AGROPOLITAN DEVELOPMENT: KONSEP DAN APLIKASI Studi Kasus Kabupaten Karo, Sumatera Utara

Salmina Wati Ginting Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl Perpustakaan Gedung D Kampus USU Padang Bulan Medan Telp. 061-8211237, 8219525 Email: salminaginting@yahoo.com

ABSTRACT Agropolitan development is a concept pioneered by John Friedmann which was popular among regional development context globally. Background of the concept was rural-urban dividing which could create economic, social, and environment problems, especially in urban area. Agropolitan development model could be a model that sustain socially and ecologically.
Since 2002, North Sumatera province designed an agropolitan chained called Dataran Tinggi Bukit Barisan or Bukit Barisan Highland. Unfortunately, there were several areas which not succeed in developing their chain. This phenomenon came with question: how was the feasibility of such districts to develop to agropolitan areas? What were conditions and terms should be applied? This paper¶s objectives are, first: to analyze agropolitan development concept from various point of view. Second, to formulate the basic principle of agropolitan development related to condition and problem faced by rural-urban development in Indonesia. Third, to analyze Bukit Barisan Highland¶s characters physically, economically, and socially, and the possibilities of being agropolitan areas. The analyze will due to agriculture priority commodity, governance, natural resources, and human resources. Keywords: agropolitan development, Karo District, priority commodity

ABSTRAK ³Agropolitan development´ adalah konsep yang diperkenalkan oleh John Friedmann yang kemudian populer dan mendunia terutama dalam konteks pembangunan regiona Salah satu yang melatar belakangi l. lahirnya konsep ini adalah gejala pemisahan desa-kota (rural-urban dividing) yang tidak sehat dan menyebabkan timbulnya masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama di perkotaan. Model ³agropolitan development´ diharapkan dapat menjadi model pembangunan yang sustainable secara sosial dan ekologikal.
Sejak tahun 2002, Sumatera Utara merancang kawasan khusus yang disebut Dataran Tinggi Bukit Barisan untuk membangun rantai agropolitan Sumatera Utara. Tetapi tidak semua kawasan agropolitan baru tersebut berhasil membangun kekuatan ekonomi. Fenomena itu membawa pertanyaan: bagaimana kesiapan daerah sehingga layak dijadikan kawasan agropolitan? Apa ketentuan dan prasayarat yang harus dipenuhi? Paper ini bertujuan untuk: pertama, menganalisa konsep ³agropolitan development´ dari berbagai sudut pandang. Kedua, merumuskan prinsip-prinsip dasar ³agropolitan development´ dikaitkan dengan kondisi dan masalah pembangunan desa-kota di Indonesia. Ketiga: menganalisa karakter Dataran Tinggi Bukit Barisan (dalam hal ini diwakili oleh Kabupaten Karo) secara fisik, ekonomi, dan sosial dan kemungkinan pengembangannya menjadi kawasan agropolitan di Sumatera Utara. Analisis juga dilakukan terhadap komoditas unggulan pertanian, kelembagaan, kemampuan sumber daya alam dan sumber daya manusia . Kata-kata kunci: agropolitan development, Kabupaten Karo, komoditas unggulan

