenteraman dan ketertiban umum. “Sat Pol PP kedepan benar-benar mampu menertibkan titik-titik yang selama ini menjadi pusat aktivitas kota. Kawasan kota yang terbebas dari kekumuhan, terciptanya keteraturan sekaligus ketertiban,” harapnya. Penataan Infrastruktur fisik kawasan Gasibu ke depan, jelas Edi, konsep akan diintegrasikan yang dirancang DPE yang nantinya sebagai dokumen resmi dari sebuah kebijakan Pemkot Bandung, baru kemudian penataan Gasibunya. Refungsionalisasi Gasibu sebagai ruang publik untuk aktivitas keolahragaan sudah bisa berfungsi lagi. Di Rapat Evaluasi sebelumnya, dikatakan Edi, muncul gagasan untuk mengintegrasikan pusat-pusat aktivitas bisnis yang harus ada jaring net working dengan pusat perparkiran. Ini baru disadari Kota Bandung, bahwa sekarang ini benar-benar dibutuhkan tempat perparkiran yang representatif. “ Dishub sekarang ini sedang merancangnya, dan Dinas Aset sedang mencarikan lokasinya. Kita mewacanakan menjadikan Station Hall sebagai jaring net working aktivitas bisnis Pasar Baru. Lantai bawahnya untuk station hall, lantai dua dan seterusnya bisa menjadi pusat bisnis dan perparkiran. Net work pedestriannya juga harus ada. Trotoarnya yang bersih dan memadai,” ungkap Edi. >> Dodi Sulaeman

Kawasan Kampung Wisata Pasirkunci, Akan Diperluas
Bandung,(MR) Memantapkan Bandung kota seni dan budaya, tidak cukup dengan memperbanyak event gelaran seni dan budaya yang ada. Perlu dukungan prasarana memadai berupa padepokan, dapur atau kampung seni yang memberikan peluang para pelaku seni leluasa berkiprah, menggali, berkreasi dan mengembangkan potensi seni dan budaya daerahnya. Kenyamanan penikmat senipun mutlak diperhatikan, baik itu lingkungannya yang asri ataupun infrastruktur jalan memadai. “Bandung mantap sebagai kota seni dan budaya, adalah Bandung yang warganya peduli merawat, menjaga dan mengembangkan potensi seni dan budaya daerahnya,” ungkap Wali Kota Bandung, H Dada Rosada pada kegiatan pasanggiri kawih Sunda tingkat sekolah dasar se Bandung Timur di Kampung Wisata Pasirkunci, Ujungberung Bandung. Mewujudkan Bandung mantap seni dan budaya, kata Dada, Pemkot Bandung telah mengupayakan pengadaan lahan sedikitnya 4,7 Ha di sekitar kampung seni Pasirkunci. Pengadaan lahan ini akan diupayakan ditambah 1,3 hektar lagi sehingga menjadi 6 Ha dari 10 hektar yang direncanakan semula. “Kawasan ini akan kita tata menjadi pusat kegiatan agro wisata dan pengembangan seni budaya daerah. Tidak saja infrastrukturnya yang akan kita tata, kualitas lingkungan alamnya juga akan kita tingkatkan dan kita jaga. Ini bagian dari agenda pembangunan kota Bandung. Mudahmudahan di APBD 2011 Perubahan, pembangunan fisiknya sudah bisa dimulai,” tuturnya. Dada sangat apresiatif, niat dan tekad guru pembina terlebih orang tua yang telah mendorong motivasi putera puterinya untuk cinta seni sekaligus menjaga budaya daerah. Dirinya sulit membayangkan sekaligus khawatir, jika Kawih Sunda yang memperkaya khasanah kekayaan budaya bangsa ini punah karena ditinggalkan generasi penerusnya. “Rasanya kita akan kehilangan identitas sebagai bangsa. Kita akan kehilangan kebanggaan apalagi kehormatan. Kita tidak lagi memiliki ketahanan nasional, daya ketahanan budaya yang bisa menangkal budaya asing yang tidak sejalan dengan budaya kita,” ungkapnya. Sebagai wujud apresiatifnya, Dada minta jajarannya, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Bandung, kegiatan ditindak lanjuti termasuk fasilitasi dukungan pendanaannya. Bandung ke depan diharapkan, akan banyak lagi generasi mudanya yang cinta dan peduli terhadap seni dan budaya daerahnya. Lebih dari itu. Kota Bandung bisa lebih berprestasi di tingkat Jawa Barat yang juga menyelenggarakan kegiatan serupa. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Dadang Iradi menuturkan, Pasanggiri kawih Sunda dilingkungannya sudah menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan akan ditindak lanjuti di tingkat kota, sebagai persiapan mengikuiti kegiatan serupa di tingkat Jawa Barat. Dalam 2 tahun terakhir, Kota Bandung di tingkat Jawa Barat, selalu tampil sebagai finalis. “ Pada 2009 kita meraih Juara 4 dan di 2010 naik peringkat jadi Juara 3. Tahun ini mudah-mudahan bisa yang terbaik,” harapnya. >> Dodi S

4
Disnak Jatim Gencar Kampanyekan Minum Susu dan Makan Telur
Surabaya,(MR) Dinas Peternakan Jatim pada tahun 2011 ini semakin gencar mengkampanyekan budaya minum susu dan makan telur, khususnya bagi masyarakat untuk pola makan keseharian. Ini dimaksud untuk merangsang masyarakat untuk lebih banyak mengkonsumsi protein yang tinggi dari susu dan telur agar dapat menunjang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Skretaris Dinas Peternakan Jatim, Ir Henny Muhardini MSi, di kantornya, mengatakan, pihaknya melakukan kampanye minum susu dan makan telur bagi masyarakat Jatim karena melihat tingginya kandungan protein yang terdapat di dalam keduanya. Hal ini dilakukan juga karena melihat rendahnya antusias masyarakat khususnya masyarakat ekonomi kalangan bawah untuk mengkonsumsi kedua sumber protein itu. Henny menjelaskan, pentingnya mengkonsumsi susu dan telur agar dapat mengatasi dan menanggulangi gizi buruk. Bagi masyarakat kurang mampu, mereka dapat menikmati telur dari hasil berternak secara sederhana apabila merasa kesulitan membeli telur di pasaran. Sedangkan untuk susu, mereka dapat mengkonsumsi satunya susu murni yang bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau. Untuk itu, masyarakat tidak mempunyai alasan merasa kesulitan untuk mendapatkan telur dan susu karena penghasilan yang pas-pasan, dengan solusi diatas, keduanya kini dapat dijangkau masyarakat kurang mampu. Kemudian, Disnak Jatim juga secara aktif melakukan kampanye minum susu dan makan telur melalui acara Indonesia Agribusiness Expo yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya. Selain itu, dalam setiap promosi pengkonsumsian telur dan susu, dilakukan pula promosi potensi komoditas pertanian Indonesia, khususnya yang ada di Jatim diantaranya, perkebunan yang berpotensi untuk pengembangan buahbuahan dan memberikan kontribusi nasional sebesar 20%. Jenis buah buahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan jenis produksi buah buahan, yakni mangga (Kabupaten Situbondo, Probolinggo, Pacitan dan Gresik), pisang (Kabupaten Lumajang, Magetan, dan Banyuwangi), dan jeruk (Kabuparen Pasuruan, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Pacitan, Magetan, dan Jombang). Adapula potensi dari sektor peternakan dengan produksi utama unggas, yaitu peternakan ayam buras dengan jumlah populasi 39.673.982 ekor dapat memproduksi 13.734 ton per tahun. Dari sektor pangan lahan persawahan yang ada, areal panen rata rata seluas 1,692.729 ha dengan rata-rata produktivitas 53,17 Kw/ha, jumlah produksi padi kering giling yang diperoleh sebanyak 900.215 ton/tahun atau beras sebanyak 5.688.51 ton/tahun. Tanaman jagung dengan luas areal produksi mencapai 1.144.349 ha, dapat memproduksi sebanyak 4.240.308 ton. Tanaman kedelai dengan produksi mencapai 257.170 ha, dapat memproduksi sebanyak 343.150 ton. Kemudian, jumlah produksi untuk padi yaitu 9.007.265 ton. >> Dea

Berita Utama
Kota Tasikmalaya,(MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs.H. Tio Indra Setiadi membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Koperasi Online denga tema “ Ciptakan Koperasi Modern Berbasis IT ” di Plaza Telkom Tasikmalaya yang ditandai dengan penandatangan nota kesepakatan oleh perwakilan koperasi, pihak KUMKM INDAG Kota Tasikmalaya, Sekda dan pihak telkom serta disaksikan 50 perwakilan Koperasi se-Kota Tasikmalaya, perwakilan Koperasi dari Bandung, perwakilan koperasi dari Sukabumi serta dari Telkom yaitu GM Bisnis Regional 1 Indonesia Barat Prasabri Pesti dan Manager Area Tasiklamaya Wahyudin. Drs.H. Tio Indra Setiadi dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Walikota Tasikmalaya dengan menyampaikan bahwa Tasikmalaya memiliki nilai historis mengenai perkoperasian karena dulu pertama kali kongres koperasi dilaksanakan di Tasikmalaya, berkenaan koperasi online, Walikota mengharapkan segera dapat direalisasikan untuk seluruh koperasi di Kota Tasikmalaya karena berbagai manfaat bagi di koperasi bisa dirasakan dengan penggunaan teknologi “Manfaat yang dirasakan bagi koperasi diantaranya akurasi data keuangan, peningkatan pelayanan lebih baik bagi anggota, serta memudahkan akses dimana saja dan kapan saja”

Tahun Edisi 229 Tahun X I Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Kota Tasikmalaya Menjadi Pionir Sosialisasi Koperasi Online

katanya. Di akhir sambutan disampaikan bahwa dengan melek teknologi, koperasi mampu meningkatkan daya beli anggotanya “Zaman sudah maju jangan konvensional saja tapi pergunakan teknologi” pungkasnya. General Manager Bisnis Regional 1 Indonesia Barat Prasabri Pesti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan Program Nasional kerjasama antara Kementerian KUMKM dengan PT. Telkom dan untuk wilayah Jawa Barat Kota Tasikmalaya merupakan sosialisasi perdana “Untuk mempercepat penggunaan koperasi online yang menggunakan

teknologi bagi kemudahan anggota” katanya. Ditambahkannya bahwa hasil riset Universitas Indonesia baru 1% dari 150 juta koperasi di Indonesia yang menggunakan IT “ Dalam salah satu buku dijelaskan bahwa dengan teknologi dunia semakin datar, maka perlu adanya pemanfaatan teknologi dalam segi koperasi yang berorintasi pada bisnis ” pungkasnya. Manager Area Tasikmalaya Wahyudin juga memberikan sambutan dengan menyampaikan bahwa koperasi yang diundang hanya perwakilan 50 koperasi dari 453 koperasi yang ada di Tasikmalaya “Saya melihat begitu besar perhatian

Pemkot Tasikmalaya pada dunia perkoperasian” katanya, Wahyudin juga menyampaikan maksud dan tujuan sosialisasi ini yaitu peran telkom dalam membantu kemajuan bangsa khususnya bidang perkoperasian dengan pemanfaatan teknologi yang difasilitasi telkom. Kabid Koperasi Dinas KUMKM Indag Kota Tasikmalaya Dian Danawiarsa yang sempat dikonfirmasi menyampaikan bahwa Kota Tasikmalaya menjadi pionir dalam program sosialisasi ini di Jawa Barat “Kita Patut berbangga karena ini pertama kali di Jawa Barat dan saya harapkan semua koperasi bisa ikut dalam

program ini karena banyak keuntungannya” paparnya. Ditambahkan Dian bahwa banyak manfaat yang bisa dirasakan koperasi bila ikut program ini antara lain kemudahan transaksi simpan pinjam koperasi bisa dilakukan di mana saja dengan teknologi serta 50 undangan ini merupakan angkatan pertama “Tidak menutup kemungkinan ke depan akan kami undang perwakilan koperasi yang lain untuk mengikuti program ini, kemudahannya bisa akses dimana saja asalkan kita memiliki password yang telah ditentukan masing2 koperasi nanti” jelasnya. >> Iin Kartiwan

Gedung BPS Indramayu Diresmikan

Ratusan Ulama Gelar Istighosah
” Kami berharap dengan istighosah ini bisa terhindar dari bahaya yang akan terjadi. Kami juga memin-ta kepada Allah supaya mantan Bupati Dr H Yance terbebas dari fitnahan,”
Indramayu, (MR) Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar istighosah dan doa bersama yang berlangsung ruang dalam Pendopo Indramayu, Kamis malam (20/ 1) sekitar pukul 21.00. Acara istighosah dipimpin Ketua Forum Komunikasi Imam Masjid (Forkim) Kabupaten Indramayu, K H Syakur Yasin MA didampingi Ketua MUI K Ahmad Jamali, dan sejumlah ulama se-Kabupaten Indramayu. Tampak hadir Bupati Indramayu H.Anna Hopanah didampingi Wakil Bupati Drs H Supendi MSi, mantan Bupati Dr H Irianto MS Syafiuddin, Ketua DPRD Drs H A Rozak Muslim MSi, Kapolres AKBP Rudi Setiawan SIK MH beserta unsur muspida lainnya dan ratusan ulama ikut hadir. KH Syakur Yasin mengajak kepada seluruh masyarakat Indramayu untuk tetap berdoa agar daerahnya selalu mendapat keberkahan. Keberkahan di suatu daerah akan bisa terwujud, jika semua elemen mau bersatu padu, baik umaroh maupun ulama. Apalagi, saat ini kondisi Indramayu terus digoncang aksi demo pasca penetapan mantan Bupati Dr H Yance ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pembebesan tanah yang digunakan untuk pembangunan Proyek PLTU. Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat dituntut menahaan diri dari segala bentuk yang sengaja membuat situasi yang kurang kondusif. Pihaknya juga mengajak kepada masyarakatat agar menenangkan hati, serta menghindari emosi yang bakal menimbulkan kericuhan di tengah masyarakat kabupaten Indramayu. “Menahan emosi merupakan modal utama dalam meraih keberhasilan dalam berbagai hal kehidupan masyarakat, termasuk menahan diri dari segala bentuk tindakan yang akan membuat Indramayu kurang konsusif. Istighosah in, selain meminta agar Kabupaten Indramayu terbebas dari bencana alam, juga agar selalu kondusif sehingga masyarakat bisa tenang dalam menjalankan ibadah kepada Allah.” Kami berharap dengan istighosah ini bisa terhindar dari bahaya yang akan terjadi. Kami juga meminta kepada Allah supaya mantan Bupati Dr H Yance terbebas dari fitnahan,” ungkap Buya, usai menggelar istighosah. Sementara itu Bupati Anna Shopanah mengungkapkan, istighosah ini sengaja digelar “ sebagai bentuk rasa syukur kepada Allh SWT yang telah memberikan keselamatan bagi kita, serta sekaligus berdoa agar Indramayu tetap kondusif.” Muda-mudahan doa kita didengar oleh Allah, sehingga kita diselamatkan dari bencana yang akan menimpa masyarakat Indramayu.,” ungkapnya. >> Abdullah/Mukromin

Kota Indramayu,(MR) Para karyawan di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu akhirnya menempati gedung baru dua lantai yang representative. Peresmian gedung BPS Kabupaten Indramayu dilakukan oleh Kepala BPS Republik Indonesia DR. Rusman Heriawan Senin (31/1) yang berlangsung di kantor BPS Jl. Golf Indramayu. Gedung BPS yang baru ini merupakan hasil rehab dari gedung lama yang sudah memprihatinkan kondisinya. Dengan luas bangunan 426 meter persegi dan menyerap anggaran dari APBN 2010 sebesar 900 juta inidiharapkan dapat meningkatkan kualitas kinerja dari pegawai BPS serta dapat menghasilkan data yang bisa bermanfaat untuk semua kalangan. Kepala BPS Republik Indonesia DR.Rusman Heriawan dalam sambutannya mengatakan, pembangunan gedung BPS Kabupaten Indramayu ini secara model dan type sama dengan kabupaten/kota lainnya yang ada di Indonesia. Dengan pembangunan gedung ini diharapkan bisa mengoptimalkan kualitas kerja dari para pegawai BPS. Selain itu, gedung ini diharapkan dapat menyimpan data dengan sebaik mungkin. Pasalnya data yang dimiliki oleh BPS merupakan data yang sering dipakai oleh pihak lain. Kemudian, data yang dimiliki oleh BPS juga merupakan data independent serta objektip. “ Pembangunan gedung ini merupakan langkah BPS dalam mewujudkan reformasi di lembaganya,” kata Rusman. Sementara itu Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah dalam sambutannya berharap, kantor yang baru saja diresmikan ini harapakan mampu untuk dijaga dan dipelihara dengan sebaikbaiknya, karena fasilitas yang memadai akan menambah kenyamanan dan kegairahan dalam bekerja. Kemudian kinerja pegawai BPS akan semakin meningkat efisien dan efektif. Pada kesempatan itu Anna Sophanah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran BPS yang telah ikut serta membantu informasi data pada penyelenggaraan Pemilukada tahun 2010 yang sukses tanpa ekses. Berhasilnya pelaksanaan Pemilukada ini, lanjut Anna, akan berdampak positif terhadap kesetabilan kondisi social politik dan pembangunan di Kabupaten Indramayu. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indramayu mampu melaksanakan pekerjaan besar dengan baik sebagai langkah awal menyukseskan pembangunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat. Seusai dilakukan penandatanganan prasati oleh Kepala BPS RI dilanjutkan dengan peninjauan gedung baru oleh seluruh tamu undangan. Pada kesempatan itu hadir pula Deputi BPS RI DR. Subagyo, DW. Kepala BPS Propinsi Jawa Barat Drs. Lukman Ismail, MA. Kepala BPS kabupaten/kota di Jawa Barat, Dandim 0616, Kaplores, dan perwakilan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. >>Abdullah

Kembali Kepada Sumber Ilmu
Oleh : Undang Suryana (Wartawan Media Rakyat)
uhan menciptakan manusia sebagai mahluk hidup yang berkekuatan alternatif, terdapat dua golongan yaitu, dimana manusia itu sanggup mengelola alam ini menjadi tempat kemakmuran bagi umat manusia, dan manusia yang memiliki kemampuan merusak alam ini yang bisa menimbulkan bencana bagi umat manusia. Untuk itu, manusia si mahluk canggih ini telah diberikan hidangan ilmu oleh Tuhan sebagai pedoman hidupnya. Mengingat mahluk yang luar biasa ini kalau tidak diberikan ilmu, bisa menimbulkan daya rusak yang luar biasa, yang tentunya tidak di inginkan oleh manusia dimanapun. Namun apakah prilaku manusia ini bisa menyadari berdasarkan ilmuyang mereka pilih atau tidak? Itulah yang menjadi persoalan kita. Berbicara masalah ilmu bisa ada beberapa model tampilannya atau sudut pandang. Ilmu menurut Barat seperti apa ? Ilmu menurut Timur seperti apa ? Dan ilmu menurut Tuhan seperti apa ? Tapi kita tidak mau masuk ke polemik masalah itu. Dengan kenyataan fakta yang terjadi di lapangan yang mirip dengan perilaku konsep organisasi liberalisme, dimana isinya adalah kebebasan yang sangat di jungjung tinggi. Selain itu konsep Individualisme, kapitalisme, imprialisme, secara kompak mengakobatkan kehidupan manusia Indonesia sudah mengarah kearah yang lebih kritis. Menurutnya sebagian pakar ekonom dikatakan memilih konsep neo-

T

liberalisme yang lebih popular disebut ekonom tidak pro rakyat kecil. Artinya, Pemerintahan yang mengacu segala sesuatunya di serahkan kepada pasar bebas dengan ukuran pasar New York, Wall First dan lain sebagainya. Stuktur liberalisme akan atau boleh dikatakan merupakan cara kerjan yang bisa merusak tatanan kehidupan manusia. Dimana manusia dijadikan objek penderita bagi yang kuat, baik itu aspek ekonomi, politik, hukum dan budaya yang sudah begitu liarnya tanpa terkendali. Eksploitasi sumber daya alam yang begitu rakus dan buas yang pada akhirnya kita merasakan dampaknya yang luar biasa. Banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, tanah, air, udara dan panas yang luar biasa ini disebabkan oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Kejadian akibat ulah manusia ini. Apakah berdasarkan atas pilihan ilmu ? Dari dua ilmu yang disajikan apakah yang benar ataukah salah. Maka Tuhan mempersiapkan dua alternatif ilmu untuk dipilih satu, dengan segala konsekuensinya. Kalau pilihan ilmu yang objektif konsekuensinya adalah kemakmuran dan keadilan yang sejahtera. Sedangkan apabila memilih ilmu subjektifisme adalah bencana. Namun ironisnya berbicara ilmu pada saat ini sudah mulai keluar arah. Menurut narasumbernya ada orang yang sengaja mengobrak ngabrik ilmu yang objektif, itu berdasarkan subjektifisme.

Contoh kasus sederhana Biologi berasal dari kata Bio: hidup dan Logi: ilmu. Jadi biologi adalah pelajaran ilmu hidup itu harus berdasarkan ilmu. Bukan berdasarkan idealsisme yang berasal kata idea: teori dan isme: paham jadi idealisme adalah paham teori. Itu artinya hidup harus berdasarkan teori yang tidak pernah mewujudkannya dalam kenyatan hidup artinya hidup penuh angan-angan yang dicetuskan oleh filosofi besar bangsa Yunani yaitu konsep adealisma. Jadi kita kembali kepada narasumber ilmu itu dari Tuhan bukan reflek bukan juga efek yang membuat manusia itu salah kaprah dari berbagai aspek kehidupan yang terjadi inilah yang menjadi akar permasalahan kenapa kita hidup jadi begini adanya? Konseptor dunia ini adalah orang Yunani. Blok Barat dan Blok Timur sebagai tukang pukulnya. Negaranegara berkembang sebagai lantai dansanya mereka yang sedang mabok ke payang. Keritikan yang sifatnya membangun bukan untuk memfitnah itu bagus dalam mengawasi jalannya pemerintah yang akhir-akhir ini di lontarkan oleh Tokoh Lintas Agama kepada pemerintahan SBY yang selama ini terkesan gagal. Untuk mengurangi angka kemiskinan yang menurut data statistika terdapat 30 juta rakyat miskin. Tapi pada kenyataannya rakyat miskin yang tersebar di seluruh Indonesia menurut mantan Menkoekuin Rizal Ramli, “ Terdapat sekitar 70 juta rakyat.

Jadi kesimpulannya yang menikmati pembangunan ekonomi ini hanyalah berkisar 10% dari jumlah penduduk Indonesia yang hampir 240 juta jiwa ”. Kata Menkoekuin di Era Presiden Gusdur. Apakah ini kebohongan bukan? “ Tentu saja ini kebohongan ” terusnya, ketika Live Show di TV One. Pada dasarnya jangan sekali-sekali pemerintah bermain-main dengan angka-angka yang sifatnya fiktif, karena masyarakat sudah jenuh dengan pencitraaan politik semata. Inilah ilmu yang berdasarkan kepada subjektifisme yang akan menuai badai bagi pemerintahan SBY-Budiono. Kemandegan pembangun bukan saja terjadi di kota-kota besar, di Kabupaten Garut saja hampir sudah tidak ada lagi apa yang dinamankan sejahrtera. Kritikan pedas datang dari warga Indonesia asal Garut ( WI Asgar) yang cukup menghebohkan masyarakat Garut, bahwa pemerintahn Aceng Fikri ini di Pandang tidak “ becus ” memimpin Garut. Pasalnya, Roformasi birokrasi tidak berjalan dengan baik, apalagi di bidang ekonomi. Disertai para pejabat yang terjerat hukum pada pemerintahan yang tidak efektif, dan berdampak buruk untuk semua pihak. Tidak adanya perubahan yang cukup menjanjikan, terkesan pemimpin yang ragu-ragu, kurang inovatif dan lamban dalam bergerak. Kata WI Asgar ketika audensi di Gedung Inten Dewata akhirakhir ini. Menurut mereka, Bupati sekarang belum cukup keilmuan untuk menjadi Bupati Garut. ***

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Sos-Ek-Bis
Bandung,(MR) Ditetapkannya Undang Undang RI Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Air Tanah dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang semula dipungut Pemerintah Provinsi, mulai Tahun Anggaran (TA) 2011 pengelolaannya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot). Penetapan dan pemungutannya berdasarkan pada Peraturan Daerah (Perda). Menyusul hal tersebut Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung melakukan langkah Serah Terima Data Potensi Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) sebagai pajak daerah yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh lima Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bandung, Kepala Bidang Pajak Dispenda Adang Sultana, SH. dan Kepala Dispenda Kota Bandung Drs. Yossi Irianto, M.Si di ruang rapat Dinas Pendapatan Kota Bandung. Hal tersebut dalam rangka mewujudkan sistem perpajakan yang memenuhi prinsip pemerataan, keadilan, kemudahan, kecepatan pelayanan, efisiensi dan kemanfaatan bagi penyelenggaraan pemerintahan, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Bandung menerima pengalihan Potensi Pajak Air Tanah dari Provinsi Jawa Barat. Yossi menuturkan potensi BPHTB di Kota Bandung ditargetkan sebesar 175 miliar, target tersebut didasari semakin tingginya harga tanah dan bangunan di kota Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir semakin diminati. Potensi penerimaan BPHTB akan selalu meningkat setiap tahunnya seiring dengan naiknya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), “Saya kira BPHTB Kota Bandung cukup lumayan, target kita tahun 2011 sebesar 175 milyar”, ujarnya. Lebih lanjut Yossi mengatakan sampai saat ini Kota Bandung mengalami kendala dalam memberikan pelayanan

5

Coffee Morning Bank Indonesia di Kota Tasikmalaya

Kota Bandung Targetkan BPHTB Tahun 2011 Sebesar 175 Milyar

Kota Tasikmalaya, (MR) Pimpinan Bank Indonesia Isa Anshory mengundang Walikota Tasikmalaya, Muspida Tasikmalaya beserta unsur Pimpinan Daerah dan Perbankan Kota Tasikmalaya untuk melaksanakan coffe morning bertempat di Aula BI Rabu (19/01). Dalam suasana penuh kehangatan usai menikmati coffe morning, acara dilanjutkan dengan pembahasan mengenai “ Sinergitas arah kebijakan pembangunan perekonomian Kota Tasikmalaya”. Isa Anshory dalam presentasinya menyampaikan mengenai langkah-langkah yang telah dilakukan KBI Tasikmalaya dalam rangka mendukung perekonomian Daerah, yaitu: 1. Menyampaikan informasi tentang perkembangan perekonomian dan rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah Daerah. 2. Berperan aktif dalam penyelenggaraan pertemuan FKPI Kota Tasikmalaya dengan Pemerintah Daerah, Instansi terkait, BPS, Akademisi, pelaku usaha dan pihak terkait lainya untuk membahas perkembangan ekonomi daerah inflasi dan isuisu strategis. 3.Melakukan kajian tentang lending model (model pembiayaan) yang tepat bagi UMKM. 4.Melakukan beberapa survei di wilayah kerja KBI Kota Tasikmalaya (a.I. survei kegiatan dunia usaha dan survei konsumen) dan menggunakan indikator perkembangan ekonomi daerah. 5.Pendirian pusat pendamping UKM (P3UKM) yang melaksanakan pelatihan dan akreditasi pendamping UMKM serta mendukung penempatan intermediasi perbankan kepada UMKM. Walikota Tasikmalaya sangat antusias menyambut baik kegiatan ini serta berharap, koordinasi harus terus dilaksanakan, tuturnya. >> H. Ade Dimyati

pada masyarakat, “ Sampai saat ini pelayanan masih terganggu karena kita menunggu evaluasi Kemenkeu sedangkan kewenangan telah dilimpahkan dari KPP sejak 1 Januari 2011 ke Kota Bandung, ini menjadi dilema masyarakat jangan sampai komplain dan pelayanan terhenti, karena pelayanan pada masyarakat itulah yang menja-

di prioritas, Pemerintah Kota tidak mungkin melakukan validasi tanpa ada dasar hukumnya” ucapnya seraya berharap proses evaluasi segera turun. Hal senada diungkapkan perwakilan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Barat I, Ayi Hermawan, “Sesuai arahan jelas per satu Januari jelas

menjadi kewenangan Pemkot Bandung, terkait hal tersebut kami tidak mungkin memproses validasi, walaupun itu diluar tanggung jawab Dirjen Pajak tetapi kita akan tetap mendampingi, untuk proses keberatan, banding, kelebihan, pengurangan akan diatur melalui revisi perda”, katanya. >> Dodi Sulaeman

Askes Serahkan Bantuan Bagi Korban Banjir
Indramayu,(MR) Bencana banjir yang melanda 5 kecamatan di Kabupaten Indramayu pada Selasa (18/1) kemaren mendapatkan perhatian dari berbagai pihak untuk bersimpati meringankan beban penderitaan para korban banjir. Salah satu lembaga yang menyampaikan kepeduliannya yakni PT Askes (Persero) Cabang Cirebon yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu. Bantuan yang diberikan oleh Askes merupakan komitmen dari lembaga tersebut terhadap lingkungan sekitarnya yakni program CSR (Corporate Social Responsibility) khususnya dalam bencana alam banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Kepala PT. Askes Kabupaten Indramayu dr. Gerry Adhikusuma yang mewakili Kepala Cabang Cirebon Drs. Johanes Binsar Situmeang, Apt., AAK menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis sebesar Rp.10.000.000,kepada Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah. Penyerahan bantuan dilakukan saat berlangsungnya peninjauan banjir dihalaman Masjid Jami Darussalam Desa Bugel Kecamatan Patrol, yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Abdul Rozak Muslim, Kapolres AKBP. Rudi Setiawan, Sekretaris Daerah Drs.Cecep Nana Suryana, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nuruzzaman, Kabag Agama dan Kesra H. Mujahid, Kabag Humas dan Protokol Dra. Masayu Nurhayati, dan Ketua PMI Cabang Indramayu Drs. Suwito Handoyo. Gerry Adhikusuma mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan masyarakat Indramayu yang sedang terkena musibah. Meskipun jumlahnya sedikit namun diharapkan bisa dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu bantuan tersebut merupakan upaya sinergitas antara PT.Askes (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mewujudkan visi Indramayu Remaja (Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera). Sementara itu, salah seorang warga masyarakat Desa Bugel Kecamatan Patrol Ibrahim (33) yang rumahnya terendam air berterimakasih kepada semua pihak yang telah melakukan peninjauan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir. “Atas nama warga kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu termasuk kepada Askes yang telah memberikan dana bantuanny.” Ungkap Ibrahim tegas. >> Abdulah/Mukromin

KCP Bank Jabar Banten Khusus Pemkot Tasik, Diresmikan
Kota Tasikmalaya,(MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Drs. H Tio Indra Setiadi meresmikan Kantor Cabang Pembantu Bank Jabar Banten Khusus Pemerintah Kota Tasikmalaya yang ditandai dengan pemotongan tumpeng di Ruang Rapat Walikota Tasikmalaya, jum’at (21/1). Tio mewakili Pemerintah Kota Tasikmalaya sangat mengapresiasi peningkatan status kantor kas/payment point BPPT yang bertempat di Jl. Ir. H. Juanda No. 88 menjadi Kantor Cabang Pembantu BJB khusus Pemkot Tasikmalaya. “ Saya ucapkan selamat kepada jajaran KCP BJB khusus Pemkot Tasikmalaya, mudah-mudahan dapat meningkatkan transaksi serta memberikan pelayanan prima yang sebaik-baiknya ”, harap Tio. Tio juga menggaris bawahi peningkatan faktor keamanan, sehubungan tingkat transaksi Pemkot Tasikmalaya sendiri yang semakin tinggi. “ Dengan menempati tempat yang baru tentu saja akan memberikan keleluasan kepada nasabah dan tentu saja akan lebih dikenal oleh masyarakat ”, tambah Tio. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bank Jabar Banten Ali Fajar Shaleh, SH, MM menuturkan komitmen BJB dalam meningkatkan pelayanannnya. “Ini merupakan komitmen kami, untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan bantuan dan memfasilitasi serta mendukung kegiatan Pemkot Tasikmalaya dalam meningkatkan perekonomian daerah”, katanya. Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Administrasi Umum, Kabag Kepegawaian, Kabag Kesra, Kabag Pemerintahan, Kabag Organisasi, Kabag Hukum, dan jajaran pengurus Bank Jabar Banten. >> Iin Kartiwan

Jalin Kesra, Disnak Jatim Dapat Jatah 48.273 RTSM
Surabaya,(MR) Untuk program Gubernur Jatim pada 2009-2014 yakni Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra), Dinas Peternakan Jatim kebagian jatah memberikan bantuan dalam bidang peternakan kepada 48.273 Kepala Keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Tujuannya guna mengurangi angka kemiskinan yang ada di Jatim yakni sebanyak 493.004 RTSM. Sekretaris Daerah Jatim, Dr H Rasiyo usai mengukuhkan Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Unit Dinas Peternakan (Disnak) Jatim periode 20102015, Selasa (11/1) mengatakan, gubernur telah membuat program Jalin Kesra dengan tujuan guna mengurangi angka kemiskinan di Jatim. Hal ini dilakukan dengan melibatkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jatim. Salah satu instansi yang terlibat dalam program ini, yakni Disnak Jatim. Pada 2010 lalu, Disnak mendapat jatah untuk memberikan bantuan kepada 32.366 KK RTSM berupa bantuan peternakan yakni kambing. Untuk tahun ini, Disnak kembali mendapat jatah untuk memberikan bantuan kepada 48.273 KK RTSM. “ Pada rapat Jalin Kesra dengan gubernur, Kepala Dinas Peternakan melaporkan akan memulai memberikan bantuan kepada masyarakat RTSM secara bertahap mulai Januari ini,” ujarnya. Sementara itu, terkait pelantikan Dewan Pengurus Korpri Unit Disnak Jatim yang baru, Rasiyo mengingatkan bahwa Korpri bukan hanya sekedar identik dengan iuran per bulan atau seragamnya saja, akan tetapi Korpri merupakan wadah pembinaan bagi semua Pegawai Negeri Sipil agar memiliki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Di dalam Korpri juga dilakukan pemupukan komunikasi antar anggota agar tercipta suasana yang kondusif dalam menjalankan tugas sebagai abdi Negara sehingga tumbuh kekompakan di antara anggota Korpri. “ Tanpa kekompakan, program apapun dan sebagus apapun program itu, tak akan jalan,” ujar Rasiyo. Rasiyo mengingatkan para anggota Korpri untuk senantiasa mendukung program-program gubernur dan wakil gubernur Jatim sehingga visi misi pembangunan sesuai dengan yang diharapkan. Semua itu untuk kepentingan kemakmuran masyarakat. “Korpri dan pemerintah itu bagai dua bagian mata uang yang tak mungkin dapat dipisahkan,” jelasnya. Maksudnya yaitu anggota Korpri juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di dalam Korpri, anggotanya dididik untuk tidak hanya memiliki kemampuan secara kompeten di bidangnya, namun juga memiliki akhlak yang mulia. Sehingga, ketika mengemban tugas demi Negara, PNS ini dapat totalitas. Kepala Disnak Jatim, Ir Suparwoko Adisoemarto MM menambahkan, kepada pengurus dan anggota Korpri yang baru untuk dapat meningkatkan kualias diri agar lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini karena, sebagai abdi Negara, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk melayani masyarakat dengan totalitas. Selain itu, Suparwoko juga menyampaikan tentang program Sapi Berlian (Beranak Lima Juta Dalam Lima Tahun). Untuk tahun lalu, melalui Sapi Berlian, ada 800 ribu sapi yang berhasil dilahirkan dan dibudidayakan. >> Dea

PUAP Dapat Kurangi Kemiskinan dan Pengangguran di Perdesaan
nya. Terutama dalam produksi tanaman pangan, yaitu padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar yang mengalami peningkatan hasil panen. Selain itu ada pula pengolahan hasil pertanian dimana bermitra dengan anggota pengolah gabah dan beras, dll dan perdagangan usaha mikro. “Tentu saja kegiatan ini adalah berkat adanya bimbingan dan arahan dari Dinas Pertanian, Kehutanan & Perkebunan Kota baik para penyuluh pertanian BPP, PPL, PMT sebagai pendamping PUAP maupun semua pihak yang terkait” papar Ketua Gapoktan Tandala Mekar, H. Nono Supriatna, S.Ag dalam laporannya. Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa PUAP ini dilaksanakan bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di perdesaan, meningkatkan kemampuan pelaku usaha agribisnis, pengurus gapoktan, penyuluh dan penyelia mitra tani, memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan dan meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi petani menjadi mitra lembaga keuangan dalam rangka akses ke permodalan. Beliau belum lama ini mengikuti rapat kerja bersama Presiden RI di Jakarta dimana Bapak Presiden RI menyampaikan akan ada perhatian khusus kepada para petani kaitannya dengan ketahanan pangan. Bahkan Bapak Presiden telah menyiapkan penghargaan bagi para petani yang berprestasi. Beliau menambahkan bahwa berdasarkan data, Gapoktan penerima bantuan PUAP di Kota Tasikmalaya Tahun 2008 sebanyak 1 Gapoktan, tahun 2009 sebanyak 11 Gapoktan dan Tahun 2010 sebanyak 13 Gapoktan dengan nilai uang Rp.2.500.000.000,- masingmasing Gapoktan mendapat bantuan Rp.100.000.000,- serta 1 Gapoktan telah menerima bantuan melalui kegiatan Gemar Paket A Provinsi Jawa Barat senilai Rp.1.174.965. 000,- sedangkan yang belum menerima program PUAP sebanyak 35 Gapoktan akan disusulkan tahun 2011. Di akhir acara Walikota menyerahkan penghargaan kepada Poktan berprestasi dari Gapktan Tandala Mekar, yaitu poktan Tandala Jaya, poktan Cisaronge dan poktan Harapan. >> Iin Kartiwan

Kota Tasikmalaya, (MR) Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya tidak dapat ditunda. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi serta organisasi tani yang masih lemah. Kementerian Pertanian mulai tahun 2008 telah melaksanakan Program Pengembangan Agribisnis Perdesaan (PUAP) di bawah koordinasi PNPM-Mandiri dan berada dalam kelompok program

pemberdayaan masyarakat melalui bantuan modal usaha dalam menumbuh kembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian desa sasaran, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan oleh Gapoktan, dengan harapan Gapoktan dapat menjadi lembaga ekonomi yang dimiliki dan dikelola petani. Gapoktan Tandala Mekar yang beranggotakan 273 orang yang terdiri dari 10 kelompok tani dan 198 orang petani melaksanakan Rapat Anggota

Tahunan bertempat di Ponpes Manarul Huda Kp. Cibugelan Kel. Gunung Tandala Kec. Kawalu. Acara RAT ini dibuka secara resmi oleh Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat, M.Si yang dihadiri pula Wakil Walikota Tasikmalaya, Anggota DPRD, Kadis Pertanian, Kehutanan & Perkebunan, Dinas KUMKM & Perindag, Camat Kawalu, Lurah se-Kecamatan Kawalu, Tokoh Ulama dan Tokoh Masyarakat, Kamis (13/01). Dengan dilaksanakannya PUAP ini Gapoktan Tandala Mekar terasa sekali manfaat-

6
Pemkab Anambas Himbau Berlakukan Jam Wajib Belajar
Anambas, (MR) Jam wajib belajar perlu diberlakukan kembali oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas melalui Dinas Pendidikan (Disdik). Mengingat, pelaksanaan ujian nasional (UN) sudah semakin dekat. Hal ini diungkapkan wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris,SH. Mantan Legislator yang akrab disapa Haris ini mengatakan, pendidikan sangat erat kaitannya dengan anak didik di sekolah. Jam belajar menurutnya, sebaiknya diberlakukan hingga pukul 21.00,bila perlu pukul 19.00 anak sekolah tidak boleh nonton Televisi seperti di Kabupaten Tasik, tentunya harus disertai dengan kontrol yang ketat. “ Lakukan razia terhadap pelajar yang masih keluyuran saat jam wajib belajar. Tentu ini akan mendukung program pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas,” sarannya. Ditemui MR, Kamis (27/01) di ruang kerjanya, Haris menilai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) merupakan instansi yang tepat untuk melakukan razia terhadap pelajar yang masih keluyuran hingga malam hari. Dikatakannya, pemberlakukan jam wajib belajar bisa diawali dengan menyurati sekolah-sekolah melalui Kacabdis (Kepala Cabang Dinas) di tingkat kecamatan. “ Pelan-pelan kita kembali berlakukan jam wajib belajar. Tujuannya, agar pelajar bisa membatasi antara bermain dan belajar, apalagi akan menjelang UN,” harap Haris. Ia mengharapkan Disdik dapat merealisasikan jam wajib belajar. Begitu pula dengan para guru di sekolah, dan orangtua murid harus mengawasi intensitas belajar anak-anaknya. “Ini penting, agar dapat meningkatkan peran pendidikan anak-anak sekolah, sehingga siswa dan siswi kita bisa mencapai target nilai yang baik dalam menghadapi materi pelajaran,” tegasnya. >>Edward

Pendidikan
Orang tua masa kini lebih cenderung mengajak anak-anak mereka ke mall daripada membaca buku. "Anak-anak itu juga lebih tertarik untuk bermain game atau menonton televisi daripada membaca buku. Hasilnya anak-anak tidak suka membaca buku,"
Jakarta,(MR) Survei UNDP (United Nation Development Program) menyebutkan Indonesia merupakan negara yang rendah minat bacanya. Laporan UNDP itu menyimpulkan rata-rata orang Indonesia hanya membaca satu judul buku atau bahkan tidak membaca sama dalam sekali satu tahun. "Keadaan kita beda jauh dengan masyarakat Belanda yang membaca 30 judul buku dalam satu tahun. Untuk kawasan Asia, Indonesia kalah dari Thailand yang membaca 5 judul dalam satu tahun," kata Sani B. Herwaman, psikolog anak dan direktur Lembaga Psikologi Daya Insani dalam peluncuran buku "Juven Sahabat Sejati," di F Cone, FX Mall, Jakarta, Kamis (27/1). Sani mengatakan minat baca harus ditumbuhkan sejak anak-anak lahir. "Penelitian mengungkapkan anak yang sejak lahir diajak berkomunikasi dan dibacakan cerita akan mempunyai kemampuan verbal lebih tinggi dibandingkan yang didiamkan saja," kata Sani. Menurut Sani orang tua masa kini lebih cenderung mengajak anak-anak mereka ke mall daripada membaca buku. "Anak-anak itu juga lebih tertarik untuk bermain game atau menonton televisi daripada membaca buku. Hasilnya anak-anak tidak suka membaca buku," katanya. Sani mengatakan bahwa untuk merangsang minat baca anak-anak usia sekolah, orang tua harus mengurangi faktor penghambat seperti game dan

Tahun Edisi 229 Tahun X I Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Game dan Televisi "Musuh" Minat Baca

televisi. "Saat bermain game anak-anak cenderung tidak memperhatikan keadaan sekeliling dan membuat mereka menjadi individualis," katanya. Lebih lanjut dia mengungkapkan buku merupakan media yang sangat baik untuk melakukan transfer nilai kepada anak serta men-stimuli kreativitas, kemampuan berpikir empirik dan kemampuan

Hermawan Sulistyo:

linguistik anak. "Hal itu menjawab kebutuhan akan pendidikan budi pekerti selain kebutuhan akademis," katanya. "Membaca bermanfaat untuk meningkatkan mental alertness, daya tangkap, kreativitas dan logika berpikir dan meningkatkan wawasan pengetahuan. Membaca juga menanamkan nilai positif seperti rasa empati, solidaritas, toleransi dan tolong menolong," katanya.