Tapanuli Utara. sehingga keterkaitan Kawasan Dataran Tinggi Bukit Barisan ini dengan kawasan dataran medium dan rendah merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan sama sekali. Kawasan pedesaan dataran Tinggi Bukit Barisan merupakan kawasan dengan kondisi sosial ekonomi yang belum berkembang dibanding dengan kawasan lain meskipun banyak desa yang telah mengalami kemajuan cukup besar namun itupun jumlahnya sangat terbatas. Perannya yang cukup signifikan di sektor pertanian tidak terlepas dari adanya sinergis dan saling ketergantungan dengan wilayah dataran medium dan dataran rendah. Simalungun. Humbang Hasundutan. Upaya mempercepat pembangunan pedesaan yang berbasis agribisnis dan produk-produk pertanian yang mempunyai daya saing tinggi dengan produk-produk pertanian dari luar negeri. Selain itu pembangunan . Dairi. Kabupaten ini dipilih karena merupakan kabupaten yang terkenal sebagai penghasil produk pertanian dan hortikultura. 104 Kecamatan dengan jumlah penduduk 2.1 Lingkup Dari 8 (delapan) kabupaten yang termasuk dalam Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan (KADTBB). Kemudian sejalan dengan perkembangan pemekaran di Provinsi Sumatera Utara. Simalungun. Toba Samosir.347. Maka pada tanggal 28 September 2002 Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dengan dukungan Pemerintah Pusat (Departemen Pertanian. kultur budaya dan komoditas menjadikan wilayah ini menjadi kawasan yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi di Sumatera Utara. yaitu sekitar 76 km. dipilih satu kabupaten sebagai sample yaitu Kabupaten Karo. Samosir. Samosir.623 jiwa (19. Permasalahan yang dihadapai antara lain karena masyarakat belum terlibat secara intens.28 Km2 (28. Selain itu ibukota kabupaten ini yaitu Kabanjahe merupakan ibukota kabupaten yang paling dekat jaraknya dengan kota Medan.41 % dari jumlah angkatan kerja. Pakpak Bharat. Toba Samosir.3 % dari wilayah Sumatera Utara) terdiri dari 8 Kabupaten. Tapanuli Utara. Dataran Tinggi Subur yang cukup luas dengan kesamaan agroklimat (Tim Teknis Pengembangan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara 2005). tidak semua kabupaten yang tergabung dalam KADTBB berkembang sesuai harapan. KADTBB belum menjadi program yang secara holistik mewarnai seluruh kebijakan di kabupaten yang bersangkutan. Tapanuli Utara. 1. Dairi dan Pakpak Bharat.1. oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk pengembangan pertanian yang berbasis kemampuan daerah.2 Permasalahan Selama beberapa tahun sejak dilaunching. PENDAHULUAN Wilayah Dataran Tinggi Bukit Barisan yang terdapat di Kabupaten Karo. Kesamaan agroklimat.4 %).345. Departemen Kimpraswil beserta departemen terkait) telah mempromosikan pengembangan kawasan terpadu yang disebut Kawasan Agropolitan Sumatera Utara yaitu Dataran Tinggi Bukit BarisaN yang mencakup Kabupaten Karo. 1. dari 5 (lima) Kabupaten berkembang menjadi 8 (delapan) kabupaten mencakup Kabupaten Karo. penduduk yang bekerja di sektor pertanian 79. Dairi dan Pakpak Bharat yang merupakan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan (KADTBB) dengan luas wilayah 20. Humbang Hasundutan. Humbang Hasundutan. Samosir dan Toba Samosir dapat dipandang sebagai suatu kawasan pengembangan ekonomi local (local economic development) yang berbasis pertanian dengan tujuan meningkatkan ekonomi pedesaan yang didukung oleh pertumbuhan ekonomi wilayah di sekitarnya. Beberapa kabupaten bahkan belum memperlihatkan perubahan yang berarti dalam hal peningkatan kegiatan ekonomi pertanian. Simalungun.

Dalam agropolitan pembangunan dilaksanakan tidak hanya dipusat (kota) saja namun digeser ke wilayah lain (desa/kecamatan) sehingga di desa/kecamatan tersebut juga akan terjadi akumulasi modal dan hasil pembangunan juga kan mengendap disana. serta untuk menunjang pemasaran dikembangkan pula sektor perdagangan dan jasa.infrastruktur dan lembaga keuangan mikro juga belum memadai. terdapat mekanisme pasar yang dapat mengalirkan modal kepada penggunaan yang dapat memberikan manfaat social yang terbesar. (3) perkembangan pusat pertumbuhan (kota) pada suatu tingkat akan menalami diminishing return sehingga harus dibatasi melalui mekanisme pasar. 1. Dalam pendekatan agropolitan upaya untuk mempercepat pembangunan di pedesaan dilakukan untuk kegiatan non primer seperti industri. perdagangan. pembentukan unit pengembangan. dengan melihat berbagai unsur internal dan eksternal antara lain pembentukan pusat agropolitan. Strategi ini didasari oleh kenyataan bahwa kesejahteraan yang diyakini akan dapat dicapai dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi yang cepat dibeberapa pusat kota dan selanjutnya menyebarkan kemajuan di wilayah pedesaan. (2) Apabila terjadi akumulasi modal. Pembangunan dikota tidak terkait dengan sektor pedesaan sehingga kesenjangan kota dan desa semakin besar. 1. Dijelaskan oleh Anwar (1999) bahwa agropolitan dapat menjadi tempat yang berperan sebagai pusat di wilayah pedesaan yang akan mendukung kegiatan pembangunan pertanian mulai dari 2. jasa dan lain-lain. akan tetapi juga dikembangkan sektor non pertanian seperti industri yang menghasilkan alat pertanian. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Agropolitan merupakan pendekatan pengembangan wilayah yang menitikberatkan pada upaya untuk menciptakan dorongan bagi pembangunan dinamis di wilayah-wilayah yang relatif terbelakang. tidak terjadi. yang memanfaatkan hasil pertanian setempat sebagai bahan input dalam proses produksinya. . 2008) Agropolitan dalam Pembangunan Daerah Dari tulisan Nasoetion (1999) diketahui bahwa paradigma dasar konsep agropolitan adalah (1) hubungan pedesaan dengan kotakota dapat mencapai suatu tingkat sinergisme sepanjang hubungan fungsional dari sub wilayah tersebut menghasilkan nilai tambah yang dapat diredistribusikan melalui pengembangan suatu tatanan institusional yang secra benar menggambarkan status kelangkaan suatu sumberdaya atau komoditas. sering mengakibatkan eksploitasi potensi desa yang hanya menguntungkan penduduk kota.4 Teknik Pengumpulan Data Paper ini merupakan ilustrasi singkat mengenai kesiapan Kabupaten Karo dalam melaksanakan program pengembangan kabupaten tersebut menjadi bagaian dari KADTBB. kesiapan infrastruktur. Seluruh data yang disajikan dalam paper ini dihimpun dari studi literatur dan situs resmi pemerintah Kabupaten Karo yaitu http://www. Selain itu kondisi yang timpang dalam integrasi sistem ekonomi yang cepat antara kota dan desa.( Situmorang. yang menunjang perkembangan ekonomi pertanian.3 Tujuan Paper ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan Kabupaten Karo untuk dikembangkan menjadi kawasan agropolitan. komoditas unggulan.go. Hal ini berarti bahwa agropolitan adalah suatu wilayah pertanian yang struktur perekonomiannya tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian.id/. dan kesiapan kelembagaan.karokab. Penulis hanya melakukan analisis dan tidak melakukan wawancara atau observasi di lapangan.