Menurut Sani, membaca juga bermanfaat membentuk karakter positif dan membangun hubungan emosional hangat dengan orang tua. "Hubungan itu akan terbentuk bila orang tua mengajak anakanak mereka berdiskusi mengenai suatu topik yang dibaca," Dia juga menyarankan orang tua agar mengajak anakanak ke toko buku dan membiarkan mereka memilih buku sendiri. >> Ediatmo

SMK Al Washliyah Sukra

Buku Untuk Sekolah Sebaiknya Selektif
lebih selektif serta ketat," ujarnya. Ini penting, demikian Hermawan Sulistyo, agar tidak masuk ke ruang politik. Secara terpisah, Anggota Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Paskalis Kossay menyatakan, serial "buku SBY" dan isinya harus dihargai sebagai hak cipta intelektual yang bagus." Namun tentang halaman depan karikatur SBY sangat disayangkan, karena itu bisa dianggap pelecehan simbol negara. Presiden RI itu simbol negara," tandasnya. Karena itu, ia mengharapkan, agar penulis dan dewan editor-nya dengan sadar mau menarik buku-buku tersebut dari peredaran. " Apalagi model buku jika model buku yang kontroversial seperti itu diajarkan kepada murid sekolah. Tambah ruwet nantinya. Ini perlu perhatian serius," ujar Paskalis Kossay. >> Ediatmo

Membangun TK Dengan Dana PNPM

Gelar Seminar Edukasi Kesehatan Sekolah
Indramayu, (MR) Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK AlWashliyah Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, secara berkala menggelar kegiatan Seminar Edukasi Kesehatan Sekolah, dibeberapa lembaga pendidikan baik Negeri maupun Swasta didaerah setempat. Hal tersebut dikatakan sejumlah pelajar SMK Al Washliyah Sukra kepada MR di Kampus SMP Pemda Anjatan baru-baru ini. “ Kami mendapat tugas dari Kepala Sekolah Linda Yani, S. Kep. M. Kes. untuk menyelenggarakan Seminar Edukasi Kesehatan Sekolah, “ Ujar siswi berparas cantik yang enggan menyebutkan namanya. Para Murid SMK Kesehatan Al Washliyah Sukra menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan Seminar Edukasi Kesehatan Sekolah bagi siswa/siswi setingkat SMP adalah sebagai wujud nyata kegiatan sosial terpadu sekolah yang dilaksanakan secara berkala. Penelusuran MR menyebutkan, Gedung SMK Al Washliyah Sukra yang terlihat megah dan mentereng itu, berlokasi di Jln. Raya Sukra No. 8 Sukra Indramayu, membuka Program Keahlian Keperawatan dengan SK Mendiknas No. 421.5/ Kep.82-Disdik/2010 yang di Pimpin Kepala Sekolah Linda Yani, S. Kep. M. Kes. >> Mukromin

Tampak bangunan baru TK. Kertabumi Kecamatan Cijeungjing

Walikota Tasikmalaya

Jakarta,(MR) Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr Hermawan Sulistyo mengatakan bahwa untuk mencegah terjadinya kontroversi masuknya buku-buku bernuana politik praktis di lingkup sekolah, sebaiknya dewan editor harus lebih selektif. "Tetapi bagi saya, buku sejelek dan sesalah apa pun, masih lebih baik daripada tidak ada buku. Anak-anak didik kita memang amat butuh dan haus

akan buku," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat. Ia mengatakan itu, merespons kontroversi peredaran seri "buku SBY" di sejumlah sekolah di Pulau Jawa, yang oleh sejumlah kalangan dianggap kurang layak. "Memang untuk bukubuku di sekolah, artinya yang menyangkut pendidikan, sebaiknya Dewan Editor-nya dan pengawasan dari pihak Kementerian atau Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) harus

Resmikan PAUD Nurul Huda Bantarsari
Kota Tasikmalaya,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si. meresmikan PAUD Nurul Huda. Bertempat di RW 05 Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Pada kesempatan tersebut hadir pula Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, anggota DPRD, Camat Bungursari serta masyarakat setempat, Jumat (14/01). Ustad Dodi Suryadi dalam laporannya menyampaikan tujuannya dibentuk PAUD Nurul Huda Di diwilayah RW 05 adalah untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, ceria, cinta qur’an dan hormat kepada orang tua juga mendukung program Pemerintah terutama dibidang pendidikan pada usia dini, dengan jumlah murid sekarang mencapai 417 anak dan guru 4 orang, anggaran kegiatan tersebut hasil dari swadaya masyarakat, pungkasnya. Pada acara tersebut terlihat Walikota Tasikmalaya sangat antusias menyemangati jajaran pengurus PAUD Nurul Huda yang baru diresmikan untuk suksesnya pendidikan dasar pada usia dini, dan berpesan kepada para orang tua agar selalu menjaga anaknya serta senantiasa memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya, karena perilaku orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, tuturnya. >> H. Ade Dimyati

SMK YPC Singaparna Unggul Dalam Prestasi
Tasikmalaya,(MR) Keberadaan SMK YPC Singaparna di wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan berbagai programnya tidak menjadi sia-sia itu terbukti dengan banyaknya prestasi yang ditorehkan oleh sekolah ini. Baru-baru ini telah mendapatkan prestasi di bidang lomba automotif sebagai juara kedua tingkat propinsi atas nama Reza Mochammad Ilyas dimana sebelumnya juga menyabet penghargaan sebagai juara ke tiga lomba aplikasi elektronika Tahun 2008 itu semua tidak lepas peran dari semua yang terlibat di dalamnya mulai dari bimbingan guru arahan kepala sekolah juga peran orang tua sangat membantu dalam peningkatan kualitas pendidikan. Sesuai dengan program pemerintah sekarang ini untuk mengutamakan SMK sebagai sekolah prioritas yang diutamakan dalam pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas. Menurut H Adang Abdullah SPd. MPd selaku kepala sekolah SMK YPC Singaparna Tasikmalaya yang berdiri pada tahun 1997 merupakan satu satunya Boarding School yang di punyai oleh Singaparna dengan didukung oleh berbagai sarana dan prasarana memadai yang memenuhi standar pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Pesantren Cintawana dengan mengusung kelompok Teknologi dan Industri. Menjadikan SMK yang unggul dalam prestrasi yang didasari oleh iman dan taqwa sesuai dengan akhlakul karimah dengan dibekali Ilmu Pendidikan dan Teknologi untuk mampu bersaing di tingkat nasional maupun dalam era globalisasi. Dengan menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif secara intensif kepada seluruh siswa. Menghasilkan tenaga profesional di bidang teknologi untuk memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri serta mengintensifkan hubungan dengan dunia usaha atau dunia industri yang memiliki reputasi nasional dan internasional untuk pembekalan agar mampu mengembangkan diri dan siap terjun ke dunia kerja. Untuk lebih meningkatkan kulitas pendidikan di SMK YPC Singaparna tak hentihentinya terus berbenah dan selalu berusaha menutupi segala kekurangan yang dibutuhkan oleh sekolah mulai dari ruang kelas belajar sampai sarana penunjang lainya tak lepas peran serta dari pemerintah pusat maupun daerah juga donatur ikut berperan aktif membantu kekurangan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh sekolah SMK YPC Singaparna dalam mencapai kemajuan yang berarti. >> Zamzam

Ciamis,(MR) Agar segala sesuatu berjalan lancar, Langkah musyawarah merupakan hal yang selama ini senantiasa mewarnai kinerja Pemerintah Desa, salah satunya Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis tidak hanya sebatas masalah pemerintahan, tapi berbagai urusan terutama yang menyangkut warga semua. Berawal dari musyawarah bersama, antara pemerintah desa dengan jajaran lembaga serta tokoh masyarakat di putuskan bahwa bantuan dana dari pemerintah berupa PNPM di alokasikan untuk membangun Taman Kanak-kanak (TK). Yeni Setianingsih selaku kepala TK Kertabumi memaparkan kepada MR, awalnya bangunan tersebut disini, tapi prakarsanya dari desa yang dulunya LKMD, sekarang ada program dari pemerintah berupa PNPM untuk program 2010 baru bergulir, dengan jumlah guru didik dengan 2 guru 1 kepala sekolah jumlah murid 30, diharapkan ada bantuan lagi terutama fasilitas sarana bermain, juga pagar pembatas untuk keamanan anak bermain, dengan adanya bantuan tersebut Alhamdulillah animo masyarakat dengan tinggi untuk menyekolahkan anaknya ke TK Kertabumi ini. jelas Yeni. Drs. Dadang Sutarlan selaku Kepala UPTD Cijengjing mengucapkan terimakasih atas bantuan pemerintah maupun masyarakat Kertabumi sebagai bentuk upaya, terwujudnya bangunan TK tersebut mudah-mudahan anak didiknya di TK tersebut lebih meningkat, ujarnya. >> HR

Cacingan Berpotensi Turunkan Kecerdasan Otak
Jakarta,(MR) Pakar Kesehatan Anak Universitas Indonesia Saleha Sungkar mengatakan, penyakit cacingan yang biasa ditemui di wilayah tropis termasuk Indonesia, ternyata mampu menurunkan kualitas kecerdasan otak jika tidak segera ditangani dengan serius. "Ancaman penyakit cacingan pada generasi penerus perlu ditangani secara serius, konsisten dan berkesinambungan sebab cacingan menyebabkan anak kekurangan gizi, anemia dan kecerdasan mereka menurun," kata Saleha di Jakarta, Senin. Menurut Saleha di wilayah tropis seperti Indonesia cacing usus yang sering ditemukan adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris Trichiuria) serta cacing tambang (Necator Americanus dan Ancylostoma Duodenale). "Cacing menyebabkan diare, menyerap gizi, vitamin, serta darah si anak dan dapat menimbulkan pendarahan usus sehingga anak akan mengalami hambatan perkembangan fisik dan kecerdasan," kata Saleha. Oleh karena itu, menurut dia, pengendalian cacing merupakan strategi paling efektif untuk meningkatkan kualitas SDM di negaranegara berkembang seperti Indonesia dengan memulai meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut. >> Ediatmo

MTsN Sukamanah Dambakan Lab. Bahasa dan Gedung Pertemuan
Tasikmalaya,(MR) MTsN Sukamanah Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya merupakan sekolah unggulan terpavorit dengan jumlah siswa terbanyak mencapai 1000 orang,28 rombel (rombongan belajar) terakreditasi A plus yang menjadikan sebagai sekolah percontohan. Tetapi dalam proses KBM (kegiatan belajar mengajar) masih ada kekurangan yang dibutuhkan oleh sekolah ini diantaranya belum memiliki ruangan Lab Bahasa sebagai sarana penunjang berikut gedung pertemuan. Menurut Hj. N Cucu selaku kepala sekolah pihaknya telah beberapa kali mengajukan kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan hingga saat ini masih belum terlealisasi mengingat keberadaan ruang Lab bahasa dan gedung pertemuan sangat dibutuhkan sekali. >> Zamzam

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Pendidikan
Natuna, (MR) Gedung berukuran 8x 12 itu, tampak tidak dikerjakan lagi, Tiang teras gedung, sudah mulai retak-retak. Dinding bangunan telah selesai dibangun, tetapi atap gedung masih plong, kemungkinan besar, keretakan diakibatkan terik matahari, atau sebaliknya. Di lantai dasar, masih banyak berserakan broti ukuran 2x3. Tampaknya bangunan ini, belum lama ditinggalkan pekerjanya. Kepala SMA II Bunguran Timur Nurjunaidi, ketika dimintai komentarnya seputar bangunan Lebkom (laboratorium Komputer) milik Dinas Pendidikan Provinsi, dinilai pekerjaannya tidak selesai, sedikit mengelak. Dia hanya membenarkan bangunan tersebut, milik Dinas Pendidikan Provinsi. Menyangkut kenapa tidak selesai, Sayapun tak tahu.Kalau mau kepastiannya, Tanya aja ke Dinas Provinsi katanya. Ini jamannya Pak Arifin Nasir, sekarang bukan dia lagi Kepala Dinas sudah ganti. Menyangkut sumber dananya di ambil dari APBD Provinsi, soal jumlahnya saya tidak tahu, kemarin ada papan plangnya, kemungkinan sudah di buang katanya. Nurjunaidi juga berharap, kiranya, bangunan Laboratorium Komputer, segera diselesaikan. Soalnya bangunan ini sangat perlu, untuk menunjang program Pemerintah Pusat, maupun Daerah, meningkatkan mutu pendidikan yang lebih baik. Jika prasarana, untuk menunjang kegiatan belajar tersendat, bagaimana kita dapat meningkatkan mutu pendidikan? Harapnya, Dinas Pendidikan Provinsi segera menyelesaikan bangunan itu, pintanya. Hasil investigasi dilapangan, pihak rekanan tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dikarenakan tidak ada “ Modal” untuk membeli kerangka baja untuk atap bangunan. Sementara kondisi bangunan yang belum selesai, pemasangan atap, plapon, pintu, serta cat bangunan. Sementara itu Kadis Pendidikan Provinsi Yatim Mustofa, saat dihubungi melalui telepon selulernya, mengakui, adanya pembangunan Lebkomputer, di SMA N 2 Bunguran Timur. “ Memang ada bangunan Lebkom, tidak selesai dikerjakan ” tetapi kita sudah lakukan pemutusan kontrak. Tidak ada kerugian Negara, Sisa proyek telah kita kembalikan ke Kas Negara, papar Yatim. Berselang beberapa saat, kembali wartawan MR dihubungi. Ternyata, Kadis Pendidikan Provinsi, segera memerintahkan PPTKnya untuk menerangkan lebih jelas lagi. Dalam penjelasannya, Wan Anzam, meminta agar wartawan Koran ini, konfirmasi langsung dengannya. Namun karena jarak jauh, Dirinya meminta perwakilan MR yang ada di Provinsi saja.” Kalau dapat Bapak harus lang-sung konfirmasinya, soalnya sulit untuk menerangkan lewat telepon, sarannya. Wan Anzam mengatakan, pekerjaan Lebkom SMA N 2 Bunguran Timur, bukan terbengkalai. Tetapi pekerjaan itu telah diputus kontrak. Tidak ada kerugian Negara, Total

7

Sanksi Tiga Tahun untuk Sekolah Pemalsu Data Peserta SNMPTN
Yogyakarta, (MR) Sekolah yang ketahuan memalsukan data siswa dalam pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan nasional tidak akan diikutsertakan dalam proses penerimaan selama tiga tahun berturut-turut. Bentuk sanksi bagi sekolah yang berbuat curang itu ditegaskan Pembantu Rektor I bidang Akademis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Ravik Karsidi, Senin (31/1). Karena, menurutnya, sekolah mencederai kepercayaan yang diberikan. " Sesuatu yang sangat kami kedepankan dalam sistem penerimaan undangan nasional ini," katanya. Sanksi berat juga akan dijatuhkan kepada siswa yang didaftarkan. Mereka tidak akan diikutkan dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang dulu bernama jalur Penelusuran Minat Dan kemampuan (PMDK) tersebut. Lebih jauh Ravik yang mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang akan diterima UNS melalui jalur undangan nasional pada tahun ini sebanyak 760 orang atau 20% dari total kuota yang disediakan. Sisanya, 30% dari jalur swadana, dan 50% dari jalur SNMPTN ujian tertulis. Berbeda dengan tahun lalu, proses seleksi pada tahun ini jauh lebih ketat. Salah satunya dengan mematok standar nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri lain. Yakni, memiliki nilai rata-rata rapor 7,5 selama tiga semester berturut-turut. Tanpa ada nilai kurang dari atau sama dengan 5,0 untuk setiap mata pelajaran. >> Suratno

Pembangunan Lab Kom “Terbengkalai,”
Panitia Mengaku Sudah Putus Kontrak

Bangunan Lab Kom SMA II Bunguran Timur yang “terbengkalai”

pekerjaan dilaksanakan pihak rekanan 53,41 persen, sementara uang muka yang kita banyar 30 persen , ”Tolong jangan ditulis terbengkalai”, katanya lagi. Mendatang. Menyangkut jumlah anggaran dalam pembangunan lebkom ini, Dirinya

lupa berapa besar anggarannya, Perlu diketahui tidak ada kerugian Negara, bahkan upah kontraktor 23,41 persen kita tidak banyarkan, benarkah demikian ? Jika bangunan Lebkom SMA 2, tidak selesai, kata apa yang tepat selain terbengkalai?, apakah kata tertunda?. >> Roy.

SDN Rahayu Butuh Rehabilitsi Gedung
Tasikmalaya,(MR) SDN Rahayu yang terletak di Kecamatan Cineam Kab, Tasikmalaya perbatasan dengan Kecamatan Cidolog Kab. Ciamis saat ini keberadaannya dinilai sudah tidak resentatif lagi dua ruang kelas belajar yang sudah tidak terpakai satu diantaranya atapnya sudah ditopang oleh bambu untuk menghindari ambruk. Melihat kondisi bangunan sangat parah rasanya sudah tidak layak untuk digunakan sebagai sarana KBM (kegiatan belajar mengajar). Sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 123 orang dalam kegiatan belajar saat ini masih memanpaatkan bangunan yang ada termasuk bangunan rumah dinas dan membagi dua satu ruang kelas sebagai sarana belajar mengingat keterbatasan ruangan kelas. Sarana penunjang lainnya yang belum dimiliki oleh sekolah ini menurut Muchtar selaku kepala sekolah juga Ihin Sugandi selaku Komite Sekolah. Diantaranya tidak adanya kantor untuk ruangan guru dan kepala sekolah hingga saat ini ruangan guru masih berbagi dengan satu ruangan belajar dengan siswa begitu juga dengan ruangan kepala sekolah yang mempergunakan ruangan UKS ditambah belum adanya ruangan perpustakan, musola dan toilet. Muchtar maupun Ihin berharap agar pemerintah cepat tanggap dan peduli terhadap SDN Rahayu saat ini mengingat keberadaanya sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar perbatasan Kab.Tasikmalaya dengan Kab Ciamis. >> Zamzam

TK Intan Terima Dana Hibah SarPras sesuai Peruntukannya
Surabaya,(MR) Taman Kanak-Kanak (TK) Intan yang terletak dikecamatan Bulak wilayak Surabaya Timur mendapatkan bantuan dana hibah tahun 2010. dalam pengajuan proposal yang di ajukan ke Diknas Kota Surabaya TK Intan mengajukan sebesar Rp 65.000.000 tetapi terealisasi sebesar Rp 58.000.000. satu yang teristimewa dari TK Intan adalah adanya Kolam Renang milik TK Intan tersebut. Dalam dana hibah sarpras tersebut TK Intan mengajukan perbaikan gedung depan dan membuat keramik untuk kolam renang. Siswa dapat belajar berenang setiap hari Jumat dan itu kegiatan Ekstrakulikuler, ujar Dra. Yulianti Puspaningtyas saat menemui wartawan di sela-sela kesibukkan nya. Lebih lanjut Yulianti biasa di panggil menjelaskan sebelum turun dana hibah tersebut banyak CV yang datang dan mengajukan untuk perbaikan apa yang di minta sesuai proposal. Karena ketakutan Yulianti menghadap Bambang Sekretaris Diknas Kota Surabaya di takutkan dana tersebut nanti turun tidak langsung di terima oleh Rek TK Intan tetapi di ambil oleh CV tersebut. Semua dana hibah saya kelola sendiri dan sesuai dengan pengajuan proposal di karenakan saya takut terkena masalah dan hal itu sangat rawan. Saat menjumpai wartawan pun kondisi TK Intan juga masih dalam perbaikan. Yulianti sangat bersyukur dan senang dengan mendapatkan bantuan dana hibah tersebut karena bisa membantu dalam pengembangan dan pembangunan TK Intan. dan mengharapkan adanya bantuan lain guna kemajuan anak didiknya di tahun-tahun akan datang. >> Dea

Jajanan Anak Sekolah Diawasi Tim Gabungan Kementerian

MTs KHZ Muttaqin Butuh Bantuan
Tasikmalaya,(MR) MTs KHZ Muttaqin Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah siswa sebanyak 390 orang,10 rombongan belajar dalam Kegiatan Belajar Mengajar sangat membutuhkan tambahan 3 ruang kelas baru untuk melengkapi 7 ruangan kelas yang sudah ada. Dengan segala keterbatasan yang ada untuk sementara waktu terpaksa mempergunakan 3 ruang kelas bangunan diniyah yang masih merupakan satu lingkungan dengan MTs KHZ Muttaqin karena keberadaanya masih di bawah naungan pesantren. Harapan Gaosul Adom selaku kepala sekolah mengharapkan bantuan dari pemerintah agar secepatnya terlealisasi guna menimalisir kekurangan yang dibutuhkan oleh sekolah ini.