irigasi. meningkatkan kapasitas ekonomi daerah dalam memberikan kesempatan kerja dan berusaha serta meningkatkan pendapatan rakyat secara berkesinambungan. Ada tiga hal pokok yang menjadi sarana pengembangan agropolitan. Daerah Kabupaten Karo terletak di daerah dataran tinggi bukit barisan dengan total luas administrasi 2. sumber air.555 jiwa. Berdasarkan prinsip ekonomi tersebut. 2002). Jumlah penduduk Kabupaten Karo jika . mencegah dan memperlambat arus urbanisasi (Deptan. PEMBAHASAN Informasi Umum Kabupaten Karo Secara geografis Daerah Kabupaten Karo terletak antara 02o50¶ s/d 03o19¶ LU dan 97o55¶ s/d 98 o38¶ BT. Sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan untuk tujuan pemerataan maka industri yang dibangun adalah industri berskala kecil hingga menengah yang padat karya dan memungkinkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Jumlah penduduk Kabupaten Karo pada akhir tahun 2006 ialah sebanyak 342. Inilah yang disebut dengan ³kota pertanian´ (agropolitan). kajian dan terapan teknologi agribisnis. bank. Penetapan pusat agropolitan. paguyuban masyarakat. 2002. Ketiga.usaha tani. 3. lembaga keuangan mikro. down-stream agribisnis dan services for agribusiness. terminal agribisnis. pemrosesan dan kegiatan pasca panen serta pemasaran dan penyampaian kepada konsumen yang berlokasi di wilayah pedesaan. dll 5. karang taruna. Dukungan sistem infra struktur: jalan. LSM.25 km² atau 212. dll. menghasilkan produk-produk agribisnis yang memiliki daya saing (mutu dunia dan harga kompetitif). y Paling banyak melibatkan pelaku dan masyarakat sesuai kearifan lokal y Memungkinkan untuk dikembangkan dengan orientasi ekspor 4. Termasuk sarana dan prasarana: pasar. yang dapat berfungsi sebagai: y Pusat perdagangan dan transportasi pertanian y Penyediaan jasa dukung pertanian y Pasar konsumen produk non pertanian y Pusat industri pertanian y Penyedia pekerja non pertanian 2. Pengembangan agropolitan adalah pengembangan seluruh kegiatan/usaha sistem agribisnis yang melibatkan seluruh daerah pertanian pedesaaan. dengan kriteria sbb: y Merupakan sektor yang sudah berkembang dan didukung oleh sektor hilirnya. Dukungan sistem kelembagaan formal dan informal: pemkab. Penetapan sektor unggulan. on-farm agribisnis. yang dapat berfungsi sebagai: y Pusat produksi pertanian y Intensifikasi pertanian y Produksi tanaman siap jual 3. Pertama. Penetapan unit-unit pengembangan. telekomunikasi. pengembangan agropolitan bukanlah membangun/mendirikan kota baru atau kawasan industri di daerah pertanianpedesaan. kelompok tani. yang secara keseluruhan berfungsi sebagai kota pertanian. Kawasan Agropolitan Berdasarkan panduan Pedoman Umum dan Program Rintisan Pengembangan Kawasan Agropolitan yang diterbitkan Departemen Pertanian. dll. maka dengan suatu kawasan akan dikembangkan kegiatan agribisnis mulai dari up-streami agribisnis.725 ha. listrik. Dengan demikian. terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan dalammenentukan dan membangunkawasan agropolitan yaitu: 1. bukota Kabupaten Karo adalah Kabanjahe yang terletak sekitar 76 km sebelah selatan kota Medan ibukota Provinsi Sumatera Utara.127. balai penyuluhan. Kedua.

165 3.64 195.998 3.karokab.74 1 Mardingding 2 Laubaleng 3 Tigabinanga 4 Juhar 5 Munthe 6 Kutabuluh 7 Payung 8 Tiganderket 9 Simpang Empat 10 Naman Teran 11 Merdeka 12 Kabanjahe 13 Berastagi 14 Tigapanah 15 Dolat Rayat 16 Merek 17 Barusjahe Sumber: http://www.821 9.445 5.873 3..7 47.358.53 131.765 19.555 KEPADATAN PENDUDUK 58.81 161.558 6.90% pada tahun 2004.565 11.626 7.894 13.65 3.32 3.56 125.944 9.93 4.336 7. Simalungun. meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat petani dan peternak.2 Program Pengembangan Agribisnis di Kabupaten Karo Program Pengembangan Agribisnis bertujuan untuk mengembangkan agribisnis yang mampu menghasilkan produk pertanian.265 6.55 11.35 3.56 3.957 15.68 59.29% dan menurun lagi menjadi 2.310. Jumlah Penduduk Dan Kepadatan Penduduk Per Kecamatan 2006 NO KECAMATAN PENDUDUK (JIWA) LUAS BANYAK DESA WILAYAH PEREM LAKI-LAKI JUMLAH PUAN 267.934 29.52 271.01 124.25 km2 maka kepadatan penduduk Kabupaten Karo pada akhir tahun 2006 adalah 161.021 10.id/ 3.17 4.49 4.98 3.14 3.86 117.904 9.38 218.75 246. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001 sebesar 5.492 3. Ditinjau dari segi etnis.51 128.442 29. jumlah penduduk dan kepadatan penduduk per kecamatan 2006 dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1.go.998 3.11 178.776 5. sedangkan suku lainnya seperti suku Batak Toba/Tapanuli.46 72.679 11.979 7.04 JUMLAH 2.244 19.5 41.898 11.404 18. . Jawa.318 6.73 309.069 7.19 % per tahun.587 14.01 224.973 58.207 9.54 3.11 252.864 5.03 BANYAK RUMAH 4.978 7.81 63.157 10.26 3.627 13. dan suku lainnya hanya sedikit jumlahnya (dibawah 5%).753 3.789 4.127. penduduk Kabupaten Karo mayoritas adalah suku Karo.127.21 3.85 3.883 5.621 RATA-RATA JIWA / RT 3. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Karo pada periode tahun 2000 ± 2006 adalah sebesar 3.65 30.24 3.7 1.478 2.84 6.952 6.96 158.66 211.855 14. luas Wilayah.dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Karo yakni 2.71 5. Komposisi penduduk berdasarkan agama yang dianut memperlihatkan bahwa penganut agama Nasrani merupakan yang terbanyak baru disusul oleh pemeluk agama Islam dan agama lainnya.474 4.895 342.046 14.98% pada tahun 2002.496 170.574 7.6 3.48 87.94 3.19 1.891 5.684 10. Pada Tahun 2006.399 171.773 5.54 3.35% menurun menjadi 2.71%.197 9.616 18.462 91.12 3.17 44.981 15.96%.039 29. peternakan dan kehutanan primer yang berdaya saing.25 125.712 9.774 11.549 10. Pda tahun 2003 meningkat menjadi 5.5 186.03 jiwa/km².365 5. pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengalami pertumbuhan sebesar 4.33 163.2 5.362 6.25 10 13 19 24 22 16 8 17 17 14 9 13 9 22 7 19 19 258 7. Gambaran mengenai luas wilayah.841 20.577 22.07 1.76 93.82 44. mengalami peningkatan sebesar 4.24 86.84 32.6 160.256 21.

Revitalisasi dan intensifikasi pertanian karo dalam arti luas. 6. 3. kakao jagung. jeruk.63 44. kemiri jagung.00 93.3 Kesiapan Kabupaten Karo sebagai kawasan Agropolitan Development Dalam mendukung KADTBB. holtikultura.khususnya di perdesaan. alluvial dan latosol. Penyusunan SPO untuk budidaya tanaman unggulan kabupaten karo termasuk pengadaan pupuk organik. jeruk jagung. ubi jalar. perkebunan. Peningkatan pembinaan petani dalam penerapan teknologi tepat guna dan pemanfaatan informasi pertanian. peternakan dan kehutanan. kentang. padi. holtikultura. kemiri jagung. 10. Sasaran Program ini ialah: 1) meningkatkan produktivitas. tekstur dan ketinggian tanah adalah sebagai berikut : Tabel 2. kacang tanah. padi. kentang. perikanan. kemiri jagung. pengusaha mikro pertanian terhadap sumber-sumber pendanaan. bawang daun jagung. bawang putih. cabai jeruk .70 55. 3. Penyelenggaraan program agropolitan di kabupaten karo mulai dari basis tingkat desa. Komoditi Unggulan yang Dikembangkan di Kabupaten Karo No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Mardingding Laubaleng Tigabinanga Juhar Munthe Kutabuluh Payung Simpang Empat Kabanjahe Luas daerah (KM) 267. Optimalisasi pemanfaatan dan efisiensi lahan kritis.00 218. tomat. Peningkatan upaya pengendalian hama dan penyakit. cabai. 4) meningkatkan partisipasi masyarakat dan investasi swasta dalam pembangunan pertanian dan perdesaan. cabai. kubis jagung. kacang tanah. 