Bantuan BSM Sangat Terbatas
Dana BSM (bantuan siswa miskin) untuk SMP KHZ MUSTHOPA Kab. Tasikmalaya dinilai sangat terbatas dari 200 orang jumlah siswa yang diajukan hanya 6 orang yang berhak mendapatkan. Menurut Endang Suparman selaku Wakil Kepala sekolah Bidang Kesiswaan hal ini dinilai sangat jauh dari yang diharapkan mengingat jumlah siswa yang diajukan untuk mendapatkan BSM sudah tergolong siswa paling kurang mampu dari jumlah keseluruhan siswa sebanyak 352 orang.bila dibandingkan dengan sekolah yang lainnya SMP KHZ Musthopa termasuk sekolah yang paling sedikit mendapatkan BSM. Endang berharap untuk tahun berikutnya harus ada peningkatan yang sangat berarti guna menghindari kecemburuan sosial yang ditimbulkan oleh siswa lain yang belum mendapatklan bantuan BSM. >>Zamzam

Jakarta,(MR) Tim Gabungan antar kementerian akan mengawasi mutu jajanan anak sekolah karena masih ditemukan 40-44 persen jajanan yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan. "Selama ini belum ada koordinasi yang baik antar instansi sehingga pengawasan belum bisa efektif. Jadi kami akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan untuk pengawasan," ujar Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Kustantinah ketika ditemui pada acara ulang tahun Badan POM di Jakarta, Senin. Selama 2009-2010 kantin sehat baru ada di 453 sekolah (0,25 persen) dari 178.240 sekolah SD di seluruh Indonesia padahal hasil survei Badan POM menunjukkan sebanyak

78 persen anak sekolah jajan di lingkungan sekolah baik di kantin maupun penjaja makanan di sekitar sekolah. Survei yang dilakukan pada 2008 itu juga menunjukkan bahwa pangan jajanan di sekolah memegang peran penting dalam memberikan asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. Pangan jajanan di sekolah ditemukan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan

energi sebesar 31,1 persen dan protein sebesar 27,4 persen. Padahal hasil pengawasan jajanan anak sekolah yang dilakukan rutin Badan POM selama 2006-2010 menunjukkan masih ada sekitar 40-44 persen jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan yang disebabkan oleh penggunaan bahan berbahaya yang dilarang digunakan untuk pangan seperti formalin, boraks, zat pewarna rhodamin B dan

methanyl yellow. "Jadi kami akan menyatukan lintas sektor dalam satu program agar pengawasan bisa efektif. Misalnya pengujian akan dilakukan di Badan POM, pembinaan promosi kesehatan dari Kementerian Kesehatan, atau sosialisasi lewat ibu-ibu PKK dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Kemudian bagaimana menjaga jajanan sekolah tetap sehat dari Kementerian Pendidikan," papar Kustantinah.>> Tedy S

Rapel Tambahan Penghasilan Guru Dipertanyakan
Natuna, (MR) Di dalam buku itu tertulis Peraturan Bupati Nomor 3 tahun 2010 tentang penjabaran pendapatan dan belanja daerah. Dalam anggaran tersebut tertulis nyata, Rapel tambahan penghasilan Guru tahun 2009 total nilai hampir setengah milyar. Hasil investigasi dilapangan, akhir Desember lalu, beberapa guru mengatakan, belum menerima Rapel tambahan untuk bulan Juli-Desember 2010. Sementara Pemerintah Daerah telah melakukan pengesahan baru anggaran APBD Natuna tanggal 23 Desember lalu. Pertanyaannya, mengapa belum diserahkan ?. Juru banyar SMA Dinas Pendidikan Firdaus biasa di panggil Ping, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, mengatakan, telah menyerahkan semua Rapel tambahan penghasilan guru tahun 2010,”. Ia mengatakan tidak ada masalah dalam penyaluran Rapel tambahan penghasilan guru dari SBY itu. Semuanya telah kita serahkan kepada yang bersangkutan. Sistem penyerahannya per 6 bulan, Januari-Juni, Juli-Desember. Nilai nominalnya Rp 250.000 per bulannya, bagi Fungsional. Total anggaran 638 juta. papar Ping. Anehnya saat konfirmasi Ping selalu mengatakan kegiatan ini bukan hanya di SMA saja, SD dan SMP juga ada, paparnya, seakan tidak ingin hanya dirinya yang di soroti. Bahkan peryataan itu dilontarkannya sampai berulang-ulang. Firdaus juga menyangkal jika ada Rapel tambahan penghasilan guru tahun 2009. “ Kita banyar hari ini rapel tambahan tahun 2010 ” jawabnya enteng. Data yang di himpun wartawan Koran ini, jauh berbeda dengan pengakuan juru banyar Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna. Pada hal sangat jelas tertulis didalam buku peraturan Bupati nomor 3 tahun 2010, Rapel tambahan penghasilan guru tahun 2009 dengan nilai 468 juta. Pertanyaannya, Kemana dana tersebut bermuara ?, Apakah buku Peraturan Bupati nomor 3 itu yang salah atau ada oknum bermain didalamnya ? Diminta aparat hukum segera menyelidikinya. Info terbaru diterima wartawan Koran ini, ternyata rapel tambahan penghasilan Guru, baru di banyar tanggal 3 Januari lalu. Sementara tanggl 25 sudah tutup buku, dan tanggal 23 telah dilakukan pengesahan APBD Natuna. Yang jadi pertanyaan, mengapa dana tersebut telat di cairkan, dan dimana dana tersebut disimpan ?, Lucunya lagi anggaran baru cair setelah wartawan Koran ini melakukan konfirmasi. Di tempat terpisah Politikus Muda dan Berbakat Dwitra Gunawan turut angkat bicara. Wakil Ketua komisi II dari Partai Demokrat itu, menilai ada yang tidak beres dalam hal penyaluran rapel tambahan penghasilan Guru. Jika benar awal Januari baru di banyar ? Itu telah menyalahi prosedur, sudah ada indikasinya. “ Ini harus di kroscek, tidak ada jalannya anggaran tahun 2010 di banyarkan tahun 2011, lagi pula dana itu dari Pusat. Menimpali adanya anggaran baru dibuku APBD, nanti akan kita periksa, Jika benar kita akan panggil yang bersangkutan paparnya. Dia juga mengatakan, perlu pembersihan dilakukan di Dinas Pendidikan Natuna, Diharapkan siapaun Bupati terpilih, agar segera melakukan perbaikan di instansi itu, alasannya, mereka bekerja tidak propesional, bahkan tidak mengerti apa yang dikerjakan. SPPD Guru Perlu Pengawasan Menyangkut keluhan beberapa guru terkait anggaran perjalanan Dinas tidak pernah dirasakan, Dwitra Gunawan mengatakan , akan meminta,

Dwitra Gunawan Wakil Komisi II DPRD Natuna

ANGGOTA PKS : Para anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) SMP Negeri 1 Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, berphoto bersama sesuai melaksanakan latihan rutin kegiatan kedisiplinan di halaman depan Kampus Sekolah tersebut, yang berlokasi di Jln. Jend. Ahmad Yani Anjatan Indramayu, belum lama ini. (Foto
: Abdullah)

kepada BPKD berkas perjalanan Guru baik dalam maupun luar Daerah. Dikatakannya Dia juga sering mendengar keluhan itu. Jika dana SPPD Guru Itu, tidak di pakai buat apa di anggarkan? Setiap tahun perjalanan dinas Guru di dalam maupun luar daerah Rp 300 juta. Kalau memang tak di pakai lebih baik di plot kepada kegiatan lain. Meski Firdaus mengatakan dana tersebut di kembalikan, Dirinya akan melakukan pengecekan,sebab perjalan Dinas dalam daerah rawan sekali.” Nanti akan kita lakukan pengecekan janjinya. >> Roy

8
K

Advertorial

Edisi 229 Tahun XI 2 - 10 Februari 2011

Kabupaten Lingga Rayakan HUT ke 7
abupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau beberapa hari yang lalu (07 /01) merayakan hari ulang tahunnya yang ke 7, sempena hal tersebut Bupati Lingga Drs.Daria menyerahkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat Kabupaten Lingga secara simbolis. Bantuan yang diberikan berupa life jacket dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, alat Tangkap ikan dari dinas perikanan Kabupaten Lingga, dan memberikan Hand traktor beserta Pompa air. Bupati Lingga memberikan bantuan berupa piagam penghargaan pelestarian tanaman bakau dari dinas pertanian kabupaten Lingga. Acarapun dimeriahkan dimeriahkan oleh beberapa hiburan rakyat di tambah lagi dengan kehadiran Keristina malam hari jadi Kabupaten Lingga menjadi lebih meriah selain antusias masyarakat yang hadir, hampir seluruh instansi yang ada di Kabupaten Lingga juga hadir. Seperti dihalaman gedung nasional Dabo Singkep kabupaten Lingga di gelar hiburan khusus masyarakat kabupaten dengan penampilan penampilan seni yang ada di kabupaten Lingga, serta berbagai penampilan dari beberapa suku etnis yang ada dikabupaten Lingga guna turut memeriahkan acara tersebut. Memeriahkan HUT ke 7 Kabupaten Lingga, mulai dari pelosok hingga perkotaan masyrakat hadir dihalaman Gedung Nasional, dan itu membuktikan dua priode Kabupaten Lingga dipimpin Bapak Drs.H. Daria sukses baik dari segi pembangunan hingga perekonomian daerah. Hal itu juga diucapkan salah satu tokoh dari masyarakat Suku Laut. “ Saya sangat mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak Bupati Lingga karna pada masa kepemimpinannya hingga kini, beliau sangat memperhatikan nasip Masyarakat Suku Laut “ Heri. Selesai melaksanakan Upacara Di Daik lingga bupati beserta seluruh peserta Upacara langsung menuju ke makam Kesultanan Lingga untuk berziarah, sekaligus memanjatkan do’a. Di Dabo Singkep sempena HUT LIngga Ke 7 ini juga di gelar jalan santai sabtu (08/07 )di Lapangan Merdeka, dengan melibatkan instansi dan Pelajar yang ada di Dabo Singkep, bahkan ada beberapa sekolah yang ada Di Dabo Singkep meliburkan siswa nya guna kemeriahan acara tersebut sabtu (08/07). *** Malam syukuran HUT ke-7 Kabupaten Lingga Dibuka dengan ditandai Pemukulan Gong Oleh Bupati Lingga

Sambutan Bupati Lingga Pada Malam Sukuran Hari Jadi Kab.Lingga

Bupati Lingga Bserta para tamu Undangan yang hadir dalam acara syukuran HUT Ke-7 Kabupaten Lingga

Bupati Lingga saat Penyerahan Cendera Mata pada malam syukuran HUT ke-7 Kabupaten Lingga

Ibu-ibu yang juga turut menghadiri undangan malam syukuran HUT ke-7 Kabupaten Lingga

Kadis Kehutanan Provinsi Kepri turut hadir pada malam syukuran HUT ke-7

Bupati dan Robongan Memasuki Gedung Nasional Dabo untuk Melihat Hasil-hasil Karya Lingga yang dikemas oLeh Dinas Pariwisata Lingga dan Perajin Kab.Lingga

Kerintina Mendapingai Bupati Lingga Melantungkan Suara Emasnya.

9
M

Nusantara

Edisi 229 Tahun XI 2 - 10 Februari 2011

Desa Tertinggal Kini Terang Benderang
eski hujan rintik-rintik, sejumlah warga Binjai memadati halaman kantor Kepala Desa Binjai. Kedatangan masyarakat itu, ingin melihat secara jelas peresmian listrik masuk Desa. Cuaca yang sejuk, manambah minat masyarakat menghadiri kegiatan itu. Sesekali ibu-ibu bersenda gurau, sambil memasak kernas dan singkong goreng. Beberapa tamu pun mulai mendekat. Rasa lapar mulai memancing, hingga hitungan detik tamu yang hadir, mulai mencicipi kernas dan goreng ubi. Entah karena lapar atau karena cuaca, gorengan yang disuguhkan ibu itu pun mulai dimakan. Sebahagian disuguhkan kepada Tamu yang hadir. Kades Binjai Abdul Said, dalam laporannya diawali dengan pantun. Dia mengatakan masyarakat binjai sangat berterima kasih kepada Bupati Natuna Raja Amirullah apt, telah meresmikan listrik di Desa binjai, serta telah memberikan gratis intalasi Listrik kepada 128 KK. Kami harap kiranya Bupati mau membantu biaya subsidi listrik masyarakat 50 persen, kata pak kades. Said juga mengatakan, Listrik ini sudah lama di idam-idamkan oleh masyarakat, barulah hari ini, terwujud. Selama 3 bulan listrik ini kami buat permohonannya, hari ini telah tercapai. Meski memakai tiang kayu, yang penting tidak seperti listrik PLN Ranai, sekali hidup, sekali mati, kata Abdul Said, dengan bahasa terbatabata. Ti d a k l u p a j u g a , K a d e s B i n j a i menerangkan arti hiasan di tenda warna kuning dan biru, itu mempunyai makna tersendiri, artinya Golkar dan PAN. Kebetulan Pak Bupati mau mencalonkan lagi, semoga masyarakat dapat memilih sesuai hati nurani, dan kalau dapat pak Bupati terpilih lagi, katanya sedikit bercanda. Tidak mau kalah, Bupati Natuna Raja Amirullah Balas dengan pantun. Dikatakannya, sesuai visi misi Daeng Raja, ada 4 pilar yang mau diteruskan. Yakni Arus Telekomunikasi, transportasi, Pemerataan energy listrik, dan air. Tentu program ini akan kita lanjutkan jika terpilih kembali. 65 tahun kita merdeka, baru hari ini masyarakat binjai merasakan listrik. Kedepannya, pembangunan akan dimulai dari Desa, dengan mengucurkan program PNPM, dan ADD kita ketahui program ini, termasuk sukses. Biarlah masyarakat yang mengerjakan, Saat ini, masih banyak SDM kita kekurangan. Dari 63 Desa baru 40 desa, punya Sekdes, termasuk Binjai, ini perlu disukuri. Jadi 23 Desa masih kekosongan Sekdes. “ Saya dibantu DPRD, merencanakan, bagaimana caranya agar didesa itu ada pekerjaan, tentu dengan program PNPM dan ADD. Baginya investasi penting adalah berbuat baik. Kita tidak tahu apakah Raja bisa jadi Bupati kembali, celutuknya. Raja juga meminta, agar masyarakat Binjai, membuat satu program saja, jangan banyakbanyak, satu tapi pasti dan bermanfaat. Tidak lupa memohon doa restu untuk ikut dalam Bupati Natuna Raja Amirullah, Apt pilkada 2011 nanti. >> Roy
menyampaikan sambutannya

Bupati Natuna Raja Amirullah menandatangani berita acara peresmian operasional listrik Desa Binjai

Tepung Tawar usai peresmian listrik Desa Binjai

Bupati Natuna Raja Amirullah disambut masyarakat Desa Binjai saat peresmian Listrik

Camat Bunguran Barat, Bupati, Plh Sekda dan Dirut Perusda turut menyaksikan tarian persembahan

Kabag Umum Setda Natuna Helmi Wahyuda SE, turut mendampingi kegiatan peresmian Listrik Desa Binjai

Dirut Perusda Natuna Urai Effet ST, meninjau operasional generator mesin listrik Desa Binjai

10
Galery Foto Kab. Lingga

Advertorial

Edisi 229 Tahun XI 2 - 10 Februari 2011

Turnamen "RESUN CUP" Kabupaten Lingga

Bupati Lingga memberikan pidato saat Pembukaan Turnamen Resun Cup

Foto bersama Buapti Lingga dan Ibu beserta Ketua dan Anggota DPRD Lingga.

Serah terima Cerndramata Oleh Ibu Bupati Lingga

Bupati Lingga dan Ibu didapampingi Undangan yang hadir pada acara Turnamen Resun Cup

Turut hadir Ibuk-ibuk PKK pada acara pembukaan turnamen Resun Cup

Bupati Lingga Beserta Rombongan saat Mencicipi hidangan yang disediakan oleh Panitia

Galery Foto Kab. Lingga

Bupati Adakan Ziarah ke Makam Sultan Lingga

Bupati Lingga beserta rombongan saat Memasuki Mesjid Sultan Lingga

Foto bersama bupati dan wakil bupati Lingga di makan Sultan Muhammad Syah

Bupati Lingga beserta Pejabat Daerah yang turut berziarah

Penggantian Kain Kuning, Simbol Melayu oleh bupati Lingga

Bupati sedang melaksanakan prosesi Ziarah Makam

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Investigasi
“Siapapun dan dari manapun perusahaanya, bila ingin melakukan pengelolaan sampah di Kota Batam, harus mengikuti prosedur dan aturan yang ada, jangan mentang-mentang pemilik perusahaan tersebut dekat dengan pejabat tinggi Pemko Batam, langsung dia yang di tunjuk, ini jelas telah melanggar aturan”
Batam,(MR) Meningkatnya pertumbuhan Kota Batam juga meningkatnya sampah di kota ini, Retrebusi sampah yang di tarik dari masyarakatpun makin meningkat, dan ini akan menjadi lahan bisnis bagi pejabatpejabat di Pemko Batam, dan bagaimana bisnis dari sampah ini dari hari kehari dapat masuk ke kocek mereka, berbagai macam cara mereka melakukannya, sehingga terciptalah kata swastanisasi sampah, pengelolaannya perusahaan swasta yang didalamnya diduga ada melibatkan pejabatpejabat Pemko Batam bersama kroni-kroni lainnya. Untuk menanggulangi jangan sampai keindahan Kota Batam terganggu oleh sampahsampah yang berserakan, akibat mundurnya PT SS sebagai pengelola, maka pihak Pemko Batam telah menunjuk langsung PT.RGA, untuk melaksanakannya, Padahal, bagi perusahaan yang akan melaksanakan kegiatan usahan di kota ini, wajib mengikuti mekanisme atau aturan yang ada, seperti mengikuti tender, atau pelelangan. Dengan putusnya masa kontrak Pemko Batam dengan pihak Pt.Surya Sejahtera yang selama ini telah melakukan pengelolaan sampah, kini Kota Batam terlihat sangat jorok, disana sini sudut kota Batam sampah menumpuk tak terangkut, yang mengeluarkan aroma yang sangat busuk, dan ini telah membuat berang anggota komisi III DPRD kota Batam. Namun setali tiga uang sikap Komisi III tersebut tak beda jauh dengan bobroknya panitia lelang, ujar Yusril salah seorang Ketua LSM Barelang pada Koran ini ( 29/1) di Batam Center . “Siapapun dan dari manapun perusahaanya, bila ingin melakukan pengelolaan sampah di Kota Batam, harus

11

Pencuri Kerap Beraksi di RSUD Karawang

Proyek Pengelolaan Sampah Kota Batam

Diduga Sarat “Kolusi”

Karawang,(MR) Pencurian kerap terjadi di RSUD Karawang, selain kendaraan para pengunjung juga kendaraan milik dokter dan perawat menjadi sasaran pencuri tersebut. Seperti yang terjadi belum lama ini, sebuah mobil jenis Honda City warna hitam dengan Nopol B1563KAA milik seorang dokter Ahmad Rizki dibobol maling saat diparkir di depan Instalansi Ibu dan Anak, kaca pintu depan sebelah kiri nyaris hancur, dalam kejadian ini yang hilang hanya sebuah remot control DVD hal tersebut dikatakan dokter Ahmad Rizki saat dimintai keterangan pihak kepolisian yang datang dari mapolsek Telukjambe. Setelah beberapa hari kemudian kembali sebuah motor tiger milik seorang perawat IGD juga lenyap di gondol pencuri, mudahnya para pencuri untuk melakukan aksinya diduga akibat dari lemahnya pengawasan dari pihak keamanan, selain itu juga para perawat yang tidak mematuhi peraturan untuk memarkir kendaraannya yang mana telah disediakan tempat untuk parkir motor karyawan. >> Cece/W

Salah satu tumpukan sampah di sudut Kota Batam

Oknum Kuwu Diduga “Caplok” Honor Pamong Desa
Indramayu,(MR) Tak semua program dan kebijakan pimpinan selalu berjalan dengan baik dan benar, karena kebijakan itu tidak semuanya bisa diterima dengan baik oleh penerima kebijakan, hal yang lajim terjadi dimana-mana. seperti yang terjadi di desa Mekarsari Kecamatan Tukdana Kabupaten Indramayu Jawa Barat, kalau honor pamong desa diduga dicaplok kepala desa (Karsita-red). Informasi yang di dapat wartawan koran ini desa Mekarsari terindikasi kepala desa mencaplok honor aparat desanya sendiri, beberapa pamong desa Mekarsari menuturkan kalau honor Triwulan dan ADD tidak pernah diberikan kepada mereka dengan alasan yang tidak jelas. Beberapa kali MR berusaha untuk menemui Kuwu Karsita tapi selalu tidak ada dikantor. Camat Tukdana Mismaka kepada wartawan koran ini menegaskan “ Kalau hal itu benarbenar terjadi, maka saya akan panggil kuwu tersebut dan akan saya peringatkan agar mengembalikan Hak-Hak pamong desa tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku ”.tegas camat >> Suhada

mengikuti prosedur dan aturan yang ada, jangan mentangmentang pemilik perusahaan tersebut dekat dengan pejabat tinggi Pemko Batam, langsung dia yang di tunjuk, ini jelas telah melanggar aturan” tukas Yusril. Dengan tidak diangkutnya sampah- sampah tadi, dan pihak mana selanjutnya yang akan mengerjakan, menurut Kabid Peningkatan Pelayanan DKP Kota Batam, Marzuki akan ada masa transisi pengelolaan sampah pasca pengun-

Lomba Mancing, Lahan “Korupsi”

duran PT. SSET, untuk itu pihak Pemko Batam bersama DPRD Kota Batam telah menunjuk PT. RGA untuk memback-up pangangkutan sampah- sampah tadi. Apa yang di lakukan oleh Pemko Batam tadi, tidak mendapat dukungan penuh dari Ketua LSM Barelang Yusril, ia mengatakan bahwa itu cuma akal-akalan saja, diterangkannya akal-akalan itu juga pernah berlaku saat penunjukans PT.SS sebagai pengelolaan sampah dengan kontrak selama 25 tahun, sementara PT. SS yang bermitra dengan DKP tidak memiliki pengalaman

untuk pengelolaan sampah di lokasi TPA Punggur. “Dasar pertimbangan telah memberi jasa kepada Pemko Batam maka dimenangkanlah PT. SS yang tidak memenuhi syarat itu, disini jelas tidak ada alasan transisi atau pemberlakuan “ darurat ” untuk menunjuk PT. RGA sebagai pengelola pengangkutan sampah selama masa 25 tahun dengan investasi milyaran rupiah, penunjukan ini diduga penuh rekayasa dan sarat kongkalikong, dan ini jelas telah menyimpangan dari Peppres No.54 Tahun 2010,” tandas Yusril. >> Gd.007