12. Peningkatan dan pengadaan sarana dan prasarana jaringan irigasi. padi. peternakan dan perikanan. Kesesuaian lahan untuk komoditi yang sesuai dengan tipe. perikanan. Pengembangan akses petani. Peningkatan kualitas SDM masyarakat petani dan petugas penyuluh pertanian. potsolic coklat. 2. Peningkatan sarana dan prasarana mendukung produktifitas pertanian. dan 13.56 125. padi.64 195. 5. potsolic merah kuning. ubi jalar.65 Komoditi jagung. Kegiatan pokok program ini meliputi: 1. kubis. padi. peternakan dan perkebunan. 9.60 187. Peningkatan kualitas dan daya saing komoditas unggulan pertanian karo. 3) meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat pertanian. tomat. 4. kemiri. Peningkatan akses petani terhadap kebutuhan pupuk dan bibit. padi. perkebunan dan kehutanan. pemkab Karo merancang komoditi unggulan yang disesuaikan dengan keadaan tanah di kecamatan yang bersangkutan. litosol. 8. markisa hitam jagung. teknology dan informasi pasar. mengembangkan ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karo. 7. grumosol. perikanan. kualitas dan produksi komoditas unggulan tanaman pangan. Tipe tanah yang tersebar di Kabupaten Karo menurut taksonomi tanah adalah andosol. peternakan. 2) meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha di perdesaan. ubi jalar. Pengembangan standarisasi produk tanaman pangan.11 252. perikanan. 11. wortel.

tomat. tomat.karokab. Simpang Empat Mardingding. Juhar Simpang Empat. wortel.id/ Sentra produksi dari berbagai tanaman tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Sentra Produksi Laubaleng.00 87. Tigapanah Tigapanah. jeruk. bawang daun. kubis. Tabel 3. tembakau ubi jalar.go.04 44. Kabanhaje Payung. kentang. bawang merah. selada .25 Sumber: http://www. jeruk kentang.82 16 Tiganderket 78. packing. Mardingding. Laubaleng Tigapanah. Tigabinanga 3. Kabanjahe.id/ kubis. cabai. markisa. Tigapanah.50 219. kentang. . wortel. Selain memiliki sejumlah komoditas unggulan. markisa. ubi jalar. tomat. bawang daun. tomat. Payung. tomat. Barusjahe Tigapanah.3. shipping). gudang sortasi. cabai. Kabanjahe. di kecamatan ini telah dibangun pula industri penunjang kegiatan pertanian yaitu pembangunan Trading House (Cold Storage. jeruk jagung. ubi jalar.51 128. Simpang Empat. Tigapanah. kubis. Komoditi Padi Sawah Padi Gogo Jagung Kacang Tanah Kacang Hijau Ubi Jalar Bawang Merah Bawang putih Bawang Daun Kentang Kubis Wortel Petsay Tomat Cabe Lobak Buncis Ercis Labu Siam Sumber: http://www. jeruk. jeruk.1 Penetapan Pusat Agropolitan Pemerintah Kabupaten Karo telah menetapkan Kecamatan Merek sebagai pusat agropolitan Kabupaten Karo karena telah memiliki orientasi kegiatan ekonomi pertanian sejak lama. Sentra Produksi di Kabupaten Karo No.go.10 11 12 13 14 15 Berastagi Tigapanah Merek Barusjahe Merdeka Naman Teran 30.Tigapanah Simpang Empat. daun sop ubi jalar. cabai. Merek. ubi jalar. kentang. markisa jagung. Simpang Empat. Merek. wortel jagung. padi. wortel. kubis. Barusjahe Simpang Empat. cabai. kubis. Simpang Empat Payung. cabai. Berastagi. Barusjahe Simpang Empat. cabai.karokab. Munte Tigabinanga.127.Tigapanah. jeruk. kentang. Payung Simpang Empat.Tigapanah Simpang Empat. cabai. kentang. Laubaleng Merek Simpang Empat.35 JUMLAH 2. jagung. Kabanjahe Tigapanah. kentang. Kutabuluh. Simpang Empat. Berastagi. terong belanda ubi jalar.Tigapanah Berastagi. jeruk Tanaman pangan dan sayur-sayuran di Kabupaten Karo mempunyai sentra produksi di berbagai kecamatan dengan komoditi khas atau unggulan. kubis. kubis.09 125. Merek Simpang Empat.70 17 Daulat Rakyat 32. Mardingding.