Panitia Mengaku Nombok
Kalau memang mau buka-bukaan, mari kita rinci Saja, Topi dan Kaos sebanyak 200 pcs x Rp50ribu=Rp10Juta. Hadiah I, II, III dan Door price Rp50 juta, tambah biaya nasi Rp50Juta, Jadi sangat aneh jika PPTK Riswandi mengatakan Panitia Pelaksana nombok. Anggaran nya saja Rp 300 juta lebih, sisanya kemana ?. Panitia tidak propesional dalam pelaksanaan kegiatan. Hal itu dikarenakan adanya tiga peserta, panitia menyiapkan pelampung khusus bagi orang tak pandai berenang.
Natuna,(MR) Lomba mancing yang digelar Disbudpar Natuna, awal Desember lalu memang sudah berlalu, Meski demikian, masih jelas ditelinga kita, nada-nada sumbang dari peserta, mempertanyakan besaran, anggaran kegiatan Disbudpar Natuna, terkait lomba memancing yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Sudah sebulan lebih lamanya, acara lomba selesai, kita harapkan anggaran kegiatan lomba memancing segera diaudit, ujar salah satu tim pemancing. Alasan itu dilontarkan karena panitia pelaksana (PPTK) mengaku kekurangan anggaran alias (nombok). Kita sangat sesalkan bahasa panitia. Kalau memang mau bukabukaan, mari kita rinci Saja, Topi dan Kaos sebanyak 200 pcs x Rp50ribu=Rp10Juta. Hadiah I, II, III dan Door price Rp50 juta, tambah biaya nasi Rp50Juta, Jadi sangat aneh jika PPTK Riswandi mengatakan Panitia Pelaksana nombok. Anggaran nya saja Rp 300 juta lebih, sisanya kemana ?, katanya sambil meminta namanya tidak usah ditulis. Pompong dan alat pancing lainnya kita sewa sendiri, panitia hanya memberikan nasi goreng dan nasi kotak, Satu orang 2 bungkus. Nasi goreng sebahagian besar di buang karena basi, sedangkan nasi kotaknya lauknya ikan. Diapun menilai, Panitia tidak propesional dalam pelaksanaan kegiatan. Hal itu dikarenakan adanya tiga peserta, panitia menyiapkan pelampung khusus bagi orang tak pandai berenang. “ Kalau dilihat sih pelampung Natuna bahari II ” celutuk peserta lainnya. Bahkan Panitia meminta ikan setiap peserta melakukan penimbangan ikan hasil pancingan. Kadisparawisata Kabupaten Natuna Drs Samsul Hilal ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengatakan kegiatan tersebut sudah selesai, kalau mau nanya, langsung saja kepada PPTKnya biar lebih jelas dan akurat, sarannya. Ditempat terpisah Riswandi selaku PPTK kegiatan saat dikonfirmasi di mesjid Agung Natuna mengakui kegiatan perdana yang dilaksanakan Disbudpar Natuna, kekurangan anggaran. “Panitia nombok pak, saat kegiatan itu dilakukan, meski demikian mereka bangga soalnya memancing mania yang dilaksanakan Disbudpar Natuna, sangat digemari. “Biarpun nombok, kita senang, Sebenarnya. Dirinya tidak mengira peminat mancing mania begitu besar, sebab, anggaran kita poskan sedikit. Sementara Jumlah yang daftar, 920 orang, dan setelah daftar ulang menjadi 890 orang. Dari awalpun panitia hanya menyiapkan kaos dan topi 200 pcs, karena anggaran kita terbatas, jadi yang daftar pertama, berhak mendapatkan kaos dan topi. Riswandi menambahkan, ada beberapa kategori kita beri hadiah, hadiah I Rp10 Juta, hadiah II Rp7,5juta hadiah III Rp 5 juta. Untuk doorprice satu buah motor mio ditambah ikan terbanyak dan terberat masingmasing Rp 500.000 terangnya. Riswandi juga mengakui anggaran memancing seluruhnya Rp300juta lebih juta. “Tolonglah buat berita baikbaik, agar kegiatan ini berkesinambungan, ini kegiatan kita perdana,” saran Riswandi. Pernyataan PPTK Dinas Parawisata Budaya dan Olah Raga Riswandi, terkait mau menomboki, kekurangan anggaran, patut kita acungi jempol. Yang jadi pertanyaan benarkah anggaran tersebut tidak cukup? Atau malah sebaliknya. Dari hasil penelusuran dilapangan, ditambah dengan data, anggaran yang dikeluarkan panitia tidak habis. Coba dirinci jumlah hadiah, pembelian baju, dan komsumsi. Kalaupun ditomboki, duit pribadi siapa ?. ... mau berita lebih akurat ! baca edisi berikut. >>Roy

Dinas Bina Marga Jangan “Tidur”

Pengusaha Indramayu Keluhkan Jalan Rusak

Tanggul Cimanuk Kondisinya Sangat Buruk

“Akibat kerusakan jalan selam berbulan-bulan, maka biaya perawatan kendaraan bermotor menjadi bertambah mahal, sehingga pihak Dinas Bina Marga diminta segera merehabilitasi ruas-ruas jalan di Wilayah Indramayu
Indramayu, (MR) Nurjaman, Kepala Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengeluhkan akibat kerusakan ruas jalan jurusan PatrolHaurgeulis, aktivitas transportasi terhambat, bahkan sering menjadi penyebab kecelakaan lalu-lintas yang dapat merugikan semua pihak dalam beberapa bulan ini. Naim, (30) seorang pengusaha muda yang mengelola Perusahaan Peternakan Ayam Potong di Kabupaten Indramayu, juga mengeluhkan hal serupa yaitu dampak dari kondisi jalan yang rusak parah, bisa mengakibatkan kesulitan masyarakat dalam mengembangkan usaha bisnisnya. Karena harga barang-barang kebutuhan pokok warga menjadi tidak stabil yang cenderung naik disebabkan infrastruktur sarana/ prasarana transportasi darat tidak baik, katanya. Dewi Setianti, Kuwu Desa Anjatan Kecamatan Anjatan, juga mengeluhkan banyaknya ruas jalan yang kondisinya rusak parah. “Akibat kerusakan jalan selam berbulan-bulan, maka biaya perawatan kendaraan bermotor menjadi bertambah mahal, sehingga pihak Dinas Bina Marga diminta segera merehabilitasi ruas-ruas jalan di Wilayah Indramayu, ungkap Dewi dikantornya berum lama berselang. Saeful Bakhri, Kepala UPTD Bina Marga Wilayah Haurgeulis, ketika dilapori kerusakan ruas jalan tersebut, pihaknya mengaku sudah mengajukan permohonan anggaran pemeliharaan ruas jalan tahun 2011. “ Apa bila dana sudah dicairkan kami segera melaksanakan pekerjaan rehailitasi peningkatan perbaikan ruas-ruas jalan,” Kata Saeful seraya menunjukan lembaran kerjanya. >> Abdullah

Indramayu,(MR) Kondisi Tanggul sungai Cimanuk didesa pilang sari blok kali jero dan blok cilengkong kecamatan Bango Dua kabupaten Indramayu Jawa Barat sangat memprihatinkan, masyarakat sekitar kecamatan Bango Dua, Widasari dan Jatibarang sangat khawatir dengan kondisi tanggul yang semakin hari semakin menipis akibat abrasi yang terus menerus hingga ketebalan tanggul hanya tinggal kurang lebih 2 meter, itupun berkat inisiatif dan gotong royong warga masyarakat setempat serta Muspika diwilayah itu memasang karung-karung berisikan tanah. Apabila pemerintah tidak segera mengambil tindakan untuk menangani tanggul cimanuk yang rusak maka akan terjadi bencana banjir tandas camat bango dua H Darman Toha saat ditemui wartawan MR pada acara RKC (Rakyat Ketemu Camat) didesa Malangsari, menurut camat, pihak kecamatan juga sudah mengusulkan namun sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah baik PSDA maupun BBWS cimanuk cisanggarung Cirebon. Warga sekitar mengharapkan sikap PSDA pemerintah kabupaten Indramayu dan BBWS cimanuk cisanggarung Cirebon khususnya untuk segera manangani tanggul tersebut yang semakin merongga dan menghawatirkan, apalagi dimusim hujan dangan aliran sungai yang deras dan volumenya naik maka sangat membahayakan, diperkirakan akan jebol dan mangakibatkan banjir. Pengamatan Media Rakyat dilokasi, benar adanya, bila keadaan tanggul sangat menghawatirkan dan perlu penanganan serius dari pemerintah terkait khususnya BBWS cimanuk cisanggarung, jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan maka akan terjadi bencana di wilayah tersebut dan luasnya bisa mencapai 5 kecamatan sehingga mengakibatkan kerugian materil dan moril, bukan hanya rumah-rumah penduduk saja yang terendam namun ribuan hektar tanaman padi dan palawijapun ikut terendam apabaila tanggul tersebut jebol. >> Suhada

Pantai Karawang Utara Dilanda Abrasi
Karawang, (MR) Abrasi yang terjadi di pesisir pantai Kabupaten karawang kini meluas, Abrasi pantai yang selama ini melanda pantai pisangan dan Cemara jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten karawang kinimeluas hingga daerah sedari, seringnya terjadi gelombang sangat besar menghantam jalan hingga pemukiman penduduk mengakibatkan kerugian dan kerusakan yang sangat besar. Para pengguna jalan SedariCemara jaya terhambat karena jalan aspal yang dibangun pemerintah telah amblas di telan air laut, pasir pantai yang menjadi alternatif tempat berpijak para pejalan kakipun tidak luput dari hantaman gelombang sehingga tidak bisa di lalui kendaraan bermotor, ada 2 Jembatan penghubung kedua desa tersebutpun putus dan beberapa titik jalan sudah tidak berbentu jalan. Jika masyarakat ada yang berkeperluan mendadak di malam hari harus menunggu hingga pagi karena perahu tidak mengangkut muatan pada malam hari. Masyarakatpun terpaksa menggunakan perahu dan harus membayar Rp. 5000/unit

motor. Suparno tokoh masyarakat mengatakan dan memohon kapada pemerintah agar jalan yang rusak parah dapat segera di perbaiki sebagai perhubungan untuk masyarakat di desa Sedari. Jalan yang ruak mencapai 4 km. kini jalan yang tersisa hanya sebagian pinggir yang dekat dengan rumah penuduk sedangkan sebagian lagi telah di gebyog gelombang besar ke laut. Selain Suparno warga Sedari lainpun seperti

Kartim dan Isan mengungkapkan kepada wartawan MR bahwa gebyogan ombak yang datang tiba-tib dan tidak dapat di prediksi kapan datangnya, Sebagian masyarakat desa Sedari kalau menuju ke Neglasari dan Srikamulyan-Ciwaru dalam situasi hujan tidak bisa menggunakan sepeda motor karena licin dan terpaksa menggunakan perahu dan harus membayar Rp. 6 ribu per orang dan untuk sepeda motor Rp.10 ribu per unit. >>Warsian

12
DPRD Purbalingga Kunjungi Kota Tasik

Nusantara
Pejabat Berwenang “Sepantasnya” Nginap Juga
Batam, (MR) Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemko Batam Erwinta Marius dan Staf Bendahara Raja Abdul Haris, senin (17/1) sekitar pukul 22.05 Wib ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batam. Penahanan pejabat itu terkait kasus peyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) periode 2007, 2008, 2009 diduga senilai Rp 79 Miliar. Kini mereka dititipkan di Rutan Klas II A Batam. Kalangan LSM memberi surprise kepada Kejaksaan Negeri Batam yang telah menunjukkan taringnya untuk mengusut tuntas kasus tersebut. “Kita sangat mendukung dan menyambut baik sepenuhnya kinerja Kejari Batam dalam mengusut tuntas kasus-kasus korupsi di Pemko Batam.” Kata Yusril Ketua LSM Barelang pada Koran ini ( 19/1) di Batam Center.s Dikatakannya, terkait kasus penyelewengan dana Bansos Sekretaris daerah Kota Batam patut diperiksa. Bila terbukti bersalah Pejabat inipun patut di inapkan juga, Jangan hanya pejabat berinisial EM, dan RAH, saja, sementara Agus sahimans adalah salah seorang Pejabat pengguna anggaran untuk kepentingan Pemko Batam. “Sebagai pengguna anggaran Setdako harus bertanggung jawab terhadap penggunaan dana Bansos, disamping itu ada dugaan, kebijakannya yang nyeleneh banyak menciptakan rekayasa dan proposal piktif ”, jelasnya Seperti diceritakan Yusril bahwa dirinya pernah dikejutkan atas arahan oknum Setdako Batam. Sekitar Juli 2008 dia dihubungi staf Setdako untuk menghadap sang oknum yang saat itu berada di ruangan Kabag Keuangan. Selanjutnya Setdako meminta dirinya segera membuat proposal agar diberikan bantuan. “Yang penting ada stempel dan oretoret jumlahnya” kata Yusril meniru ucapan setdako. Menurut Yusril pemanggilan dirinya terkait LSM Barelang mengungkap kasus pemberian dana Bansos kepada Persatuan Sepak Bola Batam pada tahun 2006 sebesar Rp. 632 juta. Diterangkannya bahwa pemberian dana bansos kepada PS Batam menimbulkan pemborosan keuangan daerah dan mengesankan bobroknya kinerja Pemko Batam. Dijelaskannya, belanja bantuan keuangan untuk PS Batam dilakukan secara berulang-ulang dengan nilai yang cukup besar, sehingga bantuan yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh berbagai organisasi kemsyarakatan secara meluas tidak tercapai. Yusril menyatakan pemberian dana Bansos itu tidak sesuai dengan Permendegri, disamping sarat rekayasa juga terkesan diskriminatif. Menurutnya lagi bahwa Bansos itu harus memenuhi ketentuan seperti diatur dalam Permendagri Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah. Diterangkannya bahwa Bansos digunakan untuk menganggarkan pemberian bantuan dalam bentuk uang atau barang kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ditambahkanya pemberian Bansos tersebut tidak secara terus menerus dan tidak berulang setiap tahun anggaran, selektif serta memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya. Namun menurutnya syarat itu tidak berlaku dan terkesan Pemko Batam kangkangi aturan. ulah kebijakan Pemko Batam mengakibatkan belanja Bansos tidak dapat dinikmati oleh organisasi kemasyarakatan secara lebih luas dan belanja bantuan keuangan kepada PS Batam Rp. 623 juta memboroskan keuangan daerah, paparnya. Yusril juga menambahkan dalam ketentuan Pasal 16 ayat (3) Permendagri Nomor 58 Tahun 2005 pengalokasian Bansos tahun demi tahun harus menunjukkan jumlah yang semakin berkurang agar APBD berfungsi sebagai instrument pemerataan dan keadilan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ditambahkanya lagi pengurangan jumlah Bansos bertujuan agar dana APBD dapat dialokasikan mendanai program dan kegiatan pemerintahan daerah yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, menciptakan lapangan kerja dan pemborosan sumber daya serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas perekonomian. Namun lagi-lagi syarat itu tak berlaku bagi Pemko Batam sebab terjadi peningkatan pertambahan Bansos dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari anggaran Bansos APBD 2007 Rp 46,9 milyar mening-kat menjadi Rp.54 milyar pada tahun 2008. Menurutnya lagi Bansos itu sarat rekayasa, tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pasal 61 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran atas kas harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih Demikian juga Bansos itu tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggung jawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah, Pasal 57 ayat (1) yang menyatakan bahwa pengguna anggaran wajib mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah. “ Dugaan itu diperkuat pada hasil pemeriksaan BPK terhadap dokumen pertangungjawaban belanja bantuan keuangan tersebut dan diketahui bahwa belanja bantuan keuangan kepada PS Batam hanya kwitansi penerimaan uang dan proposal tanpa disertai bukti-bukti per-

Tahun Edisi 229 Tahun X I Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Terjerat Dana Bansos, Kabag Keuangan Pemkot Batam Ditahan
tanggungjawaban penggunaan dana tersebut,” papar Yusril Yusril menyesalkan sikap anggota dewan yang mempunyai hak untuk bertanya tidak mengetahui pihak mana saja yang menerima Bansos itu bahkan oknum anggota dewan ikut mengambil bagian dari rekayasa penggunaan dana Bansos tersebut, untuk itu pihaknya mendukung kasus penyelewengan dana Bansos diusut tuntas dan Setdako patut diperiksa keterlibatannya. >> Tim MR Batam

Kota Tasikmalaya, (MR) Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Drs.H. Tio Indra Setiadi didampingi jajaran pejabat Pemkot Tasikmalaya menerima kunjungan 20 anggota DPRD komisi A dan D Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah dengan fokus kebijakan Tower seluler dan irigasi di ruang Rapat Walikota Tasikmalaya. Sekda menyambut kedatangan tim dengan mengucapkan selamat datang serta menjelaskan secara singkat kondisi geografis Kota Tasikmalaya yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 69 kelurahan di syahkan pada 17 Oktober 2001 dengan UU no. 32 tahun 2001 dengan jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 652.693 “ Meski dikatakan perkotaan namun Kota Tasikmalaya hampir 73% lahannya dipergunakan sebagai pertanian dan perkebunan ” katanya. Diakhir sambutan disampaikan bahwa kunjungan seperti ini merupakan silaturahmi untuk berbagi dan sharing informasi “ Mengenai fokus yang ingin dibahas staf kami yang sudah hadir akan menjelaskan dan silahkan berdialog langsung bila kurang jelas ” pungkasnya. Imam Haerudin S.H selaku ketua tim menyampaikan maksud kedatangan kunjungan yaitu menambah pengalaman dan wawasan dengan tujuan berkenaan dengan kebijakan tower bersama seluler dan kebijakan irigasi beserta limbahnya “kami hanya menggunakan peraturan Bupati untuk kebijakan tower dan irigasi, sementara kami dengar di Kota Tasikmalaya sudah menggunakan perda ” katanya. Diakhir sambutan setelah memperkenalkan tim yang hadir, juga mengucapkan terimakasih serta menyampaikan ingin belajar banyak dan menyerap informasi untuk menjadi bahan kebijakan pembangunan di Purbalingga. >> Iin Kartiwan

Sambut HUT Dengan Sunatan Massal
Surabaya,(MR) Dalam rangka menyambut HUT Jasa Raharja Jatim mengelar Sunatan Massal gratis pada tanggal (23/12). Sunatan Massal tersebut di ikuti oleh 50 anak yang berasal dari Kelurahan Sidotopo, Kelurahan Simolawang, Panti Asuhan Jombang dan di laksanakan mulai pukul 08.00. saat di temui wartawan karan ini, Kasubag PKPN Boedi Ontarjo mewakili Humas Jasa Boedi Ontarjo raharja Jatim Purwono SH Kasubag PKPN menjelaskan mereka yang mengikutu sunatan massal ini mendapatkan bingkisan baju kokoh, sarung, peci, tas sekolah, mainan anak dan di beri biaya untuk pengobatan sampai sembuh sebesar Rp 200ribu. Sunatan massal ini sebagai bukti bakti Jasa Raharja kepada lingkungan dan berguna bagi masyarakat untuk keluarga kurang mampu. Lebih lanjut Boedi Ontarjo mengatakan diambilnya Kelurahan Sidotopo dan Kelurahan Simolawang karena di anggap 2 kelurahan tersebut berada di wilayah yang banyak masyarakatnya kurang mampu. Selain itu mereka yang mengikuti sunatan massal ini juga di sediakan antar jemput di daerahnya masing-masing. Diharapkan dengan diadakannya sunatan massal ini beban keluarga kurang mampu bisa berkurang. Adapun jumlah anak yang mengikuti sunatan massal ini dari Kelurahan Simolawang 26 anak, Kelurahan Sidotopo 11 anak, Panti Asuhan Jombang 10 orang , tetangga sekitar 3 orang. >> Dea

Moh. Rakhmat Jabat Sekretaris IPJI Indramayu

Jajaran Personalia IPJI Indramayu

Indramayu,(MR) H. Moh. Rakhmat, SH.MH. menjabat Sekretaris Dewan Penasehat Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DP DPC IPJI) Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dalam acara pelantikan yang dihadiri perwakilan Dinas Instansi terkait di Aula Kopsuka Indramayu, Rabu siang waktu yang lalu. Kepala Bidang Pembinaan/Pengembangan IPJI Indramayu, Ujang Berto, seusai mengekuti acara pelantikan kepada MR mengatakan, diangkatnya H. Moh. Rakhmat, SH. MH. sebagai Sekretaris Dewan Penasehat diharapkan adanya jalinan kerja sama yang baik antara Jajaran Dinas Pendidikan dengan rekanrekan wartawan. Pasalnya, Moh. Rakhmat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, ujarnya. Ujang Berto, yang berseragam lengkap IPJI menuturkan bahwa, Kepala SMPN 1 Haurgeulis, Momod, S. Pd. M. Si. menjabat Kepala Bidang Pembinaan/Pengembangan Penulis. Dan Staf Pengajar Universitas Islam Pangeran Dharma Kusuma (Unidarma) Indramayu, Heri Kuswandi, SE. M. Si. menjabat Kepala Bidang Pembinaan/Pengembangan Usaha IPJI, tukasnya. Komposisi DP DPC IPJI Indramayu : Ketua : Drs. H. Supendi, M. Si. Sekretaris : H. Moh. Rakhmat, SH. MH. Ketua Badan Pengurus Harian : Dedi Setiawan, SE. Sekretaris : Reza Sugrajat, SH. Bendahara : Eni Rahaeni, Kepala Biro Organisasi : Estim Enting dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat : Jenuri. >> Mukromin

Pemkot Tasik Salurkan Raskin Perdana Tahun 2011
laya akan senantiasa memberikan perhatian dan dukungan yang tinggi untuk mensukseskan kembali pelaksanaan Program Raskin tahun 2011, dimana Kota Tasikmalaya mendapat alokasi sebesar 13 Kg/RTS/bulan untuk 37.252 RTS. Angka ini menurun dari alokasi Program Raskin tahun 2009 dimana pada saat itu Kota Tasikmalaya mendapat alokasi sebesar 15 Kg/RTS/bulan untuk 39.441 RTS (7.099.380 Kg). Walikota juga menghimbau agar jajaran Tim Koordinasi Program Raskin Kota Tasikmalaya termasuk Satker Raskin Kecamatan dan Kelurahan agar lebih mengintensifkan pola-pola koordinasi dan kemitraan dengan jajaran Sub Divisi Regional Ciamis dan Satker Sub Divre Perum Bulog Tasikmalaya, guna kelancaran arus pendistribusian Raskin dari tingkat gudang Raskin hingga ke titik-titik distribusi. Walikota menghimbau Kepada para Camat dan Lurah, untuk segera mengambil langkah-langkah konkrit dalam mempersiapkan pelaksanaan program Raskin 2011 dan menindaklanjuti Pagu alokasi di tiap-tiap RT/RW serta mengecek kembali data RTS disesuaikan dengan kondisi aktual. Khusus kepada Lurah selaku penanggung jawab pendistribusian Raskin di wilayah kerjanya, saya menghimbau untuk segera medakan koordinasi dengan RT/RW dan LPM dan tokoh masyarakat agar pelaksanaan program Raskin dapat bersinergi dengan program pemberdayaan masyarakat di desa/kelurahan, juga meningkatkan koordinasi intensif dengan kepengurusan RT/RW setempat, lalu mengadakan sosialisasi pelaksanaan program Raskin dengan sasaran untuk memasyarakatkan program Raskin kepada keluarga sasaran serta untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat yang bukan sasaran agar tidak memanfaatkan program Raskin, dan segera laksanakan musyawarah kelurahan untuk mempercepat dan memperlancar mekanisme penyaluran dari titik distribusi ke RTS sekaligus sebagai media verifikasi serta validasi data riil apabila RTS mengalami perubahan, himbau Syarif di akhir sambutannya. Di tempat yang sama, Kepala Sub Divisi Regional Ciamis, Ngadino menjelaskan tentang kualitas beras Raskin merupakan produksi dalam negeri yang baik dan pihak Bulog langkah ke depan selalu berupaya untuk mengatasi berbagai masalah pendistribusian program Raskin contohnya dalam hal penyusutan beras yang diakibatkan karena tercecernya beras - beras yang diangkut dari kendaraan satu dengan lainnya. Dan apabila masyarakat kurang mengerti tentang penyaluran beras raskin ini atau ada permasalahan, kami juga telah menyediakan tempat pengaduan di setiap Satker di tiap - tiap kecamatan dan kelurahan, terang Ngadino. >> Iin Kartiwan

SOSOK Kuwu Cartam Berikan Pelayanan Gratis
Indramayu,(MR) Cartam, Kuwu/Kepala Desa Plawangan Kecamatan Bongas Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengaku memberikan pelayanan umum secara gratis kepada seluruh warga desanya. “ Saya tidak pernah menerima dan meminta uang biaya adminitrasi pelayanan umum,” tegasnya. Jenis pelayanan umum yang digratiskan menurut Kuwu Plawangan Cartam, diantaranya proses pembuatan Kartu Keluarga (KK) Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Ijin RameRame (Billyet), Pengantar Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Persyaratan Nikah dan Persyaratan Permohonan Kridit di Bank atau Proposal lainnya. Kuwu Desa Plawangan Cartam, yang mengelola Perusahaan Peternakan Ikan Lele menuturkan bahwa, pelayanan umum gratis tersebut diatas diberlakukan semenjak dia menjabat sebagai Kuwu. Jadi dari jabatan Kuwu/Kepala Desa ini saya tidak mengharapkan apapun, sedangkan untuk keperluan ekonomi cukup mengembangkan busines pakan Ikan Lele, ungkap Cartam di kediamannya. Pengamatan MR menyimpulkan, rumah Kuwu Cartam terlihat megah disamping rumahnya ada gudang berisikan pakan Ikan Lele diperkiran mencapai puluhan ton, di garasi rumahnya juga ada beberapa Kendaraan bermotor roda 4 dan roda 2 model terkini yang kalau taksir harga mencapai ratusan juta rupiah, jadi Kuwu Cartam benar-benar sosok pelaku bisnis/usaha yang sukses. >> Abdullah

Kota Tasikmalaya,(MR) Sebagai bagian dari kluster I dalam upaya penanggulangan kemiskinan nasional dengan fokus bantuan dan perlindungan sosial, dilaksanakan penyaluran perdana program raskin tahun 2011 oleh Walikota Tasikmalaya pada Upacara Pengibaran Bendera Hari Kesadaran Nasional. Program Raskin ini dinilai mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat khususnya dalam membantu meringankan beban pengeluaran kebutuhan pangan masyarakat miskin bahkan secara signifikan mampu menciptakan kestabilan harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat, Senin (17/01). Asisten Perekonomian

Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya, Drs. H Eddy Sumardi, M.Ed dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah sasaran pada program Raskin 2011 ini sebanyak 37.252 rumah tangga sasaran (RTS) dengan kuantum beras 15 Kg/RTS setiap bulan. “ Harga tebus Rp.1.600,- per Kg netto di titik distribusi dan subsidi ongkos angkut dari titik distribusi ke RTS dianggarkan dalam APBD Kota Tasikmalaya 2011 sebesar Rp.60,per Kg ” papar Eddy. Program Raskin ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Dan dalam rangka memotivasi dan meningkat-

kan kelancaran pelaksanaan program Raskin pada tahun 2010 telah dilakukan penilaian terhadap Satker Raskin tingkat Kecamatan dan Kelurahan yang meliputi penilaian aspek ketertiban administrasi dan kelancaran pembayaran Raskin, yang diraih oleh Kecamatan Cibeureun dan 3 kelurahan terbaik yaitu Kel. Bantarsari Kec. Bungursari, Kel. Sukamanah Kec. Cipedes dan Kel.T ugujaya Kec. Cihideung. Walikota Tasikmalaya Drs. H Syarif Hidayat, M.Si dalam sambutannya menyampaikan dengan mempercepat Program Raskin 2011 ini mudah-mudahan mampu menjadi solusi untuk mengendalikan situasi harga beras. Pemerintah Kota Tasikma-

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Nusantara

13
PERBAIKAN : Bagi pengemudi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang biasa melintasi jalur ruas Jalan Raya Jurusan PatrolHaurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, dalam beberapa pekan ini, agar berhati-hati, sebab di ruas Jalan Raya tersebut sedang dilaksanakan pekerjaan galian pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
(Foto : Nia Daniati)

Pemkot Tasik Gelar Sosialisi Raskin 2011

Kota Tasikmalaya, (MR) Setelah menerima kunjungan DPRD Purbalingga, Sekda Kota Tasikmalaya Drs.H. Tio Indra Setiadi memberikan pengarahan pada acara Sosialisasi Program Raskin yang dihadiri seluruh Camat dan Kelurahan se-Kota Tasikmalaya dan Kepala Satker Bulog wilayah Kota Tasikmalaya Yaya yang merupakan tindak lanjut louncing penyaluran raskin beberapa waktu yang lalu (senin 17/01) di Aula Balekota Tasikmalaya dengan agenda arahan dari Sekda selaku ketua tim dan dialog untuk kelancaran raskin 2011. Drs. H. Tio Indra Setiadi selaku Ketua Tim Sosialisasi raskin dalam arahannya menyampaikan hasil evaluasi tahun 2010 harus menjadi bahan untuk meminimalisir permasalahn yang muncul di tahun 2011 ini. Permasalahan yang muncul diantaranya kualitas raskin yang dikeluhkan masyarakat dan keterlambatan pendistribusian raskin yang disebabkan pembayaran terhadap bulog telat “ Disini perlu adanya pro aktif dari masyarakat juga untuk percepatan pendistribusian ” katanya. Tio Indra Setiadi mengharapkan dukungan semua pihak untuk kelancaran program raskin ini khusunya pada pihak kelurahan “ Untuk bulog saya harap kualitas beras bisa lebih baik lagi, jangan lagi ada permasalahan yang terjadi di tahun yang lalu ” pungkasnya. Mujadi selaku kasubag penanaman Modal dan Dunia Usaha Bagian Ekonomi Setda Kota Tasikmalaya menyampaikan maksud dan tujuan dari sosialisasi ini yaitu menyamakan misi dan komitmen untuk mensukseskan program raskin pro rakyat dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya “ Berarti perlunya pemecahan masalah yang muncul pada tahun sebelumnya untuk kelancaran program ini ” katanya. >> H. Ade Dimyati

Menilik Sebelas Tahun Kabupaten Natuna
Natuna,(MR) Seiring bertambahnya usia kabupaten Natuna, sejumlah masyarakatpun berharap, adanya perubahan yang signifikan, terhadap kemajuan pembangunan. Hal itupun dicurahkan kepada Pemimpin Eksekutif dan legislative.Kita ketahui, Natuna banyak menyimpan kekayaan alam yang berlimpah, dengan APBD trillyuan setiap tahun, mampu mendongkrak roda pembangunan di ujung utara itu Dengan demikian, barulah tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Ikuti wawancara khusus dengan Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra S.sos Bagaimana Sudut Pandang Anda Terhadap Pembangunan Natuna ? Sebagai daerah Kepulauan, Kita sudah berusaha sebaik mungkin untuk melakukan, Pemerataan pembangunan sampai ketingkat desa dan kecamatan. Alhamdulillah pembangunan hari ini sudah sangat baik, meski belum memuaskan. Pembangunan infrastruktur mulai dari pendidikan, kesehatan dan pembangunan dasar sudah terbangun pelan-pelan, artinya roda Pemerintahan, dalam kurun waktu 10 tahun, sudah memperhatikan sektor-sektor infrastruktur dasar, tinggal memaksimalkan saja, agar kedapan lebih baik lagi,”. Apa Target Dalam Peningkatan SDM ? “ Seiring tahun berjalan, Pemerintah daerah telah melakukan Peningkatan SDM terutama dibidang pendidikan dan kesehatan. Hal itu sudah dilaksanakan, untuk kompetensi guru, kemarin kita sudah menyekolahkan lebih kurang 15 orang guru eksakta , 15 orang sekolah kejuruan perikanan, di Jakarta 40 orang dokter farmasi sudah kita sekolahkan dan beasiswakan semuanya di tanggung Pemerintah. Komitmen kita kedepan untuk mengentaskan ini agar semua SDM yang ada di tingkat daerah (anak daerah) bisa bangkit dan membangun daerah ini lebih baik. Ini komitmen kami kedepan sehingga kita terus meng-evaluasi bidang pendidikan dimana kekurangan-kekura-ngan guru untuk bidang pendi-dikan ini kita genjot terus. Tahun 2010 kemarin kita sudah menyekolahkan lebih kurang 15 orang guru bidang studi eksakta kita sekolahkan di UPI, mereka kita beasiswakan. Itu salah satu!! Dan beberapa orang juga sudah kita sekolahkan untuk S2 kedokterankebidanan, ini akan kita tingkatkan terus .” “ Selama ini, SDM, inilah yang jadi kendala bagi kita. Dimana Natuna merupakan gugusan Pulau-pulau terluar, yang perlu ditata oleh orangorang yang punya skil dan punya kemauan. Kita lihat saja, begitu banyak SDA, yang belum dikelola secara maksimal, dikarenakan minimnya SDM kita. Harapan kita, Natuna yang kaya akan SDA ini, mampu dikelola dengan baik. Sudah Satu Tahun Anda Jadi Ketua DPRD, Apa Kekurangan Dan Kelebihan Pemerintah Daerah ? “Kalau saya lihat, sulit kita untuk menilainya. Hari ini, kita melihat pembangunan sudah merata disegala sektor baik dibidang pertanian-perikanan, infratuktur, listrik dan air, sudah terbangun dengan baik, jadi sulit untuk menyatakannya. Memang, membangun Natuna ini, tidak bisa seperti membalik-kan telapak tangan, meski banyak yang tidak puas, kita harus menelannya sebagai masukan maupun dorongan, demi perkembangan pembangunan,”. pembangunan Natuna .” Sudah Banyak Kasus Hukum Yang Sangkut Di Daerah Ini Menjerat Beberapa Pejabat Akibat Tindakan Korupsi. Seberapa Jauh Anda Menilai Hal Tersebut Dan Langkah Konkrit Apa Yang Akan Anda Ambil Dalam Hal Kontrol Pengawasan Keuangan Daerah ? “Kita disini ada fungsi legislasi, budgeting, dan pengawasan. Tufoksi itu kami tidak masuk pada ranah tehnis karena wilayah kami hanya bersifat penganggaran. Dalam kontekstual pengawasan tetap kita berfokus pada BPK, nah… hasil laporan BPK itu akan kami teruskan. Dengan adanya laporan BPK kami akan memantau dimana titik-titik kelemahan laporan itu. Dari situ lah kami nanti akan menarik sebukali dalam tiga bulan mungkin harus turun untuk melakukan kunker. Kita contohkan saat ini kecamatan yang masih tertinggal seperti pulau laut. Kalau visi penjelmaan nya telah, berjalan secara natural dan sudah tergambar … Tapi yang paling penting, Pemimpin kedepan harus bersihbaik masa lalu dan kedepanya karena kita tidak mau Natuna (3-0) lagi, kalau ini terjadi lagi semua orang tidak akan berani masuk ke Natuna. Saya contohkan kemarin, kita ada beberapa dana dari pusat mau masuk, mereka katakan “ Kita tunggu dulu pak,ini akan jadi beban buat kita. Kita tunggulah pemerintahan yang baru, siapapun terpilih hendaknya mampu membawa kemajuan yang pesat. Kita tidak menginginkan hal-hal yang buruk jangan

Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, S,Sos

Masyarakat Cilandak

Gotong Royong Bangun Gorong-Gorong
Indramayu,(MR) Masyarakat Desa Cilandak Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, tampal giat bekerja gotong royong membangun sebuah gorong-gorong, diruas jalan lingkungan yang jaraknya berkisar 150 meter dari Kantor Kuwu Cilandak, belum lama ini. H. Sandi, Kuwu Desa Cilandak dilokasi pembangunan gorong-gorong kepada MR menerangkan bahwa, pembangunan sarana perhubungan darat dan saluran pembuangan air ini dikerjakan secara suka rela warga desanya dan anggaran biayanyapun bersumber dari urunan masyarakat yang berada disekitarnya. Untuk memperkuat badan ruas jalan utama di Desa Cilandak ini, mudah-mudahan pada Tahun Anggaran (TA) 2011 kami hendak membangun Tembok Penahan Tanah (TPT), sehingga kualitas jalan bisa bertahan bila dilalui kendaraan bermuatan berat, begitu juga saluran pembuangan air akan lancar tidak terhambat lagi, papar H. Sandi. Informasi yang dihimpun MR menyebutkan, Aparatur Pemerintah Desa Cilandak bersama masyarakatnya, telah mensukseskan pembangunan infrastruktur perdesaan TA 2010 sesuai dengan prioritas kebutuhan pembangunan baik yang dananya bersumber dari APBN, APBD I dan APBD II. >> Mukromin

Kantor Bupati Kabupaten Natuna

Pemdes Bugel Patrol Adakan Bakti Sosial

Indramayu,(MR) Pemerintah Desa (Pemdes) Bugel Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengadakan kegiatan Bakti Sosial berupa pembagian Sembako bagi warga Jompo bertempat di aula kantor Kuwu Bugel, Sabtu siang pekan silam. Kuwu Desa Bugel, Abdul Gani ditengah kesibukannya menyatakan, kegiatan Bakti Sosial tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun sebagai rasa peduli terhadap para warga lanjut usia / Jompo dan anak yatim piatu yang sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat yang ekonominya mampu / dermawan. Menurutnya, pada tahun 2011 ini kegiatan Bakti Sosial Bugel Peduli Mandiri 2 dilaksanakan dengan pemberian paket sembako bagi 300 warga jompo, yang tiap paketnya berisikan 3 liter beras dan 2 bungkus mie instan. Sedangkan untuk lima puluh anak yatim piatu kami mengajak mereka ketempat rekreasi objek pariwisata yang ada di wilayah kota indramayu, guna memberikan kesegaran dan hiburan kepadanya, kata Abdul Gani. Kegiatan Bakti Sosial di Desa Bugel yang terlihat meriah walaupun cukup sederhana, dihadiri perwakilan dari tamu undangan dan Lembaga Ketahanan Desa seperti Badan Permusyawaratan Desa ( BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karang Taruna, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Unsur Pendidikan dan Muspika Patrol. >> NC Jawir

Apakah Pernah Terjadi Gesekan Antara Eksekutif Dengan Legislatif Dalam Hal Penetapan Anggaran Dan Pembangunan ? “Sampai hari ini tidak ada, karena kita ber mitra, artinya kita diberi ruang, DPRD untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang masuk dari masyarakat dan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan kita sampaikan ke legislatif. Allhamdulillah kita berjalan dengan baik untuk menyeimbangkan program-program DPRD dan eksekutif sejalan, sehingga perjalanan pembangunan benar-benar fokus, tidak ada gesekan-gesekan yang membuat kerenggangan,”. Dengan Perolehan APBD Yang Cukup Signifikan Apakah Sudah Sebanding Satu Dengan Hasil Pembangunan ? “Kalau dilihat dan diteliti jawabnya, belum sebanding !!. dengan kondisi geografis Kabupaten Natuna, mesti APBD kita 5 Triliun digunakan untuk pembangunan saja?. Menyeluruh sampai kekecamatan-kecamatan yang jauh dari kabupaten ini tidak akan mencukupi, karena biaya opeasionalnya saja sampai ke kecamatan sudah memakan kost yang sangat besar, kalau dibandingkan dengan APBD yang ada , belum relevan untuk

ah kesimpulan dan pengawasan untuk penegasan. Kalau ada beberapa hal yang kami anggap dalam posisi penyimpangan. kami akan meneruskan untuk merekomendasikan kepada BPK untuk meninjau ulang, itu kekuatan yang ada di kami telaah. Diatur oleh Permenkeu no 13 tahun 2010. Kita berharap, dengan kejadian ini, dapat jadi tolak ukur bagi kita untuk memperbaiki dan sebagai pelajaran berharga bagi kita, kedepan agar lebih baik lagi. Kita tidak bisa menyalahkan satu sisi tapi kita anggap sebagai pengalaman berharga bagi kita sehingga kedepan, dalam melaksanakan pemerintahan lebih baik, bijak sana tidak ada yang menjadi korban dalam pelaksanaan pengelolaan APBD itu,”. Apa Pandangan Anda Tentang Pasangan Cabup Dan Cawabup Yang Bakal Bertarung Dalam Pilkada Natuna Tahun 2011 Mendatang ? “ Pandangan saya sebagai ketua hari ini terhadap caloncalon yang maju : Pertama harus bersih, dalam konteksual pada masa lalu dan kedepan. Kedua harus energik, kalau Bupati tidak energik maka tidak akan mau melihat ke bawah bagaimana kondisi daerah, karena kondisi geografis kita yang terdiri dari kepulauan harus betul-betul energik, satu

sampai tiga kali pemerintah kita lumpuh dalam kepemimpinan yang tidak penuh,” kata Hadi Chandra. APa Usaha Yang Telah Dilakukan Oleh DPRD Untuk Mengatasi Transportasi di daerah Ini Sering Sekali Mengalami Gangguan Terutama Transportasi Udara? “Kemarin Bupati sudah melakukan langkah konkrit untuk mengatasi krisis penerbangan udara… kita sudah melaksanakan subsidi untuk Trigana Air ke pontianak untuk mengatasi krisis penerbangan, Pernyataan modal yang kita berikan untuk RAL tidak jelas lagi juntrungan nya sehingga kita tidak berani lagi memberikan pernyataan modal ke RAL meskipun kemarin mereka meminta penerbangan ke Natuna bakal dimulai, sebab sistem managemen RAL tidak jelas, komitmen RAL tidak dapat dipegang. Untuk melaksanakan evaluasi sejauh mana kekurangan-kekurangan itu. Maka dari itu kemarin kita mensubsidi Trigana, dan Alhamdulillah hingga hari ini sudah berjalan dengan baik, ini lah salah satu langkah konkrit yang kita ambil. Diusia Yang Ke Sebelas Natuna Juga Masih Minim Lapangan Pekerjaan, Sehingga PNS Menjadi Salah Satu Rebutan Bagi Masyarakat, Apa Antisipasi Dalam

Masalah Lapangan Kerja ? “ Iya... ini menjadi salah satu PR bagi kita, apalagi sebentar lagi kita melaksanakan pilkada, bagi pemimpinpeminpin yang terpilih, ini menjadi salah satu pemikiran bagi Bupati terpilih nanti, itu yang saya katakan Enerjik tadi, pertama kali dia harus menyelasaikan dulu Inclub Civil karena itulah gerbang utama untuk mendatangkan investasi di Natuna, kalau kita berharap hanya dengan PTT yang ada, ini sangat tidak membantu dan posisi kita melemahkan masyarakat, sehingga tidak ada perputaran ekonomi yang ada di Kabupaten Natuna. Semua investasi seperti wisata, industri, akan masuk. Faktanya, yang terjadi orang mau berinvestasi ke Natuna tidak bisa… akibat sulit dan mahalnya transportasi, hal itu disebabkan bandara belum siap, jika bandara sudah siap, secara otomatis, pesawat tidak akan ragu lagi untuk masuk kesini, itulah gerbang !... dan mereka datang kesini postenya cuma sebentar, melihat seperti apa kondisi Natuna, saya rasa itulah gerbang utama, maka Bupati terpilih nanti harus menyelesaikan secepatnya Inclub civil itu…! Apa Wacana Dari DPRD, Untuk Menekan Harga Tiket? Setelah, Inclub civil selesai, tentu pihak penerbangan bakal membuka rutenya ke Natuna. Dengan demikian, bakal timbul persaingan harga yang membuat masyarakat di untungkan. Makanya kita berharap bandara ini secepatnya diselesaikan. Apa Tanggapannya Tentang Penilaian Masyarakat Adanya Perubahan Yang Signifikan Dengan Anggota Dewan Yang Baru? Itu, memang sudah komitmen kita bersama, akan memberi perobahan, tetapi kita tidak bisa besar kepala terhadap penilaian itu, biarlah masyarakat yang menilai.Target kita tahun 2010, pembuatan parit disepanjang jalan. Hal itu untuk mengatasi banjir. Apa Harapan Kepada Masyarakat Tentang Pemilukada Kita berharap, dalam pemilu mendatang, hendaknya masyarakat mempergunakan hak suaranya dengan baik. Pilihlah kandidat sesuai hati nurani masing-masing, Kita harapkan Pemilukada tahun ini, mendapat berkah, aman dan tentram. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. >> Roy