cabai. markisah) di Kec. Industri Pengolahan serat ulat sutra di Kec. 4. Industri saus tomat dan cabe di Tigapanah (bahan baku tomat 79.394. bahan baku 132. bawang daun. produksi 10.036 Ha) 2. Tiga Binanga dan Munte (Luas lahan 13.3 Penetapan komoditas unggulan Pemerintah Kabupaten Karo teleh menetapkan komoditas unggulan untuk Kecamatan Merek yaitu ubi jalar.60 Ton/Tahun. listrik. Pemeliharaan. atau industri. Industri bubuk/tepung (powder) jeruk di Kec. Industri minyak kemiri di Kecamatan Laubaleng (luas tanam 5. 2. 6. Industri Ransum Pakan ternak di Kecamatan Tiga Binanga (bahan baku jagung 293.417 Ton/Tahun.576 Ton/Tahun).143. telekomunikasi Belum memadai.4 Dukungan sistem infra struktur: jalan. bawang merah. Pembangunan/pembukaan jaringan jalan ke sentra-sentra produksi pertanian. 3. Kabanjahe (bahan baku 118 MÃà ³/hari). peternakan. Pembangunan pabrik kompos/pupuk organik di Kec. rehabilitasi dan pembangunan sarana dan prasarana dasar permukiman seperti jalan. 3. irigasi. kubis. 5.869 Ton/Tahun) 8. Industri Pengalengan Sayur di Kec.889 Ton/Tahun) 9. Tigapanah (bahan baku kubis 151. 6.2 Penetapan Unit-unit Pengembangan Unit pengembangann dimaksudkan untuk mendukung pusat agropolitan.244 Ton/Tahun).3. kentang.3. jeruk 3. Adapun unit-unit perngembangan di sekitar Kecamatan Merek adalah sbb: Industri Penunjang Pertanian 1.3. Pembangunan Pusat Pembenihan Pembibitan Hortikultura di Kecamatan Tigapanah. 7. 3.021 Ton/Tahun).492. Letaknya umumnya berada di sekitar pusat agropolitan dengan kelengkapan penunjang kegiatan pertanian. karena itu perlu dilakukan beberapa hal sesuai Agenda pengembangan Kabupaten Karo yaitu: 1.72 Ha). sanitasi dan pasar. luas lahan 53. drainase. air bersih. 4. 8. dan . 7.3. bahan baku 132. 5. Pemeliharaan. Pembangunan bangunan-bangunan penunjang pengembangan/penangkar bibit tanaman dan pelatihan pertanian.021 Ton per Tahun). Simpang Empat (bahan baku jeruk 337.5 Ha. perumahan.8 Ton/Tahun). 2.594.302 Ha. Pembangunan sarana dan prasarana irigasi. Pembangunan Alat Pengering Jagung di Kec. Industri keripik kentang di Kecamatan Simpang Empat (bahan baku kentang 78. Pembangunan dan pengembangan sistim transportasi lokal. 4. Pembangunan pusat kawasan agropolitan Merek untuk mendukung peningkatan usaha pertanian kabupaten karo. jeruk.302 Ha. Tigapanah (telah dikembangkan pembibitan ulat sutera). bahan cabe 60. Barusjahe (bahan baku markisah 11. Industri sari/sirup buah-buahan (nenas. luas lahan 4. sumber air.620. Industri Minyak Jagung dan tepung Jagung di Kecamatan Tiga Binanga dan Munthe (Luas lahan 13. 3. rehabilitasi dan pembangunan sarana dan prasarana jalan kolektor dan jalan kecamatan di seluruh Kabupaten Karo. Perkebunan bunga-bungaan di Kecamatan Berastagi Industri Pengolah Hasil Pertanian 1. Pembangunan silo-silo penampungan dan pengeringan hasil produksi jagung.