14
Warga Minta Perbaikan Jalan di Tapal Batas Provinsi
Ciamis, MR Pemerintah selayaknya memperhatikan sarana jalan yang letaknya di perbatasan karena sebagai masyarakat sangat malu dan iri, jelas salah satu tokoh masyarakat setempat, menurutnya ia kecewa pemerintah hanya memperhatikan sarana jalan yang berada di perkotaan saja, sedangkan jalan yang ada di perkampungan perbatasan propinsi seakan dibiarkan rusak parah, dikala musim penghujan jalan menjadi kolam tanpa ikan dan di musim kemarau jalan berdebu, jalan sepanjang kurang lebih 7 Km yang berada di dusun Sukajadi dan dusun Sukasari desa Sukanagara Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis perlu perhatian pemerintah. Jalan tersebut sangat dibutuh masyarakat yang ada dusun Sukajadi dan dusun Sukasari desa Sukanagara sebab jalan tersebut bukan hanya gunakan warga setempat melainkan warga luar desa pun ikut merasakan. Seperti diungkapkan Popo Mustofa seorang Kepala Sekolah yang beda tempat tinggal dengan tempatnya mengajar di sekolah dasar negeri, setiap kali ia berangkat dari rumah menuju tempatnya bertugas harus berputar melewati beberapa desa, hal itu di lakukanya untuk menghindari jalan yang rusak walaupun antara tempat ia, ketempat ia bertugas jaraknya dekat “ Sebenarnya jarak rumah saya kesini dekat kalau melewati jalan yang rusak ini, lebih baik saya mencari jalan yang bagus walaupun harus berputar ”, keluhnya. Kepala desa sukanagara Rohim mengatakan, sudah lama masyarakat mendambakan sarana jalan yang baik “ Sebenarnya masyarakat desa sukanagara sudah lama menginginkan jalan yang berada di lingkungannya, tetapi sampai saat ini pemerintah mungkin belum melirik jalan rusak yang berada di desa Sukanagara terutama di dua dusun seperti dusun Sukajadi dan dusun Sukasari ” keluhnya. Sementara di wilayah kecamatan purwadadi, bebera warga di dua desa seperti desa Puwajaya dan desa Sidarahayu mengeluh dengan adanya jalan yang makin memburuk, jalan sepanjang kurang lebih 16 Km itu seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah, Giso eko samutra warga desa purwaraja mengatakan, kami sebenarnya malu sama orang jawa tengah, kenapa tidak, desa kami ini perbatasan dengan wilayah Propinsi Jateng, katanya sambil menunjuk ke jalan yang berlubang dan ber-air. Kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah, baik itu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, karena desa kami ini perbatasan langsung dengan jawa tengah paparnya >H.R

Nusantara
Anambas,(MR) Bupati Kepulauan Anambas Drs.Tengku Mukhtaruddin menepati ucapannya untuk melakukan penyegaran personil dan pengisian jabatan SKPD nya yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat yaitu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Kesehatan dan Sosial serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Menengah serta berupaya menempatkan personil yang di nilai cakap pada SKPD yang diharapkan mampu menunjang peningkatan pemerintah Daerah seperti Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan. Pelantikan dan Mutasi berlangsung di gedung BPMS (Balai Pertemuan Masyarakat Siantan) Terempa sebanyak 33 orang pejabat struktural eselon II, III dan IV diambil Sumpah Jabatan dan Pelantikan. Saat pembacaan berlangsung suasana di gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan sunyi senyap, hanya suara MC yang membacakan daftar nama saja yang terdengar, hal ini dikarenakan semua yang ada dalam ruangan tersebut terfokus pada nama-nama yang di sebutkan pada daftar mutasi. Dua nama pejabat disebutkan untuk menempati posisi di lingkungan dinas pendidikan dan dinas kesehatan diantaranya Herianto sebagai kepala dinas pendidikan,Said Mohd. Damri,SKM,MPH sebagai Plt. Kepala dinas kesehatan. Sementara Drs.Agus Basir yang sebelumnya menempati posisi Kepala dinas pendidikan di mutasi ke dinas kependudukan dan catatan sipil dan sofyan, SKM yang juga sebelumnya menempat posisi kepala dinas kesehatan di mutasi menjadi Staf Ahli bidang Sosial dan kemasyarakatan Kabupaten Kepulauan Anambas. Tampak hadir dalam acara tersebut ketua DPRD KKA, Amat Yani, SH, Sekdakab Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal serta unsur muspida KKA. Dalam sambutannya Tengku berpesan khusus kepada dinas pendidikan dan kesehatan agar pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah ini dapat meningkat dari tahun ke tahun dan membuat inovasi kebijakan yang dapat memberikan kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan. “Saya ingin menyampaikan kepada dinas pendidikan dan kesehatan agar pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah ini dapat meningkat dari tahun ke tahun dan membuat inovasi kebijakan yang dapat memberikan kemajuan di sektor pendidikan dan kesehatan” ungkapnya. Tengku juga menambahkan hal diatas, pemerintah daerah mempunyai komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Hal ini tercermin dalam Visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Kabupaten Kepulauan Anambas 2011-2015 yaitu Terwujudnya masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas yang Sejahtera, Maju, Mandiri berpayungkan budaya melayu yang dilandasi Iman dan Taqwa”. Komitmen untuk memperhatikan sektor pendidikan dan kesehatan dapat dilihat dari besarnya anggaran untuk dinas pendidikan dan dinas kesehatan yang dialokasikan pada

Tahun Edisi 229 Tahun X I Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Pemkab Anambas Lantik dan Mutasi Pejabat Struktural Eselon II, III & IV

Drs. Hartoyo :

Mendapatkan Istiqomah Dari Jabatan

APBD 2011,yaitu Dinas Pendidikan sebesar Rp.143.097.934. 339,07 atau 15% dan untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp.93.889.467.058,00 dari APBD 2011 sebesar 956 Miliar. Berikut Nama dan jabatan PNS yang dilantik berdasarkan keputusan Bupati Kepulauan Anambas No. 15,16,17 Tahun 2011 Tanggal 19 Januari 2011 Tentang Pengangkatan PNS Dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, antara lain : 1. Sofyan,SKM (Staf Ahli Bid Sosial & Kemasyarakatan KKA), 2. Herianto (Kepala Disbudpora Kab.Kepulauan Anambas), 3. Drs. Agus Basir (Kepala Disdukcapil, Nakertrans Kab. Kep Anambas), 4. Akhir Zaman, SH,M.Si (Kabag Hukum & Ortalak Setda Kab.Kep Anambas), 5. AGustian,S.Sos (Kabag Keuangan Sekretariat DPRD KKA), 6. Edi prihadi, SH, MBA (Sekretaris Diskominfo Kab.Kepulauan Anambas)., 7. Drs.Heri Yarman,M.Si (Sekretaris Dispenda Kab.

Kepulauan Anambas), 8. Drs. Yendi,MM (Sekretaris Bakesbangpollinmas KKA), 9. Yusmadi,S.Pi (Sekretaris DKP Kab.Kep.Anambas), 10. Said Mohd.Damri,SKM,MPH (Inspektur Pembantu Wil I Inspektorat KKA), 11. Rika Agustina,SE (Kabid Objek dan Sarana Wisata Disbudpar KKA), 12. Safari,S.Sos (Kabid Disdukcapil,nakertrans Kab. Kep.Anambas), 13. Kaharuzzaman,S.Sos (Kabid Disdukcapil, nakertrans Kab. Kep. Anambas), 14. Rusdi,S.Pd (Kabid Diskominfo KabupatenKepulauan Anambas), 15. Endang Warsono,SE (Kabid Postel & Penyiaran Diskominfo KKA), 16. Abdul Rasyid, SE (Kabid Pendapatan Lain-lain Dispenda KKA), 17. Faizal Rangkuti,SE (Kabid Pendapatan & Pendataan Dispenda KKA), 18. Melyanti Syahrial,SH,MM (Kabid Kop&UKM Disprindag,Kop & UKM KKA), 19 Eka Saputra, S,IP (Kabid Perdagangan Disprindag, Kop & UKM KKA), 20. Dra.Nurgayah,M.A (Kabid Tepat Guna BPM

Kab.Kep.Anambas), 21. Wan Rhumady,S.Pd.SD (Sekcam Palmatak Kab.Kepulauan Anambas), 22. Sabni,A.Ma.Pd (Sekcam Siantan Selatan Kab.Kepulauan Anambas), 23. Suharto As,S.Sos (Kasubag Ortalak Bag Hukum Ortalak Setda KKA), 24. Richart,SE (Kasubag Protokol BagHumas Protokol Setda KKA), 25. Ramzi,S.Pd (Kasubag TU & Kepegawaian BagUmum & Protokol), 26. Effian,SE (Kasubag Pembukuan Bag Keuangan Setwan KKA), 27. Mahmur,S.Pd.SD (Kasubag Umum & Kepegawaian Dikbudpora KKA), 28. Pardan, S.Pd (Kasi Dinas Dikbudpora Kab.kepulauan Anambas), 29. Samad (Kasi Dinas Dikbudpora Kab.kepulauan Anambas), 30. Madison,S.Pd (Kacabdis Dikbudpora Kec Jemaja KKA), 31. Syarifuddin (Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan Kessos), 32. Khoirul Syahputra,S.Pd.I (Kasubag Keuangan Disdukcapilnakertrans KKA), 33. Erman (Kasubag TU KLH Kabupaten Kepulauan Anambas). >>Edward

Surabaya, (MR) Bagi Sekretaris Kementrian Agama Kanwil Jatim Drs. Hartoyo MSi menjadi orang nomer 2 di Kantor Kementrian Kanwil Jatim bukannya impiannya. Memimpikannya pun tidak pernah, yang ada hanyalah ingin mengabdi dan bekerja dengan keikhlasan demi kemajuan Kemenag Jatim. Berawal dari Kepala Kemenag Kabupaten Kediri yang kemudian menjadi kepala Bidang Mapenda Jatim Hartoyo naik menjadi Sekretaris Kemenag Jatim. Keinginan nya agar mereka yang bersekolah di sekolah MI, MTSN, MAN dapat bersekolah dengan gratis mendapatkan respon dari Pemprop Jatim dan banyaknya program dan bantuan buat Sekolah Agama membuat Negara Australia dan IAIN Surabaya bekerjasama untuk memberikan bantuan. Selalu low profile dan mengganggap dirinya seorang ponokawan dan pecinta budaya jawa maka foto yang terpampang di ruang kerja Mapenda Jatim foto dirinya menggunakan blangkon. Mantan Aktivis kampus, suka berunjuk rasa dan pernah merasakan menjadi wartawan membuat Hartoyo akrab dengan wartawan baik harian maupun mingguan, bahkan tidak pelit informasi. Selalu terbuka dan memberikan informasi seputar kegiatan Mapenda baik pemberian BOS, memberikan pengarahan Kurikulum Kepala Sekolah, maupun bekerjasama dengan Australia dalam pemberian bantuan guna memajukan Sekolah Agama Se Jatim.. dan ketika wartawati menemui di ruang kerjanya yang baru sebagai Sekretaris Hartoyo merasa ada sedikit kebebasannya yang hilang karena terbentur Protokoler. Tetapi Hartoyo merasakan mendapatkan Istiqomah dari pekerjaannya. >> Dea

Walikota Tasikmalaya Lantik Pejabat Struktural Eselon II, III dan IV
Kota Tasik,(MR) Walikota Tasikmalaya Drs.H. Syarif Hidayat M.Si mengambil sumpah 231 orang pejabat struktural yang dilantik dan dikukuhkan dalam pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya disaksikan seluruh pejabat, perwakilan BKD Provinsi Jawa Barat, ketua Dharmawanita dan TPPKK kota Tasikmalaya serta petikan Surat Keputusan di bacakan oleh Kepala bagian Kepegawaian Drs. H. Asep Gofarulloh M.Pd. Rabu (05/1). Walikota dalam sambutannya menyampaikan mutasi yang dilaksanakan untuk mengisi formasi jabatan yang kosong, evaluasi terhadap kinerja agar lebih baik dan hasil keputusan dari Baperjakat

Wawan Setiawan :

Polsek Haurgeulis Berlakukan KTL
Indramayu, (MR) Wawan Setiawan, S.Pd, MM. pengawas TK/SD UPTD Pendidikan Kecamatan Haurgeulis, menginformasikan hasil rapat koordinasi lintas sektoral dengan Muspika setempat. Bahwa Polsek haurgeulis memberlakukan Kawasan Tertib Lalu lintas (KTL), katanya. Dihadapan para Guru dan Kepala Sekolah SD Negeri peserta rapat rutin Kedinasan di Aula Kantor UPTD Pendidikan Haurgeulis Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Wawan Setiawan menjelaskan, KTL tersebut berlokasi di ruas Jalan Jendral Ahmad Yani depan Kantor Polsek Haurgeulis mulai dari pkl: 07.00 s/d 12.00 WIB. Kami mohon rekan-rekan guru supaya dapat memberikan contoh dalam mengendarai kendaraan bermotor roda 2 dengan memakai helm pengaman, melengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM), papar Wawan Setiawan, didampingi Kepala UPTD Pendidikan Haurgeulis, Ipin Aripin, S.Pd.I. MM. Senin siang pekan lalu. Di lokasi terpisah, sejumlah pengendara sepeda motor yang ditemui MR menyatakan dukungannya terhadap Polsek Haurgeulis, yang memberlakukan KTL. Sebab, ketertiban dalam aktivitas transportasi di jalan raya bisa meminimalisasikan musibah kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan, tuturnya. >> Mukromin

Hari Anak Yatim Piatu Disambut Meriah
Karawang, (MR) Pelaksanaan hari raya anak yatim piatu atau yang sering disebut lebaran yatim yang tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1432 H di dusun Tamiang Desa Pisangsambo Kecamatan Tirtajaya Karawang berjalan dengan meriah. Pada tahun ini sangat beda dengan tahun-tahun sebelumnya, sumbangan yang didapat oleh panitia dari masyarakat dusun Tamiang cukup besar, di dusun Tamiang jumlah anak yatim piatu dan yatim berjumlah 36 orang, 15 orang perempuan dan 21 orang laki-laki, sehingga bukan hanya anak yatim piatu saja yang di beri sumbangan sekolah MI Jannatul Falah yang di kepalai E.Nurohmatin pun mendapat sumbangan karena sekolah MI ini berdekatan dengan Masjid Jami Al-Mujahidin tempat dimana pelaksanaan santunan di lakukan dan sebagian besar masyarakat Tamiang menyekolahkan anaknya di MI tersebut. Selain itu bukan hanya sumbanagan yang cukup besar saja, ada yang beda pada tahun ini, pawai obor yang diadakan panitia pelaksana santunan yang di ketuai Amil Dama Damanhuri ini bukan hanya diikuti oleh anak yatim piatu saja tetapi oleh seluruh masyarakat dusun Tamiang pun berantusias mengikuti pawai obor yang di iringi oleh bedug dan Qosidah dari 6 Majlis Ta’lim di dusun Tamiang. Bukan hanya warga, kaur pemerintah seperti wakil Otang (kepala dusun Tamiang) pun ikut mengiringi pelaksanaan pawai obor tersebut, Ketua DKM Masjid Al-Mujahidin Hojay Saragih dan seluruh warga dusun tamiang berharap agar kedepan dapat lebih meriah lagi dengan adanya acara seperti ini bukan hanya menghibur anak yatim piatu saja tetapi telah menghibur seluruh warga masyarakat. >>Warsian

(Badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan) “Selain pelantikan, ini juga ada pengukuhan pejabat dengan adanya perampingan beberapa posisi yaitu kepala seksi dari Kelurahan Kecamatan dari 4 menjadi 3, Badan kesbang menjadi kantor dan penambahan wadir di RSUD” katanya.

Ditambahkan bahwa setelah menduduki posisi diharapkan untuk selalu mengembangkan inovasi serta memotivasi untuk mendapatkan prestasi dalam kinerja “Saya ucapkan selamat ditahun baru ini dengan jabatan baru, gaji baru dan pekerjaan baru” pungkasnya. >> Iin Kartiwan

Ps Semansa 1 Singkep Taklukkan Ps Pura Gelamit
Ajang Kute Cup yang diadakan setiap tahunnya dikabupaten Lingga sangat nenarik perhatian masyarakat dan menjadi ajang pertandingan olahraga bergengsi di Kabupaten Lingga sekaligus menjadi ajang hiburan tersendiri bagi masyarakat penggemar olahraga di daerah ini. Kute Cup (09/1) menjadi memontum yang mengagetkan, pertandingan sepak bola antar tuan rumah PS Putra Gelamid melawan PS Smansa 1 Singkep, sangat mengejutkan para penggila bola khususnya di Kabupaten Lingga. Pertandingan antara PS Putra Gelamid Vs PS SMANSA 1 Singkep diwarnai ketegangan para pendukung kedua belah pihak, pertandinganpun menjadi lebih berwarna ketika PS. Putra Gelamid berhasil mencetak golnya yang pertama di gawang PS. SMANSA, 10 menit setelah pertandingan dimulai, permainanpun dikuasai oleh PS. Putra Gelamid. Perjuangan dan sifat pantang meyerah yang dimiliki anak-anak SMANSA atau yang sering di ucapkan Komentator “Generasi Muda Anak Bangsa” julukan untuk PS.SMANSA berbuah manis, dengan berhasil menyamai kedudukan menjadi 1-1 diakhir 10 menit babak pertama. Dibabak kedua PS. Putra Gelamid terus melakukan penyerangan dan alhasil mereka kembali berhasil membuat Irvan penjaga Gawang Ps. Smansa itu kembali memungut sikulit bundar, Skor berubah 21 untuk keunggulan Putra Gelamid. Berbagai cara digunakan pelatih team SMANSA untuk mebalas ketertinggalan mereka dan alhasil 2 menit menjelang wasit yang saat itu dipimpin Untung di bunyikan Ps. Smansa berhasil membobol kan gawang PS. Putra Gelamid, melalui tendangan bebas yang berada jauh dari kotak 16 dan tendangan yang terarah oleh striker SMANSA membuat kipper dari PS. Putra Gelamid panik, bola yang seharusnya biasa biasa ia kuasai terlontar kedepan dan dimanfaatkan oleh pemain SMANSA yang berada di depan gol awal kemenangan pun terjadi kedudukan menjadi 2-2 hingga permainan pun selesai dan dilanjutkan dengan drama adu pinalti. Tendangan pertama dilakukan oleh PS. Putra Gelamit dan berhasil di tepis Punggawa gawang SMANSA, soraksorak pendukungpun bergema di Stadium Kute Cup, dan kegembiraanpun berlanjut dengan tendangan terakhir yang dilakukan Kesebelasan SMANSA yang berbuah gol kemenangan untuk PS. Smansa dengan mengungguli drama adu pinalti dengan skor akhir 7-6. Pertandingan yang syarat akan mitos kemenangan bagi Smansa itu juga di saksikan langsung Drs. Junaidi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lingga, yang sesaat sebelum pertandingan dimulai terlihat memberi support bagi Ps. Smansa Dibawah Asuhan Herry Chandra, S.Sos. Mengapa tidak Ps. Putra Gelamid merupakan team kebanggaan Desa Kute dengan materi pemainnya di huni oleh para pemain profesional yang berasal dari Tanjung Balai Karimun yang telah berkompetisi di berbagai ajang pertandingan yang digelar di provinsi kepri. “Saya bersyukur atas kemenangan ini, namun kami berusaha untuk tetap menundukkan kepala, sebab kemenangan ini merupakan awal dari kebangkitan generasi muda, kita masih jauh ingin berkhayal menjadi juara tapi kami akan terus latihan dengan meningkatkan performance, agar menjadi yang terbaik” Ungkap Herry Chandra pelatih Ps. Smansa. Selanjutnya ia juga menuturkan bahwa dilihat di atas kertas Ps. Smansa jauh sekali untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut, namun Bola itu bundar segala sesuatu bisa saja terjadi dilapangan. Ps. Smansa selanjutnya akan menghadapi pemenang antara Ps. Neraca Vs Ps. Gepara. >> HN

Edisi 229 Tahun X I Tahun Febr ebruari 2- 10 Februari 2011

Ragam
Jakarta,(MR) Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan pada tahun 2011, pemerintah mengupayakan naiknya kuota haji Indonesia minimal menjadi 238 ribu orang, sesuai hasil sensus penduduk tahun 2010. "Ini upaya agar daftar tunggu (waiting list) pendaftar haji tidak meningkat tajam," kata Mentyeri Agama (Menag) ketika memberi sambutan pada pembukaan Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah haji Tahun 1431H/2010, di Auditorium kantor Kemenag, Jl. MH.Thamrin No.6, Jakarta, Rabu malam. Menurut Menag, pemondokan jamaah haji di Mekkah juga diupayakan 80 persen berada di ring I, berjarak 2.000 meter dari Masjidil Haram dan 20 persen berada di ring II berjarak 2.000-4.000 meter dari Masjidil Haram. Sedangkan pondokan jemaah di Madinah diupayakan seluruhnya berada di wilayah Markaziah, berjarak maksimal 600 meter dari Masjid Nabawi. Menyangkut bimbingan jamaah haji, kata Menag Suryadharma Ali, akan ditingkatkan kualitasnya, di samping pelatihan secara konvensional dengan tatap muka, akan dilakukan bimbingan melalui TV nasional dan TV daerah serta media radio. Ia menambahkan, dalam aspek manajemen haji, dipastikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dapat memenuhi standar manajemen mutu. "Ke depan, kita akan meningkatkan intensifikasi penerapan SMM ISO 9001: 2008, dengan memperluas cakupan sampai ke Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia dan pelayanan haji di Arab Saudi," ucapnya. Pada tahun ini juga, kata Menag, pemerintah akan membentuk Kantor Misi Haji Indonesia (KMHI) di Arab Saudi yang telah memperoleh persetujuan dari instansi terkait. "Dengan pembentukan KMHI ini, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi dikelola secara lebih tersistem dan terstruktur sepanjang tahun," jelasnya. Menag menyatakan pula, terkait pengawasan terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang independen, saat ini sedang diproses pengusulan pengangkatan anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), yang diharapkan pada musim haji 1432H/2011 sudah dapat melaksanakan tugasnya. Suryadharma Ali berharap, keberadaan KPHI dapat mengawasi berjalannya sistem dan manajemen penyelenggaraan ibadah haji yang menjunjung tinggi semangat keadilan, transparansi dan akuntabilitas publik, sehingga dapat memberikan pertimbangan yang obyektif untuk penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik. Menag menilai, pemisahan fungsi penyelenggaraan dan

15
pengawasan merupakan "sejarah baru" dalam penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Hal ini diharapkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji yang dikelola pemerintah. Untuk tahun ini juga, kata Menag, dikeluarkan kebijakan seragam batik bagi jamaah haji Indonesia, yang merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan ciri khas jamaah haji dalam semangat Islami yang mencerminkan identitas nasional. "Motif dan warna batik seragam jemaah haji ini dipilih berdasarkan pemenang lomba," ujarnya. Pada bagian lain, Menag mengatakan, belajar dari pengalaman dan bertekad memberikan pelayanan yang terbaik kepada para tamu Allah di tanah suci, pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan ibadah haji

Kuwu Sukra Wetan Sambut Baik Pengaspalan Dari Pertamina

Kuota Haji Indonesia Tahun 2011 Diupayakan Naik

Menteri Agama Suryadharma Ali

PT Pertamina pada tahun 2011 ini hendak memberikan dana Carporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemkab Indramayu sebesar Rp15 Miliyar bagi pendidikan dan infrastruktur. Hal itu sebagai wujud nyata ucapan terima kasih dari Pertamina kepala lingkungan disekitarnya, sehubungan hasil produksi pengelolaan sumber daya alam Migas.
Indramayu, (MR) Warim, A. Ma.Pd. Kuwu Desa Sukra Wetan Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyatakan menyambut baik pengaspalan ruas jalan lingkungan yang dananya bersumber dari Konvensasi Pertamina terkait Eksporasi Minyak Tanah dan Gas (Migas) diwilayah desanya. Disela-sela memonitoring pekerjaan pengaspalan jalan di Dusun Kedungdawa Desa Sukra Wetan, Kuwu Warim menjelaskan, pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan darat ini sesuai dengan Proposal yang pernah diajukannya pada tahun 2010 lalu kepada pihak pertamina. Kami berharap hasil pengaspalan jalan ini aktivitas warga desa semaik baik, ungkapnya. Sejumlah tokoh masyarakat Desa Sukra Wetan, juga mengutarakan hal senada dengan Kuwu Warim yakni menyambut dengan suka cita adanya pembangunan infrastruktur jalan lingkungan tersebut. Mudah-mudahan kondisi jalan yang berkuaitas dapat mendukung suksesnya Program Pembangunan di Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi, paparnya. Informasi yang diperoleh MR menyebutkan, PT Pertamina pada tahun 2011 ini hendak memberikan dana Carporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemkab Indramayu sebesar Rp15 Miliyar bagi pendidikan dan infrastruktur. Hal itu sebagai wujud nyata ucapan terima kasih dari Pertamina kepala lingkungan disekitarnya, sehubungan hasil produksi pengelolaan sumber daya alam Migas. >> Abdullah

secara terus menerus dan berkesinambungan. Menag mengingatkan, supaya seluruh jajaran Kementerian Agama, menyikapi setiap sorotan dan kritik terhadap penyelenggaraan ibadah, sebagai pemacu untuk bekerja lebih baik lagi. "Kita tidak perlu reaktif dalam menghadapi berbagai isu dan kritik, tapi mari kita jawab dengan kinerja dan fakta di lapangan," tegasnya.>> Ediatmo

SBY Marah ......................................................................... (Sambungan dari Hal 1)
" Presiden sudah berulang kali mengatakan untuk mencopot pegawai yang terlibat kasus Gayus. Presiden sangat marah karena Kepolisian dan Kejaksaan belum juga melakukan itu. Silahkan wartawan tanya ke Kapolri kenapa belum juga melakukan pencopotan terhadap anak buahnya," kata Sudi yang ditemui sesudah rapat terbatas di Kantor Presiden, Senin (31/1). Sudi menampik hal tersebut merupakan indikasi inpres tidak berjalan sesuai keinginan SBY. Di tempat yang sama, juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha juga menolak anggapan inpres terasa hambar. Ia mengatakan, semua institusi seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kemenkumham, KPK, BPK, dan BPKP telah berkoordinasi untuk menyelesaikan kasus Gayus. " Langkah-langkah lebih lanjut dan kongkret sudah dilaksanakan. Saya bisa sebutkan di dalam sektor pajak dan keuangan sudah ada tindak nyatanya. Masuknya KPK justru diharapkan membuat kasus ini semakin mudah dituntaskan. Dan tidak benar jika BPKP tidak dilibatkan. Presiden mengawasi langsung masalah ini dan Wakil Presiden yang ditunjuk sebagai pengawas terus melaporkan perkembangannya secara berkalah," ujar Julian. "Kalau pun peran BPKP tidak kelihatan, saya pikir itu karena BPKP memiliki tugas lebih bersifat internal. Serta tidak perlu terlalu banyak dipublikasikan hasil kerjanya. Semuanya bekerja sesuai dengan tupoksi," kilahnya. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui pihaknya memang belum memberikan data 151 perusahaan kepada KPK. Namun, ia membantah itu dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap inpres. Menurutnya, KPK belum memberikan surat tertulis kepada Kemenkeu sehingga tidak mungkin menyerahkan data tersebut. "Permintaan dari Kepolisian soal data tambahan sudah kami berikan. Kalau ada permintaan data, pasti dipenuhi. Untuk KPK yang meminta 151 data pajak kita tidak menerima surat permohonannya. Kalau kita terima, pasti kita berikan kepada KPK," ungkapnya. >> Ediatmo

Buku SBY ....................................... (Sambungan dari
Hal 1) langsung kepada sekolah penerima proyek ternyata tidak
berhasil. Pemerintah terlalu menyederhanakan masalah dengan menganggap korupsi yang dilakukan dinas pendidikan hanya sebatas tata kelola, dalam hal ini buruknya mekanisme penyaluran dana-dana pendidikan. Padahal,lanjut dia, mudahnya dinas pendidikan mengorupsi DAK pendidikan dengan mengintervensi sekolah berkaitan dengan masalah struktur, yaitu ketimpangan relasi antara dinas pendidikan dan sekolah. Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah tidak otomatis membuat sekolah otonom. Selain perangkat-perangkat seperti dewan pendidikan dan komite sekolah tidak berfungsi, dinas pendidikan pun masih mampu mengontrol kepala sekolah karena memiliki kewenangan dalam pengangkatan dan pemberhentian kepala sekolah." Di sini posisi tawar kepala sekolah sangat lemah ketika berhadapan dengan dinas pendidikan," pungkas Ade Irawan. >> Ediatmo

SPBE ....................................... (Sambungan dari Hal 1)
melakukan pengisian, peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 26 Januari 2011 pukul 19.05 Wib, pada saat ledakan terjadi secara otomatis alarm berbunyi sehingga warga sekitar spontan kaget dan panik bahkan ada juga yang pingsan, pada malam itu juga warga datang berduyun-duyun ke Lokasi kejadian untuk meminta pertanggung jawaban dari pihak SPBE. Saat MR mengkonfirmasikan hal ini kepada H.Saidi M.Si SE selaku direktur utama SPBE PD Bumi Wiralodra Indramyu mengiyakan kalau telah terjadi kerusakan pada selang liquid pengisian, Kapolsek Losarang Kompol Subakir membenarkan bahwa pada hari itu pukul 19.05 Wib terjadi ledakan dari selang liquid akibat kualitas selang yang kurang bagus namun peristiwa tersebut tidak ada korban, tandas kapolsek Kompol Subakir. Hal senada juga diucapkan H.Ahmad M.Si selaku Camat Losarang, lalu MR minta penjelasan kepada Agus selaku pelaksana pembangunan SPBE tentang pecahnya selang liquid tapi Agus tidak mau berkomentar “ no Comment ”. Demo masyarakat menuntut pertanggung jawaban pihak SPBE H.Saidi selaku pemilik SPBE PD BWI, bersedia memberikan keterangan dan penjelasan kepada warga namun penjelasan yang diberikan tidak memuaskan sehingga warga tetap menuntut agar SPBE PD BWI yang ada ditengah-tengah pemukiman penduduk ditutup untuk selamanya, karena keberadaan SPBE tersebut sangat meresahkan dan mengganggu ketenangan warga sekitar. Pasalnya pihak SPBE PD BWI tidak kooperatif kepada masyarakat dan pendirian SPBE tanpa persetujuan dengan masyarakat bahkan sosialisasi untuk warga sekitarpun tidak ada dan seharusnya mendirikan bangunan SPBE itu jauh dari pemukiman penduduk tandas para warga saat dimintai keterangan, para warga juga bersepakat agar SPBE yang ada diwilayah Desa Pangkalan agar ditutup total untuk selamanya. Setelah menempuh jalur musyawarah pada tanggal 29 Januari 2011 antara masyarakat dan pihak SPBE didampingi oleh camat losarang H Achmad M.Si bersepakat SPBE untuk beroprasi kembali dengan ketentuan dan perjanjian hitam di atas putih antara masyarakat dan pihak SPBE, perjanjian tersebut diantaranya ; Apabila suatu hari ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali maka secara otomatis masyarakat akan menutup SPBE untuk selamanya dan tanpa ada tuntutan dari pihak SPBE maupun pemerintah kecuali masyarakat bertindak anarkis. Pihak SPBE akan memberikan kompensasi setiap bulannya kepada masyarakat sekitar baik dibidang kesehatan maupun santunan. Pihak SPBE akan merekrut tenaga kerja 50% dari warga setempat, perbaikan jalan disekitar SPBE dan penyediaan tempat pembuangan sampah berikut perlengkapan. Dan permintaan masyarakat akhirnya disetujui oleh direktur utama SPBE PD Bumi Wiralodra Indramayu. H Saidi M.Si SE untuk diajukan ke pemda indramayu. >> Suhada

Kades lawan Bupati ................................. (Sambungan dari Hal 1)
Garut. Penunjukan pengisi Sekda ditentukan dan rekomedasi Gubernur dan Mendagri ” Pertimbanagan akhir inilah yang kami kirimkan ke Gubernur. Nanti terserah Gubernur, namanama yang dipilih dari tiga nama yang diusulkan Bupati,” ujarnya. Lex menambahkan, untuk saat ini, ia meminta Bupati Garut melaksanakan perintah Gubernur Jabar untuk menempatkan Hilman Faridz sesuai fungsi dan tugasnya sebaga Sekda. “ Hingga saat ini, Bupati masih belum melibatkan secara maksimal fungsi Sekda. Terakhir soal pengangkatan sejumlah pejabat di Disdik Kabupaten Garut yang tanpa sepengetahuan Sekda,” katanya. Mengenai Perbup 171 yang kontriversal, Lex meminta agar Bupati tidak menjalankan Perup tersebut. Pasalnya, Perbup tersebut menyalahi aturan-aturan di atasnya. “ Perbup itu bertentangan dengan Pergub dan PP Pemberhentian PNS dan Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi,” ujarnya. Dalam rapat itu, Asisten Daerah I bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM Pemprov. Jabar, Herri Hudaya, menerangkan, kasus Sekda di Pemkab Garut tersebut memang cukup kompleks. Ada yang mendukung dan ada yang menolak. Belakangan, masuk juga isu SARA yang menuding Ali adalah Ahmadiyah. “ Saya melihatnya di Garut itu ada dua masalah. Yang pertama soal manajemen Pemda dan kedua soal Sekda. Hanya di Garutlah ada Kades yang berani melawan Bupatinya sambil gebrak-gebrak meja di depan Bupati,” katanya. Mengenai Sekda, Herri juga sudah berkali-kali memanggil Bupati dan melakukan pertemuan bersama Gubernur dan kepala BKD. Dalam setiap pertemuan yang memakan waktu lebih dari tiga jam, Gubernur, Asda, dan BKD, telah membeberkan tentang pejabat Sekda sementara. “ Tapi anehnya tetap saja tidal diterapkan oleh Bupati. Ternyata dilapangan tidak seperti yang diharapkan. Pak Hilman pun sudah saya panggil untuk melaksanakan tugasnya. Namun sampai di Garut, dia malah direcokin,” katanya. Anggota komisi A DPRD Jabar, Deden Darmasyah, juga menanyakan soal informasi yang diterimanya, tentang gaji Hilman yang tidak dibayarkan. Termasuk kabar yang beredar bahwa Hilman tidak mangantor gara-gara benyak intimidasi. “ Saya sudah mengecek ke rekan saya di sana, dia mengator. Tapi tidak bekerja karena situasinya dibuat itu,” ujar Herri menjawab pertanyaan Deden. Sementara itu, Ketua Komisis A DPRD Jabar Sugiyanto Nangolah menuturkan, Pemprov harus menyikapinya dengan tepat. Termasuk menentukan pejabat Sekda yang secara normatif dianggap netral. Soalnya kini di Garut ada tiga kubu pendukung yaitu Sekda lama, pendukung Sekda baru, dan massa yang ingin melengserkan Bupati. Jika Pemprov salah ambil keputusan, bisa-bisa terjadi konflik yang lebih besar di Garut,” ujarnya. >> Undang/Ali

Muara Gembong Butuh Bantuan
Bekasi, (MR) Para petani tambak di Desa Pantai Bahagia kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Jawa barat, saat ini mengeluh hasil produksi udang dan ikan sangat minim akibat saluran Sungai Muara yang dangkal. Beberapa bulan yang lalu pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Departemen Pekerjaan Umum Jenderal Sumber Daya Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Konsultan bekerja sama dengan PT.Sae Citra Indah mengadakan sosialisasi ke masyarakat dibalai kecamatan Muara Gembong, materi yang di sampaikan kepada masyarakat adalah mengenai akan diadakannya rehabilitasi sungai dan muara yang dangkal khususnya di desa Pantai Bahagia dan sungai-sungai di sekitarnya. Tokoh masyarakat, Jini yang di konfirmasi MR mempertanyakan pelaksanaa rehabilitasi sungai dan muara yang dangkal “ Mau kapan lagi pelaksanaan pengerukan sungai yang sudah di tentukan Departemen Pekerjaan Umum karena mungkin bulan depan akan banyak hujan, sebaiknya pemerintah yang terkait harus turun tangan menyelusuri apa yang jadi hambatan, karena masyarakat menunggu sekali direhab, mudah-mudahan saja anak udang/ikan bisa masuk ketambak agar arus sungai lancar dan banjir cepat turun kelaut”. Masyarakat Muara Gembong kini memohon bantuan kepada pemerintah agar perduli terhadap lingkungan dan memperhatikan wilayah Muara Gembong, jangan hanya Bekasi Pusat/Kota yang di perhatikan, Muara Gembongpun harus di perhatikan >> Warsiyan/Anata Wijaya

Kecamatan Tabelan Kabupaten Bintan Berbenah Diri
Bintan,(MR) Tampaknya camat Tambelan H.Nirwan yang baru menjabat dua bulan di kecamatan yang sangat terpencil di Kabupaten Bintan Provinsi kepri pada saat ini tengah gencar-gencarnya membenah wilayahnya diantaranya, mengadakan razia bagi siswa SD, SMP dan SMA pada jam belajar, terutama pada malam hari, mengadakan gotong-royong diseluruh desa yang berada di Kecamatan Tambelan serta mengadakan pengajian dimesjid dan mengadakan ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa bagi warga kami disini dan berharap dilaksanakan program ini bisa mengharumkan nama baik kecamatan Tambelan, ungkap camat melalui HPnya belum lama ini. Edi Ishak tokoh masyarakat Tambelan saat dikonfirmasi wartawan MR menyambut baik program Camat Tambelan tersebut “ Program itu semua demi meningkatkan SDM bagi siswa dikecamatan ini, ” katanya. Anggota DPRD Kepri Hanafi Ekra.SH saat dijumpai dikantornya, mengatakan dukunganya, atas program Camat Tembelan tersebut, “ Kita harus mengawasi anak-anak sekolah agar mereka bisa terarah dan menjadi siswa yang berkualitas dan bertanggung jawab kepada Tuhan yang Esa,” ungkapnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Lurah Sekuni Hidayatiza, pada saat pada saat dikonfirmasi Media Rakyat, juga sangat mendukung dengan program Camat tersebut, karena dia menilai “ Baru camat ini lah yang membuat program yang bertujuan meningkatkan SDM dan keimanan bagi masyarakat di Kecamatan Tembelan ini,” ungkapHidayatiza. >> Defran/Edi

Berdiri Kembali ............................................................ (Sambungan dari Hal 1)
Robohnya pohon yang berada di pinggir jalan raya arah Tanjungpura-Regasdengklok, jadi perhatian tontonan warga bahkan dari luar daerahpun banyak berdatangan, pasalnya pohon yang roboh oleh angin kencang itu ketika oleh warga sekitar dipotong dahan dan ranting pohonnya yang menghalangi jalan raya hingga kendaraan yang melintas pada waktu itu macet total, ketika tinggal batang pohon yang belum sempat terpotong di perkirakan panjangnya sampai 6 meter lagi, tiba-tiba ada semacam hentakan dan bergerak seakan batang pohon tersebut seperti hidup dan tidak lama kemudian langsung berdiri kembali dari posisi semula, serentak warga sekitar heboh dan merasa aneh dan nyaris tak percaya dengan apa yang sedang terjadi, kata, Ade Junaedi (45) salah satu warga setempat yang menyaksikan atas kejadian tersebut. Ade Juga mengatakan, dengan keadaan yang semakin lama ramai dikunjungi orang baik dari wilayah setempat hingga dari luar kabupaten pun banyak yang melihat karena kejadian itu mendapat sorotan langsung dari berbagai media cetak dan elektronik jadi cepat menyebar kabar beritanya, dari parkiran kendaraan hingga tukang dagang asorangan dan pedagang dadakan yang sengaja bikin tenda sementara di lokasi itu, hingga warga sekitar banyak di untungkan atas peristiwa tersebut karena banyak pengunjung datang memakai kendaraan pribadi dan rombongan. Peristiwa itupun akhirya mengundang polemik di kalangan para Ulama (tokoh agama), Tokoh masyarakat karena banyak Tidak sedikit pengunjung yang datang ke tempat kejadian baik warga setempat maupun dari luar wilayah mengambil dan memanpaatkan kulit batang pohon yang di lupasi hingga habis lalu di bawa pulang dengan menganggap pohon tersebut keramat bisa berhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit, Dengan keadaan yang sangat memprihatinkan karena sudah mengarah kepada kesesatan dan syirik maka para tokoh agama melaporkan kepada pihak kelurahan setempat untuk mengantisipasi kejadian itu. Setelah mendapat laporan atas kejadian yang memprihatinkan itu maka, Kepala kelurahan Tunggakjati, Amda, SH yang didampingi Babinkamtibmas Polri, Babinsa AD, Ketua LPM serta aparat kelurahan dengan cepat tanggap umtuk menumbangkan pohon angsana itu yang dianggap keramat dan aneh itu. Menanggapi hal tersebut, kepala kelurahan Tunggakjati, Amda,SH, dan Ahmad Bastari, anggota Polsek Karawang Kota dengan persepsi yang sama mengatakan, kejadian ini selain memicu keresahan warga juga mengganggu ketertiban umum karena pohon itu keberadaannya percis di pinggir jalan raya arah Tangjungpura-Rengasdengklok maka dari itu kami sebagai aparat menghimbaui kepada masyarakat Tunggakjati dan sekitarnya jangan memprokasi oleh kejadian ini lebih baik tingkatkan keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, ternyata pohon yang dianggap keramat dan aneh itu tidak ada apa-apa, teganya. >>Komarudin

Walikota Tasik .............. (Sambungan dari Hal 1)
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom pada 2004. Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Umum People Aspiration Center (Peace) Habib Ahmad Shahab kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (1/2). Ia mengatakan itu menanggapi sikap Komisi III yang menolak kehadiran dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah karena dianggap masih berstatus tersangka, meski Kejaksaan Agung telah mengeluarkan Deponeering (mengenyampingkan perkara demi kepentingan umum) terhadap Bibit-Chandra. Saya sangat menyayangkan sikap anggota DPR seperti itu. Padahal seharusnya Komisi III bisa memanfaatkan forum itu untuk mengorek penjelasan KPK soal alasan lembaga itu menangkap dan 19 politisi itu, ujar Shahab. Menurut dia, kasus dugaan suap cek perjalanan dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI itu, muncul berdasarkan pengakuan dari Agus Condro, anggota DPR dari Fraksi PDIP. Jadi, penangkapan 19 politisi itu, semakin memperkuat dugaan bahwa anggota DPR menerima suap dalam kasus tersebut. Ini adalah momen tepat bagi DPR untuk mengembalikan citra di mata masyarakat. Jadi, kalau sikap seperti itu terus dilakukan oleh anggota DPR, masyarakat akan semakin tidak percaya. Kasihan anggota DPR yang benar-benar bekerja, citranya terbawa oleh segelintir anggota dewan. >> Mohammad

SURAT KABAR UMUM

Advertorial

Edisi 229 Tahun XI 2 - 10 Februari 2011

16

SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Mengucapkan

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Mengucapkan

Selamat dan Sukses
Atas Pelantikan Pejabat Strukrural Eselon II, III & IV
Pada Hari Rabu, 19 Januari 2011
Semoga diberikan kelancaran dalam mengemban tugas dengan baik demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas

Selamat Tahun Baru Imlek
GONG XI FA CHAI
Bagi yang merayakannya, semoga tahun ini penuh berkah dan sukses selalu.

DRS. TENGKU MUKHTARUDDIN Bupati Anambas
AMAT YANI, SH. Pimpinan DPRD KKA AUGUS R. UMGGUL, S.Sos, MPA Sekretaris DPRD KKA

ABDUL HARIS, SH. Wakil Bupati Anambas

RADJA TJELAK NUR DJALAL, S.Sos, M.Si Sekretaris Daerah

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Mengucapkan

Atas Pelantikan Pejabat Strukrural Eselon II, III & IV
Pada Hari Rabu, 19 Januari 2011
Semoga diberikan kelancaran dalam mengemban tugas dengan baik demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Anambas

Selamat dan Sukses

DRS. TENGKU MUKHTARUDDIN Bupati Anambas RADJA TJELAK NUR DJALAL, S.Sos, M.Si Sekretaris Daerah

ABDUL HARIS, SH. Wakil Bupati Anambas

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->