Kelompok tani belum kuat dan mandiri sehingga belum memiliki kemampuan memasuki/membentuk pasar dan membuka akses ke perbankan. Dari sisi ketersediaan sumber daya alam. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang peternakan di kabupaten karo. Karena itu perlu dilakukan beberapa hal sesuai Agenda pengembangan Kabupaten Karo yaitu: a. termasuk unit-unit atau bagian-bagian (SKPD) belum mengenal stakeholdernya secara baik sehingga kebijakan dan pendekatan yang dilaksanakan belum mengenai sasaran. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). SDM petani secara umum masih rendah. . Pemerintah Kabupaten Karo belum memiliki sistim informasi manajemen yang baik. Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik b. Pemerintah Kabupaten Karo secara umum. Jumlah pegawai penyuluh pertanian (PPL) masih kurang dan kemampuan mereka juga masih kurang memadai/kurang. Untuk lembaga keuangan non perbankan 1. Kabupaten Karo memiliki kesiapan yang cukup baik untuk menjadi bagian dari KADTBB. KESIMPULAN Apakah Kabupaten Karo SIAP mendukung program KADTBB dan menjadikan Kecamatan Merek sebagai pusat agropolitan di kabupaten tersebut? Berdasarkan uaraian di atas.5 Dukungan sistem kelembagaan Dari SWOT analysis yang telah disusun (dapat dilihat di situs resmi Kabupaten Karo) terlihat bahwa dukungan sistem kelembagaan belum memadai karena: 1. Pembangunan SDM melalui olah raga dan kesenian serta pengenalan budaya. 2. 8. 5. Pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas 6. 6. Pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat. 3.9. 5. 3. 4. Peningkatan kualitas prasarana dan pemerataan pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat . 3. DPRD Kabupaten Karo belum mampu menempatkan diri sebagai pembuat regulasi yang efektif guna mendukung penyelenggaraan otonomi daerah secara optimal. dapat disimpulkan bahwa: 1. Untuk lembaga pengembangan SDM 1. 4. Etos dan disiplin kerja aparat pemerintahan karo rendah dan memprihatinkan. Mengurangi tingkat pengangguran melalui penyebarluasan informasi ketenagakerjaan dan kesempatan kerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja 9. Penyaluran kredit perbankan ke pada petani dan dunia usaha sangat sedikit. 3. 8. Peningkatan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi. 4. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Pelayanan Publik. dan 7. 2. Kualitas Aparatur Pemerintahan dan Kualitas Masyarakat Karo 2. 7. Pembangunan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah.3. Menjaga dan meningkatkan kerukunan umat beragama. Pembangunan industri kecil dan menengah yang memiliki daya saing tinggi.

Anwar. Master Plan. Disertasi. 2005 Departemen Pertanian 2002. 2.Produk pertanian dataran tinggi memiliki peluang pasar yang tinggi baik ditingkat nasional maupun internasional (AFTA.id/ . KEPUSTAKAAN Binsar Situmorang. Sekolah Pascasarjana USU. 2008.karokab. Pembangunan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Perekonomian Wilayah. Pekanbaru. Kabupaten Karo masih harus meningkatkan kapasitasnya sehingga keunggulan SDA yang ada dapat dioptimalkan.go. tidak dipublikasikan A. Tetapi dari sisi ketersediaan SDM. Desentralisasi Spasial melalui Pembangunan Agropolitan dengan Mereplikasi Kota-kota Menengah Kecil di Wilayah Perdesaan. Bahan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian http://www. Makalah Lokakarya Pendayagunaan Sumberdaya Pembangunan Wilayah di Propinsi Riau. APEC. kelembagaan dan IT. ASEAN) karena kondisi alam dataran tinggi seperti Tanah Karo sangat terbatas di Indonesia dan bahkan di dunia. Medan. 5. 1999. tidak dipublikasikan Tim Teknis Pengembangan Kawasan Agropolitan Dataran Tinggi Bukit Barisan Sumatera Utara. Pedoman Operasional Pengembangan Kawasan Agropolitan